P. 1
Profil UPK

Profil UPK

|Views: 2,197|Likes:
Published by upkbanyuputih

More info:

Published by: upkbanyuputih on Feb 22, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

03/21/2013

pdf

text

original

LAPORAN PERTANGGUNGJAWABAN UPK KECAMATAN BANYUPUTIH KABUPATEN SITUBONDO TAHUN 2009

A. PROFIL UPK KECAMATAN BANYUPUTIH 1. Sejarah Pendirian UPK Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perdesaan sebagai salah satu program pemerintah yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat perdesaan, dalam beberapa tahun terakhir ini telah mampu menjadi ikon dari pembangunan partisipatif yang mengakar di kalangan masyarakat. Hal itu terbentuk karena besarnya kontribusi riil dari program ini terhadap pemberdayaan, peningkatan kualitas hidup dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat perdesaan. Mutlaknya keterlibatan masyarakat langsung dalam seluruh proses kegiatan PNPM ini yang dimulai dari kegiatan sosialisasi, penggalian gagasan, penetapan, pelaksanaan, dan pelestarian kegiatan, mengharuskan pula adanya keterlibatan banyak pelaku sebagai pelaksana program, baik pelaku di tingkat desa maupun pelaku program di tingkat kecamatan. Dan salah satu pelaku program tingkat kecamatan yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam pengelolaan keuangan dan seluruh rangkaian kegiatan PNPM Mandiri perdesaan adalah Unit Pengelola Kegiatan (UPK). Unit Pengelola Kegiatan (UPK) PNPM Kecamatan Banyuputih baru dibentuk pada tanggal 5 September 2007 dalam Musyawarah Antar Desa Prioritas Usulan (MAD II) yang pada waktu itu masih bernama PNPM PPK dengan formasi kepengurusan terdiri dari ketua, bendahara, dan sekretaris dan mendapat legalisasi melalui Surat Keputusan Bupati Situbondo Nomor : 188/77/P/001.2/2008 tentang penetapan pengurus UPK se Kabupaten Situbondo sebagai pengelola dana Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM mandiri Perdesaan. 2. Sejarah Kepengurusan UPK UPK PNPM Kecamatan Banyuputih pertama kali dibentuk pada tanggal 5 September 2007 dengan komposisi kepengurusan sebagai berikut : Ketua : Heri Purwanto Bendahara : Ningwartika Sekretaris : Heri Fadloly Kemudian pada tanggal 22 Januari tahun 2009 bertepatan dengan MAD Tutup Buku 2008, fórum memandang perlu menambah 1 personalia lagi dalam kepengurusan UPK yang bertugas sebagai kasir dengan tugas pokok khusus menerima angsuran dari kelompok simpan pinjam khusus perempuan, yang dilanjutkan dengan pemilihan dan penetapan saudari Supartiningsih sebagai Kasir UPK. Dengan demikian sejak tanggal 22 Januari 2009 UPK Kecamatan Banyuputih memiliki susunan kepengurusan sebagai berikut : Ketua : Heri Purwanto Bendahara : Ningwartika
Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

1

Sekretaris Kasir

: Heri Fadloly : Supartiningsih

Formasi kepengurusan sebagaimana di atas tetap berlangsung sampai dengan awal bulan September 2009 sampai diterimanya surat pengunduran diri saudara Heri Purwanto sebagai Ketua UPK. Sehingga pada gilirannya diadakan penjaringan calon ketua UPK yang baru melalui mekanisme seleksi dan tes kompetensi. Dari 3 orang kandidat yang lolos untuk dipilih dan ditetapkan dalam MAD II 2009 yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2009, saudara M. Imam Taufiqurrahman dari Desa Sumberanyar terpilih sekaligus ditetapkan sebagai Ketua UPK yang baru. 3. Modal Awal UPK a. UPK Kecamatan Banyuputih untuk tahun anggaran 2007 memiliki modal awal yang diterima dari Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) sebesar Rp 338.485.000,- (tiga ratus tiga puluh delapan juta empat ratus delapan puluh lima ribu rupiah) yang seluruhnya dialokasikan untuk simpan pinjam khusus perempuan dengan jumlah 63 kelompok yang terdiri dari 920 orang pemanfaat. Untuk tahun anggaran 2008, modal awal yang diterima UPK sebesar Rp 402.000.000,- (empat ratus dua juta rupiah). Dana tersebut dialokasikan sepenuhnya untuk kegiatan simpan pinjam khusus perempuan reguler yang terdiri dari 51 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 802 orang. Sedang untuk tahun anggaran 2009, UPK menerima kembali modal awal dari BLM sebesar Rp 415.720.000,- (empat ratus lima belas juta tujuh ratus dua puluh ribu rupiah) untuk kegiatan simpan pinjam khusus perempuan 47 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 706 orang. Dengan demikian, total dari modal awal UPK dari seluruh tahun anggaran yang sudah dilakukan sejumlah 1.156.205.000,- (satu miliar seratus lima puluh enam juta dua ratus lima ribu rupiah) 4. Kategori UPK Sampai dengan bulan Januari 2010, UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Banyuputih memiliki predikat sebagai salah satu UPK PNPM Mandiri Perdesaan Terbaik Nasional dengan kategori A. Kategori pemetaan UPK dengan nilai A tersebut mendapat legalisasi berupa penerimaan PIAGAM PENGHARGAAN UPK TERBAIK dari Departemen Dalam Negeri melalui Direktorat Jenderal Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tertanggal 23 Juni 2009. Piagam Penghargaan dimaksud diserahkan langsung oleh Wakil Bupati Situbondo pada acara Peringatan Hari Jadi Kabupaten Situbondo tahun 2009. Penganugerahan sebagai UPK Terbaik untuk UPK Banyuputih juga diberikan oleh Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan dalam acara Malam Penganugerahan Pro Poor award Lomba Karya Penanggulangan Kemiskinan Provinsi Jawa Timur Tahun 2009 pada tanggal 18 November di Surabaya. B. BIDANG ORGANISASI
Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

b.

c.

2

1. Gambaran Singkat TUPOKSI Pengurus Sebagaimana tertuang dalam SOP (Stándar Operasional) UPK, masingmasing personalia dalam ekepengurusan UPK Kecamatan Banyuputih memiliki tugas pokok dan fungsi sebagaimana berikut : a. Ketua Ketua Ketua UPK sebagai pimpinan organisasi memiliki tanggung dalam hal : 1) Pengendalian organisasi 2) Melakukan pembinaan administrasi TPK 3) Melakukan penagihan pengembalian SPP sesuai rencana 4) Fungsi hubungan masyarakat 5) Memimpin rapat / pertemuan UPK 6) Mewakili organisasi dalam pertemuan dengan aparat terkait 7) Menyetujui atau menolak pengajuan dana baik dari sekretaris maupun bendahara. b. Bendahara UPK Bendahara yang bertugas mengelola administrasi keuangan memiliki tanggung jawab dalam hal : 1) Melakukan pembinaan administrasi TPK. 2) Melakukan penagihan pengembalian SPP sesuai rencana. 3) Mencatat setiap transaksi keuangan harian. 4) Membuat laporan keuangan. 5) Memegang semua rekening bank dana PNPM Mandiri Perdesaan. 6) Memegang uang kas dana PNPM Mandiri Perdesaan 7) Mengeluarkan uang atas persetujuan ketua. 8) Membuat perencanaan keuangan dan anggaran 9) Mengisi form-form laporan keuangan c. Sekretaris UPK Sekretaris memiliki tugas dalam pengelolaan administrasi sebagaimana berikut : 1) Melakukan pembinaan administrasi TPK 2) Melakukan penagihan pengembalian SPP sesuai rencana 3) Bertanggung jawab atas segala kearsipan dokumen baik yang menyangkut masalah keuangan PNPM Mandiri Perdesaan dan proses kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan 4) Menempelkan atau memberikan informasi tentang pertanggungjawaban keuangan kepada masyarakat melalui papan informasi dan media informasi lainnya 5) Mencatat hasil keputusan rapat dalam notulen 6) Mengisi dan mencatat agenda harian 7) Bertindak sebagai humas bila ketua berhalangan 8) Mengelola inventaris 9) Merencanakan pengadaan administrasi kantor 10) Membuat surat-surat d. Kasir UPK Sedangkan Kasir memiliki TUPOKSI sebagaimana berikut : 1) Menerima angsuran pinjaman dari kelompok SPP

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

3

2) Mencatatat semua transaksi yang berkaitan dengan angsuran kelompok SPP 3) Merekapitulasi angsuran yang diterima dan menyerahkannya kepada Bendahara 2. Kegiatan yang Sudah dilaksanakan Selama Tahun 2009, UPK Kec. Banyuputih telah melaksanakan serangkain kegiatan kelembagaan yang meliputi kegiatan perguliran SPP, pembinaan kelompok, rapat koordinasi, dan pelatihan UPK. Adapun kegiatankegiatan tersebut sebagaimana tertuang dalam tabel sebagaimana berikut : No.
1

URAIAN KEGIATAN
PERGULIRAN SPP

WAKTU KEGIATAN

TEMPAT KEGIATAN

KET.
Total pencairan pinjaman Rp 568.000.000,untuk 60 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 971 orang Total pencairan pinjaman Rp 24.200.000 untuk 3 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 46 orang Total pencairan pinjaman Rp 193.100.000 untuk 24 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 351 orang Total pencairan pinjaman Rp 36.500.000 untuk 6 kelompok dengan jumlah pemanfaat sebanyak 72 orang Total pencairan pinjaman Rp 238.700.000 untuk 20 kelompok

a. Perguliran 2

Bulan Februari s.d April 2009

Banyuputih Sumberejo Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo

b. Perguliran 3

Bulan April 2009

Banyuputih Sumberwaru

c. Perguliran 4

Bulan Juni s.d Agustus 2009

Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo

d. Perguliran 5

Bulan September 2009

Sumberanyar Sumberwaru

e. Perguliran 6

Bulan Oktober 2009

Banyuputih Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

4

dengan jumlah pemanfaat sebanyak 281 orang PEMBINAAN ADMINISTRASI KELOMPOK SPP Bulan April s.d Mei 2009 Banyuputih Sumberejo Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo Seluruh desa se kecamatan Banyuputih dengan cara bergiliran Diikuti oelh 204 orang dari 68 kelompok SPP Peserta rakor terdiri dari PJOK, FT-FK, pengurus UPK, TPK, dan KPMD Peserta rapat meliputi PJOK, FT-FK, BP UPK, dan pengurus UPK Ketua UPK, Sekretaris UPK, dan Bendahara UPK Ketua UPK, Sekretaris UPK, dan Bendahara UPK Untuk pinjaman 47 kelompok, BOP TPK dan BOP UPK sebesar Rp 437.600.000 Untuk dana 7 kegiatan prasarana dan pendidikan sebesar Rp 1.562.400.000

2

3

RAPAT KOORDINASI KECAMATAN

Dilaksanakan setiap bulan

4

RAPAT INTERNAL

Dilaksanakan pada setiap awal bulan

Kantor UPK

5

PELATIHAN UPK Tanggal 16 s.d 19 Februari 2009 SMK Negeri Situbondo

a. Pelatihan Komputer

b. Pelatihan Pemantapan dan Peningkatan Kapasitas UPK

Tanggal 21 Desember 2009

Pemkab Situbondo

6

PENCAIRAN DANA SPP PROGRAM

Bulan Oktober 2009

Banyuputih Sumberejo Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo Banyuputih Sumberejo Sumberanyar Sumberwaru Wonorejo

7

PENCAIRAN DANA PRASARANA DAN PENDIDIKAN

Bulan Oktober s.d Desember 2009

C. PERKEMBANGAN PINJAMAN DAN KEUANGAN UPK 1. 2. 3. 4. 5. Perkembangan Jumlah Kelompok ( Terlampir ) Perkembangan Jumlah Anggota dan Pemanfaat ( Terlampir ) Perkembangan Pemberian Pinjaman ( Terlampir ) Tunggakan SPP ( Terlampir ) Progres Penanganan Pinjaman Bermasalah / Macet Selama tahun 2009 penanganan tunggakan SPP dilakukan UPK dengan melibatkan pelaku program tingkat Desa meliputi TPK, KPMD, dan juga pemerintah desa setempat melalui tahapan-tahapan sebagai berikut :

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

5

a. Identifikasi masalah yang menjadi sumber terjadinya tunggakan. Proses identifikasi ini dilakukan dalam bentuk kunjungan ke kelompok untuk klarifikasi penyebab terjadinya tunggakan tersebut. b. Hasil identifikasi dilanjutkan dengan menentukan strategi penanganan bersama Fasilitator kecamatan, TPK, dan KPMD sesuai dengan tingkat permasalahan yang ada melalui cara penanganan kekeluargaan. c. Penanganan tunggakan dilaksanakan dalam bentuk pemanggilan kelompok oleh Pemerintah Desa bersangkutan, apabila penanganan secara kekeluargaan tidak membuahkan hasil. Dari ketiga tahapan di atas, sampai saat ini tingkat tunggakan dapat diminimalisir semaksimal mungkin, kendati masih terdapat beberapa kendala yang masih perlu penangan yang lebih intensif lagi. 6. Perkembangan Asset ( Terlampir ) 7. Neraca dan Laporan Operasional UPK ( Terlampir ) D. KENDALA DAN SOLUSI PELAKSANAAN KEGIATAN TAHUN 2009 Secara general, pelaksanaan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan Kecamatan Banyuputih untuk Tahun Anggaran 2009 berjalan dengan lancar dan sukses sesuai dengan schedule yang sudah ditetapkan dengan output kegiatan yang cukup memuaskan. Namun demikian, dalam proses pelaksanaan kegiatan tersebut tetap tidak terlepas dari beberapa kendala di lapangan. Dari hasil identifikasi permaslahan yang dilakukan oleh UPK bersama fasilitator kecamatan terdapat sejumlah kendala sebagai berikut : a. Adanya sebagian TPK yang masih mendapatkan kesulitan dalam pengadministrasian kegiatan yang dilaksanakan di desa. Hal tersebut terjadi karena adanya sebagian pengurus TPK yang baru pertama kali menjadi pelaku PNPM Mandiri Perdesaan dan belum memiliki banyak referensi tentang pengadministrasian dalam program. Praktis, kondisi tersebut menjadi salah satu faktor dominan terhadap adanya beberapa ketidaksempurnaan dalam administrasi TPK. Menyikapi hal tersebut solusi yang dilakukan adalah berupa intensifikasi tingkat pendampingan dan fasilitasi yang dilakukan oleh fasilitator kecamatan bersama UPK, sehingga tingkat kesalahan dalam administrasi di TPK bisa ditekan sekecil mungkin yang pada akhirnya dapat teratasi seluruhnya. b. Bertambahnya tingkat tunggakan SPP yang cukup signifikan dibandingkan dengan tahun 2008 yang sampai saat ini sudah mencapai 1,14%. Faktor yang penyebab terjadinya tunggakan yang lebih besar tersebut didominasi karena faktor ekonomi murni berupa menurunnya tingkat pendapatan sebagian besar anggota kelompok terutama yang memiliki sumber pendapatan dari hasil laut. Solusi yang dilakukan adalah berupa penanganan secara langsung ke kelompok dengan melibatkan para pelaku program di tingkat desa mulai dari TPK, KPMD sampai dengan pemerintahan desa, sehingga laju tunggakan sedikit banyak dapat dikurangi. c. Terjadinya keterlambatan penyelesaian sebagian kegiatan prasana yang disebabkan oleh keterbatasan dan sulitnya bahan yang dibutuhkan, di samping karena lemahnya tingkat koordinasi dan kurangnya pemahaman

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

6

sebagian pelaku di tingkat desa terhadap tupoksinya, sehingga terjadi benturan tugas dan tanggung jawab yang pada akhirnya kegiatan tidak dapat dilaksanakan dengan maksimal. Solusi yang ditempuh berupa penyegaran kembali tentang tupoksi masingmasing pelaku di tingkat desa oleh fasilitator kecamatan bersama pengurus UPK, sehingga para pelaku tersebut kembali pada tugas dan tanggung jawabnya masing-masing dan benturan tugas tidak terjadi lagi. E. RENCANA KERJA DAN RAB TAHUN 2010 1. Rencana Kerja Tahun 2010 a. Rencana Kebijakan Tahun 2010 Dalam rangka peningkatan kualitas dan pengembangan kelembagaan UPK sebagai pengelola keuangan dan kegiatan PNPM Mandiri Perdesaan, maka diperlukan penentuan beberapa kebijakan yang terkemas dalam sebuah rencana kerja tahunan. Hal tersebut dilakukan guna memberikan arah yang jelas terhadap segala kegiatan kelembagaan yang akan dilakukan UPK dalam satu tahun ke depan. Untuk tahun anggaran 2010 terdapat beberapa draf kegiatan yang dipandang perlu direalisasikan oleh UPK yang akan ditawarkan ke forum MAD dan selanjutnya untuk diolah bersama guna memperoleh legalisasi atas kesepakatan bersama. Adapun rencana kerja dimaksud diantaranya adalah : 1. Pembentukan Tim Pendanaan SPP Perguliran Pembentukan Tim Pendapnaan SPP Perguliran ini dimaksudkan untuk menyederhanakan proses dan prosedur perguliran simpan pinjam yang selama ini dilakukan melalui MAD Perguliran. Rencana ini dimunculkan dengan dasar bahwa MAD Perguliran yang selama ini dilakukan setiap kali UPK akan melaksanakan pencairan SPP Perguliran memiliki prosedur yang cukup rumit karena harus ditetapkan melalui musyawarah tingkat kecamatan dengan menghadirkan pengurus kelompok bersangkutan, BKAD, BP UPK serta perwakilan dari pemerintahan desa. Dengan terbentuknya tim pendanaan ini, prosedur tersebut bisa lebih disederhanakan dengan pembiayaan yang relatif sangat kecil karena hanya melibatkan pengurus BKAD, BP UPK, Tim Verifikasi SPP serta beberapa perwakilan dari desa dan tim ahli lainnya dibandingkan dengan prosedur dan biaya pelaksanaan MAD Perguliran. 2. Menaikkan Prosentase IPTW (Insentif Pengembalian Tepat Waktu) Salah satu bagian dari strategi untuk mempertahankan kesehatan pengembalian sekaligus untuk menghindari terjadinya tingkat tunggakan yang semakijn besar, dalam pertengahan tahun 2009 atas dasar keputusan di MAD, UPK telah melaksanakan pemberlakuan denda keterlambatan dengan ketenuan 1/12 x jumlah jasa 1 bulan, dan pemberian IPTW sebesar 2% dari jumlah jasa 1 tahun. Namun setelah dilakukan evaluasi dan penilaian lebih lanjut, prosentase IPTW yang diberikan masih dinilai terlalu kecil kalo dibandingkan dengan penghitungan denda yang dibebankan. Atas dasar itu, maka UPK memandang perlunya menaikkan prosentase IPTW tersebut guna
Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

7

memberikan rangsangan yang lebih besar lagi kepada kelompok untuk dapat melaksanakan pengembalian pinjaman dengan tepat waktu. 3. Pembentukan Tim Verifikasi Usulan SPP Perguliran Tim Verifikasi usulan SPP ini memiliki posisi strategis dalam kelangsungan pengelolaan simpan pinjam ke depan, karena setiap usulan SPP sebelum dilakukan penetapan alokasi dan pencairan pinjaman harus melalui proses verifikasi oleh Tim Verifikasi. Dan selama 3 (tiga) tahun terakhir ini, keberadaan Tim Verifikasi SPP Perguliran masih bersifat temporer serta baru dibentuk pada saat ketika ada usulan pinjaman dari kelompok SPP saja, dan masa bhaktinya berakhir setelah proses kegiatan verifikasi tersebut selesai. Dengan pertimbangan tercapainya efektifitas pemberian pinjaman, maka sangat perlu dibentuk Tim Verifikasi usulan SPP yang bersifat permanen paling tidak untuk masa kerja 1 (satu) tahun anggaran dengan jumlah anggota minimal 2 orang yang dipandang memiliki kapasitas dan kompetensi di bidangnya. 4. Penambahan Pengadaan Inventaris Keberadaan UPK yang sudah berusia kurang lebih 3 tahun sudah selayaknya harus dilengkapi dengan seperangkat inventaris lembaga yang memmadai dan representatif, termasuk juga di dalamnya inventaris yang bersentuhan langsung dengan pengelolaan administrasi dan kegiatan lainnya di UPK. Sementara sampai saat ini kelengkapan inventaris sebagaimana dimaksud masih belum dimiliki sepenuhnya oleh UPK. Karena itu perlu penambahan inventaris berupa 1 buah rak buku, 1 buah lemari buku, dan 1 buah warless dan seterusnya sebagaimana dalam RAB Operasinal UPK. b. Matrik Rencana Kegiatan (terlampir) 2. Rencana Anggaran Biaya Operasional UPK Tahun 2010 ( Telampir ) F. LAPORAN PENGELOLAAN DOK (DANA OPERASIONAL KEGIATAN) 2009 1. DOK Perencanaan 2009 Untuk tahun anggaran 2009 Kecamatan Banyuputih mendapat alokasi Dana Operasional Kegiatan (DOK) Perencanaan sebesar Rp 34.800.000,- (tiga puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah) dengan penggunaan dana kegiatan sebagai berikut : a. Subsidi transport KPMD : 16.000.000 b. Honor Pendamping Loka : 4.000.000 c. Transport PJOK : 5.000.000 d. Biaya rapat koordinasi kecamatan : 1.600.000 e. Transport dan operasional Tim Verifikasi : 2.650.000 f. MAD Prioritas : 1.425.125 g. MAD Penetapan Usulan : 443.350 h. Pembuatan RAB dan desain : 1.500.000 i. Media informasi : 107.500 Total Penggunanan Dana Saldo : : 32.725.975 2.074.025

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

8

2. DOK Pelatihan Masyarakat Alokasi DOK Pelatihan Masyarakat tahun anggaran 2009 untuk Kecamatan Banyuputih sebesar Rp 9.925.000 (sembilan juta sembilan ratus dua puluh lima ribu rupiah) dengan penggunaan dana kegiatan sebagai berikut : a. Pelatihan KPMD : 1.633.500 b. Pelatihan TPU : 775.000 c. Pelatihan Tim Verifikasi : 495.000 d. Pelatihan UPK : 125.000 e. Pelatihan Pendamping Lokal : 350.000 f. Pelatihan TPK : 1.327.500 g. Pelatihan Tim Monitoring : 861.250 Total Penggunanan Dana Saldo : : 5.567.250 4.357.750

Ketua UPK,

Banyuputih, 1 Februari 2010 Sekretaris,

M. Imam Taufiqurrahman

Heri Fadloly

Laporan Pertanggungjawaban UPK PNPM Mandiri Perdesaan Kec. Banyuputih Tahun 2009

9

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->