P. 1
Mencari Pahlawan Indonesia - Anis Matta

Mencari Pahlawan Indonesia - Anis Matta

5.0

|Views: 1,469|Likes:
Published by Nailul
Para pahlawan bukan untuk dikagumi. Tapi untuk diteladani. Maka makna-makna yang melatari tindakan mereka yang perlu dihadirkan ke dalam kesadaran kita. (Anis Matta)
Para pahlawan bukan untuk dikagumi. Tapi untuk diteladani. Maka makna-makna yang melatari tindakan mereka yang perlu dihadirkan ke dalam kesadaran kita. (Anis Matta)

More info:

Published by: Nailul on Feb 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/16/2013

pdf

text

Para pahlawan mukmin sejati selalu mempunyai penglihatan mata hati yang tajam, yang

senantiasa membantunya memantau dan mendeteksi setiap jebakan yang dapai

menghancurkan kepahlawanannya, atau mengalihkan arah hidupnya dari jalan

kepahlawanan.

Karya-karya besar, atau sukses-sukses besar yang menyejarahkan seorang pahlawan

adalah gabungan karya-karya kecil, atau sukses-sukses kecil yang terakumulasi di

sepanjang jalan hidup seorang pahlawan. Proses menyejarah, dengan demikian,

menemukan kerumitan yang kompleks pada dimensi waktu, terutama ketika ia

berhubungan dengan persoalan konsistensi, atau pada peniiaian yang kita lakukan

terhadap karya-karya kita sendiri.

Dalam kerangka itulah, seorang pahlawan mukmin sejati harus mempertajam

penglihatan mata hatinya, agar setiap saat ia dapat mendeteksi setiap jebakan secara

dini. Salah satu jebakan itu adalah tipuan massa. Jebakan massa tidak saja terletak pada

sikap kagum yang berlebihan yang membuat seorang pahlawan berhenti berkarya

karena terlalu cepat merasa puas. Jebakan itu juga tidak saja terletak pada sikap kritis

mereka yang berlebihan yang membuat seorang pahJawan berhenti berkarya karena

merasa tertolak atau tidak diterima. Namun, jebakan massa juga menyimpan godaan

dalam cara kita menilai mereka, dan pada godaan-godaan mereka kepada kita untuk

bertindak lebih jauh, namun tidak rasional.

Suatu saat Khalid bin Walid digoda oleh pengagumnya di Negeri Syam untuk

memberontak melawan Pemerintahan Umar di Madinah. Itu untuk membalas dcndam

Khalid bin Walid setelah dipecat Umar dari jabaian sebagai panglima perang. Tentu

saja, ajakan itu sangat menggoda, bukan saja karena secara psikologis Khalid memang

terluka, tetapi juga karena secara de facto komampuan untuk memberontak memang

ada.

Akan tetapi, Khalid bin Walid masih punya mata hati. Ini bukan jalan yang benar. Ini

jebakan yang dapat menghancurkan nama baiknya dan merubah arah hidupnya

seluruhnya. Kekuatan dan keberaniannya selama ini telah ia gunakan dengan sempurna

untuk melawan musuh-nmsuh Allah. Mengapa sekarang ia harus membalik moncong

senjatanya untuk melawan saudaranya sendiri? “Tidak,” kata Khalid pada akhirnya.

“Tidak akan ada pemberontakan, selama Umar masih hidup,” tambahnya.

Suatu saat seorang ulama ditangkap dengan tuduhan menyiapkan sebuah kudeta. Ulama

itu membela diri dengan menafikan semua tuduhan itu. Akan tetapi, sang khalifah

membenarkan tuduhannya dengan jumlah massa pengikut sang ulama yang sangat

banyak. Namun, ulama itu malah membantah. “Pengikut saya,” katanya, “Hanya ada

seorang laki-laki dan sepotong laki-laki.”

Jawaban itu sangat mengejutkan sang khalifah. Bagaimana mumgkin? Namun, sang

ulama membuktikannya kepada khalifah melalui sebuah drama. Ulama itu meminta

agar khalifah mengumumkan penangkapannya, dan rencana penangkapan susulan atas

para pengikutnya. Segera saja massa sang ulama membubarkan diri. Akan tetapi, pada

sore harinya tiba-tiba saja seorang laki-laki berpedang datang menerobos pengawal

istana ingin bertemu dengan sang ulama. “Itulah yang seorang laki-laki.” Setelah itu,

tampak pula seorang laki-laki yang maju mundur di depan istana. “Dan itulah yang

http://kainsa.wordpress.com/
http://kainsa.wordpress.com/
http://kainsa.wordpress.com/

http://kainsa.wordpress.com/

sepotong laki-laki.” kata sang ulama, “la sangat ingin menolongku, tetapi keberaniannya

tidak sempurna.”

Jebakan massa selalu menggoda sang pahlawan pada sisi kejujurannya,

objektivitasnya, rasionalitasnya, dan arah hidupnya. Berhati-hatilah terhadap

mereka.

http://kainsa.wordpress.com/
http://kainsa.wordpress.com/
http://kainsa.wordpress.com/

http://kainsa.wordpress.com/

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->