P. 1
Anjak Piutang (gabungan)

Anjak Piutang (gabungan)

5.0

|Views: 3,745|Likes:
Published by aziezoel

More info:

Published by: aziezoel on Jan 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as RTF, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/01/2013

pdf

text

original

Bab I Pendahuluan

Kegiatan anjak piutang (factoring) sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu. Pada awalnya memang bentuk usaha anjak piutang ini masih sangat sederhana. Biasanya perusahaann anjak piutang (factor) juga sekaligus bertindak sebagai agen penjualan dan pemberi perlindungan kredit.Revolusi industri diakhir abad ke-18 ikut mendorong pertumbuhan bisnis anjak piutang umum (general factoring). Peningkatan transaksi ekspor dan impor otomatis memacu pertumbuhan bisnis industri anjak piutang. Perkembangan akhirakhir ini menunjukkan bahwa para factor mulai meninggalkan profesi sebagai agen dan lebih berkonsentrasi pada pengelolaan kredit bagi kliennya, yaitu menjamin kredit, melakukan penagihan , dan menyediakan dana. Kehadiran industri anjak piutang sangat membantu kegiatan bisnis. Merupakan kenyataan bahwa terjdi proses tawar-menawar antara pembeli dan penjual maupun antarpenjual agar dapat menjual produk dan jasanya. Salah satu tawaran yang biasanya diberikan adalah kemudahan dalam pembayaran, yang bisa berupa pembyaran berjangka. Akan tetapi pemberian fasilitas ini mengandung konsekuensi yang akan berdampak pada kemampuan kas perusahaan. Ini menunjukkan bahwa usaha pemecahan salah satu masalah kadang kala tidak sejalan dengan penyelesaian masalah yang lain. Ambillah contoh, untuk meningkatkan penjualan maka perusahaan dapat meningkatkan persyaratan penjualan dengan cara kredit ini akan menambah rumit dalam pengadministrasian penjualan, karena menyangkut masalah penagihan dan risikonya tidak terbayarkan piutang penjualan. Peningkatan penjualan secara kredit juga menuntut konsekuensi bahwa perusahaan tersebut juga harus menyediakan modal kerja yang lebih besar, karena cara tersebut menyebabkan semakin banyak modal kerja perusahaan yang tertanam dalam bentuk piutang dagang. Skema pembiayaan yang ditawarkan melalui anjak piutang memberikan satu alternatif solusi terhadapm masalah diatas. Jasa yang ditawarkan oleh suatu perusahaan anjak piutang tidak hanya serkadar pembiayaan murni melainkan juga jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjuakan dan penagihan piutang dagang. Dalam transaksi anjak piutang, tagihan penjual kepada pembeli dialihkan pada perusahaan
Page | 1

anjak piutang sehingga penjual tidak perlu menagihnya. Dengan cara ini, kas yang diterima penjual dapat digunakan untuk membiayai modal kerja demi kesinambungan usaha walaupun penjual harus membayar biaya tertentu. Namun, biaya yang harus dibayarkan tersebut dapat dikompensasi dengan potongan penjualan yang didapatkan dari pemasok apabila penjual membeli bahan baku secara tunai dari hasil pengalihan piutang kepada perusahaan anjak piutang. Hal ini merupakan inti dari transaksi anjak piutang yang dilakukan antara penjual dan perusahaan anjak piutang, yaitu hubungannya yang saling menguntungkan antara kedua belah pihak. Aspek saling menguntungkan inilah yang menjadi pedoman kunci menjadi suksesnya transaksi anjak piutang. Pembahasan lebih rinci mengenai anjak piutang akan diuraikan pada sub-sub bab berikut ini.

Page | 2

Bab II Pembahasan
1. Pengertian
Factoring dalam bahasa Indonesia diterjemahkan menjadi anjak piutang. Menurut keputusan Menteri Keuangan Nomor 1251/KMK.013/1988 tanggal 20 Desember 1988, perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangandalam atau luar negeri. Definisi diatas menjelaskan bahwa jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan anjak piutang meliputi jasa pembiayaan atas piutang dan jasa nonpembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis jasa tersebut tidak harus selalu ada dalam suatu perjanjian anjak piutang, perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa diatas. Pada dasarnya, pilihan atas jenis jasa yang akan diberikan tergantung pada kesepakatan antara pihak factor dan pihak klien. Keputusan Menteri Keuangan tersebut diperbaharui dengan SK Menteri Keuangan Nomor 448/KMK.017/2000 yang menyatakan bahwa “kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri”. Pernyataan ini ditegaskan dengan SK Menteri Keuangan Nomor 172/KMK.06/2002 yang menyatakan bahwa “Kegiatan anjak piutang dilakukan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek dari transaksi perdagangan dalam atau luar negeri. Pihak yang terkait dalam kegiatan anjak piutang meliputi: a. Perusahaan jasa anjak piutang (factor). Factor adalah pihak yang memberikan jasa anjak piutang. b. Klient (client). Klient adalah pihak yang menerima jasa anjak piutang dan menjual barang dan jasa secara kredit kepada nasabah. c. Nasabah (customer). Nasabah adalah pihak yang membeli barang dan atau jasa dari
Page | 3

klien dan mempunyai kewajiban berupa utang jangka pendek kepada klien. Anjak piutang merupakan perjanjian antara factor dengan klien yang mewajibkan: 1. Pihak factor untuk memberikan jasa berupa: • • Pembiayaan atas piutang usaha yang dimiliki oleh klien. Non pembiayaan berupa antara lain penagihan piutang, dan administrasi penjualan. 2. Pihak Klien untuk: • • Menjualkan atau menjaminkan piutangnya kepada pihak factor. Memberikan balas jasa financial kepada factor.

2. Sejarah
Kegiatan anjak piutang mulai dikenal ketika perusahaan-perusahaan manufaktur di Inggris berusaha menjual produknya ke Amerika. Amerika pada waktu itu, sekitar tahun 1880-an, merupakan benua baru yang banyak didatangi oleh orang-orang Eropa terutama dari Inggris. Kedatangan bangsa Eropa di Amerika mau tidak mau membawa konsekuensi bahwa meraka harus melakukan kegiatan produksi dan konsumsi didaerah barunya, namun pada awalnya mereka tidak banyak bisa melakukan kegiatan produksi karena terbatasnya sumber daya manusia, peralatan dan capital. Keadaan ini memaksa mereka untuk mendatangkan sebagian besar kebutuhan mereka dari daerah asal, yaitu Inggris. Ketika perusahaan-perusahaan di Inggris akan memasarkan atau menjual produknya ke orang-orang di Amerika, timbul masalah karena mereka tidak saling mengenal. Resiko tidak terbayarnya penjualan secara kredit semakin besar bukan hanya karena mereka tidak saling mengenal tetapi karena jarak yang sangat jauh. Kondisi ini mendorong perusahaan-perusahaan di Inggris untuk menemukan suatu solusi mengenai sistem penjualan yang sesuai. Perusahaan-perusahaan tertentu mulai tertarik untuk menjembatani atau sebagai perantara antara pihak penjual DiInggris dengan pihak pembeli di Amerika, perusahaan-perusahaan ini selanjutnya dikenal sebagai factor atau agen. Jasa yang ditawarkan oleh factor pada waktu itu masih berkisar terutama pada pengurusan dan penagihan piutang jasa. Usaha factor ini menjadi semakin berkembang ketika perusahaan – perusahaan tekstil Inggris
Page | 4

memerlukan jasa penilaian kelayakan atas kredit dagang kepada pembeli di Amerika. Mengingat factor ini dianggap sebagai perusahaan yang cukup berpengalaman dalam berurusan dengan pembeli-pembeli di Amerika dan juga berpengalaman dalam hal penyelesaian tagihan atau piutang, maka perusahaan tekstil di Inggris cenderung menggunakan jasa mereka untuk melakukan investigasi kredit kepada pembeli di Amerika. Tugas factor dalam hal ini adalah menentukan kelayakan suatu pembeli untuk memperoleh fasilitas pembelian dengan cara kredit (credit worthiness) dan juga menentukan tingkat atau kemungkinan terbayarnya suatu piutang dari penjualan tekstil secara kredit. Lama-kelamaan, factor tidak hanya memberikan jasa investigasi kredit saja tetapi sekaligus membeli fakturfaktur penjualan tekstil dari perusahaan tekstil. Factor kemudian menguangkan atau menagih faktur tersebut pada pembeli saat jatuh tempo. Dalam perkembangannya, kegiatan pemberian jasa anjak piutang ini tidak hanya diberikan oleh suatu perusahaan sebagai salah satu dari kegiatan usahanya, tetapi juga oleh suatu perusahaan yang secara khusus bergerak dalam bidang anjak piutang. Usaha berkembang mulai dari Amerika Utara, kemudian berkembang dibagian Amerika yang lain, lalu berkembang di Eropa, dan akhirnya keseluruh dunia. Bidang usaha yang dilayani jasa anjak piutang berkembang dari semula tekstil kebidangbidang usaha yang lain termasuk jasa. Kegiatan anjak piutang di Indonesia mulai berkembang baik sejak adanya keputusan Presiden No. 61 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.13/1998 tanggal 20 Desember 1988. Peraturan ini terutama diterapkan untuk memberikan alternatif pembiayaan uasaha dari berbagai macam jenis lembaga keuangan, termasuk perusahaan anjak piutang. Pembiayaan usaha diberikan keleluasaan untuk mengembangkan usaha dengan modal yang hanya tidak bersumber dari perbankan saja. Jasa anjak piutang dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan sebagai salah satu kegiatan usahanya, dapat diberikan oleh suatu bank, dan dapat diberikan oleh suatu lembaga keuangan yang secara khusus memberikan jasa anjak piutang.

3. Jenis dan Mekanisme
Pada pelaksanaanya, jenis dari jasa anjak piutang yang diberikan oleh factor dan yang akan diterima oleh klien sangat bergantung pada formulasi dari perjanjian yang dibuat oleh kedua belah pihak. Atas dasar hal tersebut jasa anjak piutang dapat dibedakan atas dasar hal-hal berikut:

Jasa yang ditawarkan.
Page | 5

Atas dasar jasa-jasa yang diberikan oleh factor, anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. Full-services factoring. Anjak piutang jenis ini meberikan jasa secara menyeluruh, baik jasa pembiayaan maupun non-pembiayaan. b. Bulk factoring. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa pembiayaan dan permberitahuan saat jatuh tempo pada nasabah, tanpa memberikan jasa lain seperti proteksi risiko piutang, administrasi penjualan, dan penagihan. c. Maturity factoring. Anjak piutang jenis ini memberikan jasa proteksi risiko piutang, administrasi penjualan secara menyeluruh, dan penagihan. Porteksi risiko atas piutang diberikan oleh factor tanpa melakukan pembiayaan atau pemberian uang muka atas pelunasan piutang. Pembelian oleh factor dilakukan pada tanggal tertentu yang biasanya ditentukan atas dasar rata-rata jangkan waktu jatuh tempo dari piutang yang diberikan kepada klien. Sebagai contoh, apabila rata-rata jangka waktu jatuh tempo dari piutang adalah 30 hari, maka factor pada hari ke-30 atau setiap 30 hari membeli 100% dari faktur-faktur penjualan yang ada. Cara ini tidak menyebabkan munculnya kewajiban bunga bagi klien. Kewajiban klien kepada factor hanyalah fee atas jasa proteksi risiko piutang, administrasi penjualan secara menyeluruh, dan penagihan yang diberikan oleh factor. d. Invoice discounting. Anjak piutang jenis ini hanya memberikan jasa pembiayaan saja, sedangkan jasa nonpembiayaan sama sekali tidak diberikan.

Page | 6

Distribusi Risiko

Pada mekanisme penjualan tanpa adanya perusahaan anjak piutang, risiko tidak terbayarnya piutang milik klien sepenuhnya ditanggung oleh klien sendiri. Dengan adanya perusahaan anjak piutang, risiko tersebut tidak harus selalu secara penuh ditanggung oleh klien. Atas dasar distribusi risiko tidak terbayar nya piutang oleh nasabah, anjak piutang dapat dibedakan menjadi: a. With recourse factoring Pada tahap awal factor meberikan uang muka proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau faktur yang diserahkan. Pada saat piutang jatuh tempo apabila nasabah sama sekali tidak melunasi utangnya, maka klien berkewajiban untuk mengembalikan sejumlah uang muka yang telah diterimanya dari factor. Dengan demikian, risiko tidak terbayarnya piutang seluruhnya ditanggung oleh klien, dan factor sama sekali tidak menanggung risiko tidak terbayarnya piutang tersebut. Mekanisme ini akan dijelaskan dengan contoh berikut: PT. Maju Mapan adalah sebuah perusahaan yang meproduksi berbagia jenis mebel. Perusahaan ini bekerjasama dengan sebuah perusahaan jasa anjak piutang dengan nama PT. Multi Finance. Pada tanggal 1 januari 2005, PT. Maju Mapan mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama bapak shaleh senilai Rp `1.000.000,00dengan tanggal jatuh tempo 1 maret 2005. PT. Maju Mapan menyerahkan piutang tersebut kepada PT. Multi Finance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar 80% dari nilai faktur yaitu Rp 800.000

Page | 7

Kemungkinan 1. Pada tanggal 1 maret 2005 bapak Shaleh membayar utangnya sebesar Rp 1.000.000

(ditambah bunga). Pelunasan tersebut sebagian menjadi hak factor (Rp 800.000) dan sebagian lagi menjadi hak klien (Rp 200.000). Kemungkinan 2. Pada tanggal 1 maret 2005 bapak shaleh meninggal dan sama sekali tidak membayar utangnya. Hal ini berdampak bahwa PT. Maju mapan berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp 800.000 kepada factor. Dengan demikian, kerugian yang ditanggung PT. Maju Mapan (klien) adalah sebesar piutang atau Rp 1.000.000 karena piutangnya sepenuhnya tidak terbayar. Dipihak lain, PT. Multi Finance (factor) tidak menaggung rugi atau risiko yang ditanggung oleh factor adalah sebesar 0% dari nilai piutang. Dalam hal ini, risiko yang ditanggung klien adalah sebesar 100% dari nilai piutang. b. Without Recourse factoring Pada tahap awal fator memberikan uang muka sejumlah proporsi tertentu kepada klien atas piutang atau factur yang diserahkan. Pada saat piutang jatuh tempo, apabila nasabah sama sekali tidak melunasi utangnya, maka klien tidak berkewajiban untuk mengembailkan sejumlah uang muka yang telah diterimanya dari factor. Dengan demikian, risiko tidak terbayarnya piutang tidak ditanggung seluruhnya oleh klien. Klien hanya menanggung risiko sebesar piutang yang tidak dibiayai atau tidak diber uang muka oleh factor, sedangkan factor sendiri menanggung risiko sebesar uang muka atau pembiayaan yang telah diberikan kepada kliennya. Mekanisme akan dijelaskan dengan contoh berikut: PT. Jaya Sakti adalah sebuah perusahaan yang memproduksi berbagai jenis tractor tangan. Perusahaan ini bekerja sama dengan perusahaan jasa anjak piutang dengan nama PT. Agung Finance. Pada tanggal 1 januari 2005, PT. jaya Sakti mengadakan penjualan secara kredit kepada pelanggannya yang bernama Bambang senilai Rp 1 juta, dengan tanggal jatuh tempo 1maret 2005. PT. Jaya Sakti menyerahkan piutang tersebut kepada PT. Agung Finance dan menerima uang muka atau pembiayaan sebesar 70% dari nilai faktur yaitu Rp 700 ribu
Page | 8

Kemungkinan 1 Pada tanggal 1 maret 2005 bambang membayar lunas utangnya sebesar Rp 1 juta (ditambah bunga). Pelunasan utang tersebut sebagian menjadi hak factor (Rp 700 ribu), dan sebagian lagi menjadi hak klien (Rp 300 ribu). Kemungkinan 2 Apabila pada tanggal 1 maret 2005 bambang meninggal dunia dan tidak mempunyai harta warisan apapun, maka PT. Jaya Sakti tidak berkewajiban mengembalikan pembiayaan sebesar Rp 700 ribu kepada factor. Dengan demikian, kerugian yang ditanggung oleh PT. Jaya Sakti (klien) adalah hanya sebesar piutangnya yang tidak dibiayai oleh factor. Piutang yang tidak dibiayai oleh factor adalah sebesar Rp 1 juta dikurang I dengan Rp 700 ribu atau sebesar Rp 300 ribu mengingat pihak factor telah membiayai sebesar Rp 700 ribu dan kemudian tidak memperoleh pelunasan piutang dari nasabah, maka kerugian yang ditanggung oleh factor adalah sebesar Rp 700 ribu. Secara proposional, factor menanggung risiko tidak terbayarnya piutang sebesar 70% dan pihak klien menanggung sebesar 30%.

Keterlibatan Nasabah dalam Perjanjian
Perjanjian utama yang di buat untuk pelaksanaan kegiatan anjak piutang adalah antara pihak klien dengan pihak factor. Perjanjian tersebut dapat dibuat dengan atau tanpa persetujuan pihak nasabah. Atas dasar ada atau tidaknya persetujuan pihak nasabah dalam perjanjian, anjak piutang dapat dibedakan menjadi : a. Disclosed Factoring Penyerahan atau penjualan piutang klien kepada factor dalam disclosed factoring adalah dengan sepengetahuan (notifikasi atau pemberitahuan ) pihak nasabah.mengingat pihak nasabah telah mengetahui adanya pengalihan piutang kepada factor, maka hak penagihan piutang dapat dialihkan kepada factor, sehingga pada saat jatuh tempo nasabah dapat melunasi utangnya melalui factor. Secara praktis, tipe disclosed factoring memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor. b. Underclosed factoring Penyerahan atau penjualan piutang oleh klien kepada factor dalam underclosed factoring adalah tanpa sepengetahuan ( notifikasi atau pemberitahuan ) pihak nasabah. Mengingat pihak nasabah tidak mengetahui adanya pengalihan piutang Page | 9

kepada factor, maka hak penagihan piutang tidak dapat dialihkan kepada factor, sehingga pada saat jatuh tempo nasabah tetap harus melunasi hutangnya langsung kepada kliaen. Secara praktis, tipe underclosed factoring ini tidak memungkinkan pemberian jasa penagihan piutang kepada klien oleh factor, kecuali terjadi pelanggaran atau cidera janji yang dilakukan oleh nasabah

Lingkup Pelayanan
Pihak-pihak yang terlibat dalam suatu proses anjak piutang dapat berlokasi dalan suatu wilayah negara yang sama dan juga dapat berloksi dalam wilayah yang berbeda. Apabila ditinjau atas dasar kedudukan geografis dari pihak-pihak yang terlibat dalan proses anjak piutang tersebut, maka anjak piutang dapat dibedakan menjadi : a. Domestic factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam domestic factoring berkedudukan dalam suatu wilayah negara. Apabila dilakukan dalam lingkup domestik, prosesnya adalah sebagai berikut : klien melakukan transaksi jual beli dengan pihak konsumen. Penyerahan jasa/barang diikuti dengan penagihan yang diwujudkan dalam dokumen berupa faktu (invoice ). Dokumen tersebut selanjutnya akan diserahkan kepada perusahaan ajak piutang dan klien akan mendapat pembayaran setelah dikurangi dengan diskonto. Bila telah jatuh tempo, konsumen akan langsung melakukan pembarayan kepada pihak perusahaan anjak piutang secara penuh. Kemudian perusahaan anjak piutang akan menyerahkan kembali dokumen yang telah dilunasi tersebut beserta dengan tagihan yang tidak ikut dibiayai.

Page | 10

1 3 4
7 2

5

6

Keterangan skema 1. Perjanjian 2. Jual beli barang secara kredit 3. Pengalihan/penjualan piutang ( dengan penyerahan dokumen penjualan ) 4. Pembayaran (uang muka sejumlah X% dari nilai piutang) 5. Penagihan 6. Pelunasan (100%) 7. Pelunasan piutang (100%-uang muka X%)

b. International factoring Pihak-pihak yang terlibat dalam international factoring berkedudukan dalam wilayah Negara yang berbeda, terutama perbedaan kedudukan antara klien atau pemasok dengan kedudukan nasabah. Dalam kegiatan anjak piutang dengan lingkup international, ada empat pihak yang terkait dalam kegiatan tesebut : eksportir, imporir, export factor dan import factor. Prosesnya adalah sebagai berikut: eksportir membuat perjanjian dengan pihak perusahaan anjak piutang dan mengajukan limit

Page | 11

kredit sehubungan dengan rencana ekspor.

Dalam proses tersebut, perusahaan anjak piutang

melakukan kerja sama dengan (import factor) di luar negeri, tempat Negara tujuan ekspor. Pihak perusahaan anjak piutang di luar negeri melakukan serangkaian verifikasi erhadapa calon importir. Apabila tidak ada permasalahan, ekspostir mengirimkan barang dan menyerahkan faktur dengan perintah bahwa importir melakukan pembayaran kepada perusahaan anjak piutang yang telah ditunjuk (import factor). Eksportir menyerahkan salinan faktur kepada perusahaan anjak piutang dalam negeri (export factor) dan akan melakukan pembayaran kepada eksportir. Export factor kemudian memberikan perintah kepada import factor untuk melakukan penagihan kepada importir dan menerima pembayaran pada saat jatuh tempo.

1

3

4

9

6

7

5 8

Keterangan gambar : 1. Perjanjian anjak piutang yang melibatkan klien, export factor, import factor dan pembeli 2. Jual beli secara kredit 3. Pengalihan piutang (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang) 4. Pembayaran (uang muka x %) 5. Pelimpahan penagihan (dengan penyerahan dokumen penjualan dan pengiriman barang) 6. Pengihan saat jatuh tempo (menggunakan dokumen penjualan dan pengiriman barang) 7. Pelunasan (100%)

Page | 12

8. Pelunasan (100%) 9. Pelunasan (100% - uang muka x%)

Tipe tagihan atau piutang
Transaksi jual beli secara kredit antara penjual dengan pmbieli menimbulkan piutang atau tagihan bagi penjual dan menimbulkan kewajiban atau utang bagi pihak pembeli. Hak dan kewajiban dari penjual-pembeli tersebut dapat diformalkan dalam bentuk piutang dagang biasa dan juga dalam betuk promes. a. Anjak piutang untuk tagihan biasa anjak piutang untuk tagihan biasa pada dasarnya hanya melibat kan pihak klien, nasabah, dan factor. Pihak lain, biasanya bank, tidak ikut serta secara langsung dalam proses anjak piutang ini. Pengalihan tagihan hanya sebatas dari pihak klien kepada pihak factor, dan pada saat tempo factor dapat melakukan penagihan kepada nasabah atau debitor. b. Anjak piutang untuk promes Anjak putang untuk promes melibatkan pihak lain, biasanya bank, dalam proses penagihan piutang. Mekanismenya menjadi sedikit lebih panjang karena bukti piutang dikonversikan menjadi promes untuk kemudian didiskontokan ke pihak lain (bank). Dasar dari proses anjak piutang untuk promes dapat digambarkan dengan skema berikut ini : 2

1

3

4

7

8

5 6

Keterangan skema: 1. Perjanjian anjak piutang.
Page | 13

2. Jual beli secara kredit yang diikuti dengan penyerahan promes oleh pembeli kepada penjual (pernyataan akan membayar sejumlah uang tertentu pada waktu tertentu). 3. Pengalihan piutang (dengan penyerahan promes). 4. Pembayaran (atas dasar diskonto). 5. Pendiskontoan promes ke bank. 6. Pembayaran atas dasar diskonto. 7. Penagihan pada saat jatuh tempo (menggunakan promes). 8. Pelunasan (100%).

4. Struktur Organisasi
Atas dasar struktur organisasinya, perusahaan anjak piutang dapat dibedakan menjadi struktur organisasi perusahaan anjak piutang berskala kecil dengan struktur organisasi perusahaan anjak piutang berskala besar. Perusahaan jasa anjak piutang berskala kecil biasanya hanya memberikan jasa-jasa pembiayaan dan jarang sekali yang juga memberikan jasa-jasa nonpembiayaan seperti administrasi penjualan dan lain-lain. Perusahaan jasa anjak piutang berskala besar biasanya mampu memberikan kedua jenis jasa tersebut. Perusahaan Anjak Piutang Kecil Sturktur organisasinya disesuaikan dengan jenis jasa yang ditawarkan, yaitu terutama hanya jasa pembiayaan. Mengingat proses dasar dari kegiatan pembiayaan adalah: • • • • • • Analisis terhadap bonafiditas calon klien. Analisis terhadap koletibilitas piutang. Pembayaran pembiayaan kepada klien. Administrasi faktur dan bukti piutang. Administrasi hak dan kewajiban pihak-pihak terkait. Penagihan piutang.
Page | 14

Pembayaran kepada klien

Bagian-bagian yang terdapat dalam perusahaan jasa anjak piutang tidak jauh berbeda dengan proses tersebut. Contoh struktur organisasi perusahaan anjak piutang berskala kecil terdapat pada gambar 14.4 Departemen Kredit adalah bagian dari perusahaan yang bertugas melakukan analisis terhadap bonifiditas calon klien dan kolektibilitas atau kualitas piutang yang akan dibiayai. Mengingat bidang usaha calon klien sangat beragam, maka analisis pada bagian ini biasanya sudah merujuk pada spesialisasi pada bidang tertentu. Atas dasar pertimbangan di atas serta untuk meningkatkan efisiensinya, masing-masing perusahaan jasa anjak piutang kecil biasanya mengacu pada bidang tertentu saja.

Figure 14.4 Struktur Organisasi Perusahaan Anjak Piutang Berskala Kecil

Departemen Faktur adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan administrasi dokumen piutang agar dapat secara tepat dan cepat digunakan untuk perhitungan biaya, diskonto atau bunga dan jatuh tempo. Departemen Penyesuaian (adjustment Departement) adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan adminsitrasi dan pengelolaan perubahan-perubahan terhadap persyaratan perjanjian, jumlah piutang, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan hak dan kewajiban pihak-pihak terkait dalam anjak piutang. Departemen Penagihan adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan penagihan terhadap piutang jatuh tempo. Departemen Rekening Klien adalah bagian perusahaan yang bertugas melakukan seluruh pencatatan terhadap semua transaksi atau kegiatan yang mempengaruhi kewajiban dan hak klien. Departemen Legal adalah bagian perusahaan yang bertugas memberikan pertimbangan dan saran yuridis mengenai kegiatan-kegiatan perusahaan.
Page | 15

Perusahaan Anjak Piutang Besar

Di samping memberikan jasa pembiayaan, perusahaan anajak piutang berskala besar juga menawarkan jasa pembiayaan, sehingga selain bagian-bagian di atas, perusahaan anjak piutang beskala besar juga memiliki bagian-bagian lain seperti bagian umum, bagian computer, bagian treasury, bagian relasi, bagian pengelolaan kredit, dan lain-lain. Tanggung jawab yang dimiliki oleh masing-masing bagian cenderung lebih spesifik, sehingga secara umum jumlah bagian-bangiannya menjadi lebih banyak. Bagian atau departemen yang menjadi sangant banyak biasanya dikelompokan menjadi hanya 3 sampai 5 divisi saja. Sebagai contoh, perusahaan anjak piutang besar ada yang mempunyai divisi administrasi, divisi keuangan, divisi operasi, dan divisi pemasaran. Masing-masing divisi terdiri dari beberapa bagian yang saling terkait. Gambar 14.5 memperlihatkan struktur organisasi perusahaan anjak piutang berskala besar. piutang berskala besar

Gambar 1. diagram organisasi anjak

5. Manfaat Anjak Piutang
Dengan adanya perusahaan anjak piutang, klien mendapat manfaat dari transaksi yang telah dilakukan. Klien menedapatkan kas langsung dari penjualannya dalam bulan berjalan dan tidak perlu

Page | 16

menunggu waktu sampai pembayaran dari konsumen. Dengan demikian, Likuiditas perusahaan akan terjamin dan modal kerja dapat terus bergulir. Kas yang diperoleh dari perusahaan anjak piutang dapat dimanfaatkan untuk menurunkan biaya produksi. Biaya produksi dapat dipangkas dengan memanfaatkan diskonto dari para pemasok karena melakukan pembelian tunai. Pembelian bahan baku secara tunai sudah pasti akan mendapatkan diskon. Besarnya diskon tersebut dapat digunakan untuk mengompensasi biaya bunga yang dibayarkan kepada perusahaan anjak piutang. Klien juga dibantu dari sisi administrasi piutang. Klien tidak perlu lagi melakukan penagihan kembali kepada konsumen karena perusahaan anjak piutang yang akan melakukan penagihan sekaligus memberikan informasi posisi piutang kepada klien. Laporan ini juga akan sangat berguna ketika konsimen akan mengajukan kembali permohonan pembelian secara kredit. Bagi Klien Manfaat yang akan diterima klien terdiri dari: 1. Manfaat karena menerima jasa pembiayaan, dan 2. Manfaat yang diterima karena menerima jasa nonpembiayaan

a. Jasa Pembiyaan Peningkatan penjualan. Adanya jasa pembiayaan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan cara kredit. Penjualan dengan cara kredit ini sebenarnya sulit untuk dilakukan apabila klien mengalami kesulitan modal. Namun dengan adanya jasa anjak piutang, klien mampu secara kredit. Penjualan secara kredit meningkatkan kemampuan dan daya tarik bagi pembeli dengan dana terbatas untuk melakukan pembelian pada klien. Kelancaran modal kerja. Jasa anjak piutang memungkinkan klien untuk mengonversikan piutangnya yang belum jatuh tempo menjadi dana tunai denga prosedur yang relatif mudah dan cepat. Tersedianya dana tunai yang lebih besar ini dapat dimanfaatkan oleh klien untuk mendanai kegiatan operasional klien seperti pembelian bahan baku, pembayaran gaji pegawai, pembayaran tagihan listrik dan lain-lain. Pengurangan risiko tidak tertagihnya piutang. Pembiayaan dengan skema without recourse memungkinkan adanya pengalihan sebagian risiko tidak tertagihnya piutang kepada factor, pengalihan risiko ini sangat menguntungkan bagi kelancaran dan kepastian bagi pihak klien. b. Jasa Non-Pembiayaan

Page | 17

Memudahkan penagihan piutang, jasa penagihan piutang yang diberikan oleh factor menyebabkan klien tidak perlu secara langsung melakukan penagihan piutang kepada nasabah, sehingga waktu dan tenaga karyawan dapat dimanfaatkan untuk melakukan kegiatan lain yang lebih produktif. Efisiensi usaha. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien untuk mengelola kegiatan penjualannya secara lebih rapid an efisien karena administrasinya dikelola oleh pihak (factor) yang sudah lebih berpengalaman. Peningkatan kualitas piutang. Jasa administrasi penjualan memungkinkan pemberian fasilitas kredit kepada pembeli secara lebih selektif sehingga kemungkinan tertagihnya piutang menjadi lebih tinggi. Memudahkan perencanaan arus kas (cash-flow). Jasa investigasi kredit/piutang

memungkinkan klien untuk melakukan perkiraan waktu dan jumlah piutang yang dapat ditagih, sehingga memudahkan proyeksi arus kas secara keseluruhan. Bagi Factor Manfaat utama yang diterima factor adalah penerimaan dalam bentuk fee dari pihak klien. Fee tersebut terdiri dari: Discount fee/charge. Fee ini dibayarkan oleh klien karena factor memberikan jasa pembiayaan uang muka atas piutang yang diberikan oleh factor. Discount fee diperhitungkan sebesar persentanse tertentu terhadap besarnya pembiayaan yang diberikan atas dasar: • • • Risiko tertagihnya. Jangka waktu. Rata-rata tingkat bunga perbankan.

Service/charge. Fee ini dibayarkan oleh klien kepada factor memberikan jasa pembiayaan yang nilainya ditentukan sebesar persentase tertentu dari piutang atas dasar beban kerja yang akan dilakukan oleh factor. Semakin besar volume penjualan, maka fee ini juga semakin besar. Semakin sulit penagihan piutang, maka fee ini juga semakin besar. Bagi Nasabah

Page | 18

Nasabah yang memperoleh manfaat berupa : • Kesempatan untuk melakukan pembelian secara kredit. Kehadiran jasa pembiayaan memungkinkan klien untuk m elakukan penjualan secara kredit. • Layanan penjualan yang baik. Jasa administrasi penjualan memungkinkan klien melakukan penjualan dengan lebih cepat dan tepat

Page | 19

Bab III Penutup
Kesimpulan
Setelah kami membahas makalah ini maka dapat di ambil kesimpulan bahwa perusahaan anjak piutang adalah badan usaha yang melakukan kegiatan pembiayaan dalam bentuk pembelian dan atau pengalihan serta pengurusan piutang atau tagihan jangka pendek suatu perusahaan dari transaksi perdagangandalam atau luar negeri. Jasa yang diberikan dalam suatu kegiatan anjak piutang meliputi jasa pembiayaan atas piutang dan jasa nonpembiayaan atas piutang. Pada kenyataannya kedua jenis jasa tersebut tidak harus selalu ada dalam suatu perjanjian anjak piutang, perjanjian anjak piutang ada yang meliputi kedua jenis jasa tersebut dan ada juga yang hanya meliputi salah satu jenis jasa tadi. Kegiatan anjak piutang di Indonesia mulai berkembang baik sejak adanya keputusan Presiden No. 61 dan Keputusan Menteri Keuangan No. 1251/KMK.13/1998 tanggal 20 Desember 1988. Peraturan ini terutama diterapkan untuk memberikan alternatif pembiayaan uasaha dari berbagai macam jenis lembaga keuangan, termasuk perusahaan anjak piutang. Di samping memberikan jasa pembiayaan, perusahaan anajak piutang berskala besar juga menawarkan jasa pembiayaan. Manfaat yang akan diterima klien terdiri dari: Manfaat karena menerima jasa pembiayaan, dan Manfaat yang diterima karena menerima jasa nonpembiayaan

Page | 20

Daftar pustaka
Triandaru, sigit dkk.2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Yogyakarta : Salemba Empat. Kasmir. 2001. Bank dan Lembaga keuangan Laiinya. Jakarta : Raja Grafindo

Page | 21

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->