P. 1
materi AAI 2009

materi AAI 2009

|Views: 701|Likes:
Published by naiya92

More info:

Published by: naiya92 on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/15/2012

pdf

text

original

MATERI Asistesi Agama Islam (AAI) 2009/2010

FAKULTAS Farmasi UGM

Sebuah keinginan besar dan cita-cita tinggi, memang tak bisa diperoleh dengan sedikit usaha atau perjuangan setengahsetengah. “Para pemikir di seluruh generasi sudah menyimpulkan, suatu kenikmatan tidak akan bisa dicapai melalui sesuatu yang nikmat juga. Barang siapa yang banyak utamakan Istirahat, maka ia akan didatangi oleh peristirahatannya sendiri. Sebesar kengerian dan kesulitan dalam mencapai sesuatu, sebesar itulah kesenangan dan kelezatan yang dirasakan.” [Ibnul Qayyim Al Jauziah]

Judul Materi AAI Fakultas Farmasi UGM Penulis Tim Kurikuum AAI dan Pengelola Penerbit Pengelola AAI 2009

CP pengelola AAI : 085729482764

Barangsiapa dengan sengaja mencetak atau memfotokopi sebagian atau keseluruhan isi buku ini demi tujuan dakwah Islamiyah semoga Allah Azza wa Jalla memberikan balasan pahala dan kebaikan kepada yang bersangkutan. Barangsiapa dengan sengaja atau tanpa sengaja ingin, bahkan berhasrat ingin menyumbang atau berinfaq demi kelangsungan kegiatan dakwah,kami mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya dan sumonggo, tafadhol, silahkan

DAFTAR ISI

Kata Pengantar AAI on Concepts Urutan Materi Mentoring Thaharah Shalat Halal dan Haram Hidup sehat ala islam akhlak Problematika umat

A. Tujuan Pembelajaran Setelah mengikuti asistensi agam Islam ini diharapkan: 1. Peserta AAI mampu membaca Al-Qur’an denga tajwid yang benar 2. Peserta AAI tertib dalam menjalankan shlat lima waktu 3. Peserta AAI mempunyai kepribadian dan akhlak Islami 4. AAI menjadi wadah pembelajaran Islami dan Peningktan ukhuwah islamiyah B. Pelaksanaan Pembelajaran Pembelajaran didasrkan pada tujuan, maka kompetensi yang dimiliki setelah mengikuti Asistensi Agama Islam ini adalah 1. Spitualitas 2. Profesional 3. Moralitas : Fiqih thaharah, shalat qur’an, aqidah : Halal dan haram, Hidup sehat ala islam : Problematika umat dan akhlak

Bulan Setiap pertemuan

Pekan Ke-

Pokok Bahasan Tahsin

Sub Pokok Bahasan - Makhoriju l huruf - Tajwid

Tujuan Instruksional Peserta dapat membaca AlQur’an dengan tajwid yang benar

Metode Penyampaian - Simul asi video - prakte k Stadium General Stadium General -materi dan Praktek

Mekanisme Penyampaian Peserta dibagi dalam kelompok dengan di dampingi oleh pemandu

September

1 2

SG Universitas SG Fakultas konsep AAI FA UGM Wudhu Tayamum Peserta mengetahui pentingnya mengikuti AAI - Peserta dapat melakukan wudhu dengan benar - Peserta dapat melakukan tayamum dengan benar - Peserta dapat melakukan shalat yang benar secara gerakan dan bacaan - Peserta melaksanakan shalat lima waktu - Peserta dapat membedakan makanan, obat dan kosmetik yang halal dan haram - Peserta mengetahui hidup sehat ala islam dan dapat berperan mengaplikasikanya di masyarakat.

Oktober

1

Thaharah

Peserta dibagi dalam kelompok dengan di dampingi oleh pemandu

2

Shalat

Hukum shalat dan dalil naqli Tata cara shalat Shalat berjama’ah Pengertian dan hukum Klasifikasi halal haram makanan, obat dan kosmetik Rahasia Sunnah (zikir, puasa, baca qur’an) -Bidang pengobatan (thibbun nabawi dan aplikasinya di masa sekarang)

- Materi dan Praktek - Obser vasi

-Peserta dibagi dalam kelompok dengan di dampingi oleh pemandu -Membagi lembar mutaba’ah dan di kumpulkan kembali pada setiap pekan Materi disampaikan oleh tim KSF, kemudian dilanjutkan tanya jawab -Secara kalsikal dilanjutkan tanya jawab atau bedah buku/ nonton film -thibbun nabawi disampaikan oleh pakarnya

3

Halal haram (makanan, obat dalam syariat islam) Hidup sehat ala islam

- Proble m base learning

November

1-2

-klasikal - Studen t center learning

November

1

Akhlak

Desember

1

Problematika umat I

-kepribadian muslim Ahklak Islam untuk sesama muslim dan non muslim - Ukhuwah islamiyah - Permasala han umat saat ini - Potensi imat Islam - Sebabsebab problematika umat

-

Peserta mampu menjalin hubungan baik antar sesama muslim dan non muslim Peserta mengetahui permasalahn umat dan sebabsebabnya

- Klasik al - Proble m based learning -problem based learning

Pemandu menyampaikan materi dilanjutkan diskusi

Materi disampaikan secara klasikal dan dilanjutkan diskusi

2

Problematika umat II

-dari farmasi untuk dunia Dengan bidang: -sosial -pendidikan

- peserta dapat mengkaji dan menemukan solusi terhadap problematika umat di sekitarnya

- Proble m based learning

Peserta mencari kasus problematika umat di sekitar UGM, kemudian berperan sebagai

E.

Metode Pembelajaran dan dan Bentuk Kegiatan Standar Operasional untuk tiap kepemanduan adalah sebagai berikut 1. Pembukaan 2. Tilawah 3. Pembelajaran Tahsin 4. Materi 5. Diskusi atau permainan (simulasi materi) 6. Hafalan bersama (12 surat terakhir, minimal tiap pertemuan 1 surat) 7. penutup

KOMPETENSI SPIRITUALITAS THAHARAH

Tujuan Instruksional Peserta mengetahui cara-cara mensucikan diri, dan waktu pelaksanaannya. Metode Penyampaian Dimohon pemandu membaca materi dulu karena begitu kompleksnya silahan untuk disampaikan sesuai kebutuhan dan dilakukan praktek. Bahasan Materi Thaharah menurut bahasa adalah kebersihan.Sedangkan menurut istilah adalah pekerjaan yang dengannya dibolehkan seseorang mengerjakan shalat.Adapun nash yang mewajibkan thaharah adalah firman Allah SWT : “Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan shalat, Maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu junub Maka mandilah, dan jika kamu sakit* atau dalam perjalanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh** perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, Maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu, supaya kamu bersyukur.” ( AlMaidah : 6) * Maksudnya: sakit yang tidak boleh kena air.

** Artinya: menyentuh. menurut Jumhur ialah: menyentuh sedang sebagian menyetubuhi.

Mufassirin ialah:

Bab thaharah selalu didahulukan dalam pembahasan-pembahasan fiqih karena thaharah (bersuci) merupakan salah satu syarat syahnya shalat, padahal kita tahu shalat adalah rukun dari rukun Islam setelah dua kalimat syahadat. Jadi, syarat (sahnya shalat) tentu harus didahulukan (pembahasannya) daripada yang disyaratkan (yaitu shalat). Thaharah adalah suatu sistem penyucian diri manusia dan sekaligus sebagai persiapan dan perhiasan bagi hamba tuk menghadap Sang Khaliq Rabbul ‘Alamin. Oleh karena itu, dalam thaharah mempunyai syarat–syarat yang menjadi barometer sah atau tidaknya, baik yang berkaitan dengan martabat lahiriah atau bathiniah. • ”lahiriah” ialah beristinja dan berwudhu dengan air mutlak, yang bersifat membersihkan kotoran– kotoran yang menempel pada badan, juga dapat dipahami sebagai pemeliharaan kesehatan jasmani. • “bathiniah” ialah berkaitan dengan niat dan membersihkan diri dari segala penyakit yang bersarang di dalam hati dan jiwa. Hadits yang diriwayatkan oleh Ali bin Abu Thalin Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau telah bersabda.Yang artinya : Kunci shalat adalah bersuci. Shalat diawali dengan membaca takbir dan diakhiri dengan membaca salam” [Hadits ini diriwayatkan oleh ‘Lima Periwayat’ kecuali Nasa’i] Adapun air yang dperbolehkan digunakan untuk bersuci ada tujuh jenis : 1. Air langit 2. Air laut 3. Air sungai 4. Air sumur 5. Mata air 6. Air Salju 7. Air dingin Ataupun jika dikumpulkan dalam satu kata , yakni air yang turun dari langit atau keluar dari bumi. “Dia lah yang meniupkan angin (sebagai) pembawa kabar gembira dekat sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); dan kami turunkan dari langit air yang amat bersih” (Al-Furqan ayat 48) Kemudian, air juga terbagi atas 4 jenis : 1. Air suci lagi menyucikan, yang tidak makruh untuk menggunakannya ( tidak berbahaya jika digunakan )

Ex : Air sumur 2. Air suci lagi menyucikan, yang makuh digunakan Ex : Air Musyammas 3. Air suci yang tidak menyucikan Ex : Air yang telah digunakan 4. Air yang terkena najis, jika mengubah rasa, warna, atau aromanya, maka hukumnya najis tidak boleh dipakai bersuci, menurut ijma’. Sedang jika tidak mengubah salah satu sifatnya, maka mensucikan Hadits dari Abu Umamah Al-Bahili Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda.“Artinya : Sesungguhnya air itu tidak bisa dinajiskan oleh apapun, kecuali oleh benda yang mengubah bau, rasa, dan warnanya” [Hadits ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan dinyatakan dha’if (lemah) oleh Abu Hatim Question 4 U ??? Bagaimana cara menyucikan air yang telah menjadi air najis ? => Menyucikan air najis itu dengan tiga cara : ◊ ◊ ◊ Air yang najis itu hilang sendiri sifat-sifat kenajisannya. Kedua : Dengan cara menguras atau membuang semua air yang kena najis, dan menyisakan air yang suci. Ketiga : Dengan cara menambahkan air yang suci ke dalam air yang najis hingga hilang sifatsifat air najis tersebut. Dan satu jenis air yang juga tidak boleh digunakan untuk bersuci yakni air curian.

Wudhu
Fardu Wudhu ada enam : 1. Niat 2. Membasuh wajah 3. Membasuh tangan (hingga siku) 4. Membasuh kepala 5. Menyuci kaki (hingga mata kaki) 6. Tertib Adapun Sunah dalam berwudhu ada 10 : 1. Tasmiyah

2. Menyuci kedua telapak tangan 3. Kumur-kumur & Istinsyaq (memasukkan air kedalam hidung, kemudian dikeluarkan) 4. Mengusap seluruh bagian kepala 5. Membasuh telinga dengan air yang baru (baik bagian dalam maupun luar) 6. Membasuh Jenggot (menyelah-nyelahi dengan jari) 7. Menyelah-nyelahi jari tangan dan kaki dengan air 8. Mendahulukan yang kanan daripada yang kiri 9. Diulangi tiga kali untuk setiap bagian 10. Berurut

Hal-hal yang dapat membatalkan wudhu, antara lain :  Keluarnya sesuatu dari salah satu dua jalan ( qubul dan dubur)

maka segala sesuatu yang keluar dari dua jalan ini membatalkan wudhu, baik berupa air kencing,kotoran, madzi, mani dan buang angin(kentut). Namun, jika air mani itu keluar disertai syahwat maka sebagaimana diketahui, diwajibkan untuk mandi, jika yang keluar adalah madzi maka diwaiibkan untuk mencuci kemaluan lalu berwudhu.    Tidur Hilang akal ( ingatan ), baik karena sakit atau mabuk dsb Memegang kemaluan dengan telapak tangan

Apakah menyentuh wanita dapat membatalkan wudhu?
Pendapat yang shahih adalah bahwa menyentuh wanita tidaklah membatalkan wudhu secara mutlak, kecuali apabila disertai syahwat.Adapun dalil terhadap masalah ini adalah apa yang diriwayatkan secara shahih dari Rasulullah bahwa beliau pernah mencium sebagian istri-istri beliau lalu keluar untuk mengerjakan shalat tanpa berwudhu lebih dahulu. Berdasarkan hal ini maka pendapat yang kuat adalah : Bahwa menyentuh wanita tidaklah membatalkan wudhu secara mutlak, kecuali (persentuhan itu) menyebabkan keluaya sesuatu. Jika yang keluar berupa air mani maka ia diwajibkan untuk mandi, dan jika yang keluar adalah madzi maka ia diwajibkan mencuci kemaluannya dan berwudhu. Begitu pula dengan Syaikh Muhammad bin Utsaimin beliau menfatwakan sama dengan diatas, beliau berkata:

''Menurut pendapat yang lebih kuat, menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu secara mutlak, baik dengan disertai syahwat maupun tidak, kecuali jika ada mani yang keluar darinya. Jika ada air mani yang keluar, maka dia wajib mandi. Namun, jika yang keluar madzi maka dia harus membersihkan kemaluannya lalu wudhu''

Mandi
Mandi menurut bahasa artinya adalah mengalirkan air di atas sesuatu. Adapun menurut istilah adalah mengalirkan air di atas badan dengan niat khusus Adapun hal-hal yang mewajibkan seseorang mandi antara lain : ♦ 3 diantaranya untuk lelaki dan wanita yakni : 1. Bertemunya 2 alat kelamin 2. Keluarnya mani 3. Meninggal dunia ♦ Dan 3 yang lain khusus untuk wanita : 1. Haidh 2. Nifas 3. Melahirkan

Fardhu dalam mandi adalah sebagai berikut : 1. 2. 3. Niat Membersihkan najis (jika ada) Mengalirkan air ke seluruh tubuh

Adapun sunnah dalam mandi sebagai berikut : 1. 2. 3. 4. 5. Tasmiyah Berwudhu sebelum mandi Mengusap seluruh badan dengan tangan Berurutan Mendahulukan yang kanan

Pertanyaan : Bagaimanakah sifat mandi junub itu?
Jawaban :

Sifat mandi junub terbagi menjadi 2 : Pertama, sifat wajib yaitu meratakan air keseluruh tubuh, termasuk didalamnya berkumur-kumur dan memasukkan air kedalam hidung. Maka apabila seseorang telah meratakan air ke seluruh badannya dengan cara apapun, maka berarti hadast besarnya telah terangkat dan proses thoharoh (bersucinya) telah sempurna berdasarkan firman Allah, "dan jika kalian dalam keadaan junub maka bersucilah." (QS Al maidah : 6) Kedua, sifat mandi yang sempurna yaitu mandi yang dilakukan oleh Rasulullah SAW. Jika beliau akan melakukan mandi junub maka beliau akan mencuci kedua tangan terlebih dahulu lalu membersihkan kemaluan dan apa saja yang mengotorinya, kemudian berwudhu secara sempurna lalu mencuci kepala dengan air sebanyak 3x, lalu mencuci anggota tubuh yang lain. Inilah sifat mandi junub yang sempurna. Niat Mandi Janabah Karena itu kalau ingin mandi janabah, niatkan saja di dalam hati bahwa kita akan mandi janabah. Dan hal itu tidak membutuhkan apapun, kecuali menyengaja di dalam hati. Tidak perlu melafadzkannya secara lisan. Sebab niat itu memang tempatnya di dalam hati. Kalau di dalam hati sudah ada niat untuk mandi janabah, lalu mandilah sesuai dengan apa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW. Maka mandi itu sudah sah sesuai dengan haukum syariah Islam. Sudah bisa mengangkat hadats besar. Akan tetapi kalau di dalam hati sama sekali tidak berniat untuk mandi janabah, meski pun diteruskan dengan mandi sesuai dengan tata cara yang diajarkan oleh Rasulullah SAW, tentu tidak terhitung sebagai mandi janabah yang sah. Mengapa? Ya, karena kita sendiri tidak berniat untuk melakukannya sebagai sebuah ritual yang sah. Dan niat ini membedakan antara seorang yang mandi janabah betulan dengan sekedar mempraktekkannya. Seorang guru yang sedang mengajarkan tata cara mandi janabah, lalu mandi betulan, belum tentu mandi janabahnya itu sah. Tergantung niatnya, apakah dia memang betul-betul mau berniat mandi janabah, ataukah niatnya hanya sekedar memberi contoh praktis saja. Semua kembali kepada niatnya. Dan niat itu di dalam hati, bukan di lidah.

Tata Cara Mandi Janabah Adapun urutan-urutan tata cara mandi junub, adalah sebagai berikut 1. Mencuci kedua tangan dengan tanah atau sabun lalu mencucinya sebelum dimasukan ke wajan tempat air 2. Menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri 3. Mencuci kemaluan dan dubur. 4. Najis-nsjis dibersihkan 5. Berwudhu sebagaimana untuk sholat, dan mnurut jumhur disunnahkan untuk mengakhirkan mencuci kedua kaki 6. Memasukan jari-jari tangan yang basah dengan air ke sela-sela rambut, sampai ia yakin bahwa kulit kepalanya telah menjadi basah 7. Menyiram kepala dengan 3 kali siraman 8. Membersihkan seluruh anggota badan 9. Mencuci kaki Semua itu didasarkan pada penjelasan isteri Rasulullah SAW tentang bagaimana beliau mandi janabah. Aisyah RA berkata, `Ketika mandi janabah, Nabi SAW memulainya dengan mencuci kedua tangannya, kemudian ia menumpahkan air dari tangan kanannya ke tangan kiri lalu ia mencuci kemaluannya kemudia berwudku seperti wudhu` orang shalat. Kemudian beliau mengambil air lalu memasukan jari-jari tangannya ke sela-sela rambutnya, dan apabila ia yakin semua kulit kepalanya telah basah beliau menyirami kepalnya 3 kali, kemudia beliau membersihkan seluruh tubhnya dengan air kemudia diakhir beliau mencuci kakinya (HR Bukhari/248 dan Muslim/316)

Najis
Najis adalah kotoran yang wajib dibersihkan oleh setiap muslim, dengan mencuci benda yang terkena. Macam najis: 1. Air kencing, tinja manusia, dan hewan yang tidak halal dagingnya, telah disepakati para ulama. Sedangkan kotoran hewan yang halal dimakan dagingnya, hukumnya najis menurut madzhab Hanafi dan Syafi’i; dan suci menurut madzhab Maliki dan Hanbali. 2. Madzyi, yaitu air putih lengket yang keluar ketika seseorang sedang berpikir tentang seks dan sejenisnya. 3. Wadi, yaitu air putih yang keluar setelah buang air kecil.

4. Darah yang mengalir. Sedangkan yang sedikit di-ma’fu. Menurut madzhab Syafi’i darah nyamuk, kutu, dan sejenisnya dima’fu jika secara umum dianggap sedikit. 5. Anjing dan babi 6. Muntahan. 7. Bangkai, kecuali mayat manusia, ikan dan belalang, dan hewan yang tidak berdarah mengalir. Di samping itu juga bagi seluruh hewan yang disembelih tidak dibarengi dengan bacaan Allah, di samping itu juga tidak diperbolehkan untuk mengkonsumsi hewan yang disembelih dengan keadaan kepala terputus. Sedangkan hewan yang tidak memiliki darah maka tidak dianggap najis. Contoh : Belalang, semut, dll. Menghilangkan najis Jika ada najis yang mengenai badan, pakaian manusia, atau lainnya, maka wajib dibersihkan. Jika tidak terlihat, maka wajib dibersihkan tempatnya sehingga dugaan kuat najis telah dibersihkan. Sedangkan pembersihan bejana yang pernah dijilat anjing, wajib dibasuh dengan tujuh kali dan salah satunya dengan debu. Sedangkan sentuhan anjing dengan fisik manusia, tidak membutuhkan pembersihan melebihi cara pembersihan yang biasa . Sedang najis sedikit yang tidak memungkinkan dihindari, hukumnya dimaafkan. Demikianlah hukum sedikit darah dan muntahan. Diringankan pula hukum air kencing bayi yang belum makan makanan, hanya cukup dengan diperciki air. So, bagaimana dengan orang yang sakit ??? Cara Thaharah/bersuci bagi orang sakit : 1. Wajib atas orang yang sakit bersuci dengan air, yaitu berwudhu' karena hadats kecil, dan mandi karena hadats besar. 2. Kalau dia tidak bisa bersuci dengan air karena lemahnya, atau takut akan tambah sakit, atau akan memperlambat sembuhnya, maka hendaknya ia bertayammum ( baik untuk hadats kecil maupun hadats besar). 3. Cara bertayammum, yaitu dengan menepuk bumi/debu yang suci dengan kedua tangannya satu kali tepukan, lalu mengusap wajahnya dengan kedua tanganya, kemudian mengusap dua tapak tangannya secara silang (yang kanan menghadap yang kiri dan sebaliknya), yang satu terhadap yang lain. Apabila ia tidak mampu bertayammum sendirian maka ditayammumi oleh

orang lain, maka orang itu menepuk bumi/ debu yang suci dengan kedua tangannya, dan mengusapkan dengan tangannya ke wajah si sakit dan kedua tapak tangan si sakit, sebagaimana kalau si sakit tidak mampu untuk berwudhu sendiri maka hendaklah diwudu'i oleh orang lain. 4. Dan dibolehkan bertayammum dari dinding atau sesuatu yang lain yang suci lagi berdebu. Maka apabila dinding itu dicat dengan sesuatu yang bukan jenis tanah seperti cat maka jangan bertayammum darinya kecuali kalau ada debunya. 5. Apabila tidak ada dinding dan tidak ada sesuatu lainnya yang berdebu maka tidak apa-apa kalau meletakkan debu di sapu tangan atau wadah, dan bertayammum darinya. 6. Apabila ia bertayammum untuk shalat dan ia masih suci (belum batal) sampai waktu shalat berikutnya, maka hendaknya ia shalat dengan tayammum pertama itu tadi dan tidak usah mengulangi tayammum, karena ia masih dalam keadaan suci (belum batal), dan belum ada hal yang membatalkannya. 7. Wajib atas si sakit membersihkan badannya dari najis-najis. Apabila ia tidak mampu, hendaklah ia shalat dalam keadaannya itu saja, dan shalatnya sah tanpa harus mengulanginya. 8. Wajib atas orang sakit untuk menyucikan pakaiannya dari najis-najis atau mencopotnya, dan memakai pakaian yang suci. Apabila tidak mampu, hendaklah ia shalat dalam keadaannya itu saja, shalatnya sah, dan tidak ada pengulangan atasnya. 9. Wajib atas orang sakit shalat di tempat yang suci. Kalau dia di atas tikar/ alas yang najis maka hendaklah dicuci atau diganti dengan tikar/ alas yang suci atau dilapisi di atasnya dengan sesuatu yang suci. Kalau tidak mampu maka hendaklah ia shalat di atas alas yang ia tempati itu, shalatnya sah, dan tidak ada pengulangan atasnya.

Maraji’ Fiqh sunnah. Sayyid sabi’

Shalat
Tujuan Instruksional 1. Mengetahui hukum shalat 2. Mengetahui urgensi shalat sebagai kebutuhan hidup yang memberikan ketentraman jiwa 3. Mengetahui cara shalat yang benar

Metode Penyampaian

Melihat video, diskusi mengenai fiqh kontemporer, mengutamakan yang wajib dengan tidak memperdebatkan yang furu’ (bercabang) tidak semua materi harus disampaikan. Mengadakan praktek tata cara vslat dan observasi pelaksanaan shalat peserta AAI melalui lembar mutaba’ah. Pokok Bahasan Materi Kenapa harus shalat??? 1) Shalat adalah tiang agama dan agama tidak bisa tegak kecuali dengan tegaknya shalat. Rasulullah bersabda: “ Pokok setiap perkara adalah Islam, tiangnya adalah shalat, dan puncaknya adalah jihad di jalan Allah.” (HR. Tirmidzi dari Mu’adz bin Jabal hasan shahih) 2) Shalat merupakan amalan yang pertama kali dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat. Rasulullah bersabda: “ Amalan yang pertama kali dihisab (diperhitungkan)dari seorang hamba pada hari kiamat adalah shalat. Jika baik shalatnya, maka baik pula seluruh amalnya. Jika buruk shalatnya, maka buruk pula seluruh amalnya.” (HR. Thabrani) 3) Dengan mengerjakan shalat, kita berarti telah turut memelihara agama Islam karena shalat adalah ibadah terakhir yang dicabut dari agama. Sabda Rasulullah: “ Sungguh, ikatan Islam akan tercabut unsur demi unsur, setiap kali Islam tercabut satu unsur, maka manusia bergantung pada unsur yang berikutnya. Yang pertama kali tercabut adalah hukum dan yang terakhir adalah shalat.” ( HR. ahmad, Ibnu Hibban, dan Hakim dari Abu Umamah ) 4) Pembeda antara muslim dengan orang kafir Rasulullah bersabda dari Jabir bin ‘Abdullah: “ (Perbedaan) antara seorang muslim dengan orang kafir adalah meninggalkan shalat.” (HR. Ahmad dan Ash-habus Sunan kecuali Nasa’i) BAHAYA MELALAIKAN / MENINGGALKAN SHOLAT Yang termasuk melalaikan sholat adalah menunda-nunda sholat tanpa ada alasan yang syar’I, sholat dengan tidak khusyu’, menyia-nyiakan pelaksanaan sholat, menganggap enteng ibadah sholat,

sering meninggalkan sholat dan semacamnya. Adapun sanksi hukum bagi orang yang melalaikan / meninggalkan sholat tanpa halangan syara’ adalah : 1. 2. dengan berlipat ganda menjadi 2 kali lipat. 3. macam siksaan yang mengerikan. Allah berfirman : “Apakah yang menyebabkan kamu dimasukkan ke dalam neraka Saqor ? Mereka menjawab : “Kami dulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan sholat.” (QS. Al Muddatsir : 42 – 43) Nabi Muhammad SAW bersabda : Dari Ali bin Abi Tholib berkata : “Saya pernah mendengarkan Rosulullah SAW bersabda : “Tidak ada seorang hamba yang beriman yang meninggalkan sholat dan sama sekali tidak mengerjakan melainkan Allah menulis di dahinya dengan tulisan : “inilah orang yang keluar dari rahmat Allah. “Oleh karena itu aku bebas daripadanya, Kemudian apabila seorang hamba meninggalkan satu sholat fardhu, maka namanya tertulis di pintu neraka.” 4. Sholat itu adalah tiangnya agama. Orang yang meninggalkan sholat berarti Ia telah merobohkan agamanya. 5. Sholat adalah amal ibadah pertama yang dilihat Allah. Jika sholat kita jelek, maka sholat dan semua amal ibadah kita dianggap jelek dan tidak akan diterima oleh Allah. 6. Pada hari kiamat, orang yang meninggalkan sholat, tangannya akan dibelenggukan di lehernya lalu malaikat memukulinya. 7. Di akhirat nanti, orang yang meninggalkan sholat tidak akan bisa melihat Nabi Muhammad sehingga tidak bisa mendapatkan syafaat dari beliau. 8. Orang yang meninggalkan sholat, maka ia akan dianggap kafir oleh Allah sehingga bukan termasuk umatnya Nabi Muhammad. 9. Orang yang meninggalkan sholat, maka ia akan mendapatkan banyak siksaan. Siksaan itu antara lain siksaan di dunia, siksaan ketika meninggal, siksaan di alam kubur, siksaan saat hari kiamat dan siksaan di akhirat kelak. Diantara siksaan itu misalnya : a. semua amal baiknya tidak diterima oleh Allah. b. Doanya tidak akan dikabulkan oleh Allah c. Allah akan mempersempit kuburannya Akan dimasukkan ke dalam Neraka dengan penuh Orang yang menunda-nunda sholatnya, maka Allah Orang yang meninggalkan sholat akan disiksa

akan menunda-nunda ia untuk dimasukkan ke dalam surga.

d. Allah akan membakarnya di alam kubur e. Allah akan memberikan siksaan yang pedih kepadanya di neraka. Sungguh mengerikan sekali siksaan Allah bagi orang yang sengaja meninggalkan / melalaikan sholat. Oleh karena itu, marilah kita selalu menjaga sholat kita. Ada 1 riwayat menceritakan bahwa apabila tiba hari kiamat, ketika dikumpulkan di Padang Mahsyar, maka ada 1 umat yang berwajah seperti bintang berkilauan. Lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang membuat wajahmu seperti bercahaya ?” Mereka menjawab : “setelah kami mendengar adzan, kami terus berwudhu dan kami tidak disibukkan dengan hal lainnya.” Kemudian ada 1 golongan yang berwajah seperti bulan, lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang membuat wajahmu seperti itu ?” Mereka menjawab : “Kami selalu berwudhu sebelum tiba waktu sholat.” Selain itu ada 1 golongan yang berwajah sepereti matahari. Lalu malaikat bertanya kepada mereka : “Amal apa yang menyebabkan wajahmu seperti matahari ?” Mereka menjawab : “Setiap kami mendengar adzan, kami selalu berada di masjid.” Dari berbagai penjelasan itu, kita bisa mengetahui bahwa sangat besar keuntungan sholat berjama’ah. Bila ada seorang makmum yang tidak khusyu’ dan tidak sempurna sholatnya padahal ia telah berusaha agar sholatnya itu khusyu’, maka Allah akan menyempurnakan sholatnya. Oleh karena itu, agar sholat kita menjadi lebih sempurna, sebaiknya kita kerjakan dengan berjama’ah di masjid. Rosulullah bersabda : “Tidak sempurna sholat bagi orang yang bertetangga dengan masjid, kecuali di masjid.” Hukum shalat Secara bahasa shalat adalah doa. Sholat adalah kewajiban dari Allah SWT kepada setiap orang mukmin yang sudah baligh, sebab Allah SWT memerintahkannya dengan banyak sekali firmanNya. Syarat wajib shalat, 1. Islam. 2. Berakal. Sabda Rasulullah: “ Terangkat pena (tidak dicatat perbuatan) dari tiga, orang yang tidur sampai dia bangun, bayi sampai dia mengalami mimpi basah, dan orang gila sampai dia sembuh.” (HR Ahmad dan Ashhabus Sunan dan dihasankan oleh Tirmidzi dan Hakim. Hakim berkata bahwa hadist ini shahih dari jalur Bukhari dan Muslim)

3. Baligh. Sebagaimana riwayat dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, dia berkata:”Rasulullah bersabda:” Perintahlah anakmu untuk mengerjakan shalat jika usianya telah mencapai tujuh tahun, dan pukullah jika usianya mencapai sepuluh tahun(jika dia meninggalkan shalat), serta pisahkanlah tempat tidur mereka (antara laki-laki dan perempuan).” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan Hakim. Dia berkata bahwa hadist ini shahih dari jalur Muslim) 4. Sampai ajakan shalat kepadanya, artinya telah sampai kepadanya perintah Nabi untuk mengerjakan shalat. Sebagaiman firman Allah: “Dan seseorang yang berdosa tidak dapat memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengadzab sebelum Kami mengutus seorang RAsul.”(Al Isra’:15) 5. Tidak sedang haidh dan nifas 6. Panca inderanya normal Syarat sahnya shalat Syarat-syarat yang menjadikan shalat tidak sah apabila meninggalkannya kecuali ada ‘udzur syar’I, meliputi: 1. Mengetahui masuknya waktu shalat. Firman Allah: “Sesungguhnya shalat adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS An NIsa:103) 2. Suci dari hadast besar dan kecil. Firman Allah: “…dan jika kamu junub, maka mandilah…”(QS Al Maidah:6) 3. Suci badan, pakaian, dan tempat yang dipakai untuk shalat. Firman Allah: “Dan pakaianmu maka bersihkanlah.”(QS. Al Muddatstir:4) 4. Menutup aurat. firman Allah: “Wahai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah setiap kali masuk masjid…”(QS Al A’raf:31) Riwayat dari Muhammad bin Jahsy, dia berkata: ”Suatu ketika Rasulullah berpapasan dengan Ma’mar yang kedua pahanya terbuka, maka beliau bersabda: :Wahai Ma’mar tutuplah kedua pahamu, karena kedua pahamu adalah aurat.” Sedangkan aurat wanita merdeka adalah seluruh badab selain wajah dan telapak tangan.

Firman Allah: ”…dan janganlah menampakkan perhiasan (‘aurat) kecuali yang biasa terlihat…”(QS. An Nur:31) Penutup aurat disyaratkan berupa pakaian tebal dan sejenisnya. 5. Menghadap kiblat. Allah berfirman: “Dan dari manapun engkau(Muhammad)keluar, maka hadapkanlah wajahmu kea rah Masjidil Haram, dan dimana pun kamu berada maka hadapkanlah wajahmu ke arah itu…” Mengahadap kiblat merupakan syarat dalam shalat. Oleh karena itu, tidak sah shalat tanpa menghadap kiblat kecuali dalam 4 keadaan:  Shalat di atas kendaraan dan sejenisnya  Shalat yang dilakukan di bawah paksaan, seperti jika shalat dalam keadaan terikat dan lainnya  Shalat orang sakit ketika tidak ada orang yang menghadapkannya ke arah kiblat  Peperangan (kedaan mendesak) 6. Niat Rukun-rukun Shalat Rukun-rukun shalat, merupakan rangkaian kegiatan yang harus dilaksanakan berurutan ketika shalat, jika tidak maka perbuatan tersebut tidak diterima oleh syari’at sebagai shalat. Rukun shalat meliputi: 1. Niat 2. Takbiiratul ihram. Sebagaiman firman Allah: “Dan dia ingat nama Tuhannya, lalu dia mengerjakan shalat.” (QS. Al A’la:15) Rasulullah juga bersabda dari ‘Ali: ” Kunci shalat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupannya adalah salam.” (HR. Syafi’I dan Perawi yang lima selain Nasa’i. Imam Tirmidzi berkata bahwa hadist tersebut adalah yang paling baik dalam masalah ini. Dishahihkan oleh Hakim dan Ibnu Sakan.) 3. Berdiri jika mampu. Allah berfirman: ” Berdirilah karena Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu” (QS. Al Baqarah:238) 4. Membaca Al Fatihah pada setiap rakaat Sebagaimana disebutkan dalam riwayat dari ‘Ubadah bin Shamit, Nabi bersabda : “Tidak ada shalat (tidak sah shalat) bagi orang yang tidak membaca suat Al Fatihah.” (HR Jama’ah) Dari Abu Hurairah, dia berkata: “Tidak cukup shalat yang di dalamnya tidak dibacakan surat Al Fatihah.” (HR Ibnu Khuzaimah dengan sanad yang shahih) 5. Ruku’ Allah berfirman: “Hai, orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah…” (QS Al Hajj:77)

Ruku’ hendaknya disertai dengan thuma’niinah, yaitu berhenti sejenak setelah melakukan gerakan ruku’. thuma’niinah merupakan rukun yang menyatu dari shalat, yaitu dimulai dari ruku’, I’tidal, sujud, dan duduk antara dua sujud. Riwayat dari Abu Hurairah, dia berkata: “ Ada seseorang yang masuk ke dalam masjid-yang namanya telah disebutkan sebelumnya yaitu Khalad bin Rafi’-kemudian shalat, lalu dia datang kepada Nabi danmengucapkan salam, maka beliau menjawab salamnya dan bersabda: ‘Kembalilah dan shalatlah karena engkau belum shalat’. Lelaki itu pun kembali. Dia melakukan hal itu sampai tiga kali. Lelaki itu berkata: “Demi Dzat yang telah mengutusmu dengan haq, adakah yang lebih baik selain yang telah aku kerjakan tadi, maka ajarilah aku”. Rasul menjawab: “Apabila engkau berdiri untuk shalat maka bertakbirlah, kemudian bacalah sebagian ayat al Quran yang engkau hafal dan mudah, lalu ruku’lah sampai engkau thuma’niinah dalam keadaan ruku’, kemudian bangkit sampai engkau I’tidal sambil berdiri. Lalu sujudlah hingga engkau thuma’niinah dalam keadaan sujud. Lakukanlah hal itu dalam setiap shalatmu.” (HR Bukhari, Muslim, dan Ahmad) 6. Bangkit dari ruku’ dan I’tidal dalam keadaan berdiri dengan cara thuma’niinah 7. Sujud Firman Allah: “Hai orang-orang yang beriman ruku’lah dan sujudlah…” (QS. Al Hajj:77) Hadist dari Ibnu ‘Abbas, Nabi bersabda: “Aku diperintah untuk sujud (dengan bertumpu) pada tujuh tulang; di atas kening, -sembari member isyarat pada hidung dengan tangannya-, dua tangan, dua lutut, dan ujung telapak kaki.” (muttafaqun ‘alaih) 8. Duduk antara dua sujud dan thuma’niinah di dalamnya 9. Duduk terakhir seukuran tasyahhud. Sebagaiman riwayat dari ‘Amru bin ‘Ash, Nabi bersabda kepadanya: “Jika engkau mengangkat kepalamu dari sujud yang terakhir dan engkau duduk seukuran membaca tasyahhud, maka sempurnalah shalatmu.” 10. Tasyahud akhir 11. Bershalawat kepada Nabi Firman Allah: “Hai orang-oang yang beriman bershalawatlah kamu untu Nabi dan ucapkanlah salam dengan penghormatan kepadanya.” (QS. Al Ahzab:56) 12. Salam Rasulullah juga bersabda dari ‘Ali: ” Kunci shalat adalah bersuci, pembukanya adalah takbir, dan penutupannya adalah salam.” (HR. Syafi’I dan Perawi yang lima selain Nasa’i. Imam Tirmidzi berkata bahwa hadist tersebut adalah yang paling baik dalam masalah ini. Dishahihkan oleh Hakim dan Ibnu Sakan.) 13. Tertib Sunnah-sunnah shalat, meliputi:

1. Mengangkat kedua telapak tangan ketika takbiiratul ihram, ruku’, dan I’tidal 2. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri 3. Tawajjuh atau membaca doa istiftaah 4. Isti’adzah (membaca ta’awud) pada rakaat pertama 5. Ta’miin (membaca aamiin 6. Membaca yat Al Quran yang mudah setelah membaca surat Al Fatihah 7. Mengeraskan bacaan pada dua rakaat shalat subuh dan shalat jumat, dua rakaat pertama shalat maghrib, shalat isya’ 8. Mengucapkan takbiiratu intiqaal (takbir perpindahan dari satu gerakan shalat kepada gerakan lainnya) setiap kali bangkit, turun, berdiri, dan duduk. Kecuali ketiak bangkit dari ruku’ mengucapkan sa’allaahu liman hamidah rabbana wa lakal hamd. Hal ini berdasarkan riwayat dari Abu Hurairah, dia berkata:” apabila Rasulullah berdiri untuk shalat, maka beliau takbir ketikaakan berdiri, kemudian takbir ketika akan ruku’, kemudian mengucapkan ‘Sami’allaahu liman hamidah’. Kemudian setelah dalam keadaan berdiri beliau mengucapkan Rabanaa lakal hamd sebelum sujud, lalu beliau mengucapkan Allahu Akbar ketika bergerak menuju sujud, kemudian takbir ketika mengangkat kepalanya, lalu takbir ketika bangkit dari duduk (untuk mengerjakan rakaat kedua. Beliau melakukan hal itu sampai selesai shalat. Abu Hurairah berkata: Beginilah shalat beliau sampai beliau berpisah dengan dunia.” (HR Ahmad, Bukhari, Muslim, dan Abu Dawud 9. Mensejajarkan kepala, memegang ltut dengan kedua tangan sembari merenggangkan kedua sisinya, merenggangkan jemari tangan di atas lutut dan betis, serta meratakan posisi punggung. 10.Dzikir ketika ruku’ dengan membaca subhaana rabbiyal ‘azhiim’ ‘wa bihamdih 11.Membaca dzikir ketika bangkit dari ruku’ dan I’tidal. Bagi orang yang shalat, baik sebagai imam ataupun shalat sendirian disunnahkan mengucapkan ‘sami’allaahu liman hamidah’ ketika sedang bangkit dari ruku’ dan mengucapkan ‘rabanaa wa lakal hamd’ atau Allaahumma rabanaa wa lakal hamd’ ketika telah berdiri tegak dari ruku’. 12. Posisi ketika turun menuju sujud dan bangkit dari sujud. disunnahkan ketika turun menuju sujud dengan bertumpu pada lutut terlebih dahulu, kemudian kedua tangan baru kemudian wajah. Adapun ketika bangkit dari sujud dimulai dari wajah, kedua tangan, selanjutnya kedua lutut.

13. Tatacara sujud, yaitu meletakkan hidung, kening, dan kedua tangannya di tanah sembari merentangkan kedua tangan pada kedua sisi, membuka telapak tangan dan merapatkan jemari tangan, dan menghadapkan ujung jemari tangan kea rah kiblat. 14. Ukuran lama sujud dan dzikir-dzkir di dalamnya. Ketika sujud disunnahkan membaca lafdz tasbih sebanyak tiga kali. 15. Sifat duduk antara dua sujud. ketika duduk antara dua sujud disunnahkan duduknya dengan mmbentangkan kaki, yaitu menekukkaki kiri dan membentangkannya kemudian duduk di atas kaki tersebut serta menegakkan telapak dan tumit kaki kanannya serta menghadapkan ujung jari kaki kea rah kiblat. 16. Membaca doa pada saat duduk antara dua sujud. 17. Duduk istiraahah, yaitu duduk sejenak yang dilakukan oleh orang yang shalat setelah selesai melakukan melakukan sujud kedua pada rakaat pertama sebelum bangkit menuju rakaat berikutnya. 18. Duduk iftirasy pada tasyahud awal dan duduk tawaruk pada tasyahud akhir. Duduk iftirasy adalah duduk dengan mengakkan telapak kaki kanan dan duduk di atas kaki kiri. Sedangkan duduk tawarruk adalah duduk dengan menegakkan telapak kaki kanan dan mengeluarkan ujung telapak kaki kiri dari bawah tulang kering kaki kanan serta duduk di atas pantat kirinya. Disunnahkan pula meletakkan kedua tangan di atas kedua paha sembari meratakan ujung jemari tangan dengan kedua lutut. Mengepalkan jemari tangan kanan dan meluruskan telunjuk untuk berisyarat ketika membaca syahadat. 19. Tasyahud awal 20. Berhalawat kepada nabi pada tasyahhud akhir 21. Berdoa setelah tasyahhud akhir sebelum salam dengan do’a yang disukai untuk kebaikan dunia dan akhirat. 22. Mengucap salam ketika berpaling ke kiri 23.Menoleh ke kanan dan ke kiri ketika salam hingga bisa melihat pundaknya. Setelah salam disunnahkan berdzikir dengan dzikir sebagai berikut:  Istighfar tiga kali  Membaca ayat kursi dan ayat Mu’awwidzaat (Al Ikhlas, an Naas, dan al Falaq)  Membaca tasbih, tahmid, takbir

 Membaca:’Allaahumma a’innii ‘alaa dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibaadatik’  Membaca : Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah…dan Allaahumma laa maani’a lima a’thaita…dst  Pada shalat subuh dan maghrib menambah dzikir dengan: • • Membaca ‘Laa ilaaha illallaahu wahdahu laa syariikalah…dst.sepuluh kali Mohon perlindungan dari siksa neraka dan mohon dimasukkan dalam surge, masing-masing tujuh kali 24. Membaca qunut pada shalat subuh

Hal-hal yang membatalkan Sholat Selain berbicara, bergerak yang bukan gerakan sholat, makan, buang angin, sholat akan batal dengan sendirinya apabila pada waktu sholat ada perempuan hadh lewat di depan kita, keledai, dan anjing hitam bila di hadapannya tidak diletakkan sejenis pelana sebagai pembatas. Rasulullah bersabda: ”Shalat seseorang menjadi putus apabila dilewati perempuan (haidh), keledai, dan anjing hitam bila di depannya tidak diletakkan pembatas sejenis pelana.”Kata Abu Dzar:Saya bertanya:”Wahai Rasululla, apa bedanya anjing hitam dengan anjing warna lain?”Sabdanya:Anjing hitam adalah setan.” HR. Muslim,Abu Dawud,dan Ibnu Khuzaimah.

Shalat Dalam Berbagai Kondisi 1. Shalat bagi orang sakit. Bagi orang yang sedang sakit dan tidak sanggup mengerjakan shalat dengan berdiri, maka diperbolehkan shalat sambil duduk. Sedangkan bagi orang yang dapat berdiri tetapi menggunakan alat bantu, maka shalat hendaknya dilakukan dengan berdiri menggunakan alat bantu tersebut, tetapi apabila hanya mampu berdiri pada saat takbiratul ihram, maka dia harus berdiri semampunya dan meneruskan shalatnya dengan duduk. Jika seseorang tidak mampu melaksanakan shalt dengan duduk, maka diperbolehkan shalatnya sambil berbaring miring menghadap kiblat, apabila tidak mampu dengan berbaring miring, maka diperbolehkan berbaring terlentang. Dalam segala keterbatasan kemmpuan, jika dia sanggup melakukan

ruku’ dan sujud, maka harus dilakukan keduanya. Tetapi bila hanya mampu melakukan salah satunya, maka dikerjakan semampunya. Jika tidak mampu melakukan gerakan ruku’ dan sujd, maka shalatlah dengan isyarat dimana sujud lebih rendah daripada ruku’. Firman Allah: “…Ingatlah Allah ketika kamu berdiri, duduk, dan ketika berbaring…” (QS. An Nisa’:105) “ Allah tidak membebani seseorang melankan sesuai dengan kesanggupannya.” (QS. Al Baqarah:286) Rasulullah juga bersabda dari ‘Imran bin Hushain, dia berkata: “Suatu ketika aku terkena penyakti”bawasir”, maka aku bertanya kepada Nabi tentang shalat (dalam keadaan demikian). Beliau menjawab: “Shalatlah sambil berdiri, jike engkau tidak mampu, maka sambil duduk, jika engkau tidak mampu juga, maka sambil berbaring ke sampingmu.” (HR. jama’ah selain Muslim) Bagi orang yang sakit, makruh hukumnya shalat dengan meninggikan sesuatu yang dijadikan tempat sujud, sebagaimana riwayat dari Jabir, dia berkata: “(Suatu ketika) Rasulullah mengunjungi orang yang sedang sakit, ketika beliau melihat orang tersebut sedang shalat di atas bantal, maka beliau melemparkan bantal itu lalu bersabda: “Shalatlah di atas tanah jika engkau mampu, bila tidak sanggup maka berisyaratlah dan jadikan (dalam isyarat itu) sujudmu lebih rendah daripada ruku’mu. 2. Shalat bagi musafir Bagi seseorang yang sedang melakukan perjalanan panjang, maka diperbolehkan meringkas shalat yang empat raka’at menjadi dua raka’at. Hukumnya mengqashar shalat bagi seorang musafir adalah sunnah. Firman Allah dalam surat An Nisa’ ayat 101. “Dan apabila kamu bepergian di muka bumi, Maka tidaklah mengapa kamu menqashar[343] sembahyang(mu), jika kamu takut diserang orang-orang kafir. Sesungguhnya orang-orang kafir itu adalah musuh yang nyata bagimu.” Berdasarkan firman Allah di atas terdapat syarat ketakutan, akan tetapi takut itu sendiri bukan merupakan syarat mutlak bagi orang yang mengqashar shalat. Sebagaimana terter dalam riwayat: Dari Ya’la bin Umayyah, dia berkata:”Aku pernah bertanya kepada ‘Umar apakah kita tidak boleh mengqashar shalat ketika (dalam perjalanan) kita merasa aman?” Dia menjawab:

“Aku pernah bertanya tentang hal itu kepada Rasulullah, maka beliau menjawab:” Benar, hal itu adalah anugerah dari Allah, maka terimalah anugerah itu.” Syarat sahnya meringkas shalat, ntara lain: a) Jarak tempuhnya harus lebih dari 16 farsakh sekali jalan. 1 farsyakh = 3 ml = 80,540 km b) Perjalanannya memang diniatkan. Syarat niat bagi musafir ada dua, yaitu:   Berniat sejak awal untuk menempuh perjalanan dengan sempurna Mempunyai hak untuk menentukan niatnya sendiri, artinya perjalanan tersebut dilakukan bukan hanya sekedar mengikuti seseorang saja tetapi si musafir memang mempunyai niatan untuk mengadakan perjalanan tersebut. c) Perjalanannya adalah perjalanan yang diperbolehkan d) Melewati batas kota e) Shalatnya tidak bermakmum pada orang yang tinggal tetap di wilayah tersebut atau pada musafir yang mengerjakan shalat dengan sempurna f) Dalam setiap shalatnya meniatkan untuk mengqashar shalat 3. Shalat di atas kendaraan Shalat boleh dikerjakan di atas kendaraan dengan menghadap ke arah dimana kendaraan tersebut menghadap. Hanya saja wajib baginya mengahadap kibat pada saat takbiratul ihram. Jika tidak memungkinkan baginya melakukan gerakan ruku’ dan sujud, maka shalat bisa dilakukan dengan isyarat. 4. Menjama’ shalat Seseorang diperbolehkan menjama’ atau menggabung shalat antara zhuhur, ‘ashar, maghrib, maupun isya’, baik jama’ taqdim (menggabungkan dua shalat dan mengerjakannya pada waktu shalat yang awal) maupun ta’khir (mengerjakannya pada waktu shalat yang terakhir). Adapun shalat subuh, maka wajib dikerjakan pada waktunya. Diperbolehkan menjama’ shalat apabila berada pada keadaan berikut ini: • •  Menjama’nya ketika sedang berada di ‘Arafah dan Mudzdalifah dengan jama’ taqdim Menjama’nya ketika dalam perjalanan, dengan syarat: Perjalanannya adalah perjalanan yang memenuhi syarat untuk diperbolehkan mengqashar shalat.  Keduanya dikerjakan berturut-turut.

Tertib diantara dua shalat, yaitu memulai dengan shalat yang awal terlebih dahulu sebelum melanjutkan kepada shalat yang berikutnya Niat menjama’ shalat pada shalat yang pertama Perjalanannya terus-menerus Menjama’ shalat ketika sedang hujan deras, turun salju, dan cuaca sangat dingin • Menjama’ karena sedang sakit atau ‘udzur

  •

Maraji’ Abu Bakar Jabir Al Jazairi .2003, Ensiklopedi Muslim; Minhajul Muslim hal 259-290, Jakarta : Darul Falah H. Sulaiman Rasjid, Fikih Islam, Bandung: Sinar Baru Algensido Matdawam, M. Noor. Buku Ajar MKPK Pend. Agama Islam. Fakultas Filsafat UGM. Yogyakarta : 2003 Imam Sayyid Ahmad bin Zaini Dahlan. Sholat Mencegah Kemungkaran. Titian Illahi Press. Yogyakarta : 1995 Ghanim, As Sadlan. Tuntunan Praktis Sholat Berjama’ah. At Tibyan. Solo : 2002 Muhammad Nashiruddin Al-Albani. Sifat Shalat Nabi.Media Hidayah.Yogyakarta:2001 Dr. Husaini A. Majid Hasyim. Syarah:Riyadhush Shalihin 3. PT Bina Ilmu.Surabaya:1993

TAHSIN Tujuan Instruksional Peserta mampu membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar sesuai kaidahnya Metode Penyampaian, materi, praktik langsung , atau menampilkan video Pokok Bahasan Materi

Makhorijul Huruf (Tempat keluarnya huruf)
1. Rongga mulut , (al-jauf), yaitu huruf-huruf mad (alif, wau, ya)

‫: ا‬pengucapannya denga membuka mulut, missal haa ‫ : و‬pengucapannya dengan majukan dua bibir, missal nuu ‫ : ي‬pengucapannya dengan menurunkan bibir bagian bawah, missal hii

2.

Tenggorokan (al-halku)

‫( ا ه‬a, ha). Keluar dari tenggorokan bawah (aqshol halki) ‫( ح ع‬ha,‘a) : keluar dari tenggorokan tengah (wasathu halki) ‫( خ غ‬kha, gha) : keluar dari tenggorokan atas (adnal halki) 3. langit. ‫( ك‬kaf) : separti huruf qof tapi pangkal lidah diturunkan ‫( ج, ش, ي‬jim, syin, ya) : kelura dari tengah lidah bertemu dengan langit-langit ‫( ض‬dhodh) : keluar dari dua sisi lidah atau salah satunya bertemu dengan gigi geraham ‫( ل‬lam) : keluarnya dengan menggerakkan semua lidah dan bertemu dengan ujung langitlangit ‫( ن‬nun) : keluarnya dari ujung lidah dibawah makhrroj lam ‫( ر‬ro) : keluarna dari ujung lidah hampir sama seperti nun dengna memasukkan pungggung lidah ‫( ط, د, ت‬tho, dal, ta) : keluar dari ujung lidah yang bertemu denan gusi bagian atas. ‫( ص, س, ز‬shod, sin, za) : keluar dari ujung lidah yang hampir bertemu gigi depan bagian bawah ‫( ظ, ذ, ث‬dzho, dza, tsa) : ujung lidah keluar sediki bertemu dengan ujung gigi depan bagian atas. 4. Dua bibir (asy-syafatani), adalah fa, wau, ba, mim . Lidah (al-lisan)

‫( ق‬qof) : keluar dari pangkal lidah (deakt tenggorokan) dengan mengangkatnya ke langit-

‫( ف‬fa) : keluar dari bagian dalam yang bertemu dengan ujung gigi atas ‫ ,و‬, ‫( م‬wau, ba, mim) : keluar dari dua bibir 5. Rongga hidung (al-khoisum), hanya satu yaitu ghunah (dengung)

Huruf Qalqalah
Yang dimaksud huruf qalqalah yaitu : ‫دج ﺏ ط ق‬ Apabila uruf qalqalah itu ,mati atau bacaan berhenti pada huruf tersebut, maka huruf itu diucapkan seraya menambahkan semacam pantulan bunyi dari huruf itu sendiri di akhir pengucapan. Kasus Qalqalah ada dua 1. Qalqalah Sugra : huruf alqalah berupa huruf mati (sukun)

2.

Qalqalah Qubraa : huruf qalqalah itu menjadi mati karena bacaan berhanti pada

bacaan itu. Pemantuan bunyi dilahirkan lebih jelas.

Tafkhiim dan Tarqiiq
Ada huruf-huruf atau keadaan-keadaan yang di situ suatu huruf diucapkan tafkhiim (tebal/berat) atau tarqiiq (tipis) 1. 2. Huruf Isti’laa’ (diucapkan tebal) : ‫ك, غ, ظ, خ, ط, ض, ص, خ‬ Huruf lam (‫ )ل‬pada kata Allah (lam jalalah)

Ada dua cara mengucapkan lam pada kata Allah (lam jalalaah). Huruf lam dibaca tebal jika diawali denga vocal ‘a’ (fathah) atau ‘u” (dhomah). Diucapkan tipis jika didahului oleh vocal ‘i’ (kasroh) 3. a. Huruf Raa’ (‫)ر‬ Dibaca tebal, jika Dalam beberapa keadaan, -Dikenai fathah atau dhomah -Mati sesudah bnyi vocal ‘a’ (fathah) atau ‘u’ (dhomah), termasuk mati arena bacaan berhenti (qalqalah) -Sesudah bunyi voal ‘I’ asli atau berikutnya bertemu isti’la berharakat fathah atau dhoman (sebagaian ahli tajwid juga memasukkan harakat kasro) -Mati seseudah vocal ‘i’ tidak asli, yaitu terdapat pada hamzah (‫ )ﺀ‬pada kata erintah hamzah ( ‫ )ﺀ‬washal karena, hamzah (‫ )ﺀ‬diabaikan pada saat membaca tidak berhenti melainkan diteruskan b. Dibaca tipis jika,

-Dikenai kasrah -Mati sesudah bunyi vocal ‘i’ asli, dan berikutnya tida bertemu dengan huruf isti’la -Membaca berhenti pada satu kata sehingga huruf raa’ pada akhir kata itu dimatikan atau memang mati dan sebelumnya berhenti atau bunyi vocal ‘i’ Kata kuci : huruf raa’ dibaca tipis jika berurusan dengan kasroh.

Hukum Nun mati dan Tanwin
3. Idhar, artinya jelas atau tampak. Sedang menurut istilah yaitu menyatakan bacaan nun mati dan tanwin dengan jelas ( suara “N” nya ), adapun hukum idhar terjadi apabila nun mati atau tanwin bertemu dengan huruf-huruf : ‫ه ا خ غ ح ع‬ 4. Idghom , artinya memasukan,yakni memasukan /meleburkan/menyatukan bunyi nun mati atau tanwin kedalam salah satu huruf idghom, sehingga apabila keduannya dibaca seperti satu huruf yang bertasydid

a. Idghom Bigunah ( berdengung pada hidung ) : jika nun mati atau tanwin bertemu dengna huruf huruf :‫ي م ن و‬ b. Idghom bilaaghunnah ( tidak dengung ) : jika nun mati atau tanwin bertemu dengan hurufhuruf : ‫ل ر‬ 5. Ikhfa, artinya menyamarkan, yakni menyamarkan suara nun mati atau tanwin ( antara suara N dan NG ) sehingga menimbulkan suara berdengung di hidung bila bertemu salahsatu huruf dari huruf-huruf ikhfa : ‫ت ث ج ذ د ز س ش ص ض ط ظ ف ق ك‬ 6. Iklab, artinya mengganti /menukar, yakni mengganti/menukar bacaaan nun mati atau tanwin menjadi suara “M” dengan berdengung ketika bertemu dengan huruf ‫ﺏ‬ Hukum Mim Mati (Mim Sakinah) Ada 3 macam 1. IKhfa’ Safawi : apabila mim mati beremu dengna ba’ (‫ .)ﺏ‬Cara pengucapannya mim Nampak samar disertai ghunah 2. Idghom mitslain (Idghom mimi) : apabila mim mati bertemu denagn mim (‫ .)م‬Cara pengucapannya harus disertai dengan ghunah. 3. Idzhar syaawi, apabila mim mati bertemu dengan selain huruf ba’ dan mim. Cara pengucapannya adalah ghunnah, terutama ketika bertemu dengan huruf fa’ dan wau, sedikit mim tidak boleh terpengaruh oleh makhroj fa’ dan wau walau mahrojnya sama/berdekatan. Hukum Mad Arti mad adalah memanjangkan suara suatu bacaan, Huruf nad ada tiga 1. 2. 3. 1. Wau sukun (‫ )و‬yang sebelumnya terdapat huruf berharokat dhomah ( ُ ْ ) Ya’ sukun (‫ )ي‬yang sebelumnya terdapat huruf berharokat kasroh ( ِ ْ ) Alif ( ‫ )ا‬yang sebelumnya terdapat huruf berharaat fathah ( َ ) Mad ashli/ Thobi’I, terjadi apabila a. Huruf berbaris fathah bertemu dengan alif ( ‫) ا‬ b. Huruf berbaris kaeroh bertemu dengan “ ya mati” ( ‫) ي‬ c. Huruf berbaris dhoamh bertemu dengan “wawu mati” (‫) و‬ Panjngnya bacaan ini adalah 1 alif atau dua harokat. 2 a. Mad far’I Adapun jenis-jenis mad far’I terdiri dari 13 macam,diantaranya adalah : Mad wajib Muttashil, Yaitu setiap mad thobi’I bertemu dengan hamzah (‫ )ﺀ‬dalam satu kata, panjangnya adalah 5 harokat b. Mad jaiz munfashil,

Pembagian Mad

Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah(‫ )ﺀ‬dalam kata yang berbeda,, panjangnya adalah 2,4,atau 6 harokat c. Mad aridh Lisukuun Yaitu setiap mad thobi’I bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof ( berhenti ), panjangnya adalah 2,4,atau 6 harokat. Apabila tidak dibaca waqof maka hukumnya kembali seperti mad thobi’i. d. Mad badal, Yaitu mad pengganti huruf hamzah (‫ )ﺀ‬diawal kata, lambang mad badal biasanya berupa tanda baris atau kasroh tegak. Panjangnya 2 harokat e. Mad I’wadh, Yaitu mada yang terjadi apabila pada akhir kalimat terdapat huruf yangberbaris fathataen dan dibaca waqof. Panjangnya 2 harokat f. Mad Liin (mad layyin) apabila berhenti pada suatu huruf sebelumnya wau sukun (‫ )و‬atau ya’ sukun (‫ )ي‬yang ْ ْ didahului oleh huruf berharokat fathah. Panjangnya 2-6 harokat g. h. i. Mad Tamkiin Apabila terdapat ya bertasydid (‫ )ي‬bertemu dengan ya’ sukun (‫ )ي‬panjangnya 2 harakat ّ ْ Mad Lazim mutsaqqol kilmi Apabila terdapat huruf yang bertasydid jatuh sesudah huruf mad. Panjangnya 6 harakat Mad Lazim mukhoffaf kilmi Apabila terdapat huruf sukun jatuh sesudah mad bidal. Panjangnya 6 harakat, mad ini hanya terdapat dala 3 surat, yaitu Al-An’am 143-44. Yunus : 59, dan An-Naml : 59 j. k. Mad Lazim harfi mutsaqqol Huruf-huruf di awal surat yang pembacaannya diidzhghomkan. Panjangnay 6 harakat. Mad Lazim harfi mukhoffaf Separti mad sebelumnya akan tetapi tidak diiddzhghomkan. Waqaf dan Ibtida’ Waqaf adalah melakukan penghentian dalam membaca Al-QUr’an seraya mengambil nafas dengan niat untuk setelahnya membaca kembali. Ibtida’ adalah memulai membaca atau memulai meneruskan membaca Al-Qur’an. Tanda-tanda waqaf in untuk memudahkan bagi ynag tidak bisa menggunakan bahasa arab, oleh kerena itu penggunaannya tidak mutlak (khususnya bagi yang telah menguasaai bahasa arab) ‫ : م, ﻗف‬sangat baik waqaf ‫ : ﻗﻟﻰ, ط‬lebih baik waqaf ΅ ‫ج‬ : hadir sepasang, waqaf pada salah satu : boleh waaf atau washal

‫ق‬ ‫ﻻ‬

: ada sebagaian ulama yang membolehkan waqaf : tidak waqaf

‫ : ﺼﻟﻰ, ص, ز‬lebih baik washal

KOMPETENSI PROFESIONALITAS Halal dan Haram Tujuan instruksisional

Peserta dapat membedakan makanan, obat dan kosmetik yang halal dan haram.
Metode penyampaian Materi akan disampaikan oleh kelompok studi profetik. Pemandu diharapkan berkoordinasi dengan pemandu lain (minimal 2 kepemanduan), dan tim dari profetik mengenai jadwal yang cocok untuk mengadakan kepemanduan bersama. Pada saat penyampaian materi. Pemandu berperan sebagai manajer dan observer forum. Dalam hadits arba’in ke-6 yang artinya; Diriwayatkan dari Abu Abdillah Nu’man ibn Basyir r.a., beliau berkata “Saya mendengar Rosululloh SAW bersabda” : ”Sesungguhnya perkara halal itu telah jelas dan perkara haram itupun sudah jelas. Tetapi diantara keduanya (halal dan haram) masih ada hal-hal lagi yang samar dalam status hukumnya, yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia”. Barang siapa yang mau meninggalkan hal-hal yang masih samar tersebut berarti dia telah membebaskan agamanya (dari hal-hal yang dicela dalam agama) dan membebaskan perangainya (dari celaan orang lain terhadap dirinya. Barang siapa yang terjatuh ke dalam perkara yang syubhat (samar halal dan haramnya), maka terjatuhlah dia ke dalam yang haram, seperti halnya penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitar tempat yang dilarangnya. Tidak jarang terjadi binatang ternaknya makan tanaman yang berada di dalamnya. DEFINISI 1. Halal a. Imam Syafi’I b. Abu Hanifah 2. Haram a. Imam Syafi’i : sesuatu yang terdapat dalil yang mlarang melakukannya : sesuatu yang tidak terdapat dalil yang mengharamkannya : sesuatu yang terdapat dalil yang menghalalkannya

b. Abu Hanifah

: sesuatu yang tidak terdapat dalil yang menghalalkannya

Dalam kaidah ushul fiqh, disebutkan: Asal hukum ibadah itu adalah dilarang kecuali yang diperbolehkan Asal hukum muammalah adalah boleh kecuali yang dilarang Islam Menghalalkan Yang Baik "Hai manusia! Makanlah dari apa-apa yang ada di bumi ini yang halal dan baik, dan jangan kamu mengikuti jejak syaitan karena sesungguhnya syaitan itu musuh yang terang-terangan bagi kamu." (alBaqarah: 168) Di sini, islam menyeru manusia pada umumnya untuk memakan makanan yang halal dan baik. Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin. Bisa dijamin bahwa semua makanan halal itu sehat akan tetapi belum tentu makanan yang sehat itu halal. Selanjutnya mengumandangkan seruannya kepada orang-orang mu'min secara khusus. Firman Allah: "Hai orang-orang yang beriman! Makanlah yang baik-baik dari apa-apa yang telah Kami berikan kepadamu, serta bersyukurlah kepada Allah kalau betul-betul kamu berbakti kepadaNya. Allah hanya mengharamkan kepadamu bangkai, darah, daging babi dan binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka barangsiapa dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka tidaklah berdosa baginya, karena sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Belaskasih." (al-Baqarah: 172-173) Dalam seruannya secara khusus kepada orang-orang mu'min ini, Allah s.w.t. memerintahkan mereka supaya suka makan yang baik dan supaya mereka suka menunaikan hak nikmat itu, yaitu dengan bersyukur kepada Zat yang memberi nikmat. Selanjutnya Allah menjelaskan pula, bahwa Ia tidak mengharamkan atas mereka kecuali empat macam seperti tersebut di atas. Dan yang seperti ini disebutkan juga dalam ayat lain yang agaknya lebih tegas lagi dalam membatas yang diharamkan itu pada empat macam. Yaitu sebagaimana difirmankan Allah: "Katakanlah! Aku tidak menemukan tentang sesuatu yang telah diwahyukan kepadaku soal makanan yang diharamkan untuk dimakan, melainkan bangkai, atau darah yang mengalir, atau daging babi; karena sesungguhnya dia itu kotor (rijs), atau binatang yang disembelih bukan karena Allah. Maka

barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa dengan tidak sengaja dan tidak melewati batas, maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun dan Maha Belas-kasih." (al-An'am: 145) Dan dalam surah al-Maidah ayat 3 al-Quran menyebutkan binatang-binatang yang diharamkan itu dengan terperinci dan lebih banyak. Firman Allah: "Telah diharamkan atas kamu bangkai, darah, daging babi, binatang yang disembelih bukan karena Allah, yang (mati) karena dicekik, yang (mati) karena dipukul, yang (mati) karena jatuh dari atas, yang (mati) karena ditanduk, yang (mati) karena dimakan oleh binatang buas kecuali yang dapat kamu sembelih dan yang disembelih untuk berhala." (al-Maidah: 3) Antara ayat ini yang menetapkan 10 macam binatang yang haram, dengan ayat sebelumnya yang menetapkan 4 macam itu, samasekali tidak bertentangan. Ayat yang baru saja kita baca ini hanya merupakan perincian dari ayat terdahulu. Binatang yang dicekik, dipukul, jatuh dari atas, ditanduk dan karena dimakan binatang buas, semuanya adalah termasuk dalam pengertian bangkai. Jadi semua itu sekedar perincian dari kata bangkai. Begitu juga binatang yang disembelih untuk berhala, adalah semakna dengan yang disembelih bukan karena Allah. Jadi kedua-duanya mempunyai pengertian yang sama. Dampak dari memakan makanan yang haram: 1. tidak diterima amalan ” ketahuilah , bahwa suapan haram jika masuk ke dalam perut salah satu dari kalian, maka amalnya tidak diterima selama 40 hari. ” (Riwayat At Thabrani) 2. tidak terkabulnya do’a Sa’ad bin Waqsh bertanya kepada rasulullah SAW, ”: Ya Rasulullah, doakan saya kepada ALLAH agar do’a saya terkabul. ” Rasulullah menjawab, ” Wahai Sa’ad, perbaikilah makananmu, maka do’amu akan terkabulkan.” (Riwayat At Thabrani) 3. mengikis keimanan pelakunya Rasulullah bersabda,” Tidaklah peminum khamr, ketika ia meminum khamr termasuk seornag mukmin. ” (Riwayat Bukhari Muslim)

4. Mencampakkan pelakunya ke Neraka Rasulullah bersabda, ” Tidaklah tumbuh daging dari makanan haram, kecuali neraka lebih utama untuknya (Riwayat At Tirmidzi) 5. Sedekahnya ditolak Rasulullah SAW bersabda, ” Barangsiapa mengumpulkan harta haram, kemudian

menyedekahkannya, maka tidak ada pahala dan dosa untuknya (Riwayat ibnu Huzaimah). Hikmah dari makanan yang halal adalah 1) Pertama kali haramnya makanan yang disebut oleh ayat al-Quran ialah bangkai, yaitu binatang yang mati dengan sendirinya tanpa ada suatu usaha manusia yang memang sengaja disembelih atau dengan berburu. Hati orang-orang sekarang ini kadang-kadang bertanya-tanya tentang hikmah diharamkannya bangkai itu kepada manusia, dan dibuang begitu saja tidak boleh dimakan. Untuk persoalan ini kami menjawab, bahwa diharamkannya bangkai itu mengandung hikmah yang sangat besar sekali: a) Naluri manusia yang sehat pasti tidak akan makan bangkai dan dia pun akan menganggapnya kotor. b) Supaya setiap muslim suka membiasakan bertujuan dan berkehendak dalam seluruh hal, . c) Binatang yang mati dengan sendirinya, pada umumnya mati karena sesuatu sebab; mungkin karena penyakit yang mengancam, atau karena sesuatu sebab mendatang, atau karena makan tumbuhtumbuhan yang beracun dan sebagainya. Kesemuanya ini tidak dapat dijamin untuk tidak membahayakan, Contohnya seperti binatang yang mati karena sangat lemah dan kerena keadaannya yang tidak normal. d) Allah mengharamkan bangkai kepada kita umat manusia, berarti dengan begitu Ia telah memberi kesempatan kepada hewan atau burung untuk memakannya sebagai tanda kasih-sayang Allah kepada binatang atau burungburung tersebut. Karena binatang-binatang itu adalah makhluk seperti kita juga, sebagaimana ditegaskan oleh al-Quran. e) Supaya manusia selalu memperhatikan binatang-binatang yang dimilikinya, tidak membiarkan begitu saja binatangnya itu diserang oleh sakit dan kelemahan sehingga mati dan hancur.

Berdasarkan temuan LPPOM MUI, sejumlah bahan haram yang ditemukan dalam obat-obatan yang beredar di masyarakat meliputi bahan utama dari babi, embrio dan organ manusia, serta penggunaan alcohol. Beberapa contoh bahan haram dalam obat yaitu: 1. insulin Insulin merupakan hormon yang digunakan untuk mengatur gula tubuh. Penderita diabetes memerlukan hormon insulin dari luar, guna mengembalikan kondisi gula tubuhnya kembali normal. Insulin dimasukkan ke dalam tubuh dengan cara disuntik. Insulin bisa berasal dari kelenjar mamalia atau dari microorganism hasil rekayasa genetika. Jika dari mamalia, insulin yang paling mirip dengan manusia adalah yang berasal dari babi yang hanya berbeda 1 asam amino, sedangkan dengan sapi berbeda 3 asam amino. Dari data yang dirilis oleh international diabetes federation pada tahun 2003 menyebutkan , 70% insulin yang beredar berasal dari manusia, 17 % berasal dari babi, 8% dari sapi, sisanya 5% merupakan campuran antara babi dan sapi. 2. heparin

Obat ini berfungsi sebagai antikougulan atau anti penggumpalan pada darah. Banyak digunakan oleh penderita penyakit jantung untuk menghindari penyumbatan pada pembuluh darah. Hampir semua heparin yang beredar dipasaran diimpoor dari luar negeri.hanya saja, keterangan berbahan babi tersebut dicetak sangat kecil dan hanya tertera pada kemasan. 3. Kapsul Cangakang kapsul sebenarnya hanya bahan penolong untuk membungkus obat, bukan bahan obat. Tapi masalahnya , cangkang ini juga ikut tertelan dan masuk ke dalam tubuh. Cangkang kapsul terbuat dari gelatin yang bersumber dari tulang atau kulit hewan. Bisa dari sapi, ikan atau babi. Selain itu adapula obat atau multivitamin yang diimpor dalam bentuk softcapsule atau kapsul lunak. Kapsul jenis ini banyak dibuat dari gelatin babi karena lebih bagus dan lebih murah. 4. Alkohol

Alcohol banyak digunakan untuk melarutkan bahan2 aktif pembentuk obat. Obat batuk adalah salah satu obat yang banyak menngunakan alcohol. Bahan ini dikonotasikan sebagai minuman keras atau khamir. Beberapa bahan tambahan makanan telah dibahas pada bagian produk hewani. Beberapa lagi yang diragukan kehalalannya (perlu diteliti lebih lanjut) dapat dilihat pada Tabel 3 (pada Tabel 3 terdapat pula daftar bahan tambahan makanan yang sudah dibahas sebelumnya dengan maksud untuk melengkapi informasi yang telah disampaikan). Keraguan akan kehalalan bahan-bahan tersebut berasal dari kemungkinan bahwa bahan tambahan tersebut berasal dari bahan hewani yang diharamkan atau minuman yang memabukkan. Nomor yang menyertai nama bahan tersebut adalah kode yang berlaku di negara Masyarakat Eropa, secara umum semua kode bahan tambahan makanan diawali dengan E, kemudian digit pertama menunjukkan kelompoknya, apakah pengawet, pengemulsi, antioksidan, dll. Dari daftar di bawah nanti terlihat banyak sekali pangan olahan yang perlu diwaspadai kehalalannya karena bahan tambahan makanannya yang masih perlu diteliti. Walaupun demikian, kembali perlu ditegaskan, tidak berarti pasti haram karena bahan-bahan pengganti yang halal juga sudah banyak dan pembuatannya tidak harus melalui jalan yang dijelaskan dalam tabel, karena masih mungkin ada berbagai alternatif seperti telah dibahas untuk kasus pengemulsi. Ada satu jenis bahan tambahan makanan yang juga rawan kehalalannya (beberapa), sayangnya bahan ini banyak dipakai pada makanan olahan, bahan tambahan tersebut yaitu perisa (flavourings). Kekhawatiran ini disebabkan oleh karena beberapa hal, yaitu: • • • pelarut yang digunakan di antaranya etanol dan gliserol, bahan dasar pembuatannya, asal bahan dasar yang digunakan.

Sebagai contoh, untuk menghasilkan flavor daging diperlukan base yang dibuat dari hasil reaksi asam amino atau protein hidrolisat, gula dan kadang-kadang lemak atau turunannya. Selain itu, pada waktu formulasi untuk flavor ayam misalnya (sering digunakan untuk mie instan, sup ayam, kaldu ayam, produk chiki (ekstrusi), dll), seringkali diperlukan lemak ayam, sehingga perlu jelas dari mana asalnya. Contoh lain lagi, untuk flavor mentega diperlukan bukan hanya bahan-bahan kimia tunggal pembentuk aroma mentega, tetapi juga asam-asam lemak untuk membentuk rasa dan mouthfeel, tentu saja perlu jelas dari mana asam lemaknya. Itu hanya dua contoh saja, perlu disadari bahwa jenis flavor ini jumlahnya ratusan, terbuat dari ribuan senyawa kimia bahan dasar, di samping

pelarut, pengemulsi, enkapsulan, penstabil, dan aditif lainnya. Bisa dibayangkan bagaimana repotnya mengaudit kehalalan bahan flavor ini, bukan pekerjaan mudah dan kembali memerlukan keahlian dan bekal pengetahuan yang tinggi di bidang ini, tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang. Daftar Bahan tambahan makanan yang termasuk kelompok diragukan kehalalannya (syubhat) • Potasium nitrat (E252)

Dapat dibuat dari limbah hewani atau sayuran. Untuk pengawet, kuring, mempertahankan warna daging. contoh pada Sosis, ham, Dutch Cheese • L-(+)-asam tartarat (E334)

Kebanyakan sebagai hasil samping industri wine.Sebagai antioksidan pemberi rasa asam produk susu beku, jelly, bakery, minuman, tepung telur, wine, dll. • Turunan-turunan asam tartarat E335, E336, E337, E353 (dari E334)

Dapat berasal dari hasil samping industri wine antioksidan, buffer, pengemulsi, dll • Gliserol/gliserin (E422)

Hasil samping pembuatan sabun, lilin dan asam lemak dari minyak/lemak (dapat berasal dari lemak hewani). Sebagai pelarut flavor, menjaga kelembaban (humektan), plasticizer pada pengemas. Bahan coating untuk daging, keju, cake, desserts, dll • Asam lemak dan turunannya, E430, E431, E433, E434, E435, E436

Dapat berasal dari turunan hasil hidrolisis lemak hewani. Pengemulsi, penstabil, E343: antibusa. Terdapat pada produk roti dan cake, donat, produk susu: es krim, desserts beku; minuman, dll • Pengemulsi yang dibuat dari gliserol dan/atau asam lemak (E470 – E495)

Dapat dibuat dari hasil hidrolisis lemak hewani untuk menghasilkan gliserol dan asam lemak sebagai pengemulsi, penstabil, pengental, pemodifikasi tekstur, pelapis, plasticizer, dll. Terdapat pada Snacks, margarin, desserts, coklat, cake, puding • Edible bone phosphate (E542)

Dibuat dari tulang hewan, Anti caking agent, suplemen mineral. Terdapat pada makanan suplemen.

Asam stearat

Dapat dibuat dari lemak hewani walaupun secara komersil dibuat secara sintetikAnticacking agent • L-sistein E920

Dapat dibuat dari bulu hewan/unggas dan di Cina dibuat dari bulu manusia. Sebagai bahan pengembang adonan, bahan dasar pembuatan flavor daging. Untuk produksi tepung dan produk roti, bumbu dan perisa (flavor) • Wine vinegar dan malt vinegar

Masing-masing dibuat dari wie dan bir. Sebagai pemberi flavor bumbu-bumbu, saus, salad Sebagai kesimpulan, kehalalan suatu produk pangan pada era global ini menjadi kompleks, memerlukan penanganan yang serius karena banyak kemungkinan yang dihadapi yang dapat sampai haramnya atau halalnya suatu produk pangan. Di samping itu, pekerjaan pemeriksaan kehalalan suatu produk pangan tidak bisa sembarangan, memerlukan ketelitian tinggi, memerlukan pengetahuan asal usul bahan dan proses pengolahan pangan itu sendiri, dan yang terpenting analisis laboratorium tidak dapat dijadikan andalan menentukan kehalalan suatu produk pangan. Mungkin bekal yang terpenting yang berkaitan dengan bahan ialah pengetahuan yang mendalam mengenai bahan itu sendiri. Di samping itu, diperlukan metode pemeriksaan yang tepat dan pembentukan sistem jaminan halal yang handal. Kedua hal terakhir itulah yang akan dibicarakan pada seri tulisan selanjutnya.

Referensi: Syarh Hadits Arba’in An-nawawy ke-6 At Tamimi, Syaikh Muhammad, 1999, Kitab Tauhid, Darul Haq, Jakarta. Al Qur’anul karim majalah hidayatullah

Referensi: Hansen dan Marsden, 1987. E for Additives. Thorsons, England.

Hidup Sehat Ala islam

Tujuan instruksisional

Mengetahui hidup sehat ala islam dan dapat berperan mengaplikasikannya di masyarakat. A. Sunnah harian Rasulullah
Metode penyampain Pemandu menyampaikan materi secara klasikal, atau dapat dilakukan dengan nonton film dan bedah buku superhealth. Islam adalah agama sempurna. Ternyata di balik ibadah ritual sunnah yanga dilakukan rasulullah SAW, tersimpan efek yang menguntungkan bagi kesehatan.,apa saja itu? Inilah sebagian kecil dari sunnah rasullah dan khasiatanya bagi kesehatan 1. TIDUR SIANG Kebiasaan ini terlihat sepele, tapi sebenarnya besar artinya bagi tubuh, kosentrasi, dan kinerja setengah hari berikutnya. Sayangnya, kebanyakan orang pada masa sekarang sering melupakannya dengan berbagai alasan, mulai dari efektifitas hingga dianggap sebagai bentuk kemalasan. Padahal, tidur siang mengandung rahasia yang jauh dari prasangka seperti itu. Tengah hari adalah masa paling sesuai untuk tidur sekejap karena sistem dalam tubuh manusia secara biologi efektif dalam memanfaatkan fase rehat atau tidur pada waktu itu. Fase itu disebut sebagai midafternoon quiescent phase atau secondary sleep gate. Penelitian yang dilakukan oleh David F. Dinges, dan Roger J. Broughton menunjukkan bahwa mereka yang secara rutin tidur 30 menit pada waktu tengah hari mempunyai risiko mengidap penyakit jantung 30 persen lebih rendah jika dibandingkan yang tidak memiliki kebiasaan tersebut. Sedangkan dari Survey National Sleep Foundation di Washington DC baru-baru ini terungkap fakta bahwa tidur siang paling sedikit setengah jam, mampu meningkatkan produktfitas kerja, kesigapan tubuh, dan memulihkan mood. Sumber data yang berbeda melengkapi temuan ini. Lebih dari 60 persen orang dewasa Amerika Serikat tidak tidur siang, dan mereka mengalami rasa mengantuk selama bekerja. Ongkos kehilangan produktifitas kerja yang harus dibayar akibat tidak tidur siang mencapai 18 milliar dolar AS setiap tahunnya! Rugi bukan? Maunya maksimal, justru marjinal, tanpa jeda tersebut. Studi yang dilakukan oleh Circadian Technologies of Lexington, Massachuets, Amerika Serikat, juga membuktikan hal yang sama dalam hal manfaat tidur siang. Ditambah di Havard menguatkan hasil serupa : para pekerja yang tidak tidur siang terbuki laju pekerjaannya lebih lamban dibandingkan

pekerja yang diberi tidur siang setengah jam. Terlebih untuk jenis pekerjaan yang memerlukan kosentrasi. Kenapa bisa demikian? Richard Wiseman, seorang professor psikologi, menyatakan bahwa riset mebuktikan otak kita lebih bekerja kreatif saat kita dalam kondisi rileks dan nyaman dibandingkan saat di bawah tekanan. Bahkan mimpi pada saat tidur menghasilkan kombinasi luar biasa antara ide-ide dan hal-hal yang sulit. Keduanya menghasilkan solusi yang menakjubkan bagi sejumlah masalah yang dihadapi saat bekerja. Lalu berapa lama kita sebaiknya terlelap di siang hari ? Jawabannya sederhana : yaitu tergantung kualitas tidurnya. Kualitas tidur ditentukan oleh tercapainya tidaknya kedalaman tidur, yang dalam bahasa kita dinyatakan dengan lelap atau nyenyak. Orang cukup jeda tidur siang setengah jam jika benar-benar penuh lelap tertidur. Artinya fase tidur REM (Rapid Eye Movement), sama bagus dan seimbang dengan fase tidur NREM (Non Rapid Eye Movemant). Sebenarnya tidur siang merupakan kebiasaan sebagian orang yang terdahulu yang disebut dengan qailullah. Qailullah ini waktunya setelah shalat Dhuhur hingga Ashar. Rasulullah dan para sahabat melakukannya dengan tujuan agar bisa bangun pada malam harinya sehingga merupakan sunnah karena Nabi Saw juga melakukannya. Tapi, kalau tidur siang hanya untuk bermalas-malasan, apalagi malam harinya juga tidak shalat Tahajud, maka apa nilai sunnah dari tidur siang ini? Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu (r.a) pernah mengingatkan Muawiyah bahwa manfaat waktu secara umum lebih penting daripada sekedar tidur siang melalui perkataan beliau, “Kalau kalian tidur siang maka kalaian menelantarakan hak rakyat, kalau kalian tidur malam kalian menelantarakan hak Allah. Bagaimana kalian mengatur tidur antara dua hak ini wahai Muawiyah?” Intinya, adalah harus proporsional dalam menggunakan waktu. Sekali lagi tidur siang berkaitan dengan kualitas bukan kuantitas. Oleh karena itu sebelum melakukan tidur siang niatkan lurus dan ikhlas karenaNya, untuk berkarya maksimal, memenuhi hak badan, mempersiapkan diri untuk kegiatan di malam hari, atau yang utama agar tubuh siap untuk bangun Tahajud.

2. zikir Seorang psikolog Belanda non muslim bernama van der Hoven mengungkapkan hasil temuannya tentang pengaruh membaca al-Qur’an dan mengulangi kata kata ALLAH baik dilakukan seorang pasien maupun orang sehat. Penelitian ini dilakukan selama 3 tahun

terhadap muslim dan non muslim. Diantara subjek penelitian , ada yang bisa berbahasa arab ada pula yang tidak. Akan tetapi , semua dilatih membaca kata Allah dengan jelas. Hasilnya, seorang yang membaca al-Qur’an secara reguler mampu melindungi diri dari penyakit kejiwaan. Selain itu, Karima Burns dalam artikelnya “ Health benefits of saying alhamdulillah” menyatakan bahwa sekedar mengatakan alhamdulillah saja memberikan stimulus pada otak untuk bersikap lebih tenang, bijak dan dapat merasakan semuanya begitu nikmat, ringan serta menyenangkan apalagi jika ditambah kalimat thayyibah yang lain, semisal “ insya allah” ketika berjanji (daripada ok deh ¡), “subhanalah ketika menjumpai hal yang menakjubkan (daripada wow), juga “ Allahu akbar saat menjumpai tantangan dalam kehidupan (daripada semangat!). Semua kalimat thayyibah tersebut adalah zikir yang ringan, namun bisa memberatkan timbangan amal kita di akhirat kelak. 3. Puasa Puasa adalah perisai terhadap berbagai penyakit jiwa, hati dan tubuh. Beberapa khasiat berpuasa adalah meringankan otot-otot dan seluruh tubuh serta menjamin stamina, mendatangkan kebahagiaan dan kelegaan hati. Secara umum puasa memang saat yang tepat untuk mengistirahatkan diri . Pertanyaannya, seperti apa bentuk istirahat yang dimaksud? Fakta menunjukkan bahwa lama makanan tinngal di usus dalam proses pencernaan adalah 14 jam. Selama setahun, organ ini bekerja nyaris tanpa henti, karena jeda waktu antara makan kita tidak selama itu. Jika dimisalkan sarapan pukul 6.00 kemudian makan siang pukul 13.00, jeda keduanya hanya 7 jam, masih separuh dari waktu transit makanan. Jadi , saat makanan pagi belum sempat terbuang, sudah masuk makanan siang. Begitu seterusnya, sepanjang hari, sepanjang tahun. Kapan istirahatnya? sebab semua peremajaan bagi organ ini tak kalah penting. Tak heran, akibatnya banyak peyakit yang menyertai. Nah berapa lama puaasa kita? Lebih kurang 14 jam bukan? itulah makna kenapa dalam banyak kajian ilmiah dinyatakan bahwa saat berpuasa merupakan saat kita memberi istirahat pada organ pencernaan. Disisi lain, proses peremajaan terhadap tubuh tidak hanya berhenti sampai pada organ pencernaan, tapi juga terhadap organ lain, termasuk otak. Lalu apa hubungan ini dengan aktivitas puasa kita?

Hasil penelitian yang dilakukan Dr. Ibrahin Kazim, seorang dokter, peneliti, serta direktur dari Trinidad Islamic academy, dengan menggunakan Electro Enchepalo Gram (EEG, perekam gelombang otak) bahwa puasa membuat tidur lebih berkualitas, karena ’deep sleep’ lebih cepat tercapai. Efeknya pada perbaikan tubuh dan otak, termasuk molekul memori lebih maksimal. Efek lainnya, selama berpuasa, magnesium (salah satu mineral penting tubuh) meningkat. Magnesium ini memiliki efek cardio-protective(pelindung jantung). Dengan demikian, dengan berpuasa jantung lebih awet. Puasa bahkan tidak terkecuali di kalanagan non muslim sekalipun populer sebagai penurun berat badan. Tentang manfaat puasa ini, dr. Madarina Julia, SpA, MPH, menjelaskan” ketika puasa kita menahan lapar. Ketika lapar itulah terjadi penurunan kadar gula darah dan pelepasan growth hormon (hormon pertumbuhan). Saat terjadi pelepasan growth hormon, lemak viseral yang posisinya biasanya di perut terbakar sehingga perut menjadi langsing. selain itu, puasa juga menghasilkan hormon enkefalin dan endorfin yang merupakan opiat alami sehingga mampu memberi rasa bahagia, lega, tenang, rileks, namun secara alami. 3.membaca dan mentadaburi al-qur’an Al-qur’an merpakn penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman (Q.S Al Isra 17;18). Menurut para ahli tafsir, nama lain al-Qur’an adalah as-syifa yang artinya secara bahasa adalah obat penyembuh (QS. Yunus :57). Selain mengisyaratkan adanya pengobatan, alQur’an juga menceritakan keindahan alam semesta yang bisa kita jadikan sebagai sumber dari pembuat obat-obatan (Qs. An-Nahl (16):11 dan 69). Berdasarkan keterangan tersebut, orang yang membaca al-Qur’an akan merasakan ketenangan jiwa. Malik Badri melaporkan hasil penelitian al-Qadi di Florida, Amerika serikat. Penelitian ini berhasil membuktikan bahwa hanya dengan mendengarkan bacaan al-Qur’an, seseorang muslim baik mereka yang berbahasa arab maupun bukan mampu merasakan perubahan fisiologis yang besar seperti penurunan depresi, kesedihan, bahkan dapat memperoleh ketenangan dan menolak berbagai macam penyakit. Penemuan qadi ini diperoleh dengan bantuan peralatan elektronik mutakhir untuk mendeteksi detak jantung, ketahanan otot, dan ketahanan kulit terhadap aliran listrik. Penemuan ini menunjukkan bahwa bacaan al-qur’an berpengaruh besar hingga (97%) dalam memberikan ketenangan dan penyembuhan penyakit. Al-Qur’an juga memberikan pengaruh besar jika diperdengarkan kepada bayi. Hal tersebut diungkapkan Dr. Nurhayati dari Malaysia dalam ”Seminar Konseling dan Psikoterapi Islam”

di Malaysia pada tahun 1997. Menurut penelitiannya, bayi yang berusia 48 jam yang kepadanya diperdengarkan ayat-ayat al-Qur’an dari tape recorder menunjukkan respon tersenyum dan menjadi lebih tenang. Kesembuhan menggunakan al-Qur’an dapat dilakukan dengan membaca, berdekatan dengannya, dan mendengarkannya. Salah satu unsur yang dapat dikatakan meditasi dalam alQur’an adalah autosugesti dan hukum-hukum bacaan (tajwid, waqaf dll). Autosugesti sebagai olah ketenangan, sedang waqaf dan hukum bacaan lainnya adalah olah pernapasan. Pemaparan diatas adalah sedikit diantara sunnah-sunnah harian rasulullah yang bermafaat bagi diri seorang muslim. Untuk itu, marilah kita senantiasa menghidupkan sunnah rasulullah. Namun, harap diperhatikan rasa ikhlas dalam melakukannya, jangan samapai kita terfokus hanya pada manfaat medisnya saja. Naudzubillah... B. Thibbun nabawi Metode penyampaian Penyampaian disampaikan oleh pakar thibbun nabawi dalam suatu forum besar secara klasikal. Dalam aplikasinya, Al-Qur’an perlu diperinci dengan hadist rasulullah SAW. Hadist itu sendiri mencakup seluruh aspek kehidupan rasulullah SAW. Dengan demikian segala perilaku beliau adalah teladan terbaik bagi seorang muslim untuk bertindak tak terkecuali dalam hal pengobatan. Dengan keyakinan ini, metode pengobatan rasullullah menjadi penting untuk diketahui oleh seluruh kaum muslimin. Pengobatan nabi memiliki unsur ilahiyah. Unsur ini membuat perbandingan antara pengobatan nabi dengan dokter. Islam meyakini adalah agama yang memiliki kitab suci, yaitu Al-Quran. Ummat Islam

bahwa Al-Quran adalah wahyu Allah kepada Nabi Muhammad saw untuk

membimbing umat manusia. Karena bersumber dari Allah, Al-Quran memiliki otoritas tertinggi. Ia memuat seluruh kebenaran yang mengatur seluruh aspek hidup manusia. Karena itu, teladan Nabi (sunnah) selama berabad-abad telah menjadi panduan bagi kehidupan sehari-hari dan benteng bagi umat terhadap kebudayaan di luar Islam.

Nabi saw bukan hanya pendiri dan pengatur masyarakat. Beliau adalah model bagi ummat Islam. Sudah menjadi aksioma dalam agama bahwa setiap tindakan beliau sejak turunnya wahyu pertama dijaga oleh Allah dari kesalahan. Jika tidak demikian, maka wahyu itu sendiri akan diragukan, sesuatu yang tidak akan pernah Allah ijinkan. Karena itu, tindakan terkecil nabi adalah hasil bimbingan wahyu dank arena itu sarat nilai moral. Segala sesuatu yang dilakukan dan diucapkan Nabi adalah bagian dari sunnah beliau; perlakuan beliau terhadap anak-anak, cara beliau berbuka puasa, menggosok gigi, dan memelihara janggut. Melestarikan sunnah berarti menjaga kelangsungan agama Islam itu sendiri. Salah satu cara terpenting untuk melakukan ini ialah dengan mempelajari hadist. Pada bahasan kali ini akan dibahas mengenai bagaimana praktek pengobatan yang dilakukan di jaman Nabi saw dan kaitannya dengan kajian ilmiah pada masa kini. Ada dua jenis penyakit, yaitu penyakit hati dan penyakit jasmani. Keduanya disebutkan di dalam Al-Quran : “Dalam hati mereka ada penyakit, lalu Allah menambahkan penyakit mereka.” (QS AlBaqarah: 10) “Tak ada halangan bagi orang buta, tak ada halangan bagi orang pincang, dan tak ada halangan bagi orang sakit.” (QS An_Nur:61) Pengobatan Nabi memiliki unsur ilahiah. Unsur ini membuat perbandingan antara pengobatan Nabi dengan pengobatan dokter mirip dengan perbandingan antara pengobatan dokter dan pengobatan tradisional. Para ahli kesehatan terbaik mengakui fakta ini.
Rasulullah menggunakan tiga jenis obat untuk mengobati penyakit: 1.obat alamiah 2.obat ilahiah 3.kombinasi antara obat ilmiah dan obat ilahiah. Pengobatan tubuh adalah bagian dari hukum Rasulullah yang menyempurnakan dan melengkapi tubuh. Obat-obatan tubuh seharusnya diggunakan jika diperlukan. Selain itu, sebaiknnya lebih banyak dilakukan usaha untuk mengobati penyakit hati dan jiwa, memelihara kesehatan dan mencegah kerugian apa pun yang dapat timbul. Itulah tujuan terakhir misi Rasulullah.

Beberapa thibbun nabawi adalah sebagai berikut: 1. Fitoterapi dan madu 1. Minyak zaitun

“Dinyalakan dari sebuah pohon yang diberkati, zaytun, tidak dari timur –maksudnya tidak mendapat sinar matahari hanya di pagi hari-tidak dari barat-maksudnya tidak mendapat sinar matahari hanya di sore hari- Namun terkena matahari sepanjang hari, yang minyaknya hampir menimbulkan cahaya, meskipun tidak ada api yang menyentuhnya.” (QS An-Nur: 35) At-Tirmidzi dan Ibnu Majah meriwayatkan dalam sunannya bahwa Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Rasulullah saw bersabda, “Makanlah minyak zaitun dan gunakan sebagai minyak rambut karena ia berasal dari pohon yang diberkati.” Zaitun bersifat lembab pada tingkatan pertama. Pernyataan bahwa minyak ini kering adalah salah. Kualitas minyak zaitun tergantung pada pohon yang memproduksinya, di mana minyak zaitun terbaik adalah yang diperas dari zaitun masak. Minyak dari zaitun yang tidak masak dingin dan kering. Minyak zaitun merah menghasilkan minyak yang berada di antara dua jenis minyak zaytun ini. Minyak zaitun hitam bersifat panas dan basah, menyembuhkan racun, berfungsi sebagai obat pencahar dan membebaskan tubuuh dari penyakit cacingan. Minyak zaitun tua lebih panas dan berkhasiat. Jika minyak tersebut dicampur dengan air maka menjadi kurang panas, lebih manis, dan lebih berkhasiat. Semua jenis minyak zaitun melembutkan kulit dan memperlambat proses penuaan. Air bergaram yang dicampur dengan minyak zaitun menghentikan nyala api dan menguatkan gusi. Daun zaitun menyembuhkan demam, kesemutan, infeksi kulit, koreng kering, koreng basah, dan keringat berlebihan. Masih banyak manfaat lain dari minyak zaitun. Minyak zaitun juga telah diteliti memiliki khasiat diantaranya: Minyak zaitun bukan hanya digunakan dalam menu masakan, tapi juga untuk kesehatan. Minyak zaitun kaya akan monounsaturated fat. Hanya 1 ons minyak zaitun murni mengandung 86, 2% monounsaturated fat, plus 17.4% lemak dari vitamin E, yaitu suatu anti-oxidant larut lemak yang melindungi kesehatan dari kerusakan radikal bebas. Di Negara Mediterranea (Eropa) , masyarakat banyak mengkonsumsi minyak zaitun, sehingga Negara tersebut cenderung memiliki penyakit hati yang lebih sedikit dibandingkan dengan Negara Eropa lainnya. Penggunaan minyak zaitun memiliki efek positif pada level kolesterol pada darah qt. zaitun juga mengandung banyak senyawa fenol yang sangat penting untuk mencegah dan mengobati thrombosis dan arteriosclerosis. penelitian membuktikan minyak zaitun dapat menurunkan tekanan darah. Studi pada pasien diabetes memperlihatkan efek yang lebih baik pada gula

darah daripada makanan kesehatan yang rendah lemak. Pada penyakit lain, penggunaan minyak zaitun secara teratur dapat menurunkan angka penyakit asma dan rheumatoid arthritis. Kandungan tertentu dari minyak zaitun dapat menolong untuk memproteksi sel usus dari kanker yang disebabkan paparan bahan kimia. 2. Madu Bukhari meriwayatkan dari Said bin Zubair dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah saw bersabda, “Penyembuhan terjadi dengan tiga cara, yaitu minum madu, berbekam, dan besi panas. Aku melarang ummatku menggunakan besi panas.” Ibnu Jurayj mengatakan bahwa Az-Zuhri berkata, “Minumlah madu, karena madu baik untuk daya ingat.” Jenis madu terbaik adalah madu yang putih, jernih, ringan, dan manis. Madu yang diambi dari pohon dan daerah gunung lebih baik daripada madu yang tumbuh dalam sarang biasa. Kualitas madu beragam sesuai dengan wilayah tempat lebah berburu makanannya. Madu bersama zat lain berfungsi untuk membersihkan, melembutkan, meredakan, dan mencuci organ-organ yang terserang dan dapat mematangkan beragam zat. Materi berbahaya akan dikeluarkan sewaktu menyelamatkan tubuh dari gangguan penggunaan laksatif yang kuat. • Sebagai antibakteri dan antiseptic, beberapa senyawa yang dapat dihambat yaitu

Escherichia coli, Proteus mirabilis, Pseudomonas aeruginosa , Salmonella, typhimurium, Serratia marcescens, Staphylococcus aureus , Streptococcus pyogenes. Selain bakteri, madu juga telah diteliti menghambat Candida albicans. • Wound-healing and anti-inflammatory properties

Madu dapat mengobati luka bakar,infeksi bedah, dan decubitus ulcers. Madu sangat kental, sehingga dapat mengabsorbsi air di sekitar jaringan yang radang. Contohnya, penelitian di afrika barat membuktikan bahwa skin grafting, surgical debridement and even amputation diatasi dengan aplikasi local madu untuk masa penyembuhan. Pada studi yang lain,proses penyembuhan dipercepat dengan aplikasi madu pada wanita yang menderita radical vulvectomy untuk vulval cancer.

Anti-tussive and expectorant properties

Khasiat ini berhubungan dengan kapasitas madu untuk mendilusikan sekresi bronchial dan meningkatkan fungsi epitel bronchial. • Mengandung senyawa Antioxidant seperti Pinocembrin, Pinobanksin, Chrysin,

Galagin. • Cosmetics uses

Madu dapat dijadikan humectant, yang mana ketika madu dipaparkan di udara dapat mempertahankan kelembaban. Pada penggunaan kosmetik , madu dapat melembabkan kulit sehinnga terasa fresh dan cocok untuk produk pelembab. Selain itu madu juga dapat membantu pertumbuhan jaringan baru. Kandungan gizi madu adalah carbohydrates, proteins, lipids, enzymes and vitamins. Satu sendok makan mengandung 60 calories, 11 g of carbohydrates, 1mg of calcium, 0.2mg of iron, 0.lmg of vitamin B and 1mg of vitamin C. 3. Habbah sauda (biji adas/shuneiz/ black cumin/ Indian cumin) Dinyatakan dalam shahihain dari hadist yang diriwayatkan oleh Abu Slamah bahwa Abu Hurairah ra meriwayatkan dari Rasulullah saw yang bersabda, “Hendaklah kalian menggunkan habbah sauda karena ia mengandung obat untuk setiap penyakit, kecuali kematian.” Biji adas mengandung beberapa khasiat, sebagaimana dinyatakan Rasulullah, “obat bagi setiap jenis penyakit.” Pernyataan ini sesuai dengan firman Allah, “menghancurkan segala sesuatu melallui perintah Tuhannya.” (QS al-Ahqaf: 25) artinya, segala sesatu rentan untuk hancur. Habbah suauda bersifat panas dan kering pada tigkatan ketiga, menghilangkan masuk angin, menghilangkan cacing parasit, menyembuhkan lepra dan demam berlendir, membuka penyumbatan-penyumbatan, mendekomposisi akumulasi gas dan kelembaban berlebihan dalam perut. Jika ditumbuk, dicampur dengan madu dan diminum dengan air hangat akan melarutkan batu-batu dalam binjal dan kandung kemih serta melancarkan buang air kecil. Habbah sauda melancarkan menstruasi dan produksi air susu ibu jika diminum selama

beberapa hari. Habbah sauda juga menghilangkan, mendekomposisi dan mengurangi gejalagejala pilek jika ditumbuk dalam tisu dan dihirup terus menerus.
Minyaknya menyembuhkan gigitan ular, bawasir, dan bintik-bintik. Jika satu takaran diminum dengan air, minyak biji adas ini dapat mengobati sesak nafas.banyak manfaat lain dari habbah sauda. Sebagian orang menyatakan bahwa penggunaan habbah sauda dengan dosis berlebih dapat menyebabkan kematian. 1. Jinten hitam menstimulasi sumsum tulang dan sel-sel imun untuk meningkatkan produksi

interferon, melindungi sel normal dari kerusakan akibat virus, dan meningkatkan jumlah antibody yang memproduksi sel B. 2. turunan Jinten hitam mengandung unsaturated fatty acids, contohnya asam Linoleat dan asam

Gammalinolen.dengan kandungan tersebut , memungkinkan sintesis substansi pengatur sistem imun Prostaglandin E1. asam Linoleat menstabilkan membrane sel. ( Dr. Peter Schleicher Immunologist, Munich, Germany) 3. Jinten hitam terbukti berkhasiat sebagai anti histamine, antioksidan, antibiotic, antimicotik,

efek bronkodilator ( Study of Black seed oil on humans, American Scientists ) 4. Jinten hitam merupakan sumber asam lemak, protein, karbohidrat, vitmin dan mineral.

Bijinya juga mengandung sterol, terutama beta-sitosterol, yang telah diketahui memiliki aktivitas antikarsinogenik.(Dr. Michael Tierra L.AC. O.M.D) Habbatusauda (Black Cumin) mengandung 100 zat berkhasiat seperti aromatic, mineral, vitamin, enzyme, 58 % asam lemak esensial termasuk omega 3 dan 6, aromatic nigellone, thymochine, dll. Habbatusauda adalah penyembuh segala macam penyakit, meningkatkan stamina dan daya tahan tubuh, menetralisir halusinasi pengaruh obat-obatan kimiawi, dll. Rosululloh SAW. bersabda : “Sungguh, Habbatusauda ini obat dari segala penyakit kecuali kematian” (HR. Bukhori-Muslim) Dr. Tajul Aris Yang (Malaysia) mengatakan Omega yang terkandung dalam Habbatusauda lebih besar 10 kali lipat daripada DHA dan EPA. Habbatussauda' adalah salah satu tanaman obat yang termasuk dari pengobatan Nabi Shalallahu 'alaihi wa Sallam. Berbentuk biji hitam yang telah dikenal ribuan tahun dan digunakan secara luas untuk mengobati berbagai macam penyakit.

Seiring dengan perkembangan teknologi, tanpa disadari perkembangan terapi modern tidak mutlak mampu meyembuhkan beberapa penyakit, bahkan obat-obatan yang sekarang beredar sebagian ada yang menyimpan efek samping yang membahayakan tubuh manusia. Rosululloh Sholallahu Alaihi Wassalam bersabda : � Gunakanlah Al Habbatussauda�, karena didalamnya terdapat obat untuk segala macam penyakit kecuali as Sam (maut) (Shahih Bukhori dan Muslim). Mengkonsumsi Habbaatussauda sebagai obat yang dianjurkan Rosululloh Sholallahu AlaihiWassalam tidak begitu dikenal oleh muslimin di Indonesia, Padahal di berbagai negara (Eropa, Amerika dan sejumlah negara Asia) Obat ini mengalami kepoluleran yang sangat nyata dengan dilakukan beberap riset ilmiyah untuk mengungkap kebenaran hadits tersebut. ( diantaranya oleh Profesor El Dakhany dari Microbiologi Research Center, Arabia, Dr Michael Tierra L.A.C.O MD, Pharmachology Research Department Laboratory, Departement Pharmachy King College London dll).Diantara manfaat habbatussauda : 1. Menguatkan sistem kekebalan. Jinten Hitam (Habbatussauda) dapat meningkatkan jumlah se-sel T, yang baik untuk meningkatkan sel-sel pembunuh alami. Evektifitasnya hingga 72 % jika dibandingkan dengan plasebo hanya 7 %. Dengan demikian mengkonsumsikan Habbatussauda� dapat meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tahun 1993, Dr Basil Ali dan koleganya dari College of Medicine di Universitas King Faisal, mempublikasikan dalam jurnal Pharmasetik Saudi. Keampuhan extract Habbatussauda diakui Profesor G Reimuller, Direktur Institut Immonologi dari Universitas Munich, dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan dapat digunakan sebagai bioregulator. Dengan demikian Habbatussauda dapat dijadikan untuk penyakit yang menyerang kekebalan tubuh seperti kanker dan AIDS. 2. Meningkatkan daya ingat, konsentrasi dan Kewaspadaan Dengan kandungan asam linoleat (omega 6 dan asam linoleat (Omega 3), Habbatusssauda merupakan nutrisi bagi sel otak berguna untuk meningkatkan daya ingat dan kecerdasan, Habbatussauda juga memperbaiki mikro (peredaran darah) ke otak dan sangat cocok diberikan pada anak usia pertumbuhan dan lansia. 3. Meningkatkan Bioaktifitas Hormon Hormon adalah zat aktif yang dihasilkan oleh kelenjar endoktrin, yang masuk dalam peredaran darah. Salah satu kandungan habbatussauda adalah sterol yang berfungsi sintesa dan bioaktivitas hormon. 4. Menetralkan Racun dalam Tubuh

Racun dapat menganggu metabolisma dan menurunkan fungsi organ penting seperti hati, paru-paru dan otak. Gejala ringan seperti keracunan dapat berupa diare, pusing, gangguan pernafasan dan menurunkan daya konsentrasi. Habbatussauda� mengandung saponin yang dapat menetralkan dan membersihkan racun dalam tubuh. 5. Mengatasi gangguan Tidur dan Stress Saponin yang terdapat di dalam habbatussauda memiliki fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan lingkungan, gangguan tidur, dan dapat menghilangkan stress. 6. Anti Histamin Histamin adalah sebuah zat yang dilepaskan oleh jaringan tubuh yang memberikan reaksi alergi seperti pada asma bronchial. Minyak yang dibuat dari Habbatussauda dapat mengisolasi ditymoquinone, minyak ini sering disebut nigellone yang berasal dari volatile nigella. Pemberian minyak ini berdampak positif terhadap penderita asma bronchial. Penelitian yang dilakukan oleh Nirmal Chakravaty MD tahun 1993 membuktikan kristal dari niggelone memberikan efek suppressive. Kristal-kristal ini dapat menghambat protemkinase C, sebuah zat yang memicu pelepasan histamin. Penelitian lain membuktikan hal serupa. Kali ini dilakukan Dr Med. Peter Schleincher, ahli immunologi dari Universitas Munich. Ia melakukan pengujian terhadap 600 orang yang menderita alergi. Hasilnya cukup meyakinkan 70 % yang menderita alergi terhadap, sebuk, jerawat, dan asma sembuh setelah diberi minyak Nigella (Habbatussauda�). Dalam praktiknya Dr Schleincher memberikan resep habbatussauda� kepada pasien yang menderita influenza. 7. Memperbaiki saluran pencernaan dan anti bakteri Habbatussauda mengandung minyak atsiri dan volatif yang telah diketahui manfaatnya untuk memperbaiki pencernaan. Secara tradisional minyak atsiri digunakan untuk obat diare. Tahun 1992, jurnal Farmasi Pakistan memuat hasil penelitian yang membuktikan minyak volatile lebih ampuh membunuh strainbakteri V Colera dan E Coli dibandingkan dengan antibiotik seperti Ampicillin dan Tetracillin. 8. Melancarkan Air Susu Ibu Kombinasi bagian lemak tidak jenuh dan struktur hormonal yang terdapat dalam minyak habbatussauda dapat melancarkan air susu ibu. Penelitian ini kemudian di publikasikan dalam literature penelitian di Universitas Potchestroom tahun 1989. 9. Tambahan Nutrisi Pada Ibu Hamil dan Balita

Pada masa pertumbuhan anak membutuhkan nutrisi untuk meningkatkan system kekebalan tubuh secara alami, terutama pada musim hujan anak akan mudah terkena flu dan pilek. Kandungan Omega 3, 6, 9 yang terdapat dalam habbatussauda merupakan nutrisi yang membantu perkembangan jaringan otak balita dan janin. 10. Anti Tumor Pada Kongres kanker International di New Delhi , minyak habbatussauda diperkenalkan ilmuwan kanker Immunobiologi Laboratory dari California Selatan, habbatussauda dapat merangsang sumsum tulang dan selsel kekebalan, inferonnya menghasilkan sel-sel normal terhadap virus yang merusak sekaligus menghancurkan sel-sel tumor dan meningkatkan antibody. 11. Nutrisi bagi manusia Habbatussauda kaya akan kandungan nutrisi sebagai tambahan energi sangat ideal untuk lansia, terutama untuk menjaga daya tahan tubuh dan revitalitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatussauda mengandung 15 macam asam amino penyusun isi protein termasuk di dalamnya 9 asam amino esensial. Asam amino tidak dapat diproduksi oleh tubuh dalam jumlah yang cukup oleh karena itu dibutuhkan suplemen tambahan, Habbatussauda dapat mencukupinya.

Maraji’ Superhealth, gaya hidup sehat rasulullah. Egha Zinur Ramadhani Praktek kedokteran nabi. Ibnu Qayyim Al-Jauziyah Titik bekam, hubunganhya dengan meridian dan herba. Sugiyo, S.Ag Terapi herbal dan bekam. Ahsan Jihadan Al- Biruni & Jumarodin THE BENEFITS OF OLIVE OIL.(radioislam.orgza.info/) islamic-health.com www.sweetsunnah.com

4. Bekam Rasulullah saw bersabda : “Pada malam aku diisra’kan, aku tidak melewati sekumpulan malaikat melainkan mereka berkata,’Wahai Muhammad, suruhlah umatmu melakukan bekam.” (HR. Ibnu Majah dan At Tirmidzi). Sabda beliau yang lain : “Kalau lah dalam sesuatu dari apa yang kalian pergunakan untuk berobat adalah baik, maka hal itu adalah berbekam.” (Shahih Sunan Abu Dawud)

“Sebaik-baik pengobatan yang kalian lakukan adalah berbekam.” (Shahih menurut syarat Asy Syaikhainy) Dari hadits-hadits di atas, nyatalah bagi kita bahwa berbekam itu merupakan pengobatan pilihan pertama, bukan alternatif kedua. Definisi Hijamah atau berbekam menurut bahasa adalah ungkapan tentang menghisap darah dan mengeluarkannya dari permukaan kulit, yang lantas ditampung di dalam gelas bekam, yang menyebabkan pemusatan dan penarikan darah di sana. Lalu dilakukan penyayatan permukaan kulit dengan pisau bedah, untuk mengeluarkan darah. Khasiat Berbekam (Hijamah) Sebagian kecil yang bisa disebutkan disini adalah : 1. Sakit kepala secara umum. 2. Pusing-pusing yang bersifat sementara. 3. Migraine. 4. Hemiplegia (lumpuh separo). 5. Perdarahan otak. 6. Bermacam sakit di wajah, seperti sakit gigi, telinga, mata, dan hidung 7. Varises. 8. Rheumatik. 9. Low Back Pain. 10. Gout (encok) 11. Hemorhoid (wasir) 12. Haid tidak teratur. 13. Elephantiasis (kaki gajah) 14. Sesak nafas. 15. Mata bengkak (exophtalmus, proptosis) 16. Liver maupun limpa. 17. Enuresis (ngompol) 18. Konstipasi/sembelit. 19. Furunkel/bisul. Dan masih banyak penyakit-penyakit lain yang tidak diketahui kecuali oleh Allah semata, dan Dia lah yang Maha Penyembuh.

Larangan berbekam 1. Orang tua renta yang sakit tanpa daya dan upaya 2. Penderita tekanan darah sangat rendah (dianjurkan minum habbatussauda). 3. 5. Penderita sakit kudis. Perut wanita yang sedang hamil. 4. Penderita diabetes mellitus . 6. Wanita yang sedang haid. 7. Orang yang sedang minum obat pengencer darah. 8. Penderita leukemia, thrombosit, alergi kulit serius. 9. Orang yang sangat letih / kelaparan / kenyang / kehausan / gugup. :

Anggota bagian tubuh yang tidak boleh di-bekam: Mata, telinga, hidung, mulut, puting susu, alat kelamin, dubur. Area tubuh yang banyak simpul limpa. Area tubuh yang dekat pembuluh besar. Bagian tubuh yang ada varises, tumor, retak tulang, jaringan luka . Imam asy-Syuyuthi menukil pendapat Ibnu Umar, bahwa berbekam dalam keadaan perut kosong itu adalah paling baik karena dalam hal itu terdapat kesembuhan. Maka disarankan bagi yang hendak berbekam untuk tidak makan-makanan berat 2-3 jam sebelumnya. Waktu Bekam. Sebaiknya berbekam dilakukan pada pertengahan bulan, karena darah kotor berhimpun dan lebih terangsang (darah sedang pada puncak gejolak). Anas bin Malik r.a. menceritakan bahwa : “Rasulullah SAW biasa melakukan hijamah pada pelipis dan pundaknya. Beliau melakukannya pada hari ketujuhbelas, kesembilanbelas atau keduapuluhsatu.” (Diriwayatkan oleh Ahmad). . :. Pemilihan waktu bekam adalah sebagai tindakan preventif untuk menjaga kesehatan dan penjagaan diri terhadap penyakit. Adapun untuk pengobatan penyakit, maka harus dilakukan kapan pun pada saat dibutuhkan. Dalam hal ini Imam Ahmad melakukan bekam pada hari apa saja ketika diperlukan. Hal ini berdasarkan ucapan Rasulullah SAW : “Jangan sampai mengalami ketidakstabilan darah, karena itu bisa mematikan.” .. . Ibnul Qayyim berkata :, “Pengarang Al Qanun berkata, Diperintahkan penggunaan bekam bukan pada awal bulan (Qamariyah), karena cairan-cairan dalam tubuh kurang aktif bergerak dan tidak normal. Bukan pula akhir bulan, karena cairan-cairan itu berkurang. Yang baik ialah pada pertengahan bulan, ketika cairan-cairan di dalam tubuh bergolak dan mencapai puncak penambahannya, karena bertambahnya cahaya dari rembulan.

KOMPETENSI MORALITAS Yuk Gaul Ala Islam (Akhlak) Tujuan Instrusional 1. Peserta memahami kepribadian seorang muslim 2. Peserta memahami akhlak seorang muslim kepada sesame muslim dan nonmuslim 3. Peserta memahami pentingnya menutup aurat Metode Penyampaian: -Materi - nonton film Pokok Materi Sabda Rasulullah SAW, “Sebaik-baik kamu adalah yang paling baik akhlaknya”. Kenapa Akhlak? Karena Akhlak adalah buah aqidah dan ibadah. Akhlak adalah bukti, arti, makna sehingga hidup jadi berarti.. Coba bayangkan—mungkin ga ya?—seseorang yang rajin beribadah tapi bicaranya kotor, pikirannya jahat, perilakunya jorok. Mungkinkah? Mungkin saja bila ibadahnya dilakukan tanpa Iman. Bisa saja ia tak mampu mengaitkan antara akhlak dengan iman dan ibadah, sehingga welcome terhadap masalah-masalah yang makruh, syubhat, bahkan haram. Tapi jika kita bisa memaknai semua ibadah yang kita lakukan maka kita akan mengetahui bahwa dengan ibadah kita akan bisa menjadi insan yang berakhlak dan tak ubahnya seperti sebuah bunga yang harum atau sebuah buah ranum yang orang-orang selalu ingin didekatnya untuk merasakan harumnya atau ingin memetik buahnya. Kepribadian seorang muslim kepribadian merupakan sifat atau karakter yang melekat pada diri seorang manusia. Seorang muslimah akan senantiasa berupaya kepribadian yang berlandaskan kepada al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. 1. Aqidah yang lurus/bersih Apabila seseorang sudah menyatakan dirinya sebagai seorang muslim, konsekwensinya ia akan memiliki kelurusan aqidah. Pemahaman akan aqidah sangatlah penting akidah tersebut akan menetukan pola berpikir kita dalam memecahkan permasalahan hidup sehari-hari. Inti dari aqidah adalah tauhid. Ketauhidan inilah yang akan dijadikan landasan dalam setiap perilaku kita. Bentuk aqidah yang lurus diantaranya menjauhi semua perbuatan syirik misalnya meminta pertolongan

kepada dukun, mempercayai ramalan bintang, meyakini suatu benda dapat memiliki kekuatan, mempercayai angka 13 adalah angka sial dll. 2. ibadah yang benar Ibadah adalah penghubung dengan Allah. Seorang muslim akan menjaga keikhlasan dalam ibadah dan melaksanakan ibadah sesuai yang dicontohkan Rasulullah saw. Salah satu tanda seseorang sudah beribadah dengan benar adalah timbulnya ketenangan dalam batin (jiwa) setelah melakukan ibadah. 3. akhlak yang kokoh Beberapa contoh akhlak islami yaitu tidak takabur, jujur, memenuhi janji, sabar, lemah lembut, pemaaf, menjaga lisannya, berani, tawadu tanpa merendahkan diri, dll. 4. kekuatan jasmani Seorang muslim memiliki fisik yang kuat dan sehat agar dapat beribadah dan beraktivitas dengan optimal, sebagaimana rasulullah SAW bersabda: ”mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah” (H.R Muslim). Cara menjaga kekuatn fisik antara lain: menjaga adab makan dan minum sesuai sunnah rasulullah, mengkonsumsi makanan yang halal dan thayyib, berolahraga, tidak merokok, shaum sunnah, bersih badan, pakaian dan temapat tinngal dll. 5. keluasan wawasan Ilmu merupalkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah. Dalam beraktivitas dan beribadah , seorang muslim hendaknya memahami ilmunya agar tidak terjebak dalam perbuatan bid’ah(tidak dicontohkan rasulullh SAW). 6. Berjuang melawan hawa nafsu Nafsu memiliki pengaruh yang sanagt besar terhadap keinginan manusia untuk melakukan satu perbuatan baik amupun buruk dan memilih salah satu jalan yang disediakan Allah yaitu jalan dunia dan jalan takwa. Seorang muslim hendaknya menjaga hawa nafsunya agar tetap berada dalam koridor islam contohnya menjauhi narkoba, pacaran, zina, dan yang lagi tren nih...gossip. 7. pandai menjaga waktu Hendaknya kita berusaha mengelola waktu agar tidak terbuang sia-sia. Ingatlah waktu tidak akan terulang kedua kalinya. 8.teratur dalam suatu urusan 9. mandiri/memiliki usaha sendiri Khusunya kepada laki-laki karena diperintahkan mencari nafkah. Walupun begitu, muslimah juga dianjurkan memiliki kemandirian. Sebagaimana sabda rasulullah” tangan diatas lebih baik daripada tangan yang dibawah 10.bermanfaat bagi orang lain

akhlak seorang Muslim adalah :

Akhlak terhadap saudara Muslim

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara. Sebab itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu itu dan takutlah terhadap Allah, supaya kamu mendapat rahmat” (Al Hujuraat, 10-13). 1. Memberi bantuan harta dan memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Rasulullah SAW bersabda :“ Barangsiapa berada dalam kebutuhan saudaranya, maka Allah berada dalam kebutuhannya, dan barangsiapa menghilangkan satu kesusahan dari oarng Muslim dari berbagai kesusahan dunia, maka Allah menghilangkan darinya satu kesusahan dari berbagai kesusahan pada hari kiamat.” 2. Menyebarkan salam Rasulullah SAW bersabda :“ Kalian tidak masuk surga sehingga kalian beriman, dan kalian tidak beriman sehingga kalian saling mencintai. Maukah kuberitahukan sesuatu kepada kalian, jika mengerjakannya kalian saling mencintai ? Sebarkanlah salam.” (HR. Muslim) 3. Menjenguknya jika ia sakit Rasulullah SAW bersabda :“ Jenguklah orang yang sakit, berikanlah makanan kepada orang yang kelaparan serta bebaskanlah kesukaran orang yang mengalami kesukaran.” (Diriwayatkan Bukhari) 1. Menjawabnya jika ia bersin Rasulullah SAW bersabda :“ Jika salah seorang diantara kalian bersin, hendaklah mengucapkan, ‘Alhamdulillah’, dan hendaklah saudara atau sahabatnya menjawab, ‘Yarhamukallah’, dan hendaklah dia (yang bersin) mengucapkan. ‘ yahdikumullah wa yuslihu balakum’.” 5. Mengunjunginya karena Allah Rasulullah SAW bersabda :“ Barangsiapa menjenguk orang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka ada penyeru yang menyerunya, ‘Semoga engkau bagus dan bagus pula perjalananmu, serta engkau mendiami suatu tempat tinggal di surga’.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi) 6. Memenuhi undangannya jika dia mengundangmu Rasulullah SAW bersabda :” Hak orang Muslim atas Muslim lainnya ada lima : Menjawab salam, mengunjungi yang sakit, mengiring jenazah, memenuhi undangan, dan menjawab orang yang bersin.” (HR. Asy-Syaikhani) Tambahan dari HR. Muslim “apabila ia minta nasihat, maka berilah dia nasihat” 7. Tidak menyebut-nyebut aibnya dan menggunjingnya, secara terang-terangan atau sembunyisembunyi Rasulullah SAW bersabda :“ Setiap Muslim atas Muslim lainnya haram darahnya, hartanya, dan kehormatannya.”

8. Berbaik sangka kepadanya. Rasulullah SAW bersabda :“ Jauhilah persangkaan, karena persangkaan itu perkataan yang paling dusta.” (Muttafaq Alaihi) 9. Tidak boleh memata-matai dan mengawasinya, baik dengan mata maupun telinga Rasulullah SAW bersabda :“ Janganlah kalian saling mengawasi, janganlah saling mencaricari keterangan, janganlah saling memutuskan hubungan, janganlah saling membelakangi dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.” (Muttafaq Alaihi) 10. Tidak membocorkan rahasianya Rasulullah SAW bersabda :“ Barangsiapa menutupi aib saudaranya, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat.” (HR. Ibnu Majah) 11. Menampakkan kecintaan dan kasih sayang dengan memberikan hadiah kepadanya Rasulullah SAW bersabda :“ Saling berilah hadiah, niscaya kalian saling mencintai.” (HR. Baihaqi) “ Jika salah seorang diantara kalian mencintai saudaranya, maka hendaklah dia memberitahukannya.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi) Umar bin Khattab RA berkata : “Tiga hal yang bisa memupuk kecintaan saudaramu : engkau mengucapkan salam kepadanya jika engkau bersua dengannya, memberinya tempat duduk, dan memanggilnya dengan nama yang paling dicintainya.” 12. Tidak mengghibahnya dan membelanya jika ada seseorang yang mengghibahnya. 13. Memaafkan kesalahan-kesalahannya Rasulullah SAW bersabda :“ Tidaklah Allah memberi tambahan kepada seorang hamba yang suka memberi maaf melainkan kemuliaan.” (HR. Muslim) Ø Kisah Bilal dengan Abu Dzar Al-Ghifari 13. Mendo’akannya dari tempat yang jauh Rasulullah SAW bersabda :“ Do’a seseorang bagi saudaranya dari tempat yang jauh adalah terkabulkan. “ (HR. Muslim) Ø Kisah pengintaian Abdullah bin Amr bin Ash terhadap seorang calon penghuni surga. Yang menjaminnya masuk surga adalah : “Yang selalu kujaga ialah, tak pernah aku menutup mata untuk tidur, sebelum melepaskan perasaan tak baik terhadap sesama Muslim.” Ukhuwah islamiyah adalah ikatan hati (persaudaraan) karena satu aqidah (Islam Tahapan-tahapan ukhuwah Islamiyah 1. Ta’aruf (Saling mengenal) Pada tahap ini, seorang muslim mulai mengenali kepribadian, ciri fisik, nama, tempat tinggal, dan cara berpikirnya. Ini adalah tahap awal dalam berinteraksi. 2. Tafahum (Saling memahami)

Setelah saling mengenal, maka akan terjalin tafahum. Kita bisa saling mengerti dengan perasaan sahabat kita, dan memungkinkan untuk saling memberikan semangat dan nasihat. 3. Ta’awaun (Saling menolong) Setelah kedua tahap di atas terpenuhi, akan muncul keinginan untuk saling menolong dengan ikhlas. 4. Takaful (Saling menggung beban) Tahap ini adalah muara dari proses ukhuwah islamiyah. Adanya rasa senasib dan sepenanggungan diwujudkan dengan tingkatan tertinggi dari ukhuwah, yakni Itsar (mendahulukan kepentingan orang lain). • Akhlak terhadap non Muslim

Umat Islam harus berkeyakinan, bahwa pandangan orang non-islam adalah sesat. Karena mereka tidak memakai petunjuk yang benar, sesuai dengan ajaran Islam (lihat QS. Ali Imran : 85) Diantara akhlak terhadap non muslim adalah sebagai berikut : 1. Benci terhadap orang non muslim karena Allah Rasulullah SAW bersabda : “ Cinta terhadap yang dicintai Allah dan benci karena Allah adalah termasuk iman.” (HR. Bukhari) 2. Berbuat adil dan baik pada orang non muslim. (lihat QS. Al- Mumtahanah :8) 3. Tidak boleh mencintai orang non muslim. 4. Boleh membantu orang non muslim yang menderita. 5. Jangan menghina orang non muslim Di dalam hadits Qudsi Allah SWt berfirman : “ Siapa yang menyakiti orang kafir (dzimmy), maka Aku akan jadi musuhnya di hari kiamat.” (HR. Muslim) 6. Wanita Islam dilarang menikah dengan laki-laki non muslim (lihat QS. Al-Mumtahanah : 10) 7. Tidak boleh memberi salam kepada orang non muslim Apabila orang kafir itu memberi salam, maka jawablah hanya dengan ucapan ‘ Wa’alaikum’ 8. Tidak boleh meniru perbuatan orang non muslim Rasulullah SAW bersabda : “ Siapa saja yang meniru-niru perbuatan suatu kaum, berarti dia telah menjadi pengikutnya.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad) 9. Tidak boleh memanggil tuan kepada orang non muslim. Dari Buraidah RA, ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda, “jangan memanggil orang munafik dengan,’Tuan yang mulia’. Sebab apabila ia menjadi tuanmu, maka jadilah dia pemimpin kamu, berarti kamu telah mendapat kebencian Allah Azza Wajalla.” (HR. Ahmad)

Maraji Materi mentoring SMA 1 1426 H Jadi muslimah sukses. Tim ILNA

PROBLEMATIKA UMAT ISLAM

TUJUAN 1. Mengetahui potensi umat islam yang seharusnya bisa dikembangkan 2. Mengetahui kondisi riil umat islam saat ini 3. Mengetahui sebab-sebab kemunduran umat 4. Mengetahui solusi dan problematika umat saat ini 5. Peserta mampu mengidentifikasi problematika umat disekitarnya dan berperan sebagai problem solver

Metode Penyampaian. Pemandu menyampaikan materi secara klasikal dan dilanjutkan dengan memandu penyelesaian studi kasus yang ditugaskan yaitu ”andai aku menjadi”. satu kelompok kepemaduan akan memilih kasus kemudian melakukan tindakan bagaimana mengatasi problematika tersebut kemudian membuat makalah sebagai tugas akhir. POKOK PENYAMPAIAN MATERI Populasi umat islam saat ini kurang lebih seperempat dari seluruh jumlah penduduk dunia yang mencapai 6 milyar orang. Ini tentu buka jumlah yang yang bisa dibilang sedikit apabila kita bandingkan dengan populasi umat dari agama lain. Namun jumlah yang besar ini tidak otomatis menempatkan umat islam pada posisi depan peradaban dunia (paling tidak untuk saat ini). Hampir dua pertiga dari negara dengan populasi umat islam yang besar termasuk dalam golongan dunia ketiga alias negara berkembang (catatan:pemandu menyebutkan contoh-contoh negara-negara berpopulasi islam besar yang saat ini masih dalam kondisi yang memprihatinkan. Lemahnya negara-negara dengan populasi islam besar tentu sesuatu yang sangat ironis, mengingat dihampir seluruh negara islam atau didaerah yang dihuni komunitas islam rata-rata adalah daerah denagn SDA yang melimpah. Hampir 80% cadanfan minyak bumi dan gas alam berada

dinegeri-negerri yang berpopulasi muslim besar seperti negara-negara timur tengah, Indonesia, Malaisia, Brunei, Afganistan, Kenya, dam Yunan. Minyak bumi adalah bahan bakar utama industri yang saat ini. Amerika, produksi minyak dalam negerinya hanya mampu memenuhi 10% kebutuhan dalm negeri. Sisanya, mereka mengimport dari luar (atau dengan membayar negeri-negeri muslim semisal : Afganuistan, Irak, Iran, Syria, dan Sudan). Hal serupa juga dialami negera-negara dikawasan Eropa. Sekilas, ketika kita melihat kondisi yamg surplus, kita boleh bilang bahwa umat islam memegang peran penting saat ini. Namun, kenyataannya sunggguh berbeda 100%. Umat ini sangat tergantung dari negeri-negeri kafir semacam Amerika dan negara-negara Eropa. Bahkan harga minyak dunia mampu mereka kendalikan, sehingga membawa keuntungan dipihak mereka. Dalam sektor ekonomi, negeri-negeri muslim masih terikat hutang dengan negara-negara barat. Hal ini diperparah dengan rusaknya akhlak kaum muslimin karena budaya-budaya barat yang secara sporadis digulirkan kenegeri-negeri muslim. Kelemahan-kelemahan diatas menyebabkan posisi tawar dunia Islam terhadap Barat menjadi lemah, baik dalam diplomasi maupun dalam hal perang. Ketika terjadi kasus atau konflik didunia Islam, maka yang bakal dirugikan adal begara islam itu sendiri. Sebagai contoh, saat ini negeri-negeri muslim tidak kuasa melawan Israel di Palestina, atau mencegah agresi militer Amerika ke Afganistan dan Irak. (Catatan: jumlah umat muslim di dunia Arab saja mencapai 350 juta orang, itu belum termasuk umat islam di negeri-negeri lain di Asia, sedangkan jumlah penduduk yahudi yang mengangkangi tanah palestina hamya 5 juta orang. Tapi kenapa kekuatan umat muslim seolah-olah tidak ada apa-apanya dibanding mereka?) Bagaimana kita akan memiliki posisi yang kuat kalau kita lemah dalam segala bidang, bahkan kekuatan paling hakiki berupa aqidah yang kuat dan akhlak yang mulia juga telah tercabut. Sungguh kita perlu mengingat perkataan Khalifah Umar bin Khattab r.a, ”Aku lebih takut kepada maksiat kalian, daripada dengan kekuatan musuh kalian”. Mengurai akar permasalahan umat 1. Kelemahan Internal Kekuatan dan kelemahan yang hakiki bersumber dari dalam tubuh umat, bukan pada faktor internal. Disini berarti kelemahan umat adalah karena jauhnya ummat dari Allah, karena banyaknya maksiat umat kepada perintah Allah, sedikitnya ketaatan kita kepada berbagai perintah Allah dan Rosul-Nya. Beberapa faktor penghancur eksistensi ummat Islam tersebut adalah: a. Fanatisme golongan

Contoh: hubungan yang tidak harmonis antara NU dan Muhammadiyah, menjelang pemilu orang islalm cenderung konflik hanya karena partai mereka berbeda, di Timur tengah konflik tidak ujung selesai karena tidak ada kesatuan pendapat diantara negeri-negeri islam. ”Dan janganlah kamu berbantah-bantahan yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatannmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar. ”(Al-Anfal:46) b. Kebodohan yang menyebabkan keterbelakangan Kenyataan ini dikarenakan umat islam meninggalkan ilmu-ilmu terapan, ilmu-ilmu kauniyah (yang terdapat/tergambar dialam semesta) dan mengatinya dengan kegiataan-kegiatan bodoh yang kurang bermanfaat, seperti nongkrong tanpa tujuan jelas, banyak bermaksiat, malas menuntut ilmu, dan berdebat dengan hal-hal kecil yang tidak terasa manfaatnya didunia nyata. Islam adalah agama yangmenekankan umatnya untuk menuntut ilumu, banyak ilmu, banyak membaca dari peristiwa-peristiwa alam (ingat wahyu Allah , dalam Surat Al-Alaq:1). Perintah membaca adalah perintah pertama Allah kepada manusia dibumi. Umat ini merindukan sosok seperti Dr Harun Yahya yang mengembangkan science islami sepenuh hidupnya. Umat ini juga merindukan sosok seperti dr. Motia khaled, ahli mata dar palestina yang karena dedikasinya pada kemanusiaan tahun 2004 dianugerahi British Empire Medal oleh Ratu Elizabet 2 dari Inggris. Umat ini membutuhkan individu-individu yang membawa kemuliaan nama islam. c. Pemahaman yang tidak utuh tentang Islam Islam adalah agama yang sempurna ( syamil) yang menyempurnakan (mutakamil) yang seharusnya mengajarkan kepada kita untuk memahaminya secara menyeluruh. Namun, yang terjadi saat ini ada sebagian umat yang memahami islam hanya pada saat melakukan ritual-ritual saja, sehingga sebagian waktunya dihabiskan untuk berdzikir tanpa menyentuh kehidupan dan urusan dunia. Hanya sebagian umat yang hanya menekankan pada aqidah dan fiqh. Dan sekian banyak fenomena, adalah sekulerisea yang membedakan urusan dunia dengan agama. Hal inilah yang menyebabkan pemahaman umat islam terbatas pada ibadah ritual dan kadang itupun kurang lengkap. Akibatnya terjadi ketidaksinkronisan antara ibadah dan amal (STM)= sholat terus maksiat jalan. SIKIL = Sholat iya, korupsi nggak lupa., dll. d. Kecintan kepada dunia Tenggelam dalam aneka kemewahan dan kenikmatan, serta respek terhadap pemenuhan kesenangan dan syahwat. Inilah penyakit dunia yang oleh Rosullulloh disebut sebagai wahn (cinta dunia dan takut mati). e. Penyalahgunaan amanah ”Sesungguhnya Alah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya...”(An-nisa: 58)

”Baramgsiapa yang mengangkat sesorang untuk mengurusi perkara kaum muslimin, lalu mengangkat orang tersebut, sementara ia mendapati orang yang lebih layak dan sesuai dari pada orang yang diangkatnya, maka ia telah berkhianat kepada Allah dan Rosullnya.”(Al-Hadist)

2.

Kelemahan Eksternal ”Orang yahudi dan orang nasrani tidak akan rela kepadamu, hingga engkau mengikuti agama mereka. Katakanlah: sesungguhnya petunjuk Allah itulah sebenar-benar petunjuk. Dan apabila engkau turuti kemauan mereka sesudah datang kepadamu pengetahuan, tentu Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolongmu”(Al-Baqarah: 120) ”Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil orang-orang Yahudi dan kristen menjadi pemimpin, sebagian mereka menjadi pemimpin bagi yang lain. Barang siapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi hidayah pada orang-orang yang dzolim”(Al-Maidah: 55) Disaat umat ini terlena dengan kehidupan yang bermewah-mewahan dan suasana jahiliyah, musuh-musuh islam yang ada diluar menggunakan kesempatan ini untuk menghacurkan eksistensi umat. Skenario yang ditetapkan adalah: menjauhkan umat ini dari al-Quran dan Sunnah Rosullulloh SAW. Dengan demikian, umat ini akan mudah terjerumus dalam perangkap mereka dan dengan mudah musuh-musuh islam mengembalikan mereka kepada kekafiran (tidak mesti kafir secara fisik, bisa kafir secara batin dan pemikiran). Hal ini setidaknya pernah dikatakan Jaladiston laknattullah pada sidang parlemen di Inggris. ”jika kalian ingin menguasai negeri-negeri islam, maka kalian terlebih dahulu harus mampu merobekrobek Al-Quran.”. Ada seorang anggota parlemen yang merebut Al-Quran dan merobek-robeknya hingga berhamburan di lantai. Ia berteriak” Lihat! Aku telah merobek-robek al-Quran.” Sambil mengejek Jaladiston berujar, ”Bodoh kamu! bukan itu yang dimaksud dengan merobek-robek AlQuran. Yang kumaksud ialah menjauhkan AlQuran dari hati umat islam”. Dan sekarang mereka sudah melaksanakan misinya tersebut.

Musuh-musuh islam melakukan apa yang dikatakan Jaladiston dengan berbagai metode, Contoh: 1. Perang Pemikiran (Ghazwul Fikri) Dengan slogan 3 F (Food, Fun, Fashion) musuh-musuh islam berhasil membuat umat ini lemah dari sisi aqidah dan akhlak. Dengan fun mereka menciptakan gaya hidup bermewah-mewah (Hura-hura, diskotek, clubbing, narkoba) yang identik dengan kejahiliyahan (kondisi ini tidak jauh

beda dengan kondisi umat manusia sebelum islam datang). Dengan food, mereka mengajak umat ini untuk beralih ke aqidah selain islam. Dan dengan fashion, mereka menbuat generasi muda islam terombang-ambing dengan budaya jahiliyah. 2. Westernisasi (pembaratan) Sebagaimana yang telah disebutkan diatas, pembaratan yang dilakukan musuh-musuh islam dilakukan disegala lini, termasuk pemikiran. Saat ini dikenal orang islam yang memiliki pemikiran tidak seperti seorang muslim (seperti abdullah bin ubay, munafik dizaman Rosullullah) seperti mereka yang mengaku JIL (Jaringan Islam Liberal), LKIS (Lembaga Kajian Islam dan sosial), JIMM (Jaringan Intelektual Muda Muhammadiyah) dan banyak lagi. 3. Kristenisasi Ini dilakukan oleh musuh-musuh islam dengan berbagai cara. Tujuan utama mereka bukan mengkristenkan secara langsung, akan tetapi membuat umat ini lalai dan jauh dari Al-Quran dan Sunah Rosul (melalui musik, narkoba, dan berbagai macam cara lainnya) Solusi mengatasi problematika umat 1. Umat islam harus menerapkan ajaran islam dalam kehidupannya secara menyeluruh 2. Mendidik generasi muda islam dengan manhaj (metode) yang benar, syamil (sempurna), dan mutakamil (menyeluruh) 3. Mempersiapkan kekuatan semaksimal mungkin untuk mengantisipasi serangan musuh-musuh islam (Al-Anfal: 60) 4. Dakwah dan jihad dengan sungguh-sungguh

SOP penyelesaian Kasus ” andai aku menjadi” (Tugas kelompok kepemanduan) : 1. Identifikasilah satu kasus problematika umat di sekitar UGM dalam bidang kesehatan, kemiskinan, ekonomi, pendidikan dan lingkungan (silahkan dipilih satu bidang saja) 2. lakukan observasi mengenai penyebab problematika umat tersebut dengan terjun langsung ke lapangan berdiskusi atau mewancarai objek kasus tersebut. 3. lakukanlah diskusi kepemanduan untuk mengatasi problematika tersebut dengan merancang suatu desain kegiatan yang dapat direalisasikan 4. buatlah makalah hasil penelitian problematika umat dengan format : judul, latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan, metode penyelesaian, pembahasan desain kegiatan, kesimpulan dan saran 5. format laporan diketik dan di sampul dengan mika warna hijau

6. laporan dikumpul paling lambat sebelum libur semester gasal. MARAJI’ : 1. Materi Tarbiyah , Ummu yasmin, Media Insani 2. Materi Tsaqofah Islamiyah TTs Sleman

Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui bahwa hati hati ini telah berkumpul untuk mencurahkan mahabbah kepada-Mu Bertemu untuk taat kepada-Mu.... Bersatu dalam rangka menyeru [ dakwah di jalan]-Mu, dan berjanji setia membela syariat-Mu... Maka kuatkanlah ikatan pertaliannya, ya Allah abadikanlah kasih sayangnya, tunjukkanlah jalannya, dan penuhilah dengan cahayaMu yang tidak akan redup Lapangkanlah dadanya dengan limpahan iman dan keindahan tawakkal kepada-Mu, hidupkanlah dengan marifah-Mu Dan matikanlah dalam keadaan syahid di jalan-Mu. Sesungguhnya Engkau sebaik baik pelindung dan sebaik baik penolong

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->