P. 1
Kelas XII_SMA IPA IPS_Bahasa Indonesia_Muhammad Rohmadi

Kelas XII_SMA IPA IPS_Bahasa Indonesia_Muhammad Rohmadi

1.0

|Views: 35,026|Likes:
Published by Jon Putra

More info:

Published by: Jon Putra on Jan 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/23/2013

pdf

text

original

Tujuan Pembelajaran

Anda diharapkan mampu membacakan puisi karya sendiri dengan memerhatikan

lafal, intonasi, penghayatan, serta mimik dan ekspresi yang sesuai.

Membaca puisi berarti menikmati melalui penghayatan, penikmat akan

merasa ada getaran halus yang disampaikan dari satu generasi ke generasi

berikutnya. Dengan membaca, pikiran kita akan tergerak untuk menelusuri

imajinasi penyair, memberikan kebebasan bagi kita untuk menafsirkan puisi

itu sendiri. Untuk membaca puisi yang baik, perlu Anda perhatikan hal-hal

berikut.

Teknik Membaca Puisi yang Memikat

Teknik membaca puisi menyangkut berbagai hal, agar tampilannya lebih

menarik, indah, komunikatif, dan segar. Teknik-teknik tersebut adalah sebagai

berikut.

a. Vokal/Lafal

Dalam membaca puisi diperlukan pengucapan vokal atau lafal yang jelas.

Dengan demikian, pendengar akan memahami secara jelas apa yang kita

sampaikan. Gerakan mulut perlu senantiasa dilatih untuk mengucapkan fonem

atau kata secara tepat dan jelas. Misalnya, suara ta, tha, hemm, emm, uh, oh,

huh, dan sebagainya.

Contoh dalam puisi Bagai Sepotong Kekasih pada bait keempat baris

pertama:

Sebelum kota menjadi punah

tidak diucapkan sebagai sebelum kota’ menjadi punah, yang seolah-olah

kata kota’ terdengar menjadi kata kotak.

b. Intonasi/Tekanan

Selain olah vokal juga perlu olah intonasi dan tekanan suara, seperti sedang,

berat, ringan, kemerduan. Perlu diperhatikan tekanan dinamik (keras-lembut:

mas, mass, masss!, massss-masss), tekanan tempo (cepat-lambat) akan berbeda

dengan suara reporter dan pranatacara tetapi cukup lantang.

c. Penghayatan

Latihan penghayatan juga sangat diperlukan untuk dapat membaca puisi

secara memikat dan menarik. Untuk dapat menghayati puisi dengan baik, kalian

wajib membaca naskah terlebih dahulu dan memahami isinya. Oleh karena

itu, bacalah naskah puisi kalian secara berulang-ulang dalam hati dan carilah

kata-kata sulit yang belum dimengerti maknanya.

52

Bahasa dan Sastra Indonesia SMA dan MA Kelas XII Program IPA – IPS

Contoh: baris terakhir dalam puisi Bagai Sepasang Kekasih yang menyebut

“Bergelimang dalam bandang”

d. Gerak/Mimik dan Ekspresi

Gerak/mimik dan ekspersi yang tidak tepat juga membuat pembacaan

puisi kurang menarik. Oleh karena itu, dalam pembacaan puisi harus memer-

hatikan betul isi dan penghayatan terhadap naskah puisi yang akan dibaca

sehingga dapat sesuai.

e. Latihan Pernapasan

Latihan bernapas panjang-pendek, datar, terengah-engah sangat dibutuh-

kan dalam membaca puisi. Latihan semacam itu harus dilatih dengan menyeim-

bangkan pernapasan dada dan perut, agar pembacaan puisi tidak tersendat-

sendat.

Setelah memahami teknik membaca puisi yang baik, cobalah membaca

puisi hasil karya sendiri. Apabila belum tersedia, Anda dapat membaca puisi-

puisi karya penyair berikut ini.

Puisi a

Bagai Sepasang Kekasih

selepas gemuruh di pagi benderang itu

semua kenangan tentang lelaki suci

dan perempuan binal yang kaukisahkan

kembali menggayut di benakku

bagai sepasang kekasih berenang

melawan gelombang tanpa perahu

tiada dermaga sebab telah runtuh

beberapa detik lalu....

mungkin kau adalah sisa

dari silsilah manusia

yang menulis tahi lalat

di sejarah yang pekat

sebelum kota menjadi punah

menenggelamkan segala seranah

aku seperti sudah membaca sejarah

tentang orang-orang jadi ikan

dihanyutkan oleh bandang

selepas gaduh di pagi benderang itu

aku benar-benar kehilangan sejarah

53

Kegiatan yang Menumbuhkan Kreativitas

tentang kota yang memendam sejarah

kecuali tentang orang-orang

yang telah menjadi ikan

bergelimang dalam bandang

(Oleh: Isbedy Stiawan)

Puisi b

Mestinya

mestinya

hanya ikan yang tergeletak di atas pasir

di atas batu

mestinya

hanya kepiting kelapa yang bergerak di lensa kamera

sayap-sayap camar

mestinya hanya kecap yang ditumpahkan di atas kuah

di atas udang bakar dan denting gitar

mestinya hanya bir yang berbuih di bibir gelas

hanya sagu

hanya batang keras berduri yang dibacok dan dicincang

dipukul-pukul sampai hancur

mestinya

hanya azan dan angin yang datang dari bukit-bukit

lonceng yang gembira

buah pala

keranjang bambu

ranting kayu putih

mestinya hanya dia yang dibabat parang dan disuling

agar harumnya menghangatkan lagu-lagu

mestinya cukup gamalama yang meledak

menyebar api di kebun cengkih

mestinya cukup langit yang berasap

cukup itu saja yang di sebelah sana

Oleh: F. Rahardi

(Sumber: Kompas, 20 Februari 2006:20)

54

Bahasa dan Sastra Indonesia SMA dan MA Kelas XII Program IPA – IPS

Pelatihan

Anda sudah mempelajari teknik membaca puisi yang memikat. Sekarang

agar lebih mengarah kemampuan Anda, kerjakan perintah-perintah di

bawah ini!

1.Buatlah sebuah puisi yang menarik menurut Anda!

2.Bacakan dihadapan teman-teman Anda di depan kelas!

3.Memperhatikan vokal yang jelas, intonasi, penghayatan, mimik, dan

ekspresi!

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->