P. 1
Konsep Dasar Penyakit Keperibadian

Konsep Dasar Penyakit Keperibadian

|Views: 758|Likes:
Published by irvan_adilla482

More info:

Published by: irvan_adilla482 on Feb 15, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/07/2012

pdf

text

original

BAB I KONSEP DASAR PENYAKIT A.

PENGERTIAN Sifat kepribadian adalah pola prllaku yang' rnerefleksikan bagaimana orang merasakan, berhubungan, dan berpikirtentangdiri rnereka sendiri dan Iingkungannya Sifat inirnemarnpukan orang untuk mengendalikan lingkungan mereka .dan menyesuaikan diri dcngan stresor soaial dan personal. Hanya jib sifat kepribadian mcnjadi kaku, mengalahkan did sendiri, atau rnaladaptif dan menyebabkan gangguan atau ansietas yang serius, maka mereka dianggap rnengalami gangguan kepribadian. Dengan gangguan kepribadian, pengalaman dan perilaku internal seseorang sangat jelas berbedadari norma budaya seseorang, Menurut kriteria 'diagnostikDSM-IV; pola-pola masalah ditunjukkan dalam dua atau lebih iarea berikut : kognitif, afektif, fungsi interpersonal, dan kontrol irnpuls. Gangguar biasanya dirnanifestasikari dalam aktivitas sehari-hari karena perilaku disfungsional adalah sarana yang .digunakan untuk berhubungan dengan orang lain dan untukmemilihi kebutuhan dasar. (Copel, Linda Carman. (2007). Kesehatari Jiwa dan Psikiatri : Pedornan Klinis Perawat, Edisi 2. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.). Menurut para psikolog, perkataan kepribadian itu mempunyai arti yang Iebih dari pada hanya sekedar sifat menarik. Kepribadiansesseorang itu tersusun dari semua sifat yang dirnilikinya. Macam-rnacamsifatItraits). Siflt itu bermacam-macam : 1. Ada yang berkenaan dengan cara orang berbuat, .seperti tekun, tabah dan cepat. 2. Ada yang men~gambarkan sikap, seperti sosiabi litas dan patriotisme. 3. Ada yang bertalian dengan minat seperti e~tetis, atletis, dan sebagainya. 4. Yang terpenting ialah temperament ernosionil, rneliputi optimisrne,

1

pesimisme, mudah bergejolak dan tenang. B. PEN.GELOMPOKAN KEPRlBADIAN Usaha-usaha menggolongkan kepribadian sudah sejak lama dilakukan orang. Pada tahun 180 sesudah masehi, seorang dokter dan penulis Yunani yang bernarna GALENUS rnencoba menggolong-golongkan kepribadian orang atas dasar rsifat rernpramentnya, rnenjadi empat tipe. Yaitu : 1. 2. 3. 4. Choleris (mudah tersinggung) Melancholis (tertekan) Sanguinis (riang), dan Phlegmatic (tenang)

Di zaman modem, DR. ERNST KRETSCHMER seorang psikiatrist dari Austria Mengemukakan dua macarn tipe kepribadian yaitu : . a) Cyclothyme Tipe cyclothyme ditandai dengan sifat-sifat antara lai,n riang, emosi tidak stabil, mudah bergaul dan baik hati, b) Schizothyme. Tipe schizothyme menunjukkan sifat-sitat -antara lain hati-hati dan penuh pertimbangan, peka, gemar pada buku jujur dan tidak banyak bicara. DR. WILLIAM H. SHELDON (Amerika) juga mengemukakan Penggolongan kepribadian. Sheldon mengetengahkan tiga komponen ternperament.yaitu: 1. Viscerotonia 2. Somatotonia 3. Cerebrotonia Pada tahun 450 sebelurn masehi misalnya, filsof Yunani yangbemama HTPPOCRA TES mengemukakan dua tipe bentuk tubuh yaitu kurus dan tegap/kuat, Pada tahun 1700-an Dr. HALLER mengetengahkan tiga tipeyaitu: 1. 2. 3. Kurus/lemah, Tegap/kuat, dan Atlctic.

Sedangkan KRETSCHMER menggunakan 4 kategori, yaitu : 1. Pyknic, gernuk, pendek dan berat

2

2. Leptosome, tinggi kurus. 3. Athletic, antara pyknic dan leptosorne 4. Dysplastic, tidak sirnetris, tidakrnenyerupai tiga tipe lainnya, Keempat ,tipe ini kemudian dibandingkan dengan ' kelainan mental. Dari perbandingan ini ternyata bahwa antara jenis fisik dan jeniskelainan ada hubungan yang erat. Mereka yang tergolong pyknic menderita gejala manicdepressif suasana perasaannya kadang-kadang tinggi kadang-kadang rendah, sedangkan mereka yang leptosome dan athletic menderita apa yang disebut Skizophrenia yaitu cenderung menarik diri dan mengalami depresi. Sheldon menggunakan me~ode yang ilrniah dan efisien untuk. rnengukur bentuk tubuh. Dari penyelidikan yang dilakukannya. Sheldon mengemukakan tiga macam kornponcn yaitu : 1. 2. 3. Endomorphy (Iunak, bulat, gemuk) Mesomorphy (maskuler, berotot kuat) Ectomorphy (kurus) Mcnurut Sheldon tiga kornponen tersebut ada hubungannya dengan polapola psychograph. Meskipun dernikian hal ini masih bisa diperdebatkan. Sifat-sifat kepribadian sering kali dihubungkan dengan sifat-sifat fisik lainnya seperti sifta-sifat wajah. Physiognomy misalnya, mengemukakan bahwa dahi yang tinggi menandakan kecerdasan, rahang persegi melukiskan ketegasan, gigi yang jarang menggambarkan nafsu, alis yang tebal menunjukkan kekejaman, dan kecantikan menandakan kebodohan. GALENUS menggolongkan kepribadian menjadi empat macam temperament, tipe-tipe ini dihubungkan dengan empat cairan dalam cairan tubuh sebagaimana telah dikemukakan oleh HIPPOCRATES. Menurut GALENUS masing-masing tipe, tersebut merupakan akibat dari tidak seimbangnya empat cairan yang ada di dalam tubuh. 1. Terlalu banyaknya empedu kuning menyebabkan orang bersifat choleris dan mudah tersinggung. 2. Terlaiu banyak empedu hitam menyebabkan rnelancholis, mengalami

3

depresi 3. Darah yang berlebihan menyebabkan sanguinis dan penuh sernangat " 4. Sedangkan terlalu banyak lendir rnenyebabkan orang bersifat (Mahmud, Drs. M. Dimyati. (1990). PSIKOLOGI Suatu pengantar Edisi I BPFE. Jogjakarta.). Tabel Dua Belas Dimensi Utama Keperibadiaan 1. Mudah menyesuaikan diri, baik hati, ramah, hangat vs dingin, tidak kenyal 2. Bebas, cerdas, dapat dipercaya vs bodoh, tidak sungguh-sungguh, tidak reflektif 3. Emosi stabil, realistis, gigih vs emosi mudah berubah, suka menghindar (evasif), neorotik 4. Dominan menonjolkan diri vs suka mengalah, menyerah 5. Riang, tenang, mudah bergaul, banyak bicara vs mudah berkobar, tertekan, menyendiri, sedih 6. Sensitif, simpatik, lembut hati vs bebas terbuka, kaku, tak emosional 7. Berbudaya, estetis vs kasar, tak berbudaya 8. Berhati-hati, tahan menderita, bertanggung jawab vs emosional tergantung, influsif, tidak bertanggung jawab. 9. Petualangan, bebas, baik hati vs hati-hati, pendiam, penarik diri 10. Penuh energi, tekun, cepat, bersemangat vs pelamun, lamban, malas, mudah lemah. 11. Tenang, toleransi vs tidak tenang, mudah tersinggung 12. Ramah, dapat dipercaya vs curiga, bermusuhan. Tabel Dua Belas Dimensi Utama Keperibadian. (Muhamad, Drs. M. Dimyati. (1990) PSIKOLOGI Suatu pengantar Edisi I. BPFE. Jogjakarta. phlegmatic, dan tenang.

4

C. KLASIFIKASI GANGGUAN KEPERIBADIAN Pengelompokan Gangguan Keperibadian Tiga pengelompokan gangguan keperibadian yang utama sesuai dengan DSM-IV adalah seperti yang tertera di bawah ini : Pengelompokan A Pengelompokan B Karakteristik Perilaku yang aneh atau Gangguan eksentrik 1. Paranoid 2. 3. Skizoid Skizotipal Prilaku dramatic, emosional, atau tidak mentu 1. Antisosial 2. 3. 4. Ambang histrionic Narsistik Pengelompokan C Perilaku cemas atau sangat ketakutan 1. Menghinda r 2. Bergantung 3. Obsesif-

kompulsif (Copel, Linda Carman. (2007). Kesehatan Jiwa dan Psikiatri : Pedoman KlinisPerawat, wdisi 2. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.) 1) GANGGUAN KEPERIBADIAN KELOMPOK A a) Gangguan Keperibadian Paranoid Ciri dasar gangguan keperibadian paranoid adalah ketidak percayaan dan kecurigaan yang sangat besar kepada orang lai. Pikiran mereka terusmenerus berisi ide bahwaorang lain memainkan tipuan, mengeksploitasi, atau mengakibatkan bahaya. Orang-orang dengan gangguan tersebut selalu berjaga terhadap bahaya yang dipersepsikan ada disekeliling mereka. Mereka suka berahasia, terlalu sensitive, cemburuan, suka beragumentasi, dan agresif. Berbagai kesulitan tampak dibesr-besarkan, semua kritik tidak diterima dengan baik, dan hina serta cedera terusmenerus di derita oleh orang-orang ini tidak akan dimaafkan. b) Gangguan keperibadian Skizoid Ciri dasar gangguan keperibadian skhizoid adalah pengabaian

5

hubungan interpersonaldan ketidakmampuan untuk mengalami emosi yang normal. Mereka yang menderita gangguan ini tidak mempunyai keinginan untuk berintraksi sosial dan tidak memperoleh kesenangan dari intraksi sosial. Mereka dianggap penyendiri yang tidak memerlukan hubungan intim baik di dalam maupun di luar keluarga. Mereka hanya sedikit atau bahkan sama sekali tidak tertarik dalam berhubungan seksual dengan orang lain. Klien dengan gangguan keperibadian schizoid sering kalai di pandang orang sebagai orang pemalu, suka menyendiri, bersifat mementingkan diri sendiri. c) Gangguan Keperibadian Skizotipal Ciri dasar gangguan keperibadian skizotipal adalah berkurangnya kemampuan untuk melaksanakan hubungan interpersonal dan distorsi dan persepsi yang menyebabkan keanehan dalam berbicara, berperilaku, dan berpenampilan. Orang dengangangguan ini rnemiliki gejala yang sama . dengan penderita skizofrenia, tetapi gejalanya . tidak cukup hebat untuk rnenegakkan diagnosis skizofrenia. Masalah dalam berhubungan dengan orang lain dimulaisejak awal masa dewasa. Terdapat gangguan dalam persepsi dan isi pi'kiran dimanifestasikan dengan ide-ide paranoid, curiga, pikiran magis dan gagasan rujukan (keyakinan bahwa pembicaraan tau tindakan orang lain yang biasa-biasa saja memliki makna yang tidak biasa, sementara kenyataannya tidak demikian), Dalam tatanan sosial, oramg-orang ini tidak mampu menampilkan berbagai emosi yang khas dan tidak dapat mengenali dan berespon terhadap isyarat sosial yang biasa. Bahkan berada dalam sistuasi yang telah dikenalnya dapat menimbulkan ansietas sosial yang berhubungan dengan ketidakpercayaannya tentang rnotivasi orang lain. Para ilmuan yakin bahwa gangguan kepribadian disebabkan oleh kombinasi komponen psikososial, situasional, dan biologis. Pada gangguan kepribadian skizotipal, hasil pemeriksaan biologis pada

6

skizofrenia

(misalnya

.ketidaknormalan

neurotransmitter

dan

ketidaknormalan dalam sistem frontal dan limbik, daerah kortikal, diam stratum).  Strategi komunikasi untuk klien yang, memilikl gangguan kepribadian kelompok A 1. 2. 3. 4. Buat pernyataan yang menguatkan realita Batasi diskusi pada topik yang konkret dan'sudah Gunakan pesan-pesan yang jelas dan sederhana untuk Jangan berusaha memberi pemikiran logis untuk

dikenal klien mencegah kesalahan interpretasi mengenai kata atau frase. melawan pernyataan atau perilaku klien yang tidak sesuai karena pertentangan yang kuat mungkin terjadi membuat klien berupaya untuk mernpertahankan diri dengan cara yang sangat keras. 5. Pertahankan posisi yang tidak defensif ketika. klien marah atau membuat pernyataan yang' topik-topik yang tidak rnenyatakan rasa bersifat memusuhi 6. 7. 8. Diskusikan kontroversial, ,'hindati isu-isu seperti agama dan politik Jangan.menggunakan humon Akui kesulitan-kesulitan praktis, seperti hambatan

dalarn .pekerjaandan kurang persahabatan, yang dialami klien akibat gangguan tersebut. 9. 10. Akui rasa sakit dan rasa takut yang dialami klien Jangan berfokus pada interaksi persepsi yang kacau

karena menitikberatkan persepsi ini clapat rne.iyebabkan rasa takut paranoid 11. 12. Berikan ketenangan secara lembutjika persepsi-persepsi Jangan sentuh klien. Jika sentuhan diperlukan, 'minta tersebut.membuatnya takut

7

izin

terlebih

dahulu

karena

sentuhan

rnungkin

bisa

menimbulkan salah interpretasisebagal seranganfisik atau seksual 13. 14. sesuai. 2) GANGGUAN KEPERIBADIAN KELOMPOK B a) Gangguan Keperibadian Antisosial Ciri utama gangguan keperibadian antisosial adalah perilaku tidak bertanggung jawab dan asosial, termasuk tidak menghargai hak-hak orang lain. Perilaku ini dimulai selama masa kanak-kanak atau masa 'remaja awal dan bertahan sampai kehidupan dewasa Untuk dapat didiagnosisdengan gangguan kepribadian antisosial, klien minimal berusia 18 tahun dan memiliki riwayat gangguan tingkahlaku sebelum usia 15 tahun. Beberapa jenis perilakuyang khas selama masa kanak-kanak adalah membolos, mencuri, vandalisme, minggat, penyalahgunaan zat, berkelahi, penggunaan senjata, membakar rumah, kejam dan brutal terhadap manusia, dan hewan,dan agresi seksual. Orang dewasa yang memiliki gangguan kepribadian antisosial memiliki sifat mudah tersinggung, agresif dan sembrono serta mencari kepuasan dengan segera. Mereka bertindak dengan menganiaya orang lain, mencuri, menghancurkan barang-barang, rumah tangga, berhutang, dan melakukan tindakan criminal. Walaupun orang yang merniliki gangguan kepribadian antisocial mungkin sekilas terlihat mernpesona, mereka secara terang-terangan mereka tidak menghargai kebenaran, gagal untuk mematuhi normanorma sosial, tidak memiliki rasa penyesalan sama sekali, dan sering kali mengekspresikan pembenaran atas tindakannya rnenyakiti Terirna semua perasaan klien baik yang positif maupun Bantu klien mengalihkan energi dalam cairan yang yang negatif,dan akui bahwa emosi dapat menyakitkan

8

orang lain. Perilaku berdusta dan manipulatif digunakan secara konsisten untuk menjamin rasa senang, kekuatan, dan keuntungannya. b) Gangguan Kepribadian Ambang Ciri utama gangguan kepribadian ambang ditandai dengan ketidakstabilan dalam hubungan interpersonal, konsep diri dan alam perasaan sebagai suatu reaksi terhadap ketakutan atas pengabaian yang nyata atau imajinasi. Klien mungkin mengalami ide-ide paranoid sementara atau gejala-gejala disiosis berat dalam periode sters yang berat. Ada perubahan antara posisi mengidealisasikan orang lain secara akstrem dan merendahkan mereka. Orang yang mengalami gangguan kepribadian ambang memiliki sifat implusif, sembrono, dan terganggu kognitifnya, mereka bertindak secara destruktif, seperti mengutil di toko, dan makan berlebihan seperti dalam pesta (binge eating). Dalam tatanan klinis, merreka dapat menunjukkan kecemasan, ketidakstabilan, rasa marah, implusif yang ekstrem terhadap diri sendiri dan orang lain. c) Gangguan kepribadian histrionik Karakteristik gangguan kepribadian histrionik adalah perilaku mencari perhatian yang sangat dramatis yang mulai pada awal usia dewasa. Penderita gangguan ini memiliki dorongan kebutuhan untuk menjadi pusat perhatian dan menjadi tidak nyaman jika mereka tidak berada dalam posisi ini, tanpa menghiraukan apakah hal ini sesuai dengan situasi yang ada. Klien yang demikian juga mempertunjukkan respons emosi yang berlebihan serta bereaksi yang berlebihan terhadap ilustrasi dan gangguan yang kurang berarti. Pendapat mereka diekspresikan secara dramatis tanpa rasionalisai atau informasi yang mendukung. Penderita gangguan kepribadian histrionik ini sangat memuja dirinya sendiri, sering kali menunjukkan temper tantrum jila mereka tidak segra merasa puas atas semua pemenuhan kebutuhan mereka. d) Mereka tidak mampu memperoleh keberhasilan hubungan

9

karena tidak perhatian, tidak mandiri, dan suka mengendalikan. Mereka menunjukkan ekspresi emosi yang dangkal dan cepat berubah. Mereka yang menderita gangguan kepribadian histrionik mungkin memperoleh kesulitan dalam membentuk sebuah hubungan seksual yang abadi karena mereka mungkin menggunakan provokasi seksual dengan kolega sekerja atau kenalan sosialnya supaya ia dapat menjadi pusat perhatian. e) Gangguan kepribadian narsistik Karakteristik utama dari gangguan kepribadian narsistik adalah rasa yang berlebihan bahwa dirinya sangat penting. Ada perasaan kuat untuk menghakimi dan sebuah hasrat untuk mendapat perhatian khusus dan penujaan yang terus menerus. Mereka yang menderita gangguan ini menilai bakat dan prestasinya terlalu tinggi, sangat sombong dan memanfaatkan orang lain demi memenuhi kebutuhan pribadi. Mereka terlena oleh mimpi-mimpi keberhasilan, kekuatan, kekayaan, kepandaian, daya tarik fisik, dan cinta ideal. Karena klien ini meyakini bahwa mereka special, mereka berfikir bahwa mereka hanya bias di mengerti atau dihargai oleh individu lain yang unik.  strategi komunikasi pada klien penderita gangguan kepribadian kelompok B : 1. jangan berargumentasi, melakukan tawar menawar, atau merasionalisasi. 2. tetap tenang dan tetap menahan diri dari respons emosional terhadap provokasi atau manipulasi yang dilakukan klien. 3. komunikasikan pengharapan kepada klien. 4. hindari perlawanan yang kuat dengan menjalankan peraturanperaturan dan batasan-batasan secara konsisten dan dengan menolak untuk berespons terhadap perilaku manipulasi 5. Bantu klien mengidentifikasikan kekuatan pribadi 6. minta klien memfokuskan pada fikiran dan perasaan yang ada

10

di balik tindakan destruktifnya. 7. tunjukkan ketertarikan yang serius dan konsisten pada hal hal yang menjadi kekhawatiran klien. Bahkan jika klien tidak mampu menunjukkan kekhawatiran secara adekuat. 8. lawan perilaku tidak sesuai yang mungkin muncul karena rasa takut atau salah paham terhadap peristiwa-peristiwa eksternal. 9. lawan perilaku klien dalam mencari perhatian yang tidak sesuai. 10. ketika melawan klien yang sikap emosionalnya berlebihan, tetap menahan diri untuk tidak menjadi emosi. Tetap kasihi klien secara obyektif. 11. beri umpan balik positif setiap klien mengurangi atau menghilangkan perilaku atau penampilan untuk mencari perhatian. 12. Bantu klien mengidentifikasi dan mengatasi isu-isu yang ada di balik perasaan yang kuat. 13. jelaskan ketika klien sedang bersikap rendah hati. 14. diskusikan sikap superioritas klien. 15. Bantu klien mengatasi perasaan terhina. 16. eksplorasi cara-cara untuk menoleransi ansietas 3) GANGGUAN KEPERIBADIAN KELOMPOK C a) Gangguan Keperibadian Menghindar Ciri primer dari gangguan keperibadian menghindar adalah ketidaknyamanan social yang pervasive dan repetitif (berulang), perasaan berulang tentang ketidakkuatan dalam situasu social, perilaku tidak berani, dan sensivitas akut yang tidak normal terhadap berbagai kritik. Setiap ucapan atau perilaku orang lain yang bersifat tidak setuju secara otomatis diinterpretasikan sebagai penolakan. Perasaan takut yang berlebihan bila tidak diterima, tidak disetujui, atau ditolak menyebabkan sebuah keraguan yang kuat untuk masuk ke

11

dalam hubungan. b) Gangguan Kepribadian Dapenden Ciri primer dari gangguan kepribadian dependen adalah kebutuhan yang menyeluruh dan berlebihan untuk selalu diurus oleh orang lain dan perilaku tidak tunduk/patuh dan dependen pada orang-orang yang dianggap sebagai sumeber asuhan. Klien penderita gangguan keperibadian dependen menunjukan pola kepatuahan yang konsisten sehingga membiarkan orang lain mengambil keputusan untuknya dan mengendalikan kehidupannya. Terlalu bergantung kepada orang lain menyebabkan mereka tidak dapat menyelesaikan tugas mereka sendiri. Mereka tidak mampu mengambil keputusan setiap hari tanpa bimbingan dan peyakinan berlebihan dari orang lain. Orang yang memiliki keperibadian bergantung merasa nyaman jika mereka ditinggalkan sendiri, mereka dipenuhi rasa takut ditinggalkan atau takut jika harus merawat dirinya sendiri. Kritik yang diberikan oleh orang lain sangat menyakitkan, walau mereka kadang-kadang sependapat dengan kritikan tersebut, terutama jika kritikan tersebut diberikan oleh orang yang merawatnya. c) Gangguan Keperibadian Obsesif - Kompulsif Ciri primer dari gangguan obsesif-kompulsif adalah seorang terkupasi (sibuk memikirkan) dengan peraturan, undang-undang dan kesempurnaan. Ketaatan yang tidak fleksibel pada peraturan dan perintah teserap dalam semua tugas dan tujuan sehingga mengorbankan fleksibilitas dan spotanitas. Sifat perfeksionis yang di miliki seseorang sering kali menghalangi orang tersebut untuk menyelesaikan tugasnya. Seringkali tanpa memperhatikan betapa sempurnanya pencapaian secara mendetil, orang yang menderita gangguan ini merasa yakin bahwa hasil tersebut belum cukup bagus dan selanjutnya iakan mencari berbagai cara untuk memperbaikinya. Strategi komunikasi pada Klien penderita gangguan keperibadian kelompok C :

12

1. 2.

Dorong klien untuk mengkaji akibat dari isolasi sosial yang di produksi oleh diri sendiri. Bantu klien mengeksplorasi bagaimana kesalahan interpretasi dari perkataan dan tindakan yang biasa saja sering kali dianggap sebagai kritikan.

3. 4.

Diskusi dan contohkan perilaku asertif. Dorong klien untuk mengenali depresi, rasa kesepian, atau ansietas yang mungkin muncul karena kurangnya rasa percaya diri dan rasa takut untuk di tinggali seorang diri dalam mengurus diri sendiri.

5. perasaan. 6.

Bersama klien berupaya untuk mengungkapkan Dorong klien untuk mengingat dan mendiskusikan partisipasi masa lalu dalam aktipitas relaksasi spontan atau dalam tugas yang tidak memiliki peraturan atau standar pencapaian.

7. 8. 9. 10. senang

Bantu klien berfokus pada perasaan sebagai upaya untuk menurunkan preokupasi umum yang sedetil. Bicarakan dengan klien mengenai rencana untuk membantu menurunkan interval waktu antara perilaku kompulsif. Diskusikan dengan klien tentang cara untuk menjadi fleksibel. minta klien mengeksplorasi cara untuk bersenang-

(copel, Linda Carman. (2007). Kesehatan Jiwa dan Psikiatri : Pedoman Klinis perawat, Edisi 2. Buku Kedokteran : Jakarta.) Gangguan Gambaran

13

Kelompok A  id Parano

 d

Skizoi

 Skizoti pal

Kecenderungan yang aneh, eksentrik, dan umum untuk menarik diri secara social dan emosional Tidak percaya: curiga terusmenerus, tidak terbuka, menyembunyakan sesuatu, waspada berlebiahan, irihati, cemburu. Keterpisahan social: absorbsi pikiran sendiri, emosi terbatas, dingin dan tidak peduli, tidak menginginkan dan tidak menginginkan dan tidak menikmati hubungan akrab, Alhedonik, tidak peduli dengan orang lain, kurang menyebabkan gangguan dari pada skizotipal. Defisit Interpersonal: distorsi kognitif, keeksentrikan, paranoid, sulit merasa memahami dan menerima, keyakinan yang aneh, pikiran magis, pengalaman persepsi yang luarbiasa, isolasi social. Emosi yang berlebih dramatis, tidak menentu, impilsif Mengabaikan hak orang lain, berdusta, memanipulasi, ekspioitatif, seduktif, melakukan tindakan yang menjadi alasan UNTUK dipenjara secara berulang Ketidak stabilan, impulsif, tipersensitifviatas, perilaku desstruktif diri, perubahan mod yang berat, hubungan interpersonal yang tidak stabildan intens Emosi yang berlebihan, mencari perhatian, hubungan yang super ficial dan penuh konflik, bersemangat, merasa tidak nyaman ketika tidak menjadi pusat perhatian. Harogan, kebutuhan untuk diagumi, kurang empati, seduktif, eksploitasi secara social, manipulatif, merasa diri sendiri hebat dan peting Cemas dan Takut Inhibisi social, menarik diri dari situasi social dan pekerjaan yang mencakup kontak interpersonal yang signifikan, lama dalam membina hubungan, tidak adekuat, hipersentivitas terhadap kritik negatif, penolakan atau malu. Perilaku patuh, harga rendah, ketergantungan dalam hubungan, kesadaran diri yang ekstrim, membina hubungan yang lain secara mendadak dan sembarangan ketika hubungan akrab berakhir, tidak adekuat, tiudak berdaya. Tidak mampu mengungkapkan kasih saying dingin dan kaku secara berlebihan, preokupasi yang melumpuhkan dengan hal biasa, keteraturan, perfeksionisme, dan control (misalnya: memperhatikan aturan, daftar,

Kelompok B  Antiso sial  Amba ng

 Histeri onik  Narsisi tik

Kelompok C  Mengh

14

indar

organisasi, jadwal, sampai tingkat bagian utama aktivitas hilang) sikap superior.

 Depen den

(Stuart, Gail W. (2007) Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5. Buku kedokteran EGC: Jakarta)

15

BAB II KENSEP ASUHAN KEPERAWATAN 1) PENGKAJIAN a) Perilaku Perilaku yang teramati pada individu yang mengalami gangguan keperibadian di tandai oleh respons sosial maladaptif dan kronis. DSMIVmengelompokan gangguan keperibadian kedalam tiga kelompok berdasarkan kesamaan gambaran. Table diatas menyajikan klasifikasi spesifik karakteristik perilaku dan interpersonal yang berkaitan dengan tiap gangguan keperibadian. Indivudu yang mengalami gangguan keperibadian kelompok B memiliki gambaran karakteristik yang unik yang kadang kala membuat asuhan keperawatan menjadi komplek dan sulit. Respon maladaftif yang sering terjadi pada pasien yang mengalami gangguan keperibadian kelompok B meliputi manipulasi, narsisisme, dan impulsif. b) Faktor Predisposisi Berbagai faktor bisa menimbulkan respon sosial yang maladaptif. Walaupun banyak penelitian yang telah dilakukan pada gangguan yang mempengaruhi hubungan interpersonal, belum ada suatu kesimpulan yang spesifik tentang penyebab gangguan ini. Mungkin disebabkan konbinasi dari berbagai faktor yang meliputi: 1. Faktor Perkembangan Tiap gangguan dalam pencapaian tugas perkembangan mempengaruhi respons sosial maladaptif pada individu. Sistem keluarga yang terganggu dapat berperan dlam perkembangan respon sosial maladaptif. Beberapa orang percaya bahwa individu yang mengalami masalah ini adalah orang yang tidak berhasil memisahkan diri dari orang tua. Norma keluarga mungkin tidak mendukung hubungan dengan pihak diluar keluarga. Peran keluarga sering kali tidak jelas. Orang tua

16

pecandu alkohol dan penganiaya anak juga mempengaruhi respon sosial maladaptive pada individu. 2. Faktor Biologis 3. Faktor genetik dapat berperan dalam respons sosial maladptif. Bukti terdahulu lanjut. 4. Faktor sosiokultural Isolasi sosial merupakan factor utama dalam gangguan hubungan. Hal ini akibat dari transiensi, norma yang tidak mendukung, pendekatan terhadap orang lain, atau tidak menghargai anggota masyarakat yang tidak produktif, seperti lanjut usia (Lansia), orang cacat, dan penderita kronis, isolasi dapat terjadi karena mengadopsi norma, perilaku dan system nilai yang berbeda dari yang dimiliki budasa mayoritas. Stresor pencetus. c) Stresor pencetus pada umumnya mencakup peristiwa peristiwa kehidupan yang menumbulkan stress seperti kehilangan yang mempengaruhi kemampuan individu untuk berhubungan dengan orang lain dan menyebakan ansietas. Teresor pencetus dapat di kelompokkan dalam dua kategori:  Sresor sosiokultural Stress dapat didtimbulkan oleh menurunnya stabilitas unit keluarga dan berpisah dari orang yang berarti misalnya karena dirawat di rumah sakit  Stressor psikologis Ansietas berat yang berkepanjangan terjadi bersamaan dengan keterbtasan kemamouan untuk mengatasinya. Tuntunan untuk berpisah dengan orang terdekat atau kegagalan orang lain untuk memenuhi kebutuhan ketergantungan dapat menimbulkan ansietas tingkat tinggi. d) Penilaian stressor Individu dewasa yang dapat berperan serta dalam hubungan menunjukan keterlibatan neurotransmitter dalam perkembangan gangguan ini, namun tetap diperlukan penelitian lebih

17

interpersonal yang sehat tetap rentan terhadap efek stress psikologis. Penilaian stresor individu sangat penting dalam hal ini. Rasa sedih karena suatu kelhilangan atau beberapa kehilangan dapat sangat besar sehingga imdividu tidak mau menghadapi kehilangan di masa depan, bukan mengmbil resiko mengalami lebih banyak kesedihan. Contoh sumber koping yang berhubungan dengan respons social maladaprif meliputi:   untuk Keterlibatan dalam hubungan keluarga yang luas dan teman Hubungan dengan hewan peliharaan penggunaan kreativitas mengekpresikan stress interfesional ( misalnya

kesenian,musik,atau tulisan ) e) Makanisme Koping Individu yang mengalami respons social maladptif menggunakan berbagai mekanisme dalam upaya untuk mengatasi ansietas. Makanisme tersebut berkaitan dengan dua jenis masalah hubungan yang sfesifik: 1. Koping yang berhubungan dengan keperbadian antisocial.  Proyektor  Splitting  Merendahkan orang lain 2. Koping yang berhubungan dengan gangguan kepribadian  Splitting  Formasi reaksi  Proyeksi  Isolasi  Indealisasi orang lain  Merendahkan orang lain  Indetifikasi proyektif (Stuart, gail w. ( 2007). Buku satu keperawatan jiwa edisi 5. buku kedokteran EGC : Jakarta ) ambang

18

2) DIAGNOSIS DAN INTERVENSI KEPERAWATAN 1. a. a) • • • terpenuhi • b) • • • diketahui • c) Tidak mampu mengambil keputusan Tujuan Jangka Panjang : Disfungsional keluarga kamu
Batasan Karakteristik : DIANGNOSIS KEPERAWATAN DAN INTERVENSI UNTUK GANGGUAN KEPRIBADIAN KELOMPOK A DIANGNOSIS Kemungkinan Penyebab: KEPERAWATAN:

KETIDAKEFEKTIFAN KOPING INDIVIDU

Krisis situasional atau meturasional Kurang system pendukung Kebutuhan atau pengharapan yang tidak

Perilaku eksentrik Ansietas Ketaatan kaku terhadap rutianitas yang telah

Klien mendemonstrasikan prilaku yang mengarah pada resolusi masalah yang sudah teridenti fikasi d) Tujuan Jangka Pedek #1: Klien mendiskusikan masalah-masalah dalam situasi kehidupannya saat ini intervensi keperawatan dan rasional: Intervensi Keperawatan
1. Bantu klien mengidentifikasi masalah dan area kekhawatiran

Rasional 1.
Sang at penting untuk memahami perspektif klien dan mengidenfikasikan dengan jelas tentang apa yang di anggap sangat membuat stress 2. Klien harus belajar bagaimana menilai

2.

Dorong

klien

untuk

19

mengidentifikasi masalah tanpa mencap dirinya ataupun orang lain sebagai baik maupun buruk 3. Minta klien membicarakan semua kebutuhan yang belum terpenuhi dan Bantu klien untuk memutuskan mana yang terpenting.

masalah secara realistis daripada menggunakan posisi defensive 3. Ketik a klien memutuskan mana yang terpenting diantara semua kebutuhannya, akan lebih mungkin bagi mereka untuk mengubah perilaku sehingga semua kebutuhannya dapat terpenuhi

e)

Tujuan jangka pendek #2 :

Klien mengeksplorasi keterampilan koping dan berupaya membuat penyelesaian masalah yang tepat. Intervensi keperawatan dan rasional :
Intervensi Keperawatan Rasional

1.
1.

Bantu klien mengidenfikasikan perilaku yang berguna untuk mangatasi situasi masalah, misalnya malabeli masalahdengan benar dan menahan diri untuk tidak melabeli dirinya atau orang lain sebagai baik atau 2. Kli buruk. en perlu mengidetifikasi perilaku yang 2. Bantu klien mengidentifikasi menambah permasalahan dan koping perilaku yang tidak sesuai supaya disfungsional ia dapat mengatasi masalah yang sudah teridentifikasi 3. Kli 3. Bantu klien mengidentifikasi en ini memiliki keterampilan koping strategi koping yang normalnya di dalam jumlah terbatas. gunakan untuk mengatasi masalah 4. Ajari klien dan beri 4. pen kesempatan untuk memperaktikan getahuan dan rasa nyaman dalam penyelesaian masalah, kemampuannya untuk menggunakan keterampilan sosial, dan berbagai keterampilan ini komunikasi. meningkatkan kecendrungnan klien untuk menggunakan keterampilan tersebut. b. 1. DIAGNOSIS KEPERAWATAN : HAMBATAN

Ide ntifikasi kekuatan meningkatkan harga diri dan memampukan klien membangun keterampilan koping yang sudah ada

INTRAKSI SOSIAL Kemungkinan Penyebab:

20

• • • 2. • • •

Kurang

memiliki

hubungan

dengan

pemberi

perawatan yang dulu Hubungan keluarga kacau Ego kurang berkembang Batasan Karakteristik : Perilaku dan perasaan yang tidak matang Pernyataan rasa tidak mampu Perilaku aneh, misalnya pergi ketempat yang sangat

jauh hanya untuk membuktikan suatu hal dan bersikap selalu waspada atau suka berahasia dengan orang di sekelilingnya. 3. Tujuan Jangka Panjang: Klien berintraksi dengan orang-orang dan terlibat dalam aktivitas sosialserta aktivitas parateutik 4. Klien Tujuan Jangka Pendek #1: mengidentifikasi dan mendiskusikan perasaannya yang

menghalangi interaksi sosial. Interpensi Keperawatan dan Rasional : Intervensi Keperawatan 1. Dorong klien untuk mengekspresikan pikiran dan perasaannya mengenai intraksi sosial dengan orang lain. 2. Identifikasi dan diskusikan peraturan-peraturan dalam berperilaku yang sesuai. Rasional 1. Untuk mengontrol perilaku social yang tidak sesuai, klien perlu menyadari pikiran dan perasaan yang ada sebelum melakukan tindakan. 2. Dengan mengeksflorasi peraturan- peraturan dalam berperilaku, klien dapat mulai membandingkan antara perilaku peribadi dengan apa yang dianggap bisa diterima dalam kehidupan social dan mengidentifikasi area-area kekhawatiran. 3. Mengkaji perasaan klien yang terkait dengan tatanan sosial memampukan klien untuk mengidentifikasi kekhawatiran peribadi tentang penerimaan social 4. mengidentifikasi perilaku yang tidak sesuai adalah langkah pertama untuk menuju perubahan. 5. mendiskusikan situasi sosial yng tidak nyaman dapat memfasilipasi pemahaman tentang kekhawatiran klien, memicu identifikasi berbagai

3.

Minta klien membicarakan perasaan yang berhubungan dengan tatanan sosial. Bantu klien mengkaji perilaku yang mengganggu sosialisasi. minta klien mendiskusikan situasi social yang tidak nyaman.

4. 5.

21

6.

Bantu klien mengidentifikasi perilaku negatif yang mengganggu perkembangan hubungan yang saling memuaskan.

6.

strategi untuk mengatsi situasi ini Klien perlu mengembangkan kesadaran diri mengenai bagai mena perilaku mereka yang tidak dapat diterima mempengaruhi orang lain dan menghambat pembentukan suatu hubungan.

5.

Tujuan Jangka Pendek #2:

Klien mulai berpartisipasi dalam aktivitas sosial dan aktivitas terapeutik. Intervensi keperawatan dan rasional Intervensi Keperawatan 1. Bantu klien membuat jadwal harian yang memasukkan jadwal berpartisipasi dalam aktivitas dan berinteraksi dengan orang lain. Rasional 1. Klien dapat memperoleh manfaat dari jadwal karena jadwal tersebut dapat mencegah penundaan dan dapat mengurangi ansietas karena klien terlibat dalam interaksi dan aktivitas tarapeutik dan sosial 2. Klien perlu belajar dan mempraktikkan keterampilan supaya dapat memperolrh kenyamanan saat berada di dalamnya

2. Ajar

dan Bantu klien mempraktikkan berbagai strategi yang memfasilitasi perkembangan keterampilan sosial 3. Dorong klien untuk membuat sebuah jadwal aktivitas kelompok pendukung, terapi kelompok, permainan, olahraga, dan kerja suka rela yang memungkinkan terjadinya interaksi dengan orang lain 4. Beri umpan balik kepada klien mengenai keterampilan sosial, fokuskan pada penguatan kemajuan dan tangani area-area yang memerlukan perbaikan.

3. Berada dalam aktivitas- aktivitas ini
dapat mengurangi isolasi dan memberi kesempatan untuk mengembangkan keterampilan social dan perilaku lain yang bermanfaat

4. Umpan balik sangat pnting untuk
memperkuat perubahan yang positif

3) DIAGNOSIS

KEPERAWATAN KEPERAWATAN

UNTUK : RISIKO

GANGGUAN PERILAKU

KEPERIBADIAN KELOMPOK B 1) DIAGNOSIS KEKERASAN TERHADAP DIRI SENDIRI ATAU ORANG LAIN a) Kemungkinan penyebab : • •
Riwayat kekerasan rumah tangga

Rasa permusuhan atau rasa marah yang kuat

22

• • dasar • lain

Harga diri rendah Riwayat dihalanginya uoaya untuk memenuhi kebutuha Riwayat perilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang

b) Batasan karakteristik
• • • • Bahasa tubuh yang agresif Permusuhan yang dinyakan secara verbal Pikiran atau perilaku bunuh diri Memiliki senjata atau benda-benda lain yang berbahaya

c) Tujuan jangka panjang Klien melaporkan ketiadaan perilaku atau pikiran merusak diri. d) Tujuan jangka pendek #1 Klien menyatakan keinginannya untuk melukai diri sendiri atau orang lain tetapi tidak melakukannnya. Intervensi Keperawatan dan Rasional Intervensi Keperawatan 1. Bangun lingkungan yang aman dengan menyingkirkan semua bendabenda yang mungkin berbahaya dari klien dan lingkungannya. 2. Buat lingkungan klien menjadi tenang dan tidak bersifat merangsang. 3. Dorong klien untuk menyatakan perasaan agresifnya. 4. Bantu klien mengungkapkan asal rasa marah dan rasa sakit Rasional

1. Keamanan adalah peioritas utama
bagi klien yang cenderung merusak

2. Sebuah lingkungan yang tenang
dan tidak brsifat merangsang mengurangi perilaku agresif klien 3. verbalisasi perasaan marah membantu klien bersentuhan dengan situasi yang menyakitkan 4. Sering sekali orang agresif salah menempatkan perasaan negatifnya kedalam situasi yang tidak berhubungan dari pada merasakan rasa marahnya secara sadar pada cidera yang sebenarnya sudah terjadi. 5. Sebuah kontrak membantu klien mengatasi perasaan yang tidak terkendali dan menghilangkan kecendrungan untu terlibat dalam prilaku kekerasan terhadap diri sendiri atau orang lain.

5.

Minta klien membuat sebuah perjanjian sehingga perwat atau professional kesehatan jiwa lainnya diberitahu tentang hasrat

23

klien untuk melakukan tindakan merusak 6. Bantu klien mengidentifikasi kebiasaan dan perilaku berbicara sendiri yang biasanya disertai rasa marah dan peningkatan ansietas

6. Identifikasi isyarat distret dapat
menjadi sebuah mekanisme peringatan untuk mencegah tindakan klien, sehingga memfasilitas intervensi keperawatan yang tepat dan segar.

e) Tujuan jangka pendek#2 Klien belajar mengekspresikan perasaannya yang kuat dalam cara yang tidak merusak Intervensi dan Rasional : Intervensi keperawatan 1. Bicara dengan klien tentang cara-cara yang sesuai untuk mengendalikan rasa frustasi dan marah, misalnya dengan menyalurkan energi kedalam aktivitas yang dapat diterima secara sosial 2. Dorong penuh klien dan untuk juga Rasional 1. Aktivitas sosial menyediakan jalan keluar unuk menyalurkan energi klien. dan dapat membantu meredakan distress yang dialami

2. Mencatat
adanya

peristiwa

harian antara

menuliskan situasi-situasi yang tekanan perasaan-perasaannya jumlah jurnal harian. didalam

dapat membantu klien melihat hubungan perasaan, perilaku, dan isu-isu yang tidak terselesaikan

24

3. Bantu klien mengembangkan strategi untuk mengatasi isyarat internal dan eksternal yang sudah teridentifikasi yang dapat meningkatkn prilaku agresif dan destruktif.

3. Perkembangan
koping mampu memberi menguasai

strategi klien diri rasa atas

perasaan-perasaan nedatifnya.

4. Bantu

klien

mengenali yang dapat

4. Klien
bantuandalam memutuskan perilaku.destruktif. rencanaoperasional

memerlukan bentuk sebuah untuk siklus

pristiwa-pristiwa

mengarahkannya pada prilaku destruktif di masa lalu dan merencanakan untuk yang sama. cara berbeda situasi berbagi stres, untuk mengendalikan klien

5. Ajarkan
teknik cara-cara secara tepat. 2) • • • • • • • •

5. Penggunaan
dapat kecendrungan,

berbagi menurunkan klien untuk

keterampilan koping, misalnya menurunkan keterampilan bernegosiasi,dan

keterampilan koping yang efektif

melakukan perilaku kekerasan

mengkomunikasikan rasa marah

DIAGNOSIS KEPERAWATAN : GANGGUAN HARGA DIRI a) Kemungkinan penyebab

Keluarga yang disfungsional Riwayat pesan negatif tentang diri sendiri dan orang lain Ansietas dan depresi berat. Riwayat pengabaian atau penolakan b) Batasan karakteristik : Berbicara sendiri tentang hal-hal negative Perilaku merusak diri Rasionalisasi perilaku yang negatif atau tidak sesuai Kurangnya hubungan interpersonal yang erat c) Tujuan jangka panjang

25

Klien menyatakanpandangan yang positif tentang diri dan mampu mengidentifikasi pencapain di masa lalu dan tujuan masa depan. d) Tujuan jangka pendek#1 : Klien mengekspresikan perasaan dan ketakutannya. Intervensi dan rasional : Intervensi keperawatan 1. Dorong klien membicarakan situasi menimbulkan perasaan tidak nyaman. Rasional 1. Mengakui perasaan negatif atau masalah yang tidak bias terpecahkan dapat membantu klien mengatasi isuisu yang menjadi perhaiannya

2. Dorong klien mendiskusikan
ketakutan gagal dan aspek-aspek diri sendiri yang dipikir tidak diinginkan

2. Eksplorasi diri dapat
menyediakan daya tilik terhadap area permasalahan dan menidentifikasi isu-isu yang tidak terpecahkan di masa lalu

3. Dorong klien untuk membuat
rencana spesifik untuk mengubah disfungsional menyelesaikan masalah atau

3. Klien mungkin memiliki
keterbatasan kemampuan untuk menyusun strategi mengubah perilaku yang disfungsional atau mungkin tidak mampu melihat caracara alternative untuk menyelesaikan masalah tanpa bantuan

4. Bantu
spesifik

klien yang

menyusun menimbulkan

4. Dengan perencanaan situasional
untuk melakukan tugas baru, klien dapat melihat bahwabeberapa tindakan dapat diambil untuk menghasilkan konsekuensi yang positif

rencana untuk menangani situasi perasaan negatif atau gagal.

e) Tujuan jangka pendek #2 :
Klien mengidentifikasi dan mendiskusikan aspek diri yang pdsitif Intervensi dan rasioanal Intevensi keperawatan 1. Dorong klien untuk melihat Rasional 1. Identifikasi aspek positif dalam

26

kekuatan, pencapaian di masa lalu, dan potensi masa depan.

diri memulai membangun harga diri

2. Minta klien membuat tujuan
yang realitis dan berupaya untuk mencapainya.

2. Pencapaian tujuan meningkatkan
kepercayaan diri. Dorong klien untuk mengungkapkan tujuan mana yang tidak realistis sehingga mencegah kehilangan harga diri yang dapat terjadi jika tujuan-tujuan ini tidak terpenuhi

3. Minta kuputusan keterampilan

klien dan

membuat menggunakan penyelesaian

3. Klien memerlukan praktik untuk
mengatasi kemajuan dapat dilihat. 4. Membuat sebuah jurnal masalah dalam sehingga kemampuannya

masalah pada stesor atau isu-isu lain yang menjadai perhatian klien.

4. Sarankan
mempunyai

klien sebuah

untuk jurnal perasaan-

membantu klien melihat pola-pola berulang yang dapat diubah dan juga membantu mengatasi situasi stress yang bermasalah.

mengenai pengalaman harian dan mengidentifikasi perasaan yang berhubungan

dengan perasaan tersebut.

4) DIAGNOSIS KEPERAWATAN UNTUK GANGGUAN KEPRIBADIAN
KELOMPOK C 1.DIAGNOSIS KEPERAWATAN : ISOLASI SOSIAL a) • • • b) • Kemungkinan penyebab Riwayat keluarga yang difungsional Harga diri rendah Riwayat penyakit fisik dan mental Batasan karakteristik Ketidaknyamanan saat bersama orang lain dapat terpantau Menarik diri dari kesempatan untuk melakukan kontak


sosial

27

• • c)

Tidak mampu berkomunikasi dalam situasi sosial Menolak untuk mengadakan kontak mata Tujuan jangka panjang :

Klien mendemonstrasikan berbagai keterampilan yang penting untuk membina dan mempertahankan hubungan interpersonal d) Tujuan jangka pendek#1 Klien menyatakan pemahaman bahwa diperlukan bebagai keterampilan untuk membina hubungan Intervensi dan rasional Intervensi keperawatan Rasional Minta klien mengeksplorasi 1. Klien harus mampu mengidentifikasi perasaan pribadi dan rasa tidak amannya untuk berinteraksi dengan orang lain 2. Bantu klien dan mendiskusikan perasaan negatif untuk merubah pikiran dan perilaku yang berhubungan dengan perasaan tersebut. mengkaji 2. Setelah klien memahami akibat hubungan di masa lalu dan evaluasi bagaimana perilaku isolasi dapat menyebabkan 3. Bantu keterampilan orang lain. kesepian klien dan dan kurangnya dukungan sosial mengenali 3. Pengenalan pola terjadi berbagai perubahan. klien untuk 4. Klien perlu mengidentifikasi situasi yang dalam situasi tersebut mereka mengabaikan harga diri dan perawatan diri serta membiarkan orang lain mengendalikan kehidupan mereka. perilaku area yang positif dapat perilaku isolasi sosial, klien dapat memilih untuk mengubah perilaku tersebut.

1.

seiring

dengan

identifikasi memerlukan

bersosialisasi yang terbaru dengan

4.

Dorong

mengedintifikasi perbedaan antara harga diri yang konsisten dan perawatan untuk diri serta sikap menyandarkan diri pada orang lain mendapatkan klien pengakuan atau perawatan

5.

Dorong mengidentifikasi

ntuk 5. Eksploitasi dan manipulasi orang lain interaksi menjadi kurang menarik jika klien menemukan bahwa mereka dapat

kebutuhan akan perawatan dan

28

pengakuan lain

menyababkan

mengontrol kehidupan mereka sendiri.

eksploitasi atau mani pulasi orang

e)

Tujuan jangka pendek#2

Klien membuat kontok social dengan minimal salah satu orang dan berinteraksi secara teratur Intervensi dan rasional : Intevensi keperawatan Tentukan waktu dan tempat yang sama-sama diterima klien untuk saat berinteraksi dengan Raasional dan umpan perfonmasi keterampilan dan untuk dikuasi

1.

1. praktik
mengenai

balik dapat yang memberi

meningkatkan sudah kesempatan

evaluasi dan umpan balik mengenai keterampilan sosial dapat diberikan 2. Bantu kesempatan singkat 3. mengancam berikan rasa tentram dan tetap berada lain 4. apabila tingkat rasa nyaman klien meningkat, minta klien untuk terlibat dalam aktifitas yang meningkat pada interaksi kelompok social yang sederhana. didekat klien selama permulaan interaksi dengan orang klien yang menentukan interaksi bersifat melakukan tidak

mempelajari

keterampilan yang baru 2. klien lebih mudah mempraktikkan keterampilan social dalam sebuah lingkungan yang tidak mengancam 3. kehadiran perawat akan memberi perasaan upaya aman awal dan merupakan berinteraksi dalam untuk ini pendukung selama klien melakukan untuk dengan orang lain 4. apabila klien berhasil penting bersosialisasi, mengembangkan kelompok.

keberhasilan

dan perkenalkan ia pada interaksi

29

2.DIAGNOSIS KEPERAWATAN : KOPING DEFENSIF

a) Kemungkinana penyebab :
• keluarga yang disfungsional Riwayat penganiyaan Tidak ada model peran atau pengalaman dalam mengungkapkan Riwayat hanya mempunyai sedikit atau tidak memiliki hubungan


• •

perasaan sama sekali.

b) Atasan karakteristik :
• • • • Menggunakan rasionalisasi untuk menjelaskan perilaku disfungsional Proyeksi menyalahkan atau melemparkan tanggung jawab terhadap Sensitive terhadap kririk Tidak mampu meminta bantuan

suatu masalah.

c) Tujuan jangka panjang : Klien menyatakan penilaian yang relistik atas situasi kehidupan dan meminta bantuan untuk menyelesaikan masalah jika perlu

d) Tujuan jangka pendek # 1 :
Klien mengedentifikasi perasaan dan perilaku pribadi yang terjadi pada situasi yang mengancam e) Tujuan jangka pendek#2 : Klien dan mempraktikkan strategi koping yang sehat Intervensi dan rasional Intrvensi keperawatan Rasional

1. Bersama
mengkaji

klien dan

berupaya

1. Evaluasi terhadap keterampilan
koping memampukan klien untuk mengidentifikasi maladaftif. pola koping

mengevaluasi

keterampilan koping terkini.

2. Bantu
bagaiman defensif, dan

klien seperti

memahami yang mengingkari mencari

2. Klien lebih mampu meninggalkan
koping defensive jika ia menyadari bahwa hal tersebut berbahaya bagi dirinya maupun bagi orang lain.

akoping

masalah, proyeksi menyalahkan, tidak mampu

30

pertolongan, kemampuannya memenuhi sendiri.

mengganggu untuk kebutuhannya klien bagaimana dan stressor, rasa takutnya

3. Ajiri

3. Klien perlu mempraktikkan dan
mengembangkan rasa nyaman saat menyatakan pikiran, perasaan, dan rasa takut yang ada dalam diri mengenai dirinya sendiri.

mengkomunikasikan membicarakan perasaan, langsung. dan

dengan cara yang jelas dan

4. Bersama
belajar dan keterampilan keputusan.

klien

berupaya

4. Mengambil

keputusan

dapat

mempraktikkan pengambilan klien hiburan menonton untuk humor, film

meningkatkan harga diri dan rasa mengendalikan diri.

5. Dorong
menikmati misalnya komedi.

5. Humor

dapat

mengurangi

keseriusan situasi dan memampukan klien untuk melepaskan beberapa keterangan yang terkait dengan

tekanan yang dialami. (Copel, Linda Carman. (2007). Kesehatan Jiwa dan Psikiatri : Pedoman Klinis Perawat, Edisi 2. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.)

31

DAFTAR PUSTAKA
(Copel, Linda Carman. (2007). Kesehatan Jiwa dan Psikiatri : Pedoman Klinis Perawat, Edisi 2. Buku Kedokteran EGC : Jakarta.)

(Stuart, gail w. ( 2007). Buku satu keperawatan jiwa edisi 5. buku kedokteran EGC : Jakarta )
Mahmud, Drs. M. Dimayati. (1990). PSIKOLOGI Suatu Pengantar Edisi I. BPFE : Jogjakarta

32

TUGAS MAKALAH KEPERAWATAN JIWA I

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN DIAKNOSA GANGGUAN KEPERIBADIAN

Disusun Oleh YULIANA METRI DEWI

032001DO7096

PEMERINTAH PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT DINAS KESEHATAN
AKADEMI KEPERAWATAN

33

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->