P. 1
A. Warga Negara Dan Kewarganegaraan

A. Warga Negara Dan Kewarganegaraan

|Views: 14,323|Likes:
Published by usmanhidayat

More info:

Published by: usmanhidayat on Jan 20, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

02/23/2013

pdf

text

original

A.

Warga Negara dan Kewarganegaraan
1. Dasar Hukum yang Mengatur Warga Negara
a. Pada Masa Pemerintahan Hindia-Belanda Menurut Peraturan Hindia-Belanda (Indische Staatstregeling) 1927 Penghuni atau penduduk tanah air yang Kawulanegara Belanda, terbagi menjadi : 1. Golongan Eropa a) Bangsa Belanda b) Bukan bangsa Belanda tapi berasal dari Eropa c) Bangsa Jepang d) Orang-orang yang berasal dari negara lain yang hukum keluarganya sama dengan hukum keluarga Belanda (Amerika, Australia, Rusia dan Afrika Selatan) e) Keturunan mereka yang tersebut diatas 2. Golongan Timur Asing a) Golongan Cina (TiongHoa) b) Golongan Timur Asing bukan Cina (Arab, India, Pakistan, Mesir dll) 3. Golongan Bumiputera (Indonesia) a) Orang-orang Indonesia asli serta memasuki golongan rakyat lain keturunannya yang tidak bukan orang asing disebut

b) Golongan rakyat yang dulu termasuk golongan lain-lain, lalu masuk dan menyesuaikan hidupnya dengan golongan Indonesia asli

b. Pada Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan RI 1945 1) UU RI No. 3 tahun 1946 tentang Kewarganegaraan Indonesia 2) KMB 27 Desember 1949 3) UU no. 62 tahun 1958 tentang penyelesaian dwi kewarganegaraan antara Indonesia dan RRC 4) UU no. 4 tahun 1969 tentang pencabutan UU No. 2 tahun 1958 dinyatakan tidak berlaku lagi

5) UU no. 3 tahun 1976 tentang perubahan pasal 18 UU No. 62 tahun 1958

c. Pada Masa Sekarang Undang-undang yang mengatur tentang kewarganegaraan Indnesia yang baru adalah UU RI no. 12 tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia

2. Asas dan Stelsel dalam Kewarganegaraan
Asas-asas yang dianut dalam UU no. 12 tahun 2006 adalah : a) Asas Ius Soli (Law of The Soli) Asas yang menentukan kewarganegaraan seseorang berdasarkan Negara tempat kelahiran. b) Asas Ius Sanguis (Law of The Blood) Penentuan Kewarganegaraan keturunan/kewarganegaraan orang tuanya. c) Asas Kewarganegaraan Tunggal Asas yang mentukan satu kewarganegaraan bagi setiap orang d) Asas Kewarganegaraan Ganda Terbatas Asas menentukan kewarganegaraan ganda bagi anak-anak sesuai dengan ketentuan yang diatur dalam undang-undang ini Untuk menentukan pewarganegaraan seseorang terdapat 2 macam stelsel yaitu : a) Stelsel Pasif Semua penduduk diakui sebagai warga Negara, kecuali ia menolak menjadi warga Negara (hak repudiasi) b) Stelsel Aktif Untuk menjadi warga Negara, seseorang untuk menjadi warga Negara, seseorang harus menggunakan hak opsi (hak untuk memilih warga negara) berdasarkan

Karena perbedaan dasar yang dipakai dalam menentukan kewarganegaraan, berikut kemungkinan-kemungkinan kewarganegaraan yang dapat dimiliki seseorang : a) Apatride

Seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan b) Bipatride Seseorang yang memiliki kewarganegaraan rangkap c) Multipatride Seseorang yang memiliki kewarganegaan lebih dari dua

Asas-asas lainnya yang menjadi dasar penyusunan UU tentang Kewarganegaraan Republik Indonesia : a) Asas Kepentingan Nasional : Peraturan kewarganegaraan nasional Indonesia mengutamakan kepentingan

b) Asas Perlindungan Maximum : Menentukan bahwa pemerintah wajib memberikan perlindungan penuh kepada setiap Warga Negara Indonesia baik yang berada di luar negri maupun di dalam negri c) Asas Persamaan di dalam Hukum dan Pemerintahan Menentukan bahwa setiap Warga Negara Indonesia mendapatkan perlakuan yang sama di dalam hokum dan pemerintahan d) Asas Kebenaran Substantif Prosedur pewarganegaraan seseorang tidak hanya bersifat administrative tetapi juga bersifat substansi dan permohonan syarat-syarat yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya e) Asas Nondiskriminatif Tidak membedakan perlakuan dalam segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga Negara atas dasar suku, ras, agama, golongan, jenis kelamin, dan gender f) Asas Pengakuan dan Penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia Sama dalam hal ihwal yang behubungan dengan warga negara harus menjamin, melindungi dan memuliakan hak asasi manusia pada umumnya dan hak warga negara pada khususnya g) Asas Keterbukaan

Menentukan bahwa dalam segala hal ihwal yang berhubungan dengan warga negara harus dilakukan secara terbuka h) Asas Publisitas Menentukan bahwa seseorang yang memperoleh atau kehilangan Kewarganegaraan Republik Indonesia diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia agar masyarakat mengetahuinya

3. Syarat menjadi Warga Negara Indonesia
Dalam Penjelasan umum UU No. 62 ada 7 cara memperoleh kewarganegaraan Indonesia, karena kelahiran, pengangkatan, dikabulkannya permohonan, pewarganegaraan, perkawinan, turut ayah dan/atau ibu, serta pernyataan. UU No. 62 Tahun 1958 menyatakan bahwa untuk memperoleh status kewarganegaraan Indonesia, diperlukan bukti – bukti sbb: a) Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena kelahiran, yaitu dengan Akta Kelahiran. b) Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena pengangkatan, yaitu Kutipan Pernyataan Sah Buku Catatan Pengangkatan Anak Asing dari Peraturan Pemerintah No. 67 Tahun 1958, sesuai dengan surat Edaran Menteri Kehakiman No. JB23/2/25, butir 6, tanggal 5 Januari 1959 c) Surat Bukti Kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena dikabulkannya permohonan, Yaitu Petikan Keputusan Presiden tentang permohonan tersebut. d) Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena pewarganegaraan, yaitu Keputusan Presiden tentang pewarganegaraan tersebut yang diberikan setelah pemohon mengangkat sumpah dan janji setia. e) Surat bukti kewarganegaraan untuk mereka yang memperoleh kewarganegaraan Indonesia karena pernyataan, yaitu sebagaimana diatur dalam Surat Edaran Menteri Kehakiman No. JB.3/166/22 tanggal 30 September 1958 tentang memperoleh/kehilangan kewarganegaraan RI dengan pernyataan.

4.

Hal-hal yang Menyebabkan seseorang kehilangan Kewarganegaraan

Berdasarkan pasal 23 UU RI No. 12 Tahun 2006 : a) Memilih kewarganegaraan lain atas kemauannya sendiri. b) Tidak menolak atau tidak melepaskan kewarganegaraan lain, sedangkan orang yang bersangkutan mendapat kesempatan untuk itu. c) Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh presien atas permohonannya sendiri dan yang bersangkutan sudah berusia 18 tahun atau sudah kawin, bertempat tinggal di luar negeri, dan hilangnya kewarganegaraan tidak menghilangkan kewarganegaraan lainnya. d) Masuk dalam dinas tentara asing tanpa izin presiden. e) Secara sukarela mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada Negara asing bagian dari Negara asing tersebut. f) Secara sukarela masuk dalam dinas Negara asing. g) Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu Negara asing. h) Mempunyai paspor atau surat yang bersifat paspor dari Negara asing atau surat yang dapat diartikan sebagai tanda kewarganegaraan yang masih berlaku dari Negara lain atas namanya. i) Bertempat tinggal di luar wilayah RI selama 5 tahun terus-menerus bukan dalam ragka dinas Negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi warganegara sebelum jangka waktu 5 tahun itu berakhir, dan setiap 5 tahun berikutnya yang bersangkutan tidak mengajukan pernyataan ingin tetap menjadi warganegara kepada perwakilan yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal yang bersangkutan padahal perwakilan tersebut telah memberitahukan secara tertulis kepada yan bersangkutan.

B.

Persamaan Kedudukan Warga Negara
1. Landasan yang Menjamin Persamaan Kedudukan Warga Negara

a.

Makna Persamaan Saling menghargai dan menghormati orang lain tanpa membeda-bedakan suku, agama, ras dan antargolongan (SARA)

b. Jaminan Persamaan Hidup (Pendekatan Kultural) Beberapa nilai cultural bangsa Indonesia yang dapat dilestarikan : 1. Nilai Religius 2. Nilai Gotong Royong 3. Nilai Ramah Tamah 4. Nilai Cinta Tanah Air c. Jaminan Persamaan Hidup dalam Konstitusi Negara Jaminan persamaan hidup warga Negara di dalam konstitusi negara adalah : a) Pembukaan UUD 1945 alinea 1 b) Sila-sila Pancasila c) UUD 1945 dan peraturan peundangan lainnya

2. Berbagai Aspek Persamaan Kedudukan Sikap Warga Negara
a. Bidang Politik a. Kewajiban bela negara terhadap keberadaan dan kelangsungan NKRI b. Pengembangan sistem politik nasional yang demokratis, termasuk penyelenggaraan pemilu yang berkualitas. c. Meningkatkan partai politik yang mandiri dengan pendidikan kaderisasi yang intensif dan komprehensif. d. Memperketat dan menetapkan prinsip persamaan dan antidiskriminasi dalam kehidupan masyarakat bangsa dan negara. b. Bidang Ekonomi a. Setiap warga negara berhak memperoleh kesempatan dalam lapangan kerja atau perbaikan taraf hidup ekonomi dan menikmati hasil-hasilnya secara adil sesuai dengan nilai-nilai kemanusiaan dan darma baktinya yang diberikankepada masyrakat, bangsa, dan negara b. Persamaan kedudukan di bidang ekonomi untuk menciptakan sistem ekonomi kerakyatan yang berkeadilan dan bersaing sehat, efisien,

produktif, berday saing, serta mengembangkan kehidupan yang layak anggota masyarakat. c. Bidang Hukum Dalam pasal 27 UUD 1945 secara jelas disebutkan bahwa negara menjamin warga negaranya tanpa membedakan ras, agama, gender, golongan, budaya, dan suku. d. Bidang Sosial-Budaya  Persamaan kedudukan di bidang sosial-budaya di antaranya :  memperoleh pelayanan kesehatan  kebebasan mengembangkan diri  memperoleh pendidikan yang bermutu  memelihara tatanan sosial. 

3. Contoh Perilaku yang Menampilkan Persamaan Kedudukan Warga Negara
    Menghargai dan menghormati kedudukan individu dengan tidak menonjolkan perbedaan yang ada Menjaga tali persaudaraan dalam suatu lingkungan Negara menjamin persamaan kedudukan warga Negara, sehingga setiap warga negara memiliki hak dan kewajiban yang sama Tidak memicu konflik yang disebabkan karena terlalu mengagungagungkan atau membangga-banggakan agama/ras/golongan pribadi Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa Tidak mengambil hak-hak milik orang lain harkat dan

 

C. Persamaan Kedudukan Warga Negara Tanpa Membeda-bedakan Ras, Agama, Gender, Golongan, Budaya dan Suku

Berikut upaya-upaya menghargai persamaan kedudukan warga negara : a) Setiap kebijakan pemerintah hendaknya bertumpu pada persamaan dan menghargai pluralitas b) Pemerintah harus terbuka dan membuka ruang kepada masyarakat berperan serta dalam pembangunan nasional tanpa membeda-bedakan sara, gender, budaya c) Produk hukum atau peraturan perundang-undangan harus menjamin persamaan warga Negara d) Partisipasi masyarakat dalam politik harus memperhatikan kesetaraan sara dan gender

Penerapan prinsip persamaan kedudukan warga negara antara lain : a) Tidak memaksakan suatu agama dan kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa kepada orang lain b) Mengakui dan memperlakukan manusia sesuai martabatnya sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa c) harkat dan

Mengakui persamaan derajat, persamaan hak dan kewajiban asasi setiap manusia tanpa membeda-bedakan suku, keturunan, agama, kepercayaan, jenis kelamin kedudukan social, warna kulit dsb

d) Mengembangkan sikap tidak semena-mena terhadap orang lain e) Sebagai warga Negara dan masyarakat, setiap manusia Indonesia mempunyai kedudukan, hak dan kewajiban yang sama f) Menjaga keseimbangan antara hak dan kewajiban

g) Tidak menggunakan hak milik untuk usaha-usaha yang bersifat pemerasan terhadap orang lain.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->