P. 1
20172420 Buku Ajar Mikrobiologi

20172420 Buku Ajar Mikrobiologi

|Views: 1,541|Likes:
Published by karsut
DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lin
DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lin

More info:

Published by: karsut on Feb 19, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as TXT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

05/23/2013

pdf

text

original

DIKTAT KULIAH MIKROBIOLOGI DASAR Disusun oleh: SRI SUMARSIH JURUSAN ILMU TANAH FAKULTAS PERTANIAN UPN”VETERAN” YOGYAKARTA

Agustus, 2003 1

DAFTAR ISI halaman I. II. III. IV. V. VI. VII. VIII. IX. X. XI. XII. XIII. Penda huluan Sejarah Mikrobiologi Sel Mikroba dan Strukturnya Bakteri dan Virus Fungi Algae dan Protozoa Enzim Mikroba Bioenergetik Mikroba Pertumbuhan Mikroba Faktor Lingkungan Mikroba Nutrisi dan Medium Mikroba Peranan Mikroba di Bidang Kesubur an Tanah Peranan Mikroba di Bidang Lingkungan 1 5 12 22 31 40 53 61 70 76 85 92 105 110 Daftar Pustaka 2

I. PENDAHULUAN A. Pengertian Mikroba Jasad hidup yang ukurannya kecil sering dis ebut sebagai mikroba atau mikroorganisme atau jasad renik. Jasad renik disebut s ebagai mikroba bukan hanya karena ukurannya yang kecil, sehingga sukar dilihat d engan mata biasa, tetapi juga pengaturan kehidupannya yang lebih sederhana diban dingkan dengan jasad tingkat tinggi. Mata biasa tidak dapat melihat jasad yang u kurannya kurang dari 0,1 mm. Ukuran mikroba biasanya dinyatakan dalam mikron ( ) , 1 mikron adalah 0,001 mm. Sel mikroba umumnya hanya dapat dilihat dengan alat pembesar atau mikroskop, walaupun demikian ada mikroba yang berukuran besar sehi ngga dapat dilihat tanpa alat pembesar. B. Ruang lingkup Mikrobiologi Dasar Mikr obiologi adalah ilmu yang mempelajari mikroba. Mikrobiologi adalah salah satu ca bang ilmu dari biologi, dan memerlukan ilmu pendukung kimia, fisika, dan biokimi a. Mikrobiologi sering disebut ilmu praktek dari biokimia. Dalam mikrobiologi da sar diberikan pengertian dasar tentang sejarah penemuan mikroba, macam-macam mik roba di alam, struktur sel mikroba dan fungsinya, metabolisme mikroba secara umu m, pertumbuhan mikroba dan faktor lingkungan, mikrobiologi terapan di bidang lin gkungan dan pertanian. Mikrobiologi lanjut telah berkembang menjadi bermacammaca m ilmu yaitu virologi, bakteriologi, mikologi, mikrobiologi pangan, mikrobiologi tanah, mikrobiologi industri, dan sebagainya yang mempelajari mikroba spesifik secara lebih rinci atau menurut kemanfaatannya. C. Penggolongan mikroba diantara jasad hidup Secara klasik jasad hidup digolongkan menjadi dunia tumbuhan (plant ae) dan dunia binatang (animalia). Jasad hidup yang ukurannya besar dengan mudah dapat digolongkan ke dalam plantae atau animalia, tetapi mikroba yang ukurannya sangat kecil ini sulit untuk digolongkan ke dalam plantae atau animalia. Selain karena ukurannya, sulitnya penggolongan juga disebabkan adanya mikroba yang mem punyai sifat antara plantae dan animalia. 3

Menurut teori evolusi, setiap jasad akan berkembang menuju ke sifat plantae atau animalia. Hal ini digambarkan sebagai pengelompokan jasad berturut-turut oleh H aeckel, Whittaker, dan Woese. Berdasarkan perbedaan organisasi selnya, Haeckel m embedakan dunia tumbuhan (plantae) dan dunia binatang (animalia), dengan protist a. Protista untuk menampung jasad yang tidak dapat dimasukkan pada golongan plan tae dan animalia. Protista terdiri dari algae atau ganggang, protozoa, jamur ata u fungi, dan bakteri yang mempunyai sifat uniseluler, sonositik, atau multiselul er tanpa diferensiasi jaringan. Whittaker membagi jasad hidup menjadi tiga tingk at perkembangan, yaitu: (1) Jasad prokariotik yaitu bakteri dan ganggang biru (D ivisio Monera), (2) Jasad eukariotik uniseluler yaitu algae sel tunggal, khamir dan protozoa (Divisio Protista), dan (3) Jasad eukariotik multiseluler dan multi nukleat yaitu Divisio Fungi, Divisio Plantae, dan Divisio Animalia. Sedangkan Wo ese menggolongkan jasad hidup terutama berdasarkan susunan kimia makromolekul ya ng terdapat di dalam sel. Pembagiannya yaitu terdiri Arkhaebacteria, Eukaryota ( Protozoa, Fungi, Tumbuhan dan Binatang), dan Eubacteria. Gambar 1.1. Klasifikasi Woese Gambar 1.2. Klasifikasi Whittaker 4

D. Ciri umum mikroba Mikroba di alam secara umum berperanan sebagai produsen, ko nsumen, maupun redusen. Jasad produsen menghasilkan bahan organik dari bahan ano rganik dengan energi sinar matahari. Mikroba yang berperanan sebagai produsen ad alah algae dan bakteri fotosintetik. Jasad konsumen menggunakan bahan organik ya ng dihasilkan oleh produsen. Contoh mikroba konsumen adalah protozoa. Jasad redu sen menguraikan bahan organik dan sisa-sisa jasad hidup yang mati menjadi unsurunsur kimia (mineralisasi bahan organik), sehingga di alam terjadi siklus unsurunsur kimia. Contoh mikroba redusen adalah bakteri dan jamur (fungi). Sel mikrob a yang ukurannya sangat kecil ini merupakan satuan struktur biologi. Banyak mikr oba yang terdiri dari satu sel saja (uniseluler), sehingga semua tugas kehidupan nya dibebankan pada sel itu. Mikroba ada yang mempunyai banyak sel (multiseluler ). Pada jasad multiseluler umumnya sudah terdapat pembagian tugas diantara sel a tau kelompok selnya, walaupun organisasi selnya belum sempurna. Setelah ditemuka n mikroskop elektron, dapat dilihat struktur halus di dalam sel hidup, sehingga diketahui menurut perkembangan selnya terdapat dua tipe jasad, yaitu: 1. Prokari ota (jasad prokariotik/ primitif), yaitu jasad yang perkembangan selnya belum se mpurna. 2. Eukariota (jasad eukariotik), yaitu jasad yang perkembangan selnya te lah sempurna. Selain yang bersifat seluler, ada mikroba yang bersifat nonseluler , yaitu virus. Virus adalah jasad hidup yang bersifat parasit obligat, berukuran super kecil atau submikroskopik. Virus hanya dapat dilihat dengan mikroskop ele ktron. Struktur virus terutama terdiri dari bahan genetik. Virus bukan berbentuk sel dan tidak dapat membentuk energi sendiri serta tidak dapat berbiak tanpa me nggunakan jasad hidup lain. 5

Perbedaan sifat antara virus dengan jasad bersel adalah sebagai berikut: Struktu r Satuan struktur Susunan: - Asam inti - Protein - Lipida - Polisakarida - ATP / energi Sifat pertumbuhan: - Terbentuk dari bahan genetik saja - Bagian-bagian d isintesis sendiri - Terbentuk langsung dari elemen struktur sejenis yang ada seb elumnya Virus Partikel (virion) DNA / RNA ada (selubung) tidak ada / ada tidak a da / ada tidak ada Ya Ya Tidak Jasad bersel sel DNA dan RNA ada, lengkap ada ada ada Tidak Tidak Ya Selain virus ada jasad hidup yang disebut viroid, yaitu bahan genetik RNA yang b ersifat infeksius (dapat menginfeksi) sel inang. Viroid membawa sifat genetiknya sendiri yang dapat diekspresikan di dalam sel inang. Jasad yang lebih sederhana dari virus adalah prion, yang terdiri suatu molekul protein yang infeksius. Ada nya kenyataan ini merupakan perkecualian sistem biologi, sebab prion menyimpan s ifat genetiknya di dalam rantaian polipeptida, bukan di dalam RNA atau DNA. Prio n dapat menggandakan diri di dalam sel inang dengan mekanisme yang belum diketah ui dengan jelas. 6

II. SEJARAH PERKEMBANGAN MIKROBIOLOGI A. PENEMUAN ANIMALCULUS Awal terungkapnya dunia mikroba adalah dengan ditemukannya mikroskop oleh Leeuwenhoek (1633-1723). Mikroskop temuan tersebut masih sangat sederhana, dilengkapi satu lensa dengan jarak fokus yang sangat pendek, tetapi dapat menghasilkan bayangan jelas yang pe rbesarannya antara 50-300 kali. Leeuwenhoek melakukan pengamatan tentang struktu r mikroskopis biji, jaringan tumbuhan dan invertebrata kecil, tetapi penemuan ya ng terbesar adalah diketahuinya dunia mikroba yang disebut sebagai “animalculus” atau hewan kecil. Animalculus adalah jenis-jenis mikroba yang sekarang diketahu i sebagai protozoa, algae, khamir, dan bakteri. B. TEORI ABIOGENESIS DAN BIOGENE SIS Penemuan animalculus di alam, menimbulkan rasa ingin tahu mengenai asal usul nya. Menurut teori abiogenesis, animalculus timbul dengan sendirinya dari bahanb ahan mati. Doktrin abiogenesis dianut sampai jaman Renaissance, seiring dengan k emajuan pengetahuan mengenai mikroba, semakin lama doktrin tersebut menjadi tida k terbukti. Sebagian ahli menganut teori biogenesis, dengan pendapat bahwa anima lculus terbentuk dari “benih” animalculus yang selalu berada di udara. Untuk mem pertahankan pendapat tersebut maka penganut teori ini mencoba membuktikan dengan berbagai percobaan. Fransisco Redi (1665), memperoleh hasil dari percobaannya b ahwa ulat yang berkembang biak di dalam daging busuk, tidak akan terjadi apabila daging tersebut disimpan di dalam suatu tempat tertutup yang tidak dapat disent uh oleh lalat. Jadi dapat disimpulkan bahwa ulat tidak secara spontan berkembang dari daging. Percobaan lain yang dilakukan oleh Lazzaro Spalanzani memberi bukt i yang menguatkan bahwa mikroba tidak muncul dengan sendirinya, pada percobaan m enggunakan kaldu ternyata pemanasan dapat menyebabkan animalculus tidak tumbuh. Percobaan ini juga dapat menunjukkan bahwa perkembangan mikrobia di dalam suatu bahan, dalam arti terbatas menyebabkan terjadinya perubahan kimiawi pada bahan t ersebut. 7

Percobaan yang dilakukan oleh Louis Pasteur juga banyak membuktikan bahwa teori abiogenesis tidak mungkin, tetapi tetap tidak dapat menjawab asal usul animalcul us. Penemuan Louis Pasteur yang penting adalah (1) Udara mengandung mikrobia yan g pembagiannya tidak merata, (2) Cara pembebasan cairan dan bahanbahan dari mikr obia, yang sekarang dikenal sebagai pasteurisasi dan sterilisasi. Pasteurisasi a dalah cara untuk mematikan beberapa jenis mikroba tertentu dengan menggunakan ua p air panas, suhunya kurang lebih 62oC. Sterilisasi adalah cara untuk mematikan mikroba dengan pemanasan dan tekanan tinggi, cara ini merupakan penemuan bersama ahli yang lain. C. PENEMUAN BAKTERI BERSPORA John Tyndall (1820-1893), dalam su atu percobaannya juga mendukung pendapat Pasteur. Cairan bahan organik yang suda h dipanaskan dalam air garam yang mendidih selama 5 menit dan diletakkan di dala m ruangan bebas debu, ternyata tidak akan membusuk walaupun disimpan dalam waktu berbulan-bulan, tetapi apabila tanpa pemanasan maka akan terjadi pembusukan. Da ri percobaan Tyndall ditemukan adanya fase termolabil (tidak tahan pemanasan, sa at bakteri melakukan pertumbuhan) dan termoresisten pada bakteri (sangat tahan t erhadap panas). Dari penyelidikan ahli botani Jerman yang bernama Ferdinand Cohn , dapat diketahui secara mikroskopis bahwa pada fase termoresisten, bakteri dapa t membentuk endospora. Dengan penemuan tersebut, maka dicari cara untuk sterilis asi bahan yang mengandung bakteri pembentuk spora, yaitu dengan pemanasan yang t erputus dan diulang beberapa kali atau dikenal sebagai Tyndallisasi. Pemanasan d ilakukan pada suhu 100oC selama 30 menit, kemudian dibiarkan pada suhu kamar sel ama 24 jam, cara ini diulang sebanyak 3 kali. Saat dibiarkan pada suhu kamar, ba kteri berspora yang masih hidup akan berkecambah membentuk fase pertumbuhan / te rmolabil, sehingga dapat dimatikan pada pemanasan berikutnya. D. PERAN MIKROBA DALAM TRANSFORMASI BAHAN ORGANIK Suatu bahan yang ditumbuhi ole h mikroba akan mengalami perubahan susunan kimianya. Perubahan kimia yang terjad i ada yang dikenal sebagai fermentasi 8

(pengkhamiran) dan pembusukan (putrefaction). Fermentasi merupakan proses yang m enghasilkan alkohol atau asam organik, misalnya terjadi pada bahan yang mengandu ng karbohidrat. Pembusukan merupakan proses peruraian yang menghasilkan bau busu k, seperti pada peruraian bahan yang mengandung protein. Pada tahun 1837, C. Lat our, Th. Schwanndon, dan F. Kutzing secara terpisah menemukan bahwa zat gula yan g mengalami fermentasi alkohol selalu dijumpai adanya khamir. Sehingga dapat dis impulkan bahwa perubahan gula menjadi alkohol dan CO2 merupakan fungsi fisiologi s dari sel khamir tersebut. Teori biologis ini ditentang oleh Jj. Berzelius, J. Liebig, dan F. Wahler. Mereka berpendapat bahwa fermentasi dan pembusukan merupa kan reaksi kimia biasa. Hal ini dapat dibuktikan pada tahun 1812 telah berhasil disintesa senyawa organik urea dari senyawa anorganik. Pasteur banyak meneliti t entang proses fermentasi (1875-1876). Suatu saat perusahaan pembuat anggur dari gula bit, menghasilkan anggur yang masam. Berdasarkan pengamatannya secara mikro skopis, sebagian dari sel khamir diganti kedudukannya oleh sel lain yang berbent uk bulat dan batang dengan ukuran sel lebih kecil. Adanya sel-sel yang lebih kec il ini ternyata mengakibatkan sebagian besar proses fermentasi alkohol tersebut didesak oleh proses fermentasi lain, yaitu fermentasi asam laktat. Dari kenyataa n ini, selanjutnya dibuktikan bahwa setiap proses fermentasi tertentu disebabkan oleh aktivitas mikroba tertentu pula, yang spesifik untuk proses fermentasi ter sebut. Sebagai contoh fermentasi alkohol oleh khamir, fermentasi asam laktat ole h bakteri Lactobacillus, dan fermentasi asam sitrat oleh jamur Aspergillus. E. P ENEMUAN KEHIDUPAN ANAEROB Selama meneliti fermentasi asam butirat, Pasteur menem ukan adanya proses kehidupan yang tidak membutuhkan udara. Pasteur menunjukkan b ahwa jika udara dihembuskan ke dalam bejana fermentasi butirat, proses fermentas i menjadi terhambat, bahkan dapat terhenti sama sekali. Dari hal ini kemudian di buat 2 istilah, (1) kehidupan anaerob, untuk mikroba yang tidak memerlukan Oksig en, dan (2) kehidupan aerob, untuk mikroba yang memerlukan Oksigen. Secara fisio logis adanya fermentasi dapat digunakan untuk mengetahui beberapa hal. Oksigen u mumnya diperlukan mikroba sebagai agensia untuk mengoksidasi senyawa organik men jadi CO2. Reaksi oksidasi tersebut dikenal sebagai 9

“respirasi aerob”, yang menghasilkan tenaga untuk kehidupan jasad dan pertumbuhannya. Mikroba lain dapat memperoleh tenaga dengan jalan memecahkan sen yawa organik secara fermentasi anaerob, tanpa memerlukan Oksigen. Beberapa jenis mikroba bersifat obligat anaerob atau anaerob sempurna. Jenis lain bersifat fak ultatif anaerob, yaitu mempunyai dua mekanisme untuk mendapatkan energi. Apabila ada Oksigen, energi diperoleh secara respirasi aerob, apabila tidak ada Oksigen energi diperoleh secara fermentasi anaerob. Pasteur mendapatkan bahwa respirasi aerob adalah proses yang efisien untuk menghasilkan energi. F. PENEMUAN ENZIM M enurut Pasteur, proses fermentasi merupakan proses vital untuk kehidupan. Pendap at tersebut ditentang oleh Bernard (1875), bahwa khamir dapat memecah gula menja di alkohol dan CO2 karena mengandung katalisator biologis dalam selnya. Katalisa tor biologis tersebut dapat diekstrak sebagai larutan yang tetap dapat menunjukk an kemampuan fermentasi, sehingga fermentasi dapat dibuat sebagai proses yang ti dak vital lagi (tanpa sel). Pada tahun 1897, Buchner dapat membuktikan gagasan B ernard, yaitu pada saat menggerus sel khamir dengan pasir dan ditambahkan sejuml ah besar gula, terlihat dari campuran tersebut dibebaskan CO2 dan sedikit alkoho l. Penemuan ini membuka jalan ke perkembangan biokimia modern. Akhirnya dapat di ketahui bahwa pembentukan alkohol dari gula oleh khamir, merupakan hasil urutan beberapa reaksi kimia, yang masing-masing dikatalisir oleh biokatalisator yang s pesifik atau dikenal sebagai enzim. G. MIKROBA PENYEBAB PENYAKIT Pasteur menggun akan istilah khusus untuk mengatakan kerusakan pada minuman anggur oleh mikrobia , yaitu disebut penyakit Bir. Ia juga mempunyai dugaan kuat tentang adanya peran mikroba dalam menyebabkan timbulnya penyakit pada jasad tingkat tinggi. Bukti-b uktinya adalah dengan ditemukannya jamur penyebab penyakit pada tanaman gandum ( 1813), tanaman kentang (1845), dan penyakit pada ulat sutera serta kulit manusia . Pada tahun 1850 diketahui bahwa dalam darah hewan yang sakit antraks, terdapat bakteri berbentuk batang. Davaine (1863-1868) membuktikan bahwa bakteri 10

tersebut hanya terdapat pada hewan yang sakit, dan penularan buatan menggunakan darah hewan yang sakit pada hewan yang sehat dapat menimbulkan penyakit yang sam a. Pembuktian bahwa antraks disebabkan oleh bakteri dilakukan oleh Robert Koch ( 1876), sehingga ditemukan “postulat Koch” yang merupakan langkah-langkah untuk m embuktikan bahwa suatu mikroba adalah penyebab penyakit. Postulat Koch dalam ben tuk umum adalah sebagai berikut: 1. Suatu mikroba yang diduga sebagai penyebab p enyakit harus ada pada setiap tingkatan penyakit. 2. Mikroba tersebut dapat diis olasi dari jasad sakit dan ditumbuhkan dalam bentuk biakan murni. 3. Apabila bia kan murni tersebut disuntikkan pada hewan yang sehat dan peka, dapat menimbulkan penyakit yang sama. 4. Mikrobia dapat diisolasi kembali dari jasad yang telah d ijadikan sakit tersebut. H. PENEMUAN VIRUS Iwanowsky menemukan bahwa filtrat beb as bakteri -(cairan yang telah disaring dengan saringan bakteri)- dari ekstrak t anaman tembakau yang terkena penyakit mozaik, ternyata masih tetap dapat menimbu lkan infeksi pada tanaman tembakau yang sehat. Dari kenyataan ini kemudian diket ahui adanya jasad hidup yang mempunyai ukuran jauh lebih kecil dari bakteri (sub mikroskopik) karena dapat melalui saringan bakteri, yaitu dikenal sebagai virus. Untuk membuktikan penyakit yang disebabkan oleh virus, dapat digunakan postulat River (1937), yaitu: 1. Virus harus berada di dalam sel inang. 2. Filtrat bahan yang terinfeksi tidak mengandung bakteri atau mikroba lain yang dapat ditumbuhk an di dalam media buatan. 3. Filtrat dapat menimbulkan penyakit pada jasad yang peka. 4. Filtrat yang sama yang berasal dari hospes peka tersebut harus dapat me nimbulkan kembali penyakit yang sama. 11

I. MIKROBIOLOGI TANAH Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mikrobia berperan at as perubahan kimiawi yang terjadi di dalam tanah. Peranan mikrobia dalam beberap a siklus unsur hara yang penting, seperti siklus Karbon, Nitrogen, Sulfur, ditun jukkan oleh Winogradsky dan Beijerinck. Winogradsky menemukan bakteri yang mempu nyai fisiologis khusus, yang disebut bakteri autotrof. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang seluruhnya anorganik. Energi diperoleh dari hasil oksidasi senyawa anorganik tereduksi, dan menggunakan CO2 sebagai sumber Karbon. Bakteri autotrof dapat dicirikan dari kemampuannya menggunakan sumber anorganik tertentu . Sebagai contoh, bakteri Belerang dapat mengoksidasi senyawa Belerang anorganik . Penemuan lain bersama Beijerinck adalah adanya bakteri penambat Nitrogen nonsi mbiotik dan simbiotik, yang dapat memanfaatkan Nitrogen dalam bentuk gas N2. J. GENERATIO SPONTANEA (ABIOGENESIS) MENURUT PANDANGAN BARU Bukti-bukti baru menduk ung bahwa kehidupan terjadi dari berbagai unsur kimia, dengan rangkaian reaksi y ang mirip dengan reaksi yang terjadi di alam. Menurut pendapat Oparin (1938) dan Haldane (1932), bumi pada jaman prebiotik mempunyai atmosfer yang bersifat anae rob. Atmosfer bumi saat itu mengandung sejumlah besar Nitrogen, Hidrogen, CO2, u ap air, sejumlah ammonia, CO, dan H2S. Di atmosfer Oksigen hampir tidak ada, dan lapisan ozon sangat tipis, sehingga sinar ultra violet banyak mengenai bumi. Ra diasi uv, suhu tinggi dan loncatan bunga api listrik, menyebabkan sejumlah bahan anorganik yang ada berubah menjadi bahan organik, serta terjadinya evolusi pada bahan-bahan organik menjadi lebih kompleks, atau mulai terbentuk makromolekul. Diduga makromolekul akan saling bergabung membentuk semacam membran, yang kemudi an mengelilingi suatu cairan, dan akhirnya terbentuk suatu organisme seluler. Se lanjutnya untuk mengevolusikan jasad bersel tunggal menjadi bersel majemuk memer lukan waktu kurang lebih 2,5 milyar tahun. Untuk mengevolusikan jasad bersel maj emuk menjadi reptil sampai binatang menyusui memerlukan waktu milyaran tahun lag i. Teori asal mula kehidupan diatas didukung oleh penemuan S. Miller (1957) dan H. Urey (1954). Bejana Miller diisi dengan gas CH4, NH3, H2O, dan H2. Gas-gas te rsebut 12

dibiarkan bersirkulasi terus-menerus melalui loncatan bunga api listrik, kondens or, dan air mendidih. Seminggu kemudian ternyata menunjukkan terbentuknya senyaw a organik seperti asam amino glisin dan alanin, serta asam organik seperti asam suksinat. Dengan merubah bahan dasar dan energi yang diberikan dalam aparat Mill er, maka dapat disintesa senyawa-senyawa lain seperti polipeptida, purin, dan AT P. Makromolekul inilah yang diduga sebagai awal terbentuknya kehidupan. K. PENGG UNAAN MIKROBA 1. Penggunaan mikroba untuk proses-proses klasik, seperti khamir u ntuk membuat anggur dan roti, bakteri asam laktat untuk yogurt dan kefir, bakter i asam asetat untuk vinegar, jamur Aspergillus sp. untuk kecap, dan jamur Rhizop us sp. untuk tempe. 2. Penggunaan mikroba untuk produksi antibiotik, antara lain penisilin oleh jamur Penicillium sp., streptomisin oleh actinomysetes Streptomy ces sp. 3. Penggunaan mikroba untuk proses-proses baru, misalnya karotenoid dan steroid oleh jamur, asam glutamat oleh mutan Corynebacterium glutamicum, pembuat an enzim amilase, proteinase, pektinase, dan lain-lain. 4. Penggunaan mikroba da lam teknik genetika modern, seperti untuk pemindahan gen dari manusia, binatang, atau tumbuhan ke dalam sel mikrobia, penghasilan hormon, antigen, antibodi, dan senyawa lain misalnya insulin, interferon, dan lain-lain. 5. Penggunaan mikroba di bidang pertanian, misalnya untuk pupuk hayati (biofertilizer), biopestisida, pengomposan, dan sebagainya. 6. Penggunaan mikroba di bidang pertambangan, sepe rti untuk proses leaching di tambang emas, desulfurisasi batubara, maupun untuk proses penambangan minyak bumi. 7. Penggunaan mikroba di bidang lingkungan, misa lnya untuk mengatasi pencemaran limbah organik maupun anorganik termasuk logam b erat dan senyawa xenobiotik 13

III. SEL DAN STRUKTURNYA A. PENDAHULUAN Unit fisik terkecil dari organisme hidup adalah sel. Komposisi material sel pada semua organisme adalah sama yaitu: DNA, RNA, protein, lemak dan fosfolipid, yang merupakan komponen dasar semua jenis s el. Namun demikian pengamatan lebih teliti menunjukkan adanya perbedaan sangat m endasar antara sel bakteri dan sianobakteria di satu pihak dengan sel hewan dan tumbuhan di lain pihak. Ada dua tipe sel yaitu: sel prokariotik dan sel eukariot ik. Sel prokariotik merupakan tipe sel pada bakteri dan sianobakteria / alga bir u (disebut jasad prokariot). Sel eukariotik merupakan tipe sel pada jasad yang t ingkatnya lebih tinggi dari bakteri (disebut jasad eukariot) yaitu khamir, jamur (fungi), alga selain alga biru, protozoa dan tanaman serta hewan. Perbedaan ked ua tipe jasad itu adalah sebagai berikut: Struktur Macam mikroba Prokariot Bakte ri dan Sianobakteria (Algae hijau-biru) Eukariot Algae umumnya, Fungi, Protozoa, Plantae, animalia > 5 (mikron) Ukuran sel <1-2 x 1-4 (mikron) Struktur genetik: - Membran inti Tidak ada ada Jumlah kromosom 1 (siklis) >1 - Mitosis tidak ada ada - DNA inti tidak terikat h iston terikat histon - DNA organel tidak ada ada - % G+C DNA 28-73 + 40 Struktur dalam sitoplasma: Tidak ada Ada - Mitokondria Tidak ada Ada / tidak ada - Kloro plas 70 S*) - Ribosom plasma 80 S*) - Ribosom organel tidak ada ada (70 S*)) - R etikulum tidak ada ada endoplasmik - Aparat golgi tidak ada ada - Fagositosis ti dak ada ada / tidak ada - Pinositosis tidak ada ada / tidak ada Keterangan: *) S : konstante pengendapan Svedberg = 1 x 10-13 detik/dyne/gram 14

B. SEL PROKARIOTIK Tipe sel prokariotik mempunyai ukuran yang lebih kecil diband ingkan dengan sel eukariotik. Beberapa sel bakteri Pseudomonas hanya berukuran 0 ,4-0,7µ diameternya dan panjangnya 2-3µ . Sel ini tidak mempunyai organela seper ti mitokondria, khloroplas dan aparat golgi. Inti sel prokariotik tidak mempunya i membran. Bahan genetis terdapat di dalam sitoplasma, berupa untaian ganda (dou ble helix) DNA berbentuk lingkaran yang tertutup. “Kromosom” bakteri pada umumny a hanya satu, tetapi juga mempunyai satu atau lebih molekul DNA yang melingkar ( sirkuler) yang disebut plasmid. Sel prokariotik tidak mengandung organel yang di kelilingi oleh membran. Ribosom yang dimiliki sel prokariot lebih kecil yaitu be rukuran 70S. Ukuran genom sel prokariot berbeda dengan sel eukariot. Jumlah DNA penyusun pada sel prokariot berkisar antara 0,8-8.106 pasangan basa (pb) DNA. DN A pada sel eukariot mempunyai pasangan basa lebih tinggi, sebagai contoh: Neuros pora 19.106; Aspergillus niger 40.106; Jagung 7.109; dan manusia 29.109. Sel pro kariotik tidak seluruhnya membutuhkan oksigen, misalnya pada bakteri anaerob. C. SEL EUKARIOTIK Sel eukariotik mempunyai inti sejati yang diselimuti membran int i. Inti sel mengandung bahan genetis berupa genome/ DNA. Seluruh bahan genetis t ersebut tersusun dalam suatu kromosom. Di dalam kromosom terdapat DNA yang beras osiasi dengan suatu protein yang disebut histon. Kromosom dapat mengalami pembel ahan melalui proses yang dikenal sebagai mitosis. Sel eukariotik juga mengandung organel-organel seperti mitokondria dan khloroplas yang mengandung sedikit DNA. Bentuk DNA dalam ke dua organel tersebut adalah sirkuler tertutup (seperti DNA prokariot). Ribosom pada sel eukariotik lebih besar dibandingkan prokariotik, be rukuran 80S. Di dalam sel ini juga dijumpai organel lain yang bermembran, yaitu aparatus golgi. Pada tanaman organela ini mirip dengan diktiosom. Kedua organel tersebut berperan dalam proses sekresi. D. STRUKTUR SEL 15

1. Inti Sel Inti sel eukariotik pada interfase dikelilingi oleh suatu membran. M embran terdiri atas 2 lapisan lemak (lipid bilayers). DNA pada inti tersebar dal am suatu struktur yang disebut kromosom. Pembelahan inti dari satu menjadi dua a nak inti dikenal sebagai mitosis. Pada tanaman dan hewan tingkat tinggi dikenal adanya reproduksi secara seksual. Pada saat pembuahan, ke dua inti dari sel jant an dan sel betina (gamet) melebur membentuk sigot. Masing-masing jenis gamet men yumbang sejumlah (n) kromosom. Dengan demikian sigot mengandung dua set kromosom (2n). Apabila gamet bersifat haploid, maka sigot bersifat diploid. Semua sel so matik bersifat diploid (mengandung 2 set kromosom). Pada saat generasi seksual b erikutnya, kromosom normal (2n) mengalami segregasi menjadi haploid. Proses peng urangan separo kromosom dari 2n menjadi n kromosom disebut meiosis. 2. Membran S el Prokariotik Permukaan luar lipid bilayers membran sel bersifat hidrofil, seda ngkan permukaan dalamnya bersifat hidrofob. Stabilitas membran sel disebabkan ol eh kekuatan hidrofobik antara residu asam lemak dan kekuatan elektrostatis antar a ujung-ujung hidrofilik. Pada bilayer terdapat protein yang letaknya tenggelam (di dalam) bilayer atau terdapat pada permukaannya. Pada beberapa bakteri, membr an mengelilingi sitoplasma tanpa menunjukkan adanya lipatan. Membran pada bakter i lain mengalami pelipatan ke dalam yang disebut mesosom. Pada bakteri fotosinte tik, khlorofil tidak terdapat dalam suatu khloroplas, melainkan terdapat dalam m embran yang sangat berlipat-lipat di dalam sel, yang disebut membran tilakoid. S istem fotosintetik pada bakteri disamping menggunakan khlorofil, juga karotenoid . Keduanya mengandung sistem transport elektron yang menghasilkan ATP pada prose s fotosintesis. 3. Dinding Sel Dinding sel bakteri bersifat agak elastis. Dindin g sel tidak bersifat permeabel terhadap garam dan senyawa tertentu dengan berat molekul rendah. Secara normal konsentrasi garam dan gula yang menentukan tekanan osmotik di dalam sel lebih tinggi daripada di luar sel. Apabila tekanan osmose di luar sel naik, air sel akan mengalir ke 16

luar, protoplasma mengalami pengkerutan, dan membran akan terlepas dari dinding sel. Proses ini disebut dengan plasmolisis. Rangka dasar dinding sel bakteri: Ra ngka dasar dinding sel bakteri adalah murein peptidoglikan. Murein tersusun dari N-asetil glukosamin dan N-asetil asam muramat, yang terikat melalui ikatan 1,4β-glikosida. Pada N-asetil asam muramat terdapat rantai pendek asam amino: alani n, glutamat, diaminopimelat, atau lisin dan alanin, yang terikat melalui ikatan peptida. Peranan ikatan peptida ini sangat penting dalam menghu ungkan antara ra ntai satu dengan rantai yang lain. Komponen dan struktur dinding sel prokariot i ni sangat unik, dan tidak dijumpai pada sel eukariotik. Dinding sel akteri gram positif: Dinding sel akteri gram positif terdiri 40 lapis rangka dasar murein, meliputi 30-70 % erat kering dinding sel akteri. Senyawa lain penyusun dindin g sel gram positif adalah polisakarida yang terikat secara kovalen, dan asam tei koat yang sangat spesifik. Dinding sel akteri gram negatif: Dinding sel akteri gram negatif hanya terdiri atas satu lapis rangka dasar murein, dan hanya melip uti + 10% dari erat kering dinding sel. Murein hanya mengandung diaminopemelat, dan tidak mengandung lisin. Di luar rangka murein terse ut terdapat sejumlah e sar lipoprotein, lipopolisakarida, dan lipida jenis lain. Senyawa-senyawa ini me rupakan 80 % penyusun dinding sel. Asam teikoat tidak terdapat dalam dinding sel ini. Peranan lisosim dan penisilin: Lisosim adalah ensim anti akteri yang terda pat dalam putih telur dan air mata, dan dapat dihasilkan oleh e erapa akteri. Lisosim akan merusak ikatan antar N-asetilglukosamin dan N-asetil asam muramat d alam murein, sehingga lisosim dapat merom ak murein. dalam dinding sel. Dinding sel yang rusak akan menghasilkan sel tanpa dinding sel yang dise ut spheroplas. Spheroplas sangat rentan terhadap tekanan osmotik. Penisilin akan ekerja aktif terhadap dinding sel gram positif yang sedang mem elah. Senyawa ini mengaki atka n sel tum uh tidak eraturan. Dalam hal ini penisilin mengham at pem entukan din ding sel. 4. Flagel dan Pili Flagel merupakan salah satu alat gerak akteri. Let ak flagel dapar polar, ipolar, peritrik, maupun politrik. Flagel mengaki atkan akteri dapat ergerak erputar. Penyusun flagel adalah su unit protein yang di se ut flagelin, yang mempunyai erat 17

 

 

 

 

 

 

   

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

molekul rendah. Ukuran flagel erdiameter 12-18 nm dan panjangnya le ih dari 20 nm. Pada e erapa akteri, permukaan selnya dikelilingi oleh puluhan sampai ratu san pili, dengan panjang 12 nm. Pili dise ut juga se agai fim rae. Sex-pili erp eran pada konjugasi sel. Pada akteri Escherichia coli strain K-12 hanya dijumpa i 2 uah pili. 5. Kapsul dan Lendir Be erapa akteri mengakumulasi senyawa-senya wa yang kaya akan air, sehingga mem entuk suatu lapisan di permukaan luar selnya yang dise ut se agai kapsul atau selu ung erlendir. Fungsinya untuk kehidupan akteri tidak egitu esensial, namun menye a kan tim ulnya sifat virulen terhada p inangnya. Dalam pem entukan agregasi tanah, senyawa yang terkandung dalam kaps ul atau lendir inilah yang sangat erperan. Ke eradaan kapsul mudah diketahui de ngan metode pengecatan negatif menggunakan tinta cina atau nigrosin. Kapsul akan tampak transparan diantara latar elakang yang gelap. Pada umumnya penyusun uta ma kapsul adalah polisakarida yang terdiri atas glukosa, gula amino, rhamnosa, s erta asam organik seperti asam piruvat dan asam asetat. Ada pula yang mengandung peptida, seperti kapsul pada akteri Bacillus sp. Lendir merupakan kapsul yang le ih encer. Adakalanya kapsul akteri dapat dipisahkan dengan metode penggojoka n kemudian diekstrak untuk menghasilkan lendir. PERBEDAAN SEL TANAMAN, HEWAN, DA N BAKTERI SEL TANAMAN Dinding sel dan Mem ran sel SEL HEWAN SEL BAKTERI Dinding sel Dinding sel tanaman sangat kuat dan kasar. Banyak mengandung Tidak mempunyai dinding Dinding sel terdiri atas rantai sel polisakarida dan ran tai peptida pendek. 18

 

 

 

   

 

 

     

   

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

     

 

 

 

selulosa yang terikat pada polisakarida dan protein. Fungsinya melindungi mem ra n dari kerusakan mekanis atau tekanan osmosa, dan menye a kan entuk sel tetap Permukaannya dilapisi lipopolisakarida. Tidak semua akteri mempunyai pili. Pili dapat erfungsi se agai jalan pemindahan DNA pada saat konjugasi. Dinding sel m elindungi sel akteri dari lingkungan hipotonis. Dinding sel mempunyai pori yang dapat dilewati molekul kecil. Mem ran sel hewan mirip dengan mem ran sel tanama n, tetapi komposisi lipidanya eda. Mem ran ersifat fleksi el dan lengket. Perm ukaan sel yang lengket penting dalam pem entukan jaringan. Mem ran sangat selekt if permea el. Mengandung protein ensim yang erperan dalam pengangkutan ion K+ d an Na+, glukosa, asam amino, dll Mem ran sel akteri mengandung +45% lipida dan 55% protein. Lipida menyelu- ungi secara kontinyu dan non-polar. Pada e erapa t empat, mem ran mengalami pelipatan ke dalam sel yang dise ut dengan mesosome. Me m ran ersifat selektif permea el. Air, e erapa nutrien dan ion logam dapat e as melewatinya. Be erapa ensim yang erperan menghasilkan ATP terdapat dalam mem ran sel akteri.

Mem ran sel Mem ran sel tanaman te alnya +9nm dan mengandung lipida dan protein dalam jumlah yang sama. Lipida tersusun dalam 2 lapisan. Jenis lipida le ih erv ariasi daripada lipida penyusun mem ran sel akteri. Mem ran sel tanaman ersifa t selektif permea el, mengandung protein/ensim yang erperan pada pemindahan nut rien dan ion anorganik Inti Inti sel, anak inti sel serta mem ran inti sel tanaman mempunyai struktur, kompo sisi dan fungsi seperti pada sel hewan. Diameter inti sel hewan +46µ. Dilapisi oleh selaput/mem ran erpori se agai temp at keluarmasuknya ahan ke dalam inti. DNA di dalam inti erasosiasi dengan prot ein histon dan terorganisir Bakteri tidak mempunyai entuk inti seperti pada sel tanaman dan hewan. Bahan ge netik hanya erupa satu untaian ganda DNA yang tersusun secara heliks. Panjang D NA mencapai 1,2 mm, tetapi terlipat menjadi 19

   

 

 

   

   

 

 

   

 

 

           

 

 

 

     

   

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

menjadi kromosom. Di dalam inti terdapat anak inti/ nukleolus yang kaya RNA, er entuk ulat, gelap, tetapi tidak dilingkupi oleh mem ran. Anak inti merupakan t empat ter entuknya RNA. Setiap inti ada 1-4 anak inti. Selama mitosis DNA kromos om mengalami replikasi, kemudian memisah menjadi kromosom anak.

Mitokondria Mitokondria er entuk lonjong, dijumpai pada semua sel tanaman. Strukturnya miri p dengan mitokondria sel hewan. Mitokondria mengandung DNA yang tipenya khusus. Di dalam mitokondria, anyak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi nutri en dan peru ahan energi menjadi ATP. Endoplasmik retikulum (ER) dan ri osome Jumlah mitokondria dalam sel dapat mencapai 800. Jumlahnya semakin anyak pada s el yang aktif. Mem ran dalam mitokondria erlipat-lipat. Matriks di dalamnya an yak mengandung ensim yang erperan dalam oksidasi kar ohidrat, lipida, asam amin o menjadi CO2 dan H2O. Hasil oksidasi adalah ATP untuk sum er energi. Sel akteri tidak mempunyai mitokondria. Oksidasi nutrien dilakukan oleh ensim o ksidase yang terdapat dalam mem ran atau mesosome. 20

 

 

diameter 2nm. Selama pem elahan sel masingmasing untaian DNA ilkan dua molekul untaian DNA kem ali. DNA akan ditranskripsi senger (m) RNA. Bakteri juga mempunyai plasmid, yaitu untaian kromosom er entuk sirkuler. Plasmid dapat ereplikasi secara antung pada replikasi kromosom sel.

ereplikasi menghas menjadi entuk mes ganda DNA di luar mandiri tidak terg

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

ER pada sel tanaman mempunyai struktur yang mirip dengan ER pada sel hewan. ER merupakan mem ran inti yang melipat-lipat menyerupai lorong. Permukaannya kas ar karena ada ri osom yang menempel. ER dari inti menem us sitoplasma menuju lua r sel. Ri osome merupakan tempat ter entuknya protein. Ri osom juga terse ar e as dalam sitoplasma. Sel akteri tidak mempunyai ER. Ri osome terse ar dalam sitoplasma. Ri osome se agai tempat sintesis protein. Setiap sel akteri E. coli mengandung 15.000 ri os ome. Setiap ri osome terdiri atas 2 su unit: su unit esar dan su unit kecil. Se tiap su unit terdiri atas 65% RNA dan 35% protein. mRNA terikat pada lekukan dia ntara 2 su unit RNA saat terjadi sintesis asam amino. Jenis asam amino yang di e ntuk sesuai dengan susunan ahan genetik di mRNA Khloroplas Sel tanaman mempunyai plastida yang dise ut kloroplas, di dalamnya terdapat khlo rofil. Khloroplas dikelilingi oleh mem ran yang mengandung DNA. Bentuk khloropla s ermacammacam, jumlahnya dapat le ih dari satu per sel. Fungsi khlorofil untuk menerima energi matahari, yang diu ah menjadi ATP untuk pem entukan gula dari C O2 dan H2O dalam proses fotosintesis Vakuola Sel hewan tidak mempunyai khloroplas Bakteri fotosintesik mempunyai khlorofil yang tidak erada dalam khloroplast, te tapi ada dalam mem ran yang sangat melipat-lipat ke dalam sel, yang dise ut mem ran fotosintetik (tilakoid). Pada alga iru Ana aena azollae tilakoid terse ar d i seluruh sel. 21

           

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

Vakuola merupakan ciri khusus sel tanaman. Ukuran vakuola ertam ah dengan erta m ahnya umur sel. Vakuola mengandung gula, garam dari asam organik, protein terl arut, garam mineral, pigmen, oksigen dan CO2, yang merupakan ahan sisa maupun c adangan makanan. Bahan terse ut selalu dihasilkan selama sel melakukan aktivitas , sehingga ukuran vakuola semakin lama semakin esar. Bakteri akuatik mempunyai vakuola yang erisi gas (vakuola gas). Fungsinya agar sel dapat mengapung di lingkungan air, sehingga dapat ergerak naik turun ( ouya nci). Vakuola tidak untuk menyimpan cadangan makanan. Cadangan makanan disimpan di suatu ulatan atau granula, erupa polisakarida, lipida, polifosfat, metafosf at, sulfur, dan poli eta hidroksi asam utirat (PHB). Cadangan makanan dimanfaa tkan saat kondisi lingkungan miskin, atau saat spora erkecam ah. 22

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

IV. BAKTERI DAN VIRUS A. BAKTERI Bakteri merupakan mikro ia prokariotik uniselul ar, termasuk klas Schizomycetes, erkem ang iak secara aseksual dengan pem elah an sel. Bakteri tidak erklorofil kecuali e erapa yang ersifat fotosintetik. C ara hidup akteri ada yang dapat hidup e as, parasitik, saprofitik, patogen pad a manusia, hewan dan tum uhan. Ha itatnya terse ar luas di alam, dalam tanah, at mosfer (sampai + 10 km diatas umi), di dalam lumpur, dan di laut. Bakteri mempu nyai entuk dasar ulat, atang, dan lengkung. Bentuk akteri juga dapat dipenga ruhi oleh umur dan syarat pertum uhan tertentu. Bakteri dapat mengalami involusi , yaitu peru ahan entuk yang dise a kan faktor makanan, suhu, dan lingkungan ya ng kurang menguntungkan agi akteri. Selain itu dapat mengalami pleomorfi, yait u entuk yang ermacam-macam dan teratur walaupun ditum uhkan pada syarat pertum uhan yang sesuai. Umumnya akteri erukuran 0,5-10 µ. Berdasarkan klasifikasi a rtifisial yang dimuat dalam uku “Bergey’s manual of determinative acteriology” tahun 1974, akteri diklasifikasikan erdasarkan deskripsi sifat morfologi dan fisiologi. Dalam uku ini juga terdapat kunci determinasi untuk mengklasifikasik an isolat akteri yang aru ditemukan. Menurut Bergey’s manual, akteri di agi m enjadi 1 kelompok (grup), dengan Cyano acteria pada grup 20. Pem agian ini erda sarkan entuk, sifat gram, ke utuhan oksigen, dan apa ila tidak dapat di edakan menurut ketiganya maka dimasukkan ke dalam kelompok khusus. KLASIFIKASI BAKTERI I. Bakteri er entuk kokus ( ulat) a. Bakteri kokus gram positif (grup 14) Aero ik: Micrococcus, Staphylococcus, Streptococcus, Leuconostoc Anaero ik: Methanosa rcina, Thiosarcina, Sarcina, Ruminococcus . Bakteri kokus gram negatif Aero ik: Neisseria, Moraxella, Acineto acter, Paracoccus (grup 10) Anaero ik: Veillonell a, Acidaminococcus, Megasphaera (grup 11) 23

 

 

 

   

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

             

 

 

   

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

II. Bakteri er entuk atang a. Bakteri gram positif 1. Bakteri gram positif tid ak mem entuk spora (grup 16) Aero ik: Lacto acillus, Listeria, Erysipelothrix, C aryophanon. 2. Bakteri Coryneform dan actinomycetes (grup 17) Aero ik Coryneform : Coryne acterium, Cellulomonas, Bifido acterium. Aero ik Actinomycetes: Myco ac terium, Nocardia, Actinomyces, Frankia, Actinoplanes, Dermatophilus, Micromonosp ora, Micro ispora, Streptomyces, Streptosporangium. Actinomycete dapat mem entuk miselium yang sangat halus dan erca angca ang. Miselium vegetatif tum uh di da lam medium, dan miselium udara ada di permukaan medium. Bakteri ini dapat erkem ang iak dengan spora, secara fragmentasi dan segmentasi, dengan chlamydospora, serta dengan ertunas. Bakteri ini umumnya mempunyai ha itat pada lingkungan de ngan pH yang tinggi. Cara hidupnya ada yang ersifat saprofit, sim iosis dan e erapa se agai parasit. Frankia adalah actinomycetes yang mampu menam at nitrogen dan dapat ersim iosis dengan tanaman. 3. Bakteri pem entuk endospora (grup 15) Aero ik: Bacillus, Sporolacto acillus, Sporosarcina, Thermoactinomyces Anaero i k: Clostridium, Desulfotomaculum, Oscillospira . Bakteri gram negatif 1. Bakter i gram negatif aero ik (grup 7) Aero ik: Pseudomonas, Xanthomonas, Zoogloea, Glu cono acter, Aceto acter, Azoto acter, Azomonas, Beijerinckia, Derxia, Rhizo ium, Agro acterium, Alcaligenes, Brucella, Legionella, Thermus. Bakteri Azoto acter, Beijerinckia, Derxia, Rhizo ium termasuk diazotroph yang dapat menam at nitroge n dari udara. Azoto acter, Beijerinckia, dan Derxia cara hidupnya e as tidak e rsim iosis, Rhizo ium hidupnya dapat ersim iosis dengan akar tanaman leguminosa dengan mem entuk intil akar. Arthro acter, Brevi acterium, Eu acterium, Propioni acterium, 24

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

   

 

 

 

     

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

     

 

   

   

 

 

2. Bakteri gram negatif aero ik khemolitotrofik (grup12) Aero ik: Nitro acter, N itrospira, Nitrococcus, Nitrosomonas, Nitrosospira, Nitrosococcus, Nitrosolo us. Bakteri akteri terse ut umumnya erperan dalam proses nitrifikasi di dalam tan ah. Thio acillus, Sulfolo us, Thio acterium, Thiovolum, yang merupakan akteri y ang erperan dalam proses oksidasi sulfur di alam. 3. Bakteri erselu ung (grup 3) Aero ik: Sphaerotilus, Leptothrix, Cladothrix, Crenothrix. Bakteri Sphaerotil us iasanya hidup di saluran-saluran air. Leptothrix,dan Cladothrix merupakan a kteri yang mampu mengoksidasi esi atau penye a korosi. 4. Bakteri gram negatif fakultatif anaero ik (grup 8) Fakultatif anaero ik: Escherichia coli, Kle siell a, Entero acter, Salmonella, Shigella, Proteus, Serratia, Erwinia, Yersinia, Vi rio, Aeromonas, Photo acterium. 5. Bakteri gram negatif anaero ik (grup 9) Sanga t Anaero ik: Bacteroides, Fuso acterium, Leptotrichia 6. Bakteri Methanogens dan arkae akteria (grup 13) Sangat Anaero ik: Methano acterium, Methanothermus, Bak teri Methanosarcina, ini merupakan Methanothrix, Methanococcus. pem entuk metan (CH4) dari hasil organik secara anaero ik. perom akan ahan Aero ik: Halo acterium, Halococcus, Thermoplasma. Bakteri ini ada yang tahan hid up pada kadar garam tinggi dan dan ada yang tahan pada suhu tinggi. Anaero ik: T hermoproteus, Pyrodictium, Desulforococcus. 25

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

     

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

   

   

III. Bakteri er entuk lengkung a. Bakteri gram negatif spiril dan lengkung (gru p 6) Aero ik: Spirillum, Aquaspirillum, Azospirillum, Oceanospirillum, Campylo a cter, Bdellovi rio, Microcyclus, Pelosigma. Bakteri Azospirillum termasuk akter i penam at nitrogen yang dapat erasosiasi dengan tanaman gramineae termasuk tan aman padi. Bakteri Bdellovi rio adalah akteri yang dapat hidup se agai parasit pada sel akteri lain (parasit akteri). . Bakteri gram negatif lengkung anaero ik (grup 9) Anaero ik: Desulfovi rio, sulfat. c. Spirochaeta (grup 5) Aero ik d an anaero ik: Spirochaeta, Cristispira, Treponema, Borrelia, Leptospira. Bakteri ini er entuk enang tipis dan terulir. Dinding sel tipis dan lentur. Bakteri i ni dapat ergerak dengan cara kontraksi sel menurut garis sum selnya. Selnya e rukuran 0,1-3 µ x 4-8 µ . Succinivi rio, Butyrivi rio, Selenomonas. Bakteri Desu lfovi rio merupakan salah satu akteri yang mampu mereduksi

IV. Bakteri yang termasuk kelompok khusus a. Bakteri yang merayap (meluncur) (gr up 2) Bakteri ini dapat merayap walaupun tidak erflagela. Bakteri ini selalu e rsifat gram negatif. Dalam kelompok ini termasuk e erapa ganggang iru, e erap a akteri khemoorganotrof dan e erapa akteri elerang (sulfur). Kelompok akte ri yang menjadi anggota akteri merayap (meluncur) adalah s : 1. Bakteri yang m engandung sulfur intraselular, er entuk enang. Contoh: Beggiatoa, Thiothrix, A chromatium. 2. Bakteri e as sulfur, mem entuk trikoma ( ulu). Contoh: Vitreosci lla, Leucothrix, Saprospira. 3. Bakteri uniselular, entuk atang pendek. Contoh : Cytophaga, Flexi acter, Myxo acteria. 4. Bakteri fototrof yang ergerak meraya p. Contoh: Chloroflexus 26

     

 

     

 

 

 

 

 

  

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

     

 

 

   

 

 

 

       

   

       

 

 

 

 

5. Cyano acteria yang ergerak merayap. Contoh: Oscillatoria. Myxo acteria. Bakt eri yang termasuk myxo acteria mempunyai dinding sel sangat tipis dan lentur. Ba kteri ini ersifat gram negatif, dan dapat ergerak meluncur. Bentuk sel umumnya memanjang (spoel) dengan ujung runcing. Dalam siklus hidupnya dapat mem entuk adan uah, yang merupakan kumpulan sel yang erdifrensiasi. Ukuran adan uah ku rang dari 1 mm. Contoh: Chondromyces, Myxococcus. . Bakteri ertangkai atau er tunas (grup 4) Bakteri ini mempunyai struktur mirip tangkai atau tunas yang meru pakan tonjolan dari sel, atau hasil pengeluaran lendir. Contoh: Hypomicro ium, C aulo acter, Prosthecomicro ium, Ancalomicro ium, Gallionella, Nevskia. c. Bakter i parasit o ligat: Rickettsiae dan Chlamydiae (grup 18) Merupakan akteri yang erukuran paling kecil, tetapi le ih esar dari virus, yaitu 0,3x2µ. Bentuk sel p leomorfik, dapat erupa atang, kokus, atau filamen. Bakteri ini cara hidupnya s e agai parasit sejati (parasit o ligat) di dalam sel jasad lain dan ersifat pat ogen. Hidupnya intraselular di dalam sitoplasma dan inti sel inatang dan manusi a. Oleh karena itu akteri kelompok ini merupakan penye a penyakit, yang iasan ya ditularkan oleh vektor serangga. Contoh: Rickettsia prowazekii, Chlamydia tra chomatis, Coxiella urnetii. d. Mycoplasma (klas Mollicutes) (grup 19) Mycoplasm a dise ut juga PPLO (Pleuropneumonia Like Organisms). Cirinya yaitu tidak mempun yai dinding sel, atau merupakan entuk L dari akteri sejati (Eu akteria) atau entuk speroplas sel eu akteria, sehingga sifatnya mirip akteri sejati. Mycoplas ma erukuran 0,001-7µ . Umumnya le ih esar dari Rickettsiae dan dapat dicat den gan cat anilin. Ukuran koloni mencapai 10-600µSelnya er entuk kokus, filamen, ros et, dan sangat pleomorfik. Selnya dapat memper anyak diri dengan pem elahan ine r, fragmentasi, dan perkecam ahan. Cara hidupnya se agai saprofit atau patogen. Contoh: Mycoplasma mycoides, M. homonia, M. orale, Acholeplasma, Spiroplasma. 27

     

 

 

 

     

 

 

 

   

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bakteri entuk L atau akteri dalam entuk protoplas, tidak erdinding sel. Hal ini dapat terjadi karena mutasi atau di uat. Contohnya (a) Myco acterium tu ercu losis dalam medium dengan tegangan muka rendah dan ditam ah lisosim serta EDTA, ( ) Strain mutan Staphylococcus aureus dalam medium dengan penisilin G. e. Bakte ri anaero ik anoksigenik fototrofik (grup 1) Bakteri ini mempunyai ciri erpigme n fotosintetik. Ada yang er entuk kokus, atang, dan lengkung. Berdasarkan sifa t fisiologinya dapat di agi menjadi: 1. Familia Thiorhodaceae ( akteri sulfur un gu). Contoh: Thiospirillum sp., Chromatium sp. 2. Familia Athiorhodaceae/Rhodosp irillaceae ( akteri sulfur non-ungu). Contoh: Rhodospirillum, Rhodopseudomonas. 3. Familia Chloro iaceae ( akteri sulfur hijau). Contoh: Chloro ium, Chloropseud omonas, Chlorochromatium. f. Bakteri aero ik oksigenik fototrofik: Cyano acteria (grup 20) Bakteri ini termasuk Myxophyceae atau Cyanophyceae. Sifatnya yang mir ip akteri adalah dinding selnya terdiri mukokompleks, tidak erdinding inti, ti dak ada mitokondria dan kloroplas. Sifatnya yang er eda adalah dapat erfotosin tesa mirip tum uhan tingkat tinggi, dan menghasilkan O2. Bakteri ini mempunyai k lorofil a dan fiko ilin (fikosianin dan fikoeritrin). Bentuk selnya tunggal (uni selular), koloni, dan enang- enang (filamen). Selnya dapat ergerak meluncur te tapi sangat lam at (250 µ per menit), meskipun tidak erflagela. Cara hidupnya e as, dan erasosiasi sim iosis. Umumnya dapat menam at nitrogen dari udara, dan ersifat fotoautotrof o ligat. Contoh: Gloeo acter, Gloeocapsa, Dermocarpa, Spi rulina, Nostoc, Ana aena, Oscillatoria, Calothrix, Cylindrospermum. Ana aena azo llae dapat ersim iosis dengan tanaman paku air Azolla sp. dan Nostoc ersim ios is dengan jamur mem entuk Lichenes. B. VIRUS Virus ukurannya sangat kecil dan dapat melalui saringan (filter) akter i. Ukuran 28

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

virus umumnya 0,01-0,1 µ. Virus tidak dapat diendapkan dengan sentrifugasi iasa . Untuk melihat virus diperlukan mikroskop elektron. Sifat-sifat virus yang pent ing antara lain: 1. Virus hanya mempunyai 1 macam asam nuklein (RNA atau DNA) 2. Untuk reproduksinya hanya memerlukan asam nuklein saja. 3. Virus tidak dapat tu m uh atau mem elah diri seperti mikro ia lainnya Virus memiliki sifat-sifat khas dan tidak merupakan jasad yang dapat erdiri sendiri. Virus memper anyak diri d alam sel jasad inang (parasit o ligat) dan menye a kan sel-sel itu mati. Sel ina ng adalah sel manusia, hewan, tum uhan, atau pada jasad renik yang lain. Sel jas ad yang ditumpangi virus dan mati itu akan mempengaruhi sel-sel sehat yang ada d idekatnya, dan karenanya dapat mengganggu seluruh kompleks sel ( ecak- ecak daun , ecak- ecak nekrotik dan se againya. 1. VIRUS TUMBUHAN Virus tum uhan pada umu mnya masuk ke dalam sel melalui luka, jadi tidak dapat menero os secara aktif. S e agai tanda penyerangannya ialah adanya ecak ecak nekrotik di sekitar luka pri mer. Dalam alam virus tum uhan dise arkan dengan pertolongan hewan serangga vekt or atau dengan cara lain, misalnya tanaman Cuscuta dengan haustorianya juga memi ndahkan virus melalui sistem jaringan angkutannya ( uluh- uluh pengangkutan). Ba nyak jenis virus yang memper anyak diri terle ih dahulu di dalam tractus digesti vus hewan-hewan vektornya. Setelah masa inku asi tertentu dapat menye a kan infe ksi pada tum uh-tum uhan lagi. Virus semacam itu dikenal se agai virus yang pers isten. Virus yang nonpersisten dapat segera ditularkan dengan gigitan (sengatan) serangga (hewan). Virus tum uhan yang telah anyak dipelajari adalah TMV (To ac co Mozaic Virus = Virus Mozaik Tem akau). Bahan genetik virus ini ialah RNA. 2. BENTUK VIRUS Suatu virion terdiri atas ahan genetik (RNA atau DNA) yang dise lu ungi oleh selu ung protein. Selu ung protein ini dise ut kapsid. Asan nuklein yang diselu ungi kapsid 29

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

dise ut nukleokapsid. Nukleokapsid dapat telanjang misalnya pada TMV (To acco Mo zaik Virus yang menye a kan penyakit ecak daun), Adenovirus dan virus kutil (Wa rzervirus); atau diselu ungi oleh suatu mem ran pem ungkus misalnya pada virus i nfluenza, virus herpes. Kapsid terdiri atas agian- agian yang dise ut kapsomer (misalnya pada TMV dapat terdiri atas hanya satu rantaian polipeptida, juga dapa t terdiri atas protein monomer-protein monomer yang identik yang masing-masing t erdiri atas rantaian polipeptida). Pada dasarnya kapsid terdiri atas anyak satu an-satuan dasar yang identik. Pada umumnya kapsid tersusun simetris. Pada TMV (s uatu virus yang er entuk atang) kapsomernya tersusun dalam entuk anak tangga uliran spiral. Bentuk dasar virus adalah yang ulat, silindris, ku us, polihedra l, seperti huruf T, dan lain-lain. Gam ar . Skema komponen-komponen virion (partikel virus yang lengkap) Gam ar . Skema TMV 3. BAKTERIOPHAGE (VIRUS YANG MENYERANG BAKTERI) Virus pada akteri coli (T-phage ) terdiri atas dua agian, yaitu agian kepala yang er entuk heksagonal dan ag ian ekornya. Bentuk demikian itu hanya dapat 30

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

     

   

 

 

   

dilihat pada pengamatan dengan mikroskop elektron. Bagian kepala terdiri atas a gian utama yang agian pusatnya terdiri atas DNA; sedang agian luarnya merupaka n selu ung protein yang erfungsi se agai pelindung. Bagian ekornya erupa tu us yang mempunyai sum at, selain itu dilengkapi pula dengan sera ut ekor. Bakteri yang terserang akteriofag akan lisis. Untuk mendapatkan gam aran tentang siklus hidup akteriofag, perlu ditinjau tingkatan-tingkatan yang terjadi pada waktu p hage menyerang akteri: a. Pada permulaannya phage melekat dengan agian ekornya pada agian tertentu dari sel (fase adsorpsi phage pada sel) . . DNA phage dim asukkan ke dalam sel melalui tu us ekornya, DNA phage merusak DNA akteri sehing ga proses di dalam sel dikendalikan oleh DNA phage, kemudian akan ter entuk prot ein (selu ung) phage dan DNA phage yang aru (fase perkem angan phage). c. Fase yang terakhir ialah keluarnya partikel-partikel virus ( ekteriophage) dari sel. Sel akteri mengalami lisis ( akteriolisis/ fase pem e asan phage). Gam ar . Skema akteriofag. 31

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

   

 

 

Gam ar . Siklus perkem angan akteriofag. Ta el . Kelompok virus yang penting. Ukuran (milimikron) 300 X 250 100 - 150 20 - 60 130 60 - 75 70 - 85 80 - 200 17 - 30 40 - 55 25 - 45 40 - 80 25 X 200 18 X 300 Kelompok Virus Virus DNA Virus cacar Herpes virus Ar ovirus virus serangga R eovirus Adenovirus Virus RNA Myxovirus Picornavirus Papovavirus Bacteriovirus vi rus serangga Bacterivirus Virus tum uhan Vaccinia, Moliuscum parainfluenza - inf luenza campak Polyomyolitis radang mulut dan kuku Papillom (kutil) Polyoma (tumo r) Phage er entuk ku ik T-phage Mozaik tem akau Variola Herpes simplex, Varicel la/Zoster Yellow fever, pappataci Reovirus Adenovirus Virus atau gejalanya Ada e erapa virus yang ukurannya sangat kecil, dan hanya tersusun dari e erapa asam nukleat saja. Virus yang sangat sederhana ini dise ut viroid. Sekarang tel ah ditemukan juga jasad hidup yang susunan kimianya hanya terdiri dari e erapa molekul protein, jasad ini dise ut prion. 32

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

V. FUNGI (JAMUR) Di dalam dunia mikro ia, jamur termasuk divisio Mycota (fungi). Mycota erasal dari kata mykes ( ahasa Yunani), dise ut juga fungi ( ahasa Lati n). Ada e erapa istilah yang dikenal untuk menye ut jamur, (a) mushroom yaitu j amur yang dapat menghasilkan adan uah esar, termasuk jamur yang dapat dimakan , ( ) mold yaitu jamur yang er entuk seperti enang- enang, dan (c) khamir yait u jamur ersel satu. Jamur merupakan jasad eukariot, yang er entuk enang atau sel tunggal, multiseluler atau uniseluler. Sel-sel jamur tidak erklorofil, dind ing sel tersusun dari khitin, dan elum ada diferensiasi jaringan. Jamur ersifa t khemoorganoheterotrof karena memperoleh energi dari oksidasi senyawa organik. Jamur memerlukan oksigen untuk hidupnya ( ersifat aero ik). Ha itat (tempat hidu p) jamur terdapat pada air dan tanah. Cara hidupnya e as atau ersim iosis, tum uh se agai saprofit atau parasit pada tanaman, hewan dan manusia. A. Morfologi Jamur Benang Jamur enang terdiri atas massa enang yang erca ang-ca ang yang d ise ut miselium. Miselium tersusun dari hifa (filamen) yang merupakan enang- en ang tunggal. Badan vegetatif jamur yang tersusun dari filamen-filamen dise ut th allus. Berdasarkan fungsinya di edakan dua macam hifa, yaitu hifa fertil dan hif a vegetatif. Hifa fertil adalah hifa yang dapat mem entuk sel-sel reproduksi ata u spora-spora. Apa ila hifa terse ut arah pertum uhannya keluar dari media dise ut hifa udara. Hifa vegetatif adalah hifa yang erfungsi untuk menyerap makanan dari su strat. Berdasarkan entuknya di edakan pula menjadi dua macam hifa, yait u hifa tidak ersepta dan hifa ersepta. Hifa yang tidak ersepta merupakan ciri jamur yang termasuk Phycomycetes (Jamur tingkat rendah). Hifa ini merupakan sel yang memanjang, erca ang-ca ang, terdiri atas sitoplasma dengan anyak inti (s oenositik). Hifa yang ersepta merupakan ciri dari jamur tingkat tinggi, atau ya ng termasuk Eumycetes. 33

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

     

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

     

   

 

 

   

 

 

 

 

       

 

 

   

 

B. Perkem ang iakan jamur Jamur dapat erkem ang iak secara vegetatif (aseksual ) dan generatif (seksual). Perkem ang iakan aseksual dapat dilakukan dengan fra gmentasi miselium (thalus) dan pem entukan spora aseksual. Ada 4 cara perkem ang iakan dengan fragmentasi thalus yaitu, (a) dengan pem entukan tunas, misalnya pada khamir, ( ) dengan lastospora, yaitu tunas yang tum uh menjadi spora, misa lnya pada Candida sp., (c) dengan arthrospora (oidium), yaitu terjadinya segment asi pada ujung-ujung hifa, kemudian sel-sel mem ulat dan akhirnya lepas menjadi spora, misalnya pada Geotrichum sp., dan (d) dengan chlamydospora, yaitu pem ula tan dan pene alan dinding sel pada hifa vegetatif, misalnya pada Geotrichum sp. Spora aseksual ter entuk melalui 2 cara. Pada jamur tingkat rendah, spora aseksu al ter entuk se agai hasil pem elahan inti erulang-ulang. Misalnya spora yang t er entuk di dalam sporangium. Spora ini dise ut sporangiospora. Pada jamur tingk at tinggi, ter entuk spora yang dise ut konidia. Konidi ter entuk pada ujung kon idiofor, ter entuk dari ujung hifa atau dari konidi yang telah ter entuk se elum nya. Perkem ang iakan secara seksual, dilakukan dengan pem entukan spora seksua l dan pele uran gamet (sel seksual). Ada dua tipe kelamin (mating type) dari sel seksual, yaitu tipe kelamin + (jantan) dan tipe kelamin – ( etina). Pele uran g amet terjadi antara 2 tipe kelamin yang er eda. Proses reproduksi secara seksua l di agi menjadi 3 tingkatan, yaitu: (a) plasmogami yaitu mele urnya 2 plasma se l, ( ) kariogami yaitu mele urnya 2 inti haploid yang menghasilkan satu inti dip loid, dan (c) meiosis yaitu pem elahan reduksi yang menghasilkan inti haploid. B entuk dan cara reproduksi jamur sangat eraneka ragam, dan dapat digunakan se ag ai dasar untuk mengklasifikasikan jamur terse ut. C. Klasifikasi jamur Ada e er apa klasis jamur, yaitu Acrasiomycetes (Jamur lendir selular), Myxomycetes (Jamu r lendir sejati), Phycomycetes (Jamur tingkat rendah), dan Eumycetes (Jamur ting kat tinggi). Eumycetes terdiri atas 3 klasis yaitu Ascomycetes, Basidiomycetes, dan Deuteromycetes (Fungi imperfecti). 34

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

Sistem tata nama jamur menggunakan nama inomial, yang terdiri nama genus dan na ma spesifik / spesies. Nama famili dengan akhiran –aceae, nama order dengan akhi ran –ales, dan nama klasis dengan akhiran –mycetes. 1. ACRASIOMYCETES Jamur ini merupakan kelompok jamur lendir selular, yang hidup e as di dalam tanah, iasan ya diisolasi dari tanah humus. Bentuk vegetatifnya erupa sel erinti satu yang amoe oid, seperti protozoa uniselular atau merupakan amoe a haploid, dan dise ut juga pseudoplasmodium. Ciri-ciri sel jamur ini adalah dapat ergerak diatas med ia padat (pseudopodia), makan dengan cara fagositosis, misalnya dengan memakan akteri. Sifatnya yang mirip fungi adalah adanya stadium adan uah, dan ter entu knya spora. Struktur spora seperti entuk kista dari amoe a. Perkem ang iakan j amur ini dimulai dari erkecam ahnya spora, kemudian sel memper anyak diri mem e ntuk pseudoplasmodium, selanjutnya sel-sel eragregasi dan akan mem entuk adan uah, akhirnya ter entuk sporokarp yang menghasilkan spora kem ali. Contoh jamur ini adalah Dictyostelium mucoroides dan D. discoideum. 2. MYXOMYCETES Jamur ini merupakan jamur lendir sejati. Jamur ini dapat ditemukan pada kayu terom ak, gu guran daun, kulit kayu, dan kayu. Bentuk vegetatifnya dise ut plasmodium. Plasmo dium merupakan masa sitoplasma erinti anyak dan tidak di atasi oleh dinding se l yang kuat. Sel-selnya mempunyai gerakan amoe oid diatas su strat. Cara makan d engan fagositosis. Apa ila plasmodium merayap ke tempat yang kering, akan ter en tuk adan uah. Badan uah menghasilkan spora erinti satu yang diselu ungi dind ing sel. Spora erasal dari inti-inti plasmodium. Struktur pada semua stadium sa ma, yaitu seperti sel soenositik dengan adanya aliran sitoplasma. Perkem ang ia kan jamur ini dimulai dari sel vegetatif haploid hasil perkecam ahan spora. Sel terse ut setelah menggandakan diri akan mengadakan plasmogami dan kariogami yang menghasilkan sel diploid. Sel diploid yang erkem ang menjadi plasmodium yang s elnya multinukleat tetapi uniselular, selanjutnya mem entuk adan uah yang er entuk sporangium. Sporangium terse ut menghasilkan spora 35

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

haploid. Contoh jamur ini adalah Lycogala epidendron, Cri raria rufa , dan Fulig o septica. 3. PHYCOMYCETES Jamur ini termasuk jamur enang yang mempunyai hifa t idak ersepta, sel vegetatif multinukleat, atau dise ut thalus soenositik. Secar a vegetatif dapat memper anyak diri dengan potongan-potongan hifa, dan menghasil kan spora aseksual dalam sporangium (sporangiospora). Perkem ang iakan secara g eneratif dengan mem entuk spora seksual. Berdasarkan cara ter entuknya spora di agi menjadi 2 macam, (a) Oospora, hasil pele uran antara gamet-gamet yang tidak sama esarnya, dan ( ) Zygospora, hasil pele uran gamet-gamet yang sama esarnya . Berdasarkan tipe sporanya maka jamur ini juga dapat dikelompokkan dalam Oomyce tes dan Zygomycetes. zygospora (2n) pele uran inti Tahap Diploid Tahap Haploid meiosis spora (n) Zygospora 50 m Kantung Spore perkecam ahan zygospora zygospora muda miselium ora gametangia spores (n) stolon rhizoids kontak antara dua hifa dari 2 strain REPRODUKSI ASEXUAL (mitosis) Fig. 24.6, p. 396 Contoh jamur yang termasuk klas Oomycetes adalah Saprolegnia sp. (jamur air). da n jamur patogen seperti Phytophthora infestans (penye a penyakit potato light) , Plasmopora viticola (penye a penyakit em un tepung pada tanaman). Jamur yang termasuk Zygomycetes ada 3 order, yaitu Mucorales, Entomophthorales, dan 36 erkem ang dari perkecam ahan sp

 

 

 

 

 

   

 

   

 

   

 

   

 

   

 

 

 

 

   

 

Zoopagales. Jamur yang penting dari kelompok Mucorales adalah Mucor sp. dan Rhiz opus sp. Rhizopus nigricans adalah jamur roti, R. oryzae, R. olygosporus, dan R. stolonifer adalah jamur yang iasa digunakan pada fermentasi tempe. 4. ASCOMYCE TES Ciri jamur ini mempunyai hifa ersepta, dan dapat mem entuk konidiofor. Seca ra vegetatif dapat erkem ang iak dengan potongan hifa, dan pada e erapa jenis dapat menghasilkan konidia secara aseksual. Fase konidi jamur ini dise ut juga fase imperfect. Fungi yang hanya dalam entuk fase imperfect dise ut fungi imper fecti (Deuteromycetes). Secara generatif dapat mem entuk adan uah yang dise ut askokarp, yang di dalamnya terdapat askus (kantong) yang menghasilkan askospora . Askospora merupakan hasil kariogami dan meiosis. Pem entukan askospora ada 4 c ara, yaitu: 1. Konyugasi langsung seperti pada khamir. 2. Pem elahan sel miseliu m. 3. Pele uran sel-sel kelamin kemudian oogonium menjadi askus. 4. Dari hife as kogen tim ul organ-organ tertentu yang mengandung inti rangkap. Berdasarkan ent uknya dapat di edakan 3 macam askus, yaitu: (a) Cleistothecium, entuknya ulat, kasar dan tidak mempunyai lu ang khusus untuk jalan keluarnya spora. ( ) Perith ecium, entuk ulat seperti la u, mempunyai osteol untuk jalan keluarnya spora. (c) Apothecium, entuk seperti cawan atau mangkuk, agian permukaan terdiri atas himenium yang mengandung askus-askus dalam lapisan palisade, dari lapisan terse ut dapat dilepaskan askospora. Contoh jamur ini yang penting adalah genus Asper gillus dan Penicillium. Jamur ini umumnya dapat menghasilkan pigmen hitam, cokla t, merah, dan hijau. Pigmen terse ut dapat digunakan untuk mengidentifikasi jeni s-jenis jamur terse ut. Jamur ini umumnya dapat merom ak ahan organik seperti k ayu, uah, kulit, dan sisa-sisa tanaman. Spesies seperti P. roqueforti dan P. ca mem erti dapat digunakan untuk flavour (aroma). Penicillium notatum dan Penicill ium chrysogenum untuk produksi 37

 

 

 

   

   

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

anti iotik penisilin. Jamur Aspergillus niger untuk fermentasi asam sitrat, Aspe rgillus oryzae dan Aspergillus wentii untuk fermentasi kecap. 5. BASIODIOMYCETES Ciri khusus jamur ini yaitu mempunyai asidium yang er entuk seperti gada, tid ak ersekat, dan mengandung 4 asidiospora di ujungnya. Pada jamur tertentu memp unyai hymenium atau lapisan-lapisan dalam adan uah. Hymenium terdapat pada mus hroom, maka dise ut juga Hymenomycetes. Setelah pele uran inti, struktur clu (sekarang 2n) akan menghasilkan spora hapl oid pd 4 ujung sel. pele uran inti Tahap Diploid TahapHaploid meiosis spora (n) Struktur Clu memiliki dua inti (n + n) dari tiap-tiap lem aran. lem a ran tudung hifa dlmn miselium tangkai hifa Setelah fusi sitoplasma, miselium “di karyotic” (n + n) miselium memunculkan adan pendukung spora (misal., jamur). Spora di e askan. tiap spora erkecam ah dan muncul hifa yg tum uh mem entuk mis elium erca ang. pele uran sitoplasma Hymenium terdiri dari asidia, hifa steril, parafisa, dan cysts. Basidia erasal dari hifa dikariotik, sel ujungnya mem esar, inti ikut mem esar, 2 inti mele ur menghasilkan 1 inti diploid, kemudian mem elah reduksi menjadi 4 inti haploid y ang menjadi inti asidiospora. Tipe kelamin asidiospora terdiri atas 2 negatif dan 2 positif. Akumulasi asidiospora dapat dilihat dari warnanya, yaitu seperti tepung halus erwarna coklat, hitam, ungu, kuning, dan se againya. Contoh jamur ini adalah Pleurotus sp (Jamur Tiram), Cyantus sp., dan khamir Sporo olomyces s p. 38

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

     

 

6. DEUTEROMYCETES (FUNGI IMPERFECTI) Semua jamur yang tidak mempunyai entuk (fa se) seksual dimasukkan ke dalam kelas Deuteromycetes. Jamur ini merupakan entuk konidial dari klas Ascomycetes, dengan askus tidak ertutup atau hilang karena evolusi. Jamur ini juga tidak lengkap secara seksual, atau dise ut paraseksual. Proses plasmogami, kariogami dan meiosis ada tetapi tidak terjadi pada lokasi te rtentu dari adan vegetatif, atau tidak terjadi pada fase perkem angan tertentu. Miseliumnya ersifat homokariotik. Contoh jamur ini adalah e erapa spesies Asp ergillus, Penicillium, dan Monilia. Aspergillus sp. 39

 

 

 

 

   

 

   

D. IDENTIFIKASI JAMUR BENANG Untuk mengidentifikasi jamur enang le ih diutamaka n pengujian sifat-sifat morfologinya, tetapi perlu juga pengujian sifat-sifat fi siologi. Hal-hal yang perlu diperhatikan pada pengamatan morfologi jamur enang adalah: 1. Tipe hifa, ersepta atau tidak, jernih atau keruh, dan erwarna atau tidak. 2. Tipe spora, seksual (oospora, zygospora, askospora, atau asidiospora) , aseksual (sporangiospora, konidia, atau oidia) 3. Tipe adan uah, entuk, uku ran, warna, letak spora atau konidi. Bentuk sporangiofor / konidiofor, kolumela / vesikula. 4. Bentukan khusus, misalnya adanya stolon, rhizoid, sel kaki, apofi sa, klamidospora, sklerosia, dan lain-lain. E. KHAMIR Khamir atau dise ut yeast, merupakan jamur ersel satu yang mikroskopik, tidak erflagela. Be erapa genera mem entuk filamen (pseudomiselium). Cara hidupnya se agai saprofit dan parasit. Hidup di dalam tanah atau de u di udara, tanah, daun-daun, nektar unga, permuk aan uah- uahan, di tu uh serangga, dan cairan yang mengandung gula seperti siru p, madu dan lain-lain. Khamir er entuk ulat (speroid), elips, atang atau sili ndris, seperti uah jeruk, sosis, dan lain-lain. Bentuknya yang tetap dapat digu nakan untuk identifikasi. Khamir dapat dimasukkan ke dalam klas Ascomycetes, Bas idiomycetes dan Deuteromycetes. Sel khamir 40

 

 

 

     

   

 

 

 

 

   

 

   

 

   

 

 

 

   

1. Perkem ang iakan sel khamir Perkem ang iakan sel khamir dapat terjadi secar a vegetatif maupun secara generatif (seksual). Secara vegetatif (aseksual), (a) dengan cara ertunas (Candida sp., dan khamir pada umumnya), ( ) pem elahan sel (Schizosaccharomyces sp.), dan (c) mem entuk spora aseksual (klas Ascomycetes). Secara generatif dengan carakonyugasi (reproduksi seksual). Konyugasi khamir ada 3 macam, yaitu (a) konyugasi isogami ( Schizosaccharomyces octosporus), ( ) kon yugasi heterogami (Zygosaccharomyces priorianus), dan konyugasi askospora pada Z ygosaccharomyces sp. dan Schizosaccharomyces sp. (sel vegetatif haploid), serta pada Saccharomyces sp., dan Saccharomycodes sp. (sel vegetatif diploid). 2. Iden tifikasi khamir Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam mengidentifikasi khamir ad alah: 1. Ada tidaknya askospora, kalau ada agaimana pem entukannya (konyugasi i sogami, heterogami, atau konyugasi askospora), entuk, warna, ukuran, dan jumlah spora. 2. Bentuk, warna, dan ukuran sel vegetatifnya. 3. Cara reproduksi aseksu al ( ertunas, mem elah, ds ) 4. Ada tidaknya filamen atau pseudomiselium. 5. Per tum uhan dalam medium dan warna koloninya. 6. Sifat-sifat fisiologi, misalnya su m er kar on (C) dan nitrogen (N), ke utuhan vitamin, ersifat oksidatif atau fer mentatif, atau keduanya, lipolitik, uji pem entukan asam, penggunaan pati, dan l ain-lain. 41

 

 

 

 

 

 

     

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

VI. ALGAE DAN PROTOZOA A. ALGAE Di dunia mikro ia, algae termasuk eukariotik, um umnya ersifat fotosintetik dengan pigmen fotosintetik hijau (klorofil), coklat (fikosantin), iru kehijauan (fiko ilin), dan merah (fikoeritrin). Morfologi alg ae ada yang er entuk uniseluler, ada pula yang multiseluler tetapi elum ada pe m agian tugas pada sel-sel komponennya. Algae di edakan dari tum uhan hanya kare na hal terse ut. 1. Ha itat algae Ha itat algae dapat erada di permukaan atau d alam perairan (aquatik) maupun daratan (terestrial) yang terkena sinar matahari, tetapi ke anyakan di perairan. Algae terestrial dapat hidup di permukaan tanah, atang kayu, dan lain-lain. Algae darat dapat ersim iose dengan jamur dan mem entuk lumut kerak (Lichenes). Pada lichenes algae ertindak se agai fiko ion, se dangkan jamur se agai miko ion. Algae yang dapat mem entuk Lichenes adalah anggo ta dari Chlorophyta, Xanthophyta, dan algae hijau iru (Cyano acteria) yang term asuk akteri. Fiko ion memanfaatkan sinar matahari untuk fotosintesa, sehingga d ihasilkan ahan organik yang dapat dimanfaatkan oleh miko ion. Miko ion mem erik an perlindungan dan erfungsi untuk menyerap mineral agi fiko ion. Pada e erap a kasus miko ion dapat menghasilkan faktor tum uh yang dapat dimanfaatkan oleh f iko ion. Lichenes sangat lam at pertum uhannya, tetapi dapat hidup pada tempat e kstrem yang tidak isa digunakan untuk tempat tum uh jasad hidup lain. Se agai c ontoh Lichenes dapat tum uh pada atuan dengan keadaan yang sangat kering, panas dan miskin unsur hara atau ahan organik. Lichenes menghasilkan asam-asam organ ik yang dapat melarutkan mineral atuan. Algae laut mempunyai peranan yang sanga t penting di dalam siklus unsur-unsur di umi, mengingat jumlah massanya yang sa ngat anyak yang kemungkinan le ih esar dari jumlah tum uhan di daratan. Be era pa algae laut ersel satu ersim iosa dengan hewan inverte rata tertentu yang hi dup di laut, misalnya spon, koral, cacing laut. Kandungan e erapa pigmen fotosi ntetik pada algae mem erikan warna yang spesifik. 42

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

         

 

 

 

 

 

 

 

   

Be erapa divisi algae dinamakan erdasarkan warna terse ut, misalnya algae hijau , algae merah dan algae coklat. 2. Morfologi algae Algae uniseluler (mikroskopik ) dapat etul- etul erupa sel tunggal, atau tum uh dalam entuk rantaian atau f ilamen. Ada e erapa jenis algae yang sel-selnya mem entuk koloni, misalnya pada Volvox, koloni ter entuk dari 500-60.000 sel. Kolonikoloni inilah yang dapat di lihat dengan mata iasa. Algae multiseluler (makroskopik) mempunyai ukuran esar , sehingga dapat dilihat dengan mata iasa. Pada algae makroskopik iasanya memp unyai er agai macam struktur khusus. Be erapa jenis algae mempunyai struktur ya ng dise ut hold fast, yang mirip dengan sistem perakaran pada tanaman, yang erf ungsi untuk menempelnya algae pada atuan atau su strat tertentu, tetapi tidak d apat digunakan untuk menyerap air atau nutrien. Algae tidak memerlukan sistem tr ansport nutrien dan air, karena nutrien dan air dapat dipenuhi dari seluruh sel algae. Struktur khusus yang lain adalah ladder atau pengapung, yang erguna unt uk menempatkan algae pada posisi tepat untuk mendapatkan cahaya maksimum. Tangka i atau atang pada algae dise ut stipe, yang erguna untuk mendukung lade, yait u agian utama algae yang erfungsi menga sor si nutrien dan cahaya. 3. Perkem a ng iakan algae Perkem ang iakan secara aseksual terjadi melalui proses yang dise ut mitosis. Ke anyakan algae ersel tunggal erkem ang iak dengan mem elah dir i, seperti pada akteri (prokariot). Per edaannya, pada pem elahan sel prokariot terjadi replikasi DNA, dan masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai setenga h DNA awal dan setengah DNA hasil replikasi. Sedangkan pada algae eukariot, terj adi penggandaan kromosom dengan proses yang le ih kompleks yang dise ut mitosis. Masing-masing sel hasil pem elahan mempunyai kromosom turunannya. Algae lain, k hususnya yang er entuk multiseluler, erkem ang iak dengan er agai cara. Be e rapa jenis algae dapat mengadakan fragmentasi, yaitu pemotongan agian filamen y ang kemudian dapat tum uh menjadi individu aru. Algae yang lain erkem ang iak dengan menghasilkan spora. Spora algae mempunyai struktur yang 43

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

   

     

     

 

 

     

 

er eda dengan endospora pada akteri. Spora ada yang dapat ergerak aktif, yang dise ut zoospora, dan ada yang tidak dapat ergerak aktif (nonmotil) dise ut au tospora. Perkem ang iakan secara aseksual pada algae seperti pada jasad eukariot ik lain, yaitu dengan ter entuknya dua jenis sel khusus yang dise ut gamet yang ersifat haploid. Dua sel gamet terse ut mele ur dan menghasilkan zygot yang er sifat diploid. Zygot mempunyai dua turunan masing-masing kromosom (2n). Gamet ha nya mempunyai satu turunan kromosom (1n). Proses reduksi jumlah kromosom ini dis e ut meiosis. Meiosis terjadi dalam masa-masa yang er eda pada er agai siklus hidup algae. Be erapa jenis algae selama siklus hidupnya terutama erada pada fa se diploid, tetapi algae lain mempunyai fase zygot sampai meiosis yang sangat si ngkat, sehingga dalam siklus hidupnya terutama erada pada fase haploid. Pada al gae yang erukuran esar (makroskopik) ada yang mempunyai 2 macam struktur repro duktif yang er eda, yaitu gametofit (haploid) dan sporofit (diploid). Se agai c ontoh adalah pada Ulva yang termasuk algae hijau. 4. Fisiologi algae Pada umumny a algae ersifat fotosintetik, menggunakan H2O se agai donor elektron, pada kead aan tertentu e erapa algae dapat menggunakan H2 untuk proses fotosintesa tanpa menghasilkan O2. Sifat fotosintetik pada algae dapat ersifat mutlak (o ligat fo totrof), jadi algae ini tum uh di tempat-tempat yang terkena cahaya matahari. Be erapa algae ersifat khemoorganotrof, sehingga dapat mengkata olisme gula-gula sederhana atau asam organik pada keadaan gelap. Senyawa organik yang anyak digu nakan algae adalah asetat, yang dapat digunakan se agai sum er C dan sum er ener gi. Algae tertentu dapat mengasimilasi senyawa organik sederhana dengan mengguna kan sum er energi cahaya (fotoheterotrof). Pada algae tertentu dapat tidak terja di proses fotosintesa sama sekali, dalam hal ini pemenuhan ke utuhan nutrisi did apatkan secara heterotrof. Pada umumnya algae yang dapat melakukan fotosintesa n ormal, dapat tum uh aik dengan cepat dalam keadaan gelap, dengan mengha iskan er agai senyawa organik hasil fotosintesa. Pada keadaan gelap, proses fotosintes a eru ah menjadi proses respirasi. Pada algae heterotrof, pemenuhan ke utuhan e nergi erasal dari 44

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

   

   

 

 

 

 

   

 

             

ahan organik yang ada di sekitarnya. Algae yang tidak erdinding sel dapat mema kan akteri secara fagotrofik. Algae leukofitik adalah algae yang kehilangan klo roplas. Hilangnya kloroplas terse ut ersifat tetap, atau tidak dapat kem ali se perti semula. Hal ini anyak terjadi pada algae ersel tunggal seperti diatomae, flagelata, dan algae hijau nonmotil. Algae leukofitik dapat di uat, misalnya Eu glena yang diperlakukan dengan streptomisin atau sinar ultra violet. 5. Pengelom pokan algae Berdasarkan tipe pigmen fotosintetik yang dihasilkan, ahan cadangan makanan di dalam sel, dan sifat morfologi sel, maka algae dikelompokkan menjadi 7 divisio utama, yaitu Chlorophyta, Euglenophyta, Chrysophyta, Pyrrophyta, Rhod ophyta, Phaeophyta, dan Cryptophyta. a. Divisio Chlorophyta Ciri-ciri algae ini adalah erwarna hijau, mempunyai pigmen fotosintetik yang terdiri dari klorofil a dan seperi pada tum uhan, karoten, dan e erapa xantofil. Cadangan makanan erupa pati, dinding sel terdiri dari selulosa, xylan, manan, e erapa tidak erd inding sel, dan mempunyai flagela 1sampai 8 uah. Algae hijau ini anyak terdapa t di ekosistem perairan, dan diduga merupakan asal dari tum uhan. Organisasi sel nya dapat er entuk uniseluler, multiseluler yang er entuk koloni, dan multisel uler yang er entuk filamen. Contoh algae hijau uniseluler yaitu order Volvocale s, genera Chlamydomonas dan Volvox, yang ersifat motil karena erflagela, sedan gkan algae yang er entuk filamen adalah genera Ulothrix, Spirogyra dan Ulva. Be ntuk Spirogyra sangat khusus karena kloroplasnya yang er entuk spiral. Anggota algae ini yang sering ditanam se agai rumput laut yaitu Scenedesmus, dan yang se ring digunakan se agai makanan kesehatan adalah Chlorella. Pada siklus hidup Chl amydomonas, algae ini mengadakan reproduksi secara seksual dengan pele uran sel yang menghasilkan zygot. Setelah periode dorman akan terjadi meiosis sehingga te r entuk 4 sel yang kemudian memper anyak diri dengan pem elahan mitosis. Pada pe rkem ang iakan secara aseksual, sel akan kehilangan flagela dan kemudian terjadi pem elahan secara mitosis menjadi 4, 8 atau 16 sel. Masing-masing sel keluar da ri dinding sel dan kemudian tum uh flagela. 45

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

       

 

 

 

     

 

 

Perkem ang iakan algae yang er entuk filamen terutama secara aseksual, yaitu de ngan cara fragmentasi. Pada Spirogyra dapat erkem ang secara seksual dengan mem entuk ta ung konjugasi, setelah isi sel mele ur akan ter entuk zygot dan erkem ang menjadi zygospora, dan pem elahan meiosis terjadi setelah zygospora erkeca m ah. . Divisio Euglenophyta Algae ini er entuk euglenoid, mempunyai pigmen fo tosintetik yang terdiri klorofil a dan sehingga tampak erwarna hijau dan memp unyai karoten serta xantofil. Per edaan dengan algae hijau adalah cadangan makan annya yang erupa paramilon, yaitu polimer glukosa dengan ikatan B1,3. Semua ang gota algae ini uniseluler, mempunyai 1-3 flagela dengan letak apical atau su api cal, dan mempunyai mem ran plasma dengan struktur fleksi el yang dise ut pelikel . Euglenophyta ke anyakan hidup di perairan atau tanah. Perkem ang iakannya deng an mem elah diri, dan tidak dapat erkem ang iak secara seksual. Algae Euglena g racilis mempunyai 2 flagela yang tidak sama panjang, dan intik mata yang erwar na merah karena erisi karotenoid. Bintik mata erfungsi se agai penerima cahaya untuk mengatur gerak aktif, se agai respon sel terhadap arah dan intensitas cah aya. Algae ini tidak erdinding sel sehingga lentur. 46

 

   

 

 

 

 

 

     

 

 

 

   

 

     

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

     

     

Euglena c. Divisio Pyrrophyta Anggota algae ini juga sering dise ut dinoflagelat a, mempunyai pigmen fotosintetik erupa klorofil a dan c, karoten dan e erapa j enis mengandung xantofil. Cadangan makanan terdiri atas pati atau minyak, dindin g sel tersusun dari selulosa dan ada yang sangat keras dise ut teka, tetapi ada yang tidak erdinding sel. Algae ini umumnya mempunyai alat gerak yang erupa 2 flagela. Pyrrophyta umumnya erwarna merah atau coklat, karena adanya pigmen xan tofil dan selnya er entuk uniseluler. Algae ini terutama hidup di laut, e erap a anggotanya dapat mengeluarkan cahaya ioluminesen, maka sering dise ut fire al gae. Contoh algae ini Gonyaulax polyedra, yang menghasilkan toksin erwarna mera h atau merah coklat yang dapat mematikan hewan-hewan laut. Dinoflagelata Dinoflagelata tertentu dapat tum uh dengan memakan akteri dan spe sies algae lain. Be erapa spesies algae ini tidak mempunyai klorofil, dan ersif at heterotrof. Anggota algae ini ada yang ersifat miksotrofik, selain mampu men gadakan meta olisme se agai heterotrof juga ersifat se agai fotoautotrof. 47

   

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

     

 

 

d. Divisio Chrysophyta Algae ini mempunyai pigmen yang er eda- eda sehingga ada yang dise ut algae kuning hijau (Xanthophyceae), dan algae keemasan (Chrysophyc eae). Diaotomae yang termasuk Bacillariophyceae juga termasuk anggota algae ini. Pigmen fotosintetik terdiri atas klorofil a dan c, karoten, fukoxantin, dan e erapa xantofil. Bahan cadangan makanan algae ini erupa krisolaminarin, yaitu po limer glukosa dengan ikatan B. Dinding selnya tersusun dari selulosa, silika, da n kalsium kar onat. Pada e erapa jenis algae ini mempunyai 1 atau 2 flagela. Di nding sel diatomae yang keras dise ut frustule. Ada 2 macam entuk frustule, yai tu centric dan pennate. Diatomae dengan entuk pennate yang tidak erflagela, ad a yang dapat ergerak diatas su strat padat karena adanya raphe. Raphe adalah ce lah memanjang dan sempit pada dinding sel se agai tempat keluarnya sitoplasma. G erakan tim ul karena adanya arus protoplasma terse ut. Diatomae Dinding sel diatomae merupakan dua agian yang saling menutupi. Dinding sel yang keras ini menjadi masalah saat mengadakan perkem ang iakan secara asek sual, yaitu dengan cara mem elah diri secara longitudinal. Sel aru hasil pem el ahan terdiri setengah agian sel se elum pem elahan yang ditutup dengan setengah agian sel yang aru ter entuk. Aki atnya setelah e erapa kali mem elah, maka sel hasil pem elahan semakin mengecil ukurannya, kurang le ih 30 % le ih kecil d i andingkan dengan sel hasil perkem ang iakan secara seksual. 48

     

 

 

 

   

 

 

       

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

   

e. Divisio Phaeophyta Phaeophyta dise ut juga algae coklat, warna ini dise a kan xantofil yang dihasilkan mele ihi karoten dan klorofil. Algae ini mempunyai pig men fotosintetik yang terdiri atas klorofil a dan c, karoten, fukoxantin dan xan tofil. Cadangan makanan di dalam selnya erupa laminarin dan manitol, dengan din ding sel tersusun dari selulosa, asam alginat, dan mukopolisakarida sulfat. Alga e ini erflagela dua yang tidak sama, dengan letak lateral. Anggota kelompok ini terdiri le ih dari 200 genera dan 1500 spesies, terutama hidup di permukaan lau t yang dingin. Organisasi selnya multiseluler, dan dapat mem entuk morfologi yan g sangat esar dan kompleks seperti tum uhan. Terdapat struktur seperti akar (ho ld fast), seperti daun ( lade), seperti atang (stipe), dan pengapung ( ladder), tetapi tidak ada sistem transport nutrien dan cadangan makanan. Di tengah stipe terdapat sel-sel memanjang seperti jaringan vaskuler pada tum uhan. Sel-sel ter se ut erfungsi untuk mem antu memindahkan kar ohidrat hasil fotosintesa, dari lade ke tempat sel-sel yang kurang aktif fotosintesanya seperti stipe dan hold f ast. Anggota algae ini yang anyak hidup di laut adalah genera Sargassum, Macrocystis , Nereocystis, dan Laminaria. Algae coklat ini dapat tum uh dengan sangat cepat, misalnya Nereocystis dapat mencapai panjang 40 meter dalam satu musim. Ke anyak an cara perkem ang iakan algae coklat sama dengan algae hijau Ulva. Genera Fucus umumnya tum uh di atu- atuan, dan dapat melapukkan atuan terse ut. 49

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

 

Jenis tertentu algae ini dapat digunakan untuk iosorpsi, atau penyerapan logam erat oleh iomassa. Hal ini dise a kan karena kandungan polisakarida pada dindi ng selnya dapat ersifat se agai resin penukar ion (ion exchange). Algae ini jug a dapat digunakan se agai indikator adanya pencemaran logam erat seperti Cadmiu m, Cu, dan P , misalnya algae Fucus vesiculosus. Be erapa jenis algae coklat sep erti Macrocystis, anyak mengandung ahan algin pada dinding selnya. Bahan algin ini mempunyai nilai ekonomis untuk ahan pem uat sta iliser dan emulsifier pada cat, tekstil, kertas, ahan makanan, dan ahan lain. f. Divisio Rhodophyta Seri ng dise ut se agai algae merah, karena pigmen fotosintetik didominasi oleh fikoe ritrin. Pigmen lain terdiri atas klorofil a, dan pada e erapa jenis mempunyai k lorofil d, fikosianin, karoten, dan e erapa xantofil. Bahan cadangan makanan di dalam selnya erupa pati floridean, yaitu polisakarida yang mirip amilopektin. Algae ini mempunyai dinding sel erupa selulosa, xylan, dan galaktan. Alat gerak yang erupa flagela tidak ada. Umumnya algae merah hidup di lautan, terutama di daerah tropis, e erapa spesies hidup di daerah dingin. Adanya klorofil a, fiko eritrin dan fikosianin atau fiko ilin merah, menye a kan algae ini dapat menga s orpsi dengan aik sinar hijau, violet dan iru yang dapat menem us air dalam. Ja di algae merahpun dapat tum uh sampai kedalaman le ih dari 175 meter di perairan . Algae merah ke anyakan tum uh menempel pada atuan dan su strat lain atau laga e lain, tetapi ada juga yang hidup mengapung dengan e as. Anggota dari algae in i yang sering ditanam se agai rumput laut adalah Navicula. 50

 

 

 

 

   

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

   

   

 

 

   

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

Dinding selnya terdiri dua lapis, lapisan agian dalam kasar (rigid) dan menyeru pai mikrofi ril, sedangkan agian luar er entuk lapisan mucilaginous. Pada dind ing selnya terdapat er agai macam ahan selain selulosa, yaitu polisakarida sul fat, agar dan karagenin. Pada algae pem entuk koral, dapat mengumpulkan CaCO3 di dalam dinding selnya, oleh karenanya jenis algae ini erperan penting dalam pro ses pem entukan karang. g. Divisio Cryptophyta Algae ini mempunyai pigmen fotosi ntetik klorofil a dan c, karoten, fiko ilin dan xantofil yang terdiri dari aloxa ntin, krokoxantin, dan monadoxantin. Cadangan makanan terdiri pati, dinding seln ya tidak mengandung selulosa, dan erflagela dua yang tidak sama dengan letak su apikal. Algae ini hidup di laut, dan anggotanya sangat sedikit apa ila di andin gkan dengan algae lain. Cryptophyta erkem ang iak secara aseksual, yaitu denga n pem elahan sel secara longitudinal. B. PROTOZOA Seperti algae, protozoa merupa kan kelompok lain yang termasuk protista eukariotik. Walaupun kadang-kadang anta ra algae dan protozoa kurang jelas per edaannya. Be erapa organisme mempunyai si fat antara algae dan protozoa. Se agai contoh algae hijau Euglenophyta, selnya erflagela dan merupakan sel tunggal yang erklorofil, tetapi dapat mengalami keh ilangan klorofil dan kemampuan untuk erfotosintesa. Semua spesies Euglenophyta yang mampu hidup pada nutrien komplek tanpa adanya cahaya, e erapa ilmuwan mema sukkannya ke dalam filum protozoa. Misalnya strain mutan algae genus Chlamydomon as yang tidak erklorofil, dapat dikelaskan se agai protozoa genus Polytoma. Hal ini se agai contoh agaimana sulitnya mem edakan dengan tegas antara algae dan protozoa. Protozoa di edakan dari prokariot karena ukurannya yang le ih esar, d an selnya eukariotik. Protozoa di edakan dari algae karena tidak erklorofil, di edakan dari jamur karena dapat ergerak aktif dan tidak erdinding sel, serta d i edakan dari jamur lendir karena tidak dapat mem entuk adan uah. 1. Ha itat P rotozoa Protozoa umumnya hidup e as dan terdapat di lautan, lingkungan air tawa r, atau daratan. Be erapa spesies ersifat parasitik, hidup pada organisme inang . Inang 51

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

             

 

 

 

 

 

 

 

 

   

   

 

     

 

 

 

 

   

 

   

 

protozoa yang ersifat parasit dapat erupa organisme sederhana seperti algae, s ampai verte rata yang kompleks, termasuk manusia. Be erapa spesies dapat tum uh di dalam tanah atau pada permukaan tum uh-tum uhan. Semua protozoa memerlukan ke lem a an yang tinggi pada ha itat apapun. Be erapa jenis protozoa laut merupakan agian dari zooplankton. Protozoa laut yang lain hidup di dasar laut. Spesies y ang hidup di air tawar dapat erada di danau, sungai, kolam, atau genangan air. Ada pula protozoa yang tidak ersifat parasit yang hidup di dalam usus termit at au di dalam rumen hewan ruminansia. 2. Morfologi Protozoa Protozoa tidak mempuny ai dinding sel, dan tidak mengandung selulosa atau khitin seperti pada jamur dan algae. Ke anyakan protozoa mempunyai entuk spesifik, yang ditandai dengan flek si ilitas ektoplasma yang ada dalam mem ran sel. Be erapa jenis protozoa seperti Foraminifera mempunyai kerangka luar sangat keras yang tersusun dari Si dan Ca. Be erapa protozoa seperti Difflugia, dapat mengikat partikel mineral untuk mem entuk kerangka luar yang keras. Radiolarian dan Heliozoan dapat menghasilkan ske leton. Kerangka luar yang keras ini sering ditemukan dalam entuk fosil. Kerangk a luar Foraminifera tersusun dari CaO2 sehingga koloninya dalam waktu jutaan tah un dapat mem entuk atuan kapur. Semua protozoa mempunyai vakuola kontraktil. Vakuola dapat erperan se agai pomp a untuk mengeluarkan kele ihan air dari sel, atau untuk mengatur tekanan osmosa. Jumlah dan letak vakuola kontraktil er eda pada setiap spesies. Protozoa dapat erada dalam entuk vegetatif (trophozoite), atau entuk istirahat yang dise ut kista. Protozoa pada keadaan yang tidak menguntungkan dapat mem entuk kista unt uk mempertahankan hidupnya. Saat kista erada pada keadaan yang menguntungkan, m aka akan erkecam ah menjadi sel vegetatifnya. Protozoa 52

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

   

 

 

 

 

   

 

 

 

 

     

 

   

merupakan sel tunggal, yang dapat ergerak secara khas menggunakan pseudopodia ( kaki palsu), flagela atau silia, namun ada yang tidak dapat ergerak aktif. Berd asarkan alat gerak yang dipunyai dan mekanisme gerakan inilah protozoa dikelompo kkan ke dalam 4 kelas. Protozoa yang ergerak secara amoe oid dikelompokkan ke d alam Sarcodina, yang ergerak dengan flagela dimasukkan ke dalam Mastigophora, y ang ergerak dengan silia dikelompokkan ke dalam Ciliophora, dan yang tidak dapa t ergerak serat merupakan parasit hewan maupun manusia dikelompokkan ke dalam S porozoa. Mulai tahun 1980, oleh Commitee on Systematics and Evolution of the Soc iety of Protozoologist, mengklasifikasikan protozoa menjadi 7 kelas aru, yaitu Sarcomastigophora, Ciliophora, Acetospora, Apicomplexa, Microspora, Myxospora, d an La yrinthomorpha. Pada klasifikasi yang aru ini, Sarcodina dan Mastigophora diga ung menjadi satu kelompok Sarcomastigophora, dan Sporozoa karena anggotanya sangat eragam, maka dipecah menjadi lima kelas. Contoh protozoa yang termasuk Sarcomastigophora adalah genera Monosiga, Bodo, Leishmania, Trypanosoma, Giardia , Opalina, Amoe a, Entamoe a, dan Difflugia. Anggota kelompok Ciliophora antara lain genera Didinium, Tetrahymena, Paramaecium, dan Stentor. Contoh protozoa kel ompok Acetospora adalah genera Paramyxa. Apicomplexa eranggotakan genera Eimeri a, Toxoplasma, Ba esia, Theileria. Genera Metchnikovella termasuk kelompok Micro spora. Genera Myxidium dan Kudoa adalah contoh anggota kelompok Myxospora. 3. Fi siologi Protozoa Protozoa umumnya ersifat aero ik nonfotosintetik, tetapi e er apa protozoa dapat hidup pada lingkung ananaero ik (misal pada saluran pencernaa n manusia atau ruminansia). Protozoa aero ik mempunyai mitokondria yang mengandu ng enzim untuk meta olisme aero ik, dan untuk menghasilkan ATP melalui proses tr ansfer elektron dan atom hidrogen ke oksigen. Protozoa umumnya mendapatkan makan an dengan memangsa organisme lain ( akteri) atau partikel organik, aik secara f agositosis maupun pinositosis. Protozoa yang hidup di lingkungan air, maka oksid eng dan air maupun molekul-molekul kecil dapat erdifusi melalui mem ran sel. Se nyawa makromolekul yang tidak dapat erdifusi melalui mem ran, dapat masuk sel s ecara pinositosis. Tetesan cairan masuk melalui 53

   

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

saluran pada mem ran sel, saat saluran penuh kemudian masuk ke dalam mem ran yan g erikatan denga vakuola. Vakuola kecil ter entuk, kemudian di awa ke agian da lam sel, selanjutnya molekul dalam vakuola dipindahkan ke sitoplasma. Partikel m akanan yang le ih esar dimakan secara fagositosis oleh sel yang ersifat amoe o id dan anggota lain dari kelompok Sarcodina. Partikel dikelilingi oleh agian me m ran sel yang fleksi el untuk ditangkap kemudian dimasukkan ke dalam sel oleh v akuola esar (vakuola makanan). Ukuran vakuola mengecil kemudian mengalami penga saman. Lisosom mem erikan enzim ke dalam vakuola makanan terse ut untuk mencerna kan makanan, kemudian vakuola mem esar kem ali. Hasil pencernaan makanan didispe rsikan ke dalam sitoplasma secara pinositosis, dan sisa yang tidak tercerna dike luarkan dari sel. Cara inilah yang digunakan protozoa untuk memangsa akteri. Pa da kelompok Ciliata, ada organ mirip mulut di permukaan sel yang dise ut sitosom . Sitosom dapat digunakan menangkap makanan dengan di antu silia. Setelah makana n masuk ke dalam vakuola makanan kemudian dicernakan, sisanya dikeluarkan dari s el melalui sitopig yang terletak disamping sitosom. 4. Perkem ang iakan Protozoa Protozoa dapat erkem ang iak secara seksual dan aseksual. Secara aseksual pro tozoa dapatmengadakan pem elahan diri menjadi 2 anak sel ( iner), tetapi pada Fl agelata pem elahan terjadi secara longitudinal dan pada Ciliata secara transvers al. Be erapa jenis protozoa mem elah diri menjadi anyak sel (schizogony). Pada pem elahan schizogony, inti mem elah e erapa kali kemudian diikuti pem elahan s el menjadi anyak sel anakan. Perkem ang iakan secara seksual dapat melalui cara konjugasi, autogami, dan sitogami. Protozoa yang mempunyai ha itat atau inang l e ih dari satu dapat mempunyai e erapa cara perkem ang iakan. Se agai contoh sp esies Plasmodium dapat melakukan schizogony secara aseksual di dalam sel inang m anusia, tetapi dalam sel inang nyamuk dapat terjadi perkem ang iakan secara seks ual. Protozoa umumnya erada dalam entuk diploid. Protozoa umumnya mempunyai ke mampuan untuk memper aiki selnya yang rusak atau terpotong. Be erapa Ciliata dap at memper aiki selnya yang tinggal 10 % dari volume sel asli asalkan inti selnya tetap ada. 54

 

       

   

     

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

VII. ENZIM MIKROBA Enzim adalah katalisator organik ( iokatalisator) yang dihasi lkan oleh sel. Enzim erfungsi seperti katalisator anorganik, yaitu untuk memper cepat reaksi kimia. Setelah reaksi erlangsung, enzim tidak mengalami peru ahan jumlah, sehingga jumlah enzim se elum dan setelah reaksi adalah tetap. Enzim mem punyai selektivitas dan spesifitas yang tinggi terhadap reaktan yang direaksikan dan jenis reaksi yang dikatalisasi. A. MEKANISME BEKERJANYA ENZIM Enzim meningk atkan kecepatan reaksi dengan cara menurunkan energi aktivasi. Energi aktivasi a dalah energi yang diperlukan untuk mengaktifkan suatu reaktan sehingga dapat er eaksi untuk mem entuk senyawa lain. Energi potensial hasil reaksi menjadi le ih rendah dari pada pereaksi, sehingga kesetim angan reaksi menuju ke hasil reaksi. Adanya enzim menye a kan energi aktivasi menjadi le ih rendah, tetapi enzim tid ak mempengaruhi letak kesetim angan reaksi. Saat erlangsungnya reaksi enzimatik terjadi ikatan sementara antara enzim dengan su stratnya (reaktan). Ikatan seme ntara ini ersifat la il dan hanya untuk waktu yang singkat saja. Selanjutnya ik atan enzim-su strat akan pecah menjadi enzim dan hasil akhir. Enzim yang terlepa s kem ali setelah reaksi dapat erfungsi lagi se agai iokatalisator untuk reaks i yang sama. E+S ES E+P Keterangan: E : Enzim, S: Su strat (reaktan), ES: ikatan sementara, P: Hasil rea ksi Sistem enzim-su strat untuk tiap-tiap reaksi enzimatik ersifat khusus. Kest a ilan ikatan enzim-su strat ditentukan oleh konstanta Michaelis (Km). B. STRUKT UR ENZIM Pada umumnya enzim tersusun dari protein. Protein penyusun enzim dapat erupa protein sederhana atau protein yang terikat pada gugusan non-protein. Ban yak enzim yang hanya terdiri protein saja, misal tripsin. 55

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

   

     

 

 

 

 

 

 

Dialisis enzim dapat memisahkan agian- agian protein, yaitu agian protein yang dise ut apoenzim dan agian nonprotein yang erupa koenzim, gugus prostetis dan kofaktor ion logam. Masing-masing agian terse ut apa ila terpisah menjadi tida k aktif. Apoenzim apa ila erga ung dengan agian nonprotein dise ut holoenzim y ang ersifat aktif se agai iokatalisator. Koenzim dan gugus prostetik erfungsi sama. Koenzim adalah agian yang terikat secara lemah pada apoenzim (protein). Gugus prostetik adalah agian yang terikat dengan kuat pada apoenzim. Koenzim e rfungsi menentukan jenis reaksi kimia yang dikatalisis enzim. Ion logam merupaka n komponen yang sangat penting, diperlukan untuk memantapkan struktur protein de ngan adanya interaksi antar muatan. C. PENGGOLONGAN ENZIM Enzim dapat digolongka n erdasarkan tempat ekerjanya, su strat yang dikatalisis, daya katalisisnya, d an cara ter entuknya. Umumnya pem erian nama enzim didasarkan atas nama su strat yang dikatalisis atau daya katalisisnya dengan penam ahan kata –ase. Misal prot einase adalah enzim yang dapat mengkatalisis pemecahan protein. 1. Penggolongan enzim erdasarkan tempat ekerjanya a. Endoenzim Endoenzim dise ut juga enzim in traseluler, yaitu enzim yang ekerjanya di dalam sel. Umumnya merupakan enzim ya ng digunakan untuk proses sintesis di dalam sel dan untuk pem entukan energi (AT P) yang erguna untuk proses kehidupan sel, misal dalam proses respirasi. . Eks oenzim Eksoenzim dise ut juga enzim ekstraseluler, yaitu enzim yang ekerjanya d i luar sel. Umumnya erfungsi untuk “mencernakan” su strat secara hidrolisis, un tuk dijadikan molekul yang le ih sederhana dengan BM le ih rendah sehingga dapat masuk melewati mem ran sel. Energi yang di e askan pada reaksi pemecahan su str at di luar sel tidak digunakan dalam proses kehidupan sel. 56

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

 

       

   

 

 

 

 

 

 

 

2. Penggolongan enzim erdasarkan daya katalisis a. Oksidoreduktase Enzim ini me ngkatalisis reaksi oksidasi-reduksi, yang merupakan pemindahan elektron, hidroge n atau oksigen. Se agai contoh adalah enzim elektron transfer oksidase dan hidro gen peroksidase (katalase). Ada e erapa macam enzim elektron transfer oksidase, yaitu enzim oksidase, oksigenase, hidroksilase dan dehidrogenase. Enzim- enzim terse ut mengkatalisis reaksi-reaksi se agai erikut: - Oksidase mengkatalisis 2 macam reaksi: O2 + (4e- + 4 H+) O2 + (2e- + 4 H+) - Oksigenase (transferase oks igen): O2 + 2 su strat - Hidroksilase : su strat + ½ O2 2 koenzim-H + ½ O2 - Deh idrogenase: NaNO3 + (e-+ H+) Na2SO4 + (e + H ) Na2CO3 + (e + H ) - Hidrogen pero ksidase: 2 H2O2 . Transferase Transferase mengkatalisis pemindahan gugusan mole kul dari suatu molekul ke molekul yang lain. Se agai contoh adalah e erapa enzi m se agai erikut: - Transaminase adalah transferase yang memindahkan gugusan am ina. - Transfosforilase adalah transferase yang memindahkan gugusan fosfat. - Tr ansasilase adalah transferase yang memindahkan gugusan asil. c. Hidrolase Enzim ini mengkatalisis reaksi-reaksi hidrolisis, dengan contoh enzim adalah: - Kar ok silesterase adalah hidrolase yang menghidrolisis gugusan ester kar oksil. - Lipa se adalah hidrolase yang menghidrolisis lemak (ester lipida). - Peptidase adalah hidrolase yang menghidrolisis protein dan polipeptida. d. Liase Enzim ini erfu ngsi untuk mengkatalisis pengam ilan atau penam ahan gugusan dari suatu molekul tanpa melalui proses hidrolisis, se agai contoh adalah: + + 2 H2O H2O2 2 su strat-O su strat-O 2 koenzim + H2O NaNO2 H2S CH4 2 H2O + O2 57

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

- L malat hidroliase (fumarase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ila n air dari malat sehingga dihasilkan fumarat. - Dekar oksiliase (dekar oksilase) yaitu enzim yang mengkatalisis reaksi pengam ilan gugus kar oksil. e. Isomerase Isomerase meliputi enzim-enzim yang mengkatalisis reaksi isomerisasi, yaitu: Rasemase, meru ah l-alanin D-alanin D-xylulosa-5-fosfat cisrentolal dihidroksi a seton suksinil-CoA - Epimerase, meru ah D-ri ulosa-5-fosfat - Cis-trans isomeras e, meru ah transmetinal fosfat - Intramolekul transferase atau mutase, meru ah m etilmalonil-CoA f. Ligase Enzim ini mengkatalisis reaksi pengga ungan 2 molekul dengan di e askannya molekul pirofosfat dari nukleosida trifosfat, se agai conto h adalah enzim asetat=CoA-SH ligase yang mengkatalisis rekasi se agai erikut: A setat + CoA-SH + ATP Asetil CoA + AMP + P-P - Intramolekul ketol isomerase, meru ah D-gliseraldehid-3-fosfat g. Enzim lain dengan tatanama er eda Ada e erapa enzim yang penamaannya tidak menurut cara di atas, misalnya enzim pepsin, triosin, dan se againya serta enzim yang termasuk enzim permease. Permease adalah enzim yang erperan dalam menentu kan sifat selektif permia el dari mem ran sel. 3. Penggolongan enzim erdasar ca ra ter entuknya a. Enzim konstitutif Di dalam sel terdapat enzim yang merupakan agian dari susunan sel normal, sehingga enzim terse ut selalu ada umumnya dalam jumlah tetap pada sel hidup. Walaupun demikian ada enzim yang jumlahnya dipenga ruhi kadar su stratnya, misalnya 58

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

   

   

 

 

 

   

 

 

 

enzim amilase. Sedangkan enzim-enzim yang erperan dalam proses respirasi jumlah nya tidak dipengaruhi oleh kadar su stratnya. . Enzim adaptif Peru ahan lingkun gan mikro a dapat menginduksi ter entuknya enzim tertentu. Induksi menye a kan k ecepatan sintesis suatu enzim dapat dirangsang sampai e erapa ri u kali. Enzim adaptif adalah enzim yang pem entukannya dirangsang oleh adanya su strat. Se aga i contoh adalah enzim eta galaktosidase yang dihasilkan oleh akteri E.coli yan g ditum uhkan di dalam medium yang mengandung laktosa. Mulamula E. coli tidak da pat menggunakan laktosa sehingga awalnya tidak nampak adanya pertum uhan (fase l ag/fase adaptasi panjang) setelah e erapa waktu aru menampakkan pertum uhan. S elama fase lag terse ut E. coli mem entuk enzim eta galaktosidase yang digunaka n untuk merom ak laktosa. D. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI REAKSI ENZIMATIK Pr otein adalah agian utama enzim yang dihasilkan sel, maka semua hal yang dapat m empengaruhi protein dan sel akan erpengaruh terhadap reaksi enzimatik. 1. Su st rat (reaktan) Kecepatan reaksi enzimatik umumnya dipengaruhi kadar su strat. Pen am ahan kadar su strat sampai jumlah tertentu dengan jumlah enzim yang tetap, ak an mempercepat reaksi enzimatik sampai mencapai maksimum. Penam ahan su strat se lanjutnya tidak akan menam ah kecepatan reaksi. Kecepatan reaksi enzimatik juga dipengaruhi kadar enzim, jumlah enzim yang terikat su strat (ES) dan konstanta M ichaelis (Km). Km menggam arkan mesetim angan disosiasi kompleks ES menjadi enzi m dan su strat. Nilai Km kecil erarti enzim mempunyai afinitas tinggi terhadap su strat maka kompleks ES sangat mantap, sehingga kesetim angan reaksi kearah ko mpleks ES. Apa ila nilai Km esar erarti enzim mempunyai afinitas rendah terhad ap su strat, sehingga kesetim angan reaksi kearah E + S. 2. Suhu Seperti reaksi kimia pada umumnya, maka reaksi enzimatik dipengaruhi oleh suhu. Kenaikan suhu s ampai optimum akan diikuti pula oleh kenaikan kecepatan reaksi enzimatik. Kepeka an enzim terhadap suhu pada keadaan suhu mele ihi optimum 59

 

 

     

 

 

   

 

 

 

 

 

   

 

   

 

 

 

 

     

 

 

   

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

   

dise a kan terjadinya peru ahan fisikokimia protein penyusun enzim. Umumnya enzi m mengalami kerusakan (denaturasi) pada suhu diatas 50oC. Walaupun demikian ada e erapa enzim yang tahan terhadap suhu tinggi, misalnya taka-diastase dan trips in. 3. Kemasaman (pH) pH dapat mempengaruhi aktivitas enzim. Daya katalisis enzi m menjadi rendah pada pH rendah maupun tinggi, karena terjadinya denaturasi prot ein enzim. Enzim mempunyai gugus aktif yang ermuatan positif (+) dan negatif (). Aktivitas enzim akan optimum kalau terdapat keseim angan antara kedua muatann ya. Pada keadaan masam muatannya cenderung positif, dan pada keadaan asis muata nnya cenderung negatif sehinggaaktivitas enzimnya menjadi erkurang atau ahkan menjadi tidak aktif. pH optimum untuk masing-masing enzim tidak selalu sama. Se agai contoh amilase jamur mempunyai pH optimum 5,0, arginase mempunyai pH optimu m 10. 4. Pengham at enzim (inhi itor) Inhi itor enzim adalah zat atau senyawa ya ng dapat mengham at enzim dengan e erapa cara pengham atan se agai erikut: a. Pengham at ersaing (kompetitif) Pengham atan dise a kan oleh senyawa tertentu y ang mempunyai struktur mirip dengan su strat saat reaksi enzimatik akan terjadi. Misalnya asam malonat dapat mengham at enzim dehidrogenase suksinat pada pem en tukan asam fumarat dari suksinat. Struktur asam suksinat mirip dengan asam malon at. Dalam reaksi ini asam malonat ersaing dengan asam suksinat (su strat) untuk dapat erga ung dengan agian aktif protein enzim dehidrogenase. Pengham atan o leh inhi itor dapat dikurangi dengan menam ah jumlah su strat sampai erle ihan. Daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at, kadar su strat dan akti vitas relatif antara pengham at dan su strat. . Pengham at tidak ersaing (nonkompetitif) Zat-zat kimia tertentu mempunyai afinitas yang tinggi terhadap ion l ogam penyusun enzim. Senyawa-senyawa seperti sianida, sulfida, natrium azida, da n kar on monooksida adalah senyawa pengham at untuk enzim yang mengandung Fe, ya itu dengan terjadinya reaksi antara senyawa-senyawa terse ut dengan ion Fe yang menye a kan enzim menjadi tidak aktif. Merkuri (Hg) dan perak (Ag) merupakan pen gham at enzim yang mengandung gugusan sulfhidril (-SH). 60

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

     

     

   

Pada pengham atan nonkompetitif tidak terjadi persaingan antara zat pengham at dengan su strat. Misalnya enzim sitokrom oksidase diham at oleh CO (k ar on monooksida) dengan mengikat Fe yang merupakan gugusan aktif enzim terse ut . Pengham atan nonkompetitif tidak dapat dikurangi dengan penam ahan jumlah su s trat, oleh karena daya pengham atannya dipengaruhi oleh kadar pengham at dan afi nitas pengham at terhadap enzim. c. Pengham at umpan alik (feed ack inhi itor) Pengham atan umpan alik dise a kan oleh hasil akhir suatu rangkaian reaksi enz imatik yang mengham at aktifitas enzim pada reaksi pertama. Hasil akhir reaksi j uga mempengaruhi pem entukan enzim, yang dapat digam arkan se agai erikut: Enzim a A B Enzim

C

Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A,B,C,D: su strat enzim a, ,c,d. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a. d. Pengham at represor Represor adalah hasil akhi r suatu rangkaian reaksi enzimatik yang dapat mempengaruhi atau mengatur pem ent ukan enzim-enzim pada reaksi se elumnya. Gam aran skematik reaksinya adalah se a gai erikut: Enzim a A B Enzim

C

Enzim c D Enzim d X X Keterangan: A,B,C,D: su strat enzim a, ,c,d. X: hasil akhir reaksi enzimatik yan g mengham at sintesis enzim a, ,c,d. e. Pengham at alosterik Pengham at alosteri k adalah pengham at yang dapat mempengaruhi enzim alosterik. Enzim alosterik ada lah enzim yang mempunyai dua agian aktif, yaitu agian aktif yang menangkap su strat dan agian yang menangkap pengham at. Apa ila ada 61

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

senyawa yang dapat memasuki agian yang menangkap pengham at maka enzim menjadi tidak aktif, senyawa pengham at terse ut merupakan pengham at alosterik. Struktu r senyawa pengham at alosterik tidak mirip dengan struktur su strat. Pengikatan pengham at alosterik pada enzim menye a kan enzim tidak aktif, sehingga su strat tidak dapat dikatalisis dan tidak menghasilkan produk. Apa ila enzim menangkap su strat maka pengham at tidak dapat terikat pada enzim, sehingga enzim dapat ak tif mereaksikan su strat menjadi produk. 5. Aktivator (penggiat) atau kofaktor A ktivator atau kofaktor adalah suatu zat yang dapat mengaktifkan enzim yang semul a elum aktif. Enzim yang elum aktif dise ut pre-enzim atau zymogen (simogen). Kofaktor dapat er entuk ion-ion dari unsur H, Fe, Cu, Mg, Mo, Zn, Co, atau eru pa koenzim, vitamin, dan enzim lain. 7. Penginduksi (induktor) Induktor adalah s uatu su strat yang dapat merangsang pem entukan enzim. Se agai contoh adalah lak tosa dapat menginduksi pem entukan enzim eta galaktosidase. Lactose = glucose + galactose β -galactosidase

iomass

Galactose transporter time 62

 

 

 

 

 

   

 

 

     

 

   

 

 

 

 

   

 

   

   

 

VIII. BIOENERGETIK MIKROBA Bioenergetik mikro a mempelajari penghasilan dan penggunaan energi oleh mikro a. Mikro a melakukan proses meta olisme yang merupakan serangkaian reaksi kimia ya ng luar iasa anyaknya. Proses ini terdiri atas kata olisme yang merupakan pros es perom akan ahan disertai pem e asan energi (reaksi eksergonik), dan ana olis me yaitu merupakan proses iosintesis yang memerlukan energi (reaksi endergonik) . A. BIOOKSIDASI DAN PEMINDAHAN ENERGI Energi yang erasal dari cahaya harus diu a h menjadi energi kimia se elum digunakan dalam reaksi endergonik. Dalam sel, ene rgi kimia terdapat dalam entuk gugus organik erenergi tinggi. Gugus ini mengan dung S atau P. Adenosin trifosfat (ATP) salah satu gugus erenergi tinggi yang t erpenting. Bila kedua gugus fosfatnya dihidrolisis masing-masing menghasilkan 12 000 kal/fosfat, sedang fosfat yang ketiga hanya menghasilkan 1500 kal. Energi ya ng di e askan ATP tergantung pada keadaan hidrolisisnya, terutama pH dan kadar r eaktan. Meskipun ATP mengandung 2 fosfat erenergi tinggi, dalam reaksi umumnya hanya sa tu fosfat erenergi tinggi digunakan untuk aktivasi. Oksidasi dalam sel dikatali sis oleh ensim yang mempunyai kofaktor atau gugus prostetis penerima proton atau elektron dari su strat dan mem erikannya kepada aseptor lewat perantara yang me mpunyai potensial redoks (Eo’) le ih tinggi dari pada donornya. Pem awa elektron yang terpenting adalah NAD, FMN, dan sitokrom. 1. Nikotinamid adenin dinukleoti d (NAD) NAD erfungsi menerima hidrogen dari su strat yang direduksi 2. Flavin a denin mononukleotida (FMN) dan flavin adenin dinukleotida (FAD) Senyawa ini mene rima hidrogen dari NADH2 atau langsung dari su strat. 63

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

       

 

 

 

   

 

 

   

 

 

   

   

 

3. Sitokrom (Cyt a, , c) Setiap sitokrom mempunyai Eo’ yang er eda- eda, tetap i semuanya mengandung haem se agai gugus prostetisnya dengan Fe se agai aseptor elektron. Oksigen ereaksi dengan elektron menjadi ion O- dan dengan ion H+ mem entuk H2O. Gam ar erikut menunjukkan reaksi oksidasi su strat lewat sistem tran spor elektron, dengan nilai Eo’ masing-masing pem awa dan tempat reaksi pem entu kan ATP. Hu ungan antara peru ahan energi e as dengan peru ahan per edaan energi potensi al yang terjadi ila elektron lewat suatu sistem s : Fo = -nF Eo Fo = peru ahan energi e as (kal/mol) pada keadaan standar n = jumlah elektron yang lewat Eo = per edaan potensial (volt) F = konstanta Farady (23.063 kal/volt equvalen) Untu k sistem iologi, n iasanya 2 dan Fo diganti F’ karena tidak pada keadaan stand ar, sehingga: F’ = -46.126 x Eo’ Bila eda potensial suatu sistem se elum dan se sudah oksidasi diketahui, dari persamaan diatas dapat dihitung jumlah energi yan g di e askan selama oksidasi. Misalnya ila elektron lewat NADH2 ke O2, Eo’ = 1, 14 volt, maka F’ = -52.000 kal. Teoritis reaksi ini menghasilkan 4 fosfat erene rgi tinggi. Bila reaksi ini dipelajari dengan mitokondria yang diisolasi dari ma malia, khamir dan jamur, ternyata oksidasi terse ut hanya menghasilkan 3 ATP dar i setiap atom oksigen yang digunakan. Jadi efisiensinya hanya 70%. Ta el 3.1 men unjukkan Eo e erapa sistem oksidasi reduksi iologi yang terpenting. Disini dit unjukkan energi terhitung yang di e askan ila elektron dari su strat pada Eo’ d ari ketoglutarat lewat NAD dan sistem sitokrom ke oksigen. Ditunjukkan pula juml ah P yang di entuk dalam mitokondria selama oksidasi. Terlihat 64

 

 

 

 

   

 

 

     

 

 

    

 

 

 

 

 

 

   

   

 

 

 

 

   

 

 

   

 

     

   

 

 

ahwa tidak semua energi yang di e askan diu ah menjadi gugus fosfat erenergi t inggi. Se agian energi diu ah menjadi panas. Tidak semua mikro ia mempunyai ensi m transpor elektron lengkap. Lacto acillus dan Clostridium tidak mempunyai sitok rom meskipun mempunyai ensim dengan piridin nukleotida dan gugus prostetis flavo protein. Lacto acillus mempunyai flavoprotein-oksidase yang dapat menggunakan O 2 se agai aseptor elektron terakhir; tetapi dengan adanya O2, di entuk H2O2 uka n H2O. Be erapa spesies Streptococcus, Aceto acter, dan khamir mempunyai ensim p eroksidase (katalase) yang mereoksidasi su strat tereduksi (misalnya Cyt C tered uksi, atau NAD tereduksi) dengan adanya peroksidase dan ion H+. Hasil reaksinya su strat yang teroksidasi dan air. Suatu reaksi oksidasi-reduksi dise ut ferment asi (respirasi anaero ) apa ila se agai aseptor elektron yang terakhir ukan oks igen, dan dise ut respirasi (respirasi aero ) apa ila aseptor elektron terakhirn ya oksigen. Pada respirasi anaero se agai aseptor elektronnya dapat digunakan z at anorganik seperti NO3- yang direduksi menjadi NO2-, N2O, N2; SO4= menjadi H2S ; CO2 menjadi CH4. Se agai aseptor dapat pula digunakan zat organik, seperti asa m fumarat yang direduksi manjadi asam suksinat. Jasad anaero dan anaero fakult atif yang ditum uhkan secara anaero mempunyai cara lain mereoksidasi pem awa hi drogen yang tereduksi. Hal ini sering dilakukan dengan mengim angi reaksi oksida si su strat dengan reaksi reduksi lain, sehingga terakumulasi hasil akhir yang t ereduksi. Misalnya Lacto acillus dalam glikolisis mereduksi asam piruvat menjadi asam laktat (lihat gam ar). Be erapa Clostridium secara anaero memfermentasi g lukosa mereoksidasi pem awa hidrogen yang tereduksi dengan reduksi aseto-asetat (se agai kompleks koensim A) menjadi asam utirat dan utanol. Khamir mereduksi asetaldehid menjadi alkohol. Be erapa akteri enterik mereduksi asam dikar oksil at, oksalat, malat, dan fumarat menjadi suksinat; sedang aseton direduksi menjad i 2,3 utylene-glycol agar dapat mengoksidasi flavin dan nikotinamid yang teredu ksi. Be erapa spesies Pseudomonas dan Thio acillus dapat menggunakan nitrat se a gai aseptor elektron; mereduksi nitrat menjadi gas N2. Banyak spesies akteri da n jamur dapat mereduksi nitrat menjadi nitrit. Be erapa akteri dapat mereduksi sulfat menjadi sulfit se agai sarana untuk mereoksidasi pem awa hidrogen. 65

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

         

 

 

 

 

     

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

Jadi mikro ia terutama akteri dapat mereoksidasi pem awa hidrogen tanpa adanya oksigen. Be erapa diantaranya telah dimanfaatkan secara komersial, misalnya untu k fermentasi asam laktat dan alkohol. Pem entukan ATP pada reaksi fosforilasi te rhadap ADP pada prinsipnya ada tiga tingkat, yaitu: (1) fosforilasi pada tingkat su strat (fermentatif), (2) fosforilasi tingkat transpor elektron (oksidatif pa da respirasi), dan (3) fosforilasi fotosintetik. B. FERMENTASI Glukosa dapat dim eta olisme oleh hampir semua jasad untuk sum er kar on dan energi. Fermentasi me rupakan agian perom akan gula secara anaero . Banyak jasad yang dapat melakukan fermentasi lewat (jalur) rangkaian reaksi kimia tertentu. 1. Jalur Emden-Meyerh of-Parnas (EMP) Reaksi ini dise ut glikolisis, pemecahan gula secara anaero sam pai asam piruvat yang dilakukan oleh ke anyakan jasad dari tingkat tinggi hingga tingkat rendah. Reaksi glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan tidak menggunaka n oksigen se agai aseptor elektronnya, melainkan zat lain. Asam piruvat mempunya i kedudukan yang penting karena merupakan titik pusat dari er agai reaksi pemec ahan maupun pem entukan. Jasad yang fakultatif anaero misalnya Saccharomyces ce revisiae melakukan fermentasi gula secara anaero menjadi alkohol dan CO2. Lacto acillus spp. yang homo fermentatif merom ak gula secara anaero menjadi asam la ktat. Jasad yang o ligat anaero seperti Clostridium spp. memecah gula menjadi a seton, utanol, utirat, ds . Jasad aero melakukan proses glikolisis se agai a gian pertama dari pemecahan kar ohidrat secara anaero , yang akan diteruskan pad a agian kedua yang aero . Pada otot manusia dan inatang yang kurang gerak akan tertim un asam laktat, se a glikolisis tidak diteruskan ke tingkat aero melai nkan ke asam laktat. Jasad yang melakukan fermentasi lewat glikolisis hanya meng hasilkan 2 mol ATP dari setiap glukosa yang dimeta olisme. 2. Jalur Entner-Doudo roff (ED) Reaksi ini dilakukan oleh e erapa jasad antara lain Pseudomonas spp. yang dapat mem entuk alkohol dari gula lewat agan ini. Pada setiap pemecahan 1 mol glukosa dihasilkan juga 1 ATP, 1 NADH2 dan 1 NADPH2. Pada P. lindneri 2 asam piruvat dipecah menjadi 2 etanol dan 2 CO2; sedang pada Pseudomonas yang lain 2 asam piruvat diu ah menjadi 1 etanol, 1 asam laktat dan 1 CO2. 66

 

 

 

 

 

   

     

 

 

 

 

 

   

   

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

3. Jalur Heksosa Mono Fosfat (HMP) Selain lewat EMP anyak jasad yang dapat mero m ak gula lewat HMP. Reaksi ini erguna untuk mem entuk gula pentosa dll, untuk keperluan iosintesis. Reaksi erlangsung lewat gula C5, ri ulosa 5-fosfat, yang merupakan prekursor gula ri osa, deoksiri osa, komponen asam nukleat, asam amin o aromatik, ensim, ATP, NAD, FAD dan se againya. HMP tidak langsung menghasilkan energi, tetapi terutama mem entuk NADPH2. 4. Jalur Heterofermentatif akteri as am laktat Kelompok akteri asam laktat selain menghasilkan asam laktat secara ho mofermentatif (misalnya Lacto acillus spp.), juga secara heterofermentatif (misa lnya Leuconostoc spp., Streptococcus spp., ds ). Pada fermentasi secara heterofe rmentatif selain asam laktat dihasilkan pula asam asetat, etanol dan CO2. 5. Jal ur Meta olisme asam piruvat secara anaero Banyak jasad anaero yang mempunyai e nsim er eda- eda yang digunakan dalam perom akan asam piruvat. Clostridium terg antung spesiesnya, dapat meru ah asam piruvat menjadi asam utirat, asam asetat, aseton, utanol, etanol, CO2, dan H2. Bakteri enterik seperti Escherichia coli dan Aero acter aerogenes dapat meru ah asam piruvat menjadi asam suksinat, aseta t, laktat, etanol, CO2, dan H2 (atau format). A. aerogenes juga menghasilkan 2,3 - utilen-glikol. Salmonella sp. mempunyai pola meta olisme yang sama dengan E. c oli, tetapi le ih anyak menghasilkan asam format, dari pada H2 dan CO2 seperti pada E. coli. C. RESPIRASI Respirasi adalah proses oksidasi iologis dengan O2 s e agai aseptor elektronnya yang terakhir. Pada jasad eukariotik proses ini terja di di dalam mitokondria, sedang pada jasad prokariotik terjadi di awah mem ran plasma atau pada mesosome. Proses ini adalah fase kedua yang aero dari perom ak an gula fase pertama yang anaero (glikolisis). Pada respirasi dihasilkan anyak energi yang dapat digunakan untuk proses iosintesis. Reaksi ini lewat agan te rutama siklus Kre s, meskipun ada yang lewat tero osan asam glioksilat. 1. Siklu s Kre s (Siklus TCA) Reaksi ini selain penting untuk pem entukan energi juga pen ting untuk iosintesis, se a dapat menyediakan kerangka kar on untuk er agai s enyawa 67

 

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

   

 

 

   

 

 

 

   

 

 

 

   

   

 

 

 

 

 

 

 

   

     

 

     

penting dalam sel. Pada ke anyakan akteri, asam glutamat adalah asam amino kunc i yang di entuk dari sum er amonia dan kar on. Banyak pula akteri yang dapat me reaksikan amonia dengan asam fumarat mem entuk aspartat. Dengan transaminasi asa m amino ini erfungsi se agai donor amino terhadap asam alfa-keto seperti asam p iruvat, oksalat, alfa-keto-isovalerat untuk mem entuk asam amino. Titik penting lainnya ialah suksinil-ScoA yang ereaksi dengan asam pirol, mem entuk cincin pi rol. Siklus Kre s sering pula dise ut siklus asam tri ak oksilat (siklus TCA), a tau siklus asam sitrat. 68

 

 

   

 

 

 

 

 

 

 

   

 

 

 

Jalur meta olisme utama Pada siklus Kre s satu molekul asam piruvat yang dioksid asi sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 15 ATP. Satu molekul glukosa yang dimeta olisme lewat glikolisis dan siklus Kre s secara sempurna menjadi CO2 dan H2O menghasilkan 38 ATP (lihat perhitungan). 69

 

 

 

 

2. Siklus asam glioksilat Penggunaan hasil antara untuk iosintesis Bakteri dan jamur tertentu dapat mengg unakan su strat kar on C2. Jasad ini mempunyai ensim lengkap dari siklus Kre s d engan tam ahan ensim isositrase yang dapat memecah isositrat menjadi suksinat da n glioksilat, dan ensim malat sintetase 70

 

 

 

   

yang menye a kan kondensasi asam glioksilat dengan Ace-CoA menjadi malat. Dengan kedua siklus ini sel dapat mem entuk alfa-ketoglutarat yang diperlukan untuk i osintesis. Dan jika asam malat mengalami dekar oksilasi menjadi fosfo-enol-piruv at, dengan reaksi alik glikolisis dan HMP dapat di entuk heksosa dan pentosa. D . FOTOSINTESIS Fosforilasi pada fotosintesis menggunakan cahaya se agai sum er e nergi. Proses ini menggunakan pigmen klorofil untuk menga sorpsi energi cahaya d an mengu ahnya menjadi energi kimia. Berdasarkan a sorpsi spektrumnya di edakan klorofil a, , c, d, e, dan klorofil akteri. Disamping itu ada pigmen tam ahan untuk menangkap energi dan melindungi klorofil, seperti karotinoid, iliprotein, fikoeritrin, dan fiko ilin. Energi foton cahaya: E = hν = h c λ h = ko sta ta P a k = 6,555 x 10-23 ν = frekue si cahaya c = kecepata cahaya λ = pa ja g ge omba g cahaya jadi e ergi cahaya seba di g de ga frekue si ya da berba di g terba ik de ga pa ja g ge omba g. E ergi macam-macam cahaya dapat di ihat pada tabe . Jika k orofi terke a cahaya, aka me gabsorpsi sebesar h sehi gga tera gsa g da membebaska e ektro ; k orofi me jadi bermuata positif: K + hν K - + eE ektro ya g epas aka bergerak ewat sistem tra spor e ektro da kemba i ke pusat reaksi k orofi . Da am perja a a ya e ektro me ga ami pe ur u a e ergi, ya g diubah me jadi e ergi kimia, yaitu u tuk fosfori asi ADP da r eduksi NADP. Pada baketri fotofosfori asi terjadi secara sik is. Arti ya tidak m e ggu aka e ektro dari sumber ai . Cahaya ya g digu aka ada ah merah atau i fra merah ( ihat baga ). Pada tumbuha da ga gga g fotofosfori asi terjadi seca ra o -sik is. Disi i ada 2 pusat reaksi da 2 sistem tra spor e ektro . Pusat r eaksi 1 me ggu aka cahaya i fra merah da pusat reaksi 2 cahaya biru. 71

¢

¡

  ¡

¡ ¡

¡

 

 

 

¡ ¡ ¡

¢ ¢

¡

¡

 

¡

¢ ¡

 

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¢

 

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡¡ ¡ ¢ ¢

  ¡

 

¢

¡

¡

¡

  ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

 

¡

¡

¡ ¢

¡ ¢

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

 

¡

¡ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡

 

¡

¡

¡ ¡

  ¡ ¡

¢ ¢ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¡

¢

 

    ¡

¡

 

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢

72

¢

E. PENGGUNAAN ENERGI OLEH JASAD E ergi digu aka da am setiap reaksi e dergo ik, da juga reaksi eksergo ik. U tuk memu ai reaksi diper uka e ergi aktivasi. Da am setiap reaksi e sim mempu yai pera a pe ti g. Proses ya g memer uka e ergi a tara ai proses biosi tesis mo eku keci da mo eku makro, ya g akhir ya m e uju ke pertumbuha da pembiaka ; pe yerapa u sur maka a , gerak, da sebagai ya. F. KATABOLISME MAKROMOLEKUL 1. Peruraia karbohidrat Karbohidrat ada ah po isakarida, suatu po imer dari sedeha a (g ukosa, ga aktosa, fruktosa, dsb). Co t oh perombaka karbohidrat dapat di ihat pada tabe . E sim pemecah po isakarida d ibedaka me jadi eksohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara teratur dari uj u g, da e dohidro ase ya g memutus ra taia gu a secara ra dom di te gah. Sebag ai co toh misa ya a fa-ami ase (eksohidro ase) memutus ra taia g ukosa dari am i um dua-dua mu ai dari uju g o reduksi, seda g betaami ase memutus ra taia g ukosa di sembara g tempat di te gah-te gah. Kedua e sim i i memutus ikata a fa -1,4-g ikosida dari ami um. E sim ya g memutus ra tai caba g g ukosa dari ami opekti , kompo e ami um ya g bercaba g, ia ah g ukoami ase ya g memecah a fa-1,6 -g ikosoda. 2. Peruraia emak Lemak ada ah ester dari g isero da asam emak ( trig iserida). Lemak kada gkada g me ga du g zat ai seperti fosfat, protei , k arbohidrat sebagai pe gga ti sa ah satu asam emak ya. E sim ipase memecah ema k me jadi g isero da asam emak. G isero dirombak ebih a jut ewat g iko is is (EMP). Asam emak me ga ami betaoksidasi me jadi asam asetat, sebagai Ace-CoA dimetabo isme ebioh a jut ewat sik us Krebs. Baga beta-oksidasi dapat di ih at pada gambar. 3. Peruraia protei Protei ada ah po i-peptida de ga struktur terte tu, suatu hetero-po imer dari asam ami o. E sim protease (po i-peptidase, o igo-peptidase, di-peptidase) merombak protei me jadi peptida ya g ebih sede rha a atau asam ami o. Se a jut ya asam ami o me ga ami tra sami asi, deami asi, dekarboksi asi, atau dehidroge asi me jadi zat ai ya g ebih sederha a ya g s e a jut ya dapat dimetabo isme a tara ai ewat sik us Krebs.

¡

¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¢

¢ ¡¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

73

¡ ¡

4. Peruraia asam uk eat Asam uk eat (DNA da RNA) ada ah heteropo imer dari uk eotida. E sim uk ease, uk eotidase, uk eosida fosfori ase, da uk eosida hidro ase aka memecah asam uk eat me jadi o igo, di, atau mo o uk eotida; da se a jut ya me jadi gu a ribosa atau deoksi-ribosa, asam fosfat, base puri da base pirimidi .

¡

¡

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¢ ¢ ¢

74

¢

Dari ha

tersebut dapat dirumuska me jadi:

¢

¢

IX. PERTUMBUHAN MIKROBIA Pertumbuha ada ah pe ambaha secara teratur semua komp o e se suatu jasad. Pembe aha se ada ah hasi dari pembe aha se . Pada jasa d berse tu gga (u ise u er), pembe aha atau perba yaka se merupaka pertamb aha jum ah i dividu. Misa ya pembe aha se pada bakteri aka me ghasi ka per tambaha jum ah se bakteri itu se diri. Pada jasad berse ba yak (mu tise u er) , pembe aha se tidak me ghasi ka pertambaha jum ah i dividu ya, tetapi ha ya merupaka pembe tuka jari ga atau bertambah besar jasad ya. Da am membahas pe rtumbuha mikrobia harus dibedaka a tara pertumbuha masi g-masi g i dividu se da pertumbuha ke ompok se atau pertumbuha popu asi. A. Pertumbuha Popu asi Pertumbuha dapat diamati dari me i gkat ya jum ah se atau massa se (berat ke ri g se ). Pada umum ya bakteri dapat memperba yak diri de ga pembe aha bi er, yaitu dari satu se membe ah me jadi 2 se baru, maka pertumbuha dapat diukur dari bertambah ya jum ah se . Waktu ya g diper uka u tuk membe ah diri dari sat u se me jadi dua se sempur a disebut waktu ge erasi. Waktu ya g diper uka o e h sejum ah se atau massa se me jadi dua ka i jum ah/massa se semu a disebut d oub i g time atau waktu pe gga daa . Waktu pe gga daa tidak sama a tara berbaga i mikrobia, dari beberapa me it, beberapa jam sampai beberapa hari terga tu g ke cepata pertumbuha ya. Kecepata pertumbuha merupaka perubaha jum ah atau ma ssa se per u it waktu. B. Pe ghitu ga Waktu Ge erasi Dari hasi pembe aha se secara bi er: 1 se me jadi 2 se 2 se me jadi 4 se 4 se me jadi 8 se N = N 0 2 N: jum ah se akhir, N0: jum ah se awa , : jum ah ge erasi 21 me jadi 22 atau 2x2 22 me jadi 23 atau 2x2x2

¢

¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¢

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢

¡

¢ ¢

¡

¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¢

¢ ¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

Waktu ge erasi = t / , t: waktu pertumbuha ekspo e sia , : jum ah ge erasi D a am be tuk ogaritma, rumus N = N0 2 me jadi: og N = og N0 + og 2 og N – og N0 = og 2 = og N – og N0 = og N – og N0 og 2 0,301 Co toh: N = 10 8 , N0 = 5x107 , t = 2 De ga rumus da am be tuk ogaritma: = og 108 – og (5 x 107) = 8 – 7,6 =1 0,301 0,301 Jadi waktu ge erasi = t/ = 2/1 = 2 jam Waktu ge erasi juga dapat dihitu g dari s ope garis da am p ot semi ogaritma kurva pertu mbuha ekspo e sia , yaitu de ga rumus, s ope = 0,301/ waktu ge erasi. Dari gra fik pertumbuha tersebut diketahui bahwa s ope = 0,15, sehi gga juga dipero eh w aktu ge erasi = 2 jam C. Pe gukura Pertumbuha Pertumbuha diukur dari perubaha jum ah se atau berat keri g massa se . Jum ah se dapat dihitu g dari jum ah se tota ya g tidak membedaka jum ah se hidup atau mati, da jum ah se hidup (viab e cou t). Jum ah tota se mikrobia dapat ditetapka secara a gsu g de g a pe gamata mikroskopis, da am be tuk sampe keri g ya g di etakka di permuka a ge as be da (s ide) da da am sampe caira ya g diamati me ggu aka metode c ou ti g chamber, misa ya de ga a at Petroff-Hausser Bacteria Cou ter (PHBC) u tuk me ghitu g bakteri atau de ga a at haemocytometer u tuk me ghitu g khamir, spora, atau se -se ya g ukura ya re atif ebih besar dari bakteri. Jum ah se hidup dapat ditetapka de ga metode p ate cou t atau co o y cou t, de ga cara ditaburka pada medium agar sehi gga satu se hidup aka tumbuh membe tuk satu k o o i, jadi jum ah ko o i dia ggap setara de ga jum ah se . Cara i i ada dua ma cam, yaitu metode tabura permukaa (spread p ate method) da metode tabura (po ur p ate method). Cara ai u tuk me ghitu g jum ah se hidup ada ah

75

¡

¢

¡

¢

¢

¡

¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¢ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¢ ¢

¡

¢

¡

¢ ¢

¢ ¢

¢ ¢

¡

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡

¢

¡¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡¢

¡ ¡ ¢

¡

¢

¢

¡

¢

¢

¢

¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¢

¢ ¢

¡

76

¢ ¡ ¡

¢

de ga fi ter membra da MPN (Most Probab e Number) ya g me ggu aka medium cai r. Sampe mikrobia ya g dihitu g biasa ya dibuat seri pe ge cera . Pertumbuha s e dapat diukur dari massa se da secara tidak a gsu g de ga me gukur turbidi tas caira medium tumbuh. Massa se dapat dipisahka dari caira medium ya me gg u aka a at se trifus (pemusi g) sehi gga dapat diukur vo ume massa se ya atau diukur berat keri g ya (dikeri gka dahu u de ga pema asa pada suhu 90-1100C s ema am). Umum ya berat keri g bakteri ada ah 10-20 % dari berat basah ya. Turbid itas dapat diukur me ggu aka a at photometer (pe erusa cahaya), semaki pekat atau semaki ba yak popu asi mikrobia maka cahaya ya g diteruska semaki sediki t. Turbiditas juga dapat diukur me ggu aka spektrofotometer (optica de sity/ O D), ya g sebe um ya dibuat kurva sta dart berdasarka pe gukura jum ah se baik secara tota maupu ya g hidup saja atau berdasarka berat keri g se . U it pho tometer atau OD proporsio a de ga massa se da juga jum ah se , sehi gga cara i i dapat digu aka u tuk memperkiraka jum ah atau massa se secara tidak a g su g. D. Pertumbuha Popu asi Mikroba Suatu bakteri ya g dimasukka ke da am med ium baru ya g sesuai aka tumbuh memperba yak diri. Jika pada waktu-waktu terte tu jum ah bakteri dihitu g da dibuat grafik hubu ga a tara jum ah bakteri de g a waktu maka aka dipero eh suatu grafik atau kurva pertumbuha . Pertumbuha po pu asi mikrobia dibedaka me jadi dua yaitu biaka sistem tertutup (batch cu tur e) da biaka sistem terbuka (co ti ous cu ture). Pada biaka sistem tertutup, p e gamata jum ah se da am waktu ya g cukup ama aka memberika gambara berdas arka kurva pertumbuha bahwa terdapat fase-fase pertumbuha . Fase pertumbuha d imu ai pada fase permu aa , fase pertumbuha ya g dipercepat, fase pertumbuha ogaritma (ekspo e sia ), fase pertumbuha ya g mu ai dihambat, fase stasio er ma ksimum, fase kematia dipercepat, da fase kematia ogaritma. Pada fase permu a a , bakteri baru me yesuaika diri de ga i gku ga ya g baru, sehi gga se be um membe ah diri. Se mikrobia mu ai membe ah diri pada fase pertumbuha ya g di percepat, tetapi waktu ge erasi ya masih pa ja g. Fase

¡

¢

¡ ¢

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¢ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¢ ¢

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¢ ¢ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡

permu aa sampai fase pertumbuha dipercepat seri g disebut ag phase. Kecepata se membe ah diri pa i g cepat terdapat pada fase pertumbuha ogaritma atau pe rtumbuha ekspo e sia , de ga waktu ge erasi pe dek da ko sta . Se ama fase o garitma, metabo isme se pa i g aktif, si tesis baha se sa gat cepat de ga ju m ah ko sta sampai utrie habis atau terjadi ya pe imbu a hasi metabo isme y a g me yebabka terhambat ya pertumbuha . Se a jut ya pada fase pertumbuha ya g mu ai terhambat, kecepata pembe aha se berkura g da jum ah se ya g mati mu ai bertambah. Pada fase stasio er maksimum jum ah se ya g mati semaki me i gk at sampai terjadi jum ah se hidup hasi pembe aha sama de ga jum ah se ya g mati, sehi gga jum ah se hidup ko sta , seo ah-o ah tidak terjadi pertumbuha ( pertumbuha o ). Pada fase kematia ya g dipercepat kecepata kematia se teru s me i gkat seda g kecepata pembe aha se o , sampai pada fase kematia ogar itma maka kecepata kematia se me capai maksima , sehi gga jum ah se hidup me uru de ga cepat seperti deret ukur. Wa aupu demikia pe uru a jum ah se hi dup tidak me capai o , da am jum ah mi imum terte tu se mikrobia aka tetap be rtaha sa gat ama da am medium tersebut. E. A a isis Pertumbuha Ekspo e sia U tuk me ga a isis pertumbuha ekspo e sia dapat me ggu aka grafik pertumbuha atau de ga perhitu ga secara matematis. Rumus matematika pertumbuha me ggu ak a persamaa difere sia : dX / dt = µX (1) X: jum ah se / kompo e se spesifik (protei ) µ: ko sta ta kecepata pertumbuha Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e, rumus ya g me ggambarka aktivitas popu asi mikrobia da am biaka sistem tertutup ada ah: X = X0 + µ(t) diamati. Da am be tuk a ti ogaritma me jadi: X = X0eµt (3) (2) X0: jum ah se pada waktu o , X: jum ah se pada wak tu t, t: waktu pertumbuha 77

¡

¢

¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

U tuk memperkiraka kerapata popu asi pada waktu ya g aka data g de ga µ seba gai ko sta te pertumbuha ya g ber aku. Parameter pe ti g u tuk ko sta te pertum buha me jadi: 2 = eµ (t ge erasi) (4) (5) Da am be tuk ogaritma de ga bi a ga dasar e: µ = 2 / t ge erasi = 0,693 / t ge erasi ( ko sta te kecepata pert umbuha ) sebagai berikut: k = 1 / t ge erasi (6) U tuk biaka sistem tertutup, k ombi asi persamaa 5 da 6 me u jukka bahwa 2 ko sta te kecepata pertumbuha µ da k sa i g berhubu ga : µ = 0,693 k (7) Waktu ge erasi (t ge erasi) dapat dig u aka u tuk me getahui parameter ai , seperti k popu asi secara ekspo e sia a da ah waktu ge erasi (waktu pe gga daa ). Pe gga daa popu asi terjadi saat X / X0 =2, sehi gga rumus (3)

78

¢ ¡

¢

µ da k, kedua ya me ggambarka proses pertumbuha ya g sama dari pe i gkata po pu asi secara ekspo e sia . Perbedaa dia tara ya ada ah, µ merupaka ko sta te kecepata pertumbuha ya g ber aku, ya g digu aka u tuk memperkiraka kecepata pertumbuha popu asi dari masi g-masi g aktivitas se i dividua da dapat digu aka u tuk me getahui di amika pertumbuha secara teoritis, seda g k ada ah i ai rata-rata popu asi pada periode waktu terbatas, ya g me ggambarka asumsi rat a-rata pertumbuha popu asi. Co toh perhitu ga k Bi a ga dasar ya g digu aka u tuk kerapata popu asi se ada ah 10, sehi gga persamaa (3) apabi a dirubah m e jadi be tuk ogaritma berdasarka bi a ga 10 ( og 10) da k disubstitusi de g a µ , rumus ya me jadi: k = og10 Xt – X0 0,301 t Co toh 1: X0 = 1000 = 103 , og10 dari 1000 = 3 Xt = 100.000 = 105 , og 10 dari 100.000 = 5 t = 4 jam k = (5 -3) / (0,301 x 4) = 2/1,204 = 1,66 ge erasi / jam

¡

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¢

¢

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

¢

¡ ¢

¡

¡¢

¡

¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

waktu ge erasi (t ge erasi) = 0,60 jam = 36 me it Co toh 2: X0 = 1000 = 103 , o g10 dari 1000 = 3 Xt = 100.000.000 = 108 , og 10 dari 100.000.000 = 8 t = 120 j am k = (8-3) / (0,301 x 120) = 5/36,12 = 0,138 ge erasi / jam waktu ge erasi (t ge erasi) = 7,2 jam = 430 me it F. Biaka Sistem Terbuka (Co ti uous cu ture) da am Khemostat Di da am sistem i i, se dapat dipertaha ka terus me erus pada fa se pertumbuha ekspo e sia / fase pertumbuha ogaritma. Co ti uous cu ture mem pu yai ciri ukura popu asi da kecepata pertumbuha dapat diatur pada i ai ko sta me ggu aka khemostat. U tuk me gatur proses di da am khemostat, diatur ke cepata a ira medium da kadar substrat ( utrie pembatas). Sebagai utrie pem batas dapat me ggu aka sumber C (karbo ), sumber N atau faktor tumbuh. Pada sis tem i i , ada a ira ke uar u tuk mempertaha ka vo ume biaka da am khemostat s ehi gga tetap ko sta (misa V m ). Jika a ira masuk ke da am tabu g biaka ada ah W m /jam, maka kecepata pe ge cera ku tur ada ah D = W/V per jam. D disebu t sebagai kecepata pe ge cera (di utio rate). Popu asi se da am tabu g biaka dipe garuhi o eh pe i gkata popu asi sebagai hasi pertumbuha da pe ge cera kadar se sebagai akibat pe ambaha medium baru da pe impaha a ira ke uar t abu g biaka . Kecepata pertumbuha ya dirumuska sebagai berikut: dX/dt = µ X – DX = (µ - D) X. Pada keadaa ma tap (steady state), maka µ = D, sehi gga dX/dt = 0. De ga sistem i i se seo ah-o ah dibuat da am keadaa sete gah ke apara , de ga utreia pembatas. Kadar utrie ya g re dah me yebabka kecepata pertum buha berba d g urus de ga kadar utrie atau substrat tersebut, sehi gga kece pata pertumbuha ada ah sebagai fu gsi ko se trasi utrie , de ga persamaa : µ = µmax S / (Ks + S) µmax: kecepata pertumbuha pada keadaa utrie ber ebiha S : ko sta te utrie Ks : ko sta te pada ko se trasi utrie saat µ = ½ µmax. 79

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¢

¢ ¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¡¡ ¡ ¢ ¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¢

¡ ¡ ¢

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡ ¡ ¡

X. FAKTOR LINGKUNGAN UNTUK PERTUMBUHAN MIKROBA Aktivitas mikroba dipe garuhi o eh faktor-faktor i gku ga ya. Perubaha i gku ga dapat me gakibatka perubaha sifat morfo ogi da fisio ogi mikroba. Bebera pa ke ompok mikroba sa gat resiste terhadap perubaha faktor i gku ga . Mikrob a tersebut dapat de ga cepat me yesuaika diri de ga ko disi baru tersebut. Fa ktor i gku ga me iputi faktor-faktor abiotik (fisika da kimia), da faktor bi otik. A. FAKTOR ABIOTIK 1. Suhu a. Suhu pertumbuha mikroba Pertumbuha mikroba memer uka kisara suhu terte tu. Kisara suhu pertumbuha dibagi me jadi suhu m i imum, suhu optimum, da suhu maksimum. Suhu mi imum ada ah suhu tere dah tetap i mikroba masih dapat hidup. Suhu optimum ada ah suhu pa i g baik u tuk pertumbu ha mikroba. Suhu maksimum ada ah suhu terti ggi u tuk kehidupa mikroba. Berdas arka kisara suhu pertumbuha ya, mikroba dapat dike ompokka me jadi mikroba p sikrofi (kriofi ), mesofi , da termofi . Psikrofi ada ah ke ompok mikroba ya g dapat tumbuh pada suhu 0-300C de ga suhu optimum sekitar 150C. Mesofi ada ah ke ompok mikroba pada umum ya, mempu yai suhu mi imum 150C suhu optimum 25-370C da suhu maksimum 45-550C. Mikroba ya g taha hidup pada suhu ti ggi dike ompok ka da am mikroba termofi . Mikroba i i mempu yai membra se ya g me ga du g i pida je uh, sehi gga titik didih ya ti ggi. Se ai itu dapat memproduksi protei termasuk e zim ya g tidak terde aturasi pada suhu ti ggi. Di da am DNA- ya me g a du g gua i da sitosi da am jum ah ya g re atif besar, sehi gga mo eku DNA tetap stabi pada suhu ti ggi. Ke ompok i i mempu yai suhu mi imum 40 0C, optimu m pada suhu 55-60 0C da suhu maksimum u tuk pertumbuha ya 75 0C. U tuk mikroba ya g tidak tumbuh dibawah suhu 30 0C da mempu yai suhu pertumbuha optimum pad a 60 0C, dike ompokka keda am mikroba termofi ob igat. U tuk mikroba termofi ya g dapat tumbuh dibawah suhu 30 0C, dimasukka ke ompok mikroba termofi faku tatif. Bakteri ya g hidup di da am ta ah da air, umum ya bersifat mesofi , tetapi ada juga ya g dapat hidup diatas 50 0C (termoto era ). Co toh bakteri termoto era ada ah 80

¡

¡ ¡ ¢

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¢ ¢

¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢ ¢

¡

¡

¡

¢

¢ ¡ ¡¡ ¢

¡

¢

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢ ¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

Methy ococcus capsu atus. Co toh bakteri termofi ada ah Baci us, C ostridium, Su fo obus, da bakteri pereduksi su fat/su fur. Bakteri ya g hidup di aut (fot otrof) da bakteri besi (Ga io e a) termasuk bakteri psikrofi . b. Suhu ti ggi Apabi a mikroba dihadapka pada suhu ti ggi diatas suhu maksimum, aka memberik a beberapa macam reaksi. (1) Titik kematia therma , ada ah suhu ya g dapat mem etika spesies mikroba da am waktu 10 me it pada ko disi terte tu. (2) Waktu kem atia therma , ada ah waktu ya g diper uka u tuk membu uh suatu spesies mikroba pada suatu suhu ya g tetap. Faktor-faktor ya g mempe garuhi titik kematia ther ma ia ah waktu, suhu, ke embaba , spora, umur mikroba, pH da komposisi medium. Co toh waktu kematia therma (TDT/ therma death time) u tuk beberapa je is ba kteri ada ah sebagai berikut : Nama mikrobia Escherichia co i Staphy ococcus aur eus Spora Baci us subti is Spora C ostridium botu i um c. Suhu re dah Waktu (me it) 20-30 19 20-50 100-330 Suhu (0C) 57 60 100 100

81

¢ ¡ ¢

i trase u er, (3) Lyofi isasi , ada ah proses pe di gi a dibawah titik beku da am keadaa vakum secara berti gkat. Proses i i dapat digu aka u tuk me gawetka mikroba kare a air protop asma a gsu g diuapka ta pa me a ui fase cair (sub i masi). 2. Ka du ga air (pe geri ga ) Setiap mikroba memer uka ka du ga air be bas terte tu u tuk hidup ya, biasa ya diukur de ga parameter aw (water activity ) atau ke embaba re atif. Mikroba umum ya dapat tumbuh pada aw 0,998-0,6. bakte ri umum ya memer uka aw 0,90-0,999. Mikroba ya g osmoto era dapat hidup pada a w tere dah (0,6) misa ya khamir Saccharomyces rouxii. Aspergi us g aucus da j amur be a g ai dapat tumbuh pada aw 0,8. Bakteri umum ya memer uka aw atau ke embaba ti ggi ebih dari 0,98, tetapi bakteri ha ofi ha ya memer uka aw 0,75 . Mikroba ya g taha kekeri ga ada ah ya g dapat

¢

¡

¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

Apabi a mikroba dihadapka pada me. Skibat-akibat ya ada ah (1) a me yebabka kematia bakteri, tmik, (2) Pembekua (freezi g), da am air

suhu re dah dapat me yebabka ga ggua metabo is Co d shock , ada ah pe uru a suhu ya g tiba-tib terutama pada bakteri muda atau pada fase ogari ada ah rusak ya se de ga ada ya krista es di

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¡

¡

¢

¢¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¢

¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¢ ¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¢

¢¢ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡

¡

¢

¢

¡¢

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢

¡

¢ ¢

¡

¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

Fusarium Mucor Debaromyces Pe ici ium Aspergi us Xeromyces Teka a osmose sebe ar ya sa gat erat hubu ga ya de ga ka du ga air. Apabi a mikroba di etakka pada aruta hiperto is, maka se ya aka me ga ami p asmo is is, yaitu terke upas ya membra sitop asma dari di di g se akibat me gkerut ya sitop asma. Apabi a di etakka pada aruta hipoto is, maka se mikroba aka me ga ami p asmoptisa, yaitu pecah ya se kare a caira masuk ke da am se , se membe gkak da akhir ya pecah. Berdasarka teka a osmose ya g diper uka dapat dike ompokka me jadi ( 1) mikroba osmofi , ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar gu a ti ggi, (2) mikroba ha ofi , ada ah mikroba ya g dapat tumbuh pada kadar garam ha oge ya g ti ggi, (3) mikroba ha odurik, ada ah ke ompok mikroba ya g dapat taha (tidak mati) tetapi tidak dapat tumbuh pada kadar garam ti ggi, kadar garam ya dapat me capai 30 %. Co toh mikroba osmofi ada ah beberapa je is khamir. Khamir osmofi mampu tumbuh pada aruta gu a de ga ko se trasi ebih dari 65 % wt/wt (aw = 0 ,94). Co toh mikroba ha ofi ada ah bakteri ya g termasuk Archaebacterium, misa ya Ha obacterium. Bakteri ya g taha pada kadar garam ti ggi, umum ya mempu yai ka du ga KC ya g ti ggi da am se ya. Se ai itu bakteri i i memer uka ko se trasi Ka ium ya g ti ggi u tuk stabi itas ribosom ya. Bakteri ha ofi ada ya g mempu yai membra purp e bi ayer, di di g se ya terdiri dari murei , sehi gga t aha terhadap io Natrium. 4. Io -io da istrik a. Kadar io hidroge (pH) Mik roba umum ya me yukai pH etra (pH 7). Beberapa bakteri dapat hidup pada pH ti ggi (medium a ka i ). pe ggu a urea. Co toh ya ada ah bakteri itrat, rhizobia, acti omycetes, da bakteri Ha ya beberapa bakteri ya g bersifat to era terhadap kemasama , misa ya Bakter i ya g bersifat asidofi misa ya Lactobaci i, Acetobacter, da Sarci a ve tricu i. 82

¢ ¢ ¢

membe tuk spora, ko idia atau dapat membe tuk kista. Tabe berikut i i memuat da ftar aw ya g diper uka o eh beberapa je is bakteri da jamur : Ni ai a 1,00 0,9 0 0,85 0,80 0,75 0,60 3. Teka a osmose Bakteri Cau obacter Spiri um Lactobaci us Baci us Staphy ococcus Ha obacterium Jamur

¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¢

¡

¡¢

¢ ¢

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¢¢ ¢ ¢

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡¢ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¡

¡

¢¢

¢

¡¡ ¡

¡

¡ ¢

¢

¡¢

¢

¡ ¡

¡

¡

¢

¢ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡¢ ¡

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢¢

¢

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¢

¢

¢

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¢ ¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¢

¢¢

¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢¢ ¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡

Thiobaci us. Jamur umum ya dapat hidup pada kisara pH re dah. Apabi a mikroba dita am pada media de ga pH 5 maka pertumbuha didomi asi o eh jamur, tetapi ap abi a pH media 8 maka pertumbuha didomi asi o eh bakteri. Berdasarka pH- ya mi kroba dapat dike ompokka me jadi 3 yaitu (a) mikroba asidofi , ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 2,0-5,0, (b) mikroba mesofi ( eutrofi ), ada a h ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 5,5-8,0, da (c) mikroba a ka ifi , ada ah ke ompok mikroba ya g dapat hidup pada pH 8,4-9,5. Co toh pH mi imum, opt imum, da maksimum u tuk beberapa je is bakteri ada ah sebagai berikut : Nama mi kroba Escherichia co i Proteus vu garis E terobacter aeroge es Pseudomo as aerug i osa C ostridium sporoge es Nitrosomo as spp Nitrobacter spp Thiobaci us Thioo xida s Lactobaci us acidophi us b. Buffer mi imum 4,4 4,4 4,4 5,6 5,0-5,8 7,0-7 ,6 6,6 1,0 4,0-4,6 pH optimum 6,0-7,0 6,0-7,0 6,0-7,0 6,6-7,0 6,0-7,6 8,0-8,8 7, 6-8,6 2,0-2,8 5,8-6,6 maksimum 9,0 8,4 9,0 8,0 8,5-9,0 9,4 10,0 4,0-6,0 6,8 U tuk me umbuhka mikroba pada media memer uka pH ya g ko sta , terutama pada m ikroba ya g dapat me ghasi ka asam. Misa ya E terobacteriaceae da beberapa Ps eudomo adaceae. O eh kare a ya ke da am medium diberi tambaha buffer u tuk me j aga agar pH ya ko sta . Buffer merupaka campura garam mo o da dibasik, maupu se yawase yawa orga ik amfoter. Sebagai co toh ada ah buffer fosfat a orga ik dapat mempertaha ka pH diatas 7,2. Cara kerja buffe ada ah garam dibasik aka m e gadsorbsi io H+ da garam mo obasik aka bereaksi de ga io OHc. Io -io ai Logam berat seperti Hg, Ag, Cu, Au, da Pb pada kadar re dah dapat bersifat me racu (toksis). Logam berat mempu yai daya o igodi amik, yaitu daya bu uh ogam berat pada kadar re dah. Se ai ogam berat, ada io -io ai ya g dapat mempe g aruhi kegiata fisio ogi mikroba, yaitu io su fat, tartrat, k orida, itrat, da be zoat. Io -io tersebut dapat me gura gi 83

¢ ¢

¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¢¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¢

¡

¡¢ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¡

¢¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¢

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

pertumbuha mikroba terte tu. O eh kare a itu seri g digu aka u tuk me gawetka suatu baha , misa ya digu aka da am pe gaweta maka a . Ada se yawa ai ya g juga mempe garuhi fisio ogi mikroba, misa ya asam be zoat, asam asetat, da as am sorbat. d. Listrik Listrik dapat me gakibatka terjadi ya e ektro isis baha pe yusu medium pertumbuha . Se ai itu arus istrik dapat me ghasi ka pa as ya g dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba. Se mikroba da am suspe si aka me ga ami e ektrofore sis apabi a di a ui arus istrik. Arus istrik tega ga ti ggi ya g me a ui suat u caira aka me yebabka terjadi ya shock kare a teka a hidro ik istrik. Kema tia mikroba akibat shock terutama disebabka o eh oksidasi. Ada ya radika io dari io isasi radiasi da terbe tuk ya io ogam dari e ektroda juga me yebabka kematia mikroba. e. Radiasi Radiasi me yebabka io isasi mo eku -mo eku di da am protop asma. Cahaya umum ya dapat merusak mikroba ya g tidak mempu yai pigme fotosi tesis. Cahaya mempu yai pe garuh germisida, terutama cahaya berge omba g pe dek da berge omba g pa ja g. Pe garuh germisida dari si ar berge omba g pa ja g disebabka o eh pa as ya g ditimbu ka ya, misa ya si ar i framerah. Si a r x (0,005-1,0 Ao), si ar u tra vio et (4000-2950 Ao), da si ar radiasi ai da pat membu uh mikroba. Apabi a ti gkat iradiasi ya g diterima se mikroba re dah, maka dapat me yebabka terjadi ya mutasi pada mikroba. f. Tega ga muka Tega ga muka mempe garuhi caira sehi gga permukaa caira tersebut me yerupai membra ya g e astis. Seperti te ah diketahui protop asma mikroba terdapat di da am se ya g di i du gi di di g se , maka apabi aada perubaha tega ga muka di di g se aka mempe garuhi pu a permukaa protop asma. Akibat se a jut ya dapat mempe g aruhi pertumbuha mikroba da be tuk morfo ogi ya. Zat-zat seperti sabu , deterj e , da zat-zat pembasah (surfakta ) seperti Twee 80 da Trito A20 dapat me gur a gi tega ga muka caira / aruta . Umum ya mikroba cocok pada tega ga muka ya g re atif ti ggi. g. Teka a hidrostatik Teka a hidrostatik mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Umum ya teka a 1-400 atm tidak mempe garuhi atau ha ya sedikit mempe garuhi metabo isme da pertumbuha mikroba. Teka a hidrosta tik ya g ebih ti ggi agi dapat me ghambat atau me ghe tika pertumbuha , o eh kare a teka a hidrostatik ti ggi dapat me ghambat si tesis 84

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¢

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡¡ ¢

¡¢ ¢

¡

¢ ¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

RNA, DNA, da protei , serta me gga ggu fu gsi tra sport membra se maupu me g ura gi aktivitas berbagai macam e zim.Teka a diatas 100.000 pou d/i chi2 me yeb abka de aturasi protei . Aka tetapi ada mikroba ya g taha hidup pada teka a ti ggi (mikroba baroto era ), da ada mikroba ya g tumbuh optima pada teka a t i ggi sampai 16.000 pou d/i chi2 (barofi ). Mikroba ya g hidup di aut da am umu m ya ada ah barofi ik atau baroto era . Sebagai co toh ada ah bakteri Spiri um. h. Getara Getara meka ik dapat merusakka di di g se da membra se mikroba . O eh kare a itu getara meka ik ba yak dipakai u tuk mempero eh ekstrak se mi kroba. Isi se dapat dipero eh de ga cara me ggerus se -se de ga me ggu aka abrasif atau de ga cara pembekua kemudia dicairka beru a g ka i. Getara sua ra 100-10.000 x/ detik juga dapat digu aka u tuk memecah se . B. FAKTOR BIOTIK Di a am jara g seka i ditemuka mikroba ya g hidup sebagai biaka mur i, tetapi se a u berada da am asosiasi de ga jasad-jasad ai . A tar jasad da am satu pop u asi atau a tar popu asi jasad ya g satu de ga ya g ai sa i g beri teraksi. 1. I teraksi da am satu popu asi mikroba I teraksi a tar jasad da am satu popu a si ya g sama ada dua macam, yaitu i teraksi positif maupu egatif. I teraksi po sitif me yebabka me i gkat ya kecepata pertumbuha sebagai efek sampi g ya. Me i gkat ya kepadata popu asi, secara teoritis me i gkatka kecepata pertumbuha . I teraksi positif disebut juga kooperasi. Sebagai co toh ada ah pertumbuha s atu se mikroba me jadi ko o i atau pertumbuha pada fase ag (fase adaptasi). I teraksi egatif me yebabka turu ya kecepata pertumbuha de ga me i gkat ya kepadata popu asi. Misa ya popu asi mikroba ya g ditumbuhka da am substrat te rbatas, atau ada ya produk metabo ik ya g meracu . I teraksi egatif disebut jug a kompetisi. Sebagai co toh jamur Fusarium da Vertici ium pada ta ah sawah, da pat me ghasi ka asam emak da H2S ya g bersifat meracu . 2. I teraksi a tar berbagai macam popu asi mikroba Apabi a dua popu asi ya g ber beda berasosiasi, maka aka timbu berbagai macam i teraksi. I teraksi tersebut me imbu ka pe garuh positif, egatif, ataupu tidak ada pe garuh 85

¡ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

a tar popu asi mikroba ya g satu de ga ya g ai . Nama masi g-masi g i teraksi ada ah sebagai berikut: Pe garuh i teraksi Popu asi A Popu asi B 0 Netra isme 0 + Kome sa isme 0 + Si ergisme (protokooperasi) + + Mutua isme (simbiosis) + Komp etisi + Ame sa isme (a tago isme) + Predasi + Parasitisme Ketera ga : 0: tidak b erpe garuh, +: pe garuh positif, -: pe garuh egatif Nama I teraksi a. Netra ism e Netra isme ada ah hubu ga a tara dua popu asi ya g tidak sa i g mempe garuhi. Ha i i dapat terjadi pada kepadata popu asi ya g sa gat re dah atau secara fi sik dipisahka da am mikrohabitat, serta popu asi ya g ke uar dari habitat a ami ah ya. Sebagai co toh i teraksi a tara mikroba a octho ous ( o i dige ous) de g a mikroba autochtho ous (i dige ous), da a tar mikroba o i dige ous di atmosf er ya g kepadata popu asi ya sa gat re dah. Netra isme juga terjadi pada keadaa mikroba tidak aktif, misa da am keadaa keri g beku, atau fase istirahat (spo ra, kista). b. Kome sa isme Hubu ga kome sa isme a tara dua popu asi terjadi ap abi a satu popu asi diu tu gka tetapi popu asi ai tidak terpe garuh. Co toh y a ada ah: Bakteri F avobacterium brevis dapat me ghasi ka ekskresi sistei . Sis tei dapat digu aka o eh Legio e a p eumophi a. Desu fovibrio me sup ai asetat da H2 u tuk respirasi a aerobik Metha obacterium. c. Si ergisme Suatu be tuk a sosiasi ya g me yebabka terjadi ya suatu kemampua u tuk dapat me akuka peruba ha kimia terte tu di da am substrat. Apabi a asosiasi me ibatka 2 popu asi ata u ebih da am keper ua utrisi bersama, maka disebut si tropisme. Si tropisme s a gat pe ti g da am peruraia baha orga ik ta ah, atau proses pembersiha air s ecara a ami. Co toh si ergisme: Streptococcus faeca is da Escherichia co i E. c o i Argi i e S. faeca is E. co i Agmati e 86

¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢ ¡

¢ ¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

Or ithi e Co toh si tropisme: Se yawa A Popu asi mikroba 1 Se yawa B Popu asi mi kroba 2 Se yawa C Popu asi mikroba 3 E ergi da hasi akhir d. Mutua isme (Simbi osis) Putresci e Mutua isme ada ah asosiasi a tara dua popu asi mikroba ya g kedua ya sa i g terg a tu g da sama-sama me dapat keu tu ga . Mutua isme seri g disebut juga simbios is. Simbiosis bersifat sa gat spesifik (khusus) da sa ah satu popu asi a ggota simbiosis tidak dapat diga tika tempat ya o eh spesies ai ya g mirip. Co toh ya ada ah Bakteri Rhizobium sp. ya g hidup pada bi ti akar ta ama kaca g-kaca ga . Co toh ai ada ah Liche es (Liche s), ya g merupaka simbiosis a tara a ga e sia obakteria de ga fu gi. A gae (phycobio t) sebagai produser ya g dapat me ggu aka e ergi cahaya u tuk me ghasi ka se yawa orga ik. Se yawa orga ik dapat digu aka o eh fu gi (mycobio t), da fu gi memberika be tuk per i du ga (se ubu g) da tra sport utrie / mi era serta membe tuk faktor tumbuh u tuk a gae . Liche es 87

¢

¡ ¡

¡

¢

¢

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

88

¢

e. Kompetisi Hubu ga egatif a tara 2 popu asi mikroba ya g kedua ya me ga ami kerugia . Peristiwa i i dita dai de ga me uru ya se hidup da pertumbuha ya. Kompetisi terjadi pada 2 popu asi mikroba ya g me ggu aka utrie / maka a ya g sama, atau da am keadaa utrie terbatas. Co toh ya ada ah a tara protozoa P aramaecium caudatum de ga Paramaecium aure ia. f. Ame sa isme (A tago isme) Sat u be tuk asosiasi a tar spesies mikroba ya g me yebabka sa ah satu pihak dirugi ka , pihak ai diu tu gka atau tidak terpe garuh apapu . Umum ya merupaka car a u tuk me i du gi diri terhadap popu asi mikroba ai . Misa ya de ga me ghasi ka se yawa asam, toksi , atau a tibiotika. Co toh ya ada ah bakteri Acetobacte r ya g me gubah eta o me jadi asam asetat. Thiobaci us thiooxida s me ghasi ka asam su fat. Asam-asam tersebut dapat me ghambat pertumbuha bakteri ai . Bak teri amo ifikasi me ghasi ka ammo ium ya g dapat me ghambat popu asi Nitrobacte r. g. Parasitisme Parasitisme terjadi a tara dua popu asi, popu asi satu diu tu gka (parasit) da popu asi ai dirugika (host / i a g). Umum ya parasitisme t erjadi kare a keper ua utrisi da bersifat spesifik. Ukura parasit biasa ya ebih keci dari i a g ya. Terjadi ya parasitisme memer uka ko tak secara fisik maupu metabo ik serta waktu ko tak ya g re atif ama. Co toh ya ada ah bakteri Bde ovibrio ya g memparasit bakteri E. co i. Jamur Trichoderma sp. memparasit j amur Agaricus sp. h. Predasi Hubu ga predasi terjadi apabi a satu orga isme pre dator mema gsa atau memaka da me cer a orga isme ai (prey). Umum ya predator berukura ebih besar diba di gka prey, da peristiwa ya ber a gsu g cepat. Co toh ya ada ah Protozoa (predator) de ga bakteri (prey). Protozoa Didi ium asu tum (predator) de ga Paramaecium caudatum (prey).

¡

¢

¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢¢ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

A. FUNGSI NUTRISI UNTUK MIKROBA Setiap u sur utrisi mempu yai pera terse diri da am fisio ogi se . U sur tersebut diberika ke da am medium sebagai katio gar am a orga ik ya g jum ah ya berbeda-beda terga tu g pada keper ua ya. Beberapa go o ga mikroba misa ya diatomae da a ga terte tu memer uka si ika (Si) ya g biasa ya diberika da am be tuk si ikat u tuk me yusu di di g se . Fu gsi da kebutuha atrium (Na) u tuk 89

¢ ¢

XI. NUTRISI DAN MEDIUM MIKROBA Medium pertumbuha (disi gkat medium) ada ah temp at u tuk me umbuhka mikroba. Mikroba memer uka utrisi u tuk meme uhi kebutuha e ergi da u tuk baha pemba gu se , u tuk si tesa protop asma da bagia -bag ia se ai . Setiap mikroba mempu yai sifat fisio ogi terte tu, sehi gga memer uka utrisi terte tu pu a. Susu a kimia se mikroba re atif tetap, baik u sur kimia maupu se yawa ya g terka du g di da am se . Dari hasi a a isis kimia dik etahui bahwa pe yusu utama se ada ah u sur kimia C, H, O, N, da P, ya g jum a h ya + 95 % dari berat keri g se , seda gka sisa ya tersusu dari u sur-u sur ai (Tabe ). Apabi a di ihat susu a se yawa ya, maka air merupaka bagia terb esar dari se , seba yak 80-90 %, da bagia ai seba yak 10-20 % terdiri dari p rotop asma, di di g se , ipida u tuk cada ga maka a , po isakarida, po ifosfat , da se yawa ai . Tabe 11.1. Susu a u sur-u sur pe yusu se bakteri E. co i U sur-u sur kimia Carbo (C) Oksige (O) Nitroge (N) Hidroge (H) Fosfor (P) B e era g (S) Ka ium (K) Natrium (Na) Ka sium (Ca) Mag esium (Mg) K or (C ) Besi ( Fe) Lai - ai Perse tase berat keri g 50 20 14 8 3 1 1 1 0,5 0,5 0,5 0,2 0,3

¢

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡

90

¢

beberapa jasad be um diketahui jum ah ya. Natrium da am kadar ya g agak ti ggi d iper uka o eh bakteri terte tu ya g hidup di aut, a gae hijau biru, da bakter i fotosi tetik. Natrium tersebut tidak dapat diga tika o eh katio mo ova e ya g ai . Jasad hidup dapat me ggu aka maka a ya da am be tuk padat maupu cair ( aruta ). Jasad ya g dapat me ggu aka maka a da am be tuk padat tergo o g ti pe ho ozoik, seda gka ya g me ggu aka maka a da am be tuk cair tergo o g tipe ho ofitik. Jasad ho ofitik dapat pu a me ggu aka maka a da am be tuk padat, t etapi maka a tersebut harus dicer aka ebih du u di uar se de ga perto o ga e zim ekstrase u er. Pe cer aa di uar se i i dike a sebagai extracorporea digestio . Baha maka a ya g digu aka o eh jasad hidup dapat berfu gsi sebaga i sumber e ergi, baha pemba gu se , da sebagai aseptor atau do or e ektro . D a am garis besar ya baha maka a dibagi me jadi tujuh go o ga yaitu air, sumbe r e ergi, sumber karbo , sumber aseptor e ektro , sumber mi era , faktor tumbuh, da sumber itroge . 1. Air Air merupaka kompo e utama se mikroba da medium . Fu si air ada ah sebagai sumber oksige u tuk baha orga ik se pada respirasi . Se ai itu air berfu gsi sebagai pe arut da a at pe ga gkut da am metabo isme . 2. Sumber e ergi Ada beberapa sumber e ergi u tuk mikroba yaitu se yawa orga i k atau a orga ik ya g dapat dioksidasi da cahaya terutama cahaya matahari. 3. S umber karbo Sumber karbo u tuk mikroba dapat berbe tuk se yawa orga ik maupu a orga ik. Se yawa orga ik me iputi karbohidrat, emak, protei , asam ami o, asa m orga ik, garam asam orga ik, po ia koho , da sebagai ya. Se yawa a orga ik mi sa ya karbo at da gas CO2 ya g merupaka sumber karbo utama terutama u tuk tu mbuha ti gkat ti ggi. 4. Sumber aseptor e ektro Proses oksidasi bio ogi merupa ka proses pe gambi a da pemi daha e ektro dari substrat. Kare a e ektro da am se tidak berada da am be tuk bebas, maka harus ada suatu zat ya g dapat me a gkap e ektro tersebut. Pe a gkap e ektro i i disebut aseptor e ektro . Asept or e ektro ia ah age sia pe goksidasi. Pada

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¡

¢

¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

mikrobia ya g dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro ia ah O2, se yawa orga ik , NO3, NO2-, N2O, SO4=, CO2, da Fe3+. 5. Sumber mi era Mi era merupaka bagia dari se . U sur pe yusu utama se ia ah C, O, N, H, da P. u sur mi era ai ya ya g diper uka se ia ah K, Ca, Mg, Na, S, C . U sur mi era ya g digu aka da am jum ah sa gat sedikit ia ah Fe, M , Co, Cu, Bo, Z , Mo, A , Ni, Va, Sc, S i, Tu, da sebagai ya ya g tidak diper uka jasad. U sur ya g digu aka da am ju m ah besar disebut u sur makro, da am jum ah seda g u sur o igo, da da am jum a h sa gat sedikit u sur mikro. U sur mikro seri g terdapat sebagai ikuta (impuri ties) pada garam u sur makro, da dapat masuk ke da am medium ewat ko tami asi ge as tempat ya atau ewat partike debu. Se ai berfu gsi sebagai pe yusu se , u sur mi era juga berfu gsi u tuk me gatur teka a osmose, kadar io H+ (kemas ama , pH), da pote sia oksidasireduksi (redox pote tia ) medium. 6. Faktor tum buh Faktor tumbuh ia ah se yawa orga ik ya g sa gat diper uka u tuk pertumbuha (sebagai prekursor, atau pe yusu baha se ) da se yawa i i tidak dapat disi t esis dari sumber karbo ya g sederha a. Faktor tumbuh seri g juga disebut zat tu mbuh da ha ya diper uka da am jum ah sa gat sedikit. Berdasarka struktur da fu gsi ya da am metabo isme, faktor tumbuh digo o gka me jadi asam ami o, sebag ai pe yusu protei ; base puri da pirimidi , sebagai pe yusu asam uk eat; da vitami sebagai gugus prostetis atau bagia aktif dari e zim. 7. Sumber itrog e Mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk amo ium, itrat, asam ami o, protei , da sebagai ya. Je is se yawa itroge ya g digu aka terga tu g pada j e is jasad ya. Beberapa mikroba dapat me ggu aka itroge da am be tuk gas N2 ( zat emas) udara. Mikroba i i disebut mikrobia pe ambat itroge . B. PENGGOLONGA N MIKROBA BERDASARKAN NUTRISI DAN OKSIGEN 91

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¢ ¢ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡

¢ ¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¢ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡

¢

¡ ¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¢

¢ ¡ ¢

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡

¢

¢

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

1. Berdasarka sumber karbo Berdasarka atas kebutuha karbo jasad dibedaka m e jadi jasad ototrof da heterotrof. Jasad ototrof ia ah jasad ya g memer uka s umber karbo da am be tuk a orga ik, misa ya CO2 da se yawa karbo at. Jasad he terotrof ia ah jasad ya g memer uka sumber karbo da am be tuk se yawa orga ik. Jasad heterotrof dibedaka agi me jadi jasad saprofit da parasit. Jasad sapro fit ia ah jasad ya g dapat me ggu aka baha orga ik ya g berasa dari sisa jasa d hidup atau sisa jasad ya g te ah mati. Jasad parasit ia ah jasad ya g hidup di da am jasad hidup ai da me ggu aka baha dari jasad i a g (hospes)- ya. Jas ad parasit ya g dapat me yebabka pe yakit pada i a g ya disebut jasad patoge . 2. Berdasarka sumber e ergi Berdasarka atas sumber e ergi jasad dibedaka me j adi jasad fototrof, jika me ggu aka e ergi cahaya; da khemotrof, jika me ggu a ka e ergi dari reaksi kimia. Jika didasarka atas sumber e ergi da karbo ya, maka dike a jasad fotoototrof, fotoheterotrof, khemoototrof da khemoheterotrof . Perbedaa dari keempat jasad tersebut sbb: jasad Fotoototrof Fotoheterotrof Kh emotrof khemoheterotrof Sumber karbo Zat a orga ik Zat orga ik Zat a orga ik Za t orga ik Sumber e ergi Cahaya matahari Cahaya matahari Oksidasi zat a orga ik O ksidasi zat orga ik 3. Berdasarka sumber do or e ektro Berdasarka atas sumber do or e ektro jasa d digo o gka ma jadi jasad itotrof da orga otrof. Jasad itotrof ia ah jasad ya g dapat me ggu aka do or e ektro da am be tuk se yawa a orga ik seperti H2, NH3, H2S, da S. jasad orga otrof ia ah jasad ya g me ggu aka do or e ektro d a am be tuk se yawa orga ik. 4. Berdasarka sumber e ergi da do or e ektro Ber dasarka atas sumber e ergi da sumber do or e ektro jasad dapat digo o gka ja sad Foto itotrof Fotoorga otrof me jadi jasad foto itotrof, fotoorga otrof, khem o itotrof, da khemoorga otrof. Perbedaa keempat go o ga jasad tersebut sbb: S umber e ergi Cahaya Cahaya Sumber do or co toh e ektro Zat a orga ik Tumbuha t i gkat ti ggi, a ga Zat orga ik Bakteri be era g fotosi tetik 92

¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡

¡ ¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢ ¡

¡¢ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢

¡ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¢

¡ ¡

Khemo itotrof Oksidasi zat a orga ik Khemoorga otrof Oksidasi zat orga ik 5. Berdasarka kebut uha oksige Zat a orga ik Zat orga ik Bakteri besi, bakteri hidroge , bakteri itrifikasi Jasad heterotrof Berdasarka aka kebutuha oksige , jasad dapat digo o gka da am jasad aerob, a aerob, mikroaerob, a aerob faku tatif, da kap ofi . Jasad aerob ia ah jasad ya g me ggu aka oksige bebas (O2) sebagai satusatu ya aseptor hidroge ya g tera khir da am proses respirasi ya. Jasa a aerob, seri g disebut a aerob ob igat ata u a aerob 100% ia ah jasad ya g tidak dapat me ggu aka oksige bebas sebagai as eptor hidroge terakhir da am proses respirasi ya. Jasad mikroaerob ia ah jasad ya g ha ya memer uka oksige da am jum ah ya g sa gat sedikit. Jasad aerob faku tatif ia ah jasad ya g dapat hidup da am keadaa a aerob maupu aerob. Jasad i i juga bersifat a aerob to era . Jasad kap ofi ia ah jasad ya g memer uka kada r oksige re dah da kadar CO2 ti ggi. C. INTERAKSI ANTAR JASAD DALAM MENGGUNAKA N NUTRIEN Jika dua atau ebih jasad ya g berbeda ditumbuhka bersama-sama da am suatu medium, maka aktivitas metabo isme ya secara kua itatif maupu kua titatif aka berbeda jika diba di gka de ga jum ah aktivitas masi g-masi g jasad ya g ditumbuhka da am medium ya g sama tetapi terpisah. Fe ome a i i merupaka hasi i teraksi metabo isme atau i teraksi da am pe ggu aa utrisi ya g dike a seb agai si tropik atau si tropisme atau si ergitik. Sebagai co toh ia ah bakteri pe ghasi meta ya g a aerob ob igat tidak dapat me ggu aka g ukosa sebagai subst rat, tetapi bakteri tersebut aka segera tumbuh o eh ada ya hasi metabo isme ba kteri a aerob ai ya g dapat me ggu aka g ukosa. Co toh ai ia ah biaka camp ura ya g terdiri atas dua je is mikroba atau ebih seri g tidak memer uka fakt or tumbuh u tuk pertumbuha ya. Mikroba ya g dapat me si tesis baha se ya dari se yawa orga ik sederha a da am medium, aka me gekskresika berbagai vitami a tau asam ami o ya g sa gat pe ti g u tuk mikroba ai ya. Ada ya ekskresi terseb ut memu gki ka tumbuh ya mikroba ai . Ke yataa i i dapat me imbu ka ko o i s ate it ya g dapat di ihat pada medium padat. Ko o i sate it 93

¡

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¢

¢

¡ ¢

¡ ¡

¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¡

¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¡

¢

¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢

¢

¡

¡ ¢

¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¡

ha ya dapat tumbuh ka au ada ekskresi dari mikroba ai ya g me ghasi ka faktor tumbuh ese sii bagi mikroba tersebut. Be tuk i teraksi ai ada ah cross feedi g ya g merupaka be tuk sederha a dari simbiose mutua istik. Da am i teraksi i i pertumbuha jasad ya g satu terga tu g pada pertumbuha jasad ai ya, kare a kedua jasad tersebut sa i g memer uka faktor tumbuh ese sii ya g diekskresika o eh masi g-masi g jasad. D. MEDIUM PERTUMBUHAN MIKROBA Susu a da kadar utri si suatu medium u tuk pertumbuha mikroba harus seimba g agar mikroba dapat tumb uh optima . Ha i i per u dikemukaka me gi gat ba yak se yawa ya g me jadi zat pe ghambat atau racu bagi mikroba jika kadar ya ter a u ti ggi (misa ya garam dari asam emak, gu a, da sebagai ya). Ba yak a ga ya g sa gat peka terhadap fo sfat a orga ik. Disampi g itu da am medium ya g ter a u pekat aktivitas metabo i sme da pertumbuha mikroba dapat berubah. Perubaha faktor i gku ga me yebabk a aktivitas fisio ogi mikroba dapat terga ggu, bahka mikroba dapat mati. Mediu m memer uka kemasama (pH) terte tu terga tu g pada je is jasad ya g ditumbuhka . Aktivitas metabo isme mikroba dapat me gubah pH, sehi gga u tuk mempertaha ka pH medium ditambahka baha buffer. Beberapa kompo e pe yusu medium dapat ju ga berfu gsi sebagai buffer. E. MACAM MEDIUM PERTUMBUHAN 1. Medium dasar/ basa mi era Medium dasar ada ah medium ya g me ga du g campura se yawa a orga ik. M edium dasar i i se a jut ya ditambah zat ai apabi a diper uka , misa ya sumbe r karbo , sumber e ergi, sumber itroge , faktor tumbuh, da faktor i gku ga y a g pe ti g seperti pH da oksige serta teka a osmosis. 2. Medium si tetik Med ium si tetik ada ah medium ya g se uruh susu a kimia da kadar ya te ah diketah ui de ga pasti. Sebagai co toh ada ah medium dasar ya g ditambah NH4C (medium 1) de ga sumber karbo berupa gas CO2, apabi a dii kubasika da am keadaa ge a p dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri itrifikasi khemoototrof, 94

¡ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡¢ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢

¢

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¢ ¡ ¡

¢

¡ ¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

95

¢

¢

misa ya bakteri Nitrosomo as. Bakteri i i mempero eh e ergi dari oksidasi amo i um, se ai itu amo ium juga berfu gsi sebagai sumber itroge . Co toh ai ada a h medium de ga susu a sama de ga medium 1 tetapi ditambah g ukosa (medium 2). Da am keadaa aerob merupaka medium u tuk perba yaka jamur da bakteri ya g b ersifat heterotrof. G ukosa berfu gsi sebagai sumber karbo da sumber e ergi. D a am keadaa a aerob, medium i i dapat digu aka u tuk me umbuhka bakteri faku tatif a aerob maupu a aerob ob igat. E ergi dipero eh dari hasi ferme tasi g u kosa. U tuk me umbuhka mikroba ya g memer uka faktor tumbuh dapat me ggu aka medium ya g komposisi ya sama de ga medium 2 tetapi ditambah asam ikoti at (vi tami ) sebagai faktor tumbuh (medium 3). 3. Medium komp eks Medium komp eks ada ah medium ya g susu a kimia ya be um diketahui de ga pasti. Sebagai co toh med ium i i ada ah medium dasar ya g ditambah g ukosa da ekstrak khamir (medium 4). Susu a kimia ekstrak khamir tidak diketahui secara pasti, tetapi me ga du g be rbagai faktor tumbuh ya g seri g diper uka o eh mikroba. Medium i i dapat u tuk me umbuhka mikroba khemoheterotrof aerob maupu a aerob baik ya g memer uka m aupu ya g tidak memer uka faktor tumbuh. Medium ya g juga termasuk medium komp eks ada ah ya g me ga du g ekstrak ta ah. Tabe 11.2. Co toh susu a medium das ar da medium si tetik Baha tambaha Medium dasar Medium 1 Medium 2 Medium 3 Me dium 4 Air, 1 iter NH4C , 1 gram G ukosa, G ukosa, G ukosa, K2HPO4, 5 gram 5 gr am 5 gram 1 gram NH4C , 1 gram NH4C , 1 gram Ekstrak khamir MgSO4.7H2O, 0,2 gram Asam ikoti at, 0,1 gram FeSO4.7H2O, 0,01 gram CaC 2, 0,01 gram U sur mikro (ga ram a orga ik

¢ ¡ ¡ ¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¡

¡

¢

¢

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¢ ¢ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¢

M ,Mo, Cu, Co, Z ), masi gmasi g 0,020,5 mg 4. Medium diperkaya Medium Medium di perkaya ada ah medium ya g ditambah zat terte tu ya g merupaka utrisi spesifik u tuk je is mikroba terte tu. Medium i i digu aka u tuk membuat ku tur diperka ya (e richme t cu ture) da u tuk me giso asi mikroba spesifik, de ga cara me g atur faktor i gku ga (suhu, pH, cahaya), kebutuha utrisi spesifik da sifat fisio ogi ya. De ga demikia dapat disusu medium diperkaya u tuk bakteri ya g bersifat khemoheterotrof, khemoototrof, fotosi tetik, da u tuk mikroba ai ya g bersifat spesifik. 96

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡ ¢ ¡

¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

XII. PERANAN MIKROBA DI BIDANG KESUBURAN TANAH A. MIKROHABITAT DALAM TANAH 1. Mi krohabitat da am struktur ta ah Di setiap tempat seperti da am ta ah, udara maup u air se a u dijumpai mikroba. Umum ya jum ah mikroba da am ta ah ebih ba yak daripada da am air ataupu udara. Umum ya baha orga ik da se yawa a orga ik e bih ti ggi da am ta ah sehi gga cocok u tuk pertumbuha mikroba heterotrof maupu autotrof. Keberadaa mikroba di da am ta ah terutama dipe garuhi o eh sifat ki mia da fisika ta ah. Kompo e pe yusu ta ah ya g terdiri atas pasir, debu, em pu g da baha orga ik maupu baha pe yeme ai aka membe tuk struktur ta ah. Struktur ta ah aka me e tuka keberadaa oksige da e gas da am ta ah. Da am ha i i aka terbe tuk i gku ga mikro da am suatu struktur ta ah. Mikroba aka membe tuk mikroko o i da am struktur ta ah tersebut, de ga tempat pertumbuha ya g sesuai de ga sifat mikroba da i gku ga ya g diper uka . Da am suatu st ruktur ta ah dapat dijumpai berbagai mikroko o i seperti mikroba heterotrof pe g gu a baha orga ik maupu bakteri autotrof,da bakteri aerob maupu a aerob. U t uk kehidupa ya, setiap je is mikroba mempu yai kemampua u tuk merubah satu se yawa me jadi se yawa ai da am ra gka me dapatka e ergi da utrie . De ga de mikia ada ya mikroba da am ta ah me yebabka terjadi ya daur u sur-u sur sepert i karbo , itroge , fosfor da u sur ai di a am. 97

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¢ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡¡

¢ ¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

98

¢

¢

. Mikroba dapat me arutka da .

me yediaka

mi era seperti N,P, Fe da

u sur ai

¢ ¢

2. Li gku ga rhizosfer Akar ta ama merupaka habitat ya g baik bagi pertumbuha mikroba. I teraksi a tara bakteri da akar ta ama aka me i gkatka ketersedi aa utrie bagi kedua ya. Permukaa akar ta ama disebut rhizop a e. Seda gka rhizosfer ada ah se apis ta ah ya g me ye imuti permukaa akar ta ama ya g masi h dipe garuhi o eh aktivitas akar. Teba tipis ya apisa rhizosfer a tar setiap ta ama berbeda. Rhizosfer merupaka habitat ya g sa gat baik bagi pertumbuha mikroba o eh kare a akar ta ama me yediaka berbagai baha orga ik ya g umum ya me stimu ir pertumbuha mikroba. Baha orga ik ya g dike uarka o eh akar dapat berupa: 1. Eksudat akar : baha ya g dike uarka dari aktivitas se akar hidup seperti gu a, asam ami o, asam orga ik, asam emak da stero , faktor tumbuh, u k eotida, f avo o , e zim , da misce a eous. 2. Sekresi akar 3. Lisat akar 4. Musige : baha ya g dipompaka secara aktif ke uar dari akar. : baha ya g dike uarka secara pasif saat auto isis se akar. : baha sekresi akar, sisa se epi dermis, se tudu g akar ya g bercampur de ga sisa se mikroba, produk metabo it , ko oid orga ik da ko oid a orga ik E zim utama ya g dihasi ka o eh akar ada ah oksidoreduktase, hidro ase, iase, da tra sferase. Seda g e zim ya g dihasi ka o eh mikroba di rhizosfer ada ah se u ase, dehidroge ase, urease, fosfatase da su fatase. De ga ada ya berbagai se yawa ya g me stimu ir pertumbuha mikro ba, me yebabka jum ah mikroba di i gku ga rhizosfer sa gat ti ggi. Perba di g a jum ah mikroba da am rhizosfer (R) de ga ta ah buka rhizosfer (S) ya g dise but isbah R/S, seri g digu aka sebagai i deks kesubura ta ah. Semaki subur t a ah, maka i deks R/S semaki keci , ya g me a daka utrisi da am ta ah buka r hizosfer juga tercukupi (subur). Seba ik ya semaki tidak subur ta ah, maka i de ks R/S semaki besar, ya g me a daka utrisi cukup ha ya di i gku ga rhizosfe r ya g berasa dari baha orga ik ya g dike uarka akar, seda g di ta ah o -rhi zosfer utrisi tidak me cukupi (tidak subur). Ni ai R/S umum ya berkisar a tara 5-20. Mikroba rhizosfer dapat memberi keu tu ga bagi ta ama , o eh kare a:

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¢

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¢ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¢¢

¢

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¡ ¡

2. Mikroba dapat me ghasi ka vitami , asam ami o, auxi da gibere i ya g dapa t me stimu ir pertumbuha ta ama . 3. Mikroba me gu tu gka aka me ghambat pert umbuha bakteri ai ya g patoge ik de ga me ghasi ka a tibiotik. ya g dapat m e stimu ir pertumbuha ta ama . Co toh spesies ya g te ah ba yak dite iti dapat mera gsa g pertumbuha ta ama ada ah Pseudomo as f uoresce s. C. MIKROBA DAN NU TRISI TANAMAN Berbagai ke ompok mikroba di da am ta ah berpera a pe ti g da am pe yediaa u sur hara bagi ta ama . Da am ha i i aka dibahas ebih a jut me u rut u sur hara ya g disediaka u tuk ta ama . 1. Tra sformasi itroge (N) U sur N ada ah kompo e utama protop asma, terdapat da am jum ah besar da am be tuk t eroksidasi. Baha ya g me ga du g N dapat me ga ami amo ifikasi, itrifikasi, da de itrifikasi, terga tu g be tuk se yawa-N da i gku ga ya. Beberapa reaksi redoks ku ci da am daur N di a am semua ya di akuka o eh mikroba. Secara termod i amik N2 gas ada ah be tuk pa i g stabi da seimba g. Jum ah N terbesar di uda ra sebagai gas N2 ya g merupaka sumber utama N. U tuk memecahka ikata ra gkap 3 N=N diper uka e ergi ya g besar, berarti pe ggu aa N2 ada ah proses ya g me mer uka e ergi besar. Ha ya sejum ah keci jasad ya g dapat me ggu aka N2 da a m proses pe ambata (fiksasi) N2, ya g me yebabka N ebih mudah digu aka yaitu da am be tuk amo ia da itrat. O eh kare a N2 gas merupaka sumber utama N mak a pe ambata N2 secara eko ogis sa gat pe ti g. Da am daur N secara g oba terja di pemi daha dari atmosfer ke da am ta ah. Sebagia gas N berupa oksida (N2O), da sebagia ai berbe tuk gas NH3. Pemi daha a tara ta ah da air terutama se bagai N-orga ik, io ammo ium, da io itrat. a. Pe ambata Nitroge (N2) o eh Bakteri Ta ah Pe ambata N2 dapat terjadi secara simbiotik, o simbiotik, da ki mia. Nitroge ase ada ah e sim utama da am pe ambata N2 udara secara bio ogis. E sim i i seudomo adaceae merupaka ke ompok bakteri rhizosfer (rhizobacteria) ya g dapat me ghasi ka se yawa 99

¢

¡

¢

¡ ¢

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡ ¡

¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

100

¢

¢

mempu yai dua macam protei , ya g satu me ga du g Mo da Fe da ya g ai me ga du g Fe. E sim i i sa gat se sitif terhadap O2 da aktivitas ya memer uka teka a O2 sa gat re dah. Se ai itu juga diper uka ATP, feredoksi , pereduksi da m u gki sitokrom da koe sim. Reaksi ya ada ah sebagai berikut: N2 + 6 e2 NH3 (∆ G= 15 Kka ) Reaksi i i memer uka e ergi kare a G ber i ai positif. Amo ia ya g dibebaska diasimi asi me jadi asam ami o ya g se a jut ya disusu me jadi prote i . Da am i gku ga ta ah, pe ambata N2 terbesar di akuka o eh bakteri Rhizob ium (Bakteri ya g bersimbiosis da am perakara egum). Jum ah N2 ya g ditambat o eh bakteri i i 2-3 ka i ebih besar daripada o eh jasad o simbiotik. Bakteri R hizobium ya g bersimbiosis de ga akar ta ama kede ai atau a fa fa dapat me amb at ebih dari 300 kg N/ha/th, seda g pe ambat N ya g hidup bebas Azotobacter ha ya mampu me ambat 0.5-2.5 kg N/ha/th. Se ai Azotobacter, bakteri ai ya g dapa t me ambat N2 udara ada ah spesies-spesies Beijeri ckia, Chromatium, Rhodopseudo mo as, Rhodospiri um, Rhodomicrobium, Ch orobium, Ch oropseudomo as, Desu fovib rio, Desu fotomacu um, K ebsie a, Baci us, C ostridium, Azospiri um, Pseudomo as, Vibrio, Thiobaci us, da Metha obaci us. Kecepata pe ambata N2 udara o eh jasad o -simbiotik keci , tetapi mikroba i i distribusi ya da am ta ah terse bar uas, sehi gga pera a ya pe ti g. Kecepata pe ambata N2 udara o eh Azotob acter da Azospiri um ebih ti ggi di daerah rhizosfer daripada da am ta ah di uar daerah perakara . Ha i i disebabka kare a ada ya baha orga ik dari eksud at akar. Pada i gku ga ta ah terge a g, sia obakteria seperti A abae a da Nos toc merupaka jasad ya g pa i g pe ti g da am me ambat N2 udara. Sebagia sia ob akteria membe tuk heterosis ya g memisahka itroge ase ya g se sitif terhadap O 2 dari ekosistem ya g me ggu aka O2 ( i gku ga aerobik). Sia obakteria pada ta ah sawah ya g dita ami padi, da am keadaa optimum dapat me ambat 100150 kg N/h a/tahu . Sia obakteria pe ambat itroge dapat hidup bersimbiosis de ga jasad ai , seperti de ga jamur pada umut kerak (Liche es), de ga ta ama air Azo a misa ya A abae a azo ae.

¡ ¡ ¡

¢¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¢¢

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¡

¢

¢¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¢ ¡

¡ ¢

¢¢ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢¢

¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡

¢ ¢

¢¢

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢¢

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡

¢ ¢¢

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢

¡ ¡

¢

¡

¡¢

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢ ¢

¡ ¡

b. Amo ifikasi Berbagai ta ama , bi ata g, da mikroba dapat me akuka proses am o ifikasi. Amo ifikasi ada ah proses ya g me gubah N-orga ik me jadi N-ammo ia. Be tuk se yawa N da am jasad hidup da sisa-sisa orga ik sebagia besar terdapat da am be tuk ami o pe yusu protei . Se yawa N orga ik ya g ai ada ah khiti , peptidog ika , asam uk eat, se ai itu juga terdapat se yawa N-orga ik ya g ba yak dibuat da digu aka sebagai pupuk yaitu urea. Proses amo ifikasi dari se y awa N-orga ik pada pri sip ya merupaka reaksi peruraia protei o eh mikroba. S ecara umum proses perombaka protei dimu ai dari pera e sim protease ya g diha si ka mikroba sehi gga dihasi ka asam ami o. Se a jut ya terga tu g macam asam ami o ya da je is mikroba ya g berpera maka asam-asam ami o aka dapat terdea mi asi me a ui berbagai reaksi de ga hasi akhir ya itroge dibebaska sebagai ammo ia. Reaksi umum ya ada ah sebagai berikut:

protease PROTEIN ASAM AMINO deami asi NH3 Urea ya g me ga ami proses amo ifikasi aka terhidro isis o eh ada ya e sim urea se ya g dihasi ka o eh mikroba ta ah. Urea ya g dimasukka ke da am ta ah aka me ga ami proses amo ifikasi sebagai berikut: CO(NH2)2 + H2O urease 2 NH3 + CO2 Da am keadaa asam da etra amo ia berada sebagai io amo ium. Sebagia amo ia hasi amo ifikasi dibebaska sebagai gas NH3 ke atmosfer, sehi gga epas dari s istem ta ah. Amo ia da be tuk itroge ai di eko-atmosfer dapat me ga ami per ubaha kimia da fotokimia, sehi gga dapat kemba i ke itosfer da hidrosfer ber sama-sama air huja . Io amo ium dapat diasimi asi ta ama da mikroba, se a jut ya diubah me jadi asam ami o atau se yawa N ai . Di da am se , ammo ia direaks ika o eh g utamat atau g utami si tase atau me ga ami proses ami asi a gsu g de ga asam-ketokarboksi at sehi gga berubah me jadi asam ami o. 101

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢

¡

¡

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¢ ¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¢

¢

¡

¡

¡ ¡

c. Nitrifikasi Da am proses itrifikasi, ammo ia (NH3) atau io NH4+ dioksidasi me jadi itrit da itrat de ga reaksi sebagai berikut: NH4+ + 1,5 H2O NO2- + 0 ,5 O2 NO2- + 2 H+ + H2O (∆ G = -66 Kka ) NO3(∆ G = -17 Kka ) Proses i i di akuka o eh mikroba khemoototrof, ya g me ggu aka e ergi ya u tuk asimi asi karbo da am be tuk CO2. Kedua a gkah reaksi ya g me ghasi ka e erg i i i di akuka o eh jasad ya g berbeda, tetapi reaksi ya ber a gsu g bersamaa sehi gga jara g terjadi akumu asi NO2-. Da am reaksi tersebut dihasi ka io H+, sehi gga ada kemu gki a dapat me uru ka pH i gku ga . Di da am ta ah, ge us utama pe goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrosomo as da ya g domi a m e ghasi ka itrat ada ah Nitrobacter. Mikroba ai ya g mampu me goksidasi ammo ia me jadi itrit ada ah Nitrospira, Nitrosococcus, da Nitroso obus. Se ai Ni trobacter, mikroba ai ya g mampu me gubah itrit me jadi itrat ada ah Nitrosp ira, da Nitrococcus. Bakteri ta ah ya g me goksidasi ammo ium me jadi itrit da itrat umum ya mempu yai sifat khemoautotrofik. Ke ompok bakteri i i mampu me ggu aka se yawa a orga ik sebagai satu-satu ya sumber e ergi da me ggu aka CO 2 sebagai sumber karbo . Se ai itu terdapat mikroba heterotrof baik bakteri mau pu jamur juga berpera da am proses itrifikasi. d. Reduksi Nitrat (De itrifika si) Io itrat dapat diubah me jadi baha orga ik o eh mikroba me a ui proses as imi asi reduksi itrat. Seke ompok mikroba heterotrof termasuk bakteri, jamur da a gae dapat mereduksi itrat. Proses i i me ggu aka sistem e sim itrat da itrit reduktase, membe tuk ammo ia ya g kemudia disi tesis me jadi protei . Pad a i gku ga ta pa oksige , io itrit dapat berfu gsi sebagai aseptor e ektro terakhir, ya g dike a sebagai proses respirasi itrat atau asimi asi itrat. Da am proses desimi asi reduksi itrat, itrat diubah me jadi baha tereduksi seda g se yawa orga ik dioksidasi. Pada keadaa a aerob, reaksi i i ebih ba yak me ghasi ka e ergi diba di gka e ergi ya g dihasi ka o eh reaksi ferme tasi. Ada dua tipe desimi asi reduksi itrat. Seke ompok mikroba faku tatif a aerob seper ti A ca ige es, Escherichia, Aeromo as, E terobacter, Baci us, F avobacterium, Nocardia, Spiri um, Staphy ococcus, da Vibrio mampu mereduksi itrat me jadi itrit 102

¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢

¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¡ ¢

¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¢

¡ ¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¢ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¢¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡

da am keadaa a aerob. Nitrit ya g dihasi ka diekskresika , sehi gga mikroba da pat mereduksi ya me a ui hidroksi ami ke ammo ium. E sim ya g bekerja pada reak si tersebut me ibatka sistem e sim itrat reduktase da itrit reduktase. Mikro ba pereduksi itrat seperti Paracoccus de itrifica s, Thiobaci us de itrifica s da beberapa Pseudomo as mempu yai tahap reaksi reduksi ya g ebih e gkap seba gai berikut: NO3NO2NO N2O N2 Reaksi de itrifikasi i i dapat terjadi da am keadaa i gku ga a aerob pada teka a oksige ya g sa gat re dah (reduktif). Wa aupu demikia de itrifikasi juga dapat terjadi da am keadaa aerob apabi a terdapat mikrohabitat a io . Mikroba de itrifikasi utama di da am ta ah ia ah ge era Pse udomo as da A ca ige es. Mikroba ai ya g juga mampu mereduksi itrat ada ah A zospiri um, Rhizobium, Rhodopseudomo as, da Propio ibacterium. 4. Tra sformasi fosfor o eh mikroba Mikroba ta ah dapat berpera da am proses pe yediaa u sur hara u tuk ta ama . Pada ta ah-ta ah kahat u sur hara terte tu ya g per u masuka ti ggi u tuk mema ipu asi secara kimia agar ketersediaa ya me i gkat, maka pe yediaa secara bio ogis de ga me ggu aka mikroba me jadi sa gat pe ti g. Ke y ataa di a am, pada rhizosfer (daerah sekitar perakara ) setiap ta ama merupaka habitat ya g sa gat baik u tuk pertumbuha mikroba. O eh kare a ya pe ggu aa mikroba ya g hidup di rhizosfer ya g dapat me i gkatka serapa u sur hara ta am a me jadi perhatia utama pada kajia i i. Mikroba ya g berpera da am tra sfor masi P da am ta ah ada ah mikoriza ya g bersimbiosis de ga perakara ta ama da mikroba pe arut fosfat ya g hidup bebas di daerah perakara . a. Vesiku ar Arbu sku ar Mikoriza Pada keadaa ta ah ya g kura g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama , te ah ditemuka ada ya simbiosis ta ama de ga seje is jamur ya g disebu t mikoriza. Mikoriza terdiri atas beberapa macam spesies, simbio u tuk ta ama perta ia pada umum ya ada ah e domikoriza ya g dike a sebagai vesiku ar arbusk u ar mikoriza (VAM). Ta ama memer uka mikoriza u tuk pe gambi a u sur hara te rutama kemampua ya u tuk me i gkatka serapa P, sehi gga dapat memba tu pertum buha ta ama terutama pada ta ah-ta ah kahat P. 103

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¢¢

¡ ¡

¡

¡¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡

¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢

¡

¢

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡

¡

¡

¢ ¢ ¡ ¡

¡

¡

¡¡

¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¢ ¢¢

¢

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¢

¡

¢

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza Ektomikoriza Perakara ta ama ya g teri feksi mikoriza mempu yai daya serap ya g ebih besar terhadap air da u sur hara, khusus ya P, apabi a diba di gka de ga ta ama t a pa mikoriza. Ha i i disebabka ada ya mise ium jamur mikoriza ya g tumbuh ke uar dari akar sehi gga daya ja gkau da uas permukaa perakara me i gkat, akib at ya dapat memperbesar daya serap akar. Diduga bahwa hifa ekster a mikoriza me yerap io secara i tersepsi da me a ui pertukara ko tak a gsu g, sehi gga pe yerapa io o eh ta ama de ga cara tersebut me jadi ebih besar, seda gka pe yerapa secara difusi da a ira massa tetap ber a gsu g. De ga demikia pada ketersediaa P ya g sama, maka ta ama bermikoriza dapat me yerap P ya g ebih b esar apabi a diba di gka de ga ta ama ta pa mikoriza. Ta ama bermikoriza mem pu yai daya serap akar ya g ebih besar sehi gga me gakibatka u sur hara ya g d apat diserap o eh ta ama juga me i gkat. O eh kare a sifat da cara pe yerapa u sur hara ya g berbeda satu sama ai , maka jum ah u sur hara ya g dapat disera p o eh ada ya mise ium jamur mikoriza i i kemu gki a juga berbeda, da ha i i dapat me yebabka respo mikoriza pada serapa u sur hara terte tu sa gat besar tetapi u tuk u sur hara ya g ai tidak sama. Pe yerapa u sur hara o eh ta ama dapat secara pasif da aktif, ada ya g 104

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

berpe dapat bahwa pe garuh mikoriza ebih yata pada u sur hara ya g terutama di serap ta ama secara pasif da sifat io ya tidak i cah, seperti fosfor ya g te rutama diserap o eh akar secara difusi. Fosfor merupaka u sur pe ti g pe yusu ATP, da ATP merupaka be tuk e ergi ti ggi ya g sa gat berpera a da am pe yera pa u sur hara secara aktif, sehi gga pe i gkata serapa fosfor memu gki ka pe i gkata serapa u sur hara ai ya g diserap secara aktif o eh perakara ta am a . Mikoriza ada ah suatu be tuk hubu ga simbiosis mutua istik a tara jamur (my kus) ta ah ke ompok terte tu da perakara (rhiza) tumbuha ti gkat ti ggi. Berd asarka struktur tubuh ya da cara i feksi terhadap ta ama i a g, mikoriza dapa t dike ompokka ke da am 3 go o ga besar yaitu E domikoriza, Ektomikoriza, da Ekte domikoriza. E domikoriza ebih dike a de ga Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza atau disi gkat VAM, kare a pada simbiosis de ga perakara dapat membe tuk arbu sku da vesiku a di da am akar ta ama . Berdasarka struktur arbusku atau vesi ku a ya g dibe tuk, maka VAM dapat digo o gka ke da am 2 sub ordo, yaitu Gigasp oi ae da G omi ae. Sub ordo Gigaspoi ae terdiri atas satu fami i Gigaspoceae ya g bera ggotaka 2 ge us yaitu Gigaspora sp. da Scute ospora sp. Kedua ge us i i tidak membe tuk struktur vesiku a tetapi ha ya membe tuk arbusku apabi a ber asosiasi de ga akar tumbuha . Sa ah satu a ggota sub ordo G omi ae ada ah G omu s sp. Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza merupaka simbiosa a tara jamur ta ah ya g t ermasuk ke ompok E dogo a es de ga semua ta ama ya g termasuk da am Bryophyta, Pteridophyta, Gym ospermae da A giospermae, kecua i pada fami i Cruciferae, Ch e opodiaceae da Cyperaceae ya g be um diketahui ada ya simbiosis de ga jamur t ersebut. Simbiosis a tara ta ama de ga mikoriza terjadi de ga ada ya pemberia karbohidrat dari ta ama kepada jamur da pemberia u sur hara terutama P dari jamur kepada ta ama . O eh kare a itu perkemba ga mikoriza pada akar sa gat te rga tu g pada ti gkat fotosi tesis ta ama i a g. Jamur membutuhka se yawa carb o ya g dihasi ka o eh ta ama i a g, sehi gga kemampua ta ama u tuk me sup a i se yawa carbo dari hasi fotosi tesis me e tuka keberhasi a ta ama bersimb iosis de ga jamur. Akar ta ama dapat me ghasi ka se yawa ya g dapat mera gsa g pertumbuha jamur VAM. Se yawa tersebut berupa f avo oid ya g disebut eupa iti (3,5-dihidroksi-6,7-dimetoksi-4-hidroksi f avo ) ya g dapat mera gsa g 105

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢¢

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢

¢ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡

¡ ¡

¡

¢ ¡ ¡

¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡

¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¡

¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

106

¢

pertumbuha hifa VAM, se ai itu ada se yawa ai ya g be um teride tifikasi ya g dapat berfu gsi sebagai mo eku si ya u tuk terjadi ya simbiosis ta ama -VAM. Bagia pe ti g dari VAM ada ah ada ya hifa ekster a ya g dibe tuk di uar akar ta ama . Hifa i i memba tu memper uas daerah pe yerapa akar ta ama . Jum ah mis e ium ekster a dapat me capai 80 cm per cm pa ja g akar, ya g perkemba ga ya d ipe garuhi o eh keadaa ta ah terutama aerasi. De ga semaki uas ya daerah pe yerapa akar maka semaki besar pu a daya serap akar ya, sehi gga ada ya mikoriz a pada perakara ta ama aka dapat me i gkatka pe yerapa u sur hara. Pe yerap a air o eh akar juga me jadi ebih besar, sehi gga ta ama ebih taha terhadap kekeri ga . Ma faat ai ada ya mikoriza ada ah dapat me i gkatka ketaha a te rhadap sera ga patoge akar, da dapat memproduksi hormo da zat pe gatur tumb uh ya g me gu tu gka bagi pertumbuha ta ama . Vesiku ar Arbusku ar Mikoriza me mpu yai struktur hifa ekster a da hifa i ter a , hifa gu u g, arbusku da ves iku a. Hifa jamur mikoriza tidak bersekat, tumbuh dia tara se -se korteks da b ercaba g-caba g di da am se tersebut. Di da am jari ga ya g dii feksi dibe tuk hifa ya g berge u g-ge u g atau bercaba g-caba g ya g seri g disebut arbusku . Arbusku merupaka caba g-caba g hifa dikotom, struktur i i aka tampak sebagai massa protop asma ya g berbutir-butir da bercampur baur de ga protop asma se ta ama . Arbusku mempu yai hifa bercaba g ha us ya g dapat me i gkatka 2-3 ka i uas permukaa p asmo ema akar, da diduga berpera sebagai pemi dah u sur har a a tara jamur da ta ama i a g. Arbusku dapat dibe tuk dua sampai tiga hari s ete ah i feksi jamur terjadi pada perakara . Vesiku a me ga du g ipida, terutam a berfu gsi sebagai orga pe yimpa . Apabi a se kortek rusak, vesiku a dapat di bebaska ke da am ta ah, da se a jut ya dapat berkecambah da merupaka propagu i fektif. Perakara ya g teri feksi VAM tidak terjadi perubaha yata secara f isik, sehi gga ha ya dapat dideteksi de ga tek ik pewar aa da diamati de ga mikroskop. Di da am ta ah, mikoriza dapat membe tuk spora ya g tumbuh satu-satu atau berke ompok ya g disebut sporokarp. Berdasarka tipe spora ya, dibedaka ya g dapat membe tuk k amidospora, yaitu ge era G omus, Sc erocystis, da Comp exi pes. Seda gka ya g membe tuk asigospora ada ah ge era Gigaspora, Acau ospora da E trophospora.

¡ ¡

¢

¡ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡

¡

¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡ ¢ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¡

107

¢

¢¢

Pe garuh ya g me gu tu gka dari mikoriza u tuk pertumbuha ta ama , ya g me u j ukka bahwa ta ama ya g bermikoriza mempu yai berat keri g ya g ebih besar dar i ta ama ya g tidak bermikoriza. Ta ama ya g bermikoriza tumbuh orma seda gk a ta ama ta pa mikoriza me u jukka geja a defisie si P. Mikoriza memperbaiki pertumbuha ta ama de ga ja a me i gkatka pe yerapa u suru sur hara dari da am ta ah, terutama u sur P. O eh kare a P merupaka hara utama u tuk pertumbuha ta ama , maka pe garuh i feksi mikoriza sa gat yata. De ga demikia respo p ertumbuha ta ama merupaka akibat a gsu g ataupu tidak a gsu g dari perbaik a pe yerapa P. Se ai itu juga diduku g o eh pe i gkata serapa u sur-u sur ai , seperti N, S, Z da Cu. b. Mikroba Pe arut Fosfat Bakteri ya g diketahui d apat me arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Baci us, Pseud omo as, Arthrobacter, Micrococcus, Streptomyces, da F avobacterium. Spesies-spe sies bakteri ya g mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat ada ah Pseudomo as striata, P. ratho is, Baci us po ymyxa, da Baci us megaterium. Semua bakte ri tersebut mempu yai kemampua ya g stabi da am me arutka P tidak tersedia da am ta ah da batu fosfat. Keba yaka bakteri ya g dapat me arutka fosfat ada a h bakteri pembe tuk spora. Se ai bakteri, berbagai jamur ya g diketahui dapat m e arutka fosfat ada ah bermacam-macam spesies dari ge era Aspergi us, Pe ici ium da khamir. Beberapa varitas dari spesies jamur Aspergi us iger mempu yai daya ti ggi u tuk me arutka fosfat. Mikroba pe arut fosfat heterotrof dapat me ghasi ka asam-asam orga ik. Berbagai asam orga ik tersebut terutama asam-asam h idroksi dapat me gikat secara khe at da membe tuk komp eks ya g re atif stabi de ga katio -katio Ca2+, Mg2+, Fe3+, da A 3+, sehi gga fosfat ya g semu a ter ikat o eh katio -katio tersebut me jadi ter arut. Beberapa bakteri disampi g me ghasi ka asam orga ik o -vo ati juga dapat membe tuk asam vo ati . Asam orga ik ya g dihasi ka o eh satu je is bakteri dapat bermacam- macam, seperti asam g uko at. Pembe tuka asam orga ik seperti asam-asam karboksi at ya g terjadi se ama perombaka baha orga ik o eh jamur dapat me yebabka arut ya batu fosfat. Pe aruta batu fosfat dapat diketahui de ga me i gkat ya Ca ya g ter epas dari batu fosfat. Dari metode tersebut diketahui bahwa pe aruta batu fosfat me i gk at terus

¡

¡

¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¡

¢

¡

¢

¢¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢¢

¡ ¢

¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡

¢¢

¡

¡ ¢ ¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¢

¡ ¢ ¢ ¢¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

sampai hari ke 90. Pe i gkata jum ah asam karboksi at da tota keasama orga i k seba di g de ga pe i gkata pe aruta batu fosfat. Beberapa mikroba ya g bers ifat khemo itotrofik juga berpera da am prose pe aruta fosfat tidak tersedia d a am ta ah. Bakteri ke ompok Nitrosomo as da Thiobaci us berturut-turut dapat me ghasi ka asam itrat da asam su fat. Asam-asam tersebut merupaka asam kuat ya g mampu me arutka fosfat ya g berbe tuk tidak arut. D. DEKOMPOSISI BAHAN O RGANIK DAN PROSES PENGOMPOSAN 1. Dekomposisi baha orga ik Karbo didaur secara aktif a tara CO2 a orga ik da macam-macam baha orga ik pe yusu se hidup. Met abo isme ototrof jasad fotosi tetik da khemo itotrof me ghasi ka produksi prim er dari perubaha CO2 a orga ik me jadi C-orga ik. Metabo isme respirasi da fer me tasi mikroba heterotrof me gemba ika CO2 a orga ik ke atmosfer. Proses perub aha dari C-orga ik me jadi a orga ik pada dasar ya ada ah upaya mikroba da jas ad ai u tuk mempero eh e ergi. Pada proses peruraia baha orga ik da am ta ah ditemuka beberapa tahap proses. Hewa -hewa ta ah termasuk caci g ta ah memega g pera a pe ti g pada pe gha cura baha orga ik pada tahap awa proses. Baha orga ik ya g masih segar aka diha curka secara fisik atau dipoto g-poto g seh i gga ukura ya me jadi ebih keci . Perubaha se a jut ya dikerjaka o eh mikro ba. E sim-e sim ya g dihasi ka o eh mikroba merubah se yawa orga ik secara kimi a, ha i i dita dai pada baha orga ik ya g seda g me ga ami proses peruraia ma ka ka du ga zat orga ik ya g mudah terurai aka me uru de ga cepat. U sur kar bo me yusu kura g ebih 45-50 perse dari bobot keri g ta ama da bi ata g. A pabi a baha tersebut dirombak o eh mikroba, O2 aka digu aka u tuk me goksidas i se yawa orga ik da aka dibebaska CO2. Se ama proses peruraia , mikroba aka me gasimi asi sebagia C, N, P, S, da u sur ai u tuk si tesis se , jum ah ya berkisar a tara 10-70 % terga tu g kepada sifat-sifat ta ah da je is-je is mik roba ya g aktif. Setiap 10 bagia C diper uka 1 bagia N ( isbah C/N=10) u tuk membe tuk p asma se . De ga demikia C-orga ik ya g dibebaska da am be tuk CO2 da am keadaa aerobik ha ya 60-80 % dari se uruh ka du ga karbo ya g ada. Has i perombaka mikroba proses aerobik me iputi CO2, 108

¡

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡

¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¢¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¢

¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¢

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡

¢

¢

¢ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢

NH4, NO3, SO4, H2PO4. Pada proses a aerobik dihasi ka asam-asam orga ik, CH4, C O2, NH3, H2S, da zat-zat ai ya g berupa se yawa tidak teroksidasi sempur a, s erta aka terbe tuk biomassa ta ah ya g baru maupu humus sebagai hasi dekompos isi ya g re atif stabi . Secara tota , reaksi ya g terjadi ada ah sebagai beriku t: + O2 (CH2O)x Baha orga ik 2. Proses pe gomposa Kompos ada ah baha orga ik hasi proses dekomposisi da mempu yai susu a ya g re atif stabi . Kompos ba ya k digu aka u tuk memperbaiki sifat fisik da kimia ta ah. Secara a ami kompos d apat terjadi dari peruraia sisa-sisa tumbuha da hewa . Pe gomposa secara a a mi ber a gsu g de ga ambat, tetapi de ga berkemba g ya biotek o ogi maka pros es pe gomposa dapat dipercepat. Pada proses pe gomposa terjadi proses bioko ve rsi baha orga ik o eh berbagai ke ompok mikroba heterotrof. Mikroba ya g berper a da am proses tersebut mu ai dari bakteri, jamur akti omisetes da protozoa. P era a mikroba ya g bersifat se u o itik da ig i o itik sa gat besar pada pros es dekomposisi sisa ta ama ya g ba yak me ga du g ig ose u osa. Se ama pe gomp osa terjadi proses oksidasi C-orga ik me jadi CO2 ya g dapat membebaska e ergi da am be tuk pa as. Da am pe gomposa tertutup, suhu ya dapat me capai 65-75oC. Pada suhu tersebut aktivitas mikroba pada umum ya turu , da proses perombaka ya di a jutka o eh mikroba termofi ya g mu ai berkemba g apabi a suhu me i gka t sampai 50oC. Sete ah suhu turu kemba i aka ditumbuhi agi o eh mikroba mesof i , da merupaka perta da bahwa kompos sudah mu ai mata g. Dari uraia diatas m aka ba yak faktor ya g mempe garuhi prose pe gomposa , seperti isbah C/N baha ya g aka dikomposka , ukura baha , ke embaba da aerasi, suhu, kemasama , ada ya mikroba, da ai sebagai ya. Nisbah C/N ya g idea u tuk pe gomposa ada ah 30-40, apabi a isbah ter a u re dah ba yak itroge ya g hi a g (tidak efisie ) da apabi a ter a u ti ggi proses pe gomposa ambat. Ukura baha ya g ebih keci aka memperbesar uas permukaa , sehi gga memperbesar ko tak de ga mikrob a. Ukura ya g ter a u ha us da ka du ga e gas ya ter a u ti ggi me yebabka keadaa a aerob, sehi gga CO2 + H2O + hasi a tara + utrie + humus +se + e erg i 109

¡¡

¡

¢

¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¢ ¡ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¢

¢ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¡

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡ ¡

¡

¢

sebaik ya dicampur de ga baha kasar u tuk me ciptaka keadaa ya g aerob. Ke e mbaba optimum ya g baik a tara 50-60 %. Pe gomposa aka berja a baik jika pH awa sedikit asam (pH 6), da se ama pe gomposa pada keadaa etra , sete ah pH me i gkat pH sedikit a ka is (pH 7,5-8,5). Pe gomposa dapat dipercepat de ga i oku asi mikroba seperti mikroba termofi , se u o itik, ig i o itik, da sebag ai ya. Ta da-ta da kompos ya g te ah mata g ada ah berwar a cok at sampai kehita ma , tidak arut da am air da sebagia dapat tersuspe si ko oida , ekstrak da a m aruta basa berwar a ge ap (me ga du g asam humat, fu vat, da humi ), isbah C/N a tara 15-20, KPK da kapasitas adsorpsi air besar. 110

¢ ¢

¡ ¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡

¢ ¢ ¢ ¢ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¢ ¢ ¡

¡

¡ ¡ ¡

¢

¡

¡

¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¡

111

¢

XIII. PERANAN MIKROBA DI BIDANG LINGKUNGAN Akhir-akhir i i mikroba ba yak dima f aatka di bida g i gku ga , terutama u tuk me gatasi masa ah pe cemara i gku ga , baik di i gku ga ta ah maupu peraira . Baha pe cemar dapat bermacam-mac am mu ai dari baha ya g berasa dari sumber-sumber a ami sampai baha si tetik, de ga sifat ya g mudah dirombak (biodegradab e) sampai sa gat su it bahka tid ak bisa dirombak (reka sitra / o biodegradab e) maupu bersifat meracu bagi ja sad hidup de ga baha aktif tidak rusak da am waktu ama (persiste ). Da am ha i i aka dibahas beberapa pema faata mikroba da am proses peruraia baha pe c emar da pera ai ya u tuk me gatasi baha pe cemar. A. PERURAIAN/BIODEGRADASI BAHAN PENCEMAR (POLUTAN) 1. Mikroba da am pembersiha air Ba yak mikroba ya g t erdapat da am air imbah me iputi mikroba aerob, a aerob, da faku tatif a aerob ya g umum ya bersifat heterotrof. Mikroba tersebut keba yaka berasa dari ta a h da sa ura pe cer aa . Bakteri co o (co iforms) terutama Escherichia co i se ri g digu aka sebagai i deks pe cemara air. Bakteri tersebut berasa dari sa u ra pe cer aa ma usia da hewa ya g dapat hidup ama da am air, sehi gga air y a g ba yak me ga du g bakteri tersebut dia ggap tercemar. U tuk me gura gi mikro ba pe cemar dapat digu aka sari ga pasir atau trick i g fi ter ya g segera mem be tuk e dir di permukaa baha pe yari g, sehi gga dapat me yari g bakteri mau pu baha ai u tuk pe guraia . Pe ggu aa umpur aktif juga dapat mempercepat perombaka baha orga ik ya g tersuspe si da am air. Secara kimia digu aka i de ks BOD (bio ogica oxyge dema d) da COD (chemica oxyge dema d). Pri sip pero mbaka baha da am imbah ada ah oksidasi, baik oksidasi bio ogis maupu oksidas i kimia. Semaki ti ggi baha orga ik da am air me yebabka ka du ga oksige te r arut semaki keci , kare a oksige digu aka o eh mikroba u tuk me goksidasi b aha orga ik. Ada ya baha orga ik ti ggi da am air me yebabka kebutuha mikrob a aka oksige me i gkat, ya g diukur dari i ai BOD ya g me i gkat. U tuk mempe rcepat perombaka umum ya diberi aerasi u tuk me i gkatka oksige ter arut, mis a ya de ga aerator ya g disertai pe gaduka .

¡

¢

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¡ ¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¡ ¢

¢ ¡

¢

¡

¡

¢

¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¡

¢ ¢

¡

¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡¢

¢

¡

112

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

Sete ah terjadi perombaka baha orga ik maka i ai BOD me uru sampai i ai ter te tu ya g me a daka bahwa air sudah bersih. Da am suasa a aerob baha -baha da pat dirubah me jadi su fat, fosfat, ammo ium, itrat, da gas CO2 ya g me guap. U tuk me ghi a gka su fat, ammo ium da itrat dari air dapat me ggu aka berba gai cara. De ga diberika suasa a ya g a aerob maka su fat direduksi me jadi ga s H2S, ammo ium da itrat dirubah me jadi gas N2O atau N2. 2. A ki Be zi Su f o at (ABS) A ki be zi su fo at (ABS) ada ah kompo e deterge , ya g merupaka zat aktif ya g dapat me uru ka tega ga muka sehi gga dapat digu aka sebagai p embersih. ABS mempu yai Na-su fo at po ar da uju g a ki o -po ar. Pada proses pe cucia , uju g po ar i i me ghadap ke kotora ( emak) da uju g po ar ya me g hadap ke uar (ke-air). Bagia a ki dari ABS ada ya g i ier da o - i ier (ber caba g). Bagia ya g bercaba g ABS- ya ebih kuat da berbusa, tetapi ebih suka r terurai sehi gga me yebabka bada air berbuih. Su it ya peruraia i i disebab ka kare a atom C tersier memb okir beta-oksidasi pada a ki . Ha i i dapat dihi dari apabi a ABS mempu yai a ki ya g i ier. 2. P astik P astik ba yak kegu aa ya tetapi po imer si tetik p astik sa gat su it dirombak secara a amiah. Ha i i me gakibatka imbah ya g p astik semaki me umpuk da dapat me cemari i gku ga . Akhir-akhir i i sudah mu ai diproduksi p astik ya g mudah terurai. P astik terdiri atas berbagai se yawa ya g terdiri po ieti e , po istire , da po ivi i k orida. Baha -baha tersebut bersifat i ert da reka sitra . Se yawa ai pe yusu p astik ya g disebut p asticizers terdiri: (a) ester asam emak (o eat, ri si o eat, adipat, aze at, da sebakat serta turu a mi yak tumbuha , (b) ester a sam phtha at, ma eat, da fosforat. Baha tambaha u tuk pembuata p astik seper ti Phtha ic Acid Esters (PAEs) da Po ych ori ated Biphe y s (PCBs) sudah diketa hui sebagai karsi oge ya g berbahaya bagi i gku ga wa aupu da am ko se trasi re dah. Dari a am te ah ditemuka mikroba ya g dapat merombak p astik, yaitu te rdiri bakteri, akti omycetes, jamur da khamir ya g umum ya dapat me ggu aka p asticizers sebagai sumber C, tetapi ha ya sedikit mikroba ya g te ah ditemuka

¡

¢ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¢ ¢ ¡

¡

¡

¡

113

¢

¢

¢

mampu merombak po imer p astik ya yaitu jamur Aspergi us fischeri da Paeci omy ces sp. Seda gka mikroba ya g mampu merombak da me ggu aka sumber C dari p st icizers yaitu jamur Aspergi us iger, A. Versico or, C adosporium sp.,Fusarium sp., Pe ici ium sp.,Trichoderma sp., Vertici ium sp., da khamir Zygosaccharom yces drosophi ae, Saccharomyces cerevisiae, serta bakteri Pseudomo as aerugi osa , Brevibacterium sp. da akti omisetes Streptomyces rubrireticu i. U tuk dapat m erombak p astik, mikroba harus dapat me gko tami asi apisa p astik me a ui mua ta e ektrostatik da mikroba harus mampu me ggu aka kompo e di da am atau pad a apisa p astik sebagai utrie . P asticizers ya g membuat p astik bersifat f eksibe seperti adipat, o eat, risi o eat, sebakat, da turu a asam emak ai ce deru g mudah digu aka , tetapi turu a asam phtha at da fosforat su it digu aka u tuk utrisi. Hi a g ya p asticizers me yebabka apisa p astik me jadi r apuh, daya re ta g me i gkat da daya u ur berkura g. 3. Mi yak Bumi Mi yak bumi tersusu dari berbagai macam mo eku hidrokarbo a ifatik, a isik ik, da aroma tik. Mikroba berpera a pe ti g da am me guraika mi yak bumi i i. Ketaha a mi yak bumi terhadap peruraia o eh mikroba terga tu g pada struktur da berat mo e ku ya. Fraksi a ka a ra tai C pe dek, de ga atom C kura g dari 9 bersifat mera cu terhadap mikroba da mudah me guap me jadi gas. Fraksi -a ka a ra tai C sed a g de ga atom C 10-24 pa i g cepat terurai. Semaki pa ja g ra taia karbo a ka a me yebabka maki su it terurai. Ada ya ra taia C bercaba g pada a ka a ak a me gura gi kecepata peruraia , kare a atom C tersier atau kuarter me gga ggu meka isme biodegradasi. Apabi a diba di gka maka se yawa aromatik aka ebih ambat terurai daripada a ka a i ier. Seda g se yawa a isik ik seri g tidak dapa t digu aka sebagai sumber C u tuk mikroba, kecua i mempu yai ra tai sampi g a i fatik ya g cukup pa ja g. Se yawa i i dapat terurai kare a kometabo isme beberap a strai mikroba de ga metabo isme sa i g me e gkapi. Jadi wa aupu se yawa hid rokarbo dapat diuraika o eh mikroba, tetapi be um ditemuka mikroba ya g berke mampua e zimatik e gkap u tuk pe guraia hidrokarbo secara sempur a.

¡

¢ ¡

¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡

¢

¡

¢

¡

¡

¡

¡ ¢

¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¢

¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¢

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡ ¢

¢

¢¢ ¡ ¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¢

¡

¡

¢ ¢

¡ ¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¢

¢¢

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢

¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢

¡ ¡

¢ ¡ ¢

¡ ¡ ¡

¡

¢ ¡ ¡ ¡

¡

¢¢ ¡

¡ ¢

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¢

¢

¡

¡ ¡

¡

¢

¢¢ ¢

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡¢

¢

¢ ¡

4. Pestisida / Herbisida Macam pestisida kimia si tetik ya g te ah digu aka sam pai sekara g jum ah ya me capai ribua . Pestisida ya g digu aka u tuk membera t as hama maupu herbisida ya g digu aka u tuk membersihka gu ma, sekara g sudah me gakibatka ba yak pe cemara . Ha i i disebabka sifat pestisida ya g sa gat taha terhadap peruraia secara a ami (persiste ). Co toh pestisida ya g persis te si ya sa gat ama ada ah DDT, Die dri , BHC, da ai - ai . Wa aupu sekara g te ah ba yak dikemba gka pestisida ya g mudah terurai (biodegradab e), tetapi ke yataa ya masih ba yak digu aka pestisida ya g bersifat reka sitra . Wa aupu da am dosis re dah, tetapi de ga terjadi ya biomag ifikasi maka ka du ga pes tisida di i gku ga ya g sa gat re dah aka dapat terakumu asi me a ui ra tai m aka a , sehi gga dapat membahayaka kehidupa makh uk hidup termasuk ma usia. U tuk me gatasi pe cemara tersebut, sekara g ba yak dipe ajari biodegradasi pesti sida/ herbisida. Proses biodegradasi pestisida dipe garuhi o eh struktur kimia p estisida, sebagai berikut: a. Semaki pa ja g ra tai karbo a ifatik, semaki mu dah me ga ami degradasi. b. Ketidak je uha da percaba ga ra tai hidrokarbo a ka mempermudah degradasi. c. Jum ah da keduduka atom-atom C1 pada ci ci a ar omatik sa gat mempe garuhi degradasi. Misa 2,4 D (2,4-dik orofe o asam asetat) ebih mudah dirombak di da am ta ah diba di gka de ga 2,4,5-T (2,4,5trik orof e oksi asam asetat) d. Posisi terikat ya ra tai sampi g sa gat me e tuka kemuda ha degradasi pestisida. B. PERAN LAIN MIKROBA UNTUK MENGATASI MASALAH PENCEMARA N 1. Biopestisida Pestisida mikroba termasuk biopestisida ya g te ah ba yak digu aka u tuk me gga tika pestisida kimia si tetik ya g ba yak me cemari i gku g a . Pe ggu aa pestisida mikroba merupaka bagia dari pe ge da ia hama secara hayati 114

¡

¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡

¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¡ ¢

¢

¢

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

me ggu aka parasit, hiperparasit, da predator. Sa ah satu keu tu ga pestisida ya g dikemba gka dari mikroba ada ah (a) dapat berkemba g biak secara cepat da am jasad i a g ya (hospes), (b) dapat bertaha hidup di uar hospes, (c) sa gat mudah tersebar di a am. Namu mempu yai ke emaha tidak secara aktif me cari ho spes atau hama sasara ya. Mikroba ya g te ah dikemba gka u tuk biopestisida ad a ah berbagai macam mikroba sebagai berikut: a. Virus pe yebab pe yakit hama, se perti NPV ( uc ear po yhidrosis virus), CPV (cytop asmic po yhidrosis virus), da GV (gra u osis virus) u tuk me ge da ika Lepidoptera. Bacu ovirus u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, da diptera. b. Bakteri ya g dapat mematika sera gga hama, ya g terke a ada ah Baci us thuri gie sis (Bt). Bakteri i i dap at digu aka u tuk me ge da ika Lepidoptera, Hyme optera, diptera, da co eopte ra. Bakteri i i dapat me ghasi ka krista protei toksi ya g dapat mematika s era gga hama. Se ai itu ada bakteri ai seperti Pseudomo as aerugi osa da Pro teus vu garis u tuk me ge da ika be a a g, Pseudomo as septica da Baci us ar vae u tuk hama kumba g, Baci us sphaericus u tuk me ge da ika yamuk, da B. M oritai u tuk me ge da ika a at. c. Jamur ya g termasuk e tomophagus dapat digu aka u tuk me ge da ika hama. Sebagai co toh Metarhizium a isop iae dapat digu aka u tuk me ge da ika kumba g Rhi oceros i aci us da da be a a g coke at. Beauveria dapat bassia a digu aka u tuk u tuk me ge da ika kumba g ke ta g, N omurea ri evi u tuk me ge da ika epidoptera, Paecy omyces 2. Logam Berat Limba h pe amba ga emas da tembaga (tai i g) ya g ba yak me ga du g ogam berat teru tama air raksa (Hg), i dustri ogam da pe yamaka ku it ba yak me ghasi ka im bah ogam berat terutama cadmium (Cd), serta pe ggu aa pupuk (misa ya pupuk fo sfat) ya g me ga du g ogam berat seperti Hg, Pb, da Cd, sekara g ba yak me imb u ka masa ah pe cemara ogam berat. Logam berat da am ko se trasi re dah dapat membahayaka kehidupa kare a afi itas ya ya g ti ggi G ioc adium roseum me ge da ika ematoda. 115

¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢

¡ ¡

¢

¡

¡

¡

¢ ¡

¡ ¢¢

¡

¡

¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡ ¢ ¡

¡

¢ ¡

¡

¡

¡ ¡

¢

¡ ¡

¡ ¡

¡

¡ ¡

¢ ¢

¡

¢

¢¢

¡ ¢ ¢ ¡ ¢

¢

¡ ¡ ¡

¡

¢

¡ ¡

¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¢ ¡

¢

¡

¡

¡

¡

¡ ¡

¡¡ ¢ ¢

¡ ¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢ ¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢

¡ ¡ ¡

¢

¢

¡ ¡

116

¢

de ga sistem e zim da am se , sehi gga me yebabka i aktivasi e zim da berbaga i ga ggua fisio ogi se . Bakteria dapat me ghasi ka se yawa pe gkhe at ogam y a g berupa iga berberat mo eku re dah ya g disebut siderofor. Siderofor dapat membe tuk komp eks de ga ogam- ogam termasuk ogam berat. Umum ya pe gkhe ata ogam berat o eh bakteri ada ah sebagai meka isme bakteri u tuk mempertaha ka diri terhadap toksisitas ogam. Bakteri ya g taha terhadap toksisitas ogam be rat me ga ami perubaha sistem tra sport di membra se ya, sehi gga terjadi pe o aka atau pe gura ga ogam ya g masuk ke da am sitop asma. De ga demikia o gam ya g tidak dapat me ewati membra se aka terakumu asi da die dapka atau dijerap di permukaa se . U tuk me gambi ogam berat ya g sudah terakumu asi o eh bakteri, dapat di akuka beberapa cara. Logam dari imbah cair dapat dipisahk a de ga mema e mikroba. Logam ya g berada da am ta ah ebih su it u tuk dipis ahka , tetapi ada cara pe gambi a ogam me ggu aka ta ama pe gakumu asi ogam berat. Ta ama ya g termasuk sawi-sawia (misa Brassica ju cea) dapat digu aka bersama-sama de ga rhizobacteria pe gakumu asi ogam (misa Pseudomo as f uor esce s) u tuk me gambi ogam berat ya g me cemari ta ah. Se a jut ya ogam ya g te ah terserap ta ama dapat dipa e da dibakar u tuk memisahka ogam berat y a. DAFTAR PUSTAKA 1. Madiga et a ., 1995. Bio ogy of microorga isms, Pre tice H a , I c., New Jersey. 2. Sch ege , H.G., 1986. Ge era microbio ogy, Cambridge U iversity Press, Cambridge. 3. Sta ier, R.Y., E.A. Ade berg, JL.I graham, 1980. The Microbia Word, Pre tice Ha , I c., New Jersey. 4. Metti g, F.B. (1993). S oi Microbia Eco ogy.App icatio s i Agricu ture a d E viro me t Ma ageme t.Mar ce Dekker. I c. NY

¡

¢ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¢

¢ ¡ ¢

¡

¢

¢ ¡

¡

¢

¡ ¡

¢ ¡

¢ ¡

¢

¡

¢ ¡

¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¡

¡

¢

¡

¢

¡ ¡

¡

¡

¡

¡ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¡

¢

¡

¢ ¡ ¢ ¢ ¡¢

¢

¡

¡

¢

¡ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¡ ¡

¢

¢ ¡ ¢

¢

¢

¡

¢

¡

¢

¡ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢ ¢ ¢

¡

¡

¡ ¡

¢ ¡ ¡ ¡ ¢¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡

¢ ¡ ¢ ¡

¡

¡

¡

¢ ¢

¡

¢

¢

¢ ¡ ¡ ¢ ¢ ¢ ¡

¢ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¢ ¢ ¡ ¡ ¡ ¡ ¡

¢

¢

¢

¡ ¡

¢ ¢ ¡

¡

¡

¢

¡ ¢

¢

¡

¢

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡

¡ ¡ ¡

¡ ¡ ¡ ¢ ¡ ¢ ¢

¢ ¡ ¡ ¢¢ ¢ ¡ ¡

¡

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->