P. 1
Buletin Edukasi Edisi 4

Buletin Edukasi Edisi 4

4.7

|Views: 4,153|Likes:
Published by Hilmi Setiawan
Pada edisi kali ini, redaksi menyikapi budaya korupsi yang dilakukan oleh wakil-wakil rakyat di Senayan. Sementara itu, di rubrik Kupas Kampus, redaksi menulis agenda tahunan IMABA (Ikatan Mahasiswa Banyuwangi). Setiap tahun, anak-anak asal Banyuwangi yang menuntut ilmu di STAIN Jember merayakan Maulid Nabi dengan acara Arak-arakan Endhog (Telur, red). Di samping itu, kiprah STAIN Jember mewarnai perguruan tinggi yang menyediakan program pascasarjana juga menjadi bahasan redaksi.
Selamat membaca.
Pada edisi kali ini, redaksi menyikapi budaya korupsi yang dilakukan oleh wakil-wakil rakyat di Senayan. Sementara itu, di rubrik Kupas Kampus, redaksi menulis agenda tahunan IMABA (Ikatan Mahasiswa Banyuwangi). Setiap tahun, anak-anak asal Banyuwangi yang menuntut ilmu di STAIN Jember merayakan Maulid Nabi dengan acara Arak-arakan Endhog (Telur, red). Di samping itu, kiprah STAIN Jember mewarnai perguruan tinggi yang menyediakan program pascasarjana juga menjadi bahasan redaksi.
Selamat membaca.

More info:

Published by: Hilmi Setiawan on Apr 28, 2008
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/30/2013

pdf

text

original

SENIN 21 APRIL 2008

EDUKASI
Lebih Dari Sekedar Berita

EDISI II TERBIT 8 HALAMAN DUA MINGGUAN

HMJ TARBIYAH STAIN JEMBER

buletin-edukasi.blogspot.com
RADEN AJENG Kartini. Dikenal luas sebagai pendobrak tradisi dari kaum hawa. Ia memperjuangkan hak-hak kaum perempuan. Mulai dari hak pendidikan hingga hak pekerjaan. Sekarang, kita tinggal menikmati jasajasanya. Tetapi aneh, saat ini kekerasan terus saja mendera kaum perempuan. Mulai dari rumah tangga hingga ke tempat pekerjaan, kaum perempuan teraniaya. Sia-siakah pengorbanan R.A. Kartini saat itu? Opini......4 KITA MUNGKIN sering merasa kurang percaya diri. Di rumah, di kelas, di lingkungan sekitar, penyakit minder kerap sekali menjangkiti kita. Tentu kita tidak ingin terus-terusan terkena wabah minder alias unconfidence. Beragam cara untuk mengurangi, bahkan menjauhkan sejauh-jauhnya penyakit ini dari diri kita. Ilmu dan Teknologi......6 MASUK Perguruan Tinggi tentu menjadi idaman semua anak di tanah air ini. Tetapi jika menjadi sesepuhnya kampus, siapa yang mau angkat tangan untuk bilang ya saya mau? Dengan seluruh aktivitas yang dilakoni mahasiswa, mulai dari berorganisai, pacaran hingga menjadi makelar. Kewajiban utama untuk menuntut ilmu bisa terkatung-katung. Ujungujungnya masa kuliah menjadi panjang, ancaman pun ada droup out depan mata. Layar Tancap......7 HARIMAU Sumatera pernah menjadi ikon Indonesia di kancah keanekaragaman fauna dunia. Tetapi sekarang, harimau yang dijuluki ‘Harimau Sejuta Loreng’ itu, kondisinya sangat memprihatinkan. Para ahli memperkirakan, pada tahun 2015 Harimau Sumatera hanya tinggal nama. Jalan-jalan......8

PERANG LAWAN SITUS PORNO
EDUKASI - Melihat rekam jejak (track record) pemerintah yang tiada hasil dalam memerangi peredaran VCD dan DVD porno. Sepertinya, geliat pemerintah untuk menghabisi situs porno bakal menjadi Mission Imposible.
Diperangi dengan cara apa pun, rangsang syahwat sulit diajak mandi kembang kesadaran. Apalagi kalau sudah kebelet. Maklum, dorongan nafsu itu merupakan kebutuhan dasar. Peringkatnya sama dengan kebutuhan bernafas, makan dan minum. Selanjutnya, apakah kebutuhan yang satu ini dapa dijadikan lahan basah bisnis? “DARI BALEHO KE BALENO” Bukkan hanya mungkin, malah sangat besar peluangnya menjadi big bisness. Lihat saja bisnis pornografi dan pornoaksi, ia marak dijajakan di atas panggung, media massa, sampai menggeliat pesat lewat internet. Pemerintah kita tidak berpangku tangan. Melalui Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (Bersambung hal: 7, Perang)

Kecewa Pelayanan HUMAS Kampus
Beberapa mahasiswa STAIN Jember, mempunyai pengalaman yang tidak mengenakkan ketika naik ke ruang pimpinan. Para mahasiswa ini mengeluhkan pelayanan yang diberikan oleh bagian HUMAS. Winarno, contohnya. Mahasiswa semester delapan ini, menilai sambutan dari bagian HUMAS sangat dingin. “Pernah suatu hari saya ditipu. Salah satu petugas HUMAS bilang, jika Pak Ridlo keluar. Padahal pak Ridlo sendiri yang menyuruh saya naik,” kenangnya. (Bersambung hal:7, Kecewa)

Foto: Hilmi/Edukasi

Poster Pasangan, H. Soekarwo dan H. Saifullah Yusuf melekat di cermin bagian belakang mobil Baleno L 1051 KQ di depan kantor STAIN Press (8/3). Kejadian ini menarik perhatian beberapa mahasiswa STAIN Jember. “Lucu, ketika kampus dijadikan tempat kampanye,” tutur Hakim, salah satu pengurus HMJ Tarbiyah. M. Farhan

Terpesona ‘Bedah Editorial’
Kalian tentu tidak asing lagi dengan program berita‘Bedah Editorial’. Tayangan Metro tv berdurasi 30 menit ini, mengungkapkan sikap redaksi Media Indonesia terhadap suatu permasalahan yang sedang melanda negeri ini. Tidak hanya di kalangan akademisi, demam ‘Bedah Editorial’ sampai ke dunia selebritis.
PRESENTER M Farhan, salah satunya. Ia ternyata memiliki hobi menyimak berbagai macam acara di sejumlah televisi. Ia selalu membaca Bedah Editorial Media Indonesia yang ditayangkan di Metro TV setiap pukul 06.30 WIB. Lelaki kelahiran Bogor, 20 Februari 1970, ini dengan gamblang menceritakan hobinya itu. ‘’Setiap pagi, saya selalu nongkrong di depan televisi hanya untuk melihat tayangan Bedah Editorial Media Indonesia. Soalnya, acaranya mengasyikkan, enak didengar, dan topiktopiknya berbobot dan aktual,’’ kata ayah dua anak ini di sela-sela acara kampanye antinarkoba di SMP Taruna Bakti Bandung, Jawa Barat, akhir pekan lalu. Sebagai penyiar radio, Farhan pun mengagumi gaya suara George Irfan pembaca acara Bedah Editorial Metro TV. Menurutnya, George sebagai penghibur memiliki intelektualitas tinggi karena bisa menguasai materi yang ditayangkan. ‘’Intonasi George Irfan mampu membius para pemirsa Metro TV termasuk saya,’’ ungkapnya.

SMS CENTER 085236417669

TARIF IKLAN
1 Halaman 1/2 Halaman 1/3 Halaman 1/4 Halaman 1/6 Halaman : Rp. 40.000 : Rp. 25.500 : Rp. 18.000 : Rp. 13.000 : Rp. 8.000

edukasi_jbr@yahoo.com

Mengenai adanya keluhan masyarakat tentang tayangan di televisi swasta yang tidak mendidik, Farhan (Bersambung hal: 7, Terpesona)

Foto: Istimewa

2 - HMJ Tarbiyah

KUPAS KAMPUS
PENDIDIKAN DI ERA GLOBALISASI

EDUKASI - Senin 21 April 2008

STAIN Jember Jelang S2
Lima bulan menjelang dimulainya perkuliahan Program S2, persiapan STAIN Jember sudah mencapai 90%. “Untuk proses pembelajaran Program Magister, kita akan memakai ruang di Gedung Dosen lantai 2,” Jelas Khusnuridlo (Ketua STAIN Jember), di selasela kesibukannya kepada reporter Edukasi (14/4) kemarin. Di samping menyiapkan sarana fisik yang mendukung perkuliahan, tim pendiri S2 juga menyiapkan beberapa staf pengajar yang siap membimbing mahasiswa pascasarjana mendalami ilmu manajemen pendidikan Islam. “Dosen-dosen yang nantinya mengajar di program S2 semuanya profesional. Mereka berasal dari luar STAIN Jember, seperti dari IAIN Surabaya, UIN Malang, UM Malang, dan dari Unej,” tambah Khusnuridlo. Menilik kebelakang, pendirian Program S2 merupakan impian STAIN Jember untuk meningkatkan kapasistas mahasiswa yang ada. Selain itu impian yang terus diperjuangkan sejak setengah tahun (Bersambung hal: 7, STAIN Jember)

Audiensi Kedua GPM
Untuk kedua kalinya, Gerakan Peduli Mahasiswa (GPM) menggelar audiensi dengan pihak pimpinan STAIN Jember, Kamis (3/4). Ajang curah pendapat terkait masalah Koperasi Mahasiswa (KOPMA) ini, dilaksanakan di Aula STAIN Jember. “GPM memilih auditorium STAIN Jember sebagai tempat audiensi, supaya mahasiswa lain sadar jika permasalahan KOPMA ini adalah permasalahan bersama,” tutur Nukman Hakim, pemandu dalam acara tersebut. Sejak awal acara, GPM mengusung banyak misi dalam audiensi kali ini. Diantaranya, mereka mempertanyaakan status keanggotaan dan uang Rp20 ribu yang dibebankan keseluruh mahasiswa baru. “Terkait masalah uang Rp20 ribu, itu adalah hasil rapat senat. Jadi tidak bisa diputuskan di sini, apakah tahun depan kampus tidak menarik dana tersebut,” jawab PK III, saat didesak GPM untuk tidak membebani mahasiswa uang koperasi. Selain mendapat kejelasan tentang iuran Rp20 ribu, audiensi ini juga membentuk tim khusus yang merancang AD/ART KOPMA. Tim ini diputuskan terdiri dari 9 orang. “Saya harap tim ini bisa menyusun rancangan AD/ART sebelum tanggal 10 April. Soalnya, rancangan AD/ART yang telah disusun tim ini nanti akan menjadi pertimbangan PK III andai saja rancangan AD?ART dari KOPMA masih belum selesai,” tutur Sofyan Stauri, selaku ketua tim evaluasi.(hill)

Terlelap, DR. Ahmad Hanif ketika menjadi nara sumber pada seminar nasional PHBI UKPK STAIN Jember (4/4). Dalam kesempatan ini, Hanif menuturkan jika pendidikan sudah menjadi bagian dari agenda perdagangan bebas dunia. “Untuk itu pendidikan kita harus kompetitif,” jelas Hanif.
Foto: Farhan/Edukasi

Arak-arakan Endhog
Puluhan mahasiswa STAIN Jember asal Banyuwangi yang tergabung dalam IMABA (Ikatan Mahasiswa Banyuwangi). Merayakan peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW dengan menggelar Arak-arakan Endhog (telur, red), Selasa (8/4). Ratusan telur rebus dibungkus dan dihias sedemikian rupa hingga mirip buah-buahan. Telur-telur yang telah telah dihias dan dibungkus tadi, ditancapkan pada batang pisang dengan menggunakan bambu. Dengan bantuan abang becak yang mangkal di sekitar kampus STAIN Jember, pohon pisang yang dipenuhui dengan telur dan bunga tadi dikarak mengelilingi Mangli. “Rute kirab telor di mulai dari kampus STAIN Jember, Jl. Mataram, Jl. Hyamuruk, Jl. Otto Iskandar Dinata, Jl. Jumat dan finis di STAIN Jember,” terang Ahmad Royan, ketua IMABA. (Bersambung hal: 7, Arak-arakan)

Donor Sebelum Pelantikan
Bekerja sama dengan UTD (Unit Transfusi Darah) PMI (Palang Merah Indonesia) Kabupaten Jember. Gerakan Pramuka Pangkalan STAIN Jember mengadakan aksi sosial donor darah (9/4). Tercatat 32 mahasiswa mendonorkan darahnya pada acara yang dipusatkan di aula STAIN Jember ini. “Seperti tahun-tahun sebelumnya, acara donor darah kali ini merupakan wujud kepedulian pramuka terhadap dunia kesehatan di Jember,” tutur Nikmah, Ketua Dewan Racana Gudep Pramuka STAIN Jember. Lebih lanjut, mahasiswa asal Tempurejo ini menjelaskan, acara donor darah ini merupakan pembukaan dari beberapa acara pada momentum pelantikan Ketua Dewan Racana yang baru. “Selain donor darah, pramuka pangkalan STAIN Jember mengadakan pengajian mauludan yang akan menghadirkan ustad Wadud asal Lumajang,” tambahnya. Dalam ceramahnya, Ustad Wadud mengingatkan jika organisasi itu bukan tempat untuk mencari jodoh. “Banyak alumni mahasiswa yang dulunya aktif di organisasi, menikah dengan temannya satu organisasi waktu kuliah dulu,” tambanya.

Foto: Aspar/Edukasi

Empat Mahasiswa, asal Kabupaten Banyuwangi memimpin Arak-arakan Endhog mengelilingi Kelurahan Mangli, Jember (8/3). IMABA (Ikatatan Mahasiswa Banyuwangi, red) menggelar acara ini setiap tahun untuk memperingati Maulid Nabi Muhammad.

CEREMONIAL CAMPUS

PHBI HMPS PAI STAIN Jember
Sebagai penutup rangkaian acara Peringatan Hari Besar Islam (PHBI). Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam (HMPS PAI) STAIN Jember, menggelar seminar pendidikan dengan tajuk “Pengembangan Pendidikan Islam yang Menjanjikan Masa Depan”, Kamis (3/4). Bertempat di Aula STAIN Jember, seminar ini menghandirkan Titiek Rohana (PK III STAIN Jember) dan Misbahul Munir sebagai nara sumber. Dalam kesempatan kali ini, bu Titik (sapaan akrab Titiek Rahana) membongkar profesionalitas guru di tanah air ini. Menururtnya, Profesinalisme guru di Indonesia sakit keras.
CEREMONIAL CAMPUS Adalah kolom khusus yang bakal memuat laporan agenda kegiatan mahasiswa di STAIN Jember. Untuk itu, kirimkan laporan kegiatan kalian. Di Redakasi Buletin EDUKASI HMJ Tarbiyah.

“Kondisi itu bisa dilihat dari berberapa aspek. Seperti, in put, distribusi pengajar, mutu akademis, aktivitas ilmiah dan kelayakan kompetensi di bidang masing-masing,” tambahnya. Sebelum seminar, HMPS PAI mengadakan Pelatihan Internet Dasar bagi mahasiswa prodi PAI semester II di (Pusat Pendidikan Komputer) PUSDIKOM STAIN Jember (2/4). Tercatat ada delapan mahasiswa yang mengikuti pelatihan ini. “Tidak hanya panitia, peserta pun puas atas pelatihan ini. Disamping gratis, peserta juga mendapatkan buku panduan,” tutur Khozin, ketua panitia PHBI HMPS PAI STAIN Jember. “Secara keseluruhan acara ini cukup sukses. Panitia kompak, meskipun dana yang ada paspasan,” tambahnya. (lia)

Seminar Nasional UKPK STAIN Jember
Unit Kegiatan Pengembangan Keilmuan (UKPK) STAIN Jember, memperingati Maulid Nabi dengan

beberapa agenda besar. Diantaranya Seminar Nasional “Pergumulan Reformasi Indonesia dalam Konstalasi Kapitalisme Global” (4/4). Pada seminar kali ini, UKPK STAIN Jember menghadirkan DR. Ahmad Hanif dan Drs. Agung Purwanto, M.Si. Di tengah puluhan mahasiswa yang memadati aula STAIN Jember, Hanif mengutarakan pendidikan di Indonesia harus bemutu. “Jika pendidikan kita tidak bermutu, lembaga pendidikan pasti akan menyebarluaskan kebodohan,” jelas dosen Fisip UI itu. Lebih lanjut Hanif menuturkan, di era globalisasi seperti sekarang ini, mutu didorong dengan keras untuk dikompetisikan. “Imbas dari kompetisi yang bebas, prinsip keadilan yang tertanam dalam pendidikan bakal berkurang,” tambahnya. Selain seminar nasional, UKPK juga mengadakan temu alumni, bedah buku dan khotbah kolosal, dalam Peringatan Hari Besar Islam (PHBI) tahun ini. (hill)

buletin-edukasi.blogspot.com

EDUKASI - Senin 21 April 2008

MANCANEGARA

HMJ Tarbiyah - 3

Pimpinan, Staf dan segenap Civitas Akademika STAIN Jember
Mengucapkan

Atas dilantiknya,

Prof. Dr. H. Machasin, MA
sebagai Direktur Pendidikan Tinggi Islam Ditjen Pendis Departemen Agama Republik Indonesia di Jakarta

&
Dibukanya,

Program Pascasarjana (S2)

Manajemen Pendidikan Islam
Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Jember

4 - HMJ Tarbiyah
TAJUK RENCANA

OPINI
ARTIKELMAHASISWA

EDUKASI - Senin 21April 2008

Eksistensi Wakil Rakyat
ntah karena kebetulan atau memang sudah menjadi sebuah tabiat. Korupsi sulit sekali dihilangkan dari dunia perwakilan rakyat di negara ini. Satu kasus belum kelar, muncul kasus yang baru. Seorang tersangka masih dalam incaran, muncul nama baru lagi yang akan diburu. Akibatnya, pemberantasan korupsi tak ubahnya pentas pertunjukkan opera sabun. Dalam pentas ini, jelas sekali siapa yang jadi pahalawan dan siapa pula yang jadi penjahatnya. Tetapi setelah turun dari pentas, si pahlawan dan si penjahat bergaul layaknya seorang sahabat. Kita, para warga masyarakat patut menunggu. Apakah kasus korupsi yang menjerat salah satu wakil rakyat di senayan. Berakhir dengan happy ending atau unhappy ending. Sebenarnya, beberapa waktu yang lalu negara kita sudah diingatkan oleh sekumpulan seniman musik yang tergabung dalam grup band Slank. Lewat lagunya yang berjudul ‘Gosip Jalanan’ itu, Slank berupaya mengingatkan para wakil rakyat yang ada di Senayan agar tidak lagi melakukan korupsi. Namanya gosip, bisa salah, bisa pula benar. Tetapi jika yang terkena gosip menjadi merah telinganya, bisa jadi itu bukan lagi sebuah gosip. Memang, pemberantasan korupsi itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apalagi birokrasi yang ada di negara kita terkenal sangat ruwet. Perlu beberapa lembar SK untuk menjebloskan sang koruptor kedalam penjara. Tetapi jika tidak terus diperjuangkan dan digalakkan. Nasib rakyat bakal kian sengsara. Sekarang, korupsi sudah bukan lagi sebuah kejahatan yang tidak langsung dirasakan akibatnya oleh rakyat. Kisah satu keluarga yang tewas garagara berhari-hari tidak makan, bisa jadi akibat dari kekejaman korupsi. Ratusan anak-anak orang miskin yang terpaksa tidak bisa sekolah, lagi-lagi juga akibat dari membudayanya korupsi. Kedepan, gerakan anti korupsi perlu ditanamkan ke seluruh lapisan masyarakat sejak dini. Gerakan anti korupsi suduah waktunya dimasukkan dalam kurikulum di segala jenjang pendidikan. Pendidikan tidak lagi mencetak anak yang patuh kepada guru, tetapi mencetak anak yang tidak anti praktek korupsi. []

E

KARTINI YANG TIDAK LAGI DIKENAL
R.A Kartini. Seorang wanita yang berideologi pemberani demi kebenaran, dan memberantas kejelekan, (amar ma’ruf nahi mungkar). Ketika semua orang wanita mengatakan ya, dia mengatakan sebaliknya tidak . Nah, bila orang perempuan mengatakan “tidak” agar dikasihani, dilindungi dan dibantu. Namun, beda dengan Kartini, yang malah melawan demi kemaslahatan bersama. Dengan berbagai dilakukan untuk membebaskanya wanitawanita yang dinina bobokkan oleh orangtuanya. Kartini selain seorang wanita yang pemberani ia juga bertanggungjawab atas pebuatan yang dilakukannya. Bahkan ia rela mengorbankan nyawanya demi mebebaskan kaum wanita yang teraniya. Dengan konsep inilah, ia mencetuskan emansipasi wanita, pelopor sebuah pergerakan wanita Indonesia, menurut Wisnu Widjaja (JP/03/21/07). Kemajuan seorang wanita baik harkat dan martabatnya di negeri ini, tidak lepas dari berkat tingkah laku yang dikerjakanya semenjak masa hidupnya dengan banting tulang. Menurut Ustadz mahfud “Jika anda adalah anaknya kiai maka taruklah dulu karena anda saat ini sedang menuntut ilmu”. Dari sinilah seharusnya perampuan merefleksi kembali dan mempunyai komitmen dan tekad, agar kesetaraan gender tercapai. Mulai sejak dulu meski sudah mengetahui masalahnya untuk menyadari sangat nihil sekali, kapan perempuan bisa setara dengan orang lakilaki? (JP/21/03/2007). Merayakan hari Ibu Kartini setiap tahun, tapi masih banyak perempuan tertindas, Nah, dengan memperingati hari Kartini, sahabat/i harus mampunyai kesadaran yang bersifat kritis sebagaimana menurut Paul Frey, kesadaran itu ada tiga macam. Namun yang paling penting adalah kesadaran yang terakhir

Haris

Oleh: Mashudi *
(ke tiga) kesadaran keritis, banyak saudara?i yang sadar tapi tidak menyadari, demikian pekerjaan sehari-hari. Kita tahu bahwa Ibu Kartini adalah ibu yang memberantas kejelekan dan melaksanakan yang mungkar, namun dalam kehidupan kita masih tidak ada perubahan yang jelas. Ia Orang yang pertama kali dalam sejarah bangsa ini melawan perbuatan tak ber—moral (amoral), dan perbuatanya dikenang sepanjang masa baik dalam maupun luar negeri (JP/21/03/2007). Sebagai mahasiswa, agar tidak sekedar membaca sejarah dan melakukan perayaannya namun yang paling penting di aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa itu mustahil sekali perbuatan kartini bisa di kenang. Di STAIN Jember pada waktu hari “H” tidak ada acara apapun baik seminar atupun diskusi Publik ini serta yang paling kecil yaitu ber doa bersama-sama, apakah Kartini akan dikenal sampai akhir masa ? Beda halnya di luar negeri ketika ada perayaan hari ibu, di Lima, ibu kota Peru waktu perayaan hari Ibu sedunia menga-

dakan lomba dengan menggunakan alat yang canggih untuk menyanyikan lagu atau musik. Mereka percaya, kegiatan ini dapat mengatur cepat atau lambatnya denyut jantung janin yang merangsang penambahan berat badannya. Sementara itu, di salah satu sekolah dasar di Jinan, Provinsi Shandong, Tiongkok kemarin di ajari mencuci. Selain melatihan kemandirian, pelajaran khusus ini untuk menyambut hari Ibu (JP/12/05/07). Namun yang perlu di catat adalah, mengapa di luar negeri, orang-orang sangat antusias ketika hari ibu datang. Sehingga, kita bisa menyelamatkan perempuan-perempuan dari jeratan kekerasan.

* Penulis adalah mahasiswa prodi MU (Semester IV)
Artikel, surat dan berita dari pembaca Buletin EDUKASI yang terhormat, dapat dikirim langsung ke Kantor HMJ Tarbiyah, atau e-mail: edukasi_jbr@yahoo.com Dengan segala keterbatasan, tidak semua tulisan dimuat di versi cetak. Tetapi tetap bisa dibaca di situs: buletin-edukasi.blogspot.com

SURAT PEMBACA
Saya antusias dengan Buletin Edukasi. Bagi saya Edukasi sudah melebihi mediamedia kemahasiswaan yang ada di kampus ini. Medianya digarab dengan elegan, elastis, transparan, dan cakupan beritanya tidak lokal hanya di STAIN Jember. Sehingga menarik untuk dibaca oleh mahasiswa, dosen dan bahkan masyarakat umum. Kemudian, hal yang perlu diperhatikan oleh media-media kemahasiswaan di STAIN Jember adalah bagaimana menggarap tulisan-tulisan itu secara serius. Terakhir buat Edukasi, saya harap buletinnya di bendel. Jadi ketika orang baca tidak kocar-kacir. Rapi juga perlu. Tampilan sangat penting. Jadi, perhatikan hal-hal yang sangat penting, ok! Z. Anshari, Situbondo Salam buat sahabat-sahabatku pembaca setia Edukasi. Semoga tradisi membaca tetap menjadi sesuatu yang prioritas bagi kita semua sebagai kaum intelektual amin…

EDUKASI
Lebih Dari Sekedar Berita

BIDANG JURNALISTIK HMJ TARBIYAH STAIN JEMBER 2007-2008
Ketua STAIN Jember: M. Khusnuridlo. Ketua Jurusan Tabiyah: H. Sahlan. Ketua HMJ Tarbiyah: Taufiqurrahman. Pemimpin Redaksi: Hilmi. Sekertaris: Septi. Dewan Redaksi: Widya, Lia, Fatah, Fadhullah. Lay Out: Hilmi S. Tim Redaksi: Nikmah, Vian, Musawir, Mulyadi, Muntadiroh, Nadiroh, Ridwan, Abu. Percetakan: Salsabila. Alamat Redaksi: Kantor HMJ Tarbiyah, Gedung UKM STAIN Jember Lt.2 (085258741865). E-mail: edukasihmj@gmail.com, edukasi_jbr@yahoo.com Website: buletin-edukasi.blogspot.com

peradaban bagi kehidupan manusia. Eksistensi diri manusia menjadi taruhan yang paling berharga ditengah derasnya himpitan informasi-informasi aktual. Dinamika hidup yang makro penuh tantangan mengajak kita semua untuk selalu bangkit bergerakdinamis menuju perubahan. Mudah-mudahan dengan terbitnya Edukasi ini banyak akses informasi yang bisa kita jadikan wahana pengetahuan serta wawasan kesalehan sosial untuk bapat menjawab segala problematika yang menyelimutidunia kita saat ini. Mudahmudahan Edukasi dapat membuka kran kebuntuan dalam berpikir sekaligus mebuka tabir kerangka kesadaran bagi kita semua. Untuk edukasi yang akunteble, tiada harapan yang patut saya utarakan terkecuali pondasi intensitas dan kontinuitas diperkokoh. Karena saya yakin dengan ini semua tetap marketable. Mungkin demikian dari saya kurang lebihnya mohon maaf, selanjutnya selamat membaca. Ach. Barocky Az Zarqhoni

SMS CENTER Waktu terus mengalir mengisi ruang

SM S

Ass. Mau komentar ne tk STAIN: yg mnjdi pembda kmpus lain yg kepnjanganx islam n mencintai kebrsihn tp k’buang smph smbrngan!msk jln jd pmbuangn smph?tu lho d blkng rung empat!

(085258331xxx)
Pak ketua, tolng kebershn di gedungUKM diperhatikn. Koq seperti penimbnan samph +lagi baunya tdk sdp. STAIN kn pux OB baxk. Trims

(085258475xxx)

SMS CENTER 085236417669
SAMPAIKAN KELUHAN-KELUHAN ANDA TERKAIT SISTEM PEMBELAJARAN, SARANAPRASARAN DAN KEDISIPLINAN DOSEN, KARYAWAN DAN MAHASISWA STAIN JEMBER

MASA DEPAN ADA DI TANGAN KITA

EDUKASI - Senin 21 April 2008

NUSANTARA PENDIDIKAN ISLAM DI MATA HIZBUT TAHRIR INDONESIA
Disadari bahwa pendidikan sangatlah penting, karena dari sanalah ditentukan kualitas sumber daya manusia.
Dalam Islam, pendidikan diarahkan bagi terbentuknya manusia yang memiliki kepribadian Islam yang tercermin dalam cara berfikir dan berperilaku yang berlandaskan pada ajaran Islam, memahami tsaqafah Islam dan menguasai ilmu kehidupan (sains teknologi dan keahlian). Sumber daya manusia yang bermutu merupakan prasyarat dasar bagi terbentuknya peradaban yang baik. Dan sumberdaya yang buruk secara pasti akan melahirkan masyarakat yang buruk pula. Negara bertanggungjawab atas terselenggaranya pendidikan yang baik bagi seluruh rakyat, menyediakan sarana prasarana yang memadai, guru yang berkualitas dan biaya operasional, terutama mengarahkan agar sistem pendidikan yang diselenggarakan mampu mewujudkan tujuan pendidikan sebagaimana dijelaskan di atas. Maka, peraturan perundang-undangan yang ada harus mampu mengatur agar sistem pendidikan yang ada benarbenar menjamin bahwa arah pendidikan berjalan secara benar. Sistem pendidikan sekuler yang ada selama ini terbukti telah gagal melahirkan manusiamanusia shaleh yang sekaligus menguasai sains dan teknologi. Pengembangan sains dan teknologi dilakukan dengan sama sekali tak berlandaskan nilai agama. Kalaupun ada hanyalah etik (ethic) yang pada kenyataannya juga bersifal material. Sementara, pembentukan karakter peserta didik yang merupakan bagian terpenting dari proses pendidikan justru kurang tergarap secara serius. Oleh karena itu, Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan: Agar sistem pendidikan di Indonesia benar-benar disusun tidak lagi berlandaskan pada paham materialisme atau sekularisme, melainkan berlandaskan kepada nilai-nilai Islam, agama yang dipeluk oleh mayoritas penduduk negeri ini. Dimana pendidikan agama dan internalisasi nilai-nilai Islam dalam materi pelajaran serta budaya pendidikan harus dilakukan secara sungguh-sungguh agar kesalahan yang terjadi tidaklah terulang. Dan ini harus dilakukan baik oleh lembaga pendidikan yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun swasta. Lembaga pendidikan swasta yang berorientasi bertentangan dengan arah pendidikan sebagaimana dimaksud harus secara tegas dinyatakan berjalan di luar sistem dan dinyatakan melanggar. Apalagi bila melalui pendidikan itu ada maksud-maksud terselubung, yakni untuk memurtadkan anak-anak muslim dari agamanya. Penolakan lembaga pendidikan swasta terutama yang berbasis agama Kristen yang menyelenggarakan sekolahsekolah umum (bukan sekolah agama/ teologi) untuk memberikan pendidikan agama sesuai dengan agama peserta didik dan dilakukan oleh guru yang seagama jelas-jelas merupakan sebuah upaya menentang arah pendidikan yang benar. Dan ini sangat berbahaya mengingat di lembaga itu cukup banyak murid yang beragama Islam. Bila mereka tetap menolak ketentuan ini, maka jalan keluarnya tidak ada lain, lembaga pendidikan itu harus dilarang menerima murid yang beragama Islam. Para orang tua untuk benar-benar

HMJ Tarbiyah - 5

JEMBER

Geger Kemunculan Piring Terbang
Kejadian unik dan hampir tidak masuk akal, kemarin (9/4) terjadi. Sekitar pukul 7 malam, puluhan anak kecil berduyunduyun memadati lapangan sepak bola mangli. Mereka penasaran dengan subuah benda aneh yang memancarkan cahaya kerlap-kerlip berwarna biru dan merah, melayang-layang di langit. Dari bawah, benda ini kelihatan berbentu bulat. Besarnya kira-kira sekepal tangan orang dewasa. Beragam pendapat anak-anak yang antusias terhadap benda ‘langit’ ini. Ada yang menyangka sebuah Piring Terbang (UFO), karena memang bentuknya bulat pipih seperti piring. Tetapi ada seorang anak yang menyimpulkan benda tadi adalah pesawatnya Ultraman. “Pesawat Ultraman, Pesawat Ultraman,” teriak seorang anak kepada temantemannya yang berlari beberapa meter di belakangnya. Setelah menyusuri lapangan Mangli. Ternyata tidak hanya anak-anak kecil yang penasaran terhadap benda yang dikira pesawatnya Ultraman tadi. Beberapa orang yang sudah berumur juga mendatangi lapangan Mangli. Sampaismpai ada yang membawa teropong. “Saya kaget mas, tadi tetangga saya bilang ada piring terbang di atas lapangan mangli,” tutur seorang pria di pinggir lapangan. “Kebetulan di rumah saya punya teropong. Jadi saya bisa melihat benda angkasa dengan lebih jelas,” tambahnya. Tetapi usut-punya usut, benda yang dikira Piring Terbang dan Pesawat Ultraman tadi adalah sebuah layanglayang. Sekarang memang sudah tidak asing lagi layang-layang dikasih lampu hias. (hill)

Melambungnya Harga Kebutuhan Pokok
Pemilik warung di sekitar Kampus STAIN Jember dihantui dengan ancaman kenaikan harga kebutuhan pokok. Terakhir, tempe dan tahu mengalami kenaikan yang cukup besar. “Untuk mengakali supaya tidak rugi, ukuran tempe dan tahu goreng saya perkecil,” tutur seorang pedagang nasi di jalan Jumat, Mangli (6/4). Lebih lanjut ia mengatakan kenaiakan harga tidak hanya berhenti pada tempe dan tahu. “Kita tunggu saja, apakah ke depan harga bahan bakar minyak juga ikut-ikutan naik,” tambahnya. Selain itu, ada juga penjual nasi yang tidak memperkecil ukuran tempe dan tahu goreng yang ia jajakan. Pedangan ini terpaksa menaikkan harga jual tahu dan tempe goreng, untuk menyiasati kenaikan kedua makanan sumber protein alternatif tadi. “Jika dulu tempe dan tahu goreng saya jual seharga Rp 100 per biji. Sekarang saya naikkan menjadi Rp 150 perbiji,” terang pemilik warung nasi Marem. “Lumayan, dengan kenaikan Rp 50, ini saya bisa menutupi harga tempe dan tahu yang terus melambung,” tambahnya. Bagi mahasiswa yang setiap hari tidak bisa lepas dengan tahu dan tempe. Memaklumi perubahan ukuran dan kenaikan harga jual tadi. “Yang namanya berdagang, pasti tidak ingin merugi. Dengan cara apapun, penjual harus memperoleh laba,” kata seorang mahasiswa. (E-1)

memperhatikan pendidikan anak-anaknya. Salah satunya dengan tidak memasukkan anaknya ke sekolah yang justru akan mengancam tauhid atau aqidah anak. Tauhid adalah bagian yang paling esensial dari hidup seorang muslim. Dari tauhid, akan terlahir cara berpikir dan berperilaku yang Islami. Melalui penolakan untuk mengajarkan agama sesuai agama anak didik oleh guru yang seagama, jelas sekali menunjukkan bahwa tauhid anak-anak kita dan anak-anak saudara-saudara kita yang oleh karena berbagai sebab terpaksa tidak bisa memasukkan ke sekolah negeri atau yang berbasis Islam, hendak diganggu oleh lembaga-lembaga pendidikan tertentu. Kepada anggota DPR terutama yang beragama Islam, Hizbut Tahrir Indonesia menyerukan untuk menyusun sistem pendidikan yang terbaik, yakni yang berlandaskan nilai-nilai Islam yang sangat menjunjung ilmu pengetahuan. Jika tidak, akibatnya akan sangat mengerikan, yakni akan terlahir generasi yang bermutu rendah, rendah imannya, rendah pula keahlian ilmu pengetahuannya. Ingatlah. Allah tidak hanya meninggikan derajat orang yang berilmu pengetahuan, tapi sebelumnya adalah yang beriman di antara kita. Disamping itu, para anggota yang memiliki wewenang itu di akhirat pasti akan dimintai pertanggungjawaban bilamana undang-undang yang disusun tidak sesuai dengan kehendak Allah SWT yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. Allah SWT berfirman: “niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”.(QS. AL Mujadilah 11). www.al-islam.or.id menilai” terang Benny tentang format buku ini. Sementara menurut Mice, sejak dari tahun 1997, kritikan mereka dalam bentuk kartun dan karikatur, ternyata tak juga efektif untuk bisa merubah keadaan. “Karena itu, tujuan buku ini yang penting cukup untuk membuat pembaca merenung, karena kritik apapun dari dulu tak pernah mampu menyentil penguasa”ujar Mice. Sementara berawal dari keprihatinan akan perubahan demografi Jakarta, termasuk dengan punahnya cagar-cagar budaya serta bangunan bersejarah peninggalan Jakarta tempo dulu, mendorong wartawan senior Alwi Shahab mencoba merekam kembali sejarah Jakarta ke dalam sejumlah buku. “Saya merasa sangat prihatin dengan hilangnya sejumlah bangunan atau gedung-gedung bersejarah dan berganti dengan bangunan atau gedung bisnis” tukas Alwi. Beberapa contoh misalnya lenyapnya Gedung Proklamasi, tempat yang digunakan untuk membacakan (Bersambung hal: 8, Lenggak-lenggok)

LENGGAK-LENGGOK JAKARTA
Potret keseharian Jakarta yang berwarna-warni, selalu melahirkan kisahkisah yang menggelitik, lucu, aneh, menggelikan dan kadang penuh dengan ironi dan kegetiran. Mulai dari tren gaya hidup dan perilaku warganya yang terdiri dari beragam etnis di Indonesia, kisah keberhasilan dan kegagalan manusia dalam menggapai mimpi, ambisi dan asanya, sistem dan pengelolaan pemerintahan dari waktu ke waktu hingga pada keberagaman profesi dan aktivitas harian. Potret meriah Jakarta ini, menarik perhatian dua kartunis muda, Benny Rachmadi dan Muhammad Misrad, untuk mengabadikannya dalam bentuk kartun dan karikatur. Hasil karya keduanya, menjadi sebuah reportase sosial yang kritis dan menyentil selama kurun waktu tahun 1997 hingga 2007. Dimulai dari kumpulan kartun yang dibukukan dalam episode Lagak Jakarta 1 dan 2, yang mengukir kisah Jakarta sejak menjelang akhir rezim Orde Baru hingga masa transisi ke Era Reformasi. Hingga kemudian menjadi kolumnis kartun mingguan di harian Kompas sejak 2003 hingga sekarang. Buku terbaru yang diluncurkan kedua pasangan, yang lebih populer dengan nama Benny dan Mice ini, adalah “100 Tokoh Yang Mewarnai Jakarta”. Buku ini dibuat dengan resep karikatural yang kocak dan bertutur tentang 100 orang figur yang sering terlihat mewarnai kehidupan sehari-hari di Jakarta. Mulai dari pencari kodok, tukang ojek, cowok metroseksual, cowok Jawa Metal, Orang terjebak masa lalu, Om Senang, hingga hansip dan karakter banci. Tokohtokoh ini didaftar berdasarkan pengamatan pada penampilan hingga pada profesi, dengan dibubuhi berbagai deskripsi dan penamaan yang bisa memancing senyum hingga tawa. Bahkan tak jarang perjumpaan kebetulan yang terjadi beberapa kali pada sebuah karakter, menjadi ide untuk memasukannya sebagai tokoh dalam buku. Bagi Benny dan Mice, buku ini menjadi kritik yang sedikit menyindir pada kondisi sosial yang terhampar di Jakarta. “Sedikit menyentil saja, sebagai kritik tanpa bermaksud untuk menghakimi pada pihak manapun. Biar pembaca yang

buletin-edukasi.blogspot.com
Found the best information

Klik !!!!

6 - HMJ Tarbiyah

ILMU DAN TEKNOLOGI

EDUKASI - Senin 21 April 2008

WASPADA AIDS
Akankah para perawat terus merasa sial, ketika ia terpaksa merawat penderita AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome)? Akankah pula, masyarakat terus menganggap korban AIDS adalah sampah dan pendosa?
Kedua pertanyaan tadi tentu harus kita potong. Tidak semua penderita AIDS tertular karena melakukan hubungan seksual atau narkotika. Saat ini semua orang bisa saja terkena virus HIV (human immunodeficiency virus), tak peduli usia, jabatan atau status sosial, ? Data terkahir (2006) menyebutkan, 10 orang warga Jember terjangkit virus HIV, biang keladi penyekit AIDS. Akibatnya, Jember masuk kategori merah atau daerah dengan status ‘Awas HIV/IADS’. Lebih lanjut Dinkes (Dinas Kesehatan) Kabupaten Jember memperkirakan jumlah penderita HIV/ AIDS yang ada, lebih dari jumlah penderita yang tercatat di Dinkes setempat. Berdasar laporan petugas kesehatan di lapangan, terdapat sekitar 15 orang terjangkit virus HIV. Namun hingga Juni 2006, baru tercatat sebanyak 10 orang yang diketahui pasti mengidap virus HIV, dan telah mendapat perawatan medis. Penularan Penyakit AIDS diperkirakan muncul pertama kali di Afrika Sub-sahara pada abad ke-20. Sekarang penyakit ini menjadi wabah global. WHO (World Healty Organization) memperkirakan 2,8-3,5 juta jiwa meninggal selama tahun 2004. Sejak menjadi wabah global, penularan AIDS dikatehui memiliki tiga jalur. Pertama, jalur seksual, yang menjadi sebab utama infeksi HIV penyebab AIDS. Kedua, jalur darah atau produk darah. Jalur ini mengancam pemakai narkoba, orang dengan hemophilia, dan penerima transfusi darah. Ketiga, jalur ibu-anak dengan penularan minggu-minggu terkhir kehamilan, dan saat kelahiran. Awalnya, tingkat penularan jalur ini hanya 20%. Setelah ada penanganan, jalur ini kemudian hanya menyumbang 1% penularan AIDS. Selain di sperma, HIV juga ditemukan di air liur, air mata dan air seni orang yang terinveksi. Tetapi dengan intensitas yang sangat kecil. Dengan kemajuan ilmu kedokteran, penyakit yang mengakibatkan hilangnya kekebalan tubuh ini, dapat ditangani, meskipun obatnya masih belum ditemukan. Penyebaran HIV di Indonesia Secara umum di Indonesia, penyebaran HIV terjadi di kelompok-kelompok yang beresiko tinggi, utamanya para pecandu obat terlarang dan pekerja seks komersial. Di Papua, epidemi ini telah tersebar luas di masyarakat secara umum. Prevalansi HIV tidak dapat diketahui secara pasti karena keterbatasan sampel. Dari data yang ada, pada tahun 2005, tingkat penyebaran HIV di kalangan pengguna obat terlarang mencapai 45% di FRIENDSTER Jawa Tengah, 48% di Jakarta, dan 53% di Bali. Penyebaran HIV di kalangan pekerja seks komersial bervariasi mulai dari 7% di Kotim, Kalimantan, hingga 26,5% di Merauke, Papua. Penyebaran HIV di kalangan waria di Jakarta adalah sebesar 21,7%. Sementara itu dilaporkan bahwa 25% penghuni lembaga pemasyarakatan Cipinang, Jakarta telah terjangkiti penyakit ini. Walaupun secara umum tingkat penyebaran HIV di Indonesia hanya di bawah 0,1%, tetapi di Papua tingkat penyebaran HIV adalah 4% berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap ibu rumah tangga di pusat Pemeriksaan dan Konseling Sukarela (Voluntary Counselling and Testing/VCT) di Merauke dan 2% dilaporkan terjadi di pada pasien bersalin di Jayapura dan Nabire. Diperkirakan pada saat ini sekitar 90.000 hingga 130.000 penduduk Indonesia telah terjangkit virus HIV. Jumlah penduduk Papua hanya 1% dari jumlah penduduk Indonesia, tetapi jumlah penderita HIV di Papua adalah sekitar 30% dari jumlah penderita di Indonesia. Daerah lain yang memiliki tingkat penyebaran HIV yang signifikan adalah Jakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Riau, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sulawesi Utara dan Maluku. (hill)

Tips Anti Minder
1. mengenali diri sendiri Belajar menilai diri secara obyektif dan jujur. susunlah daftar “ kekayaan” pribadi, seperti prestasi yang pernah diraih, sifat-sifat positif, potensi diri baik yang susah diaktualisasikan maupun yang belum. Keahlian yang dimiliki serta kesempatan ataupun seorang yang mendukung kemajuan diri kamu harus nyadar deang aset berharga yang kamu miliki. Pelajari kendala yang selama ini menghalangi perkembangan diri kamu, seperti pola pikir yang keliru, niat dan motifasi yang lemah, kurangnya disiplin dir, kurangnya ketekunan dan kesabaran yaitu, tergantung pada bantuan orang lain. kalau pingin lebih oke, bikin hasil analisa dan pemetaan terhadap strengths weaknesses, opportunity, dan threats diri, kemudian gunakan untuk membuat dan menerapkan stategi pengembangan diri yang lebih realistis. 2. menilai diri sendiri dengan jujur Sadari dan hargailah sekecil apapun keberhasilan dan potensi yang kamu miliki, ingat! semua itu didapat melalui proses belajar, berefolusi dan transformasi diri. Jika kamu meremehkan satu saja prestasi yang pernah diraih, itu berarti kamu telah mengabaikan atau menghilangkan satu jejak yang membantu kamu menemukan jalan yang tepat menuju masa depan.hati-hati, karena ketidak mampuan menghargai diri sendiri mendorong munculnya keinginan yang tidak realistik dan berlebihan. Contohnya, pingin cepat kaya, cantik dan ngetop atau mendapat jabatan penting dengan segala cara. semua itu sebenarnya bersumbe dari rasa rendah diri yang kronis, ketidak mampuan menghargai diri sendiri hingga berusaha mati-matian menutupi keaslian diri. 3. berfikir positif Coba melawan setiap asumsi, prasangka atau persepsi negatif yang muncul dalam benak kamu. jangan biarkan fikiran negatif berlarut-larut karena tanpa sadar pikiran itu akan terus berakar, bercabang dan berdaun. jika pikiran itu mulai muncul, cobalah menuliskannya untuk direview kembali secara logis dan rasional. 4. boleh pasang slogan-slogan oke Tempelin dekat meja belajar kamu: “ saya pasti bisa”, “saya akan belajar dari kesalahan ini”, “hari esok milik saya “, pokoknya,tempel sebanyak-banyak yang bisa menggugah semangatmu. 5. berani ambil resiko Hidup ini selalu berubah, seringkali bahkan emang kudu berani mengambil resiko. kamu ga’ perlu menghindari stiap resiko yang hadir dalam kehidupanmu, melainkan kamu harus lebih menggunakan strategi-strategi untuk menghindari, mencegah ataupun mengatasi resiko tersebut. 6. tetapkan tujuan yang realistis Kamu perlu mengefaluasi tujuantujuan yang telah kamu tetapkan selama ini. “apakah tujuan tersebut sudah realistik atau engga’?. Dengan menetapkan tujuan yang lebih realistik maka akan memudahkan kamu dalam mencapai tujuan tersebut. dengan demikian kamu akan menjadi lebih percaya diri dalam mengambil langkah, tindakan dan keputusan dalam mencapai masa depan. 7. bersyukur dan tawakkal Wajib bagi kita semua untuk mensyukuri nikmat dari Allah. kadang kita sulit menghadapi hidup ini tapi dengan banyak bersyukur, pikiran dan perasaan kita akan jadi lebih tenang menghadapinya. (Nik)

SBY pun Ikut Nimbrung
Seorang kepala negara gabung menjadi komunitas Friendster, tentu bukan tindakan yang melanggar hukum. Tetapi apakah tidak ada kerjaan yang lebih penting lagi?
Kejadian ini terjadi di negara tercinta kita, Indonesia. Nama Presiden ke-2 RI, Alm. Soeharto tercatat dalam account friendster. Kejadian serupa juga dialami SBY, presiden kita saat ini. Jika menelusuri friendster dengan seksama, kita bakal menemukan account yang memakai nama Susilo Bambang Yudhoyono. Menindaklanjuti fenomena ini, Juru Bicara Kepresidenan, Andi Mallarangeng, mengatakan pihak Istana Kepresidenan telah melacak pihak-pihak yang membuat situs-situs itu (friendstre, red). Tidak sampai disitu saja. Pihak Istana bahkan langsung menyurati pengelola jaringan friendster maupun penyedia jasa internet di Yahoo. Istana Kepresidenan meminta kedua perusahan digital ini, sesegera mungkin menghentikan aktivasi pengguna yang memakai nama Susilo Bambang Yudhoyono. kedua kejadian tadi, merupakan imbas dari ian menjamurnya penggemar layanan friendster. Pengguna yang memakai nama palsu ini disebut Fakester. Mereka, para Fakester ini biasanya memakai namanama orang terkenal, seperti nama selebritis, tokoh politik dan tokoh negara. Awalmulanya, situs yang bisa digunakan untuk berkomunikasi secara on-line ini bernama Nepster. Nepster merupakan
Foto: Wikipedia.org

Sebuah kaos, berlogo dan bertuliskan friendster menandakan jika demam friendster telah sampai di Indonesia. Frienster banyak digunakan untuk mencari teman, dan mempublikasikan profil dan foto pribadi. sebuah situs web jaringan sosial. Di situs jaringan sosial ini, seorang pengguna akan membuat identitas maya dan kemudian mengisi data dirinya. Setelah itu, data yang sudah lengkap tadi mendapatkan account dari frienster.com. Dalam Friendster, kita tidah hanya bisa mengirim surat kepada teman. Tetapi lebih dari itu, kita bisa melihat langsung fotonya. Ajaibnya, selain bisa melihat teman sendiri. Dalam Friendster kita juga dapat melihat teman dari teman kita, dan teman dari teman dari teman kita. Frienster.com tidak hanya terkenal di Indonesia saja, tetapi juga diseluruh dunia. Dengan fasilitas search kita dapat mencari anggota Frienster lain, baik menurut agama, alamat, atau bahkan hobi sekali pun. Pengguna jasa Frienster biasanya saling mengirim pesan melalui fitur send massage. (hill)

EDUKASI - Senin 21 April 2008

UMUM
ARAK-ARAKAN....2 dan akan sulit dicegah tangkal meski dengan software penangakalnya. “Saya bukan pesimistis, namun itulah keadaannya. Software penangkal akses situs porno internet bisa jadi sangat sering di-update. Namun situs porno bagaikan virus yang juga mengalami update, sehingga bisa saja lolos ke internet,” ujar Lukito. Namun demikian, katanya, upaya pemerintah ini tetap harus didukung. Karena bagaiamana pun hal ini sangat penting untuk dilakukan guna menjaga mental bangsa. “Semua harus mendukung upaya ini dengan segala daya,” kata Direktur Magister Teknologi Informasi Fakutlat Teknik UGM ini. (hil) Lebih lanjut Royan mengatakan, arakarakan ini adalah perwujudan rasa syukur kepada Allah, dan rasa cinta kepada Nabi Muhammad. “Tentu kita tahu, sebelum ada Nabi Muhammad akhlaq manusia bejat. Tetapi setelah Nabi Muhammad diangkat menjadi rasul, akhlaq manusia menjadi lebih baik,”. Sementara itu, penggunaan batang pisang telor dan bunga mempunyai makna tersendiri. Pohon pisang melambangkan kekeringan, karena tidak ada buah dan daunnya. Sedangkan telor, bunga dan hiasan yang menyertainya adalah gambaran kelahiran Nabi Muhammad. Tak urung, tradisi asli Banyuwangi ini menyedot pertahatian warga di sepanjang jalan yang dijadikan rute kirab telor. STAIN JEMBER....2 JEMBER....1 silam ini, menjadi wujud hasil pembinaan yang dilakukan pemerintah pusat kepada STAIN Jember. Sementara itu, terkait dengan minat masyarakat terhadap program S2 STAIN Jember, sangat tinggi. “Menurut laporan dari tim S2 yang sudah dibentuk. Mereka melaporkan minat masyarakat yang akan mendaftarkan diri di program S2 STAIN Jember sangat besar,” Jelas Khusnuridlo. Untuk biaya pendidikan, STAIN Jember masih belum mempunyai patokan resmi. Tetapi untuk sementara, Ketua STAIN Jember memberi kisaran biaya LAYAR TANCAP

HMJ Tarbiyah - 7

PERANG.....1 (UU ITE), genderang perang melawan situs porno (Adult Sites) ditabuh. Tetapi kita tunggu saja. Apakah denda sebesar 12 milliar rupiah atau kurungan maksimal 12 tahun, bakal membuat penyedia layanan situs porno berhenti? Jawaban sementara belum tentu bisa. Karena pemilik situs porno tidak kalah akal. Saat ini mereka sudah berancangancang menyimpan film dan gambar porno di harddisk. Sementara itu, pakar Teknologi Informasi dari Fakultas Teknik Elektro Universitas Gajah Mada Lukito Edi Nugroho mengatakan pemblokiran situs porno akan menemui banyak kendala. Situs pornografi muncul secara sporadis KECEWA PELAYANAN....1 STAIN JEMBER....1 Tidak jauh berbeda dengan Winarno, Nukan Hakim, Khotib dan Taufiqurrahman, juga mengalami hal yang serupa. Mereka bertiga merasa tidak disambut dengan baik layaknya seorang tamu. “Masak ada orang nerima tamu, tetapi tidak menatap muka si tamu,” tutur Taufiqurrahman di sela-sela kesibukannya sebagai Ketua HMJ Tarbiyah STAIN Jember. Lebih lanjut, Taufik (Sapaan akarab Taufiqurrahman, red) menuturkan tidak semestinya seseorang yang menduduki posisi HUMAS berperilaku seperti itu. “Mahasiswa di kampus ini adalah pembeli jasa. Jadi perlu pelayanan yang baik kepada seluruh mahasiswa,” tambahnya. “Coba kita lihat gaya pelayanan yang ada di sebuah toko buku ternama di Jember. Semua karyawannya ramah, dan KLINIK JURNALISTIK menyambut seluruh pengunjung toko dengan hangat,” Nukman Hakim mencoba membandingkan pelayanan HUMAS yang ada di STAIN Jember, dengan pelayan toko buku di Jember. “Andai saja seluruh karyawan di kampus ini bersikap layaknya penjaga toko buku tadi. Senyum yang terus mengembang di setiap wajah pelayan, sapaan hangat kepada seluruh pengunjung. Pasti mahasiswa bakal nyaman untuk masuk ke bagian akademik,” tambah Hakim. Di ruang HUMAS STAIN Jember, dihuni 2 orang karyawan. Mahasiswa sering dibikin kesal dan jengkel oleh karyawan HUMAS yang bernama Rahmat. “Ke depan, kami harap ada perubahan sikap dari pak Rahmat. Kasihan mahasis-wa di buat jengkel terus,” harap khotib. (hill)

Bahkan, puluhan santri TPQ yang belajar di Masjid Sunan Ampel STAIN Jember, meliburkan diri dan mengikuti arakarakan ini. “Saya ikut keliling karena pingin dapat telurnya,” ketus seorang santri TPQ yang diasuh salah satu dosen STAIN Jember itu. Selain menggelar Arak-arakan telor, IMABA juga mengadakan pengajian pada malam harinya di Auditorium STAIN Jember. Pengajian dengan tema ‘Mengadopsi Suri Tauladan Nabi Muhammad Menuju Khulukul Adzmi’ ini, menghadirkan Pujiono, M.Ag sebagai pembicara. “Setelah mengikuti dan menyimak pengajian ini. IMABA harap mahasiswa STAIN Jember memiliki akhlak yang mulia,” ujar Royan di sela-sela pelaksanaan pengajian. (E-1)

pendidikan sebesar Rp 2 juta. “Tetapi itu belum pasti. Kita masih menunggu hasil rapat dengan seluruh tim S2 STAIN Jember,” terang pimpinan yang tinggal menghitung hari menjadi Ketua STAIN Jember ini. “Begitu pula dengan direktur program S2, masih menunggu hasil rapat,” tambahnya. (hill) TERPESONA....1 membenarkan. ‘’Saya menyarankan pemirsa agar lebih selektif dalam memilih acara televisi,’’ kata Farhan sambil tersenyum ramah. (EM/H-3)

‘Drop Out’,
Dilema Mahasiswa Abadi
Film produksi MVP Pictures ini disutradarai oleh Winaldha E. Malalatoa. Selain menghadirkan bintang-bintang muda, seperti Ben Joshua, Titi Kamal, Dimas Aditya, Dwi Sasono, film ini juga menghadirkan pengalaman pertama dr. Boyke dalam berakting.
Film ini berkisah tentang dilema Jemi (Ben Joshua) memilih antara cintanya atau gelar kesarjanaannya. Jemi bisa disebut “mahasiswa abadi” karena berada di batas akhir semester yang dibolehkan oleh universitasnya. Bila semester ini dia tak lulus, dia akan di-DO alias drop-out. Sayangnya, teman-teman Jemi tak banyak membantu. Si Germo (Dwi Sasono) pencuri kelas teri (mulai dari celana dalam sampai mobil), Si Ketek (Ferry Gustian) yang mempunyai libido tinggi, dan Si Banci (Dimas Aditya) yang tidak jelas penyuka jenis yang mana. Keberuntungan muncul bersama sang dewi. Lea (Titi Kamal) adalah asisten dosen yang pintar tapi konservatif. Dia buta banget tentang dunia cowok, juga soal pacaran, meski usia telah mendekati kepala tiga. Karena dia bertahun-tahun tidak boleh pacaran sama orang tuanya. Simbiosis mutualisme pun terjadi antara Lea dan Jemi. Lea memberikan pelajaran intensif supaya Jemi bisa lulus, Jemi pun memberi “mata kuliah ekstra” pada Lea agar Lea lebih mengerti kenapa lelaki dan perempuan diciptakan berpasang-pasangan. Kerja sama ini berbuntut ke cinta serius yang tumbuh di antara mereka. Sayangnya, dosen senior bernama Dr. Marjoko alias Dr. M. (dr. Boyke) yang tengah mengalami krisis paruh baya ternyata jatuh cinta juga pada Lea. Dr. M yang selalu ditindas oleh istrinya (Donna Harun) merasa ‘ngiler’ melihat “daun muda” Lea. Jemi pun ditawari “kerja sama” yang lain, Dr. M menjamin kelulusan Jemi, asal Jemi menjamin Lea bisa menjadi istri muda Dr. M. Tibalah Jemi pada dilema paling penting dalam hidup seorang cowok (dan mahasiswa): cinta atau lulus? Mengambil tema tentang seks, film bergenre komedi dewasa ini mengikuti jejak pendahulunya, QUIKIE EXPRESS dan KAWIN KONTRAK. Sayang tak ada hal baru ditawarkan oleh film ini. Alur ceritanya cenderung datar, garing, tanpa gejolak. Meski demikian, pesan moral film ini tetap ada, yaitu pentingnya pendidikan seks sejak dini agar terhindar dari seks bebas, serta pelajaran penting bagi pasangan yang sedang dalam masa krisis. (kapanlagi.com)

Apa yang Membuat Anda jadi Wartawan? (1)
Alasan untuk terjun ke dunia jurnalistik adalah keinginan untuk keliling Indonesia dan kalau perlu dunia setidaknya di Asia Tenggara. Keinginan berkunjung ke negara lain merupakan salah satu pendorong untuk masuk ke media. Kita tahu bahwa sejumlah jurnalis yang handal dikirim medianya ke luar negeri untuk mengikuti berbagai peristiwa. Berkunjung ke berbagai kota di Indonesi apalagi berkunjung ke negara lain merupakan cita-cita yang besar. Sebagian orang mungkin berkunjung ke negara lain atas biaya sendiri, namun biasanya karena tugas liputan ke luar negeri seorang jurnalis jalan-jalan dengan gratis. Seorang yang berjalan-jalan di Indonesia tentu wawasannya akan lebih luas dibandingkan mereka yang tinggal di satu kota. Jalan-jalan di muka akan membuat kita lebih bijaksana dalam mengkaji sesuatu dan pada saat yang sama mendapatkan informasi dan pengetahuan luas mengenai adat istiadat berbagai suku bangsa di satu negara. Di sisi lain, tugas liputan antar kota juga memberikan perspektif mengenai pembaca atau audiens. Dapat dibayangkan kalau terjun ke dunia jurnalistik maka kesempatan keliling dunia pun terbuka. Saya dapat mengetahui berbagai adat istiadat di berbagai negara, saya dapat belajar bahasa asing dan juga berkenalan dengan berbagai kalangan di luar negeri. Ini kesempatan yang tidak akan banyak didapat dari jenis karir lainnya. Intensitas untuk kunjungan ke luar negeri pun akan tinggi sejalan dengan semakin baiknya kualitas liputan. Setelah berkarir cukup lama baik Kompas maupun di BBC, maka jelas semua bayangan ketika akan masuk ke dunia jurnalistik ini sebagian sudah terwujud. Berbagai negara telah dikunjungi dan berbagai kota juga pernah disinggahi. Pengenalan terhadap berbagai bangsa bisa memberikan perspektif baru mengenai apa yang disebut Indonesia di mata internasional. Begitu kita keluar Indonesia kita segera dapat membandingkan seberapa majunya Indonesia dibandingkan negara tetangganya. Kita juga bisa sedikit tahu mengapa mata uang rupiah tidak laku di dunia, mengapa Indonesia tertinggal dibandingkan tetangganya dan bagaimana pula kira-kira kelemahan Indonesia yang harus diobati setidaknya melalui laporan jurnalistik. Alasan ketiga masuk kedalam media antara lain keinginan bertemu dengan berbagai kalangan dalam masyarakat. Seorang wartawan akan bertemu dengan strata sosial paling rendah seperti pemulung atau pengemis dan di titik ekstrim lain akan bertemu dengan rajaraja, presiden atau perdana menteri. Sebuah anugrah bisa bertemu dengan seorang pengamen, pedagang asongan atau pemulung namun bisa menyampaika aspirasi mereka kedalam media. Saat yang sama kita bisa bertemu kalangan terkemuka di dalam masyarakat seperti pejabat tinggi, intelektual dan kalangan profesional lainnya untuk menjadi medium menyampaikan gagasan mereka.
(Freejournalist.wordpress.com - Bersambung)

8 - HMJ Tarbiyah

JALAN-JALAN
bahkan, si Wilders dalam membuat film ini, memahami Islam secara parsial. “Wilders menggambarkan Islam dari sisi kerasnya saja. Kemudian ia mengambil beberapa ayat lalu menyimpulkan jika Islam itu benar-benar keras” tambahnya. Sementara itu, banyak mahasiswa yang bingung terhadap apa pesan yang

EDUKASI - Senin 21 April 2008

Rela Berdiri untuk ‘Fitna’
Demam Fitna benar-benar melanda STAIN Jember. Suhu udara di luar dan di dalam aula yang panas. Tidak menyurutkan animo mahasiswa untuk menonton film karya Geert Wilders itu.
Film yang mendapat kecaman dari berbagai pihak, termasuk presiden SBY, ini juga melecut perhatian ratusan mahasiswa dan dosen STAIN Jember. Tak urung, acara nonton bareng dan sarasehan film Fitna, yang digagas Perpustakaan STAIN Jember (14/4) ini, membuat aula STAIN Jember penuh sesak. Sampai-sampai, Bu Titiek (Pembantu Ketua III) terpaksa duduk dipinggir pintu masuk sebelah selatan. Itu pun menunggu beberapa saat karena petugas perlengkapan masih berjibaku mencari kursi. Kondisi lebih parah dialami mahasiswa yang datang belakangan. Mereka terpaksa menikmati film berdurasi kurang lebih 15 menit itu, dengan berdiri berimpitan dengan mahasiswa lain. Pak Amin (Pembantu Ketua I) dalam sambutannya memberi apresiasi yang besar untuk acara ini. “Acara ini benarbenar spktakuler. Karena ada yang sampai berdiri, aula sekarang berubah layaknya stadion,” ujar Amin. Beda dengan acara-acara nonton bareng yang sering kita jumpai. Nonton bareng kali ini menghadirkan beberapa

ingin disampaikan pembuat film. Menurut mereka, Islam yang ada dalam film Fitna sangat bertolah belakang dengan ajaran Islam yang selama ini sudah kita yakini. “Film ini akan lain dampaknya jika ditonton oleh orang yang agamanya lemah. Ujung-ujungnya, fanatisme agama bakal muncul,” tutur seorang penonton. (hill,nik)

Robin Hoot Betawi
LENGGAK-LENGGOK.......3 proklamasi kemerdekaan RI, hingga museum dan monumen sejarah yang berganti menjadi showroom mobil dan mal. Hingga saat ini, Alwi Shahab telah membukukan sejarah Jakarta tempo dulu ke dalam 8 judul buku. Mulai dari asal mula penamaan kawasan-kawasan terkenal di Jakarta atau Betawi atau Batavia, pelacakan cerita-cerita legenda atau mitos yang beredar di Jakarta, hingga pada perbandingan kehidupan sosial zaman penjajahan Belanda dengan kondisi saat ini. Misalnya adalah legenda sepak terjang pahlawan-pahlawan Betawi Si Pitung yang disebutnya sebagai Robin Hood Betawi, Si Jampang dan Nyai Dasimah yang menurut Alwi adalah sebuah kebenaran. Untuk mendapatkan kesahihan data penulisan buku tersebut, Alwi sampai harus mengunjungi tempattempat asal tokoh-tokoh itu, melakukan wawancara dengan sejumlah saksi sejarah dan melakukan riset di sana. Selain mengurai kebenaran legenda rakyat, Alwi juga menceritakan asal mula penamaan sebuah kampung atau kawasan di Jakarta, misalnya Muara Bangke, Muara Buaya hingga Kampung Pecah Kulit. Bahkan cerita-cerita unik zaman Batavia, juga mewarnai isi bukunya. Beberapa di antaranya adalah cerita tentang keberadaan Playboy Betawi, pelaksanaan hukum pancung dan belah tubuh, hingga ironi perubahan sungai Ciliwung, yang sempat mendapat julukan Venesia dari Timur, menjadi sungai yang sangat kotor dan kumuh pada saat ini. (www.kickandy.com)
Foto: Farhan/Edukasi

Ratusan mahasiswa, memadati aula STAIN Jember dalam acara Nonton Bareng dan Sarasehan film ‘Fitna’ (14/4). Dengan alasan menambah ilmu, STAIN Jember berani manayangkan film Fitna yang dilarang peredarannya oleh presiden. dosen sebagai komentator. Meraka Adalah, Dr. Syamsun Ni’am, M.Ag., Dr. Muniron, M.Ag., dan Dr. Ahidul Asror, M.Ag. “Film semacam ini adalah ujian bagi umat Islam dan bakal terus ada,” papar Muniron, membuka sarasehan. Ia menam-

Harimau Sumatera, Punah 2015
Harimau Sumatera (Phantera Tigris Sumatrae), satu-satunya spesies harimau di Indonesia yang masih tersisa, terancam punah pada tahun 2015.
Jika pemerintah Indonesia dan semua elemen masyarakat tidak serius dalam melindungi dan melestarikannya. Regional Programme Officer, Taraffic Southeast Asia, Chris R Shepherd mengungkapkan hal itu pada acara Workshop Pencegahan Perdagangan dan Perburuan Harimau Sumatera, di Medan, Rabu. Menurut dia, berdasarkan hasil survei terakhir kali yang dilakukan pihaknya pada 2006, tidak kurang dari 50 ekor Harimau Sumatera punah dan diperdagangkan oleh masyarakat baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional pada setiap tahunnya. Hewan itu diperdagangkan dalam bentuk utuh ataupun terpisah-pisah per bagian seperti cakar, gigi taring, misai/ kumis, kulit atau pun tulang. Ia menambahkan, spesies langka itu dewasa ini diperkirakan kurang dari 400 ekor dan tersebar di Provinsi NAD, Sumbar, Jambi, Bengkulu dan Lampung. Diantaranya di Taman Nasional Gunung Leuser, Taman Nasional Bukit 12, Bukit 30, Taman Nasional Wai Kambas, Taman Nasional Kerinci Seblat dan Taman Bukit Barisan Selatan. Jaringan perdagangan binatang buas ini cukup rapi dan sebagian besar harimau Sumatera ini dijual ke China dan Korea Selatan dengan jalur perdagangan dari Indonesia melewati Malaysia, Thailand dan Taiwan. Di negara konsumen, selain digunakan sebagai busana dan aksesoris juga digunakan sebagai obat-obatan. Contohnya di China tulang harimau Sumatera ini digunakan sebagai ramuan obat rematik dan kepercayaan masyarakat jika seseorang yang mengenakan kuku serta taringnya diyakini akan memiliki kekuatan lebih, ujarnya. Menurut dia, Indonesia memiliki sistim hukum yang sangat baik di antara negara Asia Tenggara, namun kondisi ini tidak didukung dalam penerapan hukum tersebut akibat lemahnya koordinasi pejabat antar lembaga terkait. Harimau sumatra (Panthera tigris sumatrae) hanya ditemukan di Pulau Sumatra di Indonesia. Populasi liar diperkirakan antara 400-500 ekor, terutama hidup di Taman-taman nasional di Sumatra. Uji genetik mutakhir telah mengungkapkan tanda-tanda genetik yang unik, yang menandakan bahwa subspesies ini mungkin berkembang menjadi spesies terpisah, bila berhasil lestari. Penghancuran habitat adalah ancaman terbesar terhadap populasi saat ini. Pembalakan tetap berlangsung bahkan di taman nasional yang seharusnya dilindungi. Tercatat 66 ekor harimau terbunuh antara 1998 dan 2000. Harimau Sumatra adalah subspesies harimau terkecil. Harimau Sumatra jantan memiliki panjang rata-rata 92 inci dari kepala ke buntut dengan berat 300 pound. Betinanya rata-rata memiliki panjang 78 inci dan berat 200 pound. Belang harimau sumatra lebih tipis daripada subspesies harimau lain. Subspesies ini juga punya lebih banyak janggut serta surai dibandingkan subspesies lain, terutama harimau jantan. Ukurannya yang kecil memudahkannya menjelajahi rimba. Terdapat selaput di sela-sela jarinya yang menjadikan mereka mampu berenang cepat. Harimau ini diketahui menyudutkan mangsanya ke air, terutama bila binatang buruan tersebut lambat berenang. Bulunya berubah warna menjadi hijau gelap ketika melahirkan. Harimau Sumatra hanya ditemukan di pulau Sumatra. Kucing besar ini mampu hidup di manapun, dari hutan dataran rendah sampai hutan pegunungan, dan tinggal di banyak tempat yang tak terlindungi. Hanya sekitar 400 ekor tinggal di cagar alam dan taman nasional, dan sisanya tersebar di daerah-daerah lain yang ditebang untuk pertanian. Makanan harimau sumatra tergantung tempat tinggalnya dan seberapa berlimpah mangsanya. Mereka punya indera pendengaran dan penglihatan yang sangat tajam, yang membuatnya menjadi pemburu yang sangat efisien. Harimau sumatra merupakan hewan soliter, dan mereka berburu di malam hari, mengintai mangsanya dengan sabar sebelum menyerang dari belakang atau samping. Mereka memakan apapun yang dapat ditangkap, umumnya celeng dan rusa, dan terkadang unggas atau ikan. Orangutan juga dapat jadi mangsa, mereka jarang menghabiskan waktu di permukaan tanah, dan karena itu jarang ditangkap harimau. Menurut penduduk setempat harimau sumatra juga gemar makan durian Harimau sumatra dapat berbiak kapan saja. Masa kehamilan adalah sekitar 103 hari. Biasanya harimau betina melahirkan 2 atau 3 ekor anak harimau sekaligus, dan paling banyak 6 ekor. Mata anak harimau baru terbuka pada hari kesepuluh, meskipun anak harimau di kebun binatang ada yang tercatat lahir dengan mata terbuka. Anak harimau

Foto:wikipedia.org

STATUS KONSERVASI

Kritis

KLASIFIKASI ILMIAH
Kerajaan Filum Kelas Ordo Famili Genus Spesies Subspesies Animalia Chordata Mammalia Carnivora Felidae Panthera P. tigris P.t. Sumatrae
Grafis: Hilmi/edukasi

Klik buletin-edukasi.blogspot.com
Get More Information

hanya minum air susu induknya selama 8 minggu pertama. Sehabis itu mereka dapat mencoba makanan padat, namun mereka masih menyusu selama 5 atau 6 bulan. Anak harimau pertama kali meninggalkan sarang pada umur 2 minggu, dan belajar berburu pada umur 6 bulan. Mereka dapat berburu sendirian pada umur 18 bulan, dan pada umur 2 tahun anak harimau dapat berdiri sendiri. Harimau sumatra dapat hidup selama 15 tahun di alam liar, dan 20 tahun dalam kurungan. (wikipedia.org)

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->