P. 1
Penghapusan BMN

Penghapusan BMN

|Views: 1,714|Likes:
Published by fencelase

More info:

Categories:Types, Brochures
Published by: fencelase on Feb 02, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/12/2013

pdf

text

original

PENGHAPUSAN BMN

Disampaikan oleh : AGUS BUDIONO

SIKLUS PENGELOLAAN BMN
PEMBINAAN

PENGAWASAN & PENGENDALIAN

PERENCANAAN KEBUTUHAN & PENGANGGARAN
1 2a

PENATAUSAHAAN

8

PENILAIAN

10

Inventarisasi
7

PENGADAAN
2b

Pembukuan
6

PENGHAPUSAN: 1. Pemusnahan 2. Pemindahtanganan: a. Penjualan b. PMP (PMN/D) 14 c. Hibah PEMANFAATAN: 1. Sewa 12 2. KSP 3. BGS/BSG
9c

13

PENGAMANAN
3

Pelaporan
9

PENGGUNAAN
4 5 9b

11

Evaluasi
9a

PEMELIHARAAN

ALUR PENGELOLAAN BMN
Pengguna Barang
Perencanaan Kebutuhan BMN/D Pengadaan BMN/D

Pengelola Barang
Penetapan RKBMN/D

Pengguna Barang Lainnya
Penggunaan sebatas utk penyelenggaraan tupoksi

Pihak Lain

Penyelesaian Dok. Kepemilikan

Penetapan Status Penggunaan BMN

Pemanfaatan: Sewa KSP BSG/BGS Pinjam Pakai

Penggunaan sebatas utk penyelenggaraan tupoksi Barang Milik Negara: •Tidak sesuai Tupoksi •Berlebih/idle/rusak/ tidak ekonomis Tanah dan/atau bangunan (wajib diserahkan kpd Pengelola Barang) Sebagian tanah dan/atau bangunan Non tanah dan/atau bangunan

Tanah dan/atau bangunan yg telah diserahkan

Fungsi Pelayanan

Tindak Lanjut: • Pengalihan Status Penggunaan • Pemanfaatan • Pemindahtanganan

Pemindahtanganan: Jual Tukar menukar PMN Hibah

Fungsi Budgeter Persetujuan: • Pemanfaatan • Pemindahtanganan

Persetujuan: • Pemusnahan

Pemusnahan

PENGERTIAN
Penghapusan adalah tindakan menghapus

BMN dari Daftar Barang dengan menerbitkan
SK dari Pejabat Yang Berwenang untuk membebaskan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang dan/atau Pengelola Barang dari tanggung jawab administrasi dan fisik atas barang yang berada dalam penguasaannya.
3

DASAR HUKUM
• UU No. 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara • UU No. 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara • PP No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan BMN/D • PMK No.96/PMK.06/2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Penggunaan, Pemanfaatan, Penghapusan dan Pemindahtanganan Barang Milik Negara

3

PENGHAPUSAN BMN
(Berdasarkan PP No.6 Tahun 2006)
BMN sdh tdk berada dlm penguasaan Pengguna/Kuasa Pengguna, karena:
Penghapusan dr Daftar Barang Pengguna/ Kuasa Pengguna
• Penyerahan kpd Pengelola • Pengalihgunaan BMN Non T/B kpd Pengguna lain • Pemindahtanganan BMN Non T/B kpd Pihak Lain • Pemusnahan • Sebab lain (hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, mencair dll)

SK Penghapusan dr Pengguna/ Kuasa Pengguna dg persetujuan dari pengelola

Dilaporkan kpd Pengelola

 BMN sdh beralih kepemilikannya, karena:

Penghapusan dr Daftar Barang Milik Negara

• Pemindahtanganan • Putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap

 Pemusnahan

SK Penghapusan dr Pengelola

 Sebab lain (hilang, kecurian, terbakar, susut, menguap, mencair dll)

PERTIMBANGAN/ALASAN PENGHAPUSAN (Berdasarkan PP No.6/2006)
A. Penghapusan BMN dari DBP dan/atau DBKP BMN dimaksud sdh tdk berada dlm penguasaan Pengguna Barang dan/atau Kuasa Pengguna Barang, a.l. karena: 1. Penyerahan kpd Pengelola Barang; 2. Pengalihgunaan BMN selain Tanah dan/atau Bangunan kpd Pengguna Barang lain; 3. Pemindahtanganan atas BMN selain Tanah dan/atau Bangunan kpd pihak lain; 4. Pemusnahan; 5. Sebab-sebab lain, spt krn hilang/kecurian, terbakar, susut, menguap atau mencair. B. Penghapusan BMN dari DBMN 1. BMN dimaksud sdh beralih kepemilikannya, krn: a. Telah terjadi pemindahtanganan; b. Dlm rangka menjalankan putusan pengadilan yg tlh memperoleh kekuatan hukum tetap & sdh tdk ada upaya hukum lainnya 2. Terjadi pemusnahan; 3. Sebab-sebab lain.

PERTIMBANGAN/ALASAN PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK.Nomor 96/PMK.06/2007)
A. BARANG BERGERAK 1. Pertimbangan Teknis, a.l.: a. Secara fisik tdk dpt digunakan krn rusak & tdk ekonomis bila diperbaiki; b. Secara teknis tdk dpt digunakan krn modernisasi; c. Kadaluwarsa; d. Mengalami perubahan dlm spesifikasi seperti terkikis, aus, dll krn penggunaan biasa; e. Selisih kurang dlm timbangan/ukuran krn penggunaan atau penyusutan dlm penyimpanan/pengangkutan. 2. Pertimbangan Ekonomis, a.l.: a. Karena berlebih (surplus/ekses); b. Secara ekonomis lebih menguntungkan bg negara apabila dihapus, krn biaya operasional & pemeliharaan lebih besar dr manfaat yg diperoleh; 3. Karena Hilang, Kekurangan Perbendaharaan atau Kerugian yg disebabkan: a. Kesalahan atau kelalaian Bendahara Barang/Pengurus Barang; b. Di luar kesalahan/kelalaian Bendahara Barang, mis. krn force majeure c. Mati bg tanaman atau hewan/ternak

PERTIMBANGAN/ALASAN PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK.Nomor 96/PMK.06/2007) B. BARANG TIDAK BERGERAK 1. Rusak berat, terkena bencana alam atau force majeure, tdk dpt dimanfaatkan scr optimal (idle); 2. Terkena planologi kota; 3. Kebutuhan organisasi krn perkembangan tugas; 4. Penyatuan lokasi dlm rangka efisiensi & memudahkan koordinasi; 5. Pertimbangan dlm rangka pelaksanaan rencana strategis Hankam.

KEWENANGAN PENGHAPUSAN BMN
(Berdasarkan PP No.6 Tahun 2006)
Penghapusan dg tindak lanjut Pemindahtanganan: A. Tanah dan/atau Bangunan dilaksanakan oleh Pengelola Barang: 1. Setelah memperoleh persetujuan DPR, kecuali: a. sudah tidak sesuai dg tata ruang wilayah atau penataan kota; b. harus dihapuskan karena anggaran utk bangunan pengganti sudah disediakan dlm dokumen penganggaran; c. diperuntukkan bagi pegawai negeri; d. diperuntukkan bagi kepentingan umum; e. dikuasai Negara berdasarkan keputusan pengadilan yg telah memiliki kekuatan hukum tetap dan/atau berdasarkan ketentuan perundang-undangan, yg jika status kepemilikannya dipertahankan tidak layak secara ekonomis. 2. Yang termasuk dlm pengecualian: a. bernilai > Rp.10 M, setelah mendapat persetujuan Presiden; b. bernilai s.d. Rp.10 M, langsung oleh Pengelola Barang. B. Selain Tanah dan/atau Bangunan dilaksanakan oleh Penguna Barang: 1. bernilai s.d. Rp.10 M, setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang; 2. bernilai > Rp.10 M - Rp.100 M, setelah mendapat persetujuan Presiden, dg usul dr Pengelola Barang; 3. bernilai > Rp.100 M, setelah mendapat persetujuan DPR, dengan usul dr Pengelola Barang.

KEWENANGAN PENGHAPUSAN
(Berdasarkan Keputusan Dirjen Kekayaan Negara No. KEP-01/KN/2008 tanggal 1 Februari 2008)
A. Barang Bergerak dg tindak lanjut dijual melalui Kantor Lelang Negara SK Penghapusan dr Menteri/Ketua Lembaga, dengan ketentuan: 1. Nilai perolehan per paket usulan dari 0 sampai dengan Rp.100 juta dengan persetujuan Kepala KPKNL. 2. Nilai perolehan per paket usulan dari Rp.100 jt s.d. Rp.500 juta dengan persetujuan Kakanwil DJKN. 3. Nilai perolehan per paket usulan > Rp.500 juta dengan persetujuan Kantor Pusat Ditjen Kekayaan Negara.

PERSYARATAN USUL PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK.96/PMK.06/2007)
A. UMUM
1. Surat usulan penghapusan (pengusul adalah Sekjen atau Pejabat yg setingkat pd Dep./Lembaga atau sekurang2nya Pejabat Es. II di daerah yg mendapat pelimpahan wewenang dari atasannya) SK Pembentukan Panitia Penghapusan: a. Utk BMN di lingkungan Unit Organisasi Tk. Daerah: 1) Ditetapkan oleh Pengguna/Kuasa Pengguna BI (Pejabat setingkat Es.II yg mendapat pelimpahan wewenang dari Pengguna BI); 2) Keanggotaan: unsur PB dan unsur KPBI yg membidangi perlengkapan, umum dan keuangan. b. Utk BMN di lingkungan Unit Organisasi Tk. Pusat: 1) Ditetapkan oleh Pengguna BI (Pejabat setingkat Es.I); 2) Keanggotaan: unsur Pengguna BI dan unsur PBI/KPBI yg membidangi perlengkapan, umum dan keuangan. c. Dlm hal diperlukan dpt mengikutsertakan unsur teknis atau tenaga ahli/surveyor/advisor dari Instansi/Lembaga lain yg terkait

2.

PERSYARATAN USUL PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK.96/PMK.06/2007)

UMUM (…lanjutan)
3. BA Hasil Penelitian dan Penilaian dari Panitia Penghapusan, dilampiri dengan: a. Daftar BMN yg diusulkan utk dihapus, lengkap dengan data/informasi ttg BMN ybs (identitas, spesifikasi, lokasi, tahun perolehan, harga perolehan/taksiran, kondisi); b. Sebab-sebab/alasan penghapusan;

c. Bukti/surat ket./gambar/foto yg mendukung usul penghapusan;
d. Penjelasan lain yg diperlukan. 4. Fotocopy bukti kepemilikan (Sertifikat, IMB, BPKB, STNK dll); 5. Fotocopy KIB/DIR/DIL.

PERSYARATAN USUL PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK. 96/PMK.06/2007)

B. KHUSUS 1. Karena bencana alam/force majeur, persyaratan umum ditambah dg :

a. Keterangan dari Pejabat yang berwenang mengenai terjadinya bencana alam;
b. Rekomendasi dari instansi teknis terkait, mis.: kondisi bangunan dari PU atau kondisi tanah dr BPN.

2. Tidak laku dijual lelang, stlh ditempuh prosedur umum dpt dimusnahkan/ dihibahkan dg dilampiri BA yg dttd oleh pejabat Kantor Lelang Negara
3. Karena hilang di luar kesalahan Bendahara/Pengurus Barang, persyaratan umum ditambah dg Surat Keterangan dari Kepolisian setempat ttg penyidikan di TKP.

PERSYARATAN USUL PENGHAPUSAN (Berdasarkan PMK.96/PMK.06/2007)
B. KHUSUS (…lanjutan) 4. Karena hilang akibat kesalahan atau kelalaian Bendahara, persyaratan & proses penghapusan sesuai ketentuan ttg Tuntutan Ganti Rugi. 5. Barang kadaluwarsa atau tanaman/hewan/ternak mati atau cacat berat, persyaratan umum ditambah dg: a. Keterangan dari pejabat yg bertindak selaku pimpinan KPB; b. Rekomendasi dari instansi teknis terkait. 6. Kendaraan bermotor, persyaratan umum ditambah dg : a. Surat Keterangan ttg kondisi kendaraan dr instansi teknis, mis. Dephub/ DLLAJR. b. Melebihi 10 th pemakaianTMT tanggal, bulan, tahun perolehan tercatat dlm IKMN.

TINDAK LANJUT PENGHAPUSAN

PENJUALAN
PEMINDAHTANGANAN

TUKAR MENUKAR HIBAH P M P (PMN/D)

PENGHAPUSAN

PEMUSNAHAN

PEMUSNAHAN BMN
(Berdasarkan PP No.6/2006)
• Sebagai tindak lanjut penghapusan apabila BMN ybs:
− tidak dapat digunakan, dimanfaatkan, dan dipindahtangankan, atau − alasan lain sesuai ketentuan perundang-undangan. • Dilaksanakan oleh Pengguna Barang setelah mendapat persetujuan Pengelola Barang

• Pelaksanaan pemusnahan oleh Pengguna Barang
dituangkan dlm BA dan dilaporkan kpd Pengelola Barang

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->