P. 1
Pengaruh Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Prestasi

Pengaruh Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Prestasi

|Views: 2,586|Likes:
Published by jakasembungyambung

More info:

Published by: jakasembungyambung on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/20/2013

pdf

text

original

PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PAI SISWA DI SMPN 3 TAMAN SIDOARJO

SKRIPSI

Diajukan kepada Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Dalam Menyelesaikan Program Sarjana Ilmu Pendidikan Agama Islam

Oleh : Siti Lutfiyah
D01303050

INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL FAKULTAS TARBIYAH JURUSAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM SURABAYA

2008
1

PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI
Skripsi Ini Telah Ditulis Oleh: Nama Nim Judul : : : Siti Lutfiyah D01302050 PENGARUH STRATEGI QUANTUM QUOTIENT DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR (PAI) SISWA DI SMPN 3 TAMAN SIDOARJO Ini telah diperiksa dan disetujui untuk diujikan.

Surabaya, 11 08 2008 Pembimbing,

Ah. Zakki Fuad, M. Ag. Nip. 150 299 948

2

PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI
Skripsi oleh Siti Lutfiyah ini telah dipertahankan didepan Penguji. Surabaya, 11 September 2008 Dekan Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya Dekan,

Dr. H. Nur Hamim, M. Ag. NIP. 150 246 739 Ketua,

Ah. Zakki Fuad, M. Ag. NIP. 150 299 948

Sekertaris,

Dra. Siti Nur Ilmiah NIP. 150 202 600 Penguji I,

Drs. Husni M. Saleh, M. Ag. NIP. 150 227 935 Penguji II,

Drs.A. Saepul Hamdani, M.Pd. NIP. 150 299 951

3

4

PERSEMBAHAN
Di bawah naungan ridho-Mu, dalam keheningan malam dan lembutnya udara malam, tiada satupun ungkapan kata yang lebih indah dengan nada dan syahdu, selain ucapan syukur yang terpancar dari lubuk hati yang paling dalam atas semua curahan rahmat dan karuniamu, sehingga dapat ku wujudkan sebuah karya dalam lembaran putih yang penuh makna ini, ku persembahkan untuk orang-orang terkasih, terkhusus: Sujud syukurku pada Allah SWT, atas segala rahmat dan anugerahnya. Kedua "orang tauku”.... Rasanya lembaran putih ini tercukup untuk mewakili rasa terima kasihku atas jasa, pengorbanan, doa restu Serta motivasi yang kalian berikan untuk ananda, hingga dapat mewujudkan cinta yang mulia ini. Suamiku tercinta ”Imron Rosydin” Kakakku tersayang ”Mb’ Siti dan mas Omen”.... Kecerian dan canda tawamu Seakan menghilangkan rasa gunda dan sedih dalam hati, pelipur hati dikala keputusan melanda jiwa dan pemberi motivasi untuk terus maju Bapak Istamaun Almh. Bunda Indasah, adiek reca dan upie Terima kasih atas kasih sayang, motivasi dan doa yang kalian berikan untukku. My special Friend (Ecca, Elok’Sugiharjo, Lezs, C’ Huda), P’ Topic P’ Sam and Karmole’s and shoebat-shoebatku KKN-PPL di Porong 2006-2007 Bersama kalian kurajut hari-hariku, Terima kasih atas motivasi dan doa yang kalian berikan untuk aku. Semua pihak yang turut membantu terutama Ms Imam dan Ms Son Haji Terima kasih atas bentuan yang kalian berikan untukku Baik secara sengaja ataupun tidak semoga amal dan kebaikan kalian diterima Allah.

5

MOTTO

‫ﻴﻘﻲ ِﺍﻻِﺑﺎﺍﷲ‬‫ﺗﻮﻓ‬‫ﺘﻄﻌﺖ ﻭﻣﺎ‬‫ﻳﺪ ِﺍﻻﺍﻻﺻﻼﺡ ﻣﺎﺍﺳ‬‫ِﺍﻥ ﹸﺍﺭ‬ ِ ‫ ﱠ‬ ِ ِ     ‫ ﹶ‬   ‫ ﹶ‬ ‫ ﱠ ِﹾ‬ ِ ‫ﹾ‬
“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah” (QS. Hud: 88)

6

ABSTRAK
Judul : Pengarah Strategi Quantum Quontient Dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo Nama : Siti Lutfiyah Dalam teknik Quantum Quotient yang mana dapat melejitkan IQ, EQ dan SQ siswa. Diantaranya dengan berbagai tahapan yang berhubungan IQ, EQ dan SQ, diantaranya membantu ingatan, fungsi otak kanan akhtif karena anak dilatih untuk berimajinasi, membuat lagu, serta menggabungkan kata-kata sehingga suatu materi menjadi suatu yang unik, menarik dan menyenangkan. Sedangkan permasalahan yang diambil adalah bagaimana penerapan strategi Quantum Quotient pada mata pelajaran PAI, bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI, adakah pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan prestasi PAI siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif dengan pendekatan deduktif, ataupun metode yang di gunakan adalah observasi, interview, dekumentasi, angket. Sedangkan analisis yang digunakan adalah analisis data statika. Dari hasil observasi penerapan strategi Quantum Quontient predikat baik dengan angka 82,55 adapun prestasi belajar siswa kelas 8 SMP Negeri 3 Taman dengan angka 7,9 hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar tersebut termasuk dalam kategori baik sedangkan untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa, hal ini terbukti dengan hasil analisa data statistik ”product moment” sebesar 0,74 maka antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang tinggi maka Ho ditolak. Hal ini menunjukkan dalam kategori tinggi.

7

KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Atas segala limpahan karunia serta rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan penelitian tentang "pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo". Sholawat serta salam penulis junjungkan kepada Nabi Muhammad SAW. Yang telah membimbing kita kejalan yang diridhoi-Nya. Amiin, syukur alhamdulillah hasil penelitian tentang "pengaruh strategi Quantum Quontient dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman-Sidoarjo". Telah dapat penulis selesaikan walau masih ada kekurangan di sana-sini penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya, kritik serta saran yang membangun dari para pembaca penulis haturkan terima kasih. Semoga hasil penelitian ini bermanfaat bagi penulis khususnya dari para pembaca umumnya. Tak lupa penulis menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada: 1. Rektorat dan civitas Akademik IAIN Sunan Ampel Surabaya yang telah memberikan kesempatan penulis belajar dengan fasilitas yang cukup. 2. Bapak Drs. Nur Hamim, M. Ag, selaku Dekan Fakultas Tarbiyah. 3. Bapak Drs. Abdul Kadir, M. Ag, selaku ketua jurusan PAI.

8

4. Bapak Ahmad Zakki Fuad, M. Ag, selaku Dosen Pembimbing yang telah mencurahkan waktu dan tenaga guna terselesaikannya tugas penulis skripsi ini. 5. Ibu Hj. Rotno Untari Hadi P, S. Pd, selaku kepala sekolah SMP Negeri 3 Taman- Sidoarjo yang telah memberikan kesempatan kepada penulis guna melakukan penelitian di sekolah tersebut. 6. Bapakku Shokib beserta ibu Alimah dan suamiku Imron Rosydin serta kakakku Mb’ Siti dan Ms Omen yang dengan tulus memberikan semua buah pikir, motivasi, semangat dengan kebesaran hati secara materiil dan spiritual, yang menjadikan ananda mepunyai sinar di kegelapa pekat. 7. Seluruh sobatku, terutama Ecca, Elok’s, Lis, C’ Huda Thanks all yang telah membantu dalam pelaksanaan skripsi ini. Akhirnya semoga amal baik yang telah Bapak, Ibu, Sudara/i berikan kepada penulis mendapat balasan yang sebaik mungkin dari Allah.

9

PERYATAAN KEASLIAN TULISAN
Saya yang bertanda tangan di bawah ini: Nama NIM Jurusan Fakultas : Siti Lutfiyah : D01303050 : Pendidikan Agama Islam (PAI) : Tarbiyah

Menyatakan dengan sebenarnya bahwa skripsi yang saya tulis ini benar-benar merupakan hasil karya saya sendiri, bukan merupakan mengambil-alihan tulisan atau pikiran orang lain yang saya akui sebagai hasil tulisan atau pikiran saya sendiri. Apabila dikemudian hari terbukti atau dapat dibuktikan bahwa skripsi ini hasil jiplakan, maka saya bersedia menerima sanksi atas perbuatan tersebut.

Surabaya, Yang membuat pernyataan

Siti Lutfiah

10

DAFTAR ISI

SAMPUL DALAM....................................................................................................i PERSETUJUAN PEMBIMBING SKRIPSI ......................................................... ii PENGESAHAN TIM PENGUJI SKRIPSI ...........................................................iii PERSEMBAHAN.....................................................................................................iv MOTTO .................................................................................................................... v ABSTRAK ................................................................................................................vi KATA PENGANTAR............................................................................................. vii PERYATAAN KEASLIAN TULISAN ..................................................................ix DAFTAR ISI............................................................................................................. x DAFTAR TABEL ...................................................................................................xiii

BAB I

: PENDAHULUAN A. Latar Belakang Masalah.................................................................... 1 B. Rumusan Masalah ............................................................................. 6 C. Tujuan Dan Signifikansi Penelitian .................................................. 7 D. Hepotesa Penelitian ........................................................................... 8 E. Definisi Operasional.......................................................................... 8 F. Metode Penelitian............................................................................. 12 G. Sistematika Pembahasan .................................................................. 20

11

BAB II : LANDASAN TEORI A. Kajian Tentang Strategi Quantum Quotient (QQ).................. 21 1. Pengertian Strategi Quantum Quotient (QQ) ............................21 2. Teknik-Teknik Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum)......32 3. Langkah-Langkah Penggunaan Strategi Quantum Quotient Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI)......................38 B. Kajian Tentang Prestasi Belajar..................................................46 1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) ....46 2. Jenis-Jenis Prestasi ....................................................................49 3. Kriteria Prestasi Pendidikan Agama Islam (PAI) .....................51 4. Penilaian Proses Belajar Mengajar............................................52 5. Evaluasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) .....................57 6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar................58 C. Pengaruh Strategi Quantum Quotient Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMPN 3 Gilang Sidoarjo..............................................................................62

BAB III : LAPORAN HASIL PENELITIAN A. Gambaran Umum Obyek Penelitian ...........................................65 1. Latar Belakang ..........................................................................65 2. Visi, Misi Dan Tujuan SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo ............66

12

B. Kondisi Umum Obyek Penelitian ................................................71 1. Keadaan Guru Dan Karyawan ..................................................71 2. Keadaan Siswa ..........................................................................74 3. Struktur Organisasi....................................................................75 4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo .........................................................................77 5. Penerapan Strategi Belajar Quantum Quotient SMPN 3 Taman Sidoarjo .........................................................................78

BAB IV : ANALISIS TENTANG PENERAPAN STRATEGI QUANTUM QUOTIENT A. Penyajian Data Dan Analisa Data ...............................................83 1. Penyajian Data Dan Analisa Data Hasil Observasi...................83 2. Penyajian Dan Analisa Data Hasil Interview............................85 3. Penyajian Data Dan Analisa Data Angket ................................87

BAB IV : PENUTUP A. Kesimpulan ....................................................................................110 B. Saran...............................................................................................111

DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN-LAMPIRAN

13

DAFTAR TABEL

I. Rekapitulasi data guru SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008 II. Keadaan siswa tahun ajaran 2007-2008 III. Keadaan siswa lima tahu terakhir IV. Struktur organisasi SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008 V. Keadaan sarana dan prasaran SMPN 3 Taman Sidoarjo tahun ajaran 2007-2008 VI. Daftar nama-nama responden VII. Item pertanyaan VIII. Alternatif jawaban IX. Interpretasi product moment.

14

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah. Pendidikan merupakan cerita atau jalan untuk mengembangkan dan mengarahkan dirinya menjadi sosok manusia yang memiliki kepribadian yang utama dan sempurna. Dengan pendidikan, manusia dapat mengembangkan kepribadian baik jasmani maupun rohani ke arah yang lebih baik dalam kehidupannya, sehingga semakin maju suatu masyarakat maka akan semakin penting pula adanya pendidikan bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.1Bersamaan dengan itu Islam memandang pendidikan sebagai dasar utama seseorang diutamakan dan dimuliakan. Hal ini sebagaimana firman Allah SWT dalam al-Qur'an Surat al-Mujadalah ayat 11, berikut ini yang berbunyi :

.‫ﺟﺖ‬‫ﻮﺍﹾﻟﻌﻠﻢ ﺩﺭ‬‫ﻳﻦ ﹸﺃﻭ‬‫ﺍﱠﻟﺬ‬‫ﻨﻜﻢ ﻭ‬‫ﺍﻣ‬‫ﻨﻮ‬‫ﻳﻦﺀَﺍﻣ‬‫ﻳﺮﻓﻊ ﺍﷲ ُﺍﱠﻟﺬ‬ ٍ   ‫ﺗ ِ ﹾ‬  ِ  ‫ ِ ﹸ‬  ِ ِ ‫ﹶ‬
Artinya : “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman diantara kamu sekalian dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat”.2 (QS, al-Mujadalah : 11). Dalam pelaksanaan pendidikan pemerintah telah mengupayakan dan menyelenggarakan suatu sistem pengajaran Nasional yang diatur dalam undangundang. Untuk itu pemerintah memberikan hak pada warganya untuk mendapatkan pengajaran dan pendidikan ini dimulai dari lingkungan keluarga sebagai Lembaga pendidikan, kemudian pendidikan di lingkungan masyarakat

1 2

Fuad Hasan, Dasar-Dasar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 2. Departemen Agama RI, al-Qur'an dan Terjemahannya, (Semarang: CV. Toha Putra, 1989),

910-911.

1 15

sebagai pendidikan nonformal, oleh karena itu pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, masyarakat dan pemerintah.3 Dalam keseluruhan proses pendidikan (dalam hal itu di Sekolah atau Madrasah), kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling pokok, ini berarti berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak tergantung pada bagaimana proses belajar yang dialami oleh murid sebagai anak didik.4 Istilah belajar sebenarnya telah lama dikenal oleh manusia, sejak manusia ada sebenarnya mereka telah melakukan ahtifitas belajar, oleh karena itu kiranya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa kegiatan belajar itu ada sejak adanya manusia.5Belajar merupakan suatu proses perubahan di dalam tingkah laku sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya di dalam memenuhi kehidupannya. Ahtifitas belajar bagi kegiatan individu tidak selamanya dapat berlangsung secara wajar, terkadang lancar dan terkadang tidak, terkadang dapat menangkap dengan cepat apa yang dipelajarinya, terkadang amat sulit, demikian antara lain kenyataan yang kita jumpai pada anak didik dalam kehidupan sehari-hari dalam kaitannya dengan ahtifitas belajar. Setiap individu memang tidak ada yang sama, perbedaan individual ini pula yang menyebabkan perbedaan tingkah laku belajar dikalangan anak didik. Dalam keadaan di mana anak didik tidak dapat belajar sebagaimana mestinya, itulah yang disebut dengan kesulitan belajar.
3 4

Abu Ahmadi, ct, al, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 59. Abu Ahmadi, Widodo Supriyono, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 14. 5 Ali Imron, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1996), 2.

16

Sehubungan dengan ini, bahwa pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting bagi umat manusia, sebagaimana perkembangan dan perwujudan diri bagi pembangunan Bangsa dan Negara serta Agama. Yang mana pendidikan dapat diperoleh secara formal (Sekolah) maupun nonformal (luar Sekolah). Di dalam lingkungan Sekolah terdapat bidang studi pendidikan Agama Islam yang bertujuan : “Untuk meningkatkan keimanan, penghayatan, pemahaman dan

pengamalan siswa tentang Agama Islam menjadi manusia Muslim yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, serta berahklak mulia dalam kehidupan pribadi, masyarakat berbangsa dan bernegara, serta untuk melanjutkan pendidikan pada jenjang yang lebih baik”.6 Di samping itu pendidikan Sekolah bertujuan untuk menghasilkan perubahan-perubahan yang positif (tingkah laku dan sikap) dalam diri murid yang sudah berkembang menuju kedewasaan.7Sehingga anak didik dapat mewujudkan dirinya dan dapat berfungsi sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan pribadinya dan kebutuhan masyarakat.8 Maka profil seorang pendidik sebagai personil yang menduduki posisi strategis dalam mengembangkan sumber daya manusia dituntut untuk terus mengikuti perkembangan konsep-konsep baru dalam dunia pengajaran. Guna
6

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Petunjuk Tehnik Mata Kuliah PAI, (Jakarta: TP,

1995). WS. Winkel, S.J. M. Sc, Psikologi Pengajaran, (Jogiakarta: Media Abadi, 1991), 10. S.C. Utami Munandar, Pengembangan Anak Kreatif Anak Berbakat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2002), 6.
8 7

17

mencapai dunia pendidikan itu sendiri, dalam hal ini tentunya diperlukan suatu cara atau alat untuk mencapai tujuan pendidikan yang dimaksud yaitu strategi belajar. Strategi Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum (QQ) adalah kecerdasan manusia yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi dan komprehensif meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran rasional, logis dan matematis. Emosional berkaitan dengan emosi pribadi dan antar pribadi guna efektifitas individu dan organisasi, sedangkan spiritual berkaitan dengan segala sesuatu yang melampaui intelektual dan emosional, karakteristik utama QQ adalah terbuka kepada ide-ide baru atau hanif, dan senantiasa bergerak maju sepanjang spiral ke atas menuju kesempurnaan.9 Langkah awal Quantum Quotient adalah mengembangkan kecerdasan intelektual yang meliputi pengenalan potensi otak manusia yang sangat besar yakni 100 milyard sel ahtif sejak lahir, serta mengembangkan otak kiri yang berpikir urut, Persial dan logis dengan otak kanan yang berpikir acak, holistik dan kreatif. Kemudian mengahtifkan otak reptil, instinctive, lapisan manusia feeling, dan lapisan Neo-cortex, berpikir tingkat tinggi, otak sadar dan di bawah sadar juga merupakan bagian penting untuk optimalisasi intelektual.

IR. Agus Nggermanto. Quantum Quatient (QQ) Kecerdasan Quantum, (Bandung: Nuansa, 2005), 151.

9

18

Berikutnya melangkah kemulti Intellegence yang meliputi IQ, EQ, SQ Accelered learning disarankan untuk mengembangkan IQ, mengenali emosi kemudian mengelolahnya secara kreatif untuk meningkatkan EQ, refleksi trasendensi dan realisasi adalah langkah utama mengasah otak SQ. Dimensi spiritual adalah pusat QQ, pusat diri kita untuk perenungan pemaknaan, dan momen transendensi dibiasakan sebagai ahtifitas harian. Dalam pendidikan Islam, strategi ini sangat erat hubungannya dalam rangka meningkatkan prestasi siswa, sebab anak bisa cepat tanggap terhadap meteri yang disampaikan karena anak lebih mudah menyerap atau mengingat kembali memori ingatan yang telah lalu serta mempertahankannya. Sehubungan dengan hal ini, peningkatan kreatifitas siswa dapat diperhatikan, baik peningkatan kemampuan berpikir maupun kemampuan menyerap atau mengingat ciri-ciri kepribadian yang kreatif, mengingat perkembangan yang optimal dari prestasi berhubungan cara mengajar. Dalam suasana non otoriter, ketika belajar atas prakasa sendiri dapat dikembangkan, karena guru menaruh kepercayaan terhadap kemampuan anak untuk berpikir dan berani mengungkapkan gagasan baru dan ketika anak diberi kesempatan sesuai minat dan kebutuhannya, dalam hal ini kreatifitas siswa dapat berkembang dengan baik.

19

Oleh sebab itu menjadi guru yang kreatif, profesional dan menyenangkan dituntut untuk memiliki kemampuan mengembangkan pendekatan dan memilih metode belajar yang efektif, hal ini penting terutama untuk menciptakan iklim belajar yang kondusif dan menyenangkan, cara guru melakukan suatu kegiatan belajar memerlukan pendekatan dan strategi yang berbeda dengan belajar yang lainnya. Oleh karena itu belajar sangat penting dalam melaksanakan penerapan pemecahan masalah dengan menggunakan strategi Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum, maka penulis mengadakan penelitian dengan judul : “Pengaruh Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PAI Siswa Di SMPN 3 Taman Sidoarjo”.

B. Rumusan Masalah. Berdasarkan variabel penelitian ini perlu diterangkan dalam suatu rumusan yang jelas guna memberikan arahan terhadap pembahasan selanjutnya. Adapun rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Bagaimana penerapan strategi belajar Quantum Quotient di SMPN 3 Taman Sidoarjo ?. 2. Bagaimana prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo ?. 3. Apakah ada pengaruh strategi belajar Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan prestasi PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo ?.

20

C. Tujuan Dan Signifikansi Penelitian. 1. Tujuan Penelitian yang ingin dicapai dalam penelitian skripsi ini adalah sebagai berikut : 1). Untuk mengetahui penerapan strategi belajar Quantum Quotient (QQ) siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo. 2). Untuk mengetahui prestasi siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo. 3). Untuk mengetahui ada tidaknya signifikansi strategi belajar Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan pretasi siswa pada mata pelajaran PAI Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo. 2. Signifikansi Penelitian. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat baik dalam pengembangan pengetahuan yang sedang dikaji maupun bermanfaat bagi penyelenggara di SMPN 3 Taman Sidoarjo, secara rincian tersebut dapat dikemukakan sebagai berikut : 1). Signifikasi Akademik ilmiah. Hasil penelitian ini dapat mengembangkan khazanah ilmu pengetahuan, khususnya dalam belajar PAI. 2). Signifikasi sosial praktis. Adapun hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan bahan perhitungan bagi tenaga kependidikan untuk mengembangkan dan memanfaatkan strategi belajar dalam rangka meningkatkan prestasi belajar pendidikan Agama Islam.

21

D. Hipotesa Penelitian. Hipotesa adalah yang mungkin benar atau mungkin salah, maka penelitian tersebut akan ditolak jika salah dan diterima jika benar. Adapun hipotesa yang penulis gunakan adalah : 1. Hipotesa kerja (Ha). Yaitu hipotesa alternatif yang menyatakan adanya hubungan antara independent variabel dengan dependen variabel yaitu : Pengaruh strategi Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo. 2. Hipotesa nihil (Ho). Hipotesa nihil yaitu hipotesa yang menyatakan adanya persamaan atau tidak adanya perbedaan antara kedua variabel yaitu : tidak ada pengaruh strategi Quantum Quotient (QQ) dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

E. Definisi Operasional. Untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang judul skripsi ini yakni, “Pengaruh Strategi Quantum Quotient (QQ) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) Siswa Di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Maka lebih dahulu akan dijelaskan beberapa pengertian atau arti dari istilah-istilah yang terdapat pada judul di atas.

22

-

Pengaruh

: Daya yang ada atau yang timbul dari sesuatu (orang, benda) yang berkuasa atau berkekuatan.10

-

Strategi Quantum : Adalah cara atau hasil usaha yang dihasilkan dalam Quotient mengorganisasikan sesuatu berdasarkan yang perlu dikembangkan dan meliputi tiga perkembangan yakni, intelektual, emosional, intelektual dan

spiritual.11 Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran rasional, logis dan matematis, emosional berkaitan dengan emosi pribadi dan antar pribadi guna efektifitas individu dan organisasi, sedangkan spiritual berkaitan dengan segala sesuatu yang melampaui intelektual dan emosional.12 Meningkatkan prestasi : Adalah suatu hasil yang diperoleh berupa kesankesan yang mengakibatkan perubahan dalam diri individu sebagai hasil dari ahtivitas belajar mengajar. SMPN 3 Taman Sidoarjo : Sebuah Lembaga pendidikan Sekolah Menengah Pertama yang berada dalam naungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang berada di

Kelurahan Taman.

10 11

Muhammad Nur, Strategi Belajar….., 38. IR. Agus Nggermanto, Quantum Quatient, (Bandung: Nuansa, 2005), 22.

23

Berdasarkan batasan makna yang terdapat pada definisi operasional di atas, bahwa pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo tersebut dapat diketahui dengan melibatkan hasil belajar siswa yang diperoleh dari pretest dan post-test, dalam belajar tersebut. Adapun kemampuan-kemampuan yang dimiliki oleh siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya adalah yang meliputi hasil belajar, kognitif, afektif dan psikomotorik. Dan pendidikan Agama Islam adalah usaha berupa bimbingan dan asuhan terhadap anak didik agar setelah selesai pendidikannya dapat mengalami dan mengamalkan ajaran Agama Islam serta menjadikannya sebagai pandangan hidup.13

F. Metode Penelitian. Dilihat dari judul penelitian, yakni pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi belajar PAI siswa kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo, maka penelitian yang digunakan di sini adalah jenis penelitian kuantitatif, yaitu pendekatan ini berangkat dari suatu teori, gagasan para ahli ataupun dikembangkan menjadi permasalahan dan beserta pemecahan-

pemecahannya yang diajukan untuk memperoleh kebenaran dalam bentuk dukungan data empiris lapangan dan juga memerlukan analisis statistik, yaitu

12 13

Wjs. Poerwadarminto, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 1976), 1078. Zakiyah Darojat, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1992), 86.

24

dengan menggunakan angka-angka untuk mencapai kebenaran hipotesis. Angkaangka di sini mempunyai peran sangat penting dalam pembuatan, penggunaan dan pemecahan masalah model kualitatif.14Meskipun jenis penelitian ini kuantitatif namun tidak manafikan data kualitatif sebagai pendukung data. 1. Identifikasi variabel. Variabel adalah objek yang menjadi titik perhatian saat penelitian, penelitian ada dua variabel pertama, adalah anak yang ikut dalam sebuah penelitian ilmiah sangat penting untuk menentukan objek penelitian, yang selanjutnya dapat diperoleh data yang benar dan akurat berdasarkan masalah di atas, yaitu, “Pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi belajar pendidikan Agama Islam (PAI) siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo, ditentukan dua variabel yaitu : a. Variabel bebas (independen variabel). Adalah yaitu merupakan variabel tinggal sendiri yang tidak dipengaruhi variabel lain, dalam penulisan ini, penelitian menjadikan penerapan strategi Quantum Quotient, sebagai variabel bebas yang diberi (simbol) X. Adapun indikator variabel X sebagai berikut: 1). Teknik-teknik dalam Quantum Quotient. 2). Langkah-langkah penggunaan Quantum Quotient.

14

M. Muchlis, Metode Kuantitatif, (Jakarta: Fak. Ekonomi UI, 1993), 4.

25

b. Variabel terikat (dependen variabel). Adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel bebas. Dalam penelitian ini variabel terikat prestasi belajar PAI. Adapun indikator variabel Y sebagai berikut: 1). Prestasi belajar mengajar. 2). Nilai hafalan. 3). Nilai praktek. 4). Nilai ulangan. 5). Nilai Semester (raport). 2. Populasi. Populasi adalah keseluruhan objek penelitian. Apabila seseorang ingin meneliti semua elemen yang ada di wilayah penelitian, maka penelitiannya merupakan penelitian populasi, penelitian populasi dilakukan apabila peneliti ingin melihat semua liku-liku yang ada di dalam populasi. Metode penarikan/pengambilan data yang melibatkan seluruh anggota populasi disebut sensus.

26

Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah kelas VIII terdiri atas 6 kelas, yaitu : Kelas VIII A : 40 siswa. Kelas VIII B : 40 siswa. Kelas VIII C : 40 siswa. Kelas VIII D : 40 siswa. Kelas VIII E : 40 siswa. Kelas VIII F : 40 siswa. 240 siswa. 3. Sampel. Sampel adalah sebagian sebagian dari populasi terjangkau yang memiliki sifat yang sama dengan populasi. menurut Suharsimi Arikunto, sampel adalah sebagian atau wakil dari populasi yang diteliti.15 Mengingat begitu besar dan luasnya populasi dalam penelitian ini, maka kurang memungkinkan jika melakukan pada penelitian populasi secara keseluruhan, oleh karena itu untuk mendapatkan hasil yang memuaskan maka peneliti menggunakan sampel, yakni mengambil sebagian dari populasi, populasi dalam penelitian ini bersifat homogen, yakni sama dari kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakhtek, (Jakarta: Rineka Cipta, 2002), 9.

15

27

Yakni cara mengambil sampel dari populasi dengan memberikan kesempatan yang sama bagi anggota populasi untuk terpilih menjadi anggota sampel. Cara mengambil sampel dari sampling random random ini ada 3 cara yakni : undian, ordinal, dan tabel bilangan random. Tapi karena sempitnya waktu peneliti memakai cara undian, pada pengambilan dengan cara undian ini, peniti menggunakan dasar pemikiran sebagaimana yang dikemukakan oleh Suharsimi Arikunto, populasi lebih dari 100 dapat diambil sampel antara 10-15 % atau 20-25 % atau lebih.16(Arikunto Suharsimi, 1997), oleh karenanya dalam penelitian ini, peneliti mengambil 15 % dari sampel yang ada, yakni 90 responden. 4. Jenis data dan sumber data. a. Jenis Data. Data adalah kumpulan hasil pengukuran terhadap variabel yang berisi informasi tentang karakteristik variabel.17Menurut sifatnya data digolongkan menjadi dua yaitu : 1). Data kuantitatif. Adalah data yang berbentuk angka.18 Dalam penelitian ini yang termasuk data kuantitatif adalah :

16 17

Suharsimi Arikunto, Prosedur Penelitian , ………. 10. Suprapto, Metodologi Riset Dan Aplikasi Dalam Pemasaran, (Jakarta: Rineka Cipta, 1999), Suprapto, Metodologi Riset Dan Aplikasi ….. , 75.

72.
18

28

a). Jumlah siswa. b). Jumlah tenaga edukatif dan karyawan. c). Hasil angket d). Dan sebagainya yang bersangkutan dengan kuantitatif. 2). Data kualitatif. Data yang tidak berbentuk angka.19Data ini bisa disusun dan langsung ditafsirkan untuk menyusun kesimpulan penelitian. Dalam penelitian ini termasuk data kualitatif adalah gambaran umum sekolah. b. Sumber Data. 1). Library research (penelitian Perpustakaan) yaitu meliputi kepustakaan yang berkaitan dengan masalah-masalah yang dibahas, metode ini digunakan dalam kaitannya buku-buku atau teori-teori pembahasan yang berhubungan dengan referensi strategi Quantum Quotient (QQ). 2). Field research (penelitian lapangan) dalam bab ini penulis mengadakan penelitian serta pengamatan langsung kepada objek yang dimaksud pada tempat penelitian dalam rangkaian memperoleh data kongkrit tentang masalah yang diselidiki. Data field research ini meliputi informasi dan responden, yaitu : a). Informasi, yaitu meliputi kepala Sekolah, guru PAI, siswa, tata usaha, dan lain-lain.

19

Merdalis, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara, 1989),

89.

29

b). Responden meliputi siswa-siswa yang dijadikan sampel. 5. Metode pengumpulan data. a. Metode observasi. Adalah tehnik pengumpulan data yang cara mengadakan

pengamatan langsung terhadap objek yang diamati.20Metode ini digunakan untuk mendapatkan tentang data pelaksanaan strategi Quantum Quotient di kelas VII SMPN 3 Taman Sidoarjo. b. Metode angket. Angket adalah sebuah metode di mana di dalamnya sebuah pertanyaan tertulis yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden dalam arti laporan tentang pribadinya, atau hal-hal yang ia ketahui, sedangkan dalam hal metode angket ini, penulis menggunakan angket secara langsung dengan tipe tertutup. Responden tinggal memilih jawaban yang tersedia dengan membutuhkan tanda silang (x) sesuai dengan keadaan yang diketahui. Metode ini bertujuan untuk mengidentifikasi respon atau komentar siswa terhadap kegiatan strategi Quantum Quotient dalam belajar PAI. c. Metode dokumentasi. Adalah metode dalam pengumpulan data dengan cara mencatat dokumen-dokumen atau catatan-catatan, metode ini digunakan untuk

20

Suharsimi Arikunto, Prosedur…., 234.

30

mendapatkan

data tentang siswa, guru, nilai raport/ulangan siswa,

karyawan yang berhubungan dengan objek penelitian. d. Metode tes. Adalah seperangkat rangsangan yang diberikan kepada seseorang dengan maksud untuk mendapatkan jawaban yang dapat dijadikan dasar bagi penetapan skor angka. Metode ini digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh strategi Quantum Quotient terhadap keberhasilan belajar PAI. Data tes diperoleh dari pretes dan post-test selanjutnya dari hasil tersebut dianalisis dengan menggunakan metode statistika. e. Tehnik analisa data. Tehnik analisa data adalah tehnik yang digunakan menganalisa yang diperoleh dari hasil penelitian. Data yang sudah terkumpul kemudian diolah yakni dianalisis diinterpretasikan dan disimpulkan. Tehnik analisa data yang digunakan dalam penelitian ini adalah tehnik analisa data statistik. Analisis statistik adalah dalam menganalisis suatu data menggunakan dasar tehnik dan tata kerja statistik, sedangkan non statistik adalah analisis data dengan menggunakan metode kualitatif, kemudian untuk mengetahui bagaimana penerapan strategi Quantum Quotient (QQ) pada mata pelajaran PAI, penulis menggunakan data presentase sebagai berikut :

31

P=

F x 100 %. N

Keterangan

P : Angka presentase. F : Frekwensi yang sedang dicari presentasenya. N : Jumlah frekwensi.21

Selanjutnya

untuk

menafsirkan

hasil

perhitungan

dengan

presentase, penulis menggunakan rumus presentase sebagai berikut : 1). 75 % - 100 % 2). 65 % - 75 % 3). 40 % - 65 % 4). Kurang dari 40 % : Tergolong baik sekali. : Tergolong baik. : Tergolong cukup. : Tergolong kurang baik.

Sedangkan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antara penerapan strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi anak, penulis menggunakan “korelasi product moment” sebagai berikut : rxy =
2

NΣxy − (Σx )(Σy ) NΣ x −
2

(Σx) = NΣ y − (Σy )
2

2

Keterangan : rxy : Angka indeks korelasi product moment. N : Number of ces.

Σ xy : Hasil perkalian variabel x dengan variabel y. Σ x2 : Jumlah deviasi skor x.

Σ y2 : Jumlah deviasi skor y.22
21

Nana Sudjana, Pengantar Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), 40.

32

Untuk memberikan interpretasi secara sederhana terhadap angka indeks korelasi “r” product moment (rxy) pada umumnya digunakan pedoman atau perkiraan sebagai berikut :23

Besarnya “r” product moment (rxy) 0,00 - 0,02

Interpretasi - Antara varibel x dan variabel y memang terdapat korelasi akan tetapi korelasi itu sangat lemah atau sangat rendah sehingga korelasi itu diabaikan (dianggap tidak ada korelasi antara variabel x dengan variabel y). - Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang lemah atau rendah. - Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang sedang atau cukup. - Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang kuat atau tinggi. - Antara variabel x dan variabel y terdapat korelasi yang sangat kuat atau sangat tinggi.

0,20 - 0,40 0,40 - 0,70 0,70 - 0,90 0,90 - 100

G. Sistematika Pembahasan Untuk mempermudah dan memahami penulisan skripsi ini, maka penulis membuat suatu sistem pembahasan sebagai berikut : BAB I : Pendahuluan yang berisikan tentang latar belakang masalah, rumusan masalah, tujuan penelitian, kegunaan penelitian, hipotesis penelitian, definisi operasional, sistematika pembahasan. metodologi penelitian, dan

22 23

Ibid, 193. Ibid, 180.

33

BAB II

: Landasan teori yang menguraikan tentang strategi Quantum Quotient, tehnik-tehnik Quantum Quotient, langkah-langkah

penggunaan setrategi Quantum Quotient, pemanfaatan setrategi Quantum Quotient, selanjutnya tentang prestasi belajar yang di dalamnya membahasa tentang, pengertian hasil belajar, jenis prestasi, kriteria prestasi, evaluasi serta faktor-faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa. BAB III : Laporan hasil penelitian yang di dalamnya membahas tentang gambaran umum objek penelitian di dalamnya membahas tentang : struktur organisasi sekolah, keadaan guru, karyawan dan murid, sarana dan prasarana, penyajian data dan analisis data yang di dalamnya membahas tentang hasil analisis penerapan, pendekatan strategi Quantum Quotient, serta analisis data kuantitatif tentang prestasi siswa yang kemudian diakhiri tentang hasil analisis tentang pengaruh setrategi Quantum Quotient dalam meningkatka prestasi siswa Kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo . BAB IV : Penutup yang berisikan tentang kesimpulan dan saran sebagai saran.

34

BAB II LANDASAN TEORI

A. Kajian Tentang Strategi Quantum Quotient (QQ). 1. Pengertian Strategi Quantum Quotient (QQ). Kata Quantum berasal dari pakar fisika modern pada abad 20. kemudian berkembang secara luas merambat kebidang-bidang kehidupan manusia, salah satunya, Quantum digunakan dalam bidang pembelajaran, sedangkan Quotient adalah kecerdasan yang yang meliputi pengembangan tiga aspek : intelektual, emosional dan spiritual. Intelektual berarti segala sesuatu yang berkaitan dengan pemikiran rasional, logis dan matematis. Emosional berarti berkaitan dengan emosi pribadi dan antar pribadi guna evektivitas individu dan organisasi. Sedangkan spiritual berkaitan dengan segala sesuatu yang melampaui entelektuak dan emosional. Strategi Quantum Quotient merupakan teknik yang dapat membantu melejitkan intelektual, emosional dan spiritual. Quantum Quotient digunakan pada tugas belajar yang berbeda yang merupakan proses atau tahnik memori.24Dari banyak penelitian terbukti bahwa strategi Quantum Quotient jelas dapat meningkatkan daya serap.

24

Kenneth L. Higbee, Your Memory, (Semarang: Dahara Prize, 2003), 157.

21 35

Cara-cara yang digunakan dalam peningkatan daya serap ini adalah suatu teknik yang menuntut kamampuan otak untuk menghubungkan katakata, ide dan khayalan.25Sedangkan Quantum Quotient merupakan suatu metode untuk membantu IQ, EQ dan SQ, selain itu membantu mengingat dalam jumlah besar informasi yang melibatkan tiga unsur yaitu : pengkodean, pemeliharaan dan menyerap kembali.26 Strategi Quantum Quotient ini merupakan cara untuk pengkodean sehingga membantu proses penyimpanan dan menyerap kembali baik dalam ingatan jangka panjang maupun jangka pendek, karena sistem tersebut memungkinkan kita menyimpan informasi di dalam memori sehingga mampu memperoleh kembali bila dibutuhkan. Dalam teknik Quantum Quotient atau kecerdasan Quantum fungsi otak kanan diahtifkan karena anak dilatih untuk membuat suatu cerita, berimajinasi, lagu atau irama atau gambar, sehingga suatu materi menjadi sesuatu yang unik dan menarik dan menyenangkan. Dengan demikian anak akan lebih mudah dan lebih cepat dalam menghafal, sama seperti pada waktu berkemah, maka akan lebih memudahkan untuk mengatur peralatan-peralatan yang banyak, yang pada awalnya memang dibutuhkan banyak waktu dan usaha namun kalau sudah sekali dilakukan maka proses retrieval (mendapatkan informasi kembali yang dibutuhkan akan lebih mudah).

25 26

Jean Marie Stine, Mengoptimalkan Daya Pikir, (Jakarta: Pustaka Delapratasa, 1997), 79. Karen Markowith, Eric Jensen, Otak Sejuta Bigabyte, (Bandung: Kaita, 2002), 72.

36

Informasi organisasi tersebut terjadi baik diingatan jangka pendek maupun jangka panjang. Dalam ingatan jangka pendek (short term memory) kapasitasnya dapat kita perluas kalau kita melakukan chanking terdapat informasi yang baru masuk, sedangkan dalam ingatan jangka panjang kapasitasnya berhubungan dengan skema organisasi subyek. Dengan demikian penkodean informasi dalam katagori-katagori dapat mempermudah proses mengingat kembali. Namun ada beberapa pengkodean dalam menerima suatu informasi dan setiap orang mempunyai gaya yang berbeda-beda dalam mengingat informasi, misalnya secara visual yaitu dengan gambar, struktur benda, peta dan kata tertulis dibandingkan dengan instruksi yang diberikan secara lisan, sebaliknya yang memiliki kecenderungan dengan audiotori lebih suka memproses informasi melalui telinga dan mereka lebih mudah menampilkan kembali ingatan irama, jingel, puisi, sajak, dam hampir semua orang mempunyai kecenderungan kinestik, artinya, kita belajar lebih baik jika kita melakukan, merasakan, mengalami sesuatu dalam bentuk nyata.27 Sebagaimana yang dijelaskan pada latar belakang masalah, bahwa strategi Quantum Quotient (QQ) adalah merupakan strategi yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi, dan

27

Karen Markowitz, Eric Jenseen, Otak Sejuta, …….., 40.

37

komprehensif yang meliputi kecerdasan intelektual (IQ) kecerdasan emosional ( EQ), dan kecerdasan spiritual (SQ).28 Awal langkah Quantum Quotient (QQ) andalah mengembangkan kecerdasan intelektual yang meliputi pengenalan potensi otak manusia yang sangat besar : 100 milyard sel aktif sejak lahir, serta pengembangan otak kiri yang berfikir urut, persial, dan logis dengan otak kanan yang berfikir acak, holistik dan kreatif. Kemudian mengaktifkan lapisan otak reptile (instinctive), lapisan mamalia (feding) dan lapisan neo-cortex (berfikir tingkat tinggi). Otak sadar dan bahwa sadar juga merupakan bagian penting untuk optimasi intektual. Berikutnya adalah melangkah kemulti intelligence yang meliputi kecerdasan intektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan spiritual (SQ). Sebelum kita melanjutkan pembahasan terlebih dahulu penulis membahas tentang kecerdasan intelektual (IQ) kecerdasan intektual (IQ) adalah syarat minimum kopetensi. Di sini penulis mengambil contoh dari beberapa strategi yang berhubungan dengan kecerdasan intelektual (IQ), yakni tentang ingatan. Ingatan adalah proses mental yang meliputi pengkodean,

penyimpanan, dan pemanggilan kembali informasi dan pengetahuan yang

28

Agus Nggermanto, Quantum Quotient, (Bandung: Nuansa, 2005), 151.

38

semuanya berpusat dalam otak.29 Winkel mengatakan bahwa ingatan adalah suatu aktifitas kognitif di mana manusia menyadari bahwa pengetahuannya berasal dari masa lampau.30 Demikian juga yang diungkapakan Abu Ahmadi bahwa ingatan adalah suatu daya yang dapat menerima, menyimpan, dan memproduksi kembali kesan-kesan, tanggapan dan pengertian.31 Dengan demikian ingatan itu tidak hanya kemampuan untuk menyimpan apa yang pernah dialami pada masa lampau, namun juga termasuk kemampuan untuk menerima, menyimpan dan mengeluarkan kembali, kemampuan mengingat ini tidak hanya diperlukan dalam proses belajar untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan tapi juga dalam proses berpikir, kemampuan kognitif dan kemampuan-kemampuan yang lain. Dengan kata lain bahwa, kecakapan kognitif menurut seorang anak untuk mempunyai beberapa keahlian yang tepat, salah satunya adalah daya ingat yang baik. Namun, tidak semua ingatan yang baik dimiliki oleh setiap anak, hal ini disebabkan karena memori atau ingatan kita dipengaruhi oleh: sifat seseorang, alam sekitar, keadaan jasmani, keadaan rohani (jiwa) dan umur manusia.32

29 30

Muhibbin Syah, Psikologi Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2004), 72. Winkel, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Gramedia, 1987), 42. 31 Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta, 1991), 26. 32 Abu Ahmadi, Psikologi Belajar, …., 26.

39

Menurut Atkinson dkk (1987) Proses mengingat dibagi dalam tiga tahapan yaitu : a. Memasukkan. Dalam tahap memasukkan, kesan-kesan diterima dan di pelajari baik secara spontan atau disengaja maupun sadar atau tidak sadar. Pada tahap memasukkan ini, terjadi pula proses enconding. Enconding adalah proses perubahan informasi menjadi simbol-simbol atau gelombang-gelombang listrik tertentu sesuai dengan perangkat organisme yang ada. b. Menyimpan. Setelah enconding selesai dilakukan baru dapat dilakukan penyimpanan selama waktu tertentu, pada tahap ini terjadi penyimpanan beberapa catatan, kesan-kesan yang telah diterima dari pengalaman sebelumnya. c. Mengeluarkan Kembali. Tahap ini merupakan tahap untuk mengingat kembali

(Remembering) atau memperoleh kesan – kesan pengalaman yang telah disimpan dalam ingatan batasan tersebut menunjukkan bahwa informasi tidak hanya disimpan saja, tetapi harus dapat dipanggil kembali, terjadi proses kelupaan.

40

Gambar 1.1 Skema Proses Mengingat Memasukkan Mengeluarkan Kembali

Menyimpan Kecerdasan Emosi (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali perasaan kita sendiri dan perasaan orang lain, kemampuan memotivasi diri sendiri, dan kemampuan mengelola emosi dengan baik pada diri sendiri dan dalam hubungan dengan orang lain. Menurut Howard Gardner kecerdasan Emosi (EQ) terdiri dari dua kecakapan yaitu: intrapersonal Intelligence dan Inrapersonal Intelligence. Demikian juga dengan pendapat tokoh spiritual terbesar, pendiri filsafat Illuminasi, yakni Syihabuddin Suhrawardi Al- Maqtul, “….beliau Aristoteles mulai berbicara kepada saya dalam sebuah penampakan tentang gagasan bahwa manusia harus melakukan penyelidikan pertama-tama mengenai (masalah) pengetahuan tentang realitas dirinya, dan selanjutnya, menyelidiki (pengetahuan orang lain) yang berada di luar (realitas dirinya)”.33 Jadi kecerdasan Emosi (EQ) sangat berpengaruh sekali dalam proses belajar mengajar. Untuk itu kecerdasan Emosi harus di kembangkan oleh setiap siswa. Begitu pula seorang pendidik harus

mengetahui begaimana cara yang terbaik untuk mengukur kecerdasan
33

Daniel Goleman, Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama 2000), 30.

41

Emosi (EQ) seseorang atau dirinya sendiri. Menurut Daniel Goleman salah satu cara terbaik untuk mengukur EQ seseorang yakni dengan kerangka kerja yang terdiri dari lima kategori utama yaitu: 1). Kesadaran diri, meliputi : kesadaran emosi diri, penilaian pribadi dan percaya diri. 2). Pengaturan diri, meliputi : pengendalian diri, dapat dipercaya, waspada, adaptif, komitmen, inisiatif dan optimis. 3). Motivasi, meliputi : dorongan berprestasi, komitmen, inisiatif, dan optimis. 4). Empati, meliputi : memahami orang lain, pelayanan, mengembangkan orang lain, mengatasi keragaman, dan kesadaran politis. 5). Keterampilan sosial, meliputi : pengaruh komunikasi, kepemimpinan, katalisator perubahan, manajemen konflik, pengikat jaringan,

kolaborasi dan koperasi serta kerja tim. Setelah mengetahui cara mengukur EQ, maka yang harus dilakukan selanjutnya adalah mengembangkan EQ, agar kegiatan belajar mengajar dapat berhasil dengan baik. Demikian pula di sini cara yang terbaik untuk menerapkan dan mengembangkan EQ adalah sebagai berikut :

42

Menurut John Gottman adalah:34 1). Menyadari Emosi Anak. Seorang pendidik harus dapat merasakan apa yang dirasakan oleh anak didiknya. Karena seringkali siswa mengungkapkan emosi mereka secara tidak langsung dan dengan cara-cara yang

membingungkan, contoh dalam suatu kelas meskipun pelajaran sudah dimulai masih ada saja dari beberapa siswa yang ngobrol sendiri, mainan, pukul-pukul bangku, dan lain-lain. Intinya adalah karena setiap siswa mempunyai alasan bagi emosi mereka, ketika setiap kali pendidik merasa bahwa hatinya berpihak pada anak tersebut, maka dia akan merasakan apa yang sedang di rasakan oleh anak tersebut. 2). Mengakui Emosi Sebagai Kesempatan. Setelah seorang pendidik mengetahui emosi anak didiknya, kemudian mengetahui pengalaman-pengalaman negatif yang pernah di alami, maka seorang pendidik harus dapat membangun kedekatan dengan anak-anak mereka. Dan membantu menangani perasaan mereka.

John Gpttman, Kecerdasan Emosional : Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang Memiliki Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia, 1998), 81.

34

43

3). Mendengarkan Dengan Empati. Pendidik harus bisa bersikap dengan penuh perhatian, berbicara dengan santai. Dan dengan mengamati petunjuk fisik emosi anak. 4). Mengungkapkan Nama Emosi. Menolong anak memberi nama emosi sewaktu emosi itu mereka alami dan semakin tepat jika seorang anak tersebut dapat mengungkapkan perasaannya lewat kata-kata, maka kita dapat membantu mereka mencamkannya betul-betul di otaknya, misalnya, apabila ia sedang marah, boleh jadi ia juga merasa kecewa. 5). Membantu Menemukan Solusi. Proses ini memiliki lima tahap : a). Menentukan batas-batas. b). Menentukan sasaran. c). Memiliki pemecahan yang mungkin. d). Mengevaluasi pemecahan yang disarankan berdasarkan nilai-nilai keluarga. e). Menolongnya memilih satu pemecahan. 6). Jadilah Teladan. Menurut kaca mata Quantum Teaching, keteladanan adalah tindakan paling ampuh dan efektif yang dapat di lakukan oleh seorang pendidik. Keteladanan dapat mempengaruhi perilaku dan tindakan

44

tanpa banyak kata-kata. Siswa pada umumnya lebih senang melihat teladan dari pada banyak diceramahi panjang lebar. Kecerdasan spiritual (SQ) menurut Danah Zohar adalah “kecerdasan yang bertumpu pada bagian dalam diri kita yang berhubungan dengan kearifan di luar ego, atau jiwa sadar. Inilah kecerdasan yang kita gunakan bukan hanya untuk mengetahui nilainilai yang ada, melainkan juga untuk secara kreatif menemukan nilainilai baru”.35 Menurut Sinetar “kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang mendapat inspirasi, dorongan, dan efektivitas yang terinspirasi, theisness atau penghayatan ketuhanan yang di dalamnya kita semua menjadi bagian”. Sementara menurut, Khalil Khavari, kecerdasan spiritual adalah fakultas dari dimensi non material kita-ruh manusia. Sedangkan menurut Pak Muh (Muhammad Zuhri) kecerdasan spiritual adalah kecerdasan manusia yang digunakan untuk

“berhubungan” dengan Tuhan. Dr. Dimitri Mahayana menunjukkan beberapa ciri orang yang ber- SQ tinggi, beberapa diantaranya adalah : a). Memiliki prinsip dan visi yang kuat. b). Mampu melihat kesatuan dalam keragaman.
35

Hidayat Nafaat Maja, Intelegensi Spritual, (Parenial Press, 2001).

45

c). Mampu memaknai setiap sisi kehidupan dan. d). Mampu mengelola, bertahan dalam kesulitan dan penderitaan. 36

2. Teknik-Teknik Quantum Quotient (Kecerdasan Quantum). Strategi Quantum Quotient merupakan suatu metode yang meliputi pengembangan tiga aspek : intelektual, emosioan dan spiritual. Dengan menerapkan beberapa teknik Quantum Quotient (kecerdasan Quantum) akan membantu untuk melejitkan intelektual, emosional dan spiritual. Untuk itu dalam proses untuk melejitkan intelektual, emosional dan spriritual dengan mudah, maka teknik Quantum Quotient menggunakan prinsip asosiasi (penghubung) dengan sesuatu yang lain. Teknik Quantum Quotient (kecerdasan Quantum) yang akan dibahas berikut yang akan melejitkan intelektual, emosional dan spiritual, hanya dengan sedikit usaha diantaranya : a. Teknik menghafal cepat. Menghafal adalah proses menyimpan data kememori otak.37 Kemampuan menghafal manusia sangat besar sekali, menurut Tony Buzan, kapasitas memori otak adalah 10800 (angka 10 diikuti 800 angka 0 dibelakangnya), bila memori untuk menghafal seluruh atom dialam

36 37

Agus Nggermanto, Quantum ,…., 34. Ibid, 55.

46

semesta maka kapasitas memori masih bersisah banyak sekali, kita harus bisa membedakan istilah menghafal dengan daya serap adalah kemampuan menyerap kembali data-data yang telah tersimpan dimemori. Sebagian besar orang memiliki persoalan didaya serap menghafal, teknik menghafal cepat di sini merupakan cara menghafal lebih cepat sekaligus meningkatkan daya serap. Dalam teknik menghafal cepat terdapat beberapa metode yang dapat membantu menghafal cepat. 1). Sistem control. Cara menggunakan sistem control adalah dengan membuat cantolan, mengasosiasikan dengan materi yang dihafal,

mengimajinasikan secara kreatif.38 Misalnya apabila kita ingin menghafal 10 Tokoh berikut tanpa bertukar : 1. Nabi Muhammad. 2. Isaac Newton. 3. Nabi Isa (yesus). 4. Budha gautama. 5. Kong Hu Chu. 6. St. Paul. 7. Ts’ai Lun.
38

IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 59.

47

8. Johann Guttenberg. 9. Christoper Colombus. 10. Albert Einstein. 2). Menyanyi/kata penanda. Sistem kata penanda adalah alat mengingat dengan

mengasosiasikan menggunakan obyek kongkrit, sistem kata penanda ini sangat membantu dalam mengingat angka, kata penanda dapat berupa kata-kata yang anda ciptakan sendiri atau kata-kata yang sudah dikenal dimasyarakat, seperti : kata penanda dari lagu dua mata saya, jadi, dua adalah mata, satu adalah mulut, hidung adalah satu dan seterusnya.39 3). Gerakan. Menghafal sambil melakukan gerakan sangat membantu mengahtifkan memori, otak kita memiliki satu pusat kecerdasan yang disebut bodily - kinestethyc intelligence - kecerdasan gerak.40 Gerakan dapat membuat otot-otot lebih rileks, santai dan juga membangkitkan semangat, mengusir kemalasan dan kejenuhan. Teknik gerakan ini sangat membantu untuk menghafal suatu ungkapan yang harus sama persis, tepat tanpa ada kesalahan kata demi kata, umumnya sangat bermanfaat untuk menghafal ungkapan-

39 40

Karen Margowitz, Eric Jensen, Otak Sejuta, ….., 83. IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 64.

48

ungkapan dalam bahasa asing, misalnya : mengajarkan anak ketika mengerjakan sholat. 4). Konsonan kreatif. Konsonan kreatif ini digunakan untuk menghafal sesuatu yang berhubungan dengan angka-angka, nomor telepon, nomor rekening, kode rahasia dan lain-lain.41Cara menguasai konsonan kreatif ini sangat sederhana, mula-mula gantilah angka-angka yang akan dihafal dengan konosonan (huruf mati). Dari konsonan ini kemudian kita bentuk kata atau kalimat yang menarik sehingga mudah dihafal dan diingat, misalnya : 1. Satu 2. Dua 3. Tiga 4. Empat 5. Lima 6. Enam 7. Tujuh 8. Delapan - Tu - Dua - Ga - Pat - Ma -Nam - Ju - Lapan :T :D :G :P :M :N :J :L :B :K

9. Sembilan - Bilan 10. Kosong - Kosong

41

IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 67.

49

Misalnya kita disuruh menghafalkan nomor telepon berikut : Budi : 442809. Prosesnya adalah sebagai berikut : Kita buat konsonan dari nomor telepon menjadi PPDLKB. Kemudian kita membuat kalimat yang menarik PaPaDuLuKoBoy b. Teknik berpikir kreatif. Dalam berpikir kreatif harus memenuhi tiga syarat diantaranya : Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan yang baru. Memecahkan persoalan secara realistic. Kreatifitas merupakan usaha untuk mempertahankan in-sight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.42 Ketika berpikir kreatif, jenis berpikir evaluatif adalah sangat membantu dalam kreativitas karena menyebabkan kita menilai gagasangagasan secara kritis. c. Teknik membaca cepat. Membaca memiliki beranega ragam arti, antara lain adalah : menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti, mengetahui ciri-ciri sesuatu dan sebagainya.43

42 43

IR. Agus Nggermanto, Quantum, …..…, 73. Ibid, 77.

50

Menurut Quarish Shihab dalam Tafsirnya (Pustaka Hidayah 1997), membaca itu mencakup telaah alam raya, masyarakat dan diri sendiri, serta bacaan tertulis, baik suci maupun tidak.44 Sedangkan menurut Tony Buzan membaca adalah hubungan timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik. Membaca biasanya merupakan aspek visual belajar, dan berisi tujuh langkah berikut : pengenalan, asimilasi, intra-integrasi, ekstra-integrasi, penyimpanan, mengingat dan komunikasi.45 Salah satu cara mempercepat membaca dengan pertama melompat belakang dan regresi dapat dihilangkan, dengan hanya mempertimbangkan kata-kata yang perlu, kata-kata yang perlu dipertimbangkan kira-kira 10 persen, sisanya dapat diperkirakan dengan cerdas, kedua, waktu untuk setiap fiksasi dapat mendekati yang detik, ketiga, ukuran fiksasi dapat diperluas. d. Teknik berhitung cepat. Dalam teknik berhitung cepat terdapat beberapa cara diantaranya Alkhawarizmi, Trachtenberg, Onde-onde melenium, sempoa dan sapu tangan yang semuanya ini adalah cara menghitung cepat yang sangat membantu dalam berhitung cepat.

44 45

Quraish Shihab, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah, 1997), 87. IR. Agus Nggermanto, Quantum,………, 78.

51

Contoh Alkhawarizmi, Trachtenberg kuadrat dua angka. Bila angka satuannya berupa angka 5 dikerjakan dengan cara sebagai berikut : 152 = 225 dari 1 x (1+1) = 2 dan 52 = 25 menjadi 225.

3. Langkah-Langkah Penggunaan Strategi Quantum Quotient Dalam Pendidikan Agama Islam (PAI). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Quantum Quotient mampu melejitkan kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, serta mampu membantu kita menyelesaikan tugas-tugas yang harus dikerjakan di sekolah, berbagai macam strategi Quantum Quotient diperlukan untuk mengerjakan tugas yang berbeda-beda, oleh karena itu kita tidak dapat mengklaim adanya strategi yang terdapat di Quantum Quotient yang dapat digunakan untuk melejitkan intelektual, emosional dan spiritual justru dalam menggunakan strategi Quantum Quotient harus memutuskan teknik apa yang paling cocok dan efektif untuk tugas pembelajaran yang harus dihadapi. Untuk itu, dalam pembelajaran PAI tepatnya pada materi al-Qur'an, akhlak dan fiqih yang paling cocok dan efektif menggunakan teknik menghafal cepat, yang meliputi, sistem control, menyanyi gerakan dan konsonan kreatif, teknik berpikir kreatif, teknik membaca cepat dan teknik menghitung cepat adalah sebagai berikut :

52

a. Teknik menghafal cepat. Teknik membaca cepat di sini dapat diperoleh dengan beberapa cara diantaranya : sistem cantolan, menyanyi atau kata penanda, gerakan dan konsonan kreatif. 1). Untuk sistem cantolan. a). Kita membuat cantolan. b). Mangasostasikan dengan materi yang dihafal. c). Mengimajinasikan secara kreatif. d). Mengulanginya bila diperlukan.46 Misalnya bila kita ingin menghafal 10 tokoh berikut dengan urut tanpa tertukar : 1. Nabi Muhammad. 2. Isaac Newton. 3. Nabi Isa (yesus). 4. Budha gautama. 5. Kong Hu Chu. 6. St. Paul. 7. Ts’ai Lun. 8. Johann Guttenberg. 9. Christoper Colombus. 10. Albert Einstein.
46

IR. Agus Nggermanto, Quantum, ……, 60.

53

Dalam contoh ini, cantolan yang dapat kita gunakan adalah angka itu sendiri, kemudian kita buat cantolan sebagai berikut : 1. Ratu. 2. Gua. 3. Raga. 4. Tempat. 5. Trima. 6. Senam. 7. Baju. 8. Balapan. 9. Camilan. 10. Sesepuh. Kita akan mudah menghafal cantolan ini karena suku terakhirnya senada dengan angka : tu, ua, ga, pat, ma, nam, ju, pan, lan, luh. Langkah berikutnya adalah membuat asosiasi antara cantolan dengan 10 tokoh dunia, gunakan otak kanan kita yang kreatif.

54

Ratu-Muhammad

: Seorang Ratu yang cantik sekali ingin masuk Islam, ia menemui Nabi

Muhammad. Gua-newton : Ratu itu dulunya tinggal di Gua yang terdapat berton-ton batu yang tersusun sesuai dengan rumus Newton. Raga-Yesus : Dibantu yang bertonton itu terdapat salib, yang ada raganya Yesus. Mung ia dulunya beragama Kristen. Tempat-Budha : Setelah masuk ke Gua lebih dalam lagi ditemukan tempat bertapa gaya Budha. Trima-Kong Hu Chu : Tetapi ia mengatakan “saya terima kasih atasan sokongan Kong Hu Chu dan pelajaran senamnya”. Senam-Paul : Ia suka senam dengan teman gaulnya yaitu Paul. Baju-Ts’ai Lun : Anehnya, kalau senam di sekitar alunalun itu pakai baju kertas buatan Tsa’i Lun. Balapan-Guttenterg : Setelah itu, mereka balapan pai mesin seabeng buatan Guttenberg.

55

Camilan-Colombus

: Ada anak nakal, balapan sambil bawa camilan dan naik bus, Columbus.

Sesepuh-Einstein

: Sampai ia terdampar di Amerika ketemu sesepupuhnya berambut Einstain. yang berkumis tebal,

jabrik sedang masuk angina,

Setelah itu sekarang marilah kita ringkas sistem cantol 10 tokoh dunia di atas agar lebih efisien, tetapi cukup kita fokuskan pada kata-kata kunci sebagai berikut : Ratu Gua Raga Tempat Trima kasih Senam Baju kertas Balapan Camilan Sesepuh - Islam - berton-ton - salib - bertapa - sokong - gaul - sekitar alun - mesin scabreg - naik bus - masuk angina - Muhammad - Newton - Isa (Yesus) - Budha - Kong Hu Chu - Paul - Tsa’i Lun - Guttenberg - Columbus - Einstein

56

2). Menyanyi atau kata penanda. Pada teknik menyanyi ini, menuntut seorang guru untuk bersifat kreatif. Seorang guru harus mengerti materi apa yang tepat dijadikan lagu atau irama agar siswa mudah untuk menyerap pelajaran yang telah disampaikan. Misalnya menghafal sifat wajib bagi Allah dan nama-nama Malaikat yang kesemuanya itu lebih tepat menghafal jika dilagukan. 3). Gerakan. Teknik menghafal cepat menggunakan gerakan ini sangat membantu untuk menghafal sesuai ungkapan yang harus sama, persis, tepat tanpa ada kesalahan kata demi kata. Teknik ini biasanya dipakai dalam materi Fiqih bab sholat, yang mana dubutuhkan ungkapanungkapan dalam bahasa Arab dengan tepat tanpa ada kesalahan sedikitpun. Biasanya siswa disuruh mempraktekkan gerakan-gerakan sholat beserta bacaannya. Sesuai dengan 5 prinsip Quantum Learning yakni : 1. Ucapkan everything speaks (segalanya berbicara) : sambil menggerakkan kedua tangan ke atas kepala, kemudian

menggerakkan tangan kiri ke sebelah kiri, tangan kanan ke sebelah kanan membentuk gerakan lingkaran besar melambangkan keseluruhan. Everything, selanjutnya, tempatkan tangan kanan di dekat jari tangan seakan-akan mewakili bibir berbicara, speaks.

57

2. Ucapkan Everything is on purpose (segalanya memiliki maksud) : gerakkan tangan seperti langkah pertama di atas : Everything, selanjutnya tempatkan tangan kiri di depan dada dada mengadah ke atas lalu gerakan tangan kanan seolah-olah menaruh sesuatu di atas tangan kiri, is on purpose. 3. Ucapkan acknoeledge every effort (hargai setiap usaha) : bertepuk tanganlah : acknowledge, lalu kepalkan tangan kanan di kanan, tangan kiri di kiri seolah-olah sedang berusaha lari, every effort. 4. Ucapkan experience before label (alami sebelum menamai) : kepalkan kedua tangan seolah-olah berusaha lari : experience lalu taruh tangan kiri di depan dada tengah ke atas disusul tangan kanan telungkup 15 cm di atas tangan kiri seolah-olah memberi tahu panjang sesuatu : before label. 5. Ucapkan if it’s worth learning, it’s worth celebrating (jika sudah layak dipelajari, layak pula dirayakan) : gunakan telunjuk kanan untuk kepala bagian kanan seolah-olah sedang berpikir keras : if it’s worth learning, kemudian lambaikan kedua tangan tinggitinggi seolah-olah sedang merayakan kemenangan : it’s worth Celebrating.47

47

IR. Agus Nggermanto, Quantum, ……, 65.

58

b. Teknik berpikir kreatif. Langkah-langkahnya : 1. Sibukkan diri anda mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. 2. Berpikir empat arah - lihatlah berbagai sudut. 3. Alternatif – hasilkan ide sebanyak-banyaknya. 4. Desain kombinasi baru – carilah kombinasi terbaik dari semua ide. 5. Ukur – tetapkan kombinasi terbaik. 6. Terapkan.48 Teknik berpikir kreatif ini biasanya digunakan dalam pembelajaran Fiqih. c. Teknik membaca cepat. Langkah-langkahnya sebagai berikut : 1. Bacalah hanya kata-kata yang penting yaitu judul dan sub judul, kemudian catatlah yang diperoleh dari langkah pertama dalam bentuk peta pikiran. 2. Renungkanlah apa yang telah diperoleh dari langkah pertama, praktekkanlah dengan cerdas hubungan antara masing-masing sub judul dengan judulnya, kemudian perkirakan dengan cerdas pula apa yang dibahas dalam masing-masing sub judul.

48

Colin Rose, Kuasai Lebih Cepat, (Bandung: Kaifa, 2002), 178.

59

3. Bacalah kembali hanya kata-kata yang perlu, yaitu satu kalimat pertama untuk setiap paragrap. Karena ide pertama setiap paragrap ada dikalimat utama yaitu kalimat utama masing-masing paragraph. 4. Renungkanlah kembali apa yang telah kita peroleh. 5. Bacalah bagian bacaan yang menurut kita perlu atau menarik. 6. Lengkapilah peta pikiran.49 d. Teknik berhitung cepat. Langkah-langkahnya sebagai berikut : Untuk teknik berhitung cepat di sini seorang guru harus lebih pandai dalam memilih materi apa yang cocok dalam menerapkan teknik berhitung cepat, karena dalam teknik berhitung cepat di sini banyak sekali alternative untuk menyelesaikan satu persoalan.

B. Kajian Tentang Prestasi Belajar 1. Pengertian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Prestasi belajar pendidikan Agama Islam adalah sebuah rangkaian kalimat yang terdiri dari tiga kata, yakni, prestasi, belajar dan pendidikan Agama Islam (PAI), yang mempunyai arti yang berbeda-beda, berikut ini pembahasan dari masing-masing kata, antara lain yaitu :

49

Colin Rose, Kuasai Lebih Cepat, …., 180.

60

“Prestasi berarti hasil usaha”.50Sedangkan menurut istilah prestasi adalah hasil dari suatu kegiatan yang telah dikerjakan, diciptakan baik secara individu maupun kelompok prestasi tersebut.51 Sedangkan belajar adalah setiap perubahan yang relatif menetap dalam tingkah laku yang terjadi sebagai suatu hasil dari latihan atau

pengalamannya.52Sendiri dari interaksi dengan lingkungan. “Prestasi belajar” adalah penguasaan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran. Lazimnya ditunjukkan dengan nilai tes atau angka yang diberikan oleh guru.53Ada pendapat lain yang mengatakan bahwa prestasi belajar adalah penilaian hasil usaha kegiatan yang dinyatakan dalam bentuk angka, huruf atau simbol yang dapat mencerminkan hasil yang telah dicapai oleh siswa atau anak dalam pereode tertentu, misalnya tiap semester yang dinyatakan dalam raport.54 Sedangkan pendidikan Agama Islam (PAI) di sini lebih pada pendidikan yang bersumber pada ajaran Islam. Hakikat pendidikan mengarahkan dan membimbing pertumbuhan serta perkembangan fitrah anak didik melalui ajaran Agama Islam.55Sedangkan pendidikan Agama Islam

Zainal Arifin, Evaluasi Instruksioanl Prinsip -Teknik-Prosedur, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1991), 3. 51 Saiful Bahri Djamarah, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional, 1994), 19. 52 Ngalim Purwanto, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990), 84. 53 Depdiknas, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka, 2002), 895. 54 Sutratina Tirtonegoro, Anak Supernormal dan Program Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara, 1984), 48. 55 M. Arifin, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara, 1993), 31.

50

61

(PAI) diartikan sebagai proses pembimbing, mengarahkan dan mengajarkan anak untuk mencapai tujuan yang tetapkan yaitu menanmkan taqwa serta menegakkan kebenaran sesuai dengan ajaran Agama Islam. Berdasarkan beberapa pendapat di atas dapat diambil kesimpulan mengenai pengertian”prestasi belajar pendidikan Agama Islam (PAI)”, yakni perubahan yang terjadi pada siswa sebagai suatu bimbingan seorang guru untuk mencapai tujuan yang ditetapkan yang dinyatakan dalam bentuk angka. Huruf maupun simbol yang merupakan cerminan dari hasil yang telah dicapai oleh siswa dalam waktu tertentu yang dinyatakan dalam raport. Adapun dalam al-Qur'an yang terdapat dalam surat Al-Qhqaf ayat 19 yang berbunyi :

.‫ﻳﻈﻠﻤﻮﻥ‬‫ﻴﻬﻢ ﹶﺍﻋﻤﻠﻬﻢ ﻭﻫﻢ ﻻ‬‫ﻴﻮﻓ‬‫ﺍﻭِﻟ‬‫ﺎﻋﻤﻠﻮ‬ ‫ﻭِﻟﻜﻞ ﺩﺭﺟﺖ ﻣ‬ ‫ ﹶ‬  ‫ ﹶ ﹾ ﹶ‬     ‫ ﹶ‬   ِ ِ   ‫ ِ ﹸ‬ ‫ ِﻤ‬    ‫ ﹸ ﱢ‬
Artinya : “Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, serta mereka tiada dirugikan”.56 Pada ayat tersebut sudah dijelaskan dinyatakan bahwa prestasi seseorang disesuaikan dengan amalan-amalan yang telah dikerjakan, dan Allah tidak mengurangi balasan dari pekerjaan mereka karena prestasi yang dicapai itu berkat usaha mereka sendiri.

56

Depag RI, al-Qur'an Dan Terjemahannya, (Surabaya: Surya Citra Aksara, 1993), 25.

62

Begitu juga bagi seorang siswa

diwajibkan untuk meningkatkan

prestasi belajarnya, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai dengan hasil yang memuaskan serta dapat mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari.

2. Jenis-Jenis Prestasi. Dalam sistem pendidikan Nasional atau rumusan pendidikan mempunyai beberapa tujuan, baik itu beberapa tujuan, baik itu tujuan kurikulumnya maupun tujuan instruksional, pada penelitian ini menggunakan klasifikasi hasil belajar (prestasi belajar). Prestasi belajar menurut Benyamin Bloom secara garis besar dibagi 3 ranah, yakni ranah kognitif, ranah afektif, ranah psikomotorik. a. Ranah kognitif. Pada ranah ini mempunyai beberapa tingkatan, yaitu :57 1). Pengetahuan (knowledge). 2). Pemahaman (comprehension). 3). Penerapan (application). 4). Penguraian (analysis). 5). Pemanduan (syntesis). 6). Penilaian (evaluatif).

Nana Sudjana, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1990), 22-23.

57

63

Perubahan yang terjadi pada ranah kognitif ini tergantung pada tingkat kedalaman belajar yang dialami oleh siswa. Dengan pengertian bahwa perubahan yang terjadi pada ranah diharapkan seorang siswa mampu melakukan pemecahan terhadap masalah-masalah yang

dihadapinya sesuai dengan bidang studi yang dihadapinya. b. Ranah affektif. Adapun jenis katagori dalam ranah ini adalah sebagai hasil dari belajar yang mulai dari tingkat dasar sampai yang kompleks, yaitu : 1). Menerima rangsangan (receving). 2). Merespon rangsangan (responding). 3). Menilai sesuatu (valuing). 4). Mengorganisasi nilai (organization). 5). Menginternalisasikan (mewujudkan) nilai-nilai (characteazion by value or value compleks). Pada ranah afektif ini harapkan siswa mampu lebih peka terhadap nilai dan etika yang berlaku, dalam bidang ilmunya perubahan yang terjadi cukup mendasar, maka siswa tidak hanya menerimanya dan

memperhatikan saja, melainkan mampu melakukan satu sistem nilai yang berlaku dalam bidang ilmunya.58

Muhibbin dkk, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media Karya Anak Bangsa, 1996), 71-72.

58

64

Pada tipe belajar ini ditampak pada siswa pada berbagai tingkah laku seperti perhatiannya terhadap pelajaran, disiplin, motivasi belajar, menghargai dan teman di kelas dan kebiasaan di lingkungan yang baik. c. Ranah psikomotorik. Dalam ranah psikomotorik ini erat sekali dengan ketrampilan yang bersifat konkret, walaupun demikian tidak terlepas dari kegiatan belajar yang bersifat konkret, walaupun demikian tidak terlepas dari kegiatan belajar yang bersifat mental (pengetahuan dan sikap). Dalam hal ini belajar merupakan tingkah laku yang nyata dan dapat dialami. Dari araian di atas dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar khususnya pendidikan Agama Islam (PAI) merupakan sebuah proses yang mengakibatkan beberapa perubahan yang relative menetap dalam tingkah laku seseorang yang sesuai dengan tujuan pendidikan Agama Islam (PAI). Baik yang meliputi aspek kognitif, affektif dan psikomotorik, maupun aspek-aspek yang lain sehingga perubahan sifat yang terjadi pada masing-masing aspek tersebut tergantung pada tingkat kedalaman belajar.

3. Kriteria Prestasi Pendidikan Agama Islam (PAI). Untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan belajar siswa terhadap proses belajar mengajar yang telah dilakukannya dan untuk mengetahui keberhasilan guru dalam mengajar, maka digunakan kriteria penilaian sebagai

65

acuan tingkat keberhasilan sejalan dengan kurikulum yang telah ditentukan saat ini sebagai berikut : a. Istimewa. Apabila seluruh pelajaran yang dapat dikuasai oleh siswa. b. Baik sekali. Apabila 80-90 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasi oleh siswa. c. Baik. Apabila 70-80 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa. d. Cukup. Apabila 60-70 % pelajaran yang diajarkan dapat dikuasai oleh siswa. e. Kurang. Apabila 60 % ke bawah pelajaran dapat dikuasai oleh siswa. Dengan melihat kriteria terdapat dalam format daya serap siswa dalam pelajaran yang prosentase keberhasilan siswa, sebelum mencapai tujuan instruksional khusus, dapat diketahui tingkat keberhasilan proses belajar mengajar yang telah dicapai oleh siswa dan guru.59

4. Penilaian Proses Belajar Mengajar. Menurut Nana Sudjana, bahwa penilaian proses belajar mengajar memiliki kriteria, yaitu :

Moh. Uzer Usman, Lilis Setiawati, Upaya optimalisasi Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 1995), 1.

59

66

a. Konsistensi kegiatan belajar mengajar dengan kurikulum. Kurikulum adalah program belajar mengajar yang telah ditentukan sebagai acuan apa yang seharusnya dilaksanakan. Keberhasilan proses belajar mengajar dilihat sejauh mana acuan tersebut dilaksanakan secara nyata dalam bentuk dan aspek-aspek : 1). Tujuan-tujuan pengajaran. 2). Bahan pengajaran yang diberikan. 3). Jenis kegiatan yang dilaksanakan. 4). Cara melaksanakan jenis kegiatan. 5). Peralatan yang digunakan untuk masing-masing kegiatan, dan. 6). Penilaian yang digunakan untuk setiap tujuan. b. Keterlaksanaannya oleh guru. Dalam hal ini adalah sejauh mana kegiatan program yang telah dilaksanakan oleh guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti. Dengan apa yang direncanakan dapat diwujudkan sebagaimana seharusnya, keterlaksanaan ini dapat dilihat dalam hal : 1). Mengkodisikan kegiatan belajar siswa. 2). Menyiapkan alat, sumber dan perlengkapan belajar. 3). Waktu yang disediakan untuk waktu belajar mengajar. 4). Memberikan bantuan dan bimbingan belajar kepada siswa. 5). Melaksanakan proses dan hasil belajar siswa.

67

6). Menggeneralisasikan hasil belajar saat itu dan tindak lanjut untuk kegiatan belajar mengajar berikutnya. c. Keterlaksanaannya oleh siswa. Dalam hal ini dinilai sejauh mana siswa melakukan kegiatan belajar mengajar dengan program yang telah ditentukan guru tanpa mengalami hambatan dan kesulitan yang berarti, keterlaksaan siswa dapat dilihat dalam hal : 1). Memahami dan mengikuti petunjuk yang diberikan oleh guru. 2). Semua siswa turut melakukan kegiatan belajar. 3). Tugas-tugas belajar dapat diselesaikan sebagaimana mestinya. 4). Manfaat semua sumber belajar yang disediakan guru. 5). Menguasai tujuan-tujuan pengajaran yang telah ditetapkan guru. d. Motivasi belajar siswa. Keberhasilan dalam belajar mengajar dapat dilihat dalam motivasi belajar yang ditunjukkan para siswa pada saat melaksanakan kegiatan belajar mengajar, hal ini dapat dilihat dalam hal : 1). Minat dan perhatian siswa terhadap pelajaran. 2). Semangat siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya. 3). Tanggung jawab siswa dalam mengerjakan tugas-tugas belajarnya. 4). Reaksi yang ditunjukkan siswa terhadap stimulus yang diberikan guru. 5). Rasa senang dan puas dalam mengerjakan tugas yang diberikan.

68

e. Kearifan para siswa dalam kegiatan belajar. Penilaian proses belajar mengajar terutama adalah melihat sejauh mana keahtifan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar, keahtifan siswa dapat dilihat dalam hal : 1). Turut dalam melaksanakan tugas belajarnya. 2). Terlibat dalam pemecahan masalah. 3). Bertanya kepada siswa lain atau kepada guru apabila tidak memahami persoalan yang dihadapinya. 4). Berusaha mencari berbagai informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah. 5). Melaksanakan diskusi kelompok sesuai dengan petunjuk guru. 6). Menilai kemampuan dirinya dan hasil-hasil yang diperolehnya. 7). Melatih diri dalam memecahkan soal atau masalah yang sejenis. 8). Kesempatan menggunakan atau menerapkan apa yang telah

diperolehnya dalam menyelesaikan tugas atau persoalan yang dihadapinya. f. Interaksi guru-siswa. Interaksi guru dengan siswa berkenaan dengan komunikasi atau hubungan timbale balik atau hubungan dua arah antara siswa dan guru dan atau siswa dengan siswa dalam melakukan kegiatan belajar mengajar, hal ini dapat dilihat dalam hal :

69

1). Tanya jawab atau dialog antara guru dengan siswa atau antara siswa dengan siswa. 2). Bantuan guru terhadap siswa yang mengalami kesulitan belajar, baik secara individual maupun secara kelompok. 3). Dapatnya guru dan siswa tertentu dijadikan sumber belajar. 4). Senantiasa beradanya guru dalam situasi belajar mengajar sebagai fasilitator belajar. 5). Tampilnya guru sebagai pemberi jalan ke luar manakala siswa menghadapi jalan buntu dalam tugas belajarnya. 6). Adanya kesempatan mendapat umpan balik secara berkesinambungan dari hasil belajar yang diperoleh siswa. g. Kemampuan atau ketrampilan guru mengajar. Ketrampilan atau kemampuan guru mengajar merupakan puncak guru yang professional sebab merupakan penerapan semua kemampuan yang telah diikutinya dalam hal bahan pengajaran, komunikasi dengan siswa, metode mengajar dll, beberapa indikator dalam menilai kemampuan ini antara lain adalah : 1). Menguasai bahan pengajaran yang disampaikan kepada siswa. 2). Terampil berkomunikasi dengan siswa. 3). Mengusai kelas sehingga dapat mengendalikan kegiatan siswa. 4). Terampil menggunakan berbagai alat dan sumber belajar. 5). Terampil menggunakan pertanyaan, baik lisan maupun tulisan.

70

h. Kualitas hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Salah satu keberhasilan proses belajar mengajar dilihat dari hasil belajar yang dicapai oleh siswa. Dalam hal ini aspek yang dilihat antara lain adalah : 1). Perubahan pengetahuan, sikap dan perilaku siswa setelah

menyelesaikan pengalaman belajarnya. 2). Kualitas dan kuantitas penguasaan tujuan intruksional oleh para siswa. 3). Jumlah siswa yang dapat mencapai tujuan intruksional minimal 75 dari jumlah intruksional yang harus dicapai. 4). Hasil belajar tahan lama diingat dan dapat digunakan sebagai dasar dalam mempelajari bahan berikutnya.60

5. Evaluasi Belajar Pendidikan Agama Islam (PAI). Evaluasi adalah suatu tindakan yang digunakan untuk menentukan suatu nilai : Jenis evaluasi ada 3 macam, yaitu : 1). Evaluasi harian yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan setiap hari pada saat sebelum atau sesudah materi pelajaran disampaikan. 2). Ulangan yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan setiap selesai materi satu atau dua bab yang disampaikan.

60

Nana Sudjana, Penilaian Hasil, ……, 60-62.

71

3). Ulangan akhir semester yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada setiap akhir semester yang ditandai dengan pembagian raport. Namun evaluasi atau penilaian yang dilakukan pada pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI) tidak hanya 3 macam ini saja namun ada 3 tambahan, yaitu : 4). Evaluasi hafalan yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada materimateri hafalan. 5). Evaluasi praktek yaitu kegiatan evaluasi yang dilakukan pada materi PAI yang harus dipraktekkan dalam suatu kegiatan.

6. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Prestasi Belajar. Prestasi belajar yang dicapai seorang siswa merupakan hasil interaksi antara berbagai faktor yang mempengaruhi baik dalam diri (faktor internal) maupun dari luar diri (faktor eksternal) dari siswa itu sendiri. Sebagai ciri dilakukan ahtifitas belajar adalah adanya perubahan, baik perubahan dalam pengetahuan, kecakapan atau tingkah laku yang menuju tercapainya tujuan pendidikan Agama Islam yang dicita-citakan, karena prestasi belajar merupakan keberhasilan seseorang dalam belajar. Maka faktor-faktor yang mempengaruhi belajar akan berpengaruh juga terhadap prestasi yang dicapai seseorang.

72

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa antara lain : a. Faktor-faktor dari dalam pelajar (internal). 1). Faktor jasmani. Kondisi fisik merupakan faktor yang dapat mempengaruhi siswa dalam proses belajar PAI, siswa yang dalam kondisi sehat jamaninya akan berbeda dengan siswa yang tidak sehat jasmaninya, karena belajar memerlukan kecakapan, keterampilan dan kemampuan berpikir, selain itu ketidak sempurnaan panca indera juga dapat mempengaruhi prestasi belajar siswa, misalnya : cacat mata, telinga dan sebagainya. Karena kualitas panca indera merupakan syarat bagi suatu proses pembelajaran adalah pendengaran dan penglihatan. 2). Faktor psikologis. a). Bakat. Bakat juga merupakan faktor internak yang banyak mempengaruhi prestasi belajar siswa, setiap bakat inilah yang dapat memungkinkan siswa berkembang sesuai dengan

keinginannya, setiap manusia memiliki bakat yang berbeda-beda, untuk mengembangkan bakat yang dimiliki, seorang harus mendapatkan bimbingan dan pengarahan yang efektif sebab kalau tidak, maka bakat tersebut tidak dapat berkembang.

73

b). Kecerdasan. Setiap individu yang lahir memiliki kecerdasan yang berbeda-beda, kecerdasan dapat mempengaruhi cara berpikir dan kemampuan beradaptasi dengan berbagai masalah yang dihadapi, oleh karena itu siswa akan berhasil jika dalam dirinya ada dorongan untuk belajar. c). Minat. Minat adalah suatu gejala psikis yang ada pada seseorang yang direalisasikan dengan senang dan menunjukkan perhatian dengan perasaan dan perhatian yang berpusat pada suatu obyek. Sehingga seseorang tersebut mempunyai kecenderungan untuk melakukannya dan belajar dapat berjalan dengan baik bila disertai oleh minat. d). Motivasi. Motivasi adalah dorongan dari dalam yang menimbulkan kekuatan individu untuk bertingkah laku guna memenuhi kebutuhan seseorang (siswa) akan berhasil dalam belajar jika pada dirinya terdapat dorongan atau keinginan untuk belajar. b. Faktor-faktor dari luar pelajar (eksternal). 1). Keluarga. Keluarga adalah Ayah, Ibu dan anak-anak serta famili yang menjadi penghuni rumah, seemua kondisi yang ada di dalam keluarga

74

seperti tinggi rendahnya pendidikan orang tua, besar kecilnya penghasilan, cukup kurangnya perhatian orang tua keanak, akrab

tidaknya hubungan orang tua keanak atau antara Ayah dan Ibu dan lain sebagainya. Yang semua itu dapat mempengaruhi pencapaian hasil belajar anak, begitu juga dengan kondisi rumah serta kedaan cuaca. 2). Sekolah. Keadaan sekolah seperti tempat belajar turut mempengaruhi tingkat keberhasilan belajar seperti kualitas guru, metode pengajaran, kesesuaian kurikulum, keadaan sarana dan prasarana dan sebagainya. 3). Masyarakat. Keadaan masyarakat juga menentukan prestasi belajar jika kondisi masyarakat tidak mendukung pendidikan maka prestasi belajar akan menurun. Contohnya jika disekitar tempat tinggalnya terdiri dari orang-orang yang mendukung pendidikan yang rata-rata anaknya bersekolah dan baik moralnya, hal ini dapat memotivasi anak-anak untuklebih giat belajar. Dan sebaliknya, apabila tinggal di lingkungan banyak anak yang tidak baik moralnya jarang yang bersekolah serta banyaknya pengangguran. Hal ini akan mengurangi semangat belajar atau masyarakat yang tidak menunjang sehingga motivasi belajar berkurang.

75

4). Lingkungan sekitar. Keadaan lingkungan tempat tinggal, juga sangat penting dalam mempengarui prestasi belajar, keadaan lingkungan, bangunan rumah,

suasana sekitar, keadaan lalu lintas, iklim dan sebagainya.

C. Pengaruh Strategi Quantum Quotient Terhadap Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Di SMPN 3 Gilang Sidoarjo. Pendekatan strategi Quantum Quotient sangat penting dalam

meningkatkan mutu pendidikan dan pengajaran, strategi Quantum Quotient merupakan salah satu cara dalam mencerdasan kegiatan intelektual, emosional dan spiritual siswa serta mempunyai peranan penting yang cukup besar dalam menentukan keberhasilan program pendidikan dan pangajaran. Dengan menggunakan strategi Quantum Quotient pada proses belajar mengajar, siswa diharapkan lebih mampu meningkatkan prestasi belajar pendidikan Agama Islam. Teknil Quantum Quotient lebih meningkatkan penggunaan belahan otak kanan sebagaimana diketahui bahwa belahan otak kanan berkaitan erat dengan aktifitas-aktifitas kreatif yang menggunakan irama, musik, warna, gambar serat emosi subyek.61Sehingga proses pembelajaran menjadi sesuatu yang unik dan menyenangkan. Mempelajari sistem Quantum Quotient bukan berarti menggantikan proses pembelajaran itu sendiri, Quantum Quotient hanyalah sebagai pelengkap, proses
61

Colin Rose Malcolm S. Nicholl, Accelered Learning, (Bandung: Penerbit Nuansa, 2003, 54.

76

pembalajaran

juga

merupakan

saran

untuk

mempermudah

penguasaan

pembelajaran. Di dalam strategi Quantum Quotient terdapat teknik membaca cepat, teknik berpikir kreatif dan teknik menghitung cepat. Strategi Quantum Quotient ini dapat membantu siswa pada saat proses belajar mengajar berlangsung. Karena strategi Quantum Quotient merupakan sarana untuk mempermudah dalam penguasaan pelajaran. Dengan menggunakan beberapa teknik Quantum Quotient yang ada serta sedikit usaha dapat memperkuat menghafal cepat, membaca cepat pada materi pelajaran, sehingga dalam pelaksanaan proses belajar mengajar dapat lebih efektif dan efisien serta lebih menarik perhatian siswa dengan begitu prestasi belajar siswa lebih meningkat. Dengan kata lain dengan menggunakan strategi Quantum Quotient dapat meningkatkan kecerdasan IQ, EQ, SQ sehingga siswa dapat menggunakan pengetahuan atau ketrampilan yang dikembangkan melalui mata pelajaran yang ada dan nilai hasil belajar siswa dapat meningkat lebih baik. Penggunaan strategi belajar Quantum Quotient dalam proses belajar mengajar dapat membangkitakan dan minat baru bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap siswa, karena penggunaan strategi belajar ini sangat membantu terhadap keefektifan proses pengajaran dan penyampaian isi pelajaran. Untuk mengetahui apakah strategi belajar sebagai salah satu strategi pembelajaran yang mampu mempengaruhi prestasi belajar, maka perlu diketahui terlebih dahulu mengenai bagaimana sebenarnya proses balajar mengajar dapat

77

dihubungkan antara critera proses belajar mengajar dapat mempengaruhi proses belajar dengan menggunakan strategi Quantum Quotient. Namun demikian, peranan strategi belajar dalam proses belajar mengajar tidak akan terlihat bila dalam penggunaan tidak sejalan dengan isi dan tujuan pengajaran yang telah ditetapkan, karena itu tujuan pengajaran haruslah dijadikan pangkal acuan untuk menggunakan strategi belajar. Apabila diabaikan maka, maka strategi belajar bukan lagi sebagai alat bantu proses belajar mengajar, melainkan sebagai penghambat dalam pencapaian tujuan pendidikan secara efektif dan efesien. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi Quantum Quotient mempunyai arti penting dalam meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran pendidikan Agama Islam (PAI).

78

BAB III HASIL PENELITIAN

A. Gambaran Umum Obyek Penelitian. 1. Latar Belakang. Berdasarkan wawancara dengan guru Pendidikan Agama Islam (PAI), yaitu Bpk. H. Al-Hadi, S. Ag, adalah salah satu guru yang merintis berdirinya SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo merupakan salah satu Institusi pendidikan yang bermula pada keinginan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur pada tahun 1995-1996, yang ingin menambah jumlah sekolah baru di wilayah Sidoarjo, wilayah itu salah satunya adalah kecamatan taman, hal ini langsung dilimpahkan kepada kecamatan. Kemudian orang kecamatan mencari lahan yang berada di wilayah taman, akhirnya orang kecamatan menerima lahan yaitu tanah Fasum di kletek, tanah Fasum adalah tanah bagian dari Perusahaan Gilang. Setelah itu, tanah itu dibangun ± 1 tahun SMP Negeri Taman selesai, dan SMP Negeri Taman mulai beroprasi pada tahun 1997-1998. Pada awal tahun pelajaran dimulai di sini masih filial, maksudnya belum ada guru atau Kepala Sekolah yang paten, namun para guru di sini pinjam dari SMP Negeri 3 Taman.

65 79

Baru dalam perjalanan cawu 1 tahun pelajaran 1997-1998 mulai ada Kepala Sekolah yang devinitif, artinya seorang yang sudah paten untuk ditugaskan menjadi Kepala Sekolah di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. Pada cawu II ada beberapa guru yang ditugaskan secara devinitif, waktu itu SMP Negeri 3 Taman baru menerima 3 kelas, dan selanjutnya pada tahun ke 2 mulai banyak guru yang mutasi dari sekolah lain. Inilah nama-nama Kepala Sekolah yang pernah menjabat sebagai Kepala Sekolah di SMP Negeri 3 Taman, antara lain sebagai berikut : a. Sri Utami, mulai bulan September 1997 - Maret 2002. b. H. Soewadji Antono, Maret 2002 - Maret 2004. c. H. Bacher Ramsyah, S. Pd, Maret 2004 - Februari 2006. d. Drs. H. Achmad Sururi, Februari 2001 - Desember 2007. e. Hj. Retno Untari Hadi. P, S. Pd, Desember 2007 - Sekarang.62

2. Visi, Misi Dan Tujuan SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. a. Visi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. “Beriman dan bertaqwa, berilmu untuk berprestasi dan berbudi pekerti luhur”. Indikator visi : 1). Terwujudnya pengembangan kurikulum yang adaptif dan proaktif. 2). Terwujudnya proses pembelajaran yang efektif dan efisien.

62

Pak Hadi, Guru PAI, Wawancara pribadi, Sidoarjo, Tanggal 27 Februari 2008, Siang,

13.30 Wib.

80

3). Terwujudnya lulusan yang cerdas dan kompetitif. 4). Terwujudnya SDM pendidikan yang memiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tinggi. 5). Terwujudnya sarana dan prasarana pendidikan yang relevan dan mutakhir. 6). Terwujudnya pengembangan penilaian. 7). Terwujudnya penggalangan biaya pendidikan yang memadai. 8). Terwujudnya manajemen-manajemen sekolah yang tangguh. b. Misi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. 1). Menyelenggarakan berbagai kegiatan secara efektif untuk

mewujudkan peningkatan dan pengembangan isi (Kurikulum). 2). Melaksanakan berbagai kegiatan Akademik dan non Akademik untuk memecahkan dinamika dan kualitas proses pembelajaran, pelatihan dan bimbingan. 3). Melakukan berbagai kegiatan pencapaian ketuntasan kompetensi kelulusan baik pengetahuan ketrampilan, sikap dan prilaku. 4). Pengupayaan berbagai kegiatan untuk menunjang dalam peningkatan profesionalisme guru, karyawan dan tenaga pendidikan lainnya. 5). Mengoptimalkan berbagai kegiatan upaya pengadaan, pemanfaatan, dan pemeliharaan fasilitas pendidikan. 6). Memaksimalkan pelaksanaan penilaian secara menyeluruh dan berkesinambungan untuk nendapatkan hasil yang sebenarnya.

81

7). Meningkatkan dan mengembangkan pembiayaan untuk mendukung pelaksanaan pendidikan atau sekolah secara menyeluruh. 8). Memantapkan pelaksanaan manajamen berbasis sekolah (MBS) melalui berbagai kegiatan pembinaan dan pelatihan. c. Tujuan sekolah. Dalam rangka 5 (lima) tahun pembinaan, yang dihararpkan : Tujuan 1 : Meningkatkan/mengembangkan kurikulum : 1). Mengembangkan silabus untuk semua mata pelajaran pada semua tingkat (kelas). 2). Mengembangkan rencana pembelajaran untuk semua mata pelajaran pada semua tingkat. 3). Mengembangkan sekolah mencakup standar isi. Tujuan 2 : Meningkatkan/mengembangkan proses : 1). Meningkatkan bahan dan sumber pembelajaran. 2). Mengembangkan pembelajaran dengan pendekatan ctl. 3). Mengembangkan pembinaan dan pelatihan bidang Akademik dan non Akademik. 4). Mengembangkan pemantapan materi Ujian Nasional. 5). Mengembangkan kegiatan dalam rangka pencapaian standar proses pembelajaran.

82

Tujuan 3 : Meningkatkan/mengembangkan kualitas lulusan : 1). Memiliki tim (siswa) Akademis yang mantap. 2). Memiliki tim (siswa) olah raga yang kuat. 3). Memiliki tim (siswa) seni yang berprestasi. 4). Memiliki tim (siswa) pramuka yang handal. 5). Memiliki tim (siswa) PMR yang tangguh. 6). Memiliki tim (siswa) Jurnalistik yang unggul. 7). Memiliki tim (siswa) lainnya yang menyakinkan output dan out line yang membanggakan lulusan yang standar kompetensi yang mantap. Tujuan 4 : Meningkatkan/mengembangkan tugas pendidikan : 1). Mengadakan pelatihan bahasa Inggris bagi semua guru dan karyawan. 2). Mengadakan pelatihan komputer dan multi media semua guru dan karyawan. 3). Mengadakan workshop, Seminar dan lokakarya pendidikan. 4). Mengadakan studi banding ke SMP koalisi dan Lembaga terkait. 5). Mendukung guru dan karyawan melanjutkan studi. 6). Mendukung guru dan karyawan mengikuti Penataran, Diklat, Workshop kedinasan. 7). Memiliki standar guru dan karyawan yang mengaju pada SMP.

83

Tujuan 5 : Meningkatkan/mengembangkan, sarana dan prasarana : 1). Mencapai pengadaan, pemanfaatan, pemeliharaan fasilitas sekolah memenuhi SDM 2). Mencapai standar pengelolahan fasilitas pendidikan secara mantap. Tujuan 6 : Meningkatkan/mengembangkan penilaian : 1). Mengembangkan pedoman penilaian 2). Mengembangkan perangkat soal ulangan harian, ulangan blok dan ujian Nasional 3). Mengembangkan Instrumen perbaikan (remidi) dan pengayaan. 4). Mengembangkan lomba-lomba, uji coba sebagai upoaya peningkatan standar nilai. 5). Mengembangkan berbagai kegiatan untuk mencapai standar penilaian secara mantap. Tujuan 7 : Meningkatkan/mengembangkan pembiayaan pendidikan : 1). Mengadakan penggalangan dana dari berbagai sumber. 2). Mengadakan penciptaan usaha-usaha yang produktif. 3). Mengadakan optimisme pendaya gunaan potensi fasilitas sekolah. 4). Mengadakan jaringan kerja dengan stake-holder yang peduli terhadap pendidikan. 5). Mengadakan peningkatan standar pembiayaan yang mantap.

84

Tujuan 8 : Meningkatkan/mengembangkan manajemen dan kelembagaan. 1). Sekolah memiliki adminitrasi yang baik. 2). Sekolah melaksanakan MBS secara mantab. 3). Sekolah melaksanakan monitoring dan evaluasi secara periodik. 4). Sekolah memiliki job discroption yang jelas. 5). Sekolah memiliki aturan tentang rekrutmen jabatan-jabatan di sekolah. 6). Sekolah memiliki ketentuan-ketentuan reward dan punishment terhadap guru, karyawan dan siswa. 7). Sekolah memiliki komite sekolah yang mantap dan handal. 8). Sekolah memiliki tim Litbag yang mantap dan handal. 9). Sekolah telah mampu meningkatkan mutu kelembagaan dan manajemen secara mantap.

B. Kondisi Umum Obyek Penelitian. 1. Keadaan Guru Dan Karyawan. a. Keadaan guru. Guru merupakan penentu terhadap keberhasilan suatu kegiatan belajar mengajar, harus menjadi perhatian bagi sebuah Institusi pendidikan, guru akan menunaikan tugasnya dengan baik atau dapat bertindak sebagai tenaga pengajar yang efektif, jika padanya terdapat berbagai kompetensi keguruan dan melaksanakan fungsinya sebagai guru.

85

Untuk mengetahui keadaan guru di SMP Negeri 3 Taman, dapat dilihat tabel : Tabel 1 Rekapitulasi Data Guru SMP 3 Taman Sidoarjo Tahun Pelajaran 2007-2008
No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 Nama Drs. Didik Suwito Drs. M. Suwito Drs. Abdul Wahib M. Yahya, S. Pd Muhajir, S. Pd M. Ishak Drs. H. Anshori Sri Mulyani, S. Pd Nanang Santoso, S. Pd Ing’anah, S. Pd Nuruddin, S. Pd Drs. Endik Prasetya I, M. Pd Drs. Kustiyono Drs. Agus Purnomo Heni Suryaningsih, S. Pd Drs. M. Su’di Hj. Bekti Susilaningsih, S. Pd Yuyun Chotidjah, M. Pd H. Al-Hadi, S. Ag. Drs. Hendra Marhendinata Aris Sriawan, M. Pd Bambang Ardianto, S. Pd Triana Nahrin M, S. Pd Dra. Sri Rumanti Tri Astuti, S. Pd Warsinah, S. Pd Dra. Sri Widjajanti Dra. Nanik Rosidah Bidang Study Kwarganegaraan P. Ag. Islam B. Indonesia Matematika B. Indonesia Matematika IPS B. Indonesia B. Inggris Kwarganegaraan IPS TIK BP/BK IPA Bhs. Daerah IPA Seni Budaya B. Daerah, TIK P. Ag. Islam Penjas Orkes B. Inggris IPA IPA B. Indonesia B. Indonesia Metamatika Kewarganegaraan, IPS BP/BK Seni Budaya Pendidikan S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-2 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-2 S-1 S-1 S-2 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 Jabatan Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Pembina Guru dewasa TK 1 Guru dewasa TK 1 Guru dewasa TK 1 Guru dewasa TK 1 Guru dewasa TK 1 Guru dewasa TK 1 Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa Guru dewasa

86

29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39

Hj. Juahiriyah, S. Pd Toli Kinaryadi, S. pd Dra. Maria Magdalena Achmad Zaienuri, S. Pd Suliyem, S. Th Drs. Rahmat Hidayat Dib Budi Raharjo, S. Pd Luluk Chumaidah, S. Pd Sukianah, S. Pd Imamul Baihaqi, Amd. Kom Siska Dian Herlina, S. Pd

IPA Matematika IPS Keterampilan P. Ag. Kristen Pend. Jamani B. Inggris B. Inggris, BP/BK IPS/BP/BK TIK BP/BK

S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1 S-1

Guru dewasa Guru dewasa Guru madya TK 1 Guru madya -

b. Keadaan karyawan. Karyawan dalam lingkungan Sekolah dapat dikelompokkan sesuai dengan tugas dan jenisnya terdiri dari : 1). Tata usaha. Tata Usaha bertugas mempersiapkan program kerja Ketatausahaan sekolah meliputi : a). Penyiapan program kerja ketatausahaan sekolah. b). Kepegawaian. c). Prasarana sekolah. d). Keuangan. 2). Pesuruh sekolah. a). Menyiapkan sekolah dalam keadaan bersih, indah dan siap pakai sebelum sekolah dimulai sehingga dapat menimbulkan gairah belajar.

87

b). Seusai sekolah pesuruh berkewajiban membenahi sekolah dalam keadaan aman dan bersih. c). Membantu kelancaran administrasi Sekolah, yaitu, mengantar surat-surat Dinas ke Instansi-Instansi yang relavan atau Kantor Pos baik Pemerintah maupun Swasta. d). Membantu Kepala Sekolah maupun guru dalam pelaksanaan 6 K. 3). Penjaga malam. Adapun tugas-tugasnya sebagai berikut : a). Menjaga kelestarian dan pengamanan lingkungan Sekolah. b). Bertanggung jawab atas pengawasan pendayagunaan listrik dan air.

2. Keadaan Siswa. a. Keadaan siswa TP 2007-2008. Tabel 2. Keadaan Siswa Tahun Pelajaran 2007-2008 No 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Kelas 7A 7B 7C 7D 7E Jumlah 8A 8B L 16 20 21 22 22 101 10 17 Jumlah Siswa P Jumlah 24 40 20 40 19 40 18 40 18 40 99 200 30 40 23 40

88

8C 8D 8E 8F Jumlah 12. 9A 13. 9B 14. 9C 15. 9D 15. 9E Jumlah Jumlah Kls 7, 8,9

8. 9. 10. 11.

18 24 20 24 111 20 18 18 14 15 85 297

22 14 18 14 120 17 20 20 25 22 104 324

40 38 38 34 230 37 38 38 39 36 188 618

b. Perkembangan jumlah siswa 5 tahun terakhir. Keadaan Siswa 5 Tahun Terakhir No Kelas 2003-2004 153 203 132 488 2004-2005 200 168 170 438 Jumlah Siswa 2005-2006 2006-2007 130 180 210 200 180 172 520 552

1. 7 2. 8 3. 9 Jumlah

2007-2008 200 230 188 618

3. Struktur Organisasi. Untuk lebih meningkatkan mutu dari kegiatan pembelajaran yang ada di SMP Negeri 3 Taman, penempatan para guru yang profesional dibidang masing-masing dan supaya kegiatan belajar mengajar efektif dan efisien, maka dibuatlah suatu struktur organisassi sebagai berikut :

89

Struktur Organisasi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo Tahun Ajaran 2007-2008.
Bupati Sidoarjo Dinas P & KProp Jatim Dinas Pendidikan Kabupaten Sidoarjo Kepala Sekolah Hj. Retno Untari Hadi P, S. Pd. Nip. 131 560 119 Wakil Kepala Sekolah Aris Setiawan, M.Pd Nip. 132 203 218 Koord Tata Usaha Siti Fadilah, S. Pd. Nip. 132 167 249

Dewan Pendidikan

Komite Sekolah

Kaur Kurikulum Drs. M. Su’di Nip. 132 177 115

Kaur Kesiswaan M. Yahya, S. Pd. Nip. 131 695 256

Kaur Sapras H. Al-Hadi, S.Ag. Nip. 132 200 074

Kaur Humas Drs. M. Suwito Nip. 131 959 709

1. 2. 3. 4. 5.

Sub Unit Pelayanan Teknis Lap IPA : Bambang Ardianto, S. Pd. Lab Bahasa : Nanang Santoso, S. Pd. Lab Komputer : Yuyun Chotidjah, M. Pd. Lab Ketrampilan/Kesenian : Tri Astuti, S. Pd. Perpustakaan : Warsinah, S. Pd.

Sub Unit Pelayanan Teknis 1. Kop. Siswa : Heni Suryaningsih, S. Pd. 2. UKS : Triana Nahrin M, S. Pd. 3. Ekstrakurikuler : Pembina Ekstrat.

Wali Kelas

Guru Mapel

BP/BK

Keterangan : → : Garis Komando. .... : Garis Koordinasi.

Siswa

90

4. Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. Adapun keadaan sarana dan prasarana sebagai penunjang dan pelaksana kegiatan belajar di SMP Negeri Taman Sidoarjo, dapat dilihat sebagai berikut : Keadaan Sarana Dan Prasarana SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo No (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. Jenis Sarana Ukuran Luas Jumlah Kondisi Baik Cukup (5) (6) √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √ √

(2) (3) (4) Ruang Kepala Sekolah 3x7 1 Ruang guru 7x3 1 Ruang kelas 7x5 16 Ruang Perpustakaan 7x3 1 Ruang Lab. Komputer 7x3 1 Ruang Lab. IPA 3x8 1 Ruang Bahasa 3x8 1 Ruang kesenian/keterampilan 3x8 1 Ruang Administrasi/TU 3x8 1 Ruang Kopersi siswa 3x3 1 Ruang Osis 3x3 1 Ruang Bp 3x4 1 Ruang UKS0 3x3 1 Kamar mandi guru 2x2,5 3 Kamar mandi siswa 2x2,5 12 Gudang 3x3 1 Sumber data dokumentasi SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo.

Secara umum bisa dikatakan bahwa sarana dan prasaran di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo sudah cukup memadai terutama sarana dan prasarana untuk pembelajaran.

91

5. Penerapan Strategi Belajar Quantum Quotient di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Bardasarkan wawancara dengan Bapak H. Al- Hadi, M. Ag. Selaku guru DAI untuk kelas 8 A, B, C di SMPN 3 Taman Sidoarjo, bahwasanya setiap materi hafalan pada mata pelajaran pendidikan agama Islam selalu menggunakan teknik-teknik yang ada pada strategi Quantum Quontient, karena dalam proses belajar mengajar dengan menggunkan strategi Quantum Quontient dapat meningkatkan prestasi belajar yang ada yaitu nilai-nilai yang ada pada materi hafalan cukup memuaskan serta menjadikan siswa lebih akhtif dalam proses pembelajaran dan dapat memaksimalkan waktu belajar dengan baik. Namun tidak semua pelajaran PAI serta yang ada menggunakan stategi Quantum Quotient, hanya beberapa materi yang dapat dihafalkan serta dirasa cocok jika menggunakan strategi Quantum Quotient. Beliau berkali-kali mengulang hafalan pada setiap pelajaran pendidikan agama Islam

berlangsung. Hal itu diharapkan agar siswa menghafal dengan baik dan dapat dengan mudah memanggil ingatan. Untuk mengetahui lebih jelas tentang penggunaan strategi Quantum Quotient di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Maka penulis menjelaskan langkahlangkah penggunaan strategi Quantum Quontient di SMPN 3 Negeri. Dalam pembelajaran PAI tepatnya pada materi Al- Qur’an, akhlak dan fiqih yang paling cocok dan efektif menggunakan teknik menghafal cepat,

92

yang meliputi (sistem cantol, menyanyi, gerakan dan kosonan kreatif) teknik berpikir kreatif, teknik membaca cepat dan teknik menghitung cepat. a. Teknik Menghafal Cepat Teknik menghafal cepat disini dapat diperoleh dengan beberapa cara diantaranya: sistem cantolan, menyanyi atau kata penanda, gerakan dan kosonan kreatif. 1) Untuk sistem cantolan a. Kita membuat cantolan b. Mengasosiasikan dengan materi yang dihafal. c. Mengimajinasikan secara kreatif. d. Mengulanginya bila di perlukan Dalam sistem cantolan ini lebih tepat digunakan pada pelajaran Aqidah Akhlak, karena dalam pelajaran Aqidah Akhlak terdapat materi tentang Nabi-Nabi Ulul ’Azmi yang ada lima, yang disingkat dengan Nimin, yaitu: N I M I M Nuh Isa Musa Ibrahim Muhammad Pada saat proses belajar mengajar dimulai, disini seorangorang guru harus kreatif apabila dirasa para peserta didik kesulitan

93

untuk menghafal upat pada pelajaran Akhida akhlak pada materi ulum ’azmi biasanya di SMPN 3 Taman menggunakan sistem cantol untuk memudahkan para peserta didik mengikuti mata pelajaran tersut dengan menyenangkan. 2) Menyanyi Pada teknik menyanyi disini, kembali kepada seorang guru yang untuk selalu bersifat kreatif. Seorang guru harus mengerti materi apa yang tepat dijadikan lagu atau irama agar para siswa muda untuk muda untuk menyerap pelajaran yang telah disampikan, biasanya teknik menyanyi ini digunakan di SMPN 3 Taman untuk pelajaran aqidah dimateri sifat wajib bagi Allah dan nama-nama Malaikat yang kesemuanya itu lebih cepat menghafal jika dilagukan. 3) Gerakan Menghafal sambil melakukan gerakan sangat

membantu mengahtifkan memori, otak kita memiliki satu pusat kecerdasan yang disebut bodily - kinestethyc intelligence kecerdasan gerak.63 Gerakan dapat membuat otot-otot lebih rileks, santai dan juga membangkitkan semangat, mengusir kemalasan dan kejenuhan.
63

IR. Agus Nggermanto, Quantum, ………, 64.

94

Teknik gerakan ini sangat membantu untuk menghafal suatu ungkapan yang harus sama persis, tepat tanpa ada kesalahan kata demi kata, umumnya sangat bermanfaat untuk menghafal ungkapan-ungkapan dalam bahasa asing, misalnya : mengajarkan anak ketika mengerjakan sholat. b. Teknik berpikir kreatif. Dalam berpikir kreatif harus memenuhi tiga syarat diantaranya : Kreatifitas melibatkan respon atau gagasan yang baru. Memecahkan persoalan secara realistic. Kreatifitas merupakan usaha untuk mempertahankan in-sight yang orisinal, menilai dan mengembangkannya sebaik mungkin.64 Ketika berpikir kreatif, jenis berpikir evaluatif adalah sangat membantu dalam kreativitas karena menyebabkan kita menilai gagasan-gagasan secara kritis. c. Teknik membaca cepat. Membaca memiliki beranega ragam arti, antara lain adalah : menyampaikan, menelaah, membaca, mendalami, meneliti,

mengetahui ciri-ciri sesuatu dan sebagainya.65

64 65

IR. Agus Nggermanto, Quantum, …..…, 73. Ibid, 77.

95

Menurut Quarish Shihab dalam Tafsirnya (Pustaka Hidayah 1997), membaca itu mencakup telaah alam raya, masyarakat dan diri sendiri, serta bacaan tertulis, baik suci maupun tidak.66 Sedangkan menurut Tony Buzan membaca adalah hubungan timbal balik individu secara total dengan informasi simbolik. Membaca biasanya merupakan aspek visual belajar, dan berisi tujuh langkah berikut : pengenalan, asimilasi, intra-integrasi, ekstraintegrasi, penyimpanan, mengingat dan komunikasi.67 Salah satu cara mempercepat membaca dengan pertama melompat belakang dan regresi dapat dihilangkan, dengan hanya mempertimbangkan kata-kata yang perlu, kata-kata yang perlu dipertimbangkan kira-kira 10 persen, sisanya dapat diperkirakan dengan cerdas, kedua, waktu untuk setiap fiksasi dapat mendekati yang detik, ketiga, ukuran fiksasi dapat diperluas. d. Teknik berhitung cepat. Dalam teknik berhitung cepat terdapat beberapa cara diantaranya Alkhawarizmi, Trachtenberg, Onde-onde melenium, sempoa dan sapu tangan yang semuanya ini adalah cara menghitung cepat yang sangat membantu dalam berhitung cepat.

66 67

Quraish Shihab, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah, 1997), 87. IR. Agus Nggermanto, Quantum,………, 78.

96

BAB IV ANALISA DATA

A. Penyajian Data Dan Analisa Data. Fakta telah penulis kumpulkan di lapangan. Untuk selanjutnya akan disajikan sebagai data dalam penelitian ini. Dalam pengumpulan data tersebut, penulis menggunakan beberapa metode yaitu, metode observasi, interview, angket dan dokumentasi. Siswa yang menjadi objek penelitian dalam hal ini adalah siswa-siswi kelas 8. Untuk mengetahui bagaimana strategi Quantum Quotient di dalam kelas, dan bagaimana prestasi belajar PAI siswa, maka observasi dilaksanakan di dalam kelas ketika sedang berlangsung pembelajaran dan juga di luar jam pelajaran. Berikut ini akan dijabarkan analisa data dari hasil penelitian : 6. Penyajian Data dan Analisa Data Hasil Observasi. Salah satu metode yang telah digunakan dalam penggalian data observasi, dengan mengadakan pengamatan lansung kepada guru PAI dan siswa, baik ketika pembelajaran berlangsung atau di luar jam pelajaran. Data yang diperoleh melalui observasi langsung di lapangan guru menggunakan beberapa metode dalam proses belajar mengajar.

83 97

a. Metode Ceramah. Hampir semua materi PAI disampaikan dengan ceramah, hal ini bukan bearti secara keseluruhan pembelajaran dengan ceramah, kemudian dilanjutkan dengan dialog dengan tujuan mengaktifkan dan melibatkan siswa dalam pembelajaran dan jika ada materi yang perlu dipraktekkan gurupun menggunakan metode praktek. b. Metode Tanya Jawab. Metode ini digunakan guru Agama Islam (PAI) baik sebelum pelajaran dimulai, pada saat pelajaran berlangsung maupun dipenghujung pelajaran. Metode tanya jawab digunakan diawal pelajaran bertujuan untuk mengetahui kapasitas pengetahuan siswa terhadap pelajaran yang lalu maupun yang akan diajarkan, pada saat pembelajaran berlangsung, bertujuan untuk menghilangkan kejenuhan, kefakuman suasana kelas dan sebagai cara untuk membina keakraban antara guru dan siswa. Sedangkan dipenghujung pelajaran bertujuan untuk mengetahui materi mana yang belum dipahami dan sejauh mana pemahaman dan pengetahuan siswa dalam mengikuti pelajaran. c. Metode Diskusi. Metode ini diberikan untuk mengahtifkan siswa untuk berfikir aktif dan memecahkan masalah sehingga dapat menambah wawasan lebih luas dan mampu menghargai pendapat orang lain.

98

d. Metode Tugas. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak sementara waktu sedikit, artinya bahan yang tersedia dengan waktu yang kurang seimbang, sehingga akan bahan pelajaran sesuai dengan yang ditentukan. Metode inilah yang biasa guru gunakan dan metode tugas ini digunakan untuk materi yang kurang esensial. Metode ini tidak hanya untuk tugas individual saja akan tetapi juga di luar jam pelajaran/PR secara kelompok. Dalam hasil pengamatan atau observasi tentang strategi Quantum Quotient menunjukkan bahwa kreatifitas siswa dalam belajar mereka sangat aktif dalam diskusi dan bekerjasama dengan sesama siswa, pada jam istirahat sering mereka lanjutkan untuk berdiskusi bersama tentang pelajaran-pelajaran yang mereka anggap cukup sulit. Mengingat banyaknya materi yang mesti mereka selesaikan ataupun mereka tempuh dengan waktu yang lebih singkat. Dalam pelaksanaan kreativitas siswa di SMP Negeri Taman Sidoarjo, guru adalah yang mempunyai peran penting dalam mengelola pembelajaran di kelas dan bagaimana agar pembelajaran bisa berangsung dengan nyaman dan kondusif serta target yang diharapkan, sehingga secara langsung atau tidak akan sangat mempengaruhi kreativitas siswa.

99

7. Penyajian Data dan Analisa Data Hasil Interview . Beberapa pihak yang telah dihubungi sebagai sumber data adalah guru Pendidikan Agama Islam (PAI). Dalam pembelajaran Agama beliau juga mengajak para siswa keluar kelas, misalnya untuk praktek sholat siswa diajak ke Musholla, praktek wudhu siswa diajak ke tempat wudhu atau kamar mandi, tujuan beliau untuk mengajak keluar kelas adalah agar siswa bisa langsung mempraktekkan materi Agama yang mereka pelajari, selain itu agar siswa merasa seanang belajar di luar kelas dan tidak bosan karena harus belajar di kelas. Dalam proses pembelajaran Agama beliau memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya atau mengeluarkan pendapat agar mereka berani mengungkapkan gagasan/pendapatnya kepada orang lain dan melatih mental mereka untuk berani mengeluarkan pendapat. Menurut beliau strategi Quantum Quotient sangat membantu dalam proses pembelajaran untuk mempermudah menyampaikan materi. Strategi Quantum Quotient sangat berpengaruh pada kecerdasan manusia yang mampu mengoptimalkan seluruh potensi diri secara seimbang, sinergi dan komprehensif yang meliput kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual. Setelah Quantum Quotient diterapkan prestasi siswa meningkat. Di sini bisa dilihat dari keahtifan mereka, mereka lebih kretif, pemahaman siswa, minat siswa untuk belajar dan motivasi siswa untuk belajar.

100

Ada beberapa perbedaan prestasi belajar siswa sebelum Quantum Quotient diterapkan dan sesudahnya, ini dilihat dari keaktifan yang dulu mereka hanya mendengarkan penjelasan guru dan tidak berani mengeluarkan pendapat kini mereka berani bertanya dan mengeluarkan pendapatnya, motivasi belajar siswa kini lebih meningkat, siswa juga labih kreatif. Di dalam pembelajaran Agama beliau juga sering memberikan umpan balik kepada siswa lebih meningkatkan hasil belajarnya dan termotivasi untuk belajar lagi. Dalam pembelajaran PAI guru menggunakan beberapa sumber belajar diantaranya ini digunakan sesuai dengan materi yang diajarkan. 8. Penyajian Data Dan Analisa Data Angket. Dalam sub bahasan ini penulis sajikan angket yang telah penulis sebarkan pada responden yaitu tentang pangarug strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di SMP Negeri Taman Sidoarjo. Untuk mendapatkan hasil jawaban angket, langkah yang telah ditempuh adalah menyebar angket kepada responden sebanyak 95 siswa, setelah angket disebarkan dan dijawab oleh responden, maka pada tahap berkutnya adalah penarikan angket dan diadakan penilaian dari masingmasing alternative dengan ketentuan sebagai berikut : a. Untuk jawaban “a” disekor 3 b. Untuk jawaban “b” disekor 2 c. Untuk jawaban “c” disekor 1

101

Tabel V Daftar Nama-Nama Responden No (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. Nama Responden (2) Agustiya Puspita Sari Ainur Rochman Angga Wahyu Aditya Anis Hermawati Ayu Aprilliyanti Ayu Listiyo Rini Deny Oktavianto Dene Wirawan Diah Intan Agustriyani Dwi Putri Wahyu Retno Sari Efnu Nur Huda Eka Puspita Sari Etwin Nugroho Rahman Gloria Patri Lendyta Farida Nila Afgasi Hana Nafilah Hesti Rovania Iffa Fitri Shofiati Ig Agung Intan Kusumasari Indah Tri Kumalasari Juandi Istiawan Kurniawati Martha Fitrya Megawati Hari Putri Nugraha Syam Alam Nurul Izzah Onny Ayu Nidyasari Phyton Ardi Atmajaya Rizal Prasetyo Rully Haryani Shebti Dwi Hartini Sholihatuddiniyah Siti Nurjannah Sri Rahayu Tri Wahyu Agustina Jenis kelamin (3) P L L P P P L L P P L P L P P P P P P P L P P P L P P L L P P P P P P Kelas (4) 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A

102

36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76.

Zulia Indah Mufidah Alfi Fuadi Amri Rosidi Aris Adiatma Cyntia Tri Handayani Deni Firmansyah Desy Wahyu Yolanda Sari Doni Darmawan Sunardi Fani Dwi Safitri Fatimatun Khilmi Fitri Normei Andriani Galang Dian Harlambang Indi Ayu Choirul Sektiati Irzat Muttakin Isnina Aryani Hasanah Kemas Angga Putra. P Lola Anggarda Meyrill Lusi Diana Eka Wati Masdinia Septiana Masitho Arini Mei Wulandari Moch. Choirul Umam Muhammad Guntur faizal Dwi Nicha Oktaviana Firyanda Nur Diah Puji Astutik Nur Fitri Yani Oki Maulana Aji Wigara Rama Duana Prito Nugroho Ratna Afiratul Mufarida Ricky Fatkhur Rozy Ringgit Irawan Rohmanur Izzani Sekar Harum Nur Asih Setevany Sugianto Siti Komariyah Siti Lusiana Tri Ayu Wundari Yunita Lies Stiyowati Zaenal Arifin Alfian Nasrullah Arum Wahyu Nita

P L L L L P L P L P P L P L P L P P P P P L L P P P L L P L L P P L P P P P L L P

8A 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8C 8C

103

77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90

Bagus Diovani Dewi Kusumawardani Dian Fibri Triana Erika Ardilla Feri Pratama Yuliono Fira Aryanti Fredy Bayu Sanjaya Gadis Dwi Cahyani Haris Mahmudi Intaha Anggraini Irfan Febrianto Ismatul Kholifah Kelvin Nurniawan Laela Fauziah

L P P P L P L P L P L P L P

8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C

Respon angket adalah seluruh siswa/siswi kelas 8 di SMP Negeri Taman Sidoarjo yang berjumlah 90 siswa. Kemudian hasil jawaban angket dianalisa dengan dua langkah, analisa prosentase dan analisa statistik (product moment). a. Analisa prosentase. Berikut ini kami sajikan rekapitulasi data angket strategi Quantum Quotient. No Responden (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Item Pertanyaan 5 6 7 8 (6) (7) (8) (9) 2 2 3 2 3 1 3 2 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 1 3 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 3 1 2 1 3

1 (2) 1 3 1 3 1 2 1 3 3

2 (3) 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 (4) 3 1 3 3 3 1 3 1 3

4 (5) 2 3 3 2 3 3 3 3 2

9 (10) 3 3 1 2 3 3 2 3 3

10 (11) 2 3 3 3 2 3 1 3 2

Jumlah (12) 24 25 26 26 26 26 26 27 24

104

10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50.

1 3 1 1 3 3 1 3 1 1 3 2 1 3 1 2 1 3 1 1 3 1 2 3 1 1 3 1 2 3 1 2 2 1 3 3 1 3 3 3 3

3 3 2 2 3 3 2 2 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 1 3 1 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3

3 1 3 3 2 2 3 3 3 2 3 1 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 2 3 3 2 3 3 2 3 2 3 3 2 3 2

2 3 1 3 3 1 3 1 1 2 2 3 2 3 3 3 3 1 2 3 3 3 3 2 3 3 2 3 3 1 3 3 2 1 2 3 1 3 1 3 2

1 2 1 3 3 1 3 1 2 3 2 3 3 3 3 3 3 1 1 2 3 2 2 3 3 3 1 2 2 1 3 3 3 3 1 3 3 2 3 1 3

2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 2 2 3 2 1 1 1 3 3 1 2 3 3 1 1 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 3 3

1 3 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 2 1 1 3 2 1 1 3 3 3 3 3 1 3 3 1 3 3 3 2 2 1 1 2 1

3 3 3 1 3 3 1 2 2 1 2 2 3 2 2 3 1 3 2 3 3 1 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 2 2 1 3 1 3 3 3

3 2 3 3 3 3 3 3 3 2 1 3 2 3 3 3 1 3 2 3 1 3 3 2 2 2 2 3 2 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 1 1

2 1 3 3 1 3 3 3 1 3 2 3 1 2 1 2 3 3 3 2 2 2 3 1 1 3 3 2 3 3 3 2 2 3 3 3 2 2 3 3 3

23 24 24 25 25 25 25 24 24 25 25 26 25 23 24 29 23 23 21 27 23 22 26 24 24 22 26 23 23 25 24 25 27 25 26 24 24 24 24 25 24

105

51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90.

2 3 3 1 1 2 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 2 3 1 2 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 3 3 3 3 3

3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 3 3 3 2 3 3 3 3 2 3 3 3 3 3 2 3 3 3 2 1 2 3 3 2 3 3 3 3 3

3 3 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 1 3 1 1 3 3 3 1 2 3 3 2 3 1 3 2 3 3 3 2 3 2 1 3 2 3 2 2

1 3 1 3 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 3 3 2 3 3 3 3 3 2 1 2 2 3 1 3 2 3 3 2 1 1 3 1 3 1 1

3 2 3 3 3 3 2 2 1 3 2 1 3 1 3 3 1 1 3 3 3 3 3 1 1 3 2 1 1 1 3 3 1 1 3 2 1 2 2 1

1 1 2 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 1 2 3 2 3 2 3 3 1 3 2 3 3 3 1 3 2 2 3 1 2 3

2 3 1 2 2 2 1 3 1 2 3 3 2 3 2 3 2 2 3 2 2 1 3 3 3 3 3 3 3 1 3 2 3 1 2 2 3 1 1 2

3 2 3 3 3 3 3 3 3 1 2 2 1 3 3 2 3 3 2 1 1 3 2 3 2 3 1 2 3 3 3 1 1 3 3 3 2 3 1 3

3 1 3 2 2 2 1 3 1 3 1 3 2 2 2 3 3 1 1 3 2 2 1 3 3 2 2 1 2 3 2 1 3 3 3 3 2 3 3 3

3 2 2 3 3 3 3 2 2 1 3 3 3 1 3 1 3 3 3 3 3 1 1 2 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 3 3 2 3

24 23 23 25 25 23 25 26 22 24 24 24 24 24 25 24 26 25 25 23 23 23 24 23 26 23 24 22 26 24 26 23 23 23 22 26 23 25 20 24

106

b. Analisa statistik (product moment). Dari data tabel sudah kita ketahui, hasil angket tersebut dengan perincian sebagai berikut : 1). Data angket tentang strategi Quantum Quotient. Tabel VII Menjelaskan jawaban siswa-siswi tentang : Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah anda dan teman-teman anda menjadi aktif di dalam kelas ?. No (1) 1 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 80 6 4 90 P (5) 88,89 % 6,64 % 4,45 % 100 %

90

Dalam tabel di atas dapat diketahui bahwa 88,89 % menyatakan dengan strategi Quantum Quotient membawa mereka lebih ahtif dalam proses belajar, dan dari 6, 64 % responden

menyatakan kadang-kadang saja atau hanya beberapa kali, sedangkan ada 4,45 % responden menyatakan tidak sama sekali, tidak pernah.

107

Tabel VIII Jawaban siswa-siswi tentang : Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berani bertanya ?. No (1) 2 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 78 9 3 90 P (5) 86,68 % 9,99 % 3,33 % 100 %

90

Dalam tabel VII dapat diketahui bahwa 86,68 % responden menyatakan dengan strategi Quantum Quotient membawa mereka berani bertanya, dan sebanyak 9,99 % responden menyatakan kadangkadang saja atau hanya beberapa kali, sedangkan ada 3,33 % responden menyatakan tidak tidak pernah. Tabel IX Jawaban siswa-siswi tentang : Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berusaha mengaktualisasikan gagasan saat proses pembelajaran dilakukan ?.

108

No (1) 3

Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah

N (3)

90

F (4) 80 6 4 90

P (5) 88,89 % 6,67 % 4,45 % 100 %

Hampir 88,89 % menyatakan Ya bila guru memberikan pertanyaan termotivasi untuk menjawab dan 6,67 % menyatakan kadang-kadang dan ada 4,45 % menjawab tidak pernah. Tabel X Jawaban siswa-siswi tentang : Ketika teman anda mengeluarkan pendapatnya, apakah anda juga mempertanyakan pendapat kepada teman-teman anda ?. No (1) 4 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 71 13 6 90 P (5) 78,89 % 14,44 % 6,67 % 100 %

90

Dalam tabel VII dapat diketahui bahwa 78,89 % siswa mereka mempertanyakan pendapatnya kepada temannya dan 14,44 % ada yang menjawab kadang-kadang dan 6,67 % yang menjawab tidak pernah.

109

Tabel XI Jawaban siswa-siswi tentang : Apakah dengan strategi tersebut anda mampu menjelaskan kembali hasil diskusi di depan kelas ?. No (1) 5 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 63 12 15 90 P (5) 70,00 % 13,33 % 16,68 % 100 %

90

Dalam tabel XI dapat diketahui bahwa 70,00 % siswa menyatakan dengan strategi Quantum Quotient siswa mampu menjelaskan kembali hasil diskusi didepan kelas, dan sebanyak 13,33 % siswa menjawab kadang-kadang dan sebanyak 16,6 % siswa menjawab tidak pernah sama sekali. Tabel XII Jawaban siswa-siswi tentang : Apakah dengan pengaruh strategi Quantum Quotient,

membuat anda tidak merasa bosan saat pembelajaran berlangsung ?. No (1) 6 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 68 12 10 90 P (5) 75,56 % 13,33 % 11,11 % 100 %

90

110

Dari tabel di atas dapat diketahui sebanyak 75,56 % siswa merasa tidak bosan saat pembelajaran berlangsung, dan sebanyak 13,33 % hanya kadang-kadang merasa bosan dan ada 11,11 % siswa menyatakan tidak pernah. Tabel XIII Jawaban siswa-siswi tentang : Dengan strategi Quantum Quotient, apakah membuat anda lebih mudah memahami pelajaran yang telah disampaikan ?. No (1) 7 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 70 12 8 90 P (5) 77,78 % 13,33 % 8,89 % 100 %

90

Dari tabel di atas dapat diketahui sebanyak 77,78 % siswa menyatakan dengan strategi Quantum Quotient, siswa menjadi lebih mudah memahami pelajaran atau 13,33 % siswa menyatakan kadangkadang dan 8,89 % siswa menyatakan tidak pernah. Tabel XIV Jawaban siswa-siswi tentang : Apakah anda selalu mengamalkan hasil belajar anda dalam kehidupan sehari-hari ?.

111

No (1) 8

Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah

N (3)

90

F (4) 74 10 6 90

P (5) 82,22 % 11,11 % 6,67 % 100 %

Hampir 82,22 % siswa lebih mudah memahami atau selalu megamalkan hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari, 11,11 % mengatakan kadang-kadang dan ada 6,67 % siswa mengatakan tidak pernah. Tabel XV Jawaban siswa-siswi tentang : Apakah dengan strategi Quantum Quotient anda menjadi lebih bebas mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran ?. No (1) 9 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 79 7 4 90 P (5) 87,77 % 7,78 % 4,45 % 100 %

90

Dari tabel di atas 87,77 % siswa menyatakan dengan strategi Quantum Quotient, membuat mereka lebih bebas mengeluarkan pendapat dan 7,78 % menyatakan kadang-kadang dan ada 4,45 % menjawab tidak pernah.

112

Tabel XVI Jawaban siswa-siswi tentang : Apakah anda merasa senang dengan strategi Quantum Quotient ?. No (1) 10 Alternatif Jawaban (2) a. Ya b. Kadang-kadang c. Tidak pernah Jumlah N (3) F (4) 88 2 8 90 P (5) 88,89 % 2,22 % 8,89 % 100 %

90

Hampir semua siswa diketahui bahwa 88,89 % mendapatkan wawasan yang lebih luas dan 2,22 % siswa menjawab kadang-kadang dan ada 8,89 % menjawab tidak pernah. Setelah mendata jumlah bobot jawaban A, maka untuk mengetahui pengaruh strategi Quantum Quotient, kita lakukan perhitungan dengan menggunakan rumus prosentase sebagai berikut : P=
F N 88,89 + 86,68 + 88,89 + 78,89 + 70,00 + 75,56 + 77,78 + 82,22 + 87,77 + 88,89 10 825,57 10

P=

P=

P = 82,55 %

113

Dari hasil prosentase tiap-tiap item pertanyaan dapat ditemukan bahwa prosentase alternatif jawaban yang terbanyak adalah (a) skor ideal dengan prosentase sebesar 82,55 %, hasil prosentase tersebut dihargai dengan standar prosentase 82,55 % terletak antara (76 % - 100 %). Berikut ini kami sajikan rekapitulasi data raport tentang prestasi belajar siswa. Tabel XVII Data nilai prestasi siswa yang menggunakan strategi Quantum Quotient dalam proses belajar mengajar. No (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. Nama Siswa (2) Agustiya Puspita Sari Ainur Rochman Angga Wahyu Aditya Anis Hermawati Ayu Aprilliyanti Ayu Listiyo Rini Deny Oktavianto Dene Wirawan Diah Intan Agustriyani Dwi Putri Wahyu Retno Sari Efnu Nur Huda Eka Puspita Sari Etwin Nugroho Rahman Gloria Patri Lendyta Farida Nila Afgasi Hana Nafilah Hesti Rovania Iffa Fitri Shofiati Ig Agung Intan Kusumasari Indah Tri Kumalasari Kelas (3) 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A Nilai Prestasi (4) 8 8 7 7 8 7 6 8 7 8 6 8 7 7 8 8 7 7 7 8

114

21. 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59. 60. 61.

Juandi Istiawan Kurniawati Martha Fitrya Megawati Hari Putri Nugraha Syam Alam Nurul Izzah Onny Ayu Nidyasari Phyton Ardi Atmajaya Rizal Prasetyo Rully Haryani Shebti Dwi Hartini Sholihatuddiniyah Siti Nurjannah Sri Rahayu Tri Wahyu Agustina Zulia Indah Mufidah Alfi Fuadi Amri Rosidi Aris Adiatma Cyntia Tri Handayani Deni Firmansyah Desy Wahyu Yolanda Sari Doni Darmawan Sunardi Fani Dwi Safitri Fatimatun Khilmi Fitri Normei Andriani Galang Dian Harlambang Indi Ayu Choirul Sektiati Irzat Muttakin Isnina Aryani Hasanah Kemas Angga Putra. P Lola Anggarda Meyrill Lusi Diana Eka Wati Masdinia Septiana Masitho Arini Mei Wulandari Moch. Choirul Umam Muhammad Guntur faizal Dwi Nicha Oktaviana Firyanda Nur Diah Puji Astutik Nur Fitri Yani

8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8A 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B

8 8 8 7 7 7 8 8 8 6 6 7 6 6 9 8 8 8 7 8 8 8 7 8 9 8 8 7 8 9 9 8 7 8 8 9 8 9 9 8 8

115

62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90

Oki Maulana Aji Wigara Rama Duana Prito Nugroho Ratna Afiratul Mufarida Ricky Fatkhur Rozy Ringgit Irawan Rohmanur Izzani Sekar Harum Nur Asih Setevany Sugianto Siti Komariyah Siti Lusiana Tri Ayu Wundari Yunita Lies Stiyowati Zaenal Arifin Alfian Nasrullah Arum Wahyu Nita Bagus Diovani Dewi Kusumawardani Dian Fibri Triana Erika Ardilla Feri Pratama Yuliono Fira Aryanti Fredy Bayu Sanjaya Gadis Dwi Cahyani Haris Mahmudi Intaha Anggraini Irfan Febrianto Ismatul Kholifah Kelvin Nurniawan Laela Fauziah

8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8B 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C 8C

6 7 8 9 9 8 8 7 8 8 8 7 9 8 8 7 8 9 8 8 7 7 6 7 8 8 8 9 8

2). Data tentang prestasi belajar siswa. Untuk prestasi belajar siswa menggunakan pengkatagorian tinggi dan rendah, pengkatgorian ini menggunakan rumus rata-rata atau mean yang jumlah nilai dan rata-rata tersebut dibagi dengan jumlah responden. Adapun rumusnya adalah :

116

My =

Σy Ν

Keterangan : My = Mean yang dicari. = Jumlah skor-skor (nilai) yang ada. = Number of case. Banyaknya skor-skor itu sendiri.68 Jadi My = =

Σy
N

Σy Ν
714 = 7,94. 90

=

kriteria penilaian yang ditentukan dalam raport antara lain : Nilai 10 Nilai 9 Nilai 8 Nilai 7 Nilai 6 : Istimewa : Amat baik : Baik Nilai 5 Nilai 4 Nilai 3 : Hampir : Kurang : Kurang sekali : Buruk : Buruk sekali

: Cukup baik Nilai 2 : Cukup Nilai 1

68

Anas Sujiono, Pengantar Statistik….. , 77.

117

3). Analisis data tentang strategi Quantum Quotient dan prestasi belajar siswa. Untuk mengetahui strategi Quantum Quotient dalam

meningkatkan prestasi belajar pendidikan Agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo, digunakan rumus product moment. Adapun tersebut adalah : 1). Menyiapkan tabel Perhitungan korelasi product moment antara pengguna strategi Quantum Quotient dan prestasi pendidikan Agama Islam siswa di SMP Negeri 3 Taman Sidoarjo. No (1) 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11 12. 13. 14. 15 16. 17. 18 x (2) 24 25 26 26 26 26 27 24 23 24 24 25 25 24 24 25 25 25 y (3) 8 8 7 7 8 7 6 8 7 8 6 8 7 7 8 8 7 7 x (4) 3,4 2,4 1,4 1,4 1,4 1,4 0,4 3,4 4,4 3,4 3,4 2,4 2,4 3,4 3,4 2,4 2,4 2,4 y (5) -0,1 -0,1 0,9 0,9 0,9 -0,1 1,9 -0,1 0,9 -0,1 1,9 -0,1 0,9 0,9 -0,1 -0,1 0,9 0,9 Xy (6) -0,34 -0,24 1,26 1,26 1,26 -0,14 0,76 -0,34 3,96 -3,4 6,46 0,24 2,16 3,06 -3,4 -0,24 2,16 2,16 x2 (7) 11,56 5,76 1,96 1,96 1,96 1,96 0,16 11,56 19,36 11,56 11,56 5,76 5,76 11,56 11,56 5,76 5,76 5,76 y2 (8) 0,01 0,01 0,81 0,81 0,81 0,01 0,81 0,01 0,81 0,01 0,81 0,01 0,81 0,81 0,01 0,81 0,81 0,81 langkah-langkah untuk mengaplikasikan rumus

118

19. 20. 21 22. 23. 24. 25. 26. 27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36. 37. 38. 39. 40. 41. 42. 43. 44. 45. 46. 47. 48. 49. 50. 51. 52. 53. 54. 55. 56. 57. 58. 59.

25 24 24 25 26 25 23 24 29 23 23 21 27 23 22 26 24 24 22 26 23 23 25 24 28 27 25 26 24 24 24 24 25 24 24 23 23 25 23 25 26

7 8 8 8 7 7 7 8 8 8 6 6 7 6 6 9 8 8 8 7 8 8 8 7 8 9 8 8 9 9 8 7 8 8 9 9 8 8 6 7 8

2,4 3,4 3,4 2,4 1,4 2,4 4,4 3,4 -1,6 4,4 4,4 6,4 0,4 4,4 5,4 1,4 3,4 3,4 5,4 1,6 4,4 4,4 2,4 3,4 2,4 0,4 2,4 1,6 3,4 3,4 3,4 3,4 2,4 3,4 3,4 4,4 4,4 2,4 4,4 2,4 1,6

0,9 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 0,9 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 1,9 1,9 0,9 1,9 1,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -01 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 1,9 0,9 -0,1

2,16 -3,4 -3,4 0,24 1,26 2,16 3,96 -3,4 0,16 -0,44 8,36 12,16 0,36 8,36 10,26 0,14 0,34 0,34 0,54 1,44 -0,44 0,24 2,16 -3,4 2,16 0,04 0,24 0,16 0,34 0,34 0,34 3,06 0,24 0,34 0,34 0,44 0,44 0,24 0,36 2,16 0,16

5,76 11,56 11,56 5,76 1,96 5,76 19,36 11,56 -2,56 19,36 19,36 40,96 0,16 19,36 29,16 1,96 11,56 11,56 29,16 2,56 19,36 19,36 5,76 11,56 5,76 0,16 5,76 2,56 11,56 11,56 11,56 11,56 5,76 11,56 11,56 19,36 19,36 5,76 19,36 5,76 2,56

0,81 0,01 0,01 0,01 0,81 0,81 0,81 0,01 0,01 0,01 0,81 0,81 0,81 0,81 0,81 0,01 0,81 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 3,61 0,81 0,01

119

60. 61. 62. 63. 64. 65. 66. 67. 68. 69. 70. 71. 72. 73. 74. 75. 76. 77. 78. 79. 80. 81. 82. 83. 84. 85. 86. 87. 88. 89. 90. N : 90

22 24 24 24 24 24 25 26 25 25 23 23 24 23 26 23 24 22 26 24 26 23 23 22 26 23 25 20 23 20 24 2463

9 9 8 7 8 8 8 7 8 9 8 8 7 9 8 9 7 8 9 8 8 7 7 6 7 7 8 8 8 9 8 714

5,4 3,4 3,4 3,4 3,4 3,4 2,4 1,6 2,4 2,4 4,4 4,4 3,4 4,4 1,6 4,4 3,4 5,4 1,6 3,4 1,6 4,4 4,4 5,4 1,6 4,4 2,4 7,4 4,4 7,4 3,4

-0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 0,9 0,9 1,9 0,9 0,9 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1 -0,1

0,54 0,34 0,34 3,06 0,34 0,34 0,24 1,44 0,24 0,24 0,44 0,44 3,06 0,44 0,16 0,44 3,06 0,54 0,16 0,34 0,16 3,96 3,96 10,26 1,44 3,96 0,24 0,74 0,44 0,74 0,31 142,3

29,16 11,56 11,56 11,56 11,56 11,56 5,76 2,56 5,76 5,76 19,36 19,36 11,56 19,36 2,56 19,36 11,56 29,16 2,56 11,56 2,56 19,36 19,36 29,16 2,56 19,36 5,76 54,76 19,36 54,76 11,56 1095,8

0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,81 0,01 0,01 0,01 0,01 0,81 0,81 3,61 0,81 0,81 0,01 0,01 0,01 0,01 0,01 34,5

2). Mencari angka indeks korelasi “r” product moment antara variabel x dan variabel y (yaitu rxy) dengan rumus : rxy =

( )

Σxy 2 2   x y   

120

=

(1095,8)(34,5)
142,3 37805,1
142,3 194,5

142,3

=

=

= 0,74 Untuk mengetahui kuat lemahnya korelasi atau tinggi rendahnya korelasi. Maka antara variabel x “Strategi Quantum Quotient” dengan variabel y ”Prestasi belajar siswa”. Maka nilai bila dikonsultasikan atau dibandingkan dengan cara yang kasar ke dalam tabel interpretasi “Product moment” sebagai berikut :
Tabel XVIII

Interpretasi product moment
Besarnya Nilai 0,00 – 0, 20 0,20 – 0,40 0,40 – 0,70 0,70 – 0,90 0,90 – 1,00 Interpretasi Korelasi yang rendah sekali Korelasi yang rendah tetapi ada Korelasi sedang Korelasi tinggi Korelasi yang tinggi sekali

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa terdapat korelasi antara variabel x “Strategi Quantum Quotient” dengan variabel y “Prestasi belajar PAI siswa” sebab nilai rxy = 0,74 yaitu terletak antara 0,70 – 0,90 interpretasinya adalah “korelasi yang tinggi”.

121

3). Merumuskan hipotesis alternatif (Ha). Adapun untuk mengetahui apakah hipotesis alternatif (Ha) yang menyatakan ada pengaruh diterima atau ditolak dan atau sebaliknya. Apakah hipotesis nihil (Ho) yang menyatakan tidak ada pengaruh diterima atau ditolak, maka dalam hal ini harus diadakan perbandingan “r” yaitu dengan mencari “df” atau “db”. Adapun rumusnya sebagai berikut: df = N – nr keterangan : df : Degres of freedom. N : Nomber of cases. nr : Banyaknya variabel yang dikorelasikan. df = N – nr df = 90 – 2 = 88 berkonsultasi pada “r” product moment dengan melihat tabel nilai “r” product moment, maka dapat kita ketahui bahwa dengan df sebesar 88 diperoleh “r” product moment pada taraf signifikansi 5% : 0, 444 dan pada taraf signifikansi 1% = 0, 561 r1 pada t.s. 5% = 0, 444 r1 pada t.s. 1% = 0, 561

122

membandingkan besarnya “rxy” atau ro dengan r1 seperti diketahui, ro yang kita peroleh adalah = 0, 74, sedangkan r1 masing-masing sebesar 0,444 dan 0, 561, ternyata rxy lebih besar dari r1 (baik dalam taraf signifikan si 5% maupun 1%), maka hipotesis alternatif (Ha) ada pengaruh penggunaan strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa diterima, sedangkan hipotesis nihil (Ho) tidak ada pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa ditolak, dari perhitungan itu menunjukkan bahwa ada pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa. Hal ini termasuk dalam kategori tinggi. Jadi kesimpulannya adalah strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar PAI siswa pada mata pelajaran PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo.

123

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan. Dari uraian dan pembahasan dalam skripsi yang berjudul “ Pengaruh Penggunaan Strategi Quantum Quotient Dalam Meningkatkan Belajar PAI Siswa Pada Mata Pelajaran PAI Siswa Di SMPN 3 Taman Sidoarjo”. Maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Bahwa penggunaan strategi Quantum Quotient dalam proses belajar mengajar mata pelajaran Pendidikan Agama Islam di SMPN 3 Taman Sidoarjo tergolong baik, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata meannya 82,55. 2. Adapun mengenai prestasi belajar siswa pada pada mata pelajaran PAI di SMPN 3 Taman Sidoarjo khususnya pada kelas 8 tergolong tinggi, hal ini ditunjukkan dengan nilai rata-rata 7,9 yang diambil dari nilai raport yang dimodifikasikan dengan nilai tugas, hafalan serta ulangan harian serta nilai semester yang dikonsultasi. 3. Ada pengaruh strategi Quantum Quotient dalam meningkatkan belajar Pendidikan Agama Islam siswa pada mata pelajaran PAI siswa di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Hal ini terbukti dengan hasil analisa data statistik “product moment” sebesar 0,74 yang mana jika hasil tersebut dikonsultasikan dengan nilai “r1" maka tara signifikansi 5% sebesar : 0, 444 dan taraf signifikansi 1%

110 124

sebesar 0,561 sehingga dapat disimpulkan bahwa nilai rxy lebih besar dari nilai r1 baik pada taraf signifikansi 5% maupun 1%. Hal ini termasuk dalam kategori tinggi.

B. Saran. 1. Dengan hasil yang sangat baik, seyogyanya para guru SMPN 3 Taman

Sidoarjo khususnya bidang study PAI tetap memperhatikan penggunaan strategi Quantum Quotient pada materi hafalan dalam proses kegiatan belajar mengajar, karena strategi Quantum Quotient ini tidak hanya meliputi satu kecerdasan saja melainkan banyak kecerdasan, mulai dari intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ), dan spiritual (SQ). 2. Mengenai prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PAI yang menggunakan strategi Quantum Quotient dalam porses belajar mengajar untuk menghasilkan nilai yang sangat baik. Hal dapat dijadikan motivasi atau dorongan bagi guru lainnya yang jarang dan bahkan belum menggunakan strategi Quantum Quotient pada materi hafalan dalam proses belajar mengajar.

125

DAFTAR PUSTAKA
Ahmadi Abu, ct, al, 1991, Ilmu Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta). Ahmadi Abu, Widodo Supriyono, 1991, Psikologi Belajar, (Jakarta: Rineka Cipta). Arifin M, 1993, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara). Arifin Zainal, 1991, Evaluasi Instruksioanl Prinsip -Teknik-Prosedur, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya). Arikunto Suharsimi, 2002, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Prakhtek, (Jakarta: Rineka Cipta). Darojat Zakiyah, 1992, Ilmu Pendidikan Islam, (Jakarta: Bumi Aksara). Depdiknas, 2002, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka). Departemen Agama RI, 1989, al-Qur'an dan Terjemahannya, (Semarang: CV. Toha Putra). Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, 1995, Petunjuk Tehnik Mata Kuliah PAI, (Jakarta: TP). Djamarah Saiful Bahri, 1994, Prestasi Belajar Dan Kompetensi Guru, (Surabaya: Usaha Nasional). Gpttman John, 1998, Kecerdasan Emosional : Kiat-Kiat Membesarkan Anak Yang Memiliki Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia). Goleman Daniel, 2000, Kecerdasan Emosional, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama). Hasan Fuad, 1991, Dasar-Dasar Pendidikan, (Jakarta: Rineka Cipta). Higbee Kenneth L, 2003, Your Memory, (Semarang: Dahara Prize). Ihsani Hamdani dan Fuad Hasan, 2001, Filsafat Pendidikan Islam, (Bandung: Pustaka Setia).

126

Imron Ali, 1996, Belajar Dan Pembelajaran, (Jakarta: Pustaka Jaya). Maja Hidayat Nafaat, 2001, Intelegensi Spritual, (Parenial Press). Markowith Karen, Eric Jensen, 2002, Otak Sejuta Bigabyte, (Bandung: Kaita). Merdalis, 1989, Metode Penelitian Suatu Pendekatan Proposal, (Jakarta: Bumi Aksara). Muchlis M, 1993, Metode Kuantitatif, (Jakarta: Fak. Ekonomi UI). Munandar Utami S.C, 2002, Pengembangan Anak Kreatif Anak Berbakat, (Jakarta: Gramedia Pustaka Utama). Nggermanto Agus IR, 2005, Quantum Quatient (QQ) Kecerdasan Quantum, (Bandung: Nuansa). Nicholl Colin Rose Malcolm S, 2003, Accelered Learning, (Bandung: Penerbit Nuansa). Poerwadarminto, Kamus Umum Bahasa Indonesia, (Jakarta: DN, Balai Pustaka 1987). Purwanto Ngalim, 1990, Psikologi Pendidikan, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya). Poerwadarminto Wjs, 1976, Kamus Bahasa Indonesia, (Jakarta: Balai Pustaka). Rose Colin, 2002, Kuasai Lebih Cepat, (Bandung: Kaifa). Shihab Quraish, 1997, Tafsir al-Qur'an al-Karim, (Pustaka Hidayah). Stine Jean Marie, 1997, Mengoptimalkan Daya Pikir, (Jakarta: Pustaka Delapratasa). Sudjana Nana, 1990, Penelitian Hasil Proses Belajar Mengajar, (Bandung: PT. Remaja Rosdakarya). Syah Muhibbin, 2004, Psikologi Belajar, (Jakarta: Raja Grafindo Persada). Syah Muhibbin dkk, 1996, Strategi Belajar Mengajar, (Surabaya: Citra Media Karya Anak Bangsa).

127

Sudjana Nana, 1993, Pengantar Statistik, (Jakarta: Bumi Aksara). Tirtonegoro Sutratina, 1984, Anak Supernormal dan Program Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara). Usman Uzer Moh, Lilis Setiawati, 1995, Upaya optimalisasi Belajar Mengajar, (Bandung: Remaja Rosdakarya). Winkel, 1987, Psikologi Pengajaran, (Jakarta: Gramedia). Winkel WS, S.J. M, 1991, Psikologi Pengajaran, (Jogiakarta: Media Abadi).

ANGKET
Nama : ………………………. Kelas : ………………………. Petunjuk Pengisian. Berilah tanda silang (X) pada salah satu jawaban yang anda anggap benar sesuai dengan pengalaman anda.

1. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah anda dan teman-teman anda menjadi aktif di dalam kelas ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

2. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berani bertanya ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

3. Dengan strategi Quantum Quotient yang meliputi kecerdasan intelektual, emosional dan spiritual, apakah membuat anda berusaha mengaktualisasikan gagasan saat proses pembelajaran dilakukan ?.

128

a. Ya. 4. Ketika teman anda

b. Kadang-kadang. mengeluarkan

c. Tidak pernah. apakah anda juga

pendapatnya,

mempertanyakan pendapat kepada teman-teman anda ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

5. Apakah dengan strategi tersebut anda mampu menjelaskan kembali hasil diskusi di depan kelas ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

6. Apakah dengan pengaruh strategi Quantum Quotient, membuat anda tidak merasa bosan saat pembelajaran berlangsung ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

7. Dengan strategi Quantum Quotient, apakah membuat anda lebih mudah memahami pelajaran yang telah disampaikan ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

8. Apakah anda selalu mengamalkan hasil belajar anda dalam kehidupan sehari-hari ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

9. Apakah dengan strategi Quantum Quotient anda menjadi lebih bebas mengeluarkan pendapat saat proses pembelajaran ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

10. Apakah anda merasa senang dengan strategi Quantum Quotient ?. a. Ya. b. Kadang-kadang. c. Tidak pernah.

129

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->