P. 1
ANIMALIA Bag 1 Avertebrata

ANIMALIA Bag 1 Avertebrata

5.0

|Views: 3,069|Likes:
Published by jenggod
terusan dari keanekaragaman hayati
terusan dari keanekaragaman hayati

More info:

Published by: jenggod on Feb 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

12/20/2012

pdf

text

original

ANIMALIA

By jenggod

Ciri Umum Animalia
• • • • • Eukariotik Tidak memiliki dinding sel Tidak memiliki klorofil Dapat bergerak untuk mencari makanan Bersifat heterotrof

porifera coelenterata pisces animalia amphibia vertebrata reptilia mollusca aves arthropoda mamalia echinodermata avertebrata annelida plathihelmyntes nemathelmyntes

Porifera
• Tubuh berpori • Asimetris kadang radial • Berbentuk seperti tabung, jambangan, piala, terompet • Belum memiliki jaringan dan organ • Heterotrof • Habitat umum di air laut ada beberapa yang di air tawar • Reproduksi secara seksual dan aseksual

Porifera
• Terdiri dari dua lapisan • Lapisan luar, tersusun oleh sel-sel epidermis berbentuk pipih yang disebut pinakosit • Lapisan dalam yang tersusun oleh sel-sel leher/koanosit berbentuk seperti corong yang memiliki flagel, vakuola, dan nukleus • Memiliki spikula sebagai duri penguat.

Macam-macam spikula

1, 3, 5, 8, 9 : Spikula dari kapur 2, 4, 6, 7, 10 : Spikula dari silikat

Reproduksi porifera
aseksual • Dengan cara pembentukkan tunas(kuncup ke arah luar) • Gemmulae adalah kumpulan sel-sel mesenkim yang terbungkus kuat karena lingkungan tak menguntungkan untuk tumbuh, gemmulae ini akan tumbuh saat lingkungan memungkinkan. seksual
arkeosit

larva bersilia

Sperma dan ovum

zigot

Kalsifikasi porifera
porifera

Berdasarkan penyusun ranka

Tipe saluran air

hexactinellida

asconoid

demospongia

syconoid leuconoid

calcarea

Calcarea
Ciri-ciri • Porifera ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kapur • Porifera ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kapur • Misalnya, Scypha gelatinosa,Grantia, Leucosolenia. Contoh gambar

Grantia

Hexactinellida
Ciri-ciri • Golongan ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik/silikat • Hidupnya di laut yang dalam • misalnya :Pheronema sp., Euplectella,Regadrella sp Contoh gambar

Euplectella aspergilum

Demospongiae
Ciri-ciri
• kelas ini mempunyai spikula yang terbuat dari zat kersik dan protein (spongin) atau hanya spongin saja • Tubuhnya lunak dan tidak mempunyai skeleton • Hidup di laut yang dangkal • misalnya Euspongia officinalis (spons mandi), Spongilla, Haliclona, Microciona, Corticium

Contoh gambar

Demospongiae

Berdasarkan tipe saluran air
Asconoid Syconoid • Air akan masuk ke • Air yang masuk ostium, lalu melalui pori-pori menuju ke atrium atau ostium akan atau rongga tubuh menuju saluran dan akan keluar radial, lalu ke lewat oskulum atrium atau rongga dan keluar melalui oskulum
Leuconoid atau Rhagon

• Air masuk melalui pori-pori atau ostium, kemudian menuju saluran radial yang bercabangcabang, kemudian masuk ke bagian atrium dan akan keluar melalui oskulum

Oskulum Pori (ostium) Spongocel (atrium) Koanosit bersilia ascon Oskulum Koanosit bersilia Rongga bersilia ostium mesoglea pori

oskulum

spongocel sycon koanosit

leucon

Gambar-gambar porifera

Saluran air pada porifera

Gambar-gambar porifera
Air keluar Spikula Amoebosit ostium
Matriks spongin

Pinakosit

Saluran air pada porifera

Air masuk

Flagelum

Mikrofil

Nukleus

Gambar-gambar porifera

Gambar-gambar porifera

Gambar-gambar porifera

Coelenterata
• Memiliki rongga tubuh sebagai alat pencernaan • Memiliki penyengat (cnidoblas) yang mengandung sel penyengat (nematosis) • Bentuk Simetri radial • Bentuk polip (tabung) dan • Merupakan hewan diploblastik • Reproduksi secara sexual dan asexual • Pencernaan secara ekstraseluler dan intraseluler

Dur hidup coelenterata
• Terdiri dari 2 fase yaitu fase polip dan fase medusa. • Untuk memperbanyak diri coelenterata berkembang biak dengan membentuk kuncup/tunas dan menempel pada induknya. • Secara seksual membentuk ovum dan sperma, seteleah pembuahan terbentuk zigot (planula) planula dapat bergerak dan mencari lingkungan yang cocok untuknya

Fase polip
• Menempel pada bebatuan • Bentuk menyerupai silinder • Kebanyakan hidup secara solitair namu ada juga yang koloni • Karena melekat maka tak dapat bergerak bebas

Fase medusa
• Hidup melayang di peraiaran • Bentuk seperti payung dengan tentakel yang melingkar di sekitarnya • Tampak transparan dan berenang bebas • Tengah permukaanbawah ada mulutnya • Funsi berkembang biak secara seksual

Gambar—gambar fase hidup coelenterata

a adalah fase polip b adalah fase medusa

Gambar siklus hidup coelenterata

Klasifikasi coelenterata
• Terdiri dari 3 kelas yaitu:
– Hydrozoa – Scyphozoa – Anthozoa

• Terdiri dari hydra,obelia dan physalia
Obelia merupakan jenis Coelenterata yang hidup di air laut dan hidup secara berkoloni. Tubuhnya mempunyai rangka luar yang mengandung kitin. Hidupnya sebagai koloni polip, yaitu polip hidrant yang berfungsi untuk makan dan polip gonangium yang berfungsi membentuk medusa dan dapat menghasilkan alat reproduksi

Hydrozoa

Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk reproduksi (gonazoid) dan polip untuk menangkap mangsa (daktilozid)

Physalia mempunyai bagian tubuh sebagai pelampung, hidupnya sebagai koloni polip yaitu ada polip untuk makan (gastrozoid), polip untuk reproduksi (gonazoid) dan polip untuk menangkap mangsa (daktilozid)

Hydra

Obelia

Schypozoa
• Schyphozoa memiliki bentuk dominan sebagai medusa. • Mempunyai ukuran yang besar • Hati-hati jika menyentuh ubur-ubur, tentakelnya mengandung sel penyengat dan mengeluarkan racun yang sangat gatal • Contoh paling dominan adalah ubur-ubur • Daur hidupnya seperti ubur-ubur

Schyphozoa (ubur-ubur)

Anthozoa
• sering disebut sebagai mawar laut • sebenarnya mempunyai tentakel • hidup secara berkoloni rumah dari kapur yang sering dinamakan “karang” • Contoh:
– Anemon – Hewan karang

Peranan coelenterata
• Ubur-ubur dimanfaatkan oleh orang Jepang untuk bahan makanan dan bahan kosmetik • Anthozoa dapat membentuk karang yang bentuknya bervariasi dan sangat indah • Akar bahar (Euplexaura antipathes) membentuk rangka dari zat tanduk digunakan sebagai gelang

Gambar-gambar coelenterata

Gambar-gambar
Hydra

Plathyhelmyintes
• Tubuh pipih dan tidak berbuku-buku • Sistem pencernaan dengan gastrovaskuler • Sistem pencernaan tidak sempurna (tidak memiliki anus) • Sistem transportasi dan respirasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh • Sistem saraf dengan ganglion • Sistem ekskresi menggunakan sel api • Tidak memiliki sistem peredaran darah

Plathyhelmyintes
• terdiri atas 3 lapisan jaringan, yaitu ektoderm (lapisan luar), mesoderm (lapisan tengah), dan endoderm (lapisan dalam) serta tidak memiliki rongga tubuh atau bersifat triploblastik aselomata • Klasifikasi dibedakan menjadi 3 kelas:
– Turbelaria – Trematoda – Cestoda

Perkembangbiakan Plathyhelminthes
• Pembelahan tubuh dimulai dengan penggentingan di belakang faring dan memisah menjadi dua hewan. Dapat juga apabila dari satu individu dipotong menjadi beberapa bagian, maka setiap bagiannya akan mampu membentuk individu baru
Perkembangbiakan Aseksual Platyhelminthes

cacing ini dapat pula berkembang biak secara seksual karena hewan ini pada umumnya bersifat hemaprodit (satu individu mempunyai dua alat kelamin), tetapi akan terjadi perkawinan silang

Turbelaria
• • • • Cacing berbulu getar Hidup secara bebas di perairan Cacing yang bersifat karnivora Bereproduksi secara seksual dengan peleburan sperma dan ovum • bagian kepala, di antara stigma (bintik mata) terdapat ganglion yang merupakan pusat saraf • Sistem saraf tangga tali

Ciri-ciri

Trematoda

• bersifat parasit • Tubuh cacing ini dibungkus oleh kutikula • memiliki alat pengisap

contoh • Cacing hati (Fasciola hepatica) • Clonorchis sinensis • Cacing darah(Schystosoma japonicum)

Daur Hidup cacing hati

Daur Hidup Cacing Darah

Cestoda
Ciri-ciri
• Semua cacing pita tidak memiliki alat pencernaan • makanan dapat langsung diserap melalui seluruh permukaan tubuhnya • Tubuhnya beruasruas(proglotid) • setiap • proglotid mengandung alat reproduksi, ekskresi, dan mampu menyerap sari makanan dari inangnya

contoh • Taenia saginata • Taenia solium

Proglotid cacing pita

Peran plathyhelminthes
Nama Secara umum Planaria Peran Parasit Indikator pencemeran

Gambar-gambar

Cacing Hati

Gambar-gambar

Nemathelmynthes
• • • • • • Tubuh tak beruas Bentuk gilik Triploblastik pseudocelomata Sistem pencernaan sempurna Belum memiliki alat pencernaan Hidup bebas atau parasit pada hewan dan manusia • Reproduksi secara seksual

Contoh nemathelmynthes
Enterobius vermicularis Wuchereria bancrofti

Ascaris lumbricoides

Ancylostoma duodenale

Ascaris lumbricoides
• Parasit dalam usus manusia • Panjang sekitar 20 cm • Kedua ujungnya runcing dan berwarna merh muda • Disebut cacing usus atau cacing gelang

Ancylostoma duodenale
• Sering disebut cacing tambang • Daur hidup mirip dengan cacing usus namun telur menetas di daerah becek • Dapat menghasilkan zat anti koagulan • Berukuran larvanya sangat kecil sehingga dapat melewati pori-pori • Penderita cacing ini sering mengalami anemia

Enterobius vermicularis/Oxyuris vermicularis
• Sering disebut cacing kremi • Sering diderita oleh anak kecil • Saat bertelur cacing mengeluarkan zat yang menyebabkan rasa gatal

Wuchereria bancrofti
• • • • Sering disebut cacing filaria Bentuk gilig memanjang Hidup pada pembuluh limfa di kaki Penyebab penyakit kaki gajah

Gambar-gambar

Annelida
• Bentuk gilig bersegmen • Tiap segmen memiliki alat ekskresi, reproduksi dan saraf • Tiap segmen yang sama disebut metameri • Memiliki sistem saraf tangga tali • Sistem sirkulasi terbuka • Bentuk tubuh simetri billateral • Berstruktur triploblastik celomata • Hidup pada tempat lembab dan berair • Hermafrodit namun melakukan pembuahan silang

polychaeta

Annelida
Oligochaeta

Hirudinia

Peranan annelida
Nama cacing palolo (Eunice viridis) cacing wawo (Lysidice oele) cacing tanah Peran Bahan makan Bahan makanan Penyubur tanah Pembuat saluran aerasi pada tanah Buat mancing Obat tifus Indikator pencemaran (kalo banyak telah tercemar) Digunakan dalam bidang kedokteran Digunakan dalam bidang kedokteran

cacing Tubifex Hirudo medicinalis Hirudo troctina

Polychaeta
• • • • • • Terdapat banyak rambut pada tubuhnya Kulit dilapisi oleh kutikula Sistem saraf tangga tali Banyak yang hidup di daerah perairan laut Tiap segmen terdapat parapodia Kepala dan mata terlihat

Oligochaeta
• • • • Memiliki sedikit rambut Tidak bermata dan parapodia Bersifat hermafrodit Segmen tubuh yang mengalami penebalan disebut klitellum • Respirasi secara difusi melalui seluruh permukaan tubuh

jantung saraf otak

Testis dan sperma

dinding segmen celom Organ ekskresi posterior seta Struktur olgochaeta

Hirudinia
• Merupakan cacing penghisap darah • Hidup di daerah lembab • Saat menghisap darah ia menyuntikkan zat anestesi dan zat antikoagulan • Memiliki 2 alat penghisap di anterior dan posterior • Tak berambut, parapodia dan seta • Bentuk pipih bersegmen dan memiliki warna kecoklatan dan bersifat hermafrodit

Mollusca
• • • • Tubuh lunak Hidup di semua tempat Sebagian besar dilindungi oleh cangkang Telah memiliki sistem pencernaan, peredaran darah, respirasi, ekskresi, reproduksi dan sistem saraf • Tak beruas-ruas bentuk tubuh simetri bileteral • Bersifat hermafrodit dapat berumah satu maupun berumah 2

Mollusca
Amphineura Gastropoda

Pelecypoda (Bivalvia/Lamellibranchiata)

Scaphopoda

Cephalopoda

Amphineura
• Hidup di dasar perairan dan pantai • Bentuk tubuh pipih dan tak terlihat bagian kepala • Pada punggung terdapat cangkang dengan bentuk seperti genting • Pada bagian kaki terdapat kaki untuk melekat • Daur hidup terdapat larva yang disebut trokopor • Mulut dilengkapi lidah parut atau radula

Gastropoda
• • • • Perut digunakan untuk berjalan Memiliki cangkang kecuali vaginulae Sistem peredaran darah terbuka Terdapat dua pasang antena untuk melihat dan membaui • Hermafrodit pembuahan seksual secara silang

Scaphopoda
• Hewan ini hidup di laut atau di pantai yang berlumpur, cangkangnya tajam, berbentuk taring/ terompet yang kedua ujungnya terbuka karena disesuaikan dengan tempat hidupnya, yaitu di laut dan terpendam di dalam pasir/lumpur. • Kaki muncul dari ujung cangkang yang besar untuk menggali pasir.

Pelecypoda (Bivalvia/Lamellibranchiata)
• • • • Memiliki bentuk kaki seperti kapak Memiliki cangkang yang berbentuk dobel klep Memiliki insang seperti papan pipih Sistem peredaran darah terbuka

Pelecypoda (Bivalvia/Lamellibranchiata)
Periostrakum Lapisan prisma

Periostrakum merupakan lapisan terluar, dibentuk dari zat kitin yang disebut konkiolin berfungsi sebagai pelindung. Jika basah berwarna biru tua, jika kering berwarna coklat Prisma merupakan lapisan tengah yang tersusun dari kristal kalsit Nakre disebut sebagai lapisan induk mutiara yang tersusun dari lapisan lapisan tipis paralel dan kalsit (karbonat) yang tampak mengkilat Mantel terletak di bawah nakreas yang terdiri atas sel-sel nakreas (yang sekretnya membentuk lapisan nakreas dan membentuk mutiara) jaringan ikat, dan sel-sel epitelium yang bersilia.

Lapisan nakre

Mantel

Cephalopoda
• Menggunakan kepala sebagai alat gerak • Bertentakel dilengkapi dengan alat penghisap • Pada kepala terdapat mata yang telah berkembang baik • Terdapat kantung tinta kecuali nautilus • Alat kelamin telah terpisah

Arthropoda
• Tubuh beruas-ruas • Terdiri dari caput, thorax , dan abdomen • Memiliki eksoskeleton (rangka luar) yang tersusun atas zat kitin • Alat ekskresi berupa badan malpighi dan nefridia • Reproduksi secara seksual dan simetri bilateral

Arthropoda

Insekta

Arachnoidea

Crustaceae

Myriapoda

Peran arthropoda
Nama Kepiting dan udang serta anggota crustaceae Insekta Peran banyak yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber potein Sebagai bahan makanan Sebagai hama yang memakan daun dan biji makanan Pembunuh hama yang kebih kecil yang menadi makanannya Beracun jangan dekat-dekat

Arachnida dan myriapoda

Insekta
• • • • • Memiliki kaki berjumlah 6 (3pasang) / hexapoda Tubuh dibedakan atas dada, kepala dan perut Pada kepala terdapat sepasang antena Memiliki mata Mulut dibedakan menjadi 4 tipe : penjilat, penusuk, penghisap dan penusuk penghisap • Respirasi menggunakan pembuluh trakea • Sistem peredaran darah terbuka • Sistem ekskresi berupa pembuluh malpighi yang mengelilingi anus

Reproduksi insekta
• Reproduksi secara seksual dengan adanya daur metamorfosis.
Telur  larva (ulat) kepompong (pupa) hewan  dewasa (imago)

Metamorfosis tak sempurna Telur  hewan muda (nimfa)  hewan dewasa (imago) Metamorfosis sempurna

Klasifikasi insekta pterygota
No 1 Ordo Orthoptera Ciri-ciri Mempunyai 2 pasang sayap lurus, sayap depan tebal, tipe mulut penggigit, mengalami metamorfosis tak sempurna. Semua sayapnya sama, tipe mulut penggigit, metamorfosis tak sempurna. Mempunyai 2 pasang sayap, sayap depan tebal, sayap belakang tipis, metamorfosis tak sempurna, tipe mulut penusuk dan pengisap Memiliki 2 pasang sayap, sayap depan lebih keras dibandingkan sayap belakang, tipe mulut penusuk dan pengisap, metamorfosis tak sempurna Contoh Kecoa, belalang, Jangkrik Rayap, laron Walang sangit, kutu busuk Kutu daun, kutu kepala Kutu anjing, kutu kucing, kutu tikus

2 3

Isoptera Hemiptera

4

Homoptera

5

Siphonophte Tidak memiliki sayap, tubuhnya pipih lateral, berkaki ra pendek dan kuat untuk melompat. Bermata tunggal, tipe mulut menusuk dan menghisap, metamorfosis sempurna

No 6

Nama ordo Odonata

Ciri-ciri Memiliki 2 pasang sayap tidak dilipat, sayap depan dan belakang hampir sama, tipe mulut pengunyah dan penggigit, metamorfosis tidak sempurna. Memiliki 2 pasang sayap depan tebal seperti perisai, sayap belakang tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna. Memiliki 2 pasang sayap yang bersisik warna-warni, tipe mulut pengisap, metamorfosis sempurna Memiliki satu pasang sayap tipis, tipe mulut penusuk dan penjilat, metamorfosis sempurna Memiliki 2 pasang sayap yang berupa selaput tipis, tipe mulut penggigit, metamorfosis sempurna

Contoh Capung

7

Coleoptera

Kepik air

8

Lepidoptera

Kupu-kupu

9

Diptera

Nyamuk, lalat rumah Semut, lebah madu

10

Hymenoptera

Apterygota, yaitu serangga yang tidak memiliki sayap, contohnya adalah kutu buku (Lepisma)

Arachnoidea
• Memiliki kepala dan dada yang bersatu, ditambah dengan abdomen • Pada kepala terdapat sepasang kelisera yang berfungsi untuk menggigit dan menyuntikan racun • Memiliki sepasang pedipalpus yang digunakan untuk mencapit dan 4 pasang kaki • Tak memiliki antena • Bernafas dengan paru-paru buku, trakea atau keduanya.

Arachnoidea
Scorpionida

Arachnoidea
Arachnida

Acarinae

Scorpionida
• • • • • • Memiliki cephalotorax dan abdomen beruas Semakin ke belakang semakin kecil membentuk ekor Memiliki pedipalpi Beberapa pasang mata tunggal kecil maupun besar Sengat terdapat di ekor Terdapat stigma pada bagian bawah abdomen

Arachnida
• Terdiri atas abdomen dan sephalotorax tak beruas • Bagian antara sefalotoraks dan abdomen meruncing • Pada sefalotorax terdapat kelisera yang digunakan mengeluarkan racun • Pada daerah posterior terdapat spineret untuk mengeluarkan benang • Alat pernafasan berupa paru-paru buku • Sistem sirkulasi terdiri atas jantung dan pembuluh darah

Acarinae
• Kepala dada dan abdomen menjadi satu dan tak beruas-ruas • Memiliki 4 pasang kaki beruas-ruas • Dapat hidup bebas dan parasit • Setelah betina bertelur maka ia akan mati • Saat bertelur akan membuat lubang parit dan meletakkan telurnya pada lubang tersebut

Crustaceae
• Disebut juga kelompok udang-udangan • Hidup diperairan • Memiliki rangka luar yang keras terbuat dari zat kitin dan zat kapur • Antena berjumlah 2 pasang • Memiliki 5 pasang kaki • Kaki dapat digunakan untuk bejalan, berenag maupun menempel pada bebatuan • Pembuahan secara internal

Klasifikasi pada crustaceae
Entomostraca
Merupakan Crustaceae tingkat rendah ( zooplankton). Dibagi dalam 4 kelas: Branchiopoda, Ostracoda, Copepoda, dan Cirripedia

Malacostraca
Merupakan Crustaceae tingkat tinggi. Dibagi dalam 3 kelas : Isopoda, Stomatopoda, dan Decapoda Contohnya adalah udang, kepiting, lobster, dan rajungan.

Myriapoda
• Hanya terdiri dari kepala dan perut, tak memiliki bagian dada. • Setiap segmen terdapat kaki • Respirasi dengan menggunakan trakea yang bermuara pada spirakel pada kiri-kanan sepanjang tubuh. • Sistemsaraf tangga tali

Klasifikasi myriapoda
Diplopoda Chilopoda Setiap ruas tubuh memiliki sepasang kaki. Chilopoda merupakan hewan yang beracun yang dapat mematikan mangsanya dengan racun yang dimiliki tersebut. Contohnya Scolopendra subspinipes (lipan) Berbeda dengan Chilopoda, kalau pada Diplopoda setiap ruas pada tubuhnya memiliki 2 pasang kaki. Termasuk detritivor, yaitu hewan pemakan sisa-sisa sampah. Contohnya adalah Julus teristris (luwing). Apabila hewan ini dalam keadaan bahaya atau merasa terganggu akan menggulung badannya untuk mempertahankan diri

Echinodermata
• • • • • Kulit keras karena terbuat dari zat kapur/zat kitin Pada permukaan insang kulitnya berduri Tubuh simetri radial Sistem saraf berupa cincin saraf Berkembang biak secara seksual dengan fertilisasi eksternal • Memiliki kemampuan autotomi • Mulut di bawah sedangkan anus ada di tubuh bagian atas. • Benafas dengan insang hidup di perairan laut

Ophiuroidea

Asteroidea

Echinodermata
Crinoidea

Asteroidea
• Bentuk tubuh seperti bintang • Permukaan bawah memiliki mulut • Permukaan atas terdapat anus • Pada permukaan tubuhnya terdapat duriduri pendek • Pada ujung lengan terdapat bintik mata yang peka terhadap cahaya • Misalnya:
– Asteria forbesi (bintang laut), – Linkia laevigata (bintang laut biru), – Pentaceros (bintang laut bertanduk), – Culcita (bintang laut berkulit).

Ophiuroide
• Lengan panjang • Gerakan lengan menyerupai gerakan ular • Mulut berada di bagian bawah serta tak memiliki anus • Makanan berupa molusca • Contoohnya ophiotrix

Crinoidea
• • • • Betuk tubuh menyerupai bunga lly atau bunga bakung Hidup secara menempel di dasar laut Memiliki 5 buah lengan yang bercabang. Memiliki mulut dan anus namun tak memiliki madreporit • Dasar tubuh memiliki kaliks yang digunakan untuk menempel

Echinoidea
• Bentuk seperti landak laut namun bentuknya oval • Memiliki lengan seperti asteroidea • Tubuhnya tertutup cangkok tipis saling berhubungan dan durinya dapat digerak-gerakkan. • anus, madreporit, dan lubang kelamin • terdapat pada permukaan adoral
• Contoh bulu babi dan landak laut

Holothuroidea
• Tak dapat berlari hanya tergeletak saja • Warna tubuh hitam, coklat dan agak putih • Disekitar mulut terdapat tentakel bercabang yang terhubung dengan sistem pembuluh air • Tak berduri dan tak berlengan • Alat nafas paru-paru air • Makanan zat organik • Di daerah anus terdapat kaki amburakral untuk bergerak atau pengerutan otot tubuh…

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->