Perkembangan Anak Usia 6 – 12 Tahun

(Psikologi Anak dan Agama)

Oleh :
Yaya Suharya, S.Kom
Laras Sulastri, S.E
Andi Mulyadi Maulid, S.Sos.I
Rumi Prasdini, S.H
Leni Maria Dewi, S.Si
R. Rohaya, S.E
Alvi Hardani, S.Sn
Program Akta IV Fakultas Tarbiyah Universitas Islam Bandung
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

1

Definisi pertumbuhan dan perkembangan
Pertumbuhan :
perubahan fisik
peningkatan jumlah sel
ukuran
kuantitatif
tinggi badan, berat badan, ukuran tulang, gigi
pola bervariasi
Perkembangan :
kualitatif
maturation
sistematis, progresif dan berkesinambungan
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

2

Ciri-ciri tumbuh kembang
perubahan dalam aspek fisik dan psikis
perubahan dalam proporsi
Lenyapnya tanda-tanda yang lama
Diperoleh tanda-tanda baru
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

3

Prinsip-prinsip tumbuh kembang
proses yang teratur, berurutan, rapi dan
kontinyu --- maturasi, lingkungan dan
faktor genetik
pola yang sama, konsisten dan
kronologis, dapat diprediksi
variasi waktu muncul (onset), lama, dan
efek dari tiap tahapan tukemb
mempunyai ciri khas

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

4

Never ending process --seumur hidup
dan meliputi seluruh aspek
Cephalocaudal
Proximodistal
Differensiasi
hal yang unik -- setiap individu
cenderung mencapai potensi
maksimum perkembangannya
Tugas perkembangan

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

5

perkembangan suatu aspek dapat
dipercepat atau diperlambat
perkembangan aspek-aspek tertentu
berjalan sejajar atau berkorelasi
dengan aspek lainnya
perkembangan terjadi dalam tempo
yang berlainan

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

6

Faktor-faktor yang mempengaruhi
tumbuh kembang
1. Faktor genetik
 faktor keturunan -- masa konsepsi
 bersifat tetap atau tidak berubah sepanjang
kehidupan
 menentukan beberapa karakteristik seperti jenis
kelamin, ras, rambut, warna mata, pertumbuhan
fisik, sikap tubuh dan beberapa keunikan
psikologis seperti temperamen
 Potensi genetik yang bermutu hendaknya dapat
berinteraksi dengan lingkungan secara positif
sehingga diperoleh hasil akhir yang optimal.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

7

2. Faktor eksternal / lingkungan
• mempengaruhi individu setiap hari
mulai konsepsi sampai akhir
hayatnya, dan sangat menentukan
tercapai atau tidaknya potensi
bawaan
• faktor eksternal yang cukup baik akan
memungkinkan tercapainya potensi
bawaan, sedangkan yang kurang
baik akan menghambatnya
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

8

a. Keluarga

nilai, kepercayaan, adat istiadat, dan pola interaksi
dan komunikasi.
Fungsi :bertahan hidup, rasa aman,
perkembangan emosi dan sosial, penjelasan
mengenai masyarakat dan dunia, dan membantu
mempelajari peran dan perilaku
b. Kelompok teman sebaya
lingkungan yang baru dan berbeda, memberi pola
dan struktur yang berbeda dalam interaksi dan
komunikasi, dan memerlukan gaya perilaku yang
berbeda.
fungsi: belajar kesuksesan dan kegagalan,
memvalidasi dan menantang pemikiran dan
perasaan, mendapatkan penerimaan, dukungan
dan penolakan sebagai manusia unik yang
merupakan bagian dari keluarga; dan untuk
mencapai tujuan kelompok dengan memenuhi
kebutuhan dan harapan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

9

c. Pengalaman hidup
pengalaman hidup dan proses pembelajaran

membiarkan individu berkembang dengan
mengaplikasikan apa yang telah dipelajari
Tahapan proses pembelajaran
 mengenali kebutuhan
 penguasaan ketrampilan
 menjalankan tugas
 integrasi ke dalam seluruh fungsi
 mengembangkan penampilan perilaku yang
efektif.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

10

d. Kesehatan
Tingkat kesehatan --- respon individu terhadap
lingkungan dan respon orang lain pada individu
Kesehatan prenatal (sebelum bayi lahir)
mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan
dari fetal (janin)
Nutrisi adekuat
Keseimbangan antara istirahat, tidur dan olahraga
Kondisi sakit --- ketidakmampuan untuk
melaksanakan tugas-tugas perkembangan --tumbuh kembang terganggu
e. Lingkungan tempat tinggal
: Musim, iklim, kehidupan sehari-hari dan status
sosial ekonomi
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

11

Tahap-tahap Tumbuh Kembang Manusia

1. Neonatus (lahir – 28 hari)
Pada tahap ini, perkembangan
neonatus sangat memungkinkan
untuk dikembangkan sesuai
keinginan.
Implikasi keperawatan : membantu
orang tua untuk mengidentifikasi dan
menemukan kebutuhan yang tidak
ditemukan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

12

2. Bayi (1 bulan – 1 tahun)
Bayi usia 1-3 bulan :
 mengangkat kepala
 mengikuti obyek dengan mata
 melihat dengan tersenyum
 bereaksi terhadap suara atau bunyi
 mengenal ibunya dengan penglihatan,
penciuman, pendengaran dan kontak
 menahan barang yang dipegangnya
 mengoceh spontan atau bereaksi dengan
mengoceh

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

13

Bayi usia 3-6 bulan :
• mengangkat kepala sampai 90°
• mengangkat dada dengan bertopang tangan
• belajar meraih benda-benda yang ada dalam
jangkauannya atau diluar jangkauannya
• menaruh benda-benda di mulutnya,
• berusaha memperluas lapang pandang
• tertawa dan menjerit karena gembira bila
diajak bermain
• mulai berusaha mencari benda-benda yang
hilang

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

14

Bayi 6-9 bulan :
duduk tanpa dibantu
tengkurap dan berbalik sendiri
merangkak meraih benda atau mendekati
seseorang
memindahkan benda dari satu tangan ke tangan
yang lain
memegang benda kecil dengan ibu jari dan jari
telunjuk
bergembira dengan melempar benda-benda
mengeluarkan kata-kata tanpa arti
mengenal muka anggota keluarga dan takut pada
orang lain
mulai berpartisipasi dalam permainan tepuk
tangan
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

15

Bayi 9-12 bulan :
berdiri sendiri tanpa dibantu
berjalan dengan dituntun
menirukan suara
mengulang bunyi yang didengarnya
belajar menyatakan satu atau dua kata
mengerti perintah sederhana atau larangan
minat yang besar dalam mengeksplorasi
sekitarnya
ingin menyentuh apa saja dan memasukkan
benda-benda ke mulutnya
berpartisipasi dalam permainan
Implikasi keperawatan : mengontrol lingkungan
sekitar bayi sehingga kebutuhan perkembangan
fisik dan psikologis bayi dapat terpenuhi.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

16

3. Todler (1-3 tahun)
peningkatan kemampuan psikososial dan
perkembangan motorik
Anak usia 12-18 bulan :
mulai mampu berjalan dan mengeksplorasi
rumah serta sekeliling rumah
menyusun 2 atau 3 kotak
dapat mengatakan 5-10 kata
memperlihatkan rasa cemburu dan rasa
bersaing

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

17

Anak usia 18-24 bulan :
mampu naik turun tangga
menyusun 6 kotak
menunjuk mata dan hidungnya
menyusun dua kata
belajar makan sendiri
menggambar garis di kertas atau pasir
mulai belajar mengontrol buang air besar
dan buang air kecil
menaruh minat kepada apa yang
dikerjakan oleh orang yang lebih besar
memperlihatkan minat kepada anak lain
dan bermain-main dengan mereka
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

18

Anak usia 2-3 tahun :
 anak belajar meloncat, memanjat, melompat
dengan satu kaki
 membuat jembatan dengan 3 kotak
 mampu menyusun kalimat
 mempergunakan kata-kata saya
 Bertanya
 mengerti kata-kata yang ditujukan kepadanya
 menggambar lingkaran
 bermain dengan anak lain
 menyadari adanya lingkungan lain di luar
keluarganya
Implikasi keperawatan : keamanan sangat
penting. Strategi untuk mencegah risiko
keselamatan harus dilakukan secara seimbang
agar perkembangan anak tetap optimal.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

19

4. Pre sekolah (3-6 tahun)
Dunia pre sekolah berkembang. Selama bermain, anak
mencoba pengalaman baru dan peran sosial. Pertumbuhan
fisik lebih lambat.
Anak usia 3-4 tahun:
berjalan-jalan sendiri mengunjungi tetangga
berjalan pada jari kaki
belajar berpakaian dan membuka pakaian sendiri
menggambar garis silang
menggambar orang (hanya kepala dan badan)
mengenal 2 atau 3 warna
bicara dengan baik
bertanya bagaimana anak dilahirkan
mendengarkan cerita-cerita
bermain dengan anak lain
menunjukkan rasa sayang kepada saudara-saudaranya
dapat melaksanakan tugas-tugas sederhana.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

20

Anak usia 4-5 tahun :
mampu melompat dan menari
menggambar orang terdiri dari kepala,
lengan dan badan
dapat menghitung jari-jarinya
mendengar dan mengulang hal-hal
penting dan cerita
minat kepada kata baru dan artinya
memprotes bila dilarang apa yang
diinginkannya
membedakan besar dan kecil
menaruh minat kepada aktivitas orang
dewasa.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

21

Anak usia 6 tahun:
• ketangkasan meningkat
• melompat tali
• bermain sepeda
• menguraikan objek-objek dengan gambar
• mengetahui kanan dan kiri
• memperlihatkan tempertantrum
• mungkin menentang dan tidak sopan
Implikasi keperawatan : beri kesempatan
untuk bermain dan berinteraksi sosial
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

22

5. Usia sekolah (6-12 tahun)
Kelompok teman sebaya mempengaruhi perilaku
anak. Perkembangan fisik, kognitif dan sosial
meningkat. Anak meningkatkan kemampuan
komunikasi.
Anak usia 6-7 tahun :
 membaca seperti mesin
 mengulangi tiga angka mengurut ke belakang
 membaca waktu untuk seperempat jam
 anak wanita bermain dengan wanita
 anak laki-laki bermain dengan laki-laki
 cemas terhadap kegagalan
 kadang malu atau sedih
 peningkatan minat pada bidang spiritual
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

23

Anak usia 8-9 tahun:
 kecepatan dan kehalusan aktivitas motorik
meningkat
 menggunakan alat-alat seperti palu
 peralatan rumah tangga
 ketrampilan lebih individual
 ingin terlibat dalam segala sesuatu
 menyukai kelompok dan mode
 mencari teman secara aktif

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

24

Anak usia 10-12 tahun:
• pertambahan tinggi badan lambat
• pertambahan berat badan cepat
• perubahan tubuh yang berhubungan dengan pubertas
mungkin tampak
• mampu melakukan aktivitas seperti mencuci dan menjemur
pakaian sendiri
• memasak, menggergaji, mengecat
• menggambar, senang menulis surat atau catatan tertentu
• membaca untuk kesenangan atau tujuan tertentu
• teman sebaya dan orang tua penting
• mulai tertarik dengan lawan jenis
• sangat tertarik pada bacaan, ilmu pengetahuan

Implikasi keperawatan : memberikan waktu dan energi
agar anak dapat mengejar hoby dan aktivitas sekolah.
Mengakui dan mendukung prestasi anak.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

25

6. Remaja (12-18/20 tahun)
Konsep diri berubah sesuai dengan
perkembangan biologi
Mencoba nilai-nilai yang berlaku
Pertambahan maksimum pada tinggi,berat badan
Stres meningkat terutama saat terjadi konflik
Anak wanita mulai mendapat haid, tampak lebih
gemuk
Berbicara lama di telepon, suasana hati berubahubah (emosi labil), kesukaan seksual mulai terlihat
menyesuaikan diri dengan standar kelompok
anak laki-laki lebih menyukai olahraga, anak
wanita suka bicara tentang pakaian, make-up
hubungan anak-orang tua mencapai titik terendah,
mulai melepaskan diri dari orang tua
takut ditolak oleh teman sebaya
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

26

Pada akhir masa remaja : mencapai
maturitas fisik, mengejar karir, identitas
seksual terbentuk, lebih nyaman dengan
diri sendiri, kelompok sebaya kurang begitu
penting, emosi lebih terkontrol, membentuk
hubungan yang menetap.
Implikasi keperawatan: bantu remaja
untuk mengembangkan kemampuan
koping atau strategi mengatasi konflik.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

27

7. Dewasa muda (20-40 tahun)
Gaya hidup personal berkembang.
Membina hubungan dengan orang lain
ada komitmen dan kompetensi
membuat keputusan tentang karir, pernikahan dan
peran sebagai orang tua
Individu berusaha mencapai dan menguasai
dunia, kebiasaan berpikir rasional meningkat
pengalaman pendidikan, pengalaman hidup dan
kesempatan dalam pekerjaan meningkat.
Implikasi keperawatan : menerima gaya hidup
yang mereka pilih, membantu dalam penyesuaian
diri, menerima komitmen dan kompetensi mereka,
dukung perubahan yang penting untuk kesehatan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

28

8. Dewasa menengah (40-65 tahun)
Gaya hidup mulai berubah karena perubahanperubahan yang lain, seperti anak meninggalkan
rumah
anak-anaknya telah tumbuh dewasa dan mulai
meninggalkan rumah
dapat terjadi perubahan fisik seperti muncul rambut
uban, garis lipatan pada muka, dan lain-lain
waktu untuk bersama lebih banyak
Istri menopause, pria ingin merasakan kehidupan
seks dengan cara menikah lagi (dangerous age).
Implikasi keperawatan: bantu individu membuat
perencanaan sebagai antisipasi terhadap
perubahan hidup, untuk menerima faktor-faktor
risiko yang berhubungan dengan kesehatan dan
fokuskan perhatian individu pada kekuatan, bukan
pada kelemahan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

29

9. Dewasa tua
a. Young-old (tua-muda), 65-74 tahun :
beradaptasi dengan masa pensiun
(penurunan penghasilan),
beradaptasi dengan perubahan fisik,
dapat berkembang penyakit kronik.
Implikasi keperawatan: bantu individu
untuk menjaga aktivitas fisik dan
sosialnya, mempertahankan interaksi
dengan kelompok sebayanya.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

30

b. Middle-old (tua-menengah), 75-84 tahun :
diperlukan adaptasi terhadap penurunan
kecepatan dalam pergerakan, kemampuan
sensori dan peningkatan ketergantungan
terhadap orang lain.
Implikasi keperawatan: bantu individu
untuk menghadapi kehilangan
(pendengaran, penglihatan, kematian
orang tercinta).

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

31

c. Old-old (tua-tua), 85 tahun keatas :
terjadi peningkatan gangguan
kesehatan fisik.
Implikasi keperawatan : bantu
individu dalam perawatan diri dan
mempertahankan kemampuan
mandirinya jika memungkinkan

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

32

Teori-teori tumbuh kembang
Development task theory (Robert
Havighurst) --- 6 stages
1. Infancy & Early Childhood (masa bayi
dan kanak-kanak awal)
Belajar berjalan, mengambil makanan padat
Belajar bicara
Belajar mengontrol eliminasi (urin & fekal)
Belajar tentang perbedaan jenis kelamin
Membentuk konsep-konsep sederhana
mengenai kenyataan sosial dan fisik
Belajar membedakan mana yang benar dan
mana yang salah, mengembangkan hati nurani
Belajar mengadakan hubungan emosi
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

33

2. Middle childhood (masa sekolah)
 Membangun perilaku yang sehat
 Belajar ketrampilan fisik yang diperlukan untuk
permainan-permainan yang luar biasa
 Belajar bergaul dengan teman sebaya
 Belajar peran sosial terkait dengan maskulinitas dan
feminitas
 Mengembangkan ketrampilan dasar seperti
membaca, menulis dan berhitung
 Mengembangkan konsep-konsep yang dibutuhkan
dalam kehidupan sehari-hari
 Membangun moralitas, hati nurani dan nilai-nilai
 Pencapaian kemandirian
 Membangun perilaku dalam kelompok sosial maupun
institusi (sekolah)
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

34

3. Adolescence (remaja )

Membina hubungan baru yang lebih dewasa dengan teman
sebaya baik laki maupun perempuan
Pencapaian peran sosial maskulinitas atau feminitas
Pencapaian kemandirian emosi dari orang tua, orang lain
Pencapaian kemandirian dalam mengatur keuangan
Menerima keadaan fisiknya dan menggunakan secara efektif
Memilih dan mempersiapkan pekerjaan
Mempersiapkan pernikahan dan kehidupan keluarga
Membangun ketrampilan dan konsep-konsep intelektual
yang perlu bagi warga negara
Pencapaian tanggungjawab sosial
Memperolah nilai-nilai dan system etik sebagai penuntun
dalam berperilaku

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

35

4. Early Adulthood (dewasa muda)
Memilih pasangan
Belajar hidup bersama orang lain sebagai
pasangan
Mulai berkeluarga
Membesarkan anak
Mengatur rumah tangga
Mulai bekerja
Mendapat tanggungjawab sebagai warga
negara
Menemukan kelompok sosial yang cocok

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

36

5. Middle-age (dewasa lanjut)
 Mendapat tanggungjawab sosial dan sebagai
warga negara
 Membangun dan mempertahankan standard
ekonomi keluarga
 Membimbing anak dan remaja untuk menjadi
dewasa yang bertanggungjawab dan
menyenangkan
 Mengembangkan kegiatan-kegiatan di waktu
luang
 Membina hubungan dengan pasangannya sebagai
individu
 Mengalami dan menyesuaikan diri dengan
beberapa perubahan fisik
 Menyesuaikan diri dengan kehidupan sebagai
orang tua yang bertambah tua
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

37

6. Later maturity (usia lanjut)
Menyesuaikan diri dengan penurunan
kekuatan fisik dan kesehatan
Menyesuaikan diri dengan situasi pensiun
dan penghasilan yang semakin berkurang
Menyesuaikan diri dengan keadaan
kehilangan pasangan (suami/istri)
Membina hubungan dengan teman sesama
usia lanjut
Melakukan pertemuan-pertemuan sosial
Membangun kepuasan kehidupan
Kesiapan menghadapi kematian
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

38

Teori Perkembangan Psikoseksual
(Sigmund Freud)
a. Tahap oral-sensori (lahir sampai usia 12 bulan)
karakteristik :
• aktivitas melibatkan mulut
(sumber utama kenyamanan)
• Perasaan dependen (bergantung pada orang lain)
• Individu yang terfiksasi --- kesulitan mempercayai
orang lain, menunjukkan perilaku seperti
menggigit kuku, mengunyah permen karet,
merokok, menyalahgunakan obat, minum alkohol,
makan terlalu banyak, overdependen.
Implikasi : prosedur pemberian makan sebaiknya
memberikan kenyamanan dan keamanan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

39

b. Tahap anal-muskular (usia 1-3 tahun / toddler)
Karakteristik :
Organ anus dan rectum merupakan sumber
kenyamanan
Masa “toilet training” --- dapat terjadi konflik
Mengotori adalah aktivitas yang umum
Gangguan pada tahap ini dapat menimbulkan
kepribadian obsesif-kompulsif seperti keras
kepala, kikir, kejam dan tempertantrum
Implikasi : “toilet training” sebaiknya adalah
sebagai pengalaman yang menyenangkan, pujian
yang tepat dapat menimbulkan kepribadian yang
kreatif dan produktif
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

40

c. Tahap falik (3-6 tahun / pra sekolah)
Karakteristik :
 Organ genital sebagai sumber kenyamanan
 Masturbasi dimulai dan keingintahuan seksual
menjadi terbukti
 Dapat mengalami kompleks Oedipus atau
kompleks Elektra
 Hambatan pada tahap ini dapat menyebabkan
kesulitan dalam indentitas seksual dan
bermasalah dengan otoritas, ekspresi malu, dan
takut.
Implikasi : mengembangkan identitas seksual.
Anak sebaiknya mengenali hubungan dengan
orang lain di luar anggota keluarga.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

41

d. Tahap latensi (6-12 tahun / masa sekolah)
Karakteristik :
energi digunakan untuk aktivitas fisik dan
intelektual
Ini adalah periode tenang, dimana kegiatan sexual
tidak muncul (tidur).
Anak mungkin terikat dalam aktivitas erogenus
(perasaan erotik) dengan teman sebaya yang
sama jenis kelaminnya.
Penggunaan koping dan mekanisme pertahanan
diri muncul pada waktu ini
Konflik yang tidak diatasi pada masa ini dapat
menyebabkan obsesif dan kurang motivasi diri.
Implikasi : anjurkan anak mencari aktivitas fisik
dan intelektual
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

42

e. Genital (13 tahun keatas / pubertas atau remaja
sampai dewasa)
Karakteristik :
 genital menjadi pusat dari tekanan dan
kesenangan seksual
 Produksi hormon seksual menstimulasi
perkembangan heteroseksual
 Energi ditujukan untuk mencapai hubungan
seksual yang matur
 Pada awal fase sering terjadi emosi yang belum
matang, kemudian mulai berkembang kemampuan
untuk menerima dan memberi cinta
Implikasi : anjurkan untuk mandiri, dapat
membuat keputusan sendiri dan berpisah dengan
kedua orang tua
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

43

Teori perkembangan Psikososial
(Erik H Erickson )
a. Trust vs mistrust -- bayi (lahir – 12 bulan)
Indikator positif : belajar percaya pada orang lain
Indikator negatif : tidak percaya, menarik diri dari
lingkungan masyarakat, pengasingan.
Pemenuhan kepuasan untuk makan dan
mengisap, rasa hangat dan nyaman, cinta dan
rasa aman ---- menghasilkan kepercayaan.
Pada saat kebutuhan dasar tidak terpenuhi secara
adekuat --- bayi menjadi curiga, penuh rasa takut,
dan tidak percaya. Hal ini ditandai dengan perilaku
makan, tidur dan eliminasi yang buruk.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

44

b. Otonomi vs ragu-ragu dan malu (autonomy vs
shame & doubt) -- todler (1-3 tahun)
Indikator positif : kontrol diri tanpa kehilangan
harga diri
Indikator negatif : terpaksa membatasi diri atau
terpaksa mengalah
Anak mulai mengembangkan kemandirian
membuka dan memakai baju, berjalan,
mengambil, makan sendiri, dan ke toilet. Mulai
terbentuk kontrol diri.
Jika kemandirian todler tidak didukung oleh orang
tua, mungkin anak memiliki kepribadian yang
ragu-ragu
jika anak dibuat merasa buruk pada saat
melakukan kegagalan, anak akan menjadi pemalu.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

45

c. Inisiatif vs merasa bersalah (initiative vs guilt) -- pra sekolah (
3-6 tahun)
Indikator positif : mempelajari tingkat ketegasan dan tujuan
mempengaruhi lingkungan. Mulai mengevaluasi kebiasaan
(perilaku) diri sendiri.
Indikator negatif : kurang percaya diri, pesimis, takut salah.
Pembatasan dan kontrol yang berlebihan terhadap aktivitas
pribadi
Inisiatif, mencoba hal-hal baru, perilaku kuat, imajinatif dan
intrusif, perkembangan perasaan bersalah dan identifikasi
dengan orang tua yang berjenis kelamin sama.
Pembatasan --- mencegah anak dari perkembangan inisiatif.
Rasa bersalah mungkin muncul pada saat melakukan
aktivitas yang berlawanan dengan orang tua.
Anak perlu belajar untuk memulai aktivitas tanpa merusak
hak-hak orang lain.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

46

d. Industri vs inferior (industry vs inferiority) -- usia sekolah (612 tahun)
Indikator positif : mulai kreatif, berkembang, manipulasi.
Membangun rasa bersaing dan ketekunan.
Indikator negatif : hilang harapan, merasa cukup, menarik
diri dari sekolah dan teman sebaya.
Anak mendapatkan pengenalan melalui demonstrasi
ketrampilan dan produksi benda-benda serta
mengembangkan harga diri melalui pencapaian
Anak dipengaruhi oleh guru dan sekolah.
Perasaan inferior --- terjadi pada saat orang dewasa
memandang usaha anak untuk belajar bagaimana sesuatu
bekerja melalui menipulasi adalah sesuatu yang bodoh atau
merupakan masalah.
Perasaaan inferior --- ketidaksuksesan di sekolah,
ketidaksuksesan dalam perkembangan ketrampilan fisik dan
mencari teman.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

47

e. Identitas vs bingung peran (identity vs role
confusion) -- remaja (12 - 18 tahun)
Indikator positif : menghubungkan sesuatu dengan
perasaan diri, merencanakan aktualisasi diri
Indikator negatif : kebingungan, ragu-ragu, dan
tidak mampu menemukan identitas diri
Individu mengembangkan penyatuan rasa “ diri
sendiri”.
Teman sebaya mempunyai pengaruh yang kuat
terhadap perilaku.
Kegagalan untuk mengembangkan rasa identitas
--- kebingungan peran, yang sering muncul dari
perasaan tidak adekuat, isolasi dan keraguraguan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

48

f. Intimasi vs isolasi (intimacy vs isolation) –
dewasa muda (18-25 sampai 45 tahun)
indikator positif : berhubungan intim dengan
orang lain. Mempunyai komitmen dalam bekerja
dan berhubungan dengan orang lain.
Indikator negatif : menghindari suatu hubungan,
komitmen gaya hidup atau karir
Individu mengembangkan kedekatan dan berbagi
hubungan dengan orang lain, yang mungkin
termasuk pasangan seksual.
Ketidakpastian individu mengenai diri sendiri
akan mempunyai kesulitan mengembangkan
keintiman.
Seseorang tidak bersedia atau tidak mampu
berbagi mengenai diri sendiri, akan merasa
sendiri.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

49

g. Generativitas vs stagnasi atau absorpsi diri –
dewasa tengah (45 – 65 tahun)
indikator positif : kreatifitas, produktivitas dan
perhatian dengan orang lain
indikator negatif : perhatian terhadap diri sendiri,
kurang merasa nyaman
Orang dewasa --- bimbingan untuk generasi
selanjutnya, mengekspresikan kepedulian pada
dunia di masa yang akan datang
Absorpsi diri orang dewasa akan direnungkan
dengan kesejahteraan pribadi dan peningkatan
materi
Perenungan diri sendiri mengarah pada stagnasi
kehidupan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

50

h. Integritas ego vs putus asa -- dewasa akhir (65
tahun keatas)
indikator positif : penerimaan kehidupan pribadi
sebagai sesuatu yang berharga dan unik. Siap
menerima kematian
indikator negatif : perasaan kehilangan, jijik
terhadap orang lain.
Masa lansia dapat melihat ke belakang dengan
rasa puas dan penerimaan hidup dan kematian
Resolusi (pencapaian) yang tidak berhasil dalam
krisis ini bisa menghasilkan perasaan putus asa
karena individu melihat kehidupan sebagai bagian
dari ketidakberuntungan, kekecewaan dan
kegagalan.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

51

Teori perkembangan Kognitif Piaget (1952)
a. fase sensorimotor (lahir – 2 tahun)
 tahap 1 : Penggunaan aktivitas refleks
(lahir – 1 bulan)
 tahap 2 : reaksi sirkular primer (1-4 bulan)
 tahap 3 : reaksi sirkular sekunder
(4-8 bulan)
 tahap 4 : koordinasi dari skema sekunder
(8-12 bulan)
 tahap 5 : reaksi sirkular tersier
(12-18 bulan)
 tahap 6 : intervensi dari arti baru
(18-24 bulan)
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

52

b. fase preoperasional (2-7 tahun)
simbol seperti kata untuk mewakili manusia,
benda dan tempat.
kemampuan berfokus hanya pada satu aspek
pada satu waktu, dan pemikiran sering terlihat
tidak logis
mobil menabrak anjing karena anak laki-laki
marah pada anjing tersebut
- tahap pre konseptual (2-4 tahun)
sangat egosentris, “saya”, Perkembangan bahasa,
kata-kata dengan objek
- tahap intuituf (4-7 tahun)
Egosentris anak mulai berkurang, Klasifikasi
sesuatu dengan satu atribut biasanya warna atau
bentuk
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

53

c. fase konkret operasional (7-11 tahun)
 memecahkan masalah konkret
 mulai mengerti tentang suatu hubungan misalnya
ukuran, mengerti kanan dan kiri
 Anak dapat membuat alasan mengenai apa itu, tapi
tidak dapat membuat hipotesa mengenai apa
kemungkinannya dan dengan demikian tidak dapat
berpikir mengenai masalah ke depan
d. Fase formal operasional (11-15 tahun)
 pemikiran rasional, bersifat keakanan
 kemampuan untuk berperilaku yang abstrak, dan
muncul pemikiran ilmiah
 menyadari masalah moral dan politik dari berbagai
pandangan yang ada
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

54

Teori perkembangan moral Kohlberg (1968)
a. Tingkat premoral (prekonvensional) : lahir sampai 9 tahun
kewaspadaan terhadap moral yang bisa diterima secara
sosial
Kontrol didapatkan dari luar.
Anak menggabungkan label baik dan buruk, benar dan
salah dalam perilaku
tawar menawar, pembagian yang seimbang dan kejujuran
menjadi muncul
Hidup dinilai dengan bagaimana anak dapat memuaskan
kebutuhan dari orang lain.
- tahap orientasi hukuman dan kepatuhan (lahir - 6 tahun) :
Peraturan diikuti untuk menghindari hukuman
- tahap orientasi egoistik secara sederhana (6-9 tahun) :
Anak menyesuaikan minat diri sendiri dengan aturan,
berasumsi bahwa penghargaan atau bantuan akan diterima.

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

55

b. Tingkat moralitas konvensional : 9-13 tahun
Usaha dilakukan untuk menyenangkan orang lain.
Kontrol didapat dari dalam
Anak setia dan peduli pemeliharaan dan pengharapan
keluarga tanpa memperhatikan konsekuensinya
- tahap “ anak laki-laki yang baik, anak perempuan yang manis”
(9-10 tahun)
 Keinginan untuk menyenangkan dan membantu orang lain
merupakan hal yang paling sering.
 Anak menyesuaikan diri untuk menghindari penolakan
 Hidup dinilai dari seberapa bagus hubungan interpersonal
dengan mengidentifikasi kepentingan individu secara
emosional.
- tahap autoritas memeprtahankan moralitas (10-13 tahun)
 Anak melakukan kewajiban untuk menghindari kritik oleh
yang berwenang
 Identifikasi pergeseran pada agama atau institusi sosial
seperti sekolah
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

56

c. Tingkat moralitas pasca konvensional : 13 tahun sampai
meninggal
individu memperoleh nilai moral yang benar
kontrol adalah dari dalam
Pencapaian nilai moral yang benar terjadi setelah dicapai
formal operasional
Tidak semua orang mencapai tingkat ini
- orientasi kontraktual dan legalistik
Individu memilih prinsip moral untuk mematuhi atau
meninggalkan aturan
Individu berhati-hati untuk tidak melanggar hak-hak dan
kehendak orang lain
Terjadi konflik pandangan moral dan legal
Orang akan bekerja untuk mengubah aturan.
- orientasi prinsip etis yang universal
Individu bersikap dalam cara yang menghargai martabat.
Tahapan ini jarang dicapai. Jika rancangan pemikiran dari
dalam diganggu, akan muncul rasa bersalah.
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

57

Aplikasi konsep tumbuh kembang
dalam keperawatan
Teori perkembangan hanya menjelaskan satu
aspek --- perawat perlu mengaplikasikan beberapa
teori perkembangan untuk memahami tumbuh
kembang klien saat melakukan pengkajian
maupun implementasi tindakan keperawatan
Tiap-tiap individu berbeda dan tidak mudah untuk
disamakan antara individu yang satu dengan yang
lain terhadap tugas-tugas perkembangannya.
Teori-teori tumbuh kembang bermanfaat untuk
pengkajian, mengetahui tingkatan perilaku klien,
dan memberikan intervensi keperawatan
Konsep pertumbuhan dan perkembangan manusia
ini dapat dijadikan sebagai dasar dalam
mempelajari konsep tumbuh kembang pada
berbagai usia
01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

58

SEMOGA SUKSES

01/15/10

Perkembangan Anak Usia 6-12 Tahun

59

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful