P. 1
KTSP Tahun 2009-2010

KTSP Tahun 2009-2010

|Views: 1,080|Likes:
Published by syamradityazains
Data Realise 2010
Data Realise 2010

More info:

Published by: syamradityazains on Feb 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/09/2013

pdf

text

original

PENETAPAN/PENGESAHAN

Setelah memperhatikan pertimbangan dari komite sekolah, maka dengan ini Kurikulum MTs.Mathla’ul Huda ditetapkan / disahkan untuk diberlakukan mulai tahun 2009/2010

Ditetapkan/disahkan Di` Tanggal Menyetujui, Ketua Komite Sekolah : ......................... : .........................

Kepala Madrasah,

___________________

Tb.Faturohman, S.Ag

Mengetahui. a.n. Kepala Dinas Pendidikan Menengah dan Tinggi Provinsi Jawa Barat Kepala Bidang Dikmenti

Drs. H. OTJI S. WIHARJADI, M.Pd Pembina Tingkat 1 NIP. 131 407 441

i

KATA PENGANTAR
Pelaksanaan kegiatan kependidikan di Lingkungan Departemen Pendidikan Nasional adalah melaksanakan amanah Undang Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang secara teknisnya dijabarkan dalam Permen No 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi Kurikulum Tahun 2006; No 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan; dan No 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan Kurikulum Tahun 2006. Sehingga secara yuridis formal mulai tahun pelajaran 2009/2010 Kurikulum Tahun 2006 mulai diberlakukan. Implementasi Kurikulum Tahun 2006 menuntut adanya konsekuensi logis dari sekolah sebagai satuan pendidikan. Silabus dalam Kurikulum Tahun 2006 mengalami perubahan secara krusial dari isi pokoknya, yaitu diserahkannya penentuan Materi Pokok dan Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar kepada sekolah sebagai satuan pendidikan. Berangkat dari asumsi itulah munculnya istilah Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan atau KTSP. Hakikatnya implementasi Kurikulum Tahun 2006 adalah dimulai dengan disusunnya KTSP, dimana penyusunan KTSP tersebut merupakan sinergi dari seluruh kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun pelajaran yang berkaitan. Sehinga dalam penyusunannya, KTSP merupakan produk kerja kurikuler yang dilakukan oleh seluruh warga sekolah. Dengan harapan melalui penyusunan KTSP ini kegiatan pembelajaran di MTs.Mathla’ul Huda akan menjadi lebih nyata dan terarah dengan paramater pencapaian yang operasional, kami memulai kegiatan di MTs.Mathla’ul Huda dengan suatu panduan yang kompeten dan sesuai dengan kompetensi seluruh sumberdaya dalam sekolah kami ini. Parungpanjang, Juli 2009 Kepala Madarasah,

Tb.Faturohman, S.Ag ii

DAFTAR ISI
Halaman i ii iii 1 1 2 3 3 4 6 6 6 7 8 9 10 11 13 13 17 17 18 18 20 20 21 22 22 23 24 24 24 26 27 29 iii

Lembar Penetapan Kata Pengantar Daftar Isi BAB I A B C D E BAB II A B C D E F G BAB III A B PENDAHULUAN Latar Belakang Landasan Visi dan Misi Tujuan Sekolah Standar Kompetensi Lulusan KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH Lingkungan Sekolah Keadaan Sekolah Personil Sekolah Peserta Didik Orang Tua Peserta Didik Kerjasama Analisis SWOT STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM Struktur Kurikulum Muatan Kurikulum 1. Mata Pelajaran 2. Muatan Lokal 3. Kegiatan Pengembangan diri 4. Pendidikan Kecakapan Hidup 5. Keunggulan Lokal dan Global 6. Beban Belajar 7. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 8. Penjurusan 9. Kenaikan Kelas dan Kelulusan KALENDER PENDIDIKAN Permulaan Tahun Ajaran Waktu Belajar Libur Sekolah Jadwal Kegiatan PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN SILABUS

BAB IV A B C D BAB V

DAN RPP A Pengembangan Silabus 1. Pengertian Silabus 2. Prinsip Pengembangan Silabus 3. Unit Waktu Silabus 4. Pengembangan Silabus 5. Langkah-langkah Pengembangan Silabus B Pengembangan RPP 1. Pengertian RPP 2. Komponen RPP 3. Prinsip Penyusunan RPP 4. Langkah-langkah Penyusunan RPP BAB VI PENUTUP

29 29 29 30 30 31 34 34 35 37 38 39

LAMPIRAN-LAMPIRAN

iv

BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Undang-undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan mengamanatkan bahwa Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) tentang pendidikan dasar dan menengah disusun oleh satuan pendidikan dengan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yang disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP). Pengembangan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan yang mengacu pada standar nasional pendidikan dimaksudkan untuk menjamin pencapaian tujuan pendidikan nasional. Standar nasional pendidikan terdiri atas: standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan. Dua dari kedelapan standar nasional pendidikan tersebut, yaitu Standar Isi dan Standar Kompetensi Lulusan merupakan acuan utama bagi satuan pendidikan dalam mengembangkan kurikulum. Untuk memenuhi amanat Undang-undang tersebut di atas dan guna mencapai tujuan pendidikan nasional pada umumnya, serta tujuan satuan pendidikan (sekolah) pada khusunya, MTs.Mathla’ul Huda sebagai lembaga pendidikan tingkat menengah menenadang perlu untuk mengembangkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Dalam dokumen ini dipaparkan tentang Kurikulum MTs.Mathla’ul Huda, yang secara keseluruhan mencakup: 1. struktur dan muatan kurikulum 2. beban belajar peserta didik 3. kalender pendidikan 4. silabus, dan 5. rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) 1

B. Landasan 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang

Sistem Pendidikan Nasional. Ketentuan dalam UU 20/2003 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (19); Pasal 18 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 32 ayat (1), (2), (3); Pasal 35 ayat (2); Pasal 36 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 37 ayat (1), (2), (3); Pasal 38 ayat (1), (2). 2. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Ketentuan di dalam PP 19/2005 yang mengatur KTSP, adalah Pasal 1 ayat (5), (13), (14), (15); Pasal 5 ayat (1), (2); Pasal 6 ayat (6); Pasal 7 ayat (1), (2), (3), (4), (5), (6), (7), (8); Pasal 8 ayat (1), (2), (3); Pasal 10 ayat (1), (2), (3); Pasal 11 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 13 ayat (1), (2), (3), (4); Pasal 14 ayat (1), (2), (3); Pasal 16 ayat (1), (2), (3), (4), (5); Pasal 17 ayat (1), (2); Pasal 18 ayat (1), (2), (3); Pasal 2+0. 3. Permendiknas No. 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi SI mencakup lingkup materi dan tingkat kompetensi untuk mencapai kompetensi lulusan pada jenjang dan jenis pendidikan tertentu. Termasuk dalam SI adalah : kerangka dasar dan struktur kurikulum, Standar Kompetensi (SK) dan Kompetensi Dasar (KD) setiap mata pelajaran pada setiap semester dari setiap jenis dan jenjang pendidikan dasar dan menengah. 4. Permendiknas No. 23 Tahun 2006 tentang Standar Kompetensi Lulusan SKL merupakan kualifikasi kemampuan lulusan yang mencakup sikap, pengetahuan dan keterampilan 5. Permendiknas nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah dan peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan untuk satuan pendidikan dasar dan menengah 6. Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 423.5/Kep.674-Disdik/2006 tanggal 25 Juli 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata pelajaran Bahasa dan sastra Sunda 7. Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup

2

C. Visi dan Misi MTs.Mathla’ul Huda Perkembangan dan tantangan masa depan seperti: perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi globalisasi yang sangat pesat; era informasi dan berubahnya kesadaran masyarakat dan orang tua terhadap pendidikan, memicu sekolah untuk merespon tantangan sekaligus peluang itu. MTs.Mathla’ul Huda memiliki citra moral yang menggambarkan profil sekolah yang diinginkan di masa mendatang yang diwujudkan dalam visi sekolah berikut:  Visi MTs.Mathla’ul Huda Mewujudkan sumber daya msnusia yang bertaqwa, beretika luhur, gemar belajar, agamis dalam bertindak, rasional dalam bertindak (TEGAR). Indikator : 1. Berprestasi dalam pencapaian nilai akademik (pencapaian SKBM, Ujian Nasional dan Ujian Sekolah) 2. Berprestasi dalam kegiatan intra maupun ekstrakurikuler 3. Berprestasi dalam kegiatan keagamaan Untuk mewujudkan visi tersebut, Sekolah menentukan langkahlangkah strategis yang dinyatakan dalam Misi Berikut:  Misi MTs.Mathla’ul Huda 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Memberikan kesempatan yang luas dan kemudahan belajar kepada Membina siswa yang bermoral dan menjunjung tinggi hokum Menumbuhkan budaya membaca bagi siswa guru dan siswa. Mengembangkan potensi keterampilan yang sesuai dengan Mendidik siswa hingga mampu beriman dan bertaqwa secara Melatih kedisiplinan dalam belajar dan beribadah kepada seluruh Menciptakan situasi dan kondisi pembelajaran yang kondusif, masyarakat dalam konteks hablumminallah wa hablumminannas.

kebutuhan masyarakat benar, dan dapat membangun intelektual yang mengedepankan moral. komponen masyarakat. efektif dan produktif. 3

8. 9. 10.

Meningkatkan motivasi berprestasi pada seluruh warga sekolah Meningkatkan prestasi akademik lulusan Meningkatkan prestasi ekstrakurikuler

D. Tujuan Sekolah Tujuan MTs.Mathla’ul Huda secara umum berupaya mencapai tujuan pendidikan nasional yakni berupaya untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, kperibadian, akhlak mulia, serta keterampilan untuk hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut. Secara khusus Tujuan MTs.Mathla’ul Huda adalah sebagai berikut: Pada tahun 2010 MTs.Mathla’ul Huda mencapai dan memiliki 1. Peningkatan rata-rata nilai SKBM + 10, Ujian Nasional + 1.00, Ujian Sekolah + 2.00 2. Menjadi juara lomba tingkat kecamatan dan kabupaten 3. Menjadi juara lomba kesenian di tingkat kecamatan 4. 90% dari 70% guru menggunakan inovasi model-model pembelajaran 5. 80% dari 40% guru menggunakan alat peraga dalam pembelajaran 6. 90% peserta didik menjalankan kegiatan ibadah sesuai dengan agama yang dianutnya. E. Standar Kompetensi Lulusan Untuk mencapai standar mutu pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan secara nasional, kegiatan pembelajaran di sekolah mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan yang telah ditetapkan oleh BSNP sebagai berikut ini. 1. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku, perbuatan, dan pekerjaannya 4

4. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. Menghargai keberagaman agama, bangsa, suku, ras, dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global 6. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis, kritis, kreatif, dan inovatif 7. Menunjukkan kemampuan berpikir logis, kritis, kreatif, dan inovatif dalam pengambilan keputusan 8. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 9. Menunjukkan sikap kompetitif dan sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Menunjukkan kemampuan kompleks 11. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial 12. Memanfaatkan lingkungan secara produktif dan bertanggung jawab 13. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 14. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya 15. Mengapresiasi karya seni dan budaya 16. Menghasilkan karya kreatif, baik individual maupun kelompok 17. Menjaga kesehatan dan keamanan diri, kebugaran jasmani, serta kebersihan lingkungan 18. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun 19. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat 20. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain 21. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis 22. Menunjukkan keterampilan menyimak, membaca, menulis, dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris 23. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi menganalisis dan memecahkan masalah

5

BAB II KEADAAN DAN POTENSI SEKOLAH A. Lingkungan Sekolah MTs.Mathla’ul Huda berlokasi di Desa Parungpanjang Kecamatan Parungpanjang Kabupaten Bogor. Jika dipetakan, letak MTs.Mathla’ul Huda berada di wilayah perbatasan kabupaten bahkan provinsi yakni antara kabupaten Bogor (Jawa Barat) dengan kabupaten Tangarang (Banten). Berdasarkan lokasi sekarang, MTs.Mathla’ul Huda memiliki kendala untuk dapat berkembang dengan pesat. Hal ini dikarenakan prasarana pendukung yang diantaranya sarana dan prasarana yang kurang memadai. Dari kondisi tersebut banyak calon siswa. Masyarakat dilingkungan sekitar, secara umum bekerja sebagai buruh pabrik, pedagang dan sebagian kecil bekerja sebagai buruh tani, yang kebanyakan penghasilannya kurang menentu. Bisa dikatakan dari segi kualitas ekonomi masyarakat sekitar sekolah tergolong kategori menengah ke bawah. Hal tersebut berdampak pada rendahnya partisipasi masyarakt terhadap pendidikan anak. B. Keadaan Sekolah 1. Status Sekolah Tanah sekolah sepenuhnya milik negara. Luas tanah seluruhnya 3 Hektare, dengan luas bangunan 3000 m2. Sebagian besar sekolah sampai saat ini sudah dipagar permanen, dan hanya sebagian sebagian besar masih terdapat lahan kosong. 2. Fasilitas Sekolah Fasilitas gedung dan fasilitas lain yang dimiliki sekolah sampai saat ini adalah sebagai berikut ini Fasilitas Ruang Kepala Sekolah Jumlah : 1 Kondisi Baik Keterangan

6

Ruang Guru Ruang TU Ruang Kelas Lab. Komputer Ruang Tamu WC Guru WC Kepala Sekolah WC Siswa Mushola Lapangan Volly Ball Lapangan Badminton Perpustakaan C. Personil Sekolah

: : : : : : : : : : : :

1 1 6 1 1 1 2 1 1 1 1

Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik Baik

Jumlah seluruh personil sekolah ada sebanyak 46 orang, terdiri atas guru 43 orang, karyawan tata usaha 3 orang dan peseruh 1 orang. Keadaan personil sekolah NO 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9 10 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. NAMA JABATAN STATUS

7

NO 25 26. 27. 28. 29. 30. D.

NAMA

JABATAN

STATUS

Peserta Didik Jumlah peserta didik pada tahun pelajaran 2009/2010 seluruhnya

1. Jumlah Peserta Didik berjumlah 70 orang. Persebaran jumlah peserta didik antar kelas tidak merata. Perserta didik di kelas X sebanyak satu rombongan belajar, pada program IPS kelas XI satu rombel, dan pada kelas XII program IPS satu rombel. Jadi secara keseluruhan jumlah rombel di MTs.Mathla’ul Huda tahun pelajaran 2009/2010 adalah tiga rombel. Berikut adalah persebaran jumlah peserta didik pada masingmasing rombel. Kelas
X XI-IPS XII-IPS

Laki-laki

Jumlah Perempuan

Jumlah

Jumlah 2. Keadaan Tidak Naik Kelas dan Putus Sekolah/ Droup Out Angka putus sekolah (Droup out) di MTs.Mathla’ul Hudaternyata masih cukup tinggi setiap tahunnya, yakni sebagai berikut: Putus Sekolah ( DO )

Tahun Pelajaran 2006 – 2007 2007/2008 2008/2009

Kelas X XI XII X XI XII X XI XII

Jumlah

Tidak Naik

8

Tingginya keadaan putus sekolah peserta didik terutama disebabkan masih kurangnya kesadaran orang tua dan peserta didik tentang arti pentingnya pendidikan, selain itu juga karena faktor kesulitan ekonomi. Untuk mengatasi kendala ekonomi, sekolah terlah mengupayakan berbagai bantuan dari berbagai pihak. Yang utama adalah dari komite sekolah, berupa beasiswa bagi siswa berprestasi di kelas. Hal ini selain membantu yang kesulitan ekonomi diharapkan dapat menumbuhkan persaingan yang sehat. Berikut data data peserta didik yang mendapatkan beasiswa Asal Bantuan BKM BSD 3. Input dan Output SKHUN SKHUN 2007 – 2008 47.51 4. Prestasi yang dipernah diraih a. b. • Kabupaten (tahun 2007) E. Orang Tua Peserta Didik Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga yang tergolong menengah ke bawah. Hal tersebut berdampak pada rendahnya angka kemampuan partisifasi orang tua terhadap penyelenggaraan pendidikan anaknya. Keadaan mata pencaharian orang tua peserta didik sebagian besar memiliki mata pencaharian sebagai petani/ buruh tani. Kondisi ini dipengaruhi kondisi pola kehidupan masyarakat sekitar Parungpanjang pada umumnya. Adapun gambaran keadaan orang tua peserta didik MTs.Mathla’ul Huda adalah sebagai berikut: No Pekerjaan Jumlah Prosentase 9 Input Tahun Rata-rata Output Tahun 2008 -2009 Rata-rata SKHUN 39.50 :: Jumlah Penerima (Peserta Didik) 8 8

Bidang Akademis Bidang Non Akademis

Juara 1 (IV) lomba taekondo tingkat

1 2 3 4 5 F.

Petani/Buruh Tani Dagang Karyawan Swasta PNS Tak Bekerja

25 8 5 2 20

2,4 7,5 10 30 3

Kerjasama 1. Kerjasama dengan orang tua Kerjasama dengan orang tua peserta didik dilaksanakan melalui Komite Sekolah. Beberapa peran atau keterlibatan orangtua dalam pengembangan sekolah diantaranya adalah sebagai: a. donatur dalam menunjang kegiatan dan sarana sekolah, namun belum berjalan optimal mengingat kondisi ekonominya. b. mitra sekolah dalam pembinaan pendidikan c. mitra dalam membimbing kegiatan peserta didik d. mitra dialog dalam peningkatan kualitas pendidikan e. sumber belajar. 2. Kerjasama dengan Alumi Kerja sama antara sekolah dengan alumni belum dapat digali secara maksimal mengingat baru 1 angkatan sebagai alumni. Lain dari itu komunikasi belum optimal. 3. Kerjasama dengan Instansi pemerintahan/ Lembaga lain. Kerjasama dengan instansi pemerintahan atau lembaga lain diantaranya : a. pengiriman petugas pengibar bendera dalam pelaksanaan upacara peringatan HUT RI di tingkat kecamatan b. pemerintah kecamatan sebagai mitra dalam pembangan pendidikan terutama berkaitan dengan sarana dan prasarana pendidikan c. bekerjasama dengan pihak kepolisian dalam upaya penyuluhanpenyuluhan seperti penyuluhan Narkoba.

G.

Analisis SWOT

10

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diketahuin beberapa hal yang menjadi kekuatan (keunggulan), kelemahan (hambatan), kesempatan (peluang) dan Ancaman (tantangan) MTs.Mathla’ul Huda Parungpanjang. Berikut disajikan tabel Analisis SWOT. No. 1. Komponen Stronght (Kekuatan) Analisis  Merupakan satu-satunya MTs.Mathla’ul Huda di wilayah kecamatan Parungpanjang.  95% berlatar belakang pendidikan S1 dan 75% memiliki latar belakang pendidikan sesuai dengan mata pelajaran.  Perbandingan siswa dengan guru sangat memadai.  Tenaga guru tergolong muda dan energik sehingga kemungkinan untuk berkembang sangat tinggi.  Are sekolah cukup luas, sangat memadai untuk pembangunan dan mengembangkan fasilitas sekolah.  70% pegawai dan guru merupakan tenaga honorer yang notabenenya mengajar lebih dari dua sekolah.  Lingkungan sekolah belum dibatasi dengan pagar sehingga kesulitan dalam meningkatkan ketertiban dan keamanan sekolah.  Fasilitas sekolah seperti Laboratorium dan peralatannya, perpustakaan belum memadai.  Sarana penunjang KBM belum lengkap.  Dukungan dari pemerintah kecamatan cukup besar.  Pengembangan wilayah kabupaten menjadi kabupaten Bogor Barat menjadi peluang untuk berkembang terbuka lebar.  Adanya sekolah sejenis yang lebih dahulu berdiri yang lokasinya tidak jauh dari sekolah ini.  Wilayah yang berbatasan dengan kabupaten Tangerang, yang perkembangannya cukup pesat.  Animo masyarakat untuk menyekolahkan 11

2.

Weaknes (kelemahan)

3.

Oppurtunity (Peluang)

4.

Threatment (Ancaman)

No.

Komponen

Analisis putra-putrinya sampai kejenjang MTs sangat rendah.  Tingkat ekonomi masyarakat pada umumnya tergolong rendah (menengah ke bawah) sehingga menyebabkan partisifasi pendidikan rendah. BAB III

STRUKTUR DAN MUATAN KURIKULUM A. Struktur Kurikulum Struktur kurikulum MTs.Mathla’ul Huda memuat kelompok mata pelajaran sebagai berikut: 1. kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia; 2. kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian 3. kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi 4. kelompok mata pelajaran estetika 5. kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan kesehatan. Masing-masing kelompok mata pelajaran tersebut diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran pada setiap pelajaran menyeluruh. Dengan demikian, cakupan dari masing-masing kelompok itu dapat diwujudkan melalui mata pelajaran yang relevan. Cakupan setiap mata pelajaran adalah sebagai berikut: CAKUPAN KELOMPOK MATA PELAJARAN KELOMPOK NO MATA CAKUPAN PELAJARAN 1. Agama dan Akhlak Kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia Mulia dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Akhlak mulia mencakup etika, budi pekerti, atau moral sebagai perwujudan dari pendidikan agama. 2. Kewarganegaraan Kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan 12

NO

KELOMPOK MATA PELAJARAN dan Kepribadian

CAKUPAN

3.

4.

5.

kepribadian dimaksudkan untuk peningkatan kesadaran dan wawasan perserta didik akan status, hak, dan kewajibannya dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara, serta peningkatan kualitas dirinya sebagai manusia. Kesadaran dan wawasan termasuk wawasan kebangsaan, jiwa dan patriotisme bela negara, penghargaan terhadap hak-hak asasi manusia, kemajemukan bangsa, pelestarian lingkungan hidup, kesetaraan gender, demokrasi, tanggung jawab sosial, ketaatan pada hukum, ketaatan membayar pajak, dan sikap perilaku anti korupsi, kolusi, dan nepotisme. Ilmu Pengetahuan Kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan dan teknologi teknologi pada MTs dimaksudkan untuk memperoleh kompetensi lanjut ilmu pengetahuan dan teknologi serta membudayakan berpikir ilmiah secara kritis, kretif dan mandiri. Estetika Kelompok mata pelajaran estetika dimaksudkan untuk meningkatkan sensitivitas, kemampuan mengekspresikan dan kemampuan mengapresiasi keindahan dan harmoni. Kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan keindahan dan harmoni mencakup apresiasi dan ekspresi, baik dalam kehidupan individual sehingga mampu menikmati dan mensyukuri hidup, maupun dalam kehidupan masyarakat sehingga mampu menciptakan kebersamaan yang harmonis. Jasmani, Olahraga Kelompok mata pelajaran jasmani, olahraga dan dan Kesehatan kesehatan pada MTs dimaksudkan untuk meningkatkan potensi fisik serta membudayakan sikap sportif, disiplin, kerja sama, dan hidup sehat. Budaya hidup sehat termasuk kesadaran, sikap dan perilaku hidup sehat yang bersifat individual ataupun yang bersifat kolektif kemasyarakatan seperti keterbatasan dari perilaku seksual bebas, kecanduan narkoba, HIV/AIDS, demam berdarah, muntaber, dan penyakit lain yang potensial untuk mewabah.

13

Penyusunan struktur kurikulum didasarkan atas standar kompetensi lulusan dan standar kompetensi mata pelajaran yang telah ditetapkan oleh BSNP, Perda Provinsi Jawa Barat tentang Muatan Lokal. Sekolah atas persetujuan Komite Sekolah dan memperhatikan keterbatasan sumber daya, sarana belajar serta minat peserta didik, menetapkan pengelolaan kelas sebagai berikut: 2) MTs.Mathla’ul Huda menerapkan sistem paket. Peserta didik mengikuti pembelajaran sesuai dengan yang telah diprogramkan dalam struktur kurikulum. 3) 4) 5) terdiri atas: Program Ilmu Pengatahuan Alam Program Ilmu Pengetahuan Sosial Jumlah rombel belajar disesuaikan dengan jumlah Kelas X merupakan program umum yang diikuti oleh Kelas XI dan XII merupakan program penjurusan yang pendaftar dan tersedianya ruang kelas seluruh peserta didik

a. Strutur Kurikulum Kelas X 1) Kurikulum kelas X terdiri atas: 16 Mata Pelajaran 3 muatan lokal yakni Bahasa Sunda dan Pendidikan program pengembangan diri.

Lingkungan Hidup (PLH) dan Akidah Akhlak 2) Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap mata pelajaran. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. 3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit b. Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII 1) Kurikulum kelas XI dan XII IPS terdiri atas: 14

2)

13 Mata Pelajaran 3 muatan lokal yakni Bahasa Sunda dan Pendidikan program pengembangan diri. Sekolah tidak menambah alokasi waktu untuk setiap mata

Lingkungan Hidup (PLH) dan Akidah Akhlak.

pelajaran. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. 3) Alokasi waktu satu jam pembelajaran adalah 45 menit Struktur Kurikulum No Komponen X Kelas XI.IPA XI.IPS XII.IPS 2 2 4 4 4 4 4 4 1 2 2 2 2 2 1 40 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 1 40 2 2 4 4 4 3 3 3 3 2 2 2 2 2 1 1 2)* 40 Ket

A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2 2. Pendidikan 2 Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4 4. Bahasa Inggris 4 5. Matematika 4 6. Fisika 2 7. Biologi 2 8. Kimia 2 9. Sejarah 1 10. Geografi 1 11. Ekonomi 2 12. Sosiologi 2 13. Seni Budaya 2 14. Pendidikan Jasmani, 2 Olahraga dan Kesehatan 15. Teknologi Informasi dan 2 Komunikasi 16. Bahasa Arab 2 B. Muatan Lokal 1 Bahasa Sunda 2 2 Pendidikan Lingkungan 1 Hidup 3 Akidah Akhlak 1 C. Pengembangan Diri 2)* Jumlah 40 2)* Ekuivalen 2 jam pembelajaran

15

Struktur Kurikulum Kelas XI dan XII Program IPS Komponen A. Mata Pelajaran 1. Pendidikan Agama 2. Pendidikan Kewarganegaraan 3. Bahasa Indonesia 4. Bahasa Inggris 5. Matematika 6. Sejarah 7. Geografi 8. Ekonomi 9. Sosiologi 13. Seni Budaya 14. Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan 15. Teknologi Informasi dan Komunikasi 16. Bahasa Arab B. Muatan Lokal 1. Bahasa Sunda 2 Pendidikan Lingkungan Hidup 3 Akidah Akhlak C. Pengembangan Diri Jumlah 2)* Ekuivalen 2 jam pembelajaran B. Muatan Kurikulum Muatan Kurikulum MTs.Mathla’ul Hudameliputi sejumlah mata pelajaran yang keleluasaan dan kedalamannya sesuai dengan Standar Kompetensi Lulusan dan Kompetensi Dasar yang ditetapkan oleh BSNP, dan muatan lokal yang dikembangkan oleh sekolah serta kegiatan pengembangkan diri. 1. Mata Pelajaran Mata pelajaran terdiri atas mata pelajaran wajib dan mata pelajaran pilihan sebagai berikut: Alokasi Waktu Kelas XI Kelas XII Smt 1 Smt 2 Smt 1 Smt 2 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 1 2 2)* 42 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 1 2 2)* 42 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 1 2 2)* 42 2 2 4 4 4 3 3 4 3 2 2 2 2 2 1 2 2)* 42

16

a. Mata Pelajaran Wajib, meliputi : Pendidikan Agama, Pendidikan Kewarganegaraan, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Mateamatika, Fisika, Biologi, Kimia, Ekonomi, Sejarah, Sosiologi, Geografi, Penjasorkes, Seni Budaya, dan Teknologi Informasi dan Komunikasi. b. Mata Pelajaran Pilihan, yakni Bahasa Arab (pilihan mata pelajaran ini dimungkinkan dengan adanya sumber daya manusia yang memadai dan kehidupan masyarakatnya yang menunjang program pembelajaran tersebut. 2. Muatan Lokal Letak geografis MTs.Mathla’ul Huda yang berada di wilayah provinsi Jawa Barat, tentunya berupaya menjunjung tinggi program pengembangan daerah Jawa Barat yang dicanangkan pemerintah Jawa Barat. Berdasarkan hal tersebut, MTs.Mathla’ul Hudamengembangkan Muatan Lokal yang terdiri dari Bahasa Sunda dan Pendidikan Lingkungan Hidup. Pemilihan Muatan Lokal tersebut juga didasarkan kepada Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 423.5/Kep.674-Disdik/2006 tanggal 25 Juli 2006 tentang Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar serta Panduan Penyusunan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan Mata pelajaran Bahasa dan sastra Sunda serta Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 25 Tahun 2007 tentang Pedoman Pelaksanaan Kurikulum Muatan Lokal Pendidikan Lingkungan Hidup, maka pengembangan silabus dan pembuatan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran untuk muatan lokal Bahasa Sunda dan Pendidikan Lingkungan Hidup di MTs.Mathla’ul Hudamengacu kepada SK dan Pergub tersebut. 3. Kegiatan Pengembangan diri Pengembangan diri di MTs.Mathla’ul Huda diarahkan untuk pengembangan karakter peserta didik sehingga menjadi pribadi yang mandiri dalam mengatasi persoalan hidup, baik persoalan pribadi, kemasyarakatan maupun kebangsaan. Pengembangan diri juga dimaksudkan untuk memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan dan mengekspresikan diri 17

sesuai dengan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik mempertimbangkan kondisi sumber daya sekolah. Secara khusus pengembangan diri bertujuan untuk didik Meningkatkan kemandirian peserta didik Meningkatkan sosiabilitas peserta didik Meningkatkan adversitas peserta didik Membentuk sikap enterpreunership peserta didik

dengan

Meningkatkan keimanan dan ketakwaan terhadap Tuhan Membangkitkan sikap patriotisme dan sportifitas peserta

Pengembangan Diri dilaksanakan di bawah koordinator guru Bimbingan Konseling, pelatih, pembina ekstakurikuler, guru mata pelajaran dan seluruh personil MTs.Mathla’ul Huda. Pengembangan diri dilaksanakan di luar kelas. Pengembangan Diri di MTs.Mathla’ul Hudadilaksanakan melalui kegiatan sebagai berikut: a. Bimbingan Konseling Pengembangan diri melalui program bimbingan dan konseling mencakup hal-hal yang berkaitan dengan budipekerti, belajar, dan karir peserta didik; dan dilaksanakan melalui program Bimbingan dan Konseling Pribadi, Sosial, Akademik, dan Karier. b. Kegiatan Ekstrakuruler Pengembangan diri melalui kegiatan ekstrakurikuler mencakup hal-hal yang berkaitan dengan pengembangan potensi, bakat, dan minat peserta didik. Pelaksanaannya dengan mewajibkan peserta didik mengikuti sekurang-kurangnya satu kegiatan ekstrakurikuler yang dikembangkan di MTs.Mathla’ul Huda sebagai berikut:  Pramuka  Kelompok Olah Raga Prestasi  Apresiasi Seni  Rohani Islam 18

c.

Program Pembiasaan Pengembangan diri melalui program pembiasaan mencakup kegiatan

yang bersifat pembinaan karakter peserta didik yang yang dilaksanakan secara rutin, spontan, keteladanan dan terprogram. Rutin : o Upacara penaikan bendera setiap hari Senin o Membaca Al Qur’an setiap hari sebelum belajar o Memeriksa kebersihan dan kerapihan badan dan pakaian o Menjaga kebersihan kelas dan halaman Spontan : o Memberi salam o Membuang sampah pada tempatnya o Membiasakan antri o Berdialog o Menengok teman yang sakit o Menyampaikan pendapat secara baik dan benar Terprogram : o Mengadakan pekan olah raga antar kelas o Mengadakan pekan kreativitas seni o Merayakan dan memperingati HBN dan HBI o Mengadakan karya wisata atau Study Tour Keteladanan : o Berpenampilan dan berpakaian bersih dan rapi o Tepat waktu dalam segala hal o Berpenampilan Sederhana o Bersikap ilmiah dan jujur

19

4. Pendidikan Kecakapan Hidup Pendidikan kecakapan hidup yang diterapkan oleh sekolah merupakan bagian intergral dari pembelajaran pada setiap mata pelajaran. Dengan demikian, materi kecakapan hidup akan diperoleh peserta didik melalui kegiatan pembelajaran yang diemban pelajaran yang bersangkutan. 5. Keunggulan Lokal dan Global Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global adalah pendidikan yang memanfaatkan keunggulan lokal dan kebutuhan daya saing global dalam aspek ekonomi, budaya, bahasa, teknologi informasi dan komunikasi, ekologi, dan lain-lain, yang semuanya bermanfaat bagi pengembangan kompetensi peserta didik. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global di MTs.Mathla’ul Hudamerupakan bagian dari semua mata pelajaran. Pendidikan berbasis keunggulan lokal dan global diperoleh peserta didik dari satuan pendidikan formal lain dan/atau satuan pendidikan nonformal. 6. Beban Belajar MTs.Mathla’ul Huda endasarkan pengaturan beban belajar peserta didik berdasarkan sistim paket. Adapun beban belajar perserta didik yang ditetapkan adalah sebagai Berikut: a. Jam pembelajaran untuk setiap mata pelajaran dialokasikan sebagaimana tertera dalam struktur kurikulum. b. Alokasi waktu tatap muka adalah 1 jam pembelajaran sama dengan 45 Menit c. Alokasi waktu untuk penugasan terstruktur dan kegiatan mandiri tidak terstruktur 30% dari waktu kegiatan tatap muka mata pelajaran yang bersangkutan. 20

d. Alokasi waktu untuk praktik adalah satu jam tatap muka setara dengan dua jam kegiatan praktik di sekolah atau empat jam praktik di luar sekolah

Beban Belajar Peserta Didik Jumlah jam per tahun (@60 menit) 994,5jam 1020 jam

Kelas

Satu jam tatap muka (menit) 45 45

Jumlah jam pembelajaran per minggu 39 40

Minggu Efektif per tahun ajaran 34 34

Waktu pembelajaran pertahun 1326jam pel (59679menit) 1360 jam pel (61200 menit)

X XI, XII

7. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) Ketuntasan belajar di tetapkan untuk tiap Indikator Pencapaian Kompetensi Dasarnya dengan kriteria logis adalah sebesar 75 % untuk tiap Indikator Pencapaian Kompetensi Dasar Dengan menganalisa segala aspek dan ketentuan penghitungannya maka penetuan ketuntasan ini dalam tahun pelajaran 2009/2010 MTs.Mathla’ul Huda menentukan KKM sebagai berikut: No A 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Komponen
1

Kelas dan KKM 10 11 IPS 12 IPS
2 64 63 65 60 63 68 60 67 65 3 63 63 64 60 62 68 60 67 65 4 5 63 63 64 60 60 68 60 67 66 6

Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kewarganegaraan Bahasa Indonesia Matematika Sejarah Penjaskes Bahasa Inggris Seni Budaya Tek Info Kom

21

10 11 12 13 14 15 16 B 1 2 3

Fisika Biologi Kimia Ekonomi Sosiologi Geografi Bahasa Arab Mulok Bahasa Sunda Pend. Lingkungan Hidup Akidah Akhlak

60 60 60 65 65 62 61 63 62 62 65 65 62 60 63 62 62 65 61 62 60 63 62 62

8. Penjurusan a. Sesuai kesepakatan Sekolah dengan Komite Sekolah serta dengan memperhatikan keadaan sarana dan prasarana yang tersedia di sekolah, maka sekolah menetapkan hanya ada 1(satu) jurusan yang diprogramkan, yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial. (IPS). b. Penentuan penjurusan program studi dilakukan di akhir semester 2 kelas X, dengan memperhatikan bakat, minat peserta didik, yang dilaksanakan di semester 1 kelas X. c. Kriteria penjurusan 6) 7) Peserta didik yang besangkutan naik ke kelas XI Peserta mencapai kategori tuntas dan memiliki nilai 60

untuk setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi, yakni Matematika, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi (untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial) 9. Kenaikan Kelas dan Kelulusan Kenaikan kelas dilaksanakan pada setiap akhir tahun pelajaran. Kriteria kenaikan kelas sebagaimana diatur dalam edaran Disdik Provinsi Jawa Barat No. 421.3/1620. a. Peserta didik dinyatakan naik ke tingkat yang lebih tinggi bila : • Berkelakuan baik sesuai dengan standar penilaian sekolah

22

• • • • •

Prosentasi kehadiran dalam kegiatan belajar mengajar sekurangMemiliki nilai rapor semua aspek pada semua mata pelajaran Tidak ada nilai kurang atau sama dengan 50 (lima puluh) pada Jumlah mata pelajaran yang tidak mencapai KKM tidak lebih dari Khusus peserta didik yang dinyatakan naik ke kelas XII, mencapai

kurangnya 75% sampai semester 2 kelas yang bersangkutan. rapor semester 2. 4 mata pelajaran pada kelas yang bersangkutan. ketuntasan minimal untuk setiap mata pelajaran yang menjadi ciri khas program studi, yakni Matematika, Ekonomi, Geografi, Sejarah, dan Sosiologi (untuk jurusan Ilmu Pengetahuan Sosial)

b. Peserta didik dinyatakan lulus sekolah apabila: • • • • • Memiliki rapor kelas X, XI dan XII Mengikuti dan Lulus Ujian Teori dan Praktek Nilai rata-rata Ujian Nasional minimal 5,25 Nilai rata-rata raport tiap semester minimal 6.00 Nilai rata-rata Ujian Sekolah (Teori dan Praktek) minimal 6,00

23

BAB IV KALENDER PENDIDIKAN Kalender pendidikan disuusn dan disesuaikan setiap tahun oleh sekolah untuk mengatur waktu kegiatan pembelajaran. Pengaturan waktu belajar mengacu kepada standar isi dan disesuaikan dengan kebutuhan dareah, karakteristik sekolah, kebutuhan peserta didik dan masyarakat, serta ketentuan dari pemerintah pusat/pemerintah daerah. Pengaturan waktu untuk kegiatan pembelajaran peserta didik selama satu tahun ajaran adalah sebagai berikut: A. Permulaan Tahun Ajaran Permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari Senin minggu ke tiga bulan Juli, apabila hari tersebut merupakan hari libur, maka permulaan tahun pembelajaran dimulai pada hari berikutnya yang bukan hari libur. Hari-hari pertama masuk sekolah diisi dengan kegiatan Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD) bagi kelas X, dan bagi kelas XI dan XII digunakan untuk mempersiapkan administrasi dan kepengurusan kelas dengan binaan dari wali kelas. Kegiatan hari-hari pertama masuk sekolah diperkirakan berlangsung antara 3 s.d 6 hari. B. Waktu Belajar Waktu belajar mengguakan system semester yang membagi 1 tahun pelajaran menjadi semester 1 (satu) dan semester 2 (dua). Kegiatan pembelajaran dilaksanakan selama 6 (enam) hari, yaitu:
HARI Senin Selasa Rabu Kamis Jumat Sabtu WAKTU BELAJAR 13.00 – 17.30 13.00 – 17.30 13.00 – 17.30 13.00 – 17.30 13.00 – 17.30 13.00 – 17.30

Kegiatan pengembangan diri dilaksanakan pada jam ekstrakurikuler yang disesuaikan sebagaimana mata pelajaran. Yang dilaksanakan pada jam 24

ekstrakurikuler pada hari dan jam yang telah disepakati bersama pembina ekstrakurikuler. Dengan pertimbangan pengaturan waktu libur, keadaan dan kebutuhan sekolah, maka waktu belajar ditetapkan sebanyak 34 Minggu untuk setiap tahun pelajaran. C. Libur Sekolah Hari libur sekolah adalah hari yang ditetapkan oleh sekolah, pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk tidak diadakan proses pembelajaran di sekolah. Penetuan hari libur memperhatikan ketentuan sebagai berikut: • • Keputusan Menteri Pendidikan Nasional, dan/atau Menteri Peraturan Pemerintah Pusat/Provinsi/kabupaten/Kota dalam hal Agaman dalam hal yang terkait dengan hari raya keagamaan penentuan hari libur umum/nasional atau penetapan hari serentak untuk setiap jenjang dan jenis pendidikan Sekolah mengambil keputusan kebijakan hari libur sebagai berikut ini. • • • • • • • • • • • • Libur Awal Puasa 1 – 3 September 2009 Libur Semester 1 28 Desember 2009 – 11 Januari 2010 Libur Semester 2 28 Juni – 12 Juli 2010 Tahun Baru Idul Adha Tahun Baru Imlek Tahun Baru Hijriah Hari Raya Nyepi Maulid Nabi Muhammad SAW Wafat Isa al Masih Kenaikan Isa Al Masih Hari Kemerdekaan RI 25

Hari libur yang ditentukan oleh Peraturan Pemerintah Pusat antara lain:

• • • D.

Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW Idul Fitri dan Cuti Bersama Hari Raya Natal

Jadwal Kegiatan Dengan mengacu kepada kalender pendidikan yang ditetapkan Dinas

Pendidikan Provinsi Jawa Barat, MTs.Mathla’ul Huda menetapkan rencana kegiatan sekolah tahun pelajaran 2009/2010 adalah sebagai berikut :

JADWAL KEGIATAN TAHUN PELAJARAN 2009/2010
NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 JENIS KEGIATAN Rapat persiapan PSB Penerimaan Peserta Didik Baru Hari pertama tahun pelajaran 2009/2010 Masa Orientasi Peserta Didik kelas X Rapat Pembagian Tugas Mengajar Rapat Koordinasi Staf dan Wakil Rapat Pleno Komite (Orang Tua Peserta didik baru) Peringatan Kemerdekaan RI Libur Awal Puasa Ulangan Tengah Semester 1 Pembagian Raport Tengah Semester 1 Libur Idul Fitri dan Cuti Bersama Ulangan Akhir Semester 1 Rapat Evaluasi Smt.1 dan Persiapan Smt2 Pembagian LHB Semester 1 Libur Semester 1 Hari pertama semester 2 Rapat Pembentukan Panitia UN/US Ujian Tengah Semester 2 Pembagian LHB Tengah Semester 2 Ujian Tulis Nasional Ujian Praktik Ujian Tulis Sekolah Ulangan Kenaikan Kelas2 Rapat Kelulusan Rapat Kenaikan Kelas Pembagian LHB semester 2 Rapat Kerja Sekolah PELAKSANAAN 7 – 9 Juli 2009 14 Juli 2009 14 – 16 Juli 2009 17 Juli 2009 Rutin 26 Juli 2009 18 Juli 2009 1 – 3 September 2009 15 – 20 Sept.2009 Oktober 2009 25 Sept – 11 Okt 2009 15 – 20 Des. 2009 26 Desember 2009 27 Desember 2009 28 Des – 10 Jan 2010 12 Januari 2010 Januari 2010 16 – 21 Maret 2010 28 Maret 2010 18 – 23 Mei 2010 Mei 2010 Juni 2010 8 – 20 Juni 2010 Juni 2010 25 Juni 2010 27 Juni 2010 25 Juni 2010 KETERANGAN

Awal dan akhir Smt

Upacara

Perkiraan Perkiraan Perkiraan Perkiraan Perkiraan Perkiraan

26

Kalender pendidikan terlampir.

27

BAB V PEDOMAN UMUM PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP

A. Pengembangan Silabus 1. Pengertian Silabus Silabus adalah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yang mencakup standar kompetensi , kompetensi dasar, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar. 2. Prinsip Pengembangan Silabus a. Ilmiah Keseluruhan materi dan kegiatan yang menjadi muatan dalam silabus harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan. b. Relevan Cakupan, kedalaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalam silabus sesuai dengan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik. c. Sistematis Komponen-komponen silabus saling berhubungan secara fungsional dalam mencapai kompetensi. d. Konsisten Adanya hubungan yang konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran , sumber belajar, dan sistem penilaian. e. Memadai Cakupan indikator, materi pembelajaran kegiatan pembelajaran , sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untuk menunjang pencapaian kompetensi dasar.

28

f. Aktual dan Kontekstual Cakupan indikator, materi pembelajaran kegiatan pembelajaran, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalam kehidupan nyata, dan peristiwa yang terjadi. g. Fleksibel Keseluruhan komponen silabus dapat mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yang terjadi di sekolah dan kebutuhan masyarakat. h. Menyeluruh Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor). 3. Unit Waktu Silabus a. Silabus mata pelajaran disusun berdasarkan seluruh alokasi waktu yang disediakan untuk mata pelajaran selama penyelenggaraan pendidikan di tingkat satuan pendidikan. b. Penyusunan silabus memperhatikan alokasi waktu yang disediakan per semester, per tahun, dan alokasi waktu mata pelajaran lain yang sekelompok. c. Implementasi pembelajaran per semester menggunakan penggalan silabus sesuai dengan Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar untuk mata pelajaran dengan alokasi waktu yang tersedia pada struktur kurikulum. 4. Pengembang Silabus Pengembangan silabus dapat dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalam sebuah sekolah atau beberapa sekolah,

29

5.

Langkah-langkah Pengembangan Silabus a. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengan memperhatikan hal-hal berikut: 1) Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi, tidak harus selalu sesuai dengan urutan yang ada di SI; 2) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran; 3) keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antarmata pelajaran. b. Mengidentifikasi Materi Pembelajaran Mengidentifikasi materi pembelajaran yang menunjang pencapaian kompetensi dasar dengan mempertimbangkan: 1) potensi peserta didik; 2) relevansi dengan karakteristik daerah, 3) tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik; 4) kebermanfaatan bagi peserta didik; 5) struktur keilmuan; 6) aktualitas, kedalaman, dan keluasan materi pembelajaran; 7) relevansi dengan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan; dan 8) alokasi waktu. c. Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran Kegiatan pembelajaran dirancang untuk memberikan pengalaman belajar yang melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi dasar. Pengalaman belajar yang dimaksud dapat terwujud melalui penggunaan pendekatan 30

pembelajaran yang bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yang perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam mengembangkan kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut. 1) Kegiatan pembelajaran disusun untuk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapat melaksanakan proses pembelajaran secara profesional. 2) Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yang harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untuk mencapai kompetensi dasar. 3) Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengan hierarki konsep materi pembelajaran. 4) Rumusan pernyataan dalam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur yang mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar peserta didik, yaitu kegiatan peserta didik dan materi. d. Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Indikator dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalam kata kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. Kata kerja operasional (KKO) Indikator dimulai dari tingkatan berpikir mudah ke sukar, sederhana ke kompleks, dekat ke jauh, dan dari konkrit ke abstrak (bukan sebaliknya). Kata kerja operasional pada KD benar-benar terwakili dan teruji akurasinya pada deskripsi yang ada di kata kerja operasional indikator.

31

e. Penentuan Jenis Penilaian Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri. Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untuk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yang dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yang bermakna dalam pengambilan keputusan. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penilaian. 1) Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi. 2) Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya. 3) Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang berkelanjutan. Berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki dan yang belum, serta untuk mengetahui kesulitan siswa. 4) Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yang pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yang telah memenuhi kriteria ketuntasan. 5) Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses misalnya teknik 32

wawancara, maupun produk berupa hasil melakukan observasi lapangan. f. Menentukan Alokasi Waktu Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar. Alokasi waktu yang dicantumkan dalam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untuk menguasai kompetensi dasar yang dibutuhkan oleh peserta didik yang beragam. g. Menentukan Sumber Belajar Sumber belajar adalah rujukan, objek dan/atau bahan yang digunakan untuk kegiatan pembelajaran, yang berupa media cetak dan elektronik, nara sumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi. B. Pengembangan RPP 1. Pengertian proses pembelajaran meliputi silabus dan rencana Berdasarkan PP 19 Tahun 2005 Pasal 20 dinyatakan bahwa: ”Perencanaan pelaksanaan pembelajaran yang memuat sekurang-kurangnya tujuan pembelajaran, materi ajar, metode pengajaran, sumber belajar, dan penilaian hasil belajar”. Sesuai dengan Permendiknas Nomor 41 Tahun 2007 tentang Standar Proses dijelaskan bahwa RPP dijabarkan dari silabus untuk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalam upaya mencapai KD. Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, 33

menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis siswa. 2. Komponen RPP RPP disusun untuk setiap KD yang dapat dilaksanakan dalam satu kali pertemuan atau lebih. Guru merancang penggalan RPP untuk setiap pertemuan yang disesuaikan dengan penjadwalan di satuan pendidikan. Komponen RPP adalah: a. Identitas mata pelajaran, meliputi: 1). 2). 3). 4). 5). 6). b. satuan pendidikan, kelas, semester, program studi, mata pelajaran atau tema pelajaran, jumlah pertemuan. kualifikasi kemampuan minimal peserta didik yang

Standar Kompetensi merupakan menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada setiap kelas dan/atau semester pada suatu mata pelajaran.

c.

Kompetensi Dasar, adalah sejumlah kemampuan yang harus dikuasai peserta didik dalam mata pelajaran tertentu sebagai rujukan penyusunan indikator kompetensi dalam suatu pelajaran.

d.

Indikator Pencapaian Kompetensi, adalah perilaku yang dapat diukur dan/atau diobservasi untuk menunjukkan ketercapaian kompetensi dasar tertentu yang menjadi acuan penilaian mata pelajaran. Indikator pencapaian kompetensi dirumuskan dengan menggunakan kata kerja operasional yang dapat diamati dan diukur, yang mencakup pengetahuan, sikap, dan keterampilan.

e.

Tujuan Pembelajaran, 34

Menggambarkan proses dan hasil belajar yang diharapkan dicapai oleh peserta didik sesuai dengan kompetensi dasar. f. Materi Ajar, memuat fakta, konsep, prinsip, dan prosedur yang relevan, dan ditulis dalam bentuk butir-butir sesuai dengan rumusan indikator pencapaian kompetensi. g. Alokasi Waktu, ditentukan sesuai dengan keperluan untuk pencapaian KD dan beban belajar. h. Metode Pembelajaran, digunakan oleh guru untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik mencapai kompetensi dasar atau seperangkat indikator yang telah ditetapkan. Pemilihan metode pembelajaran disesuaikan dengan situasi dan kondisi peserta didik, serta karakteristik dari setiap indikator dan kompetensi yang hendak dicapai pada setiap mata pelajaran. i. Kegiatan Pembelajaran : 1) Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan untuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. 2) Inti
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran dilakukan secara interaktif, inspiratif,

menyenangkan, menantang,

memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.

3) Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan untuk mengakhiri aktivitas 35

pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau simpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut.

j.

Penilaian hasil belajar Prosedur dan instrumen penilaian proses dan hasil belajar disesuaikan dengan indikator pencapaian kompetensi dan mengacu kepada Standar Penilaian.

k.

Sumber belajar Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar, serta materi ajar, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.

3. Prinsip-Prinsip Penyusunan RPP a. Memperhatikan perbedaan individu peserta didik RPP disusun dengan memperhatikan perbedaan jenis kelamin, kemampuan awal, tingkat intelektual, minat, motivasi belajar, bakat, potensi, kemampuan sosial, emosi, gaya belajar, kebutuhan khusus, kecepatan belajar, latar belakang budaya, norma, nilai, dan/atau lingkungan peserta didik. b. Mendorong partisipasi aktif peserta didik Proses pembelajaran dirancang dengan berpusat pada peserta didik untuk mendorong motivasi, minat, kreativitas, inisiatif, inspirasi, kemandirian, dan semangat belajar. c. Mengembangkan budaya membaca dan menulis Proses pembelajaran dirancang untuk mengembangkan kegemaran membaca, pemahaman beragam bacaan, dan berekspresi dalam berbagai bentuk tulisan. d. Memberikan umpan balik dan tindak lanjut RPP memuat rancangan program pemberian umpan balik positif, penguatan, pengayaan, dan remedi. e. Keterkaitan dan keterpaduan RPP disusun dengan memperhatikan keterkaitan dan keterpaduan antara SK, KD, materi pembelajaran, kegiatan pembelajaran, indikator 36

pencapaian kompetensi, penilaian, dan sumber belajar dalam satu keutuhan pengalaman belajar. RPP disusun dengan mengakomodasikan pembelajaran tematik, keterpaduan lintas mata pelajaran, lintas aspek belajar, dan keragaman budaya. f. Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi RPP disusun dengan mempertimbangkan penerapan teknologi informasi dan komunikasi secara terintegrasi, sistematis, dan efektif sesuai dengan situasi dan kondisi. 4. Langkah-Langkah Penyusunan RPP Langkah-langkah minimal dari penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), dimulai dari mencantumkan Identitas RPP, Tujuan Pembelajaran, Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian. Setiap komponen mempunyai arah pengembangan masing-masing, namun semua merupakan suatu kesatuan. Penjelasan tiap-tiap komponen adalah sebagai berikut. a. Mencantumkan Identitas Terdiri dari: Nama sekolah, Mata Pelajaran, Kelas, Semester, Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, Indikator dan Alokasi Waktu. Hal yang perlu diperhatikan adalah : 1) RPP boleh disusun untuk satu Kompetensi Dasar. 2) Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus. (Standar kompetensi – Kompetensi Dasar – Indikator adalah suatu alur pikir yang saling terkait tidak dapat dipisahkan) 3) Indikator merupakan:  ciri perilaku (bukti terukur) yang dapat memberikan gambaran bahwa peserta didik telah mencapai kompetensi dasar  penanda pencapaian kompetensi dasar yang ditandai oleh perubahan perilaku yang dapat diukur yang mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan. 37

 dikembangkan sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan pendidikan, dan potensi daerah.  rumusannya menggunakan kerja operasional yang terukur dan/atau dapat diobservasi.  digunakan sebagai dasar untuk menyusun alat penilaian. 4) Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar, dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan (contoh: 2 x 45 menit). Karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada kompetensi dasarnya. b. Misalnya: Kegiatan pembelajaran: ”Mendapat informasi tentang sistem peredaran darah pada manusia”. Tujuan pembelajaran, boleh salah satu atau keseluruhan tujuan pembelajaran, misalnya peserta didik dapat: 1) mendeskripsikan mekanisme peredaran darah pada manusia. 2) menyebutkan bagian-bagian jantung. 3) merespon dengan baik pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh teman-teman sekelasnya. 4) mengulang kembali informasi tentang peredaran darah yang telah disampaikan oleh guru. Bila pembelajaran dilakukan lebih dari 1 (satu) pertemuan, ada baiknya tujuan pembelajaran juga dibedakan menurut waktu pertemuan, sehingga tiap pertemuan dapat memberikan hasil. c. dari indikator. 38 Menetukan Materi Pembelajaran Untuk memudahkan penetapan materi pembelajaran, dapat diacu Merumuskan Tujuan Pembelajaran

Output (hasil langsung) dari satu paket kegiatan pembelajaran.

Contoh: Indikator: Peserta didik dapat menyebutkan ciri-ciri kehidupan. Materi pembelajaran: Ciri-Ciri Kehidupan: Nutrisi, bergerak, bereproduksi, transportasi, regulasi, iritabilitas, bernapas, dan ekskresi. d. Menentukan Metode Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. Karena itu pada bagian ini cantumkan pendekatan pembelajaran dan metode yang diintegrasikan dalam satu kegiatan pembelajaran peserta didik: 1) Pendekatan pembelajaran yang digunakan, misalnya: pendekatan proses, kontekstual, pembelajaran langsung, pemecahan masalah, dan sebagainya. 2) Metode-metode yang digunakan, misalnya: ceramah, inkuiri, observasi, tanya jawab, e-learning dan sebagainya. e. 1) Menetapkan Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkahlangkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup. Langkah-langkah minimal yang harus dipenuhi pada setiap unsur kegiatan pembelajaran adalah sebagai berikut: a)  Kegiatan Pendahuluan Orientasi: memusatkan perhatian peserta didik pada materi yang akan dibelajarkan, dengan cara menunjukkan benda yang menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya. 39

Apersepsi: memberikan persepsi awal kepada peserta Motivasi: Guru memberikan gambaran manfaat

didik tentang materi yang akan diajarkan.  mempelajari gempa bumi, bidang-bidang pekerjaan berkaitan dengan gempa bumi, dsb.  Pemberian Acuan: biasanya berkaitan dengan kajian ilmu yang akan dipelajari. Acuan dapat berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.  Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengan rencana langkah-langkah pembelajaran). b) Kegiatan Inti Berisi langkah-langkah sistematis yang dilalui peserta didik untuk dapat mengkonstruksi ilmu sesuai dengan skemata (frame work) masing-masing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapat menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator. Untuk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yang berjenis cetak atau noncetak. Khusus untuk pembelajaran berbasis ICT yang online dengan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yang jelas. Termasuk alternatif yang harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan. c)  Kegiatan penutup Guru mengarahkan peserta didik untuk membuat Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapat rangkuman/simpulan.  dengan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untuk mengulang kembali simpulan yang telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya. 40

Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapat

berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan. 2) Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengan karakteristik model pembelajaran yang dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan. f. Memilih Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional, dan bisa langsung dinyatakan bahan ajar apa yang digunakan. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referensi, dalam RPP harus dicantumkan bahan ajar yang sebenarnya. Jika menggunakan buku, maka harus ditulis judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. Jika menggunakan bahan ajar berbasis ICT, maka harus ditulis nama file, folder penyimpanan, dan bagian atau link file yang digunakan, atau alamat website yang digunakan sebagai acuan pembelajaran. g. instrumen yang dipakai. Menentukan Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan

41

MTs.MATHLA’UL HUDA

Jl. Moh Toha No.10 Desa. Cibunar Kecamatan Parungpanjang  (021) 54260783.  16360 Kabupaten Bogor

PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT DINAS PENDIDIKAN

2009
42

43

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->