P. 1
Manajemen Keuangan - Resume BAB 16 - 20

Manajemen Keuangan - Resume BAB 16 - 20

|Views: 2,898|Likes:
Resume mankeu bab 16 - 20
Resume mankeu bab 16 - 20

More info:

Published by: Agaphilaksmo Parayudha on Feb 23, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/16/2013

pdf

text

original

BAB 16 MERENCANAKAN BAURAN PENDANAAN PEMBAHASAN

Struktur pendanaan / keuangan (financial structure) adalah gabungan dari semua unsur yang terdapat di sisi kanan neraca perusahaan. Sedangkan struktur modal (capital structure)adalah perpaduan sumber dana jangka panjang (long term sources of funds) yang digunakan perusahaan. Hubungan antara struktur pendanaan dengan struktur modal ditentukan dengan persamaan : Struktur Keuangan / Pendanaan = Struktur modal + Utang jangka pendek Struktur Modal = Utang jangka panjang + Modal Kerangka Analitis Esensi dari kontroversi struktur modal terdapat pada kerangka kerja yang disebut analisis keseimbangan parsial (partial equilibrium analysis). P0=t=1∞Dt( 1+Kc )t P0 = harga sekarang dari saham biasa perusahaan Dt = Dividen Kas per saham yang diekspektasikan oleh investor selama periode t Kc = Biaya dari modal saham biasa Jika asumsi : 1. Dividen kas yang dibayarkan tidak berubah ( D1 = D2 = D3 = … = D ). 2. Perusahaan tidak menahan laba tahun berjalan. Hal ini berarti semua laba setiap periode dibayarkan kepada pemegang saham dalam bentuk deviden kas sehingga rasio pembayaran deviden (dividen payout ratio) adalah 100%. Maka persamaan yang terjadi menjadi : P0=DtKc= EtKc

Sebuah kontroversi telah lama berlangsung dalam teori keuangan mengenai efek pengungkit keuangan dalam biaya modal gabungan terhadap perusahaan. Posisi Ekstrim 1 :Hipotesis Independen (Net Operating Income / NOI Theory) Adalah konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur keuangan perusahaan tidak mempunyai pengaruh pada nilai perusahaan. Kc=DtP0

Biaya modal eksplisit lain. Biaya utang implisit dari pilihan utang.

: biaya modal dari yang terpisah dari sumber dana : perubahan dari biaya saham biasa disebabkan

Posisi Ekstrim 2 : Hipotesis Tidak Independen ( Net Income / NI Theory) Adalah konsep dari teori keuangan yang menganjurkan struktur modal perusahaan mempunyai pengaruh langsung dan dapat meningkatkan nilai perusahaan. Posisi Moderat : Pendapatan Perusahaan Dikenai Pajak dan Perusahaan Mungkin Jatuh Bangkrut Pandangan Moderat ini : 1. Mengakui fakta bahwa biaya bunga dapat mengurangi pajak. 2. Pengetahuan mengenai probabilitas perusahaan mengalami biaya kebangkrutan langsung berhubungan dengan penggunaan pengungkit keuangan oleh perusahaan. Tax shield = rd (M) (t) Tax shield (penghematan pajak) adalah elemen dari kode pemerintah yang mengizinkan biaya bunga yang dapat dikurangkan ketika menghitung pajak perusahaan. Dengan demikian manfaat pajak (tax benefit) ini akan meningkatkan nilai pasar total sekuritas perusahaan yang beredar relatif terhadap kapitalisasi yang menggunakan ekuitas seluruhnya. Pandangan Moderat : Kurva Biaya Modal Saucer-Shaped (Berbentuk Piringan) Pandangan moderat mengenai hubungan antara paduan pendanaan dan biaya modal perusahaan. Hasilnya adalah kurva biaya modal rata-rata berbentuk piringan (U shaped). Jarak optimal pengungkit keuangan adalah jarak dari berbagai sumber keuangan menghasilkan komposisi biaya modal terendah untuk perusahaan. Nilai perusahaan, Biaya agensi, Teori Trade Off Statis dan Teori Pecking Order Ketika melakukan suatu pekerjaan, maka pekerjaan tersebut akan dievaluasi. Proses evaluasi ini disebut monitoring yang termasuk ke dalam biaya keagenan (agency cost). Biaya keagenan ini menyulitkan manager mencari struktur modal optimal agar biaya perusahaan menjadi minimum. Untuk mengurangi kemungkinan manajemen menanggung resiko berlebihan atas nama pemegang saham, perlu memasukkan beberapa batasan protektif dalam kontrak obligasi (protective bond covenance) yang bertujuan membatasi pengambilan keputusan manajemen.

Pendekatan umum untuk memahami atau menjelaskan pengambilan keputusan terkait dengan struktur modal dikenal sebagai “static trade-off theory” di mana nilai sekarang dari manfaat penghematan pajak (tax shield) yang timbul dari peningkatan penggunaan financial leverage mengalami dilemma (trade off) dengan meningkatnya biaya yang berhubungan dengan kesulitan keuangan dan biaya keagenan yang berhubungan dengan meningkatnya penggunaan utang. Persamaannya adalah :

Firm Market Valuewith leverage= Firm Market Valuewithout leverage+Present Valuefrom tax shield-Present Valueof financial distrees+Present Valueof agency cost

Teori Pecking Order mengenai struktur modal terdiri dari 4 poin : 1. Perusahaan mengambil kebijakan dividen untuk memanfaatkan peluang investasi. 2. Perusahaan lebih suka mendanai peluang investasi dengan dana yang terhimpun secara internal terlebih dahulu baru sumber pendanaan modal eksternal (external financial capital). 3. Ketika dibutuhkan pendanaan eksternal (external financing), perusahaan akan memilih untuk menerbitkan sekuritas utang dahulu baru sekuritas modal (ekuitas). 4. Ketika dibutuhkan pendanaan eksternal yang lebih besar untuk mendanai proyek yang memiliki nilai sekarang yang positif maka urutan pendanaan bersusun (financing pecking order) akan digunakan dengan urutan utang yang lebih berisiko, ekuitas konvertibel, ekuitas preferen, ekuitas (saham) biasa. Biaya Keagenan, Arus kas Bebas, dan Struktur Modal Tipe biaya agensi lain berhubungan dengan “arus kas bebas”. Manajer memiliki insentif untuk menahan arus kas bebas dan menikmatinya, bukannya membayarkan dalam bentuk dividen tunai yang lebih tinggi. Konflik antara manager dan pemegang saham ini mengarah pada teori arus kas bebas dan struktur modal. Teori yang sama juga dikenal sebagai hipotesis kontrol dan hipotesis ancaman. Kesimpulan akhir adalah biaya agensi ini mempengaruhi bentuk khusus struktur modal perusahaan. Komponen Dasar dalam Manajemen Struktur Modal 1. Keputusan untuk menggunakan sekuritas senior dan kapitalisasi perusahaan menyebabkan 2 tipe efek pengungkit keuangan : a. Tambahan variabilitas dalam arus pendapatan per saham yang mengikuti penggunaan sekuritas biaya tetap.

b. Berhubungan dengan tingkat pendapatan per saham pada EBIT tertentu dengan struktur modal tertentu. Dengan nalisis EBIT-EPS pembuat keputusan dapat meneliti dampak rencana pendanaan alternatif atas EPS dalam lingkup tingkat EBIT yang penuh. Titik indiferen EBIT-EPS dihitung dengan persamaan sebagai berikut :

EPS : Stock Plan EBIT-I 1-t -PSs

EPS : Bond Plan

=

EBIT-I 1-t-PSb

Dimana : Sb I t

Ss = jumlah saham yang beredar = jumlah bond / obligasi = beban bunga = tingkat pajak penghasilan perusahaan

Titik indiferen EBIT-UEPS dapat dihitung dengan rumus berikut :

UEPS : Stock Plan EBIT-I1-t-P-SFSs

UEPS : Bond Plan

=

EBIT-I1-t-P-SFSb

Dimana : Sb I t SF

Ss = jumlah saham yang beredar = jumlah bond/obligasi = beban bunga = tingkat pajak penghasilan perusahaan = Sinking Fund variable / dana mengambang yang digunakan untuk menarik kembali obligasi pada nilai nominal.

2. Perhitungan rasio pengungkit komparatif Rasio pengungkit neraca dan rasio penjamin dapat diperbandingkan sesuai dengan penerapan kontraktual rencana keuangan yang diajukan untuk menentukan apakah rasio kunci perusahaan melewati garis praktik yang diterima. 3. Analisis arus kas perusahaan Proses ini melibatkan persiapan serial anggaran kas yang mempertimbangkan berbagai kondisi ekonomi dan struktur modal yang berbeda. Identifikasi target rasio struktur modal yang tepat dapat diperoleh dengan menganalisis proyeksi laporan arus kas yang mengasumsikan kondisi operasional yang tidak disukai.

Penerapan Struktur Modal Struktur modal optimal diperkirakan dengan identifikasi target rasio utang . Kecenderungan pendanaan manager adalah : 1. Ada preferensi besar menggunakan modal internal untuk mendanai investasi. 2. Perusahaan lebih suka melepas proyek yang tampaknya menguntungkan daripada mengurangkan dividen yang diharapkan pemegang saham untuk mendanai bagian anggaran modal yang lebih besar. 3. Penerbitan sekuritas disesuaikan waktunya dengan kondisi pasar yang menguntungkan.

BAB 17 KEBIJAKAN PERUSAHAAN DAN PENDAPATAN INTERNAL

Dividen Payout Ratio mengindikasikan jumlah dari dividen yang berhubungan dengan profit perusahaan dan laba per saham. Apakah kebijakan dividen perusahaan mempengaruhi harga saham biasa? Ada tiga pandangan dasar mengenai hal ini: 1. Kebijakan dividen adalah tidak relevan Posisi bahwa dividen tidak penting berakar pada dua kondisi yaitu: a. Asumsi bahwa keputusan investasi dan pinjaman telah dibuat, dan keputusan ini tidak akan diubah dengan pembayaran dividen. b. Pasar modal yang sempurna diasumsikan ada. Dengan asumsi ini, efek keputusan dividen pada harga saham dapat dinyatakan bahwa tidak ada hubungan antara kebijakan dividen dengan nilai saham. Secara agregat, investor hanya memperhatikan pengembalian total dari keputusan investasi, mereka tidak peduli datangnya dari dividen atau perolehan modal. 1. Dividen yang tinggi meningkatkan nilai saham Dividen lebih bisa diramalkan daripada perolehan modal. Manajemen bisa mengontrol dividen tapi tidak bisa mendikte harga saham. Pandangan yang menyatakan bahwa dividen lebih pasti dari pada perolehan modal disebut “bird-in-the-hand dividen theory”. 2. Dividen yang rendah meningkatkan nilai saham Argumen ini sebagian besar didasarkan pada perbedaan perlakuan pajak atas pendapatan dividen dan perolehan modal (capital gains). Pajak atas pendapatan dividen dibayarkan saat dividen diterima, sementara pajak atas atas perolehan modal ditunda hingga saham dijual.

Teori-teori Dividen 1. Teori Dividen Residu (The Residual Dividen Theory) Dividen hanya dibayar jika laba tidak sepenuhnya digunakan untuk tujuan investasi. Artinya hanya pada saat pendapatan masih tersisa, setelah pendanaan investasi baru. 2. Efek Klien (The Clientele Effect) Setiap kebijakan dividen, mempunyai klien masing-masing. Perusahaan menarik klien tertentu, dengan kebijakan dividen tertentu. Yang perlu diperhatikan adalah perusahaan sebaiknya tidak membuat perubahan kebijakan dividen yang besar. 3. Efek informasi Perbedaan kemampuan dalam mengakses informasi antara manajemen dan investor (information asymmetry) bisa mengakibatkan harga saham yang lebih rendah daripada yang akan terjadi pada kondisi pasti. Dividen dijadikan alat untuk menimumkan kemungkinan perbedaan informasi. 4. Biaya Agensi (Agency Cost) Kebijakan dividen perusahaan dapat dianggap oleh pemilik sebagai alat untuk meminimalkan biaya agensi. Dividen mempunyai kontribusi yang berarti pada nilai perusahaan. 5. Teori Ekspektasi Di sini investor membandingkan keputusan actual dengan keputusan ekspektasi apakah jumlah dividen yang akan diterima telah sesuai dengan ekspektasi mereka. Dalam upaya untuk memahami efek dari kebijakan perusahaan, kita harus memahami : 1. Dalam pasar sempurna, tidak masalah membayar dividen atau tidak. 2. Kekurangan pasar lain yang dapat membuat kebijakan perusahaan yang mempengaruhi harga saham meliputi: a. Kegunaan pajak dari keuntungan modal b. Biaya agensi c. Efek Klien d. Informasi dari kebijakan diberikan. Faktor yang mungkin mempengaruhi keputusan pembayaran dividen perusahaan antara lain : a. Pembatasan Hukum b. Posisi likuiditas perusahaan c. Akses perusahaan ke pasar modal d. Tingkat inflasi e. Kestabilan pendapatan f. Keinginan investor yang dapat menjaga perusahaan (kontrol kepemilikan).

Kebijakan Alternatif Dividen 1. Rasio pembayaran dividen konstan Artinya persentase dividen atas pendapatan ditahan konstan. 2. Jumlah dividen per rupiah saham stabil Di mana jumlah rupiah dividen yang relatif stabil dipertahankan selalu. 3. Dividen reguler yang kecil dan teratur ditambah dividen ekstra akhir tahun Perusahaan membayarkan sejumlah rupiah dividen reguler yang kecil ditambah ekstra akhir tahun. Prosedur Pembayaran Dividen 1. Tanggal Deklarasi (Pengumuman) adalah tanggal saat dividen secara resmi diumumkan oleh dewan direksi. 2. Tanggal Pencatatan Adalah tanggal saat buku transfer saham ditutup untuk menentukan siapa pemilik saham. 3. Tanggal Eks dividen Adalah 4 hari kerja sebelum tanggal pencatatan. Setelah itu, hak menerima dividen tak lagi disertakan dalam saham. 4. Tanggal Pembayaran Adalah tanggal saat cek dividen dikirim ke pemegang saham. Dividen saham dan pemecah saham digunakan oleh perusahaan baik untuk menggantikan atau untuk mendukung dividen tunai.Sekarang, tidak ada bukti empiris yang membuktikan, hubungan antara dividen saham dan harga pasar saham. Tapi dividen saham atau pemecahan dapat digunakan untuk menjaga harga saham dalam jarak yang optimal. Juga, jika investor menganggap dividen saham berisi informasi yang menguntungkan mengenai operasi perusahaan, harga saham dapat naik. Sebagai alternatif pembayaran dividen, manajemen dapat membeli saham kembali. Tapi, investor mungkin masih lebih menyukai dividen daripada pembelian saham kembali.

BAB 18 MANAJEMEN MODAL KERJA DAN PEMBIAYAAN JANGKA PENDEK

Membiayai Modal Kerja Dengan Kewajiban Lancar Kewajiban lancar menyediakan sumber pembiayaan yang lebih fleksibel bagi perusahaan dibandngkan dewajiban jangka panjang atau ekuitas namun mempunyai tingkat resiko likuiditas karena harus lebih sering diperpanjang (roll over) serta ketidakpastian biaya bunga dari tahun ke tahun. Mengelola modal kerja bersih perusahaan melibatkan keputusan tentang investasi apada asset lancer dan kewajiban lancer yang simultan dan saling berhubungan dengan prinsip-prinsip yang bias digunakan sebagai perbandingan untuk kebijakan modal kerja perusahaan antara lain prinsip perlindungan (hedging) atau prinsip self-liquidating debt. Sumber Pembiayaan Temporer, Permanen, dan Spontan • Sumber pembiayaan temporer terdiri dari kewajiban lancar, contohnya utang jangka pendek seperti pinjaman bank tanpa jaminan (unsecured bank loan), commercial paper, dan pinjaman yang dijamin dengan piutang dagang dan persediaan. • Sumber pembiayaan permanen termasuk pinjaman jangka menengah, utang jangka panjang, saham preferen, dan saham biasa.

Sumber pembiayaan spontan terdiri dari utang dagang serta utang-utang lain yang timbul dari operasi sehari-hari perusahaan.

Siklus Konversi Kas (Cash Conversion Cycle – CCC) Adalah penjumlahan dari hari penjualan (days of sales) yang masih beredar (outstanding) dan hari persediaan dikurangi hari utang dagang yang outstanding.

CCC= Days of Sales Outstanding(DSO)+Days of Sales in Inventory(DSI)-Days of Payables Outstanding(DPO) CCC= Piutang DagangPenjualan365+PersediaanHPP365-Utang DagangHPP365

Estimasi Biaya Kredit Jangka Pendek (Cost of Short – Term Credit) Rumus biaya kredit berdasar perkiraan : Interest = Principal x Rate x Time

Dari persamaan tersebut, dapat diturunkan persamaan untuk menghitung cost of short term credit atau annual percentage rate (APR) sebagai berikut : APR=InterestPrincipal x Time Contoh: PT AGA berencana meminjam $1,000 selama 90 hari. Pada saat jatuh tempo, PT AGA akan membayar $1,000 jumlah pokok ditambah bunga $30. berapa tingkat bunga efektif tahunan? Jawab : APR=301000 x 90/360 = 12% Rumus Persentase Hasil Tahunan (Annual Percentage Yield – APY) : APY=1+imm-1

Sumber-Sumber Pinjaman Jangka Pendek (Short-Term Credit) Secara garis besar dibagi menjadi 2 macam: 1. Sumber Pinjaman Tanpa Jaminan (Unsecured Loans)

Adalah mencakup sumber-sumber yang jaminannya hanya berdasarkan kepercayaan pemberi pinjaman, antara lain : a. Utang Gaji dan Pajak (accrued) Hal ini terjadi karena perusahaan biasanya membayar gaji pegawainya secara periode (mingguan, bulanan), maka perusahaan mengakui adanya utang gaji yang artinya pinjaman dari pegawai. b. Utang Dagang (trade credit) Adalah salah satu sumber pembiayaan jangka pendek yang paling fleksibel bagi perusahaan yang muncul secara spontan ketika perusahaan melakukan pembelian. Credit Terms dan Cash Discounts sering dilakukan oleh perusahaan pemasok. Misalnya, pemasok memberikan syarat kredit 2/10, net 30 ini berarti bahwa diskon 2% diberikan untuk pembayaran dalam 10 hari atau pembayaran penuh dalam 30 hari. Jadi, penalti 2% akan dikenakan untuk pembayaran lebih dari 10 hari (terjadi penundaan pembayaran dari hari ke-10 sampai hari ke-30, selama 20 hari). Sebagai sumber pembiayaan jangka pendek, trade credit mempunyai beberapa keuntungan antara lain : 1) Dapat diperoleh sebagai bagian dari operasi normal perusahaan. Contoh: 2) Perusahaan tidak memerlukan perjanjian formal jika ingin PT Bebrayan memiliki $300,000 line of credit yang meminta saldo minimum memperpanjang / menunda pembayaran kredit. 10% dari jumlah pinjaman. Tingka bunga 12% per tahun, pinjaman sebesar 3) Jumlah kredit yang diperpanjang tergantung dari kebutuhan $200,000 dipinjam selama 6 bulan, dan PT Bebrayan saat ini tidak memiliki perusahaan maka penundaan ini bisa dianggap sebagai deposito dengan bank pemberi pinjaman. Biaya pinjaman termasuk beban sumber pembiayaan spontan. bunga dan opportunity cost untuk memelihara saldo idle cash (saldo kompensasi 10%). Untuk mengakomodasi saldo kompensasi, tambahan dana a. Kredit Bank (unsecured bank loans) harus dipinjam, sehingga jumlah yang dipinjam (A) lebih besar dari yang Bank komersial menyediakan sumber klredit tanpa jaminan dalam dibutuhkan ($200,000). bentuk dasar : Pada kenyataannya jumlah $200.000 hanya memenuhi 90% dari total pinjaman 1) Line of Credit adalah pinjaman anatara bank dan peminjam di karena harus ada simpanan minimal sebesar 10%. Jadi jumlah pinjaman aktual mana bank akan menyediakan sejumlah dana maksimum selama adalah : periode tertentu. Line of Credit biasanya meminta peminjam 0.9A = $ 200,000; untuk memelihara saldo minimum di bank selama periode A = $ 222,222. pinjaman, disebut saldo kompensasi (compensating balance). Bunga = $ 222,222 x 0.12 x 6/12 = $ 13,333.32, dimana hanya $200,000 yang Saldo ini menambah effective cost bagi peminjam, kecuali saldo tersedia untuk digunakan oleh PT B. Jadi, effective annual cost of credit : deposit yang ada di bank sama / lebih besar daripada saldo minimum tersebut. APR=$ 13,333.32$ 200,000 X 1180/360=13.33% Dalam contoh PT Bebrayan, pinjaman akan meminta pembayaran pokok ($222,222) dan bunga ($13,333.32) pada akhir 6 bulan. Sering, pinjaman bank dibuat dengan discount basis, dimana bunga pinjaman akan dikurangi dari jumlah pinjaman sebelum dana diberikan kepada peminjam. Dalam kasus ini, effective rate of interest atas pinjaman: APR=$ 13,333.32$ 200.000-$13,333.32 X 1180/360=14,29%

Efek dari mendiskon bunga akan meningkatkan biaya pinjaman dari 13,33% menjadi 14,29%. Hasil ini berasal dari keadaan di mana perusahaan membayar bunga atas jumlah yang sama ($222.222) tapi kali ini yang diperoleh perusahaan berkurang $13.333 atau $222.222 - $13.333 = $186.667. Jika PT Bebrayan membutuhkan jumlah penuh $200,000, maka ia harus meminjam lebih dari $222,222 untuk menutupi persyaratan saldo kompensasi dan discounted interest. A – 0.1A – (0.12 x 1/2)A = $200,000; A = $238,095 Bunga = 0.06 x $238,095 = $14,285.70 Besar cost of credit tetap sama 14.29%, sebagai berikut: APR=$ 14,285.70$ 238,095-$23,810-$14,285.70 X 1180/360=14,29%

2) Pinjaman transaksi (transaction loan) Tipe ini adalah pinjaman yang paling banyak dipakai dan diperoleh dengan menandatangani surat kesanggupan (promissory note). a. Surat Berharga (commercial paper) Yaitu kesanggupan untuk membayar jangka pendek yang dijual di pasar sekuritas utang jangka pendek. 1. Sumber Pinjaman dengan Jaminan (Secured Loans) Adalah dengan melibatkan jaminan asset tertentu seperti piutang dagang dan persediaan. a. Pinjaman Piutang (Account Receivables Loans) Menjaminkan Piutang Dagang (Pledging Account Receivables) Peminjam secara sederhana menjanjikan (pledge) piutangnya sebagai jaminan atas pinjaman yang diberikan. Jumlah pinjaman merupakan persentase dari face value (FV) jumlah piutang yang di-pledgekan. Karena pemberi pinjaman tidak memiliki kontrol atas kualitas piutang yang dipledge-kan, ia akan menentukan jumlah maximum persentase FV piutang yang relatif rendah, biasanya sekitar 75%. Piutang loans umumnya memiliki bunga 2-5% lebih tinggi dari tingkat bunga pokok bank. Pemberi pinjaman juga biasanya membebankan handling fee yang merupakan persentase dari FV piutang yang diproses, biasanya 1-2% dari FV.

Pemfaktoran Piutang Dagang (Factoring Account Receivables) Factoring piutang melibatkan penjualan piutang kepada institusi keuangan, disebut factor. Factor menanggung risiko penagihan dan pelayanan dengan mendapat sejumlah fee tertentu. Besar fee merupakan persentase FV piutang yang difaktorkan (biasanya 1-3%). Factor biasanya tidak melakukan pembayaran atas piutang yang difaktorkan sampai piutang tersebut telah ditagih / credit terms telah dipenuhi. Selama waktu tersebut, perusahaan bisa meminjam dari factor dengan menggunakan piutang yang difaktorkan sebagai jaminan. Jumlah pinjaman max sama dengan FV piutang yang difaktorkan dikurangi factor’s fee (1-3%), reserve (6-10%), dan bunga. b. Pinjaman Persediaan Pinjaman persediaan menyediakan sumber yang aman kedua untuk kredit aman jangka pendek. Jumlah dari pinjaman yang dapat diperoleh

tergantung pada tingkat penjualan dan kemampuan bertahan dari perusahaan.

BAB 19 MANAJEMEN KAS DAN SURAT-SURAT YANG DAPAT DIPERJUALBELIKAN

Proses Arus Kas Perusahaan mengalami peningkatan saldo kas dari dua sumber, yaitu: 1. Eksternal (Irreguler) Dana dapat diperoleh dalam pasar keuangan dari penjualan sekuritas seperti obligasi, saham preferen, dan saham biasa atau perusahaan dapat memasuki kontrak utang yang tak dapat dipasarkan dengan peminjam seperti bank komersial. 2. Internal (Regular)

Penerimaan datang dari penagihan piutang dagang, penjualan tunai atau baang jadi, pencairan persediaan tak terpakai atau usang, penjualan aset tetap, dan sebagainya. Perusahaan mengalami penurunan saldo kas karena tiga alasan utama yaitu: 1. Secara tidak rutin penarikan (withdrawals) dilakukan untuk membayar dividen tunai atau saham preferen dan biasa, memenuhi persyaratan bunga dalam kontrak utang, membayar kembali pokok pinjaman dari kreditur, membeli saham perusahaan sendiri, dan membayar tagihan pajak. 2. Pembelian aset tetap dalam berbagai interval. 3. Pembelian persediaan untuk menjaga stabilitas arus barang jadi dalam proses produksi. Alasan-alasan untuk Memegang Kas 1. Motif Transaksi Saldo dipegang untuk memungkinkan perusahaan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kas yang disebabkan oleh kegiatan-kegiatan bisnis perusahaan. Saldo-saldo transaksi akan digunakan untuk memenuhi pengeluaran-pengeluaran tidak rutin. 2. Motif Pencegahan Motif memegang kas ini berhubungan dengan mempertahankan saldo untuk memelihara atau menjaga saldo-saldo yang akan digunakan memenuhi kebutuhan-kebutuhan yang mungkin ada, tetapi belum teridentifikasi. 3. Motif Spekulatif Kas dipegang untuk tujuan-tujuan spekulatif agar dapat mengambil keuntungan dari situasi-situasi yang berpotensial mendatangkan laba. Tujuan-tujuan dan Keputusan-keputusan Manajemen Kas Tingkat di mana perusahaan menginvestasikan kas yang dapat digunakan kapan saja (idle cash) ke dalam surat-surat berharga yang dapat diperjualbelikan akan ditentukan oleh besarnya risiko kepailitan (insolvency risk) yang bersedia ditanggung perusahaan untuk menerima pengembalian (return) pada saldo kasnya. Konsep manajemen kas adalah penentuan keseimbangan antara memegang kas terlalu banyak dan terlalu sedikit. Investasi kas dalam jumlah yang besar mengurangi kemungkinan kepailitan, tetapi menahan keuntungan perusahaan. Investasi kas dalam jumlah kecil membebaskan kelebihan saldo untuk diinvestasikan pada surat berharga yang dapat diperjualbelikan dan aktiva-aktiva jangka panjang. Tujuan Pertukaran antara risiko dan pengembalian (risk return trade off) dapat dikurangi dengan memeperhatikan dua tujuan utama system manajemen kas perusahaan : 1. Kas harus tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan yang timbul dari kegiatan bisnis.

2. Investasi dalam saldo kas yang tak dipakai (idle cash) harus diminimumkan. Keputusan Dua kondisi yang memungkinkan perusahaan beroperasi hingga periode yang lebih panjang dengan tingkat saldo kas mendekati atau pada titik nol adalah : 1. Perkiraan yang benar-benar akurat secara keseluruhan mengenai arus kas bersih selama waktu yang direncanakan. 2. Kesesuaian yang sempurna antara penerimaan dan pengeluaran kas. Mengatur Arus Kas Masuk Untuk memepercepat waktu dalam penerimaan kas kita harus mengurangi pengambangan (float) yaitu panjangnya waktu dari ketika cek ditulis sampai dengan penerima menerima pencairan dana tersebut. Total pengambangan (float) mempunyai 4 elemen sebagai berikut : 1. Pengambangan Pengiriman (Mail Float) Disebabkan oleh selang waktu antara konsumen mengirimkan cek pembayaran hingga perusahaan mulai memprosesnya. 2. Pengambangan Pemrosesan (Processing Float) Disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk memproses cek pembayaran sebelum mereka bisa disimpan di bank. 3. Pengambangan Pengangkutan (Transit Float) Disebabkan oleh waktu yang dibutuhkan cek yang disimpan untuk dicairkan melalui sistem perbankan komersial dan menjadi uang yang dapat digunakan oleh perusahaan. 4. Pengambangan Pembayaran (Disbursing Float) Muncul dari fakta bahwa dana tersedia dalam rekening bank perusahaan hingga cek pembayaran dicairkan melalui sistem perbankan. Pengurangan pengambangan dapat menghasilkan keuntungan-keuntungan yang banyak berkenaan dengan dana atau uang yang dapat digunakan dan dikeluarkan untuk keperluan dan keuntungan perusahaan dan dihasilkan semacam saldo-saldo yang dibebaskan (freed-up balances). Sebagai contoh, untuk tahun 2008, ThinkApril Corp. melaporkan total penerimaan $ 650.000.000. Jumlah dana yang dapat digunakan yang akan dibebaskan jika perusahaan dapat mencapai pengurangan float sehari bisa diperkirakan dengan membagi penerimaan (penjualan) tahunan dengan jumlah hari dalam setahun. Dalam kasus ini, saldo sehari yang dibebaskan adalah : Penerimaan tahunan : jumlah hari dalam setahun = $ 650.000.000 / 365 = $ 1.780.822 Jika dana yang dibebaskan ini mewakili penjualan sehari kurang lebih $ 1.780.822 dan bisa dikembalikan pada tingkat pengembalian 6% per tahun, maka nilai pengurangan float setahun akan menjadi :

(penjualan per hari) x (perolehan yang diasumsikan) = $ 1.780.822 x 6% = $ 106.849 Jelas bahwa manajemen kas efektif dapat menghasilkan kesempatan yang mengesankan bagi peningkatan laba. Sistem Pengumpulan Kas Biasa

Pengaturan Lock-Box Sistem Lock-Box sederhana : 1. Pelanggan mengirim cek lewat pos. 2. Pos mengirim ke Lock-Box (semacam PO BOX). 3. Bank lokal (bank perusahaan) membuka lock-box dan memproses cek untuk disimpan, lalu diteruskan seperti sistem biasa. 4. Bank perusahaan memberikan laporan informasi kepada perusahaan. Keuntungan pengaturan lock-box : 1. Meningkatkan kas kerja 2. Menghilangkan fungsi klerikal 3. Pengetahuan cek kosong lebih cepat Cek-cek yang Belum Disahkan - Preauthorized Checks (PACs) PAC mirip dengan cek biasa, tetapi tidak mensyaratkan tanda tangan orang yang rekeningnya ditarik. PAC diciptakan hanya dengan otorisasi sah dari individu. PAC dibuat melalui mekanisme perjanjian antara konsumen dengan

bank konsumen yang bisa melaksanakan/menerbitkan PAC pada saat konsumen melakukan pembayaran melalui sistem bank komersial. Keuntungan dari sistem PAC: 1. Arus kas yang sangat dapat diramalkan 2. Mengurangi biaya pengiriman dan penagihan 3. Kenyamanan konsumen 4. Meningkatkan kas kerja Depository Transfer Checks Depository Transfer Checks memberikan alat untuk menggerakkan dana dari rekening bank lokal ke rekening bank konsentrasi (rekening pengeluaran utama). Depository Transfer Checks itu sendiri adalah instrumen yang tidak ditandatangani dan tidak dapat dinegosiasikan. Hanya bisa dibayarkan pada bank penyimpan (bank konsentrasi) untuk dikredit pada rekening khusus perusahaan. Perusahaan mengarsipkan formulir otorisasi dengan tiap bank dari tempatnya menarik dana. Formulir itu menginstruksikan bank untuk membayar depository transfer checks tanpa ditandatangani. Gerakan kas melalui penggunaan depository transfer checks dapat beroperasi dengan sistem surat konvensional atau sistem otomatis. Keuntungan penggunaan depository transfer checks: 1. Tingkat ekses kas yang lebih rendah 2. Kontrol yang lebih baik 3. Investasi dalam portfolio sekuritas yang dapat dipasarkan Transfer Melalui Kawat (Wire Transfer) Memindahkan kas antar bank dengan menggunakan wire transfer dapat mengurangi transit float. Dana yang dikirim langsung dapat digunakan di bank yang menerima. Manajemen Arus Kas Keluar 1. Rekening Saldo Nol (Zero Balance Accounts - ZBA) yaitu alat manajemen kas yang memungkinkan kontrol tersentralisasi atas arus kas keluar tapi juga mempertahankan otoritas pengeluaran divisional. 2. Pembayaran Melalui Draft (Payable through Draft – PTDs) Adalah alat pembayaran yang sah yang bentuknya seperti cek biasa di mana draft tidak dibuat oleh bank, tapi dibuat dan disahkan pembayarannya oleh perusahaan yang mengeluarkannya atas rekening demand depositnya. Tujuannya mempertahankan kontrol atas pembayaran yang diotorisasi lapangan. 3. Remote Disbursing yaitu bank konsentrasi perusahaan memiliki hubungan koresponden dengan bank yang lebih kecil yang berlokasi di kota yang jauh. Transfer Dana Elektronik (Electronic Funds Transfer) Inti TDE adalah menghilangkan cek sebagai metode mentransfer dana. Penghilangan cek mungkin takkan terjadi, tetapi jelas gerakan menuju sistem keuangan yang menggunakan lebih sedikit cek akan terjadi. Transit, mail, dan processing float semakin tak penting sementara TDE semakin penting. Secara simultan, ini juga menunjukkan disbursing float menjadi tak berarti.

Evaluasi Biaya Atas Jasa Manajemen Kas Proses evaluasi ini melibatkan hubungan mikroekonomi :

yang

sangat

mendasar

dalam

Pembayaran tambahan = Keuntungan tambahan Persamaan di atas dapat dinyatakan kembali dalam hitungan per unit sebagai berikut : P= D x S x i P = Penambahan biaya proses pembayaran per cek bila system baru digunakan. D = Penghematan waktu dalam proses penagihan (pengurangan / pengecekan float) S = Ukuran cek rata-rata dalam dolar. i = Biaya oportunitas (tingkat pengembalian) sebelum pajak harian karena menyimpan kas. Contoh Soal: Asumsikan sekarang bahwa biaya proses cek , P akan naik menjadi $ 0,18 per cek jika lock-box digunakan, ukuran cek rata-rata S akan menjadi $900, dan jika uang dibebaskan dengan penggunaan lock-box, akan diinvestasikan dalam sekuritas dengan tingkat pengembalian sebelum pajak 6%. Sehingga kita bisa menentukan pengurangan waktu pengumpulan cek (D) sebaga berikut : Jawab : $0,18 = (D) ($900) (0,06/365) D = 1,217 hari Jadi lock-box dibenarkan jika perusahaan dapat mempercepat pengumpulan lebih dari 1,217 hari. Cara analisis yang sama dapat dipakai untuk menganalisis alat manajemen kas lainnya. Komposisi Portofolio Surat-surat Berharga yang Diperjualbelikan Kriteria tertentu memberikan kerangka kerja yang berguna bagi manajer keuangan untuk menyeleksi paduan sekuritas yang dapat diperjualbelikan. Pertimbangan-pertimbangan ini meliputi evaluasi atas : 1. Risiko Keuangan Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari sekuritas karena perubahan yang mungkin terjadi dalam kapasitas keuangan penerbitan sekuritas untuk membuat pembayaran di masa depan pada pemilik sekuritas. 2. Risiko Tingkat Bunga Hal ini mengacu pada ketidakpastian pengembalian yang diharapkan dari instrumen keuangan karena perubahan dalam tingkat bunga. Misalkan, petugas keuangan menimbang keuntungan berinvestasi secara temporer kas perusahaan yang tersedia dalam obligasi baru US

Treasury yang akan jatuh tempo dalam (1) 90 hari atau (2) 1 tahun dari tanggal penerbitan. Harga beli nota 90 hari atau obligasi 1 tahun ada pada diskon dari nilai parnya $1000 per sekuritas. Nilai jatuh tempo kedua kelas sekuritas sama dengan parnya, $1000, dan tingkat kupon (tingkat bunga yang tertera) adalah 7%, dimajemukkan per tahun. Jika setelah 60 hari dari tanggal pembelian, tingkat bunga naik menjadi 9%, harga pasar sekuritas Treasury ini akan turun membawa perolehan jatuh temponya sama dengan yang dapat diperoleh investor dengan membeli penerbitan baru instrumen itu. Harga pasar baik obligasi 90 hari maupun 1 tahun akan turun. Tapi harga instrumen 1 tahun akan turun lebih besar dalam dolarnya daripada instrumen 90 hari. 60 hari dari tanggal penerbitan harga di pasar untuk instrumen 1 tahun yang asli, yang sekarang 305 lagi jatuh tempo, dapat ditemukan dengan menghitung P sebagai berikut : P=$ 1,000( 1+0.09365 )305=$926,59 Jika tingkat bunga tetap berada pada 7%, maka : 305=$943,19 Kenaikan tingkat bunga mengakibatkan harga obligasi 1 tahun turun sebesar $ 16.60. $ 943.19 - $ 926.59 = $16.60 Untuk perhitungan obligasi 30 hari ( sisa dari 90 – 60 hari ), adalah sebagai berikut : P=$ 1,000( 1+0.09365 )30=$992,63 Jika tingkat bunga tetap berada pada 7%, maka : 1,000( 1+0.07365 )30=$994,26 Kenaikan tingkat bunga akan mengakibatkan harga dari obligasi 30 hari turun sebesar $ 1.63 ($ $ 994.26 - $ 992.63 = $ 1.63). 3. Likuiditas Dalam formulasi preferensi memasukkan instrumen tertentu dalam portfolio, manajer harus mempertimbangkan : a. Periode yang dibutuhkan untuk menjual sekuritas b. Kemungkuinan sekuritas dapat dijual pada atau mendekat harga pasar pada saat itu. P=$ P=$ 1,000( 1+0.07365 )

4. Pengenaan Pajak Dalam contoh tabel dibawah ini, sebuah perusahaan menganalisis apakah akan berinvestasi di utang bebas pajak 1 tahun dengan tingkat bunga 6% dan nominal $1,000 atau 1 tahun utang kena pajak dengan tingkat bunga 8% dan nominal $1,000. Perusahaan membayar pajak pada tingkat tarif 34%.

Perbandingan Perolehan Setelah Pajak ( After-Tax Yields ) Penerbitan utang bebas Penerbitan utang kena pajak (kupon 6% ) pajak ( kupon 8% ) Pendapatan bunga Pajak pendapatan Pendapatan setelah pajak bunga 60.00 60.00 = 6% $ 1,000.00 52.80 52.80 = 5.28% $ 1,000.00 $ 60.00 0.00 $ 80.00 27.20

Perolehan setelah pajak

Derivasi ekuivalen dipajakkan :

perolehan

sebelum

pajak

atas

penerbitan

utang

yang

r=r*1-t=0.061-0.34=9,091%

dimana :

bukti :

r = ekuivalen sebelum pajak bunga[$1,000x0.09091]=$90.91 r* = perolehan setelah pajak pada sekuritas bebas pajak 30.91 t = tingkat pajak marjinal perusahaan pajak $60.00

pendapatan pajak pendapatan (0.34) pendapatan setelah

Alternatif Surat-surat Berharga yang Dapat Diperjualbelikan 1. US Treasury Bill : kewajiban langsung yang dijual oleh pemerintah AS secara reguler oleh bendahara AS. 2. Federal Agency Securities : kewajiban utang perusahaan dan agensi yang diciptakan untuk mempengaruhi berbagai program peminjaman pemerintah AS. 3. Bankers’ Acceptance : perintah membayar yang ditarik oleh bank tertentu oleh eksportir untuk mendapatkan pembayaran barang yang dikapalkan pada konsumen, yang memiliki rekening pada bank tertentu itu 4. Negotiable Certificates of Deposit : penerimaan dana yang telah disimpan dalam bank untuk periode tertentu yang dapat dipasarkan. Dana yang disimpan menghasilkan tingkat bunga yang tetap. 5. Commercial paper : nota janji jangka pendek yang tak diamankan yang dijual yang dijual oleh bisnis besar untuk menghasilkan kas. 6. Repurchase Agreements : kontrak legal yang melibatkan penjualan sekuritas sebenarnya oleh peminjam pada pemberi pinjaman, dengan komitmen di bagian peminjam membeli kembali sekuritas pada harga kontrak ditambah biaya bunga yang dicantumkan.

BAB 20 MANAJEMEN PIUTANG DAN PERSEDIAAN BARANG

Manajemen Piutang Dagang Ukuran investasi dalam piutang dagang ditentukan oleh beberapa faktor, yaitu: 1. Persentase penjualan kredit terhadap penjualan total mempengaruhi tingkat piutang dagang yang dipegang. 2. Tingkat penjualan juga merupakan faktor yang menentukan ukuran investasi dalam piutang dagang. 3. Kebijaksanaan kredit dan penagihan (syarat penjualan, kualitas pelanggan, dan usaha penagihan)-di bawah kontrol manajemen keuangan. Syarat Penjualan-Variabel Keputusan

Syarat penjualan (term of sale) merupakan perjanjian kredit yang menunjukkan potongan harga yang mungkin diperoleh untuk pembayaran piutang yang dilakukan lebih awal. Contoh, jika syarat pembayaran 2/10 net 30, artinya pelanggan akan memeproleh potongan 2% jika piutang tersebut dibayar dalam 10 hari. Biaya oportunitas melewatkan diskon 2% untuk menunda pembayaran 20 hari lagi adalah 36,73%. Ini ditentukan sebagai berikut :

Biaya oportunitas tahunan karena melepaskan diskon=a1-a x 360c-b=0.021-0.02 x 36030-10= 36.73 %

Jenis Pelanggan-Variabel Keputusan Satu cara di mana baik individual dan perusahaan sering dievaluasi sebagai risiko kredit adalah melalui penggunaan penilaian kredit ( credit scoring ). Penilaian kredit melibatkan evaluasi numerik tiap pelamar. Penerima menerima nilai didasarkan pada jawabannya pada sekumpulan pertanyaan sederhana. Nilai ini lalu dievaluasi menurut standar yang telah ditentukan, tingkatnya relatif pada standar menentukan apakah kredit harus atau tidak dapat diperpanjang. Keuntungan utama penilaian kredit adalah murah dan mudah dilaksanakan. Suatu model yang dapat digunakan untuk credit scoring adalah menggunakan model dari Edward Altman yaitu dengan menggunakan Multiple Discriminant Analysis ( MDA ), menggunakan analisi diskriminan ganda sebagai berikut :

Z = 3.3 EBITTotal Assets+1.0SalesTotal Assets+0.6 Market Value of equityBook Value of debt+1.4 Retained EarningsTotal Assets+1.2 WorkingCapitalTotal Assets

Usaha Penagihan-Variabel Keputusan Kunci untuk menjaga kendali atas pengumpulan piutang adalah dengan memahami bahwa pada kenyataannya probabilitas dari piutang yang gagal bayar meningkat seiring dengan bertambahnya umur piutang. Salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh perusahaan untuk menagih piutangnya yang yang telah jatuh tempo adalah dengan surat teguran (dunning letter), diikuti dengan surat teguran tambahan bernada lebih serius jika piutang lewat 3 minggu, diikuti tagihan melalui telepon setelah 6 minggu. Akhirnya, jika tagihan piutang telah lewat 12 minggu, bisa diserahkan pada agen penagih utang. Lalu, keseimbangan langsung terjadi antara biaya penagihan dan kepercayaan yang hilang di satu sisi dan piutang tak tertagih di sisi lain, dan keseimbangan ini selalu jadi bagian pembuatan keputusan. Perubahan Kebijakan Kredit : Penggunaan Analisis Marjinal

Perubahan dalam kebijakan kredit melibatkan imbal balik antara biaya dan juga keuntungan. Kapankah saat yang tepat bagi perusahaan untuk mengubah kebijakan kreditnya? Jawabnya adalah pada saat manfaat dari kenaikan penjualan melebihi biaya yang harus dikeluarkan dengan adanya perubahan keputusan tersebut. Penentuan perubahan kebijakan kredit menjadi salah satu tugas dari analisis marginal (marginal on incremental analysis).

Contoh : Perusahaan XYZ : Informasi yang relevan untuk analisis inkremental adalah sebagai berikut : Tingkat Penjualan Baru (semua kredit) $9,000,000 Tingkat Penjualan Awal (semua kredit) $8,000,000 Marjin Kontribusi 25% Persentase Utang Tak Tertagih atas Penjualan Baru 6% Periode Penagihan Rata-rata Baru 45 hari Periode Penagihan Rata-rata awal 30 hari Investasi Tambahan dalam Persediaan $25,000 Tingkat Pengembalian Yang Disyaratkan sebelum Pajak 15% Persentase Diskon Kas Baru 1% Persentase Pelanggan Yang Mengambil Diskon Kas 50% Langkah 1 : Melakukan estimasi perubahan keuntungan = (kenaikan penjualan x marjin kontribusi) – (kenaikan penjualan x persentase utang tak tertagih atas penjualan baru) = ($1,000,000 x 0,25) – ($1,000,000 x 0,06) = $190,000 Langkah 2 : Melakukan estimasi terhadap tambahan biaya dalam investasi piutang dan persediaan barang = (piutang dagang tambahan+persediaan tambahan) x (tingkat pengembalian yang disyaratkan sebelum pajak) Maka : (piutang dagang tambahan) = (penjualan harian baru) x (periode penagihan rata-rata baru) – (penjualan harian awal) x (periode penagihan ratarata awal) = ($9,000,000/360 x 45) – ($8,000,000/360 x 30) = $458,340 Biaya Investasi Tambahan = ($458,340 + $25,000) x 0,15 = $72,501 Langkah 3 : Melakukan estimasi terhadap biaya diskon (jika dilakukan juga perubahan dalam potongan harga untuk pembelian tunai)

= (tingkat penjualan baru x persentase diskon kas baru x persentase pelanggan yang mengambil diskon) – (tingkat penjualan awal x persentase diskon kas awal x persentase pelanggan yang mengambil diskon) = ($9,000,000 x 0,01 x 0,50) – ($8,000,000 x 0,00 x 0,50) = $45,000 Langkah 4 : Membandingkan tambahan pendapatan dengan tambahan biaya Perubahan neto dalam laba sebelum pajak = perubahan laba – (biaya investasi baru dalam piutang dagang dan persediaan + biaya perubahan dalam diskon kas) = langkah 1 – (langkah 2 + langkah 3) = $190,000 – ($72,501 + $45,000) = $72,499 Manajemen Persediaan Manajemen persediaan melibatkan kotrol asset yang digunakan dalam proses produksi atau diproduksi untuk dijual pada operasi normal perusahaan. Biaya Persediaan Total Total = Biaya Penyimpanan Total + Biaya Pemesanan

Biaya Penyimpanan Total = Persediaan Rata rata x Biaya Penyimpanan per unit Biaya Penyimpanan Total=Q2C Dimana : Q = ukuran pemesanan persediaan dalam unit C = biaya penyimpanan per unit Biaya Pemesanan Total Pemesanan = Jumlah Pemesanan x Biaya Pemesanan per

Biaya Pemesanan Total=SQO Dimana : S = permintaan total dalam unit selama periode perencanaan O = biaya pemesanan per pemesanan Biaya Total=Q2C+SQO Sehingga nilai maksimum Q yaitu kuantitas pemesanan ekonomis ( Economic Order Quantity = EOQ ) adalah : Q=2SOC

Contoh soal : Misalkan sebuah perusahaan mengharapkan permintaan total (S) untuk produknya selama periode perencanaan adalah 5000 unit, sementara biaya pemesanan per pemesanan (Ordering Cost-O) adalah $200, dan biaya penyimpanan per unit (C) adalah $2. Dari data ini, dapat kita ketahui kuantitas pemesanan ekonomis : Jawab : Q*=2 x 5,000 x 2002 = 1,000,000 = 1,000 unit Problem Titik Pesanan (Order Point) Keputusan tentang berapa banyak stok pengaman yang harus dipegang merupakan masalah titi pesanan (order point problem), yaitu seberapa rendah saldo persediaan dapat diterima sebelum melakukan pemesanan ulang. Titik pemesanan (reorder point) dapat ditentukan sebagai berikut :

Lakukan pemesana ketika tingkat persediaanmencapai berikut=Persediaan selama masa pengiriman+StokPengaman

titik

terendah

Jika stok pengaman tingkat persediaan rata-rata sama dengan EOQ/2 maka :

Persediaan rata-rata=EOQ2+StokPengaman

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->