P. 1
Pelaksanaan demokrasi Orde Baru

Pelaksanaan demokrasi Orde Baru

5.0

|Views: 16,157|Likes:
Published by septyanshovelface
For student that wanted to know about Indonesian democratic system at new era
For student that wanted to know about Indonesian democratic system at new era

More info:

Published by: septyanshovelface on Feb 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOC, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/04/2013

pdf

text

original

-

PELAKSANAAN DEMOKRASI PADA MASA ORDE REFORMASI

Karena ketatanegaraan pada pemerintahan orde baru tidak menerapkan nilainilai demokrasi dalam Pancasila dan UUD 1945 serta negara dijangkiti oleh penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN). Hal itu menyebabkan rakyat menderita, apalagi adanya badai krisis ekonomi dunia yang juga melanda Indonesia menyebabkan GBHN 1998 pada PJP II pelita ke-tujuh tidak dapat dilaksananakan. Ekonomi Indonesia hancur, sector riil ekonomi macet, pemutusan hubungan kerja (PHK), dan pengangguran meningkat tajam sehingga terjadilah krisis kepercayaan dan krisis politik. Antiklimaks dari keadaan tersebut ditandai dengan munculnya berbagai gerakan masyarakat yang dipelopori oleh generasi muda terutama mahasiswa. Gerakan tersebut merupakan suatu gerakan moral yang memiliki kekuatan yang luar biasa menuntut adanya reformasi di segala bidang kehidupan terutama bidang politik, ekonomi, dan hukum. Awal keberhasilan gerakan reformasi tersebut ditandai dengan mundurnya Presiden Soeharto dari singgasana kepresidenan dan diganti oleh wakil presiden B.J. Habibie pada tanggal 21 Mei 1998. Karena bangsa menilai bahwa penyimpangan terhadap makna UUD 1945 selain karena moral penguasa, juga karena adanya berbagai kelemahan yang terkandung dalam UUD 1945. Oleh karena itu, selain melakukan reformasi dalam bidang politik perlu melakukan amandemen terhadap beberapa pasal UUD 1945 yang mempunyai interprestasi ganda (multi interpretable). Berbagai macam produk peraturan perundang-undangan yang telah dihasilkan dalam reformasi hukum dan politik di antaranya sebagai berikut.

1) UU No. 2 Tahun 1999 jo UU No. 31 Tahun 2002 tentang Partai Politik 2) UU No. 3 Tahun 1999 jo UU No. 12 Tahun 2003 tentang Pemilihan Umum
3) UU No. 4 Tahun 1999 jo UU No. 22 Tahun 2003 tentang Susunan dan

Kedudukan MPR, DPR, dan DPRD 4) UU No. 25 Tahun 1999 jo UU No. 32 Tahun 2004 tentang Pemerintah Daerah 5) UU No. 22 Tahun 1999 jo UU No. 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah 6) UU No. 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme

7) UU No. 23 Tahun 2003 tentang Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Salah satu hasil reformasi yang telah dicapai adalah bangsa Indonesia mampu mengadakan pemilihan umum secara langsung sehingga anggota-anggota MPR, DPR, DPD serta DPRD yang terpilih sesuai dengan aspirasi rakyat. Selain itu, pada pemilu tahun 2004 telah dilaksanakan pemilihan presiden dan wakil presiden secara langsung oleh rakyat. Hal tersebut menunjukkan adanya perkembangan yang sangat berarti dalam kehidupan berdemokrasi di Indonesia

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->