P. 1
Resensi Novel

Resensi Novel

|Views: 5,239|Likes:
Published by zakky

More info:

Published by: zakky on Feb 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX or read online from Scribd
See more
See less

05/16/2013

Resensi Novel

RESENSI NOVEL INDONESIA BEBAS NOVEL LASKAR PELANGI
Judul Buku Penulis Negara Bahasa Genre Penerbit Pustaka Tanggal terbit Halaman ISBN : Laskar Pelangi : Andrea Hirata : Indonesia : Indonesia : Roman :Yogyakarta :Bentang : 2005 : xxxiv, 529 halaman : ISBN 979-3062-79-7

Resensi

Laskar Pelangi adalah novel pertama karya Andrea Hirata yang diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada tahun 2005. Novel ini bercerita tentang kehidupan 10 anak dari keluarga miskin yang bersekolah (SD dan SMP) di sebuah sekolah Muhammadiyah di pulau Belitong yang penuh dengan keterbatasan. Mereka adalah: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) Ikal Lintang; Lintang Samudra Basara bin Syahbani Maulana Basara Sahara; N.A. Sahara Aulia Fadillah binti K.A. Muslim Ramdhani Fadillah Mahar; Mahar Ahlan bin Jumadi Ahlan bin Zubair bin Awam A Kiong;Muhammad Jundullah Gufron Nur Zaman Syahdan; Syahdan Noor Aziz bin Syahari Noor Aziz Kucai; Mukharam Kucai Khairani Borek alias Samson Trapani; Trapani Ihsan Jamari bin Zainuddin Ilham Jamari Harun; Harun Ardhli Ramadhan bin Syamsul Hazana Ramadhan

Mereka bersekolah dan belajar pada kelas yang sama dari kelas 1 SD sampai kelas 3 SMP, dan menyebut diri mereka sebagai Laskar Pelangi. Pada bagian-bagian akhir cerita, anggota Laskar Pelangi bertambah satu anak perempuan yang bernama Flo, seorang murid pindahan. Keterbatasan yang ada bukan membuat mereka putus asa, tetapi malah membuat mereka terpacu untuk dapat melakukan sesuatu yang lebih baik. Laskar Pelangi merupakan buku pertama dari Tetralogi Laskar Pelangi. Buku berikutnya adalah Sang Pemimpi, Edensor dan Maryamah Karpov. Naskah Laskar Pelangi telah diadaptasi menjadi sebuah film berjudul sama dengan bukunya.Film Laskar Pelangi akan diproduksi oleh Miles Films dan Mizan Production, dan digarap oleh sutradara Riri Riza. Laskar Pelangi adalah karya pertama dari Andrea Hirata. Buku ini segera menjadi Best Seller yang kini kita ketahui sebagai buku sastra Indonesia terlaris sepanjang sejarah.

Sinopsis
Cerita terjadi di desa Gantung, Kabupaten Gantung, Belitung Timur. Dimulai ketika sekolah Muhammadiyah terancam akan dibubarkan oleh Depdikbud Sumsel jikalau tidak mencapai siswa baru sejumlah 10 anak. Ketika itu baru 9 anak yang menghadiri upacara pembukaan, akan tetapi tepat ketika Pak Harfan, sang kepala sekolah, hendak berpidato menutup sekolah, Harun dan ibunya datang untuk mendaftarkan diri di sekolah kecil itu.

Zakky Mubarrok Wicaksono

1

XI IPA 4

Resensi Novel

Mulai darisanalah dimulai cerita mereka. Mulai dari penempatan tempat duduk, pertemuan mereka dengan Pak Harfan, perkenalan mereka yang luar biasa di mana A Kiong yang malah cengar-cengir ketika ditanyakan namanya oleh guru mereka, Bu Mus. Kejadian bodoh yang dilakukan oleh Borek, pemilihan ketua kelas yang diprotes keras oleh Kucai, kejadian ditemukannya bakat luar biasa Mahar, pengalaman cinta pertama Ikal, sampai pertaruhan nyawa Lintang yang mengayuh sepeda 80 km pulang pergi dari rumahnya ke sekolah! Mereka, Laskar Pelangi - nama yang diberikan Bu Muslimah akan kesenangan mereka terhadap pelangi - pun sempat mengharumkan nama sekolah dengan berbagai cara. Misalnya pembalasan dendam Mahar yang selalu dipojokkan kawan-kawannya karena kesenangannya pada okultisme yang membuahkan kemenangan manis pada karnaval 17 Agustus, dan kejeniusan luar biasa Lintang yang menantang dan mengalahkan Drs. Zulfikar, guru sekolah kaya PN yang berijazah dan terkenal, dan memenangkan lomba cerdas cermat. Laskar Pelangi mengarungi hari-hari menyenangkan, tertawa dan menangis bersama. Kisah sepuluh kawanan ini berakhir dengan kematian ayah Lintang yang memaksa Einstein cilik itu putus sekolah dengan sangat mengharukan, dan dilanjutkan dengan kejadian 12 tahun kemudian di mana Ikal yang berjuang di luar pulau Belitong kembali ke kampungnya. Kisah indah ini diringkas dengan kocak dan mengharukan oleh Andrea Hirata, kita bahkan bisa merasakan semangat masa kecil anggota sepuluh Laskar Pelangi ini!

Tokoh-tokoh yang muncul dalam Laskar Pelangi: Laskar Pelangi
1) Ikal : Tokoh 'aku' dalam cerita ini. Ikal yang selalu menjadi peringkat kedua memiliki teman sebangku bernama Lintang, yang merupakan anak terpintar dalam Laskar Pelangi. Ia berminat pada sastra, terlihat dari kesehariannya yang senang menulis puisi. Ia menyukai A Ling, sepupu dari A Kiong, yang ditemuinya pertama kali di sebuah toko kelontong bernama Toko Sinar Harapan. Pada akhirnya hubungan mereka berdua terpaksa berakhir oleh jarak akibat kepergian A Ling ke Jakarta untuk menemani bibinya. 2) Lintang : Teman sebangku Ikal yang luar biasa jenius. Ayahnya bekerja sebagai nelayan miskin yang tidak memiliki perahu dan harus menanggung kehidupan 14 jiwa anggota keluarga. Lintang telah menunjukkan minat besar untuk bersekolah semenjak hari pertama berada di sekolah. Ia selalu aktif didalam kelas dan memiliki cita-cita sebagai ahli matematika. Sekalipun ia luar biasa pintar, pria kecil berambut merah ikal ini pernah salah membawa peralatan sekolahnya. Cita-citanya terpaksa ditinggalkan agar ia dapat bekerja untuk membiayai kebutuhan hidup keluarganya semenjak ayahnya meninggal. 3) Sahara : Satu-satunya gadis dalam anggota Laskar Pelangi. Sahara adalah gadis keras kepala berpendirian kuat yang sangat patuh kepada agama. Ia adalah gadis yang ramah dan pandai, ia baik kepada siapa saja kecuali pada A Kiong yang semenjak mereka masuk sekolah sudah ia basahi dengan air dalam termosnya. 4) Mahar : Pria tampan bertubuh kurus ini memiliki bakat dan minat besar pada seni. Pertama kali diketahui ketika tanpa sengaja Bu Muslimah menunjuknya untuk bernyanyi di depan kelas saat pelajaran seni suara. Pria yang menyenangi okultisme ini sering dipojokkan temantemannya. Ketika dewasa, Mahar sempat menganggur menunggu nasib menyapanya karena tak bisa ke manapun lantaran ibunya yang sakit-sakitan. Akan tetapi, nasib baik menyapanya dan ia diajak petinggi untuk membuat dokumentasi permainan anak tradisional setelah membaca artikel yang ia tulis di sebuah majalah, dan akhirnya ia berhasil meluncurkan sebuah novel tentang persahabatan. 5) A Kiong : Anak Hokian. Keturunan Tionghoa ini adalah pengikut sejati Mahar sejak kelas satu. Baginya Mahar adalah suhunya yang agung. Kendatipun pria kecil ini berwajah buruk rupa, ia memiliki rasa persahabatan yang tinggi dan baik hati, serta suka menolong pada siapapun kecuali Sahara. Namun, meski mereka selalu bertengkar, ternyata mereka berdua saling mencintai satu sama lain.

Zakky Mubarrok Wicaksono

2

XI IPA 4

Resensi Novel
6) Syahdan : Anak nelayan yang ceria ini tak pernah menonjol. Kalau ada apa-apa dia pasti yang paling tidak diperhatikan. Misalnya ketika bermain sandiwara, Syahdan hanya kedapatan jadi tukang kipas putri dan itupun masih banyak kesalahannya. Syahdan adalah saksi cinta pertama Ikal, ia dan Ikal bertugas membeli kapur di Toko Sinar Harapan semenjak Ikal jatuh cinta pada A Ling. Syahdan ternyata memiliki cita-cita yang tidak pernah terbayang oleh Laskar Pelangi lainnya yaitu menjadi aktor. Dengan bekerja keras pada akhirna dia menjadi aktor sungguhan meski hanya mendapatkan peran kecil seperti tuyul atau jin... Setelah bosan, ia pergi dan kursus komputer. Setelah itu ia berhasil menjadi network designer. 7) Kucai : Ketua kelas sepanjang generasi sekolah Laskar Pelangi. Ia menderita rabun jauh karena kurang gizi dan penglihatannya melenceng 20 derajat, sehingga jika ia menatap marah ke arah Borek, maka akan terlihat ia sedang memperhatikan Trapani. Laki-laki ini sejak kecil terlihat bisa menjadi politikus dan akhirnya diwujudkan ketika ia dewasa menjadi ketua fraksi di DPRD Belitong. 8) Borek : Pria besar maniak otot. Borek selalu menjaga citranya sebagai laki-laki macho. Ketika dewasa ia menjadi kuli di toko milik A Kiong dan Sahara. 9) Trapani : Pria tampan yang pandai dan baik hati ini sangat mencintai ibunya. Apapun yang ia lakukan harus selalu didampingi ibunya, seperti misalnya ketika mereka akan tampil sebagai band yang dikomando oleh Mahar, ia tidak mau tampil jika tak ditonton ibunya. Cowok yang bercita-cita menjadi guru ini akhirnya berakhir di rumah sakit jiwa karena ketergantungannya terhadap ibunya. 10) Harun : Pria yang memiliki keterbelakangan mental ini memulai sekolah dasar ketika ia berumur 15 tahun. Laki-laki jenaka ini senantiasa bercerita tentang kucingnya yang berbelang tiga dan melahirkan tiga anak yang masing-masing berbelang tiga pada tanggal tiga kepada Sahara dan senang sekali menanyakan kapan libur lebaran pada Bu Muslimah. Ia menyetor 3 buah botol kecap ketika disuruh mengumpulkan karya seni kelas enam.

Tokoh-tokoh Lain
1) Bu Muslimah : Bernama lengkap N.A. Musimah Hafsari Hamid binti K.A. Abdul Hamid. Dia adalah Ibunda Guru bagi Laskar Pelangi. Wanita lembut ini adalah pengajar pertama Laskar Pelangi dan merupakan guru yang paling berharga bagi mereka. 2) Pak Harfan : Nama lengkap K.A. Harfan Efendy Noor bin K.A. Fadillah Zein Noor. Kepala sekolah dari sekolah Muhammadiyah. Ia adalah orang yang sangat baik hati dan penyabar meski murid-murid awalnya takut melihatnya.

3) Flo : Bernama asli adalah Floriana, seorang anak tomboi yang berasal dari keluarga kaya. Dia merupakan murid pindahan dari sekolah PN yang kaya dan sekaligus tokoh terakhir yang muncul sebagai bagian dari laskar pelangi. Awal pertama kali masuk sekolah, ia sempat membuat kekacauan dengan mengambil alih tempat duduk Trapani sehingga Trapani yang malang terpaksa tergusur. Ia melakukannya dengan alasan ingin duduk di sebelah Mahar dan tak mau didebat. 4) A Ling : Cinta pertama Ikal yang merupakan saudara sepupu A Kiong. A Ling yang cantik dan tegas ini terpaksa berpisah dengan Ikal karena harus menemani bibinya yang tinggal sendiri.

1. Unsur Intrinsik
a) Tema dan Amanat

Zakky Mubarrok Wicaksono

3

XI IPA 4

Resensi Novel
Tema ialah persoalan yang menduduki tempat utama dalam karya sastra. Tema mayor ialah tema yang sangat menonjol dan menjadi persoalan. Tema minor ialah tema yang tidak menonjol. Amanat ialah pemecahan yang diberikan oleh pengarang bagi persoalan di dalam karya sastra. Amanat biasa disebut makna. Makna dibedakan menjadi makna niatan dan makna muatan. Makna niatan ialah makna yang diniatkan oleh pengarang bagi karya sastra yang ditulisnya. Makna muatan ialah makana yang termuat dalam karya sastra tersebut. b) Tokoh dan Penokohan Tokoh ialah pelaku dalam karya sastra. Dalam karya sastra biasanya ada beberapa tokoh, namun biasanya hanya ada satu tokoh utama. Tokoh utama ialah tokoh yang sangat penting dalam mengambil peranan dalam karya sastra. Dua jenis tokoh adalah tokoh datar (flash character) dan tokoh bulat (round character). Tokoh datar ialah tokoh yang hanya menunjukkan satu segi, misalny6a baik saja atau buruk saja. Sejak awal sampai akhir cerita tokoh yang jahat akan tetap jahat. Tokoh bulat adalah tokoh yang menunjukkan berbagai segi baik buruknya, kelebihan dan kelemahannya. Jadi ada perkembangan yang terjadi pada tokoh ini. Dari segi kejiwaan dikenal ada tokoh introvert dan ekstrovert. Tokoh introvert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh ketidaksadarannya. Tokoh ekstrovert ialah pribadi tokoh tersebut yang ditentukan oleh kesadarannya. Dalam karya sastra dikenal pula tokoh protagonis dan antagonis. Protagonis ialah tokoh yang disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifat-sifatnya. Antagonis ialah tokoh yang tidak disukai pembaca atau penikmat sastra karena sifatsifatnya. Penokohan atau perwatakan ialah teknik atau cara-cara menampilkan tokoh. Ada beberapa cara menampilkan tokoh. Cara analitik, ialah cara penampilan tokoh secara langsung melalui uraian pengarang. Jadi pengarang menguraikan ciri-ciri tokoh tersebut secara langsung. Cara dramatik, ialah cara menampilkan tokoh tidak secara langsung tetapi melalui gambaran ucapan, perbuatan, dan komentar atau penilaian pelaku atau tokoh dalam suatu cerita. Dialog ialah cakapan antara seorang tokoh dengan banyak tokoh. Dualog ialah cakapan antara dua tokoh saja. Monolog ialah cakapan batin terhadap kejadian lampau dan yang sedang terjadi. Solilokui ialah bentuk cakapan batin terhadap peristiwa yang akan terjadi. c) Alur dan Pengaluran Alur disebut juga plot, yaitu rangkaian peristiwa yang memiliki hubungan sebab akibat sehingga menjadi satu kesatuan yang padu bulat dan utuh. Alur terdiri atas beberapa bagian : (1) Awal, yaitu pengarang mulai memperkenalkan tokoh-tokohnya. (2) Tikaian, yaitu terjadi konflik di antara tokoh-tokoh pelaku. (3) Gawatan atau rumitan, yaitu konflik tokoh-tokoh semakin seru. (4) Puncak, yaitu saat puncak konflik di antara tokoh-tokohnya. (5) Leraian, yaitu saat peristiwa konflik semakin reda dan perkembangan alur mulai terungkap. (6) Akhir, yaitu seluruh peristiwa atau konflik telah terselesaikan. Pengaluran, yaitu teknik atau cara-cara menampilkan alur. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur erat dan alur longggar. Alur erat ialah alur yang tidak memungkinkan adanya pencabangan cerita. Alur longgar adalah alur yang memungkinkan adanya pencabangan cerita. Menurut kualitasnya, pengaluran dibedakan menjadi alur tunggal dan alur ganda. Alur tunggal ialah alur yang hanya satu dalam karya sastra. Alur ganda ialah alur yang lebih dari satu dalam karya sastra. Dari segi urutan waktu, pengaluran dibedakan kedalam alur lurus dan tidak lurus. Alur lurus ialah alur yang melukiskan peristiwa-peristiwa berurutan dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus ialah alur yang melukiskan tidak urut dari awal sampai akhir cerita. Alur tidak lurus bisa menggunakan

Zakky Mubarrok Wicaksono

4

XI IPA 4

Resensi Novel
gerak balik (backtracking), sorot balik (flashback), atau campauran keduanya. d) Latar dan Pelataran Latar disebut juga setting, yaitu tempat atau waktu terjadinya peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam sebuah karya sastra. Latar atau setting dibedakan menjadi latar material dan sosial. Latar material ialah lukisan latar belakang alam atau lingkungan di mana tokoh tersebut berada. Latar sosial, ialah lukisan tatakrama tingkah laku, adat dan pandangan hidup. Sedangkan pelataran ialah teknik atau cara-cara menampilkan latar. UNSUR EKSTRINSIK

1. Biografi penulis Andrea Hirata Seman Said Harun (lahir 24 Oktober) adalah seorang penulis Indonesia yang berasal dari pulau Belitong, propinsi Bangka Belitung. Novel pertamanya adalah novel Laskar Pelangi yang merupakan buku pertama dari tetralogi novelnya, yaitu : Laskar Pelangi Sang Pemimpi Edensor Maryamah Karpov Laskar Pelangi termasuk novel yang ada di jajaran best seller untuk tahun 2006 - 2007. Meskipun studi mayor yang diambil Andrea adalah ekonomi, ia amat menggemari sains-fisika, kimia, biologi, astronomi--dan tentu saja sastra. Andrea lebih mengidentikkan dirinya sebagai seorang akademisi dan backpacker. Sedang mengejar mimpinya yang lain untuk tinggal di Kye Gompa, desa tertinggi di dunia, di Himalaya. Andrea berpendidikan ekonomi di Universitas Indonesia, mendapatkan beasiswa Uni Eropa untuk studi master of science di Universite de Paris, Sorbonne, Perancis dan Sheffield Hallam University, United Kingdom. Tesis Andrea di bidang ekonomi telekomunikasi mendapat penghargaan dari kedua universitas tersebut dan ia lulus cum laude. Tesis itu telah diadaptasi ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku teori ekonomi telekomunikasi pertama yang ditulis oleh orang Indonesia. Buku itu telah beredar sebagai referensi Ilmiah. Saat ini Andrea tinggal diBandung dan masih bekerja di kantor pusat PT Telkom.

2. nilai moral Jika ada suatu masalah ,janganlah cepat putus asa Jika ada kemauan pasti ada jalan Kejarlah mimpi setinggi-tingginya 3. nilai susila
Zakky Mubarrok Wicaksono 5 XI IPA 4

Resensi Novel Dalam cerita ini ada terkandung norma susila yang mencerminkan budaya timur terbukti dalam tokoh- tokohnya yang mencerminkan sopan santun 4. Nilai Pendidikan Novel ini sarat akan nilai pendidikan yang boleh kita acungi jempol, karena dalam cerita ini para murid sangat semangat untuk belajar

RESENSI NOVEL TERJEMAHAN NOVEL HARRY POTTER AND THE ORDER OF THE PHOENIX
Judul Buku : Harry Potter dan Orde Phoenix Pengarang : J.K.Rowling Tahun Terbit : 2004 Tebal : cover + 1200 + iv

Sinopsis
Zakky Mubarrok Wicaksono 6 XI IPA 4

Resensi Novel Tidak banyak penyihir yang percaya dan mau percaya bahwa Lord Voldermort telah kembali, termasuk Kementerian Sihir. Harry dan Dumbledore dianggap menyebar kabar bohong dan dianggap terganggu jiwanya. Meskipun demikian, masih banyak orang yang percaya pada Dumbledore, dan mereka inilah yang tergabung dalam Orde Phoenix. Namun karena situasi belum memungkinkan, mereka bergerak secara diam-diam untuk menghindari kecurigaan dari Kementerian. Mereka menggunakan kediaman Sirius, Grimmauld Place nomer 12 sebagai Markas Besar, sehingga Sirius tidak lagi dalam pelarian (tapi tetap bersembunyi karena pihak kementrian masih mencarinya). Sementara itu, Harry yang diawasi siang-malam (tanpa sepengetahuannya) oleh anggota Orde, semakin sering mengalami sakit pada bekas lukanya. Emosinya sering tak terkendali. Pada suatu malam ia dikejutkan dengan hadirnya Dementor di Privet Drive, yang hendak menyerang dirinya dan Dudley. Untunglah ia berhasil menghasilkan patronus untuk melawan mereka. Namun akibat dari hal ini, dia nyaris diusir oleh pamannya (karena dikira menyerang Dudley), menghadapi persidangan di Kementerian Sihir dan terancam dikeluarkan dari Hogwarts. Di persidangan tak seorangpun percaya bahwa ada Dementor berkeliaran di daerah Muggle. Tapi ketika Dumbledore mengatakan bahwa Kementerian tidak punya hak untuk mencampuri urusan sekolah, termasuk dalam hal ini mengeluarkan sorang murid, Harry pun bebas dari segala tuduhan. Namun mimpi buruk Harry masih berlanjut. Untuk pertama kalinya dalam 5 tahun, Harry diajar oleh seorang guru Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam yang berasal dari Kementerian Sihir, Dolores Umbridge. Harry berulang kali mendapat detensi karena mengatakan bahwa Voldermort telah kembali. Harry dan seluruh murid kelas 5 akan menjalani ujian OWL, dimana mereka sudah harus berpikir pelajaran apa saja yang akan (dan mau) menerima mereka di kelas 6, serta tentang karir apa yang mereka minati selepas sekolah. Di tengah tekanan Umbridge dan segala dekritnya, Harry, atas dukungan penuh dari Ron dan Hermione, memimpin sekelompok anak untuk mempraktekkan pertahanan terhadap ilmu hitam dalam sebuah kelompok yang mereka namai Laskar Dumbledore (LD). LD beranggotakan cukup banyak anak, selain Ron, Hermione, Ginny, Neville, Luna Lovegood, Fred & George, Cho Chang, dan beberapa anak dari asrama lain yang kelihatannya lebih ingin tahu apakah benar pikiran Harry terganggu seperti yang diberitakan koran-koran, atau ingin tahu cerita yang sebenarnya tentang kematian Cedric dan kembalinya Voldermort. Penglihatan yang dialami Harry akhirnya sampai pada kesimpulan bahwa dia dan Voldermort, entah bagaimana, saling terhubung. Harry merasakan amarah dan kesenangan Voldermort. Suatu saat hal ini menguntungkan, karena menyelamatkan Arthur Weasley dari maut. Tapi Dumbledore kemudian menugaskan Snape untuk mengajari Occlumency, untuk menutup pikirannya dari Voldermort. Harry dan Snape yang sama-sama tidak senang dengan hal ini, tetap melakukannya, sampai suatu saat Harry memasuki Pensieve Snape dan mendapati alasan mengapa ia begitu membenci ayahnya dan Sirius. Snape sangat sangat marah ketika memergoki Harry dan menolak untuk mengajarinya sejak saat itu. Hagrid yang baru saja kembali setelah sekian lama pergi, ternyata membawa serta Grawp, adiknya yang raksasa asli. Ia dan Madame Maxime sebenarnya ditugasi Dumbledore untuk mendekati para raksasa agar tidak bergabung dengan Voldermort. Tapi tidak berhasil, karena ternyata para Pelahap Maut telah mendekati mereka terlebih dahulu. Ketika pulang, Hagrid membawa Grawp yang bertubuh mungil (untuk ukuran raksasa). Klimaks dari seri ke-5 ini adalah pertempuran di Kementerian Sihir. Harry dipancing untuk pergi ke Kementerian Sihir, di mana ternyata di sana sudah menunggu para Pelahap Maut. Mereka menjebak Harry untuk mengambil Ramalan di Departemen Misteri. Ramalan tentang dirinya dan Voldermort. Harry, Ron, Hermione, Luna dan Neville berusaha

Zakky Mubarrok Wicaksono

7

XI IPA 4

Resensi Novel menyelamatkan diri dari serangan para Pelahap Maut, ketika sejumlah anggota Orde Phoenix datang membantu. Terjadilah pertempuran sengit, dimana akhirnya Sirius terbunuh. Di akhir cerita Dumbledore memberitahu Harry tentang Ramalan tersebut, yang ternyata dibuat oleh Professor Trelawney, bahwa untuk bertahan hidup, ia dan Voldermort harus saling membunuh, karena yang satu tidak bisa bertahan bila yang satu tetap hidup.

NILAI INTRINSIK
A. Setting / Latar Belakang Harry Potter dan Orde Phoenix terjadi dunia sihir, dimana cerita ini dipusatkan di London, Inggris, sesuai kehidupan pemeran utama. Dunia sihir tersebut merupakan komunitas yang tidak pernah diketahui oleh komunitas non-sihir, yang diberi istilah oleh para penyihir sebagai muggle. Penyihir-penyihir muda di seluruh dunia, seperti halnya sistem belajar aslinya, mereka pun belajar pengetahuan tentang sihir. Pusat pendidikan sihir Inggris berada di London, demikian pula Kementrian Sihir Inggris, seperti menteri-menteri negara di dunia, terletak di London. Nama sekolah yang menjadi pusat pendidikan ini adalah Hogwarts, yang terletak di pegunungan yang jauh dari daerah muggle. Hogwarts merupakan sekolah sihir tertua di dunia. Hogwarts didirikan oleh 4 orang sekawan, namun hubungan 4 sekawan ini mulai hilang, masing-masing memisahkan diri, sehingga membuat Hogwarts terdiri dari 4 asrama, dengan syarat masuk yang berbeda-beda. Keempat asrama ini memiliki nama sesuai dengan nama pendirinya, yaitu: Slytherin Griffindor Ravenclaw Hupplepuff Hogwarts saat ini dipimpin oleh Kepala Sekolah yang bernama Albus Dumbledore. Lingkungan Hogwarts sangat luas dan langsung berbatasan dengan “Hutan Terlarang” yang sangat dilarang bagi murid – murid untuk memasukinya. Di dalam Hogwarts juga terdapat lapangan Quiditch yang hijau di mana terdapat menara untuk tempat duduk penonton yang membentengi lapangan, ada masing – masing 3 buah tiang gawang di setiap sisinya. Dalam cerita ini, diceritakan suatu organisasi yang saat ini dipimpin oleh Dumbledore sendiri, yaitu Orde Phoenix. Orde ini memiliki misi untuk melawan Sang Pangeran Kegelapan, Lord Voldemort dan para pelahap mautnya. Organisasi ini memiliki markas besar di rumah keluarga besar Black, di Grimmauld Palace no.12. Rumah yang digunakan sebagai markas ini merupakan rumah yang sangat besar, bahkan sebesar istana. Dalam cerita ini, Hogwarts mempunyai ruangan yang tersembunyi, yang disebut ruang kebutuhan. Ruangan ini dipakai oleh semua pasukan LD untuk berlatih Ilmu Pertahanan Ilmu Sihir. A. Perwatakan 1. Harry Potter Harry Potter adalah tokoh utama dalam cerita ini, mempunyai badan proporsional dan memakai kacamata, ciri khas dari Harry Potter adalah adanya luka seperti bekas petir di dahinya. Harry memiliki warna kulit yang putih, berambut piran kecoklatan. Tokoh ini mempunyai cara berbusana yang kalem dan berusaha baju itu nyaman sewaktu digunakan. Cara berbicara sang tokoh sama seperti remaja yang lain karena masih mengutamakan egoisnya sendiri. Si tokoh mempunyai sifat yang berani, patuh pada aturan, kadang pemarah. 2. Hermione Granger Hermione adalah teman Harry perempuan yang berumur sama dengan Harry, yaitu 15 tahun. Tokoh wanita ini memiliki ciri – ciri rambut ikal yang panjang dan pirang kecoklatan, hidung mancung, berkulit putih. Tokoh ini memiliki cara berbusana seperti kaum awam tidak
Zakky Mubarrok Wicaksono 8 XI IPA 4

• • • •

Resensi Novel seperti murid sihir Hogwarts lainnya. Orang tua tokoh ini adalah muggle, yang membuat ia merupakan keturunan campuran. Draco Malfoy dan teman-temannya selau menyebutnya Darah-Lumpur, karena status orang tuanya tersebut. Cara berbicara sitokoh santun, berdasarkan pemikiran panjang, seperti ilmuwan. Sifat tokoh ini adalah pengertian, rajin, taat, tidak mau mencari masalah, terkadang sangat keras kepala jika bertengkar pendapat. 3. Ronald Weasley Tokoh ini biasa dipanggil Ron oleh kawan – kawannya, berumur 15 tahun. Ron adalah salah satu teman baik Harry. Ciri – ciri tokoh ini adalah rambut lurus pendek berwarna merah, rambut belah samping, hidung mancung, mempunyai tinggi yang sudah sedikit melebihi Harry. Cara berbusana si tokoh sangat sederhana. Tokoh ini dalam berbicara tidak berani mengemukakan pendapat, takut berbicara pada orang lain, pemalu, penakut, tidak percaya diri, ceroboh, mental yang gampang drop. Pada seri ke-5 ini dia kelihatan lebih berani dari seri-seri yang sebelumnya 4. Vernon Dursley Sering dipanggil Paman Vernon. Paman Vernon adalah seorang pria muggle yang berusia sekitar 40 tahunan, memiliki tubuh yang gendut gempal, berkulit putih khas Eropa, berambut pirang. Tokoh ini memiliki cara berbusana seperti berusaha menunjukkan kewibawaan, tetapi memiliki cara berbicaranya sering membuat para tetangganya kesal padanya. Sifat tokoh adalah tidak peduli sekitarnya, bahkan berusah merasa tidak bersalah dan tidak tahu apa-apa yang diakibatkannya sendiri, tidak berperasaan kepada Harry, sombong, penakut, sok kejam untuk menutupi ketakutannya. Dia juga tidak suka jika ada burung hantu mengirim surat ke rumahnya. Keluarga ini merupakan satu-satunya keluarga muggle yang mengetahui keberadaan dunia sihir, namun mereka tidak berani mengumbarnya, karena akan mendapat masalah, baik dari tetangga, maupun penyihir. 5. Petunia Bibi Petunia adalah seorang istri dari tokoh Paman Vernon yang berusia sekitar 2 tahun dibawah tokoh paman Vernon. Tokoh ini merupakan muggle, memiliki tubuh yang kecil, kurus dan pendek. Warna kulit yang dimilikinya adalah putih yang umum pada kebanyakan orang Eropa. Tokoh ini tidak mempunyai kelebihan ataupun kekurangan jasmani, cara berbusana tokoh ini sangat sederhana tidak berdandan menor. Adiknya adalah penyihir, yaitu ibu Harry sendiri. Cara Ia berbicara hampir sedikit sama dengan suaminya, Vernon hanya ia sedikit lebih memperhatikan Harry (tokoh utama). 6. Dudley Dursley Tokoh ini adalah anak Vernon dan Petunia serta merupakan sepupu dari tokoh utama ( Harry Potter ). Dia adalah seorang muggle. Si tokoh seperti duplikat asli dari ayahnya ( Vernon ), berbadan gendut gempal, berambut pirang, berkulit putih. Cara si tokoh berbusana meniru Vernon yang berusaha tampil berwibawa tetapi cara berbicara yang tidak santun, bahkan ia dicap sebagai anak paling bodoh di sekolahnya. Sifat tokoh rakus, penakut tetapi sok pemberani. 7. Albus Dumbledore Tokoh ini adalah kepala sekolah Hogwarts, Ia adalah seorang pria yang tua. Beliau mempunyai rambut dan jenggot panjang berwarna putih, pria ini berkacamata bulan separuh. Cara berbusana tokoh ini sangat mencerminkan kewibawaan yang sangat besar pada dirinya. Selain sebagai kepala sekolah, ia juga sangat pandai berbicara soal hukum, bahkan ia dapat

Zakky Mubarrok Wicaksono

9

XI IPA 4

Resensi Novel menang jika ada debat hukumTokoh ini dalam berbicara pada lawan bicaranya sangat santun terkesan mendalam. Ia orang yang sangat baik, tenang, sabar, terbuka, tidak pendendam. Dia merupakan penyihir yang paling ditakuti Voldemort 8. Sirius Black Sirius adalah wali Harry setelah kedua orang tuanya meninggal dunia. Sirius merupakan salah satu Animagus. Pria ini berumur yang sama dengan ayahnya Harry ( James Potter ). Tokoh yang dapat menyamar sebagai anjing ini mempunyai ciri – ciri rambut hitam mengkilat yang bergelombang, wajah penuh jambang dan kumis. Kulitnya berwarna putih agak kecoklatan, tokoh ini dalam berbusana tidak terlalu menampilkan yang bagus dari dirinya, cara berbicara si tokoh ringan dan sangat akrab. Ia juga memiliki sifat yang sangat menyenangkan. Tetapi ia selalu senewen jika sudah berhadapan dengan Snape. 9. George Weasley George adalah abang dari tokoh Ron dan mempunyai saudara kembar yang benama Fred Weasley, George berumur 17 tahun. Ciri - ciri tokoh ini tinggi, kurus bergaris muka yan hampir sama dengan Ron, hidung mancung, rambut merah dan sisir samping. Cara berbusana sitokoh sedehana karena sama dengan adiknya Ron yang memakai baju usang bekas abang – abang mereka. Cara Ia berbicara bersahabat, suara riang, berani mengatakan yang benar. Sifat tokoh adalah jahil, riang, setia kawan, suka melakukan hal – hal yang konyol. 10. Fred Weasley Tokoh ini adalah kembar dari tokoh George, memiliki ciri tubuh yang sama dengan kembarnya George Wealey. Begitu pun dengan cara berbusana tokoh ini tidak jauh berbeda dengan saudara kembarnya tadi. Cara berbicaranya pun hampir sama. Sifat – sifatnya pun sama dengan kembarnya. 11. Alastor “Mad Eye” Moody Moody adalah mantan guru pertahanan ilmu sihir di Hogwarts, Moody berumur hampir sama dengan ayah Ron. Moody memiliki ciri - ciri tinggi sama dengan kawan – kawannya, mempunyai perut gendut, mata cacat yang dibantu dengan mata elektrik berwarna biru, rambut ikal berantakan. Kekurangan fisik menjadi kelebihannya karena mata yang membantu melihat dapat melihat tembus pandang dan dapat berputar ke segala arah. Cara Ia berbicara memakai suara yang dipendam dan monoton. Cara tokoh berbusana selalu memakai rompi coklatnya dan juga memakai penutup mata di mata yang elektronik. Sifat tokoh berani, keras, setia kawan, gigih. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 12. Remus John Lupin Lupin juga mantan guru pertahanan ilmu sihir yang mengajarkan mantra “Expecto Patronum” kepada Harry. Biasa dipanggil “Moony”. Sebutan ini diberikan oleh temantemannya karena ia merupakan manusia serigala, dan karena ia berubah ketika bulan purnama. Pria ini mempunyai ciri - ciri rambut hitam belah samping, kulit putih. Busana yang sering Ia pakai adal jubah khas penyihir. Cara berbicara tokoh ini adalah tenang dan dalam. Sifat tokoh berani, keras melindungi yang lemah, dan gigih melawan musuh. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix. 13. Arthur Weasley Tokoh ini adalah ayah dari Ron, George, Fred, Ginny, Percy, dan Bill. Ciri tubuh tokoh adalah rambut merah, berkulit putih. Cara berbusana tokoh selalu memakai jubah
Zakky Mubarrok Wicaksono 10 XI IPA 4

Resensi Novel panjang penyihir. Cara berbicara tokoh hangat dan tidak monoton. Sifat tokoh adalah bijaksana, tegas, tidak kasar. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 14. Mrs. Weasley Tokoh ini adalah istri dari Mr. Weasley, Dia sering dipanggil dengan nama aslinya, Molly. Ciri tokoh ini adalah rambut sebahu, ikal dan pirang, kulit putih, hidung mancung, bertubuh sedang. Cara tokoh ini berbusana seperti penyihir lainnya memakai jubah panjang. Cara berbicara tokoh ini lembut tetapi terkadang keras. Sifat tokoh sering khawatir, perasaan yang sensitive, terkadang tidak dapat mengendalikan emosi. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 15. Umbridge Tokoh yang mempunyai nama lengkap Umbridge Jane Dolores ini mempunyai ciri ciri gendut, bertubuh pendek, keriting, mata bulat yang melotot, persis wajah kodok. Cara tokoh ini berbusana seperti para pekerja di departemen kementerian. Cara berbicara tokoh ini sangat manis tetapi pedas yang dibuat – buat. Sifat tokoh ini tak berperasaan kepada siapapun, sok berkuasa, haus kekuasaan, jahat, dan egois. 16. Rubeus Hagrid Tokoh ini adalah guru kesayangan Harry, mempunyai ciri yang mencolok dibanding guru – guru yang lain yaitu, badan besar karena keturunan setengah raksasa, rambut keriting. Cara tokoh ini berbusana seperti pengembara yang terus memakai rompi tebal. Cara berbicara tokoh ini sangat bergetar karena besarnya volume suara. Sifat tokoh ini adalah tangguh, kuat, patuh, sabar. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 17. Sybill Trelawney Guru peramal Hogwarts ini mempunyai ciri – ciri; rambut keriting dan pirang, kurus tinggi, kulit putih. Cara tokoh ini berbusana sangat aneh dengan memakai syal yang bergulung banyak dan memakai kalung yang bertimpah di lehernya. Cara tokoh ini berbicara sangat dibuat – buat agar menyeramkan dan misterius. Sifat tokoh ini misterius, tak dapat diduga oleh manusia. 18. Minerva McGonnagal Guru perempuan yang berumur sekitar 60 tahunan ini adalah kepala asrama Griffindor. Ciri – ciri tokoh ini adalah wanita tua dengan suara melengking, rambut pirang, tinggi. Cara berbusana tokoh ini mencirikan guru Transfigurasi yang misterius. Cara berbicara tokoh ini melengking dan halus tanpa dibuat – buat. Sifat tokoh ini ; baik, bijaksana, pengertian, pelindung, keibuan yang tampak dari sitokoh. 19. Draco Malfoy Tokoh ini adalah pemeran antagonis dalam cerita Harry Potter, berumur sama dengan Harry dan duduk di tingkat yang sama pula dalam Hogwarts. Ciri tokoh ini adalah kurus tinggi, rambut pirang dan belah tengah, kulit yang putih. Cara berbusana tokoh ini seperti ayahnya yaitu Lucius Malfoy berjubah hitam panjang. Cara berbicara tokoh ini memancing amarah lawan bicaranya dan sangat menjengkelkan. Tokoh ini jahat, usil, sering meremehkan orang lain. 20. Severus Snape

Zakky Mubarrok Wicaksono

11

XI IPA 4

Resensi Novel Snape adalah kepala asrama Slytherin yang sekaligus guru ramuan Hogwarts. Ciri – ciri tokoh ini tinggi, berwajah kelam, rambut hitam mengkilat yang disisir belah tengah. Dia dulunya sering dikerjai oleh James dan Sirius yang membuat ia sangat membenci mereka. Karena kebencian itu, ia pun sangat membenci Harry karena ia merupakan anak James. Ia juga mantan seorang pelahap maut, tetapi ia telah bertobat, tetapi sifat acuh-tak acuhnya tetap saja parah. Cara berpakaian tokoh sering memakai jubah hitam pajang. Tokoh ini dalam berbicara mengeluarkan suara yang kelam, ketika berbicara tidak mengangkat bibirnya. Sifat tokoh; pendiam, kejam, sombong, pendendam, tetapi sebenarnya ia sangat setia terutama pada Dumbledore dan Orde Phoenix Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 21. Nymphadora Tonks Tonks adalah tokoh yang dapat berubah bentuk setiap saat. Tonks adalah tokoh wanita yang lucu. Ciri – ciri tokoh; kulit putih, rambut yang dapat berubah warna. Cara berbusana tokoh ini sangat mencolok bagi manusia biasa. Cara berbicara tokoh ini santai, dan suka melawak. Sifat tokoh adalah kocak, senang bergaya. Dia adalah salah satu anggota Orde Phoenix 22. Ginny Weasley Ginny weasley adalah tokoh perempuan yang setingkat di bawah Harry. Ciri – ciri tokoh ini adalah lebih pendek dari tokoh Ron, rambut merah yang panjang. Cara berpakaian yang dipergunakan tokoh adalah cara berpakaian orang biasa. Cara berbicara tokoh ini adalah lembut dan pengertian. Sifat tokoh ini baik tetapi bisa berbuat yang jahil juga. Ia juga senang berkawan. 23. Luna Lovegood Luna adalah tokoh perempuan yang mempunyai hobby membaca terbalik. Luna berumur sama dengan Ginny Weasley. Ciri – ciri tokoh ini adalah rambut panjang yang pirang putih dan bergelombang, kulit putih, hidung mancung, mata yang hijau. Cara Luna berpakaian tidak mencerminkan penyihir. Cara berbicara tokoh ini adalah lembut dan santai, dengan artikulasi yang jelas. 24. Cho Chang Tokoh Cho dalam Harry Potter adalah gadis cina yang disukai Harry. Ciri – ciri tokoh ini; tinggi langsing, rambut lurus bewarna hitam memngkilau, raut wajah oriental cina. Cara berbusana tokoh ini sering sekali memakai jubah. Cara tokoh ini berbicara halus, lembut, menaruh rasa hormat pada lawan bicaranya. Sifat tokoh pada seri ini lebih cengeng dari biasanya jika teringat akan mantan pacarnya Cedric Diggory, yang meninggal di serang Voldemort pada turnamen Triwizard 25. Lord Voldemort Tokoh ini adalah tokoh Antagonis Utama yang menjadi lawan terbesar Harry dalam cerita Harry Potter. Memiliki ciri; kepala botak, wajah seperti memakai topeng kulit karena wajahnya hancur akibat serangannya ia sendiri ketika ingin membunuh Harry. Cara berbusana tokoh melambangkan kegelapan dengan memakai jubah ataupun pakaian berwarna hitam kelam. Cara berbicara tokoh ini misterius yang dipenuhi suasana murka. Kekurangan dalam tubuh tokoh ini adalah bagian wajah yang tak berbentuk lagi bahkan lebih mirip ular. Sifat – sifat tokoh ini jahat, pendendam, tak berperasaan. Dia adalah pro darah-murni. 26. Bellatrix

Zakky Mubarrok Wicaksono

12

XI IPA 4

Resensi Novel Tokoh wanita ini adalah keponakan dari Sirius Black, tokoh yang merupakan pengikut dari Voldemort ini mempunyai ciri; rambut keriting yang panjang, kurus tak terawat, mempunyai wajah yang cekung. Cara berbusana tokoh ini adalah kegemaran memakai lambing kegelapan. Cara berbicara tokoh ini adalah kekejaman yang muncul dari suaranya yang tipis. Sifat tokoh adalah; jahat, kejam, keji dan bengis. 27. Cornelius Fudge Fudge adalah kepala menteri sihir. Lelaki tua ini memiliki ciri – ciri seperti; rambut putih, hidung yang mancung, berbadan besar. Cara berbusana tokoh adalah pakaian yang mencerminkan kewibawaan. Cara berbicara tokoh ini kasar dan tak berperasaan. Terkadang ia menegakkan hukum berdasarkan emosinya. Tokoh ini sering bertindak sewenang – wenang, egois, sok berkuasa, haus akan hormat. 28. Neville Longbottom Neville adalah anak dari salah satu korban pelahap maut, Neville adalah teman satu angkatan dengan Harry. Ciri dari tokoh ini adalah tinggi, rambut yang selalu tertata rapi, mempunyai gigi tengah yang besar seperti kelinci. Cara berbusana sang tokoh adalah biasa saja tetapi lebih rapi dari pada anak remaja lain. Cara berbicara dari tokoh ini adalah penuh dengan putus asa. Sifat tokoh adalah; takut, dan kurang percaya diri, tetapi setelah keikutsertaannya pada LD, membuat dirinya lebih berani. 29. Mundungus Tokoh ini adalah tokoh yang pertama sekali memberi masalah dengan Harry yaitu lalai melindungi Harry dari 2 Dementor yang menyerang Harry. Ciri tokoh ini adalah; rambut acak – acakan, gemuk pendek. Cara berbusana tokoh ini seperti gembel karena memakai pakaian bekas tambalan di mana – mana. Cara berbicara sangat cuek. Sifat tokoh ini adalah teledor, tak sabaran. D. Alur Cerita Pengenalan Masalah Dalam cerita Harry Potter dan Orde Phoenix pengenalan masalah adalah tak banyak penyihir yang mempercayai dan memperdulikan perkataan Harry. Semua menganggap ia hanya pembual kecil yang tak dapat dipercaya. Semua kesaksiannya tentang kembalinya Lord Voldemort hanya dianggap bualan belaka, malah ia dianggap sudah gila. Konflik Konflik – konflik yang terjadi dalam cerita ini adalah Harry yang terpaksa menggunakan sihir (untuk mengusir 2 Dementor yang menyerang Harry dan Dudley) di daerah muggle yang membuat ia harus diadili oleh kememterian sihir. Di sekolah, ia akan menghadapi ujian OWL-nya. Ternyata, di sekolah Kementerian memasukkan seorang guru baru yaitu, Prof. Umbridge Jane Dolores, yang membuktikan bahwa Kementerian sihir mulai mencampuri urusan sekolah Hogwarts. Harry merasa tersiksa selama di Hogwarts selama Umbridge bekerja. Harry yang lebih sering diserang mimpi buruk akan kesamaannya dengan Voldemort, makin tersiksa dengan adanya detensi oleh Umbridge. Dia bahkan dilarang untuk bermain Quidditch lagi oleh Umbridge Puncak Konflik Dalam cerita novel ini pemecahan konflik terjadi di bagian ketika Harry melawan para pelahap maut, yang terjadi bagian departemen sihir. Peperangan antara anggota • • •

Zakky Mubarrok Wicaksono

13

XI IPA 4

Resensi Novel Orde dengan para pelahap maut yang mengakibatkan Sirius Black mati terkena serangan dari salah satu pelahap maut, yaitu Bellatrix, wanita yang telah membuat orang tua Neville gila. Penurunan Konflik Novel Harry Potter seri kelima ini mempunyai penurunan konflik di bagian dimana Voldemort dan para Pelahap Mautnya berhasil dipukul mundur oleh Dumbledore dan anggota Orde Phoenix. Akhirnya kembalinya Voldemort disaksikan oleh menteri sihir Cornelius Fudge dan para Auror yang datang untuk memastikan apa yang terjadi di bawah. Penyelesaian Masalah Masalah yang berhasil diselesaikan pada akhir novel ini adalah ketidak percayaan tentang kembalinya Voldemort. Akhirnya semua penyihir mau mempercayainya. Juga masalah lainnya, yaitu mengapa ia selalu mengalami mimpi buruk, bahkan mimpi ia menjadi Voldemort yang membuat luka di dahinya selau sakit. Dalam cerita disebutkan bahwa semenjak gagalnya pembunuhan oleh Voldemort terhadap Harry ketika Harry masih bayi, telah membuat sebuah “hubungan pikiran atau jalinan perasaan” yang membuat ia dapat merasakan persaan dan apa yang dipikirkan Voldemort. • •

E. Tema Cerita harry Potter dan Orde Phoenix bertema tentang Harry potter dan suatu orde yang dipimpin oleh Albus Dumbledore, yang mempunyai misi untuk melawan Voldemort.

NILAI EKSTRINSIK
1. Nilai-Nilai Nilai Moral Nilai moral yang terdapat dalam cerita ini sangat banyak, seperti pembatasan moral antara tokoh wanita dengan tokoh pria, cara berbicara antar tokoh yang mempunyai cara dan penggunaan moral yang terkandung dalam setiap kata tokoh. Diantaranya ada yang tidak sopan, ada yang halus, dan lainnya Nilai Agama Nilai agama yang terkandung dalam cerita adalah nilai agama Kristen maupun yang Khatolik, terbukti dari adanya hari raya Natal dan hari besar lainnya yang tergambar melalui deskripsi latar belakang tempat yang bersalju yang terjadi sekali dalam setahun. Nilai Susila Dalam cerita ini ada terkandung norma susila yang mencerminkan budaya barat seperti bagian benua Eropa, terbukti dalam cara berpakaian tokoh yang mengumbar aurat, budaya berciuman dan berpelukan. Norma budaya ini yang sedang menerjang Negara Indonesia. Nilai Adat Cerita novel Harry Potter dan Orde Phoenix mengandung nilai adat yang terkandung dalam adat Eropa. Yang terlihat dari cara mereka menegur orang lain, kebebasan dalam berbicara dan lain sebagainya. Nilai Pendidikan Novel ini sarat akan nilai pendidikan yang boleh kita acungi jempol, karena dalam cerita ini para murid dan guru harus berkonsentrasi dalam pelajaran. Dalam cerita ini • • • • •

Zakky Mubarrok Wicaksono

14

XI IPA 4

Resensi Novel juga cara – cara guru mengajar dan mau menerima kritikan dari sesama pengajar ataupun dari murid. Nilai Budaya Nilai budaya yang terkandung dari dalam cerita novel ini adalah Budaya Eropa atau tepatnya Inggris yang tatanan bahasa dan cara berbahasa yang lembut dan sopan. 2. Biografi Pengarang Joanne Kathleen Rowling atau lebih dikenal sebagai J.K. Rowling adalah seorang novelis yang terkenal dengan karya panjangnya, Harry Potter. Sebelumnya perempuan kelahiran Yate, Bristol, England, Inggris ini adalah seorang single parent (orang tua tunggal) yang tinggal di Edinburgh, Skotlandia, setelah bercerai dengan suaminya yang berprofesi sebagai wartawan. Rowling menjadi sorotan kesusasteraan internasional mulai 1999, saat tiga seri pertama novel remaja Harry Potter berada tiga teratas dalam daftar New York Times best-seller, setelah sebelumnya juga memperoleh kemenangan yang sama di Britania Raya. Novel tersebut masing-masing Harry Potter and the Philosopher's Stone (1997), Harry Potter and the Chamber of Secrets (1998) dan Harry Potter and the Prisoner of Azkaban (1999). Rezeki Rowling semakin bertambah saat seri keempat, Harry Potter and the Goblet of Fire (2000) diterbitkan pada Juli 2000. Seri ini menjadi buku paling laris penjualannya dalam sejarah. Perempuan kelahiran 31 Juli 1965 itu, terhitung telah menulis tujuh novel Harry Poter. Buku kelimanya, Harry Potter and the Order of the Phoenix (2003), menyusul Harry Potter and the Half-Blood Prince (2005) dan Harry Potter and the Deathly Hallows (2007). Rowling menjadi sangat beruntung, setelah keseluruhan edisi bukunya diproduksi dalam bentuk layar lebar. Dan keseluruhannya merengkuh kesuksesan yang luar biasa •

Zakky Mubarrok Wicaksono

15

XI IPA 4

Resensi Novel

RESENSI HIKAYAT HANG TUAH
Judul Buku : Hikayat Hang Tuah Pengarang : ( belum ada yang tau siapa pengarang d de eee hikayat hang tuah ) Penerbit : Balai Pustaka Tahun Terbit : cetakan ke 3 ,1956 Tebal : 511 halaman

Jalan Cerita
Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak Hang Mahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar teng Raja Bintan yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya. Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada istrinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negri yang besar itu, apalagi kita ini orang yang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih mudah mencari pekerjaan.” Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud pun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsung memandikan dan melulurkan anaknya. Setelah itu, ia memberikan anaknya itu kain,baju, dan ikat kepala serba putih. Lalu Dang Merdu member makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam, ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untuk Hang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu. Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya,”Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh.”

Zakky Mubarrok Wicaksono

16

XI IPA 4

Resensi Novel
Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik took meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampong. Gemparlah negri Bintan itu dan terjadi kekacauan dimana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah,” Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung.?” Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu,”Negri ini memiliki prajurit dan pegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya.” Waktu ia sedang berbicara ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah samil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko, katanya,”Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!” Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, iapun langsung bangkit berdiri dan memegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah pun Melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelalah kepala orang itu dan mati. Maka kata seorang anak yang menyaksikannya,”Dia akan menjadi perwira besar di tanah Melayu ini.” Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kesturi, Hang Lekir, dan Hang Lekui. Mereka pun langsung berlari-lari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat dan Hang Kesturi bertanya kepadanya,”Apakah benar engkau membunuh pemberontak dengan kapak?” Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab,”Pemberontak itu tidak pantas dibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu.” Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sang Hang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja. Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hati kepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang Raja. Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama para bawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalu menyembah Sang Raja, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, ada banyak berita tentang penghianatan yang sampai kepada saya. Beritaberita itu sudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya.” Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalu bertanya, “Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?” Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, “Hormat tuanku, pegawai saya yang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan hal ini.” Maka Baginda bertitah, “Hai Tumenggung, katakana saja, kita akan membalasanya.” Maka Tumenggung menjawab, “Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, untuk datang saja hamba takut, karena yang melakukan hal itu, tuan sangat menyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya, karena jika tidak, alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelekjelekkan orang itu. Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu, maka Baginda bertitah, “Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?” Maka Tumenggung menjawab, “Siapa lagi yang berani melakukannya selain Hang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba, hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Sang Tuah sedang berbicara dengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama Dang Setia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hamba dengan dikawal datang untuk mengawasi mereka.” Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarna merah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu, “Pergilah, singkirkanlah si durhaka itu!” Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negri itu, tetapi si Tuah tidak mati, karena si Tuah itu perwira besar, apalagi di menjadi wali Allah. Kabarnya sekarang ini Hang Tuah

Zakky Mubarrok Wicaksono

17

XI IPA 4

Resensi Novel
berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana ia duduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun raja ingin bertemu dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, “Tidakkah tuan ingin mempunyai istri?” Lalu jawabnya, “Saya tidak ingin mempunyai istri lagi.” Demikianlah cerita Hikayat Hang Tuah.

Unsur-Unsur Intrinsik dalam Cerita Hang Tuah
A. Tokoh dan karakter Tokoh Karakter Kalimat pernyataan “Maka diparangnya oleh Hang Tuah kepala orang itu” “Apabila Hang Tuah mendengar kata ibunya demikian itu,maka Hang Tuahpun berbangkit berdiri,…” “maka Rajapun terlalu murka,merah padam muka Baginda..” “Siapakah lagi yang berani,lain daripada Sang si Tuah itu..” “Hai anakku, segeralah naik ke atas kedai dahulu.” “..serta ditikamnya dada Hang Tuah, dipertubitubikannya.” “…’Adapun anak ini kita peliharakan baik-baik, jangan diberi main jauhjauh.” Maka merekapun segeralah berlari-lari datang mendapatkan Hang Tuah.” Maka merekapun segeralah berlari-lari datang mendapatkan Hang Tuah.” Maka merekapun segeralah berlari-lari datang mendapatkan Hang Tuah.”

Hang Tuah

Berani Berbakti pada orang tua

Raja / Baginda Temenggung Dang Merdu Orang mengamuk (pemberontak) Hang Mahmud

Emosional Suka iri hati, pembual Perhatian, penyayang Sadis

Perhatian, penyayang

Hang Lengkir

Baik

Hang Jebat

Baik

Hang Lekiu

Baik

Zakky Mubarrok Wicaksono

18

XI IPA 4

Resensi Novel

Hang Kesturi

Baik

Maka merekapun segeralah berlari-lari datang mendapatkan Hang Tuah.”

B. Tema Keberanian seorang pemuda C. Latar Tempat Perak, negeri Bintan D. Alur Alur maju E. Sudut Pandang Pola orang ketiga (serba tahu) F. Gaya Bahasa Bahasa Melayu, Majas personifikasi (bulan turun dari langit) Waktu Suasana : Sungai Duyung (rumah Hang Mahmud), pasar, kerajaan, Sungai d e e : malam hari, siang hari : tegang

Sinopsis
Hikayat ini bercerita tentang seorang pemuda yang dianggap istimewa oleh orangtuanya karena orangtuanya mendapat mimpi tentang hal yang baik tentang anaknya . Ternyata mimpi itu menjadi kenyataan, Hang Tuah menjadi seorang perwira di Kerajaan Bintan dan sang raja sangat menyukainya. Tetapi karena hal itu pun, banyak juga orang-orang yang tidak menyukainya. Orangorang itupun

Unsur-Unsur Ekstrinsik dalam Cerita Hang Tuah
1. Nilai ekonomi Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada istrinya yang bernama Dang Merdu,”Ayo kita pergi ke Bintan, negri yang besar itu, apalagi kita ini orang yang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih mudah mencari pekerjaan.” 2. Nilai Moral
Kebenaran tidak akan kalah dari kejahatan.

Zakky Mubarrok Wicaksono

19

XI IPA 4

Resensi Novel
Jangan suka memfitnah orang Jangan gegabah dalam mengambil keputusan

3. Biografi pengarang Tak ada yang tahu, siapa sesungguhnya pengarang Hikajat Hang Tuah. Tahun persis kapan pertama kali kisah ini muncul pun hingga kini tak bisa dipastikan. Tak ubahnya karyakarya sastra kuno umumnya, kisah Hang Tuah ini pun diduga pertama kali dikenal berupa cerita lisan. Kemudian, dalam bentuk naskah tertulis, Hikajat Hang Tuah diduga pertama kali ditulis pada abad ke-16.

Zakky Mubarrok Wicaksono

20

XI IPA 4

Resensi Novel

RESENSI NOVEL SASTRA (1) “LAYAR TERKEMBANG”
Judul : Layar Terkembang Pengarang : Sutan Takdir Alisjahbana Cetakan : 33 Penerbit : Balai Pustaka Tahun : 2001 Tebal Buku : 166 Halaman

Sinopsis
Roman Layar Terkembang menceritakan perjuangan wanita Indonesia beserta cita-citanya. Dua gadis bersaudara memiliki perangai yang berbeda. Maria adalah seorang dara yang lincah dan periang, sedang Tuti selalu serius dan aktif dalam kegiatan wanita. Maria memiliki badan yang ramping, ia baru berusia dua puluh tahun dan sekolah di H.B.S Carpentier Alting Stichting kelas penghabisan. Tuti adalah kakak dari Maria, badannya tegak dan agak gemuk. Ia telah berusia dua puluh lima tahun dan menjadi guru di Sekolah H.I.S Arjuna di Petojo. Mereka adalah anak Raden Wiriaatmaja , mantan wedana di daerah Banten dan ketika pensiun pindah ke Jakarta. Pada hari minggu, kedua bersaudara itu pergi melihat-lihat akuarium di pasar ikan. Ketika sampai di tempat tujuan, Maria kagum melihat ikan-ikan yang indah permai. Maria adalah seseorang yang mudah kagum, yang mudah memuji dan memuja. Ia cepat mengungkapkan perasaannya, baik perasaan senang maupun sedih. Berbeda dengan kakaknya, Tuti bukan seorang yang mudah kagum dan heran melihat sesuatu. Keinsafannya akan harga dirinya amat besar. Ia merasa pandai dan cakap dalam mengerjakan sesuatu yang ingin dicapainya. Segala sesuatu diukurnya dengan kecakapannya sendiri, oleh karena itu ia jarang memuji. Perbedaab sifat dan tingkah laku yang seperti siang dan malam itu tidak mengganggu tali ikatan persaudaraan mereka. Ibu mereka telah meninggal dua tahun yang lalu, sehingga mereka tinggal bertiga dengan ayah mereka. Setelah beberapa lam mereka asyik melihat-lihat ikan lalu keluarlah mereka. Ketika daun pintu yang besar dibuka oleh mereka, terlihat laki-laki muda mengangkat kepalanya melihat kearah mereka. Beberapa lama gadis itu berjalan-jalan di beranda akuarium mengamatiikanikan yang aneh yang tersimpan dalam kaca dan botol. Mereka akhirnya berjalan menuju tempat sepeda mereka masing-masing. Ketika itu, keluarlah pemuda dari dalam dan menghampiri kedua gadis itu sebab sepedanya terletak dekat dengan sepeda mereka. Akhirnya mereka berkenalan dengan pemuda tersebut yang ternyata bernama Yusuf. Yusuf adalah Putra Demang Munaf di Mertapura di Kalimantan Selatan. Yusuf adalah
Zakky Mubarrok Wicaksono 21 XI IPA 4

Resensi Novel seorang mahasiswa kedokteran,yang pada masa lalu dikenal dengan sebutan Sekolah Tabib Tinggi. Ia tinggal bersama saudaranya yang tinggal di Sawah Besar di Daerah Jawa. Sejak perkenalan itu, Yusuf tidak berhenti-hentinya memikirkan Tuti dan Maria. Namun yang lebih ia pikirkan adalah Maria. Maria telah menarik hatinya. Muka Maria lebih berseriseri, matanya menyinarkan kegirangan hidup dan bibirnya senantiasa tersenyum. Di jalan Gang Heuber turun seorang anak muda dari sepeda, ia adalah Yusuf. Dalam sepuluh hari, ia telah lima kali datang ke rumah R.Wiriaatmaja. Setiap pagi ia menunggu Maria di depan Alaidruslaan dan dari sana mereka bersama-sama pergi ke sekolah. Tuti dan Ayahnya merasa bahwa Maria dan Yusuf sedang jatuh cinta. Yusuf berkunjung ke rumah wiriaatmaja. Kedatangannya disambut dengan lemah lembut dan hormat. Setelah meletakan sepedanya, Yusuf duduk bersama Tuti dan Maria. Tidak berapa lama mereka berbincang-bincang, kemudian terlihat seorang laki-laki yang kira-kira tiga puluh lima tahun usianya turun dari delman dan masuk ke pekarangan menuju ke meja tempat ketiga anak muda itu duduk. Ternyata yang dating adalah parta. Ia adalah adik ipar dari Wiriaatmaja. Lalu ia pun duduk bersama mereka. Tak berapa lama datanglah Wiriaatmaja menghampiri mereka. Wiriaatmaja terlihat sangat bahagia menyambut kedatangan iparnya itu. Merekapun berbincang-bincang, didalam perbincangannya Partadiharja mengeluh tentang adiknya yang bernama saleh yang bekerja di kantor justisi sebagai ajun komis yang gajinya lumayan besar, tiba-tiba mengundurkan diri tanpa alas an yang jelas dan tanpa sepengetahuan famili terlebih dahulu. Tuti memberikan pendapat yang berbeda dari sudut pandang yang berbeda pula namun hal tersebut malah menjadi pertentangan antara Tuti dengan Parta. Akhirnya Tuti memutuskan untuk diam karena ia tahu bahwa pertentangannya itu tidak akan mendatangkan atau membuahkan hasil malah mungkin ia akan dibenci oleh pamannya tersebut. Tak berapa lama senjapun mulai terlihat, partadiharja pun pulang. Dan ketika beduk magrib berbunyi, Wiriaatmaja masuk meninggalkan ketiga anak muda yang berada di halaman untuk pergi sembahyang. Setelah kepergian Wiriaatmaja, merekapun berbincang-bincang tentang agama, yang ujung-ujungnya terjadi pertentangan antara ketiganya namun pertentangan tersebut tidak brlangsung lama karena terdengar bunyi langkah kaki Bapaknya. Karena mereka tidak mau ada pertengkaran dengan Bapaknya maka iapun memutuskan untuk mengakhiri perbincangan tentang agama tersebut. Setelah sejam lamanya keempat orang tersebut becakap-cakap tentang bebagai topik maka kira-kira pukul delapan, Yusuf pamit untuk pulang. Yusuf berlibur ke rumah orang tuanya di mertapura untuk melepas lelah setelah ujian kedokteran. Selama di Mertapura Yusuf berkirim-kiriman surat dengan Maria. Yusuf menceritakan pengalamannya selama di Mertapura dan Maria menceritakan keadaannya yang kesepian ditinggalkan saudaranya pergi menghadiri kongres. Seiring berjalannya waktu, timbullah benih-benih cinta antara Maria dan Yusuf. Merekapun saling berjanji akan menikah di kemudian hari. Hal tersebut diceritakan oleh maria kepada Tuti dan Rukamah sepupu maria. Dinding Gedung Permufakatan berat berhias daun kelapa dan daun beringin, disela-sela kertas merah putih. Di dinding sebelah kanan nyata jelas tersusun huruf “Pemuda Baru”, dan di sebelah kiri tertulis “Kongres Kelima”. Bau daun yang segar memenuhi seluruh ruangan yang girang gembira dan terlihat cahaya lampu listrik yang terang benderang. Di depan ruang itu terdapat layer berwarna ungu berombak-ombak.

Zakky Mubarrok Wicaksono

22

XI IPA 4

Resensi Novel Dari pintu yang terbuka lebar terlihat orang-orang yang berdatangan tiada henti-henti. Makin banyak orang yang duduk di kursi dan bangku yang tersusun di dalam gedung, diluar masih banyak terlihat orang-orang berduyun-duyun datang dari jalan raya. Dari pintu bawah sebelah kanan, masuklah Maria kedalam ruangan lalu ia naik ke anak tangga dan mencari-cari Yusuf dan Tuti. Setelah Yusuf terlihat olehnya, maka dengan cepat ia memanggilnya untuk bersiap-siap memulai pertunjukkan. Pukul delapan datanglah seorang anak muda keluar dari belakang layer. Dengan suara nyaring, ia memberi sambutan kepada penonton dan membacakan keputusan kongres. Ia juga memberitahu bahwa akan ada pertunjukkan yang diharapkan dapat menjadi kenang-kenangan yang indah dan tak terlupakan. Lalu ia pun kembali ke belakang layer. Tak berapa lama setelah ia kembali kebelakang layar yang tertutup, diiringi oleh tepuk tangan yang ramai, maka terbukalah layar yang ungu berombak-ombak tersebut. Ketika itu juga, padamlah lampu dalam gedung itu dan di atas podium terpasang cahaya biru, amat dahsyat sehingga menyinari pemandangan yang permai dan memikat itu.

Unsur Instrinsik
1. Tema : Perjuangan Wanita Indonesia 2. Latar / Setting ; 1) Gedung Akuarium di Pasar Ikan, 2) Rumah Wiriaatmaja, 3) Mertapura di Kalimantan Selatan, 4) Rumah Sakit di Pacet, 5) Rumah Partadiharja, 6) Gedung Permufakatan. 3. Alur : Maju 4. Sudut Pandang : Orang ketiga yang ditandai dengan menggunakan nama dalam menyebutkan tokoh-tokohnya. 5. Penokohan a. Maria : Anak Raden Wiriaatmaja, seseorang yang mudah kagum,mudah memuji dan memuja,lincah dan periang. b. Tuti : Anak Raden Wiriaatmaja, seseorang yang aktif dalam berbagai kegiatan wanita,selalu serius,jarang memuji,pandai dan cakap dalam mengerjakan sesuatu. c. Yusuf : Putra Demang Munaf di Mrtapura, seseorang mahasiswa kedokteran yang pandai dan baik hati. d. Wiriaatmaja : Ayah dari Maria dan Tuti, seorang yang memegang teguh agama,baik hati dan penyayang.

Zakky Mubarrok Wicaksono

23

XI IPA 4

Resensi Novel

e. Partadiharja : Adik Ipar Wiriaatmaja, seseorang yang baik hati, teguh pendirian dan peduli antar sesama. f. Saleh : Adik Partadiharja, seorang lulusan sarjana yang sangat peduli akan alam sehingga ia mengabdikan diri sebagai seorang petani. g. Rukamah : Sepupu Tuti dan Maria, seseorang yang baik hati dan suka bercanda. h. Ratna : Istri saleh, Seorang petani yang pandai dan baik hati. i. Juru Rawat : Seorang yang baik hati. 6. Gaya Penulisan : Didalam novel ini banyak ditemukan majas personifikasi dan banyak menggunakan bahasa Melayu sehingga terlihat agak rancu dan sulit dimengerti. 7. Amanat : Perempuan harus memiliki pengetahuan yang luas sehingga dapat memberikan pengaruh yang sangat besar didalam kehidupan berbangsa dan bernegara dengan demikian perempuan dapat lebih dihargai kedudukannya di masyarakat.

UNSUR EKSTRINSIK
1. Biografi Pengarang ; Sutan Takdir Alisjahbana dilahirkan di Natal, 11 Februari 1908. Pendidikan ; HIS ditempuh sejak 1915-1921. Tahun 1921-1925 Takdir menempuh Pendidikan Kweekschool Bukit Tinggi yang kemudian dilanjutkan ke Hogere Kweekschool di Bandung. Pada tahun 19371942 Takdir menjalani pendidikan di Rechtschogeschool di Jakarta. Pendidikan di Fakultas Sastra ditempuhnya tahun 1940-1942. Pada tahun 1979 Takdir mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa untuk Ilmu Bahasa dari Universitas Indonesia dan Pada tahun 1987 mendapatkan gelar Doctor Honoris Causa untuk Ilmu Sastra dari Universiti Sains Malaysia. 2. Karya-karyanya ; Tak Putus Dirundung Malang, Dian yang Tak Kunjung Padam, Anak Perawan Disarang Penyamun, Grotta Azzura, Tebaran Mega, Lagu Pemacu Ombak, Perempuan di Persimpangan Zaman, dan Kebangkitan. Disamping karya-karya fiksi, Takdir juga menulis karya-karya non fiksi yang antara lain adalah Perjuangan Tanggungjawab dalam Kesustraan Indonesia, dan Amir Hamzah sebagai penyair dan Uraian Sajak Nyanyi Sunyi.

1. nilai moral mari dan tuti sudah di tinggal dengan ibunya dua tahun yang lalu, sehingga mereka tinggal bertiga dengan ayahnya 4. Nilai Susila

Zakky Mubarrok Wicaksono

24

XI IPA 4

Resensi Novel Dalam cerita ini ada terkandung norma susila yang mencerminkan budaya timur, Indonesia , terbukti dalam cara menyambut tamu dengan lembut dan hormat. 5. Niali agama Nilai agama yang terkandung dalam cerita adalah nilai agama Islam, terbukti dari penjelasan berikut “Tak berapa lama senjapun mulai terlihat, partadiharja pun pulang. Dan ketika beduk magrib berbunyi, Wiriaatmaja masuk meninggalkan ketiga anak muda yang berada di halaman untuk pergi sembahyang”

NOVEL SASTRA (2) TUNJUNG BIRU
Judul : Tunjung Biru

Zakky Mubarrok Wicaksono

25

XI IPA 4

Resensi Novel
Pengarang Penerbit Tahun terbit Urutan cetakan : : : : Arti Purbani Balai Pustaka 1995 Cetakan 1, 1985 Cetakan 2, 1993 Cetakan 3, 1995 Tebal / jumlah halaman : 95 halaman

Sinopsis
Novel ini menceritakan tentang sekelumit kisah keluarga, persaudaraan dan perjuangan cinta yang ditulis dengan alur dan bahasa yang sederhana. Novel yang dilatar belakangi kerajaan masa lampau ini lebih menonjolkan kehidupan para keluarga kerajaan dan kaum bangsawan yang masih memperhatikan kelas sosial, dan dipengaruhi unsur Adat istiadat serta penuh dengan ragam Budaya yang mempesona. Novel ini mengisahkan tentang Munarsi, adik raja Mayanegara yang harus bersedih hati karena ditinggal mati oleh tunangannya. Dan pada akhirnya dia bertemu dengan Indra, seorang pemuda biasa yang langsung jatuh cinta ketika pertama kali melihat sosok Munarsi. Pemuda yang pandai berpuitis dan memberi Munarsi dengan sebutan manis yaitu, Tunjung Biru, yang menjadi judul novel ini. Namun perjalanan cinta Indra masih butuh pengorbanan dikarenakan status keturunan dan status sosialnya. Kemudian ada juga kisah Maulana, seorang dokter lulusan luar negeri yang terus berjuang menantikan jawaban atas lamarannya kepada Asmara Dewi, putri dari raja Mayanegara yang terus menggantung cintanya kepada Maulana hanya dikarenakan adanya perbedaan bahasa dalam keseharian masing-masing. Kemudian ada juga kisah cinta Narendra, putra dari Raja Mayanegara, dimana tak ada satupun wanita yang tidak tertarik begitu melihat ketampanannya apalagi kemampanannya sebagai pangeran kerajaan kecuali Amirati, wanita yang dicintai oleh Narendra. Dan dikarenakan cintanya yang tak terbalaskan, membuat Narendra mengalami sakit keras selama berminggu-minggu. Berbagai kisah yang dibangun dalam novel ini patut untuk dibaca karena tidak hanya menghadirkan masalah antar tokoh saja tetapi lebih dari itu ikut memaparkan suasana kerajaan, adat tata cara perkawinan para bangsawan dan berbagai seni pertunjukan yang digambarkan secara terperinci tanpa melupakan alur ceritanya sendiri. Jadi, novel ini bukan hanya memberikan hiburan bacaan semata tetapi juga ikut meperkenalkan kita kepada khasanah budaya bangsa kita pada masa lampau.

Unsur intrinsik
© Tema © Alur : :

:
Percintaan Maju

Zakky Mubarrok Wicaksono

26

XI IPA 4

Resensi Novel
© Latar df : Tempat : Lingkungan Istana Mayanegara, Kab. Lebaksari, Desa Tralaya, Taman Istana. Waktu : pagi, siang, sore, malam e

© Penokohan : Protagonis : Narendra Putra, Asmara Dewi, Munarsih, Maulana, e e Kumala Sari, Amirati, Sri Paduka Raja Mayanegara, Bupati wwwwwwwwwwwwwcLebaksari © Sudut pandang : Orang ketiga di luar cerita © Amanat : - Selalu bersikap ramah dan sopan pada yang lebih tua. - Sebagai orang yang berkuasa sebaiknya jangan semena- mena. - Jodoh itu ditangan tuhan, tidak bias di paksakan.

Unsure ekstrinsik :
© Moral s fff © Budaya s q : : ceria ini mengajarkan kesopanan dan keadilan. Seperti Narendra, s s Putra kerajaan yang selalu patuh dan sopan pada ayahhandanya, dan seperti raja Mayanegara yang bersikap adil pada rakyatnya dalam cerita ini budaya yang di tonjolkan adalah budaya daerah jawa tengah. Hal ini terlihat dari prosesi pernikahan Asmara Dewi serta q Munarsih.

Zakky Mubarrok Wicaksono

27

XI IPA 4

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->