P. 1
SURAT KUASA Kelompok 1 Praper

SURAT KUASA Kelompok 1 Praper

|Views: 1,549|Likes:
Published by egaputra2800
presentasi yang dibuat sebgai tugas kuliah.
presentasi yang dibuat sebgai tugas kuliah.

More info:

Published by: egaputra2800 on Feb 13, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/13/2012

pdf

text

original

SURAT KUASA

Kelompok 1:

Dasar Hukum
• Pasal 1792-1819 KUHPerdata • Pasal 123 HIR

Pengertian Surat Kuasa
Definisi tentang surat kuasa sampai saat ini masih menimbulkan perdebatan. Pada dasarnya tidak ada aturan hukum apapun yang memberikan definisi tentang surat kuasa, sehingga untuk lebih memahami perlu diketahui terlebih dahulu apa itu pemberian kuasa. Pemberian kuasa adalah suatu perjanjian dengan mana seorang memberikan kekuasaan kepada orang lain, yang menerimanya, untuk atas namanya menyelenggarakan suatu urusan. (Pasal 1792 KUHPerdata)

• Persetujuan Unsur persetujuan ini harus memenuhi syarat-syarat persetujuan sebagaimana dalam pasal 1320 KUHPerdata. • Memberikan kekuasaan untuk menyelenggarakan suatu urusan • Atas nama pemberian kuasa

Pemberian kuasa dalam pasal 1792 KUHperdata mengandung unsur:

Cara Pemberian Kuasa
• Lisan • Tertulis Namun sejumlah ketentuan Undang-Undang mewajibkan surat kuasa terikat pada bentuk tertentu, antara lain Pasal 1171 KUHPerdata yang menyatakan kuasa untuk memberikan hipotik harus dibuat dengan suatu akta otentik, kuasa Pasal 85 ayat (1) UUPT menyatakan bahwa kuasa yang mewakili pemegang saham ketika menghadiri RUPS harus didasarkan pada surat, pasal 1683 KUHPerdata menyatakan si penerima hibah dapat memberi kuasa kepada seseorang lain dengan suatu akta otentik.

Bentuk Pemberian Kuasa
• Secara khusus • Secara umum (Pasal 1795 KUHPerdata)

Pada umumnya surat kuasa terdiri dari:
1. Identitas pemberi kuasa 2. Identitas penerima kuasa 3. Hal yang dikuasakan, disebutkan secara khusus dan rinci, tidak boleh mempunyai arti ganda 4. Waktu pemberian kuasa 5. Tanda tangan pemberi dan penerima kuasa

Untuk beracara di Pengadilan, maka:
HARUS dilakukan dengan Surat Kuasa Khusus (sesbagaimana Fatwa MA No. 513K/Sip/1973)  Perlu diperhatikan bahwa Penerima Kuasa Khusus tidak diperbolehkan melakukan tindakan yang melampaui kuasa yang diberikan kepadanya (Pasal 1797 KUHPerdata)

Hak-hak:
• Hak Substitusi : hak untuk mengalihkan sebagian maupun seluruhnya kuasa yang diberikan kepada si penerima kuasa kepada pihak ketiga. Surat Kuasa substitusi dapat diterbitkan apabila dalam surat kuasa semula diberikan klausula tentang hal itu. Hak substitusi ini untuk menghindari Si Penerima Kuasa tidak dapat hadir dalam persidangan, sehingga Ia mengganti kepada pihak lain, dan persidangan masih dapat berjalan.  Sebagian: hanya pada saat tertentu, antara Kuasa Hukum 1 dan Kuasa Hukum 2, misalnya pada saat tahap jawaban atau duplik.  Seluruhnya (Penuh) : Kuasa Hukum 2 menyelesaikan perkara yang sebelumnya dilakukan oleh Kuasa Hukum 1. PENTING: Dalam melakukan hak substitusi ini harus sepengetahuan dan izin dari Pemberi Kuasa (Penggugat/Tergugat)

• Hak Honorarium : honor atau persekot (Pasal 1794 dan 1808 KUHPerdata) • Hak Retensi : hak unutk menahan alat bukti (Pasal 1812 KUHPerdata)

PERMOHONAN
Disebut juga dengan nama Jurisdictie Voluntair Termasuk salah satu cara untuk berperkara dalam hukum acara perdata selain gugatan. Belum ada definisi atau aturan hukum yang jelas untuk mengatur permohonan secara khusus, namun berperkara dengan cara permohonan diatur dalam pasal-pasal tertentu.

Ciri khas permohonan
• hanya ada satu pihak, yaitu pemohon. Permohonan dapat diajukan oleh seorang pemohon atau beberapa orang pemohon secara bersama-sama. • tidak ada sengketa • hasilnya berupa penetapan hakim. • tidak ada tahap jawab menjawab. • hakimnya tunggal.

Perbedaan antara gugatan dan permohonan
Gugatan = Putusan Hakim bersifat Dillatoir Permohonan = Putusan Hakim bersifat Declatoir • Declatoir = Hasilnya berupa penetapan hakim. • Dillatoir = Hasilnya berupa putusan hakim.

Con’t
PERMOHONAN SATU PIHAK TIDAK ADA SENGKETA HASIL BERUPA PENETAPAN HAKIM TIDAK ADA TAHAP JAWABMENJAWAB HAKIM TUNGGAL Contoh : penolakan warisan. GUGATAM MINIMAL DUA PIHAK ADA SENGKETA HASIL BERUPA PUTUSAN HAKIM ADA TAHAP JAWAB MENJAWAB HAKIM BERUPA MAJELIS Contoh = sengketa jual beli.

Permohonan dibagi menjadi dua macam, yaitu :
• Permohonan tanpa proses pengadilan. Contoh : 1. Penolakan warisan, sehingga ahli waris lain yang berhak menerima warisan. 2. Permohonan penawaran uang sewa (menitipkan ke pengadilan supaya pengadilan yang membayarkan uang tersebut).

Con’t
• Permohonan dengan proses pengadilan. 1. Ganti nama keluarga. 2. Pembuatan akta kelahiran yang terlambat. 3. Kawin dibawah umur 4. Warisan anak dibawah umur, supaya walinya saja yang memegang warisan tersebut.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->