P. 1
Metode Penelitian Kuantitatif

Metode Penelitian Kuantitatif

|Views: 18,097|Likes:
Published by bekti hore2

More info:

Published by: bekti hore2 on Feb 10, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/15/2014

pdf

text

original

TUGAS MATA KULIAH METODE PENELITIAN KUANTITATIF 1.

Jelaskan pengertian data penelitian, variable, macam-macam variable penelitian dan hubungan antar variable penelitian! Data penelitian adalah subyek dari mana data diperoleh. Apabila peneliti menggunakan kuesioner atau wawancara dalam pengumpulandatanya, maka sumber data disebut responden, yaitu orang yang meresponden atau menjawab pertanyaan - pertanyaan peneliti, baik pertanyaan tertulis maupun lisan. Variabel ialah sebuah konsep yang mempunyai nilai. Contoh pendidikan adalah variable karena mempunyai nilai laki-laki dan perempuan. • Macam-macam variabel

 variabel kategorikal terdiri atas varibel nominal yang bersifat deskrit dan saling pilih  variabel variable rasio Ditinjau dari fungsinya maka variabel penelitian terdiri atas variable bebas 1. variable Variabel bebas (independent variable) variabel ini disebut juga sebagai stimulus,variabel predictor,variabel antecedent,dan ubahan ialah ubahan yang menjadi sebab perubahannya atau bersambungan terdiri atas variable ordinal, interval dan

bebas.variabel bebas 2.

timbulnya variabel dependen Variabel dependen (dependent variabel ) variabel ini disebut juga variabel out put, variabel criteria, variabel konsekuuen. Variabel dependen ialah ubahan terikat yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat dari adanya pengaruh variabel independen 3. Variabel moderator ialah ubahan yang dapat memperkuat atau memperlemah hubungan atau perbedaan antara variabelindependen dan

dependen.variiabel ini merupakan ubahan yang dapt diukur, dimanipulasi,atau dipilih peneliti 4. Variabel intervening ialah ubahan yang secar a teoritis mempengaruhi hubungan variabel independen dengan dependen, tetapi tidak dapat diukur atau dimanipulasi. Contoh : usia kawin,pendidikan buruh,karakteristik,dan lain-lain 5. • Variabel kendali ialah variabel ubahanyang ditentukan peneliti jika Hubungan antara variabel penelitian akan melakukan penilitian yang bersifat komparatif Inti penelitian kuantiitatif ialah mencari hubungan antara dua variabel atau lebi. Hubungan antara variabel penelitian yaitu variabel memiliki hubungan simetris jika variabel yang satu tidak disebabkan atau dipengaruhi oleh variabel yang lain.variabel memiliki hubungan timbale balik jika suatu variabel menjadi sebab dan juga akibat dari variabel lainnya. Variabel memiliki hubungan asimetris jika satu atau lebih dari satu variabel bebasnya mempengaruhi variabel yerikat lainnya 2. Jelaskan pengertian populasi, sampel, dan teknik-teknik pengambilan sampel ! Polpulasi ialah semua nilai baik hasil perhitungan maupun pengukuran, baik kuantitatif maupun kualitatif, dari pada karakteristik tertentu mengenai sekelompok obyek yang lengkap dan jelas.Populasi adalah keseluruhan subyek penelitian (Arikunto, 1998:115). Populasi dalam setiap penelitian harus disebutkan secar tersuratyaitu yang berkenaan dengan besarnya anggota populasi serta wilayah penelitian yang dicakup. Ditinjau dari banyaknya anggota populasi, populasi terdiri atas : • Populasi terbatas (terhingga) • Populasi tidak terbatas (tidak terhingga) Ditinjau dari sudut sifatnya, populasi terdiri atas :

• Homogen • Heterogen Sampel (contoh) ialah sebagian anggota populasi yang diambil dengan menggunakan teknik tertentu yang disebut dengan teknik sampling. Teknik sampling berguna agar mereduksi anggota populasi menjadi anggota sampelyang mewakili populasinyasehingga kesimpulan terhadap populasi dapat dipertanggungjawabkan, lebih teliti menghitung yang sedikit dari pada yang banyak, menghemat waktu tenaga dan biaya. Sampel adalah sebagian dari populasi yang memiliki sifat dan karakter yang sama, sehingga betul-betul mewakili populasinya (Sudjana:84). Teknik sampling random (probabiliti sampling ) yaitu pengambilan contoh secara acak (random) yang dilakukan dengan cara undian, ordinal atau tabel bilangan random atau dengan computer. Teknik sampling rendom terdiri atas empat macam :  Sampling random sederhana(simple random sampling) Ciri utama samlping ini ialah setiap unsur dari keseluruhan informasi mempunyai kesempatan yang sama untuk dipilih. Caranya ialah dengan menggunakan undian, ordinal, table bilangan random atau computer. Keuntungannya adalah anggota sampel mudah dan cepat diperoleh.kelemahan kadang-kadang tidak mendapatkan data yang lengkapdari populasinya.  Teknik sampling bertingkat(stratified sampling ) Teknik sampling ini disebut juga ini dengan istilah teknik sampling berlapis,berjenjang,dan petala.teknik digunakan apabila populasinya

heterogen atau terdiri dari kelompok-kelompok betingkat. Penentuan tingkat berdasarkan karakteristik tertentu.teknik ini akan semakin baik jika dilengkapi dengan penggunaan proposional, sehingga setiap tingkat diwakili oleh jumlah

yang sebanding. Keuntungan anggota sampel yang diambillebih representatif. Kelemahan lebih banyak memerlukan usaha pengenalan terhadap karakteristk  Teknik sampling cluster(cluster sampling ) Disebut juga sebagai teknik sampling daerah, konditional sampling atau restricted sampling. Teknik ini digunakan apabila populasi tersebar dalam beberapa daerah, propinsi, kabupaten, kecamatan, dst. Keuntungan penggunaa teknik ini adalah : • Dapat mengambil populasi besar yang tersebar di berbagai daerah • Pelaksanaannya lebih mudah dan murah dibandingkan teknik lainnya Kelemahan teknik ini adalah: • Jumlah individu dalam setiap pilihan tidak sama, karena itu teknini tidaklah sebaik teknik lainny • Ada kemungkinan penduduk satu daerah berpindah ke daerah lain tanpa sepengetahuan peneliti, sehingga penduduk tersebut mungkin menjadi anggota rangkap sampel penelitian.  Teknik sampling sisrematis(systematical sampling ) Teknik sampling ini adalah teknik rendom sampling sederhana yang dilakukan secara ordinal. Artinya anggota sampel dipilih berdasarkan urutan tertentu. Keuntungannya adalah lebih mudah dan cepat. Kelemahannya ialah kadangkadang kurang mewakili populasinya. Teknik sampling non-random (non probability sampling) atau disebut juga sebagai iincidental sampling, yaitu pengambilan contoh tidak secara acak. Teknik sampling ini terdiri atas 3 macam yaitu :  Teknik sampling kebetulan (accidental sampling). Teknik ini dilakukan apabila pemilihan anggota sampelnya dilakukan terhadap orang atau benda

yang kebetulan ada atau dijumpai. Keuntungannya murah, cepat, dan mudah. Sedangkan kelemahannya ialah kurang representatif.  Teknik sampling bertujuan (porpusive sampling). Teknik ini digunakan apabila anggota sampel yang dipilih secara khusus berdasarkan tujuan penelitiannya. Keuntungan menggunakan teknik ini adalah murah, cepat, dan mudah, serta relevan dengan tujuan penelitiannya. Kelemahannya adalah tidak representatif untuk mengambil kesimpulan secara umum (generalisasi).  Teknik sampling kuota (quota sampling). Teknik ini digunakan apabila anggota sampel pada suatu tingkat dipilih dengan jumla tertentu (kuota) dengan ciri-ciri tertentu. Teknik sampling kuota sering dikacaukan dengan teknik sampling bertujuan. Keuntungan dan kelemahan mengguankan teknik ini ialah seperti halnya dengan teknik sampling bertujuan di atas tadi. 3. Jelaskan macam-macam teknik pengumpulan data dan prosedur penyusunannya! Teknik pengumpulan data bisa dibedakan dengan beberapa hal, seperti: a. Berdasarkan Setting (Setting Alamiah, Labortorium dengan melalui eksperimen, di rumah dengan mewawancarai responden, seminar, dan lain-lain) b. Berdasarkan sumber data: (Sumber Primer : Sumber yang langsung memberikan data dan Sumber Sekunder : Sumber yang tidak langsung memberikan data). c. Berdasarkan Teknik Pengumpulan Data dibagi lagi menjadi: Observasi, Wawancara, Dokumentasi dan Triangulasi/Gabungan A. Pengumpulan Data dengan Observasi Macam-macam observasi: (Sanafiah Faisal: 1990).

Observasi Partisipatif, yang terbagi menjadi: Observasi yang Pasif,

Observasi yang Moderat, Observasi yang Aktif, dan Observasi yang Lengkap.
• •

Observasi Terus Terang dan Tersamar Observasi tak Terstruktur Peneliti mengamati apa yang dikerjakan orang, mendengarkan apa

Observasi Partisipatif

yang diucapkan dan berpartisipasi dalam aktivitas yang diteliti (Susan Stainback:1998)
• •

Klasifikasi (Sanafiah Faisal:1990) Partisipasi Pasif : Peneliti mengamati tapi tidak terlibat dalam kegiatan Partisipasi Moderat :Peneliti ikut observasi partisipatif pada beberapa Partisipasi Aktif : Peneliti ikut melakukan apa yang dilakukan Partisipasi Lengkap : Peneliti terlibat sepenuhnya dalam kegiatan

tersebut.

beberapa kegiatan saja, tidak semua kegiatan.

narasumber, tapi belum sepenuhnya lengkap

narasumber .Observasi Terus Terang atau Tersamar

Peneliti berterus terang kepada narasumber bahwa ia sedang Suatu saat peneliti melakukan tidak berterus terang agar dapat

melakukan penelitian.

mengetahui informasi yang dirahasiakan narasumber Observasi tak Berstruktur

Dilakukan dengan tidak Berstruktur karena fokus penelitian belum Apabila masalah sudah jelas, maka dapat dilakukan secara berstruktur

jelas

dengan menggunakan pedoman observasi

Manfaat Observasi Menurut Nasution (1988), beberapa manfaat penelitian antara lain:
• • • •

Peneliti akan mampu memahami konteks data secara menyeluruh. Peneliti akan memperoleh pengalaman langsung. Peneliti dapat melihat hal-hal yang kurang diamati oleh orang lain. Peneliti dapat menemukan hal-hal yang tidak terungkap saat Peneliti dapat mengungkapkan hal-hal yang ada di luar persepsi Peneliti dapat memperoleh kesan-kesan pribadi terhadap obyek yang

wawancara.

responden.

diteliti. Obyek observasi 1. Space : Ruang dalam aspek fisiknya 2. Actor : Orang yang terlibat dalam situasi sosial 3. Activity : Seperangkat kegiatan yang dilakukan orang 4. Object : Benda-benda yang terdapat di tempat itu 5. Act : Perbuatan / Tindakan tertentu 6. Event : Rangkaian aktivitas yang dikerjakan orang-orang 7.Time : Urutan Kegiatan 8. Goal : Tujuan yang ingin dicapai 9.Feeling : Emosi yang dirasakan dan diekspresikan orang-orang Tahapan Observasi Observasi Deskriptif : 1. 2. 3. Peneliti belum menemukan masalah yang diteliti secara jelas Peneliti melakukan penjelajahan umum dengan melakukan deskripsi semua yang dilihat, semua yang didengar, dll. Observasi Terfokus

4. 5.

Observasi dipersempit pada aspek tertentu Observasi Terseleksi

Peneliti telah menguraikan fokus yang ditemukan, sehingga diperoleh data yang lebih rinci, peneliti telah menemukan karakteristik, perbedaan dan persa Observasi diartikan pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Keunggulan metode ini adalah : Banyak gejala yang hanya dapat diselidiki dengan observasi, hasilnya lebih akurat dan sulit dibantah. Banyak objek yang hanya bersedia diambil datanya hanya dengan observasi, misalnya terlalu sibuk dan kurang waktu untuk diwawancarai atau menisci kuisioner. Kejadian yang serempak dapat diamati dan dan dicatat serempak pula dengan memperbanyak observer. Banyak kejadian yang dipandang kecil yang tidak dapat ditangkap oleh alat pengumpul data yang lain, yang ternyata sangat menentukan hasil penelitian. Kelemahan metode ini adalah : Observasi tergantung pada kemampuan pengamatan dan mengingat. Kelemahan - kelemahan observer dalam pencatatan. Banyak kejadian dan keadaan objek yang sulit diobservasi, terutama yang menyangkut kehidupan peribadi yang sangat rahasia. Oberservasi sering menjumpai observee yang bertingkah laku baik dan menyenangkan karena tahu bahwa ia sedang diobservasi. Banyak gejala yang hanya dapat diamati dalam kondisi lingkungan tertentu, sehingga dapat terjadi gangguan yang menyebabkan observasi tidak dapat dilakukan.

B.

Pengumpulan Data dengan Wawancara

Pengertian :Menurut Esterberg (2002) : Wawancara adalah merupakan pertemuan antara dua orang untuk bertukar informasi dan ide melalui tanya jawab sehingga dapat dikontruksikan makna dalam suatu topik tertentu Macam-macam Wawancara 1. Wawancara Terstruktur • Bila peneliti telah mengetahui dengan pasti tentang informasi apa yang akan diperoleh. • Peneliti sudah menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan pertanyaan tertulis dan alternatif jawaban. 2. Wawancara Semi Terstruktur • Dilaksanakan lebih bebas dibandingkan dengan wawancara terstruktur. • Bertujuan untuk menemukan permasalahan secara lebih terbuka.
3. Wawancara tak berstruktur

• Dilakukan secara bebas, peneliti tidak menggunakan pedoman wawancara secara sistematis. • Pedoman yang digunakan hanya garis-garis besar permasalahan. • Peneliti belum mengetahui secara pasti apa yang akan diperoleh, sehingga peneliti lebih banyak mendengarkan

Langkah-langkah Wawancara Menurut Lincoln & Guba, ada 7 langkah : 1. Menetapkan kepada siapa wawancara akan dilakukan. 2. Menyiapkan pokok-pokok masalah yang akan menjadi bahan pembicaraan. 3. Mengawali atau membuka wawancara. 4. Melangsungkan alur wawancara.

5. Mengonfirmasikan ikhtisar hasil wawancara dan mengakhirinya. 6. Menuliskan hasil wawancara. 7. Identifikasi tindak lanjut hasil wawancara. Jenis-jenis Pertanyaan dalam Wawancara
• • • • •

Pertanyaan yang berkaitan dengan pengalaman. Pertanyaan yang berkaitan dengan pendapat. Pertanyaan yang berkaitan dengan perasaan. Pertanyaan tentang pengetahuan. Pertanyaan yang berkenaan dengan indera.

Hal-hal yang Berkenaan dengan Wawancara Alat-alat wawancara :
• • • • • •

Buku Catatan Tape Recorder Camera Mencatat Hasil Wawancara Hasil wawancara harus dicatat. Untuk wawancara yang dilakukan secara. terbuka & tidak berstruktur, peneliti perlu rangkuman yang lebih sistematis.

Wawancara informasi merupakan salah satu metode pengumpulan data untuk memperoleh data dan informasi dari siswa secara lisan. Proses wawancara dilakukan dengan cara tatap muka secara langsung dengan siswa. Selama proses wawancara petugas bimbingan mengajukan pertanyaan, meminta penjelasan dan jawaban dari pertanyaan yang diberikan dan membuat catatan mengenai hal-hal yang diungkapkan kepadanya. Keunggulan :

-

Diperoleh informasi dalam suasana komunikasi secara langsung, yang memungkinkan siswa selain memberikan data factual seperti yang ditulis dalan angket, juga mengungkapkan sikap, pikiran, harapan, dan perasaan.

-

Rumusan pertanyaan dapat disesuaikan dengan daya tangkap siswa. Dapat ditanyakan hal-hal yang bersifat sensitive, seperti suasana keluarga, corak pergaulan dengan saudara kandung dan teman sebaya, penggunaan bahan narkotika, pengalaman seksual, dsb.

-

Interview penting untuk memperoleh informasi, tidak hanya merngenai item-item yang factual seperti yang biasa tercakup pada kuesioner pengumpul data-siswa, namun juga mengenai sikap, ambisi dan hal afektif lain yang menyusun studi kasus ini.

-

Fact-Finding interview dapat digunakan karena data sebelumnya tidak jelas atau karena perasaan yang mendasari perlu ditemukan dan dipahami.

Kelemahan : Memakan banyak waktu bagi petugas bimbingan. Siswa berprasangka terhadap petugas bimbingan dan memberikan informasi yang tidak sesuai dengan kenyataan. Petugas bimbingan mendengarkan terlalu selektif atau bertanya-tanya dengan cara yang sugestif. Pembuatan catatan memberikan kesan kepada siswa bahwa dia sedang berhadapan dengan petugas kepolisian. Interview mungkin mengubah informasi mengenai interview mereka sendiri, reaksi mereka, dan pengalaman mereka. Interview dapat menjadikan sumber kesalahan. Mereka dapat mencatat informasi karena “pendengaran yang selektif”. Mungkin mereka hanya gagal mendengarkan pernyataan interviewee yang bertentangan dengan opini,reaksi, sikap atau ide tentang situasi mereka sendiri. C. Teknik Pengumpulan Data dengan Dokumen

Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental yang lain. Data dokumen yang dipilih harus memiliki kredibilitas yang tinggi. Triangulasi Merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Dengan Triangulasi, peneliti sebenarnya mengumpulkan data sekaligus menguji kredibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan dan sumber data. Metode dan Instrumen Pengumpulan Data Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data. Instrument diartikan sebagai alat Bantu dan merupakan sarana yang dapat diwujudkan dalam benda.agar data yang dikumplkan baik dn benar, instrument pengumpulan datanya pun harus baik. Ada beerapa instrument pengumpuan data sesuai dengan teknik pengumpulan data. a. Angket (Questionnaire) Angket (Questionnaire) adalah daftar pertanyaan yang diberikan kepada orang lain bersedia memberikan respons sesuai dengan permintaan penggunaan. Tujuan penyebaran angket iaalah untuk mencari informasi yang lengkap mengenai suatu masalah dari responden tanpa merasa khawatir bila responden memberikan jawaban. Angket dibedakan menjadi dua jenis yaitu : angket terbuka dan angket tertutup. 1) Angket Terbuka Angket terbuka (angket tidak terstruktur) ialah angket yang disajikan dalam bentuk sederhana sehingga responden dapat memberian isian sesuai dengan kehendak dan keadaannya. 2) Angket Tertutup

Angket tertutup (angket berstruktur) adalah angket yang disajikan dalam bemtuk sedemikian rupa sehingga responden diminta untuk memilih satu jawaban yang sesuai dengan karakteristik dirinya. b. Check list Check eklist atau daftar cek adalah suatu daftar yang berisi subjek dan aspek-aspek yang akan diamati. c. Wawancara Wawancara adalah suatu cara pengumpulan data yang diguakan untuk memperoleh informasi langsung dari sumbernya. Berdasarkan sifat pertanyaan, wawancara dapat dibedakan menjadi wawancara bebas dan wawancara bebas terpimpin. d. Pengamatan (Observation) Observasi yaitu melakukan pengamatan secara langsung ke objek penelitian untuk meliat dari dekat kegiatan yang di lakukan. e. Tes (Test) Tes sebagai instrument pengumpulan data adalah serangkaian pertanyaan atau latihan yang digunakan untuk mengukur keterampilan pengetahuan, intelegensi, kemampuan atau bakat yang dimiliki oleh individu atau kelompok. • Angket Tertulis Alat ini memuat sejumlah item atau pertanyaan yang harus dijawab oleh siswa secara tertulis juga. Dengan mengisi angket ini siswa memberikan keterangan tentang sejumlah hal yang relevan bagi keperluan bimbingan, seperti keterangan tentang keluarga, kesehatan jasmani, riwayat pendidikan, pengalaman belajar sekolah dan dirumah, pergaulan social, rencana pendidikan lanjutan, kegiatan diluar sekolah, hobi dan mungkin kesukaran yang mungkin dihadapi. Keunggulan :

Dalam waktu singkat diperoleh banyak keterangan. Pengisiannya dapat dilakukan dikelas, siswa dapat menjawab sesuai dengan keadaannya tanpa dipengaruhi oleh orang lain. Kelemahan Siswa tidak dapat memberikan keterangan lebih lanjut karena jawaban terbatas pada hal - hal yang ditanyakan. Siswa dapat menjawab tidak sesuai dengan keadaan yang sebenarnya jika dia menghendaki demikian. Jawaban hanya mengungkap keadaan siswa pada saat angket diisi. Secara umum ada eberapa cara penyajian data statistic yang sering digunakan yaitu table, grafik, diagram, keadaan kelompok, simpangan baku dan angka baku. Langkah - Langkah Pengolahan Data 1) Penyusunan Data. Maksudnya bahwa data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk mengecek apakah semua data yang dibutuhkan sudah terekap semua. 2) Klasifikasi Data. Klasifikasi data merupakan usaha menggolongkan, mengelompokkan, dan memilah data berdasarkan pada klasifikasi tertentu yang telah dibuat dan ditentukan oleh peneliti. 3) Pengolahan Data. Pengolahan data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Jenis data akan menentukan apakah peneliti akan menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif. 3. Interprestasi Hasil Pengolahan Data. Maksudnya peneliti menarik kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasi. JENIS DATA DAN METODE PENGUMPULAN DATA 1. Macam - Macam Data Penyajian Data

Untuk memperoleh data atau informasi dalam studi kasus tentu perlu dilakukan kegiatan pengumpulan data. Data sebagai informasi awal yang dibutuhkan sebagai penunjang studi kasus, untuk itu diperlukan data-data mengenai klien dalam aspek-aspek sebagai berikut : - Latar belakang keluarga; data tentang orang tua, saudara-saudara, taraf sosial ekonomi keluarga, suasana kehidupan keluarga, adapt istiadat, pola asuh orang tua. - Riwayat sekolah; jenjang pendidikan sekolah yang telah diselesaikan dalam waktu berapa tahun, tamat dimana, tahu berapa, kesulitan belajar yang dialami. - Taraf prestasi; dalam bidang-bidang studi yang mempunyai relevansi bagi perencanaan pendidikan lanjutan dan penentuan jabatan kelak. - Taraf kemampuan intelektual atau kemampuan akademik; kemampuan untuk mencapai prestasi disekolah yang didalamnya berpikir memegang peranan pokok. - Bakat khusus; kemampuan untuk mencapai prestasi yang tinggi di bidang tertentu. - Minat terhadap bidang studi dan bidang pekerjaan tertentu; kecenderungan menetap untuk merasa tertarik pada sesuatu. - Pengalaman diluar sekolah; kegiatan dalam organisasi muda-mudi dan pengalaman kerja. - Ciri-ciri keperibadian yang tidak termasuk kedalam no 4 ,5, 6 diatas; sifat tempramen, sifat karakter, corak kehidupan emosional, nilai-nilai kehidupan yang dijunjung tinggi, kadar pergaulan social dengan teman-teman sebaya, sikap dalam menghadapai permasalahan dalam berbagai bidang kehidupan, keadaan mental dsb. - Kesehatan jasmani; keadaan kesehatan pada umumnya, gangguan pada alatalat indera, cacat jasmani dan penyakit serius yang pernah diderita. Metode Pengumpulan Data.

Dalam proses pengumpulan data tentu diperlukan sebuah alat atau instrument pengumpul data. Alat pengumpul data dapat dibedakan menjadi dua yaitu pertama alat pengumpul data dengan menggunakan metode test dan metode non test. 2. Pengumpulan Data Dengan Metode Test Test merupakan suatu metode penelitian psikologis untuk memperoleh informasi tentang berbagai aspek dalam tingkah laku dan kehidupan batin seseorang, dengan menggunakan pengukuran (measurement) yang menghasilkan suatu deskripsi kuantitatif tentang aspek yang diteliti. Keunggulan metode ini adalah : Lebih akurat karena test berulang-ulang direvisi. Instrument penelitian yang objektif. Sedangkan kelemahan metode ini adalah : Hanya mengukur satu aspek data. Memerlukan jangka waktu yang panjang karena harus dilakukan secara berulangulang. Hanya mengukur keadaan siswa pada saat test itu dilakukan.

Jenis - jenis Tes: 1. Tes Intelegensi Tes kemampuan intelektual, mengukur taraf kemampuan berfikir, terutama berkaitan dengan potensi untuk mencapi taraf prestasi tertentu dalam belajar di sekolah (Mental ability Test; Intelegence Test; Academic Ability Test; Scholastic Aptitude Test). Jenis data yang dapat diambil dari tes ini adalah kemampuan intelektual atau kemampuan akademik. 2. Tes Bakat Tes kemampuan bakat, mengukur taraf kemampuan seseorang untuk berhasil dalam bidang studi tertentu, program pendidikan vokasional tertentu atau bidang pekerjaan tertentu, lingkupnya lebih terbatas dari tes kemampuan intelektual (Test of Specific Ability; Aptitude Test ). Kemampuan khusus yang diteliti itu mencakup

unsur-unsur intelegensi, hasil belajar, minat dan kepribadian yang bersama-sama memungkinkan untuk maju dan berhasil dalam suatu bidang tertentu dan mengambil manfaat dari pengalaman belajar dibidang itu. 3. Tes Minat Tes minat, mengukur kegiatan-kegiatan macam apa paling disukai seseorang. Tes macam ini bertujuan membantu orang muda dalam memilih macam pekerjaan yang kiranya paling sesuai baginya (Test of Vocational Interest). 4. Tes Kepribadian Tes kepribadian, mengukur ciri-ciri kepribadian yang bukan khas bersifat kognitif, seperti sifat karakter, sifat temperamen, corak kehidupan emosional, kesehatan mental, relasi-relasi social dengan orang lain, serta bidang - bidang kehidupan yang menimbulkan kesukaran dalam penyesuaian diri. Tes Proyektif, meneliti sifat-sifat kepribadian seseorangmelalui reaksi-reaksinya terhadap suatu kisah, suatu gambar atau suatu kata; angket kepribadian, meneliti berbagai ciri kepribadian seseorang dengan menganalisa jawaban-jawaban tertulis atas sejumlah pertanyaan untuk menemukan suatu pola bersikap, bermotivasi atau bereaksi emosional, yang khas untuk orang itu. Kelemahan Tes Proyektif hanya diadministrasi oleh seorang psikolog yang berpengalaman dalam menggunakan alat itu dan ahli dalam menafsirkannya. 5. Tes Perkembangan Vokasional Tes vokasional, mengukur taraf perkembangan orang muda dalam hal kesadaran kelak akan memangku suatu pekerjaan atau jabatan (vocation); dalam memikirkan hubungan antara memangku suatu jabatan dan cirri-ciri kepribadiannya serta tuntutan-tuntutan social-ekonomis; dan dalam menyusun serta mengimplementasikan rencana pembangunan masa depannya sendiri. Kelebihan tes semacam ini meneliti taraf kedewasaan orang muda dalam mempersiapkan diri bagi partisipasinya dalam dunia pekerjaan (career maturity). 6. Tes Hasil Belajar (Achievement Test)

Tes yang mengukur apa yang telah dipelajari pada berbagai bidang studi, jenis data yang dapat diambil menggunakan tes hasil belajar (Achievement Test) ini adalah taraf prestasi dalam belajar. Langkah-Langkah Pengolahan Data 1. Penyusunan Data Maksudnya bahwa data yang sudah ada perlu dikumpulkan semua agar mudah untuk mengecek apakah semua data yang dibutuhkan sudah terekap semua. 2. Klasifikasi Data Klasifikasi data merupakan usaha menggolongkan, mengelompokkan, dan memilah data berdasarkan pada klasifikasi tertentu yang telah dibuat dan ditentukan oleh peneliti. 3. Pengolahan Data Pengolahan data dilakukan untuk menguji hipotesis yang telah dirumuskan. Jenis data akan menentukan apakah peneliti akan menggunakan teknik kualitatif atau kuantitatif. 4. Interprestasi Hasil Pengolahan Data Maksudnya peneliti menarik kesimpulan yang berisikan intisari dari seluruh rangkaian kegiatan penelitian dan membuat rekomendasi. Reliabilitas Untuk menentukan apakah suatu instrumen (tes) dapat digunakan untuk mengukur suatu kelompok secara “tetap” kapan saja dan dimana saja peru dicari tingkat ke “tetapan” nya melalui suatu teknik korelasi dalam rangka mencari koefisien reliabilitas. Ditinjau dari tujuannya ada bermacam - macam reliabilitas:
a. Coefisien of Stability, ialah reliabilitas yang dicari dengan cara mengkorelasikan skor

- skor tes yang sama dengan waktu yang berbeda pada kelompok yang sama. Kedua macam skor yang diperoleh dari hasil tes pertama dan yang diperoleh dari hasil tes kedua dikorelasikan untuk mencari koefisien yang menunjukkan derajat korelasi. Koefisien korelasi yang diperoleh merupakan koefisien reliabilitas tes tersebut.

b. Coefisien

of Equifalen, ialah tes yang reliabilitasnya dicari dengan cara

mengkorelasikan antara dua jenis tes yang sama (paralel), yang dicobakan pada waktu yang sama terhadap kelompok yang sama.
c.

Coefisien of Internal Consistency, ialah reliabilitas yang dicari dengan cara mengklasifikasikan jumlah skor dari item - item genap dengan jumlah skor dan item item ganjil dari suatu alat (instrumen) tertentu yang dicobakan pada suatu sampel tertentu. Validitas Teknik menentukan validitas suatu instrumen penelitian, digunakan teknik “korelasi”. Hasil perhitungan berupa koefisien korelasi dapat menggambarkan derajat “ketepatan” atau derajat validitas suatu instrumen penelitian. Menurut ketentuan berkisar antara 0,00 s/d 1,00 (0,00 k + 1,00) dimana k adalah koefisien korelasi. Untuk menafsirkan tinggi rendahnya validitas dari koefisien korelasi digunakan pedoman: 0,00 s/d 0,20 = hampir tak ada korelasi (tak valid) 0,21 s/d 0,40 = korelasi rendah (validitas rendah) 0,41 s/d 0,60 = korelasi sedang (validitas sedang) 0,61 s/d 0,80 = korelasi tinggi (validitas tinggi) 0,81 s/d 1,00 = korelasi sempurna (validitas sempurna) Skor yang digunakan dalam rangka menentukan derajat validitas dari instrumen (tes) adalah skor yang bersangkutan dikorelasikan dengan skor tes (instrumen) kriterium, yaitu tes yang sudah dibakukan (standardized test) dalam bidang yang sama dan ruang lingkup yang sama dengan instrumen (tes) yang sedang dicari derajat validitasnya. Kesulitannya adalah mencari data yang dapat dijadikan kriterium. Negara Indonesia belum mempunyai cukup alat pengukur hasil belajar yang sudah dibakukan. Tetapi untuk hasil belajar dapat digunakan cara, ialah menggunakan hasil raport sebagai kriterium.

Rumus korelasi yang dapat digunakan:
a.

Pearson Product Moment Correlation (riset)

b. Rank Differny Correlation (rho) dan lain - lain

Jenis - jenis validitas 1) Face Validity Bagaimana kelihatannya suatu alat pngukur benar - benar mengukur yang hendak diukur (validitas lahir). 2) Logical Validity Bertitik tolak dari konstruksi teoritik tentang faktor - faktor yang hendak diukurdiukur oleh suatu alat pengukur. Jika suatu konstruksi teoritik tentang sesuatu ciri dari pada gejala dapat melahirkan suatu definisi yang jelas dan logik maka segera dicari item menurut logikanya sesuai dengan definisinya. Disebut juga “contruct validity”. 3) Factorial Validity Penilaian terhadap validitas faktor suatu alat pengukur harus ditinjau dari segi, apakah item - item yang disangka mengukur faktor tertentu, telah benar benar memenuhi fungsinya mengukur faktor yang ditentukan, maka ditempuh dengan jalan: a. Mengecek kecocokan antara tiap item dengan keseluruhan item.
b. Mengecek apakah item itu menunjukkan hal yang sama dengan item dalam

alat pengukur yang lain yang telah dipandang memiliki validitas yang tinggi (kriterium eksternal). 4) Empirial Validity Validitas empirik selalu menggunakan sebagai kriterium bagaimana derajat kesesuaian apa yang dinyatakan oleh hasil pengukuran dengan keadaan senyatanya. Misalnya: alat pengukur kecakapan memimpin perusahaan. Untuk memenuhi validitas empirik tidak mungkin dalam jangka waktu yang pendek.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->