P. 1
parasitologi - Tuma / Kutu

parasitologi - Tuma / Kutu

4.0

|Views: 6,273|Likes:
Published by OuGhie Nh
parasitologi - parasit arthopoda "KUTU / TUMA" oleh ogi nurhari
parasitologi - parasit arthopoda "KUTU / TUMA" oleh ogi nurhari

More info:

Published by: OuGhie Nh on Jan 29, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2014

pdf

original

PARASITOLOGI - Arthropoda

Makalah
Tugas mata kuliah

Diajukan untuk memenuhi

Parasitologi

KUTU
SEKOLAH TINGGI FARMASI BANDUNG

2010
Disusun oleh : Anggota Kelompok:
´Dari bermacam jenis binatang serangga, jumlah spesies yang termasuk phylum Arthropoda mempunyai sekitar 700.000-800.000 spesies telah di identifikasi, banyak yang menjadi parasit pada organism lain, salah satunya kutu. yang paling berperan dalam bidang medis adalah spesies Pediculus humanus dan Phthirus pubis, P. Humanus adalah kutu pada manusia mereka memakan darah induk -semang mereka. Menjadikan kutu subjek menarik untuk dipelajari.µ

OGI NURHARI

Makalah Parasitologi

2

KATA PENGANTAR

Assalamu¶alaikum Wr Wb,

Puji dan Syukur marilah saya panjatkan atas kehadirat Allah SWT, karena atas ridho dan karuniaNya lah saya dapat menyelesaikan Makalah Parasitologi ini dengan baik. Dalam penyusunan makalah ini mungkin saya mengalami kesulitan dan kendala yang disebabkan oleh keterbatasan kemampuan, pengetahuan, dan wawasan serta pola pikir saya. Namun berkat keyakinan, keinginan, dan usaha dengan sungguh-sungguh akhirnya semua hambatan itu dapat kami atasi dengan baik. Kami menyadari sedalam - dalamnya bahwa saya tidaklah sempurna dalam pembuatan makalah ini. Dengan demikian saya berharap dengan dibuatnya makalah ini dapat memenuhi persyaratan dalam Mata Kuliah Parasitologi in i dan dapat bermanfaat bagi saya serta para pembaca lainnya. Tidak lupa saya berterimakasih kepada rekan-rekan yang telah banyak membantu dalam proses pembuatan Makalah ini. Wassalamu¶alaikum Wr Wb,

Bandung, Januari 2010 Penyusun

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

3

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ................................ ................................ ......................... 2 DAFTAR ISI ................................ ................................ ................................ ...... 3 BAB I PENDAHULUAN................................ ................................ ..................... 4 1.1 Larat Belakang ................................ ................................ ................. 4 1.2 Tujuan ................................ ................................ .............................. 4 1.3 Pembatasan Masalah................................ ................................ ....... 5 1.4 Metode Penelitian ................................ ................................ ............ 5 BAB II TINJAUAN PUSTAKA ................................ ................................ ........... 6 2.1 Pengertian - Pengertian ................................ ................................ .. 6 2.2 Arthopoda ................................ ................................ ........................ 8 2.3 Ordo Phthiraptera ................................ ................................ ............ 10 2.4 Kutu ................................ ................................ ................................ . 11 BAB III PEMBAHASAN ................................................................ ..................... 14 3.1 Kutu Sebagai parasit ................................ ................................ ........ 14 3.2 Ordo Phthiraptera ................................ ................................ ............ 15 3.3 Genus Pediculus ................................ ................................ .............. 16 3.4 Identifikasi Klinis ................................ ................................ ............. 20 BAB IV PENUTUP ................................ ................................ ............................ 21 4.1 Kesimpulan ................................ ................................ ...................... 21 4.2 Kata Penutup ................................ ................................ ................... 21 DAFTAR PUSTAKA ................................ ................................ .......................... 22

BAB I
Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

4

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Parasit merupakan salah satu mahluk hidup yang mungkin tidak bisa lepas hubungannya dengan manusia maupun mahluk hidup lain, merupakan salah satu mahluk hidup yang kehidupannya tak bisa lepas dari rantai mahluk hidup manusia. Parasit merupakan mahluk yang merugikan bagi mahluk hidup lain yang ditumpanginya, berbagai macam kerugian didapat oleh inang yang di

tumpanginya, karena parasit tersebut mengambil keuntungan dari inangnya namun banyak mengganggu kehidupan mahluk hidup yang ditumpanginya, dari mulai nutrisi makanan, merusak sel dan jaringan, dan hal ± hal lainnya. Terdapat berbagai macam parasit yang ada dengan berbagai macam bentuk, ukuran, dan jenis. dari mulai parasit yang berbentuk seluler / mikro yang tidak dapat terlihat dengan mata secara langsung, hingg a parasit yang berukuran makro. Salah satu parasit yang sering berhubungan dengan kehidupan manusia adalah ³kutu´, parasit dari jenis Arthopoda. Parasit tersebut sangat sering ditemui dikehidupan sehari ± hari, dan salah satu parasit yang mengganggu kehidu pan manusia. Oleh karena itu, saya dalam penyusunan makalah ini akan menerangkan hal ± hal yang beraitan dengan parasit ³kutu´, parasit dari phillum arthopoda ini.

1.2 Tujuan

Tujuan dari makalah ini adalah:  Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Parasitologi.  Mempelajari tentang parasit .  Memberikan pengetahuan tentang parasit kutu .  Mengetahui aspek / kerugian yang ditimbulkan kutu.  Mempelajari pengetahuan tentang kutu, sehingga dapat digunakan dalam kehidupan sehari - hari .

1.3 Pembatasan Masalah
Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

5

Dalam

penulisan

makalah

ini,

penulis

membatasi

masalah

pada

pembahasan mengenai Mikrobiologi Farmasi mencakup tentang ³Uji IMViC´ sebagai metode Identifikasi Mikroorganisme teknik laboratorium, dan teori serta faktor-faktor yang berkaitan dengan pembahasan tersebut.

1.4 Metode Penelitian

Pengumpulan data yang didapatkan dari berbagai sumber, diantaranya : dari internet dan buku tentang ³Mikrobiologi Farmasi´, serta berbagai sumber yang mendukung dalam pembuatan makalah ini.

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

6

1.1 Pengertian - Pengertian

1.1.1 Parasitologi Parasitologi adalah ilmu yang mengkaji mengenai segala sesuatu yang menyebabakan penyakit atau infeksi oleh parasit, baik macam parasit atau cara menginfeksi kepada induk semang atau hospes Parasitme adalah hubungan interaksi antar dua individu dimana salah satu pihak dirugikan yaitu inangnya, dan pihak lain diuntungkan. Parasit adalah organisme yang hidup pada atau didalam tubuh beberapa organisme lain. Parasit dapat berupa hewan atau tumbuhan yaitu virus, bakteri, jamur, protozoa, cacing dan arthropoda. Parasit terdiri dari dua macam yaitu, endoparasit dan ektoparasit. Endoparasit adalah parasit yang hidup di dalam tubuh inangnya. Contohnya protozoa. Sedangkan ektoparasit yaitu parasit yang hidup pada bagian luar inangnya. Contohnya insekta. Parasitologi mempelajari parasit, inangnya, dan hubungan di antara keduanya. Sebagai salah satu bidang studi biologi , cakupan parasitologi tak ditentukan oleh organisme atau lingkungan terkait, namun dengan cara hidupnya, yang berarti bidang ini bersintesis dengan bidang lain, dan menggunakan teknik seperti biologi sel, bioinformatika, biokimia, biologi molekuler, imunologi, genetika, evolusi dan ekologi.

1.1.2 Inang Inang, dalam biologi, adalah Organisme yang ditumpangi oleh parasit disebut inang. atau mutualisme, atau organisme yang menampung virus, parasit, partner

partner komensalisme, umumnya dengan menyediakan

makanan dan tempat berlindung. Contohnya suatu sel dapat menjadi inang bagi virus, gulma dapat menjadi inang bagi bakteri pengikat nitrogen, dan hewan dapat menjadi inang bagi cacing parasitik seperti nematoda. Inang terdiri dari dua macam, yaitu inang definitif dan inang perantara. Inang definitif adalah inang yang didalamnya terdapat parasi t yang mengalami perkembangbiakan seksual, umunnya terdiri dari hewan vertebrata dan manusia.

Arthopoda - Kutu

Makalah Paras

I t

t l.

l t

i
l

i

l

t

t
l .

it

t

. . V t

V

t l

( i l

i) i t ti i t i l l i t t i i A f t i l. i ii i t t i t . t ji l t t l t i i . i t i i i it i it t i

B

ij

i ti . P l i

, ti i , i ti ti i

i t i l i

t i i

,

"

t

i l l l

i" t l ti

"V

t " t i

. .

P

it P it i , Parasitoid j i i it i t .P it i j i i i i t l l i l i it . P ti it t il i necrotroph t j i ti i l ti it it t lit i i . i t

t

ti i

1.2 Arthoproda 1. .1 P i l i tifi
¤£¡ ¢¡  

ti j i i t i i l it A 7 i , j . l . i i i . t t l . i

At i.

Art

-K t

¨¦ §

logi

7

i

l i . l i t

¥¥

Makalah Parasitologi

8

spesies

st

ea ada sekitar

.

spesies. Parasit ang termasuk dalam idang ecologi,

golongan insecta ini adalah sangat pen ting dalam penelitian agriculture, medical dan ekonomi.

Berdasarkan ciri ciri ang dimilikinya, Arthropoda dikelompokkan menjadi yaitu: y y y y Kelas Crustacea (golongan udang). Kelas Arachnida (golongan kalajengking dan laba -laba). Kelas Myriapoda (golongan luwing). Kelas Insecta (serangga). ntuk dapat memahami klasifikasi perhatikan bagan berikut ini.

kelas,

Arthropoda secara menyeluruh,

Art

-K t  

 ©

Makalah Parasitologi

9

Gambar 1. Hewan-hewan kelompok Arthropoda

1. .

Klasifikasi

edis

Berdasarkan kepentingan secara medis, arthropoda dibagi dalam beberapa golongan yaitu: 1. Serangga penular penyakit ( ektor, hospes intermedier) . Serangga sendiri menyebabkan penyakit (berparasit) . Serangga mengeluarkan toksin menyebabkan toksisitas . Serangga menyebabkan alergi . Serangga yang menyebabkan rasa jijik dan takut (entomofobia) ara penularan penyakit oleh insekta ini dapat secara mekanik yaitu terbawa pada bagian luar tubuh insekta (misalnya kaki atau badan). Sedangkan penularan secara biologik dilakukan setelah serangga menghisap agen penyakit dari tubuh hospes masuk kedalam tubuh serangga.

1. .

Penularan Biologik

Penularan biologik ini ada dua bentuk yaitu: 1. Agen penyakit dapat memperbanyak diri dalam tubuh serangga disebut siklikopropagati e´ (Plasmodium, rypanosoma dsb.). . Agen penyakit hanya berubah menjadi larva infektif dalam tubuh serangga disebut siklikodevelopmental´ (wucheria, onchocerca).

Salah satu contoh dari parasit adalah kutu.

Art 

 

-K t

Makalah Parasitologi

10

1.3 ORDO PHTHIRAPTERA

1.3.1 Pengertian Umum Ordo Phthiraptera ini dibagi ke dalam dua sub ordo penting, yaitu Anoplura kutu penghisapt dan Mallophaga kutu penggigit . Kutu atau tuma adalah nama yang diberikan pada serangga parasit. Kutu merupakan serangga yang berukuran kecil, yaitu berukuran mulai dari 1mm±10 mm, mengalami metamorfosis bertahap/tidak sempurna hemimetabola , tipe mulut untuk menusuk, menghisap, atau mengunyah dan tidak bersayap. Anggota dari spesies ordo ini ditemukan sebagai parasit pada manusia dan hewan.
! #"!

Hemimet

l

yaitu serangga yang mengalami metamorfosis tidak
! #"!

sempurna. Dalam daur hidupnya Hemimet perkembangan sebagai berikut: 1. Telur

l

serangga mengalami tahapan

2. Nympha, ialah serangga muda yang mempunyai sifat dan bentuk sama dengan dewasanya. Dalam fase ini serangga m uda mengalami pergantian kulit. 3. Imago dewasa , ialah fase yang ditandai telah berkembangnya semua organ tubuh dengan baik, termasuk alat perkembangbiakan.

1.3.2 Sub Ordo: Anoplura tuma/kutu Dalam ordo ini yang paling penting dalam bidang medis adalah spesies
' ('' %' &% %$

Pedi

l

manus dan P t i us

Anoplura memakan darah induk-semang mereka. Bagian-bagian mulut kutu penghisap terdiri dari 3 stilet penusuk yang se cara normal ditarik masuk kedalam satu kantung stilet didalam kepala.

1.4 Kutu
Arthopoda - Kutu

)

ubis, dimana P.

umanus lebih penting.

Makalah Parasitologi

11

1.4.1 Penengertian Umum Kutu adalah ektoparasit yang kecil, tidak bersayap, dari unggas dan mamalia. Serangga ini sering kali dibagi menjadi dua ordo yang terpisah yaitu Mallophaga kutu pengigit dan Anoplura kutu penghisap . Sub ordo Anoplura mengandung beberapa jenis sebagai parasit pada hewan-hewan peliharaan dan dua jenis yang menyerang manusia. Serangga -serangga ini adalah ektoparasit yang mengganggu, dan beberapa vektor penyakit yang penting. Banyak kutu pengigit sub family amblycera dan ishnocera adalah hama hewan -hewan

peliharaan, terutama unggas. Kutu-kutu ini menyebabkan iritasi yang menyakitkan, dan hewan- hewan yang terinfestasi kesehatan dan berat badannya menurun. Kutu yang berbeda jenis menyerang tipe-tipe unggas dan mamalia peliharaan yang berbeda, dan tiap-tiap jenis biasanya menginfestasi suatu bagian tubuh induk semang. Tidak satupun kutu penggigit dikenal menyerang manusia. Kutu mengacu pada berbagai artropoda berukuran kecil hingga sangat kecil. Nama ini dipakai untuk sejumlah krustasea air kecil seperti kutu air , serangga seperti kutu kepala dan kutu daun , serta ² secara salah kaprah ² berbagai anggota Acarina tungau dan caplak, yang berkerabat lebih dekat dengan laba-laba daripada serangga . Semua disebut kutu karena ukurannya yang kecil. Dengan demikian, pengertian awam istilah ini tidak memiliki arti taksonomi.

Dalam arti lebih sempit, kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea kutu yang melompat, ordo Siphonaptera dan l use kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo Phtiraptera yangn semuanya adalah parasit . Dalam bahasa Indonesia keduanya tidak dibedakan, malah mencakup juga sebagian dari kerabat wereng ordo Hemiptera dan beberapa anggota ordo Coleoptera. Untuk menjelaskan, diberi keterangan di belakang kata kutu . Para biologiwan berusaha mendayagunakan kata tuma bagi kelompok Phtiraptera, walaupun menyadari terdapat kesulitan dalam penerapannya.
0

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

12

Berikut adalah beberapa gambar untuk memperjelas perbedaan masing masing kutu.

ambar

Keterangan Kutu air Cyclops bicuspidatus betina (kiri) dan jantan

Kutu air Daphnia

Kutu (flea)

Fahrenholzia

pinnata ,

tuma

(louse)

umum pada tikus

Kutu daun (Aphid). Kutu daun bukanlah kutu sejati karena lebih dekat

kekerabatannya dengan wereng ereng Metcalfa pruinosa. kadang-kadang dianggap kutu ereng

Psylla

alni,

sejenis

kutu

loncat.

eskipun bernama "kutu", kelompok ini lebih dekat berkerabat dengan wereng

Art

-K t

66

542 32 1

Makalah Parasitologi

13

"Kutu"

beras

biasa

(Tribolium

confusum), lebih tepat disebut kumbang beras atau kumbang tepung

Trombidium bukanlah kutu

(bintik-bintik

merah) ungau

sedang berkerumum di bunga.

BAB III PE BAHASAN

.

S

iP

i

Kutu adalah parasit jenis serangga yang tidak bersayap. Kutu menyerang manusia dengan bersarang di kepala. ara makannya ialah menghisap darah. Ia

akan mengeluarkan bahan yang menyebabkan reaksi alahan pada kulit kepala sehingga mengakibatkan gatal -gatal. Ia bertelur dalam bentuk butir -butir putih dan
Art -K t
BB A@8 98 7

Makalah Parasitologi

14

menempel pada rambut. Telur kutu mengambil masa lima hingga tujuh hari untuk menetas. Kutu akan merangkak atau meloncat-loncat di kulit kepala tanpa disedari.

3.1.1 Lingkaran hidup kutu Yaitu :
y y

Berkerbang biak secara vivipar Macam lingkaran hidup; perkembangan langsung, dan metamorfosis tidak lengkap

y

Perkembangan langsung; serangga yang baru menetas bentuknya sama dengan stadium dewasa hanya dalam ukuran kecil

y

Metamorfosis tidak lengkap; nimfanya hanya berbeda dari stadium dewasa dalam hal ukuran, proporsi, tidak adanya sayap dan alat kelamin luar.

y

Serangga yang penting sebagai parasit pada manusia termasuk dalam ordo;  Phthiraptera tuma ,  Siphonaptera pinjal ,  Hemiptera kutu busuk ,

3.2 Ordo Phthiraptera (tuma / KUTU) y

Adalah insecta kecil yang mengalami degenerasi, pipih dorsoventral, tidak bersayap, metamorfosis tidak lengkap.

y

Dua kelompok; tuma menggigit dan menghisap; hanya tuma yang menghisap yang merupakan ektoparasit pada manusia. Tuma ini memiliki bagian mulut untuk menusuk dan menghisap.

y

Spesies terdiri dari;
o Pedi ulus umanus var apitis tuma kepala
GE C D F C E

o Pedi ulus umanus var
HH

rporis tuma badan

o P t irus pubis tuma kemaluan
Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

15

3.2.1 Lingkaran hidup;
y

Telur berwarna putih, mempunyai overkulum, 0,6 -0,8 mm, disebut ³nits´; telur diletakkan pada rambut dan dengan erat melekat pada rambut atau serabut pakaian. Telur dapat hidup berbulan -bulan pada pakaian. Telur menetas dalam waktu 5-11 hari pada suhu 21-36oC.

y y

Metamorfosis tidak lengkap Nimfa tumbuh dalam kulit telur dan keluar melalui operkulum yang terbuka. Nimfa mengalami 3 kali pergantian kulit selama dua minggu.

y

Lingkaran hidup tuma kepala rata -rata 18 hari, tuma kemaluan 15 hari. Jangka hidup tuma dewasa kira -kira satu bulan.

y

Jumlah telur yang diletakkan selama hidupnya diperkirakan 300 butir untuk tuma badan, 140 butir untuk kepala, 50 butir untuk tuma kemaluan. Tuma badan mengeluarkan 6 -9 butir telur dalam satu hari.

3.2.2 Ordo Phthiraptera ; sub-Ordo Anoplura telah diketahui sekitar 100 spesies serangga yang berperan sebagai parasit pada manusia. Kutu yang paling dikenal yang berparasit pada manusia ada tiga spesies, yaitu : 1. Pedi ulus umanus orporis 2. Pedi ulus umanus apitis 3. Pedi ulus umanus pubis
P I I P I I P I

3.3 Genus Pediculus
Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

16

Ada

sub spesies dari Pediculus humanus, yaitu Pediculus humanus imana kedua sub spesies ini sulit

corporis dan Pedculus humanus capitis.

dibedakan secara morfologi dan kebanyakan orang menyebutnya sebagai penyebab dandruf´ Ada dua sub spesies lain yaitu P. humanus corporis dan P. humanus estimenti, tetapi keduanya tidak begitu penting. alaupun sulit dibedakan secara morfologi kedua sub spesies ini dibedakan menurut daerah infestasinya yaitu : yang menyerang badan adalah P. humanus humanus dan yang menyerang kepala adalah P. humanus capitis. Keduanya dapat kawin silang, tetapi anaknya bersifat infertil.
W

1. Pediculus humanus corporis Klasifikasi Kingdom Phylum lassis rdo Subordo amily enus Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Phthiraptera : Anoplura : Pediculidae : Pediculus : P. Humanus corporis

Badan)

Art

-K t

VV

UTR SR Q

Makalah Parasitologi

17

menyebabkan penyakit pada manusia terutama di daerah dingin yaitu: Epidemic louse borne typhus, trench fever dan relapsing fever. Diperkirakan kutu badan adalah kutu kepala yang turun kebawah. Kutu badan berukuran jantan 2 -3mm dan betina 2-3 mm, banyak terdapat didaerah dingin, sedagkan di daerah tropis kebanyakan kutu kepala. Kutu badan adalah merupakan vektor penyakit tiphus yang hanya terjadi di daerah dingin, karena kutu badan adalah satu -satunya vektor. Tetapi kutu kepala dapat merupakan hospes cadangan untuk organisme tiphus dan berpotensi untuk menularkannya. Kutu badan adalah kutu yang ³aneh´ karena hidupnya pada baju di daerah dingin orang memakai baju rangkap lebih dari 2 dan lama tidak dicuci karena orang jarang berkeringat , apabila hawa dingin maka dia bergerak ke tubuh hospes, jadi biasanya kutu ini tinggal di pakaian lapis pertama. Telur kutu badan diletakkan pada serat baju dan meneta s sekitar 1 minggu kemudian, segera membentuk nynpa dan akan menjadi dewasa bila dekat dengan badan hospes. Apabila baju tidak dipakai beberapa hari maka kutu akan mati.

2. Pediculus humanus capi is (Kutu Rambut)

Klasifikasi Kingdom Phylum Classis Ordo Subordo Family Genus Spesies : Animalia : Arthropoda : Insecta : Phthiraptera : Anoplura : Pediculidae : Pediculus : P. Humanus apitis
a

Arthopoda - Kutu

`

X

Y

Pedi ulus
X

umanus

orporis,

adalah

spesies

penting

yang

Makalah Parasitologi

18

Kutu kepala/rambut cenderung lebih kecil dari kutu badan, dengan ukuran 1-1,5 mm yang jantan dan yang betina 1,8-2,0 mm. Kutu rambut kepala betina dewasa dapat menghasilkan telur hingga 300 butir selama hidupnya. Telur berbentuk oval berwarna putih dan bia sa disebut ´lisa´. Ukuran telur 0,8x0,3 mm, dimana telur ini melekat pada rambut. Biasanya kutu ini menyerang bagian belakang leher dan belakang telinga. Mereka mudah ditularkan dengan bersinggungan kepala, walaupun dalam kondisi rambut yang bersih. Kasus ini sering terjadi diantara anak sekolah dan infestasi yang berat terjadi pada kondisi yang padat anak sekolah berkumpul dan sanitasi yang kurang baik. Secara umum infestasi kutu kepala/badan bukan suatu penyakit yang menakutkan, tetapi gigitan kutu i ni dapat menyebabkan rasa tidak nyaman, timbul papula kecil merah dan dapat berkembang menajadi timbulnya eksudat. Terjadi rasa gatal pruritus dan menyebabkan kerak yang akan berkembang menjadi dermatitis dan terjadi infeksi sekunder. Gejala terjadi berh ari-hari bergantung pada kepekaan individu. Bilamana kutu kepala tidak diobati, rambut akan lengket satu dengan lainnya gimbal karena eksudat, jamur akan tumbuh dan berbau tidak enak. Kondisi tersebut dinamakan ³plica polonica´, dimana sejumlah besar kut u ditemukan dibawah rambut yang laengket tersebut.

Kutu merebak dengan sentuhan dari satu kepala manusia pada kepala manusia lain. Kutu bergerak sepanjang rambut dari kepala orang yang mempunyai kutu ke rambutorang lain. Kutu tidak dapat terbang atau me loncat dan tidak merangkak pada perabot atau antara tempat duduk mobil. Kutu tidak dapat hidup di luar kepala manusia lebih dari beberapa jam.

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

19

3. Identifi asi linis . .1 Patogentas; y Air liur yang dimasukkan sewaktu mengisap darah menyebabkan iritasi dan menimbulkan papel merah yang disertai gatal yang hebat. y iap orang mempunyai kepekaan yang berlainan.

Art

-K t

gg

fec dc b

Makalah Parasitologi

20

y

Menggaruk menambah peradangan dan karena infeksi sekunder oleh bakteri, terbentuk pustel. Crusta dan proses penanahan

3.4.2 Pengobatan;
y

Pemakaian lotion pelunak secara lokal menghilangkan rasa gatal dan dengan demikian mencegah garukan sehingga luka dapat sembuh..

y

Tuma Badan;  Membersihkan badan dengan cermat, penggunaan insectisida dan sterilisasi pakaian dan peralatan tempat tidur.  Membedaki badan dan pakaian dengan 10%DDT dalam

phyrophyllite atau bedak talk yang ditaburkan di dalam pakaian, akan membunuh semua tuma dan mencegah re infestasi selama 3 -4 minggu
y

Tuma kepala; Kepala dapat digosok dengan salep Lindane BHC 1% a tau dibedaki dengan DDT 10% dalam pyrophylite atau talk dengan

menggunakan 3-5 gram dari campuran tersebut untuk sekali pemakaian. Bedak tersebut dibiarkan selama seminggu pada rambut, kemudian rambut dicuci dan disisir untuk melepaskan telur.
y

Tuma Kemaluan; Daerah yang dijangkiti dapat dicukur dan diolesi salep Lindane lalu dicuci dengan sabun dan air 12 jam kemudian. Bagian yang berambut dapat juga dibedaki dengan DDT 10% lalu dicuci 2 hr kemudian; tindakan ini diulangi seminggu kemudian, karena telur pada waktu itu sudah menetas.

BAB IV PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

21

1. Parasit adalah hewan renik yang dapat menurunkan produktivitas hewan yang ditumpanginya 2. Kutu adalah ektoparasit yang kecil, tidak bersayap, dari unggas dan mamalia. 3. kutu adalah serangga yang tidak bersayap dan berukuran kecil, yang dalam bahasa Inggris mencakup flea Phtiraptera yangn semuanya adalah parasit . 4. Serangga ini sering kali dibagi menjadi dua ordo yang terpisah yaitu Mallophaga kutu pengigit dan Anoplura kutu penghisap . 5. Kutu yang paling dikenal yang berparasit pada manusia ada tiga spesies, yaitu :
a. Pedi ulus umanus orporis b. Pedi ulus umanus apitis c. Pedi ulus umanus pubis
i h h i h h i h

kutu yang melompat, ordo

Siphonaptera dan louse kutu yang lebih suka merayap, kebanyakan ordo

4.2 Kata Penutup

Dicukupkan sekian mungkin makalah yang saya susun, saya sebagai penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan dari saya yang disengaja maupun yang tidak disengaja, karena keterbatasan saya sebagai manusia, semoga dapat dimaklumi. Sekian dari kami sebagai penulis,

Assalammuala¶ikum Wr. Wb.

DAFTAR PUSTAKA

y http://id.wikipedia.org/wiki/parasitologi y http://id.wikipedia.org/wiki/inang

Arthopoda - Kutu

Makalah Parasitologi

22

y http://id.wikipedia.org/wiki/vektor y http://id.wikipedia.org/wiki/parasit y http://id.wikipedia.org/wiki/kutu y http://iswadiyusuf.blogspot.com/2008/09/pembagian-parasit.html y http://ayyaa.multiply.com/journal/item/28/si_kecil_yg_berbahaya y http://kask.us/2813644 y http://childrenhivaids.wordpress.com/category/kutu-pubis

Arthopoda - Kutu

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->