P. 1
Bab III Penentuan Spesifikasi

Bab III Penentuan Spesifikasi

|Views: 5,512|Likes:
Published by hondajazzzzzz

More info:

Published by: hondajazzzzzz on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/16/2013

pdf

text

original

Berdasarkan hasil survey yang telah didapat, maka spesifikasi pompa yang

direncanakan adalah sebagai berikut :

-Kapasitas pompa (Qp)

= 9,46 m3

/jam

-Head pompa (Hp)

= 23 m

-Putaran pompa (np)

= 2970 rpm

-Jenis pompa

= Sentrifugal satu tingkat

-Putaran spesifik (ns)

= 750,44 rpm

-Efisiensi pompa (np)

= 56%

-Tipe impeler

= radial

-Daya pompa (Np)

= 0,934 kW

-Penggerak pompa

= Motor listrik

-Daya motor (Nm)

= 1,1208 kW

47

-Putaran/frekwensi motor

= 2970 rpm/50 Hz

Berdasarkan hasil-hasil perhitungan yang telah di dapat, maka spesifikasi

pompa adalah sebagai berikut :

-Kapasitas pompa (Qp)

= 9,504 m3

/jam

-Head pompa (Hp)

= 22,898 m

-Putaran pompa (np)

= 2970 rpm

-Jenis pompa

= sentrifugal satu tingkat

-Putaran spesifik (ns)

= 750,04 rpm

-Efisiensi pompa (p)

ƞ

= 56%

-Tipe impeler

= radial

-Daya pompa (Np)

= 0,87 kW

-Penggerak pompa

= Motor listrik

-Daya motor (Nm)

= 1,044 kW

-Putaran/frekwensi motor

= 2970/50 Hz

48

BAB IV

UKURAN-UKURAN UTAMA POMPA & PERHITUNGAN

IMPELLER & KARAKTERISTIK POMPA

Ukuran-ukuran Utama Pompa

Perencanaan Poros

Poros adalah elemen pompa yang berfungsi untuk memindahkan bayi dan

putaran dari penggerak ke impeller mendukung impeller. Daya yang

ditransmisikan oleh poros, merupakan daya dari mesin penggerak pompa yaitu

daya motor listrik. Bahan poros direncanakn adalah S 45 C JIS 4501.

49

Poros pompa merupakan salah satu komponen utama yang berfungsi untuk

meneruskan daya dan putaran dari motor penggerak ke impeller serta untuk

mendukung kedudukan impeller.

Pada perenanaan poros, perlu diperhatika hal-hal seperti berikut :

1.Kekuan poros untuk menahan beban punter, beban lentur (akibat putaran)

ataupun gabungan dari keduanya.

2.Kekakuan poros untuk mengatasi getaran akibat lenturan serta defleksi

putaran yang kasar.

3.Putaran kritis, dimana bila poros berada pada putaran kritis maka poros

akan mengalami getaran yang besar.

Oleh sebab itu, maka perhitungan poros tergantung momen puntir, faktor-

faktor kondisi kerja, tegangan geser dan jenis material poros.

Besarnya momen puntir pada poros (Mt) adalah :

Mt = 9,55 x 103

x

np

Ps

Dimana :

Ps

= Daya yang ditranmisikan poros

= Np (daya yang direncanakan) x fc (faktor koreksi)

Np = Puaran poros

= 2970 rpm

Faktor koreksi (fc) diperlukan untuk mngantisipasi kemungkinana terjadinya daya

yang besar pada start atau pembebanan maksimum yang terus menerus.

Berikut ini faktor koreksi daya yang diberikan pada poros adalah :

Tabel 4.1. Faktor koreksi daya

50

50

Daya yang ditranmisikan

Faktor Koreksi (fc)

Daya rata-rata

1,2 – 2,0

Daya maksimum

0,8 – 1,2

Daya normal

1,0 – 1,5

Dari tabel di atas maka dipilih nilai fc = 1,2 dengan alasan karena itu

adalah daya maksimum yang dapat ditransmisikan :

Daya Pompa (Np) dari perhitungan sebelumnya adaah 0,934 Kw maka :

Ps

= Np x fc

Sehingga besarnya momen putnir pada proso adalah :

Mt

= 9,55 x 103

x

)

.

(

2970

1208
,
1

m

N

= 3,60 N.m

Diameter poros yang mengalami momen puntir, dapat dihitung dengan persamaan

:

ds =

311

1

1,
5



t

bxM

xC

xK

g

τ

Dimana :

Kt

= Faktor korksi terhadap pembebanan yang terjadi

= (1,5 + 3,0) diambil 2,5

Cb

= Faktor koreksi untuk beban lentur (1,2 + 2,3) diambil 2

g

τ= Teganan geser yang diijinkan

Dalam perencanaan ini van poros yang digunakan adalah baja carbon S 45

C denan normalisasi JIS G 4501 dengan kekuqtan tarik (

Tegangan geser ijin g

τ untuk pemakaian poros ditentuan dengan

persamaan :

51

g

τ =

2

1 G
f

b

xS

S σ

Dimana :

b

σ= kekuatan tarik bahab = 59 Kg/mm2

= 568, 98 x 106

N/m2

Sf1

= faktor keamanan terhadap beba puntir (6,0 untu baja karbon)

Sf2

= Faktor keamanan terhadap alur psak dan perubahan diameter poros

= (1,3 : 3,0) direncankaan 3

Sehingga tegangan geser ijin ( g

λ) baha pros adalah

g

λ=

3
610

.

98
,

568

6

x

= 31,61.106

N/m2

(Pa)

dari hubungan di atas maa diperoleh diameter poros (ds)

ds

=

31

6

60
,
3

3,
2

0,
3

10
.

61
,
311,

5



x

x

x

Harga ini merupakan dimater minimal proos, dari tabel diameter standart poros

dipilih poros ukuran 16 mm. Pada diameter poros dengan ukuran 16 mm ini,

tegangan geser yang akan timbul adalah :

g

λ=

31

1,
5

s

dxM

=

3

0016
,
0

60
,
3

1,
5 x

= 18,475 Pa

Terlihat bahwa tegangan geser yang timbul pada poros ( g

λ) lebih kecil dari pada

tegangan geser ijin ( g

λ) sehingga poros aman.

52

Perencanaan Pasak

Fungsi utama pasak adalah untuk memindahkan daya dan putaran dari

poros ke impeller. Ukuran pasak yang digunakan dipilih brdasarkan diameter

poros yang dipakai dari standarisasi ukuran pasak (lampiran). Dari standarisasi

ukuran pasak dan hubungannya dengan poros yang berdiameter 16 mm diperoleh

ukuran pasak sebagai berikut :

-Lebar (b)

= 5 mm

-Tinggi (h)

= 5 mm

-Panjang (I) = 20 mm

-Kedalaman alur pasak (t1) = 3,0 m

Bahan pasak yang dipakai sedikit lunak dari bahan poros. Pada

porencanan ini dipilih bahan pasak JIS G 3121 SFCM 60 S, dengan kekuatan tarik

60 kg/mm2

(5,88.108

Pa).

Gambar 4.1.2. Penampang Pasak

Dalam operasinya pasak akan dapat pembebanan (gaya-gaya) yang akan

menimbukan tegangan gese dan tegangan tumbuk sehingga kekuataj pasak akan

iperiksa terhadap keua tegangan tersebut.

53

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->