P. 1
Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Kontrak

Penerapan Asas Pacta Sunt Servanda Dalam Kontrak

|Views: 8,705|Likes:
Published by mh98

More info:

Published by: mh98 on Jan 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/05/2013

pdf

text

original

PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM
KONTRAK BAGI HASIL DI BIDANG MINYAK DAN
GAS BUMI DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL

Oleh

Achmad Madjedi Hasan

NPM L2F04542

TESIS

Untuk memenuhi salah satu syarat ujian
guna memperoleh Magister Ilmu Hukum
Program Pendidikan Magister Program Studi Ilmu Hukum
Bidang Kajian Utama Hukum Bisnis

PROGRAM PASCASARJANA
UNIVERSITAS PADJADJARAN
BANDUNG
2005

PENERAPAN ASAS PACTA SUNT SERVANDA DALAM
KONTRAK BAGI HASIL DI BIDANG MINYAK DAN
GAS BUMI DALAM RANGKA PENANAMAN MODAL

Oleh

Achmad Madjedi Hasan

NPM L2F04542

TESIS

Untuk memenuhi salah satu syarat ujian
guna memperoleh gelar Magister Hukum
Program Pendidikan Magister Program Studi Ilmu Hukum ini
telah disetujui oleh Tim Pembimbing pada tanggal
seperti tertera dibawah ini

Bandung, Februari 2005

Prof. DR. H. Yudha Bhakti, S.H., M.H. Prof. DR. Djuhaendah Hasan, S.H.
Anggota Tim Pembimbing Ketua Tim Pembimbing

iii

Mengetahui
Ketua Program Studi Ilmu Hukum

Prof. DR. Rukmana Amanwinata S.H., M.H

Ketua Program Studi Ilmu Hukum

iv

PERNYATAAN

Dengan ini saya menyatakan bahwa:

1.

Karya tulis saya, tesis ini, adalah asli dan belum pernah diajukan untuk
mendapatkan gelar akademik (sarjana, magister, dan/atau doctor), baik di
Universitas Padjadjaran maupun di perguruan tinggi lain.

2.

Karya tulis ini adalah murni gagasan, rumusan dan penulisan saya sendiri, tanpa
bantuan pihak lain, kecuali arahan Tim Pembimbing.

3.

Dalam karya tulis ini tidak terdapat karya atau pendapat yang telah ditulis atau
dipublikasikan orang lain, kecuali secara tertulis dengan jelas dicantumkan
sebagai acuan dalam naskah dengan disebutkan nama pengarang dan
dicantumkan dalam daftar pustaka.

4.

Pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya dan apabila di kemudian hari
terdapat penyimpangan dan ketidakbenaran dalam pernyataan ini, maka saya
bersedia menerima sanksi akademik, berupa pencabutan gelar yang telah
diperoleh karena karya tulis ini, serta sanksi lainnya sesuai dengan norma yang
berlaku di perguruan tinggi ini.

Bandung, Februari 2005

Yang membuat pernyataan,

Achmad Madjedi Hasan

NPM L2F04542

v

ABSTRAK

Bumi Indonesia diketahui mengandung berbagai kekayaan alam dengan jumlah
yang cukup dan selama beberapa tahun kegiatan industri perminyakan senantiasa
diusahakan agar tetap aktif. Namun demikian, kedudukan bersaing Indonesia untuk
menarik modal investasi untuk proyek berisiko tinggi (risk capital) cenderung menurun
selama dua dasawarsa terakhir. Sementara persepsi investor terhadap potensi
mendapatkan cadangan minyak tambahan di Indonesia masih tetap tinggi, faktor
penyebabnya diperkirakan pertimbangan komersial, khususnya masalah keamanan,
kepastian hukum dan kesucian kontrak.
Tesis ini mengkaji salah satu dari masalah yang dikedepankan tersebut, yaitu
kesucian kontrak, khususnya apakah dan bagaimana asas pacta sunt servanda dapat
diterapkan terhadap Pemerintah dalam Kontrak Bagi Hasil (KBH) dan akibat hukum
dari diberlakukannya peraturan perundang-undangan baru dalam kontrak yang berjalan,
mengingat peran ganda Pemerintah dalam kontrak. Pembahasan meliputi beberapa
aspek teori dan praktis dari kontrak, termasuk kontrak minyak dan gas bumi (migas),
kegiatan usaha hulu migas di Indonesia, kedudukan Pemerintah dalam Kontrak Bagi
Hasil dan dampak dari kebijakan Pemerintah yang berubah.
Kajian ini menyimpulkan bahwa Pemerintah merupakan salah satu pihak dalam
KBH, karena itu Pemerintah terikat untuk menerapkan asas pacta sunt servanda dalam
memberlakukan peraturan perundang-undangan baru terhadap KBH. Peraturan
perundang-undangan baru tidak seharusnya diberlakukan terhadap KBH yang berjalan,
apabila akan menimbulkan perubahan terhadap persyaratan komersial kontrak.
Disarankan agar kebijakan dan peraturan yang dikeluarkan oleh departemen-departemen
dalam pemerintahan diharmonisasikan dan disinkronisasikan untuk menghindari
terjadinya tumpang tindih dan kontradiksi kebijakan. Demikian pula, naskah kontrak
KBH agar disempurnakan untuk mengurangi ambuigitas yang akan menfasilitasi
penerapan asas pacta sunt servanda dan memberikan kepastian hukum.
Asas persamaan dan manfaat bersama merupakan dasar yang fundamental untuk
investasi. Kebijakan pemerintah yang tidak memperhatikan asas pacta sunt servanda,
dapat menjadi kontra produktif, apabila hasilnya adalah penolakan terhadap keperluan
untuk meningkatkan kegiatan migas.

vi

ABSTRACT

Indonesia is endowed with large deposits of natural riches and an active
petroleum industry has been maintained for many years. However, Indonesia’s
competitive position for securing risk capital has been deteriorating steadily for the past
two decades. While the investor’s perception of the potential for additional oil reserves
within Indonesia remains to be good, the contributing factor to decline is the
commercial consideration, namely security, law enforcement and contract sanctity.
This thesis examines one of those issues, namely contract sanctity, in particular
whether and as to how the principle of pacta sunt servanda could be applied to the
Government in the Production Sharing Contract (PSC) and legal implications on new
law and regulations on the existing contract, given the government’s dual role in the
contract. The discussion includes theoretical and practical aspects of contract
including petroleum contract, Indonesia’s upstream petroleum activities, the
government’s position in the PSC and impacts of changed government’s policy.
The study concludes that the Government is a party of the PSC therefore it is
bound to observe pacta sunt servanda in putting into effect new laws and regulations on
the PSC. New laws and regulations shall not be put into effect on the ongoing PSC, if
their application will change the commercial terms of the contract.
The study
recommends that any policy and new law and regulation shall be harmonized and
synchronized in order to avoid overlapping and conflicting policies. Also, the contract
text shall be improved to eliminate ambuigity, thereby facilitating the application of
pacta sunt servanda and ensuring legal certainty.
The principle of equity and mutual benefits is the fundamental basis of
investment. Government policies that fail to observe the principle of pacta sunt
servanda can be counter-productive when the result is a denial of the need to increase
the petroleum activities.

vii

KATA PENGANTAR

Perkenanlah penulis memanjatkan puji syukut ke hadirat Allah SWT atas rahmat

dan karunia-Nya yang telah memberikan kesehatan dan waktu kepada penulis, untuk

menyelesaikan studi program magister hukum. Lebih dari 40 tahun penulis telah

menjalani masa bakti dengan profesi di lingkungan kegiatan hulu minyak dan gas bumi

dalam berbagai kapasitas, kecuali sebagai ahli hukum. Kuliah yang cukup padat selama

empat semester telah memberikan wawasan baru kepada penulis dalam melihat

permasalahan yang menyangkut industri minyak dan gas bumi di tanah air.

Tesis ini membahas hasil kajian mengenai penerapan asas pacta sunt servanda

dalam kontrak pengelolaan sumber daya minyak dan gas bumi di Indonesia. Topik ini

dipilih sebagai tanggapan atas keprihatinan penulis melihat kecenderungan menurunnya

kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi. Berbagai macam insentif ekonomi untuk

mendorong investasi telah diberikan oleh Pemerintah, namun belum berhasil mencapai

sasarannya. Dari hasil kajian ditemukan bahwa masalah kesucian kontrak ini belum

mendapatkan perhatian Pemerintah dalam membuat kebijakan, khususnya yang bersifat

sektoral. Harapan penulis selanjutnya, tulisan ini dapat bermanfaat bagi pengambil

putusan dan pengembangan ilmu hukum di Indonesia.

Penelitian dan penulisan tesis ini tidak akan selesai tanpa adanya bantuan dari

berbagai pihak. Untuk itu penulis ingin menyampaikan penghargaan dan ucapan terima

kasih kepada Ibu Prof. DR. Djuhaendah Hasan S.H., Ketua Bidang Kajian Hukum

Bisnis Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana dan Bapak Prof. DR. H.

Yudha Bhakti Ardhiwisastra, S.H., M.H. atas kebaikan, bimbingan dan pengarahan pada

penyusunan tesis ini dan Bapak-bapak Prof. DR. H. Rukmana Amanwinata, S.H., M.H.,

viii

Ketua Program Studi Ilmu Hukum Program Pascasarjana, Prof. DR. H. Man Suparman

Sastrawidjaja, S.H., S.U., Dekan Fakultas Hukum dan para dosen bidang kajian hukum

bisnis Universitas Padjadjaran.

Penulis juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para sahabat,

khususnya Bapak-bapak H. Widyawan S.H. dan H. Hoesein Wiriadinata S.H., MCL atas

kebaikan yang mengizinkan penulis menggunakan fasilitas perpustakaan di Kantor

Konsultan Hukum Wiriadinata & Widyawan, Bapak Drs. H. Hoezif Abubakar, mantan

Vice President Finance PT Caltex Pacific Indonesia, yang telah memberikan informasi

berupa catatan-catatan dan dokumen-dokumen mengenai kegiatan pengusahaan minyak

dan gas bumi di Indonesia sebelum tahun 1966 dan para senior executive Kontraktor

Bagi Hasil di Indonesia yang telah bersedia diwawancarai.

Ucapan terima kasih ini disampaikan pula kepada dua orang anak penulis Nedia

dan Rizki beserta para menantu Didi dan Dea dan lima orang cucu Digo, Dimas,

Yasmine, Idzan dan Frea yang telah memberikan dukungan moral. Akhirulkata,

penulis ingin mempersembahkan tesis ini sebagai kenang-kenangan terhadap

almarhumah Hj Jani Maslian, yang telah mendampingi penulis sebagai isteri selama 38

tahun.

Februari 2005

A. Madjedi Hasan

ix

DAFTAR ISI

Halaman Judul i
Lembar Pengesahan ii
Lembar Pernyataan iv
Abstrak v
Abstract vi
Kata Pengantar vii
Daftar Isi ix
Daftar Singkatan xi

BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Penelitian 1
B. Identifikasi Masalah 7
C. Tujuan Penelitian 7
D. Kegunaan Penelitian 8
E. Kerangka Pemikirian 8
1. Pasal 33 UUD 1945 8
2. Hukum sebagai sarana pembangunan 9
3. Teori Hukum Perjanjian 10
4. Penanaman Modal Asing 12
5. Kontrak Bagi Hasil 13
F. Metode Penelitian 16

BAB II
SEGI-SEGI HUKUM PERJANJIAN DAN KONTRAK PENGELOLAAN
MINYAK DAN GAS BUMI
A. Kontrak sebagai dasar perikatan 18
B. Pihak-pihak dalam perjanjian 20
C. Pemerintah sebagai subyek hukum perdata 21
D. Pemberian Kuasa 24
E. Asas-asas Hukum Perjanjian 26
F. Asas pacta sunt servanda 28
G. Klausula rebus sic stantibus 32
H. Kontrak pengelolaan minyak dan gas bumi 35
I, Kontrak Bagi Hasil 39

x

BAB III
KEGIATAN USAHA HULU MINYAK DAN GAS BUMI
A. Perkembangan Pengusahaan Migas 41
1. Masa sebelum proklamasi kemerdekaan 41
2. Masa awal kemerdekaan 48
3. Undang-undang Nomor 44 Prp Tahun 1960 51
4. Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 62
B. Ketentuan Pokok Kontrak Bagi Hasil 68
1. Hak dan Kewajiban Kontraktor 69
2. Hak dan Kewajiban PERTAMINA/Badan Pelaksana 72
C. Kegiatan Hulu Migas 74
D. Permasalahan berasal dari penafsiran kontrak 81

BAB IV
ASAS PACTA SUNT SERVANDA DIHUBUNGKAN DENGAN KONTRAK
BAGI HASIL

A. Kedudukan Pemerintah dalam Kontrak Bagi Hasil 84
1. Dalam Kontrak 5A 84
2. Sebelum UU Migas 85
3. Setelah diundang-undangkannya UU Migas 89
B. Asas pacta sunt servanda dalam Kontrak Bagi Hasil 91
C. Dampak dari kebijakan Pemerintah yang berubah 94
1. Pengutamaan penggunaan produk dan jasa dari dalam negeri 94
2. Perpajakan 99
3. Penerapan asas pacta sunt servanda berlandaskan kepentingan 107
dan manfaat bersama

BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan 117
B. Saran 117

DAFTAR PUSTAKA 119

xi

DAFTAR SINGKATAN

A. Peraturan perundang-undangan

UUD 1945

= Undang-undang Dasar 1945

UU Bagi Hasil

= Undang-undang Nomor 20 Tahun 1960 Tentang
Perjanjian Bagi Hasil

UU Migas 1960

= Undang-undang Nomor 44 Prp Tahun 1960 Tentang
Pertambangan Minyak dan Gas Bumi

UUPK

= Undang-undang Nomor 14 Tahun 1963 Tentang
Pengesahan “Perjanjian Karya” antara PN
PERTAMIN dengan PT Caltex Pacific Indonesia dan
California Asiatic Oil Company (Calasiatic), Texaco
Overseas Petroleum Company (Topco); PN
PERMINA dengan PT Stanvac Indonesia; PN
PERMIGAN dengan PT Shell Indonesia
UU Bagi Hasil Perikanan = Undang-undang Nomor 16 Tahun 1964 Tentang Bagi
Hasil Perikanan

UUPMA

= Undang-undang Nomor 1 Tahun 1967 Tentang
Penanaman Modal Asing

UU Kehutanan 1967

= Undang-undang Nomor 5 Tahun 1967 Tentang
Kehutanan
UU Pertambangan = Undang-undang Nomor 11 Tahun 1967 Tentang
Ketentuan-ketentuan Pokok Pertambangan

UU Pertamina

= Undang-undang Nomor 8 Tahun 1971 Tentang
PERTAMINA

UU Pertanian

= Undang-undang Nomor 12 Tahun 1982 Tentang
Pertanian

UU Industri

= Undang-undang Nomor 5 Tahun 1984 Tentang
Industri

UUPPh

= Undang-undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak
Penghasilan yang telah diubah terakhir dengan
Undang-undang Nomor 17 Tahun 2000.

UUPPN 1984

= Undang-undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak
Penjualan Atas Barang Mewah

UUPPN 1994

= Undang-undang Nomor 11 Tahun 1984 Tentang
Perubahan Atas Pajak Pertambahan Nilai Barang dan
Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

UUPPN 2000

= Undang-undang Nomor 18 Tahun 2000 Tentang Pajak
Perubahan Atas Pajak Pertambahan Nilai Barang dan
Jasa dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah

UU Migas 2001

= Undang-undang Nomor 22 Tahun 2001 Tentang
Minyak dan Gas Bumi

PP 41/1982

= Peraturan Pemerintah No. 41 Tahun 1982 Tentang
Kewajiban dan Tata Cara Penyetoran Pendapatan

xii

Pemerintah Dari Hasil Operasi PERTAMINA Sendiri
Dan Kontrak Production Sharing

PP KBH

= Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 1994 Tentang
Syarat-syarat Dan Pedoman Kerja Sama Kontrak Bagi
Hasil Minyak dan Gas Bumi

PP Pertamina

= Peraturan Pemerintah No. 31 Tahun 2003 Tentang
Pengalihan Bentuk Perusahaan Pertambangan Minyak
dan Gas Bumi Negara (PERTAMINA) Menjadi
Perusahaan Perseroan (PERSERO)

PPBP

= Peraturan Pemerintah Nomor 42 Tahun 2002 Tentang
Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan
Gas Bumi

PP Migas

= Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 Tentang
Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi
Keppres 14A 1980 = Keputusan Presiden Nomor 14A Tahun 1980 Tentang
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Anggaran
Belanja Negara

Keppres 22/1989

= Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 1989 Tentang
Penundaan Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai Atas
Penyerahan Jasa Pencarian Dan Pemboran Sumber
Minyak, Gas Bumi dan Panas Bumi Untuk Yang
Belum Berproduksi
Keppres APBN 1995 = Keputusan Presiden Nomor 16 Tahun 1995 Tentang
Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja
Negara

Keppres 18/2000

= Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2000 Tentang
Pedoman Pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Instansi
Pemerintah

Inpres No. 1/1976

= Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 1976 Tentang
Sinkronisasi Tugas-tugas Keagraian dengan Bidang
Kehutanan, Pertambangan, Transmigrasi dan
Pekerjaan Umum

KMK 267/1978

= Keputusan Menteri Keuangan Nomor 267/KMK.012/
1978 Tentang Tata Cara Menghitung and Pembayaran
Pajak Perseroan dan Pajak Atas Bunga, Dividen dan
Royalty Yang Terhutang Oleh Kontraktor Yang
Melakukan Kontrak Production Sharing (Kontrak
Bagi Hasil) Dibidang Minyak dan Gas Bumi dengan
PERTAMINA

KMK 572/1989

= Keputusan Menteri Keuangan Nomor 572/KMK.04/
1989 Tentang Penundaan Pembayaran Pajak
Pertambahan Nilai Atas Penyerahan Jasa Pencarian
Dan Pemboran Sumber Minyak, Gas Bumi dan Panas
Bumi Untuk Yang Belum Berproduksi.Oleh
Kontraktor Yang Beroperasi Berdasarkan Kontrak
Bagi Hasil Minyak dan Gas Bumi dengan
PERTAMINA

xiii

B. Akronim

APBN

= Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara

Badan Pelaksana

= Badan Pelaksana Usaha Kegiatan Hulu Minyak dan
Gas Bumi

BBM

= Bahan Bakar Minyak

BHMN

= Badan Hukum Milik Negara

BUMN

= Badan Usaha Milik Negara

EOR-JOB

= Enhanced Oil Recovery Joint Operating Body
Contract

CPP PSC

= The Coastal Plain Pekanbaru between PERTAMINA
And TexacoOverseas Petroleum Company and
California Asiatic OiCompany

DIM

= Daftar Inventarisasi Masalah

Ditjen Migas

= Direktorat Jenderal Minyak dan Gas Bumi

Ditjen Pajak

= Direktorat Jenderal Pajak

DKPP

= Dewan Komisaris Pemerintah untuk Pertamina

DMO

= Domestic Market Obilgation

DPR

= Dewan Perwakilan Rakyat

FTP

= First Tranche Petroleum
Indische Mijnwet = Indische Mijnwet
Tahun 1899
IGA

= Indonesian Gas Association

IMA

= Indonesian Mining Association

Inpres

= Instruksi Presiden

IPA

= Indonesian Petroleum Association

IRS

= Internal Revenue Service

JOA-PSC

= Joint Operating Agreement - Production Sharing
Contract

KBH

= Kontrak Bagi Hasil

Keppres

= Keputusan Presiden

KK

= Kontrak Karya

KKS

= Kontrak Kerja Sama

KPS

= Kontrak Production Sharing (KPS)

KUH Perdata

= Kitab Undang-undang Hukum Perdata

LNG

= Liquefied Natural Gas (Gas alam yang dicairkan)

Migas

= Minyak dan Gas Bumi

MPR

= Majelis Permusyawaratan Rakyat

PERMIGAN

= Perusahaan Minyak dan Gas Bumi Nasional

PERMINA

= Perusahaan Minyak Nasional

PERTAMIN

= Perusahaan Pertambangan Minyak Indonesia

PERTAMINA

= Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi
Negara (P/T. PERTAMINA (Persero))

PLN

= Perusahaan Listrik Negara (P.T. PLN (Persero))

PLTP

= Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi

PN

= Perusahaan Negara

POD

= Plan of Development (Rencana Pengembangan
Lapangan)

PPh

= Pajak Penghasilan

PPN

= Pajak Pertambahan Nilai

xiv

PSC

= Production Sharing Contract

PT

= Perseroan Terbatas

RKA

= Rencana Kerja dan Anggaran

RPTK

= Rencana Penggunaan Tenaga Kerja

TAC

= Technical Assistance Contract

USD

= US Dollar

BAB I

PENDAHULUAN

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->