P. 1
Sejarah Hukum Agraria Indonesia

Sejarah Hukum Agraria Indonesia

1.0

|Views: 34,849|Likes:
semoga membantu.....
semoga membantu.....

More info:

Published by: yogi prayudha, SH, M.Hum on Jan 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/03/2015

pdf

text

original

Beberapa pakar hukum memberikan pengertian tentang apa yang dimaksud

dengan hukum agraria, antara lain beberapa disebutkan di bawah ini.

Subekti dan Tjitro Subono, hukum agraria adalah keseluruhan ketentuan

yang hukum perdata, tata negara, tata usaha negara, yang mengatur hubungan antara

orang dan bumi, air dan ruang angkasa dalam seluruh wilayah negara, dan mengatur

pula wewenang yang bersumber pada huungan tersebut.[5]

Prof. E. Utrecht, S.H. menyatakan bahwa hukum agraria adalah menjadai

bagian dari hukum tata usaha negaram karena mengkaji hubungan-hubungan hukum

antara orang, bumi, air dan ruang angkasa yang meliatakan pejabat yang bertugas

mengurus masalah agraria.[6]

Daripada itu, sesuai dnegan Pasal 2 ayat (1) UUPA, maka sasaran Hukum

Agraria meliputi : bumi, air dan ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang

terkandung di dalamnya, sebagaimana lazimnya disebut sumber daya alam. Oleh

karenanya pengertian hukum agraria menurut UUPA memiliki pengertian hukum

agraria dalam arti luas, yang merupakan suatu kelompok berbagai hukum yang

mengatur hak-hak penguasaan atas sumber-sumber daya alam yang meliputi :

1.Hukum pertanahan, yang mengatur hak-hak penguasaan atas tanah dalam arti

permukaan bumi;

2.Hukum air, yang mengatur hak-hak penguasaan atas air;

3.Hukum pertambangan, yang mengatur hak-hak penguasaan atas bahan-bahan

galian yang dimaksudkan oleh undang-undang pokok pertambangan;

4.Hukum perikanan, yang mengatur hak-hak penguasaan atas kekayaan alam yang

terkandung di dalam air;

5.Hukum kehutanan, yang mengatur hak-hak atas penguasaan atas hutan dan hasil

hutan;

6.Hukum penguasaan atas tenaga dan unsur-unsur dalam ruang angkasa (bukan

space law), mengatur hak-hak penguasaan atas tenaga dan unsur-unsur dalam

ruang angkasa yang dimaksudkan oleh Pasal 48 UUPA.

Sedangkan pengertian hukum agraria dalam arti sempit, hanya mencakup

Hukum Pertanahan, yaitu bidang hukum yang mengatur hak-hak penguasaan atas

tanah.

Yang dimaksud tanah di sini adalah sesuai dengan Pasal 4 ayat (1) UUPA,

adalah permukaan tanah, yang dalam penggunaannya menurut Pasal 4 ayat (2),

meliputi tubuh bumi, air dan ruang angkasa, yang ada di atasnya, sekedar diperlukan

untuk kepentingan yang langsung berhubungan dengan penggunan tanah itu dalam

batas menurut UUPA, dan peraturan-perturan hukum lain yang lebih tinggi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->