P. 1
Skripsi Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan Sosial

Skripsi Pendidikan Dan Ilmu Pengetahuan Sosial

|Views: 3,012|Likes:
Published by chepimanca

More info:

Published by: chepimanca on Feb 14, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

07/22/2013

pdf

text

original

Pemahaman tentang pelaksanaan pendidikan di sekolah tidak lain adalah

bagaimana sekolah menjalankan kegiatan belajar mengajar berdasarkan sistem

Pendidikan Nasional, guna mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan. Oleh

karena kegiatan belajar mengajar merupakan strategi utama dari pelaksanaan

pendidikan di sekolah, maka peristiwa proses berlangsungnya kegiatan belajar (oleh

siswa) dan mengajar (oleh guru) merupakan obyek yang tetap menarik dan perlu

untuk terus dilakukan pembahasan dan penelitian. Terlebih dengan semakin

berkembangnya tuntutan - tuntutan baru tentang hasil pendidikan dan koreksi

menyeluruh terhadap nilai yang dirasakan sudah tidak memberi muatan lebih pada

wilayah ilmu pengetahuan bagi generasi mendatang.

Menyadari keadaan dcmikian, banyak pihak baik yang secara langsung maupun

tidak, ikut bertanggung jawab terhadap keberhasilan pendidikan khususnya

pelaksanaan di sekolah, secara terus menerus berupaya melakukan perbaikan

peningkatan, serta pengembangan menyangkut unsur - unsur yang menentukan dalam

1

12

proses belajar mengajar. Upaya sungguh - sungguh yang dilakukan oleh pemerintah

c.q. Dinas Pendidikan Nasional dalam rangka memberdayakan pendidikan di sekolah,

pada kenyataannya selalu memperoleh tanggapan yang memadai dari pihak guru dan

siswa, sekaligus adalah tantangan. Tidak ada satupun dari upaya tersebut yang

memunculkan dilema kecurigaan, oleh karena perbaikan dan

peningkatan mutu

proses beiajar mengajar adaiah persoalan nilai yang harus ditanamkan pada peserta

didik sebagai suatu rasa tanggung jawab mengemban tugas dan kewajiban seorang

guru.

Wujud peningkatan mutu pendidikan di sekolah dapat kita cermati antara lain

dengan ditertibkannya buku paket yang telah disesuaikan dengan kurikulum yang

berlaku untuk semua mata pelajaran, walaupun secara bertahap. Terhadap upaya

tersebut siapapun tidak dapat menyangkal bagaimana pentingnya sebuah buku dalam

proses beiajar mengajar, terlebih jika buku itu mempunyai mutu yang standar. Bagi

guru, adanya buku paket, upaya transformasi nilai dan ilmu pengetahuan mempunyai

pijakan yang formal, walau pun nantinya harus menyesuaikan dengan tatanan kondisi

dan situasi yang konstektual.

Pemahaman betapa pentingnya sebuah buku dalam proses beiajar mengajar

memperoleh yang apa oleh banyak pihak. Buku materi pelajaran telah banyak

jumlahnya yang menawarkan pola pembahasan yang memiliki keragaman sendiri

-sendiri. Setidaknya dapat memperluas wawasan berfikir siswa, karena buku - buku

pendamping tersebut biasanya lebih bersifat pengembangan hal pokok dari materi

pembahasan. Munculnya buku - buku penunjang sepatutnya kita hargai dalam

13

proporsi sebagai pemicu bangkitnya minat, menambah kedalaman nilai dan ilmu

pengetahuan. Dengan senantiasa membenkan motivasi yang tinggi terhadap budaya

membaca bagi siswa, sebab kalau tidak justru akan membuat beban tersendiri

terhadap pelaksanaan PBM.

Menyesuaikan dengan kebijaksanaan Dinas Pendidikan Nasional dalam rangka

melaksanakan kurikulum yang raenitik beratkan asas kompentensi, disampaing revisi

dan penyempumaan terhadap mated pelajaran melalui buku pelajaran ditempuh pula

penyaraaan visi dan persepsi guru terhadap pelaksanaan kurikulum 1994 tersebut. Ini

penting, karena keberhasilan pendidikan terutama di MTS sebagai lembaga

pendidikan dasar juga sangat tergantung pada pelaksanaan pendidikan yaitu guru

sebagai ujung tombak, artinya strategi belajar mengajar yang diterapkan seyogyanya

juga memerlukan penekanan - penekanan pada aspek kompetensi.

Pada sisi lain, ketika persoalan mutu pendidikan menjadi sebuah tujuan guru

menemukan model strategi belajar mengajar yang tidak saja mengutamakan buku

materi pelajaran sebagai sumber pembelajaran tetapi juga buku yang disebut LKS

(Lembar Kerja Siswa). Di awal perkembangannya, LKS hanya dipergunakan pada

mata pelajaran tertentu saja, tetapi sekarang ini hampir seluruh mata pelajaran

mempergunakan, terus terang belum banyak pihak yang mengadakan pembahasan /

penelitian terhadap efektifitas PBM dengan LKS, yang kami maksudkan adalah

sejauh mana LKS memegang peranan pada proses belajar mengajar dalam

hubungannnya dengan alokasi waktu, teknik penggunaan, keadaan guru dan siswa,

korelasinya dengan materi pelajaran yang berarti dibanding dengan jika tanpa

14

menggunakan LKS. Idealnya PBM dengan LKS mampu menciptakan suasana kelas

pada suatu keadaan yang komunikatif, lebih variatif, serta peserta didik termotivasi

untuk ingin tabu terhadap konsep - konsep yang ditawarkan, namun menurut

pengamatan dan pengalaman penulis, selama ini belum semua guru menggunakan

LKS tersebut sesuai dengan fungsi dan porsi yang sebenarnya. LKS digunakan hanya

dalam kondisi tertentu dengan tujuan dan cara - cara yang kurang proporsional,

misalnya:

1.Pada saat guru yang bersangkutan tidak mengajar atau sedang malas mengajar,

maka siswa disuruh mengerjakan LKS, dengan tujuan agar tidak ramai sehingga

mengganggu kelas yang lain, setelah dikerjakan tidak dilakukan pembahasan atau

pemeriksaaan, sehingga tidak diketahui bagaimana hasil pekerjaan siswa tersebut.

2.LKS dibahas bersama siswa dalam waktu tersendiri, terpisah dari waktu dan

tujuan yang telah diprogramkan dalam satuan pelajaran tujuannya disamping

memberikan latihan pada siswa, juga dimaksudkan untuk sekedar mengisi waktu

kosong atau sisa waktu cadangan.

Kondisi semacam ini dimungkinkan karena beberapa hal sebagai berikut:

1.Guru kurang berminat menggunakan LKS karena dipandang tidak / kurang perlu,

namun lingkungan di sekolah, mendorong agar dia menggunakan LKS.

2.Guru belum memahami fungsi LKS dalam kegiatan belajar mengajar, sehingga

dia tidak tahu bagaimana menggunakan secara tepat.

3.LKS yang dipergunakan susunannya tidak sesuai dengan program pengajaran

yang telah dirumuskan, karena tidak dibuat oleh guru yang bersangkutan,

15

melainkan rnembeli dari penerbit.

Untuk menjawab permasalahan itulah pembahasan dan penelitian ini dilakukan,

sekaligus berusaha mengungkapkan problematika yang ada dan mencari solusi

pemecahan masalah yang tepat. Pada akhimya diharapkan dapat memperbaiki

kegiatan belajar mengajar, khususnya mata pelajaran PPKn siswa kelas 1 di MTs

Talun Sumberrejo, sehingga dapat meningkatkan tercapainya tujuan pembelajaran.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->