P. 1
Hukum Jual-Beli Islam

Hukum Jual-Beli Islam

|Views: 3,105|Likes:
Published by Dedi Mukhlas
www.kotepoke.blogspot.com
www.kotepoke.blogspot.com

More info:

Published by: Dedi Mukhlas on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/27/2013

pdf

text

original

XI IPS 3

Pembina Moh. MAKHRUS Kelompok 3: DEDI MUKHLAS DIAN PERDANA HESTI KUSUMA H. LAILY INDRAWATI M. HASANUDIN (34) (06) (07) (35) (33)

DINAS PENDIDIKAN NASIONAL SMA NEGERI I MOJOSARI
JL.Pemuda. No. 55 Tlp. (0321) 591457

2007-2008
1

DAFTAR ISI

DAFTAR ISI.........................................................................................................2 PENGERTIAN JUAL-BELI...............................................................................3 HUKUM JUAL-BELI..........................................................................................5 RUKUN DAN SYARAT JUAL-BELI................................................................7 KHIYAR................................................................................................................8 MACAM-MACAM JUAL-BELI........................................................................9 DAFTAR PUSTAKA...........................................................................................10

2

PENGERTIAN JUAL-BELI

Jual-beli adalah persetujuan saling mengikat antara penjual (yakni pihak yang menyerahkan/menjual barang) dan pembeli (sebagai pihak yang membayar/membeli barang yang dijual). Pada masa Rasulullah SAW harga barang itu dibayar dengan mata uang yang terbuat dari perak (dirham). Atau ada juga yang mengatakan jual-beli dalam bahasa Arab adalah Al Bai’ yang artinya jual dan Asy Syira’a yang artinya beli. Sedangkan dalam hokum jual-beli adalah penukaran harta( dalam pengertian luas) atas dasar saling rela atau tukar menukar suatu benda(barang) yang dilakukan antara dua pihak dengan kesepakatan(akad) tertentu atas dasar suka sama suka.(Coba lihat surat Az-Zumar:39, At-Taubat:103, dan Hud:93). • Az-Zumar:39

At-Taubat:103

Hud:93

Jual-beli juga sebagai sarana tolong menolong sesama manusia, di dalam islam mempunyai dasar hukum dari Al-Qur’an dan Hadis. Ayat Al-Qur’an yang menerangkan tentang jual-beli anatara lain surat Al-Baqarah 198 dan, Al-Qasas 77

3

Al-Baqarah 198

Al-Qasas 77

4

HUKUM JUAL-BELI

Banyak ayat/hadis yang menerangkan tentang/hokum jual-beli. Jual-beli sebenarnya dalam islam adalah boleh tapi jual-beli akan berubah hukumnya menjadi sunah, wajib, haram, atau mahkru. Barikut ini adalah contoh: 1. Jual-beli hukumnya wajib misalnya jika pada suatu saat para pedagang menimbun beras, sehingga stok beras di pasaran sedikit yang mengakibatkan hargannya melambung tinggi, maka pemerintah boleh memaksa para pedangan untuk menjual beras yang ditimbunya sebelum harga terjadi kenaikan harga. Menurut hokum isalam para pedangang tersebut , wajib menjual beras yang ditimbun sesuai dengan ketentuan pemerintah. 2. Jual-beli hukumnya haram, misalnya jual beli yang tidak memenui rukun dan syarat dan jual beli yang mengandung unsure penipuan. 3. Jual-beli hukumnya mahkru apabila barang yang diperjual-belikan itu hukumnya mahkru misalnya rokok dan makanan berbau. Orang yang berusaha di bidang jual-beli harus mengetahui hal-hal yang berkaitan dengan jual-beli tersebut. Hal ini bertujuan agar jual-beli tersebut tidak ada yang dirugikan, baik dari pihak pejual/pembeli. Jual beli hukumnya adalah mubah. Artinya, hal tersebut diperolehkan sepanjang suka sama suka, Allah berfirman.

An-Nisa 29

Dalam tawar-menawar dan tidak ada kesesuaian harga antara penjual dan pembeli, maka si penjual boleh memili akan meneruskan jual-beli tersebut atau tidak. Apabila telah terjadi akad jual-beli dilaksanakan dan terjadi pembayaran, kemudian

5

keduanya meninggalkan tempat akad, maka keduanya tidak boleh membatalkan jualbeli yang telah disepakati. Al-Qur’an telah menjelaskan hokum jual-beli secara eksplisit sebagai berikut: • Al-Baqarah 275

6

RUKUN DAN SYARAT JUAL-BELI Apa tang dimaksud dengan rukun dan syarat jual-beli? Rukun dan syarat jualbeli adalah ketentuan-ketentuan dalam jual beli yang harus dipenui agar jual belinya dihukumi sh menurut syara’(hokum islam). Orang yang melaksanakan akad jual-beli(penjual/pembeli) Syarat yang harus dimiliki oleh penjual dan pembeli adalah: 1. Berakal, jual-belinya orang gila atau akalnya rusak jual-beli diangap rusak. 2. balig, jual belinya anak kecil yang belum balig dihukimi tidak sah, namun ada beberapa barang yang boleh dulakukan oleh anak kecil seperti:permen,kue, dan kerupuk. 3. Berhak mengunkan hartanya.

Sigat atau ucapan ijab dan Qabul. 1. Orang yang melakukan ijab harus akil balig 2. Qabul harus sesuai dengan ijab 3. ijab dan Qabul harus dalam satu majelis.

Barang yang diper jual belikan 1. Barang yang diperjual belukan adalah barang yang halal 2. Barang itu ada manfaatnya 3. Barang itu ada di tempat 4. Barang itu merupahkan milik si penjual 5. Barang itu dikertahui oleh si penjula dan pembeli.

7

KHIYAR

Khiyar adalah hak memili bagi si penjual dan si pembeliuntuk meneruskan jual belinya atau membatalkan karena suatu hal. Adapun macam-macam khiyar adalah: 1. khiyar majelis ialah khiyar yang berlangsung selama penjual dan pembeli masih berada di tempat. 2. khiyar syarat ialah yang dijadikan syarat pada waktu akad jual beli. 3. khiyar aib’ ialah pembeli mempunyai hak pilih, untuk mengurungkan akad jual belinya karena terdapat cacat pada barang yang di belinya.

8

MACAM-MACAM JUAL BELI

Jual beli dapat dilihat dari beberapa sudut pandang, antara lain ditinjau drai segi sah atau tidak sah terlarang atau tidak terlarang. • •

Jual beli yang sah dan tidak terlarang yaitu jual beli yang terpenui rukunrukun dan syarat-syaratnya. Jual beli yang terlarang dan tidak sah(bathil)yaitu jual beli yang salah satu atau seluruh rakunya tidak terpenui atau jual beli itu pada dasar dan sifatnya tidak disyariatkan(tidak sesuai isalam).

Jual beli yang sah tetapi terlarang(fasid). Ada beberapa contoh jual beli yang hukumnya sah, tidak membatalkan akad jual beli. Tetapi dilarang islam karena sebab-sebab lain misalnya:

1. merugikan si penjual, pembeli, dan orang lain. 2. mempersulit peredaran barang. 3. merugikan kepentingan umum.

9

DAFTAR PUSTAKA Departement Agama RI, 2002, Al-Qur’an, Departement Agama, Jakarta Departement Agama RI, 1971, Al-Qur’an dan terjemahannya, CV. Kathoda, Jakarta M. Shidig, 1991, kamus istilah agama, Bona fida cipta pratama, Jakarta Ambary Mu’arif Hasan, DR, Prof, 1999, Ensilopedia Islam, Jakarta Syamsuri, 2007, pendidikan agama islam SMA, penerbit erlangga, Jakarta

10

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->