P. 1
Angga Karisma Putra Adalah Penggemar

Angga Karisma Putra Adalah Penggemar

|Views: 216|Likes:
Published by Angga Karisma Putra
Untuk Pemesanan !

Transfer pembayaran Rp.250.000,-
ke salah satu nama bank berikut ini

BRI cabang Bratang Surabaya
No.Rek.088301016795534
Atas Nama
Angga Karisma Putra

atau

Mandiri Cabang Bratang Binangun Surabaya
No.Rek.1420006689797
Atas Nama
Angga Karisma Putra

atau
Mandiri syariah Cabang Ampel Surabaya
No.Rek.0977006791
Atas Nama
Angga Karisma Putra

Setelah menyelesaikan pembayaran ,
Ketik sudah transfer uang sebesar Rp.250.000/E-mail Anda
Kirim ke 08819489261
Anda akan mendapatkan konfirmasi via sms
E-book akan dikirim ke E-mail Anda
dalam 1x24 jam
Untuk Pemesanan !

Transfer pembayaran Rp.250.000,-
ke salah satu nama bank berikut ini

BRI cabang Bratang Surabaya
No.Rek.088301016795534
Atas Nama
Angga Karisma Putra

atau

Mandiri Cabang Bratang Binangun Surabaya
No.Rek.1420006689797
Atas Nama
Angga Karisma Putra

atau
Mandiri syariah Cabang Ampel Surabaya
No.Rek.0977006791
Atas Nama
Angga Karisma Putra

Setelah menyelesaikan pembayaran ,
Ketik sudah transfer uang sebesar Rp.250.000/E-mail Anda
Kirim ke 08819489261
Anda akan mendapatkan konfirmasi via sms
E-book akan dikirim ke E-mail Anda
dalam 1x24 jam

More info:

Categories:Types, Research, History
Published by: Angga Karisma Putra on Jan 31, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/22/2012

pdf

text

original

Object 1

Bagikan6

Penggemar
Angga Karisma Putra adalah penggemar

hanya allah swt tuhan ku
Buat Lencana Penggemar

Lencana Facebook
Angga Karisma Putra Buat Lencana Anda

Pebisnis
Angga Karisma Putra | Buat Lencana Anda

www.penyusun.multiply.com

Object 2

Sebaik-baik jalan adalah Jalan hidup Rasulullah S.A.W
Berita gembira bagi para umat Islam Ini merupakan karya besar, Anda wajib memilikinya...

ANDA PENGGEMARKU ?
Siapa mukmin yang tidak rindu ingin bertemu dengan Rasulullah saw. Jika bertemu, pasti kita ingin memeluknya. Seperti apa ciri fisik Rasulullah saw.? Ciri Fisik Rasulullah SAW Ali bin Abi Thalib r.a. memerinci ciri fisik Rasulullah saw., “Nabi Muhammad saw. tidak terlalu tinggi dan tidak pula terlalu pendek. Berpostur indah di kalangan kaumnya, tidak terlalu gemuk dan tidak pula terlalu kurus. Perawakannnya bagus sebagai pria yang tampan. Badannya tidak tambun, wajah tidak bulat kecil, warna kulitnya putih kemerah-merahan, sepasang matanya hitam, bulu matanya panjang. Tulang kepalanya dan tulang antara kedua pundaknya besar, bulu badannya halus memanjang dari pusar sampai dada. Rambutnya sedikit, kedua telapak tangan dan telapak kakinya tebal. Apabila berjalan tidak pernah menancapkan kedua telapak kakinya, beliau melangkah dengan cepat dan pasti. Apabila menoleh, beliau menolehkan wajah dan badannya secara bersamaan. Di antara kedua bahunya terdapat tanda kenabian dan memang beliau adalah penutup para nabi. Beliau adalah orang yang paling dermawan, paling berlapang dada, paling jujur ucapannya, paling bertanggung jawab dan paling baik pergaulannya. Siapa saja yang bergaul dengannya pasti akan menyukainya.” Setiap orang yang bertemu Rasulullah saw. pasti akan berkata, “Aku tidak pernah melihat orang yang sepertinya, baik sebelum maupun sesudahnya.” Begitulah Rasulullah saw. di mata khalayak, sebah beliau berakhlah sangat mulia seperti yang digambarkan Al-Qur’an, “Dan sesungguhnya kamu benarbenar berbudi pekerti yang agung.” (Al-Qalam: 4) Nasab Rasulullah SAW Nasabnya adalah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muthallib bin Hasyim bin Abdi Manaf bin Quraisy bin Kilab. Rasulullah saw. memiliki silsilah yang berujung pada Adnan anak keturunan Nabi Ismail a.s. Semuanya dikenal sebagai orang-orang yang mulia dan shalih. Tak heran jika Rasulullah saw. adalah anak Adam yang paling mulia kehormatan dan paling utama nasabnya. “Aku adalah manusia pilihan dari di antara manusia pilihan dari di antara manusia pilihan.” Rasulullah saw. adalah putra semata wayang Abdullah, anak terakhir Abdul Muthallib. Abdul Muthalllib pernah bernazar, jika dikaruniai 10 anak lelaki, ia akan menyembelih satu orang di antaranya untuk Allah. Ketika diundi, keluarlah nama Abdullah. Ketika Abdul Muthallib akan memenuhi nazarnya, kaumnya bermusyawarah dan menawarkan kepadanya agar menebus putra bungsunya itu dengan 100 ekor unta atau serata dengan diat 10 orang budak. Abdullah wafat saat Rasulullah saw. masih dalam kandungan Aminah, ibunya. Aminah adalah anak Wahab bin Abdu Manaf bin Zuhrah bin Kilab. Rasulullah saw. lahir di hari Senin, 12 Rabi’ul Awal tahun Gajah. Aminah mengirimkan bayinya ke Abdul Muthallib. Lantas Abdul Muthallib membawa

bayi yang dinamainya Muhammad itu berthawaf mengelilingi Ka’bah. Tahun Gajah Tahun Gajah, apa maksudnya? Di tahun kelahiran Rasulullah saw. ada peristiwa besar di Mekkah. Abrahah Al-Habsyi seorang panglima perang kebangsaan Habasyah (Ethiopia) berkuasa di sebagai Gubernur Yaman di bawah pemerintahan Raja Najasyi, Raja Habasyah. Ia membangun sebuah gereja besar yang diberi nama Al-Qallais. Abrahah ingin gerejanya itu menjadi kiblat seluruh bangsa Arab. Seorang pria dari Bani Kinanah mendengar obsesi Abrahah itu. Ia pergi ke Yaman dan menyelinap ke dalam gereja itu di malam hari. Ia buang air besar kemudian membuang kotorannya di kiblat gereja itu. Mengetahui itu, Abrahah marah. Ia bersumpah akan pergi ke Mekkah dan menghancurkan Ka’bah. Abrahah mengerahkan tentara dan pasukan gajahnya. Namun, perjalanan pasukan gajah ini terhenti di Mina. Allah swt. membinasakan pasukan itu dengan mengirimkan serombongan Burung Ababil yang melemparkan kerikil mematikan. Tahun terjadinya peristiwa itu dinamakan Tahun Gajah. Ibu Susu Rasulullah SAW Sudah menjadi tradisi kalangan terpandang Arab, bayi-bayi mereka disusui oleh murdi’at (para wanita yang menyusui bayi). Rasulullah saw. ditawarkan kepada murdi’at dari Bani Sa’ad yang sengaja datang ke Mekkah mencari bayi-bayi yang masih menyusu dengan harapan mendapat bayaran dan hadiah. Tapi mereka menolak karena Rasulullah saw. anak yatim. Namun Halimah Sa’diyah tidak mendapatkan seroang bayi pun yang akan disusui. Karena itu, agar pulang tanpa tangan hampa, ia mengambil Rasulullah saw. yang yatim itu sebagai anak susuannya. Keberadaan Muhammad mungil memberi berkah kepada keluarga Halimah, bahkan bagi kabilahnya. Setelah dua tahun, Halimah membawa Muhammad kecil mengunjungi ibunya. Karena sadar bahwa keberadaan Muhammad kecil memberi berkah kepada kampungnya, Halimah memohon Aminah agar Muhammad kecil diizinkan tinggal kembali bersama Bani Sa’ad. Aminah setuju. Muhammad cilik dikembalikan ke Mekkah setelah terjadi peristiwa pembelahan dada. Dua malaikat datang menghampiri Rasulullah saw. dengan membawa bejana dari emas berisi es. Mereka membelah dada Rasulullah saw. dan mengeluarkan hatinya. Hati itu dibedah dan dikeluarkan gumpalan darah yang berwarna hitam. Kemudian dicuci dengan es. Setelah itu dikembalikan seperti semula. Halimah khawatir dengan keselamatan Muhammad cilik. Ia dan suaminya sepakat mengembalikan Muhammad kecil kepada ibunya. Aminah dan Abdul Muthallib Wafat Muhammad kecil pun tinggal bersama ibunya. Ketika berusia 6 tahun, Muhammad cilik dibawa ibunya mengunjungi paman-pamannya dari Bani Adi bin Najjar di Yatsrib (yang kemudian hari berubah nama menjadi Madinah). Dalam perjalanan ini Aminah wafat di Abwa dan dikuburkan di sana. Kemudian Muhammad cilik diasuh kakeknya, Abdul Muthallib. Namun tak berlangsung lama, hanya 2 tahun. Abdul Muthallib wafat ketika Rasulullah saw. berusia 8 tahun. Rasulullah saw. kemudian diasuh oleh pamannya, Abu Thalib. Perjalanan ke Syam Abu Thalib pergi berdagang ke Syam. Keponakannya, Muhammad, ikut serta. Kafilah dagang ini tiba

di Kampung Busra. Mereka bertemu dengan seorang pendeta bernama Bahira. Bahira tahu tentang ajaran Nasrani dan ia paham betul tentang ciri dan sifat Rasul terakhir yang diberitakan oleh Nabi Isa a.s. Bahira melihat ada tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad, keponakan Abu Thalib. Ia menasihati Abu Thalib agar segera membawa pulang keponakannya dan waspada dengan orang-orang Yahudi. Menikah Dengan Khadijah Ketika berusia 25 tahun, Rasulullah saw. pergi ke Syam membawa barang dagangan milik Khadijah. Rasulullah saw. ditemani pembantu pria kepercayaan Khadijah bernama Maisaroh. Maisaroh memberi informasi kepada Khadijah tentang sifat-sifat Rasulullah saw. Kemudian setelah kembali ke Mekkah, Muhammad muda menikah dengan Khadijah. Saat dinikahi Muhammad muda, Khadijah bersatus janda. Dari pernikahan ini Muhammad dan Khadijah mendapatkan beberapa orang anak. Ada riwayat yang mengabarkan Rasulullah saw. dikaruniai 2 orang anak lelaki dari Khadijah, yaitu Qasim dan Abdullah. Namun keduanya meninggal sebelum beliau diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Rasulullah saw. juga mendapat anak-anak perempuan dari Khadijah, yaitu Zainab, Ruqayyah, dan Ummi Kulsum. Mereka mengamalkan Islam dan meninggal sebelum Rasulullah wafat. Sedangkan putri bungsu Rasulullah saw. dari Khadijah adalah Fathimah. Fathimah meninggal 6 bulan setelah Rasulullah saw. wafat. Berkhalwat di Gua Hira Sebelum diangkat menjadi Nabi dan Rasul, Muhammad suka menyendiri di Gua Hira. Ini dikarenakan ia begitu membenci paganisme, agama kaumnya, dan setiap perbuatan keji yang dilakukan kaumnya. Di Gua Hira Muhammad beribadah kepada Rabbnya. Membangun Ka’bah Ketika Muhammad menginjak usia 35 tahun, orang-orang Quraisy berkumpul untuk membangun kembali Ka’bah yang rusak. Saat proses peletakan kembali Hajar Aswad, para kabilah Quraisy bersengketa. Mereka masing-masing merasa paling berhak melakukannya. Selisih pendapat ini sampai pada puncaknya. Mereka siap saling berperang. Tapi, akhirnya mereka sepakat untuk menjadikan orang yang pertama kali masuk dari pintu masjid sebagai hakim yang memutus perkara mereka. Dan orang yang muncul pertama kali dari masjid adalah Muhammad. Mereka serempak mengatakan, “Ini dia Al-Amin. Kami ridha dengannya!” Kemudian Muhammad meminta sehelai selendang, lalu ia ambil hajar Aswad dan meletakkannya dengan tangannya sendiri. “Setiap kabilah hendaknya mengambil sisi-sisi selendang ini lalu angkatlah bersama-sama,” begitu katanya kemudian. Setelah diangkat hingga dekat dengan tempatnya, Muhammad mengangkat dan meletakkan dengan tangannya sendiri Hajar Aswad di tempat yang seharusnya. Dan pembangunan itu pun selesai dengan semua kabilah merasa senang. Perjalanan Pertama Ke Syam Dan Usaha Mencari Rezki Ketika usia beliau 12 th, nabi Muhammad saw diajak pamannya Abu Thalib berdagang ke Syam. Saat sampai ke Bashra mereka bertemu seorang pendeta bernama Bahira, ia adalah seorang pendeta Nasrani yang sangat ahli tentang Injil. Ketika ia melewati nabi Muhammad saw, ia mengamatinya dan

mengajaknya berbicara. Beberapa saat kemudian Bahira menoleh kepada Abu Thalib dan bertanya, “Apa kedudukan anak ini di sisimu?” Jawab Abu Thalib, “Ia anakku.” (Abu Thalib selalu memanggil nabi Muhammad saw sebagai anaknya, karena kecintaannya yang sangat pd beliau), Bahira berkata, “Dia bukan anakmu, karena tidak mungkin ayah anak ini masih hidup.” Abu Thalib terkejut dan berkata, “Ia anak saudaraku.” Maka tanya Bahira lagi, “Bagaimana kondisi ayahnya?” Abu Thalib menjawab, “Ia meninggal saat ibu anak ini mengandungnya.” Kata Bahira, “Kali ini jawaban Anda benar! Bawalah anak ini pulang dan jaga dia dari orang Yahudi. Karena kalau mereka melihat dia di sini, pasti akan dicelakakannya. Sungguh putra saudaramu ini kelak akan berurusan dg sebuah perkara yang sangat besar” Maka Abu Thalib cepat pulang kembali ke Makkah[1]. Saat masa remajanya nabi Muhammad saw mencari rizqi dg menggembalakan kambing dan mengambil upahnya. Beliau bercerita tentang dirinya, “Aku dulu menggembalakan kambing milik penduduk Makkah dan mendapatkan upah beberapa qirath[2].” Dan selama masa mudanya, Allah Taala memeliharanya dari berbagai penyimpangan yang biasanya dilakukan oleh para pemuda lain seusianya, seperti hura-hura, nonton bareng, pacaran dan pelbagai perbuatan maksiat lainnya[3]. Beberapa Pelajaran Dan Hukum Yang Dapat Diambil 1. Bahwa nampak jelas para Ahli Kitab generasi awal (baik Yahudi dan Nasrani) sangat mengetahui akan tibanya seorang nabi terakhir yang akan menyempurnakan agama mereka. Hal ini nampak dari hadits di atas. Maha Suci Allah Taala yang telah berfirman, “Dan setelah datang kepada mereka AlQur’an dari Allah yang membenarkan apa yang ada pd mereka, padahal sebelumnya mereka biasa memohon (kedatangan nabi) untuk mendapatkan kemenangan atas orang kafir, maka setelah datang kepada mereka apa yang telah mereka ketahui, mereka lalu ingkar kepadanya. Maka laknat ALLAHlah atas orang yang ingkar itu.” (Al-Baqarah: 89) 2. Bahwa nampak pula bahwa mereka tersebut juga sangat mengetahui secara detil tentang ciri fisik dan pribadi sang nabi terakhir tersebut dalam kitab mereka (Taurat dan Injil), hal ini nampak dari kesimpulan Bahira ketika ia selesai mengamat-amati nabi Muhammad saw, dan hal ini juga diperkuat oleh ayat al-Qur’an, “Org Yahudi dan Nasrani yang telah KAMI berikan al-Kitab (Taurat dan Injil) mengenal Muhammad seperti mereka mengenal anak mereka sendiri. Dan sesungguhnya sebagian di antara mereka menyembunyikan kebenaran padahal mereka mengetahuinya.” (Al-Baqarah: 146) Umar bin Khathab ra pernah bertanya kepada Abdullah bin Salam (seorang Yahudi yang masuk Islam): Apakah benar kamu mengetahui ciri Muhammad lebih dari ciri anakmu sendiri? Jawab Ibnu Salam: Bahkan lebih, karena Allah Taala telah menjelaskan tentang nabi-Nya dalam al-Kitab, sementara anak kami tidak mengetahui apa yang akan terjadi pd mereka. 3. Bahwa untuk para Ahli Kitab generasi berikutnya, maka mereka sebagian besar tidak lagi mendapatkan ciri tersebut dalam kitab mereka, karena berbagai pemalsuan dan perubahan yang terusmenerus dilakukan oleh para Rahib dan Pendeta mereka atas kitab mereka. Maha Benar Allah Taala yang telah berfirman, “Dan sebagian mereka adalah buta, tidak mengetahui apa isi al-Kitab kecuali dongengan yang dusta belaka. Maka kecelakaan besarlah bagi orang yang menulis al-Kitab dg tangan mereka sendiri, lalu mereka katakan: Ini dari ALLAH. Untuk mendapatkan keuntungan yang sedikit dari perbuatan mereka itu. Maka kecelakaan besarlah bagi mereka karena apa yang mereka tulis dan kecelakaan besarlah bagi mereka atas apa yang mereka perbuat.” (Al-Baqarah: 78-79) 4. Bahwa dalam kaitan dg pekerjaan nabi Muhammad saw menggembala kambing ada 3 pelajaran yang dapat diambil sebagai berikut;

a. Perasaan yang halus, beliau memiliki perasaan yang sangat sensitif, walaupun ia dinafkahi oleh pamannya yang amat sangat menyayanginya, tapi beliau berusaha sekuat tenaga meringankan beban pamannya sekemampuan beliau. Walaupun penghasilannya tidak besar, tapi beliau sejak muda telah memiliki sifat yang mandiri dan tidak manja serta menggantungkan dirinya pd siapa pun walaupun beliau anak yang sejak kecil yatim-piatu, sehingga beliau dipuji oleh Allah Taala dalam ayatnya, “Telah datang kepada kalian seorang Rasul dari jenis kalian sendiri (manusia), terasa berat baginya penderitaan kalian, sangat menginginkan keselamatan dan keimanan bagi kalian, dan amat belas-kasih kepada orang yang beriman. Dan jika mereka masih berpaling juga maka katakanlah: Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Ilah kecuali Dia. Hanya kepada-Nya aku bertawakal dan Dia adalah Pemilik Arsy yang Agung.” (At-Taubah: 128) b. Menjelaskan tentang hikmah ujian dan cobaan Allah bagi manusia, Allah Taala Maha Berkuasa untuk sejak kecil mencukupi dan memberi rezki kepada manusia yang paling dikasihi dan paling dimuliakan-Nya, tapi Allah Taala berkenan untuk memberikan ujian yang sangat berat kepada hamba terkasih-Nya itu untuk suatu hikmah penciptaan manusia untuk menguji mereka, siapa di antara hambaNya yang mampu untuk bersabar. Maha Benar Allah Taala ketika Dia berfirman, “Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Jannah? Padahal belum lagi datang kepadamu cobaan sebagaimana yang dialami oleh orang sebelummu? Mereka itu telah ditimpa oleh malapetaka dan kesengsaraan serta diguncangkan oleh guncangan yang hebat, sampai berkatalah Rasul dan orang yang bersamanya: Kapankah datangnya pertolongan Allah? Ingatlah bahwa pertolongan Allah itu sangat dekat.” (AlBaqarah: 214) c. Pekerjaan menggembala kambing milik orang lain adalah pekerjaan menjaga amanah dari orang, artinya sejak usia yang sangat belia beliau telah dilatih dg sifat dan akhlaq yang tinggi dan mulia. Beliau berpanas-panas di siang hari dan berdingin pada malam hari menjaga amanah orang lain, sehingga dari sejak kecil beliau memiliki budi-pekerti yang mulia, hal ini dipuji oleh Allah Taala dalam Al-Qur’an dalam ayat-Nya yang mulia, “Dan sesungguhnya engkau wahai Muhammad, benar memiliki budi-pekerti yang sangat agung.” (Al-Qalam: 4) 5. Berkaitan dengan kisah masa muda beliau yang berbeda dg pemuda-pemudi lainnya, maka terdapat beberapa pelajaran bagi kita, sebagai berikut; Bahwa nabi Muhammad saw walaupun beliau seorang nabi tapi beliau tetap seorang manusia yang memiliki kecenderungan kemanusiaannya untuk juga ingin berbuat kemaksiatan, sebagaimana firman Allah Taala tentang perkataan nabi Yusuf as, “Dan aku tidak berusaha melepaskan diriku dari kesalahan, karena sesungguhnya nafsu itu senantiasa cenderung kepada keburukan (ammarah bis su’)…” (Yusuf: 53) Sehingga dg hal ini Allah Taala ingin menunjukkan kepada kita bahwa nabi Muhammad saw pun sama halnya dg kita memiliki sifat kemanusiaan, namun yang dilakukan selanjutnya adalah bagaimana kita mengekang dan mengarahkan semua sifat itu dg disiplin agar ia bisa cenderung kepada kebaikan dan tidak bertoleransi atau membiarkannya. Akan kasusnya dengan nabi Muhammad saw, maka beliau tidak memiliki pembimbing dan penjaga seperti kita, maka oleh karena itu beliau dibimbing dan ditegur langsung oleh Allah Taala jika melakukan kesalahan, dan Allah Taala tidak pernah mentolerir kesalahan apapun yang dilakukan oleh manusia yang paling dicintai-Nya itu, sebagaimana firman Allah Taala, “Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling. Karena datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia mau mensucikan dirinya? Atau ia ingin mendapatkan pengajaran lalu pengajaran itu bermanfaat baginya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup. Maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada celaan atasmu jika ia tidak mensucikan dirinya. Dan adapun orang yang datang kepadamu dg bersegera. Sedang ia takut kepada Allah. Maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan begitu! Karena sesungguhnya ajaran Allah itu adalah suatu peringatan.” (‘Abasa: 1-11)

Bahwa bimbingan Allah Taala itupun bertahap, dari mulai cara yang paling halus sampai kepada hukuman (yaitu dg membuat beliau jatuh pingsan). Demikianlah seorang ibu terhadap anaknya pun hendaklah mengikuti teladan yang sangat tinggi ini, yakni hendaklah ia mendidik anaknya dg cara yang sehalus mungkin untuk melaksanakan aturan Ilahi akan tetapi jika anaknya tidak juga mau berubah maka hendaklah ia menjatuhkan teguran dan hukuman/sanksi ketika anaknya tidak menurut, mengapa harus demikian? Karena kasih-sayang kita pd anak kita hendaklah kita lebih mementingkan agar bagaimana kita menyelamatkan mereka dari api neraka yang menyala di Hari Akhir kelak, dibandingkan dg sekadar takut ia sedih atau sakit hati, sebagaimana firman Allah Taala, “Wahai orang beriman, jagalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang BAHAN BAKARNYA ADALAH MANUSIA DAN BATU dan PENJAGANYA ADALAH MALAIKAT YANG KEJAM DAN BENGIS yang tidak pernah mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya, dan mereka selalu melaksanakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6) [1] Diringkas dari Sirah Ibnu Hisyam, 1/80; juga diriwayatkan oleh at-Thabari dalam tarikh-nya, 2/87; juga Baihaqi dalam sunan-nya; dan Abu Nu’aim dalam al-Hilyah. [2] HR Bukhari [3] Diriwayatkan oleh Ibnul Atsir dan Hakim dari Ali ra; juga diriwayatkan oleh Thabrani dari Ammar ra. Rahasia Senyum Muhammad saw. Ketika Anda membuka lembaran sirah kehidupan Muhammad saw., Anda tidak akan pernah berhenti kagum melihat kemuliaan dan kebesaran pribadi beliau saw. Sisi kebesaran itu terlihat dari sikap seimbang dan selaras dalam setiap perilakunya, sikap beliau dalam menggunakan segala sarana untuk meluluhkan kalbu setiap orang dalam setiap kesempatan. Sarana paling besar yang dilakukan Muhammad saw. dalam dakwah dan perilaku beliau adalah, gerakan yang tidak membutuhkan biaya besar, tidak membutuhkan energi berlimpah, meluncur dari bibir untuk selanjutnya masuk ke relung kalbu yang sangat dalam. Jangan Anda tanyakan efektifitasnya dalam mempengaruhi akal pikiran, menghilangkan kesedihan, membersihkan jiwa, menghancurkan tembok pengalang di antara anak manusia!. Itulah ketulusan yang mengalir dari dua bibir yang bersih, itulah senyuman! Itulah senyuman yang direkam Al Qur’an tentang kisah Nabi Sulaiman as, ketika Ia berkata kepada seekor semut, “Maka dia tersenyum dengan tertawa karena (mendengar) perkataan semut itu. Dan dia berdoa: “Ya Tuhanku berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri nikmat mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada dua orang ibu bapakku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai; Dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh”. An Naml:19 Senyuman itulah yang senantiasa keluar dari bibir mulia Muhammad saw., dalam setiap perilakunya.

Beliau tersenyum ketika bertemu dengan sahabatnya. Saat beliau menahan amarah atau ketika beliau berada di majelis peradilan sekalipun. ‫فهذا جرير -رضي ال عنه- يقول -كما في الصحيحين-: م ح*ج*بني سول$ ال -صلى ال عليه وسلم- منذ‬ ‫ر‬ ‫ا‬ ‫سملت$، ول رآني ل ب*س<م في وجهي‬ *‫إ ت‬ ‫.أ‬ Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan beliau tidak melihatku kecuali beliau pasti tersenyum kepadaku.” Suatu ketika Muhammad saw. didatangi seorang Arab Badui, dengan serta merta ia berlaku kasar dengan menarik selendang Muhammad saw., sehingga leher beliau membekas merah. Orang Badui itu bersuara keras, “Wahai Muhammad, perintahkan sahabatmu memberikan harta dari Baitul Maal! Muhammad saw. menoleh kepadanya seraya tersenyum. Kemudian beliau menyuruh sahabatnya memberi harta dari baitul maal kepadanya.” Ketika beliau memberi hukuman keras terhadap orang-orang yang terlambat dan tidak ikut serta dalam perang Tabuk, beliau masih tersenyum mendengarkan alasan mereka. ‫ ب*س<م‬F‫ه‬G‫ت$ ع*ل*ي‬G‫ت$ه$ ف *ل<م‬G‫ئ‬F‫ف*ج‬ *‫ت‬ ‫*ل*م<ا س‬ :‫يقول كعب -رضي ال عنه- بعد أن ذكر اعتذار المنافقين وحلفهم الكاذب‬ F‫ه‬G‫ن* ي* ي‬G‫ب*ي‬ *‫د‬ $‫ت‬G‫ي *ت<ى*ل*س‬F‫ش‬G‫ت$*م‬G‫، م< *ال* ع*ال*» ف*جئ‬F‫ض*ب‬G‫ب*س[م*م$غ‬ ‫ج‬ ‫ح‬ ‫أ‬ F . *« ‫ث$ ق‬ ‫ت‬ G‫ال‬ *‫ت‬ . Ka’ab ra. berkata setelah mengungkapkan alasan orang-orang munafik dan sumpah palsu mereka: “Saya mendatangi Muhammad saw., ketika saya mengucapkan salam kepadanya, beliau tersenyum, senyuman orang yang marah. Kemudian beliau berkata, “Kemari. Maka saya mendekati beliau dan duduk di depan beliau.” Suatu ketika Muhammad saw. melintasi masjid yang di dalamnya ada beberapa sahabat yang sedang membicarakan masalah-masalah jahiliyah terdahulu, beliau lewat dan tersenyum kepada mereka. Beliau tersenyum dari bibir yang lembut, mulia nan suci, sampai akhir detik-detik hayat beliau. - ‫*أ*ب$و ب $ص*ل\ي *ه$م‬F‫ن‬G‫ن*ي‬G‫ث‬F‫ ي ل‬G‫ن‬F F‫ر‬G‫ ف*ج‬F‫م$ون*ي ص*ل*ة‬F‫ل‬G‫م$س‬G‫يقول أنس -كما في الصحيحين-: ل‬ ‫ب‬ ‫ر] ي‬G‫و *ك‬ ‫ ا‬F‫م‬G‫م *و‬ G‫ال‬ ‫ف‬ ‫بينما ا‬ ‫ي‬F‫ ف‬G‫ و*ه$م‬G‫م‬F‫ه‬G‫ل*ي‬F ‫ش*ة*، ف*ن*ظ*ر* إ‬F‫ر* ح$ *ائ‬G‫ت‬F *‫*ش*ف‬G‫ -صلى ال عليه وسلم-ق*د‬F‫ل<إ ر*س$ول$لل<ه‬F ‫ ع‬F‫ر*ة‬G‫س ج‬ ‫ك‬ ‫ا‬ G‫ه$م‬G‫ج*أ‬G‫*ف‬ ‫ ي‬G‫ل*م‬ $‫لص<ل*ة. ث$ *ب*س<م* ي ك‬F‫ص$ف$وف‬ *‫ح‬G‫*ض‬ ‫م< ت‬ ‫ا‬ ! Anas bin Malik berkata diriwayatkan dalam sahih Bukhari dan Muslim, “Ketika kaum muslimin berada dalam shalat fajar, di hari Senin, sedangkan Abu Bakar menjadi imam mereka, ketika itu mereka dikejutkan oleh Muhammad saw. yang membuka hijab kamar Aisyah. Beliau melihat kaum muslimin sedang dalam shaf shalat, kemudian beliau tersenyum kepada mereka!” Sehingga tidak mengherankan beliau mampu meluluhkan kalbu sahabat-shabatnya, istri-istrinya dan setiap orang yang berjumpa dengannya! Menyentuh Hati Muhammad saw. telah meluluhkan hati siapa saja dengan senyuman. Beliau mampu “menyihir” hati

dengan senyuman. Beliau menumbuhkan harapan dengan senyuman. Beliau mampu menghilangkan sikap keras hati dengan senyuman. Dan beliau saw. mensunnahkan dan memerintahkan umatnya agar menghiasi diri dengan akhlak mulia ini. Bahkan beliau menjadikan senyuman sebagai lahan berlomba dalam kebaikan. Rasulullah saw. bersabda, ‫.فقال: (وتبسمك في وجه أخيك صدقة) رواه الترمذي وصححه ابن حبان‬ “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.” At Tirmidzi dalam sahihnya. Meskipun sudah sangat jelas dan gamblang petunjuk Nabi dan praktek beliau langsung ini, namun Anda masih banyak melihat sebagaian manusia masih berlaku keras terhadap anggota keluarganya, tehadap rumah tangganya dengan tidak menebar senyuman dari bibirnya dan dari ketulusan hatinya. Anda merasakan bahwa sebagian manusia -karena bersikap cemberut dan muka masam- mengira bahwa giginya bagian dari aurat yang harus ditutupi! Di mana mereka di depan petunjuk Nabi yang agung ini! Sungguh jauh mereka dari contoh Nabi muhammad saw.! Ya, kadang Anda melewati jam-jam Anda dengan dirundung duka, atau disibukkan beragam pekerjaan, akan tetapi Anda selalu bermuka masam, cemberut dan menahan senyuman yang merupakan sedekah, maka demi Allah, ini adalah perilaku keras hati, yang semestinya tidak terjadi. Wal iyadzubillah. Pengaruh Senyum Sebagian manusia ketika berbicara tentang senyuman, mengaitkan dengan pengaruh psikologis terhadap orang yang tersenyum. Mengkaitkannya boleh-boleh saja, yang oleh kebanyakan orang boleh jadi sepakat akan hal itu. Namun, seorang muslim memandang hal ini dengan kaca mata lain, yaitu kaca mata ibadah, bahwa tersenyum adalah bagian dari mencontoh Nabi saw. yang disunnahkan dan bernilai ibadah. Para pakar dari kalangan muslim maupun non muslim melihat seuntai senyuman sangat besar pengaruhnya. Dale Carnegie dalam bukunya yang terkenal, “Bagaimana Anda Mendapatkan Teman dan Mempengaruhi Manusia” menceritakan: “Wajah merupakan cermin yang tepat bagi perasaan hati seseorang. Wajah yang ceria, penuh senyuman alami, senyum tulus adalah sebaik-baik sarana memperoleh teman dan kerja sama dengan pihak lain. Senyum lebih berharga dibanding sebuah pemberian yang dihadiahkan seorang pria. Dan lebih menarik dari lipstik dan bedak yang menempel di wajah seorang wanita. Senyum bukti cinta tulus dan persahabatan yang murni.” Ia melanjutkan, “Saya minta setiap mahasiswa saya untuk tersenyum kepada orang tertentu sekali setiap pekannya. Salah seorang mahasiswa datang bertemu dengan pedagang, ia berkata kepadanya, “Saya pilih tersenyum kepada istriku, ia tidak tau sama sekali perihal ini. Hasilnya adalah saya menemukan kebahagiaan baru yang sebelumnya tidak saya rasakan sepanjang akhir tahun-tahun ini. Yang demikian menjadikan saya senang tersenyum setiap kali bertemu dengan orang. Setiap orang membalas penghormatan kepada saya dan bersegera melaksanakan khidmat -pelayanan- kepada saya. Karena itu saya merasakan hidup lebih ceria dan lebih mudah.”

Kegembiraan meluap ketika Carnegie menambahkan, “Ingatlah, bahwa senyum tidak membutuhkan biaya sedikitpun, bahkan membawa dampak yang luar biasa. Tidak akan menjadi miskin orang yang memberinya, justeru akan menambah kaya bagi orang yang mendapatkannya. Senyum juga tidak memerlukan waktu yang bertele-tele, namun membekas kekal dalam ingatan sampai akhir hayat. Tidak ada seorang fakir yang tidak memilikinya, dan tidak ada seorang kaya pun yang tidak membutuhkannya.” Betapa kita sangat membutuhkan sosialisasi dan penyadaran petunjuk Nabi yang mulia ini kepada umat. Dengan niat taqarrub ilallah -pendekatan diri kepada Allah swt.- lewat senyuman, dimulai dari diri kita, rumah kita, bersama istri-istri kita, anak-anak kita, teman sekantor kita. Dan kita tidak pernah merasa rugi sedikit pun! Bahkan kita akan rugi, rugi dunia dan agama, ketika kita menahan senyuman, menahan sedekah ini, dengan selalu bermuka masam dan cemberut dalam kehidupan. Pengalaman membuktikan bahwa dampak positif dan efektif dari senyuman, yaitu senyuman menjadi pendahuluan ketika hendak meluruskan orang yang keliru, dan menjadi muqaddimah ketika mengingkari yang munkar. Orang yang selalu cemberut tidak menyengsarakan kecuali dirinya sendiri. Bermuka masam berarti mengharamkan menikmati dunia ini. Dan bagi siapa saja yang mau menebar senyum, selamanya ia akan senang dan gembira. Allahu a’lam

KONSEP TERBARU
Anda ingin pasang iklan,usaha sendiri,beli buku,dibuatkan website? Kunjungi : www.formulawirausaha.blogspot.com Jadikan Hadis-hadis Nabi sebagai Pedoman Hidup setelah Al-Qur'an ! Kunjungi: www.ketajamanpena.blogspot.com Website jual-beli dengan skala global! Kunjungi: http://www.kaskus.us/showthread.php?t=3076909 Anda ingin jadi penulis? Kunjungi: www.twitter.com/penulisbuku Kisah hikmah sehari-hari ! Kunjungi: http://penyusun.multiply.com/journal Portal Pebisnis Unggulan ! Kunjungi: http://www.pebisnis.hi5.com/friend/profile/displaySameProfile.do?userid=498164549 Anda ingin berbisnis informasi tetapi tidak tahu bagaimana cara memulainya? Kunjungi:

www.scribd.com/Bisnis_Informasi Rahasia mendapatkan uang di internet! Kunjungi: http://www.formulabisnis.com/order.php?id=angga

E-BOOK MUHAMMAD
MUTIARA ILMU Video Proses Terjadinya Kehamilan dan Melahirkan

Object 3

“Selamat datang wahai sumber-sumber hikmah dan para penerang kegelapan. Walaupun kalian telah usang pakaiannya akan tetapi hati-hati kalian tetap baru. Kalian tinggal di rumah-rumah (untuk mempelajari ilmu), kalian adalah kebanggaan setiap kabilah.” - Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu

Pemilik dan pengelola Weblog www.formulawirausaha.blogspot.com

Tentang pemilik dan pengelola www.formulawirausaha.blogspot.com Nama Lengkap : Angga Karisma Putra Alamat Lengkap : Jl.Sidosermo Gang Damri No.40 A Surabaya 60239 E-mail angga.anggakarismaputra.putra@gmail.com No.Hp : 08819489261 1.Saya menerima jasa pembuatan Blog Hubungi 08819489261 2.Saya menerima Jasa Pasang Iklan Online !!! Pemberitahuan Kepada pemasang iklan baris online yang terhormat Terima kasih atas kepercayaan dan kerjasama yang baik selama ini. Berkaitan dengan semakin banyaknya transaksi bisnis melalui iklan baris online,maka dengan ini kami mengajak pemasang iklan untuk lebih berhati-hati dalam bertransaksi. Setiap transaksi bisnis semestinya dipastikan aman dan tidak beresiko,misal transaksi yang hanya via telepon dan transfer ATM saja tanpa ada pertemuan langsung adalah Transaksi yang beresiko. Demikian pemberitahuan ini atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih. Ttd

Saudara Angga Karisma Putra (Bagian Iklan) JENIS SUB JUDUL IKLAN ; 1. OTOMOTIF • MOBIL • MOTOR • VARIASI MOBIL • RUPA-RUPA MOBIL • BENGKEL MOBIL • VARIASI MOTOR • BENGKEL MOTOR • RUPA-RUPA MOTOR 2. PROPERTY • RUMAH • TANAH • BAHAN BANGUNAN • GUDANG • RUKO • KOST • GEDUNG • APARTEMEN • STAN • BANGUNAN • KANTOR • PABRIK 3. ELEKTRONIK • KOMPUTER • HANDPHONE 4. ANEKA KEBUTUHAN • PERLENGKAPAN RUMAH • ALAT BERAT • BANK • PENJERNIH AIR • SERVICE • KENDARAAN SEWA • ANTAR JEMPUT • TOUR/WISATA • KURSUS • MAKANAN & MINUMAN • SEDOT WC • MESIN • MUSIK • FOTO COPY • KEHILANGAN • HEWAN • UCAPAN • PENGOBATAN

• • • •

PERCETAKAN BIRO JASA LOWONGAN LAIN-LAIN Informasi Pemasangan Iklan untuk usaha Anda di www.formulawirausaha.blogspot.com Hubungi 08819489261

3. Anda ingin menjual barang-barang elektronik rusak? Saya menerima segala jenis merek barang-barang elektronik rusak,tetapi dengan syarat sebagai berikut : a.bukan barang elektronik curian dan bukan barang elektronik dari hasil sengketa Info penjualan sms ke 08819489261 4 . Menerima pesanan sate , gule , tongseng kambing muda Buka mulai 08.00 - 20.00 wib Informasi pemesanan : 031 - 5024910 ( Pak Anton ) Sate kambing muda by Pak Anton Buka mulai 08.00 - 20.00 wib Telp.031-5024910

Gule sumsum kambing muda by Pak Anton Buka mulai 08.00 - 20.00 wib Telp.031-5024910

Tongseng kambing muda by Pak Anton Buka mulai 08.00 - 20.00 wib Telp.031-5024910

5 . Saya menerima jasa perantara service handphone , harga bersaing ! Mohon Saudara / saudari sms dulu sebelum order ^_^ ke no.Hp.08819489261

6.Saya jual E-book , Anda mau beli ?

Kronologi Kehidupan Muhammad Tanggal dan lokasi penting dalam hidup Muhammad 569 Meninggalnya ayah, Abdullah 570 Tanggal lahir (perkiraan), 20 April: Makkah 570 Tahun Gajah, gagalnya Abrahah menyerang Mekkah 576 Meninggalnya ibu, Aminah 578 Meninggalnya kakek, Abdul Muthalib 583 Melakukan perjalanan dagang ke Suriah 595 Bertemu dan menikah dengan Khadijah 610 Wahyu pertama turun dan menjadi Nabi: Makkah 613 Menyebarkan Islam kepada umum: Makkah 614 Mendapatkan pengikut: Makkah 615 Hijrah pertama ke Habsyah 616 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad mulai 619 Boikot Quraish terhadap Bani Hasyim dan Muhammad selesai 619 Tahun kesedihan: Khadijah dan Abu Thalib meninngal 620 Isra' dan Mi'raj 621 Bai'at 'Aqabah pertama 622 Bai'at 'Aqabah kedua 622 Hijrah ke Madinah 624 Pertempuran Badar 624 Pengusiran Bani Qaynuqa 625 Pertempuran Uhud 625 Pengusiran Bani Nadir 625 Pertempuran Zaturriqa` 626 Penyerangan ke Dumat al-Jandal: Suriah 627 Pertempuran Khandak 627 Penghancuran Bani Quraizhah 628 Perjanjian Hudaibiyyah 628 Melakukan umrah ke Ka'bah 628 Pertempuran Khaybar 629 Melakukan ibadah haji 629 Pertempuran Mu'tah

630 Pembukaan Kota Makkah 630 Pertempuran Hunain 630 Pertempuran Autas 630 Pendudukan Thaif 631 Menguasai sebagian besar Jazirah Arab 632 Pertempuran Tabuk 632 Haji Wada' 632 Meninggal (8 Juni): Madinah Daftar isi 1 Etimologi 2 Genealogi 3 Riwayat o 3.1 Kelahiran o 3.2 Berkenalan dengan Khadijah o 3.3 Memperoleh gelar o 3.4 Kerasulan o 3.5 Mendapatkan pengikut o 3.6 Hijrah ke Madinah o 3.7 Penaklukan Mekkah 4 Mukjizat 5 Ciri-ciri Muhammad 6 Pernikahan 7 Perbedaan dengan nabi dan rasul terdahulu Referensi 1. ^ See Muhittin Serin (1988) 2. ^ Hart, Michael. 2007. 100 Tokoh Paling Berpengaruh Sepanjang Masa. Batam: Karisma Publising Group. 3. ^ a b Lings, Martin. Muhammad: Kisah Hidup Nabi berdasarkan Sumber Klasik. Jakarta: Penerbit Serambi, 2002. ISBN 979-3335-16-5 4. ^ a b c Subhani, Ja'far. Ar-Risalah: Sejarah Kehidupan Rasulullah SAW. Jakarta: Penerbit Lentera, 2002. ISBN 979-8880-13-7 5. ^ Abdullah bin Abdul-Muththalib bin Hâsyim bin 'Abd al-Manâf bin Qushay bin Kilab bin Murrah bin Ka'b. 6. ^ Hadits riwayat Imam Bukhari, vol.IV no.744. 7. ^ Hadits riwayat Imam Bukhari, vol.I no.167, vol.IV no.747 dan vol.VIII no.785. 8. ^ Esposito, John (1998). Islam: The Straight Path. Oxford University Press. ISBN 0-19-5112334. p.18 9. ^ Bullough, Vern; Brenda Shelton, Sarah Slavin (1998). The Subordinated Sex: A History of Attitudes Toward Women. University of Georgia Press. ISBN 978-0-8203-2369-5. p.119 10. ^ Reeves, Minou (2003). Muhammad in Europe: A Thousand Years of Western MythMaking. NYU Press. ISBN 978-0-8147-7564-6. p.46 11. ^ Watt, M. Aisha bint Abi Bakr. Article at Encyclopaedia of Islam Online. Ed. P.J. Bearman, Th. Bianquis, C.E. Bosworth, E. van Donzel, W.P. Heinrichs. Brill Academic Publishers. ISSN 1573-3912. pp. 16-18

E-BOOK INI SAYA JUAL SENILAI Rp.250.000,Untuk Pemesanan ! Informasi mengenai tata cara transfer antar bank Tata cara transaksi Atm Bersama (klik disini) Transfer Atm Bersama dari BNI (klik disini) Transfer pembayaran Rp.250.000,ke salah satu nama bank berikut ini BRI cabang Bratang Surabaya No.Rek.088301016795534 Atas Nama Angga Karisma Putra atau Mandiri Cabang Bratang Binangun Surabaya No.Rek.1420006689797 Atas Nama Angga Karisma Putra atau Mandiri syariah Cabang Ampel Surabaya No.Rek.0977006791 Atas Nama Angga Karisma Putra Setelah menyelesaikan pembayaran , Ketik sudah transfer uang sebesar Rp.250.000/E-mail Anda Kirim ke 08819489261 Anda akan mendapatkan konfirmasi via sms E-book akan dikirim ke E-mail Anda dalam 1x24 jam DATA PEMBELI E-BOOK TENTANG NABI BESAR MUHAMMAD SAW Tanggal : 10/02/2009 Jam : 08:44:24 INFORMASI REKENING - MUTASI REKENING Nomor Rekening Nama Periode Mata Uang Tgl. Keterangan : 088301016795534 : ANGGA KARISMA PUTRA : 03/02/2009 - 03/02/2009 : IDR Cab. Mutasi Saldo

TRSF E-BANKING CR TANGGAL :02/02 03/ 02/02 0000 100,524.00 CR 02 /WSID:117910 ANDREAS APRIOKO HA TRSF E-BANKING CR TANGGAL :02/02 03/ 02/02 0000 100,245.00 CR 02 /WSID:496210 INDRA WIRANING UTA TRSF E-BANKING CR 0302/FTSCY/WS 95011 03/ 100613.00 0000 100,613.00 CR 02 REGISTRASI FORBIS FABIANUS REDEMPTUS TRSF E-BANKING CR 0202/FTSCY/WS 03/ 95011 0000 100,543.00 CR 02 100543.00 ALI ZAINAL ABIDIN TRSF E-BANKING CR 03/ 02/02 95031 0000 100,577.00 CR 02 WAHYU SUBAHAGIONO TRSF E-BANKING CR TANGGAL :02/02 03/ 02/02 0000 200,930.00 CR 02 /WSID:651810 GST AYU GD KRISNA 03/ TRSF E-BANKING 0000 200,936.00 CR 02 CR

147,430,753.23

147,530,998.23

147,631,611.23

147,732,154.23

147,832,731.23

148,033,661.23

148,234,597.23

TANGGAL :02/02 02/02 /WSID:120110 ENDAH M DAHLAN TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,318.00 CR 02 WSID:45931 VICKY B MAKAINAS TRSF E-BANKING CR 0302/FTSCY/WS 03/ 95011 0000 200,225.00 CR 02 200225.00 OKTAVIA ARVIYANI D TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,465.00 CR 02 WSID:57501 ALFIAN DRS MM TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,646.00 CR 02 WSID:56751 RUSLIYADI TAMSIR TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,892.00 CR 02 WSID:66381 RAIDI S PD SETORAN TUNAI 03/ DEWA UANG 0027 201,000.00 CR 02 PENCAFTARA N TRSF E-BANKING CR 02/03 83101 03/ GABUNG 0000 200,640.00 CR 02 FORMULABIS/ TRI /NITIP TRI WINARTO ST

148,334,915.23

148,535,140.23

148,635,605.23

148,736,251.23

148,937,143.23

149,138,143.23

149,338,783.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,181.00 CR 02 WSID:13391 DWI EDY WALUYO SWITCHING CR 03/ TRANSFER DR 02 002 SOLIHIN KCP KROYA C 0998 200,081.00 CR

149,438,964.23

149,639,045.23

SETORAN TUNAI 03/ DESTINAWATY 7865 100,386.00 CR 02 MDN TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,373.00 CR 02 WSID:38171 JAKA CHRISTY RUSLI TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,411.00 CR 02 WSID:28261 ANDWIANI SINARASRI 03/ SETORAN TUNAI 0184 200,352.00 CR 02 ARIFIN KRN SETORAN TUNAI 03/ SMUO EDWIN 0429 100,461.00 CR 02 PRAS ETIO TRSF E-BANKING CR 0302/FTSCY/WS 03/ 95011 0000 100,696.00 CR 02 100696.00 FELYCIA EDI SOETAR TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,004.00 CR 02 WSID:55111 ASLURI 03/ SETORAN TUNAI 0025 101,000.00 CR

149,739,431.23

149,839,804.23

149,940,215.23

150,140,567.23 150,241,028.23

150,341,724.23

150,441,728.23

150,542,728.23

02

AKBAL MKS

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,422.00 CR 02 WSID:29721 SUPENDI TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 82551 0000 100,600.00 CR 02 EDDY SIETRAWANDY SWITCHING CR TRANSFER DR 03/ 002 MARCUS 02 MARIA SARTOKCP WELERI

150,643,150.23

150,743,750.23

0998 200,139.00 CR

150,943,889.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,252.00 CR 02 WSID:54231 ARTHA NATALI WIDUR 03/ SETORAN TUNAI 7660 100,692.00 CR 02 MA'MUN SAFITRI SWITCHING CR 03/ TRANSFER DR 02 BANK CENTRA 0998 200,310.00 CR

151,044,141.23

151,144,833.23 151,345,143.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,267.00 CR 02 WSID:12031 LISA TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,817.00 CR 02 WSID:34971 SITI DJUBAEDAH DRA 03/ TRSF E-BANKING 0000 100,666.00 CR 02 CR 03/02 WSID:43521

151,445,410.23

151,646,227.23

151,746,893.23

DEVI SUHARTONI 03/ SETORAN TUNAI 0295 200,344.00 CR 02 TRSF E-BANKING 03/ CR 0000 100,238.00 CR 02 02/03 76121 SUDARIYANTO 03/ SETORAN TUNAI 0345 202,000.00 CR 02 03/ SETORAN TUNAI 8470 200,155.00 CR 02 TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,203.00 CR 02 WSID:59111 DUMILANG MANGKURUE 03/ SETORAN TUNAI 7120 100,693.00 CR 02 TRSF E-BANKING CR 0302/FTSCY/WS 95011 03/ 200354.00 0000 200,354.00 CR 02 BUSINESS ONLINE ID : MAGICIAN IMAM NURCAHYO SE TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,391.00 CR 02 WSID:59691 ERINA PURNAMASARI SWITCHING CR 03/ TRANSFER DR 02 BANK CENTRA 0998 100,147.00 CR 151,947,237.23

152,047,475.23

152,249,475.23 152,449,630.23

152,649,833.23

152,750,526.23

152,950,880.23

153,151,271.23

153,251,418.23

03/ TRSF E-BANKING 0000 100,623.00 CR 02 CR 03/02 WSID:47691

153,352,041.23

YAKSI HADI SUMANTR SETORAN TUNAI M.TRIWULAN SAYA 03/ BERGABUNG NIH 7510 100,407.00 CR 02 PAK JOKO TRIWULAN IKE MA HANANI TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,685.00 CR 02 WSID:10401 NANANG SETIAWAN TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,523.00 CR 02 WSID:55961 MOHAMMAD FATCHUL M TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,249.00 CR 02 WSID:41751 WENI ASITANINGRUM TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 72391 0000 200,723.00 CR 02 UANG DR KENZIE77 HADI NUGROHO SWITCHING CR TRANSFER DR 03/ 124 ABDUL 02 ROHIM,SE BPD KALTIM

153,452,448.23

153,553,133.23

153,753,656.23

153,853,905.23

154,054,628.23

0998 100,235.00 CR

154,154,863.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,058.00 CR 02 WSID:03071 AGUS SUSATYO 03/ SETORAN TUNAI 0043 100,720.00 CR

154,354,921.23

154,455,641.23

02

HENDRI .

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,444.00 CR 02 WSID:20861 BAHERAM SYAH 03/ SETORAN TUNAI 0220 100,083.00 CR 02 SUMANTO PKU TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 95031 0000 100,817.00 CR 02 FORMULA BISNIS RACHMAT FAUZI TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,908.00 CR 02 WSID:07141 LIM RITA IRAWATY TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,988.00 CR 02 WSID:16931 BOBY JULIAN MARADH TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,125.00 CR 02 WSID:37751 RIO MAYBON SIHITE TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,804.00 CR 02 WSID:35291 BUDI HARTANTO 03/ SETORAN TUNAI 5800 200,255.00 CR 02 RISQI 03/ TRSF E-BANKING 0000 100,782.00 CR 02 CR 03/02 WSID:50641

154,556,085.23

154,656,168.23

154,756,985.23

154,957,893.23

155,058,881.23

155,159,006.23

155,259,810.23

155,460,065.23 155,560,847.23

HARIMAN GUNADI SST 03/ KR OTOMATIS 02 NURUL SUCIATI 0965 200,959.00 CR 155,761,806.23

KR OTOMATIS yusak sedubun 03/ joko 0965 100,790.00 CR 02 susilo/bca/00942 14048 KR OTOMATIS MARYANI/08157 03/ 99948BCA 0965 100,963.00 CR 02 PEMUDA SEMARANG/0094 214048 BCA P TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 95031 0000 100,816.00 CR 02 YOGI MIFTAH FAUZIE 03/ SETORAN TUNAI 0418 100,812.00 CR 02 SUGANDI JTW TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,578.00 CR 02 WSID:10321 SULARNO TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,855.00 CR 02 WSID:14971 YAYAT HIDAYAT TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,147.00 CR 02 WSID:17171 MAS HEDI SURYATNA SETORAN TUNAI 03/ JIMBAR 5170 101,000.00 CR 02 PRASETIA . 03/ SWITCHING CR 02 TRANSFER DR 0998 200,584.00 CR

155,862,596.23

155,963,559.23

156,064,375.23

156,165,187.23

156,365,765.23

156,466,620.23

156,666,767.23

156,767,767.23 156,968,351.23

124 DHANI JULIANSYAH WALIKOTA SA TRSF E-BANKING CR 02/03 95031 03/ PEMBAYARAN 0000 100,875.00 CR 02 SMUO AHMAD NUR FUAD TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,810.00 CR 02 WSID:29371 AGIESTA SUHAIMI TRSF E-BANKING CR 02/03 77161 03/ INI SAYA 0000 200,953.00 CR 02 WILLIAM K EMALA LEONARDO KEMALA TRSF E-BANKING CR 02/03 81561 03/ UNTUK 0000 100,609.00 CR 02 JOKOSUSILO D AFT FORMULABIS SOBRI HM DRS TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,182.00 CR 02 WSID:44331 WISNU WIJAKSONO TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,655.00 CR 02 WSID:51901 ALPHONSUS EDDY GUR

157,069,226.23

157,170,036.23

157,370,989.23

157,471,598.23

157,671,780.23

157,772,435.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,752.00 CR 02 WSID:51241 VICTOR PALINOAN TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,863.00 CR 02 WSID:32141 SOFIAN NOR TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,102.00 CR 02 WSID:48441 SUTANTO TAMRIN 03/ SETORAN TUNAI 8030 100,805.00 CR 02 SETORAN TUNAI 03/ CATUR SIGIT 0013 100,569.00 CR 02 SAL 03/ SETORAN TUNAI 8375 200,564.00 CR 02 . . SWITCHING CR TRANSFER DR 03/ 013 STEVIE 02 ALEXANDER PERMATABANK

157,873,187.23

157,974,050.23

158,074,152.23

158,174,957.23 158,275,526.23 158,476,090.23

0998 200,062.00 CR

158,676,152.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,525.00 CR 02 WSID:05871 PATRICIA KR OTOMATIS HAIRIATI-BJM 03/ UTK BCA KCU 02 PEMUDA SEMARANG

158,876,677.23

0965 100,757.00 CR

158,977,434.23

03/ TRSF E-BANKING 0000 200,987.00 CR 02 CR 03/02 WSID:07011

159,178,421.23

SITI NOVITA RIZKI SWITCHING CR TRANSFER DR 03/ 028 AGUS 02 PURNAMA ALAM UJUNG BERUN

0998 100,581.00 CR

159,279,002.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,684.00 CR 02 WSID:37521 NATASIA INDAYANI TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,986.00 CR 02 WSID:55881 KRISNANTORO TRSF E-BANKING CR 0302/FTSCY/WS 03/ 95011 0000 100,950.00 CR 02 100950.00 HUBERTUS HUBERTUS HAKIM IR KR OTOMATIS 03/ SOBIAWAN 02 sobiawan 0965 200,616.00 CR

159,379,686.23

159,480,672.23

159,581,622.23

159,782,238.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,004.00 CR 02 WSID:56501 ISMIT TUHULELE TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 80751 0000 200,185.00 CR 02 ARI SUKMO WICAKSON TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 76031 0000 200,370.00 CR 02 GUSPRIONO BUDI SAN

159,882,242.23

160,082,427.23

160,282,797.23

TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,884.00 CR 02 WSID:38461 MIRA SETYANINGRUM TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,112.00 CR 02 WSID:47531 ROY SENTONY TAMBUN TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,960.00 CR 02 WSID:56651 MOHAMAD ANTHON SUB TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,491.00 CR 02 WSID:34811 JASMURI TRSF E-BANKING CR 02/03 81571 03/ DAFTAR 0000 100,958.00 CR 02 FORMULABISN IS YUKHRIJUL L RAMADH TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,717.00 CR 02 WSID:47391 MARLINA SAPUTRI SWITCHING CR TRANSFER DR 03/ 002 MUHAMMAD 0998 200,555.00 CR 02 HELMI 0173 - KC B 03/ TRSF E-BANKING 0000 200,486.00 CR 02 CR

160,383,681.23

160,583,793.23

160,684,753.23

160,785,244.23

160,886,202.23

160,986,919.23

161,187,474.23

161,387,960.23

03/02 WSID:01421 ERIC SETIADY TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,678.00 CR 02 WSID:50241 SISKA MIRANDA PUTR TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,565.00 CR 02 WSID:57491 SUPANTO TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,779.00 CR 02 WSID:19941 I KETUT OKA SURYA TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,047.00 CR 02 WSID:26521 ROWI MURSIDI IR TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 74431 0000 100,800.00 CR 02 JOKO SUSILO ERNANDO TRSF E-BANKING CR 02/03 82141 FENNI,INSTRUKS 03/ I PE 0000 200,685.00 CR 02 MBAYARAN FORMU WENDRA SURIANTO TH 03/ TRSF E-BANKING 0000 100,544.00 CR 02 CR 03/02 WSID:24331

161,488,638.23

161,589,203.23

161,689,982.23

161,790,029.23

161,890,829.23

162,091,514.23

162,192,058.23

ROKHILAH TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 200,474.00 CR 02 WSID:46201 ZUSANTI TRSF E-BANKING CR 03/ 03/02 0000 100,892.00 CR 02 WSID:59751 HASAN BASRI TRSF E-BANKING CR 03/ 02/03 95031 0000 100,118.00 CR 02 TRF DR DAVID C. DAVID CAHYADI Saldo Awal Mutasi Kredit Mutasi Debet Saldo Akhir : : : : 147,330,229.23 15,263,313.00 0.00 162,593,542.23

162,392,532.23

162,493,424.23

162,593,542.23

7 . ANDAPUN BISA JADI WARTAWAN Kirimkan naskah Anda ke e-mail angga.anggakarismaputra.putra@gmail.com dengan subjek sesuai judul naskah.Panjang naskah cukup 3000 karakter. Cantumkan nama,alamat e-mail,alamat lengkap,usia,dan telepon Anda. Tulisan dari hasil reportase sendiri dengan tema menarik akan diutamakan untuk dimuat di Blog ini,lainnya tetap dimunculkan di website klikdisini (www.penyusun.multiply.com) atau disini (www.surya.co.id)Mari berkarya! Ikhwanul Muslimin (Arab:‫ الخوان المسلمون‬al-ikhwān al-muslimūn) sering hanya disebut (Arab ‫ الخوان‬Al-Ikhwan) adalah salah satu jamaah dari umat Islam, mengajak dan menuntut ditegakkannya syariat Allah, hidup di bawah naungan Islam, seperti yang diturunkan Allah kepada Rasulullah saw, dan diserukan oleh para salafush-shalih, bekerja dengannya dan untuknya, keyakinan yang bersih menghujam dalam sanubari, pemahaman yang benar yang merasuk dalam akal dan fikrah, syariah yang mengatur al-jawarih (anggota tubuh), perilaku dan politik [1]. Di kemudian hari, gerakan Ikhwanul Muslimin tersebar ke seluruh dunia [2], Sejarah Masa-masa awal

Jamaah Ikhwanul Muslimin berdiri di kota Ismailiyah, Mesir pada Maret 1928 dengan pendiri Hassan al-Banna, bersama keenam tokoh lainnya, yaitu Hafiz Abdul Hamid, Ahmad al-Khusairi, Fuad Ibrahim, Abdurrahman Hasbullah, Ismail Izz dan Zaki al-Maghribi. Ikhwanul Muslimin pada saat itu dipimpin oleh Hassan al-Banna. Pada tahun 1930, Anggaran Dasar Ikhwanul Muslimin dibuat dan disahkan pada Rapat Umum Ikhwanul Muslimin pada 24 September1930[3]. Pada tahun 1932, struktur administrasi Ikhwanul Muslimin disusun dan pada tahun itu pula, Ikhwanul Muslimin membuka cabang di Suez, Abu Soweir dan al-Mahmoudiya. Pada tahun 1933, Ikhwanul Muslimin menerbitkan majalah mingguan yang dipimpin oleh Muhibuddin Khatib. Perkembangan 1930-1948 Kemudian pada tahun 1934, Ikhwanul Muslimin membentuk divisi Persaudaraan Muslimah. Divisi ini ditujukan untuk para wanita yang ingin bergabung ke Ikhwanul Muslimin.[4] Walaupun begitu, pada tahun 1941 gerakan Ikhwanul Muslimin masih beranggotakan 100 orang, hasil seleksi dari Hassan alBanna[5]. Pada tahun 1948, Ikhwanul Muslimin turut serta dalam perang melawan Israel di Palestina. Saat organisasi ini sedang berkembang pesat, Ikhwanul Muslimin justru dibekukan oleh Muhammad Fahmi Naqrasyi, Perdana Menteri Mesir tahun 1948. Berita penculikan Naqrasyi di media massa tak lama setelah pembekuan Ikhwanul Muslimin membuat semua orang curiga pada gerakan Ikhwanul Muslimin. 1950-1970 Secara misterius, pendiri Ikhwanul Muslimin, Hassan al-Banna meninggal dunia karena dibunuh pada 12 Februari 1949. Kemudian, tahun 1950, pemerintah Mesir merehabilitasi organisasi Ikhwanul Muslimin. Pada saat itu, parlemen Mesir dipimpin oleh Mustafa an-Nuhas Pasha. Parlemen Mesir menganggap bahwa pembekuan Ikhwanul Muslimin tidak sah dan inkonstitusional. Ikhwanul Muslimin pada tahun 1950 dipimpin oleh Hasan al-Hudhaibi. Kemudian, tanggal 23 Juli 1952, Mesir dibawah pimpinan Muhammad Najib bekerjasama dengan Ikhwanul Muslimin dalam rencana menggulingkan kekuasaan monarki Raja Faruk pada Revolusi Juli. Tapi, Ikhwanul Muslimin menolak rencana ini, dikarenakan tujuan Revolusi Juli adalah untuk membentuk Republik Mesir yang dikuasai oleh militer sepenuhnya, dan tidak berpihak pada rakyat. Karena hal ini, Jamal Abdul Nasir menganggap gerakan Ikhwanul Muslimin menolak mandat revolusi. Sejak saat ini, Ikhwanul Muslimin kembali dibenci oleh pemerintah. 1970-sekarang Ketika Anwar Sadat mulai berkuasa, anggota Ikhwanul Muslimin yang dipenjara mulai dilepaskan. Menggantikan Hudhaibi yang telah meninggal pada tahun 1973, Umar Tilmisani memimpin organisasi Ikhwanul Muslimin. Umar Tilmisani menempuh jalan moderat dengan tidak bermusuhan dengan penguasa. Rezim Hosni Mubarak saat ini juga menekan Ikhwanul Muslimin, dimana Ikhwanul Muslimin menduduki posisi sebagai oposisi di Parlemen Mesir. Pemikiran Ikhwanul Muslimin merupakan sebuah organisasi Islam berlandaskan ajaran Islam. Ia merupakan salah satu jamaah dari beberapa jamaah yang ada pada umat Islam, yang memandang bahwa Islam adalah

dien yang universal dan menyeluruh, bukan hanya sekedar agama yang mengurusi ibadah ritual (shalat, puasa, haji, zakat, dll) saja. Tujuan Ikhwanul Muslimin adalah mewujudkan terbentuknya sosok individu muslim, rumah tangga Islami, bangsa yang Islami, pemerintahan yang Islami, negara yang dipimpin oleh negara-negara Islam, menyatukan perpecahan kaum muslimin dan negara mereka yang terampas, kemudian membawa bendera jihad dan da’wah kepada Allah sehingga dunia mendapatkan ketentraman dengan ajaran-ajaran Islam[6]. Ikhwanul Muslimin menolak segala bentuk penjajahan dan monarki yang pro-Barat. Dalam perpolitikan di berbagai negara, Ikhwanul Muslimin ikut serta dalam proses demokrasi sebagai sarana perjuangannya, sebagaimana kelompok-kelompok lain yang mengakui demokrasi. Contoh utamanya adalah Ikhwanul Muslimin di Mesir yang mengikuti proses pemilu di negara tersebut [7]. Al-Ikhwan Berbeda & Menolak Al-Qaeda Di berbagai media khususnya media negara-negara Barat, Ikhwanul Muslimin sering dikait-kaitkan dengan Al-Qaeda. Pada faktanya, Ikhwanul Muslimin berbeda jauh dengan Al-Qaeda. Ideologi, sarana, dan aksi yang dilakukan oleh Al-Qaeda secara tegas ditolak oleh pimpinan Ikhwanul Muslimin. Ikhwanul Muslimin lebih mendukung ide perubahan dan reformasi melalui jalan damai [8] dan dialog yang konstruktif yang bersandarkan pada al-hujjah (alasan), al-mantiq (logika), al-bayyinah (jelas), dan ad-dalil (dalil)[9]. Kekerasan atau radikalisme bukan jalan perjuangan Ikhwanul Muslimin, kecuali jika negara tempat Ikhwanul Muslimin berada, terancam penjajahan dari bangsa lain. Inipun, kekerasan di sini sebenarnya lebih tepat disebut sebagai perlawanan, bukan radikalisme atau kekerasan sebagaimana yang dilakukan oleh kelompok teroris. Sebagai contoh adalah Hamas yang merupakan perpanjangan tangan Ikhwanul Muslimin di Palestina. Syekh Ahmad Yassin pendiri Hamas adalah tokoh Ikhwanul Muslimin [10]. Selain mengikuti proses pemilu (baca: demokrasi) di Palestina, Hamas juga melakukan perlawanan bersenjata melawan penjajah Israel untuk memperjuangkan kemerdekaan negara Palestina [11]. Al-Ikhwan Bukan Wahabi Di berbagai media, Ikhwanul Muslimin juga sering dikait-kaitkan dengan gerakan Wahabi. Pada faktanya, antara Al-Ikhwan dengan Wahabi berbeda jauh. Pengkait-kaitan Al-Ikhwan dengan Wahabi pada dasarnya disebabkan adanya kesamaan nama. Di dalam sejarah Wahabi di Arab Saudi, mereka memang pernah memiliki pasukan tempur yang bernama Al-Ikhwan, nama yang sama persis dengan Al-Ikhwan yang di Mesir. Seorang penulis bernama Robert Lacey dalam catatan kaki bukunya yang berjudul "Kerajaan Pertrodolar Saudi Arabia" di halaman 180 sudah mewanti-wanti bahwa kelompok Al-Ikhwan dari Nejd ini tidak ada kaitannya dan tak boleh dicampuradukkan dengan Al-Ikhwan AlMuslimun yang dibentuk di Mesir di tahun 1930-an dan masih aktif sampai saat ini [12] [13]. Secara pemikiran pun antara Ikhwanul Muslimin dengan Wahabi saling bertolak belakang. Ikhwanul Muslimin masuk ke dalam wilayah politik dalam perjuangannya (bahkan membentuk partai politik), sedangkan Wahabi sebaliknya, yaitu antipati terhadap partai politik. Kredo Ikhwanul Muslimin memiliki kredo berupa: 1. Allah tujuan kami (Allahu ghayatuna) 2. Rasulullah teladan kami (Ar-Rasul qudwatuna)

3. Al-Qur'an landasan hukum kami (Al-Quran dusturuna) 4. Jihad jalan kami (Al-Jihad sabiluna) 5. Mati syahid di jalan Allah cita-cita kami yang tertinggi (Syahid fiisabilillah asma amanina) Walaupun begitu, Ikhwanul Muslimin tetap mengikuti perkembangan teknologi dan tidak meninggalkannya. Sebagai organisasi Islam moderat, Ikhwanul Muslimin diterima oleh segala lapisan dan pergerakan. Ikhwanul Muslimin menekankan adaptasi Islam terhadap era globalisasi, bukan berarti umat Islam turut terseret dalam era globalisasi. Pemikiran dan pergerakan Ikhwanul Muslimin mencakup delapan aspek yang mencerminkan luasnya cakupan Islam sebagai ideologi yang mereka anut, yaitu Dakwah salafiyah (dakwah salaf), Thariqah sunniyah (jalan sunnah), Hakikat shufiyah (hakikat sufi), Hai'ah siyasiyah (lembaga politik), Jama'ah riyadhiyah (kelompok olahraga), Rabithah 'ilmiyah tsaqafiah (ikatan ilmiah berwawasan), Syirkah iqtishadiyah (perserikatan ekonomi), dan Fikrah ijtima'iyah (pemikiran sosial) [14]. Pimpinan Pimpinan Ikhwanul Muslimin disebut Mursyid 'Am atau Sekretaris Jenderal. Adapun tugas dari Mursyid 'Am adalah untuk mengatur organisasi Ikhwanul Muslimin di seluruh dunia. Berikut ini adalah daftar Mursyid 'Am yang pernah memimpin Ikhwanul Muslimin: * Hassan al-Banna [15] (1949 - 1928( )‫)حسن البنا‬ * Hassan al-Hudhaibi [16] (1972 - 1949( )‫)حسن الهضيبي‬ * Umar at-Tilmisani [17] (1986 - 1972( )‫)عمر التلمساني‬ * Muhammad Hamid Abu Nasr [18] (1996 - 1986( )‫)محمد حامد أبو النصر‬ * Mustafa Masyhur [19] (2002 - 1996( )‫)مصطفى مشهور‬ * Ma'mun al-Hudhaibi [20] (2004 - 2002( )‫)مأمون الهضيبي‬ * Muhammad Mahdi Akif (2004 - ( )‫- محمد المهدى عاكف‬

Ikhwanul Muslimin di Indonesia Syahrir, Nazir Pamoncak, MZ Hasan bertemu Hasan Al-Banna di Kantor Pusat Ikhwanul Muslimin Ikhwanul Muslimin masuk ke Indonesia melalui jamaah haji dan kaum pendatang Arab sekitar tahun

1930. Pada zaman kemerdekaan, Agus Salim pergi ke Mesir dan mencari dukungan kemerdekaan. Waktu itu, Agus Salim menyempatkan untuk bertemu kepada sejumlah delegasi Indonesia.[rujukan?] Ikhwanul Muslimin memiliki peran penting dalam proses kemerdekaan Republik Indonesia. Atas desakan Ikhwanul Muslimin, negara Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Republik Indonesia, setelah dijajah oleh Belanda. Dengan demikian, lengkaplah syarat-syarat sebuah negara berdaulat bagi Republik Indonesia[21]. Ikhwanul Muslimin kemudian semakin berkembang di Indonesia setelah Muhammad Natsir mendirikan partai yang memakai ajaran Ikhwanul Muslimin, yaitu Partai Masyumi[22]. Partai Masyumi kemudian dibredel oleh Soekarno dan dilarang keberadaannya. Kemudian pada Pemilu tahun 1999 berdiri partai yang menggunakan nama Masyumi, yaitu Partai Masyumi Baru dan Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (PPII Masyumi)[23]. Selain itu berdiri juga Partai Bulan Bintang (PBB) dan Partai Keadilan (PK) yang sebelumnya banyak dikenal dengan jamaah atau kelompok Tarbiyah. PBB mendeklarasikan partainya sebagai keluarga besar pendukung Masyumi[24]. Sedangkan menurut Yusuf Qaradhawi, Partai Keadilan (kini berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera atau PKS) merupakan perpanjangan tangan dari gerakan Ikhwanul Muslimin Mesir yang mewadahi komunitas terbaik kalangan muda intelektual yang sadar akan agama, negeri, dunia, dan zamannya [25]. Namun tulisan ulama yang kini bermukim di Qatar itu belum pernah mendapat konfirmasi dari para pengurus DPP PKS [26]. Jika dilihat dari Piagam Deklarasi PKS [27] dan AD/ART PKS [28], PKS tidak pernah menyebutkan hubungannya dengan Ikhwanul Muslimin. Selain partai-partai di atas, ada juga ormas Islam di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin ini, paling tidak itu terlihat dari nama ormas tersebut. Ormas yang dimaksud, antara lain adalah Parmusi (Persaudaraan Muslimin Indonesia) yang berafiliasi ke PPP, dan Ikhwanul Muslimin Indonesia (IMI). Parmusi saat ini diketuai oleh Bachtiar Chamsyah[29]. Sedangkan IMI yang dideklarasikan di Depok pada tahun 2001, diketuai oleh Habib Husein Al Habsyi[30]. Lalu pada Pemilu tahun 2004, Partai Masyumi Baru dan PPII Masyumi tidak dapat mengikuti pemilu lagi karena tidak lolos electoral threshold. Partai Masyumi Baru bergabung dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP)[31]. PBB masih dapat terus mengikuti pemilu[32]. Sedangkan PK mengikuti Pemilu 2004 setelah berganti nama menjadi Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Setelah pemilu 2004, PBB hampir tidak bisa mengikuti pemilu 2009 karena tidak lolos electoral threshold. Pada akhirnya PBB bisa mengikuti pemilu 2009 sebagaimana PKS dan PPP yang masih dapat terus mengikuti pemilu 2009 karena lolos electoral threshold. Jadi secara umum, Ikhwanul Muslimin cukup banyak memberikan inspirasi pada organisasi-organisasi di Indonesia. Namun tidak jelas mana yang benar-benar berhubungan secara resmi dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir. Jika diringkas, organisasi di Indonesia yang terinspirasi dari Ikhwanul Muslimin antara lain: 1. Partai Masyumi 2. Persaudaraan Muslimin Indonesia 3. Partai Masyumi Baru (1998) 4. Partai Politik Islam Indonesia Masyumi (1998) 5. Partai Bulan Bintang (1998) 6. Partai Keadilan (1998) 7. Ikhwanul Muslimin Indonesia (2001)

8. Partai Keadilan Sejahtera (2002) TOKOH IKHWANUL MUSLIMIN

Foto Sheikh Ahmed Yassin yang diambil pada tanggal 19 Maret, 2004, tiga hari sebelum dibunuh oleh tentara Israel dalam serangan helikopter. Sheikh Ahmed Yassin Sheikh Ahmed Ismail Yassin (Bahasa Arab: ‫ )الشيخ أحمد ياسين‬dilahirkan di desa Al Jaurah, pinggiran Al-Mijdal, selatan Jalur Gaza (sekarang dekat Ashkelon di Israel). Tanggal lahirnya tak diketahui secara pasti:menurut paspor Palestinanya, ia lahir pada 1 Januari 1929, namun ia telah menyatakan sebenarnya telah lahir pada 1938. Sedangkan sumber Palestina mendaftarkan tahun lahirnya ialah 1937. Saat masih kanak-kanak, ia dan keluarganya telah dipaksa menjadi pengungsi yang diakibatkan oleh perang dengan Israel pada tahun 1948. Yassin mendirikan Hamas - al-Harakatul Muqawwamatul Islamiyah - dengan rekannya Abdel Aziz alRantissi dan Khaled Meshal pada tahun 1987. Sheikh Ahmed adalah seorang tuna netra dan juga seorang paraplegic akibat kecelakaan olahraga pada masa muda-nya sehingga beliau harus menggunakan kursi roda sepanjang sisa hidupnya. [1]. Ia merupakan pejuang Intifadhah, mujahid dakwah yang berjuang menegakkan Islam dan penghulu pejuang Palestina. [sunting] Wafatnya

Sheikh Ahmed Yassin dibunuh pada hari Senin, 22 Maret 2004 ketika helikopter Israel menghantamkan 3 roket ke kendaraannya seusai solat Subuh.

Sufi adalah istilah untuk mereka yang mendalami ilmu tasawwuf, sejenis aliran mistik dalam agama Islam. Beberapa sufi yang terkenal antara lain: * Al-Hallaj * Jalaluddin Rumi * Shohibul faroji al-robbani * Syekh Siti Jenar * Syekh Abdul Qadir Jaelani * Abu Nawas Tasawuf (Tasawwuf) atau Sufisme (bahasa arab: ‫ ) , تصوف‬adalah ilmu untuk mengetahui bagaimana cara menyucikan jiwa, menjernihan akhlaq, membangun dhahir dan batin, untuk memporoleh kebahagian yang abadi. Tasawuf pada awalnya merupakan gerakan zuhud (menjauhi hal duniawi) dalam Islam, dan dalam perkembangannya melahirkan tradisi mistisme Islam. Tarekat (pelbagai aliran dalam Sufi) sering dihubungkan dengan Syiah, Sunni, cabang Islam yang lain, atau kombinasi dari beberapa tradisi. Pemikiran Sufi muncul di Timur Tengah pada abad ke-8, sekarang tradisi ini sudah tersebar ke seluruh belahan dunia. Etimologi Ada beberapa sumber perihal etimologi dari kata "Sufi". Pandangan yang umum adalah kata itu berasal dari Suf (‫ ,)صوف‬bahasa Arab untuk wol, merujuk kepada jubah sederhana yang dikenakan oleh para asetik Muslim. Namun tidak semua Sufi mengenakan jubah atau pakaian dari wol. Teori etimologis yang lain menyatakan bahwa akar kata dari Sufi adalah Safa (‫ ,)صفا‬yang berarti kemurnian. Hal ini menaruh penekanan pada Sufisme pada kemurnian hati dan jiwa. Teori lain mengatakan bahwa tasawuf berasal dari kata Yunani theosofie artinya ilmu ketuhanan. Yang lain menyarankan bahwa etimologi dari Sufi berasal dari "Ashab al-Suffa" ("Sahabat Beranda") atau "Ahl al-Suffa" ("Orang orang beranda"), yang mana dalah sekelompok muslim pada waktu Nabi

Muhammad yang menghabiskan waktu mereka di beranda masjid Nabi, mendedikasikan waktunya untuk berdoa. [sunting] Sejarah Paham Banyak pendapat pro dan kontra mengenai asal-usul ajaran tasawuf, apakah ia berasal dari luar atau dari dalam agama Islam sendiri. Sebagian pendapat mengatakan bahwa paham tasawuf merupakam paham yang sudah berkembang sebelum Nabi Muhammad menjadi Rasulullah[1]. Dan orang-orang Islam baru di daerah Irak dan Iran (sekitar abad 8 Masehi) yang sebelumnya merupakan orang-orang yang memeluk agama non Islam atau menganut paham-paham tertentu. Meski sudah masuk Islam, hidupnya tetap memelihara kesahajaan dan menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan keduniaan. Hal ini didorong oleh kesungguhannya untuk mengamalkan ajarannya, yaitu dalam hidupannya sangat berendah-rendah diri dan berhina-hina diri terhadap Tuhan. Mereka selalu mengenakan pakaian yang pada waktu itu termasuk pakaian yang sangat sederhana, yaitu pakaian dari kulit domba yang masih berbulu, sampai akhirnya dikenal sebagai semacam tanda bagi penganut-penganut paham tersebut. Itulah sebabnya maka pahamnya kemudian disebut PAHAM SUFI, SUFISME atau PAHAM TASAWUF, dan orangnya disebut ORANG SUFI. Sebagian pendapat lagi mengatakan bahwa asal-usul ajaran tasawuf berasal dari zaman Nabi Muhammad. Berasal dari kata "beranda" (suffa), dan pelakunya disebut dengan ahl al-suffa, seperti telah disebutkan di atas. Mereka dianggap sebagai penanam benih paham tasawuf yang berasal dari pengetahuan Nabi Muhammad [2]. Beberapa definisi sufisme: * Yaitu paham mistik dalam agama Islam sebagaimana Taoisme di Tiongkok dan ajaran Yoga di India (Mr. G.B.J Hiltermann & Prof.Dr.P.Van De Woestijne). * Yaitu aliran kerohanian mistik (mystiek geestroming) dalam agama Islam (Dr. C.B. Van Haeringen). Pendapat yang mengatakan bahwa sufisme/tasawuf berasal dari dalam agama Islam: * Asal-usul ajaran sufi didasari pada sunnah Nabi Muhammad. Keharusan untuk bersungguh-sungguh terhadap Allah merupakan aturan di antara para muslim awal, yang bagi mereka adalah sebuah keadaan yang tak bernama, kemudian menjadi disiplin tersendiri ketika mayoritas masyarakat mulai menyimpang dan berubah dari keadaan ini. (Nuh Ha Mim Keller, 1995) [3] * Seorang penulis dari mazhab Maliki, Abd al-Wahhab al-Sha'rani mendefinisikan Sufisme sebagai berikut: "Jalan para sufi dibangun dari Qur'an dan Sunnah, dan didasarkan pada cara hidup berdasarkan moral para nabi dan yang tersucikan. Tidak bisa disalahkan, kecuali apabila melanggar pernyataan eksplisit dari Qur'an, sunnah, atau ijma." [11. Sha'rani, al-Tabaqat al-Kubra (Kairo, 1374), I, 4.] [4]. Pendapat yang mengatakan bahwa tasawuf berasal dari luar agama Islam: * Sufisme berasal dari bahasa Arab suf, yaitu pakaian yang terbuat dari wol pada kaum asketen (yaitu orang yang hidupnya menjauhkan diri dari kemewahan dan kesenangan). Dunia Kristen, neo platonisme, pengaruh Persi dan India ikut menentukan paham tasawuf sebagai arah asketis-mistis dalam ajaran Islam (Mr. G.B.J Hiltermann & Prof.Dr.P.Van De Woestijne). * (Sufisme)yaitu ajaran mistik (mystieke leer) yang dianut sekelompok kepercayaan di Timur terutama Persi dan India yang mengajarkan bahwa semua yang muncul di dunia ini sebagai sesuatu yang khayali

(als idealish verschijnt), manusia sebagai pancaran (uitvloeisel) dari Tuhan selalu berusaha untuk kembali bersatu dengan DIA (J. Kramers Jz). * Al Quran pada permulaan Islam diajarkan cukup menuntun kehidupan batin umat Muslimin yang saat itu terbatas jumlahnya. Lambat laun dengan bertambah luasnya daerah dan pemeluknya, Islam kemudian menampung perasaan-perasaan dari luar, dari pemeluk-pemeluk yang sebelum masuk Islam sudah menganut agama-agama yang kuat ajaran kebatinannya dan telah mengikuti ajaran mistik, keyakinan mencari-cari hubungan perseorangan dengan ketuhanan dalam berbagai bentuk dan corak yang ditentukan agama masing-masing. Perasaan mistik yang ada pada kaum Muslim abad 2 Hijriyah (yang sebagian diantaranya sebelumnya menganut agama Non Islam, semisal orang India yang sebelumnya beragama Hindu, orang-orang Persi yang sebelumnya beragama Zoroaster atau orang Siria yang sebelumnya beragama Masehi) tidak ketahuan masuk dalam kehidupan kaum Muslim karena pada mereka masih terdapat kehidupan batin yang ingin mencari kedekatan diri pribadi dengan Tuhan. Keyakinan dan gerak-gerik (akibat paham mistik) ini makin hari makin luas mendapat sambutan dari kaum Muslim, meski mendapat tantangan dari ahli-ahli dan guru agamanya. Maka dengan jalan demikian berbagai aliran mistik ini yang pada permulaannya ada yang berasal dari aliran mistik Masehi, Platonisme, Persi dan India perlahan-lahan mempengaruhi aliran-aliran di daam Islam (Prof.Dr.H.Abubakar Aceh). * Paham tasawuf terbentuk dari dua unsur, yaitu (1) Perasaan kebatinan yang ada pada sementara orang Islam sejak awal perkembangan Agama Islam,(2) Adat atau kebiasaan orang Islam baru yang bersumber dari agama-agama non-Islam dan berbagai paham mistik. Oleh karenanya paham tasawuf itu bukan ajaran Islam walaupun tidak sedikit mengandung unsur-unsur Ajaran Islam, dengan kata lain dalam Agama Islam tidak ada paham Tasawuf walaupun tidak sedikit jumah orang Islam yang menganutnya (MH. Amien Jaiz, 1980)[5]. * Tasawuf dan sufi berasal dari kota Bashrah di negeri Irak. Dan karena suka mengenakan pakaian yang terbuat dari bulu domba (Shuuf), maka mereka disebut dengan "Sufi". Soal hakikat Tasawuf, ia itu bukanlah ajaran Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wassalam dan bukan pula ilmu warisan dari Ali bin Abi Thalib Radiyallahu ‘anhu. Menurut Asy Syaikh Ihsan Ilahi Zhahir rahimahullah berkata: “Tatkala kita telusuri ajaran Sufi periode pertama dan terakhir, dan juga perkataan-perkataan mereka baik yang keluar dari lisan atau pun yang terdapat di dalam buku-buku terdahulu dan terkini mereka, maka sangat berbeda dengan ajaran Al Qur’an dan As Sunnah. Dan kita tidak pernah melihat asal usul ajaran Sufi ini di dalam sejarah pemimpin umat manusia Muhammad Shallallahu ‘alaihi wassalam , dan juga dalam sejarah para shahabatnya yang mulia, serta makhluk-makhluk pilihan Allah Ta’ala di alam semesta ini. Bahkan sebaliknya, kita melihat bahwa ajaran Sufi ini diambil dan diwarisi dari kerahiban Nashrani, Brahma Hindu, ibadah Yahudi dan zuhud Buddha" - At Tashawwuf Al Mansya’ Wal Mashadir, hal. 28.(Ruwaifi’ bin Sulaimi, Lc) [6]. [sunting] Contoh Paham Berikut contoh paham Sufi atau paham tasauf : [sunting] Paham Kesatuan Wujud Paham ini berisi keyakinan bahwa manusia dapat bersatu dengan Tuhan. Penganut paham kesatuan wujud ini mengambil dalil Al Quran yang dianggap mendukung penyatuan antara ruh manusia dengan Ruh Allah dalam penciptaan manusia pertama, Nabi Adam AS: “...Maka apabila telah Kusempurnakan kejadiannya dan Kutiupkan kepadanya roh Ku; maka hendaklah kamu tersungkur dengan bersujud kepadanya (As Shaad; 72)” Sehingga ruh manusia dan Ruh Allah dapat dikatakan bersatu dalam sholat karena sholat adalah me-

mi'rajkan ruh manusia kepada Ruh Allah Azza wa Jalla . Atas dasar pengaruh 'penyatuan' inilah maka kezuhudan dalam sufi dianggap bukan sebagai kewajiban tetapi lebih kepada tuntutan bathin karena hanya dengan meninggalkan/ tidak mementingkan dunia lah kecintaan kepada Allah semakin meningkat yang akan bepengaruh kepada 'penyatuan' yang lebih mendalam. Paham ini dikalangan penganut paham kebatinan juga dikenal sebagai paham manunggaling kawula lan gusti yang berarti bersatunya antara hamba dan Tuhan. Kedudukan Syariat dalam Empat Tingkatan Spiritual Empat tingkatan kedalaman beragama Syari'at dalam perspektif faham tasawuf ada yang menggambarkannya dalam bagan Empat Tingkatan Spiritual Umum dalam Islam, syariat, tariqah atau tarekat, hakikat. Tingkatan keempat, ma'rifat, yang 'tak terlihat', sebenarnya adalah inti dari wilayah hakikat, sebagai esensi dari kempat tingkatan spiritual tersebut. Sebuah tingkatan menjadi fondasi bagi tingkatan selanjutnya, maka mustahil mencapai tingkatan berikutnya dengan meninggalkan tingkatan sebelumnya. Sebagai contoh, jika seseorang telah mulai masuk ke tingkatan (kedalaman beragama) tarekat, hal ini tidak berarti bahwa ia bisa meninggalkan syari'at. Yang mulai memahami hakikat, maka ia tetap melaksanakan hukum-hukum maupun ketentuan syariat dan tarekat. [sunting] Kesenian sufi Sufisme telah menyumbang cukup banyak puisi dalam Bahasa Arab, Bahasa Turki, Bahasa Farsi, Bahasa Kurdi, Bahasa Urdu, Bahasa Punjab, Bahasa Sindhi, yang paling dikenal mencakup karya dari Jalal al-Din Muhammad Rumi, Abdul Qader Bedil, Bulleh Shah, Amir Khusro, Shah Abdul Latif Bhittai, Sachal Sarmast, Sultan Bahu, tradisi-tradisi dan tarian persembahan seperti Sama dan musik seperti Qawalli. AKHWAT

AHKWAT SEJATI 1 Suatu ketika, seorang santri putra bertanya pada Ustadznya: Ya Ustadz, Ceritakan Kepadaku Tentang Akhwat Sejati… Sang Ustadz pun tersenyum dan menjawab…Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar jilbabnya yang lebar, tetapi dari bagaimana ia menjaga pandangan mata (ghudhul bashar), sikap, akhlak, kehormatan dan kemurnian islamnya…. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari kelembutan suaranya, tetapi dari lantangnya ia mengatakan kebenaran di hadapan laki2 bukan mahramnya….. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya jumlah sahabat di sekitarnya, tetapi dari sikap bersahabatnya dengan anak2nya, keluarga dekatnya, para jama’ah, para tetangga dan orang2 di sekitarnya. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia dihormati di tempat ia bekerja tetapi bagaimana ia dihormati di dalam rumah tangganya… Akhwat sejati bukanlah dilihat dari bagaimana ia pintar berhias dan memasak masakan yang enak2, tapi bagaimana ia bisa faham dan mengerti selera dan variasi makan suami dan anak2nya yang sebenarnya tidak rewel, pintar mengatur cash flow finansial keluarga, mengerti bagaimana berpenampilan menarik di hadapan suami dan selalu merasa cukup (qonaah) dengan segala pemberian dari sang suami di saat lapang maupun di saat sempit. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari wajahnya yang cantik, tetapi dari bagaimana ia bermurah senyum dan sejuk jika dilihat di hadapan suaminya dengan sepenuh hati tanpa dibuat2/dipaksakan. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari banyaknya ikhwan yang mencoba berta’aruf kepadanya, tetapi dari komitmennya untuk mengatakan bahwa sesungguhnya “Tidak ada kata “CINTA sebelum menikah. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari gelar sabuk hitam dalam olahraga beladirinya, tetapi dari sabarnya ia menghadapi lika-liku kehidupan… Akhwat Sejati bukanlah dilihat dari sekedar banyaknya ia menghafal Al-Quran, tetapi dari pemahaman

ia atas apa yang ia baca/hafal untuk kemudian ia amalkan dalam kehidupan sehari2. ….setelah itu, Si Murid kembali bertanya… “Adakah Akhwat yang dapat memenuhi kriteria seperti itu, Ya Ustadz ?” Sang Ustadz kembali tersenyum dan berkata: “Akhwat seperti itu ada, tapi langka. Sekalipun ada, biasanya ia memiliki karakter khas antara lain; Sangat mencintai Allah dan RasulNya melebihi apapun, tidak lepas dari dunia da’wah (minimal di lingkungan sekitar tempat tinggalnya), hidup berjamaah tapi tidak dikenal ‘ashobiyah, tidak ingin dikenal-kecuali diminta/didesak oleh jama’ah (masyarakat), dari keturunan orang2 yang shalih/shalihat, berasal dari lingkungan yang sangat terpelihara, punya amalan ibadah harian, mingguan dan bulanan di atas rata2 orang kebanyakan, hidupnya sederhana namun tetap menarik dan bermanfaat buat orang lain, dikenal sebagai tetangga yang baik hati, sangat berbakti terhadap orang tua, sangat hormat kepada yang lebih tua dan sangat sayang terhadap yang lebih muda, sangat disiplin dengan sholat fardunya, rajin shaum sunnah dan qiyamullail & atau bisa jadi amalan ibadah terbaiknya disembunyikan dari mata orang2 yang mengenalnya, rajin memperbaiki istighfarnya (taubatan nashuha), rajin mendoakan saudara2nya terutama yang sedang dalam keadaan kesulitan atau sedang terdzolimi secara terang2an/tersembunyi, rajin bersilaturahim, rajin menuntut ilmu-mengaji- (terutama yang syar’i)/minimal rajin hadir di majlis ilmu dan mendengarkannya, senantiasa menambah/memperbaiki ilmunya dan menyampaikan semua ilmu yang ia ketahui setelah terlebih dahulu ia mengamalkannya, rajin membaca/menghafal alqur’an atau hadits dan buku2 yang bermanfaat, pintar/kuat hafalannya, sangat selektif soal makanan/minuman yang ia konsumsi, sangat perhatian terhadap kebersihan dan sangat disiplin sekali soal thaharah, sangat terjaga dari soal2 ikhtilat apalagi berkhalwat, jauh dari gosip-menggosip, lisan dan semua perbuatannya senantiasa terjaga dari hal2 yang sia2, zuhud, istiqomah, tegar, tidak takut/bersedih hati hingga berlarut2 melainkan sebentar (wajar), pandai menghibur dan pandai menutupi aib/kekurangan dirinya dan orang2 yang ia kenal, mudah memaafkan kesalahan/kekeliruan orang lain tanpa diminta dan tanpa dendam, ringan tangan untuk membantu sesama, mudah berinfak (bershadaqah), ikhlas, jauh dari riya, ujub, muhabahat, takabur dan tidak emosional, cukup sensitif tapi tidak terlalu sensitif (tidak mudah tersinggung), selalu berbuat ihsan dan muraqobatullah (selalu merasa dekat dan selalu merasa diawasi oleh Allah SWT baik di saat ramai maupun di saat sendirian), selalu berhusnudzon kepada setiap orang, benar2 berkarakter jujur (shiddiiq), amanah dan selalu menyampaikan yang haq dengan caranya yang terbaik (tabligh), pantang mengeluh/berkeluh kesah, sangat dewasa dalam menyikapi problematika kehidupan, mandiri, selalu optimis, terlihat selalu gembira dan menentramkan, hari2nya tidak lepas dari perhitungan (muhasabah) bahwa hari ini selalu ia usahakan lebih baik daripada kemarin dan hari esok lebih baik dari hari ini, dan senantiasa pandai bersyukur atas segala ni’mat (takdir baik) serta senantiasa sabar dalam menghadapi ujian dan cobaan (takdir buruk) dalam segala keadaan. Kapan pun dan di manapun.. Si Murid rupa2nya masih penasaran, dan bertanya kembali kepada Sang Ustadz. “Ya Ustadz, adakah cara yang paling mudah untuk mendapatkannya? atau minimal bisa mendapatkan seorang Akhwat yang mendekati profil Akhwat Sejati?? Sang Ustadz pun dengan bijak segera menjawabnya: “Ada, jika antum ingin mendapatkan Akhwat Sejati nan benar2 Shalihat sebagai teman hidup maka SHALIHKAN DAHULU DIRI ANTUM…!! karena InsyaAllah Akhwat yang shalihat adalah pada dasarnya juga untuk Ikhwan yang shaalih… AKHWAT SEJATI 2 Sebuah renungan tuk para akhwat termasuk diri saya sendiri...

Akhwat sejati tidak dilihat dari jilbabnya yang anggun, tetapi dilihat dari kedewasaannya dalam bersikap. Akhwat sejati tidak dilihat dari retorikanya ketika aksi, tetapi dilihat dari kebijaksanaannya dalam mengambil keputusan. Akhwat sejati tidak dilihat dari banyaknya ia berorganisasi, tetapi sebesar apa tanggungjawabnya dalam menjalankan amanah. Akhwat sejati tidak dilihat dari kehadirannya dalam syuro�, tetapi dilihat dari kontribusinya dalam mencari solusi dari suatu permasalahan. Akhwat sejati tidak dilihat dari tasnya yang selalu membawa Al - Qur�an, tetapi dilihat dari hafalan dan pemahamannya akan kandungan Al - Qur�an tersebut. Akhwat sejati tidak dilihat dari aktivitasnya yang seabrek, tetapi bagaimana ia mampu mengoptimalisasi waktu dengan baik. Akhwat sejati tidak dilihat dari IP-nya yang cumlaude, tetapi bagaimana ia mengajarkan ilmunya pada umat. Akhwat sejati tidak dilihat dari tundukan matanya ketika interaksi, tetapi bagaimana ia mampu membentengi hati Akhwat sejati tidak dilihat dari partisipasinya dalam menjalankan kegiatan, tetapi dilihat dari keikhlasannya dalam bekerja. Akhwat sejati tidak dilihat dari sholatnya yang lama, tetapi dilihat dari kedekatannya pada Robb di luar aktivitas sholatnya. Akhwat sejati tidak dilihat kasih sayangnya pada orang tua dan teman - teman, tetapi dilihat dari besarnya kekuatan cinta pada Ar - Rahman Ar - Rahiim. Akhwat sejati tidak dilihat dari rutinitas dhuha dan tahajjudnya, tetapi sebanyak apa tetesan air mata penyesalan yang jatuh ketika sujud Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya. Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu. Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya

ia berbicara. Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya. Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur. Dan ingatlah ... Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

CIRI - CIRI WANITA SHOLEHAH Tidak banyak syarat yang dikenakan oleh Islam untuk seseorang wanita untuk menerima gelar solehah, dan seterusnya menerima pahala syurga yang penuh kenikmatan dari Allah s.w.t. Mereka hanya perlu memenuhi 2 syarat saja yaitu: 1. Taat kepada Allah dan RasulNya 2. Taat kepada suami Perincian dari dua syarat di atas adalah sebagai berikut: 1. Taat kepada Allah dan RasulNya Bagaimana yang dikatakan taat kepada Allah s.w.t. ? - Mencintai Allah s.w.t. dan Rasulullah s.a.w. melebihi dari segala-galanya. - Wajib menutup aurat - Tidak berhias dan berperangai seperti wanita jahiliah - Tidak bermusafir atau bersama dengan lelaki dewasa kecuali ada bersamanya - Sering membantu lelaki dalam perkara kebenaran, kebajikan dan taqwa - Berbuat baik kepada ibu & bapa - Sentiasa bersedekah baik dalam keadaan susah ataupun senang - Tidak berkhalwat dengan lelaki dewasa - Bersikap baik terhadap tetangga 2. Taat kepada suami - Memelihara kewajipan terhadap suami - Sentiasa menyenangkan suami - Menjaga kehormatan diri dan harta suaminya selama suami tiada di rumah. - Tidak cemberut di hadapan suami. - Tidak menolak ajakan suami untuk tidur - Tidak keluar tanpa izin suami. - Tidak meninggikan suara melebihi suara suami - Tidak membantah suaminya dalam kebenaran

- Tidak menerima tamu yang dibenci suaminya. - Sentiasa memelihara diri, kebersihan fisik & kecantikannya serta rumah tangga FAKTOR YANG MERENDAHKAN MARTABAT WANITA --------------------------------------Sebenarnya puncak rendahnya martabat wanita adalah datang dari faktor dalam. Bukanlah faktor luar atau yang berbentuk material sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para pejuang hak-hak palsu wanita. Faktor-faktor tersebut ialah: 1) Lupa mengingat Allah Kerana terlalu sibuk dengan tugas dan kegiatan luar atau memelihara anak-anak, maka tidak heran jika banyak wanita yang tidak menyadari bahwa dirinya telah lalai dari mengingat Allah. Dan saat kelalaian ini pada hakikatnya merupakan saat yang paling berbahaya bagi diri mereka, di mana syetan akan mengarahkan hawa nafsu agar memainkan peranannya. Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-Jathiah, ayat 23: artinya: " Maka sudahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai Tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmunya. Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya." Sabda Rasulullah s.a.w.: artinya: "Tidak sempurna iman seseorang dari kamu, sehingga dia merasa cenderung kepada apa yang telah aku sampaikan." (Riwayat Tarmizi) Mengingati Allah s.w.t. bukan saja dengan berzikir, tetapi termasuklah menghadiri majlis-majlis ilmu. 2) Mudah tertipu dengan keindahan dunia Keindahan dunia dan kemewahannya memang banyak menjebak wanita ke perangkapnya. Bukan itu saja, malahan syetan dengan mudah memperalatkannya untuk menarik kaum lelaki agar sama-sama bergelimang dengan dosa dan noda. Tidak sedikit yang sanggup durhaka kepada Allah s.w.t. hanya kerana kenikmatan dunia yang terlalu sedikit. Firman Allah s.w.t. di dalam surah al-An'am: artinya: " Dan tidaklah penghidupan dunia ini melainkan permainan dan kelalaian dan sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa, oleh karena itu tidakkah kamu berfikir." 3) Mudah terpedaya dengan syahwat 4) Lemah iman 5) Bersikap suka menunjuk-nunjuk.

Ad-dunya mata' , khoirul mata' al mar'atus sholich Dunia adalah perhiasan, perhiasan dunia yang baik adalah Wanita sholihah.

Akhirnya ku hanya memilikiMu Dalam hidupku kini Dan akhirnya hanyalah tentang diriMu Yang meyakini setiap langkahku Setelah aku menampikkan diriMu

Setelah aku meninggalkan Mu Ya Tuhanku.. ampuni sgala dosaku Tunjukkan ku jalan kembali untukMu Ya Tuhanku.. rahmati sgala langkahku Agar ku temukan indahnya cintaMu Kusadari hanyalah pada diriMu Ku kan temukan cinta sejatiku Kusadari hanyalah tentang diriMu Yang mendamaikan seluruh jiwaku

PARADIGMA KECANTIKAN AKHWAT Tidak cantik = Minder dan jarang disukai orang. Cantik = Percaya diri, terkenal dan banyak yang suka. AH MASA SIH?? Itulah sekelumit rumus yang ada dalam fikiran wanita atau bisa juga akhwat. Sebuah rumus simple namun amat berbahaya. Darimanakah asal muasal rumus ini? Bisa jadi dari media ataupun oleh opini masyarakat yang juga telah teracuni oleh media- baik cetak maupun elektronik- bahwa kecantikan hanya sebatas kulit luar saja. Semua warga Indonesia seolah satu kata bahwa yang cantik adalah yang berkulit putih, tinggi semampai, hidung mancung, bibir merah, mata jeli, langsing, dll. Akibatnya banyak kaum hawa yang ingin memiliki image cantik seperti yang digambarkan khalayak ramai, mereka tergoda untuk membeli kosmetika yang dapat mewujudkan mimpi-mimpi mereka dan mulai melalaikan koridor syari’at yang telah mengatur batasan-batasan untuk tampil cantik. Ada yang harap-harap cemas mengoleskan pemutih kulit, pelurus rambut, mencukur alis, mengeriting bulu mata, mengecat rambut sampai pada usaha memancungkan hidung melalui serangkaian treatment silikon, dll. Singkat kata, mereka ingin tampil secantik model sampul, bintang iklan ataupun teman pengajian yang qadarullah tampilannya memikat hati. Maka tidak heran setiap saya melewati toko kosmetik terbesar di kota saya, toko tersebut tak pernah sepi oleh riuh rendah kaum hawa yang memilah milih kosmetik dalam deretan etalase dan mematut di depan kaca sambil terus mendengarkan rayuan manis dari si mba SPG. Kata cantik telah direduksi sedemikian rupa oleh media, sehingga banyak yang melalaikan hakikat cantik yang sesungguhnya. Mereka sibuk memoles kulit luar tanpa peduli pada hati mereka yang kian gersang. Tujuannya? Jelas, untuk menambah deretan fans dan agar kelak bisa lebih mudah mencari pasangan hidup, alangkah naifnya. Faktanya, banyak dari teman-teman pengajian saya yang sukses menikah bukanlah termasuk wanita yang cantik ataupun banyak kasus yang muncul di media massa bahwa si cantik ini dan itu perkawinannya kandas di tengah jalan. Jadi, tidak ada korelasi antara cantik dan kesuksesan hidup!. Teman-teman saya yang sukses menikah walaupun tidak cantik-cantik amat tapi kepribadiannya amat

menyenangkan, mereka tidak terlalu fokus pada rehab kulit luar tapi mereka lebih peduli pada recovery iman yang berkelanjutan sehingga tampak dalam sikap dan prinsip hidup mereka, kokoh tidak rapuh. Pun, jika ada teman yang berwajah elok mereka malah menutupinya dengan cadar supaya kecantikannya tidak menjadi fitnah bagi kaum adam dan hanya dipersembahkan untuk sang suami saja, SubhanAlloh. Satu kata yang terus bergema dalam hidup mereka yakni bersyukur pada apa-apa yang telah Alloh berikan tanpa menuntut lagi, ridho dengan bentuk tubuh dan lekuk wajah yang dianugerahkan Alloh karena inilah bentuk terbaik menurut-Nya, bukan menurut media ataupun pikiran dangkal kita. Kalau kita boleh memilih, punya wajah dan kepribadian yang cantik itu lebih enak tapi tidak semua orang dianugerahi hal semacam itu, itulah ke maha adilan Alloh, ada kelebihan dan kekurangan pada diri tiap orang. Dan satu hal yang pasti, semua orang bertingkah laku sesuai pemahaman mereka, jika kita rajin menuntut ilmu agama InsyaAlloh gerak-gerik kita sesuai dengan ilmu yang kita miliki. Demikian pula yang terjadi pada wanita-wanita yang terpaku pada kecantikan fisik semata, menurut asumsi saya, mereka merupakan korban-korban iklan dan kurang tekun menuntut ilmu agama, sehingga lahirlah wanita-wanita yang berpikiran dangkal, mudah tergoda dan menggoda. Mengutip salah satu hadist, Rasulullah Shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda : “Siapa yang Alloh kehendaki kebaikan baginya, Alloh akan pahamkan ia dalam agamanya”(Shahih, Muttafaqun ‘alaihi). Hadist diatas dijelaskan oleh Syaikh Ibnu Baz bahwa ia menunjukkan keutamaan ilmu. Jika Alloh menginginkan seorang hamba memperoleh kebaikan, Alloh akan memahamkan agama-Nya hingga ia dapat mengetahui mana yang benar dan mana yang bathil, mana petunjuk mana kesesatan. Dengannya pula ia dapat mengenal Rabbnya dengan nama dan sifat-sifat-Nya serta tahu keagungan hak-Nya. Ia pun akan tahu akhir yang akan diperoleh para wali Alloh dan para musuh Alloh. Syaikh Ibnu Baz lebih lanjut juga mengingatkan betapa urgennya menuntut ilmu syari’at: “Adapun ilmu syar’i, haruslah dituntut oleh setiap orang (fardhu ‘ain), karena Alloh menciptakan jin dan manusia untuk beribadah dan bertaqwa kepada-Nya. Sementara tidak ada jalan untuk beribadah dan bertaqwa kecuali dengan ilmu syar’i, ilmu Al-Qur’an dan as Sunnah”. Dus, sadari sejak semula bahwa Alloh menciptakan kita tidak dengan sia-sia. Kita dituntut untuk terus menerus beribadah kepadaNya. Ilmu agama yang harus kita gali adalah ilmu yang Ittibaurrasul (mencontoh Rasulullah) sesuai pemahaman generasi terbaik yang terdahulu (salafusshalih), itu adalah tugas pokok dan wajib. Jika kita berilmu niscaya kita akan mengetahui bahwa mencukur alis (annamishah), tatto (al-wasyimah), mengikir gigi (al-mutafallijah) ataupun trend zaman sekarang seperti menyambung rambut asli dengan rambut palsu (al-washilah) adalah haram karena perbuatan-perbuatan tersebut termasuk merubah ciptaan Alloh. Aturan-aturan syari’at adalah seperangkat aturan yang lengkap dan universal, sehingga keinginan untuk mempercantik diri seyogyanya dengan tetap berpedoman pada kaidah-kaidah syara’ sehingga kecantikan kita tidak mendatangkan petaka dan dimurkai Alloh. Apalah gunanya cantik tapi hati tidak tentram atau cantik tapi dilaknat oleh Alloh dan rasul-Nya, toh kecantikan fisik tidak akan bertahan lama, ia semu saja. Ada yang lebih indah dihadapan Alloh, Rabb semesta alam, yaitu kecantikan hati yang nantinya akan berdampak pada mulianya akhlaq dan berbalaskan surga. Banyak-banyaklah introspeksi diri (muhasabah), kenali apa-apa yang masih kurang dan lekas dibenahi. Jangan ikuti langkah-langkah syaitan dengan melalaikan kita pada tugas utama karena memoles kulit luar bukanlah hal yang gratis, ia butuh waktu dan biaya yang tidak sedikit. Bukankah menghambur-hamburkan uang (boros) adalah teman syaitan?. JADI, mari kita ubah sedikit demi sedikit mengenai paradigma kecantikan.

Faham Syari’at = CANTIK Tidak Faham Syari’at = Tidak CANTIK sama sekali! Bagaimana? setuju? Dari Abu Hurairah, Rasulullah Shalallahu ’alaihi Wa sallam bersabda: ”Innallaha la yanzhuru ila ajsamikum wa la ila shuwarikum walakin yanzhuru ila qulubikum” ”Sesungguhnya Allah tidak melihat fisik kalian dan rupa kalian akan tetapi Allah melihat hati dan kalian” (HR. Muslim) Mari kita simak syair indah dibawah ini: Banyak lebah mendatangi bunga yang kurang harum Karena banyaknya madu yang dimiliki bunga Tidak sedikit lebah meninggalkan bunga yang harum karena sedikitnya madu Banyak laki-laki tampan yang tertarik dan terpesona oleh wanita yang kurang cantik Karena memiliki hati yang cantik Dan tidak sedikit pula wanita cantik ditinggalkan laki-laki karena jelek hatinya Karena kecantikan yang sejati bukanlah cantiknya wajah tapi apa yang ada didalam dada Maka percantiklah hatimu agar dicintai dan dirindukan semua orang. Wallahu ‘alam

AKHWAT SALAFFIYAT Segala puji hanya bagi Allah, sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad yang tiada lagi nabi sesudahnya. Amma ba’du. Ini adalah beberapa patah kata ringkas yang aku alamatkan kepada akhwat muslimah di setiap tempat – melalui jaringan internet – apalagi jaringan internet seperti ini sudah menjadi sarana yang paling cepat dan bermanfaat untuk menyebarkan dakwah yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah sesuai dengan manhaj As Salafush Sholeh -semoga Allah merahmati mereka. Dan aku telah menyusunnya

dalam beberapa poin dan beberapa potongan ringkas. Sebaik-baik perkataan adalah perkataan Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shollallaahu’alayhiwasallam. Ini adalah isyarat dariku bahwa di beberapa bagian, aku akan mencukupkan diri dengan menyebutkan beberapa ayat yang menjelaskan suatu perkara. Dari risalah “Secara tulus untuk setiap muslimah”. Aku katakan wa billaahit tawfiiq: Aku nasehatkan setiap wanita muslimah, baik yang telah menikah atau masih sendiri, yang kecil atau yang besar, yang tua atau yang muda, agar ia bertakwa kepada Allah terhadap dirinya karena Allah telah berfirman kepada Nabi-Nya shollallahu’alayhiwasallam: “Hai Nabi, bertakwalah kepada Allah..” (Q.S.33:1) Maka orang-orang selain Nabi Muhammad shollallahu’alayhiwasallam lebih pantas mendapatkan arahan dan nasehat ini. Maka janganlah engkau memandangi pria-pria asing, baik di jalan atau di pasar, atau di televisi, atau di foto-foto dan majalah-majalah serta koran-koran, atau di jaringan internet. Karena pandangan itu adalah pintu masuk kepada perkara yang lebih besar lagi. Allah berfirman: “Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau puteraputera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau puteraputera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinyua agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (Q.S. 24:31) Dan janganlah seorang wanita melembut-lembutkan suaranya di depan para pria asing – non-mahrom – sama saja baik perkataannya itu secara langsung seperti ketika berjual-beli di pasar, atau seperti yang berbicara kepada saudara-saudara suaminya atau salah satu kerabatnya atau suaminya yang bukan mahrom – sebagaimana yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, atau juga ketika perkataannya itu dari balik hijab, atau melalui telpon atau Paltalk atau Messenger. Allah berfirman: “Hai isteri-isteri Nabi, kamu sekalian tidaklah seperti wanita yang lain, jika kamu bertakwa. Maka janganlah kamu tunduk dalam berbicara sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya dan ucapkanlah perkataan yang baik,” (Q.S. 33:32) Firman ini ditujukan kepada ummahaatul mu`miniin yang bersih dan selalu menjauhkan diri dari perkara-perkara tidak baik, di dalam suatu masyarakat yang suci murni, yang dipilih oleh Allah untuk mendampingi Nabi-Nya shollallaahu’alayhiwasallam, maka wanita-wanita di masa kita sekarang ini lebih pantas untuk mendapatkan arahan dan nasehat ilahi ini. Dan seorang wanita muslimah hendaknya tetap di rumahnya dan tidak keluar ke pasar kecuali untuk keperluan yang benar-benar darurat dan dengan keadaan tidak mutabarrijah. Kalau ada orang yang memenuhi keperluannya di pasar maka hendaknya berhamdalah. Dan hendaknya ia juga waspada untuk tidak keluar ke taman-taman dan tempat-tempat rekreasi serta tempat-tempat yang bercampur baur dengan laki-laki, baik anak-anak muda atau yang lain. Allah berfirman: “dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orangorang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya.

Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (Q.S.33:33) Dan wajib atas seorang muslimah yang sungguh-sungguh mencintai Allah dan Rasul-Nya -tidak sekedar mengaku-ngaku- untuk mengenakan hijab syar’iy yaitu dengan menutup wajahnya dan memakai pakaian yang longgar dan panjang, bukan yang sempit, pendek atau tembus pandang, kalau ia ingin keluar dari rumah untuk suatu keperluan. Allah berfirman: “Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. 33:59) Umar rodhiyallaahu’anhu berkata: “Tidak ada sesuatu pun yang menghalangi seorang muslimah, ketika ia mempunyai suatu keperluan, untuk keluar dengan mengenakan kain penutup miliknya atau milik tetangganya sambil bersembunyi-sembunyi sehingga tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, sampai kemudian ia kembali lagi ke rumahnya”. Semua ini, yaitu menetap di dalam rumah dan selalu berhijab, muncul dari buah ilmu syar’iy yang bersumber dari Al Kitab dan As Sunnah. Allah berfirman: “Dan ingatlah apa yang dibacakan di rumahmu dari ayat-ayat Allah dan hikmah (sunnah nabimu). Sesungguhnya Allah adalah Maha Lembut lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. 33:34) Meskipun perkataan ini ditujukan kepada ummahaatul mu`miniin, namun yang dijadikan ibroh adalah keumuman lafal bukan kekhususan sebab, dan para wanita selain ummahaatul mu`miniin lebih memerlukan ilmu dan lebih perlu mempelajari hal-hal yang meluruskan agamanya. Dan yang paling harus diketahui oleh setiap muslim dan muslimah adalah mentauhidkan Allah dan mengesakan-Nya dalam ibadah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apapun agar ibadahnya diterima. Dan seorang muslimah hendaknya menjaga dirinya dan kehormatannya. Allah berfirman: “Hai Nabi, apabila datang kepadamu perempuan-perempuan yang beriman untuk mengadakan janji setia, bahwa mereka tiada akan menyekutukan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina, tidak akan membunuh anak-anaknya, tidak akan berbuat dusta yang mereka ada-adakan antara tangan dan kaki mereka dan tidak akan mendurhakaimu dalam urusan yang baik, maka terimalah janji setia mereka dan mohonkanlah ampunan kepada Allah untuk mereka. Sesungguhnya Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.S. 60:12) Dan ketahuilah wahai akhwat muslimat, bahwa ayat berikut ini begitu mencakup, padat, sarat muatan, menghimpun dan mencukupi, bagi orang yang mentadabburi, memahami dan mengamalkannya. Yaitu firman Allah: “Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mukmin, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam ketaatannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyuk, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar.” (Q.S. 33:35) Aku nasehatkan para akhwat muslimat untuk memiliki perhatian terhadap ilmu syar’iy yang berasaskan dalil dari Al Kitab dan As Sunnah, yang tanpanya suatu ibadah wajib tidak akan dapat dilakukan. Dan aku tidak bermaksud bahwa seorang muslimah mendalami masalah-masalah sekunder dengan mengorbankan perbuatan-perbuatan wajib yang harus ia kerjakan seperti mengurus suami dan anakanak, mengatur rumah. Hal-hal ini lebih wajib untuknya daripada mendalami masalah-masalah

sekunder dalam agama. Hendaknya ia memulai dengan yang pokok. Dengan memahami tauhid dan segala hal yang bertentangan dengannya dari perkara syirik yang termasuk pembatal agama. Kemudian dengan masalah-masalah yang dapat membetulkan sholatnya, demikian juga masalah-masalah thoharoh untuk wanita, dan dia harus mengetahui kapan harus sholat dan puasa dan kapan harus berhenti sholat dan puasa misalnya, dan seterusnya. Dia juga perlu mempelajari hal-hal yang membuatnya mengerti soal pendidikan anak-anaknya, demikian juga kiat-kiat mengurus suami dengan baik. Intinya, seorang wanita muslimah harus mempelajari hal yang paling wajib terlebih dahulu, kemudian hal yang wajib di bawahnya, berkaitan dengan segala sesuatu yang membetulkan ibadahnya dan yang tanpanya suatu perkara wajib tidak dapat dilaksanakan. Dan dia menjauh dari masalah-masalah khilafiyyah sebisa mungkin, bahkan hendaknya dia berusaha keras untuk itu. Sebagaimana aku juga menasehatkan para muslimah untuk meninggalkan perdebatan dalam masalah agama dan memberikan bantahan-bantahan yang menjadi kesibukan sebagian mereka yang mengklaim diri sebagai penuntut ilmu. Mereka ikut-ikutan para thullaabul ilmi dan masyayikh dalam masalah memberi bantahan kepada orang yang menyelisih. Si fulanah ini menulis bantahan untuk fulanah ini. Yang ini menulis bantahan untuk fulanah itu. Sampai-sampai seorang dari muslimah itu menulis bantahan kepada si fulan yang itu. Maka mereka sibuk dan disibukkan dari perkara wajib yang tentangnya mereka akan dimintai pertanggungjawaban. Wahb bin Munabbih -semoga Allah merahmatinya- berkata: “Tinggalkan perbuatan berbantahbantahan dan saling mendebat dari urusanmu. Karena sesungguhnya engkau tidak akan dapat melemahkan salah satu dari dua orang ini: orang yang lebih berilmu darimu. Bagaimana engkau akan mendebat dan berbantahan dengan orang yang lebih berilmu darimu? Kemudian orang yang kamu lebih berilmu darinya. Bagaimana kamu akan mendebat dan berbantahan dengan orang yang kamu lebih berilmu darinya dan dia tidak mau menurutimu. Maka putuslah hal itu dari dirimu.” Abdullah al Basriy -semoga Allah merahmatinya- berkata: “Sunnah menurut kami itu bukanlah dengan engkau membantah para pengikut hawa nafsu, akan tetapi sunnah menurut kami adalah dengan engkau tidak mengajak bicara seorangpun dari mereka.” Al Abbas bin Gholib al Warraaq -semoga Allah memberinya rahmat- berkata: “Aku berkata kepada Ahmad bin Hanbal: “Wahai Abu Abdillah ketika aku berada di suatu majlis yang tidak ada seorangpun yang mengetahui sunnah kecuali aku, kemudian ada seorang mubtadi’ yang berbicara, apakah aku membantahnya?”. Imam Ahmad berkata: “Jangan kamu pasang dirimu untuk orang ini. Beritahukan yang sunnah dan jangan kamu mendebat”. Maka aku ulangi lagi perkataanku itu kepadanya. Lalu ia berkata: “Aku memandangmu tidak lain hanyalah seorang pendebat”. Dan tinggalkanlah perbuatan memberitahu orang tentang sesuatu yang masih “katanya” di antara kalian, wahai para akhwat. Dan janganlah engkau menghukumi seseorang dari kalian dengan suatu pelanggaran sampai engkau mendapatkan kepastian dan engkau tanyakan kepada salah seorang ulama atau masyayikh atau kepada para tholabatul ilmi yang dikenal dengan keistiqomahannya di atas manhaj salaf dan termasuk orang yang memiliki keteguhan dan pertimbangan sehat. Bukan termasuk orangorang yang tergesa-gesa dan tertipu oleh dirinya sendiri dengan membangga-banggakannya meskipun mereka itu adalah salafiyyin. Kamu tanyakan kepada mereka tentang hal yang diyakini oleh seorang dari kalian sebagai pelanggaran menurut pandangannya. Agar tidak sampai terjadi perpecahan pendapat, keberselisihan hati dan ke-saling-menjauh-an perasaan. Dan hendaknya seorang yang menjadikan dirinya sebagai da’i dari kalian, untuk bertaqwa kepada Allah di dalam dakwahnya. Maka dia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak seorang da’i kepada Allah. Yaitu berhias dengan kesabaran terhadap orang yang menyelisihi, dan begitu juga terhadap orang yang jahil. Dan sebelumnya hendaknya ia menyiapkan persenjataan berupa ilmu tentang hal-hal

yang ingin ia sampaikan dan ia dakwahkan. Dan salah satu hal yang menunjukkan kafaqihan Imam Bukhori dan pemahamannya yang benar atas Al Kitab dan As Sunnah, bahwasanya beliau membuat satu bab dalam kitab al Jaami’ ash Shohiih-nya, dan berkata: “Bab, Mengilmui sebelum berkata dan beramal”. Allah ta’aalaa berfirman: (maka ketahuilah bahwasanya tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah dan memohon ampunlah atas dosa-dosamu). IKHWAN GANTENG , PASANGAN SEJATI AKHWAT ! Alangkah indahnya Islam. Kedudukan manusia dinilai dari ketaqwaannya, bukan dari gendernya. Ini adalah strata terbuka sehingga siapa saja berpeluang untuk memasuki strata taqwa. Ikhwan dan akhwat adalah dua makhluk Allah Subhanahu wa Ta’ala yang berbeda. Ikhwan, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan rasionalitasnya karena ia adalah pemimpin bagi kaum hawa. Akhwat, sebagaimana ia, memang diciptakan lebih dominan sensitivitas perasaannya karena ia akan menjadi ibu dari anak-anaknya. “Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Mereka menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. 9: 71) Di lapangan, ikhwan dan akhwat harus menjaga hijab satu sama lain, namun tentu bukan berarti harus memutuskan hubungan, karena dalam da’wah, ikhwan dan akhwat adalah seperti satu bangunan yang kokoh, yang sebagian mereka menjadi penolong bagi sebagian yang lain. Belakangan ini menjadi sebuah fenomena baru di berbagai LDK kampus tentang sedikit ‘konfrontasi’ ikhwan dengan akhwat. Tepatnya, tentang kurang cepat tanggapnya da’wah para ikhwan yang notabene adalah partner da’wah dari akhwat. Patut menjadi catatan, mengapa ADK akhwat selalu lebih banyak dari ADK ikhwan. Walau belum ada penelitian, tetapi bila melihat data kader, pun data massa dimana jumlah akhwat selalu dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dibandingkan ikhwan, maka dapat diindikasikan bahwa ghirah, militansi dan keagresifan berda’wah akhwat, lebih unggul. Meski memang hidayah itu dari Allah Subhanahu wa Ta’ala, namun tentu kita tak dapat mengabaikan proses ikhtiar. Akhwat Militan, Perkasa dan Mandiri? Sejak kapankah adanya istilah Akhwat militan, perkasa dan mandiri ini? Berdasarkan dialog-dialog yang penulis telaah di lapangan, dan di beberapa LDK, ternyata hampir semua akhwat memiliki permasalahan yang sama, yaitu tentang kurang cepat tanggapnya ikhwan dalam menghadapi tribulasi da’wah. Bahkan ada sebuah rohis yang memang secara turun temurun, kader-kader akhwatnya terbiasa mandiri dan militan. Mengapa? Karena sebagian besar ikhwan dianggap kurang bisa diandalkan. Dan ada pula sebuah masjid kampus di Indonesia yang hampir semua agenda da’wahnya digerakkan oleh para akhwat. Entah hilang kemanakah para ikhwan. Akibat seringnya menghadapi ikhwan semacam ini, yang mungkin karena sangat gemasnya, penulis pernah mendengar doa seorang akhwat, “Ya Allah…, semoga nanti kalau punya suami, jangan yang seperti itu… (tidak cepat tanggap–red),” ujarnya sedih. Nah! Ikhwan GANTENG Lantas bagaimanakah seharusnya ikhwan selaku partner da’wah akhwat? Setidaknya ada tujuh point yang patut kita jadikan catatan dan tanamkan dalam kaderisasi pembinaan ADK, yaitu GANTENG (Gesit, Atensi, No reason, Tanggap, Empati, Nahkoda, Gentle). Beberapa kisah tentang ikhwan yang tidak GANTENG, akan dipaparkan pula di bawah ini. (G) Gesit dalam da’wah

Da’wah selalu berubah dan membutuhkan kegesitan atau gerak cepat dari para aktivisnya. Ada sebuah kisah tentang poin ini. Dua orang akhwat menyampaikan pesan kepada si fulan agar memanggil ikhwan B dari masjid untuk rapat mendesak. Sudah bisa ditebak…, tunggu punya tunggu…, ikhwan B tak kunjung keluar dari masjid. Para akhwat menjadi gemas dan menyampaikan pesan lagi agar si fulan memanggil ikhwan C saja. Mengapa? Karena ikhwan C ini memang dikenal gesit dalam berda’wah. Benar saja, tak sampai 30 detik, ikhwan C segera keluar dari masjid dan menemui para akhwat. Mobilitas yang tinggi. (A) Atensi pada jundi Perhatian di sini adalah perhatian ukhuwah secara umum. Contoh kisah bahwa ikhwan kurang dalam atensi adalah ketika ada rombongan ikhwan dan akhwat sedang melakukan perjalanan bersama dengan berjalan kaki. Para ikhwan berjalan di depan dengan tanpa melihat keadaan akhwat sedikitpun, hingga mereka menghilang di tikungan jalan. Para akhwat kelimpungan.., nih ikhwan pada kemana? “Duh.., ikhwan ngga’ liat-liat ke belakang apa ya?” Ternyata para ikhwan berjalan jauh di depan, meninggalkan para akhwat yang sudah kelelahan. (N) No reason, demi menolong Kerap kali, para akhwat meminta bantuan ikhwan karena ada hal-hal yang tidak bisa dilakukan oleh akhwat. Tidak banyak beralasan dalam menolong adalah poin ketiga yang harus dimiliki oleh aktivis. Contoh kisah kurangnya sifat menolong adalah saat ada acara buka puasa bersama anak yatim. Panitia sibuk mempersiapkannya. Untuk divisi akhwat, membantu antar departemen dan antar sie adalah hal yang sudah seharusnya dilakukan. Para akhwat ini kemudian meminta tolong seorang ikhwan untuk memasang spanduk. “Afwan ya…, amanah ane di panitia kan cuma mindahin karpet ini…,” jawab sang ikhwan sambil berlalu begitu saja karena menganggap tugas itu bukanlah amanahnya. T) Tanggap dengan masalah Permasalahan da’wah di lapangan semakin kompleks, sehingga membutuhkan aktivis yang tanggap dan bisa membaca situasi. Sebuah kisah, adanya muslimah yang akan murtad akibat kristenisasi di sebuah kampus. Aktivis akhwat yang mengetahui hal ini, menceritakannya pada seorang ikhwan yang ternyata adalah qiyadahnya. Sang ikhwan ini dengan tanggap segera merespon dan menghubungi ikhwan yang lainnya untuk melakukan tindakan pencegahan pemurtadan. Kisah di atas, tentu contoh ikhwan yang tanggap. Lain halnya dengan kisah ini. Di sebuah perjalanan, para akhwat memiliki hajat untuk mengunjungi sebuah lokasi. Mereka kemudian menyampaikannya kepada ikhwan yang notabene adalah sang qiyadah. Sambil mengangguk-angguk, sang ikhwan menjawab, “Mmmm….” “Lho… terus gimana? Kok cuma “mmmmm”…” tanya para akhwat bingung. Sama sekali tidak ada reaksi dari sang ikhwan. “Aduh… gimana sih….” Para akhwat menjadi senewen. (E) Empati Merasakan apa yang dirasakan oleh jundi. Kegelisahan para akhwat ini seringkali tercermin dari wajah, dan lebih jelas lagi adalah dari kata-kata. Maka sebaiknya para ikhwan ini mampu menangkap kegelisahan jundi-jundinya dan segera memberikan solusi. Contoh kisah tentang kurang empatinya ikhwan adalah dalam sebuah perjalanan luar kota dengan menaiki bis. Saat telah tiba di tempat, ikhwan-akhwat yang berjumlah lima belas orang ini segera turun dari bis. Dan bis itu melaju kembali. Para akhwat sesaat saling berpandangan karena baru menyadari bahwa mereka kekurangan satu personel akhwat, alias, tertinggal di bis! Sontak saja para akhwat ini dengan panik, berlari dan mengejar bis. Tetapi tidak demikian halnya dengan ikhwan, mereka hanya berdiri di tempat dan dengan tenang berkata, “Nanti juga balik lagi akhwatnya.” (N) Nahkoda yang handal Laki-laki adalah pemimpin bagi kaum wanita. Ia adalah nahkoda kapal. Lantas bagaimanakah bila sang nahkoda tak bergerak? Alkisah, tentang baru terbentuknya kepengurusan rohis. Tunggu punya

tunggu…, hari berganti hari, minggu berganti minggu, ternyata para ikhwan yang notanebe adalah para ketua departemen, tak kunjung menghubungi akhwat. Akhirnya, karena sudah “gatal” ingin segera gerak cepat beraksi dalam da’wah, para akhwat berinisiatif untuk “menggedor” ikhwan, menghubungi dan menanyakan kapan akan diadakan rapat rutin koordinasi. (G) Gentle Bersikap jantan atau gentle, sudah seharusnya dimiliki oleh kaum Adam, apatah lagi aktivis. Tentu sebagai Jundullah (Tentara Allah) keberaniannya adalah di atas rata-rata manusia pada umumnya. Namun tidak tercermin demikian pada kisah ini. Sebuah kisah perjalanan rihlah. Rombongan ikhwan dan akhwat ada dalam satu bis. Ikhwan di depan dan akhwat di belakang. Beberapa akhwat sudah setengah mengantuk dalam perjalanan. Tiba-tiba bis berhenti dan mengeluarkan asap. Para ikhwan segera berhamburan keluar dari bis. Tinggallah para akhwat di dalam bis yang kelimpungan. “Ada apa nih?” tanya para akhwat. Saat para akhwat menyadari adanya asap, barulah mereka ikut berhamburan keluar. “Kok ikhwan ninggalin gitu aja…” ujar seorang akhwat dengan kecewa. Penutup Fenomena ketidak-GANTENG-an ikhwan ini, akan dapat berpengaruh pada kinerja da’wah. Ikhwan dan akhwat adalah partner da’wah yang senantiasa harus saling berkoordinasi. Masing-masing ikhwan dan akhwat memang mempunyai kesibukannya sendiri, namun ikhwan dilebihkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, yaitu sebagai pemimpin. Sehingga wajar saja bila yang dipimpin terkadang mengandalkan dan mengharapkan sang qawwam ini bisa jauh lebih gesit dalam berda’wah (G), perhatian kepada jundinya (A), tidak banyak alasan dalam menolong (N), tanggap dalam masalah (T), empati pada jundi (E), menjadi nahkoda yang handal (N) dan mampu memberikan perlindungan (G). Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman, "Kaum laki-laki adalah pemimpin (qawwam) bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebagian mereka (laki-laki) atas sebagian yang lain (wanita)..." (QS. An-Nisa':34).

7 Cara Ta'aruf ala Khadijah-Muhammad
Saya belum begitu paham dengan postingan yang satu ini [yaitu: "Nabi Muhammad SAW pun pernah pacaran(tetapi secara Islami)"]. Tidak dijelaskan bagaimana Rasulullah SAW menjalin hubungan dengan Khadijah r.a. Emang, “pacaran”-nya beliau kayak apa? Jawaban Angga Karisma Putra : Postingan tersebut memang hanya menjawab pertanyaan apakah Nabi Muhammad saw. pernah pacaran ataukah tidak. Untuk membahas pacaran beliau kayak apa, kita membutuhkan penjelasan tersendiri seperti di bawah ini: Seperti telah kita ketahui bersama, makna asli “pacaran” adalah “persiapan nikah”. Dengan definisi tersebut, di bawah ini hendak aku paparkan pengamatanku mengenai bagaimana berlangsungnya proses yang menjadikan Khadijah-Muhammad siap menikah: 1. TA’ARUF PASIF: Khadijah mulai “naksir” Muhammad lantaran mendengar kabar mengenai kemuliaan akhlak beliau. Saat itu, masyarakat Makkah sedang ramai membicarakan Muhammad bin Abdullah, seorang pemuda yang bisa menjaga kejujuran dan keluhuran hati, sementara para pemuda pada umumnya suka berfoyafoya. Khadijah naksir itu bukan lantaran ketampanan atau pun kekayaannya. Malah, saat itu

Muhammad saw. merupakan pemuda yang miskin. 2. TA’ARUF AKTIF: Khadijah menyaksikan sendiri kemuliaan akhlak Muhammad melalui perbincangan dalam tatap muka langsung. Pada mulanya, ketertarikan Khadijah kepada Muhammad bukanlah dalam rangka kepentingan asmara, melainkan bisnis. Kita tahu, Khadijah ialah seorang pengusaha kaya. Lantas, Khadijah pun memanggil Muhammad dan mengajaknya berbincang-bincang mengenai perdagangan. Dengan perbincangan seperti ini, Khadijah bisa mulai mengecek apakah benar bahwa Muhammad berakhlak mulia. 3. TANAZHUR (TA’ARUF INTERAKTIF): Khadijah dan Muhammad menjalin kerja sama pengembangan karir. Melalui perbincangan tersebut tadi, Khadijah menganggap bahwa Muhammad adalah sosok yang ia butuhkan untuk berdagang ke negeri Syam. Muhammad pun menerima tugas itu dengan senang hati. Dengan interaksi seperti ini, Khadijah dapat me-recheck atau melakukan pengujian terhadap Muhammad sebelum benar-benar yakin bahwa Muhammad memang berakhlak mulia. 4. TANAZHUR LANGSUNG: Khadijah mengalami sendiri indahnya menjalin kebersamaan dengan Muhammad yang berakhlak mulia. Sepulangnya Muhammad saw. dari negeri Syam, Khadijah menerima laporan langsung dari beliau mengenai penunaian tugas berdagang tersebut tadi. Khadijah sangat gembira dan terlihat antusias sekali menyimak laporan tersebut. Secara demikian, tumbuhlah rasa cintanya kepada beliau. Dari hari ke hari, cintanya semakin mendalam. 5. TANAZHUR BERJARING: Khadijah memanfaatkan jaringan (network)-nya untuk memperlancar interaksinya dengan Muhammad. Maisarah ialah orang kepercayaan Khadijah yang menyertai Muhammad berdagang ke Syam. Ia pun menceritakan pengalaman-pengalaman yang ditemuinya selama perjalanan. Laporan-laporannya mengenai kemuliaan Muhammad menjadikan Khadijah semakin berhasrat untuk menjadi istri beliau. 6. TANAZHUR BERMEDIA: Khadijah mengerahkan “agen cinta” untuk memperlancar hubungannya dengan Muhammad. Dalam tradisi Arab ketika itu, bila seorang perempuan kaya mendatangi seorang pemuda untuk meminta menikahinya, maka itu dipandang memalukan. Untuk menyiasatinya, Khadijah pun mengutus Nafisah, seorang kepercayaannya lainnya, untuk membujuk Muhammad supaya mau melamar dirinya. 7. KHITBAH: Muhammad melamar Khadijah untuk menjadi istri beliau. Di depan keluarga Khadijah, Muhammad saw. melamarnya. Maharnya 20 ekor unta. Lamaran pun diterima. Pernikahan itu sendiri dilaksanakan pada waktu 2 bulan 15 hari setelah Muhammad datang dari Syam. Usia Muhammad saat itu 25 tahun, sedangkan Khadijah 40 tahun. Wallaahu a’lam. MACAM - MACAM HADIS 1. Hadits Shohih (Sah/benar/sehat) 2. Hadits Hasan (Bagus/Baik) 3. Hadits Dho’if (Lemah) 4. Hadits Marfu’ (Semua sanadnya bersandar kepada Rasulullah Saw) 5. Hadits Mushahhaf (Kesalahan terjadi pada catatan / bacaannya) 6. Hadits Muttasil (Sanadnya bersambung sampai kepada Rasulullah Saw) 7. Hadits Mauquf (Sanadnya boleh jadi bersambung, boleh jadi terputus)

8. Hadits Mun-qoti’ (Dho’if, karena terputus sanadnya) 9. Hadits Mursal (Dho’if dan Mardud) 10. Hadits Mu’allal (Terselubung cacatnya / merusak keshohihan Hadits) 11. Hadits Ghorib (Yang menyendiri) 12. Hadits Masyhur (Nyata) 13. Hadits Mudallas (Gelap / Menyembunyikan cacat dalam sanad) 14. Hadits Mutawatir (Berturut Sanadnya) 15. Hadits Syadz (Bertentangan) 16. Hadits Mudraj (Ada tambahan, yang bukan bagian dari Hadits) 17. Hadits Maqlub (Dho’if. Karena ada pergantian lafaz) 18. Hadits Mudhtorib (Rusak susunan) 19. Hadits Mu’adhal (Menggugurkan dua Perawi aslinya)(Hukumnya Dho’if) 20. Hadits Matruk (Dho’if yang paling buruk. Perawinya tertuduh Pendusta) 21. Hadits Maudhu’ (Palsu. Kebohongan yang diciptakan dan disandarkan kepada Rasul Saw) 22. Hadits Munkar (Cacat dan Palsu perawinya kedapatan berbuat Fasiq) Jika Hadits-hadits yang kita baca terdapat Keterangan yang mengatakan seperti dibawah ini : 7 Imam : Al-Bukhari. Muslim. Ahmad. Abu Daud. At-Turmudzy. An-Nasa’iy. Ibnu Majah. 6 Imam : Al-Bukhari. Muslim. Abu Daud. At-Turmudzy. An-Nasa’iy dan Ibnu Majah. 5 Imam : Ahmad. Abu Daud. At-Turmudzy. An-Nasa’iy. Ibnu Majah. 4 Imam : Ahmad. At-tirimidzy. An-Nasa’iy. Ibnu Majah. 3 Imam : Abu Daud. At-turmudzy. An-Nasaiy.Muttafaqun 'Alaih : Al-Bukhari dan Muslim. Banyak orang yang berjiwa ta'at dan patuh kepada Agama. Tetapi karena pengetahuannya tentang Hadits sangat terbatas, sehingga ia nampak seperti orang yang hidup dalam kegelapan. Yaitu merabaraba dan seperti berjalan tiada tentu arah tujuan. Tidak ada pegangan yang menimbulkan ketenangan dalam hati untuk menetapkan langkahnya. Dan ia akan berhati-hati dengan tidak ada alasan. Kadangkadang mereka bisa bersikap sangat pemberani (agresip). Padahal ia berbuat salah. Maka untuk menghindarkan segala sifat yang buruk dan merugikan diri sendiri seperti yang demikian itu !!! Hendaknya kita selalu mencari tambahan ilmu tentang Hadits. Dengan demikian kita berjalan menurut Cahaya yang dianjurkan oleh Rasulullah Saw. kepada seluruh umatnya. Kita mengharap kepada Allah SWT semoga kita jangan sampai terperangkap dengan Hadits-hadits palsu !!! Yang pada akhirnya kita sendiri yang akan rugi. Karena dari dahulu hingga sekarang. Kebanyakan dari kita, hanya menerima Cerita-cerita Israiliyat yang sampai kepada kita melalui cerita entah berantah, lalu kita katakan itu adalah Hadits Nabi Saw. Maka sanksinya adalah Neraka !Oleh karena itu. Wajib bagi kita belajar lagi untuk memperhalus kaji. Agar jangan menjadi orang yang hanya ikut-ikutan saja, alias ikut saja apa kata orang. Yakni bertaqlid buta (tiada 'ilmu). Ingatlah ! Neraka tetap menanti kehadiran orang yang demikian ini !Dan semoga para pembaca yang berminat dengan pelajaran ini, kita harapkan untuk mencari atau bertanya kepada Ahli Hadits yang banyak liku-likunya, karena maksud dari pelajaran ini bukan menguraikan ilmu Hadits, tetapi mengurai isi Hadits yang berkaitan dengan ketetapan Ibadah. Maka dipersilahkan menambah ‘ilmu kepada para Ahli Hadits yang Mu’tabar dimanapun ia berada. Sunnah ada enam Kitab Hadits yang ternama, yang merupakan pegangan penjelasan utama bagi umat Islam. Keenam Kitab tersebut ialah : 1. Shohih Imam Al-Bukhari. 2. Shohih Imam Muslim. 3. Imam Abu Daud.

4. Imam An-Nasa'iy. 5. Shohih At-Turmudzy. 6. Imam Ibnu Majah. Demikian serba sedikit tentang Hadit dan Sunnah. Menteri Syaikh / Shalih bin Abdul Aziz Al Syaikh ( ( - > Hadis No 401 Hadis riwayat Aisyah ra.: Dari Zurarah, bahwa Saad bin Hisyam bin Amir ingin berperang di jalan Allah. Ketika datang ke Madinah, ia bertemu dengan beberapa orang dari penduduk Madinah. Mereka melarang Saad bin Hisyam melaksanakan keinginannya tersebut dan mereka mengabarkannya bahwa pada masa Nabi saw. ada enam orang sahabat bermaksud seperti itu tetapi Rasulullah saw. melarang mereka dan beliau bersabda: Bukankah aku adalah suri teladan bagi kalian semua? Mendengar cerita mereka itu Saad lalu merujuk istrinya yang sudah diceraikan serta mengambil saksi atas rujuknya itu. Setelah itu ia menemui Ibnu Abbas dan bertanya tentang salat witir Rasulullah saw. Ibnu Abbas berkata: Maukah engkau aku tunjukkan seseorang yang paling tahu witirnya Rasulullah? Saad menjawab: Siapakah ia? Ibnu Abbas menjawab: Aisyah ra. Temui dan bertanyalah kepadanya. Setelah itu datanglah kepadaku dan kabarkan apa jawabannya. Kemudian aku berangkat menemuinya. Di perjalanan aku bertemu dengan Hakim bin Aflah. Aku minta ditemani untuk menemuinya (Aisyah). Lalu ia (Hakim) berkata: Aku bukan kerabatnya dan aku pernah melarangnya berbicara sesuatu tentang (sengketa) dua golongan itu, tetapi ia enggan dan terus pada sikapnya. Kemudian aku yakinkan dengan bersumpah di hadapannya (Hakim). Kami pun akhirnya berangkat menemui Aisyah. Kami minta izin kepadanya dan dipersilakan. Kami masuk ke rumahnya. Aisyah bertanya: Apakah ini Hakim? Ia mengenalnya, maka ia (Hakim) menjawab: Benar. Ia (Aisyah) bertanya lagi: Siapa yang bersamamu? Hakim menjawab: Saad bin Hisyam. Aisyah bertanya lagi: Hisyam siapa? Hakim menjawab: Hisyam bin Amir. Aisyah lalu berdoa semoga Allah memberi rahmat kepada Amir serta mengatakan hal-hal yang baik tentangnya. Qatadah berkata bahwa ia luka-luka ketika perang Uhud. Aku bertanya: Wahai Ummul Mukminin! Terangkan kepadaku mengenai akhlak Rasulullah saw. Aisyah menjawab: Bukankah engkau membaca Alquran? Aku menjawab: Tentu. Aisyah berkata: Sesungguhnya akhlak Nabi saw. adalah Alquran. Waktu itu aku hendak berdiri untuk pamitan dan aku sudah bertekad untuk tidak bertanya kepada siapa pun tentang sesuatu apapun sampai aku meninggal dunia. Namun mendadak aku teringat sesuatu, maka aku bertanya: Terangkan kepadaku tentang salat malam Rasulullah saw. Ia (Aisyah) menjawab: Bukankah engkau pernah membaca firman Allah: "Wahai orang yang berselimut?" Aku menjawab: Benar. Ia (Aisyah) berkata: Sesungguhnya Allah Yang Maha Mulia lagi Maha Agung telah mewajibkan salat malam pada awal surat tersebut. Dan selama satu tahun Nabi saw. adn para sahabat melaksanakan kewajiban itu. Selama dua belas bulan, kelanjutan ayat tersebut ditahan Allah di langit, sampai pada bagian akhir surat tersebut akhirnya diturunkan Allah yang berisi keringanan. Sejak saat itu hukum salat malam menjadi sunat, tidak wajib. Aku berkata lagi: Wahai Ummul Mukminin! Terangkan kepadaku mengenai salat witir Rasulullah saw. Aisyah menjawab: Saya biasa menyediakan alat siwak dan air untuk wudu beliau. Atas kehendak Allah beliau selalu bangun malam hari. Setelah bersiwak dan berwudu, beliau melakukan salat sebanyak sembilan rakaat dan hanya duduk pada rakaat yang kedelapan. Setelah berzikir, memuji dan berdoa kepada Allah, beliau bangkit dan tidak salam. Kemudian beliau berdiri meneruskan rakaat yang kesembilan. Lalu duduk seraya berzikir kepada Allah, menuju dan berdoa kepada-Nya, kemudian mengucapkan salam yang terdengar olehku. Sesudah salam masih dalam keadaan duduk, beliau melakukan salat dua rakaat lagi. Jadi semuanya berjumlah sebelas rakaat. Namun ketika Nabi saw. berusia lanjut dan kian gemuk, beliau hanya melakukan salat sunat witir sebanyak tujuh rakaat saja. Beliau lakukan di dalam kedua rakaat itu seperti yang beliau

lakukan pada yang pertama. Jadi jumlahnya sembilan. Nabi saw. jika melakukan salat, maka beliau suka untuk terus melestarikannya. Apabila beliau berhalangan, misalnya tertidur atau sakit sehingga tidak dapat malakukan salat malam, maka beliau akan melakukan di siang hari sebanyak dua belas rakaat. Aku tidak pernah menjumpai Nabi saw. membaca Alquran seluruhnya dalam satu malam dan aku juga tidak pernah menjumpai Nabi saw. melakukan salat semalaman sampai Subuh atau melakukan puasa sebulan penuh selain pada bulan Ramadan. Setelah mendengar jawaban dari Aisyah tersebut, aku menemui Ibnu Abbas dan menceritakannya kembali kepadanya. Kata Ibnu Abbas: Aisyah benar. Seandainya aku dekat atau boleh menemuinya, niscaya akan aku datangi sendiri ia sehingga ia bercerita langsung kepadaku. Aku berkata: Kalau aku tahu engkau tidak boleh menemuinya, aku tidak akan menceritakan kepadamu ceritanya tersebut Nomor Hadis dalam Kitab Shahih Muslim ( Bahasa Arab saja ) : 1233 Muhammad bin Al Muthanna Anzi Muhammad bin Abi Adi, Said pada Qatada dari Zaraarah bahwa Saad bin Hisyam bin Amer ingin menyerang demi Allah, memperkenalkan kota ingin menjual properti kepadanya oleh lengan dan tegas dalam Alkraa buruh dan rum sampai dia meninggal ‫ي‬F *‫ك‬F‫*ر*اد$وا ذ*ل‬F‫ا س‬u‫ط‬G‫ب*ر$وه$*ن<ر*ه‬G‫*أ*خ‬ ‫ف‬ ‫ أ‬u‫ت<ة‬ ‫أ‬ ‫ك* و‬F‫ ذ*ل‬G‫ه$ ع*ن‬G‫ف*ن*ه*و‬ F‫ين*ة‬ F‫م*د‬G‫ال‬F‫ل‬G‫*ه‬G‫ن‬F ‫ا‬u‫ي* أ$ س‬F‫ ل*ق‬F‫م*د‬G‫م* ل‬F‫ف*ل*م<ا*د‬ ‫م أ‬ ‫ن*ا‬ *‫ا ين*ة‬ ‫ق‬ ‫ي‬F G‫س* ك$م‬G‫*ل*ي‬ ‫ف‬ *‫ل‬ ‫و*ق*ال* أ‬ *‫ ص*ل<ىلل<ه$ ع *س*ل<م‬F‫ي[لل<ه‬F‫*ب‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ا‬ ‫ ن‬G‫ف*ن*ه*اه$م‬ *‫ س*ل<م‬F‫ه‬G‫ لل<ه$ا ع*ل*ي‬F‫ي\لل<ه‬F‫ب‬F‫ح*ي*اة‬ *‫و‬ ‫ا ص*ل<ى‬ *‫ن‬ ‫ل*ه$ ع*ن‬ *‫ن* ع*ب< ف*س*أ‬G‫ه*ا ف اب‬F‫ع*ت‬G‫ ك *ل<ق*ه*ا و*أ* *ل*ى ر*ج‬G‫ر*أ*ت* و*ق*د‬G‫ك*ب ر*اج*ع* ام‬F‫و*ة{ ف*ل*م< ح*د<ل‬G‫س‬ ]‫اس‬ ‫*أ*ت*ى‬ ‫ه*د* ع‬G‫ش‬ ‫ان* ط‬ * $‫ه‬ *‫ذ‬F$‫ث$وه‬ ‫ا‬ $‫أ‬ ‫الل<ه‬F‫ ر*س$ول‬F‫ر‬G‫ت‬F‫ و‬G‫ ال‬F‫ل‬G‫*ه‬F‫ل*م‬G‫*ع‬ F‫ ب‬F‫ض‬G‫أ أ*ر‬ ‫ن$ ع*ب<اس] *د$ل[ك* ع*ل*ى أ‬G‫اب‬ ‫أل*ا أ‬ * *‫ف*ق*ال‬ *‫ ص*ل<ىلل<ه$ ع *س*ل<م‬F‫لل<ه‬F‫ر*س$ول‬G‫ت‬F‫و‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ا‬ F‫ر‬ ‫ت‬G‫ك* فط*ل*ق‬G‫ير*د\ه*ا*ل*ي‬ G‫*ان‬ ‫ع‬ F‫ ب‬F‫ن‬G‫ر‬F‫ب‬G‫ي ف*أ*خ‬F‫ن‬F‫ها ف*ا ه*ا ت‬F‫ قال* ش*ة$ ت‬G‫ س*ل<م* ق*ا م*ن‬F‫ه‬G‫لل<ه$ا ع*ل*ي‬ G‫ $م< ائ‬G‫أ*ل‬G‫ * س‬G‫ف*أ‬ ‫ث‬ F‫* ع*ائ‬ *‫ل‬ *‫و‬ ‫ص*ل<ى‬ F‫ن‬G‫ي ات*ي‬F‫ت$ه*ا أ *ق$ول* ف‬G‫ه*ا ل *ه*ي‬F‫ب‬F‫ت$ه$ إ ا ف*ق*ال* *ا أ ق*ار‬G‫ح*ق‬G‫ت*ل‬G‫ أ اس‬F‫ن‬G‫ ب‬F‫يم‬F‫ح*ك‬ ‫ه‬ * ‫ ت‬G‫*ن‬ ‫أ*ن\ي ن‬F F‫م *نا ب‬ * *‫ه‬G‫ل*ي‬F *‫ل*ح* ف‬G‫*ف‬ ‫ت$ ع*ل*ى‬G‫ه*ا ت*ي‬G‫ي‬ *‫ل* ف*أ‬F‫إ‬ ‫ه*ا‬G‫ش*ة* ف*ا ا ع*ل*ي‬F‫ن*ا إ ع*ائ‬G‫ط*ل*ق‬G‫ ف*ج**ان‬F‫ه‬G‫ت$ ع*ل*ي‬G‫س*م‬G‫ل<ال* ف*أ*ق‬F‫م* إ‬F‫يه‬F‫ ف‬G‫ *أ*ب*ت‬F‫ن‬G‫لش\يع*ت*ي‬ <‫ذ*ن‬G‫ت*أ‬G‫س‬ ‫ل*ى‬F ‫اء* ف‬ ‫ي•ا ق*ا‬F‫ا $ض‬ ‫م‬ ‫ا ف‬u‫ئ‬G‫ش*ي‬ ‫ا‬ ‫ش*ام] ق*ال*ت‬F $‫د$ ن‬ ‫ ه‬G‫ ب‬G‫ م *ع*ك* قال* س*ع‬G‫*ق*ال* ن* *ق*ال*ت‬ * ‫ م‬G‫*ن‬ ‫ ف‬G‫ع*م‬ ‫ه$ ف‬G‫ف*ع*ر*ف*ت‬ {‫يم‬F‫أ*ح*ك‬ G‫ه*ا ف*ق*ال*ت‬G‫ *ن*ا ف *ل*ي‬G‫ن*ت‬ ‫ن*ا ع‬G‫ل *د*خ*ل‬ F‫ف*أ*ذ‬ ‫ت$ ي*ا $م‬G‫ف*ق$ل‬ ‫أ‬ ]‫م*أ$ح$د‬G‫يب**و‬F‫ا ق ق*ت*اد*ة$ ك*ان* ص‬u‫ر‬G‫ خ*ي‬G‫ *ق*ال*ت‬G‫ن$ ع ف*ت*ر*ح<م*ت‬G‫ش*ام{ قال* اب‬F‫ه‬ ‫ي‬ $‫أ‬ *‫و‬ *‫*ال‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ع*ل*ي‬ ]‫ر‬F‫*ام‬ * G‫م*ن‬ ‫ت$ بل*ى *ال*ت‬G‫آن* $ل‬G‫ق$ر‬G‫ت* ت* ل‬G‫أ*ل*س‬ ‫ق‬ * ‫ق‬ ‫ر*أ$ ا‬G‫ق‬ G‫ و*س*ل<م*ق*ال*ت‬F‫ه‬G‫ ص*ل<ى ا*ل*ي‬F‫الل<ه‬ ‫لل<ه$ ع‬ F‫ ر*س$ول‬F‫ي ع $ل$ق‬F‫ين‬F‫ئ‬F‫ب‬G‫ن‬ ‫ خ‬G‫*ن‬ *‫ين* أ‬F‫ن‬F‫م‬G‫م$ؤ‬ G‫ال‬ ‫ء‬G‫ *ي‬G‫ا *ن‬u‫ *ح*د‬G‫ت$ *ق$وم* *ل* أ*س‬G‫آن* ق*اف*ه*م*م‬G‫ق$ر‬G‫ل<م* ك* ال‬ ‫ع ش‬ ‫وا أ*ل* أ‬ ‫ أ‬G‫أ*ن‬ *‫ل‬ *‫ و*س* ان‬F‫ه‬G‫ لل<ه$ اع*ل*ي‬F‫ي\لل<ه‬F‫ن<$ل$ق* ب‬F‫ف*إ‬ ‫ا ص*ل<ى‬ *‫خ ن‬ ‫ر*أ$ ي*ا‬G‫*ق‬ ‫ت* ت‬G‫ ل*س‬G‫ و* ف*ق*ال*ت‬F‫ه‬G‫ لل<ه$ا ع*ل*ي‬F‫لل<ه‬F‫*س$ول‬F‫ي*ام‬F‫ ق‬G‫ي ع*ن‬F‫ين‬F‫ئ‬F‫ب‬G‫ن‬ *‫أ‬ *‫س*ل<م‬ ‫ا ص*ل<ى‬ ‫ر‬ *‫ت$ أ‬G‫*م$وت* م< *د*ي ف*ق$ل‬ F‫ث$ ب ا ل‬ ‫ح*ت<ى أ‬ F‫*ق*ام* ن الل<ه‬F‫ ه لس[ور*ة‬F‫*و<ل‬ [‫ي‬F‫ف *ب‬ ‫ ا‬F‫ه‬F‫ي أ *ذ‬F‫ ف‬F‫ل‬G‫ت*ر*ض* ق لل<ي‬G‫ف‬ ‫ي*ام* ا‬F ‫ن< ا *ز<عو*ج*ل< ا‬F‫*إ‬G‫ت$ ى ل*ت‬G‫ق$ل‬ *‫ف لل<ه‬ ‫ب*ل* ق*ا‬ $‫م$ز<م\ل‬G‫أ*ي[ ل‬ ‫ه*ا ا‬ ‫ز*ل‬G‫ *ت<ى ن‬F‫ا ف لس<م*اء‬u‫ر‬G‫ *ش*ر* *ه‬G‫ن*ي‬G‫س*ك*لل<ه$ م*ت*ه*اث‬G‫و*أ*م‬ *‫ح أ‬ ‫ي ا‬F ‫ش‬ ‫ع‬ ‫ا‬ F‫*ات‬ ‫خ‬ ‫ا‬ ‫ا‬u‫ل‬G‫اب$ه$ح*و‬ *‫ح‬G‫و*أ*ص‬ *‫ص*ل<ىلل<ه$ ع *س*ل<م‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ي‬F‫ين‬F‫ئ‬F‫ب‬G‫ن‬ *‫ين*أ‬F‫ن‬F‫م‬G‫م$ؤ‬G‫ت$ ي*ا ل‬G‫يض*ة] قال* $ل‬F‫ا ب* *ر‬u‫ي*ام$ ا *ط*و[ع‬F‫يف* ف*ص*ار* ق‬F‫ف‬G‫ ا لت<خ‬F‫ه‬F‫ ذ‬F‫ر‬F‫خ‬ ‫$م< ا‬ ‫أ‬ ‫* ق‬ ‫د* ف‬G‫ع‬ ‫ ت‬F‫ل‬G‫لل<ي‬ ‫ ا‬F‫ي آ ه* لس[ور*ة‬F‫لل<ه$ ف‬ ‫ا‬ ‫ع*ث$ه$ الل<ه$ *ا اء* أ*ن‬G‫ف*ي*ب‬ ‫م ش‬ * $‫ *ط*ه$ور*ه‬F‫ $ن<ا ند[ ه$ س‬G‫ف*ق*ال*ت‬ ‫ ل* و*اك*ه$ و‬F‫ك $ع‬ *‫ ص*ل<ىلل<ه$ ع *س*ل<م‬F‫لل<ه‬F‫ر*س$ول‬G‫ت‬F‫ و‬G‫ع*ن‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ا‬ F‫ر‬ ‫ك$ر$لل<ه* و م*د$ه‬G‫ي لث< *ي*ذ‬F‫يه*ا إا ف‬F‫س$ ف‬F‫ل‬G‫ع* ر ات] *ج‬G‫س‬F‫و*ي* و*ي$ص*ل\ي‬ G‫ا *ي*ح‬ ‫ ف‬F‫ن*ة‬F‫اام‬ <‫ل‬F ‫ت *ك*ع* ل*ا ي‬ $‫ ا *ي*ت*س*و<ك$ت*و*ض<أ‬G‫ن‬F $‫ع*ث*ه‬G‫ب‬ ‫ ف‬F‫ل‬G‫م لل<ي‬ *‫ي‬ ‫ و*ي* $م<ث ي$س*ل\م‬G‫ك$ر$لل<ه**ي*ح‬G‫ع*ة* م< ي *ي*ذ‬F‫ه*ض$ و*ل*ا ي $م< ي*ق$وم$ ف*ي$ص*ل\ اس‬G‫ع$وه$ ثن‬G‫د‬ $‫ع$وه‬G‫و م*د$ه$ د‬ ‫ا‬ ‫ع$د$ ف‬G‫ث$ *ق‬ ‫لت<ا‬ ‫$س*ل\م$ ث‬ *‫$م< ي‬ *‫و*ي‬ <‫ $ن*ي<*ل*م<ا ن‬u‫ع*ة‬G‫*ك‬ *‫س‬ ‫ف‬ ‫ي*ا ب‬ ‫ر*ة* ر‬G‫د* ع*ش‬G‫ح‬F*‫ك‬G‫د{ ل‬F‫د* *ا ي *ه$و* ق*اع‬G‫ بع‬F‫ن‬G‫ع*ت*ي‬G‫ي$ص*ل\ي ر*ك‬ ‫ إ ى‬F‫و*ت‬ ‫* م$س*ل\م$ و‬ <‫ع$ن*ا م‬F‫م‬G‫س‬ $‫ث‬ $‫ا ي‬u‫يم‬F‫ل‬G‫س‬ *‫ت‬ ‫ك‬G‫ل‬F‫*ت‬F‫ أ*و<ل‬F‫ه‬F‫يع‬F‫*ن‬ ‫ف‬ G‫ال‬ ‫ل* ص‬G‫ث‬F‫ م‬F‫ن‬G‫ع*ت*ي‬G‫*ص*ن*ع*لر<ك‬ ‫ي ا‬F ‫ف‬ ‫ع] و‬G‫س*ب‬F ‫ت*ر* ب‬G‫أ*و‬ $‫م‬G‫ه$لل<ح‬ ‫و*أ*خ*ذ* ا‬ *‫ س*ل<م‬F‫ه‬G‫ لل<ه$ا ع*ل*ي‬F‫ي[لل<ه‬F‫ب‬ *‫و‬ ‫ا ص*ل<ى‬ *‫ن‬ ‫ذ*اإ غ*ل*ب*ه‬F *‫ه*ا *ك‬G‫م* ع*ل*ي‬F‫ ح*ب< أ او‬u‫ذ*ا ى اة‬F‫إ‬ *‫و ان‬ *‫ $د‬G‫*ن‬ ‫ي‬ *‫ و*س*ل<م* ص*ل< ص*ل* أ‬F‫ه‬G‫ ص*ل<ى ا*ل*ي‬F‫ع{ $ن*ي< *كان* ن الل<ه‬G‫س‬ ‫لل<ه$ ع‬ [‫ي‬F‫و * *ب‬ ‫ي*ا ب‬ F‫ت‬ *‫ ى الل<ه$ ع *س*ل<م‬F‫ي<لل<ه‬F‫*ب‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫*ل*ي‬ <‫ا ص*ل‬ ‫ل*م$ ن‬G‫ اوأ*ع‬u‫ع*ة‬G‫ر*ة* ر*ك‬G‫ ث *ش‬F‫لن<هار‬G‫ن‬F ‫ ص*ل<ى‬F‫ل‬G‫ ق لل<ي‬G‫*ج*ع{ *ن‬G‫م{ *و‬G‫نو‬ *‫*ل‬ ‫ ع‬G‫ت*ي‬G‫ن‬F * ‫م ا‬ ‫ ا‬F‫ي*ام‬F ‫ع‬ ‫* أ و‬ ‫ن‬G‫ل*ى اب‬F‫إ‬ $‫ت‬G‫ط*ل*ق‬G‫ر* ر*م*ض*ان* ال*ان‬G‫ا غ*ي‬u‫ل‬F‫ و*ل*ا *ام* ام‬F‫ح‬G‫ لص[ب‬F‫ إ‬u‫ل*ة‬G‫ل*ة] *ل*ا ص *ي‬G‫ ل*ي‬F‫$ل<ه$ ف‬ *‫ق* ف‬ ‫ا ك‬u‫ر‬G‫ص *ه‬ * ‫ش‬ ‫ل*ى ا‬ ‫و *ل<ى ل‬ ‫آن* ك ي‬G‫ق$ر‬G‫ل‬ ‫ق*ر*أ* ا‬ ‫ت‬G‫ *ال* $ل‬F‫ه‬F‫ي ب‬F‫ه*ن‬F‫ش*اف‬ ‫ق ق‬ $‫ت$ه* ح*ت<ى ت‬G‫خ$ل$ ع أ*ت*ي‬G‫ أ*د‬G‫ر*ب$هو‬G‫ت$ أ*ق‬G‫ $ن‬G‫*د*ق*ت‬ ‫ه*ا ل* ا‬G‫*ل*ي‬ *‫ا أ‬ * ‫ ك‬G‫ل*و‬ ‫ح* ا ف*ق*ال* ص‬F$‫ت$ه‬G‫ع*ب<اس] د<ث‬ *‫ه‬F‫يث‬F‫بد‬ *‫ف*ح‬ ‫يث*ه*ا‬F‫ت$ك**د‬G‫ه*ا *ا د<ث‬G‫ت$ ك* ل*ا ت ع*ل*ي‬G‫م‬F‫ ع*ل‬G‫ ل*و‬ia disajikan kota orang-orang dari orang-orang ‫ح‬ *‫م ح‬ $‫خ$ل‬G‫أ*ن< *د‬ Ketika kota Venhoh tentang hal ini dan mengatakan bahwa mereka ingin Rhta enam dalam kehidupan seorang nabi Allah saw melarang Nabi Allah dan kedamaian dan berkata tidak kau seperti ini, lihat Hdthoh ketika istrinya sudah bercerai dan memberi kesaksian kepada Ibnu Abbas Rdjatha terurai meminta Allah air kedamaian tercurah padanya, berkata Ibnu Abbas tidak bilang kalau aku tahu orang-orang di bumi Potter Rasulullah Shallallahu atas dia, kata dari kematian, "kata Aisha Vasolha dan membawa saya kembali mengatakan bahwa ia mulai untuk membalas aku membawa Anda untuk Hakeem bin Vastelhakth kembali kepada apa yang kukatakan karena aku Bakarabha Nhiha untuk

mengatakan dalam Heotain ini sesuatu yang menolak, hanya dua yang lulus mengatakan Voksmt kemudian kami sampai Aisha Fastozna oleh mengotorisasi kami Vdechlna oleh Ogim Frvath dia bilang ya dia berkata tentang Anda, "kata Saad bin Hisyam mengatakan tentang Fterhmt Amer bin Hisyam dan berkata baik dan berkata Qatada terluka hari Minggu saya bilang Ibu saya Mukminin Onbiini untuk penciptaan Rasulullah saw berkata Bukankah Anda membaca Alquran "Ya, saya berkata, penciptaan seorang nabi Allah saw mengatakan Quran adalah Vhmmt bahwa Aku tidak meminta orang lain tentang apa-apa sampai aku mati dan kemudian rasanya aku berkata Onbiini dari Rasulullah saw Bukankah Anda membaca, ia berkata keras-keras "Ya, saya berkata, Tuhan Yang Maha Kuasa kurasa malam pertama dalam Surah, maka ia seorang nabi Allah saw dan para sahabatnya dan memegang Allah Hula kesimpulan dari dua belas bulan di Allah telah menurunkan langit, bahkan di akhir surat ini mitigasi sukarela menjadi wajib setelah malam aku berkata: Wahai ibu orang-orang percaya Onbiini tendon Rasulullah Shallallahu atas dia, kata kami sedang mempersiapkan dirinya Triphthong dan pemurnian Phipposh apa yang Allah ingin memotivasi Visuk malam dan berwudu dan shalat sembilan rakaat tidak duduk kecuali dalam menyebut kedelapan Allah dan Ihmayor dan kemudian panggilan di muka dan kemudian menyampaikan kesembilan, kemudian ia duduk Faisal menyebut Allah dan meminta kepada-Nya Ihmayor kemudian mengambil begitu saja dan kemudian mendengar doa dimulai setelah mengenali dasar dan mereka yang sebelas rakaat Hai anak usia ketika nabi Allah saw dan membawanya tujuh luar manusia, dan makhluk sedemikian sembilan rakaat Mereka Wahai putra, adalah seorang nabi Allah saw jika ingin doa mempertahankan, dan kalau drop tidur atau sakit pada malam hari berkat dua belas rakaat aku tidak tahu nabi Allah saw membaca seluruh isi Alquran pada malam hari dan berdoa untuk pagi atau malam hari untuk berpuasa seluruh bulan adalah Ramadhan, kata dia mulai Ibnu Abbas berkata, dengan meratifikasi Vhdtth jika Anda terdekat untuk, atau masukkan Otiha Chavhenne sampai katanya kalau aku belajar bahwa Anda tidak memasukkan atas apa yang saya katakan dia G‫ف*ى ع*ن‬G‫ أ*و‬F‫ن‬ G‫ز$ر*ار*ة* ب‬ G‫ي ق*ت*اد*ة* ع*ن‬F‫ي أ*ب‬F‫م$ث*ن<ى ح* م$ع*اذ$ ن$ ه ح*د<ث*ن‬G‫ ل‬G‫د$ ب‬ G‫ع*ن‬ ]‫ش*ام‬F G‫ب‬ ‫د<ث*ن*ا‬ ‫و *د<ث* م$ح*م< ن$ ا‬ ‫ح ن*ا‬ ‫ن‬G‫ ب‬F‫ر‬G‫و*ه$ و*د<ث*ن*ا أ*ب$و*ك‬G‫يع* ع*ق*ار*ه$ ر* ح‬F‫ي*ب‬F‫م* ل‬G‫ل*ى ال‬F*‫ط*ل*ق‬G‫ر*أ*ت*ه$ ث ن‬G‫ ش*ام]أ*ن<ه$ ط م‬F‫ن‬GF‫د‬G‫سع‬ ‫ب‬ ‫ح‬ *‫ف*ذ*ك* ن‬ F‫ين*ة‬F‫د‬ ‫إ‬ ‫$م< ا‬ ‫*ل<ق* ا‬ F‫* ب ه‬ G‫ف*ى ع*ن‬G‫ أ*و‬F‫ن‬ G‫ز$ر*ار*ة* ب‬ G‫يد$ن$ ي ع*ر$وب* ح*د<ث* ق*ت*اد*ة$ ع*ن‬F‫ر] ث*ن*ا ع‬G‫ش‬F$‫د$ ن‬ ‫ن*ا‬ *‫ة‬ F‫ أ*ب‬G‫ب‬ *‫ح*د< س‬ ‫ ب‬G‫ي ش ح*د<ث* م$ح*م< ب‬F‫أب‬ ‫ن*ا‬ *‫ب*ة‬G‫*ي‬ * ‫ه‬F‫ص<ت‬F‫يث*ق‬F‫*س*اق* ا د‬F‫ر‬G‫ت‬F‫و‬G‫ل‬ F‫ب‬ *‫ح‬G‫ل‬ ‫و‬ ‫ ا‬G‫ت$ه$ ع*ن‬G‫ ع ف*س*أ*ل‬F‫ ن‬F‫لل<ه‬ ]‫ *ب<اس‬G‫ ا ب‬F‫د‬G‫ل*ىع*ب‬F$ G‫ط*ل*ق‬G‫ ش*ام]أ*ن<ه$ ق ان‬F‫ن‬GF‫د‬G‫سع‬ ‫تإ‬ *‫*ال‬ F‫* ب ه‬ ‫ح*ق‬ G‫س‬F‫م*أ$ح$د] و *د<ثن*ا إ‬G‫ر{ أ$صيب* يو‬F‫ء$ ان* ام‬G‫م*ر‬G‫ ن ل‬G‫ر] ل*ت‬F‫ن$ ع*ام‬G‫ب‬ * ‫ح‬ * F *‫ك ع‬ * ‫م* ا‬G‫ع‬F ‫ق*ا‬ ‫ت$ ا‬G‫ش*ام{ق$ل‬F‫ه‬ G‫ م*ن‬G‫ ال*ت‬F‫يه‬F‫و*ق*ا ف‬ *‫ق‬ *‫ل‬ <‫ف*ى ن‬G‫ أ*و‬F‫ن‬G *‫أ‬ ‫ز$ر*ار*ة* ب‬ G‫م*ر{ ق*ت*اد*ة* ع*ن‬G‫م*ع‬ G‫ع*ن‬ ‫ب*ر*ن*ا‬G‫ ا أ*خ‬F‫د‬G‫ع*ب‬G‫ع] ل*اه$م*ا ع*ن‬F‫ن$ب ر*اف‬G<‫ و*م$ح*م‬F‫ر*اه‬G‫ب‬F G‫ب‬ F‫لر<ز<اق‬ F‫ك‬ $‫د‬ *‫ن$ إ يم‬ ‫ *ال*ت‬F‫يه‬F‫و*ف‬ ‫ق‬ ]‫يد‬F‫س*ع‬ F‫يث‬F‫ن*ى د‬G‫ يث* ع‬G‫ت*ص< ال‬G‫ر*أ*ت*و*اق‬G‫ب*ر*ه$ أ*ن<ل<ق* ام‬G‫ا ه$خ‬u‫ن* ش*ام] كان* *ار‬G*‫د‬G‫سع‬ *‫ح‬ *‫م‬F‫ ب‬F‫ح*د‬ $‫ه‬ *‫ه$ ط‬ *‫* ج ل* ف*أ‬ F‫* ب ه‬ ]‫م*أ$ح$د‬G‫ ص*ل<ىلل<ه$ ع *س*ل<م*ي*و‬F‫لل<ه‬F‫يب* م*ع* ر*س$ول‬F‫ء$ أ$ص‬G‫م* ا ر‬G‫ نع‬G‫ن$ ع ق*ال*ت‬G‫ش*ام{ قال* اب‬F‫ه‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ا‬ *‫ان* ك‬ *‫م‬G‫ ل‬F ]‫ر‬F‫*ام‬ * G‫م*ن‬ ‫ه*ا‬F‫ت$ك* ب يث‬G‫ب*أ‬G‫ه*ا من‬G‫*ل*ي‬ F‫ح*د‬ F *‫ا أ‬ * ‫خ$ل$ ع‬G‫*ن<ك* ا د‬ *‫ت$ أ ل ت‬G‫م‬F‫ ع*ل‬G‫ن\ و‬F‫ل*ح* أ*م* إ‬G‫يم$ ب *ف‬F‫*ق*ال*ح*ك‬F‫يه‬F‫ و*ف‬Muhammad bin * *‫ا ي ل‬ ‫ن$ أ‬G ‫ف‬ Dan Al Muthanna Beritahu kami Maaz bin Hisyam mengatakan kepada saya bahwa Abu Qatada dari Zaraarah untuk lebih penuh bin Saad bin Hisyam, dan kemudian dia menceraikan istrinya pergi ke kota untuk menjual properti, ia teringat padanya dan memberi tahu kami Abu Bakr Syaibah bin Muhammad bin Bisyr meriwayatkan bahwa Abu Sa'id bin Qatada mengatakan kepada kami tentang Arabisme MARD lebih lengkap bin Hisyam bin Saad berkata bahwa ia mulai Abdullah bin Abbas bertanya kepadanya tentang Witir dan dia mengutip hadits yang katanya ceritanya dan bilang aku berkata dari Hisyam bin Amir berkata "ya, ada yang terluka oleh Amer pada satu dan berkata kepada kami Ishaq bin Ibrahim bin Mohammed Rafi Abd Razak berdua kepada kami tentang Muammar Qatada dari Zaraarah sepenuhnya bin Saad bin Hisyam adalah tetangga-nya mengatakan kepadanya bahwa ia menceraikan istrinya dan Reprise pengertian modern yang bahagia bicara dan ketika ia berkata dari Ibnu Hisyam Amer berkata "ya, ada yang terluka dengan Rasulullah saw hari Minggu dan ia berkata Hakim Ben kembali tetapi, jika saya tahu bahwa Anda tidak jatuh keluar dengan apa Onbotk

Sahih Muslim untuk menjelaskan nuklir ) ‫ق و ف ي ج ع له ف ي الس ل اح ال ك ر اع‬ ‫و‬ ( : ‫ له‬Berkata: (tegas dalam pelukan dan Alkraa) ‫ل‬G‫خ*ي‬G‫م ل‬G‫س‬F‫ . ك$ر*اع‬Alkraa nama kuda. F‫ل‬ ‫ا‬ G‫ال‬ ) ‫ق و ر :اج ع ا م رته و أ ش ه ل ى ر ج ع ته ا‬ ‫دع‬ ‫أ‬ ( ‫ له‬Berkata: (lihat istrinya dan memberi kesaksian kepada Rdjatha) ‫ص*ح‬G‫ر أ*ف‬G‫ك*س‬G‫ي’ل‬F‫ه*ر‬G‫أ*ز‬G‫ين* و*ق*ل‬F‫ث*ر‬G‫د ك‬G‫ن‬F ‫ص*ح‬G‫ح*ف‬G‫ف*ت‬G‫ره*ا , ل‬G‫ ا *ك*س‬F‫ح‬G‫ . ي* ف*ت‬Alra terbuka dan ‫:ا‬ ‫, ال* ا‬ *‫أ‬G‫ع ل‬ ‫ا‬ ‫أ‬ ‫و*ا‬ ‫لر<اء و‬ F‫ ب‬F‫ه‬ patah, dan pembukaan diperlihatkan ketika Aloktherin, Al-Azhari berkata: Fraksi diungkapkan. ‫ق و له : ف أ تى ا ب ن ب*اس س أ ه قال أ ل ا د ل3ك ل ى ع لم أ ه ل أ ر ض ) ؟‬Berkata: (dia pergi ‫ال‬ ‫أ‬ ‫ع‬ ‫أ‬ : ‫ل ف‬ ‫ي‬ ‫ع‬ ( ke Ibnu Abbas bertanya kepadanya, ia berkata: Aku tahu tidak memberitahu Anda bahwa orang-orang di bumi)? ‫ن‬F‫ ف*إ‬F‫ه‬G‫د ا ل ي‬F‫ش‬G‫$ر‬G‫ أ*ن‬F‫ه$ ه‬G‫ن‬F‫ل*م م‬G‫رهغأ*ع‬G‫ف*ي‬F‫ر‬G‫ و*يع‬G‫ *ي‬G‫ل* *ن‬F‫ذ*ا $ئ‬F‫ إ‬F‫م‬F‫ت*ح*ب’ ال‬G‫ :أ* $س‬F‫يه‬F‫ف‬ , *‫ل‬F‫ إ‬F‫لس<ائ‬ ‫ي‬ F‫ب‬ <‫*ن‬ ‫أ‬ * ‫س ع ش ء‬ *‫ع‬G‫ل‬F ‫ل‬ ‫ن<ه$ ي‬ ‫ لت<و*اض$ع‬F‫ه‬F‫ ل ل‬F‫ل‬G‫ف*ض‬G‫ر*افال‬F‫ت‬G‫اع‬F‫ص*افل‬G‫ك* ان‬F‫يح*ة$ ي*ت*ض*م<ن *ع**ل‬F‫ .الد\ لن<ص‬Di mana: ‫ و*ا‬G‫أ*ه‬F F‫ب‬ ‫و*ا‬ F‫إ‬G‫م ذ ل‬ *‫,و‬ ‫ين* ا‬ Direkomendasikan untuk dunia jika ditanya tentang sesuatu dan tahu bahwa orang lain mengetahui dengan cairan untuk membimbingnya, saran utang, dan terlibat dengan adil dan memberikan kredit kepada keluarganya dan kerendahan hati. ) ‫و ق و له : ( ه ينأ ان ن ق ل ف ه ات ي الش يع ت ي نش ي ئ;ا أ ب ت يه م إ ل*ا ض ي6ا‬ ‫م‬ ‫ا‬ ‫ف‬ ‫ف‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫و‬ ‫ن‬ Dan berkata: (kita dilarang untuk mengatakan dalam Heotain ini sesuatu yang menolak, hanya dua telah berlalu) ‫ي *ر*ت‬F‫ك* ح$ر$وبل<ت‬G‫م$ر*اد ل‬G‫ ال‬F‫ق*ت*ان‬G‫ر‬F‫ ف‬F‫الش\يع*ت*ان‬ ‫ج‬ ‫ا‬ G‫ ال‬F‫ت‬ *‫,و‬ G‫: ال‬ . Alciatan: dua divisi, dan menjadi perang yang berlangsung. ) ‫لل*ه ع لي ه س ل*م ان ال ق ر آن‬ ‫ك‬ ‫و‬ ‫ق و له ا : ف إ ن* ق ن ب الل*ه صل*ى ا‬ E‫ي‬ ‫ل‬ ‫خ‬ ( Mengucapkan: (penciptaan seorang nabi Allah saw adalah Al Qur'an) ‫ل*او*ته‬F ‫ن ت‬G‫*ق*ص*صه*ت*دب[ره*ح$س‬F‫ه‬F‫ب*ار ب ال‬F‫ت‬G‫اع‬F‫وده الت<أ*د[ب ب *ال‬ ‫و * و‬ ‫ث* و‬G‫أ*م‬F ‫ و‬F‫ه‬F‫آد*اب‬ F *‫د ح$د$ و‬G‫ن‬F‫و$ق$وف‬G‫ع*م*ل ب *ال‬G‫ن*اه$ :ل‬G‫م*ع‬Arti: ‫ع‬ ‫ و‬F‫ه‬F ‫ا‬ . pekerjaan dan berhenti di perbatasan dan etiket kesopanan dan pertimbangan dengan pelajaran dan cerita dan dikelola dan membaca yang baik. ) ‫ق و له ا ف ص ار ق ي ام ت ط و3ع;ا ب ع د ف ر يض ة‬ ‫الل*ي ل‬ (: Berkata: (Pada malam menjadi dasar sukarela setelah wajib) ‫ي‬F ‫أ$م<ة , أ$م<ة ف*ه$و* ط*و[ع‬G‫ و*س* *ال‬F‫ه‬G‫ر*س$ول لل<ه ص لل<ه اع*ل*ي‬ ‫ف‬ *‫ت‬ G‫ف*أ*م<ا ال‬ ‫ل<م* و‬ ‫*ل<ى‬ ‫ا‬ ’‫ي ح*ق‬F‫ا‬u‫*ن<ه$ *ار*ط*و[ع‬ ‫ف‬ *‫ره أ ص ت‬F‫ذ*ا *اه‬ ‫ه* ظ‬ ‫خ*ة‬G‫دن ا س‬G‫ن‬F ’‫خه ي ح*ق’ه , أ*ص*ح‬G‫ي س‬F ‫ت*ل*ف$وا‬G‫ي’ ص*ل<ى لل<ه *س*ل<م* ف*اخ‬F‫لن<ب‬ $‫ع * ن‬ G‫و*ال‬ F‫ف‬ *‫ف ن‬ ‫ و‬F‫ه‬G‫ا *ل*ي‬ ‫ع‬ ‫ و*أ*م<ا ا‬F‫ اع‬G‫ال‬F‫ ب‬G‫ح*ق’هم‬ *‫م‬G‫ج‬F‫إ‬ . Hal ini telah menjadi wajah secara sukarela dalam hak Rasulullah saw dan bangsa, baik bangsa di kanan mereka adalah sukarela konsensus dan Nabi saw Fajtlfoa untuk menyalin yang benar dan kami lebih suka salinan. ‫ل م*ا‬G‫ ق لل<ي‬G‫ن‬F ‫أ$م<ة‬G‫ب *ل*ىل‬F‫*ن<ه$ ج‬ ‫ي*ام ا‬F ‫م‬ ‫ا‬ ‫ع‬ *‫ضلس<ل*ف أ ي‬G‫ *ع‬G‫ن‬F ‫ي*اض‬F ‫ي‬F‫ق*اض‬G‫و*أ*ما م*ا *ك اه$ل‬ ‫ا‬ ‫م ب‬ ‫ع‬ ‫ح* ا‬ < ‫ل<ا‬F‫ب إ‬F‫*ن<ه$ و*اج‬ ‫يح*ة أ ا ل‬F‫لص<ح‬ * ‫له م*ع*لن[ص$وص ا‬G‫ ق*ب‬G‫ م*ن‬F‫اع‬F‫د$ود ب‬G‫ب *اة ف و*م*ر‬G‫ر *ل‬G‫ *د‬G‫م و*ل*و‬G‫اس‬F‫ ل‬F‫ه‬G‫ي* ع*ل*ي‬ ‫ا‬ *‫م‬G‫ج‬F‫إ‬ ‫ش *غ*ل*ط‬ ‫ق ح‬ , ‫ا‬ ‫ق*ع‬ ‫س‬G‫خ*م‬G‫الص<ل*و*اتل‬Sedangkan apa yang diriwayatkan dari beberapa Cadi Ayyad kemajuan harus berada ‫ا‬ . di bangsa malam apa yang mereka punya nama, meskipun sejauh Aleppo domba kemudian kesalahan, dan kembali dengan dukungan bulat dari teks-teks sebelumnya itu tidak benar tapi kewajiban shalat lima waktu. ) ‫ ل ه س اكه و ط ه وره‬E‫ق و له ك : ( ن ع د‬ ‫و‬ ‫ا ن*ا‬ Berkata: (kami mempersiapkan Triphthong dan pemurnian) ‫ه*ا‬F‫ن*اء‬F‫ت‬G‫اع‬F‫ته*ا ل‬G‫*ق‬ ‫ب‬ ‫و*ا‬ ‫ل و‬G‫ ا اد*ة ق*ب‬F‫ب*اب‬G‫ك* لت<أ*ه[ب س‬F‫*ل‬ *‫ب‬F‫ع‬G‫ل‬ *‫أ‬F ‫ب‬ ‫ب*اب ذ و*ا‬G‫ : ح‬F‫يه‬F‫ ف‬Di mana: mustahabb bahwa alasan F‫ت‬G‫س‬F‫ا‬ . untuk beribadah dan kesiapan sebelumnya dan menjaga mereka. ) ‫ي و و ض*أ‬ ‫ق و له ا ف ي ت س و*ك ت‬ (: Berkata: (Visuk dan wudhu)

‫م‬G‫ لن<و‬G‫ن‬F ‫ي*ام‬F‫ق‬G‫دل‬G‫ن‬F‫لس\و*اك ع‬ ‫م ا‬ ‫ا‬ ‫ب*اب ا‬G‫ : ح‬F‫يه‬F‫ ف‬Di mana: mustahabb siwaak ketika bangun dari tidur. F‫ت‬G‫س‬F‫ا‬ . ‫ق و له ا :و(ي ص س ع ر ك ع ات ل ا ي ج ل س ف يه ا - ى ق و له ا - ص ل ر ك ع ت ي ب ع د م ا ي س م و ه و‬ ‫ل‬ ‫ن‬ ‫ي‬ ‫ي‬ ‫إل‬ ‫تلي‬ ) ‫ق اع د‬ Berkata: (dan berdoa sembilan rakaat tidak duduk mereka - untuk dirinya - setelah doa mulai mengenali duduk) ‫ا‬u‫حه ق*ريب‬G‫ ب*ق* ر‬G‫ . ذ*ا*د‬Ini telah dijelaskan segera. F *‫ه* ق س* ش‬ ) ‫الل*ه ص لل*ه ع لي و م و أ خ ذ ه لل*ح م‬E‫ق و لهفا : م*ا س ن* ن ب ي‬ ‫ا‬ *‫ه س ل‬ ‫ل*ى ا‬ ( ‫ل‬ Berkata: (Ketika usia seorang nabi Allah saw dan membawanya daging) ‫يلل[غ*ة‬F‫ه$ور ف‬G‫ضه*ا أ*س*ن< ) , ذ*ا و* ا ش‬G‫ي*ع‬F‫أ$ص$ول س*ن< ) و*ف‬G‫ظ*مل‬G‫ي $ع‬F‫ . ك*ذ*ا $و* ف‬Jadi di ‫ا‬ *‫م‬G‫و*ه* ه$ ل‬ ( ‫ب‬ , ( ‫ا‬ ‫م‬ ‫ه‬ *‫ه‬ sebagian besar aset (umur), dan beberapa dari mereka (gigi), dan ini dikenal dalam bahasa. ) ‫ق و له و :ك(ان إ ذ ا غ بن و م أ و و ج ع ن ق ي امالل*ي صى م ن الن*ه ارث ن ت يعش ر ة ك ع ة‬ ‫ر‬ ‫ا‬ *‫ل ل‬ ‫ل ه‬ ‫ا‬ Berkata: (dan jika drop tidur atau sakit pada malam hari berkat dua belas rakaat) ‫ض*ى‬G‫$ق‬G‫ذ*ا ت*ت‬F <‫ر*اد و*أ*ن‬G‫ع*ل*ى أ*و‬ ‫ت‬ ‫, ه*ا إ ف*ا‬ G‫ال‬ ‫ اف*ظ*ة‬G‫ب*اب ال‬G‫ح‬F‫ت‬G‫يل *ل*ىس‬F‫ ه*ذ*د*ل‬Ini adalah bukti bahwa itu *‫م$ح‬ F‫ع ا‬ ‫. ا‬ adalah mempertahankan mustahabb wird, dan jika mereka merindukan dibelanjakan.

Langgan: Entri (Atom)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->