P. 1
pendeteksi warna

pendeteksi warna

|Views: 1,467|Likes:
Published by Jon Wae

More info:

Published by: Jon Wae on Jan 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/25/2013

pdf

text

original

Tugas Akhir

A. JUDUL TUGAS AKHIR “ALAT PENDETEKSI WARNA UNTUK PENDERITA BUTA WARNA BERBASIS MICROKONTROLER AT89C51”

B. LATAR BELAKANG MASALAH Buta warna atau yang dalam bahasa Inggrisnya disebut dengan Color Blindness adalah salah satu kelainan mata yang sebagian besar disebabkan oleh faktor genetik. Walaupun tidak terlalu sering, buta warna juga dapat terjadi bukan karena faktor keturunan. Pada kasus buta warna yang bukan karena genetik, kelainan hanya terjadi pada salah satu mata saja dan kondisi ini bisa terus memburuk. Pasien dengan gangguan persepsi warna yang disebabkan oleh penyakit sering mengalami kesulitan membedakan warna biru dan kuning. Sedangkan pada kasus buta warna karena factor keturunan, gangguan terjadi pada kedua mata, namun tidak mengalami penurunan. Buta warna lebih banyak dialami pria daripada wanita. Berdasarkan penelitian 1 dari 12 pria mengalami masalah gangguan persepsi warna. Banyak orang beranggapan seseorang yang mengalami buta warna hanya bisa melihat warna hitam dan putih, layaknya melihat TV hitam putih. Anggapan tersebut tidaklah benar. Jarang sekali ditemukan seseorang mengalami buta warna total (tidak memiliki persepsi warna sedikitpun). Orang dengan kelainan buta warna memang kadang-

Proposal Tugas Akhir

1

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

kadang mengalami kesulitan untuk memadankan warna pakaiannya, namun hal itu bukanlah masalah yang berat. Ia masih dapat melakukan kegiatan normal, bahkan mengendarai mobil. Memang kadang ia mengalami kesulitan membedakan warna merah, kuning dan hijau pada lampu lalu lintas, tapi hal tersebut dapat diatasi dengan mengingat posisinya. Untuk memahami penyebab terjadinya buta warna, kita perlu mengetahui bagian dari mata itu sendiri. Pada bagian tengah retina, terdapat photoreceptor atau cone (seperti kantung) yang memungkinkan kita untuk bisa membedakan warna. Photoreceptor ini terdiri dari tiga pigmen warna yaitu merah, hijau dan biru. Gangguan persepsi terhadap warna terjadi apabila satu atau lebih dari pigmen tersebut tidak ada atau sangat kurang. Mereka dengan persepsi warna normal disebut Trichromats. Mereka yang mengalami defisiensi salah satu pigmen warna disebut dengan Anomalous Trichromats. Type ini adalah yang paling sering ditemukan. Sedangkan mereka yang sama sekali tidak memiliki salah satu dari pigmen warna itu disebut drichromat. Tanda seorang mengalami buta warna tergandung pada beberapa faktor apakah kondisinya disebabkan faktor genetik, penyakit, dan tingkat buta warnanya sebagian atau total. Gejala umumnya adalah kesulitan membedakan warna merah dan hijau (yang paling sering terjadi), atau kesulitan membedakan warna biru dan hijau (jarang ditemukan). Gejala untuk kasus yang lebih serius berupa objek terlihat dalam bentuk bayangan abu-abu (kondisi ini sangat jarang ditemukan), dan penglihatan berkurang.

Proposal Tugas Akhir

2

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Dengan latar belakang dan pertimbangan tersebut, maka penulis mencoba menawarkan suatu solusi dimana para penderita bisa mengetahui warna secara pasti dengan menggunakan alat pendeteksi warna ini.

C. PERUMUSAN MASALAH Masalah yang akan dibahas dalam Tugas Akhir ini adalah bagaimana pembuatan alat pendeteksi warna supaya bisa membantu para penderita buta warna dalam mendefinisikan warna.

D. TUJUAN PENELITIAN Tujuan dari Tugas Akhir ini adalah untuk memberikan kemudahan bagi para penderita buta warna supaya bisa membantu dalam mendefinisikan warna dengan pasti.

E. MANFAAT PENELITIAN Diharapkan dengan melakukan penelitian ini, dapat diambil beberapa manfaat sebagai berikut:

Proposal Tugas Akhir

3

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

1.

Diharapkan mampu sebagai alat bantu bagi penderita buta warna untuk

mendefinisikan warna.
2.

Menambah khasanah ilmu pengetahuan tentang pemanfaatan sensor warna.

F. TINJAUAN PUSTAKA 1. Microkontroler AT 89C51 Mikrokontroler adalah suatu alat elektronika digital yang mempunyai masukan dan keluaran serta kendali dengan program yang bisa ditulis dan dihapus dengan cara khusus, cara kerja mikrokontroler sebenarnya membaca dan menulis data. Sekedar contoh, bayangkan diri Anda saat mulai belajar membaca dan menulis, ketika Anda sudah bisa melakukan hal itu Anda bisa membaca tulisan apapun baik buku, cerpen, artikel dan sebagainya, dan Andapun bisa pula menulis hal-hal sebaliknya. Begitu pula jika Anda sudah mahir membaca dan menulis data maka Anda dapat membuat program untuk membuat suatu sistem pengaturan otomatik menggunakan mikrokontroler sesuai keinginan Anda. Mikrokontroler merupakan komputer didalam chip yang digunakan untuk mengontrol peralatan elektronik, yang menekankan efisiensi dan efektifitas biaya. Secara harfiahnya bisa disebut "pengendali kecil" dimana sebuah sistem elektronik yang sebelumnya banyak memerlukan komponen-komponen pendukung seperti IC TTL dan CMOS dapat direduksi/diperkecil dan akhirnya terpusat serta dikendalikan oleh mikrokontroler ini. Dengan penggunaan mikrokontroler ini maka : 1. Sistem elektronik akan menjadi lebih ringkas

Proposal Tugas Akhir

4

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

2.

Rancang bangun sistem elektronik akan lebih cepat karena sebagian besar dari sistem adalah perangkat lunak yang mudah dimodifikasi

3.

Pencarian gangguan lebih mudah ditelusuri karena sistemnya yang kompak

Namun demikian tidak sepenuhnya mikrokontroler bisa mereduksi komponen IC TTL dan CMOS yang seringkali masih diperlukan untuk aplikasi kecepatan tinggi atau sekedar menambah jumlah saluran masukan dan keluaran (I/O). Dengan kata lain, mikrokontroler adalah versi mini atau mikro dari sebuah komputer karena mikrokontroler sudah mengandung beberapa periferal yang langsung bisa dimanfaatkan, misalnya port paralel, port serial, komparator, konversi digital ke analog (DAC), konversi analog ke digital dan sebagainya hanya menggunakan sistem minimum yang tidak rumit atau kompleks. AT89S51 adalah sebuah mikrokontroller 8 bit terbuat dari CMOS, yang berkonsumsi daya rendah dan mempunyai kemampuan tinggi. Mikrokontroller ini memiliki 4Kbyte In-System Flash Programmable Memory, RAM sebesar 128 byte, 32 input/output, watchdog timer, dua buah register data pointer, dua buah 16 bit timer dan counter, lima buah vektor interupsi, sebuah port serial full-duplex, osilator on-chip, dan rangkaian clock. AT89S51 dibuat dengan teknologi memori non-volatile dengan kepadatan tinggi oleh ATMEL. Mikrokontroller ini cocok dengan instruksi set dan pinout 80C51 standart industri. Flash on-chip memungkinkan memori program untuk diprogram ulang dengan programmer memory nonvolatile yang biasa.

Proposal Tugas Akhir

5

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Gambar 1. Mikrokontroller AT89S51

Keterangan Vcc : GND : RST : Suplai Tegangan Ground atau pentanahan Masukan reset. Kondisi logika '1' selama siklus mesin saat osilator bekerja dan akan mereset mikrokontroler yang bersangkutan.

Fungsi - fungsi Port :

Proposal Tugas Akhir

6

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Port0 :

Merupakan port paralel 8 bit open drain dua arah. Bila digunakan untuk mengakses

memori luar, port ini akan memultipleks alamat memori dengan data.

Port1 : Port2 :

merupakan port paralel 8 bit dua arah yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. merupakan port paralel selebar 8 bit dua arah. Port ini melakukan pengiriman byte alamat

P3.0 : P3.1 : P3.2 : P3.3 : P3.4 : P3.5 : P3.6 : P3.7 :

bila dilakukan pengaksesan memori eksternal. Saluran masukan serial Saluran keluaran serial Interupsi eksternal 0 Interupsi eksternal 1 Masukan eksternal pewaktu / pencacah 0 Masukan eksternal pewaktu / pencacah 1 Sinyal tanda baca memori data ekstrenal. Sinyal tanda tulis memori data ekstrenal.

2. Sensor Warna TCS230

Warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan, atau secara subyektif/psikologis sebagai bagian dari pengalaman indera pengelihatan. Secara obyektif atau fisik, warna dapat diberikan oleh panjang gelombang. Dilihat dari panjang gelombang, cahaya yang tampak oleh mata merupakan salah satu bentuk pancaran energi yang merupakan bagian yang sempit dari gelombang elektromagnetik. Cahaya yang dapat ditangkap indera manusia mempunyai panjang gelombang 380

Proposal Tugas Akhir

7

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

sampai 780 nanometer. Cahaya antara dua jarak nanometer tersebut dapat diurai melalui prisma kaca menjadi warna-warna pelangi yang disebut spectrum atau warna cahaya, mulai berkas cahaya warna ungu, violet, biru, hijau, kuning, jingga, hingga merah. Di luar cahaya ungu /violet terdapat gelombang-gelombang ultraviolet, sinar X, sinar gamma, dan sinar cosmic. Di luar cahaya merah terdapat gelombang / sinar inframerah, gelombang Hertz, gelombang Radio pendek, dan gelombang radio panjang, yang banyak digunakan untuk pemancaran radio dan TV. Proses terlihatnya warna adalah dikarenakan adanya cahaya yang menimpa suatu benda, dan benda tersebut memantulkan cahaya ke mata (retina) kita hingga terlihatlah warna. Benda berwarna merah karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan warna merah dan menyerap warna lainnya. Benda berwarna hitam karena sifat pigmen benda tersebut menyerap semua warna pelangi. Sebaliknya suatu benda berwarna putih karena sifat pigmen benda tersebut memantulkan semua warna pelangi. Sebagai bagian dari elemen tata rupa, warna memegang peran sebagai sarana untuk lebih mempertegas dan memperkuat kesan atau tujuan dari sebuah karya desain. Dalam perencanaan corporate identity, warna mempunyai fungsi untuk memperkuat aspek identitas. Terdapat beberapa sistem warna yang dikenal antara lain, CMYK atau Process Color System, Munsell Color System, Ostwald Color System, Schopenhauer/Goethe Weighted Color System, Substractive Color System serta Additive Color/RGB Color System. Diantara bermacam sistem warna diatas, kini yang banyak dipergunakan dalam industri media visual cetak adalah CMYK atau Process Color System yang membagi

Proposal Tugas Akhir

8

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

warna dasarnya menjadi Cyan, Magenta, Yellow dan Black. Sedangkan RGB Color System dipergunakan dalam industri media visual elektronika. Sensor warna TCS230. TCS230 adalah IC pengkonversi warna cahaya ke frekuensi. Ada dua komponen utama pembentuk IC ini, yaitu photodioda dan pengkonversi arus ke frekuensi, sebgaimana bisa dilihat pada gambar 1.

Gambar 2. Sketsa fisik dan blok fungsional TCS230 Setiap warna bisa disusun dari warna dasar. Untuk cahaya, warna dasar penyusunnya adalah warna Merah, Hijau dan Biru, atau lebih dikenal dengan istilah RGB (RedGreen-Blue). Gambar2 memperlihatkan beberapa sampel warna dan komposisi RGBnya terskala 8 bit. Photodiode pada IC TCS230 disusun secara array 8x8 dengan

Proposal Tugas Akhir

9

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

konfigurasi: 16 photodiode untuk menfilter warna merah, 16 photodiode untuk memfilter warna hijau, 16 photodiode untuk memfilter warna biru, dan 16 photodiode tanpa filter. Kelompok photodiode mana yang akan dipakai bisa diatur melalui kaki selektor S2 dan S3. Kombinasi fungsi dari S2 dan S3 bisa dilihat pada Tabel 1.

Gambar 3. Contoh Beberapa Sampel warna dan komposisi RGB-nya

Tabel 1

S2 0 0

S3 0 1

Photodiode yang aktif Pemfilter Merah Pemfilter Biru

Proposal Tugas Akhir

10

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

1 1

0 1

Tanpa Filter Pemfilter Hijau

Photodiode akan mengeluarkan arus yang besarnya sebanding dengan kadar warna dasar cahaya yang menimpanya. Arus ini kemudian dikonversikan menjadi sinyal kotak dengan frekuensi sebanding dengan besarnya arus. Frekuensi Output ini bisa diskala dengan mengatur kaki selektor S0 dan S1. Penskalaan Output bisa dilihat pada tabel2. Tabel 2

S0 0 0 1 1

S1 0 1 0 1

Skala frekuensi Output Power Down 2% 20% 100%

Dengan demikian, program yang kita perlukan untuk mendapatkan komposisi RGB adalah program penghitung frekuensi. Ada dua cara yang biasa dilakukan untuk menghitung frekuensi. Cara pertama : Kita buat sebuah timer berperiode 1 detik, dan selama periode itu kita hitung berapa kali terjadi gelombang kotak. Ilustrasinya bisa dilihat pada gambar dibawah ini.

Proposal Tugas Akhir

11

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Cara kedua : Kita hitung berapa periode satu gelombang, kemudian mencari frekuensi dengan menggunakan rumus:

Ilustrasinya bisa dilihat pada gambar berikut.

Proposal Tugas Akhir

12

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

3. Chip ISD2560 IC ISD merupakan komponen elektronik yang mempunyai kemampuan penyimpanan suara dengan durasi 90 detik. IC ISD2560 dioperasikan dalam mode address bit artinya setiap kata yang direkam mempunyai address sendiri. Gambar dibawah ini merupakan blog diagram dan konfigurasi PIN dari ISD2560.

Gambar 4. Blog Diagram IC ISD2560

Proposal Tugas Akhir

13

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Gambar 5. Konfigurasi PIN IC ISD2560

Proposal Tugas Akhir

14

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

G. METODOLOGI PENELITIAN • Bahan atau Materi Ide pokok dalam perancangan alat ini adalah membantu orang-orang yang menjadi penderita buta warna dimana diharpakan dengan alat ini mereka dapat mendefinisikan warna yang sesuai. Dengan demikian yang terpenting adalah dimana alat ini bisa berkerja untuk mendeteksi warna. Adapun warna dapat didefinisikan secara obyektif/fisik sebagai sifat cahaya yang dipancarkan. Sumber – sumber warna yang dapat kita jumpai setiap hari adalah : 1. Cahaya 2. Benda padat 3. Benda cair • Komponen yang digunakan Supaya dapat melakukan perancangan dan pembuatan alat bantu ini, maka diperlukan beberapa kompunen elektronik yang digunakan supaya alat ini bisa berkerja sesuai tujuannya. Komponen utama tersebut antara lain : 1. 2. Sensor Warna TCR230 Mikrokontroler AT89C51
15
FTE-UDINUS

Proposal Tugas Akhir

Tugas Akhir

3.

ISD 2560

• Tahapan Perancangan Alat Untuk merancang alat pendeteksi warna ini berikut : 1. Perancangan Perangkat Keras dan Perangkat Lunak Untuk membuat alat ini, maka membutuhkan komponen-komponen elektronik antara lain sensor warna, mikrikontroler dan ISD. Supaya semua komponen tersebut bekerja sama untuk bisa berkerja sesuai kegunaannya membutuhkan program yang akan mendikte masing-masing komponen supaya berkerja sesuai kegunaanya yaitu dengan menggunakan bahasa pemprograman yang berbasis bahasa assembly. Untuk memudahkan dalam perancangan perangkat keras dan perangkat lunak, maka dibutuhkan blog diagram seperti dibawah ini. Sensor Warna TC230 dibutuhkan langkah – langkah sebagai

Mikrokontroler AT89C51

Chip ISD2560
Proposal Tugas Akhir

16

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Speeker

Gambar 6. Blog Diagram Perancangan Alat Pendeteksi Warna 2. Perancangan dan pengujian Perangkat Lunak Dari hasil perancangan, dilakukan pembuatan perangakat lunak. Untuk membantu dalam pengujian dan integrasi masing-masing sub-sistem yang terdapat pada rancangan alat maka kita terlebih dulu membuat sebuah flowchart dimana akan
Start

memudahkan kita dalam membuat dan menyusun perangkat lunak untuk
Inisialisa si mengintegrasikan semua sub-sistem yang ada. Cek sensor
Apa R=0; G=0; B=0 ? N Apa R=256; G=0; B=0 ? Apa R=0; G=0; B=256 ? N N Y Y

Warna Hitam

Y

Warna Merah

Warna Biru . . . . . . Warna Hijau

.
Y . Apa R=0; G=256; B=0 ? N

Proposal Tugas Akhir

17

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

Y

Gambar 7. Flowchar Perancangan Alat Pendeteksi Warna 3. Integrasi dan Pengujian Sistem Hasil dari pembuatan perangkat lunak, diintegrasikan ke dalam satu sistem kerja untuk bisa dijalankan sesuai dengan fungsinya yaitu sebagai alat pendeteksi warna yang terdiri dari sensor warna, , microkontroler dan ISD . Pengujian sistem akan dilakukan dengan mendekatkan bagian sensor alat pada bahan – bahan yang mempunyai warna ( bahan – bahan terdiri dari bahan cair, padat dan cahaya ). Kemudian akan dicatat kedalam tabel berupa jarak yang diperlukan untuk alat supaya bisa mendeteksi warna serta mencatat keluaran – keluaran yang dihasilkan masing –

Proposal Tugas Akhir

18

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

masing warna pada masing-masing bahan berupa tegangan yan dihasilkan serta keluaran bilangan digital seperti yang terlihat dibawah ini.

PADAT WARNA JARAK (Output Digital) MERAH 5 cm 4 cm 3 cm 2 cm 1 cm HIJAU 5 cm 4 cm 3 cm 2 cm 1 cm BIRU 5 cm 4 cm 3 cm 2 cm 1 cm HITAM 5 cm 4 cm 3 cm 2 cm 1 cm PUTIH 5 cm 4 cm 3 cm 2 cm

BAHAN CAHAYA (Output Digital)

CAIR (Output Digital)

PADAT (Output Tegangan)

BAHAN CAHAYA (Output Tegangan)

CAIR (Output Teganga n)

Proposal Tugas Akhir

19

FTE-UDINUS

Tugas Akhir

1 cm

Tabel Pencatatan Hasil Penelitian

4.

Experimen dan Analisa Sistem Sistem yang sudah dibangun, terintegrasi dan unjuk kerjanya dianggap mampu dan bisa digunakan sebagai alat pendeteksi warna yang bisa membantu para penderita buta warna dalam mendeskripsikan warna.

Proposal Tugas Akhir

20

FTE-UDINUS

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->