P. 1
Komunikasi Interpersonal

Komunikasi Interpersonal

5.0

|Views: 14,892|Likes:
Published by zemuth09

More info:

Published by: zemuth09 on Feb 11, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/10/2013

pdf

text

original

Di dalam kehidupan perkantoran, komunikasi efektif ini

menjadi sebuah kebutuhan. Banyak aturan yang harus dilengkapi

penjelasan, dimaksudkan agar kesalahpahaman interpretasi dapat

dihindarkan. Apabila salah seorang pegawai kantor merasa belum jelas

23

dengan informasi yang diterimanya, maka lebih baik meminta

penjelasan. Hal ini disebabkan, komunikasi yang tidak efektif di

kantor bisa jadi mengakibatkan dampak negatif dan kerugian yang

serius. Komunikasi efektif di perkantoran akan sangat membantu

peningkatan kinerja dan ketepatan dalam penyelesaian suatu urusan.

Ada beberapa indikator komunikasi efektif, ialah:5

- Pemahaman, ialah kemampuan memahami pesan secara cermat

sebagaimana dimaksudkan oleh komunikator.

- Kesenangan, yakni apabila proses komunikasi itu selain berhasil

menyampaikan informasi, juga dapat berlangsung dalam suasana

yang menyenangkan kedua belah pihak. Sebenarnya tujuan

berkomunikasi tidaklah sekedar transaksi pesan, akan tetapi

dimaksudkan pula untuk saling interaksi secara menyenangkan

untuk memupuk hubungan insani.

- Pengaruh pada sikap, apabila seorang komunikan setelah menerima

pesan kemudian sikapnya berubah sesuai dengan makna pesan itu.

Tindakan mempengaruhi orang lain merupakan bagian dari

kehidupan sehari-hari di perkantoran. Dalam berbagai situasi kita

berusaha mempengaruhi sikap orang lain dan be-rusaha agar orang

lain bersikap positif sesuai keinginan kita.

5

Suranto AW, 2006, Komunikasi Efektif Untuk Mendukung Kinerja Perkantoran
(http://www.google.com/komunikasi/2006)

24

- Hubungan yang makin baik, bahwa dalam proses komunikasi yang

efektif secara tidak sengaja meningkatkan kadar hubungan

interpersonal. Di perkantoran, seringkali terjadi komunikasi

dilakukan bukan untuk menyampaikan informasi atau mempe-

ngaruhi sikap semata, tetapi kadang-kadang terdapat maksud implisit

di sebaliknya, yakni untuk membina hubungan baik.

- Tindakan, kedua belak pihak yang berkomunikasi melakukan

tindakan sesuai dengan pesan yang dikomunikasikan.

Faktor Pendukung Komunikasi Efektif :

Secara umum ada beberapa karakteristik yang diduga dapat

mendukung tercapainya komunikasi yang efektif.

1. Komunikator

Dalam proses komunikasi, komunikator memegang peran yang

sangat penting untuk tercapainya komunikasi efektif. Komunikator se-

bagai personal mempunyai pengaruh yang cukup besar terhadap ko-

munikan, bukan saja dilihat dari kemampuan dia menyampaikan

pesan, namun juga menyangkut berbagai aspek karakteristik

komunikator. 6

Beberapa karakteristik komunikator yang efektif, dapat di

sebutkan sebagai berikut:

- Kredibilitas

6

Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, hal

289

25

Ialah kewibawaan seorang komunikator di hadapan komunikan.

- Daya tarik

Hal ini berkenaan dengan keadaan yang menunjukkan penerima

melihat komunikator sebagai seorang yang disenangi dalam bentuk

peranan yang memuaskan.

Alexis Tan mengemukakan bahwa dimensi daya tarik diukur

dengan similarity (kesamaan), familiarity (keakraban) dan proximity

(kesukaan). 7

Satu lagi daya tarik komunikator, yaitu daya tarik fisik

(physical attarctiviness). Artinya, bahwa daya tarik fisik seorang

komunikator, memudahkan tercapainya simpati dan perhatian dari

komunikan.

- Kekuasaan

Artinya seorang komunikator yang memiliki kekuasaan relatif

lebih mudah mempengaruhi bawahannya. Ada rasa sungkan di

kalangan bawahan terhadap komunikator yang memiliki wewenang

atau kekuasaan.

- Kemampuan intelektual

Ialah tingkat kecakapan, kecerdasan, dan keahlian seorang

komunikator.

7

Tan, Alexis. 1981. Mass Communication Theories and Research. Ohio Columbus: Grid
Publishing Inc, hal 105

26

- Integritas atau keterpaduan sikap dan perilaku dalam aktivitas

perkantoran sehari-hari. Komunikator yang memiliki keterpaduan,

kesesuaian antara ucapan dan tindakannya akan lebih disegani oleh

komunikan.

- Kepercayaan, kalau komunikator dipercaya oleh komunikan maka

akan lebih mudah menyampaikan pesan dan mempengaruhi sikap

orang lain.

- Kepekaan sosial, yaitu suatu kemampuan komunikator untuk

memahami situasi di lingkungan perkantoran.

- Kematangan tingkat emosional

Ialah kemampuan komunikator untuk mengendalikan emosinya,

sehingga tetap dapat melaksanakan komunikasi dalam suasana yang

menyenangkan di kedua belah pihak.

- Berorientasi kepada kondisi psikologis komunikan, artinya seorang

komunikator perlu memahami kondisi psikologis orang yang diajak

bicara.

- Memiliki lingkup pandangan (frame of reference) dan lingkup

pengalaman (field of experience) tentang diri komunikan. Misalnya

bagaimana watak atau kebiasaan, bagaimana tingkat pendidikannya,

apa makanan kesukaannya, kapan ulang tahunnya, dan sebagainya.

Pengetahuan dan pengalaman tentang hal-hal tersebut dapat dijadikan

sebagai acuan untuk berkomunikasi secara bijak.

27

2. Pesan

Agar supaya komunikasi efektif, maka cara penyampaian pesan

atau informasi perlu dirancang secara cermat sesuai dengan

karakteristik komunikan maupun keadaan di lingkungan sosial yang

bersangkutan. Jalaluddin Rakhmat mengatakan bahwa keberhasilan

komunikasi sebagian ditentukan oleh kekuatan pesan.

Dengan pesan,

seseorang dapat mengendalikan sikap dan perilaku komunikan. Agar

proses komunikasi terlaksana secara efektif, maka perlu

dipertimbangkan berbagai teknik sebagaimana diuraikan berikut ini. 8

Pesan satu sisi (one sided) ataukah dua sisi (two sided). Hal ini

berkaitan dengan cara mengorganisasikan pesan. Organisasi pesan satu

sisi, ialah suatu cara berkomunikasi dimana komunikator hanya

menyampaikan pesan-pesan yang mendukung tujuan komunikasi saja.

Sedangkan pesan dua sisi, berarti selain pesan yang bersifat

mendukung, disampaikan pula counter argument, sehingga komunikan

diharapkan menganalisis sendiri atas pesan tersebut. Apakah dalam

menyampaikan pesan itu diorganisasikan secara satu sisi atau dua sisi,

tentulah harus disesuaikan dengan karakteristik

Sedangkan pesan dua sisi, secara teoritis lebih efektif

dikarenakan pada karakteristik pola komunikasi sebagai berikut:

a. Pada awalnya komunikan tidak sepakat dengan komunikator.

8

Rakhmat, Jalaluddin. 1993. Psikologi Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, hal

268

28

b. Komunikan menyadari argument yang berlawanan sebelum

penyajian pesan, atau sewaktu pesan akan disampaikan.

c. Komunikan memiliki latar pendidikan yang baik (tinggi)

d. Komunikator menginginkan kejujuran, keterbukaan, serta objektif

dalam pesannya dan tidak terlalu menghiraukan hasil komunikasi

Dalam menyampaikan pesan, seorang komunikator tidak perlu

terlalu ambisi untuk mencapai hasil segera. Untuk dapat

mempengaruhi komunikan secara efektif, penyampaian pesan perlu

memperhatikan langkah-langkah:9

1.Attention (perhatian) Artinya bahwa pesannya harus dirancang dan

disampaikan sedemikian rupa sehingga dapat menumbuhkan perhatian

dari komunikan.

2.Need (kebutuhan) Artinya bahwa komunikator kemudian berusaha

meyakinkan komunikan bahwa pesan yang disampaikan itu penting

bagi komunikan.

3. Satisfaction (pemuasan), dalam hal ini komunikator memberikan

bukti bahwa yang disampaikan adalah benar.

4. Visualization (visualisasi) komunikator memberikan bukti-bukti lebih

konkret sehingga komunikan bisa turut menyaksikan.

5. Action (tindakan), komunikator mendorong agar komunikan bertindak

positif yaitu melak-sanakan pesan dari komunikator tersebut.

9

Suranto AW, 2006, Komunikasi Efektif Untuk Mendukung Kinerja Perkantoran
(http://www.google.com/komunikasi/2006)

29

Cara penyampaian pesan memang berpengaruh terhadap

keefektifan proses komunikasi. Cara penyampaian yang baik, akan

memudahkan komunikan dalam menerima dan memahaminya.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->