P. 1
Perspektif Fungsional Dalam Sosiologi Permasalahan Sosial

Perspektif Fungsional Dalam Sosiologi Permasalahan Sosial

|Views: 2,458|Likes:
Published by umar_b
sosiologi, fungsional, masalah sosial
sosiologi, fungsional, masalah sosial

More info:

Published by: umar_b on Feb 26, 2010
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF or read online from Scribd
See more
See less

12/11/2013

pdf

original

Sosiologi, Universitas Negeri Jakarta

Umar Baihaqki, M.Si
2010

Materi ini merupakan hasil saduran dari sumber
baaan utama, !aitu"

Soetomo, Masalah Sosial dan Upaya
Pemecahannya, #ustaka #ela$ar, %og!akarta,
200& "
Bab 2 #erspekti' Berdasarkan (eori Struktural
)ungsional, *alaman +2 ,&-

Seluruh pengutipan dari materi presentasi
ini harap mengacu pada sumber utama
tersebut

)okus utama dari perspekti' ini adalah
pembahasan mengenai 'akta sosial
.Soetomo, 200&" +-/

)akta sosial"
◦ Struktur sosial
◦ #ranata Sosial

Setiap struktur dalam sistem sosial memiliki
'ungsi terhadap !ang lain. Sebalikn!a bila
tidak 'ungsional maka struktur ini tidak
akan ada atau akan hilang dengan
sendirin!a

)iloso'i dari perspekti' ini menekankan pada
harmoni dan keberaturan, dalam
pandangan perspekti' ini setiap bagian dari
sistem sosial saling komplementer dan
terintegrasi . .Soetomo, 200&" +-/
Merton "

0esatuan 'ungsional sebagai suatu
keadaan dimana serluruh bagian dari
sistem sosial beker$a sama dalam suatu
tingkat keselarasan atau konsistensi
internal tanap menghasilkan kon'lik
berkepan$angan. .Soetomo, 200&"+1/

Menurut Merton ini tidak mungkin, karena pada ken!ataann!a sesuatu !ang 'ungsional menurut satu kelompok, belum tentu 'ungsional bagi kelompok !ang lain.

)ungsionalisme !ang universal
beranggapan bah2a seluruh bentuk sosial
dan kebuda!aan !ang sudah baku memiliki
'ungsi,'ungsi positi' .Soetomo, 200&"+1/.

Sebetuln!a, disamping 'ungsi positi' dari sistem sosial terdapat $uga dis'ungsi. Beberapa perilaku sosial dapat dikategorikan ke dalam bentuk atau si'at dis'ungsi, sehingga keduan!a harus dipertimbangkan

3ndispensabilit! !ang mengatakan bah2a
setiap tipe peradaban, setiap kebiasaan,
ide, ob$ek materiil dan kepera!aan
memenuhi beberapa 'ungsi penting,
memiliki se$umlah tugas !ang harus
di$alankan dan merupakan bagian penting
!ang tidak dapat dipisahkan .Soetomo,
200&"+4/.

Namun, hal ini sebenarn!a masih kabur, apakah 'ungsi merupakan suatu keharusan.

Sebuah permasalahan sosial dipandang
sebagai ter$adin!a dis'ungsi sosial .patologi
sosial/ !ang ter$adi dalam sistem
kemas!arakatan.

#erspekti' 'ungsional memiliki posisi !ang
relati' netral dalam memandang
permasalahan sosial

Masalah sosial memiliki 'ungsi dalam
mas!arakat, terutama dalam men$aga
keseimbangan pembagian ker$a .division o'
labour/

5imensi individu"
#atologi sosial merupakan tindakan individu
!ang mela2an atau kontras dari ita,ita
atau idealitas !ang berlaku dalam
mas!arakat. .Soetomo, 200&"+&/

5imensi insitusi"
3nsitusi !ang immoral, tidak sesuai dengan
perkembangan 6aman, akan menghasilkan
individu !ang immoral. .Soetomo, 200&"+7/

3ndividu merupakan sumber masalah dalam
mas!arakat, karena individu tersebut gagal
dalam proses sosialisasi atau karena aat
!ang dimilikin!a, sehingga tidak bersikap
dan berperilaku dengan berpedoman pada
nilai dan norma !ang ada dalam mas!arakat.

#emeahan masalah melalui penanganan
maupun penegahan agar tidak ter$adi
proses pe2arisan aat individual dari
generasi ke generasi bagai 8pen!akit9 atau
8virus9 !ang menular melalui interaksi sosial.
.Soetomo, 200&"+&/

Solusi lainn!a adalah resosialisasi melalui
proses pendidikan dengan mem'okuskan
pada aspek moral dan kondisi individu
 5iagnosis didasarkan pada
anggapan bah2a mas!arakat
!ang immoral akan menghasilkan
individu !ang immoral dan
keadaan inilah !ang
men!ebabkan masalah sosial.
.Soetomo, 200&"+7/
 Untuk mengatasi masalah ini
dilakukan dengan orientasi !ang
apresiati'.

Masalah sosial diakibatkan dari kegagalan
mas!arakat dalam men!esuaikan dengan
berbagai tuntutan !ang selalu berkembang,
serta kegagalan dalam melakukan
pen!esuaian antarbagian dari mas!arakat.

Mas!arakat !ang sehat adalah !ang mampu
me2u$udkan social adjustment, sementara
mas!arakat !ang dikatakan sakit adalah !ang
mengalami kondisi sebalikn!a social
maladjustment. .Soetomo, 200&" &1/

:illin"

#atologi sosial merupakan maladjustment
!ang serius di antara unsur,unsur dalam
keseluruhan kon'igurasi kebuda!aan
sedemikian rupa, sehingga membaha!akan
kelangsungan hidup suatu kelompok sosial
atau !ang seara serius menghambat
pemuasan kebutuhan,kebutuhan asasi
anggota,anggota kelompok itu dan
mengakibatkan hanurn!a ikatan sosial
mereka. .Soetomo, 200&"&2/
“Tak peduli siapa yang kau puji, tetapi hati-hatilah
terhadap siapa yang kau salahkan”
Sigmund Gosse

Struktur Sosial merupakan susunan atau
kon'igurasi dari unsur,unsur sosial dalam
mas!arakat , !aitu kelompok, kelas sosial,
nilai dan norma, dan lembaga sosial.

;ontoh"
◦ Struktur organisasi
◦ Struktur sosial dalam mas!arakat perkotaan
◦ 5sb,

#ranata Sosial merupakan seperangkat nilai
dan norma !ang berlaku dalam mas!arakat,
atau lembaga sosial !ang men$adi unsur
dalam mas!arakat

;ontoh"
◦ #ranata sosial keagamaan
◦ #ranata sosial keluarga
◦ #ranata sosial ekonomi
◦ dsb
;ontoh

<embaga keagamaan seperti ma$elis ulama atau
persekutuan gere$a merupakan lembaga !ang
ber'ungsi sebagai pen$aga dan sebagai konsultan
bagi ke!akinan umatn!a. Namun, belakangan ini
kita melihat di mas!arakat kita munuln!a aliran,
aliran kepera!aan !ang bertentangan dengan
ke!akinan umat pada umumn!a. Bagi penganut
kepera!aan tersebut, lembaga keagamaan !ang
disebut diatas ber'ungsi negati'.
;ontoh

Bantuan <angsung (unai merupakan salah satu bentuk
aksi sosial !ang bertu$uan menanggulangi kera2anan
akibat kemiskinan. Sebenarn!a ban!ak progam,
program seperti ini, seperti sumbangan untuk
pengemis, pembagian he2an qurban, dsb.
Namun, pada tingkat tertentu, ketika program tersebut
telah men$adi kebiasaan, $ustru menimbulkan dis'ungsi
sosial !ang melemahkan semangat kemandirian.
;ontoh

#ernikahan sebagai lembaga perka2inan
merupakan bagian dari pranata keluarga
!ang sakral. Namun, ketika kontrol sosial di
mas!arakat industri semakin lemah,
kesakralan pernikahan mulai tergerus. *al
ini ditun$ukkan oleh meningkatn!a angka
pereraian, perilaku se= metropolitan, serta
'enomena single parent .

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->