P. 1
Laporan Praktikum Elektronika Resistor

Laporan Praktikum Elektronika Resistor

|Views: 3,248|Likes:
Published by alekawa23
Pada Praktikum ini membahas mengenai karakteristik, jenis dari resistor berserta dengan kegunaannya pada rangkaian elektronik.
Pada Praktikum ini membahas mengenai karakteristik, jenis dari resistor berserta dengan kegunaannya pada rangkaian elektronik.

More info:

Published by: alekawa23 on Jan 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/27/2013

LAPORAN PRAKTIKUM ELEKTRONIKA RESISTOR

Oleh : Alekawa23 2401100700XX

LABORATORIUM INSTRUMENTASI JURUSAN TEKNIK DAN MANAJEMEN INDUSTRI PERTANIAN FAKULTAS TEKNOLOGI INDUSTRI PERTANIAN UNIVERSITAS PADJADJARAN JATINANGOR 2009

I. PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang

Praktikum ini bertujuan agar praktikan dapat memahami karakteristik resistor. Selain itu praktikan juga diharapkan dapat memahami dan mengerti rangkaian seri dan paralel dari rangkaian beberapa resistor. Tidak hanya itu saja, praktikan juga diharapkan mampu memahami dan mengerti rangkaian gabungan atau campuran antara seri dan paralel. Resistor disingkat dengan "R" (huruf R besar), dengan satuan Ohm (Ω ). Resistor ditemukan oleh George Ohm (1787-1854), seorang fisikawan Jerman. Sebuah resistor memiliki tahanan dalam, tahanan bagian dalam ini dinamai konduktansi. Satuan konduktansi ditulis dengan kebalikan dari Ohm yaitu mho.

II.DASAR TEORI HUKUM OHM
Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor

I=V/R

HUKUM OHM UNTUK RANGKAIAN TERTUTUP

I=

nE R + n rd

I= n R + rd/p

n = banyak elemen yang disusun seri E = ggl (volt) rd = hambatan dalam elemen R = hambatan luar p = banyaknya elemen yang disusun paralel RANGKAIAN HAMBATAN DISUSUN SERI DAN PARALEL SERI R = R1 + R2 + R3 + ... PARALEL 1=1+1+1

V = V1 + V2 + V3 + ... I = I1 = I2 = I3 = ...

R

R1 R2

R3

V = V1 = V2 = V3 = ... I = I1 + I2 + I3 + ... ENERGI DAN DAYA LISTRIK ENERGI LISTRIK (W) adalah energi yang dipakai (terserap) oleh hambatan R. W = V I t = V²t/R = I²Rt Joule = Watt.detik KWH = Kilo.Watt.jam DAYA LISTRIK (P) adalah energi listrik yang terpakai setiap detik. P = W/t = V I = V²/R = I²R

Bila arus tidak serba sama di seluruh penampang penghantar, didefinisikan : Rapat arus : j dI I = = = dI dA j . dA

∫ di

=

∫ j.dA

arah arus dalam kawat I dA1 dA2 penampang dA tidak sama Jika arah rapat arus berbeda-beda dan tak searah dengan normal (arah tegak lurus) pada dA. Maka didefinisikan : j  dA dI = = = j . dA j . cos θ dA ∫ j dA dA3

Jika arus serba sama : dI j = dA = I

penampang A arah arus dalam kawat A1 Sebagai ukuran kemampuan konduktivitas sebagai berikut : j dengan : j E σ = = = = σ . E bahan A2 menghantarkan listrik A3 didefinisikan I

rapat arus di dA kuat medan listrik di dA konduktivitas bahan

jika hubungan j dan E linier atau σ konstan, maka bahan dikatakan linier, atau memenuhi Hukum Ohm (Ohmik). Kemampuan resistor untuk menghambata arus listrik disebut resistensi atau hambatan listrik. Besarnya dinyatakan dalam satuan Ohm. Suatu resistor dikatakan memiliki hambatan 1 Ohm apabila resistor tersebut menjembatani beda tegangan sebesar 1 Volt dan arus listrik yang timbul akibat tegangan tersebut adalah sebesar 1 ampere, atau setara dengan 6.241506 × 1018 elektron per detik mengalir menghadap arah yang berlawanan dari arus. Simbol resistor sendiri sangatlah beragam, berikut beberapa simbol yang sering digunakan sebagai simbol resistor :

Resistor

Variable Resistor

Resistor

Variable resistor

Simbol resistor (Eropa, IEC)

Simbol resistor (AS dan Jepang) Resistor merupakan komponen pasif sehingga dalam kerjanya tidak memerlukan catu daya. Bentuk, ukuran bahan dan resistensinya beragam tapi mudah dikenali. Besarnya resistensi sebuah resistor dicantumkan pada setiap resistor dalam bentuk lambang bilangan atau cincin kode warna Berdasarkan penggunaanya, resistor terbagi 4 macam, antara lain: a. Resistor Biasa (tetap nilainya), ialah sebuah resistor penghambat gerak arus, yang nilainya tidak dapat berubah, jadi selalu tetap (konstan). Resistor ini biasanya dibuat dari nikelin atau karbon. b. Resistor Berubah (variable), ialah sebuah resistor yang nilainya dapat berubah-ubah dengan jalan menggeser atau memutar toggle pada alat tersebut. Sehingga nilai resistor dapat kita tetapkan sesuai dengan kebutuhan. Berdasarkan jenis ini kita bagi menjadi dua, Potensiometer, rheostat dan Trimpot (Trimmer Potensiometer) yang biasanya menempel pada papan rangkaian (Printed Circuit Board, PCB). c. Resistor NTC dan PTS, NTC (Negative Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah kecil bila terkena suhu panas. Sedangkan PTS (Positife Temperature Coefficient), ialah Resistor yang nilainya akan bertambah besar bila temperaturnya menjadi dingin. d. LDR (Light Dependent Resistor), ialah jenis Resistor yang berubah hambatannya karena pengaruh cahaya. Bila cahaya gelap nilai tahanannya semakin besar, sedangkan cahayanya terang nilainya menjadi semakin kecil. Besarnya resistensi sebuah resistor dicantumkan pada setiap resistor dalam bentuk lambang bilangan atau cincin kode warna. Untuk resistor tetap, harga resistansi dapat dilihat berdasarkan gelang warna, dengan kode sebagai berikut : Warna Hitam Coklat Merah Jingga Kuning Hijau Biru Ungu Abu-abu Nilai 0 1 2 3 4 5 6 7 8 Pengali 100 101 102 103 104 105 106 107 108 Toleransi komposisi 20% 1% 2% 3% 4% 6% 12,5% 30% Toleransi Film 0 1% 2% 0,5% 0,25% -

Putih 9 109 10% -2 Perak 10 10% Emas 10-1 5% Tidak berwarna 20% Setiap resistor pasti memiliki kode warna. Banyaknya kode warna pada setiap resistor berjumlah 4 cincin atau berjumlah 5 cincin. (lihat gambar).

(gambar 1) Resistor dengan 4 cincin Resistansi yang terdiri dari 4 cincin meliputi : ♥ cincin 1,2 digit (nilai) ♥ cincin 3 pengali ♥ cincin 4 toleransi Resistansi yang terdiri dari 5 cincin meliputi : ♥ Cincin 1,2,3, digit (nilai) ♥ Cincin 4 pengali ♥ Cincin 5 toleransi

1

2

(gambar 2) Resistor dengan 5 cincin Dalam praktek resistansi dapat dihitung berdasarkan kode warna diatas, bisa juga dengan memakai multimetar atau dengan hukum Ohm. Hukum Ohm menyatakan bahwa besar arus yang mengalir pada suatu konduktor pada suhu tetap sebanding dengan beda potensial antara kedua ujung-ujung konduktor, Dimana arus pada tegangan berasal dari potensial tinggi ke potensial rendah.
V = I×R ; I = V R dan R = V I

1

2

3

Hal yang paling penting selain besar tahanan (resistansi) adalah daya atau watt resistor, agar dapat diketahui harga arus masimum yang diperbolehkan pada resistor tersebut. Contohnya Resitor dengan 100 Ω / 0,25 watt, artinya arus yang diperbolehkan bekerja pada resistor tersebut adalah I = 50 mA. (ingat P = V.I = I2. R = V2/R). HUKUM I KIRCHOFF I2

I1 I3

Sebenarnya hukum I Kirchoff adalah hukum titik cabang yakni hukum kekekalan muatan, yaitu “jumlah kuat arus listrik yang masuk ke suatu titik cabang sama dengan arus listrik yang keluar dari titik tersebut”, atau dengan kata lain: Tidak terjadi penumpukan muatan dititik cabang Tidak ada muatan yang tercipta atau hilang HUKUM II KIRCHOFF (HUKUM LOOP) Hukum II Kirchoff diterapkan utuk lintasan tertutup (loop), maksudnya dari a ke b ke c dst kembali ke a. Dengan menerapkan persamaan beda potensialnya berarti kita memperoleh rumusan : Va – Va = Atau Σε = Σ I.R 0 = Σ I.R – Σε

Pada praktikum ini, multimeter sangat penting digunakan. Multimeter sendiri merupakan gabungan dari amperemeter, voltmeter dan ohm meter. Gambar 1. switched range multimeter Gambar 2. autoranging multimeter

I. METODOLOGI 1. Alat dan Bahan a) Alat : Digital Multimeter ”winner” Specification : *ACV 200mV-700V *DCV 200m-1000V *ACA 2m-10A *DCA 2m-10A Model : DT = 890B DT = 890C DT = 890D DT = 890F DT = 890G

b) Bahan 2. Prosedur

: Resistor

 Menentukan nilai resistansi masing-masing resistor secara terpisah berdasarkan kode warna tiap resistor tersebut kemudian mencatat nilainya  Menentukan nilai resistansi ketiga resistor tersebut untuk kedua kalinya, tetapi kali ini menggunakan multimeter untuk mengetahui resistansinya kemudian mencatat hasil dari multimeter tersebut  Mengukur arus yang mengalir pada rangkaian tersebut, pada I1 dan pada I2 dengan menggunakan multimeter dan mencatat hasil yang ditunjukkan multimeter tersebut  Mengukur tegangan total, kombinasi atau campuran (seri dan paralel)  Mengukur tegangan total, tegangan pada R1 (V1) dan tegangan pada Vp, R2 serta R3 rangkaian tersebut dengan multimeter kemudian mencatat hasil yang ditunjukkan multimeter tersebut

DAFTAR PUSTAKA http://id.wikipedia.org/wiki/resistor www.doctronics.co.uk/meter www.doctronics.co.uk/PROTOTYP

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->