P. 1
Pomologi dan Olerikultur

Pomologi dan Olerikultur

|Views: 1,883|Likes:
Published by ivan ara

More info:

Published by: ivan ara on Jan 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/03/2013

pdf

text

original

Bahan Ajar DASAR-DASAR HORTIKULTURA

Modul III Pomologi dan Olerikultur

DEPARTEMEN AGRONOMI & HORTIKULTURA FAKULTAS PERTANIAN INSTITUT PERTANIAN BOGOR 2009

Klasifikasi Hortikultura Berdasarkan jenis tanaman yang diusahakan, hortikultura

mencakup bidang ilmu : Pomologi (Pomology) yang mempelajari buah-buahan; Olerikultur (Olericulture) yang mempelajari sayursayuran; Florikultur (Floriculture) yang mempelajari bunga dan

tanaman hias; Biofarmaka yang mempelajari tanaman obat. Istilah tersebut tidak terbatas penggunaannya, bisa fleksibel, dapat berlaku sesuai dengan fungsinya. Misalnya terdapat buah-buahan seperti nangka muda, pepaya muda, keluwih, digunakan sebagai sayuran. Demikian juga jenis buah-buahan yang digunakan

sebagai buah (contoh : semangka, melon) yang teknik budidayanya seperti tanaman sayuran, maka untuk kemudahan penanganannya digolongkan ke dalam sayuran. Tanaman cabai yang berwarna ungu atau yang bentuknya unik, dapat digunakan sebagai tanaman hias. Tanaman hias juga berkhasiat sebagai obat misalnya poppy, pirethrum. Berdasarkan kegunaannya, pengelompokan tanaman hortikultura adalah sebagai berikut : 1. Buah-buahan : Buah-buahan kecil (semak) antara lain strawberi, anggur, dan lainnya Pohon buah antara lain apel, ceri, jeruk, mangga, dan lain-lain. Tanaman terna, seperti pisang, pepaya, nenas, markisa

2. Sayuran : Tanaman yang ditanam untuk diambil bagian yang berada di atas tanah : Kubis-kubisan (brokoli, kubis bunga, brussel sprouts) Kacang-kacangan (buncis, kapri, kacang panjang, kecipir) Tanaman solanaceae berbuah (cabai, terong, tomat)

Tanaman cucurbitaceae (ketimun, melon, semangka, krai) Sayuran hijau (bayam, kangkung) Jamur (jamur kuping, jamur merang, jamur kayu) Sayuran lain (okra, asparagus, jagung baby, rebung) Tanaman yang ditanam untuk diambil bagian yang berada di bawah tanah : Tanaman akar (wortel, bit) Tanaman umbi (kentang) Tanaman umbi lapis (bawang merah, bawang bombai) 3. Tanaman Hias : Tanaman bedengan bunga dikelompokkan : Annual atau semusim (tagetes, ziniz, petunia) Biennial atau dua musiman (daisy) Perennial atau tahunan (mawar, melati) Umbi, corm (gladiol, tulip) Tanaman lansekap : Padang rumput Tanaman penutup tanah, tanaman menjalar Semak (musaenda, bougenvil, kembang sepatu) Pohon (cemara, palem, pinus) 4. Tanaman Obat : Tanaman yang dimanfaatkan untuk obat. Contoh tanaman obat antara lain : adas, beluntas, daun dewa, gandarusa, jamblang, landik, portulaka, pulai, salam, sambiloto

A. Pomologi

Pomologi adalah ilmu yang mempelajari tentang buah-buahan. 1. Pengertian Buah Buah adalah produk hortikultura yang umumnya dikonsumsi mentah, berbeda dengan sayuran, karena tidak mungkin

mempertahankan kandungan vitaminnya setelah direbus atau diolah dengan cara lain. Pengertian buah berbeda secara botani maupun secara hortikultura dan pangan.

1.1. Pengertian buah secara botani Buah adalah hasil pertumbuhan bunga atau rangkaian bunga Angiospermae, atau merupakan perkembangan lanjutan dari bakal buah (ovarium). Pada banyak spesies tumbuhan, yang disebut buah mencakup bakal buah yang telah berkembang lanjut beserta dengan jaringan yang mengelilinginya, seperti reseptakel (dasar bunga) pada apel dan strawberi, daun kecil di dasar bunga (braktea), dan pedunkel pada nanas. Selain itu, termasuk juga buah kering (dry fruit) yaitu berbagai jenis kacang (nut), namun bijibijian dan legume tidak termasuk. Sehingga pengertian buah

sangat luas, mencakup buah mangga, buah apel, buah tomat, cabai, dan lain-lain, termasuk juga bulir (kariopsis) padi, 'biji' (juga merupakan bulir!) jagung, 'biji' bunga-matahari, 'biji' lada, atau polong kacang tanah. Bagi tumbuhan berbunga, buah adalah alat untuk menyebar luaskan biji-bijinya; adanya biji di dalam dapat mengindikasikan bahwa organ tersebut adalah buah, meski ada pula biji yang tidak berasal dari buah.[1]

Dalam pengertian botani terdapat buah sejati,

contoh pada

kelompok sayur-sayuran, seperti buah tomat, buah cabai, polong kacang panjang, dan buah ketimun. Terdapat pula, buah tidak sejati (buah semu) contoh pada kelompok buah-buahan, seperti 'buah' jambu monyet (yang sebetulnya merupakan pembesaran dasar bunga; buah yang sejati adalah bagian ujung yang berbentuk seperti monyet membungkuk), 'buah' nangka (yakni pembesaran tongkol bunga; buah yang sejati adalah isi buah nangka yang berwarna putih (Jw. beton), bergetah, sedangkan bagian 'daging buah' yang dimakan orang adalah tenda bunga), dan 'buah' nanas.

1.2. Pengertian buah secara hortikultura dan pangan Buah dalam pengertian hortikultura atau pangan merupakan pengertian yang dipakai oleh masyarakat luas. Dalam pengertian ini, batasan buah menjadi lebih luas. Setiap bagian tumbuhan di permukaan tanah yang tumbuh membesar dan (biasanya)

berdaging atau banyak mengandung air dapat disebut buah. Ahli hortikultura mendefinisikan buah sebagai sesuatu yang

berkembang dari ovari dan atau jaringan lunak dapat dimakan yang terkait dengannya dan dimakan segar tanpa diolah.

Bagian yang dikonsumsi dari buah berasal dari bagian bunga yang berbeda. Daging buah mangga berkembang dari mesokarp dinding ovari. Daging buah rambutan adalah aril yang berkembang dari testa atau mantel biji, perikarp (dinding ovari) pada rambutan berkembang menjadi kulit buah. Pada buah kelapa, bagian yang dikonsumsi adalah endosperm, perikarpnya masing-masing

menjadi kulit luar, sabut, dan batok.

Berikut ini adalah gambar asal terbentuknya buah, yang kita kenal umumnya berasal dari bakal buah (ovary) dan jaringan di sekitarnya (Gambar 1).

Sumber : Santoso dan Purwoko, 1995.

Kebanyakan perkembangan bagian tertentu struktur dasar buah muncul secara alami tetapi dapat sengaja dimunculkan melalui program pemuliaan. Misalnya merakit varietas buah tanpa biji (semangka tanpa biji, buah pepaya tanpa biji dan sebaginya).

2. Tipe-tipe buah. Secara umum, terdapat tiga tipe dasar: 2.1. Buah tunggal, yakni buah yang terbentuk dari satu bunga dengan satu bakal buah, yang berisi satu biji atau lebih. Buah

tunggal dapat dibedakan atas bentuk-bentuk buah kering (siccus), yakni yang bagian luarnya keras atau seperti kulit yang kering, dan buah berdaging atau sukulen (carnosus), yang dinding buahnya tebal berdaging.

Pada umumnya yang didefinisikan sebagai buah adalah buah berdaging atau sukulen. Ada beberapa tipe buah sukulen: Buah buni (bacca), mempunyai dinding buah terdiri dari dua lapisan, yakni lapisan luar (eksokarp atau epikarp) yang tipis dan lapisan dalam (endokarp) yang tebal, lunak dan berair. Contoh buah buni antara lain belimbing, duku, manggis, pepaya, rambutan, sawo. Buah pepo, serupa dengan buah buni, namun dengan dinding luar yang lebih tebal dan kuat. Pada buah yang masak, di tengahnya sering terdapat ruangan dan daging buahnya bersatu dengan banyak biji di dalam ruangan tersebut. Contohnya adalah mentimun, semangka, melon, markisa. Buah batu (drupa), memiliki tiga lapisan dinding buah. Eksokarp umumnya tipis (seperti kulit); mesokarp yang berdaging atau berserabut; dan endokarp yang liat, tebal, dan keras, bahkan dapat amat keras seperti batu. Contohnya adalah mangga dengan mesokarp berdaging; atau kelapa, yang mesokarpnya berserabut. Buah hesperidium, adalah variasi dari buah buni dengan tiga lapisan dinding buah. Lapisan luar yang liat dan berisi kelenjar minyak; lapisan tengah yang serupa jaringan bunga karang dan umumnya keputih-putihan; serta lapisan dalam yang bersekatsekat, dengan gelembung-gelembung berisi cairan di dalamnya. Contoh tipe buah ini adalah jeruk (Citrus sp.). Buah pome, pada buah ini biji dilindungi oleh selaput tipis yang kaku. Contohnya yaitu apel.

2.2. Buah ganda, yakni jika buah terbentuk dari satu bunga yang memiliki banyak bakal buah. Masing-masing bakal buah tumbuh menjadi buah tersendiri, lepas-lepas, namun akhirnya menjadi kumpulan buah yang nampak seperti satu buah, contohnya adalah sirsak (Annona) dan srikaya.

2.3. Buah majemuk, yakni jika buah terbentuk dari bunga majemuk. Dengan demikian buah ini berasal dari banyak bunga (dan banyak bakal buah), yang pada akhirnya seakan-akan menjadi satu buah saja. Contohnya adalah nanas (Ananas), nangka (Arthocarpus).

B. Olerikultur. Olerikultur adalah ilmu yang mempelajari sayuran. 1. Pengertian sayuran Sayuran adalah produk hortikultura yang sebagian besar

dikonsumsi dalam bentuk segar, dalam jumlah sedikit (bukan sebagai makanan utama), sehingga perlu penanganan khusus. Definisi sayuran lebih berdasarkan kepada penggunaannya dan sering berubah-ubah. 2. Peran sayuran dalam diet manusia Sayuran merupakan komponen sangat penting dalam diet manusia, khususnya di negara-negara berkembang. Sayuran merupakan sumber vitamin dan mineral, serta kandungan air tinggi (bisa mencapai 90%), sehingga sayuran bersifat meruah (bulky). Umumnya, sayuran menghasilkan lebih banyak nutrisi per unit area, dibandingkan dengan beras (padi) (Tabel 1).

Tabel 1. Jumlah nutrisi per Ha masing-masing tanaman Tanaman B Caroten Asam ascorbat equivalent (kg/Ha) (g/Ha) ________________ _____________________________________ Padi 5.6 414 Kedelai Ubi jalar Kentang Mustard Bunga kol Bw bombai Bw putih Tomat 2.5 24.6 23.9 39.7 23.9 59.5 9.5 60.1 167 216 345 707 229 941 565 535 1.9 116.9 Tr 537.0 6.9 Tr 0.0 299.0 0.28 6.7 4.8 20.6 8.0 2.8 0.6 20.2 Asumsi Protein Hasil/Ha (kg/Ha)

Sayuran sebagai sumber kalori : Sayuran umbi seperti kentang, merupakan sumber kalori atau karbohidrat. Sebagai sumber protein, kedelai dan kentang mempunyai kualitas protein tinggi.

Sayuran yang mengandung mineral dan vitamin A, C, B komplek termasuk B1, B2, B6, B12, niacin, asam pantotenat, biotin dan asam folat (Tabel 2).

Tabel 2. Sayuran dengan kandungan vitamin dan mineral tinggi

Vit A

lebih dari 2, 000 internasional unit bayam, kale, kangkung, lettuce daun, wortel

Vit B

lebih dari 17 mg legumes, taro, horseradish leaf

Vit C

lebih dari 20 mg bayam, kol, kangkung,

Calsium (Ca) Zat besi (Fe) Pospor Yodium

lebih dari 20 mg bayam, kangkung, lettuce krop, cabai lebih dari 3 mg bayam, kangkung lettuce, cabai kacang-kacangan, bawang bombai, tomat, kol, bunga kol, brokoli bawang bombai, asparagus

Selain mengandung zat tersebut di atas, terdapat beberapa sayuran mengandung bahan yang beracun dan rasa pahit. Seperti pada beberapa jenis rebung mengandung sianida yang kadarnya bervariasi. Demikian juga pada beberapa jenis kacang koro dan kacang benguk. Kandungan sianida tersebut dapat dihilangkan dengan cara merebus bahan sayuran tersebut. Sementara, kubis dan beberapa Cruciferae lain mengandung zat yang disebut

goitrogen, yang dapat menyebabkan konsumen lebih rentan terhadap kekurangan hormon thyroid. Aksi goitrogen ini adalah melakukan blocking terhadap absorbsi unsur Iodium. Namun, zat goitrogen tersebut akan rusak dengan pemanasan / jika dimasak.

3. Kegunaan sayuran Sayuran adalah tanaman atau bagian tanaman yang umumnya sukulen (herbaceous), dikonsumsi dalam bentuk mentah atau dimasak. Sayuran yang dikonsumsi dalam bentuk segar (mentah) biasa disajikan sebagai salad, sebagai lalaban, atau dibuat acar atau asinan. Walaupun ada perkecualian pada beberapa tanaman sayuran buah seperti melon dan semangka, dikonsumsi sebagai dessert (pencuci mulut). Umumnya, sayuran yang dikonsumsi dalam bentuk sudah dimasak sebagai sayur, atau dikukus / direbus untuk lalaban, dibuat keripik, dan lain-lain. Disamping itu, terdapat beberapa sayuran yang digunakan dalam bentuk sudah diproses, misalnya dikalengkan (baby corn, kapri), difermentasi (pickle ) dan dikeringkan (cabai kering, bubuk cabai).

Terdapat beberapa tanaman pangan (kentang) dan tanaman buah (tomat) di negara lain (Eropa), dikelompokkan sebagai sayuran di Asia. Demikian juga, beberapa tanaman dikelompokkan ke dalam sayuran pada fase pertumbuhan tertentu. Contoh: rebung atau bambu muda (fase tunas), buah nangka muda, buah pepaya muda, kecambah kedelai (capar, Jawa), kecambah kacang hijau (taoge), bunga pisang (jantung pisang), daun singkong muda. Berikut ini adalah tabel sayuran yang diproses (Tabel 1) dan daftar bagian tanaman yang digunakan sebagai sayuran (Tabel 2)

Tabel 3. Sayuran yang digunakan dalam bentuk telah diproses Tipe proses Pengalengan Pickled Dehydrated Fermented Lain-lain Sayuran asparagus, baby corn, kapri, okra, rebung, sweet corn, wortel bawang putih, bunga kol, jahe, ketimun, paprika bawang putih, bawang bombai, paprika, kol, sawi, radish, mustard kentang (kripik, goreng, tepung) wortel (jus, jam) kacang koro (tempe, tofu, kripik)

Tabel 4. Contoh bagian tanaman yang digunakan sebagai sayuran Bagian tanaman Akar Umbi lapis (bulb) Umbi (tuber) Tunas batang Daun Buah Bunga Sayuran radish, wortel, ubi jalar bawang bombai, bawang merah, bawang putih kentang rebung, asparagus, jahe, kemangi, melinjo, poh-pohan, singkong, cabai, ketimun, okra, semangka, terong, tomat, brokoli, bunga kol, bunga turi, bunga pisang,

4.Klasifikasi sayuran Diperkirakan terdapat lebih dari 10, 000 spesies tanaman sebagai tanaman sayuran, meskipun hanya sekitar 50 spesies yang mempunyai nilai komersial tinggi. Oleh karena itu, untuk lebih jelasnya, sayuran perlu diklasifikasi berdasarkan dua grup, yaitu berdasarkan kelompok dan cara budidayanya, serta klasifikasi botani, sebagai berikut.

4.1.

Berdasarkan kelompok dan cara budidaya Komoditas yang termasuk dalam kelompok / grup yang sama, secara umum dianggap mempunyai cara budidaya sama.

4.1.1. Sayuran daun bayam, kangkung, lettuce, seledri 4.1.2. Kubis-kubisan brokoli, kubis, kubis bunga 4.1.3. Leguminocae buncis, kapri, kacang panjang, kedelai sayur (edamame), kacang koro, gude

4.1.4. Sayuran umbi, akar atau bulb bawang-bawangan, kentang, radish, wortel

4.1.5. Solanaceae cabai, terong, tomat

Dapat juga dikelompokkan berdasarkan bagian tanaman, yakni : biji dan polong, umbi lapis, akar dan tuber, bunga, pucuk, batang dan daun. Bagian tanaman yang muncul sebagai bahan sayuran akan terlihat bila diamati dengan seksama. Beberapa bagian sulit dikelompokkan, khususnya tuber yang berkembang dalam tanah. Sebagai contoh, kentang adalah modifikasi batang, namun organ di bawah tanahlainnya (seperti ubi jalar) adalah modifikasi akar. Berikut adalah gambar pembentukan atau asal mula beberapa sayuran (Gambar 2).

4.2

Berdasarkan klasifikasi botani

Untuk tujuan praktis, sayuran dikelompokkan mulai dari famili. Kombinasi dari genus dan spesies membentuk nama saintifik sayuran diakui seluruh dunia. Beberapa contoh sebagai berikut : 4.2.1. Amaranthaceae Amaranthus viridis L. (bayam hijau) Amaranthus spinosus L. (bayam duri). 4.2.2. Apiaceae Apium graveolens L. Daucus carota subsp. sativus 4.2.3. Araceae Colocasia esculenta L.

4.2.4 Brassicaceae Brassica napus var.chinensis L. B. oleracea var capitata L. (kubis) B. oleracea var botrytis L. (kubis bunga) B. oleracea var italica L. (brokoli) 4.2.5. Cucurbitaceae Cucumis sativus L. Cucumis melo L Citrulus lanatus var lanatus L.

5. Sistem Budidaya Sayuran Sistem budidaya sayuran bervariasi dalam luasan, investasi yang digunakan, cara budidayanya, dan orientasinya (home-oriented atau market-oriented), serta tujuan khusus. 5.1. Budidaya Pekarangan (Home-oriented )

5.1.1 Home garden (kebon/pekarangan) tujuan utamanya adalah untuk memenuhi keperluan keluarga akan sayuran sebagai sumber

nutrisi.

Kegiatan

budidaya

dilakukan

di

sekitar

rumah

(di

pekarangan) dan kurang intensif. 5.1.2. Kebun sekolah atau kebun masyarakat. Bentuk lain dari pekarangan rumah. 5.2. Budidaya sayuran komersial (Marked-oriented) 5.2.1. Sistem budidaya sayuran yang khusus memproduksi sayuran tertentu, dengan mengendalikan lingkungan tumbuhnya, secara intensif, dan berorientasi pasar. Contoh kebun Saung Mirwan.

5.2.2. Sistem budidaya agrobisnis. Sama seperti 5.2.1, namun skala usahanya lebih luas, dan aktivias usaha di lokasi yang jauh dari pasar.

5.2.3. Sistem produksi sayuran untuk tujuan industri. Areal usahanya sangat luas, biasanya menggunakan cara mekanisasi. Misalnya kebun cabai dan tomat untuk industri saus.

5.2.4. Sistem budidaya dalam kondisi terkendali (misalnya di rumah kaca, hidroponik, aeroponik). Tujuannya, agar dapat memproduksi sayuran secara terus menerus dalam skala besar (kuantitas), dan kualitas hasil yang terjamin. Oleh karena itu, perlu biaya investasi yang tinggi.

Daftar Bacaan Ashari, S. 1995. Hortikultura: Aspek Budidaya. Penerbit Universitas Indonesia (UI Press). Jakarta. AVRDC, 1992. Vegetable Production Training Manual. Asian Vegetables Research and Development Center. Shanhua, Tainan. 447 p. Harjadi, S.S. 1989. Dasar-dasar Hortikultura. Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB (Diktat Kuliah). Janick, J. 1972. Horticultural Science. Poerwanto, R. 1990. Budidaya Tanaman Buah. Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB (Diktat Kuliah). Santoso B.B., dan B.S. Purwoko. 1995. Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen Tanaman Hortikultura. Indonesia Australia Eastern Universities Project (AusAID). Bahan Bacaan. Susila, A.D., 2005. Introduction and Vegetable Classification. Program Studi Hortikultura, Jurusan Budi Daya Pertanian, Fakultas Pertanian, IPB (Bahan Kuliah). Verheij, E.W.M., and R.E. Coronel. 1997. PROSEA. Sumber Daya Nabati Asia Tenggara 2:Buah-buahan yang dapat dimakan. Pudoc / Prosea, Wageningen, the Netherlands.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->