P. 1
Kumpulan Materi n Pengetahuaan Tentang Teknologi motor bensin

Kumpulan Materi n Pengetahuaan Tentang Teknologi motor bensin

|Views: 4,616|Likes:
Published by IWayanEka

More info:

Published by: IWayanEka on Jan 18, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/10/2013

pdf

text

original

Sections

Seperti halnya # 9 diatas, untuk pemeriksaan hisaplah lubang vacuum ini jika tuas tertarik
berarti vacuum baik.

Catatan:

Selama ini saya menggunakan DCS Super Engine Conditioner untuk
membersihkan komponen-komponen karburator. untuk hasil yang optimal biarkan
selama +/- 5 menit setelah penyemprotan gunanya untuk melarutkan kotoran kotoran
yang membandel setelah itu tiupkan udara bertekanan untuk membersihkan sisa kotoran.

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

Untuk menghindari oksidasi yang berlebihan akibat DCS SEC pada komponen yang
terbuat dari kuningan ada baiknya bersikan komponen komponen dari kuningan tersebut
menggunakan STP carb Cleaner.

Sistem Injeksi Bahan Bakar Elektronik
(Electronic Fuel Injection System)
(
http://www1.bpkpenabur.or.id)

Pendahuluan

Sejak Robert Bosch berhasil membuat pompa injeksi pada motor diesel putaran tinggi
(1922 _ 1927), maka dimulailah percobaan-percobaan untuk menerapkan pompa injeksi
tersebut pada motor bensin. Pada mulanya pompa injeksi motor bensin dicoba, bensin
langsung disemprotkan ke ruang bakar seperti motor diesel, namun timbul kesulitan saat
motor dihidupkan pada kondisi dingin karena bensin sukar menguap pada suhu rendah
dan akibatnya bensin akan mengalir keruang poros engkol dan bercampur dengan oli.
Untuk mengatasi hal ini, maka penyemprotan bensin dilakukan pada saluran isap (intake
manifold), hal ini pun bukan tidak bermasalah karena elemen pompa harus diberi
pelumasan sendiri mengingat bensin tidak dapat melumasi elemen pompa seperti solar.
Para ahli konstruksi terus berusaha merancang suatu sistem injeksi yang berbeda dari
sistem-sistem terdahulu (tanpa memakai pompa injeksi seperti motor diesel).

Pada mesin bensin konvensional suplai bahan bakar didapatkan dari hasil karburasi
melalui karburator. Untuk mendapatkan tenaga yang optimum, komposisi campuran
(perbandingan berat) antara udara dan bensin harus berkisar antara 14,7 : 1, dan ini harus
diperoleh pada setiap kondisi kerja mesin yang selalu berubah, namun pada kenyataannya
hal ini sulit sekali dicapai karburator, karena pada karburator percampuran bensin dan
udara sangat bergantung pada ukuran lubang-lubang spuyer karburator. Keberhasilan
sistem injeksi tak terlepas dari ketepatannya mencampur bensin yang disalurkan ke mesin
sesuai dengan putaran dan bebannya. Karena bensin disemprotkan langsung kesaluran
isap (intake manifold) melalui injektor, maka ketepatan campuran dapat dicapai, sehingga
polusi gas buang dapat ditekan dan mesin pun dapat bekerja lebih efisien. Secara garis
besar kerja sistem injeksi dapat dibedakan menjadi : 1) Sistem injeksi secara kontinyu dan
mekanis, yaitu sistem K-Jetronic, 2) Sistem injeksi secara kontinyu dan elektronis, yaitu
sistem KE-Jetronic, dan 3) Sistem injeksi secara terputus-putus (periodik) dan elektronis,
yaitu sistem L, L3, LH-Jetronic, (EFI Toyota) dan Motronic.

1. Sistem Injeksi secara kontinu dan mekanis, yaitu sistem K-Jetronic

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

1 fuel tank
2 electric fuel pump
3 fuel acumulator
4 fuel filter
5 warm-up regulator
6 fuel-injection valve
7 intake manifold
8 solenoid-operated start valve
9 mixture-control unit 9a fuel distributor 9b primary-pressure regulator
10 air-flow sensor
13 thermo-time switch
14 auxiliary-air device
15 thermo-time switch
16 engine-temperature sensor
17 ignition distributor
18 control relay
19 control unit
20 ignition-starting switch
21 battery

Prinsip dasar sistem injeksi yang dipakai pada mobil-mobil saat ini mulai sekitar
tahun 1960.

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

2. Sistem Injeksi secara Kontinu dan Elektronis, yaitu sistem KE- Jetronic

22. fuel tank
23. electric fuel pump
24. fine-mesh filter
25. fuel accumulator
26. system-pressure regulator
27. air-flow sensor with sensor plate (6a) and pontentiometer (6b)
28. fuel distributor with control plunger (7a) and its control edge (7b), upper (7c) and
lower chambers (7d) of the differential pressure valves
29. pressure actuator
30. injection valve
31. intake manifold
32. cold-start valve

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

33. thorttle-valve
34. thorttle-valve switch
35. auxiliary-air device
36. thermo-time switch
37. engine-temperature sensor
38. ignition distributor
39. control relay
40. control unit
41. ignition-starting switch
42. battery

3. Sistem Injeksi secara Terputus-putus (periodik) dan Elektronis, yaitu sistem L,
L3, LH-Jetronic, (EFI

19. fuel tank
20. electric fuel pump
21. fuel filter
22. fuel rail
23. pressure regulator
24. ECU,
25. lamda sensor
26. injection valve
27. temperature sensor
28. throttle valve
29. throttle- valve switch
30. idle-speed adjustman screw
31. idle-speed actuator
32. hot-wire air-mass meter
33. ignition distributor
34. battery

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

35. ignition and starting switch
36. relay

Skema Sistem injeksi Motronis

29. fuel tank
30. fuel pump
31. fuel filter
32. fuel rail
33. pressure regulator
34. control unit
35. ignition oil
36. high-tension distributor
37. spark plug
38. injection valve
39. cold-start valve
40. idle-speed adjusting screw
41. throttle valve
42. throttle-valve switch
43. air-flow sensor
44. air-temperature sensor
45. lamda sensor
46. thermo-time
47. engine-temperature sensor
48. auxiliary-air valve

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

49. idle-mixture adjusting screw
50. reference-mark sensor
51. engine-speed sensor
52. battery
53. ignition-speed sensor
54. main relay
55. pump relay
56. vibrition damper

BAGAN INJEKSI BENSIN

Menurut pemakaian injektornya, dibedakan menjadi : 1) injektor untuk semua silinder
(Mono Jetronic), dan 2) memakai satu injektor tiap silinder (Multi Point).

Daya maksimum sistem injeksi bensin sedikit lebih besar, hal ini disebabkan karena
konstruksi saluran masuk, saluran gas buang, tekanan kompresi dan lain-lain dibuat
berbeda dengan motor yang menggunakan karburator. Akibatnya pada sistem injeksi
bensin momen putar yang dihasilkan mesin akan lebih besar karena campuran udara dan
bensin lebih baik daripada karburator. (Hotben S.)

Sumber : Auto Service Training Center

REFERENSI BUSI (SAFT7.COM)

Untuk melengkapi referensi tentang busi dari beberapa artikel sebelumnya di web ini,
rasa penasaran saya akan QC / Kontrol Kualitas produk busi masih terus berkecamuk
untuk tetap mencoba Obyektif melihat merek busi mana yang baik dalam menjaga
konsistensi produksinya.

Produk massal, adalah produk yang memerlukan perhatian khusus terutama pada
konsistensi hasil akhirnya. Contoh sederhananya gini..
Perusahaan produk Kue Kacang, dalam membuat produknya yang berjumlah besar untuk
konsumsi se Indonesia (nasional), harus mempunyai proses QC yang sangat baik. Kacang
yang di produksi pertama, harus punya rasa yang sama dengan kacang yang diproduksi

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

paling akhir. Bayangkan apabila… kacang atom yang sama, rasanya lebih enak kalau kita

beli di Bandung ketimbang beli di Jakarta.

Untuk busi kira-kira juga begitu.. juga untuk segala produk lain yang sifatnya MASSAL.

Bahkan hingga dibuat standard mutu untuk konsistensi produk (ISO), sehingga pabrikan
yang menyandang atribut sertifikasi tersebut boleh bangga atas produknya yang
dipastikan konsisten, baik mutu, umur pakai, ukuran, dsb.

Untuk rasa penasaran ini, saya meminjam 6 merek / jenis busi , masing-masing 4 unit.
Jadi total ada 24 busi yang saya akan ukur.

Busi yang di pilih adalah busi yang premium, alias harganya jauh di atas busi standard
biasa. Busi-busi ini sering dikategorikan orang sebagai ‘Busi Racing’ atau busi
performance.

Nah, seberapa konsistenkah sang produsen dalam memproduksi busi mahal tersebut?
Saya coba dengan test sederhana saja, namun sedikit banyak bisa menjadi salah satu
referensi konsisten atau tidaknya produk yang beredar di pasaran.

Oh ya.. sampel 4 busi, saya ambil secara acak. Jadi tidak di pilih2 dari bentuk fisik.
Dalam hal ini saya mencoba memposisikan sebagai pembeli yang awam, tidak mengerti
soal busi, tapi mau beli busi ‘mahal’ dengan harapan mobil saya bisa oke, kemudian si
pemilik toko memberikan 4 busi kepada saya. Kira-kira begitu skenarionya.

Oke,.. berikut busi-busi yang di uji,..

DENSO IRIDIUM IQ20

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

BOSCH SUPER 4 - FR78X

NGK IRIDIUM IX - BKR6 EIX

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

SPLITFIRE SF - 392D

BERU SILVERSTONE - S3F

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

NGK G-POWER PLATINUM - BKR6 EGP

Saya coba ukur resistansi masing-masing busi di tiap merek/jenisnya dengan
menggunakan Digital Ohm Meter. Dengan cara satu kutup probe di bagian ujung
belakang busi, satu probe lagi pada jarum elektroda busi, sehingga terbaca nilai
resistansinya.

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

Berikut hasil akhir pengujiannya..

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

Terlihat pada tabel di atas, bahwa merek NGK terlihat sangat baik dalam menjaga
konsistensi pada tiap produknya… bahkan dari dua jenis NGK yang di test ternyata tetap
bisa menjaga toleransi simpangan akurasi produk hingga 10% bahkan 6%, diikuti produk
SplitFire.

Sementara yang menyedihkan adalah produk BOSCH yang simpangannya jauh sekali
hingga 75%. Wah wah… apalagi baca artikel sebelumnya tentang busi yang bermasalah,
3 dari 4 kasus yang ditemukan semuanya dari merek BOSCH.

Duh duh… ada masalah apakah produsen tersebut?… halo?? bosch,.. ayo perbaiki

kualitas produkmu!.

Apa sih akibatnya jika saya membeli busi yang simpangan nilai resistansinya besar?

Yang pasti… makin besar nilai resistansi, akan memperkecil api yang dipercikkan busi.
Nah… jika nilai resistansi tidak rata, akibatnya… kualitas api dari busi tidak rata juga.

Bahkan jika sangat parah, akan membuat misfire, yaitu saat harusnya terjadi pengapian,
busi tidak memercikkan api. Pada saat misfire, busi tidak membakar bensin untuk dirubah
menjadi tenaga. Bensin terbuang percuma. ujung-ujungnya, pemborosan bahan bakar.

Paling parah lagi adalah… baru saja ganti busi.. mesin langsung pincang. Ini mungkin
disebabkan salah satu busi memiliki nilai resistansi yang sangat besar dibanding yang
lain.

Nah loh… harus hati-hati dan cermat dong ya… Teliti sebelum membeli.

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

Pilot Injection (DARI : GA INGAT)

(233 total words in this text)
(1050 Reads)

Yang disebut Pilot Injection ini adalah, injeksi bahan bakar yang dilakukan sebelum
main injeksi bahan bakar yang sebenarnya. Jadi pada sistem yang menggunakan
pilot injection ini menginjeksi bahan bakarnya dalam satu cycle dua kali. Strategi
kontrol pembakaran dengan pilot injection ini
sering dijumpai pada mesin diesel.

Dengan adanya injeksi bahan bakar sebagian
sebelum main injeksi, maka pembakaran sudah
bisa dimulai dihitung dari terjadinya nyala api pada
bahan bakar dari pilot injection, sehingga ketika
bahan bakar dari main injection di spray-kan, maka
kondisi ruangan bakar dalam suhu yang lebih tinggi
bila tanpa pilot injection dan ini mempermudah pembakaran dari main bahan bakar.
Dengan kata lain, adanya pilot injection ini mengurangi ignition-delay dari bahan
bakar main injection, sehingga mengurangi diesel knock, serta effisiensi bahan bakar
tinggi.

Manfaat lain dengan adanya pilot injection ini juga semakin halusnya suara mesin,
disamping dengan pengaturan timing dan persentase bahan bakar pada pilot
injection dari bahan bakar total, akan menurunkan kadar emissi ( jelaga/asap, PM,
CO dsb ). Namun kesalahan kontrol bahan bakar pada pilot injection justru bisa
memperburuk pembakaran inti, dan menjadi sumber terjadinya asap/jelaga pada
proses pembakaran tsb.

Nilai persentase bahan bakar dan timing dari pilot injection ini sangat tergantung
dari sistem mesin tsb, tetapi dari beberapa data penelitian berkisar 5% dari jumlah
total bahan bakar, dan injection timing berkisar 10-20 degree CA ( crank angle ),
sebelum main injection.

Perawatan Karburator Vakum Gangguan Akibat Salah
Asuh DARI : NGGAK INGAT !!!!

Article Date:
Source: Motor Plus Online

Karburator vakum alias CV (Constant Velocity) jadi standar di motor terkini. Silakan absen dari Yamaha
Mio, Honda Vario, Kawasaki Kaze ZX130 hingga Suzuki Satria F-150. Pertimbangannya pasti soal
konsumsi bahan bakar plus buka-tutup gas yang halus.

Tapi, kinerja pengabut bensin tipe vakum bisa terganggu kalau salah asuh. Apa sih panduannya? “Tidak
disarankan buka boks filter. Memang awalnya tarikan terasa lebih cepat, tapi kelamaan debu bisa

menghambat gerakan skep,” buka Iwan Setiawan, punggawa GMC di Jl. Pendidikan, No. 30, Kalisari,

Pasar Rebo, Jakarta Timur.

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

Skep di karbu CV beda karena bahan dari resin dilapis teflon (gbr. 1). Bandingkan dengan skep yang
umum dengan bahan logam berlapis krom. Gara-gara kena debu, skep jadi macet dan kelamaan
lapisan teflon tergores, hasilnya langsam tak stabil alias naik-turun.

Bagian lain yang tak kalah sensitif adalah karet vakum (gbr. 2). Posisinya ada di atas karbu dan

ditutup lempengan besi. “Saat servis nggak perlu dibuka karena kalau sampai salah rakit atau karet
terjepit hingga rawan kebocoran. Akibatnya putaran mesin ngaco,” lanjut Iwan.

Karet vakum juga nggak boleh kena bensin. Bisa melar atau paling parah tidak bisa digunakan lagi.
Mana harganya mahal lagi. Untuk itu kudu hati-hati.

Termasuk urusan trik oprek karbu dengan reamer atau memperbesar diameter venturi. Ini juga
haram dilakukan di karbu vakum kalau nggak mau risiko skep oblak yang bisa berakibat mesin
susah hidup.

Karburator CV bekerja dengan tekanan udara dari crankcase dan intake. Jadi perhatikan kondisi
slang vakum yang menuju karbu. Seumpama retak atau sobek, langsung ganti baru karena mesin
bakal susah hidup.

“Kondisi karet pemegang karbu dan intake manifold yang tak boleh ada kebocoran karena
berimbas skep bakal susah naik (gbr. 3),” kata penyuka motor Honda ini. Termasuk klep masuk
yang tak lagi rapat pun bisa bikin daya isap ke karbu vakum melorot. Jadi, rawatlah!

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

P

D

F

C

r

e

a

t

e

!

2

T

r

i

a

l

w

w

w

.

s

c

a

n

s

o

f

t

.

c

o

m

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->