P. 1
Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

Penelitian Tindakan Kelas (PTK).

|Views: 1,351|Likes:
Published by fuadjauhar

More info:

Published by: fuadjauhar on Feb 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

  0   

Penelitian Tindakan Kelas

PENERAPAN STRATEGI P3 DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI DAN PRESTASI BELAJAR PADA MATA PELAJARAN IPS KELAS IX DI SMP ISLAM ULUL ALBAB NGRONGGOT NGANJUK

Penulis: A. Jauhar Fuad, M.Pd

SMP ISLAM ULUL ALBAB KELUTAN NGRONGGOT NGANJUK MATA PELAJARAN IPS
Februari-April 2009

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  1   

BAB I PENDAHULUAN

Pada bagian ini peneliti memaparkan beberapa hal penting yang menjadi dasar dari penelitian ini. Adapun urutan pembahasan disusun sebagai berikut, (A) latar belakang masalah, (B) rumusan masalah, (C) tujuan penelitian, (D) manfaat penelitian, dan (E) definisi konsep.

A. Latar Belakang Masalah Hasil penelitian pendahuluan, ditemukan bahwa mata pelajaran IPS akhir-akhir ini kurang mendapatkan perhatian dari pihak sekolah, guru bahkan siswa. Perhatian mereka terserap pada mata pelajaran yang di UN-kan. Tentunya perubahan perhatian tersebut berdampak pada proses belajar di dalam kelas. Guru tidak lagi menjadi perhatian siswa dalam proses pembelajaran. Dengan persepsi yang dibangun oleh mereka menyebabkan motivasi belajar siswa rendah dan rendahnya motivasi belajar diikuti dengan rendahnya prestasi belajar siswa. Pada kegiatan pembelajaran di kelas IX SMP Islam Ulul Albab peneliti menemukan banyak persoalan di dalam belajar. Siswa seringkali bersifat acuh setiap guru menjelaskan materi pelajaran. Siswa sering berbuat gadu, mengobrol, tertidur, menggambar dan lainnya, hanya beberapa siswa saja yang respon terhadap penjelasan guru. Kebiasaan yang dilakukan oleh siswa, tentu akan merugikan mereka sendiri, maka banyak siswa yang nilainya

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  2   

di bawah standar ketuntasan belajar minimum (SKBM). Data di lapangan hanya 14 % siswa memenuhi SKBM yang telah ditetapkan, selebihnya harus mengikuti remedial (Dokumen semester ganjil 2008/2009). Permasalahan di atas lebih didasarkan program pembelajaran yang kurang terencana dan kurangnya motivasi siswa dalam belajar. Masrun mengemukakan bahwa motif atau motivasi merupakan suatu hal penting yang mendasari terjadinya tingkah laku siswa, serta motivasi dapat berasal dari dalam maupun luar seseorang, yang berfungsi mengarahkan tingkah laku siswa menuju pada tujuan yang ingin dicapainya (Masrun, dkk, 1975:46). Dari persoalan rendahnya motivasi siswa dalam belajar diharapkan guru dapat memotivasi siswa ketika mengajar. Suatu keberhasilan sangat bergantung pada upaya yang dilakukan dan motivasi untuk mewujudkannya. Salah satu unsur yang ada dalam motivasi adalah berusaha dengan sungguh-sungguh. Pada dasarnya motivasi timbul diakibatkan oleh dua faktor yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal ada di dalam diri siswa sedang faktor eksternal di luar diri siswa. Wahjosumidjo berpendapat bahwa, motivasi sebagai proses timbul diakibatkan oleh faktor di dalam diri siswa itu sendiri di sebut intrinsik atau faktor di luar yang di sebut ekstrinsik. Faktor di dalam diri seseorang dapat berupa kepribadian, sikap, pengalaman dan pendidikan atau berbagai harapan, cita-cita yang menjangkau ke masa depan. Sedangkan faktor di luar diri dapat di timbulkan oleh berbagai sumber, bisa karena pengaruh teman, orang tua, lingkungan bahkan guru (Wahjosumidjo, 1992:19).

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  3   

Pada sisi lain prestasi belajar siswa rendah. Menurut Bloom, prestasi belajar siswa secara umum dapat diklasifiksikan menjadi tiga yakni; ranah kognitif, ranah afektif dan ranah psikomotorik (Davies, 1987:45). Pada ilmu pengetahuan sosial, pengetahuan yang perlu dimiliki siswa meliputi: (1) pengetahuan, berupa pengenalan, pengingatan kembali terhadap teori, konsep dan fakta-fakta; (2) pemahaman, berupa kemampuan memahami tentang isi pelajaran yang dipelajari; (3) penerapan, berupa kemampuan menggunakan pada situasi baru; (4) analisis, berupa kemampuan menjabarkan isi pembelajaran; (5) sintesis, kemampuan menggabungkan unsur-unsur pokok kedalam struktur yang baru; dan (6) evaluasi, kemampuan menilai isi pembelajaran untuk suatu maksud atau tujuan tertentu (Davies, 1987:48). Keberhasilan pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Ada tiga variabel utama dalam pembelajaran, yaitu: kondisi pembelajaran, strategi pembelajaran dan hasil pembelajaran. Kondisi pembelajaran sebagai faktor yang mepengaruhi strategi dalam meningkatkan hasil pembelajaran. Strategi pembelajaran sebagai cara yang berbeda-beda untuk mencapai hasil pembelajaran yang berbeda di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Sedangkan, hasil pembelajaran mencakup semua efek yang dapat dijadikan sebagai indikator tentang nilai penggunaan strategi pembelajaran di bawah kondisi pembelajaran yang berbeda. Pada persoalan ini, peneliti memiliki pandangan dengan melakukan perbaikan dalam proses pembelajaran dengan strategi pengorganisasian,
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  4   

penyampaian dan pengelolaan kelas (P3) siswa dapan meningkatkan motivasi belajar. Dengan harapan tindakan tersebut dapat meningkatkan proses pembelajaran dan prestasi belajar sesuai dengan standar ketuntasan belajar minimum yang telah ditetapkan.

B. Rumusan Masalah Berdasarkan permasalahan dalam latar belakang di atas, maka dapat disusun rumusan masalah penelitian, sebagai berikut: 1. Bagaimana proses pelaksanaan strategi P3 dalam meningkatkan motivasi siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab? 2. Bagaimana meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab? 3. Bagaimana meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab?

C. Tujuan Penelitian Mengacu pada permasalahan yang telah dirumuskan dalam rumusan masalah penelitian di atas, maka tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah sebagai berikut: 1. Untuk mendeskripsikan proses pelaksanaan strategi P3 dalam

meningkatkan motivasi siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaan IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab 2. Untuk meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3 pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  5   

3. Untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab

D. Manfaat Penelitian Hasil penelitian tindakan kelas diharapkan bermanfaat dan memberi kontribusi dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya mutu pembelajaran yang ada di daerah setempat. Secara khusus, diharapkan hasil penelitian ini memberi kontribusi kepada pihak-pihak yang terkait seperti guru, pemerintah dalam hal ini kepala sekolah dan peneliti lain dalam upaya pengembangan dan perbaikan pembelajaran IPS Terpadu, serta bermanfaat bagi siswa yang mengalami pembelajaran. Bagi guru, pembelajaran IPS Terpadu dengan penerapan model pembelajaran ini menambah khasanah perbendaharaan strategi dan metode pembelajaran yang inovatif dan menyenangkan. Sebagai sarana untuk memicu kreatifitas dan pengembangan pembelajaran di kelas masing-masing. Bagi kepala sekolah sebagai salah satu bahan pertimbangan membuat rekomendasi penyelenggaraan proses pembelajaran yang inovatif, kreatif dan menyenangkan. Bagi siswa, mereka mendapatkan pengalaman nyata yang menyenangkan dalam meningkatkan prestasi belajar.

E. Definisi Konsep Untuk menghindari kesalahan apersepsi tentang istilah yang digunakan dalam penelitian ini, maka peneliti membatasi definisi operasional dari istilahistilah yang digunakan dalam karya tulis ini.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  6   

1. Motivasi adalah dorong seseorang untuk bertindak dengan suatu standar yang paling baik dalam usaha meningkatkan kemampuan diri. Pada penelitian ini bagaiman siswa dapat termotivasi dalam belajar, dapat terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran, antusias ketika guru menjelaskan dan keceriaan ketika proses belajar berlangsung. 2. Prestasi belajar adalah hasil yang diperoleh dari kegiatan belajar selama periode tertentu yang dinyatakan dalam nilai akhir yang tertulis. Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan prestasi belajar adalah hasil ulangan harian. 3. Strategi P3 merupakan, isi strategi yang (2) meliputi; strategi (1) strategi isi

pengorganisasian

pembelajaran;

penyampaian

pembelajaran; dan (3) strategi pengelolaan pembelajaran.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  7   

BAB II METODE PENELITIAN

Pada bagian ini peneliti memaparkan beberapa hal penting yang berhubungan dengan langkah-langkah yang dilakukan dalam persiapan, proses dan akhir penelitian. Adapun urutan pembahasan disusun sebagai berikut, (A) desain penelitian, (B) setting penelitian, dan (C) prosedur penelitian.

A. Desain Penelitian Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian tindakan kelas (Arikunto, 2008:2) (PTK) Classroom Action Research (CAR), (Aqim, 2007:12) karena tindakan dilakukan melalui perlakuan siklus pembelajaran khusus, yaitu mulai dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi (Arikunto, 2008:16). Penelitian tindakan kelas adalah bagaimana seorang atau sekelompok guru dapat mengorganisasikan kondisi praktek pembelajaran mereka, dan belajar dari pengalaman mereka sendiri. Mereka dapat mencoba suatu gagasan perbaikan dalam praktek pembelajaran mereka, dan melihat pengaruh nyata dari upaya itu (Wiraatmaja, 2007:13). Implementasi penelitian yang berupa siklus tindakan dilakukan untuk meningkatkan proses dan hasil pembelajaran berdasarkan masalah yang dihadapi siswa dan guru. Ada tiga variabel yang akan dikembangkan dalam penelitian ini, yaitu: (1) motivasi belajar siswa dalam wujud keterlibatan siswa secara aktif dalam pembelajaran, antusias

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  8   

siswa dan keceriaan siswa, (2) prestasi belajar siswa dalam wujud hasil ulangan harian siswa, dan (3) strategi P3 pembelajaran. Penelitian ini, peneliti melakukan kegiatan tindakan sesuai dengan karakteristik PTK menggunakan model Kurt Lewin (Wahidunmuni dan Ali, 2007:41), dan model Kemis dan Tanggart (Wiraatmaja, 2007:66) prosedur yang dilakukan dari PTK ini adalah seperti diagram berikut:

Diagram 2.1 Prosedur Penelitian Tindakan Kelas Diagram di atas dapat dijelaskan secara ringkas sebagai berikut: Tahap awal, setelah mengidentifikasi temuan masalah, yaitu berupa masalah awal, adalah membuat rencana tindakan. Rencana tindakan penelitian dari pembelajaran yang akan dilakukan untuk memperbaiki dan meningkatkan perubahan perilaku dan sikap belajar siswa, terutama motivasi siswa dan prestasi belajar ilmu pengetahuan sosial (IPS Terpadu). Sebelum perencanaan penelitian lebih rinci dilakukan, untuk memperlancar pelaksanaan tindakan, peneliti membuat persiapan-persiapan yang menyangkut rencana tindakan dan instrumen-instrumen yang digunakan setelah mengidentifikasi masalah melalui kegiatan studi awal pada saat mengumpulkan dan mengidentifikasikan masalah yang dihadapi siswa dan guru dalam pembelajaran IPS Terpadu. Secara rinci persiapan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut: a) melakukan studi awal dalam rangka

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  9   

mengidentifikasikan masalah yang dihadapi siswa dan guru; b) melakukan analisis masalah (SWOT = strength, weakness, opportunity, dan thread) (Arikunto, 2007:7-8); c) membuat rencana penelitian dengan menyusun proposal penelitian berdasarkan hasil analisis; dan d) membuat jadwal penelitian. Tahap perencanaan, peneliti menyusun hal-hal yang berhubungan dengan persiapan penelitian, antara lain: a) rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) beserta pemilihan materi dan media yang dipakai; dan b) indikator keberhasilan beserta instrumen penelitian dan penilaian yang digunakan untuk mengumpulkan data dan mengukur keberhasilan tindakan dalam penelitian. Tahap tindakan dilakukan oleh guru peneliti sebagai upaya perbaikan, peningkatan atau perubahan yang diinginkan berdasarkan langkah-langkah pembelajaran dalam rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah disusun sebelumnya. Sambil dilakukan tindakan pembelajaran tahap pengamatan sekaligus dilakukan. Pengamatan adalah kegiatan mengamati proses pembelajaran dengan sasaran utamanya motivasi siswa dalam proses pembelajaran yang diketahui dari keterlibatan aktif siswa, antusias siswa dan keceriaan siswa, dalam proses pembelajaran yang menggunakan strategi P3. Hasil pengamatan dicatat dalam lembar pengamatan sesuai dengan metode pengumpulan data yang ditentukan. Refleksi adalah kegiatan yang dilakukan oleh peneliti dan teman guru pengamatan untuk mengkaji, melihat dan mempertimbangkan hasil atau dampak dari tindakan berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditentukan untuk mengukur keberhasilan tindakan. Hasil refleksi digunakan
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  10   

untuk bahan pertimbangan apakah revisi rencana siklus berikutnya dilakukan atau siklus dihentikan, karena sudah mencapai semua indikator keberhasilan yang telah ditetapkan.

B. Setting Penelitian Tempat penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan adalah kelas IX SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk yang beralamat di jalan Sungai Brantas No. 25 Kelutan Ngronggot Nganjuk. Peneliti sebagai guru mata pelajaran IPS Terpadu, menjadi salah satu alasan penelitian tindakan kelas ini dilakukan di SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk. Alasan yang kedua adalah juga sejauh ini usaha perbaikan pembelajaran belum optimal dilakukan, maka masih sangat perlu dilakukan penelitian tindakan. Sebagai subyek penelitiannya adalah 30 siswa kelas IX SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk tahun ajaran 2008/2009 semester genap, yang terdiri dari 18 siswa perempuan dan 12 siswa laki-laki dengan kemampuan penguasaan terhadap materi rendah. Latar belakang mereka juga berbeda ada yang dari keluarga petani, tukang batu, buruh tani dan juga tenaga kasar yang lain. Mata pelajaran (mapel) IPS Terpadu sub-mapel Hubungan Manusia dengan Bumi kelas IX semester genap dibebankan 3 (tiga) standar kompetensi yang mencakup Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi, Kawasan Asia Tenggara, dan Benua dan Samudra. Bahan ajar sub-mapel IPS Terpadu ini diberikan kepada siswa dalam bentuk tindakan yang diteliti dengan

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  11   

menerapkan strategi P3. Sesuai dengan program semester yang telah dibuat oleh guru IPS Terpadu, penelitian tindakan ini dilakukan di semester genap bahasan kesatu, sehingga penelitian ini dilakukan pada bulan Februari-Maret 2009.

C. Prosedur Penelitian Desain penelitian telah dijelaskan bahwa pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Tindakan dilakukan melalui dua siklus tindakan masing-masing diawali dengan perencanaan, kemudian secara berturut-turut diikuti dengan pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Secara rinci prosedur penelitian diuraikan sebagai berikut. 1. Perencanaan Penelitian Menurut Wahidunmurni dan Ali (2007:97) tahap perencanaan, peneliti membuat beberapa persiapan yang meliputi beberapa langkah yakni: 1) menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan

mempersiapkan materi dan media pembelajaran berdasarkan skenario pembelajaran, 2) menyusun kriteria keberhasilan, dan 3) menyusun instrumen penelitian. Rencana pelaksanaan pembelajaran adalah merupakan skenario atau rencana tertulis yang harus disusun oleh seorang guru berdasarkan alokasi waktu yang tersedia yang terbagi menjadi beberapa tatap muka, sebelum proses pembelajaran dilakukan atau disajikan. Dalam penyusunan skenario pembelajaran ini seorang guru harus selalu berpijak atau berdasarkan silabus dan sistem penilaian yang sudah disusun sebelumnya

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  12   

serta disesuaikan dengan desain Penelitian Tindakan Kelas yang akan dilaksanakan, agar kompentensi dasar yang harus dimiliki siswa dapat tercapai. Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang disusun

berdasarkan strategi P3. RPP ini merupakan panduan untuk melaksanakan tindakan yang didalamnya memuat standar kompetensi (SK), kompetensi dasar (KD), indikator pembelajaran, langkah-langkah strategi

pembelajaran, media alat dan sumber pelajaran, materi dan bahan ajar, dan alat evaluasi pembelajaran. Standar kompetensi (SK) yang dibebankan untuk dikuasai siswa pada pembelajaran ini adalah kemampuan siswa dalam memahami dan menjelaskan hubungan manusia dengan bumi yang mencakup 3 sub bahasan: 1) memahami dan menjelaskan peta tentang bentuk dan pola muka bumi, 2) memahami dan menjelaskan kawasan asia tenggara, dan 3) memahami dan menjelaskan benua dan samudra. Sedangkan kompetensi dasar (KD) yang diharapkan tercapai adalah 1) memahami dan menjelaskan bentuk muka bumi pada Peta, 2) pola sebaran bentuk muka bumi, 3) membuat penampang melintang muka bumi, 4) keadaan umum kawasan asia tenggara, 5) Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, 6) benua di dunia, dan 7) samudra. Langkah-langkah pembelajaran yang harus dialami siswa adalah proses pembelajaran tiga fase, yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Tahap ini guru menjelaskan materi, dilanjutkan dengan

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  13   

pembentukan kelompok belajar disertai belajar dengan menggunakan media berupa; Atla, Globe, komputer, dan LCD proyektor. Indikator keberhasilan yang digunakan sebagai acuan untuk mengukur keberhasilan tindakan pada penelitian ini dirumuskan berdasarkan hipotesis tindakan yang mana digali dari masalah-masalah yang dihadapi siswa, sebagai berikut: (1) Siswa menunjukkan hasil motivasi belajar yang tinggi. Siswa terlibat aktif, antusias dan keceriaan siswa selama pembelajaran IPS Terpadu dari semua aspek yang tertuang dalam lembar pengamatan. (2) Respon siswa terhadap proses pembelajaran yang tinggi dengan sekor 75%. (3) Kemampuan siswa dalam prestasi, membuat pertanyaan dan menjawab pertanyaan. (4) 75% siswa mencapai nilai prestasi belajar tinggi dengan SKBM 70 dari semua aspek dalam instrumen penelitian. Instrumen penelitian yang dipersiapkan adalah: 1) lembar pengamatan digunakan untuk mengetahui motivasi belajar data

keterlibatan aktif siswa, antusias, keceriaan selama proses pembelajaran pada mata pelajaran IPS Terpadu; 2) kuesioner siswa digunakan untuk mengumpulkan tentang respon siswa terhadap proses pembelajaran; 3) lembar panduan penalaran siswa untuk mengukur kemampuan siswa membuat pertanyaan dan kemampuan menjawab pertanyaan secara logis; dan 4) tes ulangan harian untuk mengukur pemahaman siswa. Serta dipersiapkan lembar catatan lapangan yang mungkin digunakan untuk mencatat kejadian-kejadian penting yang terjadi selama proses

pembelajaran di luar prosedur yang ditentukan.
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  14   

2. Pelaksanaan Tindakan Tahap ini peneliti melaksanakan tindakan sesuai rencana,(Latif, 2003:10;107), yaitu pembelajaran di kelas IX SMP Islam Ulul Albab Kelutan Ngronggot Nganjuk sebagai kelas subjek penelitian. Strategi pembelajaran yang diaplikasikan adalah strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan pembelajaran (P3) dengan langkah-langkah pembelajaran yang tergambar sebagai berikut. Kegiatan awal: 1) memberikan salam dan tegur sapa dilanjutkan dengan; 2) membangun apersepsi tentang materi baru dihubungkan dengan materi yang sudah dipelajari siswa. Kemudian kegiatan awal ini diakhiri dengan; dan 3) pemberian pertanyaan yang berhubungan dengan materi IPS Terpadu, khususnya: peta tentang bentuk dan pola muka bumi;

kawasan asia tenggara; dan benua dan samudra. Kegiatan inti: 1) guru memberikan penjelasan tentang materi pelajaran yang disertai dengan media. Kemudian siswa belajar dengan beriteraksi dengan media berupa; Buku paket, Atlas, Globe, Komputer, dan LCD Proyektor. Siswa diberi tugas untuk mencatat dan

memperhatikan guru, 2) Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa tentang topografi yang ada di Indonesia mengenai simbol-simbol yang ada dalam peta dan siswa menjawab pertanyaan guru, 3) Guru membagi siswa menjadi lima kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. kemudian siswa berkumpul menurut kelompoknya masing-masing, 4) Guru memberikan penugasan kepada masing-masing kelompok untuk
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  15   

membahas sub pokok bahasan yang ada dalam buku. Kemudian siswa berdiskusi, membaca, mencatat dalam bentuk rangkuman. 5) Siswa diminta mempersiapkan materi tugas kelompok untuk didiskusikan dalam kelompok besar (kelas), setiap kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi dan kerja kelompoknya di dalam kelas. 6) Setiap kelompok

melaporkan hasil diskusinya, dan siswa lain mendengarkan dan membaca buku untuk mempersiapkan pertanyaan yang diajukan kepada kelompok yang sedang presentasi. 7) Kegiatan belajar diakhiri dengan penjelasan guru terhadap pertanyaan dan jawaban siswa yang kurang jelas. Kegiatan penutup; 1) siswa diberikan penguatan dan pemantapan dengan pemberian apresiasi kepada kelompok, bagi yang hasilnya bagus diberikan pujian dan yang masih kurang diberikan masuk dan saran 2) mengisi kuesioner tentang motivasi belajar IPS terpadu. 3. Pengamatan Tindakan Pengamatan dilakukan oleh peneliti dibantu oleh salah satu guru IPS Terpadu sebagai guru pengamat (Latif, 2003:10;108). Pengamatan difokuskan pada tingkah laku siswa selama mengikuti proses pembelajaran dan gejala yang muncul dalam setiap kegiatan pembelajaran dalam setiap siklusnya. Sasaran pengamatan adalah tingkahlaku dan keaktifan, keatusiasan dan keceriaan siswa dalam pembelajaran di kelas. Data yang terkumpul dicatat dalam lembar pengamatan. Aspek kedua yang diamati adalah langkah-langkah yang dilakukan guru dalam membimbing siswa melalui proses pembelajaran. Hal ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa pelaksanaan pembelajaran sudah sesuai dengan rencana yang dibuat.
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  16   

Data penelitian ini berupa data deskripsi dari kegiatan siswa sesuai tahap-tahap pembelajaran dan hasil penilaian siswa. Data yang lain adalah data yang menunjukkan motivasi belajar siswa yang diperoleh dari pedoman pengamatan yang diberikan kepada siswa dan respon siswa terhadap proses pembelajaran di ukur menggunakan kuesioner. Metode pengumpulan data dilakukan sebagai berikut: a. Metode Pengamatan Pengamatan dilakukan dalam penelitian ini untuk menjaring semua data tentang perkembangan proses pembelajaran mata pelajaran IPS Terpadu, Hubungan Manusia dengan Bumi yang mencakup Peta Tentang Bentuk dan Pola Muka Bumi, Kawasan Asia Tenggara, dan Benua dan Samudra. Bahan ajar sub-mapel IPS Terpadu ini diberikan kepada siswa dalam bentuk tindakan yang diteliti dengan menerapkan strategi P3. Keadaan pembelajaran yang berkaitan dengan tingkah laku siswa yang menunjukan keterlibatan siswa pada proses pembelajaran. Perkembangan sikap dan tingkah laku siswa terhadap pelaksanaan pembelajaran melalui model pembelajaran ini juga menjadi sasaran pengamatan, terutama keaktifan, keantusiasan dan keceriaan mereka dalam berdiskusi. b. Metode Angket/kuesioner Angket digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data yang berhubungan dengan sikap dan perasaan siswa yang mewakili motivasi belajar mereka yang tidak bisa diperoleh dari pengamatan, karena
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  17   

berada dalam pikiran siswa. Semua proses perkembangan belajar siswa yang berada dalam alam pikiran mereka yang sulit untuk diamati, diukur melalui instrumen angket.

c. Metode Penilaian Hasil Diskusi Penilaian ini didasarkan pada panduan yang berisi aspek-aspek penilaian keaktifan, antusias, keceriaan siswa, dapat dilihat dari kualitas mempresentasikan (kejelasan, suara keras dan penguasaan materi), kualitas menjawab pertanyaan, kualitas dalam memberikan

pertanyaan..Dari perolehan nilai masing-masing aspek penilaian ini dijumlah dan dirata-rata untuk memberikan nilai kelompok.. d. Tes (Ulangan Harian) Tes digunakan untuk mengukur kemampuan siswa dalam memahami materi yang disampaikan di kelas. Tes ini, diberikan pada akhir pertemuan, yaitu minggu ke 6 dari kegiatan penelitian tindakan kelas. e. Uji validitas Uji validitas isi instrumen dilakukan dengan mengkonsultasikan pada para pakar dimasing-masing bidangnya, untuk pedoman pengamatan dikonsultasikan kepada Dr. Ali Anwar; untuk koesioner dikonsultasikan kepada Dr. Nur Ahid; untuk lembar panduan penalaran dikonslutasikan kepada Dr. Maftuhin, dan untuk tes ulangan harian dikonsultasikan kepada Drs. Hamam, M.Pd. Dengan demikian

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  18   

instrumen yang digunakan dalam penelitian ini secara validitas isi tidak diragukan. 4. Refleksi Hasil Penelitian Refleksi adalah kegiatan menganalisis hasil pengamatan untuk menentukan sudah sejauh mana pengembangan strategi memotivasi siswa yang sedang dikembangkan siswa telah berhasil memecahkan masalah dan apabila belum berhasil, faktor apa yang menjadi penghambat kekurangan keberhasilan tersebut (Latif, 2003:10;109). Pada tahap ini kegiatan difokuskan pada upaya untuk menganalisis, mensintesis, memaknai dan menyimpulkan. Oleh karena kegiatan penelitian dilakukan secara mandiri maka kegiatan analisis dan refleksi menjadi tanggungjawab peneliti. Namun demikian, dalam pelaksanaan kegiatan analisis dan refleksi ini peneliti akan mendiskusikannya dengan para siswa yang diambil secara acak atas pelaksanaan pembelajaran yang telah dilakukan berdasarkan hasil pengamatan dan perasaan mereka. Hal-hal yang perlu didiskusikan mencakup: (1) kekurangan yang ada selama proses pembelajaran; (2) kemajuan yang telah dicapai siswa; dan (3) rencana tindakan pembelajaran berikutnya. Adapun indikator kinerja yang digunakan untuk menentukan keberhasilan pelaksanaan pembelajaran strategi memotivasi adalah dua kriteria, yakni (1) indikator kualitatif berupa keatusiasan siswa mengikuti pembelajaran dan sikap mereka terhadap strategi pembelajaran yang dikembangkan, dan (2) indikator kuantitatif berupa besarnya sekor ujian

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  19   

yang diperoleh dan selanjutnya dibandingkan dengan standar ketuntasan belajar minimal. Semua data yang tercatat dari tahap pengamatan berupa perubahan sikap yang ada pada siswa baik itu motivasi belajar mereka atau kemauan mereka untuk aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran melalui penerapan strategi P3 direkap dan diolah untuk dijadikan dasar refleksi. Metode pengolahan data adalah deskriptif kuantitatif. Secara rinci, data yang terkumpul diolah menggunakan metode sebagai berikut. Hasilnya, yang berupa deskripsi tentang situasi kelas, perubahan suasana kelas menunjukkan adanya perubahan menuju perbaikan, yang ditunjukkan dengan semakin meningkatnya prosentase siswa yang mematuhi instruksi selama proses pembelajaran dan kemudian

direfleksikan dengan indikator keberhasilan. Hasil rekapitulasi kuesioner motivasi belajar sebagai data pendukung keterlibatan siswa dihitung untuk mengetahui persentase yang dicapai siswa untuk direfleksikan dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Angket merupakan sejumlah pernyataan tertulis berbasis pada motivasi belajar siswa yang digunakan untuk memperoleh data tentang respon siswa terhadap proses pembelajaran dengan strategu P3. Untuk mengolah hasil angket, data yang diperoleh diubah ke persentase dengan menggunakan rumus sebagai berikut:
Tanggapan Siswa Rumus = Jumlah siswa X 100

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  20   

Langkah berikutnya adalah memberikan penilaian hasil belajar siswa dengan memasukkan data dari instrumen penilaian. Refleksi berupa pemberian penilaian dibandingkan dengan indikator keberhasilan.

Tindakan dinyatakan berhasil atau tidak tergantung pada pencapaian indikator keberhasilan. Hasil refleksi ini sangat berarti untuk perbaikan perlakuan tindakan pembelajaran pada siklus selanjutnya atau tindakan dihentikan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  21   

BAB III LAPORAN HASIL PENELITIAN

Pada bab ini akan disajikan dua hal utama yang berkenaan dengan hasil penelitian dan pembahasan. Hasil tindakan tiap siklus terdiri dari motivasi belajar mereka, dan hasil belajar siswa. Bagian yang kedua adalah pembahasan hasil temuan penelitian yang direfleksikan dengan teori yang sudah ada.

A. Hasil Penelitian Proses penyajian pembelajaran IPS Terpadu materi Hubungan Manusia dengan Bumi menggunakan strategi pembelajaran; strategi pengorganisasian, strategi penyampaian, strategi pengelolaan (P3) melalui penelitian tindakan kelas ini dapat digambarkan sebagai berikut.

1. Paparan Tindakan Siklus I Tindakan siklus I dilakukan pada minggu ke-2 bulan Februari 2009. Pada pertemuan sebelumnya guru menjelaskan kepada siswa bahwa mulai pertemuan minggu ini akan dilakukan penelitian tindakan kelas dengan penerapan strategi P3, yaitu pembelajaran yang menekankan pada strategi pengorganisasian isi materi pelajaran, penyampaian materi pelajaran yang disajikan dengan berbagai media, dan pengelolaan pembelajaran dengan membuat belajar kelompok, individu, penjadwalan dan umpan balik dari siswa. Pemberitahuan ini dilakukan agar kegiatan pembelajaran ini dapat dilalui siswa dengan sadar untuk meningkatkan
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  22   

kualitas pembelajaran mereka, sehingga mencapai hasil pembelajaran yang optimal. Pada hasil pengamatan selama proses pembelajaran, perlu diciptakan hubungan pola asuh yang melahirkan perasaan empati antara siswa dengan guru. Adanya hubungan relasi simpati dan empati dengan guru diharapkan siswa kreatif berani bertanya dan termotivasi dalam proses pembelajaran. Siswa menyadari dan tahu kemampuannya sendiri, percaya pada diri sendiri. Pada pertemuan ke-1, guru menyampaikan materi pelajaran di kelas dengan menjelaskan materi bahasan peta; tentang bentuk dan pola muka bumi, yang disertai dengan penggunaan media, berupa; buku paket, Peta, Atlas, dan Globe. Siswa diminta untuk memperhatikan dan mencatat apa yang disampaikan guru. Selanjutnya guru memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertanya. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pembentukan kelompok oleh guru, masing-masing kelompok berjumlah 5 siswa. Guru memberikan penugasan kelompok untuk membuat

penampakan muka bumi, dengan mengambil peta kabupaten Nganjuk sebagai objek gambar. Tugas itu sebagai pekerjaan rumah. Pembelajaran diakhiri dengan menarik kesimpulan. Pada pertemuan ke-2, guru mengecek tugas kelompok, didapat tidak semua kelompok dapat mengerjakan tugasnya, hanya 3 kelompok yang dapat mengerjakan tugas tersebut. Alasannya mereka tidak memahami petunjuk guru tentang penugasan tersebut. Pada pertemuan ke 2 guru menjelaskan tentang cara membuat penampakan kabupaten
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  23   

Nganjuk di papan tulis yang diikuti oleh siswa. Pada menit ke 30 guru menjelaskan sub bahasan kawasan Asia Tenggara, keadaan umum Asia Tenggara tentang letak dan batas wilayah, kedaan alam, iklim, penduduk, dan ekonomi. Kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan pembentukan kelompok tiap kelompok berjumlah 6 siswa, hal ini disesuaikan dengan jumlah komputer yang ada di ruang multimedia. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan pertanyaan-pertanyaan dan kesimpulan. Pada pertemuan ke-3, kegiatan pembelajaran dilangsungkan di ruang multimedia, setiap kelompok memegang 1 unit komputer. Kegiatan pembelajaran ini menggunakan lima unit komputer, 1 unit LCD proyektor dan buku paket. Pada pembelajaran ini, siswa diarahkan untuk membuka peta digital dengan membuka peta kawasan Asia Tenggara, mereka ditugasi untuk mencari letak negara-negara yang ada dikawasan Asia Tenggara. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi batas-batas wilayah masing-masing negara melalui penelusuran di peta, dan di cocokkan dengan buku paket. Pembelajaran dilanjutkan dengan pembagian tugas kelompok, setiap kelompok membahas dua sub bahasan negara-negara yang ada di kawasan Asia Tenggara. Kegiatan pembelajaran diakhiri dengan memberikan kesempatan siswa untuk bertanya, pembelajaran dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Pertemuan ke-4, pada pertemuan ini kegiatan pembelajaran dilakukan di dalam kelas, siswa berkumpul berdasarkan kelompoknya masing-masing dengan membawa buku paket, dan kertas polio. Siswa berdiskusi, mencatat dan guru berperan sebagai fasilitator, memberikan
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  24   

bimbingan kepada kelompok dan individu yang mengalami kesulitan. Kemudian guru menjelaskan sistematika kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan memberikan kesempataan kepada siswa untuk bertanya, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Pertemuan ke 5, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan presentasi kelompok di depan kelas. Setiap kelompok mempresentasikan selama 10 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab, demikian juga seterusnya untuk kelompok yang lain. Pada sesi presentasi dari 5 kelompok 4 diantaranya dapat berjalan dengan baik, mereka dapat mempresentasikan dengan baik dan jelas, ketika mendapatkan

pertanyaanpun keempatnya dapat menjawab dengan tepat. Proses pembelajaran pada sesi ini, siswa dapat berperan aktif, siswa terlihat antusias untuk bertanya kepada temannya. Banyak siswa yang ingin mengajukan pertanyaan. Dengan demikian pada proses pembelajaran dengan menggunakan presentasi semangat belajar siswa dapat tumbuh dengan baik. Proses pembelajaran pada siklus I, dapat diidentifikasikan adanya peningkatan proses belajar dan aktifitas pembelajaran. Hal ini dapat terlihat dari semangat siswa yang terus meningkat dari pertemuan 1 sampai pertemuan 5, hal ini dapat terlihat dari hasil observasi tingkat motivasi siswa. Pada siklus I ditemukan hasil pengamatan yang menunjukkan perkembangan dari usaha peningkatan melalui tindakan pembelajaran.
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  25   

Motivasi belajar siswa menunjukkan kenyataan yang sudah bagus, meskipun belum mencapai indikator keberhasilan yang diharapkan. Secara lengkap digambarkan dalam Grafik 3.1 Grafik 3.1 Hasil Rekapitulasi Motivasi Belajar Siswa
Aktif
5 4,5 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Kelompok1 Kelompok2 kelompo k3 Kelom pok4 Kelompk5

Antusias Keceriaan

Tabel di atas, merupakan rekapitulasi dari hasil pengamatan motivasi siswa dari pertemuan ke 1 dan pertemuan ke 5, yang dikumpulkan dari pedoman observasi berdasarkan kegiatan yang terjadi pada tiap kelompok. Pada tabel rekapitulasi ini dapat dilihat pencapaian motivasi belajar siswa yang sudah bagus. Keterlibatan siswa secara aktif diamati berdasarkan beberapa pernyataan yang sudah ditentukan dalam perencanaan, yang mana pernyataan-pernyataan itu dituangkan dalam lembar pengamatan proses pembelajaran. Pengamat mencatat semua hal yang dilakukan siswa dalam lembar pengamatan tersebut. Pada grafik aktifitas siswa adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran pada pertemuan ke 1 sampai pertemuan ke 5. Antusias siswa dalam proses pembelajaranpun mengalami perbaikan. Pada aspek keceriaan juga adanya peningkatan.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  26   

Respon siswa terhadap proses pembelajaran yang tinggi, pada aspek ini peneliti mengukur tanggapan siswa terhadap proses pembelajaran yang telah dilakukan selama 5 kali pertemuan, pengukuran ini menggunakan angket. Indikator keberhasilannya adalah apabila responden (siswa) merasa senang dengan proses pembelajaran yang diberlakukan guru selama 5 kali pertemuan dengan standar minimal 75% dari siswa yang dikenai pengangketan, maka proses pembelajaran yang dilakukan guru berhasil, jika belum mencapai standar minimal proses pembelajaran belum dapat dikatakan berhasil. Tabel 3 1. Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru No Nilai Frekuensi % KP 1 Sangat senang 6 20,7 20,7% 2 Senang 14 48,3 69% 3 Biasa saja 7 24,1 93,1% 4 Kurang senang 2 6,9 100% 5 Tidak senang 0 0 29

Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa, 1 siswa tidak hadir. Pada pemamparan di atas siswa yang sangat senang dan senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 20 siswa dengan presentasi 69%, artinya bahwa presentasi ini masih jauh di bawah prosetasi yang digunakan sebagai standar minimal 75%. Tingkat keberhasilan yang diharapkan adalah apabila siswa yang menjawab sangat senang dan senang mencapai prosentasi kumulatif sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Artinya proses pembelajaran dengan menggunakan

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  27   

strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan belum dikatakan berhasil di mata siswa. Pada kegiatan presentasi (laporan tugas kelompok) yang dilakukan siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang tinggi dikalangan para siswa. Pada kegiatan ini ada tiga indikator yang dijadikan ukuran pertama kualitas presentasi kelompok, kualitas pertanyaan yang diajukan masingmasing kelompok, dan kualitas jawaban kelompok. Pada kegiatan ini peneliti menyiapkan tabel observasi untuk mengamati kegiatan tersebut. Adapun hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada grafik 3.2. Grafik 3.2 Hasil Presentasi, Pertanyaan dan Jawaban siswa
4 Presntasi 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Kelom pok 1 Kelompok 2 Kelom pok 3 Kelompok 4 Kelom pok 5 Pertanyaan Jawaban

Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari kelompok 1 baik, dan dilanjutkan berturut-turut dengan kelompok 2, untuk kelompok 3 dan 4 kemampuan mempresentasikanya cukup, sedangkan kelompok 5 kemampuan mempresentasikannya kurang baik. Kemampuan mengajukan pertanyaan masih didominasi oleh kelompk 1 kategori baik, berikutnya kelompok 2, 4 dan 5 kurang baik, dan untuk kelompok 3 kemampuan mengajukan pertanyaan cukup. Kemampuan menjawab

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  28   

pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1 lebih baik jika dibandingkan dengan kelompok yang lain, kelompok 2, 3 dan 4 kemampuan menjawab pertanyaan kategori cukup, dan untuk kelompok 5 tidak baik. Pada siklus I belum dilakukan tes atau ulangan harian. Alasan belum dilakukannya ulangan harian karena materi pelajaran belum seluruhnya tersampaikan sesuai dengan rancangan pelaksanaan

pembelajaran (RPP). Berdasarkan catatan lapangan yang dibuat oleh peneliti dan guru pengamat menunjukkan pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan rencana yang telah dibuat, walaupun ada sedikit kekurangan. Data tersebut mendukung hasil analisis di atas, sehingga hasil refleksi masih menunjukkan masalah-masalah yang perlu ditindaklanjuti dalam perlakuan tindakan pada siklus berikutnya, maka disusunlah suatu perbaikan tindakan (replanning) untuk dilaksanakan pada siklus II, dengan menggunakan strategi yang sama.

2. Paparan Tindakan Siklus II Tindakan siklus II dilakukan pada minggu ke-3 bulan Maret 2009. Rencana tindakan siklus II ini disusun berdasarkan kelemahan-kelemahan yang ditemui pada siklus I, yaitu pada kontrol pembelajaran dan pemberian intruksi pembelajaran yang lebih jelas. Dengan langkah-langkah kegiatan yang sama dengan perlakuan siklus I. Pada pertemuan 1 siklus ke II, siswa akan belajar benua-benua yang ada di dunia. Pada kesempatan itu guru menjelaskan Benua Asia di

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  29   

dalam kelas, siswa mencermati, mendengarkan dan mencatat. Kegiatan berikutnya guru membentuk kelompok sama seperti pada siklus I, dan guru memberikan penjelasan tentang rencana belajar yang akan dilaksanakan dipertemuan berikutnya. Guru memberikan kesempatan bertanya kepada siswa tentang materi yang disampaikan dan rancangan belajar yang akan dilaksanakan. Pada kesempatan ini ada siswa yang bertanya tentang Laut Merah, Laut Hitam, guru menjawab pertanyaan tersebut. Kegiatan belajar diakhiri dengan menarik kesimpulan. Pada pertemuan ke 2, pembelajaran dilaksanakan di Laboraturium komputer, proses belajar sama seperti siklus yang pertama dan juga menggunakan media yang sama. Yang berbeda pada siklus ini adanya pengontrolan lebih ketat dari guru agar proses belajar yang dilakukan sesuai dengan desain yang sudah dipersiapkan. Semua siswa diperintahkan membuka globe yang ada di komputer sambil mengikuti keterangan guru dengan mencatatnya. Penjelasan materi diruntut sesuai buku paket yang ada di perpustakaan, sehingga semua siswa dapat mengikuti proses pembelajaran. Pada proses pembelajaran ini siswa dapat mendengarkan penjelasan guru. Siswa juga dapat melihat teks langsung dari buku paket, dan siswa dapat melihat kondisi alam, budaya, suku dan lain sebagainya langsun dari komputer. Proses pembelajaran ini, siswa sangat tertarik dan merasa senang. Siswa dapat bertanya disela-sela penjelasan guru dengan mendengarkan dan melihat visualisasi benua-benua yang dijelaskan guru, hal ini membuat para siswa menjadi penasaran. Pembelajaran diakhiri dengan menarik kesimpulan dan dilanjutkan dengan pengangketan.
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  30   

Mengikuti kegiatan pada siklus I, pada siklus II juga dilakukan diskusi dengan kelompok yang sama, sehingga tidak perlu adanya pengarahan yang lebih panjang. Setiap kelompok mendapatkan tugas untuk membahas masalah, benua dan samudra. Siswa berdiskusi, mencatat dan guru berperan sebagai fasilitator, memberikan bimbingan kepada kelompok dan individu yang mengalami kesulitan. Kemudian guru menjelaskan sistematika kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan berikutnya. Kegiatan diakhiri dengan memberikan kesempataan kepada siswa untuk bertanya, kegiatan pembelajaran dilanjutkan dengan penarikan kesimpulan. Pertemuan ke 4, kegiatan pembelajaran dilakukan dengan presentasi kelompok di depan kelas. Setiap kelompok mempresentasikan selama 10 menit dan dilanjutkan dengan tanya jawab, demikian juga seterusnya untuk kelompok yang lain. Pada sesi presentasi dari semuanya dapat berjalan dengan baik, mereka dapat mempresentasikan dengan baik dan jelas. Pada proses pembelajaran pada sesi ini, siswa dapat berperan aktif, siswa terlihat antusias untuk bertanya kepada temannya, dapat terlihat dengan banyak siswa yang ingin mengajukan pertanyaan. Dengan demikian pada proses pembelajaran dengan menggunakan presentasi semangat belajar siswa dapat tumbuh dengan baik. Hasil temuan pada akhir siklus II ini menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan. Karena hampir semua indikator keberhasilan telah tercapai dengan pencapaian yang sangat signifikan. Hasil pengamatan siklus II menunjukkan perkembangan yang bagus dari semua
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  31   

aspek yang ingin ditingkatkan. Usaha yang dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran IPS Terpadu, khususnya hubungan manusia dengan alam dapat terlaksana dengan sangat baik melalui tindakan strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan kelas. Motivasi belajar siswa menunjukkan kenyataan yang signifikan. Secara lengkap digambarkan dalam grafik berikut. Grafik 3.3 Hasil Rekapitulasi Motivasi Siswa
5 4, 5 4 3, 5 3 2, 5 2 1, 5 1 0, 5 0 Ke lompok 1 Kelompok2 Ke lompok3 Kelompok4 k elompok5

Keaktif an Antusias Kec eriaan

Dari tabel rekapitulasi di atas pencapaian motivasi belajar siswa meningkat. Peningkatan ini telah, berdampak positif pada tingkat keterlibatan siswa secara aktif. Hal ini, akan membantu siswa untuk mencapai hasil belajar yang lebih baik dari yang sebelumnya. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran siklus II menunjukkan peningkatan yang sangat tinggi, ini berarti bahwa dengan motivasi belajar yang tinggi mampu mendorong siswa untuk aktif terlibat dan berpartisipasi dalam setiap tahapan kegiatan. Pengamat mencatat semua hal yang dilakukan siswa dalam lembar pengamatan tersebut. Aspek kedua antusias, pada siklus ini menunjukan adanya peningkatan antusias yang sangat tinggi, dengan indikator mereka berani bertanya, ditengah-tengah penjelasan guru. Aspek ketiga keceriaan, pada aspek ini keceriaan siswa

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  32   

juga sangat tinggi, mereka terlihat jauh lebih senang jika dibandingkan pada siklus sebelumnya. Ini juga didukung dari hasil pengangketan. Tabel 3.2 Respon Siswa Terhadap Strategi Yang Digunakan Guru No Nilai Frekuensi % KP 1 Sangat senang 8 27,6 27,6% 2 Senang 15 51,7 79,3% 3 Biasa saja 5 17,2 96,5% 4 Kurang senang 1 3,45 100% 5 Tidak senang 0 0 29

Siswa yang ikut dalam kegiatan pengangketan sebanyak 29 siswa, 1 siswa tidak hadir. Pada pemaparan di atas siswa yang sangat senang dan senang dengan kegiatan pembelajaran P3 sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%, artinya bahwa pada siklus II ini adanya respon yang baik dari siswa terhadap strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan kelas, yang digunakan sebagai standar minimal 75%. Tingkat keberhasilan yang diharapkan adalah apabila siswa yang menjawab sangat senang dan senang mencapai prosentasi kumulatif sebesar 75% sesuai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Artinya proses pembelajaran dengan menggunakan strategi pengorganisasian, strategi penyampaian dan strategi pengelolaan dapat dikatakan berhasil di mata siswa. Pada kegiatan presentasi (laporan tugas kelompok) yang dilakukan siswa menunjukan adanya tingkat partisipasi yang sangat tinggi dikalangan para siswa. Adapun hasil dari kegiatan tersebut dapat dilihat pada grafik 3.4.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  33   

Grafik 3.4 Hasil Presentasi, Pertanyaan dan Jawaban siswa
4 3, 5 3 2, 5 2
Pert an yaan Pres nt asi

1, 5 1 0, 5 0 Kelompok 1 Kelompok 2 Kelompok 3 Kel ompo 4 k Kel o p 5 m ok
Ja wab an

Pada paparan di atas dapat digambarkan bahwa kemampuan kelompok mempresentasikan materi pelajaran di depan kelas dari kelompok 1dan 2 baik, dan dilanjutkan dengan kelompok 3, 4 dan 5 kemampuan mempresentasikanya cukup. Kemampuan mengajukan

pertanyaan kelompk 1, 2, 3, dan 4 kategori baik, dan kelompok 5 cukup. Kemampuan menjawab pertanyaan dari kelompok lain, kelompok 1, 3 dan 5 baik, kelompok 2 dan 4 kemampuan menjawab pertanyaan kategori cukup. Pada tes ulangan harian dari 30 siswa yang mengikuti ulangan hari 29 siswa, satu diataranya berhalangan hadir. Hasil ulangan harian siswa kelas IX menunjukkan angka yang memuaskan, jika melihat standar ketuntasan belajar minimum (SKBM) sebesar 70. Dengan prosentasi kumulatif yang mendapatkan nilai 70 lebih dari 75%, yang telah

ditetapkan sebagai indikator keberhasilan hasil belajar. Pada tabel di bawah siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 berhasil. Adapun lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel 3.3.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  34   

No 1 2 3 4 5

Tabel 3.3 Prestasi Belajar Siswa Nilai Frekuensi % 91-100 8 27,58 81-90 9 31,03 71-80 7 14,13 61-70 4 13,79 51-60 1 3,44 29

KP 27,62 58,62 82,76 96,55 100

Berdasarkan pencapaian beberapa aspek penting yang menjadi indikator keberhasilan tindakan dalam penelitian tindakan ini dan dukungan dari catatan lapangan. Hasil refleksi siklus II telah menunjukkan hasil perbaikan dan pencapaian target yang dapat digunakan untuk bahan pertimbangan bahwa tindakan dalam PTK ini dihentikan untuk dilaporkan.

B. Analisis Hasil Penelitian Dari tabel-tabel data di atas, nilai dan presentasenya direfleksikan dengan indikator keberhasilan setiap akhir siklus I dan siklus II sebagai berikut. 1. Refleksi Motivasi Siswa pada Siklus I dan Siklus II Motivasi siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6, ini menunjukan bahwa aktifitas siswa dalam pembelajaran rendah, indikator yang dijadikan ukuran dalam hal ini ada dua; (1) Siswa mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru, dan (2) Siswa mau mencatat apa yang telah

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  35   

dipelajari. Pada siklus I, tidak semua siswa dapat mengerjakan tugas sesuai dengan petunjuk guru dan tidak semua siswa mencatat apa yang dijelaskan oleh guru. Dari hasil diskusi dengan guru lain yang bertugas membantu penelitian sebagai pengamat, hal ini diyakini disebabkan oleh sikap siswa yang belum menyadari sepenuhnya petunjuk guru. Sehingga peneliti perlu merancang ulang rencana tindakan yang diberikan pada siklus II dengan sedikit modifikasi tindakan pada tahap. Pada hasil siklus II aktifitas siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukan adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses pembelajaran. Pada aspek antusias siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan (1) Siswa mau mendengarkan dan memperhatikan dan (2) Siswa mau mengemukakan ide dan pendapatnya. Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses pembelajaran. Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh guru, namun hal ini belum mencapai target yang diharapkan artinya, dari dua indikator yang di harapkan (1) Siswa terlihat berseri-seri dalam belajar dan (2) Siswa tidak mengantuk (menguap dan meletakkan kepala di atas meja). Pada siklus II keceriaan siswa mengalami

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  36   

peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa dalam proses pembelajaran. Grafik 3.5 Hasil Refleksi Motivasi Siklus I dan Siklus II
5 4 3 2 1 0 Sikuls I Siklus II
Aktif Antusias Keceriaan

Motivasi adalah kecenderungan dalam diri seseorang yang membangkitkan topangan dan mengerahkan tindak tanduknya. Motivasi meliputi faktor biologis dan emosional yang hanya dapat diduga dengan pengamatan tingkah laku manusia (Hasibuan, 1999:233). Keaktifan, antusias dan keceriaan siswa, merupakan indikator dari motivasi siswa yang tergambar dalam proses pembelajaran. Pada tahap ini motivasi siswa dapat tumbuh dengan cara penggunaan strategi belajar yang berbeda dari hari-hari biasanya. Menurut para psikolog motivasi dibagi dua ada motivasi intrinsik dan ekstrinsik, dalam penelitian ini, motivasi ekstrinsik yang menjadikan siswa belajar lebih bersemangat, walaupun tidak menafikan pengaruh dari motivasi intrinsik. Fungsi pengaruh perilaku daripada motivasi membuat seseorang melakukan seleksi atau pilihan atas beberapa alternatif perilaku yang dapat memenuhi tujuannya, sehingga semakin tinggi motivasi akan semakin terarah perilakunya. Seseorang hanya akan melakukan perbuatan yang

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  37   

berhubungan dengan keberhasilan pencapaian tujuan dan kebutuhan yang utama baginya.

2. Refleksi Tanggapan Siswa Terhadap Strategi P3 pada Siklus I dan Siklus II Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh guru menunjukan respon yang positif (Tabel 3.1 dan Tabel 3.2). Pada siklus I siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebayak 20 siswa dengan prosentasi 69%. Sedangkan pada siklus II siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%. Hal ini, sudah melampaui dari indikator keberhasilan yang telah ditetapkan oleh peneliti sebesar 75%. Strategi pembelajaran merupakan salah satu faktor yang

menentukan keberhasilan suatu program (Kristian, 1995:45). Strategi pembelajaran merupakan komponen penentu utama kualitas pembelajaran, demikian pentingnya strategi pembelajaran, sehingga harus dipilih dengan sebaik-baiknya (Bakkidu, 1996:56). Keberhasilan pembelajaran terkait dengan strategi pembelajaran yang ditetapkan oleh guru. Penggunaan strategi pembelajaran yang tepat diharapkan dapat membantu siswa mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan. Pada penelitian ini ada 3 strategi yang dikembangkan yaitu: pertama Strategi pengorganisasian isi pembelajaran adalah cara pemilihan isi pembelajaran dengan mengurutkannya. Pemilihan isi pembelajaran
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  38   

amat penting dilakukan oleh guru karena buku teks belum tentu sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan oleh guru. Isi pembelajaran yang telah diorganisasikan akan mempermudah bagi guru untuk mengajarkannya, dan juga mempermudah bagi siswa untuk mempelajarinya (Win,

1981:218;10). Kedua strategi penyampaian pembelajaran mengacu pada cara-cara yang dipakai untuk menyampaikan isi pembelajaran kepada siswa, dan sekaligus untuk menerima serta merespon masukan-masukan dari siswa (Degeng dan Miarso, 1993:59). Media pembelajaran merupakan bagian dari kajian utama dari strategi ini, secara lengkap ada tiga komponen yang perlu diperhatikan dalam mempreskripsikan strategi penyampaian, yaitu: (1) media pembelajaran; (2) interaksi siswa dengan media; dan (3) bentuk belajar. Ketiga strategi pengelolaan pembelajaran berhubungan dengan berbagai macam interaksi, antar siswa dengan strategi pengorganisasi dan strategi penyampaian pembelajaran (Degeng, 1989:36). Pengelolaan yang dimaksud mencakup: (1) penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran; (2) pembuatan catatan kemajuan belajar siswa; (3) pengelolaan motivasi; dan (4) kontrol belajar (Reigeluht, 1979:48). Dengan menerapkan startegi P3 tersebut memungkinkan adanya ketertarikan siswa dalam proses pembelajaran.

3. Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas pada Siklus I dan Siklus II Partisipasi siswa dalam kegiatan diskusi, pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Pada siklus I

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  39   

kemampuan setiap kelompok dalam memprestasikan tugasnya diperoleh sekor 4, kemudian pada siklus II adanya peningkatan sekor menjadi 4,25. Aspek yang kedua yang menjadi penilaian kemampuan siswa mengajukan pertanyaan kepada kelompok lain. Pada siklus I kemampuan siswa mengajukan pertanyaan diperoleh sekor sebesar 3,25, sedangkan pada siklus II sekor yang didapat sebesar 4,75. Aspek yang ketiga adalah kemampuan siswa didalam menjawab pertanyaan siswa lain. Pada siklus I didapatkam kemampuan siswa menjawab pertanyaan diperoleh sekor 3,5, sedangkan pada siklus II diperoleh sekor 4,5. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa aktifitas diskusi kelas dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan.

Grafik 3.6 Hasil Refleksi Partisipasi Diskusi Kelas
5 4,5 4 3,5 3 2,5 2 1,5 1 0,5 0 Siklus I Siklus II

Presentasi Pertanyaan Jawaban

Pada kegiatan diskusi siswa dapat mengungkapkan permasalahanpermasalahan (kesulitan) dalam belajar kepada rekannya sendiri. Selama ini, seringkali siswa tidak berani mengajukan pertanyaan dan

menjawabnya secara langsung kepada guru. Dengan diberlakukannya strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  40   

4. Prestasi Belajar Siswa pada Siklus I dan Siklus II Pada tabel 4.7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya SKBM yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan sebesar 75% dari 29 siswa. Prestasi belajar sebagai suatu out put ditentukan oleh proses dan in put-nya, sehingga prestasi belajar banyak dipengaruhi serta ditentukan oleh berbagai faktor baik di dalam in put maupun proses belajar itu sendiri. Djiwandono mengemukakan beberapa faktor yang ikut menentukan prestasi seseorang, antara lain; (a) faktor inteligensi, (b) faktor kepribadian, (c) faktor motivasi, (d) faktor lingkungan keluarga, (e)

faktor lingkungan sekolah, (f) faktor lingkungan teman (Djiwandono, 2007:37). Secara lebih luas Sumadi Suryabrata mengemukakan empat kelompok yang mempengaruhi proses dan hasil belajar, yaitu: (1) faktor bahan atau hal, yang merupakan in put pokok dalam siswa; (2) faktor lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik dan alami; lingkungan sosial; (3) faktor instrumental yang berupa perangkat keras (hardwere) seperti misalnya; gedung, perlengkapan belajar, media praktikum, dan

sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak (softwere) seperti kurikulum, program, pedoman belajar, dan sebagainya; dan (4) faktor kondisi individual si pelajar yang terdiri dari kondisi fisiologis, seperti kesehatan, pada umumnya gizi, panca indera, dan kondisi psikis seperti

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  41   

perhatian, pengamatan, tanggapan, fantasi, ingatan, berfikir, inteligensi, bakat dan motivasi (Suryabrata, 1981:29). Pada penelitian ini peningkatan prestasi belajar dapat meningkat karena faktor lingkungan sekolah, faktor lingkungan teman. Menurut

Suryabrata karena faktor faktor lingkungan yang terdiri: lingkungan fisik dan alami; lingkungan sosial; faktor instrumental yang berupa perangkat keras (hardwere) seperti misalnya; gedung, perlengkapan belajar, media praktikum, dan sebagainya. Dapat pula faktor ini berupa perangkat lunak (softwere) seperti kurikulum, program, pedoman belajar, dan sebagainya. Dalam proses penelitian tindakan ini, peneliti menggunakan berbagai sarana dan prasarana belajar yang ada disekolah, yaitu; berbagai media pembelajaran. Lebih lanjut dengan penggunaan media memungkinkan belajar menjadi (1) Media pembelajaran dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh para peserta didik. (2) Media pembelajaran dapat melampaui batasan ruang kelas. (3) Media pembelajaran memungkinkan adanya interaksi langsung antara peserta didik dengan lingkungannya. (4) Media menghasilkan keseragaman pengamatan. (5) Media dapat menanamkan konsep dasar yang benar, konkrit, dan realistis. (6) Media membangkitkan keinginan dan minat baru. (7) Media membangkitkan motivasi dan merangsang anak untuk belajar. (8) Media memberikan pengalaman yang integral/menyeluruh dari yang konkrit sampai dengan abstrak.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  42   

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  43   

BAB V PENUTUP

A. Kesimpulan Penelitian ini bermaksud menjawab 3 rumusan masalah yang telah diajukan di depan, sehingga penelitian ini, dapat disimpulkan: 1. Proses pelaksanaan strategi P3 dalam meningkatkan motivasi siswa dan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab, dapat berjalan dengan baik pada siklus I dan siklus II, dan adanya perbaikan proses dari tiap siklusnya. Hasil dari tanggapan siswa terhadap strategi yang digunakan oleh guru menunjukan respon yang positif. Pada siklus I siswa yang menjawab senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 20 siswa dengan prosentasi 69%. Pada siklus II siswa senang dan sangat senang terhadap strategi yang digunakan guru sebanyak 23 siswa dengan prosentasi 79,3%. Pada kegiatan diskusi siswa dapat mengungkapkan permasalahanpermasalahan (kesulitan) dalam belajar kepada rekannya sendiri. Dengan diberlakukannya strategi semacam ini, semua siswa dapat berpartisipasi secara aktif dalam pembelajaran, sehingga suasana kelas menjadi lebih hidup. 2. Adanya meningkatkan motivasi siswa dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab. Motivasi
A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  44   

siswa pada siklus I ke siklus II adanya peningkatan. Hal ini, dapat tergambar dari tabel di bawah, yang merupakan rata-rata dari semua kelompok yang ada. Keterlibatan siswa secara aktif selama proses pembelajaran/tindakan siklus I masih menunjukkan angka 2,6. Pada siklus II aktifitas siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukan pembelajaran. Pada aspek antusias siswa menunjukkan, pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3. Pada siklus II antusias siswa mengalami peningkatan dengan sekor 4,4 hal ini menunjukkan adanya antusias siswa dalam proses pembelajaran. Pada aspek keceriaan siswa menunjukkan pada siklus I diperoleh sekor sebesar 3,2 hal ini menunjukan siswa cukup antusias dengan strategi yang dikembangkan oleh guru. Pada siklus II keceriaan siswa mengalami peningkatan dengan sekor 3,9 hal ini menunjukkan adanya keceriaan siswa dalam proses pembelajaran. 3. Prestasi belajar siswa memenuhi standar yang telah ditetapkan dengan menggunakan strategi P3 pada pelajaran IPS Terpadu kelas IX di SMP Islam Ulul Albab. Pada tabel 4.7 di atas siswa yang mendapatkan nilai 70 ke atas sebanyak 82% ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran dengan menggunakan strategi P3 adanya peningkatan, dan tercapainya SKBM yang telah ditetapkan berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan sebesar 75% dari 29 siswa. adanya peningkatan aktifitas siswa dalam proses

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  45   

B. Saran-saran Adapun saran-saran yang ditunjukan kepada peneliti lanjutan, dari hasil penelitian ini adalah: 1. Perlu adanya rancangan penelitian yang lebih rinci di dalam menentukan perencanaan, pelaksanaan dan pengelolaan. 2. Perlu adaya sekenario penggunaan media pembelajaran yang lebih cermat. 3. Perlu melakukan kolaborasi dengan peneliti lain maupun guru agar diperoleh hasil yang lebih baik 4. Diharapkan adanya penelitian yang lebih fokus, dengan menggunakan strategi yang lebih berfareatif.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  46   

Daftar Pustaka
Aqim, Zaenal, Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Yrama Media, 2007. 12 Arikunto, Suharsimi, dkk, Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Bumi Aksara, 2008. Bakkidu, N., “Strategi Pembelajaran Membaca Pemula di Kelas 1 SDN Se-Kecamatan Mariso Kotamadiyah Ujung Pandang.” Tesis Tidak Diterbitkan Malang: PPS UM. 1996. Davies, I.K. Pengelolaan Belajar. Penerjemah Sudarsono S. dkk. Jakarta: Rajawali dan PAU-UT, 1987. Degeng, I Nyoman Sudana, Strategi Pembelajaran: Mengorganisasi Isi dengan Model Elaborasi, Malang: IKIP Malang dan IPTPI, 1997. ----------, Ilmu Pengajaran: Taksonomi Variabel, Jakarta: Dikti dan P2LPTK, 1989. ----------, dan Yusufhadi Miarso. Desain Pembelajaran: Teori dan Terapan, Malang: FPS IKIP Malang, 1993.. Djiwandono, Sri Esti, Psikologi Pendidikan, Jakarta: Gramedia, 2007. Hasibuan, M.S.P., Manajemen Dasar, Pengertian dan Masalah, Jakarta: Gunung Agung, 1996. Kristian, “Pengaruh Metode Mengajar dan Motivasi Berprestasi Terhadap Perolehan Pelajaran Ilmu Ukur Tanah.” Tesis tidak diterbitkan, Malang: IKIP Malang, 1995. Latif, M Adnan, Penelitian Tindakan Kelas Pembelajaran Bahasa Inggris, Jurnal Ilmu Pendidikan. 2003, Jilid 10, nomor 2. Masrun, dkk., Validitas tes SPM Sebagai Alat Pengukur Kecerdasan Pelajar-Pelajar SMA, Yogyakarta: Jurnal Psikologi, Fakultas Psikologi UGM, 1975. Mc. Clelland, Dc., The Achievement Motives, New York: Harper and Row Publishers, 1967. Reigeluth, M.C., & Merrilm M.D. A Knowledge Base For Improving Our Methods of Instruction, Educational Psychologist, 1979, 13. Suryabrata,Sumadi, PsikologiPendidikan. Jakarta: Rajawali, 1981. Winn. W. The Meaningful Organization of Content: Research and Design Strategies. Educational Technology. (1981). 218. Wiriaatmaja, Rohiyati, Metode Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2007.

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  47   

LAMPIRAN 1

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Sekolah Mata Pelajaran Sub Mata Pelajaran Kelas/Semester Standar Kompetensi

: : : : :

SMP Islam Ulul Albab IPS Terpadu Hubungan Manusia dengan Bumi IX/Genap Kemampuan siswa dalam memahami dan menjelaskan hubungan manusia dengan bumi Menjelaskan materi hubungan manusia dengan alam.

Kompetensi Dasar Indikator

:

: 1) Memahami dan menjelaskan bentuk muka bumi pada Peta, 2) Memahami dan menjelaskan pola sebaran bentuk muka bumi, 3) Memahami dan menjelaskan membuat penampang melintang muka bumi, 4) Memahami dan menjelaskan keadaan umum kawasan asia tenggara, 5) Memahami dan menjelaskan Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, 6) Memahami dan menjelaskan benua di dunia, dan 7) Memahami dan menjelaskan samudra.

Alokasi Waktu

:

12 X 40 menit ( 6 pertemuan)

1. Tujuan Pembelajaran Siswa dapat memahami dan menjelaskan hubungan manusia dengan bumi, yang meliputi: bentuk muka bumi pada Peta, pola sebaran bentuk muka bumi,

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  48   

membuat penampang melintang muka bumi, keadaan umum kawasan asia tenggara, Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, benua dan samudra di dunia.

2. Materi Pembelajaran a. b. c. d. e. f. Bentuk muka bumi pada Peta, Pola sebaran bentuk muka bumi, Membuat penampang melintang muka bumi, Keadaan umum kawasan Asia Tenggara, Negara-negara dikawasan Asia Tenggara, Benua dan samudra di dunia.

3. Metode Pembelajaran Strategi pembelajaran yang diaplikasikan adalah strategi pengorganisasian pembelajaran, strategi penyampaian pembelajaran, strategi pengelolaan pembelajaran (P3) dengan langkah-langkah pembelajaran yang tergambar sebagai berikut.

4. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan awal: 1) memberikan salam dan tegur sapa dilanjutkan dengan; 2) membangun apersepsi tentang materi baru dihubungkan dengan materi yang sudah dipelajari siswa. Kemudian kegiatan awal ini diakhiri dengan; dan 3) pemberian pertanyaan yang berhubungan dengan materi IPS Terpadu, khususnya: peta tentang bentuk dan pola muka bumi; kawasan asia tenggara; dan benua dan samudra. Kegiatan inti: 1) guru memberikan penjelasan tentang materi pelajaran yang disertai dengan media. Kemudian siswa belajar dengan beriteraksi dengan media berupa; Buku paket, Atlas, Globe, Komputer, dan LCD Proyektor. Siswa diberi tugas untuk mencatat dan memperhatikan guru, 2) Guru memberikan pertanyaan-pertanyaan kepada siswa tentang topografi yang ada di Indonesia mengenai simbol-simbol yang ada dalam peta dan siswa menjawab pertanyaan guru,

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  49   

3) Guru membagi siswa menjadi lima kelompok dan tiap kelompok terdiri dari 6 siswa. kemudian siswa berkumpul menurut kelompoknya masingmasing, 4) Guru memberikan penugasan kepada masing-masing kelompok untuk membahas sub pokok bahasan yang ada dalam buku. Kemudian siswa berdiskusi, membaca, mencatat dalam bentuk rangkuman. 5) Siswa diminta mempersiapkan materi tugas kelompok untuk didiskusikan dalam kelompok besar (kelas), setiap kelompok diminta untuk melaporkan hasil diskusi dan kerja kelompoknya di dalam kelas. 6) Setiap kelompok melaporkan hasil diskusinya, dan siswa lain mendengarkan dan membaca buku untuk mempersiapkan pertanyaan yang diajukan kepada kelompok yang sedang presentasi. 7) Kegiatan belajar diakhiri dengan penjelasan guru terhadap pertanyaan dan jawaban siswa yang kurang jelas. Kegiatan penutup: 1) siswa diberikan penguatan dan pemantapan dengan pemberian apresiasi kepada kelompok, bagi yang hasilnya bagus diberikan pujian dan yang masih kurang diberikan masuk dan saran 2) mengisi kuesioner tentang motivasi belajar IPS terpadu. 5. Penilaian
1. Membaca peta untuk mengidentifikasikan tingkat tinggi rendahnya permukaan bumi dapat dilihat dari simbol, A. Titik C. Garis B. Warna D. Area 2. Di bawah ini yang tidak termasuk negara dikawasan Asia Tenggara adalah A. Singapura C. Vietnam B. Malaysia D. Taiwan 3. Sebelah timur Asia Tenggara berbatasan dengan A. Samudra Fasifik C. B. Samudra Hindia D. 4. Ibu kota negara Myanmar adalah A. Yangon B. Yagon

Laut Cina Laut Arafuru

C. D.

Sagon Yangman

5. Sungai terpanjang dikawasan asia Tenggara adalah sungai A. Mekonh C. Nil B. Yuwan D. Tigris

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  50    6. Mayoritas suku bangsa Malaysia adalah ari suku A. Melayu C. B. Malaya D.

Mongol Cina

7. Batas sebelah Barat negera Singapura berbatasan dengan, selat A. Malaka C. Johor B. Singapura D. Karimata 8. Sebagaian besar penduduk Brunei Darusalam menganut agama A. Islam C. Kong hucu B. Kristen D. Budha 9. Laut Merah terletak dibagian Asia A. Tengah B. Selatan

C. D.

Barat Timur

10. Asia merupakan kawasan yang dikenal dengan daerah pegunungan dan di Asia ada negara yang dijuluki atap dunia, dinegara manakah itu A. Mongolia C. Laos B. Tibet D. Srilangka 11. Ibu kota Arab Saudi A. Riyadh B. Madinah

C. D.

Makkah Thoif

12. Di bawah ini yang tidak termasuk negara yang berada dikawasan Asia Timur adalah A. Jepang C. Muangtai B. Korea Selatan D. Taiwan 13. Penduduk asli benua Amerika sebelum bangsa Eropa datang adalah A. Indian C. Urdu B. Honggar D. Negrito 14. Dikawasan Amerika Selatan terdapat hutan tropis dan disana pula terdapat sungan terbesar di Amerika, sungai apa itu? A. Amazon C. Kapuas B. Niil D. Kuning 15. Hewan khas dari benua Amerika adalah A. Bison B. Koala

C. D.

Kangguru Tapi

16. Brazilia termasuk salah satu negara penghahil….. di Dunia A. Kedelah C. Kelapa sawit B. Jagung D. Kopra

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  51    17. Mesir beribukota di…… A. Kairo B. Rabat

C. D.

Tripoli Aljir

18. Penduduk Afrika pada umumnya bersuku bangsa…… A. Negro C. Semit B. Nigeria D. Norwegito 19. Jerman beribukota di ….. A. Berlin B. Belgia

C. D.

Brussel Dublin

20. Pada masanya di Eropa memiliki peradaban yang sangat menajupkan, yakni menara Evel di… A. Prancis C. Berlin B. Roma D. Madrid

Nganjuk, Februari 2009

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  52   

LAMPIRAN 2

LEMBAR INSTRUMEN OBSERVASI MOTIVASI BELAJAR SISWA SIKLUS : ….. Aspek Motivasi Skor Klasikal Deskriptor 1 Siswa mengerjakan tugas sesuai petunjuk guru Keaktifan Siswa mau mencatat apa yang telah dipelajari Siswa mau mendengarkan dan memperhatikan Keantusiasan Siswa mau mengemukakan ide dan pendapatnya Siswa terlihat berseri-seri dalam belajar Keceriaan Siswa tidak mengantuk (menguap dan meletakkan kepala di atas meja) 2 3 4 5

Keterangan : Instrumen dan penentuan skor dimodifikasi dari Mnfaridah (2006) dalam Siti Zubaidah, dkk (2006), dengan ketentuan sebagai berikut :

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  53   

Lampiran 3. ANGKET RESPON SISWA TERHADAP STRATEGI YANG DIGUNAKAN GURU

Bangaimana tanggapan kamu dengan cara guru mengajar minggu ini dan tiga minggu kemaren? 5 4 3 2 1 Sangat senang Senang Biasa saja Kurang senang Tidak senang

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  54   

Lampiran 4. LEMBAR INSTRUMEN PENYEKORAN PERTANYAAN DAN JAWABAN DISKUSI KELOMPOK ........... NO KRITERIA Presentasi Skor Pertanyaan Skor Jawaban 5 5 1 • Presentasi jelas • Pertanyaan • Jawaban jelas benar, jelas • Suara lanatang dan lengkap • Bahasa dapat • Sesuai dengan dipahami • Menunjukka konsep oleh audien n pada penguasaan • Tidak konsep menyimpang (sudah dari tema mengacu diskusi pada jawaban yang diinginkan) 4 4 2 • Presentasi jelas • Pertanyaan • Jawaban jelas benar, jelas • Suara kurang tetapi kurang lanatang • Bahasa lengkap bahasa tidak • Sesuai dengan dapat • Kurang konsep dipahami menunjukka n pada • Tidak penguasaan menyimpang konsep dari tema (kurang diskusi mengacu pada jawaban yang diinginkan) 3 3 • Presentasi 3 • Pertanyaan • Jawaban kurang jelas jelas benar tapi tidak jelas • Suara kurang • Bahasa dapat dan kurang lanatang dipahami lengkap oleh audien • Sesuai dengan • Kurang • Menyimpang konsep menunjukka dari tema n pada diskusi penguasaan konsep

Skor 5

4

3

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  55   

4

• Presentasi tidak jelas • Suara tidak terdengan • Sesuai dengan konsep

2

5

• Tidak bisa Presentasi • Tidak bersuara • Tidak Sesuai dengan konsep

1

• Pertanyaan jelas • Bahasa dapat tidak jdipahami oleh audien • Menyimpang dari tema diskusi • Pertanyaan tidak jelas • Bahasa dapat tidak dipahami oleh audien • Menyimpang dari tema diskusi

2

1

(kurang mengacu pada jawaban yang diinginkan) • Jawaban agak benar dan tidak lengkap • Tidk menunjukka n pada penguasaan konsep Jawaban salah atau tidak menjawab

2

1

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  56   

Lampiran 5 Hasil Observasi Tingkat Motivasi

Siklus I Keaktifan Antusias Keceriaan

Kel 1 4,5 5 4,5

Kel 2 3 3 3,5

Kel 3 3 3,5 4

Kel 4 1,5 2 2

Kel 5 1 1,5 2

Jumlah 2,6 3 3,2

Siklus II Keaktifan Antusias Keceriaan

Kel 1 5 4,5 4

Kel 2 4,5 4 3,5

Kel 3 4,5 4 4

Kel 4 4 4 4,5

Kel 5 4 4 3,5

Jumlah 4,4 4,1 3,9

Hasil Observasi Diskusi Kelas

Siklus I Presntasi Pertanyaan Jawaban Siklus II Presntasi Pertanyaan Jawaban

Kel 1 4 4 4 Kel 1 4 4 4

Kel 2 4 2 3 Kel 2 4 4 3

Kel 3 3 3 3 Kel 3 3 4 4

Kel 4 3 2 3 Kel 4 3 4 3

Kel 5 2 2 1 Kel 5 3 3 4

Jumlah 3,2 2,6 2,8 Jumlah 3,4 3,8 3,6

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  57   

Lampiran 6 HILAI HASIL ULANGAN SISWA No Nama 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Nilai Keterangan 90 Memenuhi target 100 Memenuhi target 85 Memenuhi target 90 Memenuhi target 95 Memenuhi target 70 Tidak Memenuhi target 65 Memenuhi target 100 Memenuhi target 70 Tidak Memenuhi target 65 Tidak Memenuhi target 100 Memenuhi target 95 Memenuhi target 60 Tidak Memenuhi target 95 Memenuhi target Tidak Hadir 75 Memenuhi target 95 Memenuhi target 80 Memenuhi target 90 Memenuhi target 80 Memenuhi target 85 Memenuhi target 90 Memenuhi target 75 Memenuhi target 85 Memenuhi target 75 Memenuhi target 95 Memenuhi target 80 Memenuhi target 75 Memenuhi target 85 Memenuhi target 85 Memenuhi target

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  58   

BIODATA PESERTA LOMBA KEBERHASILAN GUU DALAM PEMBELAJARAN TINGKAT NASIONAL TAHUN 2009 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Nama NIY Jabatan Pangkat/go.Ruang Tempat dan Tanggal Lahir Jenis Kelamin Agama Mata Pelajaran yang Dijarkan Masa Kerja Judul karya tulis ilmiah A. JAUHAR FUAD, M.Pd Waka Kurikulum Cirebon, 30 September 1981 Laki-laki Islam IPS Terpadu 4 Tahun 1 bulan Penerapan Strategi P3 Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX Di Smp Islam Ulul Albab Ngronggot Nganjuk S2 Universitas Negeri Malang (UM) Teknologi Pembelajaran Kawin a. SMP Islam Ulul Albab b. Jl. Sungai Kali Brantas no.5 c. Kelutan d. Ngronggot e. Nganjuk f. Jawa Timur g. (0358) 792 799/081336123263 a. Penelitian Kompetitif Departemen Agama di Jakarta b. Direktur (NGO) Pendidikan Kabupaten Nganjuk 17 Lomba keberhasilan/Kreativitas guru yang pernah diikuti -

11 12 13 14

Pendidikan terakhir Jurusan Status perkawinan Sekolah

16

Prestasi yang dicapai

Nganjuk, Juli 2009 Mengetahui: Kepala Sekolah Peserta Lomba

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  59   

Moh. Syarifudin, M.E.I

A. Jauhar Fuad, M.Pd

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

  60   

Surat Pernyataan Yang berandatangan di bawah ini; Nama : Moh. Syarifudin, M.E.I Jabatan : Kepala sekolah Memberikan pernyataan bahwa, karya ilmiah dengan: Judul : Penerapan Strategi P3 Dalam Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Pada Mata Pelajaran IPS Kelas IX Di Smp Islam Ulul Albab Ngronggot Nganjuk. Penulis A. Jauhar Fuad, M.Pd Bahwa naskah lomba tersebut asli hasil karya sendiri, bukan jiplakan, dan belum pernah dinilai dalam lomba sejenis, baik di dalam maupun di luar Departemen Pendidikan Nasional. Demikian surat penyataan ini dibuat agar dapat digunakan sebgai mana mestinya.

Nganjuk, 22 Juli 2009 Kepala Sekolah

Moh. Syarifudin, M.E.I

A.Jauhar Fuad, M.Pd Penelitian Tindakan Kelas

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->