P. 1
KULTUR JARINGAN

KULTUR JARINGAN

|Views: 744|Likes:
Published by jenggod

More info:

Published by: jenggod on Feb 03, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/24/2013

pdf

text

original

KULTUR JARINGAN

Oleh : Chandra Dewi Ominia Pratama Sandi Raflesiani Yuni Rahmawanti

(06) (19) (21) (22)

Materi
 Pengertian Teori Dasar Kultur Jaringan  Tahapan Kultur Jaringan Keuntungan dan Kerugian

Pengertian
Teknik perbanyakan tanaman dengan menumbuhkan jaringan atau sel menjadi individu baru

Teori dasar KJ
• Sel dari suatu organisme multiseluler di mana pun letaknya, sebenarnya sama dengan sel zigot kerena berasal dari satu sel tersebut. Totipotensi (total genetic potential), setiap sel memiliki potensi genetik seperti zigot, yaitu mampu memperbanyak diri dan berdiferensiasi menjadi tanaman lengkap.

Tahapan
• Pembuatan media • Inisiasi • Sterilisasi • Multiplikasi • Pengakaran • Aklimatisasi

Pembuatan media
• Media merupakan factor penentu dalam perbanyakan dengan kultur jaringan. • Komposisi media yang digunakan tergantung dengan jenis tanaman yang akan diperbanyak. Biasanya : garam mineral, vitamin, hormon, dengan tambahan agar. • Media yang sudah jadi ditempatkan pada tabung reaksi, tabung inkubasi, atau botol-botol kaca atau cawan petri. • Komposisi media yang sering digunakan adalah

Murashige dan Skoog

• Hormon yang digunakan juga bervariasi, baik jenis maupun jumlahnya, tergantung tujuan dari KJ yang dilakukan. Misal : auksin (IAA,NAA,CPA,IBA), sitokinin (kinetin,benziladenin,PBA), giberelin (GA3)

Murashige dan Skoog
• • • • • • • • • • NH4NO3 KNO3 CaCl2.2H2O MgSO4.7H2O KH2PO4 FeSO4.7H2O NaEDTA MnSO4.4H2O ZnSO4.7H2O H3BO3 • • • • • • • • • • KI Na2MoO4.2H2O CuSO4.6H2O CoCl2.6H2O Myoinositol Niasin Piridoksin-HCl Tiamin-HCl Glisin Sukrosa

Inisiasi
Pengambilan eksplan dari bagian tanaman yang dikulturkan, biasanya bagian tunas

Eksplan
• bagian tanaman yang dipergunakan sebagai bahan awal untuk perbanyakan tanaman. • Misal : Pucuk muda, batang muda, daun muda, kotiledon, hipokotil, endosperm, ovari muda, embrio

Sterilisasi
Segala kegiatan dalam kultur jaringan harus dilakukan di tempat yang steril yaitu di laminar flow dan menggunakan alat-alat yang juga steril. Sterilisasi terhadap peralatan yaitu menggunakan etanol yang disemprotkan secara merata pada peralatan

Multiplikasi
Kegiatan memperbanyak calon tanaman dengan penanaman eksplan pada media. Kegiatan ini dilakukan di laminar flow untuk menghindari adanya kontaminasi(bakteri, jamur) yang menyebabkan gagalnya pertumbuhan eksplan

Pengakaran
• Fase di mana eksplan akan menunjukkan adanya pertumbuhan akar yang menandai bahwa proses KJ yang dilakukan mulai berjalan dengan baik. • Pengamatan dilakukan setiap hari untuk melihat pertumbuhan dan perkembangan akar serta untuk melihat adanya kontaminasi oleh bakteri / jamur. • Eksplan yang terkontaminasi akan menunjukkan gejala seperti berwarna putih atau biru(oleh jamur) atau busuk (oleh bakteri)

Aklimatisasi
• kegiatan memindahkan eksplan keluar dari ruangan aseptik ke bedeng. Pemindahan dilakukan secara hati-hati dan bertahap, yaitu dengan memberikan sungkup • Setelah bibit mampu beradaptasi dengan lingkunagn baru, maka sungkup dilepaskan

• Lingkungan tumbuh yang mempengaruhi regenerasi tanaman : temperatur, lama penyinaran, intensitas penyinaran, kualitas sinar, ukuran wadah kultur

Keuntungan
• Proses cepat • Jumlah banyak • Bibit terhindar dari hama • Hemat tempat dan waktu • Sifat identik • Tidak bergantung musim

Kerugian
• Proses pelaksanaan rumit • Bibit yang dihasilkan tidak tahan terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan

terimakasih

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->