P. 1
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMUNIKASI

PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF METODE STUDENT TEAMS ACHIEVEMENT DIVISION (STAD) UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN KOMUNIKASI

5.0

|Views: 28,849|Likes:
Published by arizna

More info:

Categories:Types, Research, Science
Published by: arizna on Feb 01, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/26/2014

pdf

text

original

No

Tahap

Indikator

Pengamat1

Pengamat2

Ya

Tidak

Ya

Tidak

1.Awal

1.Menjawab aktivitas kegiatan rutin di awal
tatap muka.

2. Memperhatikan motivasi yang diberikan
oleh guru.

3. Memperhatikan materi yang akan
dipelajari.

4. Memperhatikan kompetensi yang ingin
dicapai.

5. Mengerjakanpre test

6. Memperhatikan aturan main pembelajaran
kooperatifmetodeStudent Teams
Achievement Divisions

2.Inti

7. Membentuk kelompok

8. Siswa menerima topik diskusi.

9.Berpikir bersama untukmenggambarkan
dan meyakinkan bahwa tiap orang
mengetahui jawaban tersebut dengan
benar.

10. Menyiapkan jawaban untuk seluruh kelas.

11. Memperhatikan tanggapan terhadap
jawaban dari temannya.

3.Akhir

12. Menyimpulkan materi yangdiskusi yang
telah dibahas.

13. Mengerjakanpost test

14. Memperhatikan refleksi yang dilakukan
oleh guru tentang apa yang telah dipelajari

15. Menjawab aktivitas rutin pada akhir tatap
muka

(Sumber: Penelitian Lapangan,2009)

Hasil data observasi pengamat 1 jumlah skor yang diperoleh

adalah 22sedangkan skor maksimal adalah 30. Pengamat 2 jumlah

skor yang diperoleh adalah 22sedangkan skor maksimal adalah 30.

Berdasarkan hasil data observasi kedua pengamat pada tabel 4.5

jumlah skor keseluruhan adalah44dan skor maksimal adalah 60.

Dengan

demikian

persentase

nilai

rata-rata

adalah

%

33
,
73

%

100

60

44

x

Hal ini dapat diartikan berdasarkan observasi kedua pengamat

maka taraf keberhasilan siswa termasuk dalam kategoriB. Pada

74

indikator4 yaitu memperhatikan kompetensi yang ingin dicapai

memang pada awalnya siswa kurang memperhatikan sehingga suasana

kelas menjadi gaduh pada saat peneliti menyampaikankompetensi

yang ingin dicapaitetapi setelah diberi teguran, mereka

memperhatikan kembali. Begitu pula pada indikator 9, 11, dan 14

siswa juga belum dapat melaksanakannya.Kekurangan yang terjadi

pada siklus 1 akan dijadikan catatanbagi peneliti untuk mengadakan

perbaikan pada siklus 2.

3)Hasil Catatan Lapangan

Catatan lapangan dibuat untuk melengkapi data-data yang tidak

terekam dalam lembar observasi aktivitas guru maupun siswa

sehingga diharapkan tidak ada data penting yang terlewatkan dalam

pelaksanaan tindakansiklus 1. Adapun hasil catatan lapangan yang

diperoleh adalah sebagai berikut.

a)Saatpre testbanyak siswa yang saling contek.

b)Pada waktupenelitimenjelaskan aturan main dalam pembelajaran

kooperatifmetodeSTAD, siswa mulai gaduh karena mereka

kurang senang diatur dalam masalah berkelompok, hal ini

disebabkan mereka lebih senang jika berkelompok dengan teman-

teman akrab mereka masing-masing.

c)Ada beberapa siswa yang memintaizinke kamar mandi namun

tidak kembali sampai jam pembelajaran usai.

d)Penerapan waktu dalam rencana pembelajaran ternyata tidak dapat

dilaksanakan, sehingga pada akhir pembelajaranpenelititidak

75

dapat memberikan refleksi pada siswa tentang materi yang telah

dibahas.

d.Tahap RefleksiSiklus 1

Setiap akhir siklus dilaksanakan refleksi tindakan yang didasarkan

pada hasil observasi, dan catatan lapangan. Refleksi dilakukan untuk

menentukan apakah tindakan padasiklus 1berhasil atau belum.

Berdasarkan analisisdata pengamatan yang dilakukan olehobserver

terhadap aktivitaspenelitidalam kategori”sangat baik” tetapi

pengamatan terhadap aktivitas siswa menunjukkan taraf keberhasilan

dalam kategori ”baik” (73,33%). Jadi dapat dikatakan bahwa dalam

tindakansiklus 1siswa belum sepenuhnya memenuhi indikator yang

harus dikuasai, sehingga pada tindakansiklus 2diharapkan siswa lebih

termotivasi agar indikator dalam aspek pembelajaran kooperatif dapat

dikuasai.

Pelaksanaanpre testmaupunpost testtindakansiklus 1berjalan

denganlancar. Berdasarkan hasil belajarsiklus 1, hasilpost testdidapat

rata-rata nilai kelas adalah68,25hal ini meningkat dibandingkan dengan

pre testyaitu 55,50. tetapi dalam halketuntasan belajar kelas X AP 1

belum memenuhi syarat yaitu masih 72,50% siswa yang mendapatkan

nilai paling sedikit70, dimana ketentuan ketuntasan belajar suatu kelas

adalah 85% dari siswa mendapatkan nilai 70.

Peneliti menyimpulkan dalam tindakansiklus 1bahwa proses

adaptasi dan sosialisasi sudah baik meskipun masih ada beberapa siswa

yang masih enggan untuk mengemukakan pendapatnya, hal ini mungkin

76

disebabkan karena mereka masih belum biasa denganpembelajaran

kooperatif denganmetodeSTAD,di antaraanggota kelompok terkadang

masih ada yang menganggap remeh pendapat yang diutarakan oleh

anggota kelompok lain, siswa masih malu bertanya jika mereka merasa

tidak bisa, dan siswa kurang memperhatikan petunjuk daripeneliti.

Dalam tindakan selanjutnya peneliti mencobauntuk lebih

memotivasi siswa untuk mengutarakan pendapatnya secara lisan dan juga

menekankan betapa pentingnya anggota kelompok untuk saling belajar,

saling berbagi, saling memberi, dan saling menerima pendapat orang

lain, karena keberhasilankelompok tergantung pada keaktifan setiap

anggota dalam kelompok tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->