P. 1
PSIKOLOGI PENDIDIKAN TK

PSIKOLOGI PENDIDIKAN TK

|Views: 1,560|Likes:

More info:

Published by: MOEDJOKO SATYO HANGGRAHONO on Feb 16, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

01/25/2013

pdf

text

original

RANGKUMAN PSIKOLOGI PENDIDIKAN

Mata Kuliah: Gerak dan Tari
BAB IKONSEP PENDIDIKAN SENI TARI DRAMA DAN PELAKSANAAN DI TK – SD Seni merupakan media ekspresi kreatif dan aspiratif. Pendidikan Seni berperan untuk menumbuhkan daya aspirasi seni, kreatifitas, kognisi serta kepekaan indrawi dan emosi serta memelihara keseimbangan mental anak. Pendidikan kesenian merupakan pendidikan ekspre si kreatif yang dapat mengembangkan kepekaan apresiasi estetik dan membentuk kepribadian manusia seutuhnya, seimbang baik secara lahir / batin, jasmani maupun rohani, berbudi pekerti luhur sesuai dengan lingkungan dan konteks sosial budaya Indonesia. Konsep Seni Tari Drama sebagai sarana / media pendidikan adalah konsep pendidikan yang paling sesuai bagi anak TK dan SD. Konsep seni tari drama sebagai sarana pendidikan berfungsi untuk : 1. membantu pertumbuhan dan perkembangan anak 2. membina perkembangan estetis 3. membantu penyempurnaan kehidupan Guru yang dibutuhkan untuk dapat membimbing seni di TK / SD adalah guru yang mempunyai kemampuan untuk menilai segala sesuatu yang dilakukan murid serta mendorong anak agar kreatif, mudah untuk bisa berkhayal, berani dan ekspresif. BAB IIRUANG LINGKUP SENI TARI DRAMA Drama adalah suatu perbuatan yang mempunyai unsur cerita, yang terdiri dari pemain , pengarang , dan penonton. - Menurut John Marin seorang kritikus di Amerika dalam bukunya “ The Modern Dance “ mengatakan , gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia. - Ranger dalam bukunya “ Problem of Art “ mengatakan bahwa gerakgerak ekspresif ialah gerak-gerak yang indah, yang dapat menggetarkan perasaan manusia. - Curt Sachs mengatakan bahwa tari adalah gerak yang ritmis. - Corrie Hartong dari Belanda dalam bukunya “Dunskunst ” mengatakan tari adalah gerakangerakan yang diberi bentuk dan ritme dari badan dalam ruang. Unsur utama tari adalah gerak sedang unsur utama drama adalah naskah, keduanya memerlukan unsur pemeranan, dengan demikian unsur utama tari dan drama merupakan perpaduan yaitu, gerak , naskah dan pemeran. BAB III KARAKTERISTIK SENI TARI DRAMA ANAK

Dalam perkembangannya anak kelas TK / SD kelas rendah umumnya dapat melakukan gerakan meniru dan manipulasi. Sedangkan

pada anak kelas tinggi dapat melakukan gerakan keseksamaan, artikulasi dan naturalisasi. Ciri / Karakteristik tari anak TK / SD kita bedakan menjadi 2 : 1. Karakteristik tari anak TK / SD kelas rendah : a. Tema yang digunakan menyenangkan. b. Gerak yang dilakukan sederhana c. Iringan musik yang menggambarkan kesenangan d. Jenis Tari biasanya bersifat gembira, senang 2. Karakteristik tari anak SD tinggi a. Tema yang digunakan berhubungan dengan kehidupan sosial / lingkungan b. Ketrampilan dalam melakukan gerak cukup tinggi kwalitasnya c. Anak bisa menyesuaikan ekspresi gerak tari menurut suasana / tema d. Jenis tari pada anak kelas tinggi yang menggambarkan kepahlawanan, kehidupan sosial BAB IV APRESIASI SENI TARI DRAMA Seni tari drama mengandung 3 unsur seni dalam berapresiasi yaitu karya seni, aktivitas penciptaan dan aktivitas penghayatan seni. Langkah-langkah dalam kegiatan apresiasi antara lain : a. Memberi pengarahan dalam kegiatan apresiasi agar anak menyenangi, mengagumi dan menghargai karya tari. b. Menyusun rencana kegiatan di luar kelas, misal : mengunjungi sanggar tari, melihat taritarian. c. memberikan cara penilaian terhadap karya tari yang bersifat obyektif. Seniman tari drama harus memiliki : - Kemampuan berimajinasi - Kemampuan untuk mengekspresikan imajinasi melalui bahasa gerak - Mempunyai daya kreativitas yang tinggi - Mempunyai kepekaan rasa keindahan yang tinggi BAB V PENGALAMAN STUDIO TARI DRAMA

Sebagai guru TK / SD harus memiliki daya kreativitas yang cukup untuk menyusun suatu gerak yang menjadi suatu kesatuan ( tari ) ada beberapa tahap yang harus dilakukan antara lain : 1. Eksplorasi Seni Tari Drama Maksudnya adalah pengamatan terhadap suatu obyek yang akan dijadikan sumber Ide dalam tari drama. 2. Improvisasi dalam Seni Tari Drama Konsep seni tari drama adalah sebagai berikut : - mengamati gerak - menirukan gerak - mengklasifikasikan gerak

-

menyusun gerak tari

Pengalaman studio yang pernah didapat guru akan mempermudah untuk memberikan pelajaran tari drama di TK / SD. BAB VI PEMBELAJARAN SENI TARI DRAMA TK / SD

Beberapa langkah yang dapat mempermudah guru TK dan SD dalam membuat perencanaan suatu pelajaran yang terpadu antara lain : 1. Menelaah kurikulum TK / SD yang sedang berlaku 2. Memilih satu pokok bahasan yang ada di kurikulium TK / SD 3. Menentukan tema sesuai dengan ide / konsep garapan 4. Membuat bagan keterpaduan dalam suatu pokok bahasan dengan bidang studi lain. 5. Membuat rencana pelajaran TK / SD sesuai dengan bagan

DESAIN PRODUKSI MEDIA PEMBELAJARAN BONEKA TONGKAT TENTANG JENIS BUAH-BUAHAN BAB I : IDE / GAGASAN A. Permasalahan Untuk menjelaskan jenis buah-buahan akan sulit dipahami apabila disampaikan secara lisan. B. Pemecahan Masalah Maka dibuatkan boneka tongkat yang berisi gambar macammacam buah. BAB II : T U J U A N A. Tujuan Umum Agar anak mengetahui dan mengenal macam-macam buah. B. Tujuan Khusus 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Anak Anak Anak Anak Anak Anak Anak dapat dapat dapat dapat dapat dapat dapat menyebutkan nama-nama buah menjelaskan manfaat buah mengelompokkan buah menurut warna kulit buah membedakan buah yang besar dan buah yang kecil menunjukkan ke depan nama buah sesuai perintah guru menyebutkan vitamin yang terkandung dalam buah menyebutkan buah yang kecil sampai yang besar

8. 9. 10. 11.

Anak Anak Anak Anak

dapat dapat dapat dapat

membedakan halus dan kasar pada kulit buah menggambar kembali sesuai dengan keinginannya mewarnai sesuai dengan jenis buah yang digambarnya membedakan bentuk-bentuk geometri

C. Tujuan Pembuatan Untuk memenuhi tugas dari mata kuliah Media Pembelajaran. BAB III : KEBUTUHAN BELAJAR DAN KARAKTERISTIK ANAK A. Kebutuhan Belajar 1. Pengetahuan a. b. c. d. e. f. menyebutkan nama-nama buah menjelaskan manfaat buah membedakan buah yang besar dan kecil menyebutkan vitamin yang terkandung dalam buah membedakan halus dan kasar pada kulit buah membedakan bentuk-bentuk geometri
1

2. Ketrampilan a. mengelompokkan buah menurut warna kulit buah b. menunjukkan ke depan nama buah sesuai dengan perintah guru c. menyebutkan buah yang kecil sampai yang besar d. menggambar kembali sesuai dengan keinginannya e. mewarnai sesuai dengan jenis buah yang digambar 3. Sikap Menyukai semua buah. B. Karakteristik Anak 1. Tingkat / Kelompok 2. Semester 3. Jumlah Siswa :B : II : 15 Anak

BAB IV : KERANGKA MATERI PELAJARAN - Jenis-jenis buah yang berawalan huruf Apel Anggur A

Alpukat - Jenis-jenis buah yang berawalan huruf Duku Durian Delima - Jenis-jenis buah yang berawalan huruf Mangga Manggis Melon - Jenis-jenis buah yang berawalan huruf Pisang Pepaya Pir
2

D

M

P

- Jenis-jenis buah yang berawalan huruf Semangka Sirsat Strawbery

S

BAB V

: GAMBAR RANCANGAN Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. Rp. 1.000,4.800,2.000,8.000,2.000,4.000,1.000,Rp. 2.500,27.300,-

A. Bahan, Alat dan Biaya 1. Kardus bekas 1 Kg 2. Kertas Asturo 3 lembar @ Rp. 1.600,3. Bambu 4. Lakban 5. Plastik 6. Lem Castol 7. Lem Glukol 8. Cat Kayu 2.000,9. Kuas 10 Meteran 11 Pensil 12 Gunting JUMLAH

RP.

3

BAB VI

: PELAKSANAAN PEMBUATAN A. Tenaga Kerja B. Waktu yang dibutruhkan C. Langkah-Langkah Pembuatan : 1 orang : 2 hari :

1. Mengukur panjang dan lebar kardus 2. Memotong Kardus 3. Mengukur dan Memotong Bambu 4. Mengecat Bambu 5. Mengukur dan Memotong Kertas Asturo 6. Memasang Bambu pada Kardus 7. Melekatkan Kertas Asturo pada Kardus 8. Mengukur dan Memotong Bambu 9. Memasang Plastik pada Kertas Asturo 10.Memasang Gambar pada Boneka Tongkat BAB VII : PEMANFAATAN A. Media digunakan secara klasikal B. Langkah-langkah Penggunaan Boneka Tongkat 1. Sebelum Media digunakan a. Anak menjawab salam dari Guru b. Anak berdoa bersama c. Anak menjawab pertanyaan dari Guru

d. Anak mendengarkan penjelasan dari Guru tentang jenis buahbuahan 2. Selama Media digunakan a. Anak memperhatikan gambar yang ditunjukkan oleh Guru b. Anak menanyakan tentang gambar yang belum jelas c. Anak menunjukkan ke depan 3. Setelah Media digunakan a. Anak memahami dan mengenal jenis buah-buahan b. Anak dapat mengerti manfaat buah

4

BAB VII

HAL IKHWAL INTELEGENSI KITA
1. Pengertian Intelegensi menurut beberapa tokoh : a. Super & Cites , intelegensi adalah kemampuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan atau belajar dari pengalaman. b. Garret (1946), intelegensi itu setidak-tidaknya mencakup kemampuankemampuan yang diperlukan untuk pemecahan masalah-masalah yang memerlukan pengertian serta menggunakan simbul-simbul. c. Bischof (1954) , intelegensi adalah kemampuan untuk memecahkan segala jenis Masalah. d. Heidenrich (1970) , intelegensi menyangkut kemampuan untuk belajar dan menggunakan apa yang telah dipelajari dalam usaha penyesuaian terhadap situasi-situasi yang kurang dikenal atau dalam pemecahan masalah-masalah. 2. Teori-teori tentang intelegensi a. Teori “ Uni Factor” Tahun 1911 Wilhelm Stern, memperkenalkan teorinya tentang intelegensi. Menurut teori ini intelegensi merupakan kapasitas atau kemampuan umum. Reaksi / tindakan seseorang dalam menyesuaikan diri terhadap lingkungan atau memecahkan sesuatu masalah adalah bersifat umum. b. Teori “ Two Factor ”

Tahun 1904 Charles Spearman, memperkenalkan teorinya tentang intelegensi dengan sebutan “ Two Kinds of Factors Teory”. Spearman mengembangkan teori intelegensi berdasarkan suatu faktor mental umum yang diberi kode “ g “ serta faktor-faktor spesifik diberi tanda “ s “. c. Teori “ Multi Factor ” Tokoh teori ini adalah E.L. Thorndike Menurut teori ini intelegensi terdiri dari bentuk hubungan-hubungan neural antara stimulus dan respon. d. Teori “ Primary Mental Abilities ” L.L. Thurstone , menjelaskan tentang organisasi intelegensi yang abstrak. Ia membagi intelegensi menjadi 7 kemampuan primer : kemampuan numerical / matematis 2) kemampuan verbal / berbahasa 3) kemampuan abstraksi b 4) kemampuan menghubungkan kata-kata 5) kemampuan membuat keputusan 6) kemampuan mengenal / mengamati 7) kemampuan mengingat Intelegensi merupakan penjelmaan dari pada ketujuh kemampuan primer di atas. e. Teori “ Sampiling ” Tokoh teori ini adalah Godfrey H. Thomson. Menurut teori ini intelegensi merupakan berbagai kemampuan sampel.

1)

3.

Beberapa masalah yang berhubungan dengan intelegensi . Tahun 1905 Alfred Binet , mengembangkan suatu cara mengukur intelegensi. Tahun 1908 Binet bekerja sama dengan St. Simon, yang kemudian terkenal dengan sebutan “ Tes Binet Simon “. Tes Binet Simon itu memperhitungkan dua hal yaitu : 1) Umur Kronologis, ( Cronological Age ) disingkat CA, yaitu umur seseorang sebagaimana ditunjukkan dengan hari kelahirannyaatau lamanya ia hidup sejak tanggal lahirnya. 2) Umur Mental, ( Mental Age ) disingkat MA, yaitu umur kecerdasan sebagaimana yang ditunjukkan oleh hasil tes kemampuan akademik. Tingkat intelegensi ditunjukkan dengan perbandingan kecerdasan atau disebut dengan istilah “ intelegence Quotient ” yang biasa disingkat IQ.

Perbandingan Kecerdasan = umur mental dibandingkan dengan umur kronologis Atau dituliskan I Q = M.A C.A

Akhiirnya disempurnakan rumus tersebut menjadi ; I Q = M.A X 100 C.A

BAB VIII

PENTINGNYA PENGENALAN ANAK DIDIK DALAM PENDIDIKAN
1. Apa sebabnya pengenalan tentang anak didik itu penting ? Salah satu tujuan dari pendidikan adalah menolong anak mengembangkan potensinya semaksimal mungkin. Agar dapat menolong anak ia harus dikenal dalam segala aspeknya dan dalam konteks (situasi) hidupnya dimana ia hidup. Tanpa pengenalan tidak mungkin kita membuat rencana yang efektif untuk mengadakan perubahan dalam diri anak tersebut. 2. Apakah yang harus dikenal pada diri masing-masing anak didik ? Kita harus mengenal hal-hal yang umum yang terdapat pada semua anak dan hal-hal yang unik dan khusus. Faktor-faktor umum yang perlu dikenal ialah : a. Hakekat Anak , anak adalah seorang yang berada pada sesuatu perkembangan tertentu dan mempunyai potensi untuk menjadi dewasa. b. Kebutuhan Pokok Anak , Tiap anak membutuhkan hal-hal tertentu dan apabila

kebutuhan itu tidak dipenuhi anak tersebut akan mengalami masalahmasalah tertentu. Kebutuhan pokok dapat dibagi dalam 3 aspek yaitu, Kebutuhan Jasmani, Rohani & Kejiwaan. c. Langkah-langkah Perkembangan , perkembangan anak meliputi segisegi Jasmani, Jiwa dan rohani. Perkembangan ini sangat dipengaruhi oleh lingkungan yang mengambil peranan besar dalam membentuk watak anak. 3. Tinjauan Masa-Masa Perkembangan : a) Masa 0-3 tahun : - pertumbuhan jasmani berlangsung pesat - jiwa ; masa pertumbuhan pola, kebiasaan dan sikap meniru orang tua - rohani ; konsep tentang Tuhan diperoleh dari orang tua. b) Masa 3-5 tahun : - Jasmani : anak aktif atau bergerak - Jiwa : anak ingin belajar, ingin mengetahui segala sesuatu, anak berfantasi dan senang meniru. - rohani : konsep tentang Tuhan diperoleh dari ceritera atau pengalaman c) Masa 6-12 tahun : Masa Sekolah Dasar Masa ini terkenal oleh perkembangan jasmani secara memanjang. Anak ingin mengetahui segala sesuatu dan berpikir secara logis. d) Masa 13-19 tahun ke atas : Masa Adolesensi ( Pubertas ) - pada usia ini pertumbuhan jasmani anak begitu cepat. - anak sering berfantasi, melamun, pikiran anak penuh dengan ide-ide baru yang kreasi.

Perbedaan-Perbedaan Individual Faktor-faktor kepribadian dan Motivasional Kepribadian dan Motivasi cenderung menentukan penyesuaian diri dan performansi akademik. - Murid-murid tertentu menuntut perubahan prosedur mengajar - Beberapa murid yakin bahwa mereka sama baiknya dengan murid yang lain - Beberapa siswa tidak mau mengambil resiko mencoba menghadapi tugastugas karena mereka takut gagal Faktor-faktor penting dari kepribadian dan motivasi yang mempengaruhi tingkah laku anak di kelas dan yang mempengaruhi keberhasilan dalam belajar ; a. Self Concept ( konsep diri ) Pikiran / persepsi seseorang tentang dirinya sendiri merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi tingkah laku. Ciri-ciri self concept :

1) 2) 3) 4) 5) 6)

Terorganisasikan Multifaset Stabil Tersusun secara hirarkis Berkembang Evaluatif

b. Locus of Control ialah bagaimana individu merasa / melihat garis /hubungan antara tingkah lakunya dan akibatnya apakah ia dapat menerima tanggung jawab atau tidak atas tindakannya. c. Kecemasan yang dialami oleh anak didik d. Motivasi hasil belajar

BAB IX

“ READINESS “ DALAM HAL BELAJAR
A. Pengertian dan prinsip-prinsip pembentukan readiness. Readiness adalah kesediaan / kesiapan seseorang untuk berbuat sesuatu. Menurut Cronbach , readiness adalah segenap sifat / kekuatan yang membuat seseorang dapat beraksi dengan cara tertentu. Faktor yang bersama-sama membentuk readiness yaitu : 1) Perlengkapan dan pertumbuhan fisiologis 2) Motivasi Readiness seseorang itu merupakan sifat-sifat dan kekuatan pribadi yang berkembang.

Prinsip-prinsip bagi perkembangan readiness adalah sebagai berikut : 1) Semua aspek pertumbuhan berinteraksi dan bersama membentuk readiness. 2) Pengelaman seseorang ikut mempengaruhi pertumbuhan fisiologis individu. 3) Pengalaman mempunyai efek kumulatif dalam perkembangan fungsifungsi kepribadian individu bail jasmani / rohani. 4) Apabila readiness untuk melaksanakan kegiatan tertentu terbentuk pada diri seseorang , maka saat sat tertentu dalam kehidupan seseorang merupakan masa formatif bagi perkembangan pribadinya. B. Kematangan sebagai dasar daripada pembentukan readiness. Pengaruh kondisi jasmaniah terhadap pola tingkah laku / oengalaman sosial sangat tergantung kepada : 1) Pengakuan individu yang bersangkutan terhadap diri sendiri 2) Pengakuan dari orang lain / kelompok Perubahan jasmani memerlukan bantuan “motor learning” agar pertumbuhan itu mencapai kematangan. Kematangan / kondisi fisik akan memperoleh pengetahuan sosial bila individu yang bersangkutan mengusahakan “ social learning” ( belajar berinteraksi dengan orang lain / kelompok) . a. Dasar- dasar biologis tingkah laku Tingkah laku individul didasari oleh pertumbuhan biologisnya. Pusat sistim syaraf terdiri dari otak dan sumsum tulang belakang . Fungsi otak : 1) lokalisasi fungsi otak melalui stimulasi elektris dan kimia . 2) lokalisasi fungsi otak melalui pencatatan aktif . 3) lokalisasi fungsi otak melalui pelukaan . 4) lokalisasi melalui penelitian neuroanatomis dan komperatif 5) lokalisasi melalui penelitian-penelitian biokimiawi Otak kita terdiri dari 3 bagian yaitu : - Cerebrum : bagian yang mengatur segenap proses mental dan aktifitasnya. - Cereblum : bagian yang mengkoordinir aktifitas urat syaraf. - Brainstem : bagian pusat pusat pengatur sistem badani yang vital ( jantung, paru-paru ).

Kesadaran individu terhadap stimulus di alam sekitar maupun di dalam tubuh dipimpin oleh aktivitas sel-sel khusus di dalam sistem yang disebut receptors. Tingkah laku manusia terbagi atas 2 macam reaksi : 1) Respondent behavior : yaitu tingkah laku bersyarat dan tidak sengaja selalu tergantung kepada stimuli. 2) Operant behavior : yaitu tingkah laku disengaja dan tidak selalu tergantung pada stimuli.

b. Perubahan dalam otak yang menimbulkan kematangan. Setelah otak menjadi masak mengalami perubahan fisik pada manusia. Perubahan ini dapat menimbulkan tingkah laku baru yang tak terduga sebelumnya. Urat-urat syaraf dalam otak mempunyai electrical conductors. Untuk pengiriman messages ke tempat-tempat yang tetap perlu ada isolasi otak, isolasi itu disebut myelin / pembungkus saluran urat syaraf. c. Kematangan membentuk rediness. Kematangan ialah keadaan / kondisi bentuk , struktur dan fungsi yang lengkap atau dewasa pada suatu organisasi , baik terhadap satu sifat , bahkan sering kali semua sifat. Tingkah laku istingtif yaitu suatu pola tingkah laku yang diwariskan ( melalui proses hereditas ). Ada 3 ciri tingkah laku istingtif : 1) tingkah laku istingtif terjadi menurut pola pertumbuhan herediter 2) tingkah laku istingtif adalah tanpa didahului dengan latihan 3) tingkah laku istingtif berulang setiap saat tanpa adanya syarat yang menggerakkan.

BAB X

MOTIVASI BAGI BELAJAR MANUSIA
1. Kesadaran tentang pentingnya motivasi bagi perubahan tingkah laku manusia.

Pentingnya motivasi didalam membimbing belajar siswa misal, dengan cara : pujian , penghargaan , piagam prestasi , dan lain-lain. Pentingnya motivasi bagi perubahan tingkah laku manusia telah dimiliki baik oleh pendidik , orang tua murid , maupun masyarakat. 2. Masalah memotivasi siswa dalam belajar. Dalam memotivasi siswa, tidak ada aturan-aturan. Penyelidikan tentang motivasi menjadikan guru peka terhadap kompleksitas masalah ini. Guru hendaknya mengetahui prinsip-prinsip motivasi yang dapat membantu pelaksanaan tugas mengajar. 3. Definisi motivasi menurut Mc Donald, motivasi adalah suatu perubahan tenaga didalam diri / pribadi seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksireaksi dalam usaha mencapai tujuan. Definisi tersebut berisi 3 hal , yaitu : a) Motivasi dimulai dengan suatu perubahan tenaga dalam diri seseorang. b) Motivasi itu ditandai oleh dorongan afektif. c) Motivasi ditandai oleh reaksi-reaksi mencapai tujuan. 4. Beberapa pendapat tentang motivasi. a) James O Whittaker, ia mengatakan bahwa motivasi adalah kondisi / keadaan yang mengaktifkan / memberi dorongan kepada makhluk untuk bertingkah laku mencapai tujuan yang ditimbulkan oleh motivasi tersebut. b) Thorndike , ia mengatakan bahwa belajar dengan trial and error itu dimulai dengan adanya beberapa motif yang mendorong keaktifan. Untuk mengaktifkan anak dalam belajar diperlukan motivasi. c) Ghothrie , ia mengatakan motivasi hanyalah menimbulkan variasi respon pada individu yang bila dihubungkan dengan hasil belajar , motivasi tersebut bukan instrumental dalam belajar. d) C. T. Morgan , menurut Morgan motivasi bertalian erat dengan 3 hal ; 1. Keadaan yang mendorong tingkah laku. 2. Tingkah laku yang didorong olah keadaan tersebut. 3. Tujuan daripada tingkah laku tersebut. e) Frederick J. Mc Donald , motivasi ialah perubahan tenaga di dalam diri seseorang yang ditandai oleh dorongan efektif dan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Pada dasarnya motivasi memiliki 2 elemen, yaitu : 1) elemen dalam ( inner component ) berupa perubahan yang terjadi di dalam diri seseorang , keadaan tidak puas atau ketegangan psikologis. 2) elemen luar ( outer component ) elemen luar dari pada motivasi adalah tujuan yang ingin dicapai oleh seseorang.

BAB XI

PEMIKIRAN KE ARAH APLIKASI PSIKOLOGI BELAJAR
1. Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Behavioristik a) Prosedur-prosedur pengembangan tingkah laku baru. Metode untuk mengembangkan pola tingkah laku baru : 1. Shaping Tingkah laku yang kompleks dapat diajarkan melalui proses shaping , beberapa tingkah laku yang mendekati respon terminal. Proses ini dimulai dengan penetapan tujuan , analisa tugas , langkah-langkah kegiatan murid dan reinforcement terhadap respon yang diinginkan. 2. Modelling Dalam modelling seseorang yang belajar mengikuti orang lain sebagai model. b) Prosedur pengendalian atau perbaikan tingkah laku 1. Memperkuat tingkah laku bersaing 2. Ekstingis : dilakukan untuk membuang / meniadakan peristiwaperistiwa penguat tingkah laku. 3. Satiasi adalah suatu prosedur menyuruh seseorang melakukan perbuatan berulang-ulang sehingga ia menjadi jera. 4. Perubahan lingkungan stimuli. 5. Hukuman. c) Langkah-Langkah Dasar Modifikasi Tingkah Laku 1. Rumuskan tingkah laku yang dirubah. 2. Amatilah frekwensi tingkah laku yang dirubah 3. Ciptakan situasi belajar sehingga terjadi tingkah laku yang diinginkan 4. Identifikasilah reinforcers yang potensial 5. Perkuatlah tingkah laku yang diinginkan 6. Catatlah tingkah laku yang diperkuat untuk menentukan kekuatan frekwensi respon yang telah ditingkatkan. d) Pengajaran Terprogram. Pengajaran terprogram berusaha memajukan belajar dengan : 1. Memerinci latihan pelajaran menjadi unit-unit kecil. 2. Memaksa murid mereaksi unit-unit kecil itu. 3. Memberitahukan hasil belajar 4. Memberi kesempatan untuk bekerja sendiri Macam Pengajaran Terprogram antara lain : 1. Program linier. 2. Program Intrinsik. 2. Implikasi Teori-Teori Belajar dari Psikologi Kognitif. Tingkah laku seseorang selalu didasarkan pada kognisi, yaitu suatu perbuatan mengetahui / perbuatan pikiran terhadap situasi dimana tingkah laku itu terjadi.

3 (tiga) Tokoh teori Psikologi Kognitif yaitu ; 1) Piaget , mengatakan perkembangan kognitif anak sesuai dengan perkembangan usia. 2) Bruner , mengembangkan psikologi kognitif dengan menemukan metode belajar discovery. 3) Ausubel , berpendapat jika pengetahuan disusun dan disajikan dengan baik , siswa akan dapat belajar dengan efektif melalui buku tes dan metode-metode ceramah. 3. Implikasi Teori-Teori Belajar Humanistik a) Guru sebagai fasilitator - Sebaiknya memberi perhatian pada penciptaan suasana awal , situasi kelompok. - menempatkan dirinya sendiri sebagai suatu sumber yang fleksibel untuk dapat dimanfaatkan oleh kelompok. - membantu untuk memperoleh dan memperjelas tujuan–tujuan perorangan di dalam kelas dan tujuan kelompok yang bersifat umum. b) Ciri-ciri humanistik guru yang baik Menurut Combs dkk. Ciri – ciri guru yang baik adalah : - mempunyai anggapan bahwa orang lain itu mempunyai kemampuan untuk memecahkan masalah mereka sendiri dengan baik. - guru yang melihat bahwa orang lain mempunyai sifat ramah, bersahabat dan ingin berkembang. - guru yang cenderung melihat orang lain yang patut dihargai. - guru yang menganggap bahwa orang lain itu pada dasarnya dapat dipercaya. - guru yang melihat orang lain itu dapat memenuhi dan meningkatkan dirinya. c) Guru yang sejati - harus bersikap tenang - harus menyukai siswa-siswanya secara adil - harus menyembunyikan perasaannya

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->