P. 1
Kriminologi

Kriminologi

|Views: 15,261|Likes:
Published by firman_bharats

More info:

Categories:Types, Business/Law
Published by: firman_bharats on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPS, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/18/2013

pdf

text

original

BAB III. PENJAHAT

A.

A.

Pengertian Penjahat

Pengertian Penjahat
Sutherland menyatakan

Sutherland menyatakan a person who
a person who

commits a crime (

commits a crime (seseorang yang
seseorang yang
melakukan perbuatan kejahatan

melakukan perbuatan kejahatan))
Istilah penjahat tidak ada dalam hukum pidana, penjahat istilah dalam

Istilah penjahat tidak ada dalam hukum pidana, penjahat istilah dalam
ilmu sosial (kriminologi) sedangkan dalam hukum pidana istilah

ilmu sosial (kriminologi) sedangkan dalam hukum pidana istilah
tersebut sesuai dengan tingkatannya, tersangka kalau perkaranya

tersebut sesuai dengan tingkatannya, tersangka kalau perkaranya
masih di tingkat penyidikan, terdakwa apabila telah sampai ke

masih di tingkat penyidikan, terdakwa apabila telah sampai ke
persidangan dan jaksa penuntut umum telah mendakwanya dengan

persidangan dan jaksa penuntut umum telah mendakwanya dengan
suatu pasal, terpidana apabila hakim berpendapat ia bersalah dan

suatu pasal, terpidana apabila hakim berpendapat ia bersalah dan
cukup alat bukti untuk membuktikan kesalahannya, dan narapidana

cukup alat bukti untuk membuktikan kesalahannya, dan narapidana
apabila ia menjalani pidananya di lembaga pemasyarakatan.

apabila ia menjalani pidananya di lembaga pemasyarakatan.
Hal tersebut dikarenakan “asas pruduga tak bersalah”sehingga apabila

Hal tersebut dikarenakan “asas pruduga tak bersalah”sehingga apabila
belum ada putusan yang

belum ada putusan yang in kracht

in kracht yang bersangkutan belum bisa
yang bersangkutan belum bisa

dinyatakan

dinyatakan
sebagai orang yang melakukan perbuatan kejahatan

sebagai orang yang melakukan perbuatan kejahatan

Lombroso menyatakan penjahat adalah

Lombroso menyatakan penjahat adalah
seorang yang dapat dilihat dari

seorang yang dapat dilihat dari
penelitian bagian badan dengan

penelitian bagian badan dengan
pengukuran antropometris, pendapat

pengukuran antropometris, pendapat
ini ditolak

ini ditolak
Vollmer, penjahat adalah orang yang

Vollmer, penjahat adalah orang yang
dilahirkan tolol dan tidak mempunyai

dilahirkan tolol dan tidak mempunyai
kesempatan untuk merubah tingkah

kesempatan untuk merubah tingkah
laku anti sosial, ini juga ditolak

laku anti sosial, ini juga ditolak

Parsons menyatakan penjahat adalah orang

Parsons menyatakan penjahat adalah orang
yang mengancam kehidupan dan

yang mengancam kehidupan dan
kebahagiaan orang lain dan membebankan

kebahagiaan orang lain dan membebankan
kepentingan ekonominya

kepentingan ekonominya
Mabel Elliot penjahat adalah orang-orang

Mabel Elliot penjahat adalah orang-orang
yang gagal dalam menyesuaikan dirinya

yang gagal dalam menyesuaikan dirinya
dengan norma-norma masyarakat sehingga

dengan norma-norma masyarakat sehingga
tingkah lakunya tidak dapat dibenarkan oleh

tingkah lakunya tidak dapat dibenarkan oleh
masyarakat.

masyarakat.

H. Hari Saheroedji menyimpulkan semua

H. Hari Saheroedji menyimpulkan semua
defenisi tersebut bahwa penjahat adalah

defenisi tersebut bahwa penjahat adalah
orang yang berkelakukan anti sosial,

orang yang berkelakukan anti sosial,
bertentangan dengan norma-norma

bertentangan dengan norma-norma
kemasyarakatan dan agama serta

kemasyarakatan dan agama serta
merugikan dan mengganggu ketertiban

merugikan dan mengganggu ketertiban
umum.

umum.

B. Klasifikasi Penjahat

B. Klasifikasi Penjahat

Mathew dan Moreau membagi penjahat atas:

Mathew dan Moreau membagi penjahat atas:
-Penjahat profesional yang menghabiskan masa
Penjahat profesional yang menghabiskan masa
hidupnya dengan kegiatan kriminal

hidupnya dengan kegiatan kriminal

-Penjahat
Penjahat accidental

accidental yang melakukan kejahatan
yang melakukan kejahatan
sebagai akibat situasi lingkungan yang tidak

sebagai akibat situasi lingkungan yang tidak
dapat diperhitungkan sebelumnya

dapat diperhitungkan sebelumnya
-Penjahat terbiasa yang terus melakukan
Penjahat terbiasa yang terus melakukan
kejahatan oleh karena kurangnya pengendalian

kejahatan oleh karena kurangnya pengendalian
diri.

diri.

Lindesmith dan Dunham membagi

Lindesmith dan Dunham membagi
atas:

atas:

-Penjahat individual yang bekerja atas
Penjahat individual yang bekerja atas
alasan pribadi tanpa dukungan

alasan pribadi tanpa dukungan
budaya

budaya
-Penjahat sosial yang di dukung oleh
Penjahat sosial yang di dukung oleh
norma-norma tertentu dengan

norma-norma tertentu dengan
memperoleh status dan penghargaan

memperoleh status dan penghargaan
dari kelompoknya

dari kelompoknya

Gibbons dan Garrit y membedakan:

Gibbons dan Garrit y membedakan:
-Kelompok penjahat yang seluruh
Kelompok penjahat yang seluruh
orientasi hidupnya dituntun oleh

orientasi hidupnya dituntun oleh
kelompok pelanggar hukum

kelompok pelanggar hukum
-Kelompok penjahat yang orientasi
Kelompok penjahat yang orientasi
hidupnya sebagian besar dibimbing

hidupnya sebagian besar dibimbing
oleh kelompok bukan pelanggar

oleh kelompok bukan pelanggar
hukum

hukum

GW Bawengan yang dikutip dari

GW Bawengan yang dikutip dari
Ruth Shonle Cavan tediri dari:

Ruth Shonle Cavan tediri dari:

1.

1.

The casual offender, pelanggaran kecil sehingga tidak

The casual offender, pelanggaran kecil sehingga tidak
bisa disebut penjahat seperti naik sepeda tidak pakai

bisa disebut penjahat seperti naik sepeda tidak pakai
lampu di malam hari

lampu di malam hari

2.

2.

The occasiona criminal, kejahatan enteng

The occasiona criminal, kejahatan enteng

3.

3.

The episodic criminal, kejahatan karena dorongan

The episodic criminal, kejahatan karena dorongan
emosi yang hebat, awalnya bercanda akhirnya karena

emosi yang hebat, awalnya bercanda akhirnya karena
tersinggung membunuh

tersinggung membunuh

4.

4.

The white collar crime, menurut Sutherland adalah

The white collar crime, menurut Sutherland adalah
kejahatan yang dilakukan oleh pengusaha dan

kejahatan yang dilakukan oleh pengusaha dan
pejabat dalam hubungan dengan fungsinya.

pejabat dalam hubungan dengan fungsinya.
Menurut Ruth S.Cavan mereka kebal dengan hukum

Menurut Ruth S.Cavan mereka kebal dengan hukum
karena punya kekuasaan dan kemampuan materil

karena punya kekuasaan dan kemampuan materil

5.The habitual criminal, yang

5.The habitual criminal, yang
mengulangi kejahatan(residivis)

mengulangi kejahatan(residivis)
6. The profesional criminal, kejahatan

6. The profesional criminal, kejahatan
sebagai mata pencaharian dan

sebagai mata pencaharian dan
mengeai delik ekonomi atau yang

mengeai delik ekonomi atau yang
berlatar perekonomian

berlatar perekonomian
7. Organized crime, kejahatan dengan

7. Organized crime, kejahatan dengan
suatu organisasi dengan organisator

suatu organisasi dengan organisator
yang mengatur operasi kejahatan

yang mengatur operasi kejahatan

8. The mentally abnormal criminal, menurut

8. The mentally abnormal criminal, menurut
Cavan seperti golongan psychopatis dan

Cavan seperti golongan psychopatis dan
psychotis

psychotis
9. The nonmalicious criminal, kejahatan yang

9. The nonmalicious criminal, kejahatan yang
mempunyai arti relatif, karena ada sebagian

mempunyai arti relatif, karena ada sebagian
bagi kelompok lain itu bukan merupakan

bagi kelompok lain itu bukan merupakan
kejahatan seperti bugil dalam suatu ritual

kejahatan seperti bugil dalam suatu ritual
kepercayaan itu perbuatan suci bagi kelompok

kepercayaan itu perbuatan suci bagi kelompok
lain ini merupakan kejahatan

lain ini merupakan kejahatan

C. Delinkwen

C. Delinkwen

Remaja menurut BKN-KKA adalah proses usia

Remaja menurut BKN-KKA adalah proses usia
perkembangan seseorang( laki-laki atau

perkembangan seseorang( laki-laki atau
perempuan ) dalam batas atas kategori anak dan

perempuan ) dalam batas atas kategori anak dan
di bawah kategori dewasa antara usia 13-17 tahun

di bawah kategori dewasa antara usia 13-17 tahun
dan belum menikah

dan belum menikah
Bakolak Inpres N0.6/1971 menyebut diatas 12

Bakolak Inpres N0.6/1971 menyebut diatas 12
tahun dan di bawah 18 tahun dan belum menikah

tahun dan di bawah 18 tahun dan belum menikah
dan ditambah dengan catatan pelaku bukan lagi

dan ditambah dengan catatan pelaku bukan lagi
anak-anak dan belum dewasa

anak-anak dan belum dewasa

Psikolog Zakiyah Drajat menyatakan

Psikolog Zakiyah Drajat menyatakan
remaja

remaja
adalah usia transisi dimana seseorang

adalah usia transisi dimana seseorang
individu telah meninggalkan usia kanak-

individu telah meninggalkan usia kanak-
kanak yang lemah dan penuh tanggung

kanak yang lemah dan penuh tanggung
jawab baik terhadap diri maupun

jawab baik terhadap diri maupun
masyarakat antara 13 dan 21 tahun

masyarakat antara 13 dan 21 tahun

Dalam hukum perdata pasal 330 BW

Dalam hukum perdata pasal 330 BW
dinyatakan belum dewasa adalah umur

dinyatakan belum dewasa adalah umur
mereka yang belum mencapai umur genap

mereka yang belum mencapai umur genap
21 tahun dan tidak lebih dahulu kawin,

21 tahun dan tidak lebih dahulu kawin,
apabila perkawinan dibubarkan sebelum

apabila perkawinan dibubarkan sebelum
usia 21 tahun, tidak kembali dalam

usia 21 tahun, tidak kembali dalam
kedudukan belum dewasa

kedudukan belum dewasa

Dalam hukum pidana pasal 45 KUHP dinyatakan

Dalam hukum pidana pasal 45 KUHP dinyatakan
jika seorang yang belum dewasa dituntut karena

jika seorang yang belum dewasa dituntut karena
perbuatannya yang dikerjakannya ketika umurnya

perbuatannya yang dikerjakannya ketika umurnya
belum 16 tahun …

belum 16 tahun …
Namun dengan keluarnya UU N0.3/1997 pasal

Namun dengan keluarnya UU N0.3/1997 pasal
diatas tidak berfungsi lagi maka berdasarkan pasal

diatas tidak berfungsi lagi maka berdasarkan pasal
1 ayat (1) dinyatakan anak adalah orang yang

1 ayat (1) dinyatakan anak adalah orang yang
dalam perkara Anak Nakal telah mencapai umur 8

dalam perkara Anak Nakal telah mencapai umur 8
tahun tapi belum mencapai umur 18 tahun dan

tahun tapi belum mencapai umur 18 tahun dan
belum pernah kawin.

belum pernah kawin.

Sedangkan anak nakal menurut pasal 1 ayat

Sedangkan anak nakal menurut pasal 1 ayat
(2) yaitu:

(2) yaitu:

1.

1.Anak yang melakukan tindak pidana atau
Anak yang melakukan tindak pidana atau

2.

2.Anak yang melakukan perbuatan yang
Anak yang melakukan perbuatan yang
dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut

dinyatakan terlarang bagi anak, baik menurut
peraturan perundang-undangan maupun menurut

peraturan perundang-undangan maupun menurut
peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku

peraturan hukum lain yang hidup dan berlaku
dalam masyarakat yang bersangkutan

dalam masyarakat yang bersangkutan

Maka berlaku ketentuan undang-undang diatas menghapus

Maka berlaku ketentuan undang-undang diatas menghapus
ketentuan lain kecuali:

ketentuan lain kecuali:

1.

1.

Pasal 4 ayat (2) dalam hal anak melakukan tindak pidana

Pasal 4 ayat (2) dalam hal anak melakukan tindak pidana
pada batas umur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1): 8-

pada batas umur sebagaimana dimaksud dalam ayat (1): 8-
18 tahun dan d iajukan ke sidang pengadilan setelah anak

18 tahun dan d iajukan ke sidang pengadilan setelah anak
yang bersangkutan melampaui batas umr tersebut tapi

yang bersangkutan melampaui batas umr tersebut tapi
belum mencapai umur 21 tahun tetap diajukan ke sidang

belum mencapai umur 21 tahun tetap diajukan ke sidang
anak

anak

2.

2.

Pasal 5 ayat (1) dalam hal anak belum mencapai umur 8

Pasal 5 ayat (1) dalam hal anak belum mencapai umur 8
tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana

tahun melakukan atau diduga melakukan tindak pidana
maka terhadap anak tersebut dapat dilakukan pemeriksaan

maka terhadap anak tersebut dapat dilakukan pemeriksaan
oleh penyidik, ayat (2) jika masih bisa dibina oleh orang tua

oleh penyidik, ayat (2) jika masih bisa dibina oleh orang tua
atau wali penyidik menyerahkan kepada mereka, ayat (3)

atau wali penyidik menyerahkan kepada mereka, ayat (3)
apabila penyidik berpendapat anak tersebut tidak bisa

apabila penyidik berpendapat anak tersebut tidak bisa
dibina oleh orang tua atau wali maka anak tersebut

dibina oleh orang tua atau wali maka anak tersebut
diserahkan ke Departemen Sosial setelah mendengar

diserahkan ke Departemen Sosial setelah mendengar
pertimbangan Pembimbing Kemasyarakatan

pertimbangan Pembimbing Kemasyarakatan

Batas umur remaja berbeda setiap negara

Batas umur remaja berbeda setiap negara
seperti di Eropa remaja antara umur 16

seperti di Eropa remaja antara umur 16
dan 21 tahun, Belgia umur tertinggi bagi

dan 21 tahun, Belgia umur tertinggi bagi
remaja 16 tahun, Swedia adalah 21 tahun,

remaja 16 tahun, Swedia adalah 21 tahun,
Syria 15 tahun dan Jepang 20 tahun

Syria 15 tahun dan Jepang 20 tahun

Kuliah ke-7 Mid Semester

Kuliah ke-7 Mid Semester

Kuliah 9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->