P. 1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMUNIKASI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMUNIKASI

5.0

|Views: 28,839|Likes:
Published by arizna

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: arizna on Feb 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2014

pdf

text

original

Tahap Penelitian Tindakan Kelas berupa suatu siklus spiral yang

meliputi kegiatan: (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3)observasi, dan (4)

refleksi, yang membentuk siklus demi siklus sampai tuntas penelitian,

sehingga diperoleh data yangdapat dikumpulkan sebagai jawaban dari

permasalahan penelitian (Tim Pelatihan Proyek PGSM, 1999:7). Rincian dari

tahap-tahap tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut:

1.Siklus 1

a.Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan meliputi kegiatan:

1)Observasi awal/refleksiawal

1)Melakukan pertemuan awal dengan kepala sekolah dan salah satu

gurujurusanAdministrasi Perkantoran yang mengasuhmata

pelajarankomunikasitentang perencanaan penelitian yang akan

dilaksanakan.

2)Membuat soal tes awal.

49

3)Menentukan sumber data.

4)Menetapkan kelompok.

2)Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan

a.Menentukan tujuan pembelajaran.

b.Menyusun kegiatan pembelajaran denganmetodeSTAD untuk

meningkatkan pemahaman siswa tentangkomunikasi.

c.Menyiapkan lembar kegiatan belajar.

d.Menyusun lembar observasidan catatan lapangan.

e.Membuat soal-soalPre Test, soal-soal formatif dan lembar kerja

peserta didik untuk mengukur penilaian hasil belajar kognitif

peserta didik.

f.Mengoordinasiprogram kerja pelaksanaan tindakan dengan teman

sejawat dan salah satu guru.

b.Tahap Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan tindakan disesuaikan dengan rencana pembelajaran

yang telah disusun. Adapun urutan kegiatan secara garis besar adalah

sebagai berikut:

1)Tes pengetahuan awal/Pre test

Tes ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai pemahaman

siswa terhadap materi sub pokok bahasanmelakukan komunikasi

tertulis (surat-menyurat).sebelum pemberian tindakan. Hasil tes ini

juga digunakan sebagai skor dasar (based score) yang digunakan

untuk menentukan skor peningkatan individu.

50

2)Penyajian materi

Penyajian materi sub pokok bahasanmelakukan komunikasi tertulis

(surat-menyurat)dilakukan secara klasikal selama kurang lebih 15-30

menit. Penyajian materi meliputi materi secara garis besar.

3)Belajar dalam kelompok

Setelah penyajian materi secara klasikal, selanjutnya siswa akan

mengelompok dalam kelompok-kelompok kecil yang telah

ditentukan. Setiap kelompok akan diberikan soal-soal yang harus

dijawab oleh siswa dengan carabekerja samadan saling berdiskusi

dalam kelompok.

4)Tes akhir/Post test

Setelah melakukan kegiatan belajar dalam kelompok, selanjutnya

siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan bersiap

melakukan tes individu. Soal yang diberikan pada siswa pada tes ini

adalah sesuai dengan materi sub pokok bahasan yang telah diajarkan

yaitumelakukan komunikasi tertulis (surat-menyurat). Jawaban tes

dicocokkan dan dinilai bersama. Skor yang diperoleh dihitung sebagai

skor kemajuan individu dan penentuan prestasi belajar untuk

menentukan ketuntasan belajar individu dan klasikal. Skor kemajuan

masing-masing anggota dijumlah dan dirata-rata sebagai skor

kelompok.

5)Pemberian penghargaan

Setelah melakukan penghitungan skor kelompok, maka akan

diketahui nilai dari masing-masing kelompok.Kelompokyang

51

mendapat skor tertinggi akan diberikan penghargaan berupa tambahan

nilai dan diberi predikat sebagai kelompok terbaik.

c.Mengamati (observer)

Mengamati dilakukan selama kegiatan pelaksanaan tindakan

berlangsung. Proses pengamatan secara intensif dilakukan oleh2 (dua)

orang yaitu seorang guru dan teman sejawat. Obyek yang diamati

meliputi aktivitas peneliti sebagai pengajar dan aktivitas siswa selama

kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan berdasarkan lembar

observasi, disediakan catatan lapangan untuk melengkapi data hasil

observasi.

d.Merefleksi (reflect)

Refleksi dilakukan untuk melihat proses pelaksanaan tindakan dan

hasil pemahaman siswa. Merefleksi adalah menganalisis data-data yang

diperoleh dari tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan.

Tahap refleksi meliputi kegiatan memahami, menjelaskan dan

menyimpulkan data. Peneliti bersama pengamat merenungkan hasil

tindakan pertama sebagai bahan pertimbangan apakah siklus sudah

mencapai kriteria atau tidak. Sebagai pelengkap untuk kriteria tindakan

yang telah ditentukan,dalamrefleksi juga dilakukan penelitian terhadap

proses pembelajaran. Hasil analisis data yang dilaksanakan dalam tahap

ini dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

52

2.Siklus 2

Padasiklus inimemiliki beberapa tahap yang sama seperti tahap yang

ada padasiklus 1yaitu:

a.Tahap Perencanaan

Tahap perencanaan meliputi kegiatan:

1)Observasi awal/refleksi awal

a)Melakukan pertemuan awal dengan kepala sekolah dan salah satu

gurujurusanAdministrasi Perkantoran yang mengasuhmata

pelajarankomunikasitentang perencanaan penelitian yang akan

dilaksanakan.

b)Membuat soal tes awal.

c)Menentukan sumber data.

d)Menetapkan kelompok.

2)Menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan

a)Menentukan tujuan pembelajaran.

b)Menyusun kegiatan pembelajaran denganmetodeSTAD untuk

meningkatkan pemahaman siswa tentangkomunikasi.

c)Menyiapkan lembar kegiatan belajar.

d)Menyusun lembar observasidan catatan lapangan.

e)Membuat soal-soalPre Test, soal-soal formatif dan lembar kerja

peserta didik untuk mengukur penilaian hasil belajar kognitif

peserta didik.

f)Mengoordinasiprogram kerja pelaksanaan tindakan dengan teman

sejawat dan salah satu guru.

53

b.Tahap Pelaksanaan Tindakan

Melaksanakan tindakan disesuaikan dengan rencana pembelajaran

yang telah disusun. Adapun urutan kegiatan secara garis besar adalah

sebagai berikut:

1)Tes pengetahuan awal/Pre test

Tes ini dilakukan untuk memperoleh data mengenai pemahaman

siswa terhadap materi sub pokok bahasanmelakukan komunikasi

tertulis (surat-menyurat)sebelum pemberian tindakan. Hasil tes ini

juga digunakan sebagai skor dasar (based score) yang digunakan

untuk menentukan skor peningkatan individu.

2)Penyajian materi

Penyajian materi sub pokok bahasanmelakukan komunikasi tertulis

(surat-menyurat)dilakukan secara klasikal selama kurang lebih 15-30

menit. Penyajian materi meliputi materi secara garis besar.

3)Belajar dalam kelompok

Setelah penyajian materi secara klasikal, selanjutnya siswa akan

mengelompok dalam

kelompok-kelompok kecil yang telah

ditentukan. Setiap kelompok akan diberikan soal-soal yang harus

dijawab oleh siswa dengan carabekerja samadan saling berdiskusi

dalam kelompok.

4)Tes akhir/Post test

Setelah melakukan kegiatan belajar dalam kelompok, selanjutnya

siswa kembali ke tempat duduk masing-masing dan bersiap

melakukan tes individu. Soal yang diberikan pada siswa pada tes ini

54

adalah sesuai dengan materi sub pokok bahasan yang telah diajarkan

yaitumelakukan komunikasi tertulis (surat-menyurat). Jawaban tes

dicocokkan dan dinilai bersama. Skor yang diperoleh dihitung sebagai

skor kemajuan individu dan penentuan prestasi belajar untuk

menentukan ketuntasan belajar individu dan klasikal. Skor kemajuan

masing-masing anggota dijumlah dan dirata-rata sebagai skor

kelompok.

5)Pemberian penghargaan

Setelah melakukan penghitungan skor kelompok, maka akan

diketahui nilai dari masing-masing kelompok. Kelompok yang

mendapat skor tertinggi akan diberikan penghargaan berupa tambahan

nilai dan diberi predikat sebagai kelompok terbaik.

c.Mengamati (observer)

Mengamati dilakukan selama kegiatan pelaksanaan tindakan

berlangsung. Proses pengamatan secara intensif dilakukan oleh2 (dua)

orang yaitu seorang guru dan temansejawat. Obyek yang diamati

meliputi aktivitas peneliti sebagai pengajar dan aktivitas siswa selama

kegiatan pembelajaran. Pengamatan dilakukan berdasarkan lembar

observasi, disediakan catatan lapangan untuk melengkapi data hasil

observasi.

d.Merefleksi (reflect)

Refleksi dilakukan untuk melihat proses pelaksanaan tindakan dan

hasil pemahaman siswa. Merefleksi adalah menganalisis data-data yang

diperoleh dari tes akhir, observasi, wawancara dan catatan lapangan.

55

Siklus 1

Siklus 2

Tahap refleksi meliputi kegiatan memahami, menjelaskan dan

menyimpulkan data. Peneliti bersama pengamat merenungkan hasil

tindakan pertama sebagai bahan pertimbangan apakah siklus sudah

mencapai kriteria atau tidak. Sebagai pelengkap untuk kriteria tindakan

yang telah ditentukan,dalamrefleksi juga dilakukan penelitian terhadap

proses pembelajaran. Hasil analisis data yang dilaksanakan dalam tahap

ini dipergunakan sebagai acuan untuk merencanakan siklus berikutnya.

Dari uraian di atas alur penelitian tindakan kelas dapat digambarkan

secara khusussebagai berikut:

Gambar3.1: Siklus Penelitian Tindakan Kelas

Sumber:Sawali. 2009.Penelitian Tindakan Kelas

Permasalahan

Alternatifpemecahan
(rencana tindakan)

Pelaksanaan

Observasi
(monitoring)

Analisis data II

RefleksiII

Permasalahan

Alternatifpemecahan
(rencana tindakan)

Pelaksanaan

Observasi
(monitoring)

Analisis dataI

RefleksiI

T
e
r
s
e
le
s
a
i
k
a
n

Belum
terselesaikan

?

T
e
r
s
e
le
s
a
i
k
a
n

56

BAB IV

PAPARAN DATA DAN TEMUAN PENELITIAN

A.Gambaran Umum SMK Negeri 1 TanggulKab. Jember

Pada tahun 1965 Yayasan Badan Pembangunan Nasional Tanggul

(YBPN) mendirikan SMEA swasta yang diberi nama SMEA Swadaya

Pengelolanya diserahkan kepada kepalasekolahdan guru-guru SMEP Negeri

Tanggul, tahun 1967 nama SMEA Swadaya diubah menjadi SMEA Persiapan

Negeri, tahun 1970 Yayasan mampu membangun satu unit sekolah, terdiri dari:

1 ruang kepala Sekolah, 1 ruang Tata Usaha, 1 ruang Guru, 4 ruang kelas teori

yang beralamat di Jalan Semoro No. 83 Tanggul, tahun 1972 SMEA Persiapan

Negeri menjadi SMEA Negeri dengan SK Mendepdikbud No.0116/0/1972 Tgl.

2 Agustus 1972. dengan Kepala Sekolah Bapak Tiarum Siswohadi, B.A., tahun

1974 sekolah berkembang menjadi 7 ruang kelas teori dan 4 orang guru tidak

tetap diangkat menjadi guru tetap (Guru Negeri), tahun 1976 melalui BP3

sekolah mampu membangun 1 ruang praktek mengetik dan 3 ruang kelas teori

yang dapat diubah menjadi ruang aula (ruang serba guna).

Tahun 1984 Bapak Tiarum Siswahadi, B.A. pindah ke Banyuwangi

sedang kepala sekolah diganti oleh Bapak Hasanuddin, B.A., tahun 1989

sekolah berkembang terus, Organisasi sekolah dibenahi, sarana prasarana

pendidikan ditingkatkan dan dilengkapi dan berhasil membangun 1 ruang guru

kemampuan sekolah menjadi 1 ruang kepala sekolah 1 ruang tata usaha, 1

ruang Guru, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang praktek mengetik, 12 ruang kelas

57

teori, tempat parkir sepeda guru dan siswa terpisah. Mesin ketik manual

berjumlah 80 unit, buku perpustakaan 533 judul guru tetap 19 orang, guru tidak

tetap 8 orang, pegawai tetap 4 orang, pegawai tidaktetap 6 orang pegawai tetap

4 orang pesuruh 2 orang, penjaga malam 2 orang.

Tahun 1991 sekolah mendapat proyek Peningkatan SLTA INO-SF

dengan SK Pimpro Jatim No. A.0195 / 1991/ 1992 Tgl. 10 Juli 1991. Proyek

tersebut berupa gedung, perabot dan peralatanpraktek lengkap, tahun 1992.

Pembangunan gedung dimulai dengan alamat Jalan PB. Sudirman No. 114

Tanggul, tahun 1993 bulan Maret pembangunan fisik selesai, tanggal 17 Juli

1993 (tahun pelajaran baru) ditempati untuk kantor pusat dan siswa kelas II dan

IIIsedang siswa kelas I masih bertempat di gedung lama, tahun 1994 gedung

baru diresmikan oleh Mendepdikbud Prof. Dr. Ing. Wardiman Djojonegoro

hari senin tanggal 29 Agustus 1994, tahun 1995 bapak Hasanuddin, B.A.

pensiun diganti oleh kepala sekolah yang baruBapak Sardjono, SH sampai

dengan tahun 1998, tahun 1998 Bapak Sardjono, SH pindah tugas ke SMK

Negeri 1 Jember dan diganti oleh Bapak Drs. K. Prijono dari tahun 1998

sampai dengan 2004 dan pensiun, tahun 2004 sampai dengan April 2009 di

pimpin oleh Drs. Nurhamid, sedang sejak April 2009 sampai dengan Sekarang

di pimpin oleh Agus Budiarto, SP. M.Pd.

Kondisi sekolahadalah sebagai berikut: jumlah ruang belajar 20 ruang,

kamar kecil 20 kamar kecil, 1 ruang pertokoan, 1 ruang praktek penjalan, 1

ruang aula, 1 ruang studio musik, 1 ruang perakitan komputer, 1 ruang praktek

RPL dan instruktur, 1 lab. Bahasa Inggris dan instruktur, 2 lab. Komputer, 1

ruang Kepala Sekolah, 1 ruang tunggu/tamu kepala sekolah, 1 ruang

58

penyimpanan alat,1 ruang tata usaha, 1 ruang gudang/ATK, 1 ruang

penggandaan, 1 ruang pokja kurikulum/wakil kepala sekolah, 1 ruang

Kosmeta, 1 ruang perpustakaan, 1 ruang laboratorium.Administrasi

perkantoran, 1 mushala, 1 kafetaria, 1 tempat parkir guru dan karyawan, 2

ruang parkir kendaraan siswa, 1 panel listrik dan menara air, 1 ruang pokja

pendidikan sistem ganda, 1 ruang unit produksi, 1 ruang guru, 1 ruang bu, 1

ruang usaha kesehatan sekolah, 1 ruang OSIS, 1 rumah dinas tipe D, 1 garasi

mobil, jumlah komputer 105 unit, lap top 8 buah, LCD Proyektor 4 buah, OHP

8 buah, kursi kerja siswa 1010, meja komputer 84 buah, meja siswa 1017,

buku perpustakaan 306, 1 set alat musik, mesin tik manual 60 buah, mesin

hitung 50 buah, AC 12 unit, kipas angin 6 unit, pengisap debu 2 unit, power

sistem 1 unit, mesin tik listrik 50 unit, radio tape 54 unit, 2 buah televisi,

kamera digital 2 buah, sprinter 38 buah, cas register 27 unit, kalkulator 50 unit,

mikrofon 8 buah, video 1 buah, head fone46 buah, telepon 2 buah, cash box

(penyimpan uang) 4 buah, penghancur kertas 1 buah, pemotong kertas 1 buah,

mesin pembendel 1 buah, time recorder 1 buah, jam dinding 50 buah, stop

woch 4 buah, mesin foto copy 2 buah, tabung gas 2 buah, kompor gas1 buah,

kursi plastik 350 buah.

59

Adapun struktur organisasi SMKNegeri 1 Tangguladalah sebagai berikut:

KOMITE SEKOLAH

KEPALA SEKOLAH

PENASEHAT

AGUS BUDIARTO

KORLAK TU
SRI FARIDA

URS. KEPEGAWAIAN
SAMSIDAR

URS. KEUANGAN
MUKHLIS

URS. UMUM
SLAMET

URS. INVENTARIS
SENIMAN

URS. KESISWAAN
ABD. GHOFUR

WAKA KURIKULUM WAKA HUMAS/DU-DI WAKA KESISWAAN WAKA SRPRAS

AGUS WARDOYO, SE

Drs. BUDI HARTANTO Drs. WAHONO Drs. DWI CAHYONO

KAJUR. ADPER

KAJUR. AK

KAJUR. PENJUALAN

KAJUR. RPL

BIMB. KEJURUAN

R.R. RETNO,SPd.

SUHARIYANTO, SE.

Dra. TITIK S.

KUKUH S. SPd. Hj. ISNAYAH. SPd

GURU

1

2

5

7

8

9

11

13

14

15

16

17

18

19

22

24

25

26

28

30

31

32

33

34

35

36 39

41

42

43

45

47

48

49

50

51

52

53

56

58

59

60

62

64

65

66

67

68

SISWA-SISWI

Gambar 2: Struktur Organisasi Sekolah

(Sumber: Laporan Manajemen Sekolah SMK Negeri 1 Tanggul, 2009)

60

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->