P. 1
Pengaruh Motivasi Belajar Dan Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi

Pengaruh Motivasi Belajar Dan Metode Pembelajaran Terhadap Prestasi

5.0

|Views: 38,635|Likes:
Published by R.Ifrianssya

More info:

Published by: R.Ifrianssya on Feb 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/21/2014

pdf

text

original

1. Uji Normalitas Data

Normalitas data dilihat dari grafik normal P-P plot dengan bantuan program

SPSS release 12.0. Apabila titik-titik mendekati garis diagonal, dapat disimpulkan

bahwa data berdistribusi normal.

84

0.0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

Observed Cum Prob

0.0

0.2

0.4

0.6

0.8

1.0

Expected Cum Prob

Dependent Variable: Prestasi Belajar

Normal P-P Plot of Regression Standardized Residual

Gambar 4.1 Normal P-P Plot Regresi

Terlihat bahwa titik yang terbentuk mendekati garis diagonal, yang berarti

data berdistribusi normal. Uji normalitas dapat dihitung dengan uji One Sample

Kolmogorov-Smirnov Test. Jika asymp sig. > 0,05 maka data berdistribusi normal.

Dari data hasil penelitian di atas diperoleh asymp signifikansi (2-tailed) untuk

motivasi belajar 0,815 dan metode pembelajaran sebesar 0,989 > 0,05 yang berarti

data berdistribusi normal. Hasil lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.12.

2. Uji Multikolinearitas

Uji multikolinearitas digunakan untuk mengetahui apakah ada hubungan yang

sempurna antara variabel bebas. Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi

korelasi antara variabel bebas. Model regresi yang bebas dari multikolinearitas dapat

dilihat jika memiliki nilai VIF di bawah 10 dan nilai tolerance di atas 0,1.

Terlihat pada hasil output SPSS release 12.0, nilai VIF untuk variabel bebas

sebesar 2,028 sangat jauh dari 10 dan nilai tolerance 0,493. Dengan demikian dapat

85

disimpulkan tidak ada multikolinearitas dalam regresi. Hasil lengkapnya dapat dilihat

pada Tabel 4.12.

3. Uji Heteroskedastisitas

Model regresi selain harus berdistribusi normal dan tidak mengandung

multikolinearitas juga harus memenuhi syarat tidak adanya heteroskedastisitas.

Pengujian heteroskedastisitas dapat dilihat dari scatter plot, apabila titik-titik yang

membentuk suatu pola tertentu yang teratur berarti mengandung heteroskedastisitas.

Sebaliknya apabila titik-titik yang terbentuk tidak teratur dan berada di atas maupun

di bawah angka nol pada sumbu vertikal, dapat disimpulkan bahwa regresi tidak

mengandung heteroskedastisitas.

-3

-2

-1

0

1

2

Regression Standardized Predicted Value

-2

-1

0

1

2

3

4

5

Regression Studentized Residual

Dependent Variable: Prestasi Belajar

Scatterplot

Gambar 4.2 Pola Scatterplot Uji Heteroskedastisitas

86

Terlihat pada grafik di atas ternyata titik-titik tersebar tidak teratur dan tidak

membentuk pola yang teratur, serta berada di atas maupun di bawah angka nol sumbu

vertikal, yang berarti model regresi tidak mengandung heteroskedastisitas. Pengujian

heteroskedastisitas dapat dilihat pula dari uji Glejser untuk meregres nilai absolute

residual terhadap variabel bebas.

Dari uji statistik SPSS dengan jelas menunjukkan bahwa tidak ada satupun

variabel bebas yang signifikan secara statistik mempengaruhi variabel terikat nilai

Absolute Ut (AbsUt). Dengan melihat nilai signifikan 0,320 untuk variabel motivasi

belajar dan 0,161 untuk variabel metode pembelajaran berada di atas tingkat

kepercayaan 5% dapat disimpulkan bahwa tidak ada heteroskedastisitas. Lebih

lengkapnya dapat dilihat pada Tabel 4.12.

Dari uji asumsi klasik di atas, dapat disimpulkan bahwa model regresi yang

diperoleh efektif digunakan untuk menyatakan pengaruh motivasi belajar dan metode

pembelajaran terhadap prestasi belajar akuntansi.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->