P. 1
ETIKA DALAM PERGAULAN

ETIKA DALAM PERGAULAN

|Views: 1,699|Likes:
Published by sri ernawati

More info:

Published by: sri ernawati on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/18/2013

pdf

text

original

ETIKA DALAM PERGAULAN

SRI ERNAWATI

SEKOLAH TINGGI ILMU MANAJEMEN NITRO MAKASSAR 2008

KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan ke hadirat tuhan yang maha pengasih atas limpahan rahmat dan kasih karunianya sehingga makala ini dapat diselesaikan. Tujuan makala ini adalah hanya memberikan alternatif tambahan referensi khususnya bagi mahasiswa yang mengikuti matakulia etika agar lebih memahami etika dalam berpakaian, dan berbicara dalam pergaulan di kampus atau diluar kampus. Kehadiran makala ini di tangan para pembaca merupakan wujud kerja sama yang sangat baik dari semuah nara sumber. Suatu kebahagiaan bagi penulis untuk dapat menyampaikan ucapan terima kasih kepada para nara sumber yang telah membantu dalam penyelesaian makala ini khususnya kepada IBU SRI yang telah memotivasi kami untuk menyelesaikan makala ini. Penulis menyadari bahwa setiap karya dan usaha yang telah dilakukan terhadap makala ini tentu masih mengandung kekurangan dan kedangkalan, oleh karena itu saran, kritik, komentar, masukan dan tegur sapa yang membangun senangtiasa diharapkan sebagai umpan balik yang positif demi kebaikan dimasa mendatang. Akhir kata, semoga karya ini kecil ini bias berguna dan bermanfaat. Makassar, Desember 2008 penulis
2

DAFTAR ISI
SAMPUL DEPAN KATA PENGANTAR DAFTAR ISI Bab 1 Bab 2 Bab 3 ETKA DALAM PERGAULAN ETIKA BERBUSANA SIKAP PRIA DAN WANITA 1 2 3 4 7 8 10 11

KESIMPULAN DAN SARAN DAFTAR PUSTAKA

3

BAB 1 Etika dalam Percakapan

Percakapan merupakan unsur penting dalam hubungan sesama manusia, nilai suatu percakapan akan mempengaruhi suasana dan kelanjutan dari suatu hubungan. Dalam menciptakan suatu percakapan yang menyenangkan diperlukan seni tersendiri dan hal inipun memerlukan etika tersendiri. Communication Field terdiri dari :
1. Facial Expression → ekspresi wajah 2. Body Position → posisi badan 3. Good ( Clear ) Voice → suara yang jelas dan baik

Sikap Pokok Yang Harus Dimiliki Pada Saat Berbicara
1. 2. 3. 4. 5.

Mutual Respect (Saling Menghargai) Speak Up (Berbicara Dengan Terang Dan Jelas) Careful Listening (Mendengar Dengan Sungguh-Sungguh) Communication Ability (Kemampuan Berkomunikasi) Positive Thinking (Berpikir Positif)

Sikap pada waktu bicara hendaknya sopan: 1. 2. 3. 4. Jangan sambil mengunyah permen karet Jangan menggaruk-garuk badan atau kepala Jangan bertolak pinggang atau tangan disaku Jangan tetap duduk jika seseorang datang mengajak kita berbicara, sedangkan orang itu tetap berdiri (tentu tergantung siapa orangnya). 5. Tataplah wajah lawan bicara kita 6. Janganlah berbicara dengan rokok dimulut

4

7. Bila sedang duduk dengan sikap yang santai sekali, dan seorang yang lebih tua datang, duduk disebelah kita dan mengajak bicara, hendaknya sikap duduk diperbaiki. 8. Jangan terus menerus bicara sehingga tidak memberi kesempatan pada orang lain. Apabila berbicara dengan orang lain, yang harus diperhatikan ialah: 1. 2. 3. 4. 5. Volume suara, keras atau lembut disesuaikan dengan situasi Kecepatan berbicara Tinggi rendahnya nada suara, jangan cempreng atau melengking Nada suara hendaknya mengandung keramahan Pilihlah kata yang sopan

Dalam melakukan pembicaraan (conversation): 1. Jika baru berkenalan jangan membicarakan agama, politik atau hal-hal yang sifatnya sangat pribadi. 2. Jangan memonopoli pembicaraan 3. Bila ingin mengundurkan diri, carilah alasan yang dapat diterima 4. Jangan terlalu memperhatikan apa yang dikenakan oleh lawan bicara kita 5. Ucapkanlah kata-kata dengan jelas dan terang, bila kita kurang menangkap apa yang dikatakan oleh lawan bicara kita jangan menggunakan hata “ha” atau “apa” melainkan gunakan maaf…..bisa diulang atau dibantu. Cara dan gaya bahasa berbicara dengan baik antara lain: 1. 2. 3. 4. Berbicara cukup perlahan Tidak terlalu keras dan tidak terlalu lemah Berbicara bersemangat Berbicara ada tekanan tertentu

Seseorang menjadi pendengar yang efektif: 1. Berhentilah bicara karena seseorang tidak akan dapat mendengarkan dengan baik pada waktu ia bicara 2. Timbulnya suasana yang memungkinkan orang yang berbicara melakukannya dalam suasana bebas tanpa diliputi oleh rasa takut.

5

3. Tunjukkan kepada orang yang sedang bicara bahwa anda ingin mendengarkan hal-hal yang ingin disampaikannya. 4. Tumbuhnya rasa empati 5. Bersikap sabar-jangan melakukan interupsi dalam bentuk apapun 6. Pendengar hendaknya jangan emosional 7. Pendengar sebaiknya mengajukan pertanyaan, misalnya untuk kejelasan yang sekaligus berarti ia adalaah seorang pendnegar yang betul-betul menaruh minat pada hal yang sedang dibicarakan

6

Bab 2 Etika Berbusana

1. Mempergunakan busana yang tidak melanggar aturan, norma, kepatutan dalam lingkungan dimana kita berada. (di kampus jangan mempergunakan pakaian yang terbuka/terlihat aurat atau anggota tubuh yang seharusnya ditutupi). 2. Bisa mengikuti mode, tapi tetap harus sesuai acara, sesuai waktu, sesuai tempat 3. Hindari menggunakan pakaian yang terlalu mencolok atau menarik perhatian orang, terutama di tempat umum (misl, di kampus) 4. Hindari busana yang membuat anda sulit bergerak/melangkah 5. Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi waktu anda bergerak 6. Hindari aksesoris yang menimbulkan bunyi-bunyi dan yang mudah tersangkut, karena anda akan hilir mudik dipanggung dan belakang panggung serta berdekatan dan bergesekan dengan orang lain. 7. Hindari sepatu yang tidak nyaman dan bersuara keras waktu melangkah 8. Pastikan busana anda sudah rapih, jangan membetulkan/ merapihkan sembarangan.

7

Bab 3 SIKAP PRIA DAN WANITA

1. Di Tempat Duduk
• •

Pada umumnya kita persilahkan orang yang kita hormati mengambil tempat di sebelah kanan kita Pada waktu duduk wanita duduk dulu barulah pria, sedangkan waktu akan meninggalkan tempat duduk, pria dulu yang berdiri dari tempat dudukberulah wanita.

2. Keluar/Masuk Dari Ruangan

Pada dasarnya waktu keluar/masuk suatu ruangan wanita mendahului pria, setelah pria membukakan pintu untuk wanita, kecuali pada waktu memasuki ruangan yang banyak orang/penuh sesak (umpamanya diruangan bioskop, ruangan pesta/peralatan, tempat upacara dan tempat-tempat pertunjukan lainnya, maka wanita mengikuti pria) Fungsi pria disini untuk membuka jalan, mencarikan tempat duduk, kecuali bila ada panitia atau pengantar tamu, istri mengikuti pengantar, lalu pria mengikuti pengantar, lalu pria berjalan dibelakangnya. Ini sama halnya pada waktu keluar ruangan.

3. Naik Turun Tangga
• •

Bila menaiki tangga pria lebih dahulu, wanita mengikutinya. Bila turun tangga wanita dipersilahkan lebih dahulu dan pria mengirinya. (aturan ini tidak berlaku bagi seorang presiden/pimpinan negara dan istrinya)

4. Menuju Ke Pintu

8

Wanita biasanya menuju kepintu dulu, baru diikuti oleh pria lalu wanita berdiri di depan pintu, pria memegang tangan pintu dan membukakan pintu untuknya, baru pria mengikuti wanita dibelakangnya. Dalam keadaan yang tak mengijinkan seperti diatas wanita dapat langsung memegang pintu, kemudian tugas selanjutnya dioper oleh pria, yang mengantarnya. Apabila wanita sendirian (tidak ada yang mengantar) membuka pintu dikerjakan sendiri (bila kebetulan ada pria lain, pria itu membukakan pintu dan wanita menyampaikan “terima kasih” kepadanya).

5. Di Lift

• •

Saat naik lift dengan pimpinan, kita yang mempersilahkan masuk (kita dahulu yang masuk sambil menahan pintu lift) begitu juga saat keluar dari lift. Pria menunggu sampai wanita keluar dari lift Jika suami isteri dalam lift, maka suamilah yang dulu keluar baru istri mengikutinya.

9

Kesimpulan dan saran

Kesimpulan Setelah mempelajari etika dalam pergaulan dalam makala ini kami dapat mengambil kesimpulan bahwa dalam pergaulan sangatlah penting memperhatikan tata cara kita berbicara, berbusa, dan etika antara wanita dan pria karma hal ini dapat menentukan penilaian orang orang terhadap etika yang kita miliki yang nantinya akan berpengaruh terhadap masa depan kita nantinya dalam skala kecil. Saran Kami harapkan makala ini dapat menjadi bahan refrensi bagi pembaca dalam pergaulan.

10

DAFTAR PUSTAKA

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->