P. 1
Makalah Geografi

Makalah Geografi

|Views: 10,860|Likes:
Makalah Geografi mengenai Kerusakan Lingkungan Hidup Oleh Manusia
Makalah Geografi mengenai Kerusakan Lingkungan Hidup Oleh Manusia

More info:

Published by: Mikael Pratama Kristyawicaksono on Feb 12, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF or read online from Scribd
See more
See less

04/05/2013

pdf

Makalah Geografi

Kerusakan Lingkungan Hidup Oleh Manusia
Benedictus Wisnu 06 Louis Bernadus 20 Mikael Pratama 21 Nelsen 22 Yohanes Baskoro 27

Kelas Sosial - XIA SMA KOLESE KANISIUS Jakarta – Indonesia

Makalah Geografi Kerusakan Lingkungan Hidup Oleh Manusia
1.

Cari di surat kabar atau Internet mengenai kerusakan lingkungan hidup oleh manusia!
Judul Berita Penyebab Kerusakan Lingkungan Hidup Warga yang tinggal di bantaran sungai terlalu banyak Warga membuangan sampah ke sungai Kemiskinan berdampak pada pengeksploitasian lingkungan hidup Penebangan liar Akibat Kerusakan Lingkungan Sungai menyempit

No

1

2

3

Warga jangan sembarangan buang sampah Puluhan sungai terancam dangkal Miskin dan Lingkungan, Dua Sisi Mata Uang Kerakusan Merusak Lingkungan

Banjir Sungai mendangkal Kerusakan lingkungan hidup

Penambangan besar-besaran Penggunaan teknologi modern dalam proses pengeksploitasian lingkungan hidup Perubahan orientasi hidup manusia dari hidup bedasarkan kebutuhan menjadi hidup bedasarkan keinginan Populasi manusia terlalu banyak

Hutan cepat gundul Tanah longsor Ekosistem rusak Punahnya beberapa jenis fauna Sumber Daya cepat habis Ekosistem Rusak Menambah cepatnya proses perusakan dan pengeksploitasian lingkungan hidup Permintaan pada barang dan jasa melunjak, menjadi proses produksi memerlukan lebih banyak bahan baku yang berarti pengeksploitasian lingkungan hidup. Sesak

4

Bumi Semakin Rusak, Akibat Ulah Manusia Kerusakan Lingkungan Hidup Buat Manusia Tenggelam

5

Penggunaan kendaraan tidak lulus uji emisi dan sangat banyak jumlahnya

Polusi udara Es di kutub mencair (permukaan air diperkirakan dapat naik samai kurang lebih 7 meter)

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 2

2. Dari masalah tersebut buatlah makalah atas fenomena tersebut dan kaitkan dengan Geografi!
Warga jangan sembarangan buang sampah Puluhan sungai terancam dangkal, bedasarkan artikel ini, dapat terlihat bahwa masih sangat rendahnya kesadaran masyarakat
Indonesia dalam menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidupnya. Alih – alih menjaganya, masyarakat Indonesia justru melakukan tindakan – tindakan yang merusak iingkungan hidup. Kita dapat lihat di atas, bahwa banyak warga yang membuang sampah pada aliran – aliran sungai di kota Semarang, penebangan liar masih marak di Aceh Jaya, pemburuan harimau Sumatera di Bengkulu juga masih marak, dan juga tidak ketinggalan penggunaan pukat harimau untuk menangkap ikan di perairan Maluku juga masih marak. Tentu saja, tindakan – tindakan yang merusak lingkungan itu tidak hanya terjadi di daerah yang disebut di atas itu, namun juga pastinya terjadi di tempat – tempat lain. Masyarakat Indonesia tidak peduli bahwa tindakan – tindakan yang mereka lakukan tersebut ternyata merusak lingkungan hidup mereka. Saat mereka melakukan tindakan tersebut, apa yang ada di pikiran mereka hanyalah bagaimana mereka dapat memperoleh keuntungan, atau bagaimana cara agar mereka dapat lebih cepat dalam mengerjakan sesuatu. Mereka tidak memikirkan apa akibat dari tindakan tersebut. Akibat dari tindakan mereka dapat berdampak buruk pada orang banyak. Membuang sampah sembarangan dapat mengakibatkan banjir, pemburuan harimau Sumatera dapat berdampak pada makin langkanya satwa tersebut, penebangan liar juga dapat mengakibatkan banjir, dan penggunaan pukat harimau dapat mengakibatkan tertangkapnya ikan – ikan kecil yang dapat merusak ekosistem dan rantai makanan ikan. Masyarakat Indonesia harus memiliki kesadaran bahwa tindakan mereka merusak lingkungan hidup mereka. Pemerintah juga tidak boleh tinggal diam dalam menangani hal ini. Pembangunan berwawasan lingkungan dapat dilakukan, disertai dengan upaya – upaya agar dapat mencegah atau mengurangi tindakan – tindakan merusak tersebut, seperti membenahi peraturan dan undang – undang (menutup celah yang bisa digunakan oleh pelaku pengrusakan lingkungan), atau memberikan sanksi atau hukuman berat, atau dapat memberikan penyuluhan kepada warga atau anak – anak tentang menjaga kelestarian alam dan lingkungan hidup.

Miskin dan Lingkungan, Dua Sisi Mata Uang, dalam artikel ini dapat dilihat sebenarnya aspek geografi bukan seseatu yang ingin ditekankan disini. Yang paling ingin ditekankan dalam artikel ini adalah aspek ekonomi. Tetapi dalam aspek ekonomi ini terdapat dampaknya terhadap kerusakan lingkungan hidup dan rusaknya sungai, yang merupakan aspek geografi. Jadi artikel ini memiliki keterkaitan dalam kedua cabang ilmu sosial tersebut. Dewasa ini di Indonesia terutama di Jakarta kemiskinan merupakan aspek penyimpangan sosial yang sangat mencolok. Banyak masyarakat di desa berbondongbondong untuk mencari kerja di Jakarta dengan asas bahwa di kota metropolitan seperti Jakarta aka nada banyak lapangan kerja. Padahal yang sebenarnya terjadi justru di Jakarta inilah persaingan untuk mendapatkan kerja sangat ketat. Ini terbukti karena Jakarta menjadi kota dengan penduduk yang paling padat se-Indonesia. Padahal Jakarta sendiri adalah provinsi yang paling kecil luas wilayahnya. Persaingan yang terjadi akan menambah jumlah

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 3

pengangguran dari para pencari kerja yang kalah saing, dan hal ini dapat menimbulkan stres. Sekarang coba kita lihat, di pedesaan pekerjaan memang tidak sebanyak di Jakarta tapi persaingan untuk mendapatkan kerja tidak terlalu ketat. Jadi pengangguran jarang, meskipun sekalipun ada dengan biaya hidup yang jauh lebih rendah daripada hidup di kota-kota besar bahkan memungkinkan untuk seseorang hidup tanpa pekerjaan sekalipun. Hal ini dapat terjadi karena di pedesaan masih memungkinkan untuk mencari malan di hutan dengan memetik buah. Atau pengangguran sekalipun dapat bekerja serabutan sebagai pedagang atau kuli angkut. Meskipun gajinya kecil, dan SDM-nya juga kecil tapi paling tidak kehidupannya jauh sekali lebih sejahtera daripada hidup di Jakarta dan kotakota besar lainnya. Dampak dengan tidak meratanya penduduk di Jakarta dan tingkat stress yang tinggi, dapat menimbulkan berbagai macam masalah sosial. Dalam konteks artikel ini orangorang yang tidak sanggup untuk membeli rumah dengan enaknya membangun rumah di bantaran sungai yang lama-kelamaan dapat merusak struktur sungai tersebut (mengingat mayoritas sungai di Jakarta adalah sungai buatan). Sungai buatan cenderung tidak memiliki tumbuhan hijau di sekeliling sungainya, ini karena sungai dibuat dengan menggunakan semen dan pasir yang berarti dapat lebih cepat rusak daripada sungai alami. Akibat dari rusaknya sungai itu yaitu, pengikisan tanah, dan makin menyempitnya sungai karena selain menumpuknya sampah yang dibuang oleh para penduduk Ilegal yang membangun rumah di tepian sungai dikarenakan juga oleh bangunan liar itu sendiri. Dan dampaknya sudah jelas Jakarta setiap tahun mendapat bencana banjir yang pasti terjadi setiap tahunnya. Solusinya, yaitu dengan mengadakan kembali proses transmigrasi dengan begitu penduduk di Indonesia dapat merata. Yang mungkin dilakukan dalam waktu cepat mungkin memindahkan ibukota ke tempat lain seperti yang sudah direncanakan sejak jaman presiden Soeharto. Dan dalam artikel ini menggunakan media film sebagai sarana komunikasi sebagai bentuk penyuluhan terhadap lingkungan hidup menurut kami cukup efisien. Kerakusan Merusak Lingkungan, dalam artikel ini menyebutkan bahwa sebenarnya manusia adalah mahluk yang tak pernah puas. Di jaman yang oenuh dengan tekonologi ini proses pengeksploitasian dapat berlangsung dengan efisien dan cepat. Apakah dampaknya bagi lingkungan kita ini? Sudah dapat ditebak lingkungan hidup di Bumi ini akan semakin cepat rusak dan flora serta fauna akan banayak yang punah, bahkan memungkinkan untuk disuatu hari nanti akhirnya satu-satunya planet yang dapat ditinggali mahluk hidup ini akhir tidak dapat ditinggali lagi. Kita sebagai manusia harusnya mengerti bahwa kita yang diwariskan dari Tuhan sebuah planet beserta isinya yang dapat digunakan sesuka kita, tetapi bukan untuk dieksploitasi semuanya secara individualistis. Melainkan kita harus membaginya kepada sesame dan kita juga harus meregenerasikannya agar nanti anak-cucu kita bisa

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 4

menggunakannya. Pada saat ini pengeksploitasian lingkungan hidup kebanyakan dilakukan oleh perusahaan swasta dan perusahaan ini tidak mau mengeluarkan uang sama sekali untuk meregenerasikannya. Ini memang alasan ekonomi, tapi kami rasa dalam menyangkut hajat orang banyak tindakan tersebut tidak sepantasnya dilakukan oleh perusahaan sebesar apapun. Mirisnya disamping pengeksploitasian alam besar-besaran tersebut menggunakan teknologi canggih, masih banyak orang miskin di dunia ini. Solusinya, dalam hal ini kita tidak bisa hanya mengandalkan pemerintahan daerah apalagi di Indonesia. Dimana pemerintahannya dapat disuap. Jadi mau tidak mau PBB selaku badan internasional harus campur tangan secara langsung dalam menangani masalah ini. Mungkin dengan dibentuknya organisasi baru dibawah naungan PBB yang mengurusi masalah lingkungan hidup. Mengenai para anggotanya nanti, mungkin akan lebih baik kalau anggotanya berisikan para pekerja sosial seperti dari badan non-profit Greenpeace. Bumi Semakin Rusak, Akibat Ulah Manusia, dalam artikel ini dikatan bahwa kerusakan dalam hal lingkungan hidup ini akibat perubahan idealism masyarakat dan sudut pandang masyarakat dari hidup bedasarkan kebutuhan menjadi hidup bedasarkan keinginan. Seperti yang dikatakan dalam analisis artikel sebelumnya, manusia adalah mahluk yang tak pernah puas mereka akan berusaha mendapatkan sebanyak mungkin hal ini yang kemudian menjadikan Bumi semakin rusak. Dalam memenuhi semua keinginannya manusia selalu membeli sesuatu. Yang berarti produsen harus memproduksi barang sebanyak mungkin. Dan dalam proses produksi yang diolah adalah bahan baku yang diambil dari lingkungan. Karena banyak proses permintaan seperti yang ada dalam ilmu ekonomi, maka pengeksploitasian terhadap bahan baku akan semakin tinggi. Contohnya permintaan akan furniture kayu akan mempercepat proses eksploitasi terhadap hutan-hutan terutama hutan-hutan di kawasan tropis. Solusinya, kita sebagai manusia harus tahu diri dan jangan terlalu rakus. Kita juga harus membiasakan untuk hidup sederhana dan jangan terlalu mengikuti pole trend yang berkembang pada saat ini. Kerusakan Lingkungan Hidup Buat Manusia Tenggelam, dalam hal ini artikel ini membahas tentang Antropogeografi, khusunya mengenai pertumbuhan penduduk. Dalam hal ini artikel ini mengambil kota Jakarta di Indonesia sebagai objeknya. Dalam hal ini dikatakan bahwa pertumbuhan penduduk di Indonesia sudah sangat tinggi, dan mayoritas orang tinggal di Jakarta, dan parahnya hamper semua orang di Jakarta memiliki kendaraan sendiri. Inilah yang dikatakan membuat manusia tenggelam. Tenggelam dalam lingkungan yang penuh sesak dengan banyaknya manusia, atau tenggelam di air yang akan naik hingga 7 meter apabila es di kutub mencair akibat global warming, yang banyak ditimbulkan oleh polusi udara yang selain dihasilkan oleh limbah pabrik dihasilkan pula oleh asap kendaraan bermotor.

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 5

Solusinya, sekarang sudah banyak perusahaan mobil, yang mengembangkan mobil berjenis hibrida yaitu mobil yang tujuan untuk mengurangi polusi di udara. Yang kedua pemerintah menjamin keselamatan dan kenyamanan rakyatnya dalam menggunakan kendaraan umum, agar penggunaan terhadap kendaraan pribadi berkurang.

LAMPIRAN ARTIKEL
Warga jangan sembarangan buang sampah Puluhan sungai terancam dangkal
KALIGAWE - Banyaknya warga yang membuang sampah pada aliran-aliran sungai di Kota Semarang, mengakibatkan puluhan aliran sungai terancam dangkal. Akibat pendangkalan itu, wilayah Semarang Utara rawan banjir. Dari pantauan Wawasan di lapangan, sedikitnya sepuluh aliran sungai terancam dangkal, akibat banyaknya sampah dan gundukan tanah yang muncul di tengah sungai. Akibat gundukan tanah tersebut, beberapa sungai telah ditumbuhi tanaman enceng gondok. Beberapa sungai yang terancam dangkal dan mengakibatkan banjir, di antaranya Kali Banjir Kanal Timur, Banjir Kanal Barat, Kali Semarang, Kali Es, Kali, Kali Pacar, Kali Sringin, serta Kali Bringin yang berada di Mangkang pun terancam dangkal dan dipenuhi sampah. Pendangkalan seluruh aliran sungai yang berada di kawasan Kecamatan Gayamsari saat ini, mencapai 80 persen dari kedalaman sungai. Sehingga, kapasitas sungai semakin berkurang. Sedang ruang untuk menampung air hanya 30 sentimeter dari bibir sungai. Akibatnya, saat hujan turun, sungai meluap dan membanjiri rumah warga. Kepala Dinas ESDM dan PS DA Kota Semarang, Ir Fauzi MT, mengatakan, pendangkalan sejumlah sungai di Kota Semarang, diakibatkan banyaknya warga yang membuang sampah ke sungai, dan banyaknya perumahan warga yang terlalu mepet ke aliran sungai. ’’Ratarata pendangkalan sungai disebabkan lumpur, dan sampah yang terus menumpuk di dasar sungai,’’ ungkap Fauzi, saat dihubungi melalui telepon, Rabu (6/1) kemarin.

Pengerukan Menurut Fauzi, pihaknya telah mengupayakan melakukan pengerukan, tetapi terhambat pemukiman penduduk yang berada di sepanjang sungai. Saat ini, PSDA sedang melakukan normalisasi Kali Tenggang, yang kini telah mencapai 70 persen, namun sembilan rumah warga di Kelurahan Tambakrejo, masih terkendala pembebasan lahan. "Setiap hari, pengerukan sampah dan enceng gondok di semua aliran sungai di Semarang selalu dilakukan, namun setiap dibersihkan, pasti akan muncul lagi sampah karena tidak ada kesadaran masyarakat untuk tidak membuang sampah ke sungai," katanya.

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 6

Tak hanya itu, lanjut Fauzi, setiap tahun pihak PSDA juga selalu melakukan pengerukan sungai secara bergantian, dengan setiap tahun satu sungai yang dikeruk. Menurutnya, pendangkalan sungai di Semarang sudah sangat parah, sehingga untuk melakukan pengerukan secara total, membutuhkan anggaran yang tak sedikit. "Saat akan melakukan pengerukan, kendala pertama kami, yaitu menggunakan alat berat. Namun, kami kesulitan membawa alat berat ke lokasi, karena hampir di sepanjang sungai berdiri pemukiman liar. Kendala lainnya, adalah terbatasnya anggaran yang tersedia, sehingga harus bersabar dan tahun depannya lagi untuk melakukan pengerukan, " tandas Fauzi. Karena itu, untuk menetralisasi terjadinya penumpukan lumpur dan sampah di sungai, pihak PSDA berharap Pemerintah Daerah menyosialisasikan ke masyarakat, agar tidak melakukan penambangan pasir di sekitar hulu, dan tidak membuang sampah ke sungai. "Pembuangan sampah secara sembarangan, akan menimbulkan pendangkalan dan penyumbatan, karena sedimentasi terbentuk dari unsur tanah dan sampah," katanya. Fauzi menambahkan, kebiasaan masyarakat membuang sampah ke sungai akan menimbulkan dampak buruk, dan menyebabkan rawan banjir. "Selama ini kami akui banyak warga yang kurang sadar menjaga aliran sungai, sehingga mereka membuang sampah sembarangan. Kebiasaan yang salah ini bisa mengakibatkan kondisi aliran sungai tersumbat dan bisa menimbulkan banjir. Dampaknya masyarakat juga yang merasakan, " jelasnya. Fauzi juga meminta kepada masyarakat, terutama bagi warga yang tinggal di bantaran sungai, jangan membuang sampah di aliran sungai. "Meski telah dilakukan pengerukan, tapi jika kebiasaan masyarakat masih tetap membuang sampah di sungai, tidak selang lama, sungai itu akan dangkal dan kembali lagi banjir," tukasnya. nov-die

Miskin & Lingkungan, Dua Sisi Mata Uang, 26 Januari 2008 on Sunday, 27 January 2008
Views : 4785

Apa kaitan lingkungan hidup dengan pemiskinan? South to South Film Festival atau disingkat StoS 2008 menggambarkannya pada pembukaan, di hari pertama festival. South bersirat dengan kemiskinan karena kekayaan sumber daya alamnya, yang selalu dibutuhkan oleh North (negara industri). Itu yang disiratkan Rahmat Witoelar pada pidato pembukaan StoS 2008. “Kemiskinan dan lingkungan hidup bagaikan dua mata uang yang sama. Bila masyarakat miskin maka lingkungan pun akan rusak, begitu pun sebaliknya, lingkungan yang rusak

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 7

akan membuat masyarakat semakin miskin”, ungkap Rachmat Witoelar sebagai Menteri Lingkungan Hidup Republik Indonesia saat sambutan Pembukaan StoS 2008, di Goethe Institute, Jakarta (25/1).

Menurutnya kerusakan sumber daya alam akan menjadi pangkal tolak kerusakan sisi kehidupan lainnya. Untuk itu tanggung jawab kebersihan dan keberlanjutan lingkungan hidup tidak hanya pada otoritas kebijakan saja, tetapi juga pada masyarakat. “Selama ini ada persepsi bahwa kerusakan lingkungan hidup akibat dari kesalahan kebijakan dalam eksploitasi sumber daya alam di sektor tambang dan kehutanan. Namun sebenarnya permasalahan dalam pelestarian lingkungan hidup begitu kompleks”, ujar Rahmat. “Melalui acara StoS 2008 ini masyarakat dapat menyampaikan kritik, pesan dan masukannya untuk lingkungan hidup ini”, jelas Witoelar. Menurut Voni Novita sebagai Ketua Penyelenggara StoS 2008, dengan tema Vote for Live menggambarkan bahwa setiap orang dilahirkan untuk memilih memperjuangkan kehidupan, berdasarkan apa yang dilihat dan dirasakannya. Tema lainnya adalah We are Connected, karena ingin menghubungkan antara apa yang terjadi di hulu, kawasan eksploitasi sumber daya alam, daerah hilir yang merupakan daerah-daerah yang memanfaatkan sumber daya alam tersebut. “Dengan acara StOS ini diharapkan ada pembelajaran masyarakat untuk kritis dan peduli akan kondisi lingkungan hidup,” kata Novita. Sebagaimana Siti Maemunah menjelaskan bahwa masalah lingkungan hidup bukan hanya masalah sederhana menyangkut sampah tetapi juga berkaitan dengan politik dan sebagainya. Dalam setiap keputusan politik itu warganegara memiliki suara yang turut menentukan pula. Salah satunya dapat diwujudkan melalui poster dan penulisan pesan di pohon pesan untuk Presiden 2009 yang ada di acara ini. Konsep film dan foto dalam Festival Film Lingkungan Hidup ini bertujuan agar terjalin komunikasi antara masyarakat di kawasan eksploitasi dengan para pengunjung yang merupakan masyarakat pengguna dari hasil sumber daya alam (tambang dan migas). Film dalam StoS 2008 berjumlah 16 film hasil seleksi Tim Kurator dari IKJ, Ragam, dan Gekko Studio. Semula film yang masuk berjumlah 74 film. Dari 16 film yang masuk itu merupakan film yang dianggap sesuai untuk tema Vote for Live. Jumlah ini meningkat dibandingkan StOS 2006 yang hanya berjumlah 5 film. StoS 2008 akan berlangsung dari 25-27 Januari 2008. Berisi pemutaran film, pameran foto

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 8

dan bincang-bincang dengan dimeriahkan lomba poster dan puisi. Lebih dua ratus orang memenuhi ruangan Goethe Institute. Ada 32 media cetak dan elektronik juga hadir, termasuk media-media yang memberitakan gaya hidup, macam Gadis, Cosmopolitan, femina dan lainnya. Pembukaan ini juga dihadiri Direktur Goethe Institute, Frans Sever Agustin. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa StoS merupakan salah satu upaya pemecahan masalah ekologi dan masyarakat sipil. Itulah mengapa, ia memilih mendukung acara ini.

Kerakusan Merusak Lingkungan
Senin, 25 Januari 2010 | 02:42 WIB Oleh William Chang ”Kamu akan kehilangan hakmu, yang akan dirampas oleh orang- orang asing dan para spekulan, yang pada gilirannya akan menjadi tuan dan pemilik; sedangkan kamu, hai anakanak negeri, akan terusir dan tidak akan menjadi apa-apa, selain kuli dan sampah Pulau Kalimantan!” (Charles Brooke, 1915). Tembang Raja Putih asal Sarawak di atas mulai terbukti. Banjir, pencemaran air, udara, dan penggundulan hutan termasuk buah perilaku spekulan yang rakus mengeruk pertambangan. Begitu pula dengan pemanasan global. Hasil semaksimal mungkin dalam tempo sesingkat-singkatnya jadi target. Sementara itu, dampak negatif penambangan belum sungguh dikaji dan dievaluasi. Kerakusan ini tampak dalam keinginan manusia yang berlebihan dan tak terkontrol. Yang diingini bukan hanya harta benda, tetapi juga penaklukan sesama manusia (J Childress). Watak patologis ini, antara lain, berbentuk kecenderungan manusia makan sampai kekenyangan karena tertekan. Manusia berkeinginan besar dan berjuang meraih tujuannya dengan segenap tenaga (Erich Fromm). Jika kerakusan ini dibiarkan, hutan (lindung) kita akan terus berkurang (RI kehilangan hutan 1,6-3,5 juta hektar per tahun). Tambang dikeruk sepuas-puasnya. Hasil tambang dikirim ke luar negeri, banyak warga sekitar daerah tambang jadi penonton pasif yang tak dilibatkan untuk mengolah tambang. Tak heran, ketegangan sosial mewarnai kawasan-kawasan tambang. Tanggung jawab Koordinasi pemberian izin antarinstansi pemerintah dalam bidang pertambangan adalah sebuah kemutlakan. Pemberian izin ini seharusnya mencegah perusakan anasir alam sekitar, seperti hutan lindung. Pemilik pertambangnan umumnya berprinsip to kill two birds with one stone. Selain mendapat tambang, kayu- kayu dari pepohonan dapat diduitkan.

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 9

Perusakan lingkungan hidup akan kian parah kalau pemerintah tak sungguh-sungguh memantau dan mengevaluasi penambangan di Tanah Air. Setiap pemberi izin mengemban tanggung jawab moral demi keselamatan lingkungan. Sebuah studi kelayakan menyeluruh sungguh diperlukan. Tanggung jawab jangka pendek mencakup sistem kontrol terpadu dan terencana atas proses penambangan dan dampak samping bagi lingkungan hidup, sedangkan tanggung jawab jangka panjang berupa penghargaan atas hak- hak dasar generasi mendatang untuk mewarisi keadaan lingkungan hidup yang sehat dan baik. Sebagai pengguna teknologi modern, manusia termasuk manipulator alam terterampil. Kekayaan alam digarap habis tanpa mengingat masa depan yang sehat bagi generasi mendatang. Menghadapi keprihatinan dalam dunia pertambangan di seluruh dunia, B Haering pernah mengajukan minimal dua langkah strategis penyelamatan lingkungan hidup. Pertama, pendidikan dan kesadaran ekologis sungguh diperlukan dalam menanggapi proses perusakan lingkungan hidup. Sistem pendidikan kita perlu terintegrasi dengan program perbaikan lingkungan. Lingkungan hidup yang bersih, sehat, dan bebas polusi memengaruhi mutu hidup manusia. Kedua, tak disadari sejak beberapa dekade silam lingkungan hidup telah menjadi isu politik. Malah ada parpol tertentu, misalnya di Swedia dan Jerman, yang mengangkat lingkungan hidup sebagai isu utama program mereka. Pemimpin-pemimpin politik menyuarakan pembelaan masa depan lingkungan hidup yang baik. Keputusan politik pun perlu mempertimbangkan akibat yang menimpa lingkungan. Penyelamatan lingkungan hidup di Tanah Air, khususnya di Kalimantan, akan terwujud kalau melibatkan pemerintah (pusat dan daerah) sebagai pemberi izin dan penanggung jawab utama, perusahaan pertambangan, LSM yang bersih, dan masyarakat di sekitar pertambangan. Pemerintah sebaiknya meninjau ulang pemberian izin atau menghentikan kontrak jika usaha pertambangan ternyata merugikan bangsa, menimbulkan keresahan sosial, dan tak mendukung perwujudan keadilan sosial. Sebagai negara yang berusia hampir 65 tahun, seyogyanya segenap komponen bangsa perlu memikirkan bahaya agresivitas ketamakan dan kerakusan manusia. Merusak tanah, air dan kandungan di dalamnya berarti merusak hidup manusia kini dan di masa depan. William Chang Ketua Program Pascasarjana STT Pastor Bonus

Bumi Semakin Rusak, Akibat Ulah Manusia
Jum, 06/05/2009 - 11:20

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 10

DENPASAR, - Sedikitnya telah terjadi sepuluh jenis kerusakan di muka bumi akibat ulah manusia, sehingga menimbulkan berbagai konflik dan permasalahan. Salah satu kerusakan bumi tersebut, naiknya suhu bumi yang sangat berpengaruh terhadap perubahan iklim, kata Drs I Ketut Wiana, dosen Institut Hindu Dharma Negeri (IHDN) Denpasar, Jumat (5/6). Ia mengatakan hal itu ketika tampil sebagai pembicara pada konferensi internasional yang membahas tentang agama dan budaya, termasuk keterkaitan air pada South and Southeast Asia Association for Study of culture and religion (SSEASR) ke-3, yang melibatkan 506 peserta dari 61 negara. "Naiknya suhu bumi sangat memengaruhi iklim global yang kondisinya semakin tidak menentu. Musim hujan melebihi batas waktu dan musim kering dirasakan jauh lebih kering dari biasa," kata Wiana yang juga pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI), majelis tertinggi umat Hindu. Dampak tidak menentunya iklim kini sangat serius bagi kehidupan umat manusia maupun kehidupan bidang pertanian, yang menjadi sumber kehidupan umat manusia. Prof Emil Salim berpendapat, sepuluh kerusakan bumi akibat bergesernya gaya hidup manusia dari needs ke wants, yakni dari hidup berdasarkan kebutuhan menjadi hidup berdasarkan keinginan. Kondisi itu menyebabkan ada pihak yang hidup berlebihan, namun tidak sedikit pula yang masih hidup di bawah garis kemiskinan. Untuk itu perlu kesadaran dan peran semua pihak untuk mengatasi kerusakan lingkungan khususnya perubahan iklim dengan menghijaukan dan menghutankan lahan kritis di muka bumi. "Upaya yang memerlukan gerakan berkesinambungan dan waktunya cukup lama tersebut, sekaligus untuk menyediakan air buat kebutuhan bagi umat manusia dan makluk hidup lain," tutur Ketut Wiana.

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 11

sumber : kompas.com

Kerusakan Lingkungan Buat Manusia Tenggelam

Rabu, 19 April 2006 14:14

Kapanlagi.com - Menteri Negara (Meneg) Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar mengingatkan, dampak paling mengerikan dari kerusakan lingkungan adalah udara di muka bumi akan "sumpek" (sesak) dan bahkan semua manusia akan tenggelam. "Salah satu contohnya adalah banyaknya emisi gas buang atau C02 yang akan menyebabkan bumi ini menjadi sumpek dalam 10 hingga 20 tahun ke depan," katanya dalam seminar tata ruang di Jember, Jatim, Rabu. Selain itu, akibat memanasnya suhu di permukaan bumi, maka es di kutub akan mencair, sehingga kenaikan air laut bisa mencapai enam hingga tujuh meter. Pada kenaikan seperti itu, maka seluruh permukaan bumi akan tenggelam. "Sekarang tinggal pilih, kita ini mau mati sumpek atau mati kelelep (tenggelam). Makanya

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 12

kalau ada banyak peringatan mengenai lingkungan itu, jangan main-main karena dampaknya luar biasa," ujarnya. Ia mengemukakan, kondisi bumi itu seperti bola yang di luarnya diselimuti oleh plastik. Manusia dan makhluk lainnya berada diantara bagian luar bola dan bagian dalam plastik tersebut. "Makanya kalau udara dan alam ini dikotori oleh kita, maka pada hakekatnya adalah kita ini mengotori diri sendiri," tuturnya. Adanya berbagai bencana di Tanah Air akhir-akhir ini, disebabkan oleh prilaku mayarakat dan kebijakan pemerintah pada puluhan tahun yang lalu yang baru dirasakan dampaknya pada belakangan ini. "Orang menyebut bahwa tidak ada illegal logging setiap ada banjir dan longsor. Sekarang mungkin memang tidak ada illegal logging, tapi sepuluh tahun yang lalu ada," paparnya. Ia meminta semua komponen masyarakat, khususnya mereka yang bergerak di bidang usaha, betul-betul memperhatikan tata ruang yang ada di suatu wilayah, agar usaha yang mereka dirikan tidak berdampak jelek pada lingkungan. "Tata ruang suatu wilayah itu kan harus disetujui oleh DPRD, makanya kalau tata ruangnya tidak memperhatikan lingkungan, tolong DPRD jangan meloloskan usulan tata ruang itu," ujarnya. Ia juga membantah angapan bahwa upaya dirinya dalam pelestarian lingkungan itu, merupakan bentuk dari ketidaksukaannya pada pengusaha. "Saya bukan anti pengusaha. Tapi saya memang anti terhadap pengusaha yang tidak memperhatikan lingkungan," kata Rachmat Witoelar, menegaskan. (/rit)

END.

MAKALAH GEOGRAFI SMA KANISIUS

Page 13

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->