P. 1
Magnet Permanen

Magnet Permanen

|Views: 2,692|Likes:
Published by FAJEROS

More info:

Published by: FAJEROS on Feb 17, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

Magnet pertama kali ditemukan sebagai batu disebuah daerah dikepulauan magnesia dieropa selatan.

Kemagnetan adalah suatu sifat zat yang teramati sebagai suatu gaya tarik atau gaya tolak antara kutub-kutub tidak senama maupun senama. Gaya magnet tersebut paling kuat di dekat ujung-ujung atau kutub-kutub Magnet mempunyai sifat yang khas. Kekhasan itu adalah bahwa benda magnet dapat menarik logam besi dan benda lain yang mengandung logam besi.

Gambar 1: Sebuah magnet batang

Oleh karenanya setiap benda yang bersifat dapat menarik benda lain maka benda itu tergolong magnet, atau benda itu memiliki sifat magnet. Daya tarik terkuat dari suatu magnet terjadi di kedua ujungnya (sebagai kutub utara dan kutub selatan). Bumi kita sesungguhnya merupakan bola magnet raksasa karena bumi bersifat magnetik dengan “kutub selatan magnet bumi” di kutub utara bumi dan “kutub utara magnet bumi” di kutub selatan bumi. Jadi kutub magnet bumi tidak berimpit dengan kutub bumi. Medan magnet bumi memiliki arah dari kutub selatan menuju ke kutub utaranya

Jenis Logam Berdasarkan Kemagnetan

1. Feromagnetik. Bahan yang mudah dibuat magnet dan dipengaruhi oleh

magnet
2. Paramagnetik. Bahan yang tidak mudah dibuat magnet tetapi mudah

dipengaruhi magnet
3. Diamagnetik. Bahan yang tidak mudah dibuat dan tidak dipengaruhi magnet

Sifat-sifat Magnet Sifat kemagnetan dapat bersifat tetap dan dapat bersifat sementara. Suatu bahan memiliki sifat magnet dapat dijelaskan menurut hipotesa (teori) Weber. Menurut Weber: daerah netral S U Sumbu magnet S U Logam besi dan baja terdiri kumpulan atom-atom magnetik dimana setiap atomnya bersifat sebagai magnet elementer (jadi setiap atom magnetik mempunyai kutub utara dan kutub selatan).
1. Pada besi, magnet-magnet elementernya mudah diarahkan (mudah

dipengaruhi); sebaliknya pada baja, sukar diarahkan.
2. Logam besi dan baja yang tidak bersifat magnet: kedudukan magnet-magnet

elementernya tidak menentu (tidak teratur) sehingga antar magnet saling menetralkan sifat magnetnya; akibatnya logam itu tidak memiliki sifat magnet.
3. Logam besi dan baja yang bersifat magnet: magnet-magnet elementernya

terletak teratur dengan arah tertentu yakni kutub utara mengarah ke kutub selatan dengan setiap kutub mengarah ke arah yang sama. Akibatnya antar

magnet elementernya saling memperkuat sifat magnet sehingga logam itu menjadi bersifat magnet. Berdasar teori Weber ini dapatlah dijelaskan bahwa besi lebih mudah dijadikan magnet dan sebaliknya, mudah juga kehilangan kemagnetannya. Sedangkan baja lebih sukar dijadikan magnet tetapi kalau sudah menjadi magnet maka kemagnetannya bersifat tetap (karenanya disebut magnet permanen). Beberapa bahan, seperti besi lunak, mudah dibuat menjadi magnet. Tetapi bahan tersebut mudah kehilangan kemagnetannya. Magnet yang dibuat dari bahan besi lunak seperti itu disebut magnet sementara. Magnet lain dibuat dari bahan yang sulit dihilangkan kemagnetannya. Magnet demikian disebut magnet tetap. Kobalt, nikel, dan besi adalah bahan yang digunakan untuk membuat magnet tetap. Banyak magnet tetap dibuat dari campuran aluminium, nikel, kobalt dan besi. Teori lain tentang sifat magnet adalah teori Weiss yang mendasarkan pada sifat spin elektron. Weiss mengemukakan bahwa setiap elektron yang ada pada atom unsur selalu berputar pada sumbunya dan bersifat sebagai magnet elementer. Arah perputaran (spin) elektron yang satu dengan elektron lainnya dapat saling berlawanan (oleh karena itu jika arah yang satu diberi harga positif maka arah kebalikannya diberi harga negatif). Semakin banyak suatu logam memiliki elektron berspin sama (berarah sama), semakin kuat sifat kemagnetan dari logam itu. Logam transisi tertentu (terutama besi dan campurannya), spin elektronnya dapat diarahkan menjadi spin searah. Kelompok elektron yang mempunyai spin searah disebut kelompok Weiss;

kelompok-kelompok Weiss dalam logam akan saling memperkuat dan membuat logam itu bersifat magnet.

Gambar 2: Magnet tetap yang menginduksi batang besi Dalam kemagnetan dikenal gaya koersif, yakni gaya atau kekuatan yang dapat mengembalikan keadaan kelompok elektron berspin sama ke keadaan semula. Dalam hal ini, gaya koersif baja lebih besar daripada besi. Karena sentuhan atau karena pemanasan, sifat kemagnetan suatu bahan akan berkurang dan seterusnya dapat hilang sama sekali

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->