P. 1
Pengantar Bisnis

Pengantar Bisnis

|Views: 7,379|Likes:
Published by agus_muhardi
Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu melihat atau berhubungan langsung dengan berbagai jenis kegiatan perusahaan. Di kota-kota kecil dan kota-kota besar dengan nyata kita dapat lihat berbagai jenis toko yang menjual barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

kegiatan itu semua selalu di hubungakan dengan BISNIS
Setiap orang dalam kehidupan sehari-hari, akan selalu melihat atau berhubungan langsung dengan berbagai jenis kegiatan perusahaan. Di kota-kota kecil dan kota-kota besar dengan nyata kita dapat lihat berbagai jenis toko yang menjual barang-barang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

kegiatan itu semua selalu di hubungakan dengan BISNIS

More info:

Published by: agus_muhardi on Jan 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/02/2015

pdf

text

original

Pengantar BISNIS 

         

     

MODUL 
 
Disusun Untuk Kampus STIE MURA  Yang Dibimbing oleh Bapak Prayitno, SE    Agus Muhardi  29.01.207P        Jurusan Manajemen  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Musi Rawas   Desember  2009 

KATA PENGANTAR 
    Puji  syukur  Alhamdullilah,  penulis  panjatkan  kehadirat  Allah  SWT,  yang 

telah  melimpahkan  rahmat  dan  karuniaNya,  sehingga  pada  akhirnya  penulis  dapat menyelesaikan Modul ini dengan baik. Di mana tugas ini penulis sajikan  dalam  bentuk  buku  yang  sederhana.  Adapun  judul  penulisan  Modul,  yang  penulis sajikan adalah sebagai berikut :     

Pengantar BISNIS 
      Tujuan  penulisan  Modul    ini  dibuat  sebagai  kecintaan  pada  mata  kuliah 

Pengantar  Bisnis  program  strata  satu  STIE  MURA.  Sebagai  bahan  penulisan  diambil berdasarkan beberapa sumber literatur yang mendukung penulisan ini.  Penulis  menyadari  bahwa  tanpa  bimbingan  dan  dorongan  dari  semua  pihak,  maka  penulisan  makalah  ini  tidak  akan    lancar.  Oleh    karena  itu  pada  kesempatan ini, izinkanlah penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada  :  1. Orang tua tercinta yang telah memberikan dorongan moril maupun materil.  2. Muhammad  Brame  Raufi  Agean  Putera  tersayang  yang  telah  membantu  penulisan modul ini.  3. Seluruh  teman–teman  yang  telah  memberikan  dukungan  dalam  penulisan  modul ini.   

2

Serta  semua  pihak  yang  terlalu  banyak  untuk  disebut  satu  persatu  sehingga terwujudnya  penulisan ini. Akhir kata penulis mohon saran dan kritik  yang membangun demi kesempurnaan penulisan di masa yang akan datang.                 Lubuklinggau,    Desember 2009                Agus Muhardi  Penulis 

                                          3

DAFTAR ISI 

 
Halaman  Lembar Judul Makalah  ............................................................................   i  Kata Pengantar   ........................................................................................   ii  Daftar Isi   ..................................................................................................   iv    BAB I   BAB II   BISNIS DAN LINGKUNGANNYA   ..........................   1  BENTUK BADAN USAHA DAN PERKEMBANGAN BADAN  USAHA   ............................................................................   4  BAB III   PERANAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI DAN  PERUSAHAAN  .............................................................   14  BAB IV   BAB V    Daftar Pustaka   .......................................................................................   38  Daftar Riwayat Hidup  ..........................................................................   39                    4 PASAR DAN MANAJEMEN PEMASARAN  .........   21  KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN SDM  ......   33 

BAB I  BISNIS DAN LINGKUNGANNYA    Ekonomi merupakan salah satu ilmu sosial yang mempelajari aktivitas manusia yang  berhubungan  dengan  produksi,  distribusi,  pertukaran,  dan  konsumsi  barang  dan  jasa.  Istilah  ʺekonomiʺ  sendiri  berasal  dari  kata  Yunani  οἶκος  (oikos)  yang  berarti  ʺkeluarga,  rumah  tanggaʺ  dan  νόμος  (nomos),  atau  ʺperaturan,  aturan,  hukum,ʺ  dan secara garis besar diartikan sebagai ʺaturan rumah tanggaʺ atau ʺmanajemen  rumah  tangga.ʺ  Sementara  yang  dimaksud  dengan  ahli  ekonomi  atau  ekonom  adalah orang menggunakan konsep ekonomi dan data dalam bekerja. 
 

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah suatu organisasi yang menjual barang atau  jasa  kepada  konsumen  atau  bisnis  lainnya,  untuk  mendapatkan  laba.  Secara  historis  kata  bisnis  dari  bahasa  Inggris  business,  dari  kata  dasar  busy  yang  berarti  ʺsibukʺ dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Dalam artian,  sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. 
 

Pengusaha atau pebisnis adalah sebutan bagi orang‐orang yang terlibat dalam  usaha‐usaha yang bertujuan menghasilkan laba, umumnya dalam pengelolaan  sebuah perusahaan. 
 

Perusahaan adalah tempat terjadinya kegiatan produksi dan berkumpulnya  semua faktor produksi. 
 

faktor  produksi  adalah  sumber  daya  yang  digunakan  dalam  sebuah  proses  produksi barang dan jasa. Pada awalnya, faktor produksi dibagi menjadi empat  kelompok, yaitu tenaga kerja, modal, sumber daya alam, dan kewirausahaan.  Faktor Pendorong Perkembangan Perusahaan  5

i. secara  pontensial  terdapat  permintaan  terhadap  barang  yang  akan  di  produksi / mewujudkan baran gyang akan diminta masyarakat  ii. terdapat  keinginan  untuk  memperoleh  pendapatan  dan  keuntungan  dari  usaha tersebut.  Mengapa  segolongan  masyarakat  mendirikan  Perusahaan?  Pendirian  perusahaan  untuk  memperoleh  pendapatan  dan  keuntungan  dengan  menghindari resiko.  Resiko merupakan suatu keadaan yang menekankan tentang kemungkinan  bahwa  di  masa  depan  akan  terjadi  peristiwa  yang  berbeda  dengan  yang  diramalkan.    Sistem  ekonomi  adalah  cara  pengaturan  kegiatan  ekonomi  dalam  suatu  negara.  Berdasarkan  kepada  sistem  ekonomi  yang  pernah  digunakan  di  berbagai  negara, sistem ekonomi di golongkan dalam 3 bentuk:  (i) Sistem Pasar Bebas  Ciri‐ciri utama Perekonomain Pasar Bebas  1. Kegiatan  ekonomi  ditentukan  oleh  keinginan  pasar.  Pengusaha  dapat  merencanakan  tentang  kegiatan  ekonomi  yang  ingin  dilakukankannya.  Akan  tetapi  pada  akhirnya  pasarlah  yang  menetukan kelangsungan kegiatan setiap usaha.  2. Kebebasan  dalam  memiliki  harta.  Implikasi  dari  kebebasan  untuk  menjalankan  usaha,  setiap  individu  bebas  untuk  mengumpulkan  harta yang diperoleh dari bekerja dan menjalankan usaha.  3. Menggalakkan  perkembangan  teknologi  dan  pertumbuhan  ekonomi.  Dalam  usaha  mereka  untuk  mendapatkan  keuntungan 

6

berbagai perusahan harus berusaha untuk menciptakan barang baru,  mengurangi biaya produksi dan memperluas pasar.  4. Fluktuasi  kegiatan  ekonomi  semakin  besar.    Dalam  sistem  perekonomian  pasar  bebas  kegiatan  ekonomi  cendrung  mengalami  naik  turun  yang  semakin  besar,  yaitu  tingkat  ketisakstabilannya  semain tinggi.  (ii) Sistem Perancanaan Pusat  Pemeikiran  Komunisme  telah  menimbulkan  Revolusi  di  Rusia  tahun  1917  dan  pemerintah  yang  dipimpin  oleh  raja  di  ganti  oleh  Sistem  Komunisme  di  mana  Partai  Komunis  mengendalikan  kehidupan  politik  dan  ekonomi.  Kemerdekaan  dan  kebebasan  berpolitik  dibatasi  dan  perusahaan‐perusahaan  diambil  alih  oleh  pemerintah.  Pemilikan  perusahaan  oleh  pihak  swasta  dihapuskan,  dan  semenjak  itu  semua  perusahaan  dimiliki  oleh  pemerintah.  Selanjutnya  kegiatan  perusahaan‐ perusahaan tersebut tidak ditentukan oleh kehendak pasar, tetapi di atur  oleh  pemerintah  dengan  mendirikan  suatu  badan  yang  dinamakan  Badan Perencanaan Pusat.  Dari  ciri‐ciri  utama  sistem  perencanaan  pusat  ini  dapat  disimpulkan  bahwa  keinginan  masyarakat  bukan  lagi  merupakan  penentu  penting  dari segi kegiatan usaha setiap unit produksi. Badan Perencanaan Pusat  lah  yang  menentukan  jenis  produksi  yang  harus  mereka  ciptakan  dan  jumlah produksi yang mereka  lakukan.  (iii) Perekonomian Campuran  Perekonomian  Campuran  adalah  sistem  ekonomi  di  mana  secara  bersama  badan  usah  swasta  dan  badan  usaha  milik  pemerintah  melakukan kegiatan menghasilkan barang dan jasa.  7

BAB II  BENTUK BADAN USAHA DAN PERKEMBANGAN BADAN USAHA    Bentuk Badan Usaha yang Utama  1. Perusahaan Perorangan  Perusahaan  perorangan  adalah  perusahaan  yang  dijalankan  dan  dimodali  oleh satu orang sebagai pemilik dan penanggung jawab. Utang perusahaan  berarti  utang  pemiliknya.  Dengan  demikian  seluruh  harta  kekayaan  si  pemilik  jadi  jaminan  perusahaan.  Badan  Usaha  seperti  ini  tidak  perlu  berbadan hukum, walaupun jika ingin, boleh dilakukan.  Keuntungan Perusahaan Perorangan:  (i) (ii) (iii) (iv) (v) (vi) (vii)   Sedangkan kekurangannya:  (i) (ii) (iii) (iv) (v) (vi) Modal tidak terlalu besar  Aset pribadi sulit dibedakan dengan aset perusahaan  Perusahaan sulit berkembang karena kurangnya ide‐ide  Pengelolaan tergantung kemampuan si pemilik  Kelangsungan perusahaan kurang terjamin  Tanggung jawab pemilik tidak terbatas  8 Keuntungan menjadi milik sendiri  Mudah mendirikannya  Tidak perlu berbadan hukum  Rahasia perusahaan terjamin  Biaya organisasi rendah, karena organisasi tergolong sederhana  Aktivitasnya relatif simpel  Manajemennya fleksibel 

2. Perkongsian / Persekutuan (Partnership)  Perusahaan  persekutuan  (partnership)  adalah  perusahaan  yang  memiliki  2  pemodal atau lebih.   Ada 3 bentuk perusahaan persekutuan, yaitu:   (1) Perseroan (Maatschap),  (2) Firma, dan   (3) CV ‐ Comanditer  Veenonscaft. Tidak seperti  dua  bentuk  lainnya, dalam  CV dikenal adanya sekutu aktif dan sekutu pasif (silent partner). Sekutu aktif  adalah sekutu yang memberikan modal (uang) dan tenaganya untuk kelangsungan  perusahaan. Sedangkan sekutu  pasif  hanya menyetorkan modalnya saja dan tidak  ikut  campur  dalam  urusan  operasional.  Pembagian  keuntungan  dari  sekutu  pasif dan aktif berbeda sesuai kesepakatan.    Pada  perusahaan  berbentuk  firma,  para  sekutu  harus  menyerahkan  kekayaannya sesuai yang tertera di akta pendirian. Maka konsekuensi yang  dialami tidak berbeda dari perusahaan perorangan. Apabila firma didirikan  secara  resmi,  maka  harus  didaftarkan  ke  Berita  Negara  Republik  Indonesia  (BNRI).    Sedangkan  dalam  perusahaan  berbentuk  CV/persekutuan  komanditer,  pendirian  perusahaan  harus  menggunakan  akta  dan  harus  didaftarkan.  Lebih  kurang,  ciri‐ciri  CV  dan  firma  hapir  sama,  CV  juga  tidak  memiliki  kekayaan sendiri/bukan merupakan badan hukum.        9

Kelebihan Perusahaan Persekutuan:  (i) Permodalannya lebih besar dari perusahaan perorangan  (ii) Kelangsungan hidup perusahaan lebih lama  (iii) Pengelolaan  lebih  mudah  dan  profesional  karena  banyak  pengelolanya  (iv)   Kekurangannya  (i) (ii) (iii)   3. Perseroaan Terbatas (Corporation)  Perusahaan  Terbatas  adalah  suatu  unit  kegiatan  usaha  yang  didirikan  sebagai  suatu  institusi  berbadan  hukum  ‐    yang  pendiriannya  dilakukan  melalui  akte  notaris,  di  mana  suatu  dokumen  dikemukakkan  yang  pada  sasarnya  menerangkan  mengenai  tujuan  pendiriannya,  saham  yang  dikelurkan,  usaha  yang  dijalankan,  dan  nama‐nama  pimpinan  yang  akan  menjalankan perusahaan yang didirikan.    Penggolongan perusahaan terbatas dapat dibedakan kepada dua golongan  (i) Perusahaan  Publik  atau  Public  corporation  yaitu  perushaan  yang  sahamnya dijual ke masyarakat melalui pasar saham.   (ii) Perusahaan  Privat  atau  Private  corporation    yaitu  perusahaan  yang  sahamnya  dijual  secara  privat,  yaitu  tidak  melalui  perantara  di  pasaran.  10 Kerahasiaan perusahaan tidak terjamin  Mudah terjadi konflik antar pemilik modal  Adanya pemilik modal yang tidak bertanggung jawab  Ide‐ide inovasi lebih lancar mengalir 

Kelabihan Perseroan Terbatas  (i) (ii) (iii) (iv)   Keburukan Perusahaan Terbatas  (i) (ii) Pendiriaannya lebih kompleks  Dua  kali  membayar  pajak  (Pajak  keuntungan,  dan  pajak  deviden  yang dibagikan)  (iii) (iv) (v)   Di samping itu dalam setiap perekonomian akan di dapati pula  1. Perusahaan Koperasi  Koperasi merupakan badan usaha yang tujuan utamanya bukanlah mencari  untung  tetapi  untuk  meningkatkan  kesejahteraan  anggotanya  melalui  penggabungan kegiatan dalam koperasi.  Ciri  koperasi.  Berdasarkan  ketentuan  dalam  undang‐undang  Koperasi,  Pendirian  koperasi  baru  dapat  dilakukan  apabila  paling  sedikit  20  orang  peserta bersepakat untuk mendirikannya.          11 Peraturan yang harus dipatuhi lebih banyak  Sukar merahasiakan kegiatan perusahaan  Dapat mengurangi motivasi pekerja.  Tanggung jawab terbatas  Saham perusahaan mudah ditunaikan  Lebih mudah memperoleh modal  Pengelolaannya lebih profesional 

2. Perusahaan Pemerintah (Badan Usaha Milik Negara)  BUMN  atau  Badan  Usaha  Milik  Negara  ialah  badan  usaha  yang  permodalannya  seluruhnya  atau  sebagian  dimiliki  oleh  Pemerintah.  Status  pegawai badan usaha‐badan usaha tersebut adalah pegawai negeri. BUMN  sendiri sekarang ada 3 macam yaitu Perjan, Perum dan Persero.    Perjan  adalah  bentuk  badan  usaha  milik  negara  yang  seluruh  modalnya  dimiliki  oleh  pemerintah.  Perjan  ini  berorientasi  pelayanan  pada  masyarakat, Sehingga selalu merugi. Sekarang sudah tidak ada perusahaan  BUMN  yang  menggunakan  model  perjan  karena  besarnya  biaya  untuk  memelihara perjan‐perjan tersebut. Contoh Perjan: KAI (kini menjadi PT).    Perum adalah perjan yang sudah dirubah. Tujuannya tidak lagi berorientasi  pelayanan tetapi sudah profit oriented. Sama seperti Perjan, perum di kelola  oleh  negara  dengan  status  pegawainya  sebagai  Pegawai  Negeri.  Namun  perusahaan  masih  merugi  meskipun  status  Perjan  diubah  menjadi  Perum,  sehingga  pemerintah  terpaksa  menjual  sebagian  saham  Perum  tersebut  kepada publik (go public) dan statusnya diubah menjadi persero.    Persero  adalah  salah  satu  Badan  Usaha  yang  dikelola  oleh  Negara  atau  Daerah.  Berbeda  dengan  Perum  atau  Perjan,  tujuan  didirikannya  Persero  yang  pertama  adalah  mencari  keuntungan  dan  yang  kedua  memberi  pelayanan  kepada  umum.  Modal  pendiriannya  berasal  sebagian  atau  seluruhnya  dari  kekayaan  negara  yang  dipisahkan  berupa  saham–saham.  Persero  dipimpin  oleh  direksi.  Sedangkan  pegawainya  berstatus  sebagai 

12

pegawai  swasta.  Badan  usaha  ditulis  PT  <  nama  perusahaan  >  (Persero).  Perusahaan ini tidak memperoleh fasilitas negara. Jadi dari uraian di atas,     ciri–ciri Persero adalah:  (i) Tujuan utamanya mencari laba (Komersial)  (ii) Modal  sebagian  atau  seluruhnya  berasal  dari  kekayaan  negara  yang  dipisahkan yang berupa saham–saham  (iii) (iv) Dipimpin oleh direksi  Pegawainya berstatus sebagai pegawai swasta 

(v) Badan usahanya ditulis PT (nama perusahaan) (Persero)  (vi)                               13 Tidak memperoleh fasilitas negara 

Aspek Lain Dari Organisasi Perusahaan  1. Perusahaan Multinasional  Perusahaan  multinasional  atau  PMN  adalah  perusahaan  yang  berusaha  di  banyak negara; perusahaan ini biasanya sangat besar. Perusahaan seperti ini  memiliki  kantor‐kantor,  pabrik  atau  kantor  cabang  di  banyak  negara.  Mereka  biasanya  memiliki  sebuah  kantor  pusat  di  mana  mereka  mengkoordinasi manajemen global.    2. Perusahaan Patungan (joint venture)  Perusahaan patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak  atau  lebih  untuk  menjalankan  aktivitas  ekonomi  bersama.  Pihak‐pihak  itu  setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan  kemudian  saham  dalam  penerimaan,  biaya,  dan  kontrol  perusahaan.  Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus saja, atau hubungan bisnis  yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony Ericsson. Ini terbalik  dengan  persekutuan  strategi,  yang  tak  melibatkan  taruhan  keadilan  oleh  pesertanya, dan susunannya kurang begitu sulit.    Frase  ini  umumnya  merujuk  pada  tujuan  kelompok  dan  bukan  jenis  kelompok.  Kemudian,  perusahaan  patungan  bisa  berupa  badan  hukum,  kemitraan,  LLC,  atau  struktur  resmi  lainnya,  bergantung  pada  jumlah  pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian.          14

3. Pengambilalihan (Acquisistion)  Akuisisi adalah pembelian suatu perusahaan oleh perusahaan lain atau oleh  kelompok  investor.  Akuisisi  sering  digunakan  untuk  menjaga  ketersediaan  pasokan bahan baku atau jaminan produk akan diserap oleh pasar. Contoh :  Aqua diakuisisi oleh Danone, Pizza Hut oleh Coca‐Cola, dan lain‐lain.    Akuisisi  berasal  dari  sebuah  kata  dalam  bahasa  Inggris  acquisition  yang  berarti  pengambilalihan.  Kata  akuisisi  aslinya  berasal  dari  bhs.  Latin,  acquisitio, dari kata kerja acquirere.    4. Penggabungan (Merger)  Merger  adalah  proses  difusi  dua  perseroan  dengan  salah  satu  diantaranya  tetap berdiri dengan nama perseroannya sementara yang lain lenyap dengan  segala  nama  dan  kekayaannya  dimasukan  dalam  perseroan  yang  tetap  berdiri tersebut.    Merger terbagi menjadi tiga, yaitu:  (i) Merger horizontal, adalah merger yang dilakukan oleh usaha sejenis  (usahanya  sama),  misalnya  merger  antara  dua  perusahaan  roti,  perusahaan sepatu.  (ii) Merger  vertikal,  adalah  merger  yang  terjadi  antara  perusahaan‐ perusahaan yang saling berhubungan, misalnya dalam alur produksi  yang  berurutan.  Contohnya:  perusahaan  pemintalan  benang  merger  dengan perusahaan kain, perusahaan ban merger dengan perusahaan  mobil.    15

(iii)

Konglomerat  ialah  merger  antara  berbagai  perusahaan  yang  menghasilkan  berbagai  produk  yang  berbeda‐beda  dan  tidak  ada  kaitannya,  misalnya  perusahaan  sepatu  merger  dengan  perusahaan  elektronik  atau  perusahaan  mobil  merger  dengan  perusahaan  makanan.  Tujuan  utama  konglomerat  ialah  untuk  mencapai  pertumbuhan  Badan  Usaha  dengan  cepat  dan  mendapatkan  hasil  yang  lebih  baik.  Caranya  ialah  dengan  saling  bertukar  saham  antara  kedua perusahaan yang disatukan. 

  5. Nasionalisasi, Privatisasi, dan Divestasi  Nasionalisasi  adalah  proses  di  mana  negara  mengambil  alih  kepemilikan  suatu  perusahaan  milik  swasta  atau  asing.  Apabila  suatu  perusahaan  dinasionalisasi,  negara  yang  bertindak  sebagai  pembuat  keputusan.  Selain  itu para pegawainya menjadi pegawai negeri.    Privatisasi  (istilah  lain:  denasionalisasi)  adalah  proses  pengalihan  kepemilikan dari milik umum menjadi milik pribadi. Lawan dari privatisasi  adalah nasionalisasi.    Dalam  finansial  and  ekonomi,  divestasi  adalah  pengurangan  beberapa  jenis  aset  baik  dalam  bentuk  finansial  atau  barang,  dapat  pula  disebut  penjualan  dari  bisnis  yang  dimiliki  oleh  perusahaan.  Ini  adalah  kebalikan  dari investasi pada aset yang baru.        16

6. Franchasing  Waralaba  atau  Franchising  (dari  bahasa  Prancis  untuk  kejujuran  atau  kebebasan) adalah hak‐hak untuk menjual suatu produk atau jasa maupun  layanan . Sedangkan menurut versi pemerintah Indonesia, yang dimaksud  dengan  waralaba  adalah  perikatan  dimana  salah  satu  pihak  diberikan  hak  memanfaatkan  dan  atau  menggunakan  hak  dari  kekayaan  intelektual  (HAKI) atau pertemuan dari ciri khas usaha yang dimiliki pihak lain dengan  suatu  imbalan  berdasarkan  persyaratan  yang  ditetapkan  oleh  pihak  lain  tersebut dalam rangka penyediaan dan atau penjualan barang dan jasa.    Sedangkan menurut Asosiasi Franchise Indonesia, yang dimaksud dengan  Waralaba  ialah:  Suatu  sistem  pendistribusian  barang  atau  jasa  kepada  pelanggan  akhir,  dimana  pemilik  merek  (franchisor)  memberikan  hak  kepada individu atau perusahaan untuk melaksanakan bisnis dengan merek,  nama,  sistem,  prosedur  dan  cara‐cara  yang  telah  ditetapkan  sebelumnya  dalam jangka waktu tertentu meliputi area tertentu.                      17

BAB III  PERANAN MANAJEMEN DALAM ORGANISASI DAN PERUSAHAAN    Organisasi adalah Sekumpulan orang yang bersepakat untuk bergabung dalam  suatu  kelompok,  yang  menetapkan  tujuan‐tujuan  tertentu  dan  berupaya  mencapai tujuan tersebut.  Organisasi mempunyai ciri‐ciri pokok sebagai berikut:  (i) (ii) (iii)   Coba  Anda  perhatikan  karakter  dari  orang‐orang  yang  bergabung  dalam  satu  organisasi. Apakah yang dapat Anda simpulkan? Ternyata:  (1) Karakter  orang‐orang  atau  kelompok  orang  yang  berbeda  dalam  organisasi sangat berbeda  (2) Melakukan  kerja  yang  ditugakan  dengan  dorangan  dan  tujuan  yang  berbeda  (3) Mempunyai latar belakang pendidikan dan budaya yang berbada.  Dalam keadaan yang berbeda tersebut bagaimanakah mereka dapat bersepakat  mencapai tujuan‐tujuan yang telah ditentukan? Di sinilah manajemen dan para  manajer akan berperan.            18 Terdiri dari sekumpulan orang  Sepakat berkelompok untuk mecapai tujuan‐tujuan tertentu  Melakukan kerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. 

Pengertian Manajemen  Kata  Manajemen  berasal  dari  bahasa  Prancis  kuno  ménagement,  yang  memiliki  arti  seni  melaksanakan  dan  mengatur.  Manajemen  belum  memiliki  definisi yang mapan dan diterima secara universal.   Mary  Parker  Follet,  misalnya,  mendefinisikan  manajemen  sebagai  seni  menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang  manajer  bertugas  mengatur  dan  mengarahkan  orang  lain  untuk  mencapai  tujuan organisasi.   Ricky  W.  Griffin  mendefinisikan  manajemen  sebagai  sebuah  proses  perencanaan,  pengorganisasian,  pengkoordinasian,  dan  pengontrolan  sumber  daya  untuk  mencapai  sasaran  (goals)  secara  efektif  dan  efesien.  Efektif  berarti  bahwa  tujuan  dapat  dicapai  sesuai  dengan  perencanaan,  sementara  efisien  berarti  bahwa  tugas  yang  ada  dilaksanakan  secara  benar,  terorganisir,  dan  sesuai dengan jadwal.    Fungsi manajemen  Fungsi  manajemen  adalah  elemen‐elemen  dasar  yang  akan  selalu  ada  dan  melekat  di  dalam  proses  manajemen  yang  akan  dijadikan  acuan  oleh  manajer  dalam  melaksanakan  kegiatan  untuk  mencapai  tujuan.  Fungsi  manajemen  pertama  kali  diperkenalkan  oleh  seorang  industrialis  Perancis  bernama  Henry  Fayol  pada  awal  abad  ke‐20.  Ketika  itu,  ia  menyebutkan  lima  fungsi  manajemen,  yaitu  merancang,  mengorganisir,  memerintah,  mengordinasi,  dan mengendalikan.         19

Namun saat ini, kelima fungsi tersebut telah diringkas menjadi empat, yaitu:    1. Perencanaan  (planning)  adalah  memikirkan  apa  yang  akan  dikerjakan  dengan  sumber  yang  dimiliki.  Perencanaan  dilakukan  untuk  menentukan  tujuan  perusahaan  secara  keseluruhan  dan  cara  terbaik  untuk  memenuhi  tujuan  itu.  Manajer  mengevaluasi  berbagai  rencana  alternatif  sebelum  mengambil  tindakan  dan  kemudian  melihat  apakah  rencana  yang  dipilih  cocok  dan  dapat  digunakan  untuk  memenuhi  tujuan  perusahaan.  Perencanaan  merupakan  proses  terpenting  dari  semua  fungsi  manajemen  karena tanpa perencanaan, fungsi‐fungsi lainnya tak dapat berjalan.    2. Pengorganisasian  (organizing)  dilakukan  dengan  tujuan  membagi  suatu  kegiatan besar menjadi kegiatan‐kegiatan yang lebih kecil. Pengorganisasian  mempermudah  manajer  dalam  melakukan  pengawasan  dan  menentukan  orang yang dibutuhkan untuk melaksanakan tugas‐tugas yang telah dibagi‐ bagi  tersebut.  Pengorganisasian  dapat  dilakukan  dengan  cara  menentukan  tugas  apa  yang  harus  dikerjakan,  siapa  yang  harus  mengerjakannya,  bagaimana  tugas‐tugas  tersebut  dikelompokkan,  siapa  yang  bertanggung  jawab atas tugas tersebut, pada tingkatan mana keputusan harus diambil.    3. Pengarahan  (directing)  adalah  suatu  tindakan  untuk  mengusahakan  agar  semua  anggota  kelompok  berusaha  untuk  mencapai  sasaran  sesuai  dengan  perencanaan  manajerial  dan  usaha‐usaha  organisasi.  Jadi  actuating  artinya  adalah  menggerakkan  orang‐orang  agar  mau  bekerja  dengan  sendirinya  atau  penuh  kesadaran  secara  bersama‐sama  untuk  mencapai  tujuan  yang 

20

dikehendaki  secara  efektif.  Dalam  hal  ini  yang  dibutuhkan  adalah  kepemimpinan (leadership).    4. Pengevaluasian  (evaluating)  adalah  proses  pengawasan  dan  pengendalian  performa perusahaan untuk memastikan bahwa jalannya perusahaan sesuai  dengan  rencana  yang  telah  ditetapkan.  Seorang  manajer  dituntut  untuk  menemukan  masalah  yang  ada  dalam  operasional  perusahaan,  kemudian  memecahkannya sebelum masalah itu menjadi semakin besar.    Mengapa Manajemen dibutuhkan  Manajemen dibutuhkan agar tujuan organisasi dapat dicapai secara efektif dan  efisien.  Efektif  menurut  Peter  F  Drucker  adalah  ʺmengerjakan  pekerjaan  yang  benarʺ (doing the right things), sedangkan efisien adalah ʺmengerjakan pekerjaan  dengan benarʺ (doing things right).    Peran manajer  Henry  Mintzberg,  seorang  ahli  riset  ilmu  manajemen,  mengemukakan  bahwa  ada  sepuluh  peran  yang  dimainkan  oleh  manajer  di  tempat  kerjanya.  Ia  kemudian mengelompokan kesepuluh peran itu ke dalam tiga kelompok, yaitu:    1. Peran antar pribadi  Merupakan peran yang melibatkan orang dan kewajiban lain, yang bersifat  seremonial dan simbolis. Peran ini meliputi peran sebagai figur untuk anak  buah, pemimpin, dan penghubung.      21

2. Peran informasional  Meliputi  peran  manajer  sebagai  pemantau  dan  penyebar  informasi,  serta  peran sebagai juru bicara.    3. Peran pengambilan keputusan  Yang  termasuk  dalam  kelompok  ini  adalah  peran  sebagai  seorang  wirausahawan, pemecah masalah, pembagi sumber daya, dan perunding.    Mintzberg  kemudian  menyimpulkan  bahwa  secara  garis  besar,  aktivitas  yang  dilakukan oleh manajer adalah berinteraksi dengan orang lain.    Manajer  Manajer  adalah  seseorang  yang  bekerja  melalui  orang  lain  dengan  mengoordinasikan kegiatan‐kegiatan mereka guna mencapai sasaran organisasi.    Tingkatan manajer    Manejemen lini pertama (first‐line management), dikenal pula dengan istilah  manajemen  operasional,  merupakan  manajemen  tingkatan  paling  rendah  yang  bertugas  memimpin  dan  mengawasi  karyawan  non‐manajerial  yang  terlibat  dalam  proses  produksi.  Mereka  sering  disebut  penyelia  (supervisor),  manajer  shift,  manajer  area,  manajer  kantor,  manajer  departemen,  atau  mandor  (foreman).     

22

Manajemen  tingkat  menengah  (middle  management),  mencakup  semua  manajemen yang berada di antara manajer lini pertama dan manajemen puncak  dan  bertugas  sebagai  penghubung  antara  keduanya.  Jabatan  yang  termasuk  manajer  menengah  di  antaranya  kepala  bagian,  pemimpin  proyek,  manajer  pabrik, atau manajer divisi.    Manajemen  puncak  (top  management),  dikenal  pula  dengan  istilah  executive  officer. Bertugas merencanakan kegiatan dan strategi perusahaan secara umum  dan  mengarahkan  jalannya  perusahaan.  Contoh  top  manajemen  adalah  CEO  (Chief  Executive  Officer),  CIO  (Chief  Information  Officer),  dan  CFO  (Chief  Financial Officer).    Keterampilan manajer   Robert  L.  Katz  pada  tahun  1970‐an  mengemukakan  bahwa  setiap  manajer  membutuhkan  minimal  tiga  keterampilan  dasar.  Ketiga  keterampilan  tersebut  adalah:    1.  Keterampilan konseptual (conceptional skill)  Manajer  tingkat  atas  (top  manager)  harus  memiliki  keterampilan  untuk  membuat konsep, ide, dan gagasan demi kemajuan organisasi. Gagasan atau  ide  serta  konsep  tersebut  kemudian  haruslah  dijabarkan  menjadi  suatu  rencana  kegiatan  untuk  mewujudkan  gagasan  atau  konsepnya  itu.  Proses  penjabaran  ide  menjadi  suatu  rencana  kerja  yang  kongkret  itu  biasanya  disebut  sebagai  proses  perencanaan  atau  planning.  Oleh  karena  itu,  keterampilan  konsepsional  juga  meruipakan  keterampilan  untuk  membuat  rencana kerja.  23

2.  Keterampilan berhubungan dengan orang lain (humanity skill)  Selain  kemampuan  konsepsional,  manajer  juga  perlu  dilengkapi  dengan  keterampilan berkomunikasi atau keterampilan berhubungan dengan orang  lain,  yang  disebut  juga  keterampilan  kemanusiaan.  Komunikasi  yang  persuasif  harus  selalu  diciptakan  oleh  manajer  terhadap  bawahan  yang  dipimpinnya.  Dengan  komunikasi  yang  persuasif,  bersahabat,  dan  kebapakan akan membuat karyawan merasa dihargai dan kemudian mereka  akan  bersikap  terbuka  kepada  atasan.  Keterampilan  berkomunikasi  diperlukan,  baik  pada  tingkatan  manajemen  atas,  menengah,  maupun  bawah.  3.  Keterampilan teknis (technical skill)  Keterampilan  ini  pada  umumnya  merupakan  bekal  bagi  manajer  pada  tingkat yang lebih rendah. Keterampilan teknis ini merupakan kemampuan  untuk  menjalankan  suatu  pekerjaan  tertentu,  misalnya  menggunakan  program komputer, memperbaiki mesin, membuat kursi, akuntansi dan lain‐ lain.  Selain  tiga  keterampilan  dasar  di  atas,  Ricky  W.  Griffin  menambahkan  dua  keterampilan dasar yang perlu dimiliki manajer, yaitu:  1.  Keterampilan manajemen waktu  Merupakan keterampilan yang merujuk pada kemampuan seorang manajer  untuk menggunakan waktu yang dimilikinya secara bijaksana.   2.  Keterampilan membuat keputusan  Merupakan  kemampuan  untuk  mendefinisikan  masalah  dan  menentukan  cara  terbaik  dalam  memecahkannya.  Kemampuan  membuat  keputusan  adalah  yang  paling  utama  bagi  seorang  manajer,  terutama  bagi  kelompok  manajer atas (top manager).   24

BAB IV  PASAR DAN MANAJEMEN PEMASARAN    Pasar  dalam  arti  sempit  adalah  tempat  permintaan  dan  penawaran  bertemu,  dalam  hal  ini  lebih  condong  ke  arah  pasar  tradisional.  Sedangkan  dalam  arti  luas  adalah  proses  transaksi  antara  permintaan  dan  penawaran,  dalam  hal  ini  lebih condong ke arah pasar modern. Permintaan dan Penawaran dapat berupa  Barang  atau  Jasa.  Sedangkan  secara  umum  pasar  merupakan  tempat  pertemuan antara penjual dan pembeli.  Pasar dapat dibagi menjadi :  1. Pasar tradisional,   2. Pasar modern,   3. bursa kerja,   4. bursa efek    Dalam  kehidupan  sehari‐hari  kita  dapat  melihat  pasar  dalam  bentuk  fisik  seperti  pasar  barang  (barang  konsumsi).  Secara  sederhana  pasar  dapat  dikelompokkan menjadi:  a.   Menurut  segi  fisiknya,  pasar  dapat  dibedakan  menjadi  beberapa  macam,  di antaranya:  1. pasar tradisional  2. pasar raya  3. pasar abstrak  4. pasar konkrit  5. toko swalayan  6. toko serba ada  25

b.   Sedangkan  berdasarkan  jenis  barang  yang  dijual,  pasar  dibedakan  menjadi beberapa macam di antaranya:  1. pasar ikan  2. pasar sayuran  3. pasar buah‐buahan  4. pasar barang elektronik  5. pasar barang perhiasan  6. pasar bahan bangunan  7. bursa efek dan saham.      Struktur Pasar    Struktur  Pasar  memiliki  pengertian  penggolongan  produsen  kepada  beberapa  bentuk  pasar  berdasarkan  pada  ciri‐ciri  seperti  jenis  produk  yang  dihasilkan,  banyaknya  perusahaan  dalam  industri,  mudah  tidaknya  keluar  atau  masuk  ke  dalam industri dan peranan iklan dalam kegiatan industri.  Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar  persaingan  tidak  sempurna  (yang  meliputi  monopoli,  oligopoli,  monopolistik  dan monopsoni).              26

Segmentasi Pasar    Definisi Segmentasi Pasar  Swastha  &  Handoko  (1997)  mengartikan  segmentasi  pasar  sebagai  kegiatan  membagi–bagi  pasar/market  yang  bersifat  heterogen  kedalam  satuan–satuan  pasar yang bersifat homogen.    Sedangkan  definisi  yang  diberikan  oleh  Pride  &  Ferrel  (1995)  mengatakan  bahwa segmentasi pasar adalah suatu proses membagi pasar ke dalam segmen‐ segmen pelanggan potensial dengan kesamaan karakteristik yang menunjukkan  adanya kesamaan perilaku pembeli.    Di  lain  pihak  Pride  &  Ferrel  (1995)  mendefinisikan  segmentasi  pasar  sebagai  suatu proses pembagian pasar keseluruhan menjadi kelompok–kelompok pasar  yang  terdiri  dari  orang–orang  yang  secara  relatif  memiliki  kebutuhan  produk  yang serupa.    Ada lagi pendapat Swastha & Handoko (1987) yang merumuskan segmentasi  pasar  adalah  suatu  tindakan  membagi  pasar  menjadi  segmen–segmen  pasar  tertentu yang dijadikan sasaran penjualan yang akan dicapai dengan marketing  mix.            27

Menurut  Kotler,  Bowen  dan  Makens  (2002,  p.254)  pasar  terdiri  dari  pembeli  dan  pembeli  berbeda‐beda  dalam  berbagai  hal  yang  bisa  membeli  dalam  keinginan, sumber daya, lokasi, sikap membeli, dan kebiasaan membeli. Karena  masing‐masing  memiliki  kebutuhan  dan  keinginan  yang  unik,  masing‐masing  pembeli merupakan pasar potensial tersendiri. Oleh sebab itu penjual idealnya  mendisain program pemasarannya tersendiri bagi masing‐masing pembeli.     Segmentasi  yang  lengkap  membutuhkan  biaya  yang  tinggi,  dan  kebanyakan  pelanggan  tidak  dapat  membeli  produk  yang  benar‐benar  disesuaikan  dengan  kebutuhan. Untuk itu, perusahaan mencari kelas‐kelas pembeli yang lebih besar  dengan  kebutuhan  produk  atau  tanggapan  membeli  yang  berbeda‐beda.  Segmen  pasar  terdiri  dari  kelompok  pelanggan  yang  memiliki  seperangkat  keinginan yang sama (Kotler, 2005, p.307).    Manfaat dan Kelemahan Segmentasi  Banyaknya  perusahaan  yang  melakukan  segmentasi  pasar  atas  dasar  pengelompokkan  variabel  tertentu.  Dengan  menggolongkan  atau 

mensegmentasikan  pasar  seperti  itu,  dapat  dikatakan  bahwa  secara  umum  perusahaan  mempunyai  motivasi  untuk  mempertahankan  dan  meningkatkan  tingkat  penjualan  dan  yang  lebih  penting  lagi  agar  operasi  perusahaan  dalam  jangka panjang dapat berkelanjutan dan kompetitif (Porter, 1991).            28

Manfaat yang lain dengan dilakukannya segmentasi pasar, antara lain:  1. Perusahaan  akan  dapat  mendeteksi  secara  dini  dan  tepat  mengenai  kecenderungan‐kecenderungan dalam pasar yang senantiasa berubah.  2. Dapat  mendesign  produk  yang  benar‐benar  sesuai  dengan  permintaan  pasar.  3. Dapat menentukan kampanye dan periklanan yang paling efektif.  4. Dapat  mengarahkan  dana  promosi  yang  tersedia  melalui  media  yang  tepat  bagi  segmen  yang  diperkirakan  akan  menghasilkan  keuntungan  yang lebih besar.  5. Dapat  digunakan  untuk  mengukur  usaha  promosi  sesuai  dengan  masa  atau periode‐periode dimana reaksi pasar cukup besar.    Gitosudarmo  (2000)  menambahkan  manfaat  segmentasi  pasar  ini,  sebagai  berikut:  1. Dapat membedakan antara segmen yang satu dengan segmen lainnya.  2. Dapat digunakan untuk mengetahui sifat masing‐masing segmen.  3. Dapat  digunakan  untuk  mencari  segmen  mana  yang  potensinya  paling  besar.  4. Dapat  digunakan  untuk  memilih  segmen  mana  yang  akan  dijadikan  pasar sasaran.           

29

Sekalipun  tindakan  segmentasi  memiliki  sederetan  keuntungan  dan  manfaat,  namun  juga  mengandung  sejumlah  resiko  yang  sekaligus  merupakan  kelemahan‐kelemahan dari tindakan segmentasi itu sendiri, antara lain:  1. Biaya  produksi  akan  lebih  tinggi,  karena  jangka  waktu  proses  produksi  lebih pendek.  2. Biaya  penelitian/  riset  pasar  akan  bertambah  searah  dengan  banyaknya  ragam dan macam segmen pasar yang ditetapkan.  3. Biaya  promosi  akan  menjadi  lebih  tinggi,  ketika  sejumlah  media  tidak  menyediakan diskon.  4. Kemungkinan  akan  menghadapi  pesaing  yang  membidik  segmen  serupa.  5. Bahkan  mungkin  akan  terjadi  persaingan  yang  tidak  sehat,  misalnya  kanibalisme sesama produsen untuk produk dan segmen yang sama.                            30

Hal‐hal Yang Perlu Diperhatikan Dalam Melakukan Segmentasi    Pengusaha yang melakukan segmentasi pasar akan berusaha mengelompokkan  konsumen  kedalam  beberapa  segmen  yang  secara  relatif  memiliki  sifat‐sifat  homogen  dan  kemudian  memperlakukan  masing‐masing  segmen  dengan  cara  atau pelayanan yang berbeda.  Seberapa jauh pengelompokkan itu harus dilakukan, nampaknya banyak faktor  yang  terlebih  dahulu  perlu  dicermati.  Faktor‐faktor  tersebut  antara  lain  sebagai berikut:    A.  Variabel‐Variabel Segmentasi  Sebagaimana  diketahui  bahwa  konsumen  memiliki  berbagai  dimensi  yang  dapat  digunakan  sebagai  dasar  untuk  melakukan  segmentasi  pasar.  Penggunaan  dasar  segmentasi  yang  tepat  dan  berdaya  guna  akan  lebih  dapat  menjamin  keberhasilan  suatu  rencana  strategis  pemasaran.  Salah  satu  dimensi  yang dipandang memiliki peranan utama dalam menentukan segmentasi pasar  adalah  variabel‐variabel  yang  terkandung  dalam  segmentasi  itu  sendiri,  dan  oleh sebab ituperlu dipelajari.  Dalam  hubungan  ini  Kotler  (1995)  mengklasifikasikan  jenis‐jenis  variabel  segmentasi sebagai berikut:  1.  Segmentasi Geografi  Segmentasi  ini  membagi  pasar  menjadi  unit‐unit  geografi  yang  berbeda,  seperti  negara,  propinsi,  kabupaten,  kota,  wilayah,  daerah  atau  kawasan.  Jadi  dengan  segmentasi  ini,  pemasar  memperoleh  kepastian  kemana  atau  dimana produk ini harus dipasarkan.    31

2.   Segmentasi Demografi  Segmentasi  ini  memberikan  gambaran  bagi  pemasar  kepada  siapa  produk  ini  harus  ditawarkan.  Jawaban  atas  pertanyaan  kepada  siapa  dapat  berkonotasi  pada  umur,  jenis  kelamin,  jumlah  anggota  keluarga,  siklus  kehidupan  keluarga  seperti  anak‐anak,  remaja,  dewasa,  kawin/  belum  kawin,  keluarga  muda  dengan  satu  anak,  keluarga  dengan  dua  anak,  keluarga  yang  anak‐anaknya  sudah  bekerja  dan  seterusnya.  Dapat  pula  berkonotasi  pada  tingkat  penghasilan,  pendidikan,  jenis  pekerjaan,  pengalaman, agama dan keturunan  misalnya: Jawa, Madura, Bali, Manado, Cina dan sebagainya.  3.   Segmentasi Psikografi  Pada  segmentasi  ini  pembeli  dibagi  menjadi  kelompok‐kelompok  berdasarkan:  (a) Status sosial, misalnya: pemimpin masyarakat, pendidik, golongan elite,  golongan menengah, golongan rendah.  (b) Gaya  hidup  misalnya:  modern,  tradisional,  kuno,  boros,  hemat,  mewah  dan sebagainya.  (c) Kepribadian,  misalnya:  penggemar,  pecandu  atau  pemerhati  suatu  produk.  4.   Segmentasi Tingkah Laku  Segmentasi  tingkah  laku  mengelompokkan  pembeli  berdasarkan  pada  pengetahuan, sikap, penggunaan atau reaksi mereka terhadap suatu produk.  Banyak pemasar yakin bahwa variabel tingkah laku merupakan awal paling  baik untuk membentuk segmen pasar.   

32

Segmentasi  perilaku  dapat  diukur  menggunakan  indikator  sebagai  berikut  (Armstrong, 1997):  1.   Manfaat yang dicari  Salah  satu  bentuk  segmentasi  yang  ampuh  adalah  mengelompokkan  pembeli  menurut  manfaat  berbeda  yang  mereka  cari  dari  produk.  Segmentasi manfaat menuntut ditemukannya manfaat utama yang dicari  orang dalam kelas produk, jenis orang yang mencari setiap manfaat dan  merek  utama  yang  mempunyai  setiap  manfaat.  Perusahaan  dapat  menggunakan  segmentasi  manfaat  untuk  memperjelas  segmen  manfaat  yang  mereka  inginkan,  karakteristiknya  serta  merek  utama  yang  bersaing.  Mereka  juga  dapat  mencari  manfaat  baru  dan  meluncurkan  merek yang memberikan manfaat tersebut.  2.   Status Pengguna  Pasar  dapat  disegmentasikan  menjadi  kelompok  bukan  pengguna,  mantan  pengguna,  pengguna  potensial,  pengguna  pertama  kali  dan  pengguna regular dari suatu produk. Pengguna potensial dan pengguna  regular mungkin memerlukan imbauan pemasaran yang berbeda.  3.   Tingkat Pemakaian  Pasar  dapat  juga  disegmentasikan  menjadi  kelompok  pengguna  ringan,  menengah  dan  berat.  Jumlah  pengguna  berat  sering  kali  hanya  persentase kecil dari seluruh pasar, tetapi menghasilkan persentase yang  tinggi dari total pembelian. Pengguna produk dibagi menjadi dua bagian  sama  banyak,  sebagian  pengguna  ringan  dan  sebagian  lagi  pengguna  berat menurut tingkat pembelian dari produk spesifik.      33

4.   Status Loyalitas  Sebuah  pasar  dapat  juga  disegmentasikan  berdasarkan  loyalitas  konsumen. Konsumen dapat loyal terhadap merek, toko dan perusahaan.  Pembeli  dapat  dibagi  menjadi  beberapa  kelompok  menurut  tingkat  loyalitas  mereka.  Beberapa  konsumen  benar‐benar  loyal,  mereka  selalu  membeli  satu  macam  merek.  Kelompok  lain  agak  loyal,mereka  loyal  pada dua  merek atau lebih dari satu produk atau menyukai satu merek  tetapi  kadang‐kadang  membeli  merek  lain.  Pembeli  lain  tidak  menunjukkan  loyalitas  pada  merek  apapun.  Mereka  mungkin  ingin  sesuatu yang baru setiap kali atau mereka membeli apapun yang diobral.                                  34

Manajemen pemasaran    Manajemen  Pemasaran  adalah  salah  satu  kegiatan‐kegiatan  pokok  yang  dilakukan  oleh  perusahaan  untuk  mempertahankan  kelangsungan 

perusahaannya,  untuk  berkembang,  dan  untuk  mendapatkan  laba.  Proses  pemasaran itu dimulai jauh sejak sebelum barang‐barang diproduksi, dan tidak  berakhir  dengan  penjualan.  Kegiatan  pemasaran  perusahaan  harus  juga  memberikan kepuasan kepada konsumen jika menginginkan usahanya berjalan  terus,  atau  konsumen  mempunyai  pandangan  yang  lebih  baik  terhadap  perusahaan (Dharmmesta & Handoko, 1982).    Secara  definisi,  Manajemen  Pemasaran  adalah  penganalisaan,  perencanaan,  pelaksanaan, dan pengawasan program‐program yang bertujuan menimbulkan  pertukaran  dengan  pasar  yang  dituju  dengan  maksud  untuk  mencapai  tujuan  perusahaan (Kotler, 1980).    Perusahaan  yang  sudah  mulai  mengenal  bahwa  pemasaran  merupakan  faktor  penting  untuk  mencapai  sukses  usahanya,  akan  mengetahui  adanya  cara  dan  falsafah  baru  yang  terlibat  di  dalamnya.  Cara  dan  falsafah  baru  ini  disebut  ʺKonsep Pemasaranʺ.              35

Fungsi pemasaran    Pemasaran  berfokus  kepada  aktivitas  kompleks  yang  harus  menampilkan  tujuan  yang  jelas  dan  pertukaran  yang  umum.  Aktivitas  ini  termasuk  pembelian,  penjualan,  transportasi,  keuangan,  penelitian  pemasaran,  dan  pengambilan risiko.    Fungsi‐Fungsi Pemasaran :  1.   Fungsi Pertukaran  Dengan  pemasaran  pembeli  dapat  membeli  produk  dari  produsen  baik  dengan menukar uang dengan produk maupun pertukaran produk dengan  produk (barter) untuk dipakai sendiri atau untuk dijual kembali.    2.   Fungsi Distribusi Fisik  Distribusi  fisik  suatu  produk  dilakukan  dengan  cara  mengangkut  serta  menyimpan produk. Produk diangkut dari produsen mendekati kebutuhan  konsumen  dengan  banyak  cara  baik  melalui  air,  darat,  udara,  dsb.  Penyimpanan produk mengedepankan menjaga pasokan produk agar tidak  kekurangan saat dibutuhkan.    3.   Fungsi Perantara  Untuk  menyampaikan  produk  dari  tangan  produsen  ke  tangan  konsumen  dapat  dilakukan  pelalui  perantara  pemasaran  yang  menghubungkan  aktivitas  pertukaran  dengan  distribusi  fisik.  Aktivitas  fungsi  perantara  antara  lain  seperti  pengurangan  resiko,  pembiayaan,  pencarian  informasi  serta standarisasi / penggolongan produk.  36

BAB IV  KEPEMIMPINAN DAN MANAJEMEN SDM    Definisi Kepemimpinan    Apakah arti kepemimpinan?  Menurut sejarah, masa “kepemimpinan” muncul  pada abad 18. Ada beberapa pengertian kepemimpinan, antara lain:     1.  Kepemimpinan  adalah  pengaruh  antar  pribadi,  dalam  situasi  tertentu  dan  langsung  melalui  proses  komunikasi  untuk    mencapai  satu  atau  beberapa  tujuan tertentu (Tannebaum, Weschler and Nassarik, 1961, 24).    2.  Kepemimpinan adalah sikap pribadi, yang memimpin pelaksanaan aktivitas  untuk mencapai tujuan yang diinginkan. (Shared Goal, Hemhiel & Coons,  1957, 7).    3.  Kepemimpinan adalah suatu proses yang mempengaruhi aktifitas kelompok  yang diatur untuk mencapai tujuan bersama (Rauch & Behling, 1984, 46).    4.  Kepemimpinan adalah kemampuan seni atau tehnik untuk membuat sebuah  kelompok atau orang mengikuti dan menaati segala keinginannya.    5.  Kepemimpinan  adalah  suatu  proses  yang  memberi  arti  (penuh  arti  kepemimpinan)  pada  kerjasama  dan  dihasilkan  dengan  kemauan  untuk  memimpin dalam mencapai tujuan (Jacobs & Jacques, 1990, 281).    37

Banyak  definisi  kepemimpinan  yang  menggambarkan  asumsi  bahwa  kepemimpinan  dihubungkan  dengan  proses  mempengaruhi  orang  baik  individu maupun masyarakat. Dalam kasus ini, dengan sengaja mempengaruhi  dari  orang  ke  orang  lain  dalam  susunan  aktivitasnya  dan  hubungan  dalam  kelompok  atau  organisasi.  John  C.  Maxwell  mengatakan  bahwa  inti  kepemimpinan adalah mempengaruhi atau mendapatkan pengikut.     PENGERTIAN  PEMIMPIN  Pemimpin  adalah  inti  dari  manajemen.  Ini  berarti  bahwa  manajemen  akan  tercapai  tujuannya    jika  ada  pemimpin.  Kepemimpinan  hanya  dapat  dilaksanakan  oleh  seorang  pemimpin.  Seorang  pemimpin  adalah  seseorang  yang  mempunyai  keahlian  memimpin,  mempunyai  kemampuan 

mempengaruhi  pendirian/pendapat  orang  atau  sekelompok  orang  tanpa  menanyakan alasan‐alasannya. Seorang pemimpin adalah seseorang yang aktif  membuat  rencana‐rencana,  mengkoordinasi,  melakukan  percobaan  dan  memimpin  pekerjaan  untuk  mencapai  tujuan  bersama‐sama  (Panji  Anogara,  Page 23).    Kepemimpinan  meliputi  proses  mempengaruhi  dalam  menentukan  tujuan  organisasi,  memotivasi  perilaku  pengikut  untuk  mencapai  tujuan, 

mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya. Kepemimpinan  mempunyai  kaitan  yang  erat  dengan  motivasi.  Hal  tersebut  dapat  dilihat  dari  keberhasilan  seorang  pemimpin  dalam  menggerakkan  orang  lain  dalam  mencapai tujuan yang telah ditetapkan sangat tergantung kepada kewibawaan,  dan  juga  pimpinan  itu  dalam  menciptakan  motivasi  dalam  diri  setiap  orang  bawahan, kolega, maupun atasan pimpinan itu sendiri.  38

Gaya kepemimpinan  1.  Otokratis.   Kepemimpinan  seperti  ini  menggunakan  metode  pendekatan  kekuasaan  dalam  mencapai  keputusan  dan  pengembangan  strukturnya.  Jadi  kekuasaanlah yang sangat dominan diterapkan.    2.  Demokrasi.   Gaya  ini  ditandai  adanya  suatu  struktur  yang  pengembangannya  menggunakan  pendekatan  pengambilan  keputusan  yang  kooperatif.  Di  bawah  kepemimpinan  demokratis  cenderung  bermoral  tinggi  dapat  bekerjasama,  mengutamakan  mutu  kerja  dan  dapat  mengarahkan  diri  sendiri.    3.  Gaya kepemimpinan kendali bebas.   Pemimpin  memberikan  kekuasan  penuh  terhadap  bawahan,  struktur  organisasi bersifat longgar dan pemimpin bersifat pasif.                      39

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA    Sumber  Daya  Manuasi  adalah  orang‐orang  yang  ada  dalam  organisasi  yang  memberikan  sumbangan  pemikiran  dan  melakukan  berbagai  jenis  pekerjaan  dalam mencapai tujuan organisasi.    Definisi MSDM  MSDM  dapat  didefinisikan  sebagai  suatu  proses  serta  upaya  untuk  merekut,  mengembangkan,  memotivasi,  serta  mengevaluasi  keseluruhan  sumber  daya  manusia  yang diperlukan perusahaan dalam pencapaian tujuannya.    Drs. Malayu. S.P. Hasibuan  MSDM  adalah  ilmu  dan  seni  mengatur  hubungan  dan  peranan  tenaga  kerja  agar  efektif  dan  efisien  membantu  terwujudnya  tujuan  perusahaan,  karyawan,  dan masyarakat.    Fungsi‐fungsi  MSDM  terdiri  dari  :  Perancanaan,  Pengorganisasian,  Pengarahan,  pengendalian,  pengadaan,  pengembangan  Kompensasi, 

Pengintegrasian, Pemeliharaan, Kedisiplinan, dan Pemberentian    Tujuannya  ialah  agar  perusahaan  mendapatkan  rentabilitas  laba  yang  lebih  besar dari persentase tingkat bunga bank.          40

Peranan  Sumber  Daya  Manusia  (Tenaga  Kerja)  dalam  kegiatan  perusahaan.  Menghasilkan  barang  dan  kegiatan  perusahaan  lain  memerlukan  faktor‐faktor  produksi.  Akan  tetapi  faktor‐faktor  produksi  lain  tidak  akan  dapat  digunakan  secara  efektif  apabila  sumber  daya  manusia  tidak  melaksanakan  pekerjaannya  dengan  baik  dan  mengoperasikan  alat‐alat  produksi  secara  efesien.  Hal  ini  menunjukkan betapa pentingnya peranan bagian sumber daya manusia dalam  organisasi perusahaan. Bagian ini perlu mengisi organisasi perusahaan dengan  tenaga‐tenaga  kerja  dan  tenaga  ahli  yang  sesuai  dan  dapat  memberikan  motivasi  kepada  mereka  untuk  melakukan  tugas  mereka  sesuai  dengan  yang  diharapkan.                                  41

DAFTAR PUSTAKA 
  Mahfudz,  Machmud.  2002.  Pengantar  Bisnis  (  Introduction  to  Bisnis).  Andi  Yogyakarta. Yogyakarta.  Solihin,  Ismail.  Pengantar  Bisnis  :  Pengenalan  Praktis  dan  Studi  Kasus.  2006.  Edisi Pertama, Jakarta; Kencana Prenada Media Grup.   M.Fuad,  dkk.  Pengantar  Bisnis.  2006.  Edisi  ketiga.  Jakarta;  Gramedia  Pustaka  Utama Kewirausahaan  Internet. http://www.scribd.com.                                

 
42

DAFTAR RIWAYAT HIDUP 
   

Biodata Mahasiswa 
N I M  Nama Lengkap  : 29.01.207P  : Agus Muhardi 

Tempat & Tanggal Lahir: Musi Rawas, 29 Agustus 1980  Alamat Lengkap  :  Jl.  Majapahit  Gg.  Damai  7  Rt.  03  Kel.  Majapahit  Kec. Lubuklinggau Timur II  Telepon      : 0856 647 18 999 

Pendidikan 
Formal  SD Negeri 4 Curup, lulus tahun 1993.  SMP Negeri 4 Curup, lulus tahun 1996.  SMK Negeri 1 Curup, lulus tahun 1999.  AMIK BSI Tangerang, lulus tahun 2003    Tidak Formal  Kursus  komputer Paket WS/Lotus 123, lulus tahun 1997.  Kursus komputer Program dBASE III Plus, lulus tahun 1998.  Kursus komputer Pakae Microsoft Office 95, lulus tahun 1998.      43

 

Riwayat pengelaman berorganisasi / pekerjaan
Dari  tahun  Januari  2006  –  Juni  2006,  Staff  IT.  Di  PT.  DADA  INDONESIA  Sadang.   Dari  tahun  2003  ‐2005,  Instruktur  Laboratorium.  Di  Akademi  Manajemen  Informatika  dan  Komputer  BINA  SARANA  INFORMATIKA            (AMIK – BSI ) Tangerang  Dari tahun 1999 ‐ 2001, Operator Komputer. PT. SEO YOUNG INDONESIA  Tangerang.  Dari  tahun  1998  ‐  1999,  Asisten  Instruktur.  Pusat  Pendidikan  Komputer  Citra Info Komputer (C I K O ) Curup.                          Lubuklinggau,    November 2009  Saya yang bersangkutan                 Agus Muhardi           

44

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->