P. 1
makalah Meningkatkan Kembali Peran Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial

makalah Meningkatkan Kembali Peran Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial

|Views: 6,807|Likes:
Published by adlan fahmie

More info:

Published by: adlan fahmie on Jan 27, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/18/2013

pdf

text

original

MENINGKATKAN KEMBALI PERAN MAHASISWA DALAM KEHIDUPAN SOSIAL

Makalah
Di buat untuk memenuhi tugas Ujian Akhir Semester (UAS) mata kuliah

" Ilmu Alam Dasar, Ilmu Sosial Dasar dan Ilmu Budaya Dasar”

Oleh :

M. Adlan Fahmi D03209064
Dosen pembimbing:

Mukhoiyaroh, M. Ag

JURUSAN KEPENDIDIKAN ISLAM FAKULTAS TARBIYAH INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI SUNAN AMPEL SURABAYA 2009
KATA PENGANTAR

1

Segala puji bagi Allah SWT, Tuhan semesta alam yang senantiasa melimpahkan rahmat, hidayah, serta inayah-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah kami yang berjudul “Meningkatkan Kembali Peran Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial.” Sholawat serta salam semoga tetap mengalir deras kepada makhluk terbaik-Nya, Muhammad Saw. Makalah ini kami susun atas dasar tugas yang telah diamanatkan kepada kami oleh Ibu Mukhoiyaroh, M. Ag sebagai dosen pembimbing Mata Kuliah Ilmu Alam Dasar, Ilmu Budaya Dasar dan Ilmu Sosial Dasar. Kami sebagai penyusun, menyadari sepenuhnya bahwa dalam makalah ini banyak sekali kekurangan. Akan tetapi, kami tetap berharap semoga makalah yang telah kami susun ini senantiasa bermanfaat bagi pembacanya. Amin.

Surabaya, 24 Desember 2009

Penyusun

DAFTAR ISI

2

HALAMAN JUDUL....................................................................................... 1 KATA PENGANTAR..................................................................................... 2 DAFTAR ISI.................................................................................................... 3 BAB I : PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah....................................................................... 4 B. Rumusan Masalah................................................................................. 5

BAB II : PEMBAHASAN A. Pengertian Mahasiswa dan Sosial serta Hubungan Keduanya........... 6 B. Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa dalam Kehidupan Sosial.... 7 C. Dinamika Gerakan Mahasiswa.............................................................. 9 D. Upaya meningkatkan kembali peran Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial........................................................................................................ 12 BAB III : PENUTUP A. Kesimpulan.............................................................................................. 14 DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 15

BAB I

3

PENDAHULUAN A. LATAR BELAKANG MASALAH ”Sudah menjadi watak alami dari borjuasi di Indonesia yang pengecut dan selalu menghambakan diri kepada kekuatan modal asing. Hal ini tercermin lewat kebijakan Mega-Hamzah yang sejak awal menitikberatkan pada pembangunan situasi yang kondusif di dalam negeri untuk menarik investor asing masuk ke Indonesia. Kebijakan Mega-Hamzah yang paling fatal adalah memberikan konsesi yang begitu besar terhadap pihak militer dengan memberikan kedudukan sentral terhadap para pejabat militer yang bertanggungjawab pada kasus-kasus pelanggaran HAM dan demokrasi. Hal inilah yang menjawab mengapa terjadi represifitas yang begitu besar terhadap gerakan saat ini oleh aparat. Melihat hal ini justru gerakan mahasiswa mengalami kemunduran dan menjadi terpisah dengan basis massa rakyat lainnya. Gerakan mahasiswa malah sibuk dengan isu-isu yang elitis dan cenderung tidak fokus. Hanya beberapa saja dari organ gerakan ekstra kampus yang masih mampu mengkonsolidasikan diri dan terus menerus secara konsisten melakukan tuntutan terhadap rejim. Gerakan mahasiswa menjadi gagap dalam merespon keadaan krisis ini berbeda dengan sektor massa yang lain; Buruh, Tani, Kaum Miskin Kota yang tanpa dukungan dari mahasiswa-pun ternyata mampu melakukan aksi dalam skala besar. Disinilah peran pelopor gerakan mahasiswa untuk menyatukan kekuatan-kekuatan tersebut menjadi hal yang urgen. Rakyat yang sedang resah membutuhkan sebuah kepeloporan dalam hal kesadaran disini. Memajukan kesadaran ekonomis massa hingga menuju tataran politis adalah konkretisasi kepeloporan yang dimaksud.”1
1

blogs. myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view...,20-12-09

4

Itulah sedikit potret mahasiswa saat ini yang seharusnya menjadi garda terdepan pembela masyarakat, tetapi ternyata mahasiswa saat ini keadaannya seperti itu. Mahasiswa saat ini telah mengalami penurunan baik dalam hal intelektual, tanggung jawab, serta kepekaan mereka terhadap permasalahan social.

B. RUMUSAN MASALAH 1. Apa pengertian mahasiswa dan social? 2. Apa peran dan tanggung jawab mahasiswa dalam kehidupan social? 3. Apa yang telah dilakukan mahasiswa dalam berperan serta bertanggung jawab dalam kehidupan social? 4. Bagaimana kondisi mahasiswa dalam kehidupan social saat ini?
5. Bagaimana meningkatkan kembali peran mahasiswa dalam kehidupan

social?

BAB II PEMBAHASAN A. Pengertian Mahasiswa dan Sosial Serta Hubungan Keduanya

5

Mahasiswa atau Mahasiswi adalah panggilan untuk orang yang sedang menjalani pendidikan tinggi di sebuah universitas atau perguruan tinggi. 2 Dalam bahasa Inggris, mahasiswa biasa disebut dengan “student”. Mereka tidak memiliki istilah khusus untuk menyebut mahasiswa layaknya orang Indonesia. Dari pengertian tersebut, Taufik Abdullah menyebut mahasiswa sebagai “golongan terpilih” atau “pemuda elite” karena mereka adalah pemuda yang terpelajar.3 Ini menunjukkan bahwa bangsa Indonesia member tempat khusus kepada pelajar diperguruan tinggi. Selain itu mereka juga memiliki harapan besar kepada golongan ini. Sedangkan definisi sosial dapat berarti kemasyarakatan. Sosial adalah keadaan dimana terdapat kehadiran orang lain. Kehadiran itu bisa nyata anda lihat dan anda rasakan, namun juga bisa hanya dalam bentuk imajinasi. Setiap anda bertemu orang meskipun hanya melihat atau mendengarnya saja, itu termasuk situasi sosial. Begitu juga ketika anda sedang menelpon, atau chatting melalui internet.4 Dari kedua pengertian diatas, terlihat jelas adanya relasi antara mahasiswa dan social (masyarakat). Bahkan mahasiswa termasuk bagian dari social itu sendiri. Dalam kehidupan social, mahasiswa termasuk dalam bagian pemuda. Tetapi dalam tingkatan pemuda, mereka menempati posisi sebagai pemuda elite, bukan pemuda seperti pada umumnya. Maka dari itu, mereka juga memiliki peran serta tanggung jawab yang khusus, berbeda dengan tanggung jawab pemuda pada umumnya.

B. Peran dan Tanggung Jawab Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial Mahasiswa dalam kehidupan social termasuk dalam golongan pemuda. Pemuda atau generasi muda adalah konsep- konsep yang sering diberati oleh nilai- nilai. Hal ini disebabkan karena keduanya bukanlah
2 3

http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa,20-12-09 Taufik Abdullah,Pemuda dan perubahan social,(Jakarta:PT.Pustaka LP3ES,1983)h.4 4 http://definisi.net/story.php?title=sosial,20-12-09

6

semata-mata istilah ilmiah, tetapi sering lebih merupakan pengertian ideologis atau kulturil. “Pemuda harapan bangsa”, “pemuda pemilik masa depan”, atau “pemuda harus dibina sebaik mungkin” dan lain sebagainya. Hal ini memperlihatkan betapa saratnya nilai yang melekat pada kata pemuda. Munculnya generasi baru atau pemuda sangat erat hubungannya dengan perubahan social. Pada tiap perubahan masyarakat, generasi muda langsung terlibat didalamnya. Khususnya “golongan terpilih” atau “pemuda elite”. Mereka adalah pemuda yang terpelajar, khususnya mahasiswa yang lebih banyak melalui masa pembentukan pribadinya dalam lembaga pendidikan.5 Maka dari itu, identitas yang paling sering melekat pada mahasiswa adalah agent of change. Agen merupakan merupakan istilah yang sering diungkapkan oleh Antony Gidden untuk menjelaskan disparitas antara struktur dan actor. Bagi Gidden, agen merupakan perangkat tertinggi untuk memberikan pengetahuan dan penyadaran terhadap masyarakat dalam hal melakukan perubahan. Dari istilah ini, identitas agen yang disandang merupakan tanggung jawab mahasiswa sebagai icon pertama dalam melaksanakan perubahan.6 Selain itu, identitas yang juga dilekatkan pada mahasiswa adalah agent of social control. Disinilah sebenarnya mahasiswa dipertaruhkan. Mahasiswa seolah-olah berada dalam system, namun diluar struktur. Sosok yang selalu ikut andil dalam setiap gerakan perubahan social di Indonesia dan sekaligus sosok yang memiliki kesadaran kritis yang peka terhadap segala bentuk penindasan, dan selalu resisten terhadap the dominant ideology, independent

5

Taufik Abdullah,Pemuda dan perubahan social,(Jakarta:PT.Pustaka LP3ES,1983)h.2-4. Lihat … “sambutan Ketua Panitia MAKESTA 2009” dalam Modul MAKESTA 2009,h.3.Lihat Juga… Munir, “Sambutan Panitia OC MAPABA 2009” dalam Buku Panduan MAPABA 2009 PMII Cabang Surabaya.h.4 6 “Mengurai Identitas Untuk Menjadi Mahasiswa sukses” dalam Buku Panduan Oscaar Tarbiyah 2009.h.9

7

(moderat) dan otonom, mampu bergerak elastis dalam ruang gerak yang berbeda.7 Beberapa identitas diatas merupakan sebagian dari tanggung jawab yang dimiliki oleh mahasiswa yang terkandung dalam Tri Dharma perguruan tinggi yang terbagi menjadi tiga bentuk, yaitu: tanggung jawab intelektual, tanggung jawab social, dan tanggung jawab moral. Seluruh tanggung jawab mahasiswa berorientasi pada tiga hal tersebut. Sedangkan identitas-identitas diatas juga telah tercakup dalam hal itu. Penyematan beberapa identitas dan tanggung jawab kepada mahasiswa tersebut cukup beralasan. Karena dikalangan mereka lebih cepat terjadi keinginan untuk mengadakan revisi terhadap harapan social yang dikenakan kepada mereka. Mereka lebih peka terhadap kehidupan social. Disamping itu, mereka lebih mempunyai kemungkinan untuk tampil sebagai pengganti pimpinan masyarakat dan Negara. Mereka juga memiliki kesempatan yang lebih besar untuk menjadi pembaharu social, baik sebagai intelektuil maupun intelegensia.8 Sejarah dunia pun telah mencatat peranan yang amat besar yang dilakukan gerakan mahasiswa selaku prime mover terjadinya perubahan politik pada suatu Negara. Secara empiric, kekuatan mereka terbukti dalam serangkaian penggulingan, antara lain seperti: Juan Peron di Argentina tahun 1955, Perez Jimenez di Venezuela tahun 1958, Ayub Khan di Pakistan tahun 1969, Reza Pahlevi di Iran tahun 1979, Chun Doo Hwan di Korea Selatan tahun 1987, Ferdinand Marcos di Filipina tahun 1985, dan Soeharto di Indonesia tahun 1998.9 Terlepas dari penyematan berbagai macam identitas dan tanggung jawab serta penyebabnya tersebut, ada hal yang lebih penting, yaitu: realisasi peran serta tanggung jawab itu. Apa gunanya kalau hal itu hanya sebagai
7

Ariyansayah Toer Ananta,”Antropologi Kampus” dalam Buku Panduan MAPABA 2009 PMII Cabang Surabaya.h.28 8 Taufik Abdullah,Pemuda dan perubahan social,(Jakarta:PT.Pustaka LP3ES,1983)h.4-5
9

M. Syukron Habiburrahman, “Mahasiswa dan Anarkisme” dalam Arrisalah Edsi 50/tahun XXII/2009.h. 28

8

wacana dan teori saja? Tentu yang diinginkan masyarakat social kita adalah bentuk real dari teori-teori diatas. C. Dinamika Gerakan Mahasiswa Salah satu cara mahasiswa dalam berperan dan bertanggung jawab terhadap kehidupan social adalah melalui gerakan mahasiswa. Jadi, jika kita ingin mengetahui sejauh mana mahasiswa berperan dan bertanggung jawab kapada kehidupan sosial, kita bisa mengkaji dinamika gerakan mahasiswa. Sejarah gerakan mahasiswa sangat panjang. Secara global, kajian tersebut dapat diklasifikasikan menjadi dua periode10, yaitu: 1. Pra kemerdekaan Masa awal munculnya gerakan kaum terdidik ditandai dengan lahirnya Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908 oleh mahasiswa STOVIA. Ini merupakan refleksi sikap kritis dan keresahan intelektual akan kekejaman bangsa penjajah terhadap orang pribumi. Kemudian disusul dengan lahirnya Indische Vereeninging yang kemudian berubah nama menjadi Perhimpunan Indonesia. Gerakan awal ini memiliki misi utama untuk menumbuhkan kesadaran kebangsaan dan hak-hak kemanusiaan dikalangan rakyat Indonesia untuk memperoleh kemerdekaan, dan mendorong semangat rakyat melalui penerangan-penerangan pendidikan yang mereka nerikanuntuk berjuang membebaskan diri dari penindasan. Setelah itu, kelompok-kelompok studi sebagai wadah artikulatif

dikalangan mahasiswa dan pelajar mulai marak dan terus berkembang. Hingga puncaknya ditandai dengan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928 yang dicetuskan melalui Kongres Pemuda II di Jakarta pada 26-28 Oktober 1928. Peristiwa ini merupakan kebangkitan kaum terpelajar, mahasiswa, intelektual, dan aktivis pemuda pada saat itu. Hal
10

Mak Yah,”Arah Perjuangan Pemuda Dari Masa ke Masa” dalam Buku Panduan MAPABA 2009 PMII Cabang Surabaya.h.22, bandingkan dengan SC BEM IAIN Sunan Ampel,”Plus Minus Gerakan Mahasiswa” dalam Buku Panduan Oscaar 2009 BEM IAIN SA.h.8

9

ini juga memiliki peran dalam proses kemerdekaan RI yang terjadi pada tahap berikutnya. 2. Pasca kemerdekaan Setelah merdeka, Indonesia tetap dililit berbagai macam masalah. Hal itu lazim terjadi pada Negara yang baru terbentuk yang memang belum stabil. Orientasi gerakan mahasiswa pada periode ini lebih bertujuan pada pembangunan. Diawali pada masa orde lama melalui transformasi kelompok studi menjadi partai politik agar memperoleh basis masa yang lebih luas. Kelompok Studi Indonesia berubah menjadi Partai Bangsa Indonesia (PBI), Kelompok Studi Umum menjadi Perserikatan Nasional Indonesia (PNI). Puncak gerakan pada masa ini adalah ketika mahasiswa menuntut Tritura. Mereka semua tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia (KAMI), dan Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar Indonesia (KAPPI). Dengan peristiwa ini, berakhirlah pemerintahan orde lama. Gerakan ini juga ikut andil dalam penumpasan Komunis. Pada masa orde baru, banyak sekali gerakan mahasiswa yang menentang serta mengkritik strategi pembangunan dan kepemimpinan nasional. Diantaranya adalah peristiwa MALARI pada tanggal 15 Januari 1974 di Jakarta. Kemudian Tragedi Trisakti, Semanggi dan lain sebagainya yang kemudian berhasil menumbangkan rezim orde baru . Pada masa pasca reformasi (termasuk sekarang), mahasiswa seolah-olah “dininabobokan” oleh keruntuhan orde baru. Gerakan mahasiswa pada konteks sekarang sudah tidak punya nilai tawar dikalangan elit politik dan paradigma masyarakat terhadap gerakan mahasiswa sudah berubah. Hal itu terbukti setiap mahasiswa melakukan demonstrasi, masyarakat selalu menilai negative. Demonstrasi selalu meresahkan masyarakat, perusakan took, pemacetan jalan, dan materi aksi yang disampaikan kepada

10

pemerintah selalu terbantahkan karena isu tersebut tidak memiliki nilai kritik terhadap kebijakan pemerintah yang merugikan masyarakat.11 Selain itu, degradasi pada mahasiswa juga melanda aspek intelektual serta moral. Dalam aspek intelektual, terlihat dari berkurangnya budaya membaca, menulis, dan berorganisasi. Seperti yang dikatakan oleh Sambra Amir Pramaha, M.Ag, dosen syari’ah, bahwa mahasiswa dulu lebih tinggi minat bacanya dari pada mahasiswa sekarang. Mahasiswa sekarang menganggap membaca sebagai hiburan, bukan kewajiban. Pak Muhammad Sholihuddin, salah satu dosen fiqh Siyasah, mengatakan, ”Rata-rata mahasiswa saat ini keinginan membaca dan rasa ingin tahunya lemah. Bila dibandingkan dengan minat baca mahasiswa zaman dulu keinginan membacanya masih ada, sekarang malah menurun”.12 Degradasi dalam aspek moral terbukti, pada tahun 2007 hingga awal 2008, telah beredar lebih dari 500 video porno yang 90% diantaranya dibuat oleh mahasiswa. Hal itu sungguh memprihatinkan, karena 2 film porno buatan mahasiswa beredar setiap harinya.13 Selain kedua aspek tersebut, degradasi juga terdapat pada tingkat kepekaan mahasiswa terhadap permasalahan masyarakat. Hal itu terbukti ketika diskusi panel dalam acara “Stadium General Penutupan Latihan Kader I Himpunan Mahasiswa Islam Komisariat Tarbiyah Cabang IAIN Sunan Ampel” yang dilaksanakan pada 19-22 November 2009 di Malang. Dalam diskusi tersebut, peserta yang bertindak sebagai mahasiswa terkesan memisahkan diri dari masyarakat. Mereka mengatakan bahwa mahasiswa sekarang jarang beraksi membela masyarakat karena masyarakat sendiri diam. Tidak mengajak atau meminta mahasiswa untuk membantu menyampaikan aspirasi mereka. Sungguh ironis, seharusnya tanpa diminta
11

Ibid,h22-25, juga dengan SC BEM IAIN Sunan Ampel,”Plus Minus Gerakan Mahasiswa” dalam Buku Panduan Oscaar 2009 BEM IAIN SA.h.8.-9 12 Anis, “Kondisi Intelektual Mahasiswa” dalam Arrisalah Edsi 49/tahun XXII/2009.h. 30-31 13 Gantyo Koespradono,”Kick Andy, Kumpulan Kisah Inspiratif”,(Yogyakarta:PT. Bentang Pustaka,2008)h.73

11

pun mereka harus sudah beraksi. Karena mereka adalah bagian dari masyarakat, seharusnya tahu persoalan masyarakat. Itulah sedikit gambaran dinamika gerakan mahasiswa sekaligus kondisi mahasiswa yang telah mengalami degradasi dan dekadensi dalam berbagai aspek saat ini. Kajian diatas akan sia-sia jika tidak ada solusi dan tindak lanjut dari segala permasalahan anak bangsa tersebut. D. Upaya Meningkatkan Kembali Peran Mahasiswa Dalam Kehidupan Sosial Dari uraian realitas yang telah dipaparkan diatas, inti permasalahan itu adalah terletak pada kurangnya pembinaan moral dikalangan mahasiswa. Materi yang ada di perkuliahan hanya berorientasi pada lini pembangunan intelektual saja. Hal ini sesuai dengan ungkapan Fuad Anshori, Dekan Psikolodi dan Ilmu Sosial Budaya UII Yogyakarta, bahwa perguruan tinggi islam banyak yang identitas keislamanya hanya terhenti pada visi, misi, dan tujuan terguruan saja, belum sampai pada kurikulum maupun operasionalnya apalagi mampu menggambarkan kepribadian muslim.14 Berarti perguruanperguruan tinggi harus secepatnya merumuskan kurikulum baru yang tidak mengenyampingkan pembinaan moral mahasiswanya. Selain itu, peran ulama serta keluarga yang berada disekitar mahasiswa juga harus terus melakukan tugasnya sebagai pembimbing serta control bagi mahasiswa. Tanpa peran dari kedua pihak tersebut, sangat mustahil bisa membina moral hanya melalui bangku kuliah saja. Organisasi-organisasi kemahasiswaan juga harus senantiasa

meningkatkan kwalitas dan terus meng-update orientasi perjuangannya untuk kehidupan social masyarakat. Karena salah satu cara mahasiswa dalam berperan
14

di

kehidupan

social

adalah

melalui

organisasi-organisasi

kemahasiswaan.
Mawaddah Idris, M. Ikhwanuddin, dan Syaiful Amin, “Meneguhkan Kembali Kohesifitas Intelektual dan Moralitas Mahasiswa Muslim ” dalam Arrisalah Edsi 49/tahun XXII/2009.h.36-37.

12

Dan banyak lagi solusi yang bisa dilakukan untuk meningkatkan kembali peran mahasiswa dalam kehidupan social. Yang intinya adalah seluruh aspek baik mahasiswa itu sendiri, orang tua, ulama, perguruan tinggi dan pemerintah serta seluruh masyarakat harus membantu upaya ini dengan melakukan apa yang bisa mere lakukan semaksimal mungkin sesuai dengan kapasitas mereka masing-masing. Dengan begitu, insyaallah mahasiswa akan kembali menjadi pembela rakyat, penyambung lidah rakyat dan sebagai “Garda Bangsa” yang tak kenal lelah memperjuangkan aspirasi rakyat.

BAB III PENUTUP A. KESIMPULAN Mahasiswa adalah bagian dari masyakat yang termasuk dalam golongan pemuda elite yang memiliki peran khusus dalam kehidupan social masyarakat. Ia menjadi agent of change dan agent of social control dan banyak lagi identitas yang juga merupakan tanggung jawab yang dibebankan masyarakat kepada mahasiswa. Dalam sejarah mahasiswa, mereka telah banyak memainkan perannya dalam berbagai masa. Pada masa pra kemerdekaan, mereka ikut andil dalam

13

memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia. Pada masa orde lama, mereka ikut menumpas PKI dan selanjutnya menggulingkan kepemimpinan Soekarno. Pada masa rezim orde baru, mahasiswalah yang menumbangkan rezim tersebut. Pada saat ini, mahasiswa telah mengalami degradasi serta dekadensi dalam berbagai aspeknya. Sebagai generasi yang memilki peran penting dalam menjaga eksistensi bangsa ini, harus segera dilakukan upaya-upaya meningkatkan kembali Indonesia. peran mahasiswa dalam kehidupan social. Menyelamatkan mahasiswa, berarti telah menyelamatkan serta memperpanjang umur bangsa

DAFTAR PUSTAKA Abdullah,Taufik. Pemuda dan perubahan social. Jakarta:PT.Pustaka LP3ES.1983 Koespradono, Gantyo.Kick Andy, Kumpulan Kisah Inspiratif.

Yogyakarta:PT. Bentang Pustaka.2008. Panitia Makesta 2009.Modul MAKESTA 2009 PK IPNU-IPPNU IAIN Sunan Ampel. Surabaya:El Fath Printing.2009.

14

Panitia MAPABA 2009.Buku Panduan MAPABA 2009 PMII Tarbiyah Komisariat Sunan Ampel Cabang Surabaya, Surabaya: Stress Company, 2009. Panitia Oscaar 2009.Buku Panduan Oscaar 2009 Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Ampel Surabaya.Surabaya.2009 Arrisalah,XXII,50,(Nopember,2009). Arrisalah,XXII,49(Oktober,2009). Panitia Oscaar 2009.Buku Panduan Oscaar 2009 BEM IAIN Sunan Ampel.Surabaya.2009. http://definisi.net/story.php?title=sosial blogs. myspace.com/index.cfm?fuseaction=blog.view. http://id.wikipedia.org/wiki/Mahasiswa

15

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->