P. 1
penelitian

penelitian

|Views: 1,857|Likes:
Published by FAJEROS

More info:

Published by: FAJEROS on Jan 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/28/2013

pdf

text

original

Kulit bumi bagian terluar atau kerak bumi tersusun berbagai macam material,

baik cair, padat maupun lepas seperti pasir/kerikil dan debu. Secara umum batuan

penyusun kerak bumi dapat digolongkan atas tiga golongan yaitu :

1. Batuan Beku, adalah batuan yang terjadi dari pembekuan larutan silika cair dan

pijar yang dikenal dengan nama magma. Batuan beku dapat dikelompokkan atas

beberapa kelompok seperti ; kelompok granit, kelompok diorit, kolompok gabro,

kelompok ultra basa.

Granit berkomposisi terutama dari K-feldsfar dan kuarsa, K-feldsfar

merupakan mineral utamanya, berwarna merah muda, sedangkan Na-Ca

plagioklas terdapat dalam jumlah sedang berwarna putih seperti porselein mika

berwarna hitam atau serpihan berwarna bronz, tersebar merata dalam batuan

(Muhammad. Arsyad, 2001).

Diorit mempunyai tekstur mirip granit tetapi komposisinya tidak sama.

Mineral utamanya adalah Na-Plagioklas feldspar, sedangkan kuarsa K-feldspar

merupakan mineral minor. Komposisi diorit merupakan komposisi menengah

antara granit dan basatl.

Gabro, teksturnya berbutir kasar mirip dengan granit, tetapi komposisi

utamanya adalah piroksen dan Ca-plagioklas Dlivin terdapat sebagai mineral

8

minor, warna gabro hijau tua, abu-abu tua atau hitam. Gabro merupakan material

utama bagian bawah kerak samudra.

2. Batuan Metamorf, merupakan hasil dari perubahan-perubahan fundamental

batuan yang telah ada sebelumnya karena proses metamorfosa, yaitu proses

rekristalisasi di dalam kerak bumi yang sebagian besar terjadi dalam keadaan

padat. Batuan metamorf dapat dibagi menjadi ; metamorfosa kontak (termal),

metamorfosa dinamis (kataklastik), metamorfosa regional.

Metomorfosa kontak terjadi akibat instrusi tubuh magma panas pada

batuan yang dingin dalam kerak bumi akibat kenaikan suhu, maka rekristalisasi

kimia memang peranan utamanya. Batuan yang terkena instrusi mengalami

pemanasan dan termetamorfosa batuan metamorf kontak yang terjadi, keras

terdiri dari mineral berbutir seragam dan halus yang saling mengunci.

Metamorfosa dinamis (katalastik) kadang-kadang deformasi mekanik

pada metamorfisme dapat berlangsung tanpa disertai rekristalisasi kimia

meskipun hal ini jarang terjadi namun apabila terjadi sifatnya hanya setempat-

setempat saja. Misalnya batuan bersifat kasar, granit.

Metamorfosa regional, pada metamorfisme ini melibatkan juga deformasi

mekanik selain rekristalisasi kimia. Batuan metamorf umumnya dijumpai pada

kerak benua dengan penyebaran yang sangat luas, sampai puluhan ribu km2
,

dibentuk oleh proses metamorfisme regional (Muhammad. Arsyad, 2000).

3. Batuan Sedimen, adalah batuan yang terbentuk dari proses sedimentasi karena

proses-proses fisika, kimia dan aktivitas organik. Batuan sedimen banyak sekali

9

jenisnya dan tersebar sangat luas dengan ketebalan dari beberapa centimeter

sampai beberapa kilometer. Material sedimen dapat berupa :

a. fragmen dari batuan lain dan mineral-mineral seperti kerikil di sungai, pasir di

pantai dan lumpur di laut.

b. Hasil penguapan dan proses kimia, garam di danau payau dan kalsium

karbonat di laut dangkal.

c. Material organik, seperti terumbu koral di laut vegetasi di rawa-rawa.

Dibandingkan dengan batuan beku, maka batuan sedimen paling banyak

tersikap di atas permukaan bumi, sebesar 75 % luas daratan (Muhammad. Arsyad,

2000).

Pengelompokan yang sederhana dalam batuan sedimen adalah lima

kelompok besar :

a. Batuan Sedimen Klastik.

Batuan ini diendapkan dengan proses mekanis, terbagi dalam dua golongan

besar dan pembagian ini berdasarkan ukuran besar butirnya. Cara

terbentuknya batuan tersebut berdasarkan proses pengendapan baik yang

terbentuk di lingkungan darat atau air. batuan sedimen klastik terdiri dari

butiran-butiran besar yang disebut fragmen dan diikat oleh massa butiran-

butiran yang lebih halus, disebut matriks.

Batuan yang termasuk ke dalam golongan ini adalah breksi, konglomerat, batu

pasir, serpih dan batu gamping (Dodi Setia Graha, 1987).

10

b. Batuan Sedimen Evaporit.

Proses terjadinya batuan sedimen ini harus ada air yang memiliki larutan

kimia yang cukup pekat. Pada umumnya batuan ini terbentuk di lingkungan

danau atau laut yang tertutup sehingga sangat memungkinkan selalu terjadi

pengayaan unsur-unsur tertentu. Batuan yang termasuk ke dalam golongan ini

adalah gip, anhidrit, batu garam, batu gamping.

c. Batuan Sedimen Batu Bara.

Batuan sedimen ini terbentuk dari unsur-unsur organik yaitu dari tumbuh-

tumbuhan dimana sewaktu tumbuhan tersebut mati dengan cepat tertimbun

oleh suatu lapisan yang tebal di atasnya sehingga tidak memungkinkan untuk

terjadinya pelapukan.

d. Batuan Sedimen Silika.

Proses terbentuknya batuan ini adalah gabungan antara proses organik seperti

radiolaria atau di atom dan proses kimiawi. Batuan golongan ini tersebarnya

hanya sedikit dan terbatas sekali.

e. Batuan Sedimen Karbonat.

Proses pengendapannya merupakan tombakan dari batuan yang terbentuk dari

dahulu dan diendapkan di suatu tempat. Jenis batuan ini banyak sekali

jenisnya tergantung dari material penyususnnya, suatu contoh batu gamping

terumbu terbentuk karena batuan tersebut disusun oleh material terumbu

koral.

11

Pada umumnya klasifikasi batuan dilakukan terhadap besar butiran.

Pemberian nama dapat diperluas dengan memperkirakan jumlah relatif kelas ukuran

butiran. Ciri-ciri seperti struktur dan warna dapat dicantumkan di dalamnya.

Berdasarkan ukuran butirannya batuan dapat dibagi dalam tiga kelompok yaitu :

1. Batuan berbutir kasar (pasir, kerikil).

2. Batuan berbutir halus (lanau, lempung).

3. Tanah campuran.

Perbedaan antara pasir, kerikil dan lanau/lempung dapat diketahui dari sifat-

sifat material tersebut ; lanau/lempung seringkali terbukti kohesif (saling mengikat).

Sedangkan pasir, kerikil adalah tidak kohesif. Struktur dari batuan yang kohesif

ditentukan oleh konfigurasi dan ikatan diantara bagian-bagian kecil dari batuan. Pada

batuan campuran strukturnya terbentuk dari suatu matriks yang terdiri dari material

dengan butiran halus yang berfungsi sebagai pengikat bagi butiran yang lebih besar.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->