P. 1
BUDI PEKERTI

BUDI PEKERTI

|Views: 377|Likes:
Published by pnopnopno
Tuntunan untuk anak-anak supaya memahami kehidupan dan dapat berhasil dalam kehidupan.
Tuntunan untuk anak-anak supaya memahami kehidupan dan dapat berhasil dalam kehidupan.

More info:

Published by: pnopnopno on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/08/2013

pdf

text

original

H allo Anak-anakku tersayang, haruslah ingat, ingatlah selalu, kita harus mencintai negara ini dan H berbakti

kepadaNya, yaitu Ibu Pertiwi kami yang tercinta – negara Indonesia. Haruslah sadar bahwa Negara adalah tempat kita berlindung dan bernaung yang terpenting, karena jikalau tidak ada Negara tidak akan ada keluarga, bila tidak ada keluarga mana ada kita-kita ini.

Mengapa dalam buku-buku Tiongkok kuno banyak menyebutkan “Langit dan Bumi”? Pada zaman Tiongkok kuno belum ada agama, sehingga rakyat tidak mengenal panggilan “Langit dan Bumi” yang telihat nyata wujudnya. Mereka sangat menghormati “Langit dan Bumi”, menganggap “Langit” sebagai Bapak, karena memberiakn udara, matahari, bulan, bintang, hujan, dan lain-lain untuk menghidupkan kehidupan di Bumi. Mereka menganggap “Bumi” sebagai Ibu karena memberikan tempat untuk berteduh, makanan, air, hasil tambang dan sebagainya. Mereka sangat yakin bahwa berbuat kebaikan akan mendapat berkah dari “Langit dan Bumi”, membuat kejahatan akan membuat “Langit dan Bumi” murka dengan menghukum manusia dengna kecelakaan atau bencana yang ringan atau yang berat sesuai tingkat kejahatan yang dibuat manusia. Panggilan “Langit dan Bumi” sudah sangat melekat pada orang Tionghoa secara turun temurun sampai sekarang, sehingga bila seseorang terbebas dari suatu kecelakaan/bencana atau mendapat keberuntungan sudah terbiasa pasti akan menyebutkan “Xie Thian Xie Ti” yang berarti bersyukur/terima kasih kepada “Langit dan Bumi”. Orang Tiongkok kuno juga mengajarkan anak cucu agar belajar berlapang hati/sabar seperti ”Bumi”, cobalah Lihat, “Bumi” memberi manusia segala sesuatu keperluan untuk kelangsungan hidupnya, walaupun manusia menginjak-injak “Bumi”, mengorek tanah, mengambila miliknya, malah membuang kotoran ke muka atau ke dalam perutnya, “Bumi” tetap sabar, diam tidak mengleluh dan tetap memberi dan membiarkan manusia mengambil hak miliknya. Anak-anakku saying, setelah membaca penjelasan di atas, sepantasnya kita harus sangat mencintai “Bumi” dan lingkungan hidup sekitarnya, janganlah merusak segala isinya, karena kita dan segala sesuatu yang berada di alam semesta ini adalah bagian sel-sel yang merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan, satu sel yang rusah akan mempengaruhi keseimbangan keharmonisan alam semesta. Demikianlah penjelasan sederhana tentang sebutan “Langit dan Bumi”

Terjemahan Dari Buku Tiongkok Kuno “DI ZI GUI” WAJIB PENDIDIKAN ETIKA DASAR BAGI ANAK – ANAK DAN MURID Fondasi untuk membangun dan membentuk kepribadian luhur anak-anak, agar mereka setelah dewasa menjadi manusia sejati yang bermoral tinggi dan bijaksana, sebagia tiang tonggak Negara. Pada zaman Tiongkok kuno, buku ini adalah sebuah buku pegangan yang harus diajarkan oleh orang tua dan guru kepada anak/muridnya. Semua anak/murid bukan ahnya mempelajarinya saja, tetapi semua arahan buku ini harus diterapkan dan benar-benar melekat pada diri anak, sehingga pada zaman Tiongkok kuno banyak menumbuhkan orang berbudi dna saleh yang terkenal di dunia samapai saat ini, dan nama harum mereka akan selalu diingat dan ajaran-ajaran mereka selalu dipelajari sebagai pegangan hidup dari generasi ke generasi. Hal. TAMBAHAN Sopan santun di meja makan Tamu datang berkunjung Di tempat belanja Hemat pangkal kaya Menabung rezeki Lain-lain Anak bakti – Huang Xiang Anak yang rela mengalah – Kong Rong Cinta kasih – dapat dipelajari dalam kehidupan sehari-hari Hati yang penuh keyakinan ……. Selalulah ingat ! Nasib ditentukan oleh diri sendiri, dan rezeki juga dibina oleh diri sendiri Tahu Budi Balas Budi Hukum Sebab Akibat / Hukum Kebenaran Alam Semesta Kata Penutup 34 35 36 26 27 27 28 28 29 31 31 32 33

K A T A PENGANTAR Kong Fu Cu adalah seorang guru juga seorang pakar pendidikan yang mulia, ajarannya telah mempengaruhi kebudayaan Tiongkok sangat dalam dan sangat luas, hingga saat ini, ajarannya juga sudah tersebar di seluruh dunia. Beliau sangat yakin bahwa moralitas, perilaku luhur dan disiplin adalah pendidikan fondasi anak-anak yang sejak kecil sudah harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari mereka. Pada zaman Tiongkok kuno, orang tua membawa anaknya menghadap guru untuk menjadi murid sang guru, orang tua dengan sangat hormat dan rendah ahti menyembah sujud terlebih dahulu kepada guru, lalu diikuti anaknya yang menyembah sujud kepada guru sebagai tanda bagwa si anak mulai hari ini telah menjadi murid sang guru. Bila suatu hari sampai orang tua mengetahui bahwa anaknya telah dihukum guru pada saat belajar, orang tua malah segera membawakan hadiah untuk disembahkan kepada guru sebagai tanda terima kasih yang sedalam-dalamnya karena guru telah mendidik anaknya dengan ketat dan keras (biasanaya si anak bila mendapat hukuman dari guru, tidak berani memberitahukan kepada orang tua, karena malah akan mendapat hukuman lagi dari orang tua karena mengetahui si anak pasti telah berbuat kesalahan sehingga mendapat hukuman dari guru). Tidak seperti orang tua zaman sekarang, melarang hukuman badan. Orang tua zaman kuno menganggap seorang anak haruslah terlebih dahulu memelihara perilaku luhur dna moralitas yang baik, setelah itu baru mempelajari ilmu, karena bilamana tidak ada fondasi perilaku luhur dan moralitas yang baik, mempelajari ilmu adalah sia-sia karena akan membentuk anak yang tidak berkepribadian mulia dan membawakan melapetaka buat orang tua, bangsa dan Negara. bukanlah untuk mencari keuntungan/uang. Sejak ribuan tahun buku kecil ini adalah standar yang harus diterapkan oleh seorang murid. Walaupun standar ini dipandang agak keras bila ditinjau dari sudut pandang orang zaman sekarang, akan tetapi sangatlah jelas, orang kuno merasa adalah sangat penting bila seorang anak sejak kecil memiliki disiplin yang tinggi serta perilaku dan moralitas yang baik. Mereka juga meyakini, bahwa tanpa standar disiplin, perilaku luhur dan moralitas yang keat dank eras, seorang anak kecil bila telah dewasa tidak akan berhasil. Bila seorang anak sejak kecil tidak tahu bagaimana menghormati/berbakti kepada orang tua dan guru atau tertua, setelah dewasa tidak mungkin menghormati dan mengikuti arahan siapa jua. Inilah keadaan yang terjadi dalam masyarakat sekarang. Ada sebagian anak tidak mau mendengarkan dan mengikuti kehendak orang tua, malah orang yua yang mendengar dan mengikuti kehendak anak. Guru takut mengajar dna menghukum murid, karena takut melanggar hak azasi anak-anak yang dilindungi hokum dna takut dituntut orang tua. Sekarang ini kami hidup dalam dunia yang penuh kekacauan, hubungan antara manusia, hubungan manusia dengan lingkungan, hubungan orang tua dengan anak, hubungan suami dan istri, Pad azaman Tiongkok kuno, tujuan belajar adalah untuk menjadi ornag soleh dan orang suci, mengabdikan kepada Negara dan bangsa,

hubungan atasan dan bawahan sudah buyar, orang tua tidak bertindak sebagai orang tua, anak tidak bertindak sebagai anak lagi. Hati nurani manusia sudah tercemar, peraturan rumah tangga sudah retak, rasio perceraian meningkat sampai ke titik jenuh. Dunia ini sepertinya sudah tidak cocok untuk dihuni lagi. Kami sangat mengkhawatirkan kehidupan masa depan ana/cucu sebagai penerus bangsa dan mengharap buku kecil ini dapat digunakan sebagai buku referensi dan sebagai buku pedoman untuk mendidik dna membimbing anak/murid agar dapat membawakan generasi penerus hidup dalam dunia yang aman sejahtera dan penuh kedamaian, kami yakin ini pasti adalah juga kehendak semua orang tua. DAFTAR ISI Persembahan Kata Pengantar Maksud dan Tujuan Penggalakan Pembacaan Syair Klasik Anak-Anak BAB I BAB II : Bakti (Di Rumah Harus Berbakti kepada Orang Tua) : Hubungan Saudara Sedarah(Standar Perilaku Seorang Adik Bila Berada Di Luar Rumah) BAB III : Kewaspadaan (Haruslah Hati-Hati Menjaga Perilaku Kehidupan Sehari-Hari) BAB IV : Kepercayaan/Berpegang Janji (Haruslah Menjadi Seorang Manusia Yang Dapat Dipercayai Orang Lain) BAB V BAB VI : Cinta sesame tanpa ada perbedaan : Dekatilah dan belajarlah dari orang yang berbudi luhur dan moral tinggi BAB VII : Bila kewajiban utama telah dilaksanakan dengan bik, barulah belajar ilmu untuk meningkatkan kualitas kehidupan batin

Buku ini diterjemahkan untuk manfaat orang yang tidak mengetahui bahasa Mandarin atau kurang paham bahasa Mandarin kuno/klasik, akan tetapi seperti telah diketahui bahwa arti kata dalam bahasa Mandarin sangatlah luas dan dalam, sehingga buku ini belum dapat menjelaskan seluruh arti dan makna sebenarnya, dan kami mengakui juga bahwa buku ini masih sangatlah jauh dari kesempurnaan, maka pada kesempatan ini kami memohon maaf kepada pembaca dan semoga dengan tersebarnya buku ini dapat mengundang orang budiman yang ahli mau menyusun kembali dan meyempurnakan. ~0~ INTISARI PENDIDIKAN MORAL DNA BUDI PEKERTI ORANG TIONGKOK KUNO (4500 TAHUN YANG LALU) 1. Sebagai orang tua mengasihi dan membimbing anaknya dan anak harus berbakti kepada orang tuanya. 2. Sebagai atasan menghargai bawahannya dan bawahan harus setia kepada atasannya. 3. Antara suami dan istri harus saling memahami danmenjalankan peranan masing-masing sebaikbaiknya. 4. Antara kakak dan adik selalu horamat menghormati. 5. Sesama teman selalu saling percaya, menasihati dan mendukung, tidak menghkhianati.

MAKSUD DAN TUJUAN PENGGALAKAN PEMBACAAN SYAIR KLASIK ANAK-ANAK Walaupun leluhur dan orang tua kita telah lama meninggalkan kita, janganlah lupa memperingati mereka dengan tulus. Walaupun anak cucu kita dya tangkap agak rendah, tetap harus membimbingnya untuk belajar syair klasik/etika dan buku pengetahuan. Menghapuskan pendidikan syair klasik dna moralitas, inilah sumber terjadinya segala kejahatan dna bencana alam, gejala kehancuran suatu negara. Kerakusan, kedendaman, kedunguan (tidak bijakasana), kesombongan adalah sumber runtuhnya hati nurani. Maka untuk mencapai perdamaina dunia, harus dilihat/ditangani dari sumbernya/akarnya. Untuk membasmi kejahatan, hanya dapat ditempuh dnegna jalan mengajarkan etika, moralitas dan bakti sebagai fondasi sejak anak masih kecil. Bila menganggap dan mengaku dampak/gejala sebagai akar/sumber suatu masalah. Sehingga sebenarnya hendak menyelesaikan masalah, malahan membuat masalah dan mempersulit keadaan. Seorang manusia sejati harus menyelesaikan masalah dari sumbernya, bila sumber masalahnya dapat diatasi, keamanan/kedamaian negara dan dunia akan tercapai dengan sendirinya. Hal Yang Paling Menyenangkan Adalah Belajar Hal Yang Paling Penting Adalah Mendidik Anak Orang Yang Paling Berharga Adalah : 1. Orang yang tidak mau membuat segala kesalahan dan kejahatan. 2. Orang yang tidak mau bertobat dan mengoreksi diri setelah membuat kesalahan dan kejahatan. Anak-anakku saying, camkanlah dna hayatilah nasihat-nasihat di atas. Bertekadlah mau menjadi orang yang paling berharga.

Cara pendidikan zaman sekarang penyakitnya adalah terlalu luas dan banyak, serta tidak mementingkan pendidikan hokum sebab akibat, moralitas dan pembacaan syair klasik, untuk memupuk keteguhan mental, sehingga meyebabkan terjadinya kejahatan, kekacauan dan bencana sekarang ini. Kami mengharap para orang tua, guru-guru, tokoh-tokoh masyarakat dapt memahami maksud dan tujuan ini, ini adalah ikatan urat nadi kebudayaan ktia dna merupakan kunci penentu apakah anak cucu kita dapat hidup sejahtera, aman, damai, dan sentosa. Orang yang arif pasti dapat melihat kenyataan ini. Rangkuman SELALULAH BERSYUKUR 1. a. Standar untuk menjadi seorang murid dan anak yang baik … b. Adalah berdasarkan nasihat orang-orang suci kuno … c. Pertama adalah harus berbakti kepada orang tua, tahu/ignat budi dan memebalas budi serta menghormati dan mencintai kakak dan adik Anda … d. Kedua adalah harus selalu waspada dan memegang janji serta harus percaya nasihat dna ajaran orang suci kuno … e. Serta mencintai sesame tanpa membeda-bedakan mereka … f. Kemudian mendekati orang-orang yang penuh kasih saying, berkebajikan dan berperikemanusiaan, belajarlah perilaku mereka … g. Hal-hal di atas yang terutama harus diterapkan, selanjutnya bila ada waktu … h. Adalah pertanda hati yang sakit/tidak berpikiran normal … i. Buku haruslah disusun rapi sesuai jenisnya pada lemari/rak buku … j. Haruslah disimpan pada tempat yang tepat …

Karena hal ini akan sangat merisaukan orang tua … g. Janganlah membuat hal-hal yang merusak kebajikan dan melanggar etika … h. Karena hal ini akan sangat memalukan orang tua … i. j. Bila orang tua mencintai dan mengasihi Anda … Adalah sangat mudah menjalankan “Bakti” … baik terhadap orang tua…. l. Inilah benar-benar yang disebut budi luhur seorang anak dan telah njalankan ajaran orang suci. 2. a. Bila orang tua berbuat kekeliruan … b. Anda wajib memberi penjelasan dan menasihati … c. Dengan sikap yang manis dan suara lembut ….. d. Bila orang tua tidak menerima penjelasan dan nasihat yan gdiberi … e. Anda harus mengulang menasihati lagi pad asaat orang tua agak tenang … f. Atau Disetai tangisan agar orang tua sadar dan terharu … g. Bila orang tua malah mendera/mencambuk Anda , Anda tetap tidak mendendam/melawan. 3. a. Bila orang tua sakit … b. Cobai terlebih dahulu obatnya (obat godok/air minum apakah masih terlalu panas?) c Menunggui orang tua siang dan malam .. d. Janganlah biarkan mereka sendirian … e. Bila orang tua meninggal dunia … f. Dan cara hidup sehari-hari diubah menjadi suasana berkabung … g. Tidaklah makan makanan berjiwa/mewah, tidak ketempat hiburan … h. Menjalankan etika duka cita dengan penuh ikhlas … i. Menghormati arwah orang tua seperti saat mereka masih hidup.

k. Akan tetapi bila orang tua membenci Anda dan Anda tetap berbakti/bersikap

BAB II

: HUBUNGAN SAUDARA SEDARAH

(Standar Perilaku Seorang Adik Bila Berada Di Luar Rumah) 4. a. b. c. d. e. f. g. h. 5. Selaku kakak haruslah mengasihi adik … Selaku adik haruslah menghormati dan mengasihi kakak … Antara kakak dan adik haruslah selalu hidup rukun, janganlah iri, janganlah dengki, janganlah dendam … Hal ini juga disebut “berbakti kepada orang tua” … Bila saling tidak mementingkan material/kepemilikan, tetapi lebih mementingkan hubungan saudara … Maka tidaklah ada pertengkaran dan permusuhan … Bila saling menahan diri tidak mengucapkan bahasa yang menyakitkan … Maka tidak akan ada kemarahan dan dendam. Saat makan/minum, duduk/berjalan bersama …

a.&b. c. d. e. f.

Si adik haruslah persilahkan kakak/yang tua terlebih dahulu … Lalu diikuti si adik/yang muda … Bila kakak memanggil/mencarai orang lain … Si adik membantu memanggilkan … Melayani paman/pak cik … Haruslah seperti melayani orang tua sendiri … Perlakukanlah terhadap saudara sepupu … Haruslah seperti perlakuan kepada kakak/adik kandung sendiri. Saat membawa barang-barang rignan tidak berisi … Haruslah tetap hati-hati seperti membawakan barang berat yang penuh isisnya … Saat masuk ke ruangan kosong yang tidak ada orang … Haruslah tetap bersikap sopan santun seperti ada orang di dalamnya … Saat bekerja janganlah terburu-buru/sembrono … Bila terburu-buru/sembrono selalu bnayak salahnya … Janganlah takut menghadapi kesusahan/kesulitan … KEWASPADAAN Bangunlah lebih awal dari pada orang tua di pagi hari … Malam hari, tunggu setelah orang tua tidur barulah tidur … Waktu yang telah berlalu, tidak mungkin kembali, makin hari Anda

6.

a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k.

BAB III: 7. a. b. c.

(Haruslah hati-hati Menjaga Perilaku Kehidupan Sehari-hari)

bertambah dewasa …. d. Janganlah sia-siakan waktu Anda, oleh karena itu, hargailah saat sekarang ini … e.&f. Bersihkan diri di pagi hari, gosoklah gigi … g.&h. 8. a.&b. c.&d. g.&h. 9. a. b. c. d. e. f. g. 10. a. b. c. d. e. f. Setelah buang air besar dan keci, selalulah cuci tangan. Pakailah topi dengan rapid an kancingkan kancing baju. Kaos kaki dan sepatu haruslah diikat rapi … Janganlah biarkan berserakan sehingga menjadi kotor.

Janganlah biarkan terlepas/terbuka … e.&f. Meletakkan pakaian dan topi pada tempatnya … Pakaian dipentingkan kebersihan dna kerapiannya … Saat bersama tetua/pejabat, pakaian harus sesuai situasi … Dirumah, pakaian haruslah sesuai kebiasaan dirumah .. Terhadap makanan dna minuman, janganlah memilih .. Makan secukupnya saja, jangan sampai kebanyakan. Umur masih muda, janganlah minum arak … Bila sampai mabuk, akan bertindak sangat merusak mental .. Berjalanlah dengan langkah yang mantap Soja dengan menekuk sampai dalam Janganlah menginjak penyekat pintu rumah … Jangan berdiri dengan posisi bersandar pada sebelah kaki .. Jangan duduk dengan kaki terbuka atau memanjangkan kedua belah kaki Dan jangan sambil goyang-goyang pinggu.

11. a.&b. Hati-hati saat membuka tirai ruangan, jangan sampai berbunyi c.&d. Kendorkan bila saat menekuk, jangan sampai terkena sikunya… 12. a.&b. Berkunjung ke rumah orang, di depan pintu, tanyakan dulu apa ada tuan rumahnya … c.&d. Saat memasuki ruangan, tinggikan nada suara untuk bertanya … e.&f. Bila tuan rumah bertanya “siapa”, jawablah dengan menyebut nama sendiri … g. h. i.&j. k.&l. Bila dijawab dengan “saya” atau “aku” … Tuan rumah tidka jelas “siapa” yang datang … Menggunakan barang orang lain, haruslah minta izin pemilik … Bila tidak minta izin, itu adalah juga disebut “mencuri” …

m.&n. Meminjam barang dari orang lain, haruslah segera dikembalikan

seutuhnya, janganlah sampai rusak … BAB IV : KEPERCAYAAN / BERPEGANG JANJI (Haruslah Menjadi Seorang Manusia Yang Dapat Dipercayai Oran g Lain) 13. a.&b. c.&d. g. h. i.&j. 14. a. b. c.&d. e. f. g.&h. i. j. k. l. m. n. 15. a. b. c. d. e. f. g. h. Setiap kata yang diucapkan haruslah dapat dipercaya … Menipu dan dusta, adalah sangat-sangat dilarang … Dan hanya bicara yang benar dan dengan tulus, janganlah memutar balik fakta … Janganlah menjilat orang dengan memuji-muji secara berlebihan … Kata-kata yang kasar dan kotor, itu adalah kebiasaan gelandangan, janganlah ditiru. Bila belum mengetahui kebenaran sesuatu hal … Janganlah mudah memberi komentar … Hal yang belum diketahui, janganlah segera menyebarkan … Hal yang belum tentu sanggup dikerjakan/hal yang buruk … Janganlah mudah menjanjikannya untuk mengerjakannnya … Bila telah menjanjikan, mau berbuat atau tidak hanyalah menyusahkan diri dan demikian Anda telah berbuat kesalahan … Kata-kata yang diucapkan … Haruslah jelas dna langsung pada pokok masalahnya … Saat berbicara janganlah terlalu cepat atau tidak jelas didengar orang … Ada orang suka membicarakan kelebihan orang lain … Ada orang suka membicarakan kekurangan orang lain/gossip … Hal yang tidak ada sangkut paut dengan diri … Bila melihat orang yang berbuat kebajikan … Segeralah meniru .. Walaupun kita masih ketinggalan jauh, janganlah resah … Asal bertekad, lambat laun akan mencapai … Bila melihat orang yang berbuat kejahatan/kesalahan … Cepatlah introspeksi diri … Bila diri juga memiliki kesalahan demikan, segeralah mengoreksi diri … Bila tidak, maka anggap sebagai peringatan/cermin untuk diri, agar tidak berbuat yang sama … 16. a.&b. Bila moralitas, kebajikan dna keahlian diri … c.&d. Tidak dapat menandingi orang lain, haruslah motivasi diri agar lebih rajin dan tekun

e.&f. Janganlah banyak bicara, lebih baik sedikit bicara …

untuk maju … e.&f. Bila pakaian, makanan dan minuman diri … g.&h. Tidak dapat menandingi orang lain, tidak perlu rendah diri dan jangan iri. 17. a. b. c. d. e. f. g. h. i. j. k. Bila teguran orang lain dapat memubat anda marah … Bila pujian orang dapat menyenangkan anda … Maka akan mengundang teman yang jahat mendekat …. Saat membawa barang-barang rignan tidak berisi … Haruslah tetap hati-hati seperti membawakan barang berat yang penuh isisnya … Saat masuk ke ruangan kosong yang tidak ada orang … Haruslah tetap bersikap sopan santun seperti ada orang di dalamnya … Saat bekerja janganlah terburu-buru/sembrono … Bila terburu-buru/sembrono selalu bnayak salahnya … Janganlah takut menghadapi kesusahan/kesulitan … Dan janganlah menganggap enteng dan buru-buru mengerjakan hal-hal yang ringan/sekecil apapun … m.&n. Tempat-tempat keributan, jangan didekati … o. p. q. r. Hal-hal yang aneh da sesat, jangan dilibatkan diri. Janganlah mengadu domba, berbohong, mencaci dna memfitnah ….. Selalulah berbahasa yang manis … Selalulah bersenyum manis (senyuman adalah hadiah berharga utnuk orang lain yang tidka perlu biaya) s. Selalulah memberi kemudahan kepada orang lain …. t. Selalulah mengaku bila berbuat salah, dan terapkan budaya minta maaf … u. Yang harus selalu diingat, bahwa segala pikiran, bahasa dan perbuatna baik adalah menabung rezeki … v. Dan segala pikiran, bahasa dan perbuatan tidak biak, akan mengikis rezeki. 18. a. b. c. d. Bila secara tidak sengaja berbuat kesalahan … Ini disebut sebuah kesalahan … Kesalahan yang sengaja dibuat … Ini disebut kejahatan …. terhapus … g. h. Bila malah sengaja ditutup-tutupi atau mencari alas an membela diri … Maka kesalahan tersebut akan berubah derajatnya menjadi dosa berat.

e.&f. Kesalahan bila dapat segera dikoreksi dan tidak terulang lagi, akan

BAB V :

CINTA SESAMA TANPA ADA PERBEDAAN bangsa, agama, negara …

19. a.&b. Semua orang, haruslah dicintai tanpa membeda-bedakan suku, c.&d. Karena kita semua sama-sama beratapkan langit, beralaskan bumi Janganlah dendam, janganlah menganiaya. 20. a. b. e. f. g. h. Orang yang berhati luhur, bermoral tinggi … Dengan sendirinya akan tersebar nama luhurnya … Orang yang berkeahlian besar … Dengan sendirinya akan bereputasi tinggi … Dan orang salut kepada seseorang … Bukanlah karena omong besarnya/gembar-gembornya.

c.&d. Dan seseorang dihargai orang lain bukan karena penampilannya …

21. a.&b. Bila Anda memiliki keahlian/kemampuan, janganlah hanya menguasainya untuk keuntungan diri, haruslha melayani masyarakat .. c.&d. Bila orang lain berkemampuan, janganlah menyeringai/memfitnah … e. f. g. h. i.&j. k.&l. Janganlah menyanjun-nyanjung yang kaya … Janganlah menghina yang miskin … Janganlah hanya menyenangi teman yang baru … Janganlah hanya menyenangi teman yang baru … Bila orang sedang sibuk, janganlah mengganggunya dengan urusan lain … Bila orang sedang sedih, janganlah banyak bicara dengannya …

22. a.&b. Kekurangan orang, janganlah diungkap … c.&d. Rahasia orang, janganlah disebarluaskan … e. f. g. h. i. Memuji kebaikan orang lain … Perilaku ini adalah disebut telah membuat kebajikan … Bila orang banyak mengakui kebajikan Anda dan memuji … Anda haruslah lebih termotivasi dan lebih giat untuk memajukan diri … Mengungkapkan kesalahan orang lain …

Janganlah berbuat segala kejahatan Berbuatlah segala kebaikan Sucikanlah pikiran Ini adalah ajaran kebenaran alam Oleh diri sendiri kejahatan dilakukan Oleh diri sendiri pula seseorang ternoda Oleh diri sendiri kejahatan tidak dilakukan Oleh diri sendiri pula seseorang menjadi suci Suci atau tidak suci tergantung pad adiri sendiri Tidak seorangpun yang dapat mensucikan orang lain Hargailah dan hormatilah orang lanjut usia (lansia) Karena mereka adalah permata yang sangat berharga Dan sosok mereka hari ini adalah sosok Anda hari esok Walaupun terima budi orang yang kecil hanya berupa setetes air Haruslah dibalas berupa air mancur yang berlimpah-limpah

Pepatah menyebutkan:

“Mendidik anak sejak bayi, mendidik menantu perempuan

sejak hari menikahi anak kita”. Saat anak-anak masih kecil dan belum tercemar sifatnya, sangat mudah menerima kata-kata nasihat; dan itu akan langsung melekat di otaknya, sampai dewasa tidak mudah berubah; oleh karena itu, kebaikan hati, keyakinan diri harus dipupuk sejak kecil; Maka para orang tua, pada saat anak-anak Anda masih sangat kecil, harus segera mendidik mereka membaca dan menghafal syair-syair klasik hasil karya orang-orang suci/bikajsana kuno yang bersifat mendidik untuk membangun kebijaksanaan dan keteguhan mental; terlebih lebih harus mengajarkan hokum sebab akibat, yaitu berbuat yang baik akan mendapat balasan yang baik pula, benar-benar memprektekkan kejujuran dan berpegang teguh pada moralitas. Bila tidak dididik sejak kecil, setelah dewasa, kebiasaan buruk sudah melekat, sudah tidka mungkin diubah lagi! Seperti kata pepatah “Nasi Sudah Menjadi Bubur”. Syair klasik “San Zi Jing” menyebutkan: “Melahirkan anak tetapi tidak mendidiknya, adalah kesalahan orang tua; Mengajar dengan tidak tegas adalah kelengahan seorang guru”;”Cara mendidik yang benar, haruslah keonsentrasi pada satu subject”, bukannya banyak dan luas; oleh karena itu sebuah syair klasik harus dibaca sampai ratusan atau ribuan kali, seorang penyair kuno terkenal “Su Dong Bo” menyebutkan : “Buku yang lama tidka bosan dibaca ratusan kali, setelah lancer membaca dan merenungkannya, anak akan memahami artinya dengan sendirinya”.

HUKUM SEBAB AKIBAT/ HUKUM KEBENARAN ALAM SEMESTA 1. Segala pikiran/bahasa/perbuatan kita pasti ada balasan … 2. Pikiran/bahasa/perbuatan yang baik pasti medapat balasan yang baik … 3. Pikiran/bahasa/perbuatan yang buruk/jahat pasti mendapat balasan yang buruk/jahat … 4. Bila sekarang belum menerima balasan atas pikiran/bahasa/perbuatan kita yang baik, jangnalah berkecil hati … 5. Bila sekarang belum menerima balasan atas pikiran/bahasa/perbuatan kita yang buruk, janganlah gembira … 6. Karena, karena waktunya belum tiba, cepat atau lambat bila waktunya tiba, pasti menerima balasannya …. 7. Walaupun orang yang berkuasa, rakyat biasa, yang kaya raya, yang miskin … 8. Tidak ada yang dapat menghindarinya, tidak ada yang dapat mengontrolnya, berjalan terus sepanjang zaman, tidak ada yang dapat menghentikannya. 9. Inilah yang disebut “Hukum Sebab Akibat / Hukum Kebenaran Alam Semesta / Hukum Keadilan Sejati” … 10. Tidak ada yang dapt mengontrolnya, berjalan terus sepanjang zaman, tidak ada yang dapat menghentikannya … 11. Selalu, selalulah, ingatlah, percayalah dan takutlah akan Hukum Sebab Akibat … 12. Orang yang percaya dan takut akan Hukum Sebab Akibat, tidak beranki berbuat kesalahan dan kejahatan …. 13. Maka dia akan hidup berbahagia, makmur di dunia dan akhirat … 14. Orang yang tidak percaya dan tidak takut akan Hukum Sebab Akibat, dia akan berbuat sewenang-wenang, membuat kesalahan dan segala kejahatan … 15. Maka dia akan hidup sangat menderita di dunia dan menanggung hokum siksaan yang sangat mengerikan dan berkepanjangan di akhirat .

TAHU BUDI BALAS BUDI 1. Tahu budi balas budi adalah sifat luhur manusia ….. 2. Ke atas harus membalas budi Langit, Bumi, Negara, Ayah Bunda, Guru. 3. Dan seluruh sesama yang telah membantu kita ………. 4. Serta tidak berbuat hal yang melanggar hati nurani diri ….. 5. Bila selalu sedemikian melatih diri …. 6. Barulah kita dapat disebut sebagai manusia …. 7. Dan Langit, Bumi juga mengasihi dan pasti memberkahi kita dengna ….. 8. Keberuntungan, kesehatan, kegahagiaan dan segala keinginan yang wajar pasti terpenuhi. 9. Orang yang tidak mengenal balas budi bahkan budi dibalas dengan dnedam/kejahatan …. 10. Orang demikian adalah seorang yang tidak setia, tidak berbudi, tidka berbakti dan tidak bermoral. 11. Orang demikian adalah lebih rendah dari pada hewan … 12. Hal ini akan menimbulkan amarah sesama dan Dewa, Langit, Bumi juga tidka dapat menerima dan pasti menjatuhi hukuman yang setimpal.

Cinta kasih dapat membuyarkan segala jenis dendam

HATI YANG PENUH DENGAN : a. Keyakinan b. Ketekunan c. Kerendahan d. Ketulusan e. Konsentrasi f. Kelapangan : Dia adalah malaikat yang mengantar kita mencapai citacita. : Dia adalah tangga yang mengantar kita naik mencapai pintu karir cemerlang. : Dia adalah penerima hasil panen di musim gugur yang berwarna mas. : Dia adalah sebuah tali pengikat persahabatan sejati. : Dia adalah permata yang dapat menghancurkan segala rintangan. : Dia adalah gizi yang sebagai sumber pemelihara kesehatan. g. Kecemburuan : Dia adalah tumor ganas yang tumbuh dalam tubuh yang akan mecelakakan diri sendiri. h. Keputusasaan : Dia adalah yang membuat kita gugur dan lenyap dalam arus kehidupan. i. Kerisauan j. Angan-angan : Dia adalah rintangan dalam kemajuan. : Dia adalah buih sabun warna-warni yang tidak nyata.

ANAK BAKTI HUANG XIANG Pada zaman kuno di Tiongkok ada seorang anak perempuan berumur 9 tahun yang bernama Huang Xiang, karena tidak ingin ayahnya terlalu lelah, dia mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga, pada musim panas, dia mengipasi kasur ayahnya agar sejuk, musim dingin, dia tidur di kasur ayahnya yang dingin sampai menjadi hangat, baru menyilahkan ayahnya tidur di ranjang yang hangat tersebut. ANAK YANG RELA MENGALAH KONG RONG Pada zaman yang sama, ada seorang anak laki-laki yang berumur 4 tahun bernama Kong Rong. Suatu hari teman ayahnya mengirimkan ayahnya 1 keranjang buah pear, ayahnya menyuruh Kong Rong mengambil 1 buah pear untuk dimakan, Kong Rong memilih buah pear yang terkecil, Ayahnya sangat heran dna bertanya: “Nak, engapa anda tidak memilih yang besar, malah pilih yang kecil ?”, Kong Rong menjawab: “Papa, saya adalah anak yang paling kecil, maka harus makan yang terkecil, yang besar untuk kakak-kakak”. Anak-anak haruslah belajar perilaku Huang Xiang dna Kong Rong yang mencintai kakaknya dan ayah LAIN-LAIN a. Harus, haruslah tahu merasa malu, manusia berbeda dengan binatang hanyalah karena manusia mempunyai “rasa malu” … b. Janganlah berlari-larian/berteriak-teriak di tempat yang bukan tempat bermain … c. Janganlah merusak barang-barang milik umum …. d. Janganlah bermain di dapur … e. Janganlah bermain barang tajam dan api …. f. Janganlah menerima barang apapun dari orang yang tidak dikenal …. g. Janganlah sembarangan membuang sampah dan meludah …… h. Janganlah merokok yang merugiakn diri dna orang lain …. i. j. Janganlah terus menerus menonton TV …. Tetapi banyaklah membaca buku yang sehat ….

k. Sedapat mungkin janganlah meminjam sesuatu dari orang lain …

KATA PENUTUP Kami mengucapkan terima kasih kepada Anda karena mau membaca buku ini samapi selesai, dan kami mengucapkan juga “Selamat” kepada Anda, bila Anda telah membimbing dna mempraktekkan Standar ini kepada anak/murid Anda. Bila anak/murid Anda telah menerepkan Standar ini dengan baik, mulailah Anda menajarkan anak/murid Anda cara-cara membuat kebajikan dengan benar dan tepat untuk membangun nasib yang baik, mengerti apa itu sebab akibat, sehingga mereka tidak berani berbuat kesalahn dan kejahatan, dan menjadi orang suci/soleh. Untuk bahan pegangan Anda, kami menganjurkan Anda membaca buku” Empat Nasihat Liaofan” dan ‘Tai Shang Gan Yin Pian, Wen Chang Yin Zhi Wen, Guan Shen Di Sheng Jing” yang ringkasan atau yang lengkap serta “Daftar Ratusan Kesalah” sebagai cermin untuk inteospeksi diri. Pada tahun 1999 kami telah pernah mencetak 8.000 buku “Empat Nasihat Liaofan” versi bahasa Inggris, pada tahun 2000 kami berusaha menerjemahkan ke bahasa Indonesia dan para orang budiman telah mencetak sebanyak 16.000 buku disebarluaskan sebagai sumbangan. Bila ada kesempatan, kami bermaksud menerjemahkan “Tai Shang Gan Yin Pian, Wen Chang Yin Zhi Wen, Guan Shen Di Sheng Jing” dan “Daftar RAtusan Kesalahan” versi bahas aIndonesia agar orang yang tidak paham bahasa Mandarin dapat memperoleh manfaat dari buku ini juga. Semoga Tuhan/Allah/para Buddha, Bodhisatva, Dewa-Dewi membantu kami agar keiningan kami ini dapat tercapai. Alhamdulillah / Amin / Namo Amitabha Buddhaya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->