P. 1
Operasional Dan Fungsional Check Pada Tail Section Saat Overhoul 737 - 200

Operasional Dan Fungsional Check Pada Tail Section Saat Overhoul 737 - 200

|Views: 280|Likes:

More info:

Categories:Types, School Work
Published by: teuku arriessa sukhairi on Feb 24, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPTX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

09/20/2010

pdf

text

original

OPERASIONAL DAN FUNGSIONAL CHECK PADA TAIL SECTION SAAT D - CHECK PESA WAT BOEING 737 – 200 PK – CJI

PT. AERO NUSANTARA INDONESIA

O LE H

TEUKU ARRIESSA SUKHAIRI 05050001

COMPANY PROFILE

PT. AERO NUSANTARA INDONESIA
PT. AERO NUSANTARA INDONESIA MERUPAKAN SALAH

SATU PERUSAHAAN YANG BERGERAK DALAM BIDANG PEMELIHARAAN DAN PERAWATAN PESAWAT TERBANG. BEROPERASI MULAI TAHUN 2001 DENGAN DIKELUARKAN SURAT IJIN DARI DEREKTORAT JENDRAL PERHUBUNGAN UDARA 145/48900. LOKASI HANGAR BERADA DI FASILITAS HANGAR KALIBRASI BANDARA BUDIARTO CURUG, TANGERANG PT. AERO NUSANTARA INDONESIA TELAH DIAKUI OLEH FAA SEHINGGA DENGAN DEMIKIAN MEMPERLENGKAP DIRI UNTUK SERVICE PESAWAT BERTARAF INTERNASIONAL MAUPUN DOMESTIK.

CUSTOMER
KARTIKA AIR SRIWIJAYA AIR XPRESS AIR ASIAN SPIRIT

Total perawatan pesawat terbang:
Boeing 737-200 : 19 buah Seri MD 80

: 1 buah

Pengertian Operasional Dan Fungsional Check
Operasioal check adalah pengoperasian dari

suatu sistem atau komponen dengan tujuan untuk menentukan apakah beroperasi dengan normal. Fungsional check adalah suatu pegujian dimana sistem yang lengkap, sub - sistem, atau komponen dioperasikan dengan tujuan untuk menentukan semua parameter yang beroperasi seperti limit dari pergerakan, rate of flow, temperature, pressure, danlain - lain sama dengan yang ditentukan oleh manufaktur.

Maksud Dan Tujuan Operasional Dan Fungsional Check
Untuk mengetahui bekerja tidaknya suatu bidang

kemudi. Untuk mengetahui apakah indicator serta parameter-parameter bekerja sesuai dengan semestinya dan fungsinya dalam hal ini berpacu pada maintenance manual. Untuk mengetahui apakah sistem operasional sudah berjalan dengan fungsinya dalam hal ini berpacu pada maintenance manual. Untuk mengetahui limitasi dari gerakan bidang kemudi. Untuk mengatur limitasi yang telah ditentukan manufaktur.

Sistem Hydraulic
 Boeing 737 dilengkapi dengan 3 independen Sistem Hydraulic, Yaitu :
 Sistem A  Sistem B  Standby sistem

 Masing – masing sistem memiliki reservoir. Ke 3 reservoir dari sistem hydraulic terdapat di main gear well area  Pressure pada sistem “A” di berikan oleh Engine Driven Pump pada masing – masing engine  2 Electric pump memberikan Pressure pada sistem “B” atau biasa disebut EMDP ( Electrical Motor Driven Pump )  Stanby sistem menerima pressure dari 1 Electric Motor Driven Hydraulic Pump  Ke 3 reservoir saling berhubungan.

System A

System B

Standby System

M

M

M

System A

System B

Standby System

A

B

STBY

M

M

M

INBD FLIGHT INBD FLIGHT SPOILERS SPOILERS

INBD BRAKES INBD BRAKES (MANUAL ) (MANUAL ) ELEVATORS ELEVATORS

OUTBD BRAKES OUTBD BRAKES (MANUAL ) (MANUAL )

OUTBD FLIGHT OUTBD FLIGHT SPOILERS SPOILERS

GROUND GROUND SPOILERS SPOILERS

AILERONS AILERONS

RUDDER RUDDER

TRAILING TRAILING EDGE FLAPS EDGE FLAPS

LE LE DEVICES DEVICES

 Ini adalah sebuahdiagram hydraulic sistem yang komplit.
LANDING LANDING GEAR GEAR NOSE WHEEL NOSE WHEEL STEERING STEERING THRUST THRUST REVERSERS REVERSERS

Komponen – Komponen Flight Control Pada Tail Section
  

Rudder

Elevator

Horizontal Stabilizer

Elevator dipasangkan di trailing edge horizontal

stabilizer ( Tail plane ) berfungsi untuk mengendalikan pesawat pada sumbu lateral gerakan yang dihasilkan pitching. Digerakkan dengan stick control / control column kearah depan / belakang. Jika stick kedepan maka elevator akan bergerak down dan pesawat nose down. Rudder dipasangkan di trailing edge fin ( vertical stabilizer ) berfungsi untuk mengendalikan pesawat pada sumbu vertical, gerakan yang dihasilkan yawing. Digerakkan dengan pedal rudder cockpit. Bila pedal kiri ( left pedal ) ke depan / pedal kanan ke belakang maka rudder bergerak kearah kiri dan pesawat belok ke kiri. Horizontal stabilizer dapat diposisikan untuk “trim” gerakan pitch pada pesawat saat terbang. Horizontal stabilizer secara mechanic digerakkan oleh stabilizer trim system.

Cara Melakukan Operasional Check

Saat melakukan operasional check kita menggunakan EMDP ( Electrical Motor Driven Pump ). EMDP menghasilkan tekanan terhadap system “B”. untuk menggerakkannya dibutuhkan suatu sumber electrical. Untuk hal ini kita mengunakan ground power unit ( GPU ) sebagai pembangkit power atau sumber elektrik pada pesawat saat di ground. Apabila kita ingin mengecek system yang dioperasionalkan oleh system “A” kita bisa menggunakan ground interconnect. Ground interconnect switch dipasang pada hydraulic control panel di cockpit. Ground interconnect membuat system “A” dan system B” saling berhubungan ketika pesawat di ground dan parking brake telah di atur. Secara normal ground interconnect dalam kondisi CLOSE. Ketika ground interconnect valve di buka tekanan dari system “B” tersedia untuk memberikan tekanan pada komponen yang menggunakan system “A”. Ground interconnect valve hanya akan terbuka ketika pesawat berada di ground dengan parking brake set. Selain menggunakn EMDP kita dapat juga menggunakan ground chart hydraulic. Ground chart hydraulic berfungsi sebagai pengganti hydraulic pump. Untuk memberi tekanan pada system hydraulic. Hanya bedanya, jika menggunakan ground chart hydraulic kita dapat mengatur flow dan pressurenya.

Alat Bantu Pengecekan

o o o o o o o o o

Electronic Dial Indicator Mounting Device Spring Force Scale Feeler Gauge Vernier Caliper

FUNGSIONAL CHECK PADA TAIL SECTION

1.

Rudder Trailing Edge Surface Wear Limit  Lakukan pengecekan pergerakan rudder tanpa ada pergerakan pada pedal rudder :
 Pasang

dial indicator pada tailcone sehingga dapat melakukan pembacaan pada inboard dan outboard trailing edge rudder  Pasang force meter pada permukaan rudder 1 hingga 2 inch didepan trailing edge dan berlawanan dengan main pcu rudder ( kurang lebih 5 inch diatas tailcone, diukur secara vetikal ). Lakukan langkah berikut :  Setting dial indicator ke nol  Tekan trailing edge rudder kekiri dengan gaya kurang lebih 5 lb  Buat catatan yang ditunjukkan pada dial indicator  Pergerakan Rudder 0.015 inch  Tekan rudder kekanan dengan gaya kurang lebih 5 lb  Buat catatan yng ditujukkan pada dial indicator  Pergerakan Rudder 0.005 inch .  Pastikan pergerakan rudder pada index mark tidak lebih dari 0,060 inch

2. Horizontal stabilizer center section hinge bearing

 Total Free play dari stabilizer adalah akumulasi dari free play pada

mekanisme jackscrew dan hinge

 Kita menggunakan 2 orang dengan berat masing – masing ± 200 lb,

Perbedaan antara keduanya tidak boleh lebih dari ± 10 lb. Selama test, memberikan dan memindahkan dari masing – masing orang dengan perlahan. ( NOTE : 1 lb = 0.453 Kg ; 10 lb = 4.536 Kg ; 200 lb = 90.718 Kg ) Horizontal stabilizer center section hinge bearing wear limits check

a.

Hitung stabilizer center section hinge joint free play ( dianggap sebagai X untuk left joint dan Y untuk right joint ) Atur stabilizer pada 3 units dari trim ( stabilizer pada posisi netral ) Pasang dial indicator di sisi kiri fuselage pada Body Station 1154 jadi posisi plunger dari indicator tertekan sedikitnya 1 / 8 in dan menyentuh permukaan bawah stabilizer. Biarkan 2 orang memberikan dan memindahkan berat mereka pertama ke sisi kiri stabilizer tip dekat front spar. Atur dial indicator 0. Lalu 2 orang itu pindah ke sisi kanan stabilizer tip dan record hasil yang dibaca oleh dial indicator. Pindahkan berat dari 2 orang tersebut. Hitung left bearing free play seperti di bawah :

X=D–W

Pasang dial indicator kesisi kanan sama dengan langkah di atas atur dial indicator 0 Berikan berat dari 2 orangtersebut ke left stabilizer tip dekat dengan front spar. Record pembacaan dial indicator. Pindahkan berat dari 2 orang tersebut. Hitung left bearing free play seperti di bawah :
       

Y=D–W Dimana D = Dial Reading W = 0.0000155 x Total berat dari 2 orang tersebut NOTE : jika perbedaannya negative, Y = 0 D = 0.001 inch Berat 2 orang = 95 Kg + 95 Kg = 190 Kg W = 0.0000155 x 190 Kg = 0.002945 Kg Y = 0.001 – 0.002945 Kg = - 0.001945 inch

Menentukan stabilizer jackscrew joint free play ( anggap sebagai Z )  Check stabilizer berada pada posisi 3 units trim dan buka stabilizer jackscrew access door  Posisi dari 2 orang di atas permukaan dari stabilizer berseblahan dengan fuselage, aft dari Body Station 1156, masing – masing satu orang di sebelah kiri dan kanan stabilizer. Pindahkan berat dari dua orang itu  Pasang dial indicator ke BS 1088 Bulkhead structure front spar fitting lower surface dan tertekan sedikitnya 1 / 8 in. atur indicator ke nol.  Posisikan dua orang tadi di upper surface di kiri dan kanan stabilizer, bersebelahan dengan fuselage sepanjang stabilizer front spar.  Record pembacaan dari dial indicator. Pindahkan berat dari 2 orang. Hitung jackscrew free play seperti dibawah.  Z = ( D x 1.25 ) – ( Weight x 1.25 )  Dimana D = 0.0000155 x total berat dari 2 orang  NOTE : jika perbedaannya negative, Z = 0  Berat 2 orang = 95 Kg + 95 Kg = 190 Kg  D = 0.0000155 x 190 = 0.029  Z = ( 0.029 x 1.25 ) – ( 190 x 1.25 )  = 0.0037 - 237.5000 = -237.4963 inch
 

Tentukan total stabilizer free play ( anggap sebagai H )  Masukkan nilai X, Y dan Z dari langkah 3.d, 3.f, 4.e ke dalam persamaan  H = (1 / 2 ( X + Y ) ) + Z  H = ( 1 / 2 ( - 0.001945 + (- 0.001945 ))) + ( -237.4963 )  H = - 237.4978 inch Tentukan pergantian dari stabilizer center section hinge bearing dan / atau pembukaan dari jackscrew jika dibutuhkan.  Jika nilai X melebihi 0.060 in, ganti hinge bearing sebelah kiri  Jika nilai Y melebihi 0.060 in ganti hinge bearing sebelah kanan.  ( ref. 55 - 10 – 05 , Overhaul manual )  Jika nilai Z melebihi 0.050 in, buka kembali jackscrew dan repair seperti yang diperlukan ( MM 27 – 41 – 81 R / I )  Jika nilai H lebih besar dari 0.0505 in, ganti stabilizer cente section hinge bearing ( MM 27 – 41 – 30 R / I ), dan / atau buka kembali jackscrew ( MM27 – 41 – 81 R / I ) dan perbaiki seperti yang diperlukan, karena total gabungan dari free play yang diizinkan telah melebihi. Remove weight, dial indicator dan alat untuk memasang dial indicator

3. Elevator Dan Elevator Tab
 Pasang dial indicator pada tail cone sedemikian hingga dapat melakukan

pembacaan atas dan bawah dari masing – masing elevator trailing edge  Berikan gaya ke elevator dalam posisi 0.5 inch di depan trailing edge dan 1 inch outboard dari inboard edge. Lakukan langkah berikut :  Naikkan dengan gaya 8 ± 5 lb pada trailing edge dari elevator kanan dan lepaskan perlahan  Buat record dari perubahan posisi elevator setelah gaya dipindahkan  LH Elevator : 0.000 inch RH Elevator : 0.001 inch  Turunkan dengan gaya 8 ± 5 lb pada trailing edge dari elevator kanan dan lepaskan perlahan  Buat record dari perubahan posisi elevator setelah gaya dipindahkan  LH Elevator : 0.001 inch RH Elevator : 0.001 inch  Pastikan jarak antara saat dinaikkan dan diturunkan tidak lebih dari 0.160 inch  Lepaskan pressure dari elevator hydraulic system B

   

  

  

Lepaskan pressure dari elevator hydraulic system B dan Pressurize elevator hydraulic system A Naikkan dengan gaya 8 ± 5 lb pada trailing edge dari elevator kiri dan lepaskan perlahan Buat record dari perubahan posisi elevator setelah gaya dipindahkan LH Elevator : 0.001 inch RH Elevator : 0.002 inch Turunkan dengan gaya 8 ± 5 lb pada trailing edge dari elevator kiri dan lepaskan perlahan Buat record dari perubahan posisi elevator setelah gaya dipindahkan LH Elevator : 0.001 inch RH Elevator : 0.000 inch Pastikan jarak antara saat dinaikkan dan diturunkan tidak lebih dari 0.160 inch

 

4. Lakukan Pengecekan Pada Elevator Tab Dengan Clamped Hinge
Dikendurkan Pada Sebuah Clamped Hinge
 

   

   

Buka dan buang cotter pin, Kendurkan castellated nut 2 putaran Pressurize the elevator control hydraulic system A dan B (AMM 27–31–0/ 201) dan Set stabilizer pada 3 ± 0.5 unit dari trim Pasang mounting device ke elevator segaris dengan hinge, Pasang dial indicator plunger secara langsung di atas dari hinge centerline dan Atur dial indicator ke 0 Gunakan force scale untuk memberikan gaya 7 ± 0.5 lb ke atas. Gaya harus di berikan segaris dengan plunger Buat record dari pergerakan yang terlihat pada dial indicator LH ELEVATOR TAB : 0.003 inch RH ELEVATOR TAB : 0.004 inch Perlahan pindahkan gaya , lalu Reset dial indicator ke 0 Gunakan force scale untuk memberikan gaya 7 ± 0.5 lb ke bawah. Gaya harus diberikan sedekat mungkin dengan plunger tanpa mengganggunya. Buat record dari pergerakan yang terlihat pada dial indicator LH ELEVATOR TAB : 0.001 inch RH ELEVATOR TAB 0.002 inch Perlahan pindahkan gaya Pesawat dengan graphite / composite elevator tab Pastikan hasil dari dua gerakan yang di record tidak lebih dari 0.036 inch Pesawat dengan fiberglass alumunium elevator tab Pastikan hasil dari dua gerakan yang di record tidak lebih dari 0.030 inch Lepas dial indicator dan mounting device


5. Lakukan Pengecekan Dari Elevator Tab Freeplay Dengan Hinge No 1 Dikendurkan

Pastikan cotter pin telah dibuka / dibuang dan nut nya telah dikendurkan sedikitnya 2 putaran pada hinge no 1 pada elevator tab Pressurize the elevator control hydraulic system A dan B (AMM 27–31–0/ 201), dan set stabilizer pada 3 ± 0.5 unit dari trim Gunakan alat yang dapat melakukan blockage untuk mencegah gerakan selama check Pasang mounting device ke elevator segaris dengan hinge, Pasang dial indicator plunger pada bagian atas elevator tab, 0.1 in di depan dari trailing edge dan aft dari inboard hinge lalu Atur dial indicator ke 0 Gunakan sebuah force scale untuk menekan bagian atas elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb Buat record dari pergerakan yang ditunjukkan oleh dial indicator  LH ELEVATOR TAB : 0.001 inch RH ELEVATOR TAB : 0.002 inch Perlahan lepaskan gaya Tekan ke bagian permukaan dari elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb tegak lurus dengan gaya yang diberikan sebelumnya Buat record dari pergerakan yang ditunjukkan oleh dial indicator  LH ELEVATOR TAB : 0.001 inch RH ELEVATOR TAB : 0.001 inch Perlahan lepaskan gaya Pesawat dengan graphite / composite elevator tab Pastikan hasil dari dua gerakan yang di record tidak lebih dari 0.036 inch



6. Lakukan Pengecekan Dari Elevator Tab Freeplay

Pressurize the elevator control hydraulic system A dan B (AMM 27–31–0/ 201) dan Set stabilizer pada 3 ± 0.5 unit dari trim Gunakan alat yang dapat melakukan blockage untuk mencegah gerakan selama check Pasang mounting device ke elevator trailing edge, lalu Pasang dial indicator plunger pada bagian atas elevator tab, 0.1 in di depan dari trailing edge dan aft dari inboard hinge dan atur dial indicator ke 0 Gunakan sebuah force scale untuk menekan bagian atas elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb Buat record dari pergerakan yang ditunjukkan oleh dial indicator  LH ELEVATOR TAB : 0.001 inch RH ELEVATOR TAB : 0.002 inch Perlahan lepaskan gaya Tekan ke bagian permukaan dari elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb tegak lurus dengan gaya yang diberikan sebelumnya Buat record dari pergerakan yang ditunjukkan oleh dial indicator  LH ELEVATOR TAB : 0.002 inch RH ELEVATOR TAB : 0.000 inch Perlahan lepaskan gaya


7. Lakukan Langkah Berikut Untuk Memastikan Axial Play ( Inboard – Outboard ) Dari Tab Tidak Lebih Dari 0.030 Inch


Pegang elevator tab sekitar trailing edge dan di gerakkan ke outboard menggunakan tekanan tangan Gunakan feeler gauge untuk mengukur clearance antara elevator dan outboard end dari elevator tab dan buat record dari clearance ini  LH ELEVATOR : 0.0146 inch RH ELEVATOR : 0.0183 inch Pegang elevator tab sekitar trailing edge dan di gerakkan ke inboard menggunakan tekanan tangan Gunakan feeler gauge untuk mengukur clearance antara elevator dan outboard end dari elevator tab dan buat record dari clearance ini  LH ELEVATOR : 0.0316 inch RH ELEVATOR : 0.0234 inch  LH ELEVATOR = 0.316 – 0.146  = 0.0170 inch



8. Free Play Inspection

Persiapan inspeksi untuk elevator kiri Sebelum melaksanakan task card ini dengan menerapkan tekanan hydraulic, lakukan visual inspection secara detail pada hinge fitting bolt, bushing, spacer dan bearing untuk melihat jika ada gerakan axial dan radial yang berlebihan. Jika semua gerakan antara bearing inner dan outer race, dan freeplay di luar limit, kemudian amati pergerakan yang kurang memuaskan. Pindahkan bolt dan spacer dan periksa bolt, spacer, dan elevator tab cocok dengan wearnya. Pindahkan hydraulic power ketika persiapan inspeksi telah dilaksanakan. Lakukan pengecekan elevator tab hinges freeplay dengan clamped hinge dikendurkan untuk elevator kiri Pada sebuah clamped hinge, Buka dan buang cotter pin lalu Kendurkan castellated nut 2 putaran Pressurize the elevator control hydraulic system A dan B dan Set stabilizer pada 3 ± 0.5 unit dari trim Supaya elevator tidak dapat bergerak selama pengecekan, posisikan sepotong kayu antara elevator dan airplane structure untuk mencegah pergerakan elevator. Pasang mounting device pada elevator segaris dengan elevator tab hinge

Gunakan force scale untuk memberikan gaya 7 ± 0.5 lb ke bawah. Gaya harus diberikan sedekat mungkin dengan plunger tanpa mengganggunya. Record total free – play travel yang ditunjukkan oleh dial indicator pada table 1. Perlahan pindahkan gaya Ulangi langkah ( 5 ) untuk hinge yang lainnya. Record total free – play travel yang ditunjukkan oleh dial indicator untuk hinge yang lainnya pada table 1 di bawah. ( slip hinge ; jangan mengendurkan nuts pada pengecekan ini ) Pastikan total free – play pada hinge tidak melebihi 0.030 in Pindahkan dial indicator dan mounting device Pada clamped hinge, kencangkan nut dengan torsi 50 – 80 in. pasang cotter pin.  Tabel 1. Elevator tab hinges travel HINGE NO (1) (2) (3) (4) TOTAL FREEPLAY 0.000 + 0.000 = 0.000 inch 0.002 + 0.002 = 0.004 inch 0.003 + 0.002 = 0.005 inch 0.003 + 0.006 = 0.009 inch

  

Lakukan pengecekan pada elevator tab freeplay untuk elevator sebelah kiri Pasang mounting device ke elevator trailing edge Pasang dial indicator plunger pada bagian atas elevator tab, 0.1 in di depan dari trailing edge dan aft dari inboard hinge dan atur dial indicator ke 0 Gunakan sebuah force scale untuk menekan bagian atas elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb Tekan ke bagian permukaan dari elevator tab dengan gaya 5 ± 0.5 lb tegak lurus dengan gaya yang diberikan sebelumnya Record pembacaan : 0.012 inch Pastikan elevator tab freeplay tidak lebih dari 0.036 inch Perlahan lepaskan gaya Pindahkan dial indicator, mounting device dan alat yang digunakan untuk memblockage pergerakan elevator
 

  

Persiapan inspeksi untuk elevator kanan Ulangi langkah A. persiapan inspeksi untuk elevator kanan Lakukan pengecekan elevator tab hinges freeplay dengan clamped hinge dikendurkan untuk elevator kanan Ulangi langkah C ( 1 ) sampai ( 6 ) untuk elevator kanan, dan isi table 2 Pastikan total free – play pada hinge tidak melebihi 0.030 in Pindahkan dial indicator Pindahkan mounting device Pada clamped hinge, kencangkan nut dengan torsi 50 – 80 in. pasang cotter pin.

   Lakukan pengecekan pada elevator tab freeplay untuk elevator sebelah kanan Ulangi langkah D ( 1 ) sampai ( 4 ) untuk elevator tab sebelah kanan Record hasil pembacaan : 0.015 inch Pastikan elevator tab freeplay tidak lebih dari 0.030 inch Ulangi langka D ( 6 ) sampai ( 9 ) Remove hydraulic power Tabel 2. Elevator tab hinges travel HINGE NO (1) (2) (3) (4) TOTAL FREEPLAY 0.000 + 0.004 = 0.004 inch 0.003 + 0.003 = 0.006 inch 0.003 + 0.000 = 0.003 inch 0.003 + 0.006 = 0.009 inch

KESIMPULAN

 Operasional dan Fungsional Check adalah suatu hal yang sangat penting

sebelum pelaksanaan maintenance selesai dilaksanakan.
  Operasional dan Fungsional Check pada tail berfungsi mengecek apakah

seluruh flight control sudah beroperasi dengan baik dan fungsinya sudah memasuki nilai limit yang diperbolehkan juga untuk mencegah terjadinya vibration.

Horizontal Stabilizer

Elevator

Free Play Inspection

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->