P. 1
bab II

bab II

|Views: 2,961|Likes:
Published by novrykindangen
MANAJEMEN OPERASI HUHATE DALAM RANGKA PEMANFAATAN SUMBERDAYA CAKALANG DI LAUT SULAWESI
MANAJEMEN OPERASI HUHATE DALAM RANGKA PEMANFAATAN SUMBERDAYA CAKALANG DI LAUT SULAWESI

More info:

Published by: novrykindangen on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/21/2013

pdf

text

original

Titik pulang pokok adalah volume penjualan di mana penghasilannya

(revenue) tepat sama besar dengan biaya total, sehingga perusahaan tidak

mendapat keuntungan atau kerugian, sedangkan menurut Riyanto (1991), analisa

break-even adalah suatu tehnik analisa untuk mempelajari hubungan antara biaya

tetap, biaya variabel, keuntungan dan volume kegiatan.

Menurut Arifin dan Fauzi (1999), analisis impas (break-even) dapat

diterapkan dalam perusahaan secara efektif, jika :

8

1. Biaya dapat dipisah menjadi biaya tetap (fixed cost) dan biaya variabel

(variable cost).

2. Unit yang terjual sama dengan unit yang diproduksi atau yang dihasilkan.

3. Produk yang dijual terdiri dari satu jenis, atau jika lebih dari satu jenis

komposisi dari masing-masing jenis dianggap tetap.

Titik impas (Break Even Point) dengan pendekatan matematis didapatkan

dalam satuan unit dan satuan mata uang. Untuk titik impas dalam satuan unit

diperoleh dari hasil pembagian antara biaya tetap dengan selisih antara harga jual

terhadap biaya variabel dari setiap unit produk yang dihasilkan. Untuk hasil titik

impas dalam satuan mata uang diperoleh dari pembagian antara biaya tetap

dengan selisih antara satu dengan perbandingan biaya variabel terhadap harga jual

untuk masing-masing unitnya.

Riyanto (1991), mengatakan bahwa perhitungan break-even point dengan

menggunakan rumus aljabar dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu :

1. Atas dasar unit

2. Atas dasar sales dalam rupiah

a) Perhitungan break-even point atas dasar unit (Kg) dapat dilakukan dengan

menggunakan rumus.

BEP (Dalam Kg) =

V
PFC

-

Di mana :

6

P = harga jual per Kg

V = biaya variabel per Kg

FC = biaya tetap

b) Perhitungan break-even point atas dasar penjualan dalam rupiah dapat

dilakukan dengan menggunakan rumus aljabar sebagai berikut :

BEP (dalam Rp) =

PV

-

1

FC

Di mana :

FC = biaya tetap

V = biaya variabel per Kg

P = harga jual per Kg.

Salah satu cara untuk menentukan break-even point adalah dengan

membuat gambar break-even. Dalam gambar tersebut akan nampak garis-garis

biaya tetap, biaya total yang menggambarkan jumlah biaya tetap dan biaya

variabel, dan garis penghasilan penjualan.

8

Gambar 4 .Grafik titik impas (Break even point)

Sumber : http://www.12manage.com/methods_break-even_point.html

Besar volume produksi/penjualan dalam unit nampak pada sumbu

horizontal (sumbu X) dan besarnya biaya dan penghasilan penjualan akan nampak

pada sumbu vertikal (sumbu Y).

Break-even dalam Gambar 2 dapat ditentukan pada titik di mana terjadi

persilangan antara garis penghasilan penjualan dengan garis biaya total. Apabila

dari titik tersebut kita tarik garis lurus vertikal ke bawah sampai sumbu X, akan

nampak besarnya break-even dalam unit. Kalau dari titik itu ditarik garis lurus

horizontal ke samping sampai sumbu Y, akan nampak besarnya break-even dalam

Rupiah (Riyanto, 1991).

Analisa titik impas diperlukan dalam mengukur keuntungan dan efisiensi

produksi, menurut Arifin dan Fauzi (1999), perencanaan untuk mendapatkan laba

yang diinginkan dapat dilakukan dalam beberapa cara diantaranya :

(Kg,Rp)

Kg

Rp

6

1. Meminimumkan biaya produksi dan biaya operasional dengan tujuan

mempertahankan tingkat harga jual dan volume penjualan.

2. Menentukan harga jual dengan laba yang direncanakan dan meningkatkan

penjualan secara maksimal.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->