P. 1
Proses Kehamilan

Proses Kehamilan

2.0

|Views: 5,701|Likes:
Published by windy adriati

More info:

Published by: windy adriati on Feb 21, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

08/28/2014

pdf

text

original

Proses Kehamilan

Proses Kehamilan DEFINISI Kehamilan adalah suatu keadaan dimana janin dikandung di dalam tubuh wanita, yang sebelumnya diawali dengan proses pembuahan dan kemudian akan diakhiri dengan proses persalinan, PEMBUAHAN Pembuahan (Konsepsi) adalah merupakan awal dari kehamilan, dimana satu sel telur dibuahi oleh satu sperma. Ovulasi (pelepasan sel telur) adalah merupakan bagian dari siklus menstruasi normal, yang terjadi sekitar 14 hari sebelum menstruasi. Sel telur yang dilepaskan bergerak ke ujung tuba falopii (saluran telur) yang berbentuk corong , yang merupakan tempat terjadinya pembuahan. Jika tidak terjadi pembuahan, sel telur akan mengalami kemunduran (degenerasi) dan dibuang melalui vagina bersamaan dengan darah menstruasi. Jika terjadi pembuahan, maka sel telur yang telah dibuahi oleh sperma ini akan mengalami serangkaian pembelahan dan tumbuh menjadi embrio (bakal janin). Jika pada ovulasi dilepaskan lebih dari 1 sel telur dan kemudian diikuti dengan pembuahan, maka akan terjadi kehamilan ganda, biasanya kembar 2. Kasus seperti ini merupakan kembar fraternal. Kembar identik terjadi jika pada awal pembelahan, sel telur yang telah dibuahi membelah menjadi 2 sel yang terpisah atau dengan kata lain, kembar identik berasal dari 1 sel telur. Pada saat ovulasi, lapisan lendir di dalam serviks (leher rahim) menjadi lebih cair, sehingga sperma mudah menembus ke dalam rahim. Sperma bergerak dari vagina sampai ke ujung tuba falopii yang berbentuk corong dalam waktu 5 menit. Sel yang melapisi tuba falopii mempermudah terjadinya pembuahan dan pembentukan zigot (sel telur yang telah dibuahi). IMPLANTASI & PERKEMBANGAN PLASENTA Implantasi adalah penempelan blastosis ke dinding rahim, yaitu pada tempatnya tertanam. Blastosis biasanya tertanam di dekat puncak rahim, pada bagian depan maupun dinding belakang. Dinding blastosis memiliki ketebalan 1 lapis sel, kecuali pada daerah tertentu terdiri dari 3-4 sel.

Sel-sel di bagian dalam pada dinding blastosis yang tebal akan berkembang menjadi embrio, sedangkan sel-sel di bagian luar tertanam pada dinding rahim dan membentuk plasenta (ari-ari). Plasenta menghasilkan hormon untuk membantu memelihara kehamilan dan memungkin perputaran oksigen, zat gizi serta limbah antara ibu dan janin. Implantasi mulai terjadi pada hari ke 5-8 setelah pembuahan dan selesai pada hari ke 910. Dinding blastosis merupakan lapisan luar dari selaput yang membungkus embrio (korion). Lapisan dalam (amnion) mulai dibuat pada hari ke 10-12 dan membentuk kantung amnion. Kantung amnion berisi cairan jernih (cairan amnion) dan akan mengembang untuk membungkus embrio yang sedang tumbuh, yang mengapung di dalamnya. Tonjolan kecil (vili) dari plasenta yang sedang tumbuh, memanjang ke dalam dinding rahim dan membentuk percabangan seperti susunan pohon. Susunan ini menyebabkan penambahan luas daerah kontak antara ibu dan plasenta, sehingga zat gizi dari ibu lebih banyak yang sampai ke janin dan limbah lebih banyak dibuang dari janin ke ibu. Pembentukan plasenta yang sempurna biasanya selesai pada minggu ke 18-20, tetapi plasenta akan terus tumbuh selama kehamilan dan pada saat persalinan beratnya mencapai 500 gram. PERKEMBANGAN EMBRIO Embrio pertama kali dapat dikenali di dalam blastosis sekitar 10 hari setelah pembuahan. Kemudian mulai terjadi pembentukan daerah yang akan menjadi otak dan medulla spinalis, sedangkan jantung dan pembuluh darah mulai dibentuk pada hari ke 16-17. Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke 20 dan hari berikutnya muncul sel darah merah yang pertama. Selanjutnya, pembuluh darah terus berkembang di seluruh embrio dan plasenta. Organ-organ terbentuk sempurna pada usia kehamilan 12 minggu (10 minggu setelah permbuahan), kecuali otak dan medulla spinalis, yang terus mengalami pematangan selama kehamilan. Kelainan pembentukan organ (malformasi) paling banyak terjadi pada trimester pertama (12 minggu pertama) kehamilan, yang merupakan masa-masa pembentukan organ dimana embrio sangat rentan terhadap efek obat-obatan atau virus. Karena itu seorang wanita hamil sebaiknya tidak menjalani immunisasi atau mengkonsumsi obat-obatan pada trimester pertama kecuali sangat penting untuk melindungi kesehatannya. Pemberian obat-obatan yang diketahui dapat menyebabkan malformasi harus dihindari. Pada awalnya, perkembangan embrio terjadi dibawah lapisan rahim pada salah satu sisi rongga rahim, tetapi pada minggu ke 12, janin (istilah yang digunakan setelah usia

kehamilan mencapai 8 minggu) telah mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga lapisan pada kedua sisi rahim bertemu (karena janin telah memenuhi seluruh rahim). MENENTUKAN USIA KEHAMILAN Secara konvensional, kehamilan dihitung dalam minggu, dimulai dari hari pertama menstruasi terakhir. Ovulasi biasanya terjadi 2 minggu sesudah menstruasi dan pembuahan biasanya terjadi segera setelah ovulasi, karena itu secara kasar usia embrio adalah 2 minggu lebih muda daripada jumlah minggu yang secara tradisional dipakai untuk menyatakan usia kehamilan. Dengan kata lain, seorang wanita yang hamil 4 minggu sedang mengandung embrio yang berumur 2 minggu. Jika menstruasinya tidak teratur, maka perbedaan yang pasti bisa lebih atau kurang dari 2 minggu. Untuk praktisnya, jika seorang wanita menstruasinya terlambat 2 minggu, dikatakan telah hamil 6 minggu. Kehamilan berlangsung rata-rata selama 266 hari (38 minggu) dari masa pembuahan atau 280 hari (40 minggu) dari hari pertama menstruasi. Untuk menentukan tanggal perkiraan persalinan bisa dilakukan perhitungan berikut: - tanggal menstruasi terakhir ditambah 7 - bulan menstruasi terakhir dikurangi 3 - tahun menstruasi terakhir ditambah 1. Hanya 10% wanita hamil yang melahirkan tepat pada tanggal perkiraan persalinan, 50% melahirkan dalam waktu 1 minggu dan hampir 90% yang melahirkan dalam waktu 2 minggu sebelum atau setelah tanggal perkiraan persalinan. Persalinan dalam waktu 2 minggu sebelum maupun sesudah perkiraan persalinan masih dianggap normal. Kehamilan terbagi menjadi periode 3 bulanan, yang disebut sebagai: - Trimester pertama (minggu 1-12) - Trimester kedua (minggu 13-24) - Trimester ketiga (minggu 25-persalinan).

MENDETEKSI KEHAMILAN Jika seorang wanita yang biasanya mengalami menstruasi yang teratur mengalami keterlambatan 1 minggu atau lebih, mungkin dia hamil. Pada awal kehamilan, wanita hamil bisa mengalami pembengkakan payudara dan mual, kadang disertai muntah. Pembengkakan payudara terjadi akibat bertambahnya kadar hormon wanita (terutama estrogen, juga progesteron). Mual dan muntah terjadi akibat estrogen dan HCG (human chorionic gonadotropin). Kedua hormon ini membantu memelihara kehamilan dan mulai dihasilkan oleh plasenta pada sekitar 10 hari setelah pembuahan. Pada awal kehamilan, banyak wanita yang merasa sangat lelah dan beberapa wanita mengalami perut kembung.

Jika seorang wanita hamil, serviksnya lebih lunak dan rahim juga lebih lunak dan membesar. Biasanya vagina dan serviks menjadi kebiruan sampai ungu, karena pembuluhnya penuh terisi darah. Perubahan ini bisa terlihat pada pemeriksaan panggul. Biasanya untuk menentukan kehamilan dilakukan tes kehamilan pada darah maupun air kemih. Tes kehamilan ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) bisa dengan segera dan mudah mendeteksi kadar HCG yang rendah di dalam air kemih. Selama 60 hari pertama kehamilan yang normal dengan 1 janin, kadar HCG berlipatganda setiap 2 hari. Selama kehamilan, rahim terus membesar. Pada kehamilan 12 minggu, rahim membesar keluar panggu, yaitu ke arah perut dan biasanya dapat dirasakan jika dokter memeriksa perut bagian bawah. Rahim terus membesar sampai setinggi pusar pada kehamilan 20 minggu dan sampai ke tulang iga bagian bawah pada usia kehamilan 36 minggu. Cara lain untuk mendeteksi kehamilan: 1. Mendengarkan denyut jantung janin. Denyut jantung janin bisa terdengar melalui stetoskop khusus atau USG Doppler. Dengan bantuan steteoskop khusus, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 18-20 minggu; sedangkan jika menggunakan USG Doppler, denyut jantung janin bisa terdengar pada usia kehamilan 12-14 minggu. 2. Merasakan pergerakan janin. Ibu bisa merasakan gerakan janin pada kehamilan 16-20 minggu. Wanita yang sebelumnya pernah hamil akan meraskan gerakan janin ini lebih awal. 3. Memeriksa rahim dengan USG. Rahim yang membesar bisa dilihat dengan USG pada kehamilan 6 minggu, demikian juga halnya dengan denyut jantung janin. PERUBAHAN FISIK SELAMA KEHAMILAN # Kehamilan menyebabkan banyak perubahan pada tubuh, kebanyakan perubahan ini akan menghilang setelah persalinan. Jantung dan pembuluh darah. Selama kehamilan, jumlah darah yang dipompa oleh jantung setiap menitnya (cardiac output, curah jantung) meningkat sampai 30-50%. Peningkatan ini mulai terjadi pada kehamilan 6 minggu dan mencapai puncaknya pada kehamilan 16-28 minggu. Karena curah jantung meningkat, maka denyut jantung pada saat istirahat juga meningka (dalam keadaan normal 70 kali/menit menjadi 80-90 kali/menit). Setelah mencapai kehamilan 30 minggu, curah jantung agak menurun karena rahim yang membesar menekan vena yang membawa darh dari tungkai ke jantung. Selama persalinan, curah jantung meningkat sebesar 30%,

Setelah persalinan curah jantung menurun sampai 15-25% diatas batas kehamilan, lalu secara perlahan kembali ke batas kehamilan. Peningkatan curah jantung selama kehamilan kemungkinan terjadi karena adanya perubahan dalam aliran darah ke rahim. Karena janin terus tumbuh, maka darah lebih banyak dikirim ke rahim ibu. Pada akhir kehamilan, rahim menerima seperlima dari seluruh darah ibu. Ketika melakukan aktivitas/olah raga, maka curah jantung, denyut jantung dan laju pernafasan pada wanita hamil lebih tinggi dibandingkan dengan wanita yang tidak sedang hamil. Rontgen dada dan EKG menunjukkan sejumlah perubahan dalam jantung, dan kadang terdengar murmur jantung tertentu serta ketidakteraturan irama jantung. Semua perubahan tersebut adalah normal terjadi pada masa hamil, tetapi beberapa kelainan irama jantung mungkin akan memerlukan pengobatan khusus. Selama trimester kedua biasanya tekanan darah menurun tetapi akan kembali normal pada trimester ketiga. Selama kehamilan, volume darah dalam peredaran meningkat sampai 50%, tetapi jumlah sel darah merah yang mengangkut oksigen hanya meningkat sebesar 25-30%. Untuk alasan yang belum jelas, jumlah sel darah putih (yang berfungsi melindungi tubuh terhadap infeksi) selama kehamilan, pada saat persalinan dan beberapa hari setelah persalinan, agak meningkat. # Ginjal Selama kehamilan, ginjal bekerja lebih berat. Ginjal menyaring darah yang volumenya meningkat (sampai 30-50% atau lebih), yang puncaknya terjadi pada kehamilan 16-24 minggu sampai sesaat sebelum persalinan (pada saat ini aliran darah ke ginjal berkurang akibat penekanan rahim yang membesar). Dalam keadaan normal, aktivitas ginjal meningkat ketika berbaring dan menurun ketika berdiri. Keadaan ini semakin menguat pada saat kehamilan, karena itu wanita hamil sering merasa ingin berkemih ketika mereka mencoba untuk berbaring/tidur. Pada akhir kehamilan, peningkatan aktivitas ginjal yang lebih besar terjadi pada wanita hamil yang tidur miring. Tidur miring mengurangi tekanan dari rahim pada vena yang membawa darah dari tungkai sehingga terjadi perbaikan aliran darah yang selanjutnya akan meningkatkan aktivitas ginjal dan curah jantung. # Paru-paru Ruang yang diperlukan oleh rahim yang membesar dan meningkatnya pembentukan hormon progesteron menyebabkan paru-paru berfungsi lain dari biasanya. Wanita hamil bernafas lebih cepat dan lebih dalam karena memerlukan lebih banyak oksigen untuk dirinya dan untuk janin. Lingkar dada wanita hamil agak membesar.

Lapisan saluran pernafasan menerima lebih banyak darah dan menjadi agak tersumbat oleh penumpukan darah (kongesti). Kadang hidung dan tenggorokan mengalami penyumbatan parsial akibat kongesti ini. Tekanan dan kualitas suara wanita hamil agak berubah. # Sistem pencernaan Rahim yang semakin membesar akan menekan rektum dan usus bagian bawah sehingga terjadi sembelit (konstipasi). Sembelit semakin berat karena gerakan otot di dalam usus diperlambat oleh tingginya kadar progesteron. Wanita hamil sering mengalami heartburn (rasa panas di dada) dan sendawa, yang kemungkinan terjadi karena makanan lebih lama berada di dalam lambung dan karena relaksasi sfingter di kerongkongan bagian bawah yang memungkinkan isi lambung mengalir kembali ke kerongkongan. Ulkus gastrikum jarang ditemukan pada wanita hamil dan jika sebelumnya menderita ulkus gastrikum biasanya akan membaik karena asam lambung yang dihasilkan lebih sedikit. # Kulit Topeng kehamilan (melasma) adalah bintik-bintik pigmen kecoklatan yang tampak di kulit kening dan pipi. Peningkatan pigmentasi juga terjadi di sekeliling puting susu. Sedangkan di perut bawah bagian tengah biasanya tampak garis gelap. Spider angioma (pembuluh darah kecil yang memberi gambaran seperti laba-laba) bisa muncul di kulit, biasanya di atas pinggang. Sedangkan pelebaran pembuluh darah kecil yang berdinding tipis seringkali tampak di tungkai bawah. # Hormon Kehamilan mempengaruhi hampir semua hormon di dalam tubuh. Plasenta menghasilkan sejumlah hormon untuk membantu tubuh dalam mempertahankan kehamilan. Hormon utama yang dihasilkan oleh plasenta adalah HCG, yang berperan mencegah ovulasi dan merangsang pembentukan estrogen serta progesteron oleh ovarium untuk mempertahankan kehamilan. Plasenta juga menghasilkan hormon yan gmenyebabkan kelenjar tiroid menjadi lebih aktif. Kelenjar tiroid yang lebih aktif menyebabkan denyut jantung yang cepat, jantung berdebar-debar (palpitasi), keringat berlebihan dan perubahan suasana hati; selain itu juga bisa terjadi pembesaran kelenjar tiroid. Tetapi hipertiroidisme (overaktivitas kelenjar tiroid) hanya terjadi pada kurang dari 1% kehamilan. Plasenta juga menghasilkan melanocyte-stimulating hormone yang menyebabkan kulit berwarna lebih gelap dan hormon yang menyebabkan peningkatan kadar hormon adrenal di dalam darah. Peningkatan kadar hormon in kemungkinan menyebabkan tanda peregangan berwarna pingk pada kulit perut.

Selama kehamilan diperlukan lebih banyak insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Karena itu penderita diabetes yang sedang hamil bisa mengalami gejala diabetes yang lebih buruk. PERAWATAN SELAMA KEHAMILAN Pemeriksaan pada usia kehamilan mencapai 6 dan 8 minggu sangat penting untuk memperkirakan umur kehamilan dan tanggal perkiraan persalinan. Pemeriksaan fisik yang pertama kali dilakukan biasanya meliputi berat badan, tinggi badan dan tekanan darah. Kemudian dilakukan pemeriksaan leher, kelenjar tiroid, payudara, perut, lengan dan tungkai. Dengan bantuan stetoskop, dilakukan pemeriksaan terhadap jantung dan paru-paru; sedangkan pemeriksaan bagian belakang mata dilakukan dengan bantuan oftalmoskop. Juga dilakukan pemeriksaan panggul dan rektum guna mengetahui ukuran danposisi rahim dan kelaian pada panggul. Dilakukan pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan darah untuk sifilis, hepatitis, gonore, infeksi klamidia dan penyakit menular seksual lainnya. Pemeriksaan darah juga dilakukan untuk menentukan golongan darah dan antibodi Rh. Rontgen dada hanya dilakukan jika diketahui wanita hamil tersebut menderita penyakit paru-paru atau jantung. Jika tidak mendesak, sebaiknya pemeriksaan rontgen dihindari, terutama pada 12 minggu pertama karena janin sangat sensitif terhadap efek radiasi. Jika mendesak, janin harus dilindungi dengan cara menutupi perut bagian bawah dengan bahan yang mengandung timah hitam sehingga rahim terlindungi. Pemeriksaan penyaringan untuk diabetes harus segera dilakukan setelah kehamilan 12 minggu pada: - Wanita yang pernah melahirkan bayi yang sangat besar - Wanita yang pernah mengalami keguguran yang penyebabnya tidak jelas - Wanita yang memiliki keluarga yang menderita diabetes. Pada minggu ke 28, semua wanita hamil harus menjalani pemeriksaan penyaringan untuk diabetes. Pada minggu ke 16-18, dilakukan pemeriksaan kadar alfa-fetoprotein (suatu protein yang dihasilkan oleh janin) di dalam darah ibu. Jika kadarnya tinggi, kemungkinan janin yang dikandung menderita spina bifida atau terdapat lebih dari 1 janin. Jika kadarnya rendah, kemungkinan terdapat kelainan kromosom pada janin. Dengan USG, kehamilan bisa diketahui mulai dari 4-5 minggu setelah ovulasi. USG juga digunakan untuk: - Mengikuti perkembangan kehamilan - Menentukan tanggal perkiraan persalinan - Menentukan laju pertumbuhan janin

- Merekam denyut jantung atau pernafasan janin - Mengetahui kehamilan ganda - Mengetahui sejumlah kelainan (misalnya plasenta previa) - Mengetahui kelainan posisi janin - Memandu jarum pada pengambilan contoh cairan ketuban untuk keperluan pemeriksaan genetik atau kematangan paru-paru (amniosentesis). Pada kehamilan muda, sebelum menjalani pemeriksaan USG, sebaiknya ibu meminum banyak air karena kandung kemih yang penuh akan mendorong rahim keluar rongga panggul sehingga bisa diperoleh gambaran janin yang lebih jelas. Pemeriksaan selanjutnya dilakukan setiap 4 minggu (1 kali/bulan) sampai usia kehamilan mencapai 32 minggu. Kemudian setiap 2 minggu sampai usia kehamilan mencapai 36 minggu dan sesudah 36 minggu, pemeriksaan dilakukan 1 kali/minggu. Pada setiap pemeriskaan, dilakukan pengukuran berat badan dan tekanan darah, serta ukuran dan bentuk rahim untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan janin. Air kemih diperiksa untuk mengetahui adanya gula dan protein. Adanya gula menunjukkan diabetes dan protein menunjukkan pre-eklamsi (tekanan darah tinggi, protein dalam air kemih dan penimbunan cairan selama kehamilan). Jika ibu memiliki darah Rh-negatif, maka dilakukan pemeriksaan antibodi Rh. Jika darah ibu memiliki Rh-negatif dan darah ayah memiliki Rh-positif, maka janin bisa memiliki Rh-positif. Jika darah janin yang memiliki Rh-positif memasuki peredaran darah ibu yang memiliki Rh-negatif, maka tubuh ibu akan membentuk antibodi Rh yang bisa masuk ke aliran darah janin dan merusak sel darah merah sehingga terjadi jaundice (kuning), yang bisa menyebabkan kerusakan otak atau kematian janin. Kenaikan berat badan pada saat hamil, pada wanita yang memiliki ukuran rata-rata biasanya berkisar antara 12,5-15 kg (sekitar 1-1,5 kg/bulan). Kenaikan berat badan yang melebihi 15-17,5 kg menyebabkan penumpukan lemak pada janin dan ibu. Berat badan yang tidak bertambah merupakan pertanda buruk (terutama jika kenaikan berat badan total kurang dari 5 kg) dan hal ini bisa menunjukkan adanya pertumbuhan janin yang lambat. Kadang kenaikan berat badan disebabkan oleh penimbunan cairan akibat jeleknya aliran darah tungkai pada saat wanita hamil berdiri. Hal ini bisa diatasi dengan cara berbaring miring ke kiri selama 30-45 menit sebanyak 23 kali/hari. Selama kehamilan, kebutuhan kalori harus ditambah sekitar 250 kalori agar tersedia zat gizi yang cukup untuk pertumbuhan janin. Wanita hamil sebaiknya mengkonsumsi makanan yang gizinya seimbang, termasuk buahbuahan dan sayur-sayuran. Hindari makanan yang terlalu asin atau makanan yang mengandung bahan pengawet.

Seorang wanita hamil tidak boleh minum obat sembarangan. Selama kehamilan, kebutuhan tubuh akan zat besi meningkat guna memenuhi kebutuhan ibu dan janin. Biasanya diberikan tambahan zat besi. Pemberian zat besi bisa menyebabkan gangguan lambung yang ringan dan sembelit. Mual dan muntah bisa dikurangi dengan merubah pola makan, yaitu: - Minum dan makan dalam porsi kecil tetapi sering - Makan sebelum lapar - Makanan lunak. Untuk mengatasi morning sickness (mual di pagi hari) sebaiknya memakan 1-2 keping biskuit sebelum beranjak dari tempat tidur. Jika mual dan muntahnya sangat berat dan menetap sehingga terjadi dehidrasi, penurunan berat badan atau gangguan lainnya, maka biasanya wanita hamil harus menjalani perawatan di rumah sakit untuk semantara waktu dan mendapatkan cairan melalui infus. Edema (pembengkakan) sering terjadi, terutama pada tungkai. Demikian juga halnya dengan varises pada tungkai dan di daerah sekitar lubang vagina. Untuk mengurangi pembengkakan tungkai, bisa digunakan penyangga elastis atau berbaring dengan posisi tungkai lebih tinggi. Wasir bisa diatasi dengan mengkonsumsi obat pelunak tinja atau berendam di air hangat. Pada saat hamil biasanya jumlah cairan yang keluar dari vagina bertambah, hal ini adalah normal. Trikomoniasis dan kandidiasis merupakan infeksi vagina yang sering ditemukan selama kehamilan dan mudah diobati. Vaginosis bakterialis (infeksi bakteri pada vagina) bisa menyebabkan kelahiran prematur dan harus diobati secara tuntas. Wanita hamil bisa tetap melakukan kegiatan sehari-harinya dan berolahraga. Hubungan seksual selama kehamilan tetap boleh dilakukan, kecuali jika terjadi perdarahan, nyeri atau kebocoran air ketuban. Setiap wanita hamil sebaiknya mengetahui tanda-tanda awal persalinan. Tanda yang utama adalah kontraksi perut bagian bawah dengan selang waktu tertentu dan nyeri punggung. Menjelang akhir kehamilan (setelah 36 minggu), dokter akan melakukan pemeriksaan panggul untuk mencoba memperkirakan saat persalinan. Sumber : http://medicastore.com/penyakit/586/Kehamilan.html Baca Juga Informasi Terbaru Lainya :
• • • •

Amoxicillin 125 mg/5 ml Sirker Aminophylin 200 mg Alergi Susu Sapi Ambroxol 30 mg

Albendazole 400 mg

Posted in Kesehatan | No Comments »

Leave a Reply

þÿ

Name (required) Mail (will not be published) (required) Website

þÿ

þÿ

Submit Comment

proses kehamilan, proses kehamilan sampai melahirkan, proses kehamilan dari konsepsi sampai melahirkan, bentuk gambar kehamilan 4 bulan, mengetahui posisi janin, proses terjadinya pembuahan pada kehamilan, pembengkakan sel telur wanita, perputaran pada janin, kontraksi pada kehamilan muda, implantasi pada proses kehamilan, gambar perut hamil 30 minggu, gambar terjadinya kehamilan, proses hamil minggu 28, proses implantasi adalah, jarang keluar rumah di hamil trimester pertama, PERKIRAAN BERAT BADAN JANIN, penurunan cairan amnion pada akhir kehamilan, perawatan selama persalinan trimester 3, mengetahui mengandung, proses hamil, perkembangan embriogenesis dari awal konsepsi sampai usia kandungan ke-40, proses embrio janin selama kehamilan dan gambarnya, proses hamil 6 miggu, Pengaruh obat pada Proses kehamilan, pengaruh kelenjar tiroid pada ibu hamil trimester 1, Proses kehamilam, pengaruh estrogen dengan proses kehamilan, pengobatan rahim miring, pemeriksaan ECG pada preeklamsi berat, proses kehamilan 1 minggu - 40 minggu

Dukung blog Raden Beletz dalam ajang kontes seo terbaru 2010 nowGoogle.com Adalah Multiple Search Engine Popular. agar bisa bersaing di Top 10 google.co.id

Recent Posts
o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Astaga.com lifestyle on the net Resep Masakan Nasi Goreng Makanan Anak Nomor 1 di Google Lowongan Kerja Asuransi Jiwa dan Kesehatan Lowongan Kerja Asuransi Terbaru Lowongan Kerja D3 Jakarta 2010 Arisan Brondong Film 2010 Trailer, Syinopsis, Foto Audisi Vokalis Band Kerispatih Syarat Dan Cara Pendaftaran Tips Membuat Logo Perusahaan Gaun Pengantin Terbaru 2010 Cara Memilih Lokasi Usaha Yang Tepat Wortel Daucus Carota Manfaat, Jenis, Komposisi Wortel Amoxicillin 125 mg/5 ml Sirker Aminophylin 200 mg Antivirus Asuransi Belajar SEO Bisnis To Bisnis Blogspot Template

Categories

o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o o

Bola Cinta Coretanku Download Facebook Forex Foto Gadget Humor Informasi Islam Kesehatan Koleksi SMS Kontes Seo Lifestyle Lirik Lowongan Kerja Makanan Nyampah Psikologi Puisi Resep Masakan Sastra Seks Tanaman Teknologi Tips Trik Uncategorized Video Wordpress Themes You To Be Video

[Articoli] KELAINAN PADA KEHAMILAN di flash 12 Gennaio 2008, 02:03 PERDARAHAN antepartum Perdarahan antepartum Adalah perdarahan Aggiornato Jalan Lahir setelah kehamilan 20 Minggu. (1) Klasifikasi yaitu antepartum perdarahan 2) 1. Plasenta previa 2. Solusio plasenta 3. Antepartum Perdarahan yang sumbernya Jelas Tidak (idiopatik) Ciri-Ciri plasenta previa: (2) 1. Perdarahan tanpa Nyeri

2. Perdarahan berulang 3. Colorati perdarahan merah Segar 4. Renjatan dan Adanya anemia yang sesuai dengan keluarnya Darah 5. Perlahan Timbulnya-Lahan 6. Waktu terjadinya saat Hamil 7. La sua ada biasanya Tidak 8. Rasa Tidak tegang (Biasa) palpasi Saat 9. Denyut ada Janin jantung 10. Teraba jaringan plasenta Aggiornato periksa Dalam vagina 11. Penurunan kepala Tidak masuk Pintu ATAS panggul 12. Mungkin Presentasi anormale. Ciri-Ciri solusio plasenta: (2) 1. Perdarahan dengan Nyeri 2. Berulang Perdarahan Tidak 3. Colorati coklat merah perdarahan 4. Renjatan dan Adanya anemia Tidak yang sesuai dengan keluarnya Darah 5. Tiba Timbulnya-Tiba 6. Waktu terjadinya saat Hamil inpartu 7. La sua ada 8. Rasa tegang palpasi Saat 9. Janin Denyut jantung biasanya Spaziatrice 10. Ketuban Teraba tegang yang Aggiornato periksa vagina Dalam 11. Penurunan kepala sponsorizzare masuk Pintu ATAS panggul 12. Tidak berhubungan dengan presentasi Plasenta Previa _______________ Plasenta previa merupakan plasenta letaknya yang anormali yaitu Aggiornato Segmen Bawah Rahim sehingga menutupi sebagian atau Tutti Cronometrano pembukaan Jalan Lahir (Internum utero ostium). (2) Klasifikasi plasenta previa berdasarkan terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan Jalan Lahir Aggiornato waktu tertentu: (2) 1. Totalis previa Plasenta: bila Tutti Cronometrano pembukaan Jalan Lahir tertutup Oleh plasenta. 2. Lateralis previa Plasenta: bila Hanya sebagian pembukaan Jalan Lahir tertutup Oleh plasenta. 3. Marginalis previa Plasenta: bila pinggir plasenta berada tepat Aggiornato pinggir Lahir Jalan pembukaan. 4. Plasenta previa letak rendah: bila plasenta berada 3-4 centimetri pinggir diatas Lahir Jalan pembukaan. Previa Jelas plasenta Nessun Etiologi. (2)

Plasenta previa diagnosi: (2) 1. Anamnesi: adanya perdarahan per Aggiornato lebih vaginam kehamilan 20 Minggu dan sebab tanpa berlangsung. 2. Luar Pemeriksaan: Sering letak kelainan Found. Bila letak kepala Maka Nessun kepala masuk Pintu ATAS panggul. 3. Inspekulo: adanya Darah Dari eksternum uteri ostium. 4. USG untuk menentukan letak plasenta. 5. Penentuan letak plasenta In pericolo perabaan dengan langsung melalui langsung kanalis servikalis tetapi pemeriksaan ini sangat Pericoloso Karena sponsorizzare perdarahan menyebabkan banyak yang. Oleh Karena ITU cara ini Hanya dilakukan diatas meja operasi. Previa plasenta Penatalaksanaan: (2) 1. Konservatif Bila: a. Kehamilan Carenza di 37 Minggu. b. Perdarahan Spaziatrice atau Tidak banyak (dalam Hb Masih Batas normale). c. Menempuh Tempat tinggal pasien dekat dengan Rumah Sakit (sponsorizzare perjalanan Selama 15 menit). 2. Penanganan Aktif Bila: a. Perdarahan banyak tanpa kehamilan USIA memandang. b. Umur 37 kehamilan atau lebih Minggu. c. Anak Mati Perawatan konservatif berupa: - Istirahat. - Memberikan hematinik dan spasmolitik unntuk mengatasi anemia. - Memberikan antibiotik Bila ada indikasii. - Pemeriksaan USG, Hb, hematokrit dan. Bila Selama 3 hari Tidak terjadi perdarahan setelah melakukan perawatan konservatif maka lakukan mobilisasi bertahap. Pasien dipulangkan Bila tetap Spaziatrice perdarahan. Bila timbul perdarahan segera Bawa ke rumah dan Sakit Tidak boleh melakukan senggama. Penanganan Aktif berupa: - Persalinan per vaginam. - Persalinan per addominali. Penderita Dalam pemeriksaan disiapkan untuk di atas meja operasi (doppio set up) yakni operasi SIAP Dalam keadaan. Pemeriksaan Bila didapatkan Dalam Aggiornato: 1. Marginalis Plasenta previa 2. Plasenta previa letak rendah 3. Plasenta lateralis atau marginalis Dimana Janin Mati serviks dan sudah Matang, kepala sudah masuk Pintu ATAS panggul dan Spaziatrice perdarahan atau Hanya sedikit perdarahan Maka lakukan amniotomi yang diikuti dengan sgocciola oksitosin Partus Aggiornato al bila vaginam gocciola gagal (sesuai dengan protap terminasi

kehamilan). Bila terjadi perdarahan banyak, SESAR seksio lakukan. Indikasi melakukan seksio SESAR: - Totalis Plasenta previa - Henti tanpa Perdarahan banyak. - Presentase anormale. - Panggul sempit. - Keadaan serviks menguntungkan Tidak (Matang beelum). - Gawat Janin Aggiornato keadaan Dimana Tidak memungkinkan dilakukan seksio SESAR maka lakukan cunam pemasangan Willet atau versi Braxton Hicks. Solusio Plasenta ________________ Solusio plasenta Adalah terlepasnya sebagian atau Tutti Cronometrano plasenta Aggiornato implantasi Lahir Janin sebelum normale. (2) Klasifikasi solusio plasenta berdasarkan Tanda klinis dan derajat pelepasan plasenta yaitu: 1. Ringan: Perdarahan Carenza di 100-200 cc, tegang Tidak dell'utero, Tanda ada Nessun , HIDUP renjatan Janin, plasenta pelepasan Carenza di 1 / 6 permukaan sezione della biblioteca, kadar fibrinogeno plasmatico lebih 120 mg%. 2. Sedang: lebih Perdarahan 200 cc, tegang dell'utero, Tanda terdapat renjatan pre, Gawat Janin atau Janin telah Mati, pelepasan plasenta 1/4-2/3 sezione della biblioteca permukaan, fibrinogeno plasmatico kadar 120-150 mg%. 3. Berat: Utero tegang dan berkontraksi tetanik, renjatan Tanda terdapat, Janin Mati, pelepasan plasenta Bisa terjadi lebih 2 / 3 keseluruhan atau sezione della biblioteca. Etiologi solusio plasenta Jelas Nessun. (2) Penatalaksanaan solusio plasenta: (2) Tergantung Dari Berat ringannya Di Caso. Aggiornato solusio plasenta ringan dilakukan istirahat, pemberian sedatif Lalu tentukan Apakah gejala semakin progresif atau akan berhenti. Bila prose berhenti In pericolo berangsur, dimobilisasi penderita. Dilakukan pemeriksaan perawatan Selama Hb, fibrinogeno, trombosit dan hematokrit. Aggiornato solusio plasenta Berat dan Sedang maka penanganan bertujuan untuk mengatasi renjatan, anemia memperbaiki, menghentikan dan perdarahan mengosongkan mungkin dell'utero secepat. Penatalaksanaannya meliputi: 1. Pemberian transfusi Darah 2. Ketuban Pemecahan (amniotomi) 3. Oksitosin Pemberian INFUS

4. Kalau perlu dilakukan seksio SESAR. Bila diagnosa solusio plasenta In pericolo klinis sudah ditegakkan sponsorizzare, berarti perdarahan terjadi yang minimo 1000 cc sehingga transfusi Darah Aliens diberikan minimo 1000 cc. Dengan dipecahkan Ketuban segera MAKSUD untuk mengurangi regangan dan dell'utero dinding untuk Mempercepat persalinan diberikan INFUS oksitosin 5 dalam UI 500 cc dekstrose 5%. Seksio Bila dilakukan SESAR: 1. Persalinan Tidak completato atau diharapkan Tidak completato dalam 6 marmellata. 2. Perdarahan banyak. 3. Pembukaan Spaziatrice atau Carenza di 4 cm. 4. Panggul sempit. 5. Letak lintang. 6. Berat Pre eklampsia. 7. Valutazione Pelvik Carenza 5. Vasa Previa ___________ Vasa previa merupakan keadaan Dimana pembuluh Darah umbilikalis Janin berinsersi dengan vilamentosa yakni Aggiornato selaput ketuban. (2) Etiologi vasa previa Jelas Nessun. (2) Vasa previa diagnosi: (2) Dalam Pada pemeriksaan vagina diraba pembuluh Darah Aggiornato ketuban selaput. Pemeriksaan juga sponsorizzare dilakukan dengan inspekulo atau amnioskopi. Bila sudah terjadi perdarahan maka akan diikuti dengan denyut Janin jantung yang beraturan Tidak, deselerasi atau bradikardi, khususnya bila perdahan terjadi ketika atau beberapa Saat setelah selaput ketuban pecah. Darah ini berasal Dari Janin dan untuk mengetahuinya sponsorizzare dilakukan dengan tes dan Apt Kleihauer tes-Betke Serta hapusan Darah Tepi. Penatalaksanaan Vasa previa: (2) Sangat Janin status Aggiornato bergantung. Keraguan ada Bila Circa viabilitas Janin, tentukan lebih dahulu Umur kehamilan, Janin e dimensione, Maturitas paru dan pemantauan kesejahteraan Janin dengan USG dan kardiotokografi. Bila Janin HIDUP dan Cukup scad sponsorizzare dilakukan seksio SESAR segera namun bila Janin sudah meninggal atau imatur, pervaginam persalinan dilakukan. Le migliori risorse: Il manuale dan dan Diagnosi Terapi Obstetri Ginekologi, dr. IMS Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editori). Sezione della biblioteca / dan SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas

Hasanuddin, Rumah Sakit Pusat Generale, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999. Views 17891 Commenti 43 flash Visualizza profilo pubblico Trova tutti i messaggi di flash Totale Commenti 43 Commenti Pagina 1 1 2 3 4 5 > di 5 12 Gennaio 2008, 02:04 flash 128-Bit membri SINDROMA HELLP Sindroma HELLP Adalah pre eklampsia dan eklampsia yang disertai dengan adanya hemolisis, Hepar enzim peningkatan, disfungsi Hepar dan trombositopenia. (H = Hemolisis; EL = epatici Enzim; LP = bassa conta delle piastrine) Sindroma Diagnosi HELLP: 1. Gejala dan Tanda yang khas Tidak: mual, muntah, Nyeri malessere kepala,, Data di registrazione: kelemahan. (Semuanya mirip Tanda dan gejala infeksi virus). 2. Tanda dan gejala pre eklampsia: hipertensi, proteinuria, Oct 2007 Location: flash Nge di epigastrio Nyeri, , edema URAT kenaikan Asam dan. i-comers 3. Tanda-Tanda hemolisis intravaskuler: Messaggi: 133 a. Kenaikan LDH, bilirubina indirek AST dan. Thanks: 0 Thanked 7 Times in 5 b. Penurunan aptoglobina. c. Apusan Darah Tepi: fragmentasi eritrosit. Posts d. Urine Dalam dell'urobilinogeno Peningkatan. 4. Kerusakan Tanda / disfungsi SEL hepatosit: Kenaikan ALT, AST, LDH. 5. Trombositopenia: Trombosit 150.000/ml Carenza atau. Semua wanita Hamil dengan keluhan Nyeri Aggiornato kuadran ATAS addome tanpa memandang Ada tidaknya Tanda dan gejala pre eklampsia Aliens dipertimbangkan sindroma HELLP. Klasifikasi sindroma HELLP: #2

1. Klasifikasi Mississippi Kelas I: Trombosit 50.000/ml Carenza atau; siero LDH 600,000 UI / l atau lebih; Dan AST / ALT atau 40 UI / l atau lebih. Kelas II: lebih Trombosit 50,000 sampai 100.000/ml; siero LDH 600,000 UI / l atau lebih; dan AST / ALT atau 40 UI / l atau lebih. Kelas III: lebih Trombosit 100,000 sampai 150.000/ml; siero LDH 600,000 UI / l atau lebih; dan AST / ALT atau 40 UI / l atau lebih. 2. Klasifikasi Tennesse Lengkap Classe: Trombosit Carenza 100.000/ml; LDH 600,000 UI / l atau lebih; AST 70 UI / l atau lebih. Lengkap Tidak Classe: Found Bila 1 atau 2 Dari Tanda-diatas Tanda. Banding eklampsia pre Diagnosa sindroma-HELLP: 1. Trombotik angiopati 2. Fibrinogeno konsumtif Kelainan, misalnya: - Acuta fegato grasso di gravidanza. - Berat Hipovolemia / Berat perdarahan. - Sepsi. 3. Ikat jaringan Kelainan: SLE. 4. Primer Penyakit ginjal. Terapi Medikamentosa: 1. Mengikuti terapi medikamentosa: pre eklampsia dan eklampsia. 2. Untuk Laboratorium Pemeriksaan setiap dan trombosit LDH 12 marmellata. 3. Trombosit Bila Carenza 50.000/ml atau adanya Tanda koagulopati konsumtif Maka Aliens Controllato da: - Data e ora protombin - Parsial Waktu tromboplastin - Fibrinogeno. 4. Salvataggio Pemberian desametasone: a. Antepartum: diberikan desametasone doppia resistenza (dose doppia). Jika didapatkan: - Trombosit Carenza 100.000/cc atau - Trombosit 100.000-150.000/cc eklampsia dengan dan, Berat hipertensi, Nyeri epigastrio, gejala desametasone diberikan fulminante maka 10 mg IV

jam setiap 12. b. Dopo il parto: diberikan Dexamehasone 10 mg intravena setiap 12 Jam 2 kali Lalu diikuti 5 mg intravena setiap 12 Jam 2 kali. c. Terapi desametasone dihentikan bila terjadi: 1. Laboratorium Perbaikan: lebih Trombosit 100.000/ml LDH penurunan dan. 2. Perbaikan Tanda dan gejala Klinik pre eklampsia - eklampsia. 5. Pemberian sponsorizzare dipertimbangkan: a. Transfusi trombosit Bila trombosit Carenza 50.000/cc. b. Antioksidan. Sikap: obstetrik Pengelolaan Sikap terhadap kehamilan Aggiornato sindroma HELLP ialah Aktif yaitu kehamilan diakhiri (terminasi) tanpa kehamilan Umur memandang. Persalinan sponsorizzare pervaginam perabdomen atau dilakukan. Sumber: Il manuale dalam Pengelolaan Hipertensi Kehamilan di Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan Himpunan Medicina Materno Feto dei conti correnti postali. Ed. ke-2. 2005.

flash Visualizza profilo pubblico Altri messaggi di flash 12 Gennaio 2008, 02:05 flash 128-Bit membri #3 PRE EKLAMPSIA RINGAN Pre eklampsia ringan Adalah sindrom spesifik kehamilan dengan penurunan perfusi Aggiornato organo-akibat organo vasospasme dan aktivasi endothel. Kriteria Diagnostik pre eklampsia ringan: 1. Desakan Darah 140/90 - 160/110 mmHg; kenaikan Darah sistolik atau 30 mmHg dan lebih kenaikan Darah diastolik atau lebih 15 mmHg, Tidak dimasukkan Kriteria Dalam Diagnostik pre eklampsia tetapi perlu observasi cermat yang. 2. Proteinuria 300 mg/24 jam atau lebih specie orino atau asta 1 atau lebih.

Data di registrazione: Oct 2007 Location: flash Nge di icomers

Messaggi: 133 Thanks: 0 Thanked 7 Times in 5 Posts

3. Edema: Lokal Aggiornato tungkai Tidak dimasukkan Kriteria Dalam diagnostik kecuali anasarka. Pengelolaan pre eklampsia ringan sponsorizzare In pericolo: 1. Jalan Rawat (ambulatoir) 2. INAP Rawat (hospitalisasi) Jalan Rawat Pengelolaan In pericolo (ambulatoir): 1. Aliens Mutlak Tidak Tirah Baring, dianjurkan ambulasi sesuai keinginannya. Di Tirah Indonesia Baring diperlukan Masih. 2. Reguler Dieta: Tidak perlu Specifici per un dieta. 3. Vitamina pre natale. 4. Tidak perlu restriksi Consumo di garam. 5. Tidak perlu pemberian diuretik, sedativum dan antihipertensi. 6. Kunjungan ke rumah Sakit setiap Minggu. INAP Rawat Pengelolaan In pericolo (hospitalisasi): 1. Indikasi ringan eklampsia pre yang INAP dirawat (hospitalisasi) a. Hipertensi Selama yang lebih menetap 2 Minggu. b. Proteinuria Selama yang lebih menetap 2 Minggu. c. Risultati tes Laboratorium yang anormale. d. Adanya gejala atau Tanda 1 atau lebih pre eklampsia Berat. 2. Monitoraggio Pemeriksaan IBU Aggiornato dan a. Pengukuran desakan Darah setiap 4 jam kecuali IBU tidur. b. Pengamatan yang cermat adanya edema Aggiornato Muka dan addome. c. Penimbangan Berat Badan Aggiornato Saat IBU masuk Rumah Sakit dan penimbangan dilakukan tiap Hari. d. Pengamatan dengan cermat gejala pre eklampsia dengan imminente eklampsia: - Nyeri occipitale kepala atau frontale. - Gangguan visus - Nyeri perut ATAS Kanan kuadran - Nyeri epigastrio 3. Pemeriksaan Laboratorium a. Asta Proteinuria Aggiornato waktu masuk dan diikuti minimo 2 hari setelahnya. b. Trombosit dan Hematokrit 2 kali seminggu.

c. Tes Funzione Hepar 2 kali seminggu. d. Tes Funzione ginjal dengan pengukuran kreatinin siero, URAT BUN Asam dan. e. Pengukuran produksi orino setiap 3 jam (Tidak perlu dengan tetap kateter). 4. Janin Pemeriksaan kesejahteraan a. Pengamatan Gerakan Janin setiap Hari b. NST 2 kali seminggu c. Profil biofisik Janin, bila NST non reaktif. d. Evaluasi Accrescimento dengan Janin setiap USG 3-4 Minggu. e. Eco-Doppler arteri umbilikalis, arteri uterina. Terapi medikamentosa: 1. Aggiornato dasarnya sama dengan terapi ambulatoar. 2. Bila terdapat gejala Tanda perbaikan dan-Tanda pre eklampsia dan Umur kehamilan 37 atau lebih Minggu, IBU Masih perlu diobservasi Selama 2-3 Hari Lalu boleh dipulangkan. Pengelolaan obstetrik Kehamilan Tergantung Umur: a. Bila penderita Tidak inpartu - Kehamilan Umur Carenza di 37 Minggu Bila Tanda dan gejala Tidak memburuk, kehamilan sampai dipertahankan sponsorizzare aterm. - Kehamilan Umur 37 atau lebih Minggu 1. Kehamilan dipertahankan sampai Partus esordio timbul. 2. Bila serviks Matang taksiran Aggiornato dipertimbangkan persalinan tanggal sponsorizzare dilakukan induksi persalinan. b. Bila penderita sudah inpartu Perjalanan persalinan sponsorizzare diikuti dengan grafik Friedman atau partograf OMS. Selama dirawat di Rumah Sakit dilakukan konsultasi Aggiornato: 1. Sezione della biblioteca mata Penyakit 2. Sezione della biblioteca jantung Penyakit 3. Sezione della biblioteca lain atas indikasi. Sumber: Il manuale dalam Pengelolaan Hipertensi Kehamilan di Indonesia. Kelompok Kerja Penyusunan

Himpunan Medicina Materno Feto dei conti correnti postali. Ed. ke-2. 2005.

flash Visualizza profilo pubblico Altri messaggi di flash 12 Gennaio 2008, 02:06 flash 128-Bit membri HIPEREMESIS gravidarum Pengertian __________ Muntah Adalah Hiperemesis gravidarum yang terjadi sampai Umur kehamilan 20 Minggu, muntah begitu Hebat Dimana segala apa yang dan dimuntahkan dimakan diminum sehingga mempengaruhi keadaan sehari Lavori Generale dan-Hari, menurun Badan Berat, dehidrasi, dan dalam aseton terdapat orino bukan Karena Penyakit seperti appendisitis, pielititis, sebagainya dan. (1) Etiologi ________ Jelas Tidak. (2) Klasifikasi (2,3,4) ___________ Klinis In pericolo, dibedakan gravidarum hiperemesis ATAS 3 tingkatan, yaitu: 1. Tingkat I Terus Muntah yang-menerus, timbul intoleransi terhadap Alimenti dan minuman, Berat-menurun Badan, epigastrio Nyeri, muntah pertama Edizioni Bordo, lendir dan sedikit empedu kemudian Hanya lendir, cairan empedu dan Tenetevi aggiornati Edizioni Darah. Meningkat Nadi sampai 100 kali per menit dan tekanan Darah sistole menurun. Mata kering lidah cekung dan, kulit turgore berkurang orino dan #4

Data di registrazione: Oct 2007 Location: flash Nge di icomers Messaggi: 133 Thanks: 0 Thanked 7 Times in 5 Posts

Masih normale. 2. Tingkat II Berat Gejala lebih, Segala yang dimuntahkan diminum dimakan dan, Hebat haus, subfebril, Nadi cepat dan lebih 100-140 kali per menit, tekanan Darah sistole Carenza di 80 mmHg, apatis, pucat kulit, Kotor lidah, Kadang ada ikterus, aseton Ada, bilirubina ada dan Berat-Badan menurun cepat. 3. Tingkat III Kesadaran Gangguan (delirio-koma), muntah berhenti atau berkurang, ikterus, sianosis, nistagmus, jantung gangguan, bilirubina ada, proteinuria dan. Diagnosi (2,4) _________ 1. Amenore yang disertai muntah Hebat (Segala dan yang akan dimakan diminum dimuntahkan), Lavori sehari-Hari terganggu, dan Hebat Haus. 2. Funzione fondamentale: Nadi meningkat 100 kali per menit, tekanan Darah menurun Aggiornato Berat keadaan, kesadaran gangguan subfebril dan (apatiskoma). 3. Fisis: dehidrasi, Berat keadaan, pucat kulit, ikterus, sianosis, Berat Badan , menurun porsio Lunak Aggiornato touche vaginale Besar, utero sesuai besarnya kehamilan. 4. Laboratorium: kenaikan relatif hematokrit dan emoglobina, spostamento a sinistra, Benda keton dan proteinuria. Penatalaksanaan (2,3) ________________ 1. Rawat di Rumah Sakit, Pengunjung batasi. 2. Stop per via orale 24-48 marmellata. 3. Glukosa atau INFUS 10% al 5%: RL = 2: 1, 40 tetes per menit. 4. Obat - Vitamina B1, masing B6 B2 dan-masing 50-100 mg / hr / INFUS. - Vitamina B12 200 mcg / INFUS / h, vit. C 200/hr/infus.

- Fenobarbitale 30 mg IM per 2-3 kali Hari atau clorpromazina 25-50 mg / h IM atau diazepam 5 mg 2-3 Kali per hari IM. - Antiemetik: prometazine (avopreg) 2-3 Kali 25 mg atau per hari per via orale proclorperazina (stimetil) 3 Kali 3 mg per via orale per Hari mediamer atau B6 3 kali 1 per hari per via orale. - Antasida: acidrine 3 x 1 scheda per Hari per Mylanta atau orale 3 x 1 scheda per hari per magnam atau orale 3 x 1 scheda per hari per via orale. 5. Dieta a. Hiperemesis Dieta Aggiornato I diberikan hiperemesis tingkat III. Dieta Hanya berupa roti buah dan kering-Buahan. Cairan Tidak diberikan bersama Alimenti 1-2 sesudahnya jam tetapi. Ini Alimenti Carenza di Zat dalam-Gizi Zat kecuali vitamina C Karena ITU Hanya diberikan Selama beberapa hari. b. Dieta hiperemesis II diberikan bila rasa mual dan muntah berkurang. In pericolo berangsur Mulay diberikan Prede yang bernilai Gizi Tinggi. Minuman Tidak diberikan bersama Bordo. Alimenti ini rendah Zat semua Dalam-Zat Gizi kecuali vitamina A Dan D. c. Dieta hiperemesis III diberikan kepada penderita ringan hiperemesis dengan. Menurut kesanggupan penderita minuman boleh diberikan bersama Bordo. Dalam Cukup Alimenti ini semua Zat Gizi kecuali kalsium. Le migliori risorse: Il manuale dan dan Diagnosi Terapi Obstetri Ginekologi, dr. IMS Murah Manoe, Sp.OG., dr. Syahrul Rauf, Sp.OG., dr. Hendrie Usmany, Sp.OG. (editori). Sezione della biblioteca / dan SMF Obstetri Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Rumah Sakit Pusat Generale, dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar, 1999.

flash Visualizza profilo pubblico Altri messaggi di flash

12 Gennaio 2008, 02:07 flash 128-Bit membri

#5 PERDARAHAN PADA KEHAMILAN MUDA Perdarahan Aggiornato kehamilan muda Adalah perdarahan kehamilan Aggiornato pervaginam Carenza Dari 22 Minggu. Penanganan Umum Aggiornato muda kehamilan perdarahan: - Lakukan Rating In pericolo cepat mengenaii keadaan pasien Generale, termasuk Tanda-Tanda vitale (Nadi, tekanan Darah, pernapasan, suhu dan). - Tanda Periksa-Tanda syok (pucat, banyak berkerringat, pingsan, tekanan sistolik Carenza di 90 mmHg, Nadi lebih 112 Kali per menit). - Jika dicurigai terjadi syok, segera mullai penanganan syok. Jika Tidak terlihat Tanda syok Tanda, kemungkinan pikirkan tetap tersebut Saat melakukan penolong evaluasi Circa kondisi wanita Karena kondisinya sponsorizzare memburuk dengan cepat. Jika terjadi syok, Sangat PENTING untuk memulai penanganan syok dengan segera. - Jika syok keadaan pasien Dalam, pikirkaan kemungkinan kehamilan ektopik terganggu. - Pasang INFUS besar INFUS dengan jarum ((16 atau lebih G), garam larutan berikan fisiologik atau laktat suoneria cepat dengan tetesan (500 cc dalam 2 jam pertama). Perdarahan Diagnosi muda kehamilan Aggiornato: 1. Pikirkan kemungkinan kehamilan ektopik Aggiornato wanita dengan anemia, Penyakit radang panggul (malattia infiammatoria pelvica-PID), gejala abortus atau keluhan Nyeri yang Biasa Tidak. Catatan: Jika dicurigai adanya kehamilan ektopik, pemeriksaan lakukan In pericolo bimanuale hati-hati Karena kehamilan ektopik Awal Bisa sampai mudah pecah. 2. Mengalami Pikirkan kemungkinan abortus Aggiornato wanita USIA reproduktif yang

Data di registrazione: Oct 2007 Location: flash Nge di icomers Messaggi: 133 Thanks: 0 Thanked 7 Times in 5 Posts

haid terlambat (lebih volte dal 1 mesi ultimo Haid) dan mempunyai 1 atau lebih berikut Tanda: perdarahan, perut Kaku, pengeluaran sebagian produk konsepsi, serviks yang berdilatasi dell'utero atau yang lebih dari Kecil seharusnya. 3. Jika abortus merupakan kemungkinan diagnosi, kenali dan segera tangani komplikasi ada yang. 1. Imminens Diagnosi abortus: - Bercak Sedang perdarahan hingga perdarahan. Perdarahan ringan membutuhkan lebih waktu 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain Bersih. - Serviks tertutup. - Utero sesuai dengan USIA kehamilan. - Gejala / Tanda: Kram perut dan Lunak Bawah dell'utero. 2. Kehamilan Diagnosi ektopik terganggu: - Bercak Sedang perdarahan hingga perdarahan. - Serviks tertutup. - Utero sedikit membesar Dari USIA kehamilan normale - Gejala / Tanda: limbung pingsan atau, Nyeri perut Bawah, Nyeri porsio Goyang, Massa adneksa, Dan Bebas addome intra cairan. 3. Abortus Diagnosi komplit: - Bercak Sedang perdarahan hingga perdarahan. - Terbuka atau tertutup Serviks. - Utero lebih dari Kecil USIA kehamilan normale - Gejala / Tanda: sedikit atau tanpa Nyeri perut Bawah, Dan riwayat ekspulsi Risultati konsepsi. 4. Insipiens Diagnosi abortus: - Perdarahan masif hingga Sedang (banyak). Membutuhkan Perdarahan Berat waktu Carenza di 5 menit untuk membasahi pembalut atau kain Bersih. - Serviks terbuka. - Utero sesuai USIA kehamilan. - Gejala / Tanda: Kram / Nyeri perut Bawah, Nessun dan terjadi ekspulsi Risultati konsepsi. 5. Abortus Diagnosi inkomplit: - Perdarahan masif hingga Sedang (banyak). - Serviks terbuka.

- Utero sesuai USIA kehamilan. - Gejala / Tanda: Kram / Nyeri perut Bawah, Dan ekspulsi sebagian Risultati konsepsi. 6. Mola Diagnosi abortus: - Perdarahan masif hingga Sedang (banyak). - Serviks terbuka. - Utero Lunak dan lebih besar dari USIA kehamilan - Gejala / Tanda: mual / muntah, Bawah perut Kram, pre mirip sindrom eklampsia, Spaziatrice Janin, Dan Edizioni jaringan seperti anggur. Tanda dan gejala abortus antara lain Nyeri addome Bawah, Nyeri Lepas, lemas terasa utero, berlanjut perdarahan, lemah, lesu, demam, Sekret vagina berbau, Sekret & serviks dari pus, Dan Nyeri serviks Goyang. Komplikasinya Adalah infeksi / sepsi. Penanganannya Adalah Mulay memberikan antibiotik sesegera mungkin aspirasi melakukan sebelum Vakum manuale. Ampisilin berupa Antibiotiknya 2 gr tiap IV 6 gentamisin inserito confettura di 5 mg / tiap IV kgbb 24 jam inserito metronidazolo 500 mg tiap IV 8 jam sampai IBU Bebas demam 48 marmellata. Tanda dan gejala Altro Adalah Nyeri / Kaku Aggiornato addome, Lepas Nyeri, distensi addome, tegang terasa addome & keras, Nyeri bahu, mual-muntah, demam dan. Perlukaan Adalah Komplikasinya utero, vagina atau usus. Penanganannya yaitu lakukan laparotomi untuk memperbaiki perlukaan dan lakukan aspirasi berurutan Vakum In pericolo manuale. Mintalah AIUTO lanjut dibutuhkan Jika lebih. Jenis-Jenis abortus ___________________ Jenis-abortus Tipo: 1. Abortus spontan 2. Disengaja abortus yang 3. Aman abortus Tidak 4. Abortus septik Adalah spontan abortus sebelum penghentian kehamilan Janin mencapai viabilitas (kehamilan USIA 22 Minggu). Meliputi spontan Tahapan abortus: 1. Imminens abortus (berlanjut sponsorizzare kehamilan). 2. Insipiens abortus (kehamilan Tidak akan berlanjut dan

akan berkembang menjadi abortus inkomplit atau abortus komplit). 3. Inkomplit abortus (sebagian Risultati konsepsi telah dikeluarkan). 4. Komplit abortus (Tutti Cronometrano Risultati konsepsi telah dikeluarkan). Abortus yang disengaja Adalah suatu prose dihentikannya kehamilan sebelum Janin mencapai viabilitas. Abortus Tidak aman Adalah suatu Basitlestirilmis Oleh dilakukan yang orang yang berpengalaman Tidak Lingkungan atau yang dalam Tidak memenuhi standar Medis keduanya atau minimo. Abortus septik Adalah yang abortus mengalami komplikasi berupa infeksi-sponsorizzare sepsi berasal Dari infeksi Jika organisme penyebab Naik Dari saluran kemih Bawah setelah abortus spontan atau abortus Tidak Aman. Akan Sepsi cenderung terjadi Jika terdapat Sisa Risultati konsepsi atau terjadi penundaan pengeluaran konsepsi Risultati Dalam. Komplikasi merupakan Sepsi yang Sering terjadi Aggiornato abortus Tidak aman dengan utilizza la stessa peralatan. Penanganan ____________ Jika dicurigai suatu abortus Tidak aman terjadi, Tanda adanya periksalah-Tanda infeksi atau adanya perlukaan utero, vagina usus dan, lakukan irigasi vagina untuk mengeluarkan tumbuh-tumbuhan, Obat-Obat Altro bahan lokal atau. Imminens Penanganan abortus: 1. Tidak perlu pengobatan atau Tirah Specifici per un totale di nudo. 2. Jangan melakukan aktifitas fisik berlebihan atau hubungan seksual. 3. Jika perdarahan: - Berhenti: lakukan Asuhan prenatali seperti Biasa, lakukan Jika Rating perdarahan terjadi lagi. - Berlangsung terus: Nilai kondisi Janin (Uji kehamilan atau USG). Lakukan konfirmasi kemungkinan adanya penyebab lain. Perdarahan

berlanjut, khususnya Jika utero Found yang lebih besar dari yang diharapkan, mungkin menunjukkan kehamilan Ganda atau Mola. 4. Tidak perlu terapi ormonali (progestinico atau estrogeni) atau tokolitik (misalnya salbutamolo atau indometasin) Obat Karena-Obat ini Tidak sponsorizzare mencegah abortus. Insipiens Penanganan abortus: 1. Jika USIA kehamilan Carenza di 16 Minggu, lakukan evaluasi aspirasi dengan dell'utero Vakum manuale. Jika evaluasi Tidak sponsorizzare, lakukan segera: - Ergometrin Berikan 0,2 intramuskuler mg (sponsorizzare diulang setelah 15 menit bila perlu) atau 400 mcg misoprostol per via orale (sponsorizzare diulang sesudah 4 confettura di bila perlu). - Segera lakukan persiapan untuk pengeluaran Risultati konsepsi Dari dell'utero. 2. Jika USIA kehamilan lebih 16 Minggu: - Tunggu ekspulsi spontan Risultati konsepsi Lalu evaluasi Sisa-Sisa Risultati konsepsi. - Jika perlu, lakukan INFUS 20 dalam oksitosin unità 500 intravena cairan ml (garam fisiologik atau larutan laktat suoneria) kecepatan dengan 40 tetes per menit untuk membantu ekspulsi Risultati konsepsi. 3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi IBU setelah penanganan. Inkomplit Penanganan abortus: 1. Jika perdarahan Tidak seberapa banyak dan kehamilan Carenza di 16 Minggu, evaluasi sponsorizzare dilakukan In pericolo digitale atau dengan untuk ovulo cunam mengeluarkan konsepsi Risultati yang serviks melalui Edizioni. Jika perdarahan berhenti, Beri ergometrin 0,2 mg di misoprostol atau intramuskuler 400 mcg per orale. 2. Jika perdarahan banyak atau terus kehamilan USIA berlangsung dan Carenza di 16 , Minggu evaluasi Sisa Risultati konsepsi dengan:

- Aspirasi manuale Vakum evaluasi merupakan metode yang terpilih. Evakuasi dengan tajam Kuret sebaiknya Hanya dilakukan Jika aspirasi Vakum manuale Tidak tersedia. - Jika evakuasi sponsorizzare segera Nessun dilakukan, Beri ergometrin 0,2 mg intramuskuler (diulang setelah 15 menit bila perlu) atau misoprostol 400 mcg per via orale (sponsorizzare diulang setelah 4 perlu Bila marmellata). 3. Lebih kehamilan Jika 16 Minggu: - Oksitosin Berikan INFUS 20 dalam unità 500 intravena cairan ml (fisiologik garam laktat suoneria atau) kecepatan dengan 40 tetes per menit sampai terjadi ekspulsi Risultati konsepsi. - Jika perlu berikan misoprostol 200 mcg per setiap vaginam 4 jam sampai terjadi ekspulsi Risultati konsepsi (Maksimal 800 mcg). - Evaluasi Sisa Risultati konsepsi yang dalam tertinggal dell'utero. 4. Pastikan untuk tetap memantau kondisi IBU setelah penanganan. Komplit Penanganan abortus: 1. Tidak perlu evaluasi lagi. 2. Observasi untuk Passi adanya perdarahan banyak. 3. Pastikan untuk tetap memantau kondisi IBU setelah penanganan. 4. Apabila Sedang anemia terdapat, sulfas compressa berikan ferrosus 600 mg al Hari Minggu Selama 2. Berikan Berat Jika anemia transfusi Darah. 5. Asuhan Konseling Pasca keguguran lanjut pemantauan dan. Pemantauan Pasca abortus __________________________ Spontan Insidens abortus Carenza lebih 15% (1 Dari 7 kehamilan) Dari kehamilan Tutti Cronometrano. Syarat-syarat memulai metode kontrasepsi waktu dalam 7 Hari Aggiornato kehamilan diinginkan Tidak yang: 1. Komplikasi terdapat Tidak Berat lanjut yang lebih

membutuhkan penanganan. 2. Ibu metode menerima konseling dalam dan AIUTO secukupnya memilih kontrasepsi yang sesuai palizzata. Metode kontrasepsi Pasca abortus: 1. Kondom - Waktu aplikasinya segera. - Efektivitasnya tergantung tingkat Klien kedisiplinan Dari. - Penyakit sponsorizzare mencegah seksual menular. 2. Pil kontrasepsi - Waktu aplikasinya segera. - Cukup efektif tetapi perlu ketaatan Klien untuk pil teratur In pericolo minum. 3. Suntikan - Waktu aplikasinya segera. - Konseling untuk pilihan hormon Tunggal atau kombinasi. 4. Implan - Waktu aplikasinya segera. - Jika pasangan tersebut mempunyai 1 atau anak dan lebih ingin kontrasepsi jangka Panjang. 5. ALAT kontrasepsi Dalam Rahim - Waktu aplikasinya segera dan setelah kondisi pasien pulih Kembali. - Tunda insersi Jika emoglobina Carenza di 7 gr / dl (anemia) atau Jika dicurigai adanya infeksi. 6. Tubektomi - Waktu aplikasinya segera. - Pasangan Untuk yang fertilitas menghentikan ingin. - Jika dicurigai adanya infeksi, Tunda Basitlestirilmis sampai keadaan Jelas. Jika emoglobina Carenza di 7 grammi / dl, Tunda sampai anemia telah diperbaiki. - Sediakan metode alternatif (kondom seperti). Beberapa wanita mungkin membutuhkan: 1. Jika Klien pernah diimunisasi, tetano booster berikan toksoid 0,5 ml atau Jika dinding vagina atau kanalis servikalis tampak luka terkontaminasi. 2. Jika riwayat imunisasi Tidak Jelas, tetano anti berikan siero 1.500 unità diikuti tetano intramuskuler dengan toksoid 0,5 setelah ml 4 Minggu.

3. Penatalaksanaan Penyakit untuk seksual menular. 4. Serviks Penapisan kanker. Kehamilan Ektopik Terganggu ___________________________ Kehamilan ektopik Adalah kehamilan dengan implantasi terjadi di Luar rongga dell'utero. Tuba Fallopii tersering Tempat merupakan terjadinya implantasi kehamilan ektopik (lebih 90%). Tanda dan gejala kehamilan ektopik sangatlah bervariasi tergantung Dari pecah tidaknya kehamilan tersebut. ALAT PENTING yang sponsorizzare untuk digunakan ektopik mendiagnosis kehamilan yang pecah Adalah tes kehamilan dari yang siero dikombinasi dengan pemeriksaan USG. Jika diperoleh haril Darah yang Tidak membeku segera Mulay penanganan. Tanda dan gejala kehamilan ektopik: 1. Gejala kehamilan Awal berupa Flek atau perdarahan ireguler, mual, pembesaran payudara, perubahan Colorati Aggiornato vagina & serviks, serviks perlunakan, pembesaran utero, Frequenze meningkat Kecil buang aria. 2. Nyeri Aggiornato addome dan pelvi. Tanda dan gejala kehamilan ektopik terganggu: 1. Kelelahan kolaps dan. 2. Denyut Nadi cepat dan lemah (110 kali per menit atau lebih). 3. Hipotensi. 4. Hipovolemia. 5. Addome akut dan Nyeri bacino. 6. Distensi addome. Dengan Distensi addome merupakan ottusità spostando petunjuk adanya Darah Libero. 7. Nyeri Lepas. 8. Pucat. La diagnosi banding ektopik kehamilan yang tersering Adalah imminens abortus. Diagnosa Penyakit Adalah banding Altro radang akut panggul & Kronik, ovarium Kista (terpuntir atau ruptur) akut appendisitis dan. USG sponsorizzare membedakan Antara kehamilan ektopik, imminens abortus terpuntir ovarium Kista dan.

Penanganan ektopik kehamilan Awal: 1. Segera lakukan Uji Silang Darah dan laparatomi. Jangan menunggu Darah pembedahan sebelum melakukan. 2. Jika Spaziatrice Fasilitas, segera rujuk ke Fasilitas lebih lengkap dan lakukan Rating Awal. 3. Laparatomi Pada, eksplorasi kedua tuba dan ovarium Fallopii: - Tuba Kerusakan yang Berat: lakukan salpingektomi (Risultati konsepsi dan tuba dikeluarkan keduanya). Besar Ini merupakan terapi pilihan Aggiornato sebagian Di Caso. - Tuba Kerusakan yang Kecil: lakukan salpingostomi (Risultati konsepsi dikeluarkan dipertahankan tuba dan). Ini mempertimbangkan dengan dilakukan konservasi kesuburan Karena resiko kehamilan ektopik Successivo Cukup Tinggi. Jika terjadi perdarahan banyak sponsorizzare dilakukan autotransfusi apabila Darah intraddominale Masih Segar dan Tidak terinfeksi atau terkontaminasi (Aggiornato Akhir kehamilan, Darah sponsorizzare terkontaminasi dengan ketuban aria dan lain-lain sehingga sebaiknya Tidak digunakan untuk autotransfusi). Darah pembedahan sebelum sponsorizzare dikumpulkan atau setelah addome dibuka: 1. Sewaktu IBU berbaring di atas meja operasi operasi addome dan sebelum akibat tampak tegang terkumpulnya Darah, saat untuk memungkinkan ITU melalui jarum memasukkan dinding addome dan Darah dikumpulkan DISET donatore. 2. Lain Cara, addome bukalah: - Sistema Operativo Dalam ke Darah suatu Tempat dan saringlah Darah dengan utilizza la stessa kasa untuk memisahkan bekuan Darah. - ATAS sezione della biblioteca Bersihkan Dari kantong Darah dengan cairan antiseptik dan bukalah Steril pisau dengan. - Tuangkan Darah wanita tersebut ke dalam kantong Torna Inserisci il tuo dan melalui set penyaring Biasa dengan cara.

- Jika Tidak tersedia antikoagulan dengan kantong donatori, tambahkan di sodio sitrat 10 setiap untuk Darah ml 90 ml. Penanganan selanjutnya: 1. Sebelum pulang IBU membolehkan, lakukan Circa nasehat konseling dan prognosi kesuburannya. Mengingat meningkatnya resiko kehamilan ektopik selanjutnya, konseling metode kontrasepsi dan penyediaan metode kontrasepsi, Jika diinginkan, merupakan PENTING hal yang. 2. Sulfas dengan Perbaiki anemia ferrosi 600 mg / ora per Selama orale 2 Minggu. 3. Jadwalkan kunjungan Successivo untuk pemantauan waktu dalam 4 Minggu. Mola Hidatidosa _______________ Kehamilan Mola merupakan proliferasi anormali Dari vili khorialis. Penanganan Mola kehamilan Awal: Jika diagnosa kehamilan Mola telah ditegakkan, lakukan evaluasi dell'utero: - Jika dibutuhkan dilatasi serviks, paraservikal blok gunakkan. - Pengosongan Vakum aspirasi dengan manuaal kuretase daripada aman lebih tajam. Resiko perforasi dengan utilizza la stessa Kuret Tinggi tajam Cukup. - Jika Adalah Vakum Sumber tabung manuale, siapkan Vakum aspirasi peralatan Manuale minimo 3 set agar sponsorizzare In pericolo hingga digunakan bergantian kavum pengosongan uteri completato. Cukup tetapi utero Isi banyak PENTING untuk cepat dikosongkan. Penanganan selanjutnya kehamilan mola: - Pasien dianjurkan untuk utilizza la stessa konntrasepsi ormonali (apabila Masih ingin anak) atau tubektomi apabila ingin menghentikan fertilitas. - Setiap Lakukan pemantauan 8 Minggu selaama minimo 1 tahun Pasca evakuasi

dengan utilizza la stessa tes kehamilan dengan orino Karena adanya resiko Penyakit timbulnya trofoblas yang menetap atau khoriokarsinoma. Jika tes kehamilan dengan orino Tidak negatif setelah 8 Minggu atau menjadi positif Torna Dalam 2 pertama tahun, rujuk ke Pusat Kesehatan tersier untuk pemantauan penanganan dan lebih lanjut. Sumber: Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan materna e neonatale. Editor: Abdul Bari Saifuddin, Gulardi Hanifa Wiknjosastro, Biran Affandi, Djoko Waspodo. Ed. I, Cet. 5, Jakarta: Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2003.

KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI
Ditulis oleh dahlanforum di/pada Agustus 25, 2009 Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita. 1. Sifilis Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki. Tanda-tanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh, setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat. 2. Gonore (kencing nanah) Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan.

Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat. 3. Herpes Genetalis Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair. Login | Join | Get widget
þÿ

Sunday, 21 February 2010 .

Dunia Berita Dunia o Bisnis o Keuangan o Politik Entertainment o Cinema o Dunia Malam o Komik & Animasi o Mistis o Musik o Sains o Selebriti Fun o Aneh o Humor & Hiburan o Tips & Trick Lifestyle o Kesehatan
o

<script language=JavaScript src="http://a.admaxserver.com/servlet/ajrotator/375641/0/vj? z=admaxasia2&dim=280733&pid=2978113a-a336-4702-be4f94336683ef6b&asid=e8163e63-e3bf-4528-b808cfec08c19f88&abr=$scriptiniframe"></script><noscript><a href="http://a.admaxserver.com/servlet/ajrotator/375641/0/cc? z=admaxasia2&pid=2978113a-a336-4702-be4f94336683ef6b&asid=e8163e63-e3bf-4528-b808cfec08c19f88"><img src="http://a.admaxserver.com/servlet/ajrotator/375641/0/vc? z=admaxasia2&dim=280733&pid=2978113a-a336-4702-be4f94336683ef6b&asid=e8163e63-e3bf-4528-b808cfec08c19f88&abr=$imginiframe" width="300" height="250" border="0"></a></noscript> Lifestyle 384 10 Adegan Ciuman Terpanas 1998-2008 305 Di Balik Misteri Pulau Tidung, Pulau Yang Tersembunyi... 286

Kuliner Liburan Otomotif Wah Ternyata Orang Gemuk Spermanya Payah Niey! Pendidikan 280 Pets Relations [Must Read] Ingin Tidur Bersama Jutaan Bakteri?? Seni & 274 Budaya Nasional o Berita Lokal PSK Kediri Enggan Pakai Kondom Karena Sering 'Bernyanyi' o Bisnis 273 o Keuangan o Politik Sports Asal Usul Dan Sejarah Penyakit Sifilis o Auto Sports 272 o Basket o Extreme o Other Sport 8 Penyebab Sering Kentut 268 o Raket o Sepak Bola Teknologi Inilah Mobil Sport Yang Lebih Kecil Daripada Sepeda Motor, o Gadget Bisa Lari 300km/jam o Gaming 256 o Komputer o Software & Internet Photo 10 Mobil Termahal Di Dunia 2010 (Forbes Version)
o o o o o o o

244 HOT Sekolah Teknologi Baru Dengan Papan Tulis Sentuh Video Foto Berita 698

KELAINAN dan

PENYAKI T PADA SISTEM REPROD UKSI
KELAINAN DAN PENYAKIT PADA SISTEM REPRODUKSI Penyakit pada sistem reproduksi manusia dapat disebabkan oleh virus ataupun bakteri. Penyakit yang menyerang sistem reproduksi manusia dinamakan juga penyakit kelamin. Pada umumnya, penyakit kelamin ditularkan melalui hubungan seksual. Penyakit tersebut dapat menyerang pria maupun wanita. 1. Sifilis Sifilis adalah penyakit kelamin yang disebabkan oleh bakteri. Tanda-tanda sifilis, antara lain terjadinya luka pada alat kelamin, rektum, lidah, dan bibir; pembengkakan getah bening pada bagian paha; bercak-bercak di seluruh tubuh; tulang dan sendi terasa nyeri ruam pada tubuh, khususnya tangan dan telapak kaki. Tandatanda penyakit ini dapat hilang, namun bakteri penyebab penyakit tetap masih di dalam tubuh,

setelah beberapa tahun dapat menyerang otak sehingga bisa mengakibatkan kebutaan dan gila. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat. 2. Gonore (kencing nanah) Gonore (kencing nanah) disebabkan oleh bakteri. Gejala dari gonore, antara lain keluarnya cairan seperti nanah dari saluran kelamin; rasa panas dan sering kencing. Bakteri penyebab penyakit ini dapat menyebar ke seluruh tubuh sehingga menyebabkan rasa nyeri pada persendian dan dapat mengakibatkan kemandulan. Penyakit ini dapat disembuhkan jika dilakukan pengobatan dengan penggunaan antibiotik secara cepat. 3. Herpes Genetalis Herpes genetalis disebabkan oleh virus. Virus penyebab penyakit herpes genetalis adalah Herpes simpleks. Gejala penyakit herpes genetalis, antara lain timbulnya rasa gatal atau sakit pada daerah kelamin dan adanya luka yang terbuka atau lepuhan berair. http://oaseadwan.info/2009 /08/26/kelainan-penyakitpada-sistem-reproduksi/. baca selengkapnya...

BERITA - Kesehatan / oaseadwan.info / Hot: 4 bulan 27 hari 3 jam lalu Diskusi Sebarkan Favorit Share Tweet adwan Email Email
Kirim

þÿ þÿ

Silahkan Login untuk menyimpan link ini ke dalam dalam list favorit anda Berita terkait: 105 Jenis kelainan Seksual/penyakit kelainan seksual alfaridzy.wordpress.com / Dimasukkan: 11 bulan 29 hari 2 jam lalu 0 komentar 50 Mengenal Lebih Dekat Sistem Reproduksi pada Pria emogeuliz.wordpress.com / Dimasukkan: 7 bulan 17 hari 2 jam lalu 0 komentar 48 Sistem Reproduksi bibilung.wordpress.com / Dimasukkan: 2 tahun 1 bulan 16 hari lalu 0 komentar 36 10 Syndrom Penyakit Aneh di Dunia ! artikel-kesehatan-

online.blogspot.com / Dimasukkan: 1 tahun 2 bulan 5 hari lalu 0 komentar 23 G-Spot dan Kesehatan Reproduksi perempuan.com / Dimasukkan: 1 tahun 5 bulan 6 hari lalu 0 komentar Komentar Pemilih

Komentar
Tidak ada komentar Silahkan login untuk menulis komentar anda Dunia Berita Dunia | Bisnis | Keuangan | Politik Lifestyle Kesehatan | Kuliner | Liburan | Otomotif | Pendidikan | Pets | Relations | Seni & Budaya Teknologi Gadget | Gaming | Komputer | Software & Internet © 2009, PT. Global Vertex, All rights reserved. Disclaimer: All content is dedicated to the public domain are hereby created and posted by Lintas Berita users. About Lintasberita.com Pertanyaan-pertanyaan Entertainment Cinema | Dunia Malam | Komik & Animasi | Mistis | Musik | Sains | Selebriti Nasional Berita Lokal | Bisnis | Keuangan | Politik

Fun Aneh | Humo

Sports Auto Sports | | Raket | Sepa

Aturan layanan Kebijakan privasi Blog Widget tools Info iklan Kontak kami

Sistem reproduksi wanita
Diposkan oleh gametogenesis on 11.10.09 Organ reproduksi wanita dibedakan menjadi organ kelamin luar dan organ kelamin dalam. a. Organ Kelamin Dalam perhatikanlah gambar di bawah ini!!

Gambar 2. Organ kelamin dalam wanita (Cambel&Recee,2000) Organ kelamin dalam terdiri atas bagian-bagian sebagai berikut: 1. Indung telur (ovarium)

Ovarium

merupakan

organ

kelamin

yang

berfungsi

untuk

menghasilkan ovum. Ovarium berjumlah sepasang dan berbentuk seperti telur. Ovarium mengandung kelenjar endokrin dan sel-sel penghasil sel telur (ovum) yang disebut folikel. Ovarium memiliki sekitar 200.000400.000 buah sel induk telur (oogonium). Sel folikel yang sudah matang akan menghasilkan sel telur dan akan di keluarkan dari ovarium. Peristiwa pengeluaran sel telur dikenal dengan istilah ovulasi. Pada setiap ovulasi hanya satu telur yang matang dan dapat hidup 24 jam. Saat folikel tumbuh, ovarium menghasilkan estrogen, sedangkan setelah ovulasi kebanyakan menghasilkan progesteron. 2. Saluran telur (oviduk/tuba fallopi) Saluran telur (oviduk/tuba fallopi) berjumlah sepasang, terletak di sebelah kanan dan kiri. Oviduk berfungsi untuk menyalurkan sel telur ke rahim dan tempat berlangsungnya fertilisasi. Bagian pangkal atau mulut oviduk berbentuk corong, dilengkapi dengan rumbai-rumbai pada oviduk yang disebut fimbrie.

3. Rahim (uterus) Rahim (uterus) merupakan tempat pertumbuhan dan perkembangan janin. Manusia memiliki rahim bertipe satu ruangan (simpleks). Bagian bawah rahim yang mengecil disebut leher rahim (servik). Uterus terdiri atas tiga lapisan, yaitu lapisan terluar (perimetrium), lapisan tengah/lapisan otot (miometrium), dan lapisan dalam/selaput rahim (endometrium).

4. Vagina

Vagina merupakan bagian akhir dari saluran kelamin dalam. Dinding vagina lebih tipis daripada rahim dan banyak memiliki lipatan. Hal ini mempermudah jalan kelahiran bayi. Vagina juga banyak terdapat lendir yang dihasilkan oleh dinding vagina dan kelenjar bartholin. Sisa jaringan yang menutupi sebagian lubang vagina disebut hymen (selaput dara).

b. Organ Kelamin Luar Organ kelamin wanita secara keseluruhan disebut vulva. Vulva dibatasi oleh lipatan kulit yang berpasangan, yaitu sepasang bibir besar (labium mayor) dan sepasang bibir kecil (labium minor). Labium mayor meluas ke belakang manyatu dan mencapai mons pubis. Mons pubis adalah bagian terluar vulva yang banyak mengandung lemak dan ditumbuhi rambut (menjelang masa puber). Tonjolan kecil didepan labium minor disebut klitoris. Pada klitoris terdapat jaringan erektil sehingga dapat bereaksi seperti halnya penis pada laki-laki. Klitoris mempunyai fungsi yang sama dengan penis, sedangkan vulva mempunyai fungsi yang sama dengan skrotum.

Setelah kalian mempelajari struktur dan fungsi dari macam-macam organ penyusun sistem reproduksi wanita di atas. Dapatkah kalian menjelaskan bagaimana sel telur (ovum) itu diproduksi? Jika kalian belum bisa menjawabnya, mari kita belajar lebih dalam lagi melalui blog ini! 1 komentar: gametogenesis mengatakan... Posting ini telah dihapus oleh penulisnya. 22 Oktober 2009 07:17

Poskan Komentar Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka

Materi

▼ 09 (11) o ▼ 10 (11)  Home Page  kompetensi  apersepsi  Sistem reproduksi laki-laki  Sistem reproduksi wanita  Gametogenesis  Spermatogenesis  Oogenesis  Kelainan pada sistem reproduksi  Evaluasi 1  Glosarium & Daftar Pustaka

daftar link terkait
• • •

Flash gametogenesis human reproduction system Pembelahan meiosis pada manusia

Mau tanya dengan Pak Guru?? Click here di kotak chat, tulis namamu, kamu bisa "chat" dengan Pak Guru

Clock & Calender ---- Musik live ---<
Free Mp3 Music Player at www.musik-live.net

>

jumlah pengunjung blog

Spermatogenesis
Diposkan oleh gametogenesis on 11.10.09 Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka

Materi

▼ 09 (11) o ▼ 10 (11)  Home Page  kompetensi  apersepsi  Sistem reproduksi laki-laki  Sistem reproduksi wanita  Gametogenesis  Spermatogenesis  Oogenesis

  

Kelainan pada sistem reproduksi Evaluasi 1 Glosarium & Daftar Pustaka

daftar link terkait
• • •

Flash gametogenesis human reproduction system Pembelahan meiosis pada manusia

Mau tanya dengan Pak Guru?? Click here di kotak chat, tulis namamu, kamu bisa "chat" dengan Pak Guru Clock & Calender ---- Musik live ---<
Free Mp3 Music Player at www.musik-live.net

>

jumlah pengunjung blog

Snap Shots

Snap Shots

Translate to bilingual

þÿ

Powered by

Translate

Kelainan pada sistem reproduksi
Diposkan oleh gametogenesis on 11.10.09 3. AIDS (Acquired Immuno Deficiency Syndrome) Disebabkan oleh virus HIV (Human Immune Deficiency Virus). Gejalanya adalah penurunan kekebalan tubuh. HIV sangat rapuh dan cepat mati di luar tubuh manusia. Virus ini juga sensitif terhadap panas dan tidak kuat hidup pada suhu di atas 60 ͦ C. HIV terdapat di hampir seluruh cairan tubuh manusia seperti keringat, air ludah, air mata, darah, cairan sperma, cairan vagina. Hanya saja pada keringat, air ludah, dan air mata konsentrasinya tidak cukup tinggi untuk menularkan HIV. Cairan yang dapat menularkan HIV adalah darah, cairan sperma, cairan vagina. Penularan terjadi jika ada salah satu dari cairan tadi mengandung virus HIV. Tanda-tanda dan gejalanya adalah penderita akan sering mengalami penyakit ringan seperti flue dan diare. Secara fisik, penderita tampak sehat, selama 3-4 tahun, penderita tidak memperlihatkan gejala yang khas. Pada tahun ke-5 sampai keke-6, mulai timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan dimulut,dan terjadi pembengkakan didaerah getah bening. Cara menghindari penyakit ini adalah dengan tidak bergonta-ganti pasangan dan menghindari hubungan seksual diluar nikah, menghindari tranfusi darah yang tidak jelas asalnya, menggunakan perlatan medis dan nonmedis yang terjamin steril. Sampai sekarang ini, penyakit ini belum ditemukan obatnya, yang ada hanyalah menolong penderita untuk mempertahankan tingkatkesehatan dan kekebalan tubuhnya, serta melakukan perilaku hidup sehat. Perhatikan gambar dibawah ini! gambar 1 adalah gambar virus HIV (Human Immune Deficiency Virus) dan gambar 2 adalah gambar seorang laki-laki yang menderita penyakit HIV/AIDS.

gambar 1 (sebelah kiri) & gambar 2 (sebelah kanan)

Spermatogenesis
Diposkan oleh gametogenesis on 11.10.09 Posting Lebih Baru Posting Lama Halaman Muka

Materi

▼ 09 (11) o ▼ 10 (11)  Home Page  kompetensi  apersepsi  Sistem reproduksi laki-laki  Sistem reproduksi wanita  Gametogenesis  Spermatogenesis  Oogenesis  Kelainan pada sistem reproduksi  Evaluasi 1  Glosarium & Daftar Pustaka

daftar link terkait
• • •

Flash gametogenesis human reproduction system Pembelahan meiosis pada manusia

Mau tanya dengan Pak Guru?? Click here di kotak chat, tulis namamu, kamu bisa "chat" dengan Pak Guru Clock & Calender ---- Musik live ---<
Free Mp3 Music Player at www.musik-live.net

>

jumlah pengunjung blog

Snap Shots

Ø Tayangan di atas adalah merupakan gambaran dari proses spermatogenesis, dapatkah kalian menjelaskan bagaimana proses-proses itu terjadi?

Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas dan untuk lebih memahaminya, mari kita belajar lebih jauh lagi lewat uraian di bawah ini!

Sel sperma yang bersifat haploid (n) dibentuk di dalam testis melalui sebuah proses rumit yang disebut dengan spermatogenesis. Dibentuk di dalam tubulus seminiferus. Dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu : a. Hormon GnRH Hormon ini berfungsi untuk merangsang lobus hipofisa anterior untuk produksi hormon gonadotropin, FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone)

b. Testosterone Hormon ini berfungsi untuk membentuk sperma, terutama pembentukan spermatosit sekunder

c. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) Hormon ini berfungsi untuk merangsang pembentukan sperma secara langsung. Serta merangsang sel sertoli untuk meghasilkan ABP (Androgen Binding Protein) untuk memacu spermatogonium untuk melakukan spermatogenesis

d. Hormon LH (Luteinizing Hormone) Hormon ini berfungsi merangsang sel Leydig untuk memperoleh sekresi testosteron (yaitu suatu hormon kelamin yang penting untuk perkembangan sperma).

Secara sederhana proses memproduksi sperma dapat diuraikan melalui langkah-langkah sebagai berikut ini:

1. Ketika seorang anak laki-laki mencapai pubertas pada usia 11 sampai 14 tahun, sel induk sperma (spermatogonium) menjadi diaktifkan oleh sekresi hormon testosteron.

2. Masing-masing spermatogonium membelah secara mitosis beberapa kali untuk menghasilkan lebih banyak spermatogonium yang masing-masing berisi 46 kromosom (diploid (2n)) lengkap.

3. Masing-masing spermatongonium terus melakukan pembelahan mitosis untuk menghasilkan sel anak, sedangkan sebagian lagi membesar menjadi spermatosit primer dan bergerak ke dalam lumen tubulus seminiferus. Oleh karena pembelahan terjadi secara mitosis maka spermatogonium dan spermatosit primer mempunyai 2n kromosom (diploid).

4. Spermatosit primer melakukan meiosis (tahap I) untuk menghasilkan dua spermatosit sekunder yang berukuran lebih kecil dari spermatosit primer, oleh karena membelah secara meiosis maka spermatosit sekunder mempunyai 23 kromosom (haploid (n)). Spermatosit sekunder ini masingmasing memiliki 23 kromosom yang terdiri atas 22 kromosom tubuh dan satu kromosom kelamin (Y atau X).

5. Kedua spermatosit sekunder tersebut melakukan miosis (tahap II) untuk menghasilkan dua sel lagi yang juga haploid, hasil pembelahan ini disebut spermatid yang tetap memiliki 23 kromosom, dan diperoleh empat spermatid.

6. Spermatid kemudian akan mengalami perubahan bentuk (deferensiasi) menjadi spermatozoa matang tanpa mengalami pembelahan dan bersifat

haploid (n) 23 kromosom. Perubahan bentuk ini dinamakan spermiogenesis. Keseluruhan proses spermatogenesis ini berlangsung sekitar 64 hari.

Uraian diatas dapat digambarkan dalam gambar di bawah ini!

Gambar 3. Proses Spermatogenesis (iceteazegeg.wordpress.com)

Ø Setelah terbentuk sel sperma dapatkah kalian menyebutkan dan menjelaskan struktur dari spermatozoon (tunggal)?

Sruktur spermatozoon Spermatozoon memiliki struktur khusus, antara lain adalah sebagai berikut: Ø Tayangan di atas adalah merupakan gambaran dari proses pementukan sel telur (oogenesis), dapatkah kalian menjelaskan bagaimana proses-proses itu terjadi?

Untuk membantu menjawab pertanyaan di atas dan untuk lebih memahaminya, bacalah uraian di bawah ini!

Oogenesis merupakan proses pembentukann ovum di dalam ovarium. Tidak seperti spermatogenesis yang dapat menghasilkan jutaan sperma dalam waktu yang bersamaan, oogenesis hanya mampu menghasilkan satu ovum matang sekali waktu. Proses oogenensis dipengaruhi oleh beberapa hormon yaitu: a. Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone)

Berfungsi untuk merangsang pertumbuhan sel-sel folikel

b. Hormon LH (Luteinizing Hormone) Berfungsi merangsang terjadinya ovulasi (yaitu proses pengeluaran sel ovum)

c. Hormon estrogen Estrogen berfungsi menimbulkan sifat kelamin sekunder

d. Hormon progesteron Hormon progesteron berfungsi juga untuk menebalkan dinding endometrium.

Oogenesis secara sederhana prosesnya dapat dijelaskan tahapannya sebagai berikut:

1. Oogonium adalah merupakan sel induk dari ovum yang terdapat dalam sel folikel yang berada di dalam ovarium 2. Oogonium mengalami pembelahan mitosis berubah menjadi oosit primer, yang memiliki 46 kromosom. Oosit primer melakukan meiosis (tahap I), yang menghasilkan dua sel anak yang ukurannya tidak sama

3. Sel anak yang lebih besar adalah oosit sekunder yang bersifat haploid (n). Ukurannya dapat mencapai ribuan kali lebih besar dari yang lain karena berisi lebih banyak sitoplasma dari oosit primer yang lain 4. Sel anak yang lebih kecil disebut badan polar pertama yang kemudian membelah lagi 5. Oosit sekunder meninggalkan folikel ovarium menuju tuba Fallopi. Apabila oosit sekunder di dibuahi oleh sel sperma (fertilisasi), maka akan mengalami pembelahan meiosis yang kedua. begitu pula dengan badan polar pertama membelah menjadi dua badan polar kedua yang akhirnya mengalami degenerasi. Namun apabila tidak terjadi fertilisasi, menstruasi dengan cepat akan terjadi dan siklus oogenesis diulang kembali 6. Selama pemebelahan meiosis kedua, oosit sekunder menjadi bersifat haploid (n) dengan 23 kromosom dan selanjutnya disebut dengan ootid. Ketika inti nukleus sperma dan ovum siap melebur menjadi satu, saat itu juga ootid kemudian mencapai perkembangan akhir atau finalnya menjadi ovum yang matang. Peristiwa pengeluaran sel telur dikenal dengan istilah ovulasi. Pada setiap ovulasi hanya satu telur yang matang dan dapat hidup 24 jam. Jika ovum yang matang tersebut tidak dibuahi, maka sel telur tersebut akan mati dan luruh bersama dengan dinding rahim pada awal siklus menstruasi .

Uraian diatas dapat digambarkan dalam gambar di bawah ini!

Gambar 5. Proses Oogenesis (elibrary42.multiply.com)

Ø Dapatkah kalian menyebutkan dan menjelaskan struktur dari Ovum?

Ovum memiliki beberapa lapisan pelindung, antara lain : 1) Membrane vitellin yaitu lapisan transparan dibagian dalam ovum.

2) Zona pellusida, yaitu lapisan pelindung ovum yang tebal dan terletak dibagian tengah. Terdiri dari protein dan mengandung rangsang (reseptor) untuk spermatozoa.

3) Corona radiata, yaitu merupakan sel-sel granulose yang melekat disisi luar dan merupakan mantel terluar ovum yang paling tebal.

perhatikan gambar di bawah ini!

Gambar 6 . stuktur ovum

Gambar 4. Stuktur Spermatozoon

Bagian-bagian tersebut terbagi atas 3 bagian utama, yaitu: 1) Bagian Kepala Pada bagian kepala spermatozoon ini, terdapat inti tebal dengan sedikit sitoplasma yang diselubungi oleh selubung tebal dan terdapat 23 kromosom dari sel ayah. Selubung tebal yang dimaksud adalah akrosom, fungsi dari akrosom adalah sebagai pelindung dan menghasilkan enzim yang berfungsi untuk menembus sel telur.

2) Bagian Badan Terdapat mitokondria yang berbentuk spiral dan berukuran besar, berfungsi sebagai penyedia ATP atau energi untuk pergerakan ekor.

3) Bagian ekor Pada bagian ekor sperma yang cukup panjang terdapat axial filament pada bagian dalam, dan membran plasma dibagian luar yang berfungsi untuk pergerakan sperma

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->