P. 1
Revisi Proposal Skripsi 2 (2)

Revisi Proposal Skripsi 2 (2)

|Views: 526|Likes:
Published by shohib

More info:

Published by: shohib on Jan 25, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/07/2012

pdf

text

original

1.

JUDUL :

EVALUASI

PRODUCT

LIFE

CYCLE

(PLC)

UNTUK

MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK KERUPUK UD. SUMBER JAYA DI TANGGUL 2. Latar Belakang Masalah Perkembangan dunia bisnis saat ini semakin pesat, sehingga persaingan usaha juga semakin ketat, hal ini di sebabkan karena kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kondisi ini mendorong para pelaku bisnis, untuk mendirikan perusahaan baik dibidang produksi barang maupun jasa, selain mendirikan perusahaan para pengusaha juga berkompetisi agar perusahaan yang dikelolanya tetap hidup, tumbuh dan berkembang. Pernyataan ini tentunya sangat erat kaitannya dengan tujuan perusahaaan. Tujuan perusahaan pada dasarnya untuk mencari laba/keuntungan yang maksimal dengan memanfaatkan sumber daya dan kemampuan yang tersedia, sehingga dalam upaya mencapai satu tujuan tersebut perusahaan harus memperkenalkan produk yang dihasilkan kepada konsumen melalui kegiatan pemasaran dengan meningkatkan promosi, kualitas, distribusi serta pelayanan untuk memberikan kepuasan pada konsumen. Pemasaran merupakan salah satu dari kegiatan – kegiatan pokok yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempertahankan kelansungan hidupnya, untuk berkembang, dan mendapatkan laba. Pemasaran adalah faktor yang sangat penting dalam siklus permulaan dan berakhir dengan kondisi konsumen tertentu dalam kegiatan suatu perusahaan. Perusahaan harus mengidentifikasi kebutuhan kosumen untuk mengetahui informasi pasar yang ada. Data yang tersedia akan menjadi suatu sumber informasi penting untuk penyusunan strategi yang tepat, sehingga perusahaan dapat mengetahui dan mengevaluasi sejauh mana perusahaan melakukan kegiatan pemasaran. Pemasaran dalam falsafah bisnis adalah pemasaran yang berorientasi pada konsumen ( consumer oriented ), karena pada dasarnya konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan tehadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Pemasaran adalah suatu proses dan manajeral yang membuat individu atau kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan mempertukarkan produk yang bernilai kepada pihak lain atau segala kegiatan yang menyangkut penyampaian produk atau jasa mulai dari produsen sampai konsumen. (http : //lecture.brawijaya.ac.id). Kotler (2007 : 6) mendefinisikan pemasaran sebagai suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan

menciptakan, menawarkan, dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Situasi dunia usaha seperti sekarang ini bersifat dinamis yang penuh diwarnai dengan adanya perubahan dari waktu ke waktu dan adanya keterkaitan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, strategi pemasaran mempunyai peranan yang sangat penting untuk keberhasilan usaha perusahaan umumnya dan bidang pemasaran khususnya. Disamping itu strategi pemasaran yang ditetapkan harus ditinjau dan dikembangkan sesuai dengan perkembangan pasar dan lingkungan pasar, dengan demikian strategi pemasaran harus dapat memberikan gambaran yang jelas dan terarah tentang apa yang akan diakukan perusahaan dalam menggunakan setiap kesempatan atau peluang pada beberapa pasar sasaran. Perusahaan selalu berusaha untuk menjaga kualitas produk, serta berupaya untuk mengembangkan produk baru. Persaingan dalam memasarkan produk semakin ketat dan juga persaingan dalam menjaga kualitas produk juga semakin meningkat, maka perlu adanya kegiatan – kegiatan yang dapat membantu pihak manajemen perusahaan untuk mengambil kebijakan/keputusan guna menentukan strategi yang tepat dalam menghadapi persaingan itu. Salah satu sarana penting yang dibutuhkan oleh pihak manajemen dalam menentukan strategi pemasaran adalah pengetahuan tentang Product Life Cycle, sehingga dapat diketahui apakah produk itu masih berada pada tahap perkenalan, pertumbuhan, pendewasaan atau sudah sampai pada tahap penurunan. Sebab strategi pemasaran produk pada masing – masing tahapan itu berbeda, maka kesalahan manajemen dalam membaca tahapan produk berdasarkan Product Life Cycle akan fatal dan berdampak terhadap kehancuran usaha yang sedang dijalankan oleh perusahaan, oleh karena itu perusahaan selalu berhati-hati dalam pemasaran. UD. Sumber Jaya merupakan salah satu perusahaan yang bergerak dibidang usaha kerupuk di tanggul jember. Tentunya dalam menghadapi persaingan dengan perusahaan lainnya yang memiliki kesamaan bidang usaha, UD. Sumber Jaya selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas serta memberikan pelayanan yang memuaskan. Kerupuk merupakan makanan ringan dan juga makanan pelengkap sebagai pengganti lauk pauk. Sebagai produsen kerupuk UD Sumber Jaya menunjukkan eksistensinya di dunia bisnis dalam beberapa periode terakhir, namun hal tersebut tidak menjadi tolak ukur satu-satunya tentang tercapainya tujuan perusahaan dari jangka panjang maupun jangka pendek. Secara teoritis mengambil sebuah kebijakan untuk menentukan strategi

kita mengenal bahwa tujuan dari perusahaan bukan hanya pada pencapaian laba, tetapi juga pada kelangsungan hidup suatu perusahaan, sehingga untuk mengetahui posisi produk kerupuk UD. Sumber Jaya dengan menggunakan analisis Product Life Cycle ( PLC ). Pendekatan Product Life Cycle meupakan salah satu sarana penting untuk mengambil keputusan dalam memformulasikan strategi pemasaran. Konsep product life cycle mempengaruhi pengambilan keputusan dan merupakan sarana yang ampuh dalam pelaksanaan strategi pemasaran. Berdasarkan uraian diatas, peneliti tertarik untuk mengambil judul “ Evaluasi Product Life Cycle ( PLC ) untuk menentukan strategi pemasaran pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya di tanggul “. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dapat dirumuskan masalah sebagai berikut :
1. Pada tahap manakah produk kerupuk bergerak melalui pendekatan Product Life

Cycle pada UD. Sumber Jaya Tanggul?
2. Bagaimanakah strategi pemasaran yang digunakan untuk mengembangkan usahanya

berdasarkan Product Life Cycle pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya Tanggul? 4.
4.1.

Tujuan dan Kegunaan Penelitian Tujuan Penelitian a. Untuk mengetahui pada tahap manakah produk kerupuk bergerak melalui pendekatan Product Life Cycle pada UD. Sumber Jaya Tanggul. b. Untuk mengetahui Strategi Pemasaran dalam mengembangkan usahanya

berdasarkan Product Life Cycle pada produk kerupuk UD. Sumber Jaya Tanggul. 4.2 Kegunaan Penelitian
a. Bagi penulis

Untuk menambah wawasan dalam rangka menerapkan teori – teori yang diperoleh di bangku kuliah khususnya yang berkaitan dengan masalah manajemen pemasaran. b. Bagi Perusahaan Hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai informasi dan bahan petimbangan bagi pimpinan perusahaan dalam pengambilan keputusan manajemen perusahaan yang berkaitan dengan strategi pemasaran melalui pendekatan Product Life Cycle. b. Bagi Pihak Lain

Sebagai bahan acuan dan tambahan informasi dalam proses penelitian yang mereka lakukan. 5.
5.1.

TINJAUAN PUSTAKA Tinjauan Penelitian Terdahulu Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Vivin Hosimah ( 2007 )

menyatakan bahwa strategi pemasaran produk Jamur Merang berada pada tahap Rapid Growth yang ditandai dengan adanya penjualan dan laba yang meningkat dengan cepat dan pesat. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar yang kuat dan distribusi yang luas. Penelitian yang berjudul “ Analisis Product Life Cycle ( PLC ) untuk menentukan strategi pemasaran pada jamur merang UD. Rahmat Jenggawah Jember “ bertujuan untuk mengetahui posisi produk Jamu Merang dan memformulasikan strategi pemasaran berdasarkan posisi produk melalui pendekatan Product Life Cycle. Sementara hasil penelitian yang dilakukan oleh Emilda Priyantini ( 2009 ) menyatakan bahwa strategi pemasaran produk Suwar Suwir berada pada tahap Rapid Growth yang ditandai dengan adanya hasil penjualan dan laba yang terus meningkat. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar dan membangun saluran distribusi yang baru. Penelitian yang berjudul “ Evaluasi Product Life Cycle ( PLC ) untuk menentukan Strategi pemasaran pada produk Suwar Suwir UD. Primadona di jember “ bertujuan untuk mengetahui posisi produk Suwar Suwir dan memformulasikan strategi pemasaran berdasarkan posisi produk melalui pendekatan Product Life Cycle. Persamaan dan perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang adalah sebagai berikut : 1. Persamaannya :
a. Menggunakan pendekatan Product Life Cycle ( PLC ) dalam penentuan strategi

pemasaran
b. Alat analisis yang digunakan adalah grafik Product Life Cycle dan formulasi

strategi pemasaran. 1. Perbedaannya : Tabel 2.1 perbedaan penelitian terdahulu dengan penelitian sekarang No.
1.

Nama Peneliti Vivin Hosimah

Tahun Judul Produk yang diteliti 2007 Analisis Product Life Cycle Jamur Merang (PLC) untuk menentukan

2.

Emilda Priyantini

2009

3.

Ahmad Wahyudi

2009

Strategi Pemasaran pada Jamur Merang UD. Rahmat Jenggawah Evaluasi Product Life Cycle Suwar Suwir (PLC) untuk menentukan Strategi Pemasaran pada Produk Suwar Suwir UD. Primadona di Jember Evaluasi Product Life Cycle Produk Kerupuk (PLC) untuk menentukan Strategi Pemasaran pada Produk Kerupuk UD. Sumber Jaya Tanggul

5.1.

Landasan Teori Menurut pendapat Dr. H.B. Siswanto ( 2005 : 7 ) Manajemen adalah ilmu dan seni

5.1.1.Pengertian Manajemen Pemasaran

untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. Sedangkan Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan progam – program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. Basu Swasta & Nur Handoko ( 2000 : 12 ) Jadi Manajemen Pemasaran dirumuskan sebagai suatu proses manajemen yang meliputi ; penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh perusahaan. 5.3. Pengertian Strategi Pemasaran dan Manfaatnya

5.3.1. Pengertian Strategi Menurut pendapat Philip Kotler ( 1995 : 124 ) menyatakan Strategi adalah garis besar tindakan untuk mencapai sasaran bisnis. Sedangkan Gluech dan Jauch ( 1996 : 12 ) menegaskan bahwa strategi adalah rencana yang disatukan , menyeluruh dan terpadu yang mengaitkan keunggulan strategi pemasaran dengan tantangan lingkungan dan dirancang untuk memastikan bahwa tujuan utama perusahaan melalui pelaksanaan yang tepat. Strategi adalah sebagai arah dan cakupan jangka panjang organisasi untuk mendapatkan keunggulan melalui konfigurasi sumber daya alam dan lingkungan yang berubah untuk mencapai kebutuhan pasar dan memenuhi harapan pihak yang berkepentingan (Stakeholder). (Strategika.wordpress.com/2007/06/04/pengertian-strategi/)

Kesimpulan dari beberapa pendapat tersebut bahwa stretegi adalah taktik atau sasaran yang digunakan untuk mencapai tujuan akhir. 5.3.2. Pengertian Pemasaran Menurut pendapat Philip Khotler (2002 : 9) menyatakan bahwa pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. Swasta dan Irawan (1998:5) menjelaskan bahwa pemasaran adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan – kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan , menentukan harga, mempromosikan dan mendisribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan, baik pada pembeli yang ada maupun pada pembeli yang potensial. Pemasaran merupakan suatu kegiatan penyaluran barang atau jasa dari tangan produsen ke tangan konsumen. Sedangkan menurut pendapat WY.Stanton pemasaran adalah sesuatu yang meliputi seluruh sistem yang berhubungan dengan tujuan untuk merencanakan dan menentukan harga sampai dengan mempromosikan dan mendistribusikan barang dan jasa yang bisa memuaskan kebutuhan pembeli aktual maupun potensial. (http : //chinmi.wordpress.com/2007/07/31/arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para ahli/) Semua definisi diatas, maka secara garis besar dapat ditarik kesimpulan bahwa pemasaran bukan hanya merupakan kegiatan menjual saja, melainkan suatu proses atau rangkaian kegiatan yang terus-menerus dan terpadu, yaitu mulai dari kegiatan untuk mengidentifikasi produk atau jasa apa yang dibutuhkan dan diinginkan konsumen, menentukan harga yang sesuai, menentukan cara promosi yang efektif, sampai dengan kegiatan menyalurkan barang dan jasa tersebut kepada konsumen. 5.3.3. Pengertian Strategi Pemasaran Menurut pendapat Philip Khotler (1995:104) Strategi pemasaran adalah serangkaian sasaran, kebijaksanaan dan aturan yang memberikan arah kepada usaha – usaha pemasaran dari waktu ke waktu, tingkat susunan dan alokasinya yang untuk sebagian lagi adalah anggapan terhadap lingkungan yang sedang dalam kondisi yang kompetitif. Sedangkan pendapat menurut Sofyan Assauri (1996:154) yang menyatakan bahwa strategi pemasaran adalah rencana yang menyeluruh, terpadu dan menyatu dibidang pemasaran yang memberikan panduan tentang kegiatan yang akan dijalankan untuk dapat terciptanya tujuan

pemasaran suatu perusahaan. Strategi Pemasaran adalah pengambilan keputusan – keputusan tentang biaya pemasaran, bauran pemasaran, alokasi pemasaran dalam hubungan dengan keadaan lingkungan yang diharapkan dan kondisi persaingan. (majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/) Berdasarkan dari definisi-definisi diatas dapat disimpulkan bahwa untuk mencapai tujuan perusahaan diperlukan strategi-strategi pemasaran yang bermanfaat untuk memonitor apa yang dikerjakan dan terjadi didalam perusahaan serta mengantisipasi masalah dan kesempatan masa depan pada kondisi lingkungan perusahaan yang berubah cepat. 5.3.4. Manfaat Strategi Pemasaran Menurut pendapat Sofyan Assauri (1996: 155) manfaat strategi pemasaran dapat dinyatakan sebagai dasar tindakan kegiatan atau usaha perusahaan, suatu perusahaan dalam kondisi persaingan dan lingkungan yang selalu berubah dan dapat mencapai tujuan perusahaan. Sedangkan menurut Basu Swata & Nur Handoko (2000 : 119 ) manfaat strategi pemasaran bukanlah merupakan sejumlah tindakan khusus tetapi lebih merupakan pernyataan yang menunjukkan usaha – usaha pemasaran pokok yang diarahkan untuk mencapai tujuan. 5.3.5. Konsep Product Life Cycle Menurut Sofyan Assauri (1996: 201) konsep Product Life Cycle adalah perkembangan hasil penjualan dan laba suatu produk yang dikaitkan dengan perkembangan waktu yang terdiri dari 4 tahap, yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan penurunan. Sedangkan menurut Philip Khotler (1995: 442) konsep Product Life Cycle mempengaruhi pengambilan keputusan dan merupakan sarana yang ampuh dalam pelaksanaan strategi. Kesimpulan dari pendapat tersebut diatas, bahwa pendekatan Product Life Cycle merupakan salah satu sarana penting untuk mengambil keputusan dalam memformulasikan strategi pemasaran. 5.3.6. Manfaat Product Life Cycle 1. Memprediksi permasalahan yang dihadapi dalam memasarkan produk untuk tiap tahapnya.

2. Dapat mengetahui tahap manakah produk tersebut berada atau kearah tahap manakah suatu produk tersebut bergerak, sehingga perusahaan dapat merumuskan rencana – rencana pemasaran. 3. Untuk mengevaluasi sejauh mana perusahaan dapat melakukan strategi yang telah dilaksanakan. 4. Sebagai sarana untuk mengambil keputusan dalam memformulasikan strategi pemasaran. 5.3.7. Tahap – tahap dalam Product Life Cycle Dalam Product Life Cycle ada 4 tahapan yang harus diperhatikan yaitu, tahap perkenalan, tahap pertumbuhan, tahap kedewasaan, dan tahap penurunan.
a. Tahap perkenalan ( introduction )

Pada tahap ini pertunbuhan penjualan lambat karena produk baru saja diperkenalkan kepada masyarakat. Biaya produksi sangat tinggi, sehingga tidak menghasilkan keuntungan sama sekali.
b. Tahap pertumbuhan ( Growth )

Pada tahap ini pasar dapat menerima produk baru dengan cepat sehingga penjualan melonjak dan menghasilkan keuntungan yang besar.
c. Tahap kedewasaan ( Maturity )

Tahap kedewasaan adalah periode dimana pertumbuhan penjualan cenderung lambat bahkan dapat mulai menurun. Kerena produk sudah diterima oleh pasar. Profit biasanya akan stabil atau bahkan cenderung menurun karena adanya kompetitor.
d. Tahap penurunan ( Decline )

Dalam periode ini penjualan menurun dengan tajam dan diikuti oleh menyusutnya keuntungan. 5.3.8 Karakteristik Product Life Cycle Menurut pendapat Philip Khotler ( 1997 : 331 ) setiap tahap product Life Cycle mempunyai karakteristik yang berbeda – beda. Tabel 2.2 : Karakteristik Product Life Cycle Karakteristik Penjualan Introduksi Penjualan rendah Pertumbuhan Penjualan meningkat dengan Dewasa Puncak penjualan Menurun Penurunan

cepat Biaya Biaya perkonsumen tinggi Negatif Inovatif Biaya perkonsumen Biaya sedang perkonsumen rendah Laba yang meningkat Pengadopsi awal Laba tinggi Mayoritas di tengah Jumlahnya stabil mulai menurun Memaksimalkan laba sambil mempertahankan pangsa pasar

penjualan Biaya perkonsumen rendah Laba yang menurun Orang yang tertinggal Jumlahnya menurun Mengurangi pengeluaran dan memerah merk

Laba Pelanggan

Pesaing Tujuan Pemasaran

Sedikit

Jumlahnya meningkat

Menciptakan Memaksimalkanpan kesadaran pangsa pasar akan produk dan percobaan

6. 6.1.

Strategi Pemasaran Melalui Pendekatan Product Life Cycle Strategi Pemasaran Dalam Tahap Perkenalan Menurut Philip Kotler (1997 : 312) dalam meluncurkan suatu produk baru,

manajemen pemasaran harus menetapkan setiap variabel pemasaran ( harga, promosi, produk, dan distribusi ) pada tingkat yang tinggi atau rendah. Selanjutnya dapat mengikuti salah satu dari 4 strategi sebagai berikut :
a. Strategi Menyaring Cepat

Strategi ini dilakukan dengan harga tinggi dan promosi gencar. harga ditetpkan tinggi dengan tujuan untuk mendapatkan laba kotor sebanyak mungkin. Sedangkan promosi dilakukan dengan gencar dimaksudkan untuk meyakinkan konsumen tentang nilai tinggi produk, meskipun harganya mahal. Strategi ini dapat dilakukan bila (1) Sebagian besar pasar potensial belum menyadari kehadiran produk itu, (2) Mereka yang hendak membeli mampu membayar dengan harga berapapun, (3) perusahaan menghadapi pesaing potensial dan ingin membangun preferensi atas mereknya.
b. Strategi Menyaring Lambat

Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga mahal dan promosi rendah. Harga tinggi dimaksudkan agar bisa menghasilkan laba kotor per unit sebanyak mungkin. Sedangkan promosi rendah dimaksudkan agar biaya pemasaran tidak terlalu besar. Strategi ini bisa berhasil bila (1) Luas pasar terbatas, (2) Sebagian pasar menyadari kehadiran produk, (3) Pembeli mau membeli dengan harga mahal, (4) Persaingan potensial tidak tampak. c. Strategi Penerobosan Cepat Strategi ini dilakukan dengan menetapkan harga rendah dan promosi gencar. strategi ini diharapkan dapat menghasilkan penetrasi pasar yang paling cepat dan merangkum bagian pasar terbesar. Strategi ini bisa tercapai bila (1) Ukuran pasar sangat luas, (2) pasar tidak menyadari kehadiran produk, (3) Kebanyakan pembeli sangat peka tehadap harga, (4) ada indikasi persaingan potensial yang hebat, (5) Harga pokok produksi cenderung turun mengikuti peningkatan skala produksi dan bertambahnya pengalaman produksi yang diperoleh. d. Strategi Penerobosan Lambat Strategi dilakukan dengan menetapkan harga dan promosi rendah. Harga rendah dimaksudkan agar mempercepat diterimanya produk oleh konsumen, dan promosi rendah dimaksudkan untuk memperbanyak pendapatan laba bersih bagi perusahaan. Strategi ini dapat berhasil apabila (1) Pasar sangat luas, (2) Pasar sangat menyadari kehadiran produk, (3) pasar sangat peka terhadap tingkat harga dan (4) Terdapat sedikit pesaing potensial.

6.2.

Strategi Pemasaran Dalam Tahap Pertumbuhan Melonjaknya hasil penjualan merupakan tanda jelas berlangsungnya pertumbuhan.

Kelompok pengadopsi ini merupakan pelopor merasa puas dengan produk baru, kemudian diikuti oleh mayoritas konsumen. Peluang keuntungan dan produksi masal telah mengikat banyak pesaing baru untuk ikut terjun ke pasar. Harga stabil jumlah keuntugan ikut membumbung tinggi yang disebabkan oleh volume yang jauh lebih besar, dan oleh banyaknya penurunan dampak kurva penjualan, maka selama dalam tahap ini beberapa

strategi dapat digunakan untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin. Menurut Philip Kotler (1997 : 315 ) selama tahap pertumbuhan, perusahaan menggunakan beberapa strategi untuk mempertahankan pertumbuhan pasar yang pesat selama mungkin. 1) Perusahaan meningkatkan kualitas produk serta menambah keistimewaan produk baru dan gaya yang lebih baik. 2) Perusahaan menambah model – model baru dan produk – produk penyerta, yaitu produk – produk dengan berbagai ukuran dan aroma. 3) Perusahaan memasuki segmen pasar baru. 4) Perusahaan meningkatkan baru.
5) Perusahaan menurunkan harga untuk menarik pembeli yang sensitif

distribusi dan memasuki saluran distribusi

terhadap harga. Menurut Fandy Tjiptono (2002 : 283 ) tahap ini dibedakan menjadi dua, yaitu : a. Rapid Growth Tahap ini ditandai dengan melonjaknya tingkat penjualan dengan cepat, mengingat produk telah diterima dan diminta oleh pasar. Pendistribusian akan dibutuhkan lebih banyak outlet untuk melayani permintaan pasar. Strategi pemasaran pada tahap ini ditujukan untuk membangun pasar yang lebih kuat dan distribusi yang luas. Mutu produk ditingkatkan dan lini produk diperluas, sedangkan lini harga rendah sampai premium untuk menarik segmen pasar baru. Promosi ditekankan untuk membangun preferensi merk, periklanan dititikberatkan pada media masa untuk memaksimalkan jangkaun. Pemasar akan terus mengumpulkan informasi tentang kegiatan persaingan dan mencari segmen pasar baru, mengingat peluang dipasar yang ada sudah mulai berkurang dengan semakin banyaknya pesaing yang muncul. b. Slow Growth Tahap ini ditandai dengan penjualan yang meningkat, akan tetapi timgkat pertumbuhannya semakin menurun. Sebagian besar pasar telah dijangkau, karena produk perusahaan telah mulai digunakan oleh mayoritas konsumen. Strategi pemasaran pada tahap ini sebagian besar difokuskan untuk memperkuat dan

memprtahankan posisi pasar serta membangun kesetiaan konsumen dan penyalur. Harga menjadi alat persaingan utama untuk mempertahankan konsumen mengingat pasar telah jenuh dan tidak tertarik pada promosi. Promosi akan bergeser dari konsumen ke penyalur serta memberikan pelayanan purna jual. Intelijen pemasaran mulai memfokuskan pada peningkatan produk, mencari peluang dipasar baru, serta perbaikan dan penyegaran tema produksi. 6.3. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Kedewasaan Menurut Philip Kotler ( 1997 : 315 ) pada tahap kedewasaan ada beberapa perusahaan meninggalkan produk mereka yang kurang kuat. Mereka memilih mengkonsentrasikan sumber daya pada produk yang lebih menguntungkan dan pada produk baru. Pemasar harus mempertimbangkan secara sistematis strategi pasar sebagai berikut : a) Modifikasi pasar, perusahaan mencoba memperluas pasar untuk mereknya yang mapan dengan 3 cara : (1) Mengubah orang yang bukan pemakai, (2) Memasuki segmen pasar baru, (3) Memenangkan pelanggan pesaing. b) Modifikasi produk, manajer mampu berusaha mendorong penjualan dengan memodifikasi karakteristik produk melalui peningkatan kualitas.
c) Modifikasi bauran pemasaran, manajer produk juga dapat mencoba mendorong

penjualan dengan memodifikasi penjualan dengan memodifikasi berbagai elemen bauran pemasaran lain. Sementara itu, menurut Fandy Tjiptono ( 2002 : 285 ) pada tahap kedewasaan dapat digunakan dua strategi pemasaran, yaitu :
a. Defensive Strategy : tujuannya adalah mempertahankan pangsa pasar dari pesaing

dan menjaga kelompok produk dari serangan produk subtitusi. Bentuk strategi ini adalah berupa modifikasi bauran pemasaran untuk memperoleh tambahan penjualan. Strategi bertahan ini lebih menitik beratkan pada penekanan/pengurangan biaya produksi dan menghilangkan kelemahan produk. Distributor memainkan peranan penting untuk strategi ini. Sebab tingkat penjualan yang mereka peroleh dipengaruhi oleh usaha promosi perusahaan untuk mendorong distributor dibandingkan untuk konsumen. Melalui penetapan harga yang bersaing. Walaupun merupakan alternatif strategi yang baik defensive strategi mempunyai kelemahan pokok yaitu, sangat mudah ditiru oleh pesaing. Terutama jika dilakukan dengan pemotongan harga, peningkatan aktivitas pelayanan dan distriusi masal. Keuntungan yang diperoleh

tidak banyak mengingat setiap tindakan perusahaan akan mendapatkan reaksi pesaing.
b. Offensive Strategy : titik berat pada usaha perubahan untuk mencapai tingkat yang

lebih baik. Bentuk strategi ini berupa :
i.Modifikasi pasar : yaitu menggaet kelompok yang bukan pemakai, mengintensifkan

penawaran produk kepada non user dan merebut konsumen pesaing. ii.Modifikasi produk : yaitu mengubah karakteristik produk sedemikian rupa sehingga semakin menarik konsumen saat ini untuk membeli dengan cara menawarkan manfaat baru. Tujuannya adalah untuk mendorong pembelian yang lebih banyak dan pemakai yang lebih sering. Alternatif yang digunakan adalah strategi perbaikan mutu, strategi perbaikan ciri dan strategi perbaikan model Selain strategi diatas, masih terdapat pendekatan yang banyak digunakan pada tahap kematangan, yaitu :
a. Take Off Strategy : strategi ini untuk mencapai fase penerimaan konsumen baru.

Terdapat empat strategi bagi mature product yang dapat memperpanjang PLC-nya, yaitu : i. Mempromosikan penggunaan produk yang lebih frekuentif kepada pemakai sekarang. ii. Mengembangkan penggunaan atau pemanfaatan yang lebih variatif pada para pemakai sekarang. iii. Menarik para pemakai baru dengan jalan melakukan ekspansi pasar. iv. Menentukan penggunaan atau pemanfaatan baru untuk basic material.
a. Dynamic Adaption : mencakup usaha – usaha perubahan dalam program pemasaran

yang ada sekarang yang cenderung mengarah pada strategi defensive dari pada offensive. Sasarannya adalah menigkatkan penjualan dan pangsa pasar yang telah diperoleh. Kesuksesan pendekatan ini tergatung pada dua hal, yaitu : i. Marketting Inteligence yang baik harus dikembangkan dengan segera agar memungkinkan manajer produk mengambil tindakan – tindakan secara tepat dan efektif dalam menghadapi tantangan persaingan.
ii. Pemasar harus siap dan bersedia membuat perubahan dalam pendekatan yang

telah dilakukan. Tindakan yang biasanya dilakukan adalah perubahan kemasan, periklanan yang imaginative, trade deals ( memberikan rangsangan khusus pada Wholesaler dan retailer ) dan mengantisipasi persaingan.

a. Recycle Strategy : ditujukan untuk memelihara pangsa pasar orisinil dengan

melindunginya dari pengaruh persaingan, melalui persaingan marketting mix terutama pada periklanan. Recycling dapat diidentifikasi dengan tiga macam pengembangan penjualan, yaitu :
i.

Akselerasi trend yang meningkat ( mirip pengaruh take off strategy ).

ii. Pembalikan terhadap trend pangsa penjualan yang menurun sebelumnya. iii. Menahan kecendeungan penurunan pada pangsa penjualan. 6.4. Strategi Pemasaran Dalam Tahap Penurunan Pada akhirnya hasil penjualan dari hampir semua produk dan merek akan bergerak menurun, maka sejumlah kegiatan dan keputusan harus segera diambil oleh perusahaan untuk menangani produk yang sudah semua ini, yaitu a. Mengidentifikasi produk yang lemah Dalam mengidentifikasi produk yang lemah yang perlu dipehatikan, yaitu : 1. Bentuk panitia peninjau produk yang terdiri dari bagian pemasaran, produksi dan keuangan. 2. Panitia menyusun tim sistem identifikasi produk yang lemah dipasar. 3. Bagian pembukuan menyiapkan data mengenai produk. 4. Daftar produk yang meragukan dilaporkan pada manajer yang bertanggung jawab. 5. Panitia peninjau menyimpulkan dan membuat rekomendasi atas masing – masing produk yang meragukan.

a. Menetapkan strategi pemasaran Dalam suatu studi yang mengenai strategi yang dijalankan pada jenis industri yang sedang menurun. Fandy Tjiptono menyimpulkan altenatif – alternatif strategi yang dapat dilakukan, yaitu : 1. Tambahkan investasi perusahaan. 2. Pertahankan tingkat investasi perusahaan sampai ketidakpastian tentang industri itu terselesaikan. 3. Kurangi tingkat investasi secara selektif dengan cara meninggalkan kelompok konsumen yang kurang menguntungkan dan pada waktu yang bersamaan terus menambah modal untuk kelompok kecil yang tetap setia dan lebih menguntungkan.

4. Mencari pasar baru. 5. Meninggalkan bisnis tersebut dan menjual aset perusahaan. a. Keputusan menarik produk Bila perusahaan telah memutuskan untuk menarik produk dari pasar ada beberapa keputusan yang harus diambil, yaitu : 1. Merek dan formula produk dijual atau dipindahkan pada orang lain atau dihapuskan sama sekali. 2. Penarikan produk dari pasar dilakukan dengan segera atau perlahan – lahan. 3. Harus diputuskan berapa persediaan suku cadang dan apa pelayanan yang akan diberikan untuk konsumen yang sudah terlanjur memakai produk. 7. METODE PENELITIAN Metode penelitian merupakan langkah – langkah dalam peneitian ilmiah yang disusun secara sistemetis berdasarkan teori – teori yang ada. Sugiyono (2008 : 2) menyatakan bahwa metode penelitian merupakan metode atau cara menemukan kembali kebenaran yang dilakukan secara sistematis. 7.1. Metode Pengumpulan Data Metode pengumpulan data berisi tentang cara – cara yang dipakai untuk memperoleh data yang ada hubungannya dengan obyek yang diteliti. Adapun metode yang dipakai adalah : a. Interview Interview adalah metode pengumpulan data dengan melakukan wawancara langsung terhadap obyek yang diteliti untuk mendapatkan informasi atau data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Sugiyono (2008 : 137) b. Observasi Observasi adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mengadakan pengamatan langsung terhadap data – data yang diperlukan. Sugiyono (2008 : 145) c. Studi literatur

Studi literatur adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara membaca buku – buku yang ada hubungannya dengan masalah yang diteliti. 7.2. Jenis Data Jenis data yang diperoleh sesuai dengan metode yang dipergunakan adalah sebagai berikut : 1. Data Primer Yaitu data yang diperoleh langsung pada obyek yang di teliti atau sumber, misalnya : pimpinan perusahaan, bagian pemasaran atau karyawan perusahaan. 2. Data Sekunder Yaitu merupakan data yang diperoleh peneliti secara tidak langsung dengan membaca dan mempelajari bukti catatan atau laporan historis yang telah tersusun dalam arsip. ( Indriantoro dan Bambang, 2001 ) 7.3. Terminologi
a. Evaluasi adalah kegiatan atau proses untuk mengukur dan selanjutnya menilai

sampai dimanakah tujuan yang telah dirumuskan sudah dapat dilaksanakan. (www.wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/14/definisi-evaluasi/)
b. Manajemen adalah ilmu dan seni untuk melakukan tindakan guna mencapai tujuan. (

Dr. H.B. Siswanto, 2005 : 7 )
c. Manajemen Pemasaran adalah penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan, dan

pengawasan progam – program yang bertujuan menimbulkan pertukaran dengan pasar yang dituju dengan maksud untuk mencapai tujuan perusahaan. ( Basu Swasta & Nur Handoko, 2000 : 12 )
d. Pemasaran adalah suatu proses sosial yang didalamnya individu dan kelompok

mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan dan secara bebas mempertukarkan produk yang bernilai dengan pihak lain. ( Philip Khotler, 2002 : 9 ) e. Strategi adalah garis besar tindakan untuk mencapai sasaran bisnis. ( Philip Kotler, 1995 : 124 ) f. Strategi Pemasaran adalah serangkaian sasaran, kebijaksanaan dan aturan yang memberikan arah kepada usaha – usaha pemasaran dari waktu ke waktu, tingkat, susunan dan alokasinya. ( Philip Kotler, 1995 : 104 )

g. Product Life Cycle adalah perkembangan hasil penjualan dan laba suatu produk yang dikaitkan dengan perkembangan waktu. ( Sofyan Assauri, 3 1996 : 201 ) 8. Teknik Analisis Data Untuk menjawab atau memecahkan permasalahan diatas diperlukan suatu analisis yang dapat mendukung kebenaran dari pemecahan masalah. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis data secara deskriptif. Peniltian deskriptif umumnya bertujuan mendeskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat tehadap suatu populasi atau daerah tertentu mengenai berbagai sifat dan faktor tertentu. Dr. Gempar Santoso, ( 2005 : 29 )
a. Metode Grafik Product Life Cycle

Metode Product Life Cycle dapat menunjukkan sampai tahap mana suatu produk dalam perkembangannya sehingga dapat ditemukan strategi pemasarannya. Menurut Philip Khotler (1997 : 307) terdapat empat tahap dalam product life cycle, yaitu tahap perkenalan, pertumbuhan, kedewasaan dan tahap penurunan. Dalam penentuan tahap – tahap dari analisis product life cycle (PLC) yaitu hasil penjualan dan laporan keuangan (laporan laba) yang dapat dilihat pada gambar berikut :

Penjualan dan laba

1)

2)

3)

4) Penjualan penjualan Laba penjual

Waktu
(1)

(2) Pertumbuhan

(3) Kedewasaan

(4) Penurunan

Perkenalan

Keterangan : Grafik pada sumbu vertikal adalah menunjukkan hasil penjualan dan laba yang diperoleh, sedangkan sumbu horizontal pada grafik diatas menunjukkan waktu terjadinya penjualan dan perolehan laba perusahaan.

1. Data Hasil Penjualan

Contoh : Tabel data hasil penjualan No
1. 2. 3.

Tahun 2005 2006 2007

Unit xxx xxx xxx

Harga Jual/unit ( Rp ) xxxx xxxx xxxx

Total Penjualan xxxx xxxx xxxx

1. Data Laporan Rugi Laba

Contoh : Laporan rugi – laba Pendapatan Penjualan HPP : Pers. Awal brg jadi Hrg. Pokok produksi Brg. Yg tersedia dijual Pers. Akhir brg jadi HPP : Laba kotor penjualan Biaya operasi Laba bersih sblm bunga & pajak (EBIT) Bunga Laba bersih stlh bunga Pajak Laba bersih stlh bunga & pajak (EAT) Rp xxxx Rp xxxx Rp xxxx + Rp xxxx Rp xxxx – Rp xxxx – Rp xxxx Rp xxxx – Rp xxxx Rp xxxx – Rp xxxx Rp xxxx – Rp xxxx

a. Formulasi Strategi Pemasaran Analisis Product Life Cycle sangat dibutuhkan dalam memformulasikan strategi pemasaran. Dimana dengan analisis Product Life Cycle akan diketahui secara tepat posisi produk dalam siklus daur hidupnya. Ketepatan manajer dalam membaca posisi produk dibandingkan dengan pesaing dan posisi produk dalam Product Lfe Cyclenya sangat membantu bagi manajer dalam memformulasikan strategi pemasaran. 9.
KERANGKA KONSEPTUAL

TOTAL REVENUE ( TR )

PRODUCT LIFE CYCLE

STRATEGI PEMASARAN

DAFTAR PUSTAKA Khotler, Philip, 2007, Manajemen Pemasaran, Jilid I, diterjemahkan Benyamin Molan, edisi kedua belas. PT. Indeks, Jakarta http : //lecture.brawijaya.Ac.id/pengertian-pemasaran/ Vivin Hosimah, 2007, Analisis Product Life Cycle (PLC) Untuk Menentukan Strategi Pemasaran Pada Jamur Merang UD. Rahmat Jenggawah Jember, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember Emilda Priyantini, 2009, Evaluasi Prduct Life Cycle (PLC) Untuk Menentukan Strategi Pemasaran Pada Produk Suwar Suwir UD. Primadona Di Jember, Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember Siswanto, 2005, Pengantar Manajemen, penerbit PT. Bumi Aksara, Jakarta Swasta, Basu & Nur Handoko, 2000, Manajemen Pemasaran, penerbit BPFE – Yogyakarta, anggota IKAPI. Khotler,Philip, 1995, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Pengendalian, Alih Bahasa oleh Drs. Jaka Wasana, MSm, Penerbit Erlangga, Jakarta Gluech William F, 1996, Manajemen Strategi Dan Kebijaksanaan Perusahaan, edisi ke tiga, cetakan keempat, penerbit Erlangga, Jakarta www.Strategika.wordpress.com/2007/06/04/pengertian-strategi/

Khotler, Philip, 2002, Manajemen Pemasaran, Edisi Millenium I, jilid ke satu, penerbit Pehallindo, Jakarta Swasta, Basu dan Irawan, 1998, Manajemen Pemasaran Modern, Yogyakarta Liberty http : //chinmi.wordpress.com/2007/07/31//arti-definisi-pengertian-pemasaran-menurut-para ahli/ Sofyan Assauri, 1996, Manajemen Pemasaran Modern : Dasar, Konsep, dan Strategi, edisi I, Cetakan ke enam, Penerbit PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta www.majidbsz.wordpress.com/2008/06/30/pengertian-konsep-definisi-pemasaran/ Khotler, Philip, 1997, Manajemen Pemasaran Analisis, Perencanaan dan Pengendalian, jilid ke satu diterjemahkan oleh Hendra Teguh dan Ronny A. Rusli, penerbit Prehallindo, Jakarta Fandy Tjiptono, 2002, Strategi Pemasaran, edisi kedua, cetakan keenam, penerbit Andi, Yogyakarta Sugiyono, 2008, Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Alfabeta Bandung Nur Indriantoro dan Bambang Supomo, 2001, Metodologi Penelitian Bisnis untuk Akuntansi dan Manajemen. BPFE UGM. Yogyakarta Wakhinuddin, 2009, Www.wakhinuddin.wordpress.com/2009/07/14/definisi-evaluasi/ Gempar Santoso, Dr, 2005, Metodologi Penelitian, penerbit Prestasi Pustaka, Jakarta

EVALUASI PRODUCT LIFE CYCLE (PLC) UNTUK MENENTUKAN STRATEGI PEMASARAN PADA PRODUK KERUPUK UD. SUMBER JAYA DI TANGGUL

PROPOSAL Diajukan Guna Memenuhi Salah Satu Syarat Umum Menyusun Skripsi Pada Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Jember

Oleh : AHMAD WAHYUDI NIM 04141080

FAKULTAS EKONOMI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH JEMBER 2009

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->